PDA

View Full Version : .::Gallery Modifikasi Mobil::.



kentoon
01-30-2009, 07:02 PM
Ini thread yg berisi foto2 mobil modifikasi dan ulasannya yang mungkin dapat menjadi refrensi bagi para modifikator imzer's
bila ingin ngepost, silahkan tampilkan foto dan sedikit ulasannya atau data2nya.
bisa juga post mobil sendiri yg sudah di modifikasi.
di tunggu ya post mobilnya..>>
klo aku terus terang lom poenya mobil...:ngguyu:

jupiter
02-26-2009, 07:41 PM
Pertamaxxxx :haha:

ikutan nyumbang ya :piss:

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/26/0635137p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/26/0633295p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/26/0636303p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/26/0638241p.jpg

Malaysia katanya gudang mobil-mobil kencang nomor dua setelah Jepang. Masalahnya, di mana bisa dijumpai kereta (sebutan mobil di Malaysia, red) cepat di negeri menara kembar Petronas itu? Jawabnya, pergilah ke Sunway di Petaling Jaya, Selangor.

Di situlah kumpulan besutan super-kencang JDM (Japan Domestic Market) berseliweran. Salah satunya sempat 'ketangkap' lensa kamera Nissan Silvia S15 yang dijuluki The Red Drifter. Tak dinyana, pemilik sedan dua pintu bernama Tommy Halim justru berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ia lagi menimba ilmu di negeri jiran itu.

"Waktu di Medan, saya enggak boleh punya mobil kencang. Entah mengapa, setelah di Malaysia baru boleh mainan mobil sama ortu (orang tua, red)," bilang cowok berusia 20 tahun membuka ceritanya. Karena ada lampu hijau dari ortu, segudang ide buat membangun S15 jadi power full tidak disia-siakan.

Tembakan pertamanya adalah jantung pacu alias dapur pacu. Supaya mesin Silvia S15 SR20DET mempunyai tenaga dahsyat, mesin 4 silinder dengan single turbo itu dibawa langsung ke Jepang untuk ditingkatkan kemampuannya menjadi stage II. Di antaranya diberi seperangkat camshaft dari Tomei bersudut 272 derajat. Hasilnya, putaran mesin lebih cepat digebar sampai 8.000 rpm.

Semakin cepat putaran mesin, maka dibutuhkan AFR (Air Filter Ratio) yang kaya di ruang bakar. Eefek domino ini membuat sistem indusi daya mesin ikut dibenahi. Tapi tidak dengan substitusi turbocharger, melainkan dengan meng-hybrid isi turbinnya. Kipas menggunakan turbin T3 dari Tomei.

"Untuk turbo cukup di boost di angka 1,6 Bar saja," bilang mahasiswa SunWay University. Sebenarnya masih bisa lebih, tapi lanjutnya dengan segitu saja bisa melesat sampai 260 km/jam.

Hasil dari oprekan stage II, tenaga mesin yang tadinya 250 hp terdongkrak menjadi 387,3 hp (on engine). Karena tenaga gahar agar goyangan mobil stabil, sistem suspensi harus dibenahi. Tommy lebih memilih buatan HKS Hypermax II yang memang khusus buat Nissan. "Enak dibuat ngedrift," urai Tommy.

Mesin saja yang galak tanpa diimbangi dengan tampilan bodi, jadi timpang. Urusan body kit untuk Nissan Silvia punya berbagai pilihan di pasaran seperti VeilSide, Bomex atau Top Secret yang banyak diaplikasi di Malaysia.

Tommy ingin tampil beda dan dipilihnya Uras Monkey Magic Edition dari Amrik. "Dari bentuk enggak banyak lekukan dan juga dinamis dengan desain air dam dan cocok sama intercooler HKS," papar Tommy.

Sementara bagian belakang, celah kosong di bawah bumper dikalibrasi dengan diffuser bikinan Top Secret. Bahannya dari serat karbon membuat tampilan S15 drifting style makin kuat.

jupiter
02-26-2009, 07:43 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/23/120613p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/23/115813p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/23/115546p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/23/120305p.jpg

Nissan GT-R punya citra sendiri di kalangan pencinta mobil sport. Media Jepang memberinya label sebagai salah satu mobil sport paling mistis. Pasalnya, Honda dan Toyota tidak bisa mendekati daya tarik dan “keindahan” mobil ini.

Media khusus mobil Jepang menambahkan, Nissan GT-R tidak bisa lagi disebut sebagai mobil sport dalam keluarga Skyline. Mobil ini punya kelas sendiri dan menjadi ancaman supercar buatan Eropa.

Pernyataan itu sah-sah saja. Buktinya, meski versi terbaru Nissan GT-R belum dipasarkan di Eropa—diperkirakan musim semi tahun depan—tetapi konsep modifikasinya telah dirilis oleh Cobra Technology, Jerman.

Dua paket
Untuk ini, Cobra menawarkan dua paket performa mesin, yaitu 550 PS atau 620 PS. Keduanya dinamakan COBRA N+. Standar pabrik, tenaga mesin 485 PS dengan sistem penggerak 4 x 4 permanen.

Modifikasi ekstensif yang dilakukan divisi Cobra Technology & Lifestyle khusus untuk Nissan disebut COBRA N+. Hasil kilikan tahap pertama para insinyur Cobra terhadap mesin GT-R, tenaga meningkat menjadi 550 PS dan torsi 680 Nm.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, komputer mesin diprogram ulang, tekanan turbo dinaikkan sampai 0,15 bar, saluran isap dimodifikasi dan harus menggunakan filter udara sport. Di samping itu juga digunakan sistem pembuangan COBRA N+ ‘free-flow’ yang dibuat dari stainless yang kuat plus katalis logam.

Dengan hasil modifikasi dari COBRA N+, GT-R akan mampu melalukan sprint dari 0-100 km/jam dalam waktu 3,5 detik dan kecepatan tertinggi 320 km/jam.

Versi balap
Untuk versi balap, COBRA N+ mampu meningkatkan tenaga mesin sampai 620 PS dan torsi maksimal 800 Nm. Juga ada kilikan pada suspensi yang menghasilkan karakter sport. Penggantian lain adalah roda dan rem dari model untuk paling top dari GT-R. Untuk Cobra menggunakan velg khusus yang sangat ringan, 21 inci dan terpasang sempurna di dalam fender.

Pergantian komponen lain adalah kaliper rem dengan delapan piston, piringan rem berdiameter 405 mm pada roda depan. Suspensi dengan masih mengunakan koil dan mampu mengasilkan pengendalian yang sangat mantap dan dilengkapi dengan setelan ketinggian dan kekerasan peredaman.

Modifikasi atau custom versi Cobra dilengkapi dengan apron depan dan air dam yang besar. Komponen aerodinamis ini akan mengurangi gejala mobil ‘mengapung’ dan sekaligus membantu mendinginkan radiator dan rem depan.

Panel rocker memastikan udara mengalir optimal antara lengkungan roda depan dan belakang. Di belakang ditambahkan apron, difuser, dan airfoil berukuran besar. Tak kalah menarik adalah hiasan khusus COBRA N+ Speed dan Strip untuk meningkatkan aksentuasi mobil sport pada Nissan GT-R.

Untuk interior, ditawarkan dua opsi. Versi mewah, dengan jahitan khusus untuk jok dan pintu berupa kombinasi kulit kualitas tinggi dan Alcantra plus kokpit balap yang dibuat dari serat kabon, sabuk pengaman enam titik, dan pelindung roll-bar.

jupiter
02-26-2009, 07:47 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/22/160434p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/22/160300p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/22/160642p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/22/160752p.jpg

Coba kalau Anda bisa membuat Nissan Skyline R34 GTS-T start mulus, tanpa roda belakang spin, mesin mati atau tersentak-sentak. Jika berhasil, berarti kemampuan mengemudi Anda bagus. Sebabnya, tenaga mesin sedan dua pintu bikinan 2001 ini diklaim bisa sampai 700 daya kuda dengan boost disetel pada 1,8 bar. Trus, konsumsi bahan bakarnya 1 liter menempuh jarak 3 km.

Padahal, standarnya saja, mesin Skyline berkode RB25DET itu mempunyai tenaga maksimum 250 daya kuda. "Dengan semua modifikasi, waktu di dyno, angkanya ada di 600 hp," ungkap Hans Steven, punggawa SpeedZ di bilangan Muara Karang, Jakarta Utara. Ia juga menjelaskan kalau GTS-T ini sangat beda dengan GT-R, meski sama-sama straight-6.

Nissan Skyline milik Pin Pin ini mengusung dapur pacu dengan kode RB25 DET, sedangkan GT-R mempunayi kode RB26DETT (turbo ganda); dan GTS-T, papar Hans, bukan four wheel drive (4WD), tetapi cuma gerak roda belakang (2WD)

Pelonjakan tenaga yang hampir 200 persen itu tentu setelah mendapat sentuhan di semua sektor. Silakan longok mesin GTS-T milik Cahyadi yang akrab disapa Pin-pin ini. Selain jeroan sudah full racing, turbo diganti dengan daya lebih besar.

Garapan Hans paling terlihat, yakni menaikkan kinerja mesin via penurunan kompresi. Caranya, lewat aplikasi piston berkompresi rendah (low compression) dari Tomei. Termasuk juga connecting rod, valve spring, cam gear, dan camshaft dari Tomei.

Tujuannya mengejar boost turbo yang lebih besar. Otomatis sudut cam berdurasi 260°, yang bawaan standar, dinaikkan demi mendapatkan sudut bukaan klep yang lebih lebar menjadi 280°. Namun, agar gerakan payung klep menutup sempurna, per klep diganti yang lebih keras. "Jadi lebih cepat menutupnya," bilang Hans.

Jalur bahan bakar ikut dibenahi. Fuel rail HKS mesti disambut oleh injektor dengan semburan debit 800 cc/menit ke mesin. Hasilnya, air fuel ratio dinilai sejalan dengan tenaga yang ke luar. Bahkan ketika boost dinaikkan sampai 1,8 bar, tenaganya diklaim bisa sampai 700 hp. "Artinya, bensin cuma bisa 1:3 km," bilang Pin-pin sambil tersenyum.

Tak cukup di mesin, Pin-pin juga memoles bodi karena di matanya GTS-T tidak sekekar versi GT-R. Maka dijabaninya proyek membedah 'tubuh' dengan program wide body lantaran aslinya GTS-T ramping.

Untuk itu, dicermatilah sudut titik penarikan bodi dari fender samping. Masing-masing digembungkan dengan sudut nut tegas di setiap posisi pertengahan fender-nya. Memang tidak dijelaskan berapa perbedaan dimensi GTS dengan GT-R. Namun, masih menurut Pin-pin, "Bedanya lumayan kelihatan kok. Jadi, patokan wide body-nya samain aja dengan model GT-R."

Konversi penampilan juga dilakukan dengan mengganti sayap belakang kepunyaan GT-R dan body kit C-West version. Kemudian untuk lebih mengentalkan nuansa racing, dilaburlah championship white dari Spies Hecker berpigmen solid, kap mesin karbon Seibon, dan terakhir kaki-kaki dari Nismo (Nissan Motorsport).

jupiter
02-26-2009, 07:53 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/15/032140p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/15/032354p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/15/032506p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/15/032712p.jpg

Dari desainnya, Nissan 350Z mencerminkan sebuah sedan sport yang gahar. Tak salah memang, tenaga standarnya saja di atas 200 dk. Namun, setelah dimodifikasi, yang menghabiskan dana sekitar Rp 130 juta, tenaga mesin terdongkrak menjadi 310 dk, dan si empunya (namanya enggan disebut) pernah mencapai kecepatan tertinggi 260 km/jam.

Modifikasi yang dilakukan mulai dari bodi, exhaust system, hingga intake pipe. Semuanya dipesan dari Jepang dan harus menunggu lama. Pasalnya, tidak semua ready stock dan beberapa komponen merupakan special order.

Kalau dilihat dari tampilan, perubahan pada bodi memang tidak signifikan. Hanya pada bumper depan dan belakang, side skirt, dan front CF lips yang semua merogoh kocek Rp 45 juta. Pemilik sengaja memilih yang bukan wide body, namun materialnya kelas wahid. Yang belum terpasang pada mobil produksi 2005 ini yakni kap mesin berbahan karbon fiber dan sayap GT.

Untuk mendongkrak tenaga, dipesan seperangkat camshaft bikinan Tomei yang berspesifikasi mampu menahan valve supaya terbuka sampai 264 derajat. Penggantian camshaft diikuti pula dengan valve spring retainer dan piston yang disarankan menggunakan material forged.

Sudah cukup terdongkrak dengan perubahan itu? Belum! Exhaust system (terdiri dari header, test pipe, Y-pipe, dan extra exhaust) mengandalkan bikinan Power House Amuse yang terbuat dari bahan titanium. Jadi, 3 silinder yang di kiri dan 3 silinder di kanan disatukan masuk ke test pipe dan menuju Y-pipe tersambung pada 2 gendang knalpot yang memiliki ujung muffler ganda.

Untuk melindungi test pipe dan Y-pipe dari titanium, bagian bawah ditutup dengan bahan aluminium setebal 3 mm yang didesain mengikuti lekuk. Ini penting untuk mendapatkan aerodinamisnya.

Penggunaan bahan titanium, menurut pemilik, bisa mereduksi dengan sangat signifikan. Tenaga pun naik sekitar 80 dk menjadi 310 dk on wheel. Torsi yang tadinya diraih pada 4.000-4.500 rpm, kini lebih cepat menjadi 2.500 rpm.

Kaki-kaki juga mendapat sentuhan. Pemilik memilih produk Tein untuk coilover yang dilengkapi dengan fitur Electronic Damping Force Controller (EDFC). Komponen ini bisa mengatur secara elektronik tingkat kekerasan suspensi melalui receiver yang diletakkan di bawah setir.

Lainnya, pemakaian velg Volk Racing seri TE37, juga didatangkan dari Jepang. Sentuhan sport kian kental dengan kedua jok yang diganti model semi-bucket seat dari Bride.

sunzie
02-26-2009, 08:29 PM
http://upload.indomp3z.us/pics/imz08NRaOms1235640522.jpg (http://upload.indomp3z.us/pics/imz08NRaOms1235640522.jpg)

berikut list modifikasi RX-8 aku sampai saat ini :

Parts
Body Kit no.4
Spoiler : Mystic
Rims : Ro_Ja (chrome)
Roof scoop : Jetstream

Visual
Unique Vinyl Black Edition 1
Windows Tint Dark Pearl Gold
Decals :

* Modification Magazines (Windshield), DC Sports (Rear Window)
* Door L/R : Comptech Sport (slot 1), Castrol Syntec (slot 2)
* Quarter : Extreme Motorsport

Custom Gauge Breakerstand

Performance
Engine : Pro

* Greddy - Lightweight Rotors
* Venom - Racing Throttle Body
* Skunk2Racing - Racing Crankshaft

Transmittion : Super Pro

* AEM - Limited Slip Differential
* Jackson Racing - Twin Disc Clutch

Suspension : Super Pro

* H&R - Large Diameter Sway Bars
* KONI Suspension - Racing Shocks

Nitrous : Super Pro -- Nitrous Express (NX) - Wet Shot of Nitrous

Tire : Super Pro -- TOYO - High Performance Tires

Brake : Super Pro

* AEM - Slotted & Drilled Rotors
* HPRacing - Titanium Brake Kit

Turbo : Super Pro

* Jackson Racing - Stage 2 Turbo
* Turbonetics - Upgraded Turbo Manifold
* Greddy - Blow off Valve




buat yang punya Mazda RX-8, coba aja dimodifikasi sesuai yang aku tulis.. keren loh.. hehe.. ^_^

jupiter
02-26-2009, 08:51 PM
Mobil Super Nissan GT-R R35 Ada di Medan

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/08/111928p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/08/112130p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/08/112325p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/08/112507p.jpg

KALAU saja orang-orang NISMO, divisi motorsport Nissan Motor Co Jepang, datang ke Indonesia, tentu akan mengangguk-anggukkan kepala melihat Nissan GT-R R35 milik Aldo Alynius Thanadi ini. Jangankan orang-orang Jepang itu, kita juga terheran-heran akan keberanian bapak 4 anak yang berusia 52 tahun dari Medan, Sumatera Utara, ini.
Bayangkan, ketika Otomotif.Kompas.com memberitakan NISMO sudah bisa meladeni pemilik GT-R meng-upgrade atau menyediakan sedan sport Premium Edition, ternyata di Indonesia sudah ada.
Kenapa saya mengatakan orang-orang NISMO menganggukkan kepala? Tenaga mesin VR38DETT sudah didongkrak dari 480 hp menjadi 520 hp. Kecepatan maksimum, yang semula 180 km per jam dilepas tanpa pembatas dan bisa menembus 300 km per jam.
Yang bikin anggukan kepala, bodi mobil, konon katanya, di atas Rp 1,5 miliar itu diwarnai dengan airbrush. Bahkan, gambarnya menguatkan karakter mobil itu sendiri sebagai sedan bertenaga raksasa untuk jalan raya. “Biar gambarnya terkesan real, saya coba buat gambar yang 3D,” kata Tomi dari bengkel Tomi Airbrush.
Bentuk kehebatan tenaga Nissan GT-R R35 ini divisualisasikan dalam bentuk bola api tertata rapi, mulai dari kap mesin, fender, sampai buritan. Agar tak terkesan terlalu kasar, dipadu dengan desain grafis yang mengandalkan warna-warna fancy, pink, dan silver. Dan untuk bola api memakai kelir candy red.
Masing-masing bola api mempunyai arti tersendiri. Seperti di kap mesin, menurut Tomi, melambangkan kencang, sementara di bumper melambangkan putaran roda tinggi. Untuk corak api, kata Tomi, pengerjaannya berulang-ulang, sedang yang lain, prosesinya sama dengan umumnya airbrush.

jupiter
02-26-2009, 08:53 PM
Cherokee Country Siap Menerabas Banjir dan Lumpur

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/06/071218p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/06/071503p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/06/071631p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/06/071755p.jpg

Masuk musim hujan ini, banyak jalan-jalan tergenang air alias banjir yang tingginya bisa sampai sepinggang. Menghadapi "kolam tak bertepi" itu, mobil biasanya langsung ciut. Solusinya, meninggikan bodi kendaraan seperti Jeep Cherokee Country 1998 milik Thomas Wahyu a.k.a Tommy dari Medan, Sumatra Utara.

Air setinggi balita diterabas enteng mobil bikinan Amerika yang sudah dimodifikasi bergaya off-road itu. Apalagi pada dapur pacu sudah dipasang berlalai gajah alias snorkle. Sehingga diajak ke medan tanah dan lumpur pun siap tempur.

Kunci meninggikan bodi Cherokee dengan memenahi kaki-kaki dan under carriage. Meliputi drop kit, lower arm, upper arm, coil spring, leaf spring, shock absorber, shock steering, bumps stop, trackbar dan rear shackle. Semula, Tommy mengandalkan Rubicon Express 5 inci dan Old Man Emu untuk Leaf Spring, "Tapi rasanya masih kurang tinggi," papar Tommy.

Pilihan akhirnya pada Skyjacker. Malah Tommy merasa pengendalian mobil tambah oke. Sekalipun keempat kaki sudah menggunakan ban ukuran 33, tak takut kehilangan tenaga lantaran sudah mengganti final gear ukuran 4:5:6. Termasuk juga sistem pembuangan yang di up-grade, seperti header berkonfigurasi 6-2-1. "Tenaga lebih responsif dan bertambah sekitar 15 dk," bilang Tommy.

Karena mobil ini siap diajak ke medan off-road, bagian bawah diperkuat lagi. Seperti cover gardan diganti dengan merk ARB. Termasuk juga bumper depan berikut bullbar, tire hanger, jerrycan belakang skid plate Warn untuk transfercase dari ARB.

Untuk pemasangan bumper belakang sedikit dilakukan modifikasi. Karena penahan benturan itu sebenarnya untuk Cherokee early edition. Agar pas, pintu mau tak mau harus dipotong sedikit, selain itu supaya tidak mentok dengan ban serep dan jerrycan.

Di musim hujan ini, Cherokee milik Tommy bakal jadi raja jalanan yang siap jadi penolong mobil mogok.

jupiter
02-26-2009, 08:55 PM
Navara Pengangkut Kuda Besi Terbang

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/10/073644p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/10/073810p.jpg

Tidak bisa dipungkiri, memiliki mobil menunjukkan status sosial seseorang atau keluarga. Semakin mewah kendaraan yang mendekam di garasi, tentu kian mapan kehidupannya. Kondisi ini tampaknya juga berlaku di cabang sport otomotif.

Seperti Nissan Frontier Navara 2008 milik Farhan Hendro yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut kuda besi terbangnya, Suzuki RM-150. Pembalap motocorss di kelas junior ini telah mendandani double cab jadi lebih kekar.

Padahal, di sektor eksterior tak banyak yang dirombak. Sentuhan hanya pada gril dan sepatbor. Untuk penggarapannya, sang ayah Asep Hendro, mantan pembalap motor nasional era 1990-an dan kini juragan aksesoris balap itu menyerahkannya kepada rumah modifikasi Lm&T di Jakarta Selatan.

Untuk gril, Opic dari Lm&T mengubahnya menjadi bergaya American Truck dengan menyematkan bilah-bilah aluminium secara horizontal sebanyak 16 lembar. Masing-masing bilah (ada 3 bilah) dilas babet dengan bilah aluminium vertikal. Untuk kreasi seperti ini membutuhkan dana Rp 3 jutaan.

Sesuai dengan pemiliknya yang pembalap, over fender pun dirancang seperti bertenaga. "Mobil ini nggak diceperin, ahnya over fender dibikin dibuat agak gondrong," jelas Opic. Di sini over fender tidak dibuat kotak tapi mengikuti kontur bodi.

Pembentukan penutup roda yang gambot ini, juga disesuaikan pemakaian velg Akuza 24 inci sesuai yang diinginkan pemiliknya. Sebelumnya, pilihan jatuh pada velg 22 inci, namun bantingan kurang enak.

Ban yang super lebar ini membuat Opic harus memotong sedikit sepatbor depan lantaran harus bisa masuk ban profil 40. Lain hal jika memakai yang 30 atau 35, walau PCDnya pas untuk Navara.

Risiko dengan memakai ban besar, tarikan akan mempengaruhi tenaga dari dapur pacu berkapasitas 2.500 cc diesel bertekenologi common rail terbo intercooler itu. Putaran roda kemudi alias setir juga berat, terutama saat membelok dengan kecepatan rendah sekali.

Kendala itu tak jadi masalah buat Farhan Hendro. Terpenting, mobil bisa membawa kuda besi terbang dan badan tidak pegal saat meluncur menuju sirkuit balapan.

jupiter
02-26-2009, 08:57 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/28/080705p.jpghttp://www.kompas.com/data/photo/2008/08/28/080926p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/28/081147p.jpghttp://www.kompas.com/data/photo/2008/08/28/081314p.jpg


AWAS, jangan tertipu! Dilihat dari gril, bumper, dan lampu depannya, Anda pasti dengan penuh keyakinan menyebut mobil ini dari Amerika, Opel Blazer. Sebenarnya, sasis mobil ini adalah Toyota Kijang pikap keluaran 2001 milik Bayu. Dan Amin Kurnia, pentolan Indonesia Kijang Club yang juga modifikator bengkel Spectrum Body Works, punya sensasi baru memodifikasi Kijang yang menghabiskan waktu sembilan bulan itu.

Ide kreasinya ingin menciptakan "Local Truckin Lowrider", pikap bergaya Amerika, tapi dengan bahan lokal. Untuk mewujudkan itu, mau tak mau bodi dibikin lebih panjang sekitar 1,2 meter dari panjang sasis standar Kijang. Lalu, bagian atap dipotong (chop top) dan ditambah pelat sekitar 4 cm agar sudut pilar A tidak berubah.

Dengan penambahan itu, Amin memanfaatkan peluang melebarkan pintu dengan memundurkan pilar B 45 cm. Tujuannya, menyediakan ruang kabin di belakang jok yang menjadi ciri khas pikap Amerika.

Pemanjangan sasis menjadi lucu dan kurang menarik kalau keempat roda standar hanya diganti yang lebih lebar. Dan seperti kebanyakan pikap di Amerika yang menggunakan empat roda pada bagian belakang, konsep ini juga diterapkan pada Kijang. Otomatis, dua roda tambahan itu dihubungkan dengan gardan tambahan yang disambungkan dengan lengan ayun buatan sendiri.

"Model independen mirip Suzuki Vitara," kata Amin. Bahannya menggunakan pipa 4 milimeter yang dilas pada sasis di belakang roda belakang. Agar tidak bergeser kiri dan kanannya, lengan ayun diberi besi as dari kiri dan kanan. Keenam roda memakai velg Honda Odyssey standar yang di-custon reserve offset sehingga offset-nya jadi nol.

Menariknya, model buka tutup kedua pintu model zaman dulu dibuka dari pilar A. Khusus untuk pintu penumpang (kiri) buka-tutupnya memakai sistem pneumatic (berdasarkan tekanan udara). Konsep ini juga diterapkan pada kap mesin dan pergeseran bak bagasi yang di dalamnya sarat dengan perangkat audio. Sementara itu, buka tutup pintu pengemudi memakai gerakan motorize lewat motor parabola. Begitu juga dengan tutup bagasi. Hebat!

jupiter
02-27-2009, 03:11 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/26/162112p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/26/162245p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/26/162623p.jpg

Sungguh telaten dan sabar Georgy R. Dalimartha dengan Datsun 240Z 1972 miliknya itu. Mungkin ini bentuk kompensasi dari konsekuensinya mengambil sedan sport coupe dari Jepang yang digandrunnginya.

Kondisinya memang jauh dari prima. Mesin bisa di starter dan jalan, kata Georgy, cuma kondisi bodi cukup parah. Risiko yang harus dijalani Georgy harus mendandani sang "pacar" menjadi gagah dan tidak bikin malu kala diajak gaul.

Untuk memuluskan 240Z, Georgy menyerahkan garapannya pada JR Auto Fashion (JRAF).Dalam menggarap 240Z ini, rumah modifikasi di Jakarta Selatan itu tetap mengacu pada konsep retro.

Sentuhan dimulai pada bodi karena ketika pindah ke tangan Georgy kondisinya berkarat. Terutama pada bagian dek lantai dan belakang. Bodi aslinya saat dibawa penuh dengan Karat, terutama pada bagian belakang yang sudah memakai plat bernomor polisi.

Ketika mendapatkan mobil ini, bumper belakang dan depan sudah dimodifikasi. Sementara fender depan sudah sobek-sobek. Untuk memuluskan kembali, sama JRAF dibikin bumper baru dengan bentuk mengikuti tarikan garis asli bodi. Bahannya dari fiberglass, termasuk juga spoiler yang di cat sewarna denngan bodi.

Sementara lampu belakang, Georgy sedikit beruntung karena tidak mendapatkan lampu asli untuk menggantinya. Sang penjual ketika melego sedan sport itu berikut lampu custom. Setelah dipasang, pas dan bagus.

Beres belakang, tinggal gril, karet-karet bodi dan emblem. Komponen itu coba dicarinya lewat situs blackdragonauto.com. Upayanya tidak sia-sia, meski untuk emblem yang di belakang, harganya di atas Rp 800 ribu.

Selesai bodi berikut pengecatannya - sengaja dipilih kelir khas Fairlady, cat candy dari Spies Hecker, kecuali fender diberi warna hitam - Georgy melirik ke mesin. Sedikit mengagetkannya karena Datsun 240z justru mengusung dapur pacu 2.600 cc berkode L26.

Untuk meningkatkan performa, mesin akhirnya di porting dan polish. Kabel-kabel diurut ulang dengan kocek Rp 2 juta plus ground wire pivot dan coil booster XCS serta girboks standar 4-percepatan diganti dengnan yang 5-speed.

Kini, Georgy tidak malu melenggang dengan Datsun 240Z. Malah, kala ia berada di jalan menjadi perhatian. Cuma, coba ajak masuk jalan tol, Georgy pasti sedikit keberatan. Karena, untuk bayar tol mesti minta tolong. Maklum, mobilnya setir kiri

jupiter
02-27-2009, 03:17 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/17/015906p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/17/020158p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/17/020335p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/17/020441p.jpg

Punya tiga unit Honda S2000 dan semuanya sudah dimodifikasi. Tapi di antara ketiganya, "S2K inilah yang terbaik sepanjang hidup saya dan bermakna," bilang mahasiswa perguruan tinggi di Medan, Sumatra Utara ini. Roadster berbody kit C-West ini sangat memikat sebagai pemacu adrenalin.

Simak air bumper yang mampu melahap banyak oksigen serta carbon GT wing sebagai penyeimbang aerodinamis bagian buritan. Ditambah, sang pemilik kelahiran 6 Agustus 1988 ini lebih condong ke dapur pacu.

Tak ayal, mesin bawaan F20C 4 silinder DOHC VTEC diganti utuh dengan F20C Spoon spec bertenaga 350 hp. Pemakaian Vortec Supercharged yang berasal dari Amrik, dipercaya Tody sebagai pengompres tekanan pada ruang silinder. Efek penambahan Vortec Supercharged Liquid Cooler pada S2K menjadi persoalan mudah untuk menembus kecepatan 200 km/jam.

Besarnya tenaga, mau tak mau sistem penghenti laju ikut ditingkatkan. Braking pad 6 pot bikinan Spoon disematkan pada ruang dalam velg depan untuk menghentikan laju velg Prodrive GC-06H time atack Edition 18x8 inci dibalut Toyo Proxes 225/40R18. Hasilnya, perpaduan sinergis antar kedua sistem itu membuat hati Tody aman dan tenang. Selain itu, S2000 menjadi the first and the faster di Sumatra Utara.

Pantas kalau Tody berkesan dengan S2000 satu ini. Softtopnya diganti hardtop bikinan Mugen berbahan serat karbon dan jendela belakang berbahan polycarbonate yang bisa meminimalisir goresan. Harganya, sekitar Rp 28 juta kecil dibanding harga mobilnya. Yang dibanggakan karena hardtop itu hanya dibikin 100 unit.

Tanggung, karena mesin dan kaki-kaki sudah didandani, sekalian bodi. Sesuai dengan temanya street racing car, ubahan kulit juga diimplementasikan pada roadster ini. Warna dasar hitam dengan cat extreme colour yang didatangkan langsung dari Amrik. Termasuk hardtopnya.

Jangan kaget, harga satu kaleng cat Diamond Hologram untuk bodi seharga satu unit motor bebek. Hasilnya, Tody terkesima dan pantas terkesan.

jupiter
02-27-2009, 03:27 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/13/063505p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/13/063734p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/13/064215p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/13/063959p.jpg


Untuk modifikasi mobil, biasanya Jakarta, Bandung atau Surabaya jadi ukuran. Untuk kualitas, ketiga daerah ini sulit ditandingi. Tapi, siapa sangka perkembangan tren modifikasi di Palembang nyaris mirip dengan kota-kota besar di atas. Bukti konkretnya, lihat Mitsubishi Lancer GLX-i milik Eko Citra Sadikin.

Dari segi bentuk, memang tidak ekstrem, bahkan tampak masih standar. Maklum, aliran modifikasi yang dianut trik facelift dan aplikasi efek marble, plus pintu belakang diubah membuat sedan produksi 1996 ini menjadi perhatian di kota Pempek. "Kami ingin memperkenalkan alternatif modifikasi di Palembang, dua trik dirasa cukup manjur," ungkap Harwanto, pentolan bengkel modifikasi Emporium Auto Project, Palembang.

Trik facelift dipilih Wiwi - sapaan akrab Harwanto - karena belum banyak yang berminat di kotanya. Dimulai dengan bagian depan, Wiwi menyisipkan lampu Audi A4, meski banyak perubahan dilakukan. Sepeerti membuat semua dudukan lampu serta rangka-rangkanya supaya posisi lampu bisa pas denngan kontur apron. Agar satu nyawa, bumper depan dicpot dan diganti yang custom mirip Audi A4 dan dibikin dari bahan fiberglass.

Lantas lampu belakang A4 juga? Tak ingin disebut A4 wanna be, lampu belakang dipilih satu set stop lamp BMW seri 5. Sayang, masih ada ruang kosong dari bekas rumah lampu asli. Kalau saja, dicari merek lain yang hampir sama, maka hasilnya pasti sempurna.

Selain lampu, masih ada dua lagi yang bikin Lancer ini menarik. Pertama, model membuka pintu belakang yang dibalik. Bukan dari pilar C, tapi dari pilar B dan engseknya dipindahkan ke pilar C. Untuk mencegah terjadinya perubahan posisi pengunci pintu dibuat lengan ayun dari pelat selebar 15 cm dan tebal 8 mm.

Kedua, ini yang paling menonjol, permainan cat marble. Dilihat dari hasilnya, prosesnya cukup rumit. Justru menurut Wiwi penggarapannya sangat sederhana. Lantara temanya Black smoke, maka cat dasarnya hitam. Setelah itu, barulah kelir black space dan gold special dilabur. Untuk menimbulkan efek marble digunakan sapu ijuk yang halus ditempelkam ke bodi.

Ussai pengecetan dibiarkan kering selama 30 menit. Setelah itu baru dilaminasi sebanyak sampai 10 kali. Untuk proses pengecatan ini saja menghabiskan dana sekitar Rp 15 sampai Rp 20 jutaan, "Tergantung jenis mobilnya juga," tutup Wiwi

jupiter
02-27-2009, 03:29 PM
Suzuki Grand Vitara Dimodif Superkilat

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/23/131429p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/23/160621p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/23/131910p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/23/132152p.jpg

Coba tebak, berapa lama memodifikasi Suzuki Grand Vitara 2008 dari standar sampai tampilannya menjadi ceper, bodi membengkak dan pakai velg superlebar? Bagian yang dipermak sudah jelas, kan. Mulai bodi, kaki-kaki dan bagian lainnya.

Boleh percaya boleh tidak, penggarapan SUV hitam ini tidak lebih dari jumlah jari di satu tangan. Ayo, berapa lama? Agar tidak penasaran, pengerjaannya tiga hari empat malam. Hasilnya pun, sangat rapi dan membuat sang pemilik - maaf tak mau disebut namanya - bangga.

Bisa sesingkat itu lantaran Lm&T, rumah modifikasi di Jakarta Selatan yang mengubah tampilan bodi, menerapkan konsep one piece bumper (depan maupun belakang). Perhatikan bumper belakang yang menyatu dengan diffuser. Bentuk bumper seperti ini jarang terungkap pada karakter body kit buatan Lm&T.

lantas penggarapan kaki-kaki, secepat bodykah? Karena pemakaian velg superlebar, tentu banyak yang harus dibenahi. Ternyata, dengan velg berlebar 9,5 inci yang sebelumnya oleh pemilik dipakai pada Toyota Herriernya, tak banyak ubahan. Hanya spatbor belakang harus di roll dan bannya di camber mentok.

Begitu juga pemasangan air-sus, yang harus menyentuh interior karena penampatan sistem pengoperasiannya. Rumah modifikasi Concept Motosport di kelapa gading, Jakarta Utara yang mengerjakannya boleh dibilang tidak menemui kesulitan. Terutama untuk air-sus yang kebetulan ada untuk Grand Vitara berlabel Air Runner yang baru masuk. Harga sekitar Rp 45 juta lebih langsung disantap sang pemilik mobil.

Sistem pemasangannya model bolt on bisa mempersingkat waktu. Enaknya, pada dasbor sudah tersedia tempat yang membulat seperti layaknya knob AC. Tinggal di bor, meteran air-sus yang membulat bisa dipasang, seolah-olah terintegrasi dengan tombol AC.

Beres, kan!

jupiter
02-28-2009, 09:21 AM
Honda CR-V dengan Velg dari Pabrik Truk

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/03/071716p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/03/071820p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/03/071959p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/03/072122p.jpg

Tren "kaki gajah" tak cuma mewabah di Jakarta, tapi sudah menjalar ke berbagai kota besar di Indonesia. Selain Surabaya, kini di Bandung pun tak kalah heboh. Seperti pada Honda CR-V 2008 ini sampai dua kali ganti. Uniknya, rim yang dipilih justru dari manufakur yang khusus memproduksi untuk truk.

Si pemilik yang enggan disebut namannya mengaku sudah dua kali velg. Untuk yang kedua ini sengaja dipilih merek Devino DV-700 Sire 24 inci dari Devino Road Concept. Manufaktur velg yang biassa bermain pada lini produksi buat truk. Malah yang pertama ukurannya lebih dari yang sekarang.

Malah yang pertama, Giovana Canelli memiliki kelebaran yang lebih dari sekarang ini. Tapi tidak membuat visualisasi nya memburuk lantaran ban keluar bodi. dari segi keuntungan, pemilihan velg ini punya impresi visual bibir penampang yang luas, sehingga mobil pun terkesan rendah dan padat.

Pemakaian vel yang sekarang, menariknya motif dari sepatu di kolong sepatbor itu krom yang sengaja dipilih untuk menyesuaikan dengan kelir mobil yang putih. Kok, bisa masuk, ya? Nggak repot walau desain sepatbor SUV Honda yang tanggung itu karena hanya sedikit modifikasi roll pada sepatbor belakang.

Lantaran CR-V ini sudah mengusung kaki gajah, agar tampilan lebih gagah dan elegan, bodi pun sedikit dimodif. Untuk mengubah tampilan bodi, sang pemilik memilih via sentuhan aero kit. Pilihannya, dari Mugen yang dinilai paling pantas dengan streamline bodi CR-V.

Tak heran, perangkat ini laris manis digebet pecintamodifikasi SUV 'premium' Honda, baik replika maupun asli. Kemudian, untuk side skirt, kebetulan Mugen tidak punya, gantinya datang dari Modulo. Bentuknya sendiri footsetp samping dan desainnya tidak banyak berbeda jika digabung dengan bumper Mugen.

jupiter
02-28-2009, 09:24 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/13/003944p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/13/004304p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/13/004138p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/13/003659p.jpg


Manusia terus melihat sesuatu benda pasti akan terkenang. Begitu pula dengan Oke Hake, selama Agustus berkali-kali ia dipertemukan dengan mobil berkaki gajah. Mending kalau semuanya berlangsung di Jakarta, justru jumpanya di berbagai daerah.

Awalnya dari kedai velg dan ban Sarinade, Jakarta, menjelang akhir Agustus. Sebelum itu, ketika kelahiran Oktober 1979 ini ke Bandar Lampug juga melihat Jeep Commander beralas kaki 24 inci. Saat berada di Malang dan Surabaya, lagi-lagi banyak kendaraan D-Cab dan SUV berkaki gajah.

Memang, sekarang ini pemakaian velg superlebar cukup marak. Dari sinilah muncul ide sekaligus menjadi cita-citanya punya mobil bervelg lebar. Karena belum punya mobil, sampai ia membuat photoshop dengan rim gambot.

Dari beberapa merek D-Cab yang sudah beredar di pasar Indonesia, Oke menjatuhkan pilihan pada Mitsubishi Strada Triton Exceed. Pertimbangannya - dan cukup masuk akal - karena memiliki desain bodi yang unik, terutama lekukan pinggangnya.

Karena bentuk wheel arc dan desain bodi di sekitarnya, jangan sampai salah memasukkan velg dan ban. Pilihannya cuma dua,velg besar dengan ban tipis atau velg kecil dengan ban besar. Akhirnya, pebisnis garmen ini memilih city slicker dengan tampilan ala American Style.

Dari banyak macam merek, finalisasi tertuju pada Ferani F354C 26 x 10,5 inci yang dibalut dengan ban dari Korea, Kumho Ecsta 305/35R26. Pilihan velg itu, setelah ukuran 22 dan 24 inci dirasa kurang pas. "kalau mau adu gede, saya rasa 32 inci juga bisa tapi sudah tidak harmonis," papar Wibowo Santoso, bos Permaisuri Ban, Jakarta Selatan.

Apakah pemasangan ban bongsor itu mulus? kendalanya, suspensi Triton Exceed cukup lembut.Maklum karena varian termewah dari keluarga Strada ini menomorsatukan kenyamanan. Sokbreker standar masih dipertahankan, untuk meredam ban tipisnya. Di depan, bantalan standarnya lebih dominan bekerja memaksimalkan kinerja suspensi.

jupiter
02-28-2009, 09:27 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/11/032319p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/11/045159p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/11/050121p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/11/050315p.jpg

ungguh beruntung Andry Wijaya dari RD Technology ini. Dirinya diserahi tugas oleh PT Greddy Indonesia, distributor aksesori berikut peranti pendongkrak tenaga mesin, untuk memakainya. Kesempatan emas ini tak disia-siakan Andry dengan memakai Toyota Yaris E 2008.

Dimulai dari dapur pacu, boleh dibilang ia hampir tidak mengalami kesulitan. Karena, tipe mesin Yaris 1NZ-FE juga dipakai pada Toyota dB. Jadi, untuk mengetahui informasinya, bila nggak ngerti yang bahasa Jepang bisa cari versi yang beredar di Amerika.

Dari data informasi, spek turbo yang dipakai bertipe TD025 dengan ukuran intake 38 mm dan exhaust 37 mm. Ketika dilakukan pemasangan, perlu ditata ulang. Pasalnya, kompartemen Toyota dB lebih luas. Karena sempit, mau tak mau pipa berdiameter 60 mm dari turbo ke intercooler harus disunat 5 cm. Sebaliknya, dari turbo ke sistem pembuangan dipangkas 7cm.

Selain pipa, saringan udara (air filter) juga harus ditata ulang. Perlu diubah juga lantaran sistem dari Greddy open air, sedang tipe standarnya menghadap ke fire wall yang menyedot udara dingin. Solusinya ditemukan dengan posisinya ke belakang lampu depan kiri. Kalau air filter Greddy dipasang mengikuti rancangan standar Yaris yang menghadap ke fire wall, menurut Andry akan tersedot udara panas dari mesin. Akibatnya, karena yang disedot udara panas yang masuk ke ruang bakar, airflow jadi kurang bagus buat tenaga alias mesin jadi boyo.

Greddy tak cuma menyodorkan perangkat pendongkrak tenaga. Termasuk juga penghenti laju (rem) 6 spot berikut suspensi kit, oil catch tank, busi, oil pen, manifold. Sedang pada interior, Greddy menyerahkan indikator dan remote switching system.

Untuk eksterior, Greddy memang belum tersedia dan hanya memberi stiker bodi (striping) dan nama Greddy. Andry lantas menyerahkannya ke rumah modifikasi Rosella Auto Design yang mempermanis bodi dengan mengandalkan body kit Ings +I.

jupiter
02-28-2009, 09:28 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/01/060212p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/01/060334p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/01/060518p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/01/060651p.jpg

MODIFIKASI Suzuki Swift 2007 milik Adiguna Halimsah boleh dibilang tidak ekstrem. Tentu, karena sang pemilik ingin penampilan sedan berlambang huruf S ini menjadi elegan.

Kalau dilihat secara keseluruhan, modif Suzuki Swift ini sangat murah. Namun, perhatikan velgnya, bermerek Estatus Style-S dengan motif palang dari G-Corporation, Jepang. Konon, velg ini lagi diburu para pemilik mobil yang ingin memodifikasi kendaraannya bergaya elegan.

Adoy, sapaan akrab Adiguna, sungguh beruntung. Ia mendapat velg bekas berukuran 19 inci itu dengan harga Rp 7,5 juta. Karena lebar velg itu, mau tidak mau bodi harus menyesuaikan diri, terutama bumper depan dan belakang diperlebar. Pada bagian bawah, baik depan maupun belakang diberi mini bumper yang ditarik segaris dengan side skirt.

Sepatbor juga ikut dikembungkan, terutama bagian belakang. Karena ban model celup, bibir sepatbor dilipat dan bagian dalam diketok agar tidak terjadi gesekan. Karena PCD Swift 4/100, dengan pemakaian velg lebar, teromol pun dibubut sehingga bisa memasuki rim wheel ber-offset 48 mm dengan PCD 5/112.

Agar ban tidak bergesekan dengan sepatbor, per standar diganti dengan Eibach. Itu pun per masih dikurangi sekitar 1,5 ulir untuk belakang dan 1 ulir di depan.

Interior tidak ada yang ekstrem, ruang bagasi dipenuhi perangkat audio dengnan menggunakan head unit Eclipse CD3100 dengan power ProKick 4000D yang dikerjakan rumah installer GenX. Sementara itu, bodi digarap rumah modifikasi Fibershop, kedua terletak di Bandung, sama dengan tempat tinggal Adoy. (Rudy)

Spesifikasi Modifikasi

Custom add on body kit, per Eibach, Velg Status Style-S 19x (8+8,5) inci, bohlam lampu depan FS Light 8.000 K, ban Falken FK 452 215/35ZR19 dan Accelera Sigma 225/35ZR19, knalpot custom, air filter Hurricane, custom header 4-1, custom down pipe, cat panel pintu custom, head unit Eclipse CD3100, sub Clif Design 12 inci, Power Pioneer kelas A 4 kanal, power Prokick 4000D, speaker Critical Mass, preamp Performa.

jupiter
02-28-2009, 09:30 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/07/165125p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/07/165316p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/07/165011p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/07/165414p.jpg

Dari segi tampilan, VW Golf GTi 2.0T 2008 ini tak yang ekstrem. Tengok saja bodi tak ada rombakan dahsyat, kecuali penambahan spoiler belakang dan permainan body kit. Tapi, kenapa sedan merah ini diburu sejumlah the haves di metropolitan ini?

Bayangkan, mobil dari pabrikan Jerman ini memakai perangkat dari dua negara yang berjauhan dari negeri asalnya. Perhatikan velgnya, bukan diimpor dari Eropa atau jepang, melainkan didatangkan dari Amerika berlabel iForged. Bahannya bukan alloy atau casting wheel, tapi forged wheel.

Pemilihan velg oleh Ryan yang kelahiran Jakarta 25 April 1991 ini bisa dibilang pilihannya itu cukup "sakit". Karena, sampai sekarang hanya segelintir orang yang berani memilih firged wheel non warna silver. Kemudian pada bibir velg berukuran 19 inci ada garis merah yang disebut Red pin Stripe.

Velg ini versi track edition (TRK) terakhir khusus untuk jalanan ataupun trek balap. TRK yang dipilih Ryan tipe TE-5V dibuat dari one piece forged 6061-T6 alumunium yang enteng dan kuat. Pas dengan rem berdiameter dan berkaliper besar. Dan velg itu dibaluti Yokohama S. Drive yang dikenal yahud di jalanan aspal.

Cuma itu saja. Mesinnya, dong. Dapur pacu berkapasitas 2.000 cc punya tenaga lebih dari 206 dk dengan torsi 295 Nm. Untuk bodi sekecil itu, sungguh besar. Tapi Ryan mendongkraknya dengan bantuan perangkat BSR dari Swedia yang menyediakan PPC sebagai sistem program tuning mesin via OBD (on board tuning). Mudah diinstalasikan dan dalam beberapa menit bereaksi lewat diagnostic port pada mobil.

Tenaga yang tadinya 206 dk melompat jadi 248 dk. Tapi, Ryan menggunakan speed limiter orisinal yang membatasi kecepatan tidak melewati 300 km/jam. Sekalipun tenaga dibejek, suara yang dikeluarkan dari ujung knalpot tidak keras melainkan low tone. Ini berkat memakai knalpot Fujitsubo yang kesohor itu.

Pola mufflernya 1-2-2, jaadi dari tabung terakhir pipnya bercabang dua dengan masing-masing terbgai dua denngan twin tip. Pembuatannya dengan sistem TIG, pantas kalau rapi dan pipanya sendiri berukuran 70 mm berdiameter 76 mm pada semua twin tipnya.

jupiter
02-28-2009, 09:31 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/31/100615p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/31/095218p.JPG
http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/31/095403p.JPG

Dari sisi bodi, Honda Jazz VTEC 2006 milik Teddy Haliman tidak ada yang istimewa. Maklum, aliran yang dikedepakan adalah racing style. Maka yang ditonjolkan pada kaki-kaki dan dapur pacu. Pantas, ketika mengikuti lomba Jazz Tuning Contest 2008 lalu berhasil menyabet dua gelar Hottest Wheel dan Undercarriage.

Layaknya persyaratan mobil balap, untuk urusan bodi, spoiler depan dan belakang serta side skirt wajib hukumnya. Bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk meningkatkan daya cengkeram. Malah, pada spoiler depan diberi bibir dengan sayap bermotif kevlar.

Karena aliran yang dianut racing style, jelas sisi paling menonjol yang harus dilirik adalah kaki-kakinya. Di sini, Dalvin, bos CK Motorsport yang jadi komando tim modifikasi, memutuskan menggunakan sokbreker adjustable damper J,s Racing CRUX. Keistimewaannya, as sokbreker dapat diatur ketinggiannya, "Sehingga jarak main sokbreker tetap optimal walau per yang dipakai sangat ceper."

Untuk sistem suspensi dipilih merek Swift, per universal yang memang untuk balap dengan komposisi spring rate depan dan belakang. Ban dipercayakan pada merek Achilles berkompon keras untuk membalut velg SSR type C ukuran 15. Peranti deselerasi ikut di-upgrade dengan memakai Project u 4 pot mini dengan piringan cakram berdiameter 282 mm.

Sementara itu, penghenti laju pada bagian belakang dengan model teromol bawaan standar masih dipertahankan. Slang-slang rem standar diganti dengan yang berbahan teflon braided.

Sekali lagi, karena tema modifikasinya balap, mesin juga ikut disentuh. Kondisi standar jelas akan memengaruhi penilaian. Tenaga VTEC L15A didongkrak dengan bantuan turbo buatan HKS berikut oil cooler plus Peggyback dastek Type Q+. "Dengan boost 0,4 bar saja tenaga bisa melonjak menjadi 170 dk," papar Dalvin.

Dengan tenaga sebesar itu, bagaimana keamanan pengemudinya? Ruang dalam dipasang roll bar dan penguatan sasis dengan memakai perangkat merek Cusco, J's Racing dan, Fk Garage seperti strut bar depan dan belakang. Masih ada lagi seperti under brace, anti-sway bar (stabilizer), dan engine bar.

Kelebihan lain dari Jazz ini adalah dari segi keamanan, yakni dengan dipasangnya side inner brace yang berfungsi memperkuat sasis bagian samping depan. "Meminimalisir flex (gerak) sais depan dengan tengah dan meningkatkan steering feel," Dalvin menjelaskan.

Pantas saja kalau Honda Jazz milik Teddy Haliman menggondol dua trofi.

jupiter
02-28-2009, 09:34 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/27/122827p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/27/123115p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/28/112145p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/28/112359p.JPG

Dari belasan Honda Jazz yang mengikuti ajang Jazz Tuning Contest 2008 beberapa waktu lalu di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, ada satu unit yang bikin penasaran penonton. Yakni, Jazz VTEC 2006 yang ubahannya sangat ekstrem, mulai dari eksterior sampai interior yang digarap modifikator kondang, Ryan Melano dari Bogor.

Yang paling menarik dari karya Ryan, model Jazz asli empat pintu disulap jadi dua pintu, penggarapannya memakan waktu sampai jadi 14 bulan. Perubahan ini membuat pintu Jazz coupe tambah panjang 15 cm dari standarnya. Mau tidak mau, pilar B (tengah) ikut bergeser 15 cm. Supaya kesan kupenya kental, lekukan pintu pada sisi ujung belakang dibikin melengkung.

Menariknya, kaca pintu dirancang model frameless yang naik-turunnya berdasarkan buka-tutup pintu dengan bantuan switch yang diletakkan di pilar B. Jadi, ketika switch mendapat tekanan (pintu di tutup), kaca akan naik (menutup) dan jika pintu dibuka, otomatis kaca turun.

Kaca pintu samping belakang dirancang ulang meruncing. Modelnya hampir mirip dengan Honda Estilo.Tongkrongan Jazz 2006 ini kian sporty setelah diberi side skirt plus bumper depadan dan belakang yang didesain seirama.Tampilan bertambah mencolok dengnan pemilihan warna hijau lumut, hasil racikan biru, kuning ditambah pearl white dan gold metallic.

Termasuk velg keluaran DPE tipe R20 ikut dikelir hijau lumut. Dengan penggunaan velg yang lebih besar, sistem suspensi pun ikut dibenahi untuk menahan beban pada bagian belakang yang bertambah 400 kg. Pada suspensi belakang dipakai punya Honda Odyssey, sedang untuk pernya dipasang damper asli buatan Indonesia.

Pada interior, ruang kabin penumpang diubah fungsi dengan dijejali perangkat audio. Sistem konstruksinya dibuat 4-way untuk mengimbangi nada-nada rendah yang keluar dari banyak subwoofer yang terpasang di belakang. Dengan taktik ini, nada-nada menengah dan atas tetap terdengar.

Head unit dari audio dipilih Kenwood 8032 yang terintegrated dengan GPS di dasbor yang sengaja tidak dilapis. Langkah ini untuk mengikuti tren mobil baru sekarang, seperti pada Honda CR-V dan New Accord.

Jok standar diganti dengan model semi-bucket racing keluaran Recaro, dipadu sabuk pengaman keluaran Sparco. Setir standar pun ditukar dengan model racing.

jupiter
02-28-2009, 09:36 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/27/194215p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/27/195109p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/27/194416p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/27/194541p.JPG

Dari bentuknya, desain Toyota Avanza cukup cantik. Manuver di jalanan semrawut juga gesit dan lincah. Kendati punya postur standra yahud, tapi sering tidak kelihatan harmonis kala dimodifikasi, terutama jika dipasang velg besar dan ceper.

Nyatanya, Toyota Avanza 1.5 S M/T 2007 punya Mr.Y di Bogor justru tampak elegan setelah dimodifikasi. Bodi digembungkan dan pakai ban lebar yang digarap rumah modifikasi Antelope, Pahlawan, Bogor tidak menemui kesulitan ketika dijajal jalan dari Bogor ke Jakarta.

Yang jelas, bobot kini lebih berat 300 kg dari berat kosong 1.070kg. Sumbangan terbesar datang dari tiga sektor, yang pertama body kit. Seperti bumper depan kit didesain dengan metode tanpa pemisah (one piece) yang menyambungnmulai dari grilnsampai lips terbawah. Sehingga terkesan lebih simpel, walau sebenarnya dimensi sudah bertambah tinggi dan besar.

Bodi Avanza yang ringkih disulap jadi kekar dan tetap berkarakter. Caranya, dengan penambahan garis bodi yang halus dan tidak patah. Trus, bumper depan dan belakang yang bongsor diimbangi dengan side kirt.

Desainnya sengaja dibuat lebar agar garis pintu yang tinggi lebih seimbang dengan posisi roda yang terlihat kecil. Ini dikarenakan ground clearance yang cukup tinggi (walau sudah disiati dengan lowering kit). Sebenarnya, pada side kirt bisa diberikan garis (nut) agar terkesan terbagi tingginya, walaupun tetap pada metode one piece.

Sedang desain bumper belakang sudah cukup baik. Bisa mengimbangi desain secara keseluruhan dan harmonis dengan bentuk lampu vertikal dan harmonis bervelg lebar yang dinaikkan 5 inci menjadi 20 inci. Otomatis karet pembalap rim itu berubah dari 185/65R15 menjadi 225/30ZR20 dari Pirelli PZero Nero.

Naiknya ukuran velg dan melarnya telapak ban, jumlah bobotnya masih lebih ringan dibanding dengan penambahan audio. Kendati demikian, ada yang menarik dari desain audionya, yakni penerapan instalasi speaker model tanam di dasbor.

Dari sisi teknis, ada dua keuntungan. Pertama, tidak banyak mendapat getaran ketimbang di dekat pintu. Keuntunngan kedua, pantulan midrange tidak terlalu pekak ketika digeber. “Suara bisa lebih rendah karena ada boks,” jelas Jono Hitam, instalatur dari Sphinx.

Dari sisi kendali, jok standar dilapis MBTech Camaro warna Dark brown. Setirnya, Victor Design berdiameter 32 cm dan agak kerepotan kala harus putar balik 180 derajat. Kendati begitu, torsi tetap tinggi, walau tak meluncur deras. (Diesta)

Rumah modifikasi:
Audio & interior: Sphinx, Pluit Barat, Jakarta Utara
Body kit, velg, suspensi & setir: Antelope, Pahlawan, Bogor

Data Spesifikasi:
Cat Spies Hecker super deep black, custom body kit, knalpot Remus Rallye Design, velg Estatus Style-SV 20x8,5 inci, ban Pirelli PZero Nero 225/30ZR20, sokbreker depan Kayaba Ultra Gas, sokbreker belakang Pedders, per Espelir, bohlam lampu depan HOD 8.000 K, sunroof Webasto Hollandia, setir Victor Design, pedal set & gear knob Project µ, rotor Z Mevius (untuk Peugeot 306), kaliper Mazda 626, head unit Pioneer P-6050, equalizer Cadence Parametric, speaker depan 3-way Hertz DSK Series, speaker belakang 2-way Phase Linear 6 inci, sub SPX 15 inci, speaker tengah Roger Mcintosh, power MTX Monoblok 8100, power Tru Tech 2x300 watt, kabel Audison Connection, baterai Amaron, peredam Automat, pelapis kabin MBtech, lampu kabin custom

jupiter
02-28-2009, 10:31 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/17/0638207p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/17/0642113p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/17/0644392p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/17/0656292p.jpg

Tampilannya sih seperti masih standar, kecuali sayap belakang. Justru Odry banyak menempelkan komponen impor pada Honda Civic Type R 2008 miliknya itu. Mari kita bedah bagian per bagian.

Sebagai orang bertipikal perfeksionis, Odry memang lebih mengutamakan orisinalitas. Makanya untuk eksterior dipesan dari Jepang langsung. Seperti kap mesin dan tutup bagasi bermotif serat karbon diorder dari Spoon yang memiliki khas guratan dan bentuk serba tajam. Penggantian ini juga bertujuan mereduksi bobot lantaran ia suka balapan di sirkuit Sentul.

Untuk kabin, Odry mengubahnya dari standar menjadi bernuansa "cepat". Dasbor pun jadi sasaran, diubah dengan motif serat karbon mirip dengan yang di luar. Yang dibanggakannya, produk original equipment manufacturer (OEM) Mugen ini hanya ada satu di Indonesia dan terpasang pada mobilnya. Makin kentallah aroma racing pada Type R putih ini.

Langkah Odry memang tidak setengah-setengah. Dari bodi dan kabin, ia masuk ke dapur pacu dan kaki-kaki. Untuk ram air system pada Civic Type R FN2 ini, dipilih dari produk K&N yang bekerja sama dengan Gruppe M. Menariknya, bagian itu dibuat dari bahan karbon dengan FR 0511. Label asal Jepang ini dikenal sebagai master saluran hawa mesin. Penggantian itu mampu mendongkrak tenaga 11 hp dan torsi 1,2 kg-m.

Untuk instalasi, kover plastik yang ada di luar kaca harus diganti satu set air intake asli Jepang. Prosesnya memang agak sulit karena harus membongkar plastik pelindung di dasar wiper untuk menempatkan corong penangkap angin yang diletakkan di belakang kap mesin.

Cuma itu! Tengok bagian buritannya. Selain ada diffuser, knalpot Mugen ikut menambah tenaga yang lumayan. Menurut data dari Mugen Jepang, penambahannya berkisar 5-10 hp jika di-tuning dengan tepat. "Kalau lagi kencang, suaranya asyik banget dan menambah adrenalin untuk terus bejek gas," bangga Odry.

Tenaga kian yahut kala bahan bakar pertamax plus dicampur dengan bensol. Raungan yang keluar dari pipa katalis berdiameter 2 inci ini membuat jantung ikut terpompa, apalagi ditambah menari manuver di tikungan lantaran ditunjang suspensi HKS Hypermax III.

Luar biasa! Padahal, setelan Civic Type R ini masih medium position di angka 15. - KompasOTO-

jupiter
02-28-2009, 10:33 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/19/1720589p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/19/1719148p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/19/1722534p.jpg

Modifikasi bolt on sudah bosan bagi Aji Kurniawan. 'Karya gilanya' coba diterapkan pada sedannya, Nissan Infiniti Q30. Paling unik, gerak air suspension bisa dilihat dari layar monitor. Asyiknya, kalau badan terasa pegal, tersedia pemijat yang bisa bekerja sambil Anda menyetir.

Dari tampilan eksterior, tak ada yang ekstrem. Terkecuali pada bagian belakang sepatbor depan (perbatasan dengan pintu depan) dibikin lekukan, hasil kreasi custom. Plus, velg Kranze LXZ ukuran 19 inci dengan ban profil 215/35ZR/R19 dan 235/35ZR/R19 bentuk donat.

Monitor TV
Meski ceper abis, Aji tak takut kalau keempat ban bakal menggesrek bagian dalam sepatbor karena sudah dilengkapi sistem air suspension model 4 titik. Artinya, masing-masing roda bekerja secara sendiri-sendiri, "Karena setiap ban sudah punya selenoid. Jadi tinggal memisahkan kinerja air sus pada keempat roda dengan remote di kabin," papar Aji.

Untuk mendapatkan gerakan naik-turun yang cepat mengandalkan kompresor baru berkode 480C sebanyak 2 unit, menggantikan standarnya. Kelebihan kompresor memiliki dimensi motor dan tabung lebih besar sehingga memungkinkan penyerapan dan pelepasan udara lebih cepat.

Keunikan lainnya, kinerja air sus bisa diawasi dengan kamera CCTV yang disambungkan pada empat monitor TV di balik bagasi. Semestinya, layar itu ditempatkan di ruang dalam kabin sehingga penumpang bisa melihatnya, sekalipun malam hari karena dikasih lampu LED berwarna putih.

Jok pijat
Di sini karya gila Aji patut diacungi jempol. Jok standar depan tetap dipertahankan, tetapi pengemudi tak bakal merasa pegal sebab sudah diaplikasi jok pijat layaknya mobil-mobil mewah.

Langkah custom-nya terbilang mudah, hanya menggunakan alat pemijat konvensional bertenaga listrik yang banyak dijual di supermarket. Perangkat itu dimasukkan ke dalam jok. "Pokoknya tinggal dibobok aja busanya seukuran alat pijat, lalu sambungkan kelistrikannya," komentar Aji.

Untuk memodifikasi jok itu, biaya enggak lebih dari Rp 1 juta, dengan rincian alat pijat berkisar antara Rp 500.000 dan Rp 800.000 serta pembongkaran jok berkisar Rp 300.000.

* KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:35 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/0722332p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/0723574p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/0725563p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/10/0728344p.jpg

Kalau dilihat mata, jujur saja, tak ada yang istimewa dari BMW 318i punya Naflin ini. Ceper abis, velg lebar (pakai iForged Marquish) dan celup sudah dilakoni sejak beberapa tahun silam. Malah, sedan bikinan pabrikan Jerman ini enggak bisa diajak jalan. Ngebut dengan kecepatan sedang saja harus merayap.

Sekalipun begitu, bukan berarti mobil ini tak punya keistimewaan. Ada! Terutama pada lirikan mata (head lamp) yang harganya mencapai Rp 22 juta. Itu termasuk angle eyes. Wuiiisss! Apa hebatnya? dan dilihat secara kasat mata, enggak ada bedanya.

Memang, dengan lampu utama standar bagaikan anak kembar. Yang membedakan dengan lampu pengganti milik BMW 330i ini, posisi lebih lebar ke dalam sekitar 1,5 cm. "Sepintas seperti tak ada perubahan," tegas Bernard dari Clue Audio yang memodifikasinya.

Untuk mengetahui sudah adanya pergantian lampu, tatapkan mata pada kap mesin dan fender. Modelnya lain dan ujung lampu dengan gril cukup dekat.

Masih soal lampu, kini beralih ke belakang. Di sini, Naflin menginginkan lampu standar diganti punya M3. Lagi-lagi remaja ini harus merogoh kocek sebesar Rp 6 juta untuk lampu itu saja.

Perubahan tampak jelas, untuk bisa menempel ke bodi harus melakukan perombakan karena porsinya lebih besar ke atas sebanyak 2 jari dan ke samping sebanyak setengah jari.

Walau pergantian lampu masih satu keturunan keluarga butuh penyesuaian kelistrikan (termasuk lampu belakang). Mau tak mau ECU harus diriset agar listrik yang mengalir benar-benar pas. Untuk risetnya, Bernard mengaku diserahkan kepada BMW dengan ongkos sekitar Rp 300.000.

Itu saja keistimewaannya? Masih ada, tetapi enggak istimewa banget sih. Seperti interior, tengok setirnya. Pada bagian tengah, selain sudah dibungkus, juga ada layar monitor kecil. Fungsinya, memonitor bagian belakang kala parkir.

Pindah ke bagasi. Ketika dilihat, bagian itu seperti biasa saja. Ketika remote dipencet, ruang bagasi yang tampak rata itu bergerak mengeluarkan seperangkat power dan layar monitor 17 inci.

Untuk menggerakkan semua itu menggunakan 4 motor, meliputi 3 motor power window dan satu motorize dari Auto Lec. Rinciannya, 2 motor difungsikan membuka 2 power Rockford monoblock serta gerakan ke kanan dan ke kiri. Setelah itu, dengan power Auto Lec power tadi diangkat ke atas kemudian menjulur ke luar bagasi sebanyak 60 cm.

Lho, satu power lagi buat apa? Untuk mengeluarkan monitor TV.

Pada mesin, Naflin mencangkok turbo. Uniknya, yang dipakai justru milik Nissan Skyline R34. Pipanya dibuat custom, selain bikin pemandangan indah, juga bisa masuk; dan Naflin menghabiskan dana Rp 39 juta. "Masih harus disetel biar sempurna buat dibawa jalan," tutup Naflin.

Apa bisa dibawa ngebut dengan ceper begitu? :giggling:

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:37 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/30/095022p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/30/095139p.jpg

Toyota Avanza tipe E keluaran 2007 ini banyak bikin orang pegal leher. Pasalnya, setiap melintas di jalan tol, menurut si pemiliknya, Harrizsyah, banyak yang melirik mobilnya.

Padahal, modifikasi yang dilakukan enggak ekstrem banget. Bodinya masih terbilang standar, cuma sepatbor rada bongsor lantaran menyesuaikan pemakaian velg superlebar 19 inci (untuk ukuran Avanza) dan ceper. Dipadu dengan ujung knalpot, juga superganda (dua kanan dan dua kiri).

Biang pemicu orang melirik mini MPV ini justru pada interiornya yang begitu kontras dengan cat bodi (merah permen). Selain kelirnya yang putih semua, bagian ruang penumpang tengah sampai belakang sudah didesain. Sekalian pembuktian kalau Harriz, juragan bengkel jok Glamourz di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sangat piawai benahi interior.

Untuk menciptakan ruang kabin yang luas dan indah dengan model tampilan sofa (jok standar tengah dan belakang dipensiunkan), kerangka jok belakang menggunakan bahan kayu jati belanda, kemudian diberi karet ban bekas yang memanjang dari sisi kanan kiri serta depan dan belakang, barulah kemudian dikasih busa setebal 18 cm agar saat diduduki terasa empuk.

Selesai itu, barulah bagian tersebut dilapisi dengan bahan Murano yang sebelumnya telah dijahit double stitch dengan benang serrafill. Untuk menciptakan motif berkerut, Harriz memberi kancing yang total terpasang di seluruh interior sebanyak 150 buah.

Motif jok berkerut ini juga disesuaikan dengan door trim pada kelima pintu. Termasuk juga kerangka kaca pintu jok tengah dan belakang sampai langit-langit. Bahkan setirnya, konsol tengah, dan tongkat persneling berwarna putih.

Masalahnya, saat musim hujan, Harriz mungkin sedikit enggan mengendarai Avanza-nya, apalagi membawa penumpang. Bisa-bisa, rang yang putih bersih itu jadi belepotan alias kotor.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:48 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/19/051145p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/19/051814p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/19/051430p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/19/052239p.jpg

Siapa bilang modifikasi mobil pikap menghasilkan bentuk yang kurang enak dipandang. Bos bengkel Auto Design, Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Endang membuktikan dengan Toyota Kijang Super 1991. Aliran yang dipilihnya tidak kepalang tanggung, langsung dari Amerika, yakni truckin lowrider.

Modifikasinya mengawinkan onderdil Kijang Kapsul dan Mitsubishi Kuda. Malah dalam mewarnai bodi mobil bisa dilakukan penghematan. Interiornya didesain ulang dan dibuat dari bahan fiberglass.

Kalau dilihat dari depan sudah berubah total. Seperti kap mesin sudah diganti dengan Kijang kapsul. Penggantian ini mengakibatkan tulang depan dibuat maju 20 cm untuk mendapatkan lengkungan kap mesin, dan lampu utama pas dipasang punya Mitsubishi Kuda.

Untuk memenuhi ciri khas truckin lowrider-nya dibuatlah body kit—perpaduan bahan fiberglass dan pelat galvanis—yang mengacu pada Dynamic Tornado untuk BMW Seri 3. Dek depan digeser lebih naik 30 cm, sedangkan dek belakang 20 cm. Kemudian, efek rebah dibuat dengan memangkas atap kabin sekitar 12 cm. "Sudut kemiringan kaca depan dibuat lebih kecil, sedangkan kaca samping dan belakang bikin baru," jelas Endang.

Untuk tutup bagasi belakang memakai pelat galvanis 0,8 mm, sedangkan mekanisme engselnya diambil dari engsel bagasi Honda Genio. Shockbreaker-nya memakai punya KIA Carnival, dan untuk kesan yang berbeda, bak seolah-olah bersatu dengan kabin dengan cara disambung pakai fiberglass.

Suspensi mau tak mau harus dioprek. Dudukan per depan bagian atas dinaikkan. Begitu juga dengan bagian bawahnya sehingga jarak mainnya tetap optimal, walaupun sistem torsi sudah diputar mencapai batas ceper.

Posisi shockbreaker belakang dibuat lebih tidur agar jarak mainnya lebih banyak. Untuk mengurangi kekerasan akibat per daun, dua lembar per daun (nomor dua dan tiga) dicopot.

Untuk kabin, semua di-custom, termasuk dasbor yang dirancang menggunakan bahan fiberglass. Kemudian spidometer diadopsi dari Mitsubishi Kuda dan diletakkan di bagian tengah, sedangkan indikator Auto Gauge serta monitor TV ikut menambah warna kabin yang ekstrem tanpa kesan acak-acakan.

Selain spidometer, komponen lain dari Kuda yang dipindahkan ke Kijang di antaranya power steering, AC, dan disc brake. Komponen terakhir ini untuk mengubah penghenti laju bagian depan dari teromol menjadi cakram.

Penggarapan bodi cukup rapi. Sepatbor yang manis (tidak terlalu gembung) membuat tampilan bodi sangat elegan. Tampilan itu dipermanis lagi dengan ujung knalpot yang berada di depan roda belakang dan rata dengan bodi.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:01 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/26/144328p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/26/144500p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/26/144612p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/26/144710p.jpg

Handy Setiawan ini terbilang nekat sekali. Bayangkan, beli All New Honda Jazz 2008 bukannya dirasakan dulu, melainkan sedan hatchback seri RS itu langsung dibawa ke rumah modifikasi Autoline di Jl Arteri Kedoya, Jakarta Barat. "Pokoknya, tampilan Jazz saya harus beda dengan yang lain," ungkap Handy.

Untuk memenuhi ambisinya, Handy coba mencari-cari model yang cocok melalui dunia maya. Akhirnya ditemukan aliran racing style yang dipadu dengan Toyota Crown JDM sesuai keinginannya.

Yang dimauinya, desain bumper lebar dikombinasi dengan sudut tajam di kedua sisi yang sangat identik dengan Japan street car. "Air dam di bumper yang besar dan berbentuk V itu mencirikan besutan kencang," jelas Handy.

Agus, punggawa Autoline, tidak menemui kesulitan memenuhi selera Handy. Material yang diandalkan fiberglass dengan pembuatan moulding sesuai konsep awal. Pengerjaannya memakan waktu tiga minggu.

Akibat dari body custom, bumper memang terlihat rebah. Tampilan mobil malah jadi cingkrang lantaran si pemilik enggak mau memakai lowering kit. Agus harus putar otak agar velg Lenso Mesh 18 x 8 inci ini bisa mepet ke bibir fender. Akhirnya, dipakailah kondom pada over fender yang turun 3 cm dari fender aslinya dan mengikuti garis nut bumper depan.

Yang menarik, desain ujung knalpot berbentuk trapesium. Awalnya, bentuk bumper belakang eksotis ini lurus rata. Setelah melihat Crown JDM, bumper dicoak dan muffler pajangan ini disesuaikan kemiringannya sehingga tampak ekstrem.

Untuk menguatkan tampilan Jazz penganut racing style ini, tutup mesin dibuat dari bahan karbon, termasuk diffuser, gril, sampai sayap belakang. Bodi berkelir putih dikasih stiker striping. "Warna kombinasi merah, putih, dan hitam membuat visualisasi lebih mantap," tegas Handy.

Selain bodi, interior pun dibikin senada, seperti jok standar diganti model semi-bucket dari Recaro. Kelir asli hitam dibungkus dengan red blood dari bahan yang sama. Lantas dasbor juga dibikin motif carbon fiber plus ada motif putih yang pakai printing.

Sementara ruang bagasi disulap jadi tempat perangkat audio Racikan Idola Audio dan mampu menghasilkan dentuman sampai 145 Db. Handy mengaku ini belum full.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:03 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/22/131704p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/22/131839p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/22/132017p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/22/132206p.jpg

Mobil boleh tua, tetapi dari segi tongkrongan, Mazda RX-7 buatan 1995 ini enggak malu-maluin. Diajak tarik-tarikan pun berani karena mesin 13BT sudah disokong komponen dari GReddy. Tak heran, kalau lagi melintas di jalanan, sedan dua pintu ini banyak dilirik. "Semua part mesin dan bodi yang terpasang di RX-7 model plug 'n play dan didatangkan langsung dari Jepang," ucap Adi Surya, bos GReddy Indonesia.

Kalau saja tetap mengandalkan bodi standar, kendaraan bermesin rotary ini enggak ada bagusnya. Makanya, body kit Ings+1 tipe N dipasang sehingga memberikan efek aerodinamika yang ciamik dan tersemat rapi.

Tengok bodinya yang dibuat mirip tunggangan drifting Jepang atau balap touring di sirkuit Tsukuba. Desain air dam (saluran angin) yang superlebar pada bumper dipadu dengan sayap belakang yang lebar mengisyaratkan mobil kencang. "Sebetulnya ingin mengikuti RX-7 GReddy Jepang dengan menggunakan body kit RE Amemiya, tapi tim G-Indonesia ingin sesuatu yang lain. Maka dipilih Ings +1," ungkap salah satu kru G-Indonesia.

Khusus mengenai sayap belakang, aplikasi GT Wing lokal dinilai kurang kekar dan enggak imbang sama bodi Jepang. Untuk penyesuaian, dilakukan dengan penambahan daging. Tahap awal, sirip samping dipotong dan ditambah bahan fiberglass pada GT Wing lokal supaya lebarnya sesuai.

Untuk melebarkan sayap yang ditarik masing-masing 20 cm tidak menggunakan molding atau cetakan. Namun, cukup mengandalkan mata untuk menyeimbangkan sisi kiri dan kanan. Begitu sama, langsung dibungkus dengnan motif serat karbon, termasuk juga kap mesin.

Seusai bodi, giliran dapur pacu dioprek. Karena RX-7 mempunyai banyak tipe, mulai dari Seri 6 sampai Seri 8, akibatnya sempat sampai tiga kali melakukan pembenahan. "Karena pemesanan ke GReddy Jepang harus lebih spesifik, mulai dari tipe turbocharger hingga transmisinya," bilang Adi.

Seperti intercooler yang berada diapron terpaksa digusur dan masuk punya GReddy type R. Sayangnya, intercooler superlebar ini tidak berikut piping turbo. Mau tak mau, jalur udara dingin dari inlet turbo menuju intercooler dan throttle body harus dibuat custom.

"Piping turbo menggunakan stainless dengan diameter 5 inci mengikuti intercooler V mount," sebut Irwan, tuner dari Rosella. Hasilnya, tuner Trust Jepang memuji, "Its very good and functional."

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:20 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/074732p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/074454p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/074218p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/073855p.jpg

Mengubah interior mobil bernuasa bar bukan terobosan baru dan sudah dilakukan beberapa tahun silam. Steven punya obsesi memindahkan konsep bar and lounge di besutannya, Toyota Kijang, dipadu dengan audio.

Bukan sekadar untuk gaya-gayaan, melainkan ketika pergi berlibur ke pantai, ini dibuat untuk merasakan suasana gemerlap lampu diiringi dentuman musik dan deburan ombak sambil menikmati minuman alkohol. Jangan sampai mabuk, lho. Nanti enggak bisa pulang.

Desain bar yang dilakukan Steven ini juga mungkin berkaitan dengan kuliahnya yang mengambil jurusan perhotelan di Universitas Pelita Harapan, Tangerang. Steven lantas menceritakan obsesinya itu pada Tonny Susilo, instalatur audio Sound Motion yang menginginkan bar berjalan dipadu dengan perangkat audio.

Tonny pun harus putar otak untuk mewujudkan order dari Steven, terutama komposisi kosmetik harus terlihat harmonis karena yang dipakai banyak sekali. Mulai dari pembuatan mini bar, pemasangan cool box, penutup akrilik, lampu LED putih, sampai penempatan botol-botol minuman alkohol.

Sebelum menata ruang interior Kijang, Tonny melihat foto-foto desain audio dan bar. Sebagai tahap awal, penggarapan pertama adalah membuat bar dengan bahan akrilik 9 mm untuk meletakkan botol dan gelas yang dirancang menggantung. Dudukannya terbuat dari besi stainless steel berdiameter 1 mm yang dibaut ke atap, sedangkan untuk tutup kosmetik audio pakai akrilik 5 mm.

Untuk bikin kesan bar yang kuat, tempat minuman dari bahan plastik ukuran (diamater) 20 cm diubah fungsi sebagai tempat bir yang sudah dimodif custom dengan tambahan selang untuk mengeluarkan alkohol.

Penempatan botol-botol alkohol tak cuma di belakang, tetapi tersedia di depan laci penumpang depan. Agar rona warna menyala, digunakan LED putih yang ditanam di akrilik sebanyak 1.000 unit.

Untuk pengaturan speaker, Tonny melakukan kreasi sendiri. "Bahan konus-nya pakai paper dan magnet, pesan dari pabrik speaker," ujar Tonny, sedangkan lilitan koilnya dibuat sendiri disesuaikan dengan frekuensi sebaran yang diinginkan. Rentang frekuensinya, terang Tonny, diatur 63Hz sampai 4Khz. Setelah usai merakit speaker, baru kemudian dibuatkan X-Over pasif dengan slobe 12 dB.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:22 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/14/061755p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/14/062156p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/14/073454p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/14/073902p.jpg

Mau tahu seperti apa mobil sport Honda masa depan? Mr DreW—sebut saja begitu namanya—mengapresiasikannya dengan Honda Civic Genio 1994 yang dibentuk concept sport car. "Harus tetap nyaman, user friendly, fungsional, dan enggak malu-maluin kalau ikut kontes," ujar maniak mobil buatan pabrik Soichiro Honda ini.

Berarti, fokus utama modifikasinya pada teknik body conversion yang mengacu eksterior rendah sebagai ciri mobil sport. Kebetulan mobil sport Honda diberi kode SX, di antaranya NSX.

Untuk mewujudkan tampilan, jelas, bodi harus dipermak. "Hampir seluruh bodi dibuat ulang dan custom," papar Lutfi Kurrahman, modifikator Pro Mobile yang membidaninya. Jadi, dari sedan lawas itu, hanya sasis yang disisakan.

Diakui oleh Lutfi, dalam membuat bodi, tingkat kesulitan didapat pada bagian belakang. "Sebab, buritan sport car enggak boleh panjang. Nanti jadinya malah aneh lantaran enggak sejalan dengan depannya (kap mesin)," ungkap Lutfi. Bagaimana membuat bagian belakang tampak seksi, tetapi tetap memperhatikan nilai proporsional dan harmonisasi dengan bentuk atap dan dimensi ruang mesin.

Maka dilakukan penggeseran (mundur) pilar B sekitar 5 cm. Penyesuaian bentuk dilakukan karena pemakaian konstruksi 2-doors dari Honda Estilo yang daun pintunya lebih panjang. Kemudian, ketinggian pilar-pilar disunat sekitar 8 cm dan khusus yang ke belakang, atap dibuat miring menuju bagasi agar tarikan nut dan pilar C tak terlihat dipaksakan. Kaca belakang terpaksa dibuat ulang.

Untuk desain custom body kit, ada 3 lapisan yang saling melengkapi penampilan. "Jika salah satu dilepas, penampilan body jadi beda," bilang Lutfi. Ide edan ini sebenarnya mirip lips bumper. Bedanya, masing-masing rangkaian membantu konstruksi penampilan sampai ke atas.

Enaknya, model bisa dibuat sesuai selera. Sebisa mungkin hindari model yang memotong langsung desain nut body. Agar mudah dilepas dan tidak mengganggu tampilan bagian lainnya, perekatannya menggunakan double tape atau baut kecil, dengan menempatkan lokasi dudukan yang tersembunyi.

Mengenai warna, sebenarnya diinginkan candy tone violet. Kondisi kurang cahaya menjadi warna pink. Untuk mendapatkan warna seperti itu, menurut Lutfi, dibutuhkan warna dasar hitam biar warna atasnya bisa terangkat dan enggak mati.

Aplikasi paling canggih dari modifikasi ini adalah adanya bronze pada bagian bawah mobil, dan Lutfi yakin ini bakal jadi tren di Tanah Air.

Tampilan sudah menunjukkan sport. Lantas, apakah ia juga didukung dengan kegaharan mesin? Tentu! Pada dapur pacu dilakukan engine swap Honda B20 + B16 dengan menggunakan piston Wiseco 85 mm. Banyak komponen HKS dipakai untuk mendongkrak tenaga, seperti intercooler, cam gear, blow off valve, filter udara sampai olinya.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:26 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/12/055529p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/12/055805p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/12/055946p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/12/060215p.jpg

Time Attack (TA), salah satu kompetisi balap yang sedang marak di Jepang, Amerika, bahkan Eropa telah mengilhami Adhi Wisesa alias Ebel untuk memodifikasi Mitsubishi Lancer Evo VIII miliknya yang kerap diturunkannya di ajang drag race. Targetnya ingin mengikuti kontes modif.

"Banyak yang meragukan kualitas tampilan bodi mobil balap yang kurang dikerjakan sempurna," bilang pemilik bengkel Wisesa Motorsport. Padahal di arena TA, menurut Ebel, desain mobilnya keren-keren, seperti Evo VIII Nobuteru Taniguchi dari tim HKS.

Mobil merah dari HKS yang terkenal dengan julukan "No One Better" (NOB) sangat legendaris lantaran berhasil memecahkan rekor di beberapa sirkuit di Jepang dan Amerika. Inilah yang menjadi acuan modifikasi Ebel pada Lancer Evo VIII kuningnya yang diramal tak hanya gahar dapur pacunya, tetapi juga sangar penampilannya.

Proyek eksteriornya menjadi fokus tema TA, mulai dari aplikasi body kit, tema stiker cutting, sampai kaki-kaki.

Desain body kit copy paste dengan Evo VIII NOB yang diberi nama CT230R. Kemiripan dimulai dari bumper depan, kap mesin, sampai menggembungkan bodi. "Bumper dan fender aslinya dicopot kemudian dirancang replika CT230R dengan bahan fiberglass," papar Ebel. Sekalipun desainnya ekstrem, tetapi sistem pemasangannya sangat cepat. Untuk pemasangan body kit memakan waktu tak lebih dari 10 menit.

Urusan kaki-kaki harus menggunakan produk berbau TA. Pilihannya jatuh pada Volk Racing TE37 Time Attack Edition. Untuk mendapat velg seperti itu, Ebel harus merogoh kocek sebesar Rp 50 juta.

Masih urusan body, coba tengok ke lampu depan kanan, ia rela melubanginya sebagai saluran udara ke intake. "Lampu dilubangi bagian mikanya, lalu dibentuk lorong custom dari fiberglass," bilang Ebel.

Dibutuhkannya pendinginan untuk intake lantaran tenaga dapur pacu sudah didongkrak. Karena untuk keperluan kompetisi, Ebel sampai punya 3 set piston, yaitu CP, Wiseco, dan JUN. Ketiga merek piston itu ada yang telah didoping oleh turbo Garret GT35 ball bearing dengan boost 2,2 bar. Rata-rata tenaga yang dihasilkan berkisar 450 sampai 470 dk.

Selain mesin dan kaki-kaki, untuk kepentingan balap, unsur aerodinamika juga penting. Gaya racing dengan GT wing yang sempat jenuh beberapa tahun ke belakangan, kini aplikasinya mulai dipaksakan. Seperti GT wing Arospeed yang dibuatkan dudukan custom untuk bagian buritan Evo VIII.

Peranti aerodinamika lainnya tampak pada bagian atas kaca belakang, dikasih sirip-sirip yang biasa disebut Vortex Generation.

Mari kita beralih ke interior. Nuansa mobil balap benar-benar diaplikasi dan didesain sangat rapi tanpa terlihat kabel yang acak-acakan. Semua peranti balap terpasang dengan rapi. Begitu juga roll bar Cusco yang dirancang khusus.

Kaca samping dikasih akrilik yang sudah dilubangi sepanjang pilar A yang punya dua fungsi. Selain bikin enteng, itu juga menjadi ciri khas mobil balap.

Bagaimana hasil kontesnya? Garapan Ebel ini menyabet gelar King of Racing Style pada Accelera Auto Contest pertengahan Desember tahun lalu.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:43 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/09/024609p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/09/024810p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/09/025358p.jpghttp://www.kompas.com/data/photo/2009/01/09/025617p.jpg

Pabrik mobil Volkswagen (VW) di Jerman pasti geleng kepala (sebagai kekaguman) jika melihat VW 'Chico' bikinan Kunto Wibisono dan tim bengkel Kupu-Kupu Malam (KKM) dari Yogyakarta ini. Bagaimana tidak. Pihak prinsipal itu pasti tertipu habis kalau basis mobil itu dari VW Beetle 1.200 keluaran 1961, malah bisa dijadikan inspirasi untuk konsep mobil sport VW.

Pemberian nama Chico, "Pemiliknya suka minum Chivas campur Coca-Cola, (jadi) Chico mudah diingat," sebut Kunto Wibisono, komandan bengkel KKM. Tak salah pula bila KKM yang semula diberi julukan Pengrajin Mobil Yogyakarta ini acap melahirkan kreasi ekstrem.

Termasuk pada Chico yang mengangkat beban sebanyak 7 motorize. Gagasan memakai sistem ini yang mesti mengangkat beban berat merupakan poin utama agar target menciptakan inovasi mendapat apresiasi tinggi dari khalayak ramai.

Kunto menerjemahkan isi kepala Rudi, pemilik VW menggunakan motorize sebagai motor penggerak. Rinciannya, untuk tutup bagasi depan (1 unit), dua pintu kiri dan kanan (4 unit), kap bagasi belakang (1 unit) dan bumper depan (1 unit). "Satu unit motor mampu mengangkat beban 60 kg," ujar Kunto.

Untuk motorize 1 gerakan bolak-balik pada tutup bagasi depan menggunakan motor DC Custom dengan batang pendorong besi berdiameter 0,75 inci dan panjang 60 cm, sedang atap pakai besi berdiameter 2 inci panjang 45 cm. "Agar gerakan atap lebih lembut digunakan dua shock custom kiri dan kanan," tukas Kunto.

Keunikkan tampak pada buka tutup pintu yang dibikin dua arah ke atas dan ke samping dengan mengandalkan empat motor merupakan modifikasi dari motor DC 36 volt diubah menjadi 12 volt. Dan merancang motorize di banyak tempat bukanlah hal yang mudah. Ia mengaku butuh waktu 1 bulan untuk menghitung gerakan. Dan untuk menggerakkannya dibutuhkan 3 aki yang 80 ampere dan alternator standar Porsche yang 85 ampere.

Selain bodi, mesin juga 'diobrak-abrik' tidak kepalang tanggung. Jeroan dapur pacu diimplan dengan komponen Porsche 914 karena menurut Kunto basisnya sama dengan VW.

Komponen yang dipakai seperti kruk as dan setang piston berikut piston dari Scat. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan cam CB Performance berdurasi 120 derajat. Trus, total kapasitas ruang bakar menjadi 2.000 cc setelah dilakukan pemasangan silinder Porsche 914 berikut kepala silinder ditambah dengan turbo dari Garret T3.

Luar biasa!

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:45 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/07/072645p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/07/073005p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/07/073136p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/07/073422p.jpg

Soal modifikasi mobil, Indonesia boleh diadu dengan negara mana pun, pasti menang. Nih, contohnya Subaru WRX 2000, kolaborasi Rizky Haroen dan Denny Massie Auto Sport (DMAS) yang mereka namakan Ballistic-3.

Dari bentuknya, Ballistic-3 ini lebih mendekati ke mobil balap jenis ketahanan. Malah lebih mirip dengan Mazda Furai (baca: foo-rye). Mobil konsep yang dirancang oleh Mazda California Desain Studio dan Swift Engineering. Furai sendiri dibuat dari sasis Courage C65 LMP2 (Le Mans Prototipe 2).

Untuk mewujudkan Ballistic dengan tampilan bodi menyerupai tiupan angin, DMAS dan tim Ballistic hanya memakai sasis dari Subaru itu. Untuk penguat tambahan yang sekaligus berfungsi sebagai tulang bodi, disematkan 3 jenis besi, yakni besi siku, besi gepeng, dan besi pipa. Masing-masing besi tulang disesuaikan bentuk dan penempatannya.

Besi siku penguat sisi kulit bodi dan besi gepeng berukuran 1,2 mm untuk bagian bodi yang menghadap ke atas, sedangkan besi pipa berfungsi sebagai pilar A dan B sampai ke belakang. Adapun dek dibuat dari bahan aluminium 1,2 mm dengan penempatannya direndahkan 3-5 cm di bawah kopel bawaan. Ini jelas berpengaruh pula pada posisi duduk dan ketinggian atap.

Sementara itu, untuk bodi keseluruhan mengandalkan bahan fiberglass yang diproses melalui percetakan clay dan diakhiri pelapisan dempul yang tipis. Trus, untuk membentuk alur angin di masing-masing sisi, agar serupa, menggunakan cermin. Ini agar ada patokan untuk titik tarikan nut di salah satu sisinya.

Desain wing dibuat dua tingkat agar buritan terlihat mengisi. Lantaran bentuk panel bodi merunduk, kaca depan tak bisa dipakai. Sebagai gantinya, itu dibikin dari bahan akrilik setebal 4 mm dengan menggunakan gergaji dan heat gun untuk memotong dan membentuknya. Supaya seperti tampilan kaca beneran, bagian pinggir dikasih lis terbuat dari fiberglass dan dicat hitam.

Menariknya, untuk membuka dan menutup mulai dari kap mesin, atap, hingga bagian belakang mengandalkan konstruksi yang tidak biasa. Ketiganya dibantu beberapa trigger perantara yang dilengkapi dengan bearing.

Single seater
Masuk ke interior, kesan kental mobil balap Le Mans tampak dari konsep tempat duduk tunggal (single seater). Karena posisi kursi di tengah, mau tak mau setir (dipilih model pesawat) dan dasbor (dilapisi suede) dirancang ulang. Instrumen dan tombol-tombol yang dipakai benar-benar berfungsi dan sesuai dengan estetika sport car. Penempatannya disebar di antara dasbor, kokpit, dan kolong dasbor.

Keunikan dari mobil ini, konsep totalitasnya lewat rangkaian kelistrikan yang dinamakan Cellular Security System. Artinya, untuk menghidupkan mesin bisa dilakukan dari jarak jauh menggunakan metode pemanggilnya via ponsel. "Cara kerjanya dengan mengubah pola panggilan dering yang datang. Jadi, arus yang menggerakkan motor strater," ujar Made Darmawan, sang perakit.

Untuk menggerakkan motor starter secara teratur digunakan bantuan computer CT2 autolock. Perangkat ini tinggal disesuaikan waktu kerjanya sampai menyentuh titik picu agar mesin hidup sempurna.


*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:49 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/02/191748p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/02/192240p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/02/191946p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/02/192137p.jpg

Mau dimodifikasi ekstrem, bodi Toyota Alphard mungkin tidak menghasilkan ubahan yang signifikan. Kebetulan, sampai saat ini belum ada yang merombak "sadis" bodi, terkecuali interior seperti yang dilakukan oleh Farid Amri dari Makassar terhadap MPV dari Jepang miliknya itu.

Namun sebelum melirik ke ruang dalam, yang perlu dicermati adalah keempat rodanya yang menganut model celup. Wiraswasta bidang kontraktor ini menyematkan tren modifikasi terkini, yaitu suspensi udara. "Selain bisa bergaya celup, masih nyaman dikendarai. Sudah begitu, tren suspensi udara seakan enggak ada matinya," bilang bapak dua putri kembar ini.

Untuk mengaplikasi aspek keindahan dan kenyamanan itu, velg replika Venerdi Zwinger 20 x 8,5 inci ber-offset 38 mm dikombinasi dengan satu set suspensi udara merek Universal Air tipe Combo 1 yang dilengkapi double compressor.

Pemasangan cukup praktis. Untuk bagian depan tinggal lepas per asli diganti dengan suspensi udara model strut tipe Aerosport yang dirancang khusus untuk kendaraan berbobot 1,5 ton. Sementara itu, suspensi belakang, berjenis independent, juga tinggal lepas per dan ganti suspensi udara model bellow bags dari tipe Airhouse 2 yang punya ketebalan lebih dari 6,8 inci dibanding Airhouse 1.

Untuk menyematkan kedua balon tadi mesti dibuatkan dudukan baru atas-bawah melalui pelat besi setebal 6 mm. "Cuma yang belakang enggak dilas mati, tapi dengan baut 21," jelas Aan, punggawa Menara Motor.

Kenyamanan dan ketangguhan suspensi bolt on yang instalasinya cuma butuh sehari sudah dirasakan Farid. Di ruas tol di Kota Angin Mamiri itu, ia sempat melarikan Alphard sampai 120 km/jam. "Sehari-hari setting-an saya taruh di angka 80 Psi untuk depan dan 60 Psi belakang supaya masih tetap enak dilihat dan mantap saat diajak beradu dengan jalan keriting," bilang Farid.

Lantas seperti apa interiornya?
Di sini Farid menyerahkan tugas penggarapan kepada Auto Kraft (AK). Iswanto Chandra, pemilik AK, tak mau keliru menampilkan prinsip sebuah kabin mewah. Jok belakang dilepas dan perannya diganti oleh jok tengah yang mempunyai model captain seat dan didesain ulang meniru model 'sofa' ala D.A.D Garson kerut yang dibalut MBTech Camaro hitam. Untuk menonjolkan efek kerut, ketebalan busa ditambah 3 cm. Selain itu, dibikin juga sandaran kaki.

Penataan fitur-fitur pelengkap pada tema kabin "Living Room" perlu kejelian agar tidak sempit. Gaya minimalis dengan menyembunyikan beberapa fitur pelengkap bisa menjadi nilai plus, terutama di sektor interior.

Contohnya, kreasi dari Sound Gallery dalam menyiasati ketidaktersediaan tempat di bagasi ketika akan menaruh power dan capasitor bank. Karena ruang bagasi sudah penuh dengan kompresor, instalatur Sound Gallery, Suyanto, coba putar otak untuk menempatkan power. Solusinya, power diletakkan di bawah kompresor.

"Kalau ditaruh begitu saja kurang menarik, akhirnya sekalian dibikin motorize keluar-masuk biar tampak keren juga," jelas Suyanto. Agar keberadaan TV plasma selebar 32 inci tidak terlalu menggangu suasana kabin, dibuatlah dudukan motorize turun-naik untuk menyembunyikan saat tidak dipakai.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:51 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/18/145521p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/18/145742p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/18/145926p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/18/150128p.jpg

Porsche Carrera 911 Cabriolet, sedan sport mewah yang punya cita rasa tinggi. Tak usah dimodifikasi pun, tampilannya sudah sangat eksklusif sekalipun tahun pembuatannya 2000, seperti milik seorang pria asal Pulau Dewata (namanya enggan disebutkan) dan kini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.

Namun sama si pemilik, kendaraan asal Jerman ini dipoles lagi, terutama pada bagian bodi. Bisa ditebak, modifikasinya paling model bolt on. Beli yang baru untuk dirusak, sedangkan yang asli disimpan. Namun ternyata, banyak ubahan dan pernik-pernik dahsyat yang melekat di badan mobil.

Bukan itu saja. Edannya, Roy dari rumah modifikasi KJ Auto Fashion, yang mendapat kepercayaan dari pemilik, berani melakukan pemotongan pada bodi aslinya. Porsche pula. Kalau itu mobil-mobil Jepang atau Korea, mungkin oke lah.

Nah, pernik-pernik yang disebut adalah body kit Porsche GT2 dan wide body asli dari Porsche Turbo. Ubahan paling mencolok tampak pada bagian belakang yang kelewat lebar lantaran pemakaian velg 20 inci dengan lebar tapak 12 inci, sedangkan lebar tapak yang depan 9 inci.

Pemakaian velg lebar bukan mau gaya, tetapi untuk meneruskan power output yang dihasilkan mesin berkapasitas 3.600 cc.

Pemilik sengaja memesan velg HRE Monoblok memang untuk mengejar superlebar. Sebenarnya, rim dengan kode HRE-P40-997-WB ini untuk Porsche 997 model wide body; dan menurut pabriknya, velg ini dibuat untuk meminimalkan goyangan akibat per shockbreaker yang terlalu empuk dan gaya inersia yang diakibatkan rotasi.

Dari karya Roy, yang paling mencolok tampak pada bagian belakang. Desain bodi gembung diambil dari model Porsche Turbo yang memang punya buritan lebar. Untuk mendapatkan desain dan dimensi yang pas, fender belakang asli Carrera 911 dipotong secara horizontal dan hanya menyisakan bagian atas.

Fender asli Porsche Turbo juga dipotong dan hanya diambil bagian yang menggembung saja hingga ke bawah. Setelah itu, kedua-duanya disatukan dan inilah bagian tersulit karena Roy harus menyatukan keduanya dengan presisi. Melenceng sedikit, fatal akibatnya.

Tak heran kalau fender Porsche Turbo harus bolak-balik dipotong ulang. Setelah berhasil disatukan dengan las, ternyata velg dan ban masih nongol ke luar. Dimensi fender Porsche Turbo, yang sudah terpaut 10 sentimeter dari fender aslinya, masih kurang lebar. Terpaksa, fender ditarik lagi agar lebih keluar 1,5 sentimeter," jelas Roy.

Perubahan ini berdampak ke bumper belakang karena sekarang dimensi bodi belakang jadi melar akibat bumper dipotong pada bagian kanan dan kiri, lalu ditambah daging dengan fiberglass sepanjang 5 sentimeter.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:53 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/10/142209p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/10/142540p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/10/142705p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/10/142900p.jpg

Melihat sosoknya, Toyota FJ Cruiser lebih pantas disebut "Baby Hummer". Penjulukan ini karena dimensinya lebih besar dari generasi sebelumnya, yakni FJ40 yang diproduksi 1960-an. Kendaraan jenis serbaguna ini baru diproduksi 2006 dan uniknya bukan oleh Toyota, melainkan oleh pabrik Hino Motors di Hamura, Jepang.

Sebelum masuk ke sektor modifikasi, enggak ada salahnya dibahas anatomi dulu. Dimulai dari mesin, FJ Cruiser mengusung dapur pacu yang sama dengan Tacoma dan 4Runner, berkode IGR-FE DOHC V6 VVT-i berkapasitas 4.000 cc. Tenaganya 239 dk terbilang mumpuni.

Dengan volume dapur pacu dan tenaga yang besar, tentu butuh bahan bakar beroktan tinggi. Boleh percaya boleh tidak, mobil ini justru menenggak premium yang beroktan rendah. Kelebihan ini karena konstruksi mesin yang mengusung nilai daya kompresi rendah yang ada di bawah 10.

Untuk bodi, FJ Cruiser memiliki desain konstruksi pintu yang unik dengan model 2 + 2 yang saling berhadapan. Maksudnya, untuk pintu penumpang belakang dibuka dari tengah, tapi terlebih dulu harus membuka pintu depan. Modelnya seperti suicide doors.

Serat karbon
Bagian yang mana saja dimodifikasi dari FJ Cruiser ini? Gaya modifikasinya dual character dan sangat impresif. Menurut si empunya (enggan disebut namanya), dalam mendandani mobil, ia terinspirasi semangat off-road, tapi sedikit dikombinasi gaya SUV.

Makanya, keempat kaki-kaki mobil menggunakan velg berdiameter besar dengan corak yang menutup. Pemilihan ini sangat mempengaruhi styling, apalagi setelah dipasang over fender yang bukan tipe smooth, tapi bergaya "keras" yang dibaut dan permukaan tidak dicat.

Tutup sepatbor ini bukan bikinan lokal. Tony Dharmawan, selaku komandan modifikasi dari Matari memesan langsung dari negeri Paman Sam.

Karena temanya "off-road", bumper depan dari bahan plastik disingkirkan. Penggantinya diaplikasikan bull bar yang langsung pasang (bolt on) diikat dengan 12 baut ke sasis. Pada peranti penahan benturan ini diletakkan winch seri CE XD9000 pada dudukannya yang sudah dirancang untuk alat penarik itu.

Kebetulan pada bagian atas atap sudah terpasang roof rack, dimanfaatkan sebagai pegangan lampu light bar model oval sebanyak 4 buah dari Hella. Selain berfungsi menembus kabut, itu juga berfungsi kala menerabas hutan belantara.

FJ Cruiser ini tidak melulu diajak ke hutan, malah lebih banyak jalan di dalam kota. Nuansa itu oleh si pemilik disentuh pada gril dan bukaan pintu. Pada bagian tersebut dibalut sentuhan karbon melalui proses hydroprinting agar mendapatkan carbon look. Cara seperti ini tergolong murah, biayanya Rp 500.000 hingga Rp 1,2 juta.


*kompasOTO*

KiNGzZzZ
02-28-2009, 01:37 PM
widihhh buju buset,,,,mantap2 mobil'y

jupiter
03-01-2009, 11:06 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/27/1932435p.jpghttp://www.kompas.com/data/photo/2009/02/27/1937342p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/27/1938399p.jpg

Siapa sangka, Plymouth Belvedere Coupe buatan 1955 yang tadinya teronggok di tengah sawah bisa jadi mulus kembali. Amerika sebagai negara pembuat sedan dua pintu ini harus berterima kasih sama Fajar Prabowo karena telah melestarikannya. Dengan modal puluhan juta dan pengerjaannya cukup lama, pantas jika tampilannya jadi mulus.

"Waktu teman bilang ada mobil dua pintu di BSD, gue langsung meluncur ke lokasi dan ternyata .... Belvedere coupe. Tanpa basa-basi langsung bawa pulang," kenang Jarek, sapaan karib Fajar yang menemukan mobilnya di tengah sawah di Tangerang.

Pilar dipotong
Keputusan Jarek mengambil Belvedere lantaran kondisinya yang sudah hancur berantakan, sehingga lebih enak dimodifikasi dengan opsi full customize ketimbang dikembalikan ke Masanya (Restorasi). Maka Jarek dan adiknya, Gebyar Prakoso secara perlahan membangun sedan eks konferensi Asia-Afrika di Bandung bergaya Lead Sled.

Pengerjaannya memakan waktu sampai dua tahun. Biaya yang dikeluarkan untuk mengubah atap 'kate' sampai sekitar Rp80 jutaan. Dari jumlah anggaran itu, pengeluaran terbesar untuk urusan bodi dan mesin. "Plymouth pertama yang dibuat Chopped-top dan bergaya Lead Sled," bangga mahasiswa bisnis advertising IMAGO ini.

Atap dibikin landai karena mengikuti buritan yang menjadi titik penting. Langkah awal dengnan pemotongnan pilar A dan C yang diukur 25 cm dari atas. Setelah terlepas, posisi atap diputar 180 derajat, sehingga atap depan bertemu pilar C dan atap belakang bersatu dengan pilar A. Supaya kelandaiannya begitu kentara, sudut pilar A dan C diturunkan lagi.

Tulang pintu, terutama bagian atas yang terpotong dibentuk mengikuti lekukan atap. Bahkan sudutnya dibikin dua kali lantaran menurut majalah Classic America di Jepang tidak ada sudut yang lancip.

Selain pintu, lampu belakang juga dibenahi mengikuti atap dan tutup bagasi yang landai. Sirip belakang juga ikut dibenahi. Trus, lubang tutup bensin ditutup dan dibuat yang baru di kompartemen bagasi. Hanya nut bodi dipertahankan agar aura Plymouth tidak hilang.

Ganti mesin
Karena lama teronggok di sawah, mesin tak bisa dipakai lagi karena karat dan korosi menempel mati di setiap sudut dapur pacu V8 tersebut.Sebagai gantinya, Jarek memilih Chevy 350 small block 5.700 cc. Dapur pacu buatan 1987 ini tak dibiarkan mendekam di ruang mesin ala kadarnya.

Langkahnya, meningkatkan performa dengan dimodifikasi stage II yang diserahi kepada mekanik Ade Botak. Semua sistem penggerak di mesin, mulai dari piston berikut setang sampai noken AS menggunakan merek Summit Racing. Untuk mencapai kecepatan 200 km/jam pun dicapai dengan cepat.

Untuk menyuplai bensin ke mesin super sangar itu, Jarek memilih karburator Edelbrock 600 Cfm yang dikalibrasi dengnan camshaft bikinan CraneCams berdurasi 280 derajat. Tujuannya, selain bahan bakar mengikuti kemauan mesin, camshfat racing ini jadi pengnatur debit bensin dan udara masuk dan keluar. Sehingga power yang dihasilkan bisa dahsyat.

KompasOTO

jupiter
03-01-2009, 11:08 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/28/065608p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/28/071639p.jpg

Modifikasi gaya Amerika sudah diperkenalkan lewat pameran SEMA Show beberapa waktu lalu. Ada Toyota Yaris yang ganti bodi jadi single seater. Lainnya, lebih mengarah ke model sport. Intinya, modif di Negeri Paman Sam boleh dibilang masih kalah berani sama Indonesia.

Sekarang, mari kita menjenguk modif di Perth, Australia. Kendaraan yang ditampilkan ini Lexus IS250 dan pemiliknya Siew Han Yun berasal dari Indonesia. "Awalnya gue pengen BMW 335Ci atau Nissan 350Z, tapi bokap enggak kasih mobil dua pintu," ungkap cowok yang akrab disapa Han ini.

Modif yang dianut Han beraliran daily use. Jadi, dapur pacu dan interior dibiarkan standar. Seperti tampak pada gambar, keempat roda mengusung velg Fabulous Various MB 5 berdiameter 20 inci dengan lebar 9,5 inci. Semua roda dibalut Falken 452 berprofil 235/35.

Yang bikin tampilan sedan jenis luxury cars atau compact executive cars ini jadi manis lantaran permainan offset-nya sehingga mengecoh visualisasi. Kendati dengan offset 46 mm di depan dan 24 mm di belakang, walau lebarnya rata, bisa mengejar tampilan velg belakang menjadi lebih keren.

Oleh karena itu, velg berkelir black polish ini memiliki profil yang tidak biasa, face 2 pada bagian depan, dan face 3 di belakang. "Velg ini masih jarang yang pakai dan sangat cocok dengan Lexus IS250," bangga pria kelahiran Sarawak, Malaysia, 1989 ini.

Untuk suspensi, Han mengadopsi coilover tein agar mudah mengatur jarak antara fender dan velg. Lantaran kondisi jalan di Perth mulus, setelan coilover berada di posisi paling rendah. "Setiap hari pakai yang paling ceper, tidak pernah dinaikkan," ujar Han.

Bagaimana dengan bodi? Sangat janggal VIP car ini tanpa sentuhan body kit. Versi asli dari odd on Ings sangat mudah dipasang. Agar matching dengan bodi, dipasang ekor itik (duck tail). Keuntungan lain, ground clearance yang 9 cm masih sesuai standar peraturan di Perth yang tidak terkena yellow defect sticker (ditilang).

Agar ada warna lain dari sentuhan modifikasi, Han memberi kelir pada bagian atap sehingga terkesan panoramic roof. Aplikasi cat hitam pada bagian bumper belakang, tepatnya di atas knalpot. Tujuannya mencegah agar bumper tidak menguning.

Untuk mengubah tampilan Lexus, Han menghabiskan dana tidak sedikit. Urusan body kit, ia harus merogoh kocek sebesar Rp 15 juta sampai Rp 18,7 juta. Untuk biaya kerja, seperti pemasangan sekalian pengecetan bumper dikenakan Rp 7,5 juta sampai Rp 11,2 juta. Biaya terendah ongkos penggantian suspensi yaitu Rp 2,4 juta hingga Rp 2,6 juta. /*kompasOTO*

jupiter
03-01-2009, 11:10 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053208p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053405p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053618p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053811p.jpg

Dari modifikasi ekstrem, Willy Cahyadi ingin beralih ke JDM (Japan Domestic Market). Mau tak mau Honda Prelude 1996 yang dipunyai harus berganti baju. Yang semula mengobrak-abrik mobil, kali ini semangatnya melibas jalanan metropolitan. Beruntung modifikasi sebelumnya menganut sistem kondom. "Biar fresh dan nggak bosan," katanya.

Sesuai alirannya, JDM yang wajib bisa dipakai harian, pembenahan dimulai dari bodi dengan mengusung produk Mugen. penggunakan peranti aerodinamika setinggi 8 cm ditujukan agar konsep modifikasi tidak melenceng dari JDM.

Tengok kap mesinnya. Willy tengah gandrung dengan model amuse (tuner yang berhuruf kecil) seharga Rp 6,5 juta. Pantas memang, karena motifnya saja sudah sangar, dilapisi serat karbon. Di sisi kiri dan kanan terdapat kisi-kisi angin untuk mendinginkan dapur pacu. Kap mesin bikinan amuse ini sudah dipakai pada Honda S2000 dan Nissan Skyline.

Kemudian lirik bibir bumper depan, juga bercorak serat karbon. Penambahan ini untuk menyelaraskan dengan side skirt standar yang tetap dipertahankan karena desainnya dinilai bisa mengimbangi.

Bumper depan dan belakang bekas modifikasi ekstrem dari bahan fiberglass dilepas dan kembali memakai standarnya. Untuk depan, pembuatan body kit dilakukan agar tampak harmonis.

Selain bumper dan bibir bumper depan, kesan JDM tampak pada velg. Merek Volk Racing Forged 18 inci yang dipilih dikeliri hitam. Aura kalau mobil ini bertenaga kencang dengan dikasih warna merah pada bibirnya. Diperekuat dengan sosok knalpot A'PEXI berdiameter 12 cm, bikin tongkrongan sedan dua kupe (dua pintu ini) kian gahar.

Willy tak ingin mobilnya sebuah sosok kamuflase. Jadi, tampilan yang sangar tapi tenaga loyo. Maka, dapur pacupun ikut disentuhnya. Di antaranya, kruk as dibalancing agar putaran mesin stabil. Kemudian saluran intake dan exhaust di porting dan polish agar saluran masuk bahan bakar dan gas buang lebih lancar. Lalu, sudut klep dibubut agar kompresi lebih padat serta reduksi bobot flywheel sekitar 0,5 kg agar putaran mesin lebih ringan.

Hasilnya, tenaga Prelude jadi galak. "Memang belum di dyno, tapi kenaiukannya sekitar 30% dibanding sebelumnya," bangga Willy. *kompasOTO*

jupiter
03-01-2009, 11:11 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/27/160158p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/27/161149p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/27/160623p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/27/161036p.jpg

Mahalnya body kit bikinan Mugen dan Modula tak harus sampai menunda hasrat Anda untuk memodifikasi Honda Jazz RS 2008. Lihat sedan hatchback - yang baru di launching tahun ini - milik Odry, patut diacungi jempol. Modifikasi hampir di semua sektor eksterior dan interior. Hasilnya, rapi jali.

Seperti bumper, Odry tidak minder tanpa diganti dengan punya Mugen atau Modula. Ia mempercayakan desain bumper standar dengan sedikit hiasan lampu kabut (fog lamp). Trus, pemasangannya, tinggal dibaut ke permukaan bumper dan sangat pas dengan kontur bumper RS yang memiliki talang ganda.

Coba perhatikan dari depan, visualisasinya hampir serupa dengan rancangan bumper Mugen RS. Dengan memakai yang standar, penghematkan lumayan banyak karena bikinan Mugen RS berkisar Rp 2 juta per-piece-nya.

Yang bikin tongkrongan mobil jadi sangar, adanya nuansa karbon pada bodi yang berkelir putih. Seperti pada kap mesin dan sayap belakang. Walau replika, pemilihan perangkatnya yang berkualitas. Lagi-lagi penghematan bertambah, tanpa mengurangi bobot modifikasi.

Permainan motif karbon masih menjalar ke interior. Kebetulan Honda Kelapa Gading menawarkan paket dengan harga Rp 4 jutaan, menjadikan Honda Jazz RS 2008 ini kental dengan aura racing. Ditambah, ujung knalpot sudah diubah dengan moncong yang lebih besar.

Soal tenaga, memang Odry belum menyentuh secara maksimal. Baru mengandalkan Dastek Unichip tipe Q+, yang sudah terbukti beberapa kali terpasang di Jazz generasi kedua ini. Dengan mengusung E4 Mark. Dastek diklaim mampi menjabani mesin baru yang mendukung regulasi pembatasan,emiosi Euro4.

Menariknya, ada empat (4) settingan yang disesuaikan dengan jenis bahan bakar. Masing-masing dimulai dari Pertamax Plus Sport, Pertamax Plus, Pertamax Sport dan Pertamax. Trus, untuk bahan bakar yang mengandung sport mempunyai modul timing pengapian yang diatur agak signifikan untuk mendapatkan tenaga yang l;ebih baik dari standarnya.

Dan ketika dijajal, settingan diatur pada modul Pertamax Plus Sport. Tenaganya, sangat signifikan terasaa dari putaran bawah. Karakter drive-by-wire yang dikenal lemot, telah berkurang. Tak Cuma itu, ketika melakukan kick down tiba-tiba dan sedikit mengentak, tenaga mesin masih presisi memutar lingkar roda. (Rudy)

SPESIFIKASI:
Velg Volk Racing TE37 17x7,5 inci + cat time attack series, ban Yokohama S.Drive 205/45R17, lug nut Rays Engineering, per RS*R, kap mesin karbon replika, wing replika Mugen, emblem wing Mugen, cover fog lamp Modulo, fog lamp OEM, bohlam lampu depan NGA 6.000 K, bohlam fog lamp NGA 6.000 K, stop lamp OEM Honda Fit, muffler Kakimoto Racing, talang air Modulo, door handle back plate karbon Modulo, door sill plate, antena replika Spoon, piggyback Dastek Unichip Type Q+, klakson Hella, jok Recaro SR5, pedal set Sparco, interior + setir lapis karbon OEM, head unit Kenwood DDX8032BT, 2 set speaker Flux MC260, speaker tengah Kenwood KSC510 CTR, 2 sub Krone 10 inci, power monoblok MTX Thunder TC-6001, power Thunder 4 kanal TC-6004, cap bank Brax 1 F, TV tuner M2V, modul GPS Kenwood KNA G430, rear camera Kenwood.

*kompasOTO*

kentoon
03-02-2009, 03:07 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053208p.jpg
ini tahun keluaran lama ya bro???tapi kliatan masih mulus...

dytho_666
03-02-2009, 09:45 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/053208p.jpg
ini tahun keluaran lama ya bro???tapi kliatan masih mulus...

honda prelude 4th gen (1992-1996)
gak taw tuh yg d foto kluaran taon brapa.

jupiter
03-10-2009, 01:50 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/10/0334199p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/10/0335354p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/10/0337068p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/10/0338349p.jpg

Mobil berbodi gambot tidak selalu identik sama mesin bertenaga besar dengan karakter delapan silinder berkonfigurasi V. Contohnya, Chrysler Valiant Charger 1973 oleh sang pemilik Widitya Prayudi, dapur pacunya dibiarkan sesuai aslinya. Konsentrasinya lebih pada mendandani, baik eksterior maupun interiornya.

Terlebih pabrikan mainan die cast Jada Toys bikin versi Muscle Machine atau Hot Wheels yang sudah merombak bodi sedan gambot itu tampil menjadi lebih cantik, tanpa kehilangnan macho. Didit pun terinspirasi untuk mendandani Valiant Charger produksi Australia itu ke gaya Amerika.

Seperti bagian depan yang klasik dengan lampu bulat diubah sama sekali. Apron depan dirancang ulang berikut detail fendernya. Konsepnya mengarah ke Dodge Charger bikinan 1968 dengan bentuk bilah gril dari bahan pelat menutupi seluruh apron. Termasuk lampu utama yang tersembunyi di balik gril dan sistemnya retractable. Sehingga tampilan menjadi lebih sporty.

"Untuk lampunya saya pakai punya Holden, lalu ditutupi pelat yang bisa bergerak naik turun dengan bantuan power window," jelas Didit. Efek bodi rebah dan polos, dibantu kehadiran dua lampu kabut serta 'kumis' dari pelat.

Selain depan, bodi samping dan belakang ikut disentuh. Seperti panel samping dekat kaca samping segotiga turut ditutup dengan bahan pelat. Trus, lekukan seksi di buritan sedan fastback ini, cukup banyak yang dimodifikasi. Di antaranya, bagian lampu mika yang sengaja dibuat custom.

"Aslinya saya simpan, bentuk lekukannya kurang sangar, maka gantinya dari lampu Suzuki Jimny," papar pemilik bengkel Automedic. Bumper besi mengikuti lekukan lampu mika aslinya. "Sedikit dipapas bagian samping, dibuat tegak dan langsung nempel dengan bodi supaya tambah ganas,"lanjut Didit.

Didit juga merombak sisi interior yang tidak sedikit. Tengok dasbornya, yang asli tinggal bagian atasnya. Sedang bagian tengnah sampai ke bawah diganti dengan pelat galvanis, agar terlihat polos dan menyatu setelah tombol-tombol lampu, wiper dan jok elektrik dibuat dalam satu konsol diletakkan di tengah.

Jok dipakai bekas punya Audi didapat dari kampakan. Bisa disetel naik-turun secara elektrik yang dilaspis bahan semi-kulit berikut door trim. Kemudian, tuas transmisi matik yang semula berada di konsol tengah, dipindahkan ke kolom setir sebelah kanan yang mekanismenya diubah dengan sistem kawat siling.

jupiter
03-12-2009, 09:02 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1116291p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1117474p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1118491p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1119586p.jpg

KOMPAS.com — Coba perhatikan betul, ada yang menarik dari tampilan Chevrolet Deluxe ini. Umumnya, sedan-sedan bikinan Amerika yang sudah dimodifikasi aliran hotrod atau lowrider diperkuat dengan gold plating atau krom-isasi.

Di sini, keunikan diperlihatkan Ignatius 'Binky' Hendra pada Chevy Deluxe 1954 miliknya. Kelir mobil yang hitam dibikin dof karena ingin menonjolkan efek tembaga pada panel bawaan pabrik.

Sekujur body part pada classic car yang sebelumnya terbalut krom oleh Binky diberi sentuhan sepuhan tembaga. Mulai dari gril, bumper, dan lis bodi sampai bibir velg. Prosesnya diserahkan kepada rekannya di Cahaya Berlian di Joglo, Jakarta Barat.

Pengerjaannya, menurut Linda, tembaga sama krom sama saja, "Hanya prosedurnya yang agak berbeda. Jika proses krom biasa, tembaga itu ada di urutan tengah sebelum finishing krom terakhir. Kalau untuk proses tembaga ini, setelah lapisan krom kedua lalu terakhir tembaga lagi," jelas Linda, owner Cahaya berlian.

Jadi, proses krom biasa itu tetap ada tembaganya, cuma untuk mempertebal dan mengilapkan hasil akhir saja. Sementara itu, untuk proses yang dimaksud lapis tembaga menjadi proses yang terakhir, alias finishing. Bisa cuma selapis saja, tetapi hasil tidak mengilap atau tidak maksimal.

Untuk interior, Binky hanya melapis ulang jok dan door trim dengan bahan kulit sintetis berwarna hitam agar terlihat orisinal. Sistem pendinginan dan audio yang terpasang dilepas. "Gue mau nih mobil kayak bawaan dari 'Amrik'-nya," bilang Binky.

Kaki-kaki, seperti per depan, dipotong dan yang belakang dipres. Adapun velg dicomot dari velg kaleng Mercedes-Benz berdiameter 15 inci yang diperbaiki lagi. "Biar ada efek celongnya dan jadi lebih merapat ke bibir sepatbor," papar Binky yang mendapat inspirasi dari kesehariannya bergumul dengan H-D custom. *

jupiter
03-13-2009, 12:34 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1805173p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1808405p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1810045p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/12/1811012p.jpg

KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), ATPM Suzuki di Indonesia, hari ini meluncurkan APV versi mewah dengan perubahan utama pada eksterior. Varian baru ini diberi nama “Luxury”, merupakan peningkatan dari versi paling top dari APV Arena, yaitu SGX.

Menurut Endro Nugroho, Direktur Pemasaran PT SIS, keputusan untuk memasarkan APV Luxury karena cukup banyak permintaan konsumen terhadap APV modifikasi khusus yang dipamerkan pada “The Indonesia International Motor Show” (IIMS) tahun lalu. APV mewah hasil modifikasi itu merupakan hasil karya AutoSpot di bawah pimpinan Edwin Adjisatryo.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com – juga sudah menulis APV modifikasi tersebut – hanya sebagian kecil dari konsep modifikasi AutoSpot yang diaplikasikan pada Luxury. Hal itu bisa dimaklumi karena ada beberapa aspek yang tidak bisa diaplikasi pada produk massal dan pertimbangan lainnya, yaitu harga.

“Kalau pakai konsep yang dipamerkan pastikan mahal. Biaya modifikasi saja Rp 100 juta. Karena itu, setelah dipelajari, versi sekarang yang kita pasarkan,” jelas Endro Nugroho.

Fitur khusus APV Luxury adalah gril radiator, bumper depan dan lampu kabut. Wajah minivan ini pun mirip dengan van mewah Toyota Alphard.

Luxury mengunakan gril dengan garis-garis lebih banyak dan rapat. Permukaan gril tetap dilapisi krom. Tambahan lain adalah side body moulding yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan Arena. Di samping itu, juga dilengkapi dengan side skirt. Perbedaan lainnnya adalah motif dan ukuran pelek serta ban yang digunakan.

Untuk pelek digunakan alloy dengan dua pilihan, 15 dan 17 inci. Juga ada perbedaan pada ban yang digunakan. Untuk Luxury dengan pelek 15 inci, ukuran ban yang digunakan adalah 195/65R15. Sedangkan untuk pelek 17 inci, ban yang digunakan 215/50R17.

Belakang & Interior
Di belakang, spoiler atasnya menggunakan desain baru dengan ukuran lebih besar. Tambahan lainnya “muffler extension” dan sensor parkir dan mundur. Alasan Suzuki menambahkan perlengkapan yang disebutkan terakhir, untuk memudahkan pemilik memarkirkan kendaraannya.

Untu interior tidak ada perubahan. Hanya ada penambahan fitur, yaitu alarm dan Keyless Entry atau tidak perlu menggunakan kunci manual untuk membuka pintu.

Untuk jok, bagian tengah menggunakan model “captain seat“ atau model “split”. Setiap jok, baik di depan, tengah dan belakang, dilengkapi dengan penahan kepala (headrest) dan tatakan tangan (armrest). Jok tengah bisa digeser. Sedangkan sandarannya dapat diatur kemiringannya.

Untuk transmisi, ditawarkan manual dan otomatik dengan perbedaan harga Rp 11 juta. Mesin tak ada perubahan, yaitu 1,5 liter, DOHC, distributorless, sistem injeksi multipoint yang menghasilkan tenaga 105 PS @6.000 rpm dan torsi 125 Nm @3.000 rpm.

jupiter
03-17-2009, 03:14 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/17/0753455p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/17/0755226p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/17/0756437p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/17/0752045p.jpg

KOMPAS.com - Tongkrongan Honda S2000 tergolong biasa.Usianya pun masuk 9 tahun, boleh dibilang termasuk tua untuk kategori mobil. Tapi, siapa sangka kalau sedan kupe (dua pintu) ini salah satu yang tercepat di Asia dengan settingan paling agresif. Begitu klaim Lester Wong, tuner rumah modifikasi Garage R asal Singapura.

Pantas, karena tenaga mesinnya mencapai 320 hp. Lonjakan power yang dahsyat lantaran 95% dari jumlah dana modifikasi, tersedot untuk urusan mesin. Sebagai gambaran saja, untguk cat bodi yang indy yellow pearl denngan 2-3 lapis, Chris Purnama, sang pemilik mobil merogoh kocek Rp15 juta. Sedang velg satu set18 inci buatan Volk Racing TE37 Top Secret Editon, ia harus menebus sebesar Rp35 juta.

Bisa kebayangkan biaya modifikasi dapur pacunya. Untuk proyek peningkatan kemampuan mesin yang lansiran TODA. "Paling ortodoks dan reliable, kemudian punya factory dan bagian R&D sendiri yang didukung kinerja mekanikel antarpart yang oke," papar Chris.

Untuk mendapat tenaga yang besar, opsi pertama stroke up 2.2 liter. Di antaranya konstruksi piston diganti dengan punya Dome yang lebih tinggi, sehingga membuat pemampatan kompresi jadi lebih besar angkanya. meski angkanya enggak disebutkan karena rahasia dapur.

Dengan begitu, kemampuan putaran mesin pun otomatis ditingkatkan dengan mengaplikasi high power VTEC camshaft berdurasi lift in 295 derajat (13,0 mm) dan ex 290 derajat (12,0 mm). Hal ini menuntut kinerja yang presisi antar part terhubung, salah satunya menempatkan conrod I-Beam bikinan pabrik yang sama. Alasannya, bisa memberi reduksi getaran piston sekalipun di rev sampai 11.000 rpm.

Selain jeroan mesin, meningkatnya tenaga juga berkat adanya penggantian sistem manajemen mesin HKS F-Con V Pro jadi pilihan dengan berbagai permakluman saat pemasangan karena dibutuhkan harness yang senada dengan sistem bawaan AP1. Plus penambahan map selector, 3 bar map sensor dan air temperature sensor berkuran 140 derajat. "Jadi bisa di atur setingan sesuai oktan besin yang dipakai," bilang henry Vonda, punggawa UFO-GR.

Pada konsol tengah terpasang pro start button yang berfungsi mengaktifkan lunch control (TC) dan traction control (TC). Cukup menekan satu kali untuk mengaktifkan LC dan tekan dua kali untuk TC. "Kalau udah dua-duanya diaktifin, mobil gue langsung bisa ngebut tanpa gejala spin," bangga Chris.

Soal tampilan mobil yang standar, "Gue emang maunya kelihatan standar. Tapi bisa ngasepin yang coba-coba tes di tol," tantang Chris.

jupiter
03-19-2009, 01:05 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/19/0655329p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/19/0657334p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/19/0659478p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/19/0700536p.jpg


KOMPAS.com - Christian Purnama, pemilik Honda S2000 bila jumpa Mazda RX-7 hitam harus waspada. Sampai saja Mr X , sang pemilik yang enggan disebut namanya, mengeluarkan "Gagak Hitam" yang banyak tidur di garasi untuk memenuhi tantangan Chris, bisa seru. Jangan-jangan, justru si Kuning yang diasapi.

Sebab dari segi tenaga, Mazda bikinan 2002 ini menyimpan tenaga 456 dk. Kelebihan sampai 180 dk dari standarnya. Sementara si penantang hanya 320 dk. Lonjakan itu setelah dapur pacu standar Rotary 13B-REW (2x650= 1.300 cc) dijejali komponen performan bikinan HKS.

Suara khas Turbo
Bagian dari mesin yang dimodifikasi, di antaranya frontmount intercooler diaplikasi dari HKS. Selain turut meningkatkan tenaga yang dihasilkan dari rumah keong (turbo) berspek sequential twin turbocharger, juga efisiensi didapat. Kemudian untuk mencegah pembuangan gas buang dari turbo saat pedal gas diangkat, ditambah blow off valve (BOV).

Selain untuk mencegah, sistem pemasangannya yang bypass valve aftermarket, tak lain menjaga keawetan turbo. Asyiknya, tekanan udara yang dimuntahkan BOV mengeluarkan suara desahan khas turbo. Buuueeshhh...buuueeshh.

Banyak lagi komponen mesin yang diganti dengan HKS. Seperti air intake Super Mega Flow beserta sistem exhaust muffler Hi Power. Kemudian Intake udara Super Mega Flow yang punya diameter permukaan filter udara 30% lebih besar dari dari standar didandani dengnan elemen filter warna limited sunset orange yang punya sistem 2 layer wet.

Sementara HKS Hi Power yang didesain untuk mesin turbo menawarkan spek pipa stainless SUS304 yang punya desain diameter pipa 75 mm dan diameter lubang muffler 120 mm. Fungsinya untuk mengoptimalisaikan kelancaran saluran pembuangan agar respon tekanan boost menengah yang lebih baik.

Belum puas dengan penambahan komponen performan, Mr X memasang komputer A'PEXi Power FC yang punya khas sistem stand alone. Kelebihannya bisa mengdongkrak tenaga mesin yang sudah dijejali produk HKS mencapai 456 dk.

Brembo Competition
Walah, dengan tenaga sebesar itu, apa sedan kupe itu bisa berhenti? Mr X sadar betul kalau rem standar pasti tidak mumpuni. Makanya, bagian depan diganti dengan Brembo Competition yang kalipernya lebih besar. Dan untuk deselerasi tentu lebih baik. Sementara rem belakang yang sudah disc brake hanya dimodifikasi dengan sistem cross drilled.

Untuk meredam goncangan dan meminimalasasikan body roll, sistem suspensi diganti dengan HKS Hiper Max yang desainnya monotube. Diklaim sang pembuat (HKS) jauh lebih bagus dari sistem twin tube konvensional.Konstruksinya terdiri silinder tunggal yang terbagi atas ruang untuk oli serta gas yang tak menyatu. Sehingga desain piston jadi lebih besar.

Dengan ubahan di dua sektor itu, manuver di tikungan jadi lebih yakin setelah keempat roda dipakai velg 19x (8,5+9,5) inci yang bercorak 3-piece bibir stelip. Velg yang dipilih SSR model Professor MSI yang konsepnya bergaya oldskool racing.

Mudah-mudah si "Gagak Hitam" ini bisa ketuemu di jalan tol sama Honda S2000. Pengin tahu siapa yang menang.

jupiter
03-25-2009, 01:03 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/25/0424488p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/25/0426496p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/25/0427565p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/25/0429025p.jpg

KOMPAS.com - Ferrari dimodifikasi! Yup, itulah yang dilakukan sang pemilik Mr. M - namanya minta enggak usah disebut - yang asal Surabaya itu. Bayangkan, bodinya sampai ada yang di bor segala.

Ferrari yang dimodif ini tipe 360 Modena tahun produksi 2003. Enggak usah dimodifikasi saja, tampilan sedan kuda berjingkrak ini sudah mengundang kagum. Selain desainnya bercita rasa tinggi, sedan sport bikinan pabrik Italia ini terhitung dengan jari di Indonesia.

Mr.M sangat mencintai dunia modifikasi. Ia berani menyerahkan si Merah ke rumah modifikasi KJ Auto Fashion lantaran sudah pernah menjajal sebelumnya. Cuma bukan dengan Ferrari, tapi Porsche Carrera 911 hitam yang pernah ditampilkan di Kompas.com tahun lalu.

Dari sentuhan tangan terampil Adi dan Roy, pemilik KJ Auto Fashion, Mr M merasa puas dengan tampilan Porsche. Baik dari segi kualitas, detail dan kerapian. "Kini giliran Ferrarinya," bangga Roy.

Coba tebak, bagian yang mana telah digarap Roy dan Adi? Tak banyak, sih. Hanya menambah lips spoiler dan sayap belakang dari bahan fiberglass. Pasti ada yang beranggapan, "Ah itu sih pekerjaan gampang!"

Betul sekali, kalau obyeknya sedan biasa. Ini Ferrari dan prosesnya di luar kelaziman ilmu modifikasi. Biasanya, diawali dari membuat master yang dimal di bumper asli yang akan dijadikan matras. Setelah master selesai dibuat kopinya. Di sini bedannya, Roy menggunakan kopi dari master untuk dijadikan lips spoiler dan masternya disimpan. "Tentu akan lebih rapi dan rinngan karena lebih tipis. Tapi tidak mengorbakan kekuatannya," papar Roy.

Untuk pemasangannya, tak cuma di lem tapi diperkuat lagi dengan dua sekrup. Jadi, bumper asli dan spoiler di bor. Tujuannya, ketika terjadi benturan, lips spoiler tetap kokoh alias tidak lepas.

Sementara pengerjaan sayap belakang dibikin lebih tebal. Karena, posisinya berada di atas ruang mesin dan harus tahan terhadap suhu panas yang berlebihan. Makanya, porsi lem silikon lebih banyak. Namun Mr.M akan mengganti lips spoiler dan wing belakang dengan bahan serat karbon.

Selain sayap, Mr.M juga mengganti velg buatan Fabulous yang memang punyak spek untuk kuda jingkrak. Keempat roda dipasang Detonatore Mesh 20 inci berikut dop berlambang kuda jingrak yang diimpor langsung dari Jepang. Bibir velg celong yang krom semakin menguatkan aroma racing.

jupiter
04-01-2009, 12:18 PM
Hummer H3 Dengan Velg Terbesar, Justru Bukan Di Jakarta


http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/31/1707551p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/31/1709123p.jpg


http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/31/1707053p.jpg

KOMPAS.com - Pernahkah jumpa Hummer H3 pakai ban 26 inci di Jakarta? Atau mungkin di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Makassar atau Medan. Kalaupun ada, juga menggunakan yang 24 inci dan itu sudah tergolong besar.

Anda pasti tidak menyangka kalau di kota Palu, Sulawesi Tengah, ada Hummer H3 dengan keempat roda pakai velg 26 inci. Bahkan mobilnya sendiri tahun produksi 2009. lebih tidak percaya lagi, pemiliknya Nendra Haddado berusia 22 tahun. selain anak seorang pengusaha, ia menjabat sebagai bendahara HIPMI cabang Palu.

Nendra teropsesi pakai velg 26 inci, di kotanya yang terkenal denngan makanan Kaledo sedang terjadi persaingan aplikasi velg besar. Uniknya, rim merek Revolution Lace di kolong Hummer yang dipesan dari Amerika memiliki blank PCD. maksudnya, belum disediakan lubang bautnya.

Wibowo Santoso, bos Permaisuri Ban menegaskan, pabrikan sangat menjamin tidak hub retak atau pecah kala dibuat lubang. Dan untuk Hummer milik Nendra ini PCDnya didapat 6x139,7 dengnan offset 35 mm. Harga velg itu, Rp135 juta.

Tampilan velg kian manis dengan jari-jari. meski sebenarnya bukan jari-jari dan punya kelebihan yang memiliki 5 tampilan berbeda. Caranya, dengan menyusun bilah-bilah sesuai selera. Dan kalau mau lebih kreatif, bilah-bilah dikasih warna.

Untuk mesin Vortec di Hummer, tenaga standar 220 hp dirasa sudah cukup. Interior pun tak ada yang diusik.

jupiter
04-03-2009, 01:48 PM
Audi TT Quattro Berbodi Italia

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/03/0547182p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/03/0550384p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/03/0552291p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/03/0554063p.jpg

KOMPAS.com - Yang namanya kepuasan tak ada habisnya. Bayangkan, tampilan Audi TT sangat kental mencerminkan gaya sport dan tenaga kencang. Dibekali mesin inline 2.000 cc FSI dengan tenaga 200 dk mampu digebar sampai 300 km/jam merupakan bukti.

Tapi oleh si pemiliknya yang minta dirahasikan namanya, sedan kupe buatan Jerman itu masih ingin dimodifikasi lagi. Dapur pacu yang sebenarnya sudah lebih dari cukup, masih "dipoles" lagi. Terutama bagian air induction saja karena untuk tenaga sudah mumpuni.

Standar air induction diganti punya Gruppe M dari K&N. Tujuannya, untuk menjaga nafas mesin agar terisi terus. dan itu terasa saat diajak jalan dikeramaian lalu lintas.

Fokus utama Mr R, si pemilik mobil lebih kepada bagian bodi. Uniknya, komponen yang dipilih buatan Italia. "Sebetulnya untuk pilihan body kit buat Audi TT banyak. Namun dipilihnya Caractere RS dari Italia karena garis tegas yang tercipta sangat sesuai dengan Mr.R," komentar Arie dari rumah modifikasi Performance di Jakarta Selatan.

Untuk mendatangkan body kit Caractere dari Italia, berikut pemasangannya dibutuhkan waktu satu bulan. "Pemasangannya sendiri cuma satu minggu dan itu sudah termasuk pengecatan," bilang Arie. Cepatnya pemasangan lantaran bracketnya sama dengan kode sasis Audi TT (8J).

Kendati sudah terpasang, Mr.R masih belum puas. Solusinya, Arie menambah sayap belakang dan side body molding dengan bahan karbon agar mirip Audi R8. Untuk spoiler belakang, sistem elektrik tetap dipertahankan, hanya tingginya dinaikkan mencapai 15 cm. makanya, saat melesat dengan kecepatan 140 km/jam, secara otomatis custom carbon spoiler ini dapat naik-turun.

untuk side molding yang agak di belakang mengikuti lekukan bagian pintu belakang dan pilar B dengan menggunakan bahan karbon. Bentuknya sedikit lebih menggelembung agar lebih berotor.

jupiter
04-20-2009, 05:26 PM
Nissan Fairlady yang Kalem, tapi Galak

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/20/0854428p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/20/0858142p.jpg

KOMPAS.com — Nissan Fairlady 350Z tergolong sedan sport coupe yang kencang. Kemudian, Fairlady ini bukan sembarangan lantaran mengusung transmisi manual 6 speed, sesuatu yang menjadi salah satu pembeda. Namun, Adhi Abel Wisesa merasa kurang puas dengan sport car Jepang itu. Anggaran sebesar hampir Rp 120 juta dikeluarkan untuk memenuhi hasrat salah satu biang modifikasi "nyeleneh" di Ibu Kota ini.

Ebel—demikian Adhi biasa dipanggil—mendongkrak tenaga Nissan bikinan 2003 itu menjadi lebih kencang namun street use. "Selain itu, 350Z standarnya sudah berjubah Veilside," tegas pria kelahiran 28 September 1988 ini.

Namun, dengan Veilside yang beraura sporty dan racing tidak membuat pemilik rumah modifikasi Wisesa Motorsport itu nyaman. Body yang gembung susah diajak ngebut. Tak pelak, bodi asli digusur oleh body kit Wald seharga Rp 25 juta yang lebih kalem dengan garis-garis dinamis mengesankan sport car luxury,
kecuali kap mesin menggunakan Varis yang mempunyai lubang 'insang' atau air scoop untuk mencirikan besutan kencang. Diperkuat dengan aksen carbon di permukaannya semakin mengentalkan kesan racing.

Badan pesawat terbang
Untuk mesin, tenaga sebesar 285 dk dinilai Ebel cukup kencang. Ia hanya memperkuat kopling. Supaya pertukaran transmisi lebih presisi, mulai dari per kopling hingga dekrup dipercayakan pada Ogura. Efeknya, injakan pedal kopling lebih ringan dan kuat lantaran materialnya menggunakan bahan karbon.

Sistem gas buang disentuh agar tenaga mesin VQ35DE lebih spontan. Pipa knalpot stainles dari Fujitsubo punya andil besar untuk mendapatkan tenaga di putaran bawah. "Untuk proyek berikutnya, ECU harus diganti punya NISMO," target Ebel.

Sebagai seorang pebalap, Ebel tahu persis kalau bobot kendaraan memengaruhi tenaga. Makanya, keempat roda disematkan velg Volk Racing TE37 asal Jepang yang amat ringan dan tahan banting. Harganya Rp 40 juta dan special edition dengan bahan forged monoblock yang juga diaplikasikan ke badan pesawat terbang. Beratnya enggak beda jauh dengan bayi, sekitar 3,6 kg.

Yang sedikit mengagetkan Ebel adalah saat mengganti setir standar dengan model racing buatan Sparco. Ternyata enggak bisa sembarangan, khususnya yang bertransmisi manual. Ketika diganti dengan setir aftermarket, sinyal ECU tambah 'ngaco'. "Cek engine menyala terus. Jadi, selain harus ganti semua sistem komputer, setirnya juga harus semerek dengan ECU," jelas Ebel.

kentoon
04-20-2009, 08:31 PM
http://inilah.com/data/berita/foto/99709.jpg
Jakarta - Acara One Groovy Day (OGD) bersama Toyota yaris yang digelar PT Toyota Astra Motor (TAM) Kamis (16/4) di Jakarta benar-benar memberikan sensasi jiwa muda yang dinamis serta penuh dengan kebersamaan dan keceriaan.


Acara tes drive unik yang digelar oleh TAM sejak pagi hari dengan mengambil start di Parkir Timur Senayan itu sengaja dibuat agar para peserta (wartawan) penasaran.


“Rutenya? Nanti kan ada clue(petunjuk)-nya. Yang jelas groovy banget deh,” ujar Marketing Public Relation PT TAM Rouli Sijabat.


Saat pembagian tim, INILAH.COM berada di tim Yaris 3 bersama rekan-rekan dari tabloid Otomotif dan majalah Hai. Sebanyak 10 unit mobil New Yaris disiapkan oleh panitia dan setiap mobilnya diisi rata-rata 3-4 jurnalis. Setiap tim diberikan kamera digital dan sebuah breifcase yang berisi satu unit ponsel, alat pengukur tekanan ban, sejumlah uang di dalam amplop, voucher belanja bistro NanoNine House, dua lembar kertas kosong, sebuah pulpen, dan peta lokasi-lokasi pemberhentian yang tidak dicantumkan alamatnya.


Setelah OGD dibuka oleh Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto dan briefing singkat mengenai peraturan dan cara bermain OGD oleh pihak panita, sekitar 40 jurnalis dari berbagai media masa langsung digiring menuju area Slalom Track. Sekitar 10 menit, para jurnalis menikmati aksi slalom oleh dua peslalom tim TTI (Toyota Team Indonesia) menggunakan New Toyota Yaris.


Usai menikmati Slalom, para jurnalis kemudian diberi kesempatan untuk melewati berbagai cone yang disediakan oleh panitia di Slalom Track untuk merasakan radius putar New Yaris sekitar 4,5 meter tersebut di berbagai tikungan dan pastinya jiwa kawula muda yang penuh dengan tantangan.


Para jurnalis kemudian diajak untuk mengeksplor jati diri mereka dengan mengambil gambar New Yaris di sekitar area Senayan. Kesepuluh unit New Yaris kontan berhamburan ke sekitar Senayan untuk mengambil posisi terbaik, background terbaik, dan tentu saja pose yang groovy abis demi sebuah kamera digital yang dijanjikan panitia untuk hasil jepretan terbaik.


“Disini saja, ya.. Backgroundnya lebih menarik karena New Yaris kan memang dibuat untuk kaum muda di perkotaan,” ujar jurnalis tabloid Otomotif, Rio, sambil menunjuk gedung-gedung di kawasan Sudirman, Jakarta.


Usai menyerahkan hasil jepretan kepada pihak panitia, para peserta kemudian memasukkan compact disc (CD) OGD ke sistem Audio yang ada di dashboard New Yaris untuk mendapatkan petunjuk pemberhentian pertama.


Petunjuk dari CD tersebut kemudian membawa kami menuju stasiun pemberhentian bahan bakar umum (SPBU) di bilangan Kuningan, Jakarta.


Dengan melewati rute Senayan-Sudirman-Casablanca-Kuningan sambil mendengarkan lagu hit Yovie and Nuno berjudul Belahan Jiwa yang sering diputar di berbagai radio di tanah air, kebisingan suara klakson dan mesin-mesin mobil pun tidak terdengar di dalam kabin New Yaris berwarna silver.


New yaris yang hanya mendapatkan bahan bakar setengah kapasitas tangki kemudian diisi dengan Bio Pertamax sampai penuh dengan menggunakan uang yang ada di dalam amplop.


New Yaris juga dapat diisi dengan bahan bakar Bio-Ethanol (E20) ini sehingga ramah lingkungan dan irit. Usai mengisi bahan bakar, New yaris kemudian dicek tekanan bannya menggunakan alat pengukur tekanan ban. Ketika keempat ban menunjukkan tekanan sekitar 35-38 psi, kami kemudian meluncur ke bilangan Tebet untuk berbelanja pakaian di Nanonine House.


Usai mendengarkan lagu hit Anggun berjudul Crazy, kami pun langsung masuk ke dalam Nanonine House untuk berbelanja pakaian menggunakan voucher yang sudah disediakan.


Beberapa model kemudian membantu untuk mendandani alias makeover tim Yaris 3.


Sambil memilih baju yang cocok serta aksesoris yang gaul dan groovy kami pun bercanda ria bersama tim Yaris lainnya yang sudah ada di dalam bistro tersebut.


Di Nanonine House, jiwa anak muda yang selalu ingin tampil fashionable dan up to date jadi kunci mendapatkan poin meraih kemenangan. Usai diabadikan oleh tim panita dengan pakaian kami yang Groovy, kami pun kembali ke sibuknya jalanan ibukota menuju pemberhentian selanjutnya.

kentoon
04-20-2009, 08:36 PM
http://inilah.com/data/berita/foto/85524.jpg
Kuala Lumpur - Meski ini bukan versi facelift, Honda setidaknya sudah mempercantik penampilan Honda Stream dengan fitur-fitur menarik yang terdapat di mobil MPV ini.


Stream kali ini dinamai Honda Stream RSZ. Dari namanya saja mudah ditebak bahwa bodykit Honda Stream ini menggunakan RSZ yang hanya dibeli melalui importir umum di Malaysia.


Bodykit yang dilengkapi dengan sepasang lampu kabut (front foglamps), Stream RSZ juga menjadi lebih sporty dengan balutan velg 17 inci yang sangat cocok dengan bodykit.


Fitur High Intensity Discharge headlamp yang mampu menyala secara otomatis ketika mendeteksi asap atau kabut di depan mobil membuat Stream RSZ juga lebih canggih.


Stream RSZ dibandrol 155.980 ringgit atau sekitar Rp 550 juta lengkap dengan asuransi kehilangan sedangkan harga aslinya on the road 149.800 ringgit atau sekitar Rp 449 juta tidak termasuk asuransi. Ada perbedaan sekitar 6.000 ringgit atau sekitar Rp 18 juta dengan harga Honda Stream standar.


Stream RSZ tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Premium White Pearl, Crystal Black Pearl, Polished Metal Metallic, dan New Red Pearl. RSZ Stream akan tersedia di dealer-dealer di Malaysia mulai 26 Februari mendatang.

kentoon
04-20-2009, 08:39 PM
http://inilah.com/data/berita/foto/72447.jpg
TAK banyak memang kaum hawa yang hobi mengutak-atik kendaraannya. Namun bila sudah 'jatuh cinta' memodifikasi, wanita akan mendandaninya tak kalah dengan wajahnya, lebih detail, rapih dan cantik. Mungkin itulah gambaran dari seorang Andrieska Sheila Sakti yang mengusung konsep elegan pada Honda Jazz i-DSI 2005 miliknya.


Wanita muda yang akrab disapa Deska ini cukup banyak melakukan modifikasi pada eksterior, interior, kaki-kaki hingga sistem audionya. “Jazz yang sangat laku membuat saya sejak awal jatuh hati pada Jazz, saya ingin membuat Jazz ini tampak berbeda dengan kebanyakan,” ujar Deska.


Warna merah mencolok hasil laburan cat Dupont Candy Red pada Jazz Deska memang sedikit menyilaukan mata, namun itulah yang diperlukan untuk menarik perhatian orang memandang, terutama saat kontes modifikasi berlangsung. Mahasiswi Universitas Trisaksi ini juga memberi sentuhan pada tubuh Jazz dengan memberinya body kit, headlamp eyelid seperti milik Odyssey hingga atap panoramic yang menakjubkan dari Webasto.


Urusan kaki-kaki Deska juga tidak mau kompromi. Dipilih velg Jepang lansiran BBS LM-R versi limited edition yang dijamin sangat langka di Indonesia berdiameter 19x8.5 di depan dan 19x9.5 di bekalang. Velg tersebut dibalut ban Nankang berukuran 215/35ZR19 di depan dan 225/35ZR19 di belakang. Guna menambah kesan ceper, suspensi adjustable dari Koni berhasil membuat Jazz lebih elegan skaligus sporty.


Pandangan wanita yang identik dengan kelembutan, ditampik Deska dengan menyajikan perangkat turbo kit HKS pada dapur pacunya. “Saya memang tidak suka kebut-kebutan tapi dengan mesin turbo kit HKS yang menempel pada mesin i-DSI Jazz jadi terlihat lebih gahar,” imbuhnya.


Masuk kedalam kabin, Deska memadukan nuansa sportif, eleganitas, dan fitur audio menakjubkan. Jok kulit berwarna merah dan lingkar kemudi DAD terbuat dari karbon merefleksikan gaya racing yang kuat. Aura tersebut dipadukan dengan dashboard menggunakan bahan suede warna hitam yang lembut dan atap yang juga menggunakan suede namun berwarna merah mengesankan kemewahan.


Namun ada yang unik didalam interior Jazz yakni monitor TV berukuran mini yang disebar di beberapa bagian kabin. “Lucu aja pasang monitor kecil-kecil di pilar A, pilar B, atap, dan konsol tengah. Monitor berukuran 3,5 inci ini juga harus dipesan ke Jepang karena di Indonesia tidak ada,” jelas Deska. Monitor kecil yang total berjumlah 8 unit diimbangi dengan monitor 7 inci sebanyak 4 buah yang terletak pada head unit Pioneer AVX P7650DVD dan sisanya di bagasi.


Guna memenuhi kebutuhan pemanja telinga, Deska menjejali bagasi dan kabinnya dengan piranti audio sistem lansiran Hart yang meliputi power, capasitor bank, subwoofer, speaker, dan tweeter. Dengan penataan yang rapih dan berkelas, bagasi Jazz terlihat futuristik yang mengeluarkan alunan nada musik bersih dan berkualitas aliran Jazz kesukaan Deska.


Saking sayangnya pada Jazz miliknya, Deska hanya menggunakannya saat kontes modifikasi berlangsung. Untuk keseharian melakukan aktivitas kuliah, Deska menggunakan kendaraan lain, meskipun Jazz miliknya sangat layak digunakan sehari-hari.


Dengan perubahan signifikan tersebut, tak heran pemilik Jazz bernomor polisi B 110 DS tersebut, kerap mendapat penghargaan dari berbagai kontes modifikasi seperti Jazz Tuning Contest tahun 2007 yang diadakan ATPM Honda Prospect Motor.

jupiter
04-21-2009, 03:18 PM
Wow! Mercedes Pakai Velg Seharga Sedan Proton Saga

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/14/1042278p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/14/1043486p.jpg

Dari segi tampilan, Mercedes-Benz E200 ini layaknya mobil standar. Meski body kit AMG sudah menempel seperti bumper depan. Kemudian pada bagian belakang, ada penambahan sayap mungil dan ujung knalpot kiri dan kanan yang ganda.

Lantas, apa yang menarik dari mobil Jerman produksi 2003 ini? Coba perhatikan keempat roda, menggunakan velg Forgiato Parlaro. Lalu, sekalian lirik ke sistem penghenti lajunya, sudah tidak standar.

Satu set rim Parlaro itu seharga dengan sedan Proton Saga dari Malaysia yang baru di-launching Maret lalu. Kresna, sang pemilik Mercedes, menebusnya 9.500 dollar AS (dikalikan Rp 12.000) atau Rp 114.000.000. Pertimbangan memilih velg Parlaro, "Dulu gue pernah ikut kontes modifikasi, tapi kalah untuk ngedapetin gelar The Best Rims," sesal Kres—sapaan karib Kresna—yang dengan velg baru siap berkompetisi.

Desain velg Forgiato Parlaro ini terbilang unik. Konsepnya, perpaduan bulan sabit dan palang besar membentuk center hub sebagai pemegang baut roda. Diklaim memiliki titik poin keseimbangan dan kekuatan yang sama dengan model velg konvensional berkonstruksi 3-pieces forged.

Boleh jadi, Parlaro disebut sebagai velg revolusioner yang canggih dan terwujud dengan sempurna. Bayangkan, minim pegangan, namun bisa bersinergi dengan kekuatan dan keseimbangan mobil. Kebetulan velg ini punya ukuran untuk E-Klasse yaitu 5/112 dengan pemesanan 3 bulan.

Finishing yang dipilih satin black, meski juga tersedia flat black/satin silver center with chrome lip, flat red/flat black center with flat black lip, dan chrome/black.

Dengan velg canggih, Kresna membenamkan Brembo 8 pot ke roda depan. "Ukuran disk-nya sekitar 380 milimeter," bilang Ferry Soehary, punggawa Concept Motorsport yang mendandani mobilnya. Pengerjaannya sangat gampang, kebetulan Brembo menyiapkan perangkat penghenti laju berspek plug and play.

jupiter
04-23-2009, 09:35 PM
Interior Gran Max Jadi Ruang Kerja yang Mewah

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/23/1534274p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/23/1538236p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/23/1535504p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/23/1540151p.jpg

Kebanyakan orang memodifikasi kendaraannya, selain ingin tampil beda, juga untuk memenuhi hasratnya. Makanya, mereka rela merogoh kocek cukup besar yang jumlahnya terkadang melebihi harga mobilnya.

Beda dengan Yohanes Satriya Hendrata. Pria asal Surabaya, Jawa Timur, ini punya Daihatsu Gran Max. Eksterior dipertahankan standar, tapi coba melongok ke dalam. Bangku tengah dan belakang dipangkas dan disulap jadi ruang kerja berjalan, lengkap dengan laci peralatan.

Yohanes berprofesi sebagai spesialis perbaikian dan pembuatan kunci, dari model sederhana sampai immobilizer. Dengan Daihatsu Gran Max 2008, konsumen tak perlu jalan jauh-jauh untuk memperbaiki atau bikin anak kunci.

Singapura
Ide bikin bengkel berjalan didapat ketika pelesir ke Singapura. Dia melihat ada mobil yang diberi peralatan kerja bengkel. Kebetulan, inovasi mobil lengkap dengan peralatan kerja masih jarang. Dengan aplikasi ini, diyakini, pergerakan usaha perbaikan kunci di berbagai daerah menjadi lebih mudah.

Untuk menghadirkan perangkat kerja di interior Daihatsu, diawali dengan pembuatan perangkat yang diset dengan matang. Materialnya menggunakan bahan kayu MDF 1,2 mm yang dilapis vinyl. Dengan demikian, ruang kabin tertata dengan rapi, di samping juga memberi rasa aman saat mobil masih berjalan.

Contohnya, susunan laci. "Dibuat lebih seret. Kalau pengin buka, mesti ditarik kuat-kuat," papar Yohanes. Sengaja dibikin seret lantaran pada ujung laci dilapisi vinyl sehingga, kala mobil jalan, enggak ada masalah.

Dengan adanya alat potong kunci di kendaraan, pengerjaan kunci imobilizer yang tadinya bisa berjam-jam, kini, kata Yohanes, hanya butuh satu jam. Terpenting lagi, customer di berbagai pelosok di Surabaya, katanya, enggak perlu pusing harus pergi jauh membuat kunci duplikat. Bisa duduk manis di rumah.

Untuk pembuatan duplikat immobilizer harus mensinkronisasikan data pada kunci dan mobil. Dibutuhkan alat khusus yang dinamakan synchronize immobilizer yang membaca data pada kunci. Setelah itu baru dimasukkan ke ECU sehingga sesuai dengan kunci.

"Sebenarnya enggak lama, lebih makan waktu bikin anak kunci," sebut pria 30 tahun ini. Biaya pembuatan kunci duplikat immobilizer berkisar Rp 1,5 juta. lebih mahal, katanya, kalau harus bikin baru lantaran hilang dikenakan biaya sekitar Rp 10 juta. Biayanya bisa semahal itu karena butuh deteksi lama untuk mencari data.

jupiter
05-05-2009, 01:11 PM
Nissan Skyline Besutan Anak SMP

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/04/1456447p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/04/1448167p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/04/1454283p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/04/1455409p.jpg

KOMPAS.com — Di rubrik Modifikasi pernah kami tampilkan Al Ghazy Nicola, bocah 11 tahun yang punya motor modifikasi. Hasilnya, ya memang tidak ekstrem karena masih hasil sentuhan dari sang modifikator.

Beda sama Kyle de Silva, anak ekspatriat asal Sri Lanka berusia 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP ini. Ia punya pengetahuan tentang mendongkrak tenaga mobil dengan sangat ngelotok. Termasuk untuk mesin powerfull RB26DETT dari Nissan GT-R miliknya, meski terbilang belum seberapa hardcore.

Silakan longok mesinnya, perubahan yang dilakukan merupakan keinginan dan masukan darinya. Seperti aplikasi intercooler HKS, blow valve HKS beserta exhaust system karena ia ingin mendapatkan torsi yang sudah dirasakan dari bawah. Plus, seperangkat kampas kopling Nismo dengan spesifikasi racing.

Enggak cuma itu, beberapa pernik pendukung juga disematkannya, seperti oil catch tank ARC, oil cooler HKS, oil filter A'PEX1, radiator plate ARC, busi HKS, dan variable boost control HKS.

Pertimbangan Kyle tidak mau meng-upgrade total mesin, "Standarnya saja sudah kencang. Sementara ini dulu sebab saya belum punya SIM untuk bawa kebut-kebutan di jalanan," selorohnya.

Kenapa yang dipilih Nissan Skyline? "Dari dulu saya sudah suka Skyline. Bodinya bagus dan kencang," paparnya. Mulanya, ia tidak begitu percaya kalau modifikasi sederhana ini bisa berangsur cepat hanya mengandalkan opsi sederhana. Ternyata, asumsinya meleset. Begitu mobil jalan bisa langsung ketahuan dari pedal kopling yang keras diinjaknya.

Pada impresi perdana di putaran bawah, mesin belum menunjukkan gelaja sangarnya. Karakter aslinya mencuat kala pedal gas mulai diinjak secara bertahap dan diiringi meningkatnya jarum putaran mesin (RPM) serta kecepatan.

Sayang, pendeknya trek belum bisa membuktikan kemampuan maksimal mesin GT-R dan deselerasi pun dijabani dengan mantap berkat dukungan rem dari Brembo, bawaan dari GT-R. Semua modifikasi ini sudah cukup buat dirinya.

Mesin dipermak, tidak afdol kalau eksterior tak disentuh. Guna memperkuat karakter, Kyle coba memadukan dua desain yang berbeda. Seperti bumper, depan memakai lansiran NISMO, dan untuk belakang serta samping diperkuat dengan model "Do-Luck".

"Semua disesuaikan dengan penampilannya. Kalau yang depan cocok sama modelnya NISMO, dan buat yang samping dan belakang lebih cocok pakai Do-Luck," ujar Kyle yang belum begitu fasih berbahasa Indonesia.

jupiter
06-16-2009, 05:21 PM
Honda S2000 Dirombak Konsep VeilSide

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/07/0742415p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/07/0748342p.jpg

KOMPAS.com - Sulit memang membendung hasrat atau kehendak yang sudah menggelora. Seperti dialami Dimas Putro Nugroho dari Surabaya, Jawa Timur, ini. Dirinya tertarik berat sama Mazda RX-7 Veilside Fortune bodi lebar yang dikendarai Hans dalam film The Fast & The Furious; Tokyo Drift. Karena, sedan coupe itu paling keren.

Sampai akhirnya, ia membayang Honda S2000 produksi 2001 miliknya coba diubah seperti RX-7. Paling tidak ada bagian yang mencerminkannya. Maka Dimas pun menunjuk Edward dari E Body Work berlokasi di Gayung Sari, Surabaya menggarapnya.

"Letak kesulitan ada pada penyesuaian kontur mobil," jelas Edward. Untuk mendapatkan kemiripan, konsep wide body untuk S2000 itu dilakukan dengan melebarkan bodi sekitar 8 sentimeter ke kiri dan ke kanan. Trus, fanel fender bodi dibungkus dengan fiberglass. Sedang untuk fender dan pintu belakang menyatu bodi bawaan, dengan mengggunakan double tape dan lem khusus fiberglass.

Untuk pengecatan, supaya mendekati kesamaan dengan RX-7, Edward memilih memilih orannye Lamborghini Gallardo yang dicampur dengnan diamond Pearl dari Spies Hecker. Sistem pengecatan 3-layer - pertama putih, kemudian oranye, dan dilapis Diamond Pearl - dengan trik yang sama antar-layer supaya tidak belang.

Supaya tampilan senada dengan bodi, block head mesin berikut camshaft, klep dan per ganti punya Spoon. Dapur pacu, kata Dimas sudah di porting polish. Katanya lagi, block head itu mempu mengakomodir kenaikan putaran mesin sampai 10.000 rpm, juga karena pemakaian camshaft bedrdurasi tinggi. Sedang porting ditujukan agar memiliki kemampuan optimal mendistrobusikan pemakaian bahan bakar yang disesuaikan dengan spek mesin yang kemampauannya sudah naik.

"Sekarang enak diajak drifting," bangga Dimas. Namun ia ingin melepas mobil ini, untuk kemudian menggantikannya dengnan Honda NSX.

jupiter
06-16-2009, 05:24 PM
Racing Style Mazda3 dari Surabaya

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/16/0549482p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/16/0551174p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/16/0553591p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/16/0555337p.jpg

KOMPAS.com - Roy Sutedja bukan ingin tampil beda ketika memodifikasi Mazda3 miliknya, meski sampai saat ini belum banyak bahkan malah mungkin belum ada yang melakukan dengan jenis kendaraan sama. Pria asal Surabaya, Jawa Timur, ini tampil dengan gaya racing yang mewah.

Penuhnya stiker pada sekujur 'tubuh' sudah menyiratkan kuat aura racing. Bodi standar sedan hatchback yang sudah berubah jadi gembung itu digarap dua bengkel di Malang dan Surabaya dengan nama yang sama, Pro'Mobile.

Seperti over fender dan sepatbor yang terinspirasi dari Subaru GRB hatchback dengan sobekan 'fender fin'yang merangsang libido kecepatan. Tak cuma itu, kap mesin dan roof spoiler berkarbon karya Lutfi, pentolan Pro'Mobile sangat sempurna. Dipadu dengan detail-detail karbon fiber pada spion, pilar A-B-C dan kap mesin.

Makin lengkap persyaratan racing look dengan detail dari Mazdaspeed. Seperti pilar A-B-C yang seksi terurai dari adaptasi urat-urat kabron fiber. Kemudian lampu stop di spoiler belakang dari mika bening yang dibungkus custom spoiler. Beralih ke interior, tata suara audio dirancang sesuai dengan tema modifikasi yang bergaya racing.

Aura racing kian kental ketika mobil melesat. Dari balik kap mesin terdengar desahan yang bikin telinga bereaksi. Sumber desahan itu berasal dari rumah keong (turbo) GReddy TD-05-20G yang mendorong tenaga dapur pacu MZR 2.000 cc.

Kendati belum di dyno, standar tenaga mesin 144 dk diyakini kini telah terdongkrak menjadi 200 dk. Barangkali ada yang kurang percaya lantaran detailnya tak diceritakan.

Baiklah. Untuk rumah keong copotan dari Mitsubishi Lancer Evo IX. Karena posisi header dekat firewall depan (dekat pengemudi), maka perlu pipa yang didesain khusus agar saluran udara dari front mount intercooler GReddy bisa optimal.

Karena jeroan mesin sama sekali belum di up-grade, maka tekanan turbo disesuaikan. Menurut Mario, pentolan Pro'Mobile Surabaya tekanan trubo dikasih 0,6 bar.

jupiter
06-16-2009, 05:28 PM
Honda Jazz VTEC Berani Menantang Sedan Hatchback Lainnya


http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/11/1543046p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/11/1545426p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/11/1549213p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/11/1550484p.jpg

KOMPAS.com — Yang punya Honda Jazz atau All New Honda Jazz sudah dimodifikasi berat mesinnya, boleh menjajalnya dengan Honda Jazz VTEC 2007 yang satu ini. Kap mesin, plus detail bodi yang carbon full, bukan sekadar gaya. Sedan hatchback ini memang punya tenaga sangat gahar.

Bahkan, Si Hitam ini punya sebutan lain 'Speed Breaker". Bisa begitu lantaran modifikasi yang dilakukan tim Rosella boleh dibilang sempurna, mulai dari mesin hingga detailnya. Begitu ucap Ryan, Chief Engineering Rosella yang menggunakan peranti best of the best.

Seperti mesin, untuk meningkatkan performa, Ryan menjatuhkan pilihan pada HKS. Sekalipun internal dapur pacu dibiarkan standar, tetapi untuk melesat sampai 200 km/jam dicapai dengan mudah. Sebabnya, rumah turbo HKS T25 diberi boost 0,4 bar. Bisa lebih kencang lagi jika electronic valve controller (EVC) atau boost controller dinaikkan menjadi 0,5 bar.

Cuma mengandalkan turbo aja. Untuk Jazz ini, Ryan juga mengoptimalkan pada sistem gas buang. "Sistem exhaust harus yang optimal dalam melepas gas buang dari turbo," ujarnya. Penambahan center pipe exhaust HKS berbahan stainless steel yang ditandem dengan muffler J's Racing membuat aliran tenaga enggak putus di putaran menengah sampai atas.

Untuk mengantisipasi turbo pecah, sistem pendinginan dioptimalkan dengan memakai intercooler dari HKS berikut pipa-pipanya. Dengan begitu, mesin menerima suplai udara yang lebih dingin dan trubo lebih awet karena efek lancarnya udara dari inlet turbo. Selain itu, suhu mesin juga tidak alpa dikoreksi.

Selain turbo, mesin pun perlu dijaga. Mencegah dapur pacu tidak jebol, oil cooler masih mengandalkan bikinan HKS, termasuk juga ATF cooler kit agar suhu di transmisi matik tidak naik. Masih ada lagi, yakni air filter dari HKS, kecuali boks tambahan dibikin sendiri dari aluminium yang diselimuti karbon.

Sayangnya, kendaraan yang sudah diberi turbo kit HKS ini punya kelemahan pada sistem transmisi matik. Suhu mesin, kata Ryan, jadi gampang panas karena putaran mesin menjadi lebih berat saat kitiran mesin di bawah. Saat digenjot powerfull, mesin kerap over heat. Beruntung, mesin tidak jebol, hanya radiator—kebetulan pakai yang standar—rusak dan pecah.

Solusinya, radiator racing buatan Koyo Racing yang ditandem dengan super electric fan dari Billion. Hasilnya, mesin yang mempunyai performa sampai 180 dk itu jadi optimal.

jupiter
06-16-2009, 05:33 PM
Duplikat Sempurna Mitsubishi Lancer Evo X di Pontianak

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0856118p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0859323p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0901179p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0903195p.jpg

KOMPAS.com - Kalau Anda tidak meneliti dengan cermat, apalagi tidak mengenal cirinya, sudah pasti tertipu habis ketika melihat Mitsubishi Lancer Evo X ini. Begitu detailnya Willy Cahyadi menggarap Mitsubishi Lancer EX GT 2009 menjadi Lancer Evo X, sedan sport kebanggaan andalan pabrikan mobil Jepang berlambang tiga berlian itu, hanya untuk memenuhi keinginan pemilik mobil, Edi Hartono.

Pengubahan bentuk dari EX ke Evo X, menurut Edi modifnya belum pernah ada di daerah kelahirannya (Pontianak, red). "Biar beda, gue bukan sekadar konversi ke Evo X biasa, tapi lebih ke arah tuner," ungkap Willy, sang pemodifikator yang sekaligus punggawa rumah modifikasi Namura Hyan di Jalan kembangan Selatan, Jakarta Barat.

Untuk eksterior, Willy mengaplikasi karya dua tuner dari luar. Untuk bumper depan dan belakang mengacu pada model Ohlins (yang dikenal sebagai produsen sistem suspensi untuk balap). Sedang side skirt pada Team Orange agar bisa disamakan model air dam di bumper yang gahar itu.

Supaya detail modifikasi presisi dan mantap, kata Willy, ia melirik dari internet. Dan proses pengerjaannya memakan waktu satu bulan. Agar nuansa Evo X betul-betul didapat, Willy juga mengubah fender-fender dengan dikembungkan sekitar 50 milimeter.

"Untuk fender depan gue ganti total pakai fiber yang dicetak langsung dari fender Evo X," ungkap tuner berusia 25 tahun itu. Sedang fender belakang dan pintu, lanjutnya dilakukan wide body.

Itu saja masih belum lengkap dan masih ada ciri lain yang belum dipasang. Yakni, sayap belakang (wing) yang pemasangannya tidak sulit karena di kap bagasi sudah ada lubang penyematannya. Trus, pada bagian atas kaca belakang dikasih air fin Voltex yang dibuat custom sebanyak 8 bilah.

Agar aura mobil sport kental, sistem penghenti laju standar dilangsir dan disematkan bikinan Brembo kepunyaan Lancer Evo VIII yang berspesifikasi 8 dan 4 pot. Sayang, mesin belum kesentuh.

jupiter
06-24-2009, 08:51 PM
Tampilan Honda Jazz Hasil Konsep Tuner Mugen

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/23/0830568p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/23/0842172p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/23/0843451p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/23/0845285p.jpg


Konsep tuner kesohor dari Mugen di Jepang yang dijuluki F154SC melalui karya berbasis Honda Fit (All New Jazz di Tanah Air) ternyata telah menjadi referensi bagi pemilik mobil itu, termasuk Tito Adiningrat, pentolan tim GENJI (GE New Jazz Indonesia) cabang Surabaya, sudah terbius dengan aliran tersebut.

Seperti apa sih bentuk modifikasi F154SC? Kira-kira, lebih menjurus ke racing dengan fisik paling menonjol wide body plus roda dan tentu disesuaikan dengan peningkatan spek tenaga mesin dengan menjejalkan supercharger. Namun, pada Jazz Tito, unsur yang terakhir ditiadakan.

Untuk menerapkan konsep F154SC, Tito merelakan GE8 (All New Jazz) kesayangannya dipermak luar dalam. Menurutnya, hampir semua dibuat custom. "Supaya lebih bagus, sekalian over fender dibuat menyatu sama bodi," jabar Tito.

Bagian tersebut dibuat dari bahan fiberglass yang disenyawakan dengan dempul tipis. Tujuannya mengejar rigiditas, mengingat tunggangan pehobi golf ini dekat dengan karakter harian yang fungsional. Makanya, area penyematan over fender, terutama bagian belakang, mendapat perhatian serius. Pasalnya, penggelembungannya sudah termasuk pintu yang senantiasa bergerak.

Tak cuma itu. Kap mesin dan bumper-bumper dibuat sangat presisi dengan perolehan dasar desain dari internet, mengingat Mugen Fit F154SC yang asli tak ada di sini. Untuk membedakan sebagai karya nasional yang diilhami dari konsep tuner Mugen, perhatikan motif kelir di bodi.

Motifnya bernuansa speed. Permainan cutting sticker ini menggabung merek safety belt Takata dan suspensi Tein dengan warna khasnya yang sama-sama hijau. Prosesi pemasangan stiker ini pun berlangsung 3 hari dengan menghabiskan dana Rp 2 juta.

Perbedaan lainnya, atap mobilnya dibikin hitam pekat bernuansa glossy, yang juga menggunakan stiker. Tito mengklaim bahwa baru dia yang menggunakan trik begini di Surabaya. Untuk itu, bahan stiker yang menempel di atap berukuran 1,25 x 1,15 meter.

jupiter
06-25-2009, 03:05 PM
Hummer H3 Sama Rupa Beda Asal

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/25/0828402p.jpg

Tampilan standarnya saja, mobil ini sudah tergolong eksotis. Apalagi sampai dimodifikasi, sekecil apapun mempertegas status dan simbol keberadaan si pemiliknya. Seperti dilakukan sebut Mr X dan Mr Y, dua sahabat yang sama-sama memiliki Hummer H3 produski 2009 ini.

Mungkin benar, apa yang diungkapkan Wibowo Santoso. Kata juragan Permaisuri Ban itu, "Hanya orang-orang yang memiliki karakter dan sudah menjadikan modifikasi sebagai gaya hidupnya lah yang tahu apa yang harus dilakukan dengan mobil-mobil eksotis seperti ini."

Bowo - demikian sapaan akrab Wibowo - bukan sekadar pemuas buat pemilik kendaraan kategori eksotis dan elegan yang doyan modifikasi, dengan 'menu-menu' up to date dan berkelas di sektor kaki-kaki. Lebih dari itu, intuisi yang dimilikinya untuk mempresentasikan ide-ide brilian dan nyeleneh sangatlah solid. Terutama relevansi modifikasi yang tidak basi adalah kunci sebuah modifikasi paripurna.

Ya, seperti yang diperlihatkan kedua sahabat terhadap Hummer H3 mereka. Apapun alasan Mr X, biarlah penggunaan velg Giovanna Canali ukuran 26x10 ini tetap menjadi sebuah misteri. Yang pasti, seperti diutarakan Bowo tadi, relevansi modifikasi yang tidak basi.

Uniknya, kok velg dibalut ban Toyo Proxes ST II 305/30R26? Bukannya merek terkenal seperti Michelin, Pirelli atau lainnya? Bukan karena tidak ada pilihan. Pertimbangannya, selain memiliki visual impact yang garang, teknologinya sudah teruji.

Aksi Hummer H3 pakai velg 26 inci milik Mr X tertangkap oleh Mr Y dalam Autoshow Permaisuri. Dari sinilah, awal sang sahabat jatuh hati sama Hummer itu. Mr X pun siap menolong melalui Bowo menyiapkan keempat kaki seperti dipunyainya. "Tinggal kita cari mobilnya, bang," ujar Mr X. Akhirnya, untuk velg Mr Y menunjuk merek Revolution Volante 26x10.

Yang menarik dari kedua Hummer H3 ini, meski sama tapi asalnya beda. Yang satu dari Inggris, satunya lagi asal Australia. Perbedaannya, versi Inggris terdapat aksen abu-abu di bumper dan ada mud guard. Sedang versi Aussie ada cover pada ban serep dan tow bar.

aciem2775
07-03-2009, 01:25 PM
Niceeee............:ole::ole::ole:

Bramdoriccii
07-06-2009, 01:39 AM
Nissan GTR mang keren punya,kira2 kl nyampe Indonesia bisa nyampe brp duit ya...n konsumsi bensina berapa ya?

Bramdoriccii
07-06-2009, 01:41 AM
Duplikat Sempurna Mitsubishi Lancer Evo X di Pontianak

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0856118p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0859323p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0901179p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/09/0903195p.jpg

KOMPAS.com - Kalau Anda tidak meneliti dengan cermat, apalagi tidak mengenal cirinya, sudah pasti tertipu habis ketika melihat Mitsubishi Lancer Evo X ini. Begitu detailnya Willy Cahyadi menggarap Mitsubishi Lancer EX GT 2009 menjadi Lancer Evo X, sedan sport kebanggaan andalan pabrikan mobil Jepang berlambang tiga berlian itu, hanya untuk memenuhi keinginan pemilik mobil, Edi Hartono.

Pengubahan bentuk dari EX ke Evo X, menurut Edi modifnya belum pernah ada di daerah kelahirannya (Pontianak, red). "Biar beda, gue bukan sekadar konversi ke Evo X biasa, tapi lebih ke arah tuner," ungkap Willy, sang pemodifikator yang sekaligus punggawa rumah modifikasi Namura Hyan di Jalan kembangan Selatan, Jakarta Barat.

Untuk eksterior, Willy mengaplikasi karya dua tuner dari luar. Untuk bumper depan dan belakang mengacu pada model Ohlins (yang dikenal sebagai produsen sistem suspensi untuk balap). Sedang side skirt pada Team Orange agar bisa disamakan model air dam di bumper yang gahar itu.

Supaya detail modifikasi presisi dan mantap, kata Willy, ia melirik dari internet. Dan proses pengerjaannya memakan waktu satu bulan. Agar nuansa Evo X betul-betul didapat, Willy juga mengubah fender-fender dengan dikembungkan sekitar 50 milimeter.

"Untuk fender depan gue ganti total pakai fiber yang dicetak langsung dari fender Evo X," ungkap tuner berusia 25 tahun itu. Sedang fender belakang dan pintu, lanjutnya dilakukan wide body.

Itu saja masih belum lengkap dan masih ada ciri lain yang belum dipasang. Yakni, sayap belakang (wing) yang pemasangannya tidak sulit karena di kap bagasi sudah ada lubang penyematannya. Trus, pada bagian atas kaca belakang dikasih air fin Voltex yang dibuat custom sebanyak 8 bilah.

Agar aura mobil sport kental, sistem penghenti laju standar dilangsir dan disematkan bikinan Brembo kepunyaan Lancer Evo VIII yang berspesifikasi 8 dan 4 pot. Sayang, mesin belum kesentuh.


Sangat rapi boz...black n clean.great car

jupiter
07-06-2009, 06:53 PM
Nih, kalau Wanita Doyan Modifikasi Mobil

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/05/0844392p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/05/0847128p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/05/0850272p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/05/0853003p.jpg

Modifikasi bergaya racing menuntut dual hal. Dari sisi eksterior, tampilan khasnya, warna menyala pada bodi yang dikombinasi sekujurnya penuh stiker. Satunya lagi, tenaganya harus lebih dahsyat dari standarnya.

Namun, seperti apa racing di mata wanita? Susi—panggilan keseharian wanita yang enggan menyebutkan nama lengkapnya—menjawab pada Mazda RX-8 miliknya. Katanya, racing itu identik dengan mobil kencang.

Makanya, wanita kelahiran 1973 ini memodifikasi pada sedan kupe (dua pintu) asal Jepang itu bernuansa balap. Meski baru setahun kepincut dengan modifikasi, tapi ia cukup fasih menjelaskan bagian per bagian pada mobilnya yang sudah dipermak.

Katanya, ubahan pada bodi sudah menggunakan kit VeilSide. Makin cantik lantaran VeilSide D1 GT yang membungkus sekujur Mazda ini menjiplak modifikator Jepang. Sehingga menguatkan visualisasi tunggangan drift. Dan proses pembuatannya, "Enggak lama, kok, cuma 3-4 bulan," tegas Susi.

Menurut sang Lady dari kru Fraton ini, membuat custon VeilSide D1 GT tidak sulit karena pihaknya (Fraton) sudah punya cetakannya. Mengenai bahannya mengandalkan fiberglass, mulai dari bumper depan hingga belakang. Aura racing semakin kuat melalui desain air dam besar pada apron dipadu dengan fender kembung plus sayap belakang model GT dari GReddy SP2 serta desain knalpotnya berikut diffuser-nya.

Tampilan keempat roda semakin menguatkan tampilan bernapaskan balap. Pemakaian velg VeilSide Evolution V palang lima 19 inci diperkekar dengan ubahan sistem penghenti laju. Kaliper dan disc brake depan diganti dengan Brembo 4 pot, sehingga mampu meningkatkan deselerasi secara mumpuni.

Untuk memenuhi persyaratan modifikasi ala racing, mesin Rotary 13B-MSP (Multi Side Port) di mobil harus disentuh. Di sini Susi minta ditingkatkan tenaga sampai stage 1 saja dan ubahannya disokong dengan perangkat GReddy. Termasuk putarn dapur pacu diperingan dengan pulley GReddy.

"Pernah saya coba, paling kencang 160 km/jam," ungkap Susi. Harap maklum, yang jajal wanita. Padahal, setelah mesin dioprek, tenaganya meningkat sampai 20 dk.

kompasOTO

jupiter
07-06-2009, 06:56 PM
Honda Civic Korban Obsesi Sang Pemilik

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/02/0411386p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/02/0413599p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/02/0415415p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/02/0417317p.jpg

Repotnya bila seseorang sudah terobsesi, apalagi sampai "tergila-gila", langkah apa pun ditempuh tanpa memikirkan risikonya, seperti yang terjadi pada Reindy Riupassa melalui Honda Civic VTi-S yang bikin mata sulit berkedip.

Bayangkan, hampir tidak ada yang tersisa dari bodi aslinya. Bahkan, kalau disuruh menebak merek dan tipe dari mobil tersebut, dipastikan tak akan terjawab.

Edannya lagi, Reindy rela badan mulus mobil dipotong-potong demi mendapatkan tampilan bergaya Touring Super GT. Padahal, sebelumnya sempat tampil gokil berkonsep Japan Grand Touring Car (JGTC). Namun, begitulah bentuk pelampiasan remaja pelontos ini.

Makanya, ia tidak sayang bodi "dihancurkan" lantaran body conversion lebih berbicara banyak saat proses pembuatannya. Dengan begitu, detail yang diinginkan bisa diraih dengan sempurna. "Yang tersisa dari Honda Civic ini tinggal lampu depan saja," sebut Reindy.

Proses modifikasi dimulai dari atap, bagian depannya dipotong sebanyak 10 cm dan belakang 7 cm. Langkah ini hanya untuk memenuhi keinginan pemilik mobil memasang satu set jendela Honda Integra DCS. Terus, model empat pintu diubah menjadi dua, lagi-lagi agar bisa ditempeli pintu Integra.

Sepatbor belakang dibikin airscoop bertangga. Begitu juga pada bagian depan, selain di sisi kiri dan kanan spoiler, rongga udara buat ke mesin juga dibikin lebar.

Dalam modifikasi ini, yang menjadi korban tak cuma bodi. Audio yang di bagasi ikut terimbas dikurangi. "Gue ingin pasang roll bar," kata Reindy. Untuk konstruksinya, dipilih 6 titik yang dipasang dengan cara dibaut.

Perpaduan warna deep black yang dominan dengan merah dan sedikit putih mampu menghidupkan tampilan Honda Civic VTi-S bernuansa kompetisi.

KompasOTO

jupiter
07-06-2009, 06:58 PM
Honda Accord Ini Tak Takut Polisi Tidur

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/29/1002086p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/29/1004323p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/29/1007543p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/29/1009009p.jpg

Dari sisi tampilan yang begitu ceper, Honda Accord ini pasti sangat merana jika bertemu polisi tidur (poldur). Begitu juga jalanan bergelombang, pasti enggak berani melesat dengan kecepatan sedang.

Justru Griffin Leslie Wijaya, pemilik mobil, tak gentar dengan kondisi jalan seperti itu. Pasalnya, suspensi multilink standar Accord telah diganti dengan model air-suspension. Sudah lebih empuk, nyaman, dan keren katanya.

Tak cuma itu, dikombinasi dengan modifikasi JDM beraliran elegan, tongkrongan sedan dari Honda itu kian eksklusif. Di sisi lain, aplikasi suspensi naik-turun ini bikin Selu—sapaan akrab Griffin—makin menajamkan sense of elegant-nya.

Buktinya, opsinya memakai air-sus dilakukan dengan struktur 4 titik. Pertimbangan Selu, gerakannya lebih banyak dan kelihatan fleksibel. Tak heran, satu paket Universal Air seharga 3.474 dollar AS diboyong tanpa banyak kompromi.

Pemasangan yang 4 titik beda dengan yang 2 titik atau tipe konvensional karena masing-masing roda sudah punya selenoid. "Jadi, tinggal dipisahkan kerja air-sus sama tombol-tombol yang tersedia," uangkap Roy Adhyanto dari VAJ, selaku distributor ViAir (nama lain Universal Air) untuk wilayah Surabaya.

Untuk menghasilkan gerakan naik-turun yang sempurna dan cepat, Selu dan Roy sepakat mengandalkan kompresor 480C sebanyak 2 unit. Kelebihannya, memiliki dimensi motor dan tabung lebih besar sehingga memungkinkan penyerapan dan pelepasan udara lebih cepat. Ditambah, tangki udara membesar berukuran 5 gallon dengan fasilitas 2 2 water trap.

Kebanggaan Selu, Honda Accord dengan modif air-sus 4 titik ini yang pertama di Surabaya dan Makassar (Sulawesi Selatan). Sekalipun begitu, Selu belum menemukan model body kit full bumper yang cocok buat Accord sehingga custom jadi pilihan paling rasional.

Yang cukup menarik, interiornya. Kalau siang hari dingin, dan malam jadi hangat. Nah, lho kok bisa begitu? Ini dikarenakan pelapis jok sudah diganti dengan bahan kulit dari Conolly. Terjadi perubahan suhu udara menandakan bahwa kulit ini asli, selain juga tidak bolong, bila disundut rokok.

KompasOTO

jupiter
07-09-2009, 01:04 PM
Hummer H2 Limusin Bar Berjalan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0728587p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0730078p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0731467p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0733263p.jpg


Jumlah Hummer yang berkeliaran di Jakarta sudah bisa terhitung dengan jari. Mulai dari tipe H2 sampai H3 pun ada. Namun, untuk model limusin seperti Anda lihat, yang identik dengan gaya hidup selebriti Hollywood itu, baru ada satu di Tanah Air ini.

Kesempatan menjajal SUV premium dengan panjang ekstra dari Amerika ini menjadikan pengalaman emas. Mengemudikannya butuh perlakuan khusus, terutama membelok atau saat melakukan manuver parkir karena panjang bodi sampai 200 inci.

Posisi pengemudi sama persis dengan H2 standar. Hanya, karena dimensi sudah molor, sistem pengereman menggunakan cakram berlubang yang dikombinasi dengan kampas rem high performance. Termasuk, kemampuan power steering juga ditingkatkan serta penggunaan ban all-terrain yang mampu menopang SUV berbobot (kini) mendekati 3 ton itu.

Namun, bukan itu yang menjadi kelebihan dari limusin ini. Nilai jualnya terletak pada interior di belakang pengemudi yang didesain khusus untuk entertaiment. Dilengkapi dengan bar dan dipadu desain jok model "L", kabin menjadi tampak mewah.

Kalau disuruh pilih, mengemudi atau duduk manis di ruang car entertaiment, yang terakhir jadi pilihan. Namun, beruntung sekali bisa mengemudikannya, meski dalam jarak pendek.

jupiter
07-10-2009, 05:22 PM
Dua Mobil Ganas di Malaysia yang Punya Orang Indonesia


http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/1103194p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/1106018p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/1104196p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/09/1107301p.jpg


Tomy Hakim, kelahiran medan, Sumatera Utara, lagi menuntut ilmu di Malaysia. Kini, mahasiswa Sunway University Collage itu sedang menyusun skripsi. Namun, hobinya terhadap modifikasi tak bisa ditinggalkan. Malah di negeri jiran itu Tomy mengoleksi Nissan Skyline GTS-T dan Subaru WRX STI yang keduanya sudah masuk kategori modifikasi kelas berat.

Terutama Subaru yang dibikin gahar untuk mengikuti track day di sirkuit Sepang. Penyelanggaraannya antara 1 dan 2 bulan sekali, dan pemuda berusia 20 tahun itu mengaku sudah beberapa kali masuk sirkuit internasional tersebut, plus yang di Pasir Gudang, Johor Bahru. Sementara itu, Nissan lebih pada estetika dengan sentuhan pada eksterior mengikuti versi GT-R.

387 hp on wheel
Ubahan pada Subaru hampir menyangkut semua bagian. Seperti eksterior, satu set risinal body kit dari Voltex ditebus sekitar Rp 51 juta (18.000 ringgit Malaysia), meliputi bumper depan dan belakang serta side skirt. Kemudian, di belakang ditambahi diffuser bikinan Voltex yang menempel dengan bumper.

Sektor mesin juga kena permak. Turbo standar STI diganti dari Garret GT30 untuk mengejar kick in yang suka telat dan menghilangkan lagging. Akselerasi juga ditingkatkan, terutama putaran bawah dengan menggunakan camshaft durasi 264 derajat lengkap per klep dengan spring rate lebih tinggi.

Untuk turbo extractor pakai merek Tomei yang memiliki dimensi lebih besar 0,2 inci. Kemudian, radiator model satu layer ditukar model triple layer yang mampu menurunkan suhu mesin dari 90 ke 87 derajat. Sementara itu, ECU menggunakan STI Spec C yang bisa disetel. "Awalnya 0,8 bar, sekarang gue naikkin sampai 1,7 bar," papar Tomy. Setelah itu di-mapping ulang pakai ECUtek reflash dengan menaikkan air fuel ratio dan ignition timing.

Hasilnya, dari dyno terakhir, 387 hp on wheel. "Kopling sering selip, makanya diganti dengan single clutch yang lebih keras dan jarak pompa lebih pendek," aku Tomy. Untuk kaki-kaki, pakai HKS Hipermax, jauh lebih keras dan pas buat trek di Sepang, apalagi dipadu ban semi-slick.

GT-R V-spec II
Tomy yang tinggal di Subang (bukan di Jawa Barat, lho), Malaysia, ini ingin Nissan-nya itu punya tampilan seperti GT-R. Kebetulan, body kit GT-R V spec ditemukan di junkyard di KL (Kuala Lumpur). Kit GTR terdiri dari bumper depan plus double lip, bumper belakang dengan tambahan bibir di sisi kiri dan kanan.

Kurang puas dengan performa turbo bawaan standar, selain diganti, rumah alias housing turbonya dimodifikasi. Jadi, housing bagian depan diganti dengan tipe AR60 yang memiliki diameter lebih besar. Adapun belakangnya masih memakai bawaan GT30. Proses penggabungan dua housing itu dilakukan oleh mekanik dari Bangkok yang kebetulan datang ke Malaysia. Hasilnya, "Lumayan nendang dan tarikan jadi enak sekarang," tutup Tomy.

*KompasOTO*

jupiter
07-17-2009, 12:47 PM
Porsche Cayman Bertransformasi dari Dua Saudara

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/1341213p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/1343055p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/1343577p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/16/1345253p.jpg


Melihat tampilan Porsche Carrera 911 bikian tatapan mata tak berkedip. Begitu juga dengan Porsche Boxster S. Bisa dibayangkan bila kedua keluarga pabrikan asal Jerman itu dipadukan, pasti jadinya lebih eksotis.

Enggak perlu membayangkan, wujud nyatanya seperti yang Anda lihat ini. Sedan sport dua pintu itu dinamakan Porsche Cayman S. Mengusung mesin 3.4L berkonstruksi 6 silinder mendatar atau populer disebut Boxer, mampu menembus waktu 5,1 detik untuk kecepatan 0-100 km/jam. Sedangkan kecepatan maksimum mencapai 275 km/jam.

Oleh sang pemilik, yang namanya tak mau dipublikasikan, Cayman S masih dimodifikasi lagi. Dengan kejelian dan ketajaman intuisinya, TechArt sebagai satu-satunya in-house tuner jadi pilihan untuk disematkan ke bodi. Pertimbangannya, selain kapabilitas, juga menyangkut kualitas dari produk tuner bermarkas di Leonberg yang dipandang cocok bersanding sama desain sporty-classic khas Porsche.

Untuk menyematkan aksesori ke bodi, pemilik tak mau mengambil risiko merusak mobil seharga sekitar Rp 2 miliar. Maka, langkah yang ditempuh dengan cara bolt on yang tak berisiko. Hasilnya, lirik pada bagian sayap belakang, lips spoiler, spion, dan velg yang semuanya dari TechArt.

Tak cuma itu. Knalpot dan door sill plate juga dari tuner asal Jerman. Bisa jadi, inilah debut dan tak bisa selamanya bisa menikmati Cayman yang sudah bertransformasi seperti ini.

*MajalahMotor*


:rockon:

jupiter
07-22-2009, 02:15 PM
Transformasi Total: Honda Civic Genio Jadi Civic FD1

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/21/1224333p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/21/1225478p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/21/1226518p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/21/1229196p.jpg


Di kalangan pemodifikasi mobil, nama Andre asal Bandung sudah kesohor, apalagi di ajang kontes roda empat. Ia acap membawa pulang piala. Terakhir, karya fenomenalnya adalah mengubah Isuzu Panther menjadi Hummer atau Monster Muscle.

Kini, pria dari Kota Kembang itu kembali bikin gebrakan. Sedan lansiran Jepang, Honda Civic Genio 1992, milik Cahya Diputra, dirombak dan ia terinspirasi oleh Civic FD1. Penggarapan diakui Andre agak sedikit sulit.

Bagian paling sulit, katanya, sewaktu menyesuaikan bentuk fender Genio ke Civic FD1 karena bentuk fender Genio yang lebar dan menggembung akan sangat kontras dengan punya Civic yang lebih datar. Akibatnya, dudukan sepatbor dan tulang kap mesin harus dibuat baru.

Efek lainnya, ruang mesin pun ikut dikebiri guna mengikuti kontur kap mesin. Jadi, beberapa komponen, seperti power steering dan AC, harus dirancang ulang dan berpindah tempat. Meski dimensi kap mesin menciut, sebenarnya seluruh tubuh Civic FD1 jadi-jadian ini sudah melar sekitar 15 cm.

Melar dikarenakan pemasangan custom kit yang sudah dipersiapkan Andre. Tak heran, tampilan Genio kental dengan aura performance car. Seperti pemakaian air scoop superlebar dan air splitter di buritan, kemudian empat pintu diubah jadi coupe dengan memelarkan daun pintu depan menggunakan pelat galvanis.

Selain pintu, bagian atap juga kena sentuh. Untuk menyatukan keserasian secara menyeluruh, pemangkasan dilakukan sebanyak 10 cm. Sekalipun cuma memotong, hal itu lumayan menguras "keringat". Pasalnya, pemotongan harus dibarengi proporsional dan bukan patokan tetap. Maksudnya, banyak pemotongan pilar tidak sama antara depan dan belakang.

Untuk mendapatkan kualitas pengerjaan yang ciamik, harus melewati serangkaian proses penyesuaian. Dengan begitu, bagian lekukan pilar yang terpangkas bisa menyesuaikan dengan konstruksi atap yang baru.


:rockon:

jupiter
08-03-2009, 02:09 PM
Nissan GT-R Bertenaga "Raksasa"

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/30/1124332p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/30/1126441p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/30/1128496p.jpg


KOMPAS.com — Nissan GT-R sudah dianggap "dewa mobil" bagi penggila kecepatan. Bagaimana tidak. Dari segi tampilan, sedan dua pintu ini tak cuma memancarkan kesan sigap dan gesit, tetapi juga sangat kuat dengan aura power full-nya. Makanya, pihak prinsipal, ketika melahirkan GT-R, tak ingin mengebiri unsur kecepatan.

Termasuk juga, pemilik Nissan GT-R ini, yang namanya enggan disebut. Sebaliknya, ia coba mengoptimalkan potensi besar yang terkandung pada produk Jepang tersebut. Pilihannya, untuk R35 GT570 ini disuntik dengan paket dari HKS di sektor dapur pacu.

Seperti blow-off valve kit HKS super SQV, intercooler pipe, turbo actuators, center pipe, extension pipe, air filter, dan busi, semuanya dijejali dari HKS. Kemudian, update semua computer software yang berkaitan dengan rpm launch control dengan versi terbaru.

Si pemilik juga berusaha membuka semua pembatas kemampuan di ECU. Caranya, melakukan reflash AP1 yang berkenaan dengan pengaturan timing ignition dan fuel. Dengan memperbarui dapur pacu, kini Nissan GT-R tersebut diklaim satu-satunya yang mempunyai tenaga sekitar 600 dk.

Dari sisi eksterior, tak banyak ubahan, kecuali pada bagian belakang, ada penambahan sayap. Lagi-lagi, GT-R ini diklaim sebagai satu-satunya yang sudah mengganti sayapnya dengan aftermarket dari Amuse.

Sayap tersebut terbuat dari bahan dry carbon yang ringan dan kuat. Harganya disebut-sebut sekitar Rp 80 juta dan pemasangannya menurut Henry Vonda dari bengkel UFOGR tidak rumit, tinggal baut ke dudukan standarnya. Untuk menyesuaikan dengan warna bodi, Henry melaburnya dengan kelir hitam.

Kalau Anda penasaran ingin melihat Nissan GT-R dalam kondisi standar, bisa datang ke Senayan City. Di sana, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) sedang menggelar test drive bagi kosumennya sampai 2 Agustus mendatang.

bolelebo
08-03-2009, 03:25 PM
Salam kenal aja ya.. Nice car btw..

jupiter
08-07-2009, 03:38 PM
Suzuki Grand Vitara dengan Pintu Klasik

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/04/1456496p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/04/1458165p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/04/1459285p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/04/1500557p.jpg
[

KOMPAS.com - Kalau pengamatan kurang jeli, Anda pasti 'menuding' modifikasi pada Suzuki Grand Vitara tahun 2007 ini tidak ekstrem. Hanya fender dibesarkan untuk mendukung pemakaian velg 22 inci.

Tapi, coba perhatikan handle pintu depan dan tengah berdekatan. Padahal, aslinya posisi pembuka pintu tengah terletak di bawah pilar C. Dan Raymond Merjanto, sang pemilik SUV Suzuki ini menginginkan buka pintu tengah berlawanan. Mirip mobil-mobil tahun 1960-an.

Pengerjaannya diserahkan kepada Reindy Riupassa dari pentolan rumah modifikasi BTX Concept. Perubahan konstruksi terpaksa dilakukan dengan melakukan pemotongan sebanyak 3 cm pada fernder belakang. Tujuannya agar pintu dapat terbuka ke belakang dengan sempurna.

"Kalau engggak dipotong, posisi pintu jadi agak ke atas saat dibuka," ungkap Reindy. Setelah itu, posisi sambungan pintu berpindah ke belakang. Pemasangan tidak terlalu rumit lantaran hanya membuat dudukan baru.

Setelah pintu terpasang, tinggal handle bertukar tempat. Yang kanan ke kiri dan sebaliknya. Dengan begitu, bukaan pintu bisa menyesuaikan.

Tampilan boleh elegan, tak berarti performa mesin memble. Merasa tak puas dengan tenaga standar Vitara, Raymond mengandalkan satu set rumah keong untuk mendongkrak tenaga yang digarap bengkel Mantap Engineering. Custom kit turbo lansiran SS engineering dibenamkan di ruang mesin.

Dijelaskan oleh Raymond kalau boost hanya 0,6 bar. Dinilai cukup buat harian. Dan untuk suplai bahan bakar saat turbo bekerja mengandalkan injektor Denso dengan kemampuan menyembur Bahan bakar 400 cc per menit. Untuk memanipulasi komputer mesin dipakai piggyback Haltech Interceptor.

jupiter
08-07-2009, 03:40 PM
Nissan Navara Bergaya American Style

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/07/1048543p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/07/1050225p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/07/1051446p.jpg



KOMPAS.com - Mengubah tampilan mobil Jepang menjadi bergaya American Style, bukan pekerjaan gampang. Masalahnya, dari sisi karakter, bentuk dan desain antara wajah Asia dan Negeri Paman Sam sangat beda.

Tapi, keinginan Dimas Arki Jatipratama mengubah tampilan Nissan Navara TDCi 2009 miliknya bertampang DUB ala American Style sudah bulat. Alasannya, ingin beda tampilan dari kebanyakan modif double cabin yang marak dengan model city slicker.

Untuk mewujudkan ambisinya dilakukan pada bagian detail untuk memperoleh hasil yang baik. Seperti bagian depan diubah diubah beraroma muscle ala Amerika. "Gril dan bumper dibuat ulang plus ditambahkan jaring-jaring kawat," jelas Opic dari Lm&T yang diserahi tugas bagian bodi.

Perubahan pada bumper tampak penyiasatan ornamen jaring serupa dengnan gril pada mud-guard. Dipermanis dengan penyematan cover fog lamp custom.

Ciri kental model DUB tampak pada pemakaian velg ukuran 24 inci dari MHT dengan desain palang lima. Agar kesan muscle kian kuat, bumper belakang dilabur hitam.

Karena menggunakan ban super-lebar, jadi enggak lucu kalau suspensi enggak ikut dibenahi. Apalagi Navara memiliki struktur kaki-kaki yang tinggi, sulit kalau mau dibikin ceper.

"Suspensi harus benar-benar di custom semua," ungkap Dimas. Untuk mendekatkan ground clearance ke tanah,sistem per daun bagian belakang dicampur dengan punya Toyota Kijang. "Batang per dibalik jadi ke bawah gardan," bilang Dimas.

Dengan per dibalik meski dipres agar buritan benar-benar terlihat ceper. Termasuk damper penahan benturan asli punya mobil diganti dengan karet yang lebih tipis.

jupiter
08-14-2009, 09:17 PM
Toyota Avanza Bisa Joget dan Tak Takut Polisi Tidur

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/14/1057414p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/14/1100327p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/14/1102188p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/14/1103247p.jpg

KOMPAS.com - Jangan berdebat soal menceperkan mobil sama M.Rudiansyah. Ia cukup berpengalaman lantaran berbagai eksperimen sudah dijalankan. Termasuk cuma pakai per dua ulir tanpa sokbreker yang pernah diterapkan pada Toyota Avanza. Bagi dirinya, terpenting tampilan dulu, soal kenyamanan jadi nomor sekian," tegas Boy - sapaan karib Rudiansyah penuh semangat.

Masih mengenai mobil ceper bersama low multi purpose vehicle (MPV) Toyota, Boy kali ini mengandalkan air suspension (airsus). Ia menyukai airsus lantaran mobil bisa ceper banget dan bantingan tidak terasa keras. Dan pilihannya jatuh pada buatan Air Lift, tapi punya BMW yang di custom lagi, kata Richard Salim dari JDM Motorsport yang memasanginya.

Dipilihnya punya BMW, menurut Richard, kedua mobil memiliki sistem kerja sokbreker dan per yang saling terpisah. Tak banyak dilakukan ubahan. Hanya membuatkan dudukan balon yang sesuai dengan konstruksi kaki-kaki Avanza.

Untuk seperangkat arisus bersistem 4 titik ditebus Boy dengan biaya Rp30 jutaan. Menurut Richard, kerja balon dipisahkan sama selenoid masing-masing. Selenoid terpasang pada masing-masing jalur udara ke balon di setiap ban yang disambungkan ke 2 sakelar yang berbeda.

Kompresor oleh Richard dibekali yang berspek bisa mencapai 80 Psi. Ini akan menimbulkan efek gerak yang cepat. Jadi, sekali pencet, balon airsus akan mengembang atau mengempis seketika.

Sekalipun sudah menggunakan airsus, Boy sempat ingin mencoak sasis agar makin ceper. "Saya ingin ban celup semua ke bodi,"ujarnya. Jelas, sangat berbahaya karena akan bikin tulang patah dua.

Agar mobil menempel ke permukaan jalan, maka ia membuat body kit super-gondrong. "Saya buat modelnya custom termasuk gril," bilang Boy. Konsep modifikasi eksterior lebih mengarah ke VIP style.

Sementara interior, khusus ruang belakang sarat dengan perangkat audio. Semua jok kulit dengan konsep Garson style.

jupiter
08-19-2009, 12:44 PM
Honda Stream Tiga Pintu

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/18/1202495p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/18/1204518p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/18/1206419p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/18/1209186p.jpg


KOMPAS.com — Pernah melihat Honda Stream tiga pintu? Padahal, asli MPV itu empat pintu (masing-masing dua kiri dan kanan) plus satu yang di belakang. Berarti, ada satu yang dimatikan dan bukan pintu belakang. Uniknya, yang dimatikan justru pintu samping kanan belakang.

Taki, pemilik Honda Stream 2002 asal Yogyakarta, sungguh tega dalam memodifikasi hanya karena ingin tampil beda. Bisa dibilang, dirinya sangat egois lantaran tak mau diganggu oleh keluar masuk penumpang yang harus melalui pintu kiri bermodel suicide motorize.

"Sebenarnya ndak ada konsep khusus. Saya cuma kepengin mini-bar lebih panjang dan kesan mewah lounge kian terasa," alasan Taki. Untuk memenuhi keinginannya, terpaksa pilar C dipotong dan pintu samping kanan dilas mati, sedangkan kaca, menurut Taki, dibuat custom.

Agar tampil lebih menarik, lampu utama dikonversi dari saudara kandung Stream, yakni punya Odyssey. Penggantian diikuti dengan ubahan pada fender dan kap mesin. Plus diimbuhi seperangkat body kit ala mobil-mobil modifikasi VIP Jepang.

Dengan keempat roda yang menggunakan velg "klasik" Spirit Sagest 20 beraliran celup, tongkrongan Stream jadi oke. Bagian tersebut ditambahkan camber roda belakang yang sangat negatif.

Kesan VIP tak cuma pada eksterior. Coba melongok ke dalam. Wuih, ada mini-bar yang panjang. Padahal, kebanyakan MPV yang menganut gaya VIP, seperti Innova dan Odyssey, tak ada yang seperti itu.

Itulah alasannya mematikan pintu samping kanan belakang. Pasalnya, bangku baris kedua sudah dipangkas. Bahkan, plafonnya dikasih akrilik bertulisan "Garson", yang memang banyak dipakai pada mobil ini, seperti shift knob, curtain dan parfume.

Aura mewah dan nyaman sangat terasa jika sudah berada di dalam.

jupiter
08-27-2009, 12:48 PM
Mazda RX-7 Berbodi dan Tenaga RE Amemiya

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/26/1528574p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/26/1530104p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/26/1531072p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/26/1533594p.jpg

KOMPAS.com - Dari tampilan, Anda pasti tidak menyangka Mazda RX-7 ini produksi 2002. Tampangnya jadi lebih muda setelah menjalani operasi total. Enggak cuma bodi, sekalian jeroan yang sampai harus konsultasi sama "dokter" yang praktik di RE Amemiya, Jepang. Hasilnya, sedan dua pintu ini sungguh dahsyat.

Raifra sangat beruntung memiliki sedan kupe produksi terakhir. Gilanya lagi, ia sengaja mempersiapkan untuk dipermak luar-dalam agar memenuhi hasratnya yang gemar mobil berstatus eksotis. Bagi yang berpapasan sama Mazda RX-7 ini harap menahan detak jantung.

Karena, tenaga standar mesin rotary berkapasitas 1.300 cc dengan kode 13B-REW sudah didongkrak. Si pemilik menjejalkan turbo kit bolt-on bikinan GReddy. Namun bisa sampai terpasang tidak gampang. "Setelah berkonsultasi dengan RE-Amemiya (tuner khusus Mazda, red), mereka merekomendasi turbo GReddy," ungkap Dony, mekanik bengkel Hikari yang dipercaya sebagai builder sedan berkelir biru ini.

Boost dibatasi sampai 0,9 Bar, meski bisa mencapai 1,2 Bar lantaran jeroan mesin yang masih bawaan asli. Risiko lainnya, salah setting atau nafsu mengeset boost yang terlalu tinggi, mengakibatkan komponen dalam mesin jebol. "Dengan boost segitu saja, mesin sempat jebol," kenang Dony.

Selesai mesin, pindah ke bodi. Kit lansiran RE Amemiya memang paling sahih. Rumah modifikasi yang didirikan Isami Amemiya ini terkenal sebagai kreator komponen aftermarket untuk Mazda. Selain juga urusan mesin.

Hanya, untuk mendapat satu set body kit berbahan campuran plastik dan fiberglass butuh kesabaran. Menurut Dony harus menunggu tiga bulan karena diorder langsung dari Jepang. Tampilan pun terkatrol dan dari sisi fungsi cukup mumpuni menaikkan aerodinamika.

Yang pasti, tongkrongan Mazda RX-7 ini lebih ganas dan tampangnya lebih muda daru usianya.

jupiter
09-01-2009, 02:35 PM
Nissan 350Z Pakai Speed Limit Opener

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/31/1314459p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/31/1317051p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/31/1320209p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/31/1322213p.jpg


KOMPAS.com — Soal modifikasi mobil, Hendra sangat mengutamakan kualitas dan detail. Soal harga tak jadi masalah. Pria berusia 30 tahun ini membuktikan hal itu pada Nissan 350 Z tahun 2005 miliknya.

Sebagai contoh, di sektor kaki-kaki, terutama velg, ia memilih yang berkualitas demi meraih sebuah eksistensi. Hal ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak. Untuk keempat roda, Hendra rela merogoh kocek yang disebutnya Rp 45 juta.

Velg apa tuh? Pilihan Hendra jatuh pada Volk Racing TE-37 Time Attack Seibon Edition produksi bersama Rays Engineering dan Seibon International. "Saya suka sama velg ini. Limited dan warnanya juga pas sama mobil," bilang Hendra. Velg ini tersedia dalam warna gun metal, dan bagian bibir berwarna merah. Kemudian, di spoke terdapat tulisan "Rays Engineering (RE)" dan "Seibon Edition".

Aplikasi velg limited ini juga dibarengi dengan pemasangan rem Endless 6-pot berukuran 324 x 30. Penyematan ini menegaskan bahwa velg limited harus bersanding dengan sistem pengereman yang mumpuni. Untuk mendukung detail, maka ia yang pilih adalah model plug and play.

Untuk mendapatkan handling yang bagus, per pun diganti dengan bikinan RS*R yang memberi efek stabil dalam kecepatan tinggi. Sebab, dengan pemasangan perangkat itu, mobil turun sekitar 3 jari.

Tongkrongan sudah bergaya racing, dan tanggung kalau performa mesin tidak ikut didongkrak. Kecepatan maksimum, yang semula dibatasi 180 km/jam, kini bisa digeber sampai 255 km/jam. "Paling pengaruh pas limiter dibuka pakai LSD," kata Hendra yang seraya mengatakan kalau spidometer Nismo punya angka puncak di 300 km/jam.

LSD berbentuk sebuah model pembuka limiter ke komputer mobil. Perangkat ini dijual khusus untuk spesifikasi komputer mesin VQ35DE. Harganya sekitar Rp 6 juta, dengan jasa pemasangan Rp 750.000. Untuk mengimbangi, dipasanglah exhaust system Fujitsubo dan air filter HKS.

jupiter
09-04-2009, 01:21 PM
Bosan JDM, Honda Civic Diubah Gaya VIP

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/03/0859504p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/03/0901268p.jpg


http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/03/0903508p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/03/0907026p.jpg


KOMPAS.com — Anda pasti mengira Honda Civic ini sulit merayap, apalagi melewati jalan bergelombang atau polisi tidur. Dari sisi tongkrongan, sedan dengan mesin berkapasitas 1.800 cc produksi 2008 ini hanya untuk konsumsi kontes saja.

Bayangkan, saking cepernya, empat jari tangan ketika diposisikan berdiri tidak bisa masuk ke kolong mobil. Bahkan, camber roda belakang yang menggunakan velg 20 dibalut Toyo Prove4 245/30Z sangat negatif dan celup. Begitu juga roda depan. Ukuran velgnya sama, hanya ukuran ban lebih kecil, yakni 235/30Z.

Namun, gaya roda tadi menjadi unik karena dipadukan modifikasi pada bodinya. Pasalnya, konsep yang diterapkan Bayu Murti sebagai pemilik mobil sudah menyalahi kodrat. Sebab, Civic dilahirkan memiliki desain sporti dan futuristik sehingga sangat tidak mungkin untuk diubah jadi bergaya VIP.

Namun, Bayu justru memilih konsep modifikasi paduan VIP dengan mobil-mobil Eropa yang punya garis-garis tegas dan aksen-aksen unik. "Bosan lihat Civic dimodifikasi racing atau bergaya JDM," ungkap Bayu.

Keunikan lain, tampak pada fender. Lucu juga jadinya ketika mobil bergaya Eropa menggunakan fender fin. Bayu mengaku ide itu ia lihat dari majalah Jepang. Jadi, setelah dibuat wide sedikit, bagian itu dicoak buat bikin fender fin. Tadinya, ujar Bayu, sirip itu mau dikasih aksen krom, tapi gagal. Maka untuk sementara, bagian itu dicat hitam dulu.

Ngomong-ngomong, ternyata Civic Bayu ini bisa dengan santai merayap di keramaian lalu lintas Kota Pelajar. Polisi tidur maupun jalan bergelombang bisa dilewati tanpa mentok. Malah, ia pernah menyetir mobil ini dari Surabaya ke Yogyakarta.

Rupanya, mobil sudah dilengkapi suspensi udara Universal 4-point. Proses naik-turun cukup cepat karena dikombinasi dengan Vi-Air twin compresor berkekuatan 480 Psi.

botoliverpool
09-07-2009, 06:16 PM
wow keren2 bro picnya

jupiter
10-01-2009, 10:08 AM
BMW 520i Berbaju Buatan Amerika

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/18/1533112p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/18/1534341p.JPG

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/18/1536209p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/18/1537387p.jpg


KOMPAS.com — Anda pasti mengira BMW 520i ini produksi 2008 atau 2009. Justru pada "akta kelahiran" (STNK), tercatat tahun produksi 2004. Tampilan bisa elegan lantaran Ab-Ab, si pemilik, menjejalkan body kit buatan luar di bagian tertentu di eksterior.

Karena asal mobil tersebut dari Jerman, body kit pun tentu dari sana juga. Sebut saja Hamman atau AC Schnitzer. Tentu modifikator di Tanah Air sudah begitu akrab dengan nama-nama itu.

Namun, Ab-Ab justru menyematkan produk dari brand yang masih asing di telinga kita, seperti Lumma Design, Radenergie, dan Kelleners. Brand-brand tersebut dari Amerika, dan sangat populer di negerinya. Produk dari negeri Paman Sam ini dipilih karena mampu membius pola pikir Ab-Ab, selain karena dia juga pernah bermukim 3,5 tahun di sana.

"Selain belum ada yang pakai, body kit Lumma modelnya kelihatan gahar, tapi soft. Medium kalau dibanding sama Hamman atau AC Schnitzer," ujar Ab-Ab. Meski begitu, dia bisa dibilang sebagai pionir dan pembuka pola pikir terhadap brand-brand yang kurang populer.

Body kit Lumma Design yang jadi pilihan Ab-Ab mengikuti bentuk varian modifikasi M5 bernama CLR500RS. Dibangun untuk mengimbuhkan kemampuan mesin, tampilan, dan kekuatan sasis, pemasangan dilakukan via perangkat modifikasi keluaran Lumma.

Ciri kental CLR500RS adalah bodi yang lebar pada fender, sekaligus sanggup menopang velg 21 x (10 + 11,5) inci. Otomatis, hal ini berimbuh pada penampilan bumper depan dan belakang yang juga lebar. Karena Ab-Ab tak suka wide body, maka hanya perlu sidikit proses pengepasan pada body kit. "Gue mau yang simpel aja. Terlalu racing kelihatannya nanti, kalau di-wide body," tegasnya.

Untuk mendapatkan itu, cetakan body kit asli dari Lumma Design dirombak dengan memotong sisi-sisi yang menekuk ke fender. Lantas, bentuknya tinggal disesuaikan dengan versi non-wide body, seperti terpasang pada BMW 520i ini.

Selain Lumma, coba lirik velgnya. Perangkat itu juga asal Amrik, berlabel Radernegie. Tampilannya menawan, dengan bibir krom di sekelilingnya, sesuai aura seri 5 yang terkesan klasik dan modern. Namun, Ab-Ab harus me-roll sepatbor karena menggunakan velg 20 inci dengan lebar 9 + 10 inci.

Lalu, produk Kelleners tersemat di mana? Silakan lirik ke ujung knalpot yang sudah menjadi dua pasang.

jayxx2
10-03-2009, 01:53 AM
hahaha :ahrupamu: kredit seumur hidup dulu baru dapet

jupiter
10-14-2009, 09:20 PM
Nissan Serena Ala Mafia Jepang

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/07/1624337p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/07/1625472p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/07/1627071p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/07/1628256p.jpg


KOMPAS.com — Mobil keluarga ternyata juga bagus untuk dimodifikasi. Contohnya, tampilan Nissan Serena Highway Star 2004 ini. Hasilnya begitu elegan. Bantuknya ceper dengan keempat kaki (roda) yang lebar, dan kedua bibir (bumper depan dan belakang) sangat bahenol.

Adwitiya Mahapandita, pemilik MPV ini, sangat jenius. Antara logika modifikasi dan konsepnya sejalan dan enggak timpang. Dengan modal sekitar Rp 100 juta, mahasiswa UGM ini mampu mengubah tongkrongan Serena generasi kedua ini menjadi begitu gagah.

Di sini Adwitiya meniru ornamen body kit mafia Jepang yang menjurus pada tuner D.A.D. Garson. "Beberapa bagian panel diubah sedikit untuk penyesuaian ke velg Fabulous Expand," papar Adwitiya. Supaya kelihatan ceper, per produk Tein yang jadi andalan disisakan 3 ulir di setiap roda dan direnggangkan agar bantingan tetap nyaman.

Ketika masuk ke ruang dalam, alamak mewahnya. Si pemilik menegaskan, belum ada Serena yang dibuat seperti ini. Bayangkan, bulu binatang yang lembut membungkus beberapa sudut ruangan. Sempat diperkirakan, bulu dan warnanya identik milik kucing ras anggora. Ternyata, bahannya adalah Wild Urban dari Garson.

Supaya nuansa first class kuat, pada ruang kabin dibikin meja bar mini. Posisinya ditempatkan di antara jok pengemudi dan penumpang, dan satunya lagi di antara jok baris kedua. Mini-bar juga dibungkus dengan bahan suede dan crocodile skin dari Amara.

jupiter
10-21-2009, 09:16 PM
Mazda RX-7 Gahar, Boleh Jajal Tarik-tarikan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/21/0506534p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/21/0515212p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/21/0517013p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/21/0519085p.jpg


KOMPAS.com — "My dream's come true!" Begitu teriak dalam hati Andy Santosa soal Mazda RX-7 Veilside yang diidamkannya, ternyata sudah ada padanya. Sedan kupe yang menjadi selebritis di sinema Tokyo Drift itu dibikin lebih gagah dengan mengaplikasi body kit lansiran C-West.

Karakter C-West yang lebih simpel namun gahar, sangat cocok untuk sport car produksi 1997 yang satu ini. "Waktu pembuatan dan fitting cuma sebulanan," ujar Andy Makau—sebutan lain Andy.

Bumper yang landai dengan air dam berongga besar bukan sekadar variasi, melainkan memang untuk mendinginkan intercooler HKS. Kap mesin berornamen karbon juga menambah penampilan lebih sensual dan mengentalkan aroma racing. "Yang lebih mantap. GT Wing-nya mirip dengan C-West asli," papar Andy yang merombak seluruh tubuh RX-7 dengan paket Veilside Fortune.

Tampilan boleh sangar, tapi tak ada arti jika tidak didukung performa mesin. Andy mengutarakan, kalau dapur pacu 13BT-REW dua rotor ini menyembunyikan letupan hingga 247 dk on wheels. Kalau dihitung di mesin, katanya, bisa mencapai 320 dk.

Bisa begitu, speedaholic satu ini coba memaksimalkan. Mengorelasi air fuel ratio di mesin rotary saja mudah, namun menurutnya Haltech yang paling baik. Meski diakuinya untuk mencari perhitungan matang mesin rotary tidak mudah.

Sebab, "Sistem kerja rotary mirip dengan mesin 2 tak yang harus meng-adjust banyak variabel," ujar Ovie, mekanik KS Nusa. Tapi dengan Haltech EIIV2 mampu memperhitungkan 32 poin di antara full throttle fuel, injector timing sampai cranking fuel primer jadi lebih lengkap dengan hasil dahsyat.

"Gear 4 saja bisa tembus 180 km/jam di putaran 5.000 rpm," bangga Andy.

jupiter
10-23-2009, 02:47 PM
Sesama Berani Lawan Toyota Yaris Jenis Ini?


http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/23/0307249p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/23/0308552p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/23/0310284p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/23/0311045p.jpg


KOMPAS.com - Ada juga dokter penyuka kecepatan alias suka mobil kencang. Akan lebih baik kalau sebagian besar mereka seperti Djunaedy dengan Toyota Yaris yang bertenaga super dahsyat (untuk ukuran kendaraan kecil) bisa cepat sampai tujuan ketika dibutuhkan.

Djuned bisa dibilang dokter 'edan'. Bagaimana tidak. Sedan hatchbacknya itu punya tenaga 273 dk. Bisa sebesar itu karena sudah ditanam turbo Garret GT2554R dengan tekanan (boost) 1.4 Bar pada mesin 1NZ-FE.

Ia termakan oleh 'provokasi' Theodorus Suryajaya alias Teddy dari REV Engineering. Ditambah lagi, hentakan tenaga yang khas dari sebuah rumah keong membuatnya ketagihan. Pernah, tenakan turbo dipaksa sampai 1,1 Bar, tapi ia masih merasa kurang.

Karena kurang puas, dapur pacu dioperasi lagi untuk kedua kalinya. Beberapa komponen internal sudah diperkuat di antaranya dengan mengganti setang piston bikinan Pauler.

Hasilnya, perbandingan kompresi turun menjadi 9:1 dari bawaan standar Yaris yang berada di angka 10,5:1. Tak cuma itu, Djunaedy begitu berambisi agar tdenaga mobil mobi bisa mencapai 300dk. Sayang, ketika tenaga diperiksa dengan alat khsusus, tenaga yang dihasilkan 283 km/jam.

Adanya lonjakan tenaga yang besar, mau tak mau beberapa komponen diganti. Seperti pelat kopling ditukar dengan ACT tipe ekstrem dan dekrup tipe heavy duty. Sistem penghenti laju perlu disempurnakan dengan memakai kampas rem Endless CCX berikut komponen pendukungnya.

Tak ketinggalan kaki-kaki juga ditingkatkan. Satu set coilover dari tanabe Sustec Pro mengganti suspensi standar. Untuk mencegah gerakan liar saat diajak manuver di tikungan dipakai tiga buah under brace, masing-masing Cusco4 poin yang dipasang di depan. Kemudian under brace C-one di tengah dsan Ultra Racing pada bagian belakang.

"Sudah pas, handling mantap dan tetap nyaman dibawa harian," bangga Djunaedy.

h0h07
10-25-2009, 10:05 PM
Keren2 uei foo2nya.....

jupiter
11-20-2009, 01:04 PM
Toyota Fortuner Dijuluki "Aumakua"

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/12/1532137p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/12/1533159p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/12/1534314p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/12/1536144p.jpg


- otomotif.KOMPAS.com - Dalam kondisi standar saja, bodi Toyota Fortuner sudah bongsor. Kebayang, enggak, kalau mobil ini dipasangi ban berukuran 285/75R16? Hal itu seperti yang dilakukan Herman Harsoyo pada Fortuner 2009, produk yang sangat disukainya sejak generasi pertama dipasarkan. Selain itu, keluarganya pun sangat akrab dengan brand Toyota.

Sebelum sport utility vehicle (SUV) dari Toyota ini berada di tangan, Herman bikin coret-coretan gambar modifikasi yang akan dilakukannya. Tidak ekstrem memang, tetapi sentuhan pada eksterior membuat sosok Fortuner ini kian kekar.

Padahal, Herman hanya bermain di bemper depan yang dipotong dan disisakan 5 cm agar bemper baru dari bahan pelat metal 4 mm dan merupakan custom ini bisa menempel. Pengerjaannya memakan waktu 2 minggu.

Untuk mendukung tampilan keempat roda, masing-masing sepatbor dipasangi over fender, yang bentuknya digarap sangat detail dan rapi. Sisi detail itu bisa dilihat pada bagian depan yang menyatu dengan ujung bemper.

Headlamp dipermanis dengan efek smoke, meskipun pancaran sinarnya menjadi sedikit redup. Meski demikian, ada lampu tambahan dari Warn yang nangkring di atas bemper tengah. Tampilan depan pun semakin kekar setelah dipasangi Winch yang tersembunyi di dalam bemper.

Nah, di luar tampilan tadi, coba teliti lagi towing untuk menarik kendaraan atau anhang. Desainnya unik dan terlihat kokoh jika dibandingkan dengan yang beredar di pasaran. Produk tersebut hasil custom dengan kombinasi hook dari mobil Eropa, yang menurut Herman berasal dari Volvo.

Jika dilihat dari depan, maka tampilannya mirip ikan hiu. Makanya, mobil ini dinamakan "Aumakua" yang dalam mitologi Hawaii berarti Hiu Penjaga Samudra. Apalagi Herman suka melakukan perjalanan ke daerah yang tak lazim, dengan Fortuner yang begitu yakin.

Pasalnya, untuk membawa bodi bongsor, tarikan mesin telah dientengkan dengan berkat pemasangan piggyback Dastek. Meski efisiensi bahan bakar jadi korban, hal itu tidak terlalu signifikan.

jupiter
11-20-2009, 01:06 PM
Kijang Innova Pembawa Keberuntungan dari Balikpapan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/1701253p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/1702434p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/1704256p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/16/1705345p.jpg


[Otomotif.KOMPAS.com] - Kalau dilihat dari depan, enggak menyangka aslinya kendaraan berkelir merah candy dari Spies Hecker ini Kijang Innova. Apalagi modifikasi eksteriornya, barangkali belum ada multi purpose vehicle (MPV) Toyota yang lain sekstrem milik Hendra ini.

Bagi pengusaha tambang batubara itu, Innova 2004 yang dimilikinya harus mendapat perlakukan istimewa. Selain karena kendaraan pertamanya, "Bersama mobil ini juga kerjaan saya sukses sampai sekarang. Jadi untuk mengenang perjuangan, saya bangunlah mobil ini," papar Hendra.

Konsepnya, mewah, eye catching, dan elegan tapi berfungsi layaknya seperti kondisi standar. Makanya, Aris dari CV Dian Citra memodifikasinya secara total. Konbsep modern futuristik diterapkan dan dimulai dari kap mesin, bemper depan-belakang, side skirt, sunroof panoramic dan wide body pada keempat fender roda. Karena, keempat kaki dibekali ADR Tita ukuran 22 inci.

Sekalipun tampilan bodi ekstrem, interiornya justru justru cerah. Pokoknya, dalamnya serba-putih dan jok dilapisi bahan sintetis dari Murano. Dengan motif kancing sofa yang sedang tren di Balikpapan, Kalimantan Timur, ruang kabin pun tampak mewah.

Apalagi perangkat entertaiment yang lengkap ikut menghiasi interior. Menariknya, model buka pintu kedua dibalik, jadi berlawanan dengan pintu depan. Trus, posisi ujung knalpot digeser ke tengah.

Usai dimodifikasi, Hendra mengaku jadi sayang untuk sering-sering menggunakannya. Takut kotor, katanya.

jupiter
11-20-2009, 01:09 PM
Jatuh Hati sama VeilSide, Mobil Jadi "Korban"

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/19/1630478p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/19/1632055p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/19/1633047p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/19/1634325p.jpg


-Otomotif.KOMPAS.com- — Fauzi The dan Robert The, kakak-adik dari Medan, Sumatera Utara, pengagum berat VeilSide. Tuner asal Jepang ini memiliki keistimewaan dengan tarikan garis body kit yang diklaim agresif. Ketika film Fast and Furious 3: Tokyo Drift diputar di Indonesia beberapa tahun silam, keduanya kian suka sama VeilSide, apalagi dalam film itu terkesan tuner tersebut mempromosikan produk-produknya.

Sebagai bukti pengagum VeilSide, Fauzi dan Robert merelakan Nissan Fairlady 350Z dan Mazda RX-8 mereka dimodifikasi ala VeilSide. "Nissan 350Z sengaja dicari di Jakarta. Awalnya hanya mau pasang velg, tapi sekarang sudah lengkap dengan suspensi udara, audio, dan pastinya body kit," ungkap Robert yang mengatakan kalau pengerjaannya menghabiskan waktu 6 bulan.

Bisa ditebak, ubahan utama pada kedua mobil kakak-adik itu adalah pada bodi. Nissan 350Z memakai body kit VeilSide racikan JR Auto Design di Jakarta (sudah tutup). Tidak kepalang tanggung, desainnya widebody version III mulai dari bemper depan-belakang dan side skirt ala bolt-on. Semuanya dari bahan fiberglass dan termasuk ekstrem.

Sementara itu Mazda RX-8 punya Fauzi juga kena imbas body kit VeilSide VS D1-GT yang dipesan dari Jakarta. Untuk memastikan kalau body kit dari VeilSide, ada gambar bendera Jepang dan bunga sakura yang jadi ciri tuner tersebut.

Mengenai warna bodi, Nissan 350Z, yang tadinya hitam, oleh Robert dilabur dengan yellow-gold dari Speis Hecker. Biaya pengecatan dengan pigmen Candy menghabiskan dana Rp 25 juta, termasuk juga body kit.

Masih pada Nissan 350Z, konsep modifikasinya bergaya Amerika. Maka, tak salah kalau aplikasi peranti audio dan kosmetik begitu dominan pada kabin.

jupiter
11-24-2009, 12:53 PM
"Body Art" Mengubah Tongkrongan Toyota Yaris


http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/23/1425438p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/23/1428063p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/23/1430077p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/23/1433318p.jpg


-OTOMOTIF.KOMPAS.com- — Kehebatan Alwi Jaya mendandani eksterior Toyota Yaris dengan body art patut diacungi jempol. Dengan konsep memadukan stiker bergaya racing dengan peranti kaki-kaki, dapur pacu, interior, dan bahkan kosmetika kabin, tongkrongan sedan hatchback produksi 2008 ini terkesan bertenaga galak.

Meski berupa stiker, pengerjaannya dituntut ketelitian ketika ditempel ke bodi rounded Yaris. Selain itu, lebar dan panjang stiker sangat terbatas, dan ketelitian itu tampak pada sambungan stiker, yang menurut Alwi dimanipulasi agak jauh dari lekukan sehingga tak mudah rusak dan tetap rapi.

Dengan kombinasi warna merah-hitam dan putih, eksterior Yaris ini seperti memiliki performa yang dahsyat. Ciri-ciri gaya racing juga tecermin pada eksterior, seperti bemper depan yang memiliki bibir serta bemper belakang yang memiliki diffuser dan sayap (spoiler). Ada pula side skirt yang dirancang memiliki rongga udara ke bagian depan roda belakang.

Peranti performa seperti sistem saluran udara dari standar diubah menjadi open air filter Trust Airinx. Tujuannya untuk memperlancar pasokan udara ke mesin.

Tak cuma itu. Headlamp bagian kiri dicopot, lantas dibuatkan peranti mirip corong yang bermuara pada ujung filter udara tersebut. Maksudnya, "Agar udara yang masuk makin optimal, sedangkan untuk saluran pembuangan, cukup aplikasi muffler HKS Silent Power yang bolt-on khusus Yaris sehingga lekukan dan pengelasan robotic khas HKS mampu mengoptimalkan keluarnya gas buang," paparnya.

Desain bodi yang sudah mengundang kagum akan menjadi sirna kalau tanpa diimbangi kosmetika mesin. Yang dibutuhkan di sini adalah kerapian instalasi berikut kreativitas dalam membuat engine bay dan ini memang diupayakan Alwi. Dengan begitu, mobil ini terlihat menarik dibandingkan pesaingnya.

Wajar, kerja keras Alwi menuai hasil prestasi berupa penghargaan Smart Graphic dan Beauty and The Bold. Kategori terakhir ini diberikan bagi pemenang lomba yang memiliki mesin dengan aplikasi terbaik dalam hal keindahan kosmetik mesin dan kemampuan menggabungkan peranti dengan modifikasi yang tepat.

jupiter
12-09-2009, 07:59 PM
Konsep Radikal Bikin Toyota Yaris Ekstrem

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/09/1011138p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/09/1012368p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/09/1014033p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/09/1015008p.jpg


- KOMPAS.com - Seandainya permainan warnanya biasa-biasa, hasil modifikasi Toyota Yaris punya Surya ini terkesan biasa. Kuatnya kombinasi warna bercorak urat kayu membuat kendaraan hatchback tersebut menjadi ekstrem.

Apalagi pintu belakang dipangkas dan tinggal dua dengan model gunting. Perubahan daun pintu itu diwanti oleh Surya tanpa menyentuh pilar. "Solusinya, daun pinti dipanjangin 10 cm," jelas Surya. Trus, posisi buka kap mesin dibalik dan pada bagian atap (dekat kaca) dikasih air scoop.

Karena pengin tampilan eksrem, bodi pun ikut dipermak. Rumah modifikasi Namura Hyan membentuk detail dengan bagus. Apron depan melar sampai 17 cm karena untuk mendapatkan bentuk yang harmonis dengan kontur lampu yang lebar dan menyempit. Untuk lampu utama dicomot dari Mitsubishi Grandis.

Untuk bagian belakang dibikin lebih lebar 20 cm. Kalau dilihat dari samping, seperti menggunakan sayap ganda yang terdapat di atas dan tengah. "Sayap belakang sengaja dibuat dimensinya lebih lebar untuk mengimbangi depan agar tidak polos," papar Willy, bos Namura.

Karena tak mau dibilang menang tampang, dalam pun dirombak ekstrem juga. Seluruh dinding dilapisi kulit. Setir racing, bagian atas dan bawahnya dipotong dan di ruang penumpang depan terdapat tabung NOS ZX.

Sama seperti bodi, audio pun tak kalah sangar. Supaya suara menggelegar, instalatur dari XXXAudio Palembang memasang 8 subwoofer berdimensi 10 dan 12 inci dari Rockford Fosgate PI. Penyalur daya sistem audio dipercayakan pada 3 unit power, masing-masing PCA lima channel dan dua Hurricane monoblock.

Meski tongkrongan ceper, Yaris ini tak tak melewati jalan bergelombang. Pasalnya, dari balik velg Mork Meister tersembuyni air suspension.

jupiter
12-16-2009, 08:59 PM
"Extreme Exotic Car" dari Yogyakarta


http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/15/1130576p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/15/1128082p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/15/1132219p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/15/1135427p.jpg


- KOMPAS.com — Exotic car ini dari Yogyakarta. Kota pelajar tersebut, dalam soal modifikasi, baik kuantitas maupun kualitasnya, sedikit di bawah Jakarta. Namun, Kunto Wibisono dengan waktu 3 bulan coba menyerang Ibu Kota melalui arena ABT.

Tatapan mata penonton tertuju ke panggung yang dihuni sedan extreme berkelir biru. Backdrop mobil tadi adalah Kota Gudeg dengan dukungan nuansa metropolis berupa menara-menara serba gemerlap. Uniknya, ada tambahan becak dengan finalisasi custom.

Siapa sangka jika exotic car yang teronggok di panggung itu berasal dari Toyota Crown 1980 yang merupakan sedan mewah dan sedannya para eksekutif ketika itu. Garapan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam ini mempunyai 3 keunggulan, padahal pengerjaannya hanya 3 bulan.

Poin pertama, tingkat kerapian yang begitu tinggi walau proses kesulitannya besar. Itu seperti pemilihan kaca depan All New Jazz. Hal itu tentu butuh penyesuaian yang pelik dari struktur bodi dan tulang.

Kedua, pemindahan mesin ke belakang. Untuk itu, pilihan cepatnya adalah mid-engine karena titik berat mudah dicari dan akan mendapat tingkat kestabilan yang tinggi. Diakui Kunto, pemindahan mesin ke belakang merupakan proses yang sangat sulit, meski akhirnya bisa jalan. Namun, itu masih harus lebih optimal.

Pasalnya, saat di dyno, mesin Crown hanya mempunyai tenaga 190 dk di gigi 2. Hal ini dipicu oleh masalah pada sistem solenoid pada gearbox yang tak mau merespons. Akhirnya, dapur pacu dicomot dari Toyota Supra 2JZ-GTE. Untuk penguatannya, modifikator membuat 8 mounting, terdiri dari 2 di sisi kiri, 2 di sisi kanan, 2 di tengah gearbox, dan 2 di belakang gearbox.

Untuk mendongrak tenaga, ia sempat terpikir memakai twin turbo standarnya. Akhirnya diputuskan bahwa mobil ini menggunakan single turbo Garret GT42R berukuran gambot dan dianggap mampu menghasilkan tenaga sampai 500 dk.

Adapun gearbox merupakan milik Subaru 4EAT lantaran sistem penggerak 4WD sequential triptonic. Kelebihannya, daya transfer untuk depan-belakang 50-50. Untuk mid-engine, posisi roda belakang Crown memakai penggerak roda depan yang digunakan pada transmisi Impreza. Soal penyambung dari mesin ke gearbox, modifikator membuatkan konverter untuk sistem matik.

Terakhir, kerapian. Biasanya, ada saja bagian yang tak sedap dipandang. Namun pada Crown ini, baik dari dekat maupun jauh, banyak yang berkomentar rapi. Seperti velg, celong reverse-nya diisi ornamen custom. Ini membuat mobil ini lebih "berbicara" dalam hal desain. Selain itu, sistem motorize di beberapa bagian diaplikasi dengan tepat sesuai tujuan untuk menghibur.

jupiter
12-28-2009, 01:02 PM
Ayo Tebak Mobil Apa Ini?


http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/20/0707537p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/20/0713472p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/20/0710155p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/20/0714597p.jpg

- Otomotif.KOMPAS.com - Ide liar dan keberanian Ivan Mario Kaloh layak dipuji. Anda tak menyangka kalau mobil ini aslinya Honda Nouva produksi 1991. Dari cermati sisi manapun, tak ada lagi identitas dari kendaraan hatchback dua pintu tersebut. Karerna hampir seluruh bodi dimutilasi dan dibuang.

Kalau dilihat dari samping, model pintunya mirip Nissan Fairlady. Sedang kaca belakangnya, mengingatkan kita pada Toyota MR2.

Menariknya, bagian tengah mobil yang kena potong diisi halfcut Honda CRX. Rangka juga digarap untuk dilakukan penyesuaian. Proses pengerjaan bodi dan rangka, menurut Henry Dian - modifikator dari Dian Mobil - menggunakan mesin Cellete yang umumnya digunakan untuk repair body. Pengerjaannya memakan waktu sampai 9 bulan.

Dari tampilan eksterior, ada permainan wide body. "Pemekarannyakira-kira 20 cm. Proses dilakukan menggunakan pelat galvanis setebal 0,8 mm," terang Henry. Pembuatan lampu belakang, lanjut Hendry agak sulit. Karena, memilih opsi custom, sehingga sampai 6 kali mengalami kegagalan menemukan bentuk.

Pembuatan bodi yang cukup rapi berkat pelapisan dempul yang tipis, lalu dibalur cat merah dari Speies Hecker. Karena ada pemotongan pada bagian tengah, firewall pun dimajukan 40 cm, agar mesin B16 VTEC bertransmisi matik - juga bawaan CRX - bisa dibenamkan.

Beberapa ubahan dilakukan agar performa dapur pacu B16 bisa maksimal. Untuk mendapatkannya, piston menggunakan kompresi rendah buatan Taikin supaya dapat berpadu denhgan turbo 45V2 dari Nissan Skyline. Untuk mengimbangi kebutuhan suplai bensin yang cepat, ditanamkan ekstra injektor 450 cc.

Hasilnya, tenaga dapur pacu naik dari 115 HP menjadi 205 HP. Bisa mengatasi bobot kendaraan yang berat karena pada ruang kabin dijejali audio. Belum lagi pemakaian velg Kranze Cerberus ukuran 19 inci.

jupiter
12-28-2009, 01:03 PM
Si Centil Toyota Yaris yang Bikin Gemas

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/27/1047312p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/27/1045519p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/27/1049126p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/27/1051052p.jpg



- Otomotif.KOMPAS.com - Dari tampilan bodi, tak ada ubahan ekstrem dari Toyota Yaris 2007 ini. Kecuali bagian atap sudah dikasih sun roof dan keempat fender sudah diperlebar karena agar bisa menampung velg superlebar Kranze Bazreia 20 inci yang dibalut karet hitam Toyo Ptoxes T1R ukuran 235/30Z/R20 (depan) dan 245/30Z/R20 (belakang).

Tampilan wide body, menurut Achmad Azhari yang biasa dipanggil Didot, karena mengikuti pemakaian velg. Untuk urusan ini ia menyerahkan kepada rumah modifikasi Brilliant di Jakarta Timur.

Karena velg yang superlebar, fender pun dirobek hingga kira-kira 3 cm. Trus, pada buritan, agar tampilan celup namun masih sejajar dengan bibir fender, solusinya roda belakang dibikin negative camber. Tampil hatchback berkelir candy red ini kian manis dengan desain knalpot ganda yang nangkring di bibir bumper belakang.

Jika melihat kompisisi keempat roda dengan sepatbor, kayaknya Yaris ini sulit bisa melesat cepat. Namun, ketika diserahkan kunci dan dikontak terdengar suara kompresor diikuti seperti suara balon yang mengembang.

Betul juga, Yaris sudah dilengkapi air suspension dari produk Air Runner. Selain biar pede bawa velg lebar, pertimbangan Didot lantaran kondisi jalan di kota asalnya Palembang, Sumsel, masih banyak yang keriting. Instalasinya tidak harus di Jakarta, tapi dilakukan di kota pempek oleh JDM Motorsport.

Pada ruang bagasi penuh dijejali perangkat audio. Selain ada subwoofer ukuran 12 inci, 2 unit power, dan satu set speaker ukuran 6 inci, masih ditambah satu monitor IVIO 15 inci. Supaya tidak mengganggu pandangan pengemudi ke belakang, naik-turun monitor tersebut dibikin sistem motorized yang mengandalkan power window.

jupiter
03-01-2010, 03:30 PM
Mercedes-Benz C200 Kreasi Armand Maulana

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/08/1741447p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/08/1743173p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/08/1744434p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/08/1746142p.jpg

KOMPAS.com — Ternyata, vokalis grup band GIGI, Armand Maulana, suka sama dunia modifikasi. Buktinya, Mercedes-Benz C200 Classic produksi 2010 yang dimilikinya tak luput dari modifikasi. Memang tidak estrem, tetapi tampilannya tambah elegan, malah ada bagian eksterior yang dilapis karbon.

Suami penyanyi Dewi Gita ini mengaku suka dengan mobil asal pabrikan Jerman itu karena bentuknya yang seksi. Untuk membuat tampilan Mercy menjadi lebih manis dan elegan, Armand memutuskan pilihannya pada body kit AMG. "Karena paling sesuai sama selera, enggak terlalu ramai dan pas sama bodi C-Class," ungkap Armand.

Meski sudah ganti mobil—sebelum ini BMW Seri 5 dan Seri 3 yang dimiliki selama 10 tahun—Armand masih setia dengan gaya modifikasi terdahulu. Poinnya, ada pada pengimbuhan lip bemper, selain penggantian body kit secara total. "Lip bemper ini biar kelihatan manis dan gue pakai model Carlsson, tapi dilapis kabron biar keren," bangganya.

Selain itu, grill yang dipakai adalah varian C-Class Avantgrade berbilah tebal. Tujuannya untuk menonjolkan nuansa mewah. Untuk bagian kaki-kaki, ia mengaplikasikan velg dari tuner yang sama (AMG) dengan ukuran 19 x (8,5 + 9,5) inci. Menariknya, dengan model one-piece palang lima non-bibir, velg yang dibalut Accelera Phi ukuran 235/35ZR19 dan 265/30ZR19 ini tampak satu inci lebih besar.

Kalau sudah begini, tampilan C-Class jadi keren. Sekadar informasi, dari semua anggota GIGI, hanya Armand yang melek modifikasi. Untuk proyek selanjutnya, ia akan melakukan up-grade pada sistem audio.

jupiter
03-01-2010, 03:34 PM
Mercedes-Benz C240 Bergaya Sporty dan Racing


http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/07/1047553p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/07/1049444p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/07/1051134p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/07/1053078p.jpg


- KOMPAS.com - Sedan premium identik dengan jenis cat metalik. Termasuk Mercedes-Benz C240 yang lagi digandrungi. Tapi, Evan yang memiliki sedan Eropa produksi 2004 itu, coba melawan mainstream yang selama ini menjadi pakem para pemuja MB.

Evan mengaku terinspirasi C240 yang biasa tampil di forum pencintan Mercedes-Benz di Amerika karena di sana (Amerik) enggak hanya main elagan. Banyak juga yang suka tampilan sporty bahkan racing. Dari situ, ia mengubah sosok C240 agar lebih sangar dan berotot. Terlebih beberapa item yang berpredikat terbatsa sudah diburunya.

Makanya, warna bodi dipilih dof yang masih jarang dipakai pada Mercy, paling hanya lapis bodi sticker. Uniknya, terdapat gradasi warna yang semakin terlihat terang di bagian bawah. Tujuannya, agar warna dof tidak mendominasi. Di sini cutting sticker pun disematkan, supaya enggak monoton.

Supaya kesan racing terpancar kuat, Evan mengombinasikan dengan pemakaian lapisan karbon. Seperti pada bagian atap, gril dan lips spoiler. Nah, dengan warna gun metal ini, tampilan C240 lebih harmonis dan Evan merasa over expectation.

Trus, masih eksterior, custom body kit ala Vorsteiner Black Series jadi pilihan. Kecuali, ketika melongok ke belakang, bempernya justru desain AMG. "Rear bumper Vorsteiner Black Series malah gua kurang suka karena garis desainnya lebih tajam," jelas Evan.

Selain tampilan luar yang sangar, keempat roda menggunakan velg langka HRE M40. Pemilihan model ini sangat pas dan sekaligus menguatkan kesan racing.

jupiter
03-01-2010, 03:38 PM
Banyak yang Tertipu, Dikira Nissan Skyline GTR

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/17/1005576p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/17/1016092p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/17/1023216p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/17/1026095p.jpg


KOMPAS.com — Ini adalah Nissan Skyline R33 produksi 1996, tetapi versi Gran Turismo Racer (GTR). Setelah mengamati bentuknya, Anda mungkin akan menyebutnya sebagai Nissan Skyline GTR. Namun maaf, Anda keliru. Soalnya, Nissan memakai nama Skyline GTR mulai pada 2002, dari hasil pengembangan model sebelumnya yang bernama Skyline R32 (1989), R33 (1995), dan R34 (1999) yang tetap sebagai versi GTR.

Spek mobil ini memang di bawah gen GTR, tetapi tampilannya telah banyak mengelabui orang. "Sudah banyak yang ketipu dengan ubahan di Skyline ini," komentar sang pemilik, Willy Cahyadi Hadiwijaya, di Jakarta yang bisa dikatakan sebagai orang paling beruntung karena boleh dibilang mobil ini jarang ada di Indonesia. Justru, R32 dan R34 sudah ada.

Makanya, pentolan bengkel Namura Hyan ini coba mengonversikan bentuk R33 menjadi model GTR. Untuk mengubahnya, Willy mengaku bahwa hal itu lebih susah ketimbang proses custom. Yang lebih repot lagi, ia menginginkan ubahan itu betul-betul bertampang GTR dan sudah fully tuned. Mau tak mau, sisten plug n play pun dilakoni.

Pembedahan pun dimulai dari bemper depan, yang dibikin custom dari fiberglass. Pemasangan sedikit repot karena intercooler bawaan GTR lebih besar sehingga harus mengubah ukuran dudukan pada bemper. Begitu juga dengan pemasangan air duct, bagian ini lumayan ribet karena harus teliti dalam hal ukuran.

Lampu depan juga harus ditukar dengan punya GTR, yang sudah mengadopsi model proyektor. Selain itu, pemasangan grill harus presisi, termasuk emblem GTR. Meski kelihatan simpel, bagian itu tak asal nempel karena ada dudukan yang bentuknya harus sama dengan tulisan GTR.

Pindah ke samping, GTR ini memiliki side mark atau sein terbuat dari mika (putih). Willy mendapatkannya dari Australia, punya NISMO, dengan harus merogoh kocek Rp 2,5 juta.

Yang lumayan sulit adalah saat pemasangan fender belakang. Pasalnya, bodi asli kurus, sementara khas GTR lebar. Untuk mendapatkan nut pada bodi GTS25ST, ada lekukan di fender yang tipis itu. Meski menemukan solusi—fender GTR hanya ditempel—bukan berarti masalah itu beres. Karena fender belakang lebar, velg harus dikasih adaptor. Soalnya, gardan belakang GTR punya sumbu roda lebih lebar.

Untuk sayap belakang, Willy memperoleh langsung barang itu dari Jepang. Sementara itu untuk interior, R33 dan GTR beda tipis sehingga tak banyak ubahan.

jupiter
03-01-2010, 03:39 PM
Satu Lagi Nih, Gebrakan Modifikasi dari Yogyakarta

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/29/1531575p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/29/1534309p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/29/1536457p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/29/1539037p.jpg


KOMPAS.com — Yogyakarta kembali bikin kejutan. Setelah menampilkan extreme exotic car garapan rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam, kini Jogja Speed menampilkan maha karya Honda Accord Cielo yang dibikin menjadi limo dengan napas Jepang. Bodi bertambah panjang dan pintunya unik. Pengerjaan mencapai 1,5 tahun.

Memanjangkan Cielo butuh perjuangan panjang. Pasalnya, Ferry Nugroho Kurnianto selaku pemilik ingin mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu nuansa kabin yang luas serta tanpa pilar dan frame kaca di pintu. Kemudian, pintu yang di sebelah kanan dibikin double, yang salah satunya berkonsep suicide door. Adapun pintu kiri menggunakan konsep biasa, tetapi "berpegangan" dengan panel tambahan yang dipanjangkannya.

Perubahan ini membuat bagian sasis monokok yang dimelarkan 100 cm antara pilar B dan C diperkokoh lagi menggunakan besi kotak dengan perhitungan yang tepat. "Susahnya pas potong pilar tengah di pintu sebelah kiri belakang. Soalnya, batang pintu dan engsel juga harus diberi penguat," ungkap Agung Joy, Managing Director Jogja Speed.

Konsep frameless pada kaca dilakukan dengan cara melebarkan sisi-sisi pintu dan mengganti kaca bawaan dengan yang lebih besar. Karena tak ada frame, kata Agung, kacanya ditempelkan dengan karet sisi pilar pintu agar tidak bocor.

Untuk menggerakkan beberapa bagian bodi, Agung mengandalkan motorize. "Pokoknya saya buat sistem yang fungsional," ungkapnya. Alat tersebut dipasang pada pintu belakang kanan dan kiri, kap mesin depan, bagasi belakang, dan tutup tangki bensin. Khusus pada kap bagasi, besi mekanis pada bagian ini diperkuat lagi karena jadi tumpuan monitor LCD.

Sekarang kita lirik lampu utama dan tail lamp. Menurut Agung, di sinilah esensinya. Bodi Asia untuk menonjolkan sisi elegan, lanjut Agung, dipertahankan pakai lampu sedan Eropa. Untuk itu, mau tak mau bodi dibikin bulat sehingga khas mobil Asia.

Lampu depan dicomot dari BMW seri 5 produksi 2007, sedangkan lampu belakang dari Mercedes-Benz CLK produksi tahun yang sama. Untuk penyesuaian dimensi, Agung diberi kebebasan menambah bodi depan 10 cm. Pekerjaan ini tak mudah karena panel-panel di sekitarnya mesti custom agar kap mesin dan bagasi plek terpasang.

Pantaslah jika pengerjaannya sampai 1,5 tahun. Bravo!

jupiter
03-11-2010, 02:21 PM
Duo SUV Berkaki "Raksasa"

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/01/1417249p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/01/1419373p.jpg


KOMPAS.COM - Dua SUV kepunyaan Adi Yulistanto punya kesamaan, meski merek berbeda. Baik Honda CR-V 2009 maupun Mitsubishi Pajero Sport Exceed 2010 sama-sama berkelir putih.Satu lagi, aplikasi 'sepatu-sepatu' over rims maksimal pada kaki dan sama-sama berfinishing krom pada kakinya.

Dalam hal teknis, memasang velg-velg besar ini tidak terlalu rumit. Tapi, bagaimana perhitungan optimal yang harus dipikirkan sebelum melaksanakan prosesinya, bisa jadi yang terumit. Terlebih Pajero Sport menggunakan velg ukuran 26 inci, (barangkali) inilah pertama kali SUV besar Mitsubishi mengpalikasi ring sebesar itu. "Patokannya mesti ada di ukuran offsetnya," jelas Wibowo Santosa dari Permaisuri.

Makanya, Adi rela menebus velg Rennen Caesar ber-offset 30 mm. Saat itu, kenangnya, harganya Rp70 jutaan sudah sama ban. Dan angka 30 itu, menurut Pengacara dan pemilik usaha aksesoris kendaraan d'e 18hteen di Sequis Plaza Sudirman merupakan patokan paling pas di Pajero Sport kalau mau pakai velg 26 inci.

Sebab, jika angkanya di bawah itu dijamin roda depan bakal mentok ke sepatbor atau stabilizer. Selain itu, "Velg ini sebelumnmya blank PCD. Karena itu, dibuatin PCD yang sesuai sama Pajero 6x139,7," tambah Bowo - panggilan akrab Wibowo.

Sementara yang CR-V memakai velg 24 inci, boleh jadi yang terbesar di SUV Honda. kendati begitu, Adi enteng menjabani SUV bermesin 2,4L ini komuter di dalam kota. Bahkan disiapkannya bike rack di atap untuk membawa mountain bike yang menjadi hobi beratnya..

Alasan Adi mengkrom semua kaki-kaki di kedua SUV, "Warnanya jadi hidup dan sesuai sama gril. Kelihatannya lebih mewah," tambahnya. Karena itu, cover spion, handle pintu ddan towing ARB juga dikromnya.

jupiter
03-15-2010, 08:39 PM
Tampilan Boleh Kalem, Tenaganya Man

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/15/1431597p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/15/1429253p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/15/1433135p.jpg

- KOMPAS.com - Dasarnya saja, Mitsubishi Lancer Evolution sudah kencang. Tapi entah kenapa, mereka yang memiliki jarang ada yang puas dengan kondisi standarnya. Termasuk Jefri, Lancer Evo VIII produksi 2004 yang ada di tangannya masih mau didongkrak lagi tenaga mesin 4G63T hingga menyentuh limit.

"Untuk membangun mesin Evo enggak ribet seperti mesin Boxer bawaan Subaru karena partnya banyak," ujar Jefri. Tenaga pada sedan sport Mitsubishi miliknya bisa menyembur sampai 552 HP.

Power sebesar itu diperoleh dengan mengubah bagian strategis dari mesin. Di sini yang diutamakan mengail tenaga maksimal pada putaran atas. Caranya, menggunakan turbo A'PEXi RX6 yang sudah mengadopsi teknologi ball bearing, sehingga turbonya bisa berkitir mulai dari putaran rendah. Meski nyatanya, turbo yang dijuluki 'Isamu' ini baru bisa spooling pada 4.500 rpm.

Komponen mesin pun sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan turbo. Seperti di antaranya piston set dari Tomei yang konstruksinya sudah menggunakan besi tempa, sehingga kuat menerima hembusan turbo yang memiliki tekanan 18 bar. Selain itu, punya kemampuan untuk menghasilkan tenaga lebih dari 100 dk per silinder. Namun konsekuensinya, perbandingan kompresi melorot menjadi 9,0:1.

Ganasnya tenaga mesin pada putaran atas berkat pemakaian kem HKS berdurasi 272 derajat dengan lift 10,8 mm (in & ex) yang berkontribusi besar untuk membuat pasokan bahan bakar dan udara semakin besar ke ruang mesin. Masalahnya, ketersediaan bahan bakar saat turbo sedang bekerja.. Bisa disiasati dengan penggunaan injektor RC yang punya kemampuan menyemprotkasn bensol 700 cc/menit.

Tenaga mesin yang gahar tentu perlu penyalur daya yang mumpuni. Karena kopling set standar sudah dianggap tidak memenuhi kriteria, maka diganti dengan produk HKS berkonfigurasi twin clutch.

Hal yang sama juga berlaku untuk peranti penghambat laju, yang pasti kewalahan saat harus meredam keganasahan mesin. Rem Brembo bawaan, rela bertukar tempat dengan AP Racing yang memiliki 6 kaliper. Hasilnya, rem mampu menghentikan keempat roda yang menggunakan velg Advan RZ 18 inci.

kang rpan
03-20-2010, 02:39 PM
http://emo.huhiho.com/set/yoyocici/224.gif mantap2 pak dhe... mobil'e... kapan yow bisa pny itu mobil mewah2, masa dari dulu ampek sekarang masih naek :scooter:

yayu
03-22-2010, 06:26 PM
mantabs mantabs mobilnyaa :wink:

jupiter
04-22-2010, 05:30 PM
Cukup Up-grade Power Sesuai Girboks

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/21/1613508p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/21/1616358p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/21/1617403p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/21/1618463p.jpg


Mitsubishi Lancer Evo X

Mitsubishi Lancer Evo X paling beda dengan model-model sebelumnya. Lebih bongsor, tapi kemampuan mesin kurang signifikan lantaran dibekali banyak teknologi canggih, seperti Sportronic Shift Transmission (SST). Kelebihannya, proses penggantian gear yang lebih cepat karena memiliki dual clutch

Justru teknologi itu menjadikan torsi mesin tak bisa dinaikkan secara signifikan. Mr. X, pemilik Evo X, paham akan hal itu karena ia mememiliki beberapa varian mobil yang dekat dengan aura kecepatan. Makanya, "Up-grade dilakukan hanya pada beberapa bagian penting, udah bisa meningkatkan tenaganya," jelas Andry Widjaja dari RD-GR Performance mewakili pemilik.

Makanya, saat melakukan up-grade tetap memperhatikan kekuatan girboks matik bawaan. Karena, lanjut Andry, girboks hanya bisa nahan sampai 500 HP. Maka, dipilihlah parts aftermarket dari HKS.

Penggantian meliputi intercooler bertipe R-Type, exhaust system, air filter dan boost controller. Pilihan ini sama dengan paket opsi stage 4 yang ditawarkan tuner Hiroyuki Hasegawa dab Kitagawa yang berdiri pada 1973 silam.

Ubahan signifikan ada pada aplikasi intercooler kit-nya. Meski turbo tak diganti, dengan penambahan settingan tekanan boost via HKS EVC, sepsifikasi desain berkonstruksi large core dari intercooler yang terpasang, akan mengecilkan potensi low pressure loss. Hal ini tentu diseimbangi dengan ukuran piping yang sejalan. "Ukuran piping disesuikan dan lepas catalytic ganti pakai pipa lurus biar plong," papar Andry.

Untuk menaikkan tenaga mesin, reflash ECU jadi langkah berikutnya. Caranya, mendatangkan Laster Wong, mekanik rumah modifikasi Garage-R di Singapura. Ia memprosesnya dengan menggunakan softwere khusus ECU TEC.

Ornament carbon
Tenaga mesin sudah terdongkrak, tapi bodi standar, sama saja bohong. Racing tanpa ornament carbon, ibarat makan sayur tanpa garam. Mr. X mengadopsi kap mesin dan sayap GT carbon lansiran Varis.

Trus, beberapa bagian bodi dilapisi custom carbon yang ciamik. "Frame grill, bemper depan sampa diffuser, itu asli Evo X," tegas Andry. Untuk yang belakang, lapisan carbon ornament terlihat padu dengan palikasi premium exhaust HKS Legamx yang diimbuhi rear bumper protector dari HKS.

-kompas.com-

jupiter
04-22-2010, 05:34 PM
BMW M3 Duplikat Konsep Ericsson M480

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/16/1439429p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/16/1441336p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/16/1444156p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/16/1447006p.jpg


BMW punya divisi M yang mencirikan mobil tersebut kencang karena berafiliasi dengan program racing. Maka, produk BMW yang dipasarkan dengan kode M seperti seri M3, M5 bahkan menyentuh X Series yang notabene SUV.

Tak heran bila BMW M3 sangat menggoda penyuka kecepatan, termasuk Dipar Tobing yang melakukan serangkaian modifikasi pada M3 produksi 2009 menggunakan part dan body kit Ericsson, rumah modifikasi yang dibangun tuner Amuse asal Jepang. Karyanya, M3 Ericsson M480 Concept, yang ditiru Dipar.

"Saya rasa sangat beda sama (body kit) yang lain. yang ini lebih eye catching, gahar dan aura sportnya keluar sekali," ujar Dipar membuka pembicaraan. Ericsson, katanya, mempunyai desain sedikit lebih radikal untuk ukuran sport car.

Lihat saja bumper depan lebih maju dan lebar. Trus, guratan-guratannya lebih nyata dan memiliki bibir bawah yang eksotik. "Bibir karbon itu custom dan modelnya saya buat mirip Ericsson," tegas Dipar.

Untuk kaki-kaki, M3 Ericsson M480 Concept yang dirilis Amuse pakai velg BBS LM-R, Dipar juga menirukannya dengan memasang ukuran 20x(9+10) inci. Untuk urusan keempat velg itu, Dipar harus mengucurkan dana Rp 70 juta lantaran sulit mendapatkannya.

Meski handling sudah enak, Dipar tetap ingin menurunkan ketinggian. Seperangkat spring kit dari KW Suspensions jadi pilihan. Turunnya, sebut Dipar, sekitar 1,5 cm dan bantingan tetap mantap.

Apa hanya body kit dan velg yang diubah Dipar? Masih ada lagi. Tenaga mesin, meski bawaan M3 berkonfigurasi V8 3.999 cc, sudah cukup dahsyat dengan 420 HP, ditingkatkan lagi. "Saya berpikir buat di-chip up agar tenaga mesin lebih enak," aku Dipar yang memilih komputer chip merek Tuner—menggantikan yang lama—yang diklaim bisa menaikkan tenaga sekitar 40 HP. Chip ini menghilangkan speed limiter.

-kompas.com-

jupiter
06-30-2010, 12:59 PM
Aduhai! Sensualnya Amuse Verstito

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/25/1821175620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/25/1831485620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/25/1835007620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/25/1833346620X310.jpg



- Otomotif.KOMPAS.com - Bagi yang belum mengelotok soal mobil, melihat sosok si kuning ini pasti bingung. Apa mereknya? Karena, oleh si pemilik yang namanya tak mau disebutkan, bodi sportcar ini sudah disematkan body kit Amuse Verstito.

"Setahu saya, baru Ings+1 dan Amuse yang mengeluarkan body kit untuk 370Z," tegas sang pemilik. Dan Amuselah, katanya yang dinilai mampu menghadirkan sosok yang sensual pada seluruh tubuh sportcar generasi ketujuh dari Nissan produksi 2010 ini. Makanya, waktu dua bulan untuk mendatangkan komponen berbahan fiberglass itu sangat berharga.

Untuk pemasangannya, menurut Jona dari rumah modifikasi Jona Autodesign, enggak mengalami kesulitan. Karena, memang sudah bolt on untuk 370Z dan diklaimnya ini 370Z Amuse pertama di Tanah Air.

Hasilnya, tampilan 370z Amuse versito ini tak hanya padat berisi, namun juga menonjolkan kesan berotot lewat sudut lekukan tajam. tantangan justru datang saat menentukan cat. Warna standar berlabel Premium Ultimate Yellow memiliki keunikan tersendiri karena harus pas formulanya lantaran memiliki efek transparan.

Harmonisasi juga terpancar dari keempat roda yang memakai ukuran 19 inci merek Vellano VTJ. Hebatnya, velg ini dipesan langsung dari markasnya di California, Amrik. Pasalnya, untuk menyesuaikan dengan warna bodi.

Sistem suspensi juga ikut dikembangkan agar memberi handling yang superb. Di sini dilakukan dengan pemasangan coilover KW variant 3 yang baru dirilis.

Hasilnya, hentakan mesin 3.700 cc bertenaga 336 PS dengan transmisi matik 7-speed membuat punggung Mr.X seakan terisap ke belakang. Meski matik, dengan adanya paddle shift memberi karakter perpindahan gigi layaknya trasmisi manual.

Ngomong-ngomong, merek mobil ini apa ya ??

jupiter
06-30-2010, 01:01 PM
Subaru Impreza Fashionista Bergaya Racing


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/30/0038005620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/30/0041381620X310.jpg


- Otomotif.KOMPAS.com - Sejatinya, Subaru Impreza punya ciri kuat, yakni mobil reli dengan warna khasnya yang biru. Tapi, kepunyaan Ian Ferandi ini sudah berubah 180 derajat menjadi gaya racing style plus velg jari-jari. "Udah bosan dengan konsep-konsep lama. Pengin tampil beda dengan warna menyala dan custom body kit agar eye catching," ujar remaja berusia 19 tahun yang berdomisili di Surabaya.

Memang, Subaru Impreza WRX 2003 ini dipaksa jadi fashionista. Pemakaian body kit terlihat banyak lekukan tegas. Bahkan, tampilan eksterior menjadi kotak-kotak.

Bisa dilirik mulai dari bumper depan plus air dam yang ekstra besar berada tepat di tengah-tengah. Tujuannya, mengalirkan lebih banyak udara ke intercooler produk Greddy. Ditambah pilar-pilar pada air scoop samping kanan dan kiri. "Supaya imbang dengan air scoop tengahnya," tegas Ian. Aksen seperti pilar-pilar juga terdapat di bagian side skirt.

Supaya senada, pada engine hood juga ditambah dengan air scoop. Tapi tidak dengan merombak, hanya sekadar tambahan yang ditempel. Modelnya meruncing hingga mendekati gril agar jika dilihat antara air scoop engine hood dan gril jadi berkesinambungan.

Untuk pengecetan, Ian yang pengoleksi pernak-pernik Subaru ogah bermain satu warna. Leburan warna cherry rer candy tone dan helois yellow dari Spies Hecker jadi menu utama. Warna ngejreng ini yang memang diingini Ian agar setiap berhenti di lampu rambu semua mata tertuju pada mobilnya.

Soal detail, Ian memilih pengerjaannya dengan teknik air brush. Tidak terlalu rumit, cukup dengan garis-garis tegas warna grey di sekililing bodi. "Dengan air brush, kita bisa main warna sesuka hati dan bisa digabungkan dengan warna mobil," bangga Ian.

Cuma main cat saja! Tidak ada perubahan lain tampak pada lampu utama dan berhenti (stop) yang diganti dengan MY07 STI. Perbedaan tampak pada dudukan dan warna dalamnya.

jupiter
06-30-2010, 01:04 PM
Nissan Skyline "Full Spec" ala HKS

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/21/1552427620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/21/1557249620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/21/1600083620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/21/1604033620X310.jpg


- Otomotif.KOMPAS.com - Untuk kesekian kalinya ditampilkan Nissan Skyline GT-R R34. Tapi, yang satu ini katanya paling full spec se-Indonesia. Ini bukan klaim dari Mr X - sang pemilik yang minta dirahasikan namanya - melainkan pengakuan dari beberapa rumah modifikasi rekanannya.

Mau tahu, dana yang dihabiskan untuk menggalakan tampilan dan tenaga Nissan dua pintu ini? Angkanya, hampir menyentuh Rp1 miliar. "Dia (Mr. X) tahu bener modifikasi mobilnya. Semuanya full HKS, dari mesin sampai hal-hal kecil lainnya," kkomentar Teddu dari bengkel Skytech Semarang.

Dari semua ubahan, paling radikal penggantian dapur pacu RB26DETT dengan punya HKS RB28DET. Untuk mendapatkannya, Mr.X harus menunggu tiga bulan. Kocek yang dirogoh pun tidak sedikit, sekitar Rp300 jutaan.

Kapasitasnya lebih besar 200 cc dan basis pengembangannya dari N1 Block Nismo yang diciptakan untuk memiliki struktur yang lebih kuat dan tahan digeber. Terlebih R34 ini juga dijejali turbo kit TO4Z SPL HKS. Speknya racing yang dibuat khusus memakai bilah turbin berbahan titanium, yang memberi keuntungan berkurangnya turbo lag.

Pengendalian hembusan udara pun dijabani via wastegate eksternal GT2 bersama cam HKS V-Cam Pro yang sontak bekerja pada putaran 5.000 rpm. Sehingga mampu menggelembungkan tenaga trosi di putaran bawah.

Hanya sampai di mesin saja. Tidak, bodi diganti dengan bikinan Nismo. Bahkan air dam di depan lebih banyak dibanding bodi kit Nismo Z-tune. Tampilan, selain sangar dan agrisif, body juga ringan karena terbuat dari bahan campuran CFRP atau campuran plastik dan serat gelas, menjadikan bodi mobil ringan dan kuat. Persetnya, terdiri dari bewmper depan dan belakang serta side skirt mendekati Rp50 juta.

Lantaran tenaga mesin sangat besar, Mr. X memilih pakai girboks model dog box atau dog drive. Perpindahan tiap gigi ketika sudah jalan tanpa menekan pedal kopling (dengan putaran mesin yang sudah ditentukan) karena enggak pakai synchronize.

jupiter
06-30-2010, 01:06 PM
Grand Cherokee Bisa Main Tanah

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/16/1411035620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/16/1412334620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/16/1415364620X310.jpg



- Otomotif.KOMPAS.com — Kalau saja semua emblem dan stiker nama mobil dicopot, saat dilihat dari samping belakang, Anda pasti menebaknya Toyota Land Cruiser. Soalnya, fender bongsor yang dipasang di mobil ini menjadi salah satu ciri dari SUV Jepang tersebut. Identitas mobil itu pun semakin sulit diketahui karena sisi atas mulai dari depan, samping, dan belakang sudah mengenakan tudung.

Padahal, asli kendaraan ini adalah Jeep Grand Cherokee produksi tahun 2000. Beragam pernik yang menempel di SUV asal Amerika ini membuat sosoknya berubah jadi bongsor. Hal itu terutama karena pemakaian velg 26 inci yang dibalut ban Kumhp Road Venture ukuran 305/30ZR26.

Young (30), pemilik mobil, termasuk pemain lama di dunia modifikasi. Tak heran, tampilan Cherokee-nya jadi lebih macho. Menariknya, meski pakai ban gambot, mobil bisa diajak merayap di medan off-road ringan karena sudah dilengkapi suspensi udara merek V-air.

Dengan pemakaian ban super-gambot itu, ia pun mengaplikasi perubahan wide body. Acuannya adalah Wrangler JK Style. Selain itu, di samping fender depan ada lampu kecil yang eye catching.

Supaya senada, bemper dibuat ulang dengan hasil yang rapi sehingga tampak seperti full bumper asli. Lalu, proyektor head lamp disiram cat hitam doff.

Ketika dites di jalan, balon udara standar suspensi V-air ternyata kurang kuat menahan bobot. Solusinya tentu butuh balon yang lebih besar dengan daya tampung dua kali lipat. Pemasangannya pun tidak mengalami kendala, termasuk perubahan tabung udara 2,5 galon menjadi 5 galon. Dengan begitu, barulah SUV ini bisa diajak jalan.

u-kid
05-22-2011, 03:04 AM
poto2nya kk gk muncul yah>