RINUS MICHELS
Si Penemu Total Football
"Sepakbola adalah perang."
Tradisi sepakbola Belanda adalah menyerang merupakan pertahanan terbaik. Dan satu nama yang menjadi pemberi warna dominan terhadap kesebelasan dengan julukan tim Oranye ini adalah Rinus Michels.
Pria yang dijuluki the Spinx dan berdisiplin tinggi ini adalah penemu strategi modern sepakbola yang ia beri nama total football. Konsep dan strategi permainanya diperkenalkan di Piala Dunia 1974 Jerman saat ia tampil sebagai arsitek tim.
Bersama sejumlah pemain yang tak kalah tenarnya saat itu seperti Johan Cruyff, Johan Neeskens, Ruud Krol dan Johnny Rep, mereka mempertontonkan sepakbola paling menawan dibanding tim lain tetapi kalah di final 1-2 atas Jerman Barat ketika mereka gagal mengimbangi semangat juang para pemain Jerman.
Michels menurunkan 11 pemain yang sama di awal setiap pertandingan di Piala Dunia 74 di Jerman, termasuk saat mengalahkan juara bertahan Brasil di semifinal. Kecuali pertandingan grup melawan Swedia ketika dia memasukkan Piet Keizer menggantikan posisi Rob Rosenbrink.
Sebagai pemain dia bergabung Ajax pada 1941, bermain bagi timnas Belanda lima kali.
Karir kepelatihan Michels dimulai tahun 1965 saat mulai menukangi Ajax Amsterdam sampai tahun 1971. Kala itu tim yang dikapteni oleh Cruyff meraih empat gelar Liga Belanda.
Ajax memenangi dua gelar Eropa, melawan Inter Milan dan Juventus. Selanjutnya, masih dengan tim yang sama, Michels memenangi gelar pertama, dari tiga gelar beruntun, Piala Eropa melawan Panathinaikos pada 1971.
Michels menerima tawaran dengan jumlah uang besar untuk pindah ke Barcelona dimana dia melatih mulai 1971 hingga 1975. Tak lama kemudian Cruyff kemudian bergabung dengan Michels di Barcelona dan mereka meraih gelar Liga Spanyol pada 1974.
Tak heran bila FIFA memberi penghargaan padanya sebagai pelatih terbaik abad ini tahun 1999. Gelar tersebut disematkan padanya setelah kembali membawa Belanda menjadi jawara Eropa di Piala Eropa 1988. Saat itu tim yang berintikan Marco van Basten dan Ruud Gulllit tampil dengan permaianan sepakbola mengalir seperti total Football 1974 untuk menundukkan Uni Soviet di final.
Posisinya sebagai pelatih timnas berhenti pada 1992, ketika Belanda dikalahkan Denmark di semi-final Piala Eropa di Swedia.
Meski memiliki reputasi sebagai pria yang sedikit bicara, setiap penggemar sepakbola Belanda mengenal dengan baik motonya: "Sepakbola adalah perang."
Pelatih yang juga dipanggil jenderal ini oleh anak buahnya wafat dalam usia 71 tahun Maret 2006 setelah menjalani operasi jantung.
Dia menjalani operasi pada 18 Februari untuk memperbaiki katup jantung. Kemudian terjadi komplikasi dan dilakukan operasi kedua namun pertolongan tersebut gagal menyelematkan jiwanya.