Indomp3z Team mengucapkan Happy Christmas and Merry New Year 2010

Go Back   IndoMp3z - Indonesian Music and Movie Community > COMMUNITY > Artikel en' Tips > Economy

Indonesian Music and Movie Community

Reply
 
Thread Tools Display Modes

Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers
Old 10-31-2008, 02:00 PM   #1
rhodez_z
siamang
 
rhodez_z's Avatar
 
rhodez_z is offline
Join Date: Nov 2006
Posts: 182
Thanks: 5
Thanked 40 Times in 20 Posts
Points: 15439.184 Donate
rhodez_z will become famous soon enoughrhodez_z will become famous soon enoughrhodez_z will become famous soon enough
Default Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers

Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers

Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai "secured jobs"

Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah artikel dimajalah terbitan luar negeri (saya lupa entah itu BusinessWeek, Newsweek,Forbes atau Fortune) yang menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti MerrillLynch,LehmanBrothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley.

Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan.

Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America?

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu - apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.

Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda.

Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10 tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar untuk kemudian digantikan dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia menerima gaji yang lebih rendah dari anda.

Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1850).

Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah:

a.. Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.

b.. Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang generalis.

c.. Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana.

d.. Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya "comfort zone" dan "job security" - those are totally bullshit!

Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan banyak orang yang mungkin sudah terlena dengan apa yang dinamakan "comfort zone" dalam bekerja.

Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari apa yang saya tulis ini adalah dengan membayangkan anda naik sebuah mobil.

Ketika anda mengendarai sebuah mobil mahal dan canggih, anda tetap harus mengendarainya dengan kewaspadaan penuh, siap untuk mengerem atau memutar
setir untuk menghindari lubang di jalan atau pengendara motor yang memotong jalan anda.

Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah mobil mahal, maka anda akan selalu selamat karena dilindungi dengan berbagai peralatan pelindung canggih.

Ada faktor utama yang menjadi faktor penentu
keselamatan anda yaitu kewaspadaan.

Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee, bayangkan saja anda bekerja menekuni karir seperti anda mengendarai mobil: nikmati perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai masuk kedalam "comfort zone" - alias mengantuk, karena ketika anda masuk kedalam "comfort zone" dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi, biasanya anda akan merasa lebih sakit - karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya.

Have a nice day at work!

Quote of the Day:
"Action may not always bring happiness, but there is no happiness without
action." by Benjamin Disraeli
__________________


  Reply With Quote

Old 04-15-2009, 04:05 PM   #2
karenakuhebat
anak monyet
 
karenakuhebat's Avatar
 
karenakuhebat is offline
Join Date: Mar 2009
Posts: 19
Thanks: 0
Thanked 6 Times in 3 Posts
Points: 2.9714 Donate
karenakuhebat is an unknown quantity at this point
Default

Bukankah mereka semua itu hambanya kapitalis, dan ketika kapital mulai terbatas mereka menghalalkan cara iblis untuk mendapatkan tujuan mereka, dengan bergantinya tampuk pimpinan ke Obama yang katanya "lebih kiri" mampukah merubah keranjingan setiap para pencari kerja di Amerika untuk sikut sikutan di wallstreet? ini pertanyaan besar yang akan terjawab seiringnya waktu
  Reply With Quote

Old 04-16-2009, 02:35 AM   #3
coyote86
siamang
 
coyote86 is offline
Join Date: Nov 2008
Posts: 265
Thanks: 12
Thanked 27 Times in 27 Posts
Points: 287.8676 Donate
coyote86 is an unknown quantity at this point
Default

Waduh Thanx utk infonya.. Kebetulan ada tugas kuliah tentang ini.Thanx banget Bro ...
  Reply With Quote

Old 08-14-2009, 05:41 AM   #4
iyud98
anak monyet
 
iyud98 is offline
Join Date: Jul 2008
Posts: 21
Thanks: 6
Thanked 0 Times in 0 Posts
Points: 3.262 Donate
iyud98 is an unknown quantity at this point
Default

kalo jadi pegawai , menjadi lebih waspada jadi sangat penting.
kira - kira kalo implementasi pada bidang wirausaha seperti apa ya??
  Reply With Quote

Old 09-30-2009, 03:58 AM   #5
jendol
monyet kecil
 
jendol is offline
Join Date: Sep 2009
Posts: 43
Thanks: 0
Thanked 3 Times in 3 Posts
Points: 13.1193 Donate
jendol is an unknown quantity at this point
Default

Quote:
Originally Posted by iyud98 View Post
kalo jadi pegawai , menjadi lebih waspada jadi sangat penting.
kira - kira kalo implementasi pada bidang wirausaha seperti apa ya??
jadi wirausaha jelas lebih susah, kita mesti selalu siap menghadapi kegagalan yang akibatnya langsung ke income kita.

sekedar mengingatkan; sekarang ini kita sudah berada pada era globalisasi yang penug volatilitas, perubahan datang dengan cepat dan tanpa aba-aba jadi kita mesti selalu siap sedia, banyak menyerap informasi dan kiat-kiat menghadapi perubahan di dunia usaha
  Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Forum Jump



All times are GMT +11. The time now is 10:24 AM.


vBulletin skin developed by: eXtremepixels
Powered by vBulletin® Version 3.7.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Indomp3z - Indonesian Music and Movie Community -