PokerLounge

PokerAce BandarJakart

Royal188

royalbolatangkas Fairbet88

Fairbet88

ZonaJudi

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. [Seluruh IndoMp3z Crew] [Close]

Page 2 of 16 FirstFirst 123412 ... LastLast
Results 11 to 20 of 160
  1. #11
    siamang
    Join Date
    Apr 2007
    Posts
    139
    Thanks
    43
    Thanked 9 Times in 9 Posts

    Default numpang nanya

    bro,berapa duit tuh buat modif kaya gitu?trus kalo nambah sirip bawahnya sama bikin modif single sitter nya aja dana nya berapa,thanks bro

  2. #12
    Sekolah Menengah Pertama kentoon's Avatar
    Join Date
    Aug 2007
    Location
    Mengikuti Langkah Plat Merah
    Posts
    3,385
    Thanks
    474
    Thanked 1,561 Times in 565 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by dewantos View Post
    bro,berapa duit tuh buat modif kaya gitu?trus kalo nambah sirip bawahnya sama bikin modif single sitter nya aja dana nya berapa,thanks bro
    untuk memodif speda memang butuh uang banyak, paling gak uang yg di buat modif bisa di belikan speda lagi...

  3. #13
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Duo Yamaha Mio West Custom

    ikutan nyumbang ah,, mungkin bisa memberikan inspirasi bagi kamu2 semua





    Soal modifikasi sepedamotor, Jawa Timur jangan dilawan deh. Pemodifikatornya berani merombak ekstrem. Tengok Yamaha Mio produksi 2002 dan 2007 milik M.Irfan dan Andi Widiatmoko, yang keduanya asal Jember, Jawa Timur ini. Kedua skuter bebek (skubek) itu sama-sama menganut aliran West Custom, sehingga ada bagian tertentu memiliki kesamaan.

    Seperti pada bagian depan, kata Irfan, kedua skubek menggunakan lampu Yamaha Nouvo-Z. “Tadinya sempat terpikirkan pakai lampu Mio Soul. Tapi, karena harus inden lama, akhirnya pakai Nouvo,” lanjut lajang 23 tahun ini. Kemudian, untuk roda depan sama-sama mengadopsi pelek orbital, yang banyak digandrungi penggila modifikasi di Jatim. Yang membedakan, ukurannya saja. Bila Irfan pilih 14 inci, Andi yang 17 inci.

    Kini, kita intip perbedaannya. Kekuatan yang ingin ditonjolkan Irfan berupa pemindahan peredam kejut belakang bergeser ke tengah di atas dek. Sokbrekernya sendiri sudah diganti dengan milik Supra yang disambung dengan pipa besi. Posisi sokbreker baru ini benar-benar menjadi daya pikat dan banyak orang yang nggak ngeh kalau itu sok belakang. “Malah banyak yang bertanya berfungsi apa tidak sok itu,”kekeh Irfan.

    Sementara Mio milik Andi memiliki keunikan pada roda belakang. Ia memilih pelek mobil ukuran 15 inci keluaran BBS. Jelas, ketika merayap di jalanan sangat menguras tenaga.

    Kreasi fenomenal lainnya dari motor Andi ada pada sistem penggerak roda belakang. Tidak hanya mengandalkan CVT, namun sudah ditambah dengan memakai rantai. “Itu karena konstruksi pelek dan jaraknya yang enggak mungkin pakai belt,” papar Andi. Jadi, pakai gir dengan perbandingan gigi yang sama 14:14.

    Cara kerjanya, tenaga dari CVT menggerakkan gir depan yang kemudian diteruskan oleh rantai sebagai penggerak gir belakang dan as roda. Agar tampilan belakang sedikit sangat, penghenti laju memakai disc brake, juga lengan ayundengan model flame.

    Selain pemakaian ban belakang, rancangan buritan juga beda. Meski sama-sama model tunggangan MotoGP, namun buntut Mio punya Irfan lebih memanjang, sedang Andi membulat ke atas. Yang pasti, kedua Mio dari Jember ini mengundang kagum.

  4. #14
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Motor Bermesin Mitsubishi Lancer, Edan Larinya





    kompas.com - Ada-ada saja ide Haji Sisnugraha ini. Warga Tangerang punya hobi turing ini, pengin santai saat riding. Kaki nggak usah injak tanah dan ngebut abiz di jalan lengang. Pilihannya, motor roda tiga alias trike. Gilanya, bukan basisnya dari sepedamotor, entah itu mesin kecil atau motor gede (moge), tapi pakai mesin mobil. Dan incarannya mesin Mitsubishi Lancer Evolution yang mempunyai performa cukup besar.

    Pertimbangannya, umumnya trike memakai mesin gerak belakang membuat bentuknya jadi panjang. beda sama Lancer Evolution yang inline (segaris) berkapasitas 1.600 cc. Dipadu dengan girboks Mitsubishi L300 bisa dipasang di depan dan gardan Peugeot 505 yang sudah diamputasi biar padat.

    Kombinasi sistem penggerak ini lantas diletakkan pada sasis tubular yang dirancang bergaya chopper. Mulus! Ergonometri motor ini amburadul. "Saat berkendara mesin bergetar walau sudah dipasang engine mounting," keluh Sis - sapaan akrab Sisnugraha. Apalagi saat belok, pantatnya ngebuang nggak karuan. Ketua Bhayangkara Otomotif tangerang ini lantas melakukan perbaikan.

    Saat dalam proses perbaikan ketemu sohibnya, Conefo yang pakar ergonometri mobil jip dari kampung Paburuan Gunung Sindur, Bogor. Pertemuan ini bukan suatu yang aneh. Pasalnya, Sisnugraha juga penyka off-road. Setelah diteliti, "Hitungnannya salah semua," papar Conefo.

    Konstruksi gardan, lanjut Conefo, girboks dan suspensi nggak presisi. Pantas aja motor bergetar hebat saat riding. Akibatnya, banyak komponen mengalami kerusakan. ban cepat gundul, sasis tertarik dan bengkok, gardan mudah patah. "Tak cuma itu, sudut trail yang nggak bener bikin motor jadi berat saat handling," bilang Conefo.

    Di bengkelnya, motor pun direhab habis. Hasilnya, Sisnugraha girang bukan kepalang. ia lantas mencoba riding trike ini ke Pelabuhan Ratu. Di perjalanan, motor dipinjamkan ke temannya. Mungkin karena keenakan saat digeber akhirnya motor menabrak dan hancur berantakan. Bersyukur nggak patah semangat dan kembali diperbaiki demi menuju kesempurnaan.

    Di sini kesabaran Pak Haji diuji.

  5. #15
    gorila
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    682
    Thanks
    115
    Thanked 927 Times in 499 Posts

    Default

    wow keren2. . .
    cuman gak repot untuk parkir nya kah, hehehe
    ntar kalo diusilin ama orang lain kan sayang. . .

  6. #16
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Yamaha Mio Soul Low Rider 2008 Jakarta






    kompas.com - Johny Lipurnomo from Custom World (CW) populer dengan permainan tangannya lewat alat cat. Karyanya bertebaran 1999 – 2002. Tema inovatif selalu dihasilkan pria bertubuh bongsor ini.

    Kepincut juga main modifikasi bodi. Pelan tapi pasti, karya besarnya nongol di Yamaha Cuzztomatic 2 2008 Region IV, Bandung, Mei lalu. "Penasaran juga ikut kelas x-treme. Ini kelas bergengsi," ungkap Johny yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Berbeda jauh sama konsep sebelumnya yang dominan bolt-on. Tentunya, ini lumayan bikin surprise penikmat modifikasi Tanah Air. Boleh dibilang konsep terdepan buat Mio Soul.

    Kenapa dibilang konsep terdepan? Jelas, karena Johny lebih konsentrasi ke tunggangan futuristik. Garis desain bodywork tajam dan tegas. Tapi, ciri Mio Soul enggak boleh hilang.

    Makanya, lampu utama tetap dipertahankan. "Intinya sih bikin low rider masa depan. Sayang, ada bagian yang belum selesai," ungkap penggemar sate Blora, Jawa Tengah ini.

    Memang, konsep terdepan sudah digarap builder berkacamata ini dengan rapi. Tingkat akurasi detail hampir sempurna. Baut dan mur dibikin enggak belang. Pokoke rapi jali. Tapi, penyelesaian yang belum total mengganggu konsep desain secara keseluruhan.

    Bandingkan sama motor konsep yang dipajang beberapa pameran di Indonesia atau di luar negeri. Setang tetap tertutup panel instrumen kalau konsepnya memang mengarah kemungkinan akan diproduksi massal. "Nah, itu makanya saya pakai visor. Ini yang nggak selesai," timpal Johny yang bikin sketsa dan urusan bodi ke Agus Djanuar, builder Purwokerto, Jawa Tengah.

    Meski begitu, motor konsep enggak selesai. Rancangan sebaiknya sudah dipikirin kemungkinannya untuk dipakai di jalan raya. Seperti Yamaha MT-OS, konsep sport muscle bike yang diperkenalkan saat berlangsung Tokyo Motor Show 2006.

    Artinya, modifikasi yang mengarah ke motor konsep pastinya juga didesain dengan tetap memikirkan bagaimana kalau nanti dipakai harian. Kemungkinan mengestimasi antara tenaga motor yang dihasilkan sama bodi yang sudah diubah. Termasuk, komponen baru tambahan. Konsep terdepan mungkin seperti ini!

  7. #17
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Yamaha Mio dan Honda Vario Punya Kesamaan





    OBA Anda cermati betul, apa yang sama dari Yamaha Mio CW 2005 dari Blitar (Jawa Timur) dan Honda Vario 2006 asal kota Hujan Bogor ini? Perhatikan desain sokbreker belakangnya. Kedua skuter bebek (skubek) ini menggunakan peredam kejut ganda pada satu sisi dan sama-sama terletak di sebelah kiri.

    Dari sisi modifikasi, Yamaha Mio milik Piluk Kharisma ini menyontek Yamaha Maxam. Sekalipun meniru, tapi garapan pemodifikator Eko Prasetyo dari Fog Custom malah lebih rapi. Bagian depan nyaris sempurna dan memancarkan skubek gambot. Malah, hidung Mio tampak lebih sip dan tekukan depannya lebih aerodinamis, mirip pesawat supersonic Concorde.

    Sayangnya, penggarapan Piluk tidak total karena bagian belakang tidak tersentuh maksimal hingga mencerminkan skubek imut. Piluk beralasan, waktu pengerjaannya hanya dua bulan.

    Lebih edan lagi Honda Vario bikinan Berry Natadisastra ini. Boleh percaya boleh tidak, menurut sang pemodifikator, motor itu dikerjakannya dalam sehari lantaran mengejar agar bisa ikut kontes. Aliran yang dipilih bersama Aip adalah custom Hot Rod dengan memanjangkan bodywork lewat engine mounting dari 8 cm menjadi 12 cm.

    Nuansa Hot Rod dipertebal dengan tampilan setang telanjang model Robocop. Tentunya kaki-kaki jadi menu wajib sesuai aliran Hot Rod. Untuk satu ini, BSR memadukan dua roda gambot 120-70/14 untuk depan dan belakangnya 140-70/14.

  8. #18
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Honda Vario Gagah Dengan Velg Daihatsu Xenia



    Ingin agar sepeda motor dilirik atau menjadi perhatian kala dikendarai, tak harus dimodifikasi ekstrem. Dengan polesan sederhana pun bisa dilihat indah. Seperti Honda vario 2007 milik Raiz di Cengkareng, Jakarta Barat. Selain permainan warna dan skubek dibikin lebih sporty.

    Konsep yang sederhana, tapi jelas ini tidak menyulitkan sang pemodifikator, Robby Mangolang dari Studio 9 di Cileduk, Tangerang. Bodi Vario dibikin sporty , layaknya mobil dengan memakai spoiler depan dan belakang. Nah, untuk motor berlambang sayap mengepak ini penambahan body kit ada di side cover depan dan bodi samping yang dibikin lebih futuristik dari bahan fiberglass dengan tambahan garis tajam.

    Tambahan lain, pemakaian velg belakang yang menggunakan rim mobil Daihatsu Xenia. Pelek ukuran 5,5 inci ini dilengkapi specer dan dibikin custom lagi. “Pemakaian specer agar pelek dan ban enggak mentok crankcase mesin dan sekaligus sebagai penyelaras dengan bodi,” alasan Robby.

    Pemilihan warna bikin modifikasi menjadi lebih nyata. Apalagi , hampir seluruh komponen di krom, membuat tampilan motor jadi lebih kinclong.

  9. #19
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Big Foot American Style From Bandung





    Kreasi-kreasi segar terus mengalir dari kancah modifikasi. Belum hilang deman low rider Japs style, retro klasik dan Thailand Look yang banjir pada 2008 ini, kini virus baru untuk 2009 muncul hasil karya Sonny Jaya.

    Mengusung tema big foot American style, improvisasi ide Sonny pada Honda Vario 2007 dibalut lewat desain yang penuh modernitas dan futuristik. Tetap dengan menempatkan fitrahnya skubek itu sebagai sepeda motor yang tetap harus fungsional dan teguhkan unsur safety. “Pilihan aplikasi modif tetak memaksimalkan unsur safety dan fungsional sambil improvisasi memberi wacana baru di tanah air,” komentar Sonny dari markasnya di Jl.Pungkur, No.212 Bandung.

    Sesuai konsepnya big foot, maka dicoba memakai ring 18 inci dan bukan sembarang pasang pelek mobil. Meski aplikasinya dari mobil, tapi dua sisinya tetap terlihat sama. “Itu yang saya sebut hal baru. Biasanya pelek hanya satu sisi. Di sini motor dilihat dari sisi manapun terlihat sama,” urai Sonny.

    Kaki depan secara utuh dicomot dari Suzuki Brugman, termasuk segitiganya. Jadi, yang diperlukan hanya teknik penyambungnan as kemudi ke rangka utama. Justru titik yang rumit untuk lengnan ayun belakang.

    “Karena harus dihitung benar biar nggak mudah patah pada as sambungan ke mesin. Keseimbangan kanan kiri menahan beban yang cukup berat serta desain sok mumpuni,” ujar pemodifikasi berkulit sawo matang itu. Makanya, desain sokbreker dibuat center dan menggunakan daleman Mercedes-Benz, tapi per luar tetap orisinal.

    Sementara desain bodi, dari depan sampai belakang lekukannya mengikuti jet ski. Termasuk setang, “Kita ambil produk Grand Dink Custom dari Thailand,” papar Sonny. Bodi juga dimundurkan, berarti mesin pun mundur. Untuk transfer tenaga disambung dengan rantai dan as CVT diperpanjang trus disambungkan dengnan gir yang perbandingannya 17:27.

    DATA MODIFIKASI
    Ban depan : Deli Tire 170/70x18
    Ban belakang : Dunlop 190/50x18
    Pelek : Modifikasi Faboulous R-18
    Kaliper : Nissin
    Head lamp : Toyota Innova
    Layar monitor : Toshiba
    Setang : Custom Grand Dink

  10. #20
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,778 Times in 1,317 Posts

    Arrow Duo Low Rider Honda Vario





    Nggak perlu dirombak ekstrem, dengan dimodifikasi sedang-sedang saja, tampilan skubek sudah enak dilihat. Contohnya, duo Honda Vario 2006 milik Johanes Hanafie dan Putra Suka Ananta. Keduanya punya konsep dan motif yang sama.

    Keduanya sama-sama menganut aliran low rider dengan corak lidah api. Yang membedakan kelir dasar saja. Jo – sapaan karib Johanes – punya cat berwarna merah, sedang Putra berlatar belakang hijau tua.

    Uniknya, keduanya tidak ada tali persaudaraan. Tinggalnya pun berjauhan, Jo - punggawa X-16 - menetap di Bekasi, sedang Putra di Jati Bening, Jakarta Timur. Kebetulan mereka sama-sama kepincut dengan gaya low rider dan sepakat Honda Vario pas dirombak low rider.

    “Dibanding skubek lain, Vario stabil. Ditilik dari rangka dan bodi lebih panjang, namun juga tidak terlalu lebar dan tidak ada gejala limbung di kaki-kaki,” ujar mereka.

    Trus, diubah low rider tidak banyak menyedot biaya dan waktu. Pasalnya, ruang antara posisi roda belakang standar dengan crank-case CVT standar masih lebar. Belum lagi jarak ruang antara tapak ban dengan crank-case mesin juga jauh.

    Makanya, ketika diisi ban lebar 140/60-14 di pelek custom, nggak perlu lakukan ubahan di seputar crank-case. Sekalipun tanpa pasang engine mounting variasi. “Agar posisi ban belakang lurus samapa depan, engine mounting digeser ke kiri tidak lebih dari 1,5 mm. Sehingga toleransi pergeseran sokbreker asli masih aman tanpa harus ubah dudukan pegangan sokbreker dan posisi sokbreker bawaan,” jelas Jo. Itu sebabnya, kenapa Vario dimodif low rider masih enak dipakai.

    Tadi, di atas sudah disebutkan perbedaan modif pada warna dasar. Sebetulnya masih ada lagi, coba lirik setangnya. Punya Putra mencomot setang dari Honda Tiger Revo. Padahal, sebelumnya ia berhasrat kalau low rider dipadu dengan chopper. Dan ide cemerlang Putra itu akkhirnya diambil Jo dengan memakai setang fatbar pada motornya. (KR15)


    DATA MODIIFIKASI

    Vario Putra
    Ban depan : FDR 80/90-17
    Ban belakang : Delitire 140/60-14
    Pelek : TDR & Custom Mobil
    Knalpot : Custom
    Spidometer : Koso
    Spion : Variasi H-D


    Vario Johanes
    Ban depan : Comet 70/90-17
    Ban belakang : Delitire 140/60-14
    Pelek : Daiichi & Custom Mobil
    Knalpot : Custom
    Setang : Custom
    Spidometer : Koso
    Spion : Variasi H-D
    Airbrush : Tomi Airbrush

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •