PokerLounge

PokerAce BandarJakart

Royal188

royalbolatangkas Fairbet88

Fairbet88

ZonaJudi

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. [Seluruh IndoMp3z Crew] [Close]

Page 3 of 12 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 21 to 30 of 114
  1. #21
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Honda Jazz VTEC Dua Pintu





    Dari belasan Honda Jazz yang mengikuti ajang Jazz Tuning Contest 2008 beberapa waktu lalu di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, ada satu unit yang bikin penasaran penonton. Yakni, Jazz VTEC 2006 yang ubahannya sangat ekstrem, mulai dari eksterior sampai interior yang digarap modifikator kondang, Ryan Melano dari Bogor.

    Yang paling menarik dari karya Ryan, model Jazz asli empat pintu disulap jadi dua pintu, penggarapannya memakan waktu sampai jadi 14 bulan. Perubahan ini membuat pintu Jazz coupe tambah panjang 15 cm dari standarnya. Mau tidak mau, pilar B (tengah) ikut bergeser 15 cm. Supaya kesan kupenya kental, lekukan pintu pada sisi ujung belakang dibikin melengkung.

    Menariknya, kaca pintu dirancang model frameless yang naik-turunnya berdasarkan buka-tutup pintu dengan bantuan switch yang diletakkan di pilar B. Jadi, ketika switch mendapat tekanan (pintu di tutup), kaca akan naik (menutup) dan jika pintu dibuka, otomatis kaca turun.

    Kaca pintu samping belakang dirancang ulang meruncing. Modelnya hampir mirip dengan Honda Estilo.Tongkrongan Jazz 2006 ini kian sporty setelah diberi side skirt plus bumper depadan dan belakang yang didesain seirama.Tampilan bertambah mencolok dengnan pemilihan warna hijau lumut, hasil racikan biru, kuning ditambah pearl white dan gold metallic.

    Termasuk velg keluaran DPE tipe R20 ikut dikelir hijau lumut. Dengan penggunaan velg yang lebih besar, sistem suspensi pun ikut dibenahi untuk menahan beban pada bagian belakang yang bertambah 400 kg. Pada suspensi belakang dipakai punya Honda Odyssey, sedang untuk pernya dipasang damper asli buatan Indonesia.

    Pada interior, ruang kabin penumpang diubah fungsi dengan dijejali perangkat audio. Sistem konstruksinya dibuat 4-way untuk mengimbangi nada-nada rendah yang keluar dari banyak subwoofer yang terpasang di belakang. Dengan taktik ini, nada-nada menengah dan atas tetap terdengar.

    Head unit dari audio dipilih Kenwood 8032 yang terintegrated dengan GPS di dasbor yang sengaja tidak dilapis. Langkah ini untuk mengikuti tren mobil baru sekarang, seperti pada Honda CR-V dan New Accord.

    Jok standar diganti dengan model semi-bucket racing keluaran Recaro, dipadu sabuk pengaman keluaran Sparco. Setir standar pun ditukar dengan model racing.

  2. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  3. #22
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Avanza Dengan Ban 20 Inci Jadi Elegan





    Dari bentuknya, desain Toyota Avanza cukup cantik. Manuver di jalanan semrawut juga gesit dan lincah. Kendati punya postur standra yahud, tapi sering tidak kelihatan harmonis kala dimodifikasi, terutama jika dipasang velg besar dan ceper.

    Nyatanya, Toyota Avanza 1.5 S M/T 2007 punya Mr.Y di Bogor justru tampak elegan setelah dimodifikasi. Bodi digembungkan dan pakai ban lebar yang digarap rumah modifikasi Antelope, Pahlawan, Bogor tidak menemui kesulitan ketika dijajal jalan dari Bogor ke Jakarta.

    Yang jelas, bobot kini lebih berat 300 kg dari berat kosong 1.070kg. Sumbangan terbesar datang dari tiga sektor, yang pertama body kit. Seperti bumper depan kit didesain dengan metode tanpa pemisah (one piece) yang menyambungnmulai dari grilnsampai lips terbawah. Sehingga terkesan lebih simpel, walau sebenarnya dimensi sudah bertambah tinggi dan besar.

    Bodi Avanza yang ringkih disulap jadi kekar dan tetap berkarakter. Caranya, dengan penambahan garis bodi yang halus dan tidak patah. Trus, bumper depan dan belakang yang bongsor diimbangi dengan side kirt.

    Desainnya sengaja dibuat lebar agar garis pintu yang tinggi lebih seimbang dengan posisi roda yang terlihat kecil. Ini dikarenakan ground clearance yang cukup tinggi (walau sudah disiati dengan lowering kit). Sebenarnya, pada side kirt bisa diberikan garis (nut) agar terkesan terbagi tingginya, walaupun tetap pada metode one piece.

    Sedang desain bumper belakang sudah cukup baik. Bisa mengimbangi desain secara keseluruhan dan harmonis dengan bentuk lampu vertikal dan harmonis bervelg lebar yang dinaikkan 5 inci menjadi 20 inci. Otomatis karet pembalap rim itu berubah dari 185/65R15 menjadi 225/30ZR20 dari Pirelli PZero Nero.

    Naiknya ukuran velg dan melarnya telapak ban, jumlah bobotnya masih lebih ringan dibanding dengan penambahan audio. Kendati demikian, ada yang menarik dari desain audionya, yakni penerapan instalasi speaker model tanam di dasbor.

    Dari sisi teknis, ada dua keuntungan. Pertama, tidak banyak mendapat getaran ketimbang di dekat pintu. Keuntunngan kedua, pantulan midrange tidak terlalu pekak ketika digeber. “Suara bisa lebih rendah karena ada boks,” jelas Jono Hitam, instalatur dari Sphinx.

    Dari sisi kendali, jok standar dilapis MBTech Camaro warna Dark brown. Setirnya, Victor Design berdiameter 32 cm dan agak kerepotan kala harus putar balik 180 derajat. Kendati begitu, torsi tetap tinggi, walau tak meluncur deras. (Diesta)

    Rumah modifikasi:
    Audio & interior: Sphinx, Pluit Barat, Jakarta Utara
    Body kit, velg, suspensi & setir: Antelope, Pahlawan, Bogor

    Data Spesifikasi:
    Cat Spies Hecker super deep black, custom body kit, knalpot Remus Rallye Design, velg Estatus Style-SV 20x8,5 inci, ban Pirelli PZero Nero 225/30ZR20, sokbreker depan Kayaba Ultra Gas, sokbreker belakang Pedders, per Espelir, bohlam lampu depan HOD 8.000 K, sunroof Webasto Hollandia, setir Victor Design, pedal set & gear knob Project µ, rotor Z Mevius (untuk Peugeot 306), kaliper Mazda 626, head unit Pioneer P-6050, equalizer Cadence Parametric, speaker depan 3-way Hertz DSK Series, speaker belakang 2-way Phase Linear 6 inci, sub SPX 15 inci, speaker tengah Roger Mcintosh, power MTX Monoblok 8100, power Tru Tech 2x300 watt, kabel Audison Connection, baterai Amaron, peredam Automat, pelapis kabin MBtech, lampu kabin custom

  4. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  5. #23
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Honda Civic Type R Dijejali Komponen dari Jepang





    Tampilannya sih seperti masih standar, kecuali sayap belakang. Justru Odry banyak menempelkan komponen impor pada Honda Civic Type R 2008 miliknya itu. Mari kita bedah bagian per bagian.

    Sebagai orang bertipikal perfeksionis, Odry memang lebih mengutamakan orisinalitas. Makanya untuk eksterior dipesan dari Jepang langsung. Seperti kap mesin dan tutup bagasi bermotif serat karbon diorder dari Spoon yang memiliki khas guratan dan bentuk serba tajam. Penggantian ini juga bertujuan mereduksi bobot lantaran ia suka balapan di sirkuit Sentul.

    Untuk kabin, Odry mengubahnya dari standar menjadi bernuansa "cepat". Dasbor pun jadi sasaran, diubah dengan motif serat karbon mirip dengan yang di luar. Yang dibanggakannya, produk original equipment manufacturer (OEM) Mugen ini hanya ada satu di Indonesia dan terpasang pada mobilnya. Makin kentallah aroma racing pada Type R putih ini.

    Langkah Odry memang tidak setengah-setengah. Dari bodi dan kabin, ia masuk ke dapur pacu dan kaki-kaki. Untuk ram air system pada Civic Type R FN2 ini, dipilih dari produk K&N yang bekerja sama dengan Gruppe M. Menariknya, bagian itu dibuat dari bahan karbon dengan FR 0511. Label asal Jepang ini dikenal sebagai master saluran hawa mesin. Penggantian itu mampu mendongkrak tenaga 11 hp dan torsi 1,2 kg-m.

    Untuk instalasi, kover plastik yang ada di luar kaca harus diganti satu set air intake asli Jepang. Prosesnya memang agak sulit karena harus membongkar plastik pelindung di dasar wiper untuk menempatkan corong penangkap angin yang diletakkan di belakang kap mesin.

    Cuma itu! Tengok bagian buritannya. Selain ada diffuser, knalpot Mugen ikut menambah tenaga yang lumayan. Menurut data dari Mugen Jepang, penambahannya berkisar 5-10 hp jika di-tuning dengan tepat. "Kalau lagi kencang, suaranya asyik banget dan menambah adrenalin untuk terus bejek gas," bangga Odry.

    Tenaga kian yahut kala bahan bakar pertamax plus dicampur dengan bensol. Raungan yang keluar dari pipa katalis berdiameter 2 inci ini membuat jantung ikut terpompa, apalagi ditambah menari manuver di tikungan lantaran ditunjang suspensi HKS Hypermax III.

    Luar biasa! Padahal, setelan Civic Type R ini masih medium position di angka 15. - KompasOTO-

  6. #24
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Nissan Infiniti Q30 yang Bisa Memijat





    Modifikasi bolt on sudah bosan bagi Aji Kurniawan. 'Karya gilanya' coba diterapkan pada sedannya, Nissan Infiniti Q30. Paling unik, gerak air suspension bisa dilihat dari layar monitor. Asyiknya, kalau badan terasa pegal, tersedia pemijat yang bisa bekerja sambil Anda menyetir.

    Dari tampilan eksterior, tak ada yang ekstrem. Terkecuali pada bagian belakang sepatbor depan (perbatasan dengan pintu depan) dibikin lekukan, hasil kreasi custom. Plus, velg Kranze LXZ ukuran 19 inci dengan ban profil 215/35ZR/R19 dan 235/35ZR/R19 bentuk donat.

    Monitor TV
    Meski ceper abis, Aji tak takut kalau keempat ban bakal menggesrek bagian dalam sepatbor karena sudah dilengkapi sistem air suspension model 4 titik. Artinya, masing-masing roda bekerja secara sendiri-sendiri, "Karena setiap ban sudah punya selenoid. Jadi tinggal memisahkan kinerja air sus pada keempat roda dengan remote di kabin," papar Aji.

    Untuk mendapatkan gerakan naik-turun yang cepat mengandalkan kompresor baru berkode 480C sebanyak 2 unit, menggantikan standarnya. Kelebihan kompresor memiliki dimensi motor dan tabung lebih besar sehingga memungkinkan penyerapan dan pelepasan udara lebih cepat.

    Keunikan lainnya, kinerja air sus bisa diawasi dengan kamera CCTV yang disambungkan pada empat monitor TV di balik bagasi. Semestinya, layar itu ditempatkan di ruang dalam kabin sehingga penumpang bisa melihatnya, sekalipun malam hari karena dikasih lampu LED berwarna putih.

    Jok pijat
    Di sini karya gila Aji patut diacungi jempol. Jok standar depan tetap dipertahankan, tetapi pengemudi tak bakal merasa pegal sebab sudah diaplikasi jok pijat layaknya mobil-mobil mewah.

    Langkah custom-nya terbilang mudah, hanya menggunakan alat pemijat konvensional bertenaga listrik yang banyak dijual di supermarket. Perangkat itu dimasukkan ke dalam jok. "Pokoknya tinggal dibobok aja busanya seukuran alat pijat, lalu sambungkan kelistrikannya," komentar Aji.

    Untuk memodifikasi jok itu, biaya enggak lebih dari Rp 1 juta, dengan rincian alat pijat berkisar antara Rp 500.000 dan Rp 800.000 serta pembongkaran jok berkisar Rp 300.000.

    * KompasOTO*

  7. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  8. #25
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Mahalnya Lirikan Mata BMW 318i





    Kalau dilihat mata, jujur saja, tak ada yang istimewa dari BMW 318i punya Naflin ini. Ceper abis, velg lebar (pakai iForged Marquish) dan celup sudah dilakoni sejak beberapa tahun silam. Malah, sedan bikinan pabrikan Jerman ini enggak bisa diajak jalan. Ngebut dengan kecepatan sedang saja harus merayap.

    Sekalipun begitu, bukan berarti mobil ini tak punya keistimewaan. Ada! Terutama pada lirikan mata (head lamp) yang harganya mencapai Rp 22 juta. Itu termasuk angle eyes. Wuiiisss! Apa hebatnya? dan dilihat secara kasat mata, enggak ada bedanya.

    Memang, dengan lampu utama standar bagaikan anak kembar. Yang membedakan dengan lampu pengganti milik BMW 330i ini, posisi lebih lebar ke dalam sekitar 1,5 cm. "Sepintas seperti tak ada perubahan," tegas Bernard dari Clue Audio yang memodifikasinya.

    Untuk mengetahui sudah adanya pergantian lampu, tatapkan mata pada kap mesin dan fender. Modelnya lain dan ujung lampu dengan gril cukup dekat.

    Masih soal lampu, kini beralih ke belakang. Di sini, Naflin menginginkan lampu standar diganti punya M3. Lagi-lagi remaja ini harus merogoh kocek sebesar Rp 6 juta untuk lampu itu saja.

    Perubahan tampak jelas, untuk bisa menempel ke bodi harus melakukan perombakan karena porsinya lebih besar ke atas sebanyak 2 jari dan ke samping sebanyak setengah jari.

    Walau pergantian lampu masih satu keturunan keluarga butuh penyesuaian kelistrikan (termasuk lampu belakang). Mau tak mau ECU harus diriset agar listrik yang mengalir benar-benar pas. Untuk risetnya, Bernard mengaku diserahkan kepada BMW dengan ongkos sekitar Rp 300.000.

    Itu saja keistimewaannya? Masih ada, tetapi enggak istimewa banget sih. Seperti interior, tengok setirnya. Pada bagian tengah, selain sudah dibungkus, juga ada layar monitor kecil. Fungsinya, memonitor bagian belakang kala parkir.

    Pindah ke bagasi. Ketika dilihat, bagian itu seperti biasa saja. Ketika remote dipencet, ruang bagasi yang tampak rata itu bergerak mengeluarkan seperangkat power dan layar monitor 17 inci.

    Untuk menggerakkan semua itu menggunakan 4 motor, meliputi 3 motor power window dan satu motorize dari Auto Lec. Rinciannya, 2 motor difungsikan membuka 2 power Rockford monoblock serta gerakan ke kanan dan ke kiri. Setelah itu, dengan power Auto Lec power tadi diangkat ke atas kemudian menjulur ke luar bagasi sebanyak 60 cm.

    Lho, satu power lagi buat apa? Untuk mengeluarkan monitor TV.

    Pada mesin, Naflin mencangkok turbo. Uniknya, yang dipakai justru milik Nissan Skyline R34. Pipanya dibuat custom, selain bikin pemandangan indah, juga bisa masuk; dan Naflin menghabiskan dana Rp 39 juta. "Masih harus disetel biar sempurna buat dibawa jalan," tutup Naflin.

    Apa bisa dibawa ngebut dengan ceper begitu?

    *kompasOTO*

  9. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  10. #26
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Toyota Avanza Bikin Leher Pegal





    Toyota Avanza tipe E keluaran 2007 ini banyak bikin orang pegal leher. Pasalnya, setiap melintas di jalan tol, menurut si pemiliknya, Harrizsyah, banyak yang melirik mobilnya.

    Padahal, modifikasi yang dilakukan enggak ekstrem banget. Bodinya masih terbilang standar, cuma sepatbor rada bongsor lantaran menyesuaikan pemakaian velg superlebar 19 inci (untuk ukuran Avanza) dan ceper. Dipadu dengan ujung knalpot, juga superganda (dua kanan dan dua kiri).

    Biang pemicu orang melirik mini MPV ini justru pada interiornya yang begitu kontras dengan cat bodi (merah permen). Selain kelirnya yang putih semua, bagian ruang penumpang tengah sampai belakang sudah didesain. Sekalian pembuktian kalau Harriz, juragan bengkel jok Glamourz di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sangat piawai benahi interior.

    Untuk menciptakan ruang kabin yang luas dan indah dengan model tampilan sofa (jok standar tengah dan belakang dipensiunkan), kerangka jok belakang menggunakan bahan kayu jati belanda, kemudian diberi karet ban bekas yang memanjang dari sisi kanan kiri serta depan dan belakang, barulah kemudian dikasih busa setebal 18 cm agar saat diduduki terasa empuk.

    Selesai itu, barulah bagian tersebut dilapisi dengan bahan Murano yang sebelumnya telah dijahit double stitch dengan benang serrafill. Untuk menciptakan motif berkerut, Harriz memberi kancing yang total terpasang di seluruh interior sebanyak 150 buah.

    Motif jok berkerut ini juga disesuaikan dengan door trim pada kelima pintu. Termasuk juga kerangka kaca pintu jok tengah dan belakang sampai langit-langit. Bahkan setirnya, konsol tengah, dan tongkat persneling berwarna putih.

    Masalahnya, saat musim hujan, Harriz mungkin sedikit enggan mengendarai Avanza-nya, apalagi membawa penumpang. Bisa-bisa, rang yang putih bersih itu jadi belepotan alias kotor.

    *KompasOTO*

  11. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  12. #27
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Truckin Lowrider dari Bandar Lampung




    Siapa bilang modifikasi mobil pikap menghasilkan bentuk yang kurang enak dipandang. Bos bengkel Auto Design, Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Endang membuktikan dengan Toyota Kijang Super 1991. Aliran yang dipilihnya tidak kepalang tanggung, langsung dari Amerika, yakni truckin lowrider.

    Modifikasinya mengawinkan onderdil Kijang Kapsul dan Mitsubishi Kuda. Malah dalam mewarnai bodi mobil bisa dilakukan penghematan. Interiornya didesain ulang dan dibuat dari bahan fiberglass.

    Kalau dilihat dari depan sudah berubah total. Seperti kap mesin sudah diganti dengan Kijang kapsul. Penggantian ini mengakibatkan tulang depan dibuat maju 20 cm untuk mendapatkan lengkungan kap mesin, dan lampu utama pas dipasang punya Mitsubishi Kuda.

    Untuk memenuhi ciri khas truckin lowrider-nya dibuatlah body kit—perpaduan bahan fiberglass dan pelat galvanis—yang mengacu pada Dynamic Tornado untuk BMW Seri 3. Dek depan digeser lebih naik 30 cm, sedangkan dek belakang 20 cm. Kemudian, efek rebah dibuat dengan memangkas atap kabin sekitar 12 cm. "Sudut kemiringan kaca depan dibuat lebih kecil, sedangkan kaca samping dan belakang bikin baru," jelas Endang.

    Untuk tutup bagasi belakang memakai pelat galvanis 0,8 mm, sedangkan mekanisme engselnya diambil dari engsel bagasi Honda Genio. Shockbreaker-nya memakai punya KIA Carnival, dan untuk kesan yang berbeda, bak seolah-olah bersatu dengan kabin dengan cara disambung pakai fiberglass.

    Suspensi mau tak mau harus dioprek. Dudukan per depan bagian atas dinaikkan. Begitu juga dengan bagian bawahnya sehingga jarak mainnya tetap optimal, walaupun sistem torsi sudah diputar mencapai batas ceper.

    Posisi shockbreaker belakang dibuat lebih tidur agar jarak mainnya lebih banyak. Untuk mengurangi kekerasan akibat per daun, dua lembar per daun (nomor dua dan tiga) dicopot.

    Untuk kabin, semua di-custom, termasuk dasbor yang dirancang menggunakan bahan fiberglass. Kemudian spidometer diadopsi dari Mitsubishi Kuda dan diletakkan di bagian tengah, sedangkan indikator Auto Gauge serta monitor TV ikut menambah warna kabin yang ekstrem tanpa kesan acak-acakan.

    Selain spidometer, komponen lain dari Kuda yang dipindahkan ke Kijang di antaranya power steering, AC, dan disc brake. Komponen terakhir ini untuk mengubah penghenti laju bagian depan dari teromol menjadi cakram.

    Penggarapan bodi cukup rapi. Sepatbor yang manis (tidak terlalu gembung) membuat tampilan bodi sangat elegan. Tampilan itu dipermanis lagi dengan ujung knalpot yang berada di depan roda belakang dan rata dengan bodi.

    *KompasOTO*

  13. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  14. #28
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Honda Jazz Beraliran Toyota Crown JDM





    Handy Setiawan ini terbilang nekat sekali. Bayangkan, beli All New Honda Jazz 2008 bukannya dirasakan dulu, melainkan sedan hatchback seri RS itu langsung dibawa ke rumah modifikasi Autoline di Jl Arteri Kedoya, Jakarta Barat. "Pokoknya, tampilan Jazz saya harus beda dengan yang lain," ungkap Handy.

    Untuk memenuhi ambisinya, Handy coba mencari-cari model yang cocok melalui dunia maya. Akhirnya ditemukan aliran racing style yang dipadu dengan Toyota Crown JDM sesuai keinginannya.

    Yang dimauinya, desain bumper lebar dikombinasi dengan sudut tajam di kedua sisi yang sangat identik dengan Japan street car. "Air dam di bumper yang besar dan berbentuk V itu mencirikan besutan kencang," jelas Handy.

    Agus, punggawa Autoline, tidak menemui kesulitan memenuhi selera Handy. Material yang diandalkan fiberglass dengan pembuatan moulding sesuai konsep awal. Pengerjaannya memakan waktu tiga minggu.

    Akibat dari body custom, bumper memang terlihat rebah. Tampilan mobil malah jadi cingkrang lantaran si pemilik enggak mau memakai lowering kit. Agus harus putar otak agar velg Lenso Mesh 18 x 8 inci ini bisa mepet ke bibir fender. Akhirnya, dipakailah kondom pada over fender yang turun 3 cm dari fender aslinya dan mengikuti garis nut bumper depan.

    Yang menarik, desain ujung knalpot berbentuk trapesium. Awalnya, bentuk bumper belakang eksotis ini lurus rata. Setelah melihat Crown JDM, bumper dicoak dan muffler pajangan ini disesuaikan kemiringannya sehingga tampak ekstrem.

    Untuk menguatkan tampilan Jazz penganut racing style ini, tutup mesin dibuat dari bahan karbon, termasuk diffuser, gril, sampai sayap belakang. Bodi berkelir putih dikasih stiker striping. "Warna kombinasi merah, putih, dan hitam membuat visualisasi lebih mantap," tegas Handy.

    Selain bodi, interior pun dibikin senada, seperti jok standar diganti model semi-bucket dari Recaro. Kelir asli hitam dibungkus dengan red blood dari bahan yang sama. Lantas dasbor juga dibikin motif carbon fiber plus ada motif putih yang pakai printing.

    Sementara ruang bagasi disulap jadi tempat perangkat audio Racikan Idola Audio dan mampu menghasilkan dentuman sampai 145 Db. Handy mengaku ini belum full.

    *KompasOTO*

  15. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  16. #29
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Default Mazda RX-7 yang Tua Jadi Keren dan Sangar



    Mobil boleh tua, tetapi dari segi tongkrongan, Mazda RX-7 buatan 1995 ini enggak malu-maluin. Diajak tarik-tarikan pun berani karena mesin 13BT sudah disokong komponen dari GReddy. Tak heran, kalau lagi melintas di jalanan, sedan dua pintu ini banyak dilirik. "Semua part mesin dan bodi yang terpasang di RX-7 model plug 'n play dan didatangkan langsung dari Jepang," ucap Adi Surya, bos GReddy Indonesia.

    Kalau saja tetap mengandalkan bodi standar, kendaraan bermesin rotary ini enggak ada bagusnya. Makanya, body kit Ings+1 tipe N dipasang sehingga memberikan efek aerodinamika yang ciamik dan tersemat rapi.

    Tengok bodinya yang dibuat mirip tunggangan drifting Jepang atau balap touring di sirkuit Tsukuba. Desain air dam (saluran angin) yang superlebar pada bumper dipadu dengan sayap belakang yang lebar mengisyaratkan mobil kencang. "Sebetulnya ingin mengikuti RX-7 GReddy Jepang dengan menggunakan body kit RE Amemiya, tapi tim G-Indonesia ingin sesuatu yang lain. Maka dipilih Ings +1," ungkap salah satu kru G-Indonesia.

    Khusus mengenai sayap belakang, aplikasi GT Wing lokal dinilai kurang kekar dan enggak imbang sama bodi Jepang. Untuk penyesuaian, dilakukan dengan penambahan daging. Tahap awal, sirip samping dipotong dan ditambah bahan fiberglass pada GT Wing lokal supaya lebarnya sesuai.

    Untuk melebarkan sayap yang ditarik masing-masing 20 cm tidak menggunakan molding atau cetakan. Namun, cukup mengandalkan mata untuk menyeimbangkan sisi kiri dan kanan. Begitu sama, langsung dibungkus dengnan motif serat karbon, termasuk juga kap mesin.

    Seusai bodi, giliran dapur pacu dioprek. Karena RX-7 mempunyai banyak tipe, mulai dari Seri 6 sampai Seri 8, akibatnya sempat sampai tiga kali melakukan pembenahan. "Karena pemesanan ke GReddy Jepang harus lebih spesifik, mulai dari tipe turbocharger hingga transmisinya," bilang Adi.

    Seperti intercooler yang berada diapron terpaksa digusur dan masuk punya GReddy type R. Sayangnya, intercooler superlebar ini tidak berikut piping turbo. Mau tak mau, jalur udara dingin dari inlet turbo menuju intercooler dan throttle body harus dibuat custom.

    "Piping turbo menggunakan stainless dengan diameter 5 inci mengikuti intercooler V mount," sebut Irwan, tuner dari Rosella. Hasilnya, tuner Trust Jepang memuji, "Its very good and functional."

    *kompasOTO*

  17. #30
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow "Mini Bar Berjalan" Parkir di Tepi Pantai





    Mengubah interior mobil bernuasa bar bukan terobosan baru dan sudah dilakukan beberapa tahun silam. Steven punya obsesi memindahkan konsep bar and lounge di besutannya, Toyota Kijang, dipadu dengan audio.

    Bukan sekadar untuk gaya-gayaan, melainkan ketika pergi berlibur ke pantai, ini dibuat untuk merasakan suasana gemerlap lampu diiringi dentuman musik dan deburan ombak sambil menikmati minuman alkohol. Jangan sampai mabuk, lho. Nanti enggak bisa pulang.

    Desain bar yang dilakukan Steven ini juga mungkin berkaitan dengan kuliahnya yang mengambil jurusan perhotelan di Universitas Pelita Harapan, Tangerang. Steven lantas menceritakan obsesinya itu pada Tonny Susilo, instalatur audio Sound Motion yang menginginkan bar berjalan dipadu dengan perangkat audio.

    Tonny pun harus putar otak untuk mewujudkan order dari Steven, terutama komposisi kosmetik harus terlihat harmonis karena yang dipakai banyak sekali. Mulai dari pembuatan mini bar, pemasangan cool box, penutup akrilik, lampu LED putih, sampai penempatan botol-botol minuman alkohol.

    Sebelum menata ruang interior Kijang, Tonny melihat foto-foto desain audio dan bar. Sebagai tahap awal, penggarapan pertama adalah membuat bar dengan bahan akrilik 9 mm untuk meletakkan botol dan gelas yang dirancang menggantung. Dudukannya terbuat dari besi stainless steel berdiameter 1 mm yang dibaut ke atap, sedangkan untuk tutup kosmetik audio pakai akrilik 5 mm.

    Untuk bikin kesan bar yang kuat, tempat minuman dari bahan plastik ukuran (diamater) 20 cm diubah fungsi sebagai tempat bir yang sudah dimodif custom dengan tambahan selang untuk mengeluarkan alkohol.

    Penempatan botol-botol alkohol tak cuma di belakang, tetapi tersedia di depan laci penumpang depan. Agar rona warna menyala, digunakan LED putih yang ditanam di akrilik sebanyak 1.000 unit.

    Untuk pengaturan speaker, Tonny melakukan kreasi sendiri. "Bahan konus-nya pakai paper dan magnet, pesan dari pabrik speaker," ujar Tonny, sedangkan lilitan koilnya dibuat sendiri disesuaikan dengan frekuensi sebaran yang diinginkan. Rentang frekuensinya, terang Tonny, diatur 63Hz sampai 4Khz. Setelah usai merakit speaker, baru kemudian dibuatkan X-Over pasif dengan slobe 12 dB.

    *KompasOTO*

  18. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •