PokerLounge

PokerAce BandarJakart

Royal188

royalbolatangkas Fairbet88

Fairbet88

ZonaJudi

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. [Seluruh IndoMp3z Crew] [Close]

Page 9 of 16 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast
Results 81 to 90 of 160
  1. #81
    siamang yousoft's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    semarangzzzzzz....
    Posts
    413
    Thanks
    202
    Thanked 242 Times in 101 Posts

    Default

    keren abis om,,modifnya..kalo modif jupiter z kayak apa om...? ada ga..?

    Keberuntungan ialah
    bertemunya persiapan dengan kesempatan

  2. #82
    monyet kecil
    Join Date
    Dec 2007
    Posts
    49
    Thanks
    0
    Thanked 4 Times in 3 Posts

    Default

    Wah kreatip2x juga yah bisa mirip mini GT gitu

  3. #83
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by yousoft View Post
    keren abis om,,modifnya..kalo modif jupiter z kayak apa om...? ada ga..?
    coba anda cek di halaman2 sebelumnya ,,

  4. #84
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    Yamaha Mio Menentang Arus







    KOMPAS.com — Keberanian Budi Widanarko dari Sidoarjo patut dihargai. Saat di Jawa Timur lagi demam modifikasi gaya drag look dan low rider, builder dari Venus Customized itu memilih aliran lain, "Konsepnya racing look. Ini murni beda dan baru," tegasnya.

    Sekalipun perombakan yang dilakukan Budi pada Yamaha Mio 2007 sebatas fashion, banyak ornamen balap yang melekat. Paling menonjol, kedua ban memakai jenis slick (tanpa kembangan).

    Kemudian suspensi depan yang dipermak model upside down sehingga menjadi lebih panjang dan besar. Boleh jadi ini skubek ayam jago pertama dibuat di Sidoarjo. Malah menurut Budi, soknya itu custom sendiri memakai punya variasi Mio. "Bawahnya masih pakai punya Mio, sedang atas dibungkus semacam kondom dengan pipa 2 inci. Untuk finishing-nya dikrom," lanjut Budi.

    Supaya mendekati tampilan motor balap, di atas dek bagian tengah dibuat stabilizer rangka. Hanya sebatas untuk tampilan, enggak berfungsi layaknya di balap, terang Budi.

    Bagian belakang juga ikut dirombak. Seperti monosok, punya MX ditempelkan di Mio. Jok di-custom agar bisa menyimpan aki sehingga orang mengira enggak ada akinya.

    Agar membuat tampilan motor sesuai dengan konsepnya, cover CVT dibikin model berlubang (ditambahkan lagi) biar kelihatan heboh. Langkah berani Budi ini mengandung risiko besar bila dipakai untuk harian. Karena CVT harus bebas debu, oli, dan air.

    Tapi, sekali lagi, Budi ingin menampilkan Mio hasil karyanya yang bersih. Makanya, banyak bagian yang dikrom.

  5. The Following User Says Thank You to jupiter For This Useful Post:


  6. #85
    gorila eric_200205's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    ﺒﻲﻞﮤ ﺟﺎﯛ ﮁﯽﭡﯽ
    Posts
    684
    Thanks
    275
    Thanked 663 Times in 427 Posts

    Default VV (Vespa vs VW)

    ♥ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♥

  7. The Following 2 Users Say Thank You to eric_200205 For This Useful Post:


  8. #86
    kingkong dhemumi's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    SBY Yes!!
    Posts
    1,011
    Thanks
    552
    Thanked 262 Times in 168 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by eric_200205 View Post
    asik bgt rik...terinspirasi bgt tuh ma VW..hahahaha




  9. #87
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    Baby Honda Gold Wing dari Medan



    Umur baru menginjak 13 tahun, tapi siapa sangka "rengeannya" melahirkan suatu terobosan bagi dunia modifikasi di Indonesia, Medan (Sumut) khususnya. Tidak kepalang tanggung, Riandanu - begitu nama sang anak - melibatkan tiga pemodifikator untuk mewujudkan keinginannya itu.

    Ketika dibelikan Honda Vario oleh ayahnya, Rian - sapaan karib si anak - langsung terinspirasi dengan Honda Gold Wing dan Harley Davidson. Wuih, dari mana dia lihat dua moge itu. Tak lain kepunyaan ayahnya.

    "Mimpi ingin punya skubek yang bergaya low rider seperti tren sekarang, tapi mengarah ke gaya turing," cerita Rian. Lantaran di Tanah Karo (Medan) belum ada pemodifikator yang bisa memenuhi ambisinya, pengerjaan diserahkan kepada Antonius Chandra dari Ton's Chrome di Ciputat Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

    Anton sendiri sempat bingung diminta bikin low rider tapi buat turing. Ciri khaas roda belakang mundur tetap dilakoni dengan menggeser sekitar 20 cm, namun bodi tetap seperti standar. Hanya sokbreker belakang diganti dengan Yamaha Jupiter MX 135.

    Paling mencolok, pemakaian ban. Depan dan belakang sama, yakni 5x14 inci dan model peleknya mendekati moge. Prinsipnya, kata Anton, model monoblok tapi di bagian tengah diberi lubang. Meski diakuinya sedikit susah karena banyak yang dicustom, bukan seperti pelek lebar biasa di skubek.

    Untuk mengentalkan gaya turing, dipasang boks, windshield dan mesin. Semua unsur itu dikerjakan oleh Topo Goedhel Atmojo dari tauco Custom (TC) yang dianggapnya rada unik juga.

    Sementara pengecetan diserahkan kepada Harry Kodok dari MJM yang menggunakan Spies Hecker. Hasilnya, seperti yang Anda lihat mirip Baby Gold Wing.

  10. #88
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    ZX600 dan Ninja 250R Menyatu Dalam Bodi Honda Tiger



    Seperti apa jadinya jika Honda Tiger dimodifikasi perpaduan Kawasaki ZX600 dengan Ninja 250R? Ya, seperti yang terlihat ini. Hasil karya sempurna dari Atang 'Bodong' Setiawan, selain mengawinkan dua model berbeda, juga sukses menyesuaikan dimensi bodi.

    Bolt-on
    Sebagai pemilik rumah produksi bodi fiberglass di Karawang, Jawa Barat, sudah bisa ditebak, bahan apa yang digunakan dalam perubahan sekujur badan Tiger 2004 itu. Jadi, enggak perlu dipertegas soal material, kecuali konsepnya.

    "Konsepnya bolt-on karena nantinya bodi ini tetap bisa dipakai orang lain kalau ada yang pesan," ungkap Bodong. Ini termasuk penggunaan uni-track dan lengan ayun. Kedua komponen itu enggak diambil dari limbah, tetapi produk variasi. Dengan begitu, kata Bodong, ketika mau balik ke standar jadi gampang.

    Sesuai pengalaman, Bodong tidak mau memaksakan ubahan bodi model zaman dulu, yaitu fairing full set dengan kondom tangki yang dicetak sesuai ukuran moge sehingga ketika dipasang ke Tiger hasilnya jadi kedodoran.

    Di sini, karya Bodong kompak sekali. Tak ada tekukan bodi berlebihan. Garis desain fairing dan buntut sangat sesuai dengan sasis standarnya yang memang sport kecil. Meski sebagai pendatang baru di soal pembuatan bodi dengan fiberglass, namun ini merupakan inovasi.

    Kalau ada yang berminat mengubah tampilan Honda Tiger seperti di gambar ini, gampang sekali pemasangannya. Sebab, untuk fairing dan buntut baru, itu masih memanfaatkan braket lama. Nah, soal harga, tinggal merogoh kocek sekitar Rp 2,5 juta, sudah bisa mendapat ubahan bodi berikut braketnya. (

  11. #89
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    Yamaha Scorpio dengan Lengan Ayun dan Shock Unik



    Coba kamu perhatikan betul-betul Yamaha Scorpio dari Pontianak ini. Kalau tampilan, jelas berubah total, plus dipadu dengan motif kelir bunga api. Namun, justru bukan itu yang menjadi kelebihan dari produk Jepang produksi 2004 ini.

    Ada beberapa keistimewaan dari modifikasi yang dilakukan oleh Agus Salim. Bahkan, dua di antaranya tercatat sebagai 'terobosan' dari keberanian sang builder. Apa itu?

    Sokbreker unik
    Lirik deh, lengan ayunnya. Agus sengaja menyematkan limbah Honda VFR800, pertimbangannya agar tampilan menjadi ekstrem. "Apalagi velg VFR sangat lebar," katanya, dan pro-arm tunggal ini tercatat berdimensi terbesar hingga saat ini.

    Untuk penyesuaian, mau tak mau velg belakang dipasang yang ukuran 6 inci, sedangkan depan 3,5 inci. Dengan begitu, tampilannya terlihat sangat menyolok, apalagi pada velg palang di belakang diberi kelir merah. "Biar orang makin ngeh dengan adanya barang langka ini," bangga Agus.

    Meski Agus mengakui, saat pemasangan tidak semudah membalik telapak tangan, karena lebar arm yang 29 cm sudah melebihi ruang standar, solusinya, bagian rangka dibuat lebih ngangkang.

    Lantas, apa keunikan keduanya? Pindah tatapan Anda dari pro-arm ke sokbreker. Dengan konsep monosok, umumnya bagian itu ditempatkan di depan roda belakang. Persisnya, di atas bagian belakang mesin dengan posisi, kalau tidak berdiri, ya vertikal.

    Namun, di sini Agus memperlihatkan keberaniannya melakukan terobosan. Posisi sokbreker 'tidur' dan berada di bawah mesin. Nongol lagi dari pipa knalpot. Agus menggunakan punya Yamaha R1. "Hanya sekadar eksperimen. Yang pasti bikin penasaran orang," ujar Agus yang semula ingin memakai milik Honda VFR untuk peredam kejutnya.

    Sukseskah? Ternyata, ketika dibawa jalan, pegangan bagian depan (atas) patah lantaran beban kerja terlalu berat. "Untuk menahan kerjanya, breket depan harus menggunakan pipa padat," sebut Agus. Sebelumnya pakai pipa kosong dan dengan pipa padat ukuran 3/4 inci jadi kuat.

    Urusan kaki-kaki, untuk depan—komplet berikut segitiga dan setang—dicabut dari Suzuki Hayabusa 1.300 cc. Bentuk setang sangat sporty, yang menjadi pertimbangan Agus.

    Pada mesin, tidak ada ubahan radikal. Pemasangan oilcooler dari Yamaha XJR karena tuntuan fashion. Begitu juga pemilihan karburator PWK38 dari KTM400, "Buat tampilan saja," tutup Agus.

  12. #90
    Sekolah Menengah Atas jupiter's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Location
    (( IMZ ))
    Posts
    4,099
    Thanks
    1,133
    Thanked 6,776 Times in 1,317 Posts

    Default

    Wuih! Honda Tiger dengan Monoshock di Samping





    Nih, satu lagi terobosan modifikasi. Masih di soal sokbreker. Bila dari Pontianak seperti yang ditampilkan pertengahan Juni lalu, peranti itu ditempatkan di bawah mesin, yang satu ini monoshock dengan posisi di samping. Builder-nya adalah Abdul Aziz dari A1 Modified yang bermarkas di Magetan, Jawa Timur.

    Dalam memodifikasi Honda Tiger Revo 2008, Abdul mengaku terinspirasi Aprilia Shiver 750. Makanya, hasilnya diupayakan semirip mungkin, termasuk penempatan suspensi monoshock ke samping. "Harus diperhatikan kekuatannya, baik shock maupun rangkanya," papar Abdul yang takut kreasinya patah dua bagian.

    Makanya, untuk pegangan shock yang bawah ke swing-arm diperkuat dengan pelat tebal lebih dari 1 mm. Bentuknya, pelat kotak. Adapun, kata Abdul, yang di atas ke rangka. Kalau mengandalkan rangka standar bisa-bisa bengkok. Karena itu, lanjutnya, bagian itu harus ada penguat. "Ada semacam pipa tubular dari tengah sampai depan. Itu bukan hanya buat tampilan, tapi benar-benar berfungsi," beber Abdul yang memakai pipa berdiamater 1 inci.

    Untuk shock-nya diambil dari limbah moge Suzuki GSX750, sementara yang depan, model upside-down murni karya A1 Modified. Hanya as bawah yang pakai punya Tiger. Selebihnya, tabung, batang, hingga segitiga buatan tangan. Akan lebih rapi jika jalur selang tertata rapi.

    Selain shock depan yang bikinan sendiri, seluruh bodi boleh dibilang full custom dengan mengandalkan bahan pelat 0,9 mm. Boleh percaya boleh tidak, pelat yang digunakan Abdul dari limbah kaleng tiner cat.

    Menjadi sempurna hasil tangan terampil Abdul seandainya selang di depan ditata lebih rapi. Bagaimanapun, keberanian Abdul bermain di suspensi menjadi teroboson tersendiri.

Page 9 of 16 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •