Quote:
Originally Posted by kembutz
yah begitulah yang menamakan dirinya "wakil" rakyat...padahal kita sendiri yang menjadi rakyat tidak merasa merasa mereka itu "wakil" kita....apa sih kegiatan mereka itu? rapat juga isinya kalau nggak tidur ya berantem...kita susah2 bayar pajak dan kewajiban-kewajiban kita yang lain sebagai warga negara yang baik cuman buat beliin mereka mobil dinas...rumah dinas.....mengisi kantong mereka.....sementara kinerja mereka nggak ada yang bermutu...menciptakan undang2 juga nggak bermutu....kecewa deh kalau melihat orang2 munafik seperti mereka yang mengaku wakil rakyat... 
|
Mantebbb bro...
Terkadang gw juga bingung dengan istilah wakil rakyat..., Dewan Perwakilan Rakyat... karena dalam kenyataannta mereka tidak berdiri sendiri melainkan atas nama partai... lalu dimana rakyat yang 'diwakili', apabila setiap keputusan yang dikeluarkan selalu berdasarkan 'petunjuk partai'.
Rasanya ada yang salah dengan pemilu 2009 yang telah kita jalani lalu. Jelas-jelas kita memilih nama mereka sebagai wakil kita untuk berbicara mewakili kita juga. Tetapi lagi-lagi mereka membela kepentingan partai bahkan mati2an (walau ada satu dua orang yang berkomitmen tapi itu tidak cukup).
Apakah tidak lebih baik bila sistem pemilu di rubah saja...
Kita tidak usah memilih wakil kita di DPR tapi cukup memilih partai... dengan dua alasan
Pertama : rasanya mereka memang hanya mewakili partai saja...
kedua : untuk menghemat biaya pemilu...
Atau mungkin (maaf) Dewan Perwakilan Rakyat diganti saja dengan Dewan Perwakilan Partai...
sorry gw nggak ngerti politik & nggak terlalu suka politik...
