Welcome to the IndoMp3z - Indonesian Music and Movie Community.

Merry Christmas and Happy New Year 2013. [Seluruh IndoMp3z Crew] [Close]

+ Reply to Thread
Results 1 to 4 of 4

Thread: flu burung

  1. #1
    anak monyet duzfun is an unknown quantity at this point
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    18
    Thanks
    5
    Thanked 9 Times in 7 Posts

    Smile flu burung

    1. PENGERTIAN

    Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian influenza.

    2. DEFINISI KASUS

    1. Kasus Suspek

    Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp > 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan;

    * seminggu terakhir mengunjungi petemakan yang sedang berjangkit klb flu burung
    * kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan
    * bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung

    2. Kasus "Probable"

    Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan;

    * bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1), misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1
    * dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonialgagal pernafasan/ meninggal
    * terbukti tidak terdapat penyebab lain

    3. Kasus Kompermasi

    Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium;

    * Kultur virus influenza H5N1 positip
    * PCR influenza (H5) positip
    * Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali

    3. GEJALA KLINIS

    Gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu; demam, sakit tenggorokan. batuk, ber-ingus, nyeri otot, sakit kepala, lemas. Dalam waktu singkat penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia), dan apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian.

    4. ETIOLOGI DAN SIFAT

    Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. Adapun sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C.

    Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama, tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit.

    Dikenal beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain.

    Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia.

    5. MASA INKUBASI

    Masa inkubasi virus influenza bervariasi antara 1 � 7 hari.

    6. SUMBER DAN CARA PENULARAN

    Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi diantara populasi unggas satu pertenakan, bahkan dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang Flu Burung. Adapun orang yang mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.

    Hal lain, belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia. Disamping itu, belum bukti adanya penularan pada manusia melalui daging unggas yang dikonsumsi.

    7. UPAYA PENCEGAHAN

    Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut :

    * Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)
    * Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
    * Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan
    * Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
    * Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.
    * Melaksanakan kebersihan lingkungan.
    * Melakukan kebersihan diri.

  2. #2
    anak monyet duzfun is an unknown quantity at this point
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    18
    Thanks
    5
    Thanked 9 Times in 7 Posts

    Wink flu burung 2

    Informasi Flu Burung

    Flu burung adalah penyakit yang perlu kita perhatikan secara serius. Dalam waktu 4 bulan ini telah terjadi peristiwa pertama yang mematikan di Bali (sebagaimana dikonfirmasi oleh WHO). Sebagai suatu institusi pendidikan, kami telah mengembangkan suatu rencana penanganan keadaan darurat jika terjadi wabah di Bali. Jika terjadi wabah yang serius, yang mana akan terjadi dengan sangat cepat, murid-murid akan tidak diperkenankan untuk bersekolah walaupun mereka masih ada di Bali.

    Silakan melihat informasi berikut ini yang disadur dari klinik BIMC di Bali, juga link website dengan informasi terkini dan daftar tentang gejala flu burung yang berguna untuk mengenali KEMUNGKINAN gejala flu burung. Mohon diingat bahwa daftar ini dibuat untuk memberikan petunjuk dan bukan dimaksudkan untuk menentukan diagnosa yang pasti. Daftar ini disadur dari sumber dalam bidang kesehatan yang terpercaya di Australia.

    Link website berikut ini dari FCO (Foreign and Commonwealth Office) sangat berguna dan menyeluruh :

    * Serangan penyakit flu burung di Indonesia telah mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa manusia. Silakan lihat bagian Kesehatan (Flu Burung) dari penjelasan ini dan juga silakan baca FCO’s Avian and Pandemic Influenza Factsheet untuk penjelasan lebih lanjut.

    Katharine (Katie) Jones,
    Direktur

    Sekolah Dyatmika

    19 Oktober 2007

    Apa Yang Perlu Anda Ketahui

    Disadur dari Rumah Sakit BIMC

    Flu Burung

    1. Apakah Flu Burung itu?

    Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau “avian influenza”. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam.

    Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam.

    2. Siapa yang terinfeksi?

    Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007.

    3. Bagaimana penyebarannya?

    Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi.

    4. Apakah ada obat untuk pencegahan dan pengobatan?

    Ya. Tamiflu yang mengandung oseltamivir adalah suatu cara pengobatan antiviral, yang terbukti dapat menekan kemampuan virus untuk menyebar dari sel yang terinfeksi ke sel yang sehat. Sampai dengan 7 Oktober 2005, Indonesia telah mendapatkan 60.000 tablet Tamiflu. Saat ini antiviral tersebut hanya bisa didapatkan di 44 rumah sakit penerima Tamiflu. Di Bali bisa didapatkan di Rumah Sakit Sanglah.

    4. Siapa yang harus meminum obat?

    Petunjuk pengelolaan flu burung saat ini menyarankan bahwa oseltamivir dianjurkan bagi orang dengan:

    * Demam tinggi (>38°C)
    * Batuk
    * Kesulitan bernafas
    * Memiliki latar belakang kemungkinan terkena

    yang mungkin akan membuat orang tersebut beresiko menjadi terinfeksi oleh flu burung, antara lain:

    * Selama 7 hari sebelum terkena, telah mengalami salah satu atau lebih dari keadaan berikut ini:
    o Kontak (dalam jarak 1 meter atau kurang) dengan dengan ternak unggas atau burung liar baik hidup atau mati
    o Berada pada tempat dimana ternak unggas pernah atau sedang dikandangkan selama 6 minggu sebelumnya
    o Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang didiagnosa menderita influenza A (H5N1)
    o Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang menderita penyakit pernafasan akut yang tidak dapat dijelaskan yang kemudian berakhir pada kematian
    * (atau) Selama 7 hari sebelum terkena, pernah bekerja dalam suatu laboratorium dimana ada pengolahan contoh dari orang atau binatang yang dicurigai menderita penyakit flu burung.

    (Patokan di atas hanya berlaku di negara-negara atau daerah-daerah dimana flu burung telah dikenali sebagai penyebab penyakit pada manusia atau populasi hewan). Sejauh ini, tamiflu hanya diberikan pada orang yang mengalami gejala terinfeksi flu burung. Tamiflu belum disarankan sebagai pencegah penyakit sebelum terinfeksi dan tidak ada penelitian yang memperlihatkan bahwa tamiflu memberikan kekebalan terhadap virus H5N1.

    6. Apabila saya sudah divaksinasi untuk mencegah influenza, apakah saya tetap akan dapat tertular Flu Burung?

    Ya. Vaksin yang ada saat ini belum melindungi diri anda dari penyakit yang disebabkan oleh H5N1. Vaksin yang ada saat ini melindungi anda dari influenza musiman tipe A dan B. Vaksin untuk H5N1 sedang dalam tahap pengembangan di beberapa negara.

    7. Apa keuntungan vaksinasi influenza jika tetap bisa terkena Flu Burung?

    Tujuan dari vaksinasi adalah untuk mengurangi kesempatan terjadinya infeksi yang bersamaan antara influenza manusia dan flu burung. Infeksi ganda yang bersamaan tersebut akan memberikan kesempatan pada virus manusia dan virus dari flu burung untuk pertukaran gen atau mutasi, yang kemungkinan akan menghasilkan jenis influenza baru yang mana akan mudah menyebar sebagaimana influenza manusia namun akan mematikan sebagaimana flu burung.


    Cambridge International Centre Bali
    Lowongan Mengajar
    Informasi Flu Burung

  3. #3
    anak monyet duzfun is an unknown quantity at this point
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    18
    Thanks
    5
    Thanked 9 Times in 7 Posts

    Default flu burung 3

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI
    1
    FLU BURUNG
    PENDAHULUAN
    Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah suatu
    penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh
    unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1
    pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang,
    Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus
    diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.
    Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian
    ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah,
    Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh
    karena virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian
    disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati
    akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu
    3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi
    Jawa Barat (1.541.427 ekor). Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung telah
    merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten, Hal ini didasarkan pada
    hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes
    Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong..
    Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat mewaspadai adanya penyakit
    flu burung, namun tidak perlu sampai timbul kepanikan.
    1. Penyebab
    Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk
    famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift,
    Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus influenza tipe A terdiri
    dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N), kedua huruf ini digunakan sebagai
    identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia hanya
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI
    2
    terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada
    binatang H1-H5 dan N1-N9.
    Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari
    subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu
    220 C dan lebih dari 30 hari pada 00 C. Virus akan mati pada pemanasan 600 C
    selama 30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan
    misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodine.
    2. Gejala
    Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
    a. Gejala pada unggas.
    - Jengger berwarna biru
    - Borok dikaki
    - Kematian mendadak
    b. Gejala pada manusia.
    - Demam (suhu badan diatas 38o C)
    - Batuk dan nyeri tenggorokan
    - Radang saluran pernapasan atas
    - Pneumonia
    - Infeksi mata
    - Nyeri otot
    3. Masa Inkubasi
    - Pada Unggas : 1 minggu
    - Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari
    sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .
    4. Penularan
    Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia,
    Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal
    dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari
    unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI
    3
    mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi
    flu burung.
    Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung
    dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.
    5. Pencegahan
    a. Pada Unggas:
    1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
    2. Vaksinasi pada unggas yang sehat
    b. Pada Manusia :
    1. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang)
    a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
    b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu
    burung.
    c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
    d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
    e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
    f. Imunisasi.
    2. Masyarakat umum
    a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat
    cukup.
    b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
    - Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
    tubuhnya)
    - Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit
    dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4,5 menit.
    6. Pengobatan
    Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:
    1. Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI
    4
    2. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
    3. Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
    4. Amantadin diberikan pada awal infeksi , sedapat mungkin dalam waktu 48
    jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2
    dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.
    7. Tindakan Departemen Kesehatan
    Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, Departemen
    Kesehatan mengambil beberapa tindakan, diantaranya adalah sebagai berikut :
    a. Melakukan Investigasi pada pekerja, penjual dan penjamah produk ayam di
    beberapa daerah KLB flu burung pada ayam di Indonesia (untuk mengetahui
    infeksi flu burung pada manusia)
    b. Melakukan monitoring secara ketat terhadap orang-orang yang pernah kontak
    dengan orang yang diduga terkena flu burung. hingga terlewati dua kali
    masa inkubasi yaitu 14 hari.
    c. Menyiapkan 44 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menyiapkan ruangan
    observasi terhadap pasien yang dicurigai mengidap Avian Influenza.
    d. Memberlakukan kesiapsiagaan di daerah yang mempunyai resiko yaitu
    provinsi Jabar, DKI Jakarta dan Banten serta membentuk POSKO di Ditjen
    PP & PL dengan nomor telepon/fax: (021) 425 7125
    e. menginstruksikan kepada Gubernur pemerintah propinsi untuk meningkatkan
    kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjangkitnya flu
    burung di wilayah masing-masing
    f. Meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan masyarakat dan membangun
    jejaring kerja dengan berbagai pihak untuk edukasi terhadap masyarakat agar
    masyarakat tetap waspada dan tidak panik
    g. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan departemen pertanian dan
    pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan flu burung
    h. mengumpulkan informasi yang meliputi aspek lingkungan dan faktor resiko
    untuk mencari kemungkinan sumber penularan oleh tim investigasi yang
    terdiri dari Depkes, Deptan dan WHO.

  4. #4
    anak monyet Rossallinah is an unknown quantity at this point
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    18
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts

    Default

    salah kamar oom


 
+ Reply to Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
Logout