PDA

View Full Version : ...:Gallery Modifikasi Motor:...



kentoon
01-05-2009, 02:07 PM
"ya... sekedar buat lihat-lihat saja, atau mungkin bisa jadi inspirasi untuk para member.
o iya... member yg punya motor sudah di modif, jangan malu2 untuk post di sini juga...ya...:sport::siul:

kentoon
01-30-2009, 07:11 PM
Yamaha Jupiter MX adalah salah satu tipe bebek sport yang hadir di Indonesia. Tampangnya yang sporty dan mesin 135 cc yang memakai pendingin air (radiator) dan juga kopling menjadikan salah satu tipe motor bebek yang paling laku saat ini.

Tampangnya yang sporty masih bisa dirubah atau dimodifikasi agar tampil lebih sporty saya ambil beberapa foto dari beberapa website tentang modifikasi Jupiter Mx

http://upload.indomp3z.us/pics/imz089o3DnA1233302876.jpg

dengan penambahan sayap disisi dan bawah mesin menjadikan jupiter mx lebih sporty terlebih dipasangkan lampu jupiter z ke bagian depan dan tanpa lampu atas.

http://upload.indomp3z.us/pics/imz08PhOIyG1233302918.jpg

http://upload.indomp3z.us/pics/imz08KfnIkW1233302960.jpg

Mungkin masih banyak lagi modifiakasi motor jupiter mx ini karena bentuknya yang sporty

http://upload.indomp3z.us/pics/imz08eVBRVh1233303019.jpg

http://upload.indomp3z.us/pics/imz08e33R3w1233303042.jpg

yg lain silahkan di tambah..:beer:

NiTRO
02-04-2009, 03:40 AM
punya contoh cutting sticker ga bos ? :D

kentoon
02-04-2009, 01:05 PM
punya contoh cutting sticker ga bos ? :D

ga punya.....:ngek:

cekonx
02-10-2009, 04:03 PM
agak bosen ya liad modifan mx gitu2 aja, pasti ngerujuknya ke spark thailand..

kentoon
02-10-2009, 05:45 PM
agak bosen ya liad modifan mx gitu2 aja, pasti ngerujuknya ke spark thailand..

biar ga bosen, share aja poenyamu broo OK!!!:what:

boboru asuka
02-10-2009, 06:04 PM
sayang motor gua kayaknya g cocok di modip

kentoon
02-10-2009, 08:18 PM
sayang motor gua kayaknya g cocok di modip

mang motornya apa brOOO???

jacko
02-11-2009, 10:30 PM
mang motornya apa brOOO???

motornya jadul kali....

kentoon
02-12-2009, 06:54 PM
motornya jadul kali....

jangan salah sangka dulu bro,...:p

dewantos
02-13-2009, 01:04 PM
bro,berapa duit tuh buat modif kaya gitu?trus kalo nambah sirip bawahnya sama bikin modif single sitter nya aja dana nya berapa,thanks bro

kentoon
02-13-2009, 02:30 PM
bro,berapa duit tuh buat modif kaya gitu?trus kalo nambah sirip bawahnya sama bikin modif single sitter nya aja dana nya berapa,thanks bro

untuk memodif speda memang butuh uang banyak, paling gak uang yg di buat modif bisa di belikan speda lagi...:p

jupiter
02-26-2009, 06:14 PM
ikutan nyumbang ah,, mungkin bisa memberikan inspirasi bagi kamu2 semua :piss:

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/28/234918p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/29/000217p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/28/235940p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/29/000346p.jpg

Soal modifikasi sepedamotor, Jawa Timur jangan dilawan deh. Pemodifikatornya berani merombak ekstrem. Tengok Yamaha Mio produksi 2002 dan 2007 milik M.Irfan dan Andi Widiatmoko, yang keduanya asal Jember, Jawa Timur ini. Kedua skuter bebek (skubek) itu sama-sama menganut aliran West Custom, sehingga ada bagian tertentu memiliki kesamaan.

Seperti pada bagian depan, kata Irfan, kedua skubek menggunakan lampu Yamaha Nouvo-Z. “Tadinya sempat terpikirkan pakai lampu Mio Soul. Tapi, karena harus inden lama, akhirnya pakai Nouvo,” lanjut lajang 23 tahun ini. Kemudian, untuk roda depan sama-sama mengadopsi pelek orbital, yang banyak digandrungi penggila modifikasi di Jatim. Yang membedakan, ukurannya saja. Bila Irfan pilih 14 inci, Andi yang 17 inci.

Kini, kita intip perbedaannya. Kekuatan yang ingin ditonjolkan Irfan berupa pemindahan peredam kejut belakang bergeser ke tengah di atas dek. Sokbrekernya sendiri sudah diganti dengan milik Supra yang disambung dengan pipa besi. Posisi sokbreker baru ini benar-benar menjadi daya pikat dan banyak orang yang nggak ngeh kalau itu sok belakang. “Malah banyak yang bertanya berfungsi apa tidak sok itu,”kekeh Irfan.

Sementara Mio milik Andi memiliki keunikan pada roda belakang. Ia memilih pelek mobil ukuran 15 inci keluaran BBS. Jelas, ketika merayap di jalanan sangat menguras tenaga.

Kreasi fenomenal lainnya dari motor Andi ada pada sistem penggerak roda belakang. Tidak hanya mengandalkan CVT, namun sudah ditambah dengan memakai rantai. “Itu karena konstruksi pelek dan jaraknya yang enggak mungkin pakai belt,” papar Andi. Jadi, pakai gir dengan perbandingan gigi yang sama 14:14.

Cara kerjanya, tenaga dari CVT menggerakkan gir depan yang kemudian diteruskan oleh rantai sebagai penggerak gir belakang dan as roda. Agar tampilan belakang sedikit sangat, penghenti laju memakai disc brake, juga lengan ayundengan model flame.

Selain pemakaian ban belakang, rancangan buritan juga beda. Meski sama-sama model tunggangan MotoGP, namun buntut Mio punya Irfan lebih memanjang, sedang Andi membulat ke atas. Yang pasti, kedua Mio dari Jember ini mengundang kagum.

jupiter
02-26-2009, 06:16 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/04/094027p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/04/094129p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/04/094538p.jpg

kompas.com - Ada-ada saja ide Haji Sisnugraha ini. Warga Tangerang punya hobi turing ini, pengin santai saat riding. Kaki nggak usah injak tanah dan ngebut abiz di jalan lengang. Pilihannya, motor roda tiga alias trike. Gilanya, bukan basisnya dari sepedamotor, entah itu mesin kecil atau motor gede (moge), tapi pakai mesin mobil. Dan incarannya mesin Mitsubishi Lancer Evolution yang mempunyai performa cukup besar.

Pertimbangannya, umumnya trike memakai mesin gerak belakang membuat bentuknya jadi panjang. beda sama Lancer Evolution yang inline (segaris) berkapasitas 1.600 cc. Dipadu dengan girboks Mitsubishi L300 bisa dipasang di depan dan gardan Peugeot 505 yang sudah diamputasi biar padat.

Kombinasi sistem penggerak ini lantas diletakkan pada sasis tubular yang dirancang bergaya chopper. Mulus! Ergonometri motor ini amburadul. "Saat berkendara mesin bergetar walau sudah dipasang engine mounting," keluh Sis - sapaan akrab Sisnugraha. Apalagi saat belok, pantatnya ngebuang nggak karuan. Ketua Bhayangkara Otomotif tangerang ini lantas melakukan perbaikan.

Saat dalam proses perbaikan ketemu sohibnya, Conefo yang pakar ergonometri mobil jip dari kampung Paburuan Gunung Sindur, Bogor. Pertemuan ini bukan suatu yang aneh. Pasalnya, Sisnugraha juga penyka off-road. Setelah diteliti, "Hitungnannya salah semua," papar Conefo.

Konstruksi gardan, lanjut Conefo, girboks dan suspensi nggak presisi. Pantas aja motor bergetar hebat saat riding. Akibatnya, banyak komponen mengalami kerusakan. ban cepat gundul, sasis tertarik dan bengkok, gardan mudah patah. "Tak cuma itu, sudut trail yang nggak bener bikin motor jadi berat saat handling," bilang Conefo.

Di bengkelnya, motor pun direhab habis. Hasilnya, Sisnugraha girang bukan kepalang. ia lantas mencoba riding trike ini ke Pelabuhan Ratu. Di perjalanan, motor dipinjamkan ke temannya. Mungkin karena keenakan saat digeber akhirnya motor menabrak dan hancur berantakan. Bersyukur nggak patah semangat dan kembali diperbaiki demi menuju kesempurnaan.

Di sini kesabaran Pak Haji diuji.

Doydoy
02-26-2009, 06:20 PM
wow keren2. . .
cuman gak repot untuk parkir nya kah, hehehe
ntar kalo diusilin ama orang lain kan sayang. . .

jupiter
02-26-2009, 06:30 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/24/110814p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/24/111912p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/24/111514p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/24/111640p.jpg

kompas.com - Johny Lipurnomo from Custom World (CW) populer dengan permainan tangannya lewat alat cat. Karyanya bertebaran 1999 – 2002. Tema inovatif selalu dihasilkan pria bertubuh bongsor ini.

Kepincut juga main modifikasi bodi. Pelan tapi pasti, karya besarnya nongol di Yamaha Cuzztomatic 2 2008 Region IV, Bandung, Mei lalu. "Penasaran juga ikut kelas x-treme. Ini kelas bergengsi," ungkap Johny yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Berbeda jauh sama konsep sebelumnya yang dominan bolt-on. Tentunya, ini lumayan bikin surprise penikmat modifikasi Tanah Air. Boleh dibilang konsep terdepan buat Mio Soul.

Kenapa dibilang konsep terdepan? Jelas, karena Johny lebih konsentrasi ke tunggangan futuristik. Garis desain bodywork tajam dan tegas. Tapi, ciri Mio Soul enggak boleh hilang.

Makanya, lampu utama tetap dipertahankan. "Intinya sih bikin low rider masa depan. Sayang, ada bagian yang belum selesai," ungkap penggemar sate Blora, Jawa Tengah ini.

Memang, konsep terdepan sudah digarap builder berkacamata ini dengan rapi. Tingkat akurasi detail hampir sempurna. Baut dan mur dibikin enggak belang. Pokoke rapi jali. Tapi, penyelesaian yang belum total mengganggu konsep desain secara keseluruhan.

Bandingkan sama motor konsep yang dipajang beberapa pameran di Indonesia atau di luar negeri. Setang tetap tertutup panel instrumen kalau konsepnya memang mengarah kemungkinan akan diproduksi massal. "Nah, itu makanya saya pakai visor. Ini yang nggak selesai," timpal Johny yang bikin sketsa dan urusan bodi ke Agus Djanuar, builder Purwokerto, Jawa Tengah.

Meski begitu, motor konsep enggak selesai. Rancangan sebaiknya sudah dipikirin kemungkinannya untuk dipakai di jalan raya. Seperti Yamaha MT-OS, konsep sport muscle bike yang diperkenalkan saat berlangsung Tokyo Motor Show 2006.

Artinya, modifikasi yang mengarah ke motor konsep pastinya juga didesain dengan tetap memikirkan bagaimana kalau nanti dipakai harian. Kemungkinan mengestimasi antara tenaga motor yang dihasilkan sama bodi yang sudah diubah. Termasuk, komponen baru tambahan. Konsep terdepan mungkin seperti ini!

jupiter
02-26-2009, 06:38 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/08/034459p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/08/034707p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/08/034803p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/08/034902p.jpg

OBA Anda cermati betul, apa yang sama dari Yamaha Mio CW 2005 dari Blitar (Jawa Timur) dan Honda Vario 2006 asal kota Hujan Bogor ini? Perhatikan desain sokbreker belakangnya. Kedua skuter bebek (skubek) ini menggunakan peredam kejut ganda pada satu sisi dan sama-sama terletak di sebelah kiri.

Dari sisi modifikasi, Yamaha Mio milik Piluk Kharisma ini menyontek Yamaha Maxam. Sekalipun meniru, tapi garapan pemodifikator Eko Prasetyo dari Fog Custom malah lebih rapi. Bagian depan nyaris sempurna dan memancarkan skubek gambot. Malah, hidung Mio tampak lebih sip dan tekukan depannya lebih aerodinamis, mirip pesawat supersonic Concorde.

Sayangnya, penggarapan Piluk tidak total karena bagian belakang tidak tersentuh maksimal hingga mencerminkan skubek imut. Piluk beralasan, waktu pengerjaannya hanya dua bulan.

Lebih edan lagi Honda Vario bikinan Berry Natadisastra ini. Boleh percaya boleh tidak, menurut sang pemodifikator, motor itu dikerjakannya dalam sehari lantaran mengejar agar bisa ikut kontes. Aliran yang dipilih bersama Aip adalah custom Hot Rod dengan memanjangkan bodywork lewat engine mounting dari 8 cm menjadi 12 cm.

Nuansa Hot Rod dipertebal dengan tampilan setang telanjang model Robocop. Tentunya kaki-kaki jadi menu wajib sesuai aliran Hot Rod. Untuk satu ini, BSR memadukan dua roda gambot 120-70/14 untuk depan dan belakangnya 140-70/14.

jupiter
02-26-2009, 06:45 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/14/065117p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/14/074345p.jpg

Ingin agar sepeda motor dilirik atau menjadi perhatian kala dikendarai, tak harus dimodifikasi ekstrem. Dengan polesan sederhana pun bisa dilihat indah. Seperti Honda vario 2007 milik Raiz di Cengkareng, Jakarta Barat. Selain permainan warna dan skubek dibikin lebih sporty.

Konsep yang sederhana, tapi jelas ini tidak menyulitkan sang pemodifikator, Robby Mangolang dari Studio 9 di Cileduk, Tangerang. Bodi Vario dibikin sporty , layaknya mobil dengan memakai spoiler depan dan belakang. Nah, untuk motor berlambang sayap mengepak ini penambahan body kit ada di side cover depan dan bodi samping yang dibikin lebih futuristik dari bahan fiberglass dengan tambahan garis tajam.

Tambahan lain, pemakaian velg belakang yang menggunakan rim mobil Daihatsu Xenia. Pelek ukuran 5,5 inci ini dilengkapi specer dan dibikin custom lagi. “Pemakaian specer agar pelek dan ban enggak mentok crankcase mesin dan sekaligus sebagai penyelaras dengan bodi,” alasan Robby.

Pemilihan warna bikin modifikasi menjadi lebih nyata. Apalagi , hampir seluruh komponen di krom, membuat tampilan motor jadi lebih kinclong.

jupiter
02-26-2009, 06:55 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/17/164941p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/17/083503p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/17/082838p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/17/083042p.jpg

Kreasi-kreasi segar terus mengalir dari kancah modifikasi. Belum hilang deman low rider Japs style, retro klasik dan Thailand Look yang banjir pada 2008 ini, kini virus baru untuk 2009 muncul hasil karya Sonny Jaya.

Mengusung tema big foot American style, improvisasi ide Sonny pada Honda Vario 2007 dibalut lewat desain yang penuh modernitas dan futuristik. Tetap dengan menempatkan fitrahnya skubek itu sebagai sepeda motor yang tetap harus fungsional dan teguhkan unsur safety. “Pilihan aplikasi modif tetak memaksimalkan unsur safety dan fungsional sambil improvisasi memberi wacana baru di tanah air,” komentar Sonny dari markasnya di Jl.Pungkur, No.212 Bandung.

Sesuai konsepnya big foot, maka dicoba memakai ring 18 inci dan bukan sembarang pasang pelek mobil. Meski aplikasinya dari mobil, tapi dua sisinya tetap terlihat sama. “Itu yang saya sebut hal baru. Biasanya pelek hanya satu sisi. Di sini motor dilihat dari sisi manapun terlihat sama,” urai Sonny.

Kaki depan secara utuh dicomot dari Suzuki Brugman, termasuk segitiganya. Jadi, yang diperlukan hanya teknik penyambungnan as kemudi ke rangka utama. Justru titik yang rumit untuk lengnan ayun belakang.

“Karena harus dihitung benar biar nggak mudah patah pada as sambungan ke mesin. Keseimbangan kanan kiri menahan beban yang cukup berat serta desain sok mumpuni,” ujar pemodifikasi berkulit sawo matang itu. Makanya, desain sokbreker dibuat center dan menggunakan daleman Mercedes-Benz, tapi per luar tetap orisinal.

Sementara desain bodi, dari depan sampai belakang lekukannya mengikuti jet ski. Termasuk setang, “Kita ambil produk Grand Dink Custom dari Thailand,” papar Sonny. Bodi juga dimundurkan, berarti mesin pun mundur. Untuk transfer tenaga disambung dengan rantai dan as CVT diperpanjang trus disambungkan dengnan gir yang perbandingannya 17:27.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 170/70x18
Ban belakang : Dunlop 190/50x18
Pelek : Modifikasi Faboulous R-18
Kaliper : Nissin
Head lamp : Toyota Innova
Layar monitor : Toshiba
Setang : Custom Grand Dink

jupiter
02-26-2009, 06:59 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/03/150620p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/03/150620p.jpg

Nggak perlu dirombak ekstrem, dengan dimodifikasi sedang-sedang saja, tampilan skubek sudah enak dilihat. Contohnya, duo Honda Vario 2006 milik Johanes Hanafie dan Putra Suka Ananta. Keduanya punya konsep dan motif yang sama.

Keduanya sama-sama menganut aliran low rider dengan corak lidah api. Yang membedakan kelir dasar saja. Jo – sapaan karib Johanes – punya cat berwarna merah, sedang Putra berlatar belakang hijau tua.

Uniknya, keduanya tidak ada tali persaudaraan. Tinggalnya pun berjauhan, Jo - punggawa X-16 - menetap di Bekasi, sedang Putra di Jati Bening, Jakarta Timur. Kebetulan mereka sama-sama kepincut dengan gaya low rider dan sepakat Honda Vario pas dirombak low rider.

“Dibanding skubek lain, Vario stabil. Ditilik dari rangka dan bodi lebih panjang, namun juga tidak terlalu lebar dan tidak ada gejala limbung di kaki-kaki,” ujar mereka.

Trus, diubah low rider tidak banyak menyedot biaya dan waktu. Pasalnya, ruang antara posisi roda belakang standar dengan crank-case CVT standar masih lebar. Belum lagi jarak ruang antara tapak ban dengan crank-case mesin juga jauh.

Makanya, ketika diisi ban lebar 140/60-14 di pelek custom, nggak perlu lakukan ubahan di seputar crank-case. Sekalipun tanpa pasang engine mounting variasi. “Agar posisi ban belakang lurus samapa depan, engine mounting digeser ke kiri tidak lebih dari 1,5 mm. Sehingga toleransi pergeseran sokbreker asli masih aman tanpa harus ubah dudukan pegangan sokbreker dan posisi sokbreker bawaan,” jelas Jo. Itu sebabnya, kenapa Vario dimodif low rider masih enak dipakai.

Tadi, di atas sudah disebutkan perbedaan modif pada warna dasar. Sebetulnya masih ada lagi, coba lirik setangnya. Punya Putra mencomot setang ¾ dari Honda Tiger Revo. Padahal, sebelumnya ia berhasrat kalau low rider dipadu dengan chopper. Dan ide cemerlang Putra itu akkhirnya diambil Jo dengan memakai setang fatbar pada motornya. (KR15)


DATA MODIIFIKASI

Vario Putra
Ban depan : FDR 80/90-17
Ban belakang : Delitire 140/60-14
Pelek : TDR & Custom Mobil
Knalpot : Custom
Spidometer : Koso
Spion : Variasi H-D


Vario Johanes
Ban depan : Comet 70/90-17
Ban belakang : Delitire 140/60-14
Pelek : Daiichi & Custom Mobil
Knalpot : Custom
Setang : Custom
Spidometer : Koso
Spion : Variasi H-D
Airbrush : Tomi Airbrush

jupiter
02-26-2009, 07:01 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/08/234732p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/08/234933p.jpg

Malang lagi dilanda deman low rider. Lihat saja karya Fatkhur Rohman terhadap Yamaha Mio 2004. Skubek yang dimodif konsep low rider punya terobosan baru. Saya tidak hanya memanjangkan lengan ayun, tapi juga melebarkan sokbreker depan supaya sumbu roda makin panjang," ungkap sarjana teknik alumnus Universitas Islam Malang (Unisma) itu.

Menariknya, konsep memanjangkan wheelbase cukup sederhana. hanya menambah lengan agar posisi as roda jadi di depan sokbreker. Diikuti pula dengan membalik sokbreker depan, sehingga posisi rem cakram yang tadinya di sisi kanan jadi di kiri. Teknik ini membawa risiko karena dudukan kaliper yang semula di belakang tabung sokbreker kanan, kini jadi di depan sokbreker kiri. "Pemasangan kaliper agak sulit, makanya harus menambah pelat sepanjang 50 mm supaya ada ruang untuk dudukan kaliper," jelas Fatkhur.

Risiko lainnya lagi, sokbreker standar jadi empuk akibat lengannya memanjang. Bakan saat di tes jalan, sepatbor mentok besi segitiga. Solusinya menambah oli sokbreker. Beres dengan kaki depan, giliran yang belakang dan garapannya lebih sederhana. Untuk memperpanjang swing arm ke poros lengan ayun dengan bantuan bikin semacam jembatan. Agar kokoh, konstruksi besi kotak yang kopong dibuat seperti tangga.

Setelah selesai, Fatkhur merasa karyanya belum sempurna.Konstruksi asli monosok belakang tidak kuat. yang dirasa, suspensi motor terlalu empuk dan mantul. Makanya ia mengubah jadi sokbreker ganda di sisi kiri. Caranya, dudukan bawah sok tetap memanfaatkan posisi asli di mesin, hanya dudukan bawah peredam kejut dibuatkan baru. Dan sekarang terlihat seimbang.

Agar Mio bisa lebih mengundang perhatian, kelir motor yang tadinya biru diubah kunig yang terinspirasi dari Jazz. Supaya tidak kelhiat polos, pada bagian belakang ditambah ornamen airbrush tengkorak tipis merah menyala garapan Gaok Airbrush.Trus pada bagian buritan dikasih kamera CCTV yang diletakkan di balik lampu rem. Keren, abis.

jupiter
02-26-2009, 07:04 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/24/174558p.jpg

Seandainya saja tulisan merek motor di tangki bensin, firing dan di bawah sadel belakang dihapus, Anda pasti menebaknya moge (motor gede). Malah jika dilirik dari depan seperti motor buatan Italia yang kini tengah berjaya di kejuaraan dunia superbike.

Sesungguhnya, kendaraan roda dua ini bernama Bajaj Pulsar 180 DTS-I buatan 2007 berasal dari India. Heri Syahrimen, sang pemilik yang bermukim di Riau ini, pandai betul memperkekar besutannya.

Konsepnya sederhana, nggak usah permak bodi yang dinilainya sudah berkarakter sport turing.Ia hanya mengaplikasikan gaya full dress alias firing model MotoGP. "Pulsar ini akan ditambah boks untuk keperluan turing," bilang sang ketua Riau Bajaj Community (RBC).

Uniknya, Bajaj Pulsar ini digarap rumah modifikasi di Ciledug Raya, Tangerang. Rudi, "si tukang insinyur" mencopot standar tengah agar tidak mengganjal ketika Bajaj dikenakan baju model CBR600 yang dibuat dari bahan fiberglass.

Cukup sebatas firing saja. Tidak! Rudi mengganti sepatbor depan ala motor Itallia, Cagiva Raptor. Begitu juga sepatbor belakang dipakaikan desain Dainese yang sudah menjadi ciri dari modif Berkat Motor (BM) tempat Rudi mendandani motor.

Selain standar tengah, sokbreker depan juga jadi pengganjal ketika hendak dipasang firing. Diganti nggak mungkin karena pemilik tetap ingin pakai standarnya. Tapi mpanjang sok depan kurang memadai disanding dengan setang jepit.

Rudi pun tidak kehilangan akal. Solusinya, pakai sok adaptor yang dibuat dari pipa baja yang diameternya sama dengan sok standar. Pipa itu kemudian dibuat sistem drat dan tutup sok. Panjangnya dibuat 5 cm. Beres deh!

jupiter
02-26-2009, 07:06 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/04/232525p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/04/232852p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/04/233039p.jpg

Pemodifikator Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) terpaksa berpikir dan kerja keras menerima tantangan M.Safari, pemilik Yamaha V-ixion. Pasalnya, yang punya motor minta diubah tunggangannya jadi model moge, tapi bukan seperti Yamaha FZF R1 atau R6.

M.Safari justru minta dibikin mirip Honda CBR 1100 RR. Apa nggak pusing? Mau tak mau, Wardoyo terpaksa melakukan mutilasi lantaran harus keluar dari pakem. “Biasanya mengupgrade motor sport cruiser jadi motor sport tulen dan semerek. Tapi karena permintaan kon sumen, mesti dijalani,” papar pria yang praktik di ssawangan Depok.

Dasar tukang ‘mutilasi’, bukan manusia tapi pelat, pekerjaan mengubah bentuk dinilainya tidak terlalu sulit. Apalagi dengan menggunakan pelat, lain hal jika memakai bahan fiber atau beli variasi bolt-on.

Bukti ucapan Wardoyo diperlihatkan pada fairing yang keseluruhannya dibentuk dari pelat. Supaya bentuk harmonis dan mendekati asli, lampu Honda vario dipilih, selain itu mudah didapat.

Tangki lantas ikut dipermak, mulai dari bentuk dan dimensinya agar serasi dengan fairingnya. Selain tangki, cover tengah hingga buritan perlu penyesuaian bentuk. Lagi-lagi dengan bantuan pelat dan dimensinya pun membengkak sekitar 5 cm ke kiri-kanan.

Modifikasi bagian burutin dibikin sedikit nungging, sesuai keinginan pemiliknya. Caranya, menurut Wardoyo, dengan terlebih dulu memanjangkan bagian tengah lengan ayun asli sekitar 7 cm dengan memakai pelat sekitar 7 cm yang diakali pada link unitrack.

Jadi deh, Honda CBR 1100 R.

gathel
02-28-2009, 12:33 AM
http://tekekmeong.files.wordpress.com/2007/05/4-v-ixion-supermoto-1024.jpg


yamaha v xion
idaman gue yg lom terwujud:capedeh::capedeh::capedeh:

jupiter
02-28-2009, 10:26 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0512057p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0513542p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0515333p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/23/0516525p.jpg

Setelah setahun vakum, Rexindo Auto Custom (RAC) muncul kembali di belantika modifikasi sepeda motor. Rumah modifikasi dari Yogyakarta ini menunjukkan karyanya melalui Honda Tiger milik Arfan dari Brebes (Jateng) yang diubah menjadi model streetfighter ala Yamaha R6.

Di sini penggawang RAC Rizal ingin mempertontonkan kesempurnaan detail dan finishing. Namun, ciri khas RAC yang telah dikenal banyak orang, pemakaian barang custom, menurut Rizal yang sarjana Teknik Mesin ini tetap dipertahankan.

Selama ini, setiap memodifikasi RAC, ia acap menggunakan pelat galvanis. Pada Honda Tiger ini pun, kata Rizal, masih kentara, seperti pada tangki, lengan ayun (swing arm), sepatbor, dan fairing.

Untuk lengan ayun memang memakai besi pelat sebagai bahan utama dan diperkokoh lagi dengan balutan pelat galvanis. Untuk rumah lampu depan dan belakang dibikin dari bahan fiberglass. Namun, khusus yang belakang, bahannya khusus, yakni fiber cair merah.

"Dengan bahan cairan ini akan mudah mencetak sesuai yang diinginkan. Selain itu, juga aman bagi kesehatan dibandingkan dengan fiber biasa," jelas pemodifikasi yang beralamat di Jl Wahid Hashim No 212, Depok, Sleman, Yogyakarta ini.

Lampu sein dicomot dari Honda Supra X 125. Rizal sengaja menggunakan produk lokal agar, jika pecah, mudah menggantikannya. Tampilan motor tambah gahar dengan pemakaian knalpot Yoshimura dipadu rem cakram ganda di depan, menguatkan kesan streetfighter sejati. *KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:29 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/25/1029206p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/25/1031047p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/25/1032223p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/25/1033485p.jpg



Tampang skubek di Eropa seperti apa sih? Geba Leisure Parts (GLP) coba mengapresiasikannya lewat Yamaha Mio, milik seorang pengusaha asal Lamongan, Jawa Timur. "Konsepnya mengarah ke Eropa style karena di sana banyak matik buat cowok," ungkap Gerie Nur Mayurie, pimpinan rumah modifikasi GLP di Bandung, Jawa Barat.

Nyata sekali hasil dari garapan GLP ini. Beberapa detail diambil dari Peugeot Ludix, skuter yang populer di Perancis. Seperti model head lamp, kemudian bodi samping Mio yang slim dibikin lebih gendut. Menurut Ardhi Kupret, jagoan desain dari GLP, desain itu supaya Mio ini gagah dan enggak cewek banget.

Sektor seputar bodi samping tampak digarap serius. Contohnya cover kipas magnet ikut dibikin gambot. Untuk penyesuaian hasil pemelaran bodi, bagian buritan diperpendek, membuat skubek berlambang garpu tala ini lebih semok.

Tampilan bodi samping jadi lebih manis setelah dikasih semacam lis berupa pipa krom. Ini merupakan inovasi. "Kalau motor laki kan terlihat keren dengan deltabox. Nah, ini semacam rangka tipuan," senyum Gerie sambil membahas frame palsunya yang menggunakan pipa 1 1/2 inci dengan panjang 140 cm.

Cara pemasangannya tidak sulit. Lis diikat dengan baut ke rangka asli. Hal ini untuk mempermudah bongkar pasang.

Untuk memperkuat tampilan gaya Eropa, bagian lain ikut disentuh. Seperti setang, di sini Gerie mencomot dari Yamaha X1R, meski harus di-custom lantaran kurang pas sama bodi dan posisi pengendara. Caranya, menambahkan aluminium setinggi 8 cm pada bagian tengah setang.

Pemakaian kelir ikut menentukan. Di sini, GLP sengaja memakai cat doff dari Spies Hecker. Kalau terlalu kinclong, kata Gerie, terkesannya girly banget. Jadi, sebelum dilabur dengan cat candy red, bodi terlebih dulu dicat silver. Untuk membentuk tampilan kelir doff, dipakai pernis tipe khusus yang bisa menimbulkan efek tersebut.

"Secara efek, motor menjadi lebih serem. Kelemahannya kala hujan atau kena air, bodi tampak belang antara yang basah dan enggak," aku Gerie. *kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:30 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/18/1143138p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/18/1141234p.jpg

Yamaha Mio berubah kelamin, sudah itu, tampilannya sporty yang paling natural. Itu yang susah, dan menjadi nilai lebih buat Antonius Chandra yang memodifikasi skubek berlambang garputala ini. Bayangkan, kerangka sudah dipotong oleh bos Ton’s Chrome itu. Namun, dimensinya masih mengikuti aslinya.

Diakui oleh Antonius, rangka belakang yang dipotongnya mulai dari pegangan mesin. Sebagai gantinya, bagian itu dibuat dari pipa bulat sepanjang 60 cm. Perubahan ini tak lain untuk mendapatkan efek nungging yang menjadi ciri khas motor sport.

Selain buritan nungging, kerangka deltabox yang menjadi ciri khas motor sport tidak diabaikan Antonius. Meski di sini bikinannya bukan sebagai sasis, “Sekadar variasi untuk menahan tangki sekalian sebagai bracket footstep,” tegas Antonius.

Penutup bodi (fairing) dibuat sederhana tanpa banyak lekukan aneh. Ini disengaja dilakukan karena mengacu pada motor balap. Namun, pengerjaannya tetap mempertimbangkan hambatan angin.

Untuk bagian depan, agar sesuai tema, Antonius tidak mau ceroboh; terutama dalam pemakaian lampu karena, kalau salah pilih, bisa berantakan. Akhirnya, “Gue enggak mau gambling, makanya comot aja punya Honda CBR R150, kan sudah pasti sporty,” bilang Anton.

Di bagian buntut, model balap yang udah kental diperkuat lagi dengan bentuk knalpot. Model undertail sepasang, kata pria yang terobsesi meng-custom Harley-Davidson ini, sengaja dilapis krom agar tampak clean.

Harmonisasi bagian belakang kian kuat dengan adanya pemakaian lampu rem Suzuki Shogun. Walau kecil, lanjut Anton, itu fungsional dan bikin asyik tampilan. *kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:39 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/16/0955287p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/16/0957035p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/16/0958171p.jpg

Penggarapan Suzuki Spin 125 2007 milik Agus Mardiyanto dari Cipinang, Jakarta Timur, yang disulap jadi low rider sangat rapi. Meski tampilannya tidak terlalu ekstrem, tetapi, diakui Wahidin selaku modifikator, sangat sulit mengingat konstruksi engine mounting dan lengan ayun (swing arm) agak lain dengan skubek Yamaha Mio atau Honda Vario.

Bagi Wahidin, tak ada kata menyerah dalam memodifikasi motor; termasuk pada Suzuki Spin, sekalipun pegangan mesin berbentuk huruf U. Keraguan juragan Anggrek Motor ini adalah, jika memakai undur-undur, lazimnya akan melintir.

Solusinya, komponen itu dirancang sendiri. Antara batang yang di kanan dan yang di kiri, jelas Wahidin, disambungkan dengan pelat yang tebalnya 4 mm dan panjangnya sampai 15 cm. Setelah dijajal, barulah itu dirasa aman dan layak jalan.

Ternyata, persoalan belum beres. Wahidin harus berpikir untuk posisi shockbreaker. Masalahnya, ia enggak mau merusak banyak bagian belakang sehingga, jika ingin dibikin standar lagi, enggak repot. Alhasil, dibuatkan beberapa dudukan baru seperti untuk pegangan atas dengan menggunakan pipa 3/4 inci yang disambungkan atau ditembus ke sasis kemudian diikat pakai baut 12.

Adapun untuk pegangan bawah, "Bracket dipasang di atas mesin atau persis di atas kipas," papar Wahidin. Materialnya berupa pelat 4 mm dan shockbreaker-nya dipilih dari Yamaha Jupiter MX karena dimensi dan tingkat kekerasannya sesuai. Wahidin mengingatkan, jangan pakai shockbreaker yang keras lantaran roda belakang sudah berubah dan menahan beban yang sangat berat.

Yang patut diacungi jempol dari karya Wahidin, jika dilihat dari samping, wujud knalpot tak tampak. Bagian itu sengaja disembunyikan dengan tujuan lebih pada estetika dan kenyamanan. Jika diletakkan di samping, katanya, itu akan mengaburkan kesan ekstrem velg. Model undertail pasti mentok ke bodi karena keduanya sudah dicoba.

Keunikan lainnya, perhatikan lampu utama. Rancangannya mirip paruh burung elang yang ujung lancip bagian bawahnya simeteris dengan sepatbor. Awalnya, dengan memakai head lamp Suzuki Skywave, modelnya dibikin belo. Namun, ada kekeliruan dalam desain bodi, bikin lampunya jadi sipit, deh.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:41 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/13/0945056p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/13/0947546p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/13/0949368p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/13/0950548p.jpg


Anda pengagum berat moge, tapi masih sebatas mimpi untuk mendapatkannya. Kalau punya motor jenis sport, bawa ke Dave Motor Concept (DMC). Rumah modifikasi roda dua itu bisa menyulap jadi bongsor seperti sudah dilakukannya pada Yamaha Scorpio.

Meski mengadopsi limbah moge, tapi Budi Tricahyono, sang juragan DMC, tidak serampangan. Kalau saja lambang garputala yang menempel di tangki dilepas, Anda pasti menebaknya moge; terlebih ketika melirik ke bagian kaki-kaki.

Seperti pemakaian velg, itu diambil dari Kawasaki ZX750. Namun, lengan ayunnya (swing arm) yang asli masih dipertahankan Budi. Ia meng-custom ulang agar serasi dengan velg lebar 5,5 inci itu. Caranya, lengan ayun dibentuk lebih mengangkang agar ban profil 180/60 bisa menggelinding mulus.

Selain swing-arm, peredam kejut monoshock juga dipertahankan, kecuali dudukan dibikin ulang. Pertimbangannya, peredam itu dinilai cukup kuat menopang bodi yang sekarang lebih berat lantaran sudah di-custom dengan pelat galvanis.

Untuk bodi, Budi tadinya sempat terpikir ingin meniru full Suzuki GSX, tetapi kurang menarik dan banyak penyesuaian. “Hanya desain fairing yang sedikit mengambil ide GSX,” tegas Budi.

Untuk lampu depan pun bukan GSX asli, tapi berupa variasi. “Yang penting, tampilan Scorpio sudah berubah drastis,” bangganya. Kemudian, penutup bodi itu oleh Budi diberi lubang-lubang, bukan sebagai pemanis, melainkan sebagai jalur udara agar dapur pacu tidak overheat, termasuk di depan mesin juga dibuat lubang angin yang ditutup kawat nyamuk.

Kemudian, perhatikan lampu-lampu. Untuk lampu rem, itu dicomot dari skubek. “Kami pilih stop lamp Vario. Cukup ambil bagian tengah lampu,” bocor Budi. Bentuknya didesain sedemikian rupa sehingga bisa nemplok di buritan.

Manisnya lagi, posisi ujung muffler yang model ganda berada di bawah lampu. Pas secara penempatan dan ukuran, serta tidak mengaburkan tampilan belakang secara keseluruhan.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:42 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/11/0553503p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/11/0603208p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/11/0600135p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/11/0602005p.jpg

Umumnya, modifikasi low rider didominasai dua merek, yakni, kalau enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125 buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, itu punya keistimewaan tersendiri di beberapa bagian.

Paling nyata pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut ban ukuran 200/50 profil tipis. “Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti aslinya. Namun, agak susah di ban, maka diakali pakai ring 17,” ungkap Johanes Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak berubah banyak.

Namun, penggarapannya tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dengan lebar telapak ban belakang 8 inci membuat posisi mesin harus bergeser sejauh 6 mm. Jarak itu didapat setelah diukur center antara roda, mesin, dan bodi motor bagian depan.

Mundurnya dapur pacu tentu diikuti dengan sumbu roda. “Caranya, pakai undur-undur 20 cm, tapi harus benar-benar kuat karena desain Skywave beda dengan Mio atau Vario,” papar Johanes. Untuk memenuhi tuntutan itu, undur-undur dirancang model kotak pakai pelat 2 mm persis sama dengan mobil. Untuk penempatan posisi disc brake belakang dan baut roda dikasih adaptor. “Tidak terlalu tebal, hanya 8 mm,” ungkap Johanes.

Untuk velg belakang, Johanes memakai punya variasi BMW sekalian dengan baut rodanya (5 buah) yang tidak tampak karena tertutup dop roda. Beda ketika menggarap roda depan yang banyak ubahannya. Paling jelas dalam desain palang yang sama antara kiri dan kanan. “Menghabiskan dua velg dan yang diambil palangnya,” tegas pria yang bangga dengan roda ekstrem ini.

Hanya itu keistimewaan karya Johanes? Masih ada lagi. Lirik knalpot, juga pakai asli buat mobil. Pertimbangannya, untuk mengimbangi roda belakang yang lebar itu.

Kemudian intip posisi shockbreaker belakang. Tidak rebah seperti kebanyakan aliran low rider, pada Skywave ini justru tegak dan monoshock. Pilihan Johanes pada YSS untuk Satria F-150. “Itu lebih pas karena ukuran atau panjangnya pas dengan kondisi Skywave sekarang,” urai Johanes.

Pada setang terpasang spidometer imut dan varian terbaru dari merek Koso. Meski bentuknya kecil, tetapi indikatornya lengkap. Ada penunjuk bensin, putaran mesin, odometer, dan lainnya.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:45 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/0611488p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/0613055p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/0614174p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/02/04/0616262p.jpg

Perhatikan deh, setiap memodifikasi motor jenis sport, lengan ayun (swing arm) hampir tak pernah lewat kena sentuhan builder-nya. Umumnya diganti dengan limbah moge, atau custom.

Namun, Jackie Obelix dari rumah modifikasi Obelix Extreme Motorcycle (OEM) mencoba keluar dari kebiasaan dengan menggunakan metode baru untuk diterapkan pada Honda Tiger. "Selama ini pada pakai pipa tubular, kali ini coba dari pipa hexagonal," ujar Jackie.

Pemilihan konsep ini, selain terinspirasi komunitas Harley-Davidson di Amerika—bedanya, kata Jackie, di sana dijadikan rangka—juga ada pertimbangan lainnya. Dari segi tampilan tentu menjadi lebih menarik. "Selain itu, bentuk seperti ini diklaim lebih kuat," kata pria berwajah Timur Tengah ini.

Sayangnya, pipa hexagonal ini berat sekali lantaran aslinya merupakan pipa bersegi padat. Untuk meringankannya, oleh JQ—kadang demikian namanya ditulis—dibubut yang menyisakan ketebalan pipa luar sekitar 5 mm.

Untuk pembuatan arm menghabiskan besi besar sepanjang 2,5 meter dan yang kecil 3 meter. Wajar cukup banyak lantaran proyek perdananya. "Jadi, masih trial and error," belanya.

Agar karyanya tampak sporty, pada ujung arm dibentuk meruncing yang terinspirasi dari Benelli. Efek dari bentuk lengan ayun ini berimbas sampai pada pemilihan lampu depan. Di sini tampak JQ jeli memerhatikan harmonisasi. "Semuanya kalau bisa mendukung tampilan bersegi tadi. Makanya ambil lampu Ninja (Kawasaki) yang agak kotak juga," papar pemilik workshop di Jl Condet Raya No 5A, Jakarta Timur.

Kecuali tangki yang masih membulat karena dicomot dari Cagiva Planet, tetapi masih tetap harmonis. Sadel pun diubah menjadi model sport yang dilihat dari samping agak bersegi. Kendati begitu, buritannya mengikuti tren lancip.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 10:46 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/18/103914p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/18/104229p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/18/104105p.jpg

Anda punya Honda Supra keluaran 2002 dan sudah bosan dengan tampilannya lantaran kelewat tua? Mau ganti baru, tetapi dana tak cukup, apalagi bebek ini punya kenangan sehingga dijual pun sayang?

Enggak usah pusing. Langkah Ade Nugroho di Cilandak, Jakarta Selatan, ini bisa dicontoh. Honda Supra-nya disulap jadi Honda Revo yang digarap oleh Syarief H dan diklaim sebagai tunggangan revolusioner.

Hampir seluruh komponen bodi di Revo berpindah ke Supra, kecuali mesin. Seperti tebeng depan, sayap, hingga buritan. Supaya sedikit membedakan dan tampil lebih eksentrik, bodi di-custom ulang terutama di bagian pelindung mesin (engine guard) dan dudukannya.

"Ubahan ini sebagai pengimbang cover bodi Revo yang posisinya lebih runcing ke belakang sehingga rangka sasis Supra serta breket perlu diatur ulang agar bodi bisa dipasang dan posisi pengendara tetap aman," bilang Eman, sapaan akrab Syarief. Dari padepokannya di Cinere, Depok.

Rombakan lain dilakukan pada bagian kaki-kaki, setang, dan pijakan kaki, "Agar agak beda dan sesuai dengan tema desain motor bebek sport," lanjut modifikator dari EM-Tech yang mengaku sudah 7 tahun ngerombak motor.

Shockbreaker depan oleh Eman dipasangi punya Honda Tiger agar tampak lebih kokoh. Konsekuensinya, batang komsitir diatur ulang mirip aslinya, juga pasang segi tiga atas-bawah biar kian kokoh. Sementara itu, shockbreaker belakang memakai monoshock dari Yamaha Jupiter MX yang didukung lengan ayun Kawasaki Kaze custom pakai besi hollow agar tampak sporty.

Makin sip, satu set cakram Satria F-150 ikut dipasang sebagai penghenti laju. Hasilnya, Supra jadi tongkrongan yang gagah.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:13 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/28/063714p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/28/061742p.jpg

Idealisme bisa saja luntur manakala ingin menghasilkan suatu karya. Inilah yang ditunjukkan Topo Goedel Atmojo dari Tauco Custom (TC). Ia butuh setahun melakukan perenungan, selain merontokkan idealismenya, lebih utama menghasilkan karya yang cerdas.

Melalui tampilan Honda Tiger 2008 dari Jayapura inilah bukti jati dirinya sudah berubah. Modifikasi yang dilakoninya meniru model Suzuki Gladius dengan aksen kental membulat, yang baginya merupakan hal baru.

Ciri itu tampak mulai dari tangki bahan bakar sampai bodi belakang. Menurut Topo, mengetuk pelat membulat lebih susah, tetapi itulah tantangannya. Tak ada yang tersisa dari Gladius menempel pada Tiger.

Dimulai dari desain jok sampai pemasangan pipa layaknya deltabox di bawah tangki, tetapi beda fungsi. "Di sini hanya sekadar pemanis, sedangkan pada Gladius sebagai rangka utama," bilang Topo dari bengkelnya di Jl Kebagusan Raya No 99, Jakarta Selatan, yang mengaku menggunakan pipa ukuran 3/4 inci.

Perhatian utama difokuskan pada lampu depan juga bisa diaplikasi Topo. "Tapi ini hanya lampu variasi dari Thailand. Ini barang langka, tetapi saya punya stok tiga," bangga Topo.

Selain depan, lampu belakang dibuat sama persis. Di sini, Topo mencomot dari Bajaj XCD 125 yang menurut seniman para TC bentuknya sangat pas dan serasi dengan tema ubahan. Sayangnya, lampu belakang tanpa dilengkapi sein.*

jupiter
02-28-2009, 11:15 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/25/091154p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/25/091410p.jpg

Menyontek tidak haram hukumnya, apalagi tujuannya buat penampilan dan mengikuti perkembangan. Seperti dilakoni Steven dari Semarang ini. Pria asal kota lumpia ini begitu kepincut sama motor Minerva Mad Ass. Kebetulan, ia punya Suzuki RC100 produksi 1990, dan meminta Sahid Modif and Paint (SMaP) Semarang, Jawa Tengah, untuk membuatnya menjadi seperti bebek telanjang itu.

"Tapi enggak jiplak total, ada yang dibuat beda dan tentunya lebih bagus," jelas Steven. Makanya, Sahid, sang modifikator, tak begitu sulit untuk memenuhi keinginan Steven. Terutama pada segi bodi karena bahkan Mad Ass tidak mengenakan baju.

Konsentrasi utama Sahid pada kerangka. Sasis, katanya, dibuat ulang menggunakan pipa besi ukuran 2,5-3 inci. Ini disesuaikan dengan ukuran dan bobot mesin. Mantapnya lagi, pipa itu sekaligus dibentuk menjadi tangki bahan bakar dan wadah oli samping.

Pemakaian pipa besi tampak pada lengan ayun (swing arm). Penggantian ini untuk mendapatkan bobot lebih ringan. Sistem peredam bagian belakang diubah jadi tunggal. Namun, sudut kemiringannya, kata Sahid, harus pas. Jika tidak, dampaknya pada rebound menjadi keras.

Sekalipun motor telanjang, lantas tak berarti penggarapannya gampang. Justru dengan terbuka itu dituntut kerapian dan keserasian dalam menempatkan komponen lainnya. Seperti aki, misalnya, dibuat tempat khusus di bagian bawah, tepatnya di belakang mesin. "Memang sih penempatan di situ agak sedikit rawan karena jalanan di Semarang rawan banjir. Tapi selama air tidak menenggelamkan mesin, masih aman," yakin Sahid.

Yang bikin tampilan Suzuki RC100 jadi gahar, setangnya bikinan AHRS bergaya trail, lampu utama didesain tersusun dua. Kemudian, sistem penghenti laju, baik depan maupun belakang, sudah memakai cakram. Malah yang depan sangat besar dan mengesankan kalau motor ini punya tenaga hebat. Dipertegas lagi dengan pemakaian knalpot ala racing.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:17 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/21/064616p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/21/064812p.jpg

Motor sport yang kencang, gesit, dan lincah. Itulah karakter dari Yamaha RX-King yang begitu melegenda sebagai raja di kategori motor 2 tak. Kelebihan itu yang coba dipertahankan Koh Awi ketika memodifikasinya agar tampilannya lebih macho dan futuristik.

Karena itu, seperti tangki bahan bakar, oleh Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport yang memodifikasinya, tetap dipertahankan keasliannya. Namun, Budi menambahkan kaca kecil di sisi kiri tangki untuk memonitor persediaan bahan bakar. Kemudian, tutup bak kopling dibuat transparan. "Selain menambah keunikan, juga bisa memantau kekotoran oli," jelas Budi.

Keunikan lain dari RX-King tampak pada sistem kaki-kakinya yang dibuat lebih modern. Seperti shockbreaker depan diubah model upside down dari Aprilia. Di bagian ini juga dipilih diameter as shock tidak terlalu lebar, hanya 40 mm sehingga tidak merusak tema.

Sementara itu, sistem suspensi belakang mengikuti desain dari Honda NSR 150 SP, menganut single arm (pro arm) plus monoshock. "Dengan kata lain, jadi lebih up to date tanpa menghilangkan ciri RX-King. Juga sesuai harapan customer," tambah Budi.

Kesan RX-King sebagai motor sport yang kencang diperkuat oleh Budi dengan penggunaan knalpot racing. Lalu, desain tempat duduk yang tunggal ditambahi buritan lancip ala MotoGP, dan tampilan kian gahar dengan memakai cat Spies Hecker dengan seri red Ferrari.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:18 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/20/090901p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/20/091103p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/20/091357p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/20/091528p.jpg

Soal modifikasi skubek, Bandung termasuk salah satu kota yang kreatif. Lihat saja Honda Vario 2008 milik Rony Lubis ini, bentuknya menyerupai moge asal Amerika, Harley–Davidson (HD). Makanya, tema modif yang diusung skubek berlambang sayap mengepak itu Harley Rockabilly. Apaan tuh!

Tapi, siapa yang berani mengelus-elus bodi atau setangnya? kalau tak ingin tangan terluka. Bahkan kalau meleng, bukan tidak mungkin kaki ikut mengucurkan darah, dan motor Rony ini sudah banyak ‘makan korban’. Nah, lho!

Bayangkan, di sekujur cover CVT nongol besi-besi runcing, belum lagi yang di ujung setang. Mekanik Rony sempat ‘memuncratkan darah’ akibat ketusuk ujung setang. "Paling stres saat lihat tukang cuci dan mekanik mendekati Vario ini," kelakar Rony.

Malah tukang cuci, kenang pengusaha bus AKAP ini, pernah tergores lantaran enggak sadar mengelap arm yang tajamnya sudah seperti pisau. Namun, Rony mengaku tak bermaksud menyulap Vario untuk melukai orang, tapi berkaitan dengan aktualisasi selera.

Makanya, beberapa posisi bagian luar baut di CVT ditutup dengan besi yang dibubut membentuk runcing. Kebetulan peralatan di rumah Rony cukup lengkap karena dia pengoleksi HD.

Bahan yang dipakai besi berbagai tipe dan ukuran. Lalu, beberapa tipe lempengan besi. "Umumnya ketebalan 7 mm, tapi setelah dibubut jadi 5 mm," jelas pria asal Mandailing, Sumatera Utara, ini.

Seusai proses bubut, bagian tadi kemudian dilapisi pernikel alias dikrom. Setelah itu, lanjut Rony, baru dipoles biar kinclong. Agar penggarapan tampak total sampai ke kolong, maka undur-undur atau engine mounting diberi gelang besi krom lantaran pipa bagian dalam lupa dikrom. Malah, dipasangi gelang, tampilan jadi sangar.

Lantaran tampilannya yang gahar dan beringas itulah, Rony lantas menamakannya Harley-Davidson Rockabilly.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:22 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/060634p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/16/061003p.jpg

Motor kecil ini bernama Gilera Italjet buatan tahun 2003. Kalau dilihat tongkrongannya, ia tak lebih sebagai skubek asal pabrikan motor Italia, Piaggio. Namun, bebek sekelas Suzuki Satria 2 tak yang sudah korekan bisa disebut hebat kalau bisa mengalahkannya dalam trek-trekan alias tarik-tarikan.

Makanya, si empunya motor, Ramadhani dari Bintaro, Jakarta Selatan, menjuluki tunggangan kesayangannya yang langka itu “Italjet Dragster 180”. Modifikasinya dilakukan di bengkel Harley Davidson (H-D). Nah lho. Makin bingung, kan.

Rama, demikian sapaan akrab pemilik Italjet ini tak mau sembarangan menyerahkan motornya kepada builder. Selain langka di Indonesia, ketika membelinya langsung dari Italia, motor ini dalam kondisi masih baru.

Namun, tampilan standarnya masih kurang buat Rama. “Warna bodi dan sasis standar kurang gahar,” terang Rama soal si kecil yang gesit dan punya keunikan pada shockbreaker depan. Modelnya monoshock (tanpa memakai tabung) yang bersinergi dengan arm menggunakan sistem SIS (sistema indipendente di sterzo) dan bisa disetel keras-lembutnya.

Ia akhirnya memasukkan motornya ke bengkel cat Panel One yang biasa mengecat H-D. Supaya kontras, sasis trail dikelir merah menyala. Beberapa part atau body kit juga disiram merah, kecuali warna bodi (hitam) tetap dipertahankan agar tak mengubah STNK.

Soal tenaga, bebek sekelas Suzuki Satria 2 tak, yang sudah dikorek, jangan coba-coba ajak ngebut. Mesin Italjet ini berkapasitas 175,77 cc dengan tenaga 19 dk pada 8.000 rpm, jelas di atas jenis motorsport seperti Honda Tiger yang hanya 18 dk.

Pantas kalau Rama pede ngebut dan ia sempat diajak ngetrek lawan Suzuki Satria 2 tak korekan. Hasilnya, Italjet ngacir tanpa harus main gigi. Sekalipun menang, Rama belum puas dengan tenaganya. Ia sedang mengorder knalpot khusus.

Wah, tambah kencang, dong.

*KompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:55 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/11/171526p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/11/171722p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/11/171906p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/11/172037p.jpg

Demam low rider (LR) mulai melanda Sumatera. Yamaha Mio Soul produksi 2008 milik Emil dari Jambi ini contohnya. Ia rela skubek berlambang garputalanya dipermak. Penggarapannya tak ubahnya kebanyakan LR yang sudah dilakukan di Jawa.

Emil memercayakan pengerjaannya kepada pemodifikasi Budi “Big” Rahmanto dari Pisangan Lama, Jakarta Timur. Pokoknya, Emil ingin motornya tetap enak ditungganginya.

Sebagai pemodifikasi, Big sudah memahami problem dalam membentuk LR, yakni terletak pada kelurusan roda. Maklum, ciri khas LR adalah adopsi velg lebar dan mundurnya roda belakang. “Kalau tidak senter bisa 'lari anjing,'” jelas Big yang bertubuh bongsor.

Kunci mengatasi motor tidak "lari anjing" (kejar-kejaran roda belakang dan depan) terletak pada engine mounting atau dudukan mesin. “Engine mounting dibikin tidak lurus, agak bergeser ke kiri sejauh 6 cm dan panjang dudukan mesin sekitar 25 cm. Bos engine mounting tetap pakai yang alami,” ungkap Budi.

Dimundurkannya dudukan mesin sejauh itu untuk penempatan velg belakang yang menggunakan velg mobil Suzuki Jimny Jangkrik (LJ 40). Posisi offset roda mau tak mau ikut diubah. “Posisi jari-jari juga ikut digeser agak dalam, disesuaikan dengan dudukan offset. Selain itu, agar cover CVT bagian dalam tidak mentok ke ban,” papar Budi.

Karena velg belakang sudah lebar, depan pun harus lebar juga. Budi menyematkan milik Toyota Corona Absolute 2.000 cc. Pemakaian lingkar roda yang superlebar harus mengubah segi tiga bawah, suspensi kiri dan kanan serta raiser atas. “Lebih lebar 6 cm dibanding versi lamanya. Makanya dibagi masing-masing 3 cm ke kiri dan kanan as roda, baru bisa sejajar,” sebut Budi.

Modifikasi ini memberi efek ubahan berantai. Ternyata, posisi head silinder menyundul ke tangki bervolume 4 liter itu. “Untuk itu, tangki kudu dipapas menyesuaikan, tapi kapasitas berkurang sekitar 1 liter,” lanjutnya.

Suspensi standar dinilai Budi juga tidak cocok menahan bobot Mio yang sudah gambot itu. Makanya, ia menggantinya dengan merek YSS tipe racing. Kekerasannya, bilang Budi, dimaksimalkan dan dudukan bawahnya harus dimodifikasi. Begitu juga kerangka dudukan atas, itu harus dicoak karena tidak sesuai dengan suspensi variasi ini.

Emil memang tak ingin Mio Soul yang sudah dimofikasi cuma indah di tampilan. Ia ingin mesinnya juga gahar. Kapasitas mesin standar yang 113 cc di-bore up dengan cara mengganti blok mesin asli dengan yang aftermarket buatan Thailand berkapasitas 155 cc. “Mereknya EON dan dudukannya pas, tinggal setting sudut squish di silinder head,” tutup Budi.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:57 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/05/045802p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/05/045956p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/05/050139p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/05/051339p.jpg

Pemilik rumah modifikasi Dave Motor Concept (DMC) Wardoyo mengubah Honda Tiger milik Angga, warga Gandul, Cinere, Depok, bergaya robot seperti di film Transformer. Ciri kental sebagai sport cruiser lenyap setelah diubah ke gaya streetfighter berotot kekar.

Makanya, rombakan paling dominan, kata Wardoyo, ada pada batok lampu. Ia mengaku ubahannya itu hasil konsepnya sendiri. Jadi, rumah reflektor asli diganti milik Yamaha Mio Soul yang sedikit di-custom hingga mirip kepala robot. Trus, bagian luarnya diberi ornamen berbahan dasar pelat 0,8 mm.

Kesan robot berotot kekar ditonjolkan Wardoyo pada tangki. Ia memanfaatkan pelat besi untuk mengubah dimensi tangki yang dianggap sebagai badan robot, termasuk juga cover mesin.

Pada sisi kiri dan kanan sasis deltabox dipasang airscoop untuk mempertegas tangan robot yang berotot kawat tulang besi. “Itu semua dibikin dari pelat besi dan dipasang di luar sasis tubular asli agar handling tetap optimal,” bilang pemodifikasi yang mangkal di Jl Raya Depok No 15, Sawangan-Depok.

Sementara itu, kaki robot ikut dipoles jadi kekar. Caranya, suspensi depan standar diganti punya Suzuki GSX400 bermodel teleskopik. Sebagai penyeimbang, lengan ayun (swing arm) handmade khas DMC, jadi andalan setiap motor garapannya. “Lengan ayun yang saya bikin rata-rata memanfaatkan komponen asli lalu di-custom ulang pakai pelat besi. Soal modelnya, saya sering konsep sendiri lalu dipadu dengan masukan dari konsumen,” jelas Wardoyo.

Bagian perut dan pinggang robot diilustrasikan Wardoyo melalui tampilan jok depan hingga cover buritan. Tampilan tambah manis dengan penerapan silencer knalpot undertail./* (KR15)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT45 110/70-17
Ban belakang : Battlax BT45 150/70-17
Monoshock : Suzuki Satria 120R
Footstep depan : Yoshimura
Footstep belakang : Yamaha Jupiter MX 135LC
Lampu rem dan sein : Variasi
DMC : (021) 77887954
0813-8057-1391

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 11:59 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/24/145958p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/24/150315p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/24/150442p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/24/150628p.jpg

Luar biasa tampilan Yamaha Mio Sporty 2005 ini. Anda pasti memuji sekaligus menduga kalau seluruh bodi skubek dibalut bahan kayu, termasuk hingga ke velg. Garapannya cukup rapi, bagian lekukan-lekukannya tak ada yang berkerut.

Namun, supaya tidak terkecoh setelah membaca artikel ini, dibocorkan saja bahwa sekujur bodi Mio ini bukan ditempeli bahan kayu, melainkan teknik permainan airbrush.

“Modifikasi seperti ini saya lakukan karena dapat handgrip kayu dari teman di luar negeri. Saya rasa menarik maka seluruh bodi akhirnya dibuat seolah dari kayu,” bocor Johny Lipurnomo, juragan Custom World.

Kalau handgrip yang menempel di skubeknya itu memang asli dari bahan kayu bermerk Propalm, sedangkan cover bodinya, “Saya bekerja sama dengan Jaidun dari JJ Airbrush. Hampir semua bagian di skubek ini sudah kena sentuhan cat. Termasuk setengah cover CVT ikut kena imbas,” bilang pria berkacamata ini.

Sebagai builder berkelas, Johny jaga betul sisi detail agar semua terlihat harmonis. Semisal, dalam pemilihan baut, “Kami pakai monel supaya terlihat logam yang mengilap. Jadi, layaknya paku di kayu,” kekeh Johny.

Bagian yang agak besar di motor disiasati dengan teknik krom. Umpama pada tabung shockbreaker depan, knalpot, standar, dan bagian bawah cover CVT. “Pokoknya benar-benar kita cari harmonisasi antara kayu dan logam,” tambah Johny.

Jika dicermati lagi, Yamaha Mio Sporty layak disebut Mio Soul. “Saya sengaja pakai full bodi Soul supaya agak modern. Selain itu, kan bisa mengecoh orang," pertimbangan Johny; dan ciri kental kalau skubek ini Mio lama ada pada bentuk cover CVT. “Untuk pasang bodi ini di Sporty enggak terlalu susah. Cukup ubah beberapa dudukan cover,” ujar pria berbadan subur ini.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 12:02 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/04/082755p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/04/082908p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/04/083051p.jpg

Ide yang berani terkadang justru menghasilkan karya yang bagus. Seperti Honda Supra X 2003 punya Achmad Didin Purwanto yang asli Malang, Jawa Timur. Kalau dicermati, modifikasinya perpaduan antara MotoGP dan trail, dua olahraga otomotif yang beda aliran.

Awalnya, Didin menginginkan tampilan ala moge. “Tapi setelah dipikir-pikir keren juga kalau dibikin gado-gado seperti ini,” kekehnya. Malah ia menyebutkan rombakan ini menggabungkan MotoGP, Trail, dan ayam jago.

Dari bagian mana ciri MotoGP-nya? Pertama, lengan ayun (swing arm) yang superbesar dan bagian buritan. Kedua, knalpot yang dirancang double muffler dengan tampilan undertrail (nongol di buntut) serta finishing dengan sentuhan carbon look. Benar-benar sporty.

Unsur trail-nya dari sisi yang mana? Coba tengok bodi tengah. Terutama desain tangki bahan bakar berikut cover di bagian bawahnya. Semua dicomot dari Suzuki RM. “Tapi masih harus dipermanis lagi. Caranya tentu dalam penentuan ukuran dan finishing harmonis,” beber modifikator ini.

Bagian depan juga ikut diganti menyesuaikan hasil modifikasi di bodi tengah, seperti lampu tengah dirasa lebih pas pakai Honda Vario. Pakai lampu skubek Honda, Didin terbilang berani karena desain yang besar dikhawatirkan malah membuat kepala jadi berat. “Tapi enggaklah, itu sudah kita akali pada desain shock depan,” papar Didin.

Untuk sistem peredam kejut depan, Didin memilih punya Yamaha RX-King. “Kita kasih "kondom" supaya terlihat besar. Bentuk yang baru ini pas dengan lampu tadi,” cerita Didin. "kondom" terbuat dari bahan fiber.

Peredam kejut depan juga dipasang stabilizer, yang diambil dari mobil yang buat pintu belakang. Stabilizer di sini membantu rebound yang tidak hanya satu arah tapi double action alias meredam ketika per mantul dan menciut. Rasanya memang shock seperti keras, tetapi kalau digunakan untuk balapan lumayan membantu meredam entakan. (Candra)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 110/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Pelek depan : Grand Prix
Pelek belakang : Grand Prix
Shock belakang : Satria
Lengan Ayun : Custom

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 12:03 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/11/230851p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/11/231105p.jpg

Dari segi tampilan, Yamaha Jupiter MX 135 LC sudah keren, apalagi dimodifikasi, mau aliran apa saja, hasilnya kian hebat. Buktinya beberapa kali pernah kami tampilkan.

Contohnya Jupiter MX beraliran drag dari Pangkal Pinang, Bangka, kemudian Singkawang, Kalimantan, berbodi pelat, dan dari Samarinda yang identitas bebek garputalanya sudah hilang sama sekali.

Kini, Jupiter MX 135 LC dari Malang bercorak MotoGP. Kiky Yulianto, sang pemilik asal Kota Apel ini memang gemar balap. Meski diakuinya, balapnya dari pinggir lintasan alias jadi penonton.

Kebetulan dekat sama Ardi, bos Twin’s Fiber Planet, sudah bisa ditebak bahan modifikasinya, yakni menggunakan serat kaca. Itu tampak mulai dari fairing depan sampai bodi belakang yang semuanya baru. “Karena Kiky ngotot mau gaya balap, sekalilan saja pantatnya dibikin nungging,” ujar Ardi.

Tongkrongan belakang jadi sangar setelah sistem knalpotnya dirancang model undertail. Saluran buang custom ini cukup memberi efek harmonis.

Pada bagian kaki-kaki juga mendapat sentuhan dengan mengganti beberapa komponen. Misalnya swing arm. Kesan kokoh coba ditonjolkan lewat desain lengan ayun yang besar, meski jadi kebesaran.

Untuk lampu utama dipilih dari Honda CBR150 lantaran modelnya berkesan balap. Selain itu, ukurannya juga pas dengan bodi custom yang dilakukan Ardi. Lalu, yang bikin hasil modifikasi ini tampak hebat, permainan empat warna pada bodi yang saling mendukung dan grafisnya mencerminkan aerodinamis.

*kompasOTO*

jupiter
02-28-2009, 12:05 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/21/144651p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/21/144815p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/21/145337p.jpg

MOTIF warna putih dikombinasi striping kotak-kotak merah digarisi hitam mengingatkan kita pada tunggangan balap Kenny Robert Sr ketika berlaga di GP 500 cc era 1970-an. Setelah dipermak oleh Siswo Winoto, Jupiter MX 135 LC 2005 milik Hansen Kurniawan asal Purwokerto ini tampak dominan berbentuk menyiku, dipadu garis bodi yang tegas, dan dipertegas dengan torehan sudut lancip.

“Modifikasi di MX ini menggabungkan beberapa konsep,” kata Wiwin, sapaan akrab Winoto dari Win’s Paddock Purwokereto. Konsep awalnya, lanjut Wiwin, adalah X-Over seperti Honda City Sport One (CS-1), tapi biar tidak monoton diberi sentuhan racing look dan aroma Streetfighter.

Dengan aliran modifikasi yang jelas (CS-1), setang ditelanjangi. “Selain kesan sporty dan modern, arena setang jadi lebih clean. Karena ciri motor sekarang memang menonjolkan kesan simpel,” Wiwin menjelaskan.

Untuk memunculkan tampilan racing look, sang modifikator memilih buntut seperti Yamaha R1. Bentuk jok dibikin berundak layaknya motor balap, tapi double seater. Pasalnya, banyak orang yang minta dibonceng jika motor itu dipakai ke sekolah.

Kesan nungging sengaja dibuat dengan lampu variasi kecil yang ditempel di kolong. Buritan nungging akibat dudukan bawah yang naik karena menggunakan lengan ayun handmade.

Konsep streetfighter-nya dari sisi mana? Silakan lihat pipa tubular mini yang sekaligus sebagai pegangan airscoop dan sayap samping. Oke Punya! (Andika).

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Duro 80/90-17
Ban belakang : Duro 110/70-17
Lampu depan : Nouvo Z
Lampu belakang: Variasi LED
Setang : Variasi
Knalpot : AHRS
Footstep : Variasi
Win’s Paddock : 0815-4888-6755


*kompasOTO*

kentoon
03-02-2009, 03:12 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/04/082755p.jpg
salud dech sama yg ini..hemmm:top:
ini biaya modif sudah bisa di buat speda baru lagi kayaknya...:malu:

jupiter
03-02-2009, 07:50 PM
Kawasaki Ninja Dijejali Komponen Kompetitor

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/165105p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/165230p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/165335p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/07/165521p.jpg

Kalau dicermati, hasil modifikasi pada Kawasaki Ninja 250 milik Den Bagus ini tidak terlalu ekstrem. Tapi, pada sepedamotor ini terpasang komponen Honda dan Suzuki. Bahkan harga knalpotnya hampir mendekati harga satu unit bebek.

Modifikasi garapan Efnu Prastowo di Kemayoran, Jakarta Utara, ini memang terkesan minimalis. Sesuai modif yang diinginkan si pemilik. Tapi coba intip bagian kaki-kakinya.

Den Bagus nafsu dengan tampilan pro-arm. Tole – sapaan akrab Efnu - menjejalkan punya Honda RVF 400. Ada satu konsekuensi yang harus diterima dengan memakai merek lain, yakni harus mengubah bagian-bagian tertentu. Apalagi model peredam kejut belakang menganut monosok.

Repotnya, sokbreker belakang tetap dipakai dan saat dipasang ternyata mentok antara arm baru dengan bodi sokbreker. “Harus dibuatkan braket atau dudukan baru yang posisinya digeser 2 cm dari tempat semula,” ungkap Efnu yang ramah itu.

Akibat dari penggantian lengan ayun membuat jarak sumbu roda tambah panjang. Efeknya, handling menjadi tidak sempurna. Untuk mengeliminir dipakaikan ban bertelapak 160 di belakang dan 120 depan. Tentu menjadi stabil kala manuver di tikungan. “Karena hanya melar 3 cm jarak sumbu rodanya, efeknya ke handling tidak terlalu banyak,” papar Efnu.

Selain belakang, untuk depan, peredam kejutnya diganti model upside down. Efnu memilih Kawasaki ZX9 karena pas dengnan Ninja 250R. “Bahkan untuk as komstir masih bisa pakai asli Ninja,” komentarnya.

Jika pro-arm pakai Honda RVF, knalpotnya dipasang Yoshimura. Harganya, ternyata nggak mura. Untuk satu unitnya, Den Bagus harus merogoh kocek sampai Rp 12 jutaan. Kemudian setang standar dilepas, dipasang dari Suzuki GSX 750.

*kompasOTO*

jupiter
03-02-2009, 07:52 PM
Kawasaki Ninja 250 Berkomponen Motor Italia

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/230233p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/230409p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/230524p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/01/230659p.jpg

Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport (JMS) memberi julukan “Cronos Superbike” pada Kawasaki Ninja 250 garapannya. Pemberian nama ini bukan sembarangan, terutama terhadap karyanya yang dinilai perfect seperti yang digarapnya pada motor kepunyaan Andre Wirahadi.

Cronos sendiri punya arti tersendiri. “Kira-kira the youngest leader of the titan. Secara harfiah, artinya pemimpin termuda di antara yang kuat. Jadi, kalau di motor, Ninja 250 merupakan motor terbaik di Indonesia,” jelas Budi yang selalu kasih nama motor setelah melacak di internet.

Adapun superbike dimaknakan motor yang identik dengan fairing. Makanya, fairing standar dipertahankan. “Namun, kaki-kaki dirasa masih kurang kekar,” jelas Andre yang pengusaha pakaian muslim di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat itu.

Dari situ, Budi lantas memasok komponen motor dari Italia. Pilihannya, Ducati 916 bikinan 1998. Selain langka, harganya mahal. Velg depan dan belakang serta lengan ayun (swing arm) dipindahkan ke Ninja. Kebetulan, katanya pemasangan tidak banyak kendala.

Seperti swing arm, walau lebar tidak perlu menggeser posisi gir depan. “Sebab sudah lurus, apalagi sasis Ninja 250 juga sudah lebar. Jadi, memang tidak ada kendala,” papar Budi.

Apa itu saja dari Ducati 916? Masih ada lagi! Setang dicomot dari Ducati Monster dengan pertimbangan khusus. “Selain tidak mentok spidometer, mudah pemasangan kunci kontak karena posisi kunci kontak Ducati 916 di tangki,” ungkap Budi yang banyak menyediakan limbah moge.

Masih dari Ducati Monster, Budi mengambil komponen untuk setang jepit di upside down yang dipasang di bawah segitiga sehingga sudut-sudut kemudi bisa diatur, termasuk juga ketinggian setang dapat disetel naik-turun.

Sementara itu, untuk upside down dipilih kepunyaan Kawasaki ZX12 produksi 2007, sekalian dengan sepatbor depannya. Alasannya, sistem penghenti laju sudah menggunakan kaliper radial yang lagi rame di MotoGP, lengkap dengan kaliper Tokico karbon yang terpasang di sisi kiri dan kanan.

Untuk master dipilih khusus buatan Brembo radial, punya diameter piston 16 mm. Ini diyakini lebih mantap untuk pengereman. Bandingkan dengan kepunyaan Cagiva Mito yang hanya 12 mm, atau milik Ducati 916 yang hanya 14 mm, sedangkan untuk keperluan racing bisa 19 mm.

Kenapa spidometer tidak sekalian pakai punya Ducati? Budi malah memasang kepunyaan Suzuki Satria F-150. Alasannya, sensor spido yang seperti gigi nanas itu dipasang di roda depan. Bayangkan, jika itu dicomot dari Ducati 916 yang sensornya ada di mesin seperti Honda Kharisma.


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT92 120/60x17
Ban belakang : Battlax BT92 190/50x17
Cakram depan : Disk Flower 320 x 2
Cakram belakang : Ducati 916 240 mm
Monosok : Ninja 250
Lampu sein : BMW E48
Pelat nomor : JMS
Panel karbon : JMS
Knalpot : Yoshimura
JMS : 0811-8393-91

*kompasOTO*

jupiter
03-02-2009, 07:54 PM
Kawasaki Ninja 150 Dikerubuti Dua Pakar Modifikasi

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/02/0533327p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/02/0534442p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/02/0531555p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/02/0535542p.jpg

Bisa dibayangkan hasilnya bila dua jago modifikasi motor yang beda aliran bersatu. Ayung Zulkarnain dari Mosbi punya spesialis di bodi dan Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport piawai di soal kaki-kaki. Keduanya berkolaborasi merombak Kawasaki Ninja 150 2004 milik Phang Sui Po alias Apoh.

Hasilnya, Jangan Anda membayangkan akan jadi tampilan ekstrem. Justru, kedua pemodifikasi yang tinggal satu lokasi di Angke, Jakarta Barat, itu membuat tampilan Kawak jadi lebih kekar. Suatu karya yang bisa disebut perfect karena masing-masing tidak mennonjolkan egois, justru saling mendukung.

Pengerjaannya pun dibagi sesuai dengan keahlian mereka. Untuk membuat tampilan jadi kekar, banyak dipakai limbah moge Honda CBR 400 seperti roda depan dan belakang."Dimensi kaki-kaki CBR 400 tidak gedean dan cocok buat buat Ninja 150 yang bersasis tubular," jelas Budi

Untuk suspensi, terutama bagian depan, Budi mengandalkan limbah CBR 400. Meski bukan model upside dwon, tapi tampilannya tetap garang. "Paling sip desain lengan ayun belakang yang sudah melengkung seperti model banana,"Bangga Apoh yang merestui kedua pakar modif bersatu lantaran gampang dilihat pengerjaannya lantaran tinggal masih berdekatan.

Tadinya, Apoh ngotot suspensi belakang pakai punya moge CBR 400. Setelah dicoba membuat tampilan belakang lebih tinggi alias nungging. Solusinya, Budi pasang monosok belakang Ninja agar posisi tetap proposional.

Selesai urusan kaki-kaki, Kawak diboyong ke bengkel Mosbi. Di sini, Ayung berambut gondrong membentuk buritan motor menjadi Honda CBR400 dengan model jok terpisah. Enggak cuma itu, ia juga menyentuh fairing bagian bawah untuk menutup lambung knalpot dengan menggunakan bahan fiberglass.

Sementara untuk separbor depan tidak memakai punua CBR400 lantaran harganya yang tinggi. Tangan dingin Ayung dengnan membuat lebih custom mampu membuat tampilannya lebih berisi.

Proses finishing juga digarap Ayung. Termasuk pemilihan kombinasi warna biru-putih yang sangat pas dan memperkuat tampilan Kawasaki Ninja 150 bagaikan moge.

*kompasOTO*

jupiter
03-04-2009, 12:27 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/04/0500343p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/04/0501515p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/04/0503104p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/04/0504026p.jpg

Tampilan Honda Vario 2006 dari Sumedang, Jawa Barat, ini bisa dibilang karya terunik atau modifikasi yang ekstrem. Keunikannya, Deden Darmawan, sang modifikator yang membentuk skubek menjadi low rider, justru ke luar dari pakem aliran tersebut. Kemudian sistem rem belakang juga tak lazim, termasuk penggerak roda memakai komponen mobil.

Umumnya modifikasi low rider, memundurkan roda belakang dengan menambah undur-undur plus menggeser mesin. Namun Deden dari SS Custom merenggangkan ban dari standarnya lumayan "jauh" sampai 50 cm dengan dibuatkan lengan ayum (swing arm) baru. "Mundur dengan posisi mesin masih di tempatnya," ujar Deden.

Menurut Deden, konsep modifikasinya menganut sistem knock down alias bongkar-pasang. Jadi, katanya, kalau mau kembali ke standar tinggal melepas lengan ayun yang dibuatnya dari pipa kotak ukuran 4x6 cm yang tebalnya 3 mm.

Lantaran mundurnya cukup jauh, sistem penggerak roda belakang dibantu dengan gir dan rantai. Sementara sistem CVT tetap dipertahankan dan dijamin Deden tidak rusak sama sekali. Sedang kombinasi gir depan dan belakang dipilih yang 1:1. "Cara kerja gir depan tetap berhubungan dengan as roda asli dan disambungkan dengan adaptor," jelas ayah dua anak ini.

Adaptornya dibuat dari besi yang mempunyai ketebalan 16 cm. Cukup tebal memang, tujuannya untuk mengejar posisi center antara depan dan belakang. Kemudian kedua gir dihubungkan dengan rantai untuk menggerakkan roda belakang. Di sini Deden memilih rantai keteng mobil dari Mitsubishi L300. Rantainya dobel, sehingga kuat dari standar motor,"papar Deden.

Untuk sistem penghenti laju, di sini Deden menciptakan keunikan lainnya. Selain mempertahankan aslinya dengan teromol, juga ditambah lagi sistem disc brake. Penempatannya di antara arm dan gir depan, bukannya di pelek. Lalu, cara kerja tetap dengan satu handel dan master rem yang ditempatkan di bawah dek sehingga tertutup.

Coba perhatikan bodi motor. Bentuknya yang sudah ekstrem itu, juga merupakan knock down dan masih menggunakan rangka asli tanpa ada yang dipotong, kata Deden. Kemudian, perhatikan juga peleknya. Hasil perpaduan pelek mobil Toyota Avanza dengan jari palang milik Jupiter-Z yang disatukan dengnan baut.

-kompasOTO-

jupiter
03-05-2009, 01:20 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/30/115425p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/30/115659p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/30/120604p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/11/30/120759p.jpg

Pengalaman pernah tinggal di Jepang membuat Deny melampiaskan kekangenannya pada Honda Tiger 2003 miliknya. Dari semua yang ada di negeri Matahari Terbit itu, ia terkesan dengan Yakuza. Gerombolan mafia yang doyan main potong. “Pilih tema itu, pokoknya Jepun dan gahar,” bilang Deny.

Kebetulan Agus Djanuar, sang builder yang doyan potong bodi motor, pas menerima tawaran dari Deny. “Motor ini nggak dipotong habis sasis jadi buntung lantaran si empunya ingin tetap bisa dipakai boncengan,” papar Agus. Malah Agus menyisipkan sedikit cita rasa Eropa.

Kombinasi ini terlihat pada sepatbor depan dan sayap tangki yang berdesain lancip berkiblat ke Jepang. Sedang unsur Eropa tampak pada lekuk-lekuk halus namun dinamis.

Pembentukan berikutnya pada pembentukan deltabox. Sengaja oleh Agus dikasih deltabox agar nyambung dengan desain sayap tangki, tidak bikin lancip. Demikian alasan Mr. DJ – biasa Agus disapa, meski tidak pernah main DJ.

Begitu juga buntut belakang, ekor double seater ini seirama dengan bagian depan yang punya lekuk sederhana. Manis disandingkan lampu variasi dan punya bentuk nungging dengan pemotongan sasis mulai center backbone. Gantinya dikasih sasis baru dengan pipa sebagai dudukan bodi belakang.

Kaki-kaki juga dikasih kombinasi Asia Eropa. Kaki depan dijejali komponen dari Timur, mulai sokbreker depan terbalik atau upside down, pelek hingga perangkat deselerasi atawa rem comot Suzuki GSX750. Terakhir, buritan dijejali swing-arm Cagiva Mito kombinasi pelek Honda CBR400 dan monosok Kawasaki ZXR1000.

Satu hal yang patut diacungi jempol dari garapan Agus, yakni setang custom yang lebarnya 80 cm ada spion dan seinnya. Di sini, safety masih diperhatikan oleh Agus. “Material menggunakan pipa bulat berdiameter 22,4 mm,” jelas Agus yang bos rumah modifikasi X-K Bike Design itu.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/70-17
Ban belakang : Battlax 160/60-17
Pelek depan : GSX750
Pelek belakang : CBR400
Setang : Pipa 80 cm
Knalpot : Custom
Tangki : Handmade
X-K Bike Design : 0816-6929-64

-kompasOTO-

jupiter
03-05-2009, 01:21 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/05/0543435p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/05/0545084p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/05/0546375p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/05/0548123p.jpg

Anjing jenis bulldog kalau dilihat dari depan, tampangnya jelek banget namun terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas bulldog.

Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. "Bertema bulldog dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang," jelas Agus. Boleh jadi karyanya itu sebagai virus baru di 2009.

Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool yang sudah ngelotok di soal permak bodi dengan bahan fiberglass. Hebatnya, karyanya itu gabungan bulldog dengnan streetfighter West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta shroud yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.

Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangang tangan pada kuda Rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.

Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah handlingnya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.

Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, bulldog GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang.(kompasOTO)

jupiter
03-05-2009, 01:22 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/06/135043p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/06/135305p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/06/135522p.jpg

Dony dan Vandy yang sama-sama tinggal di Ciledug, Tangerang punya Honda Vario 2007. Keduanya bukan bersaudara, tapi memiliki kesenangan sama, yakni modif. Namun konsep yang diusung, keduanya tidak sama. Dony memilih Supermoto, sedang Vandy mengambil tema Batman.

Konsep boleh beda, tapi pemakaian part sama, yakni model bolt on dari bahan fiberglass. “Tinggal bentuknya saja yang disesuaikan dengan dimensi bodi Vario,” terang Robby Mangolang dari workshop stuido 9 di Ciledug, Tangerang.













Kalau dilihat, modifnya biasa aja. Lantas di mana kesan supermotonya? Bisa dilihat dari model setang telanjang. Diperkuat lagi dengan spoiler ban dan buntut belakang tajam. Selain itu, pemakaian lampu utama custom ala supermoto. Trus, mika lampu standar dipadu dengan lampu kabut dari Daihatsu Xenia.



Sedang Batman! Pemasangan bodi kit depan dan samping yang melebar. Macam kostum superhero asal Amrik. Kesan sayap makin mantap dengnan bodi samping lebar dan lancip.


Itu urusan bodi, untuk sasis, Robby mengikuti tren modif skubek sekarang ini. Yakni motor dibikin lebih panjang. “Buat memanjangkan wheelbase dipakai lengan ayun tambahan,” sebut Robby.




Sedang perihal kaki-kaki, ada dua part custom yang dipakai. Untuk vario putih diambil dari Honda Cielo berukuran 4 inci yang dilingkari Delli tire 140/60-14. Untuk vario hitam, pakai velg mobil (tapi hanya untuk yang belakang saja) buatan Malaysia, Proton. Lebarnya 5 inci juga dibaluti Delli tire 140/60-14.


Ngomong-ngmong, Anda tahu nggak yang mana Vario Batman dan Supermoto. Sebenarnya, dari warna saja sudah bisa menduga kan. Tapi, supaya tidak penasaran, Batman ada pada Vario hitam, yang putih supermoto.

[kompasOTO]

kentoon
03-06-2009, 12:23 AM
btw: kpan poenya Lo di post disini???:mikir:

jupiter
03-08-2009, 01:24 AM
btw: kpan poenya Lo di post disini???:mikir:

:hm: kapan ya ? :hm:

nanti deh bro,, klo udah di modif ,, cos sekarang masih standar pabrik, belum di oprek2 :giggling:

kira2 seperti ini niy :D

http://upload.indomp3z.us/pics/imz08cXJUS81236435826.jpg (http://upload.indomp3z.us/pics/imz08cXJUS81236435826.jpg)

jupiter
03-11-2009, 08:12 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0341417p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0344001p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0345282p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/0346473p.jpg


KOMPAS.com — Unik dan lucu. Kalau motor menggunakan empat roda, asumsinya dua depan dan dua belakang alias all terrain vehicle (ATV). Namun, Honda Vario punya David Laibahas ini justru dimodifikasi dengan keunikan tiga roda di belakang. Ini lantaran si pemilik sering mengikuti kontes modif mobil, tak pelak banyak unsur roda empat melekat di motor berlambang sayap mengepak ini.

Jadi penasaran, apakah ketiga rodanya berfungsi? "Hanya ban di tengah yang aktif," ungkap Andit, jagoan modifikasi dari A-Custom di Surabaya ini. Hanya satu roda agar kerja mesin tidak terlalu berat ketika menjalankan keempat roda.

Sementara itu, kedua roda di sisi kiri dan kanan dihubungkan pakai pelat besi setebal 2 cm yang berfungsi sebagai pegangan. Jadi, total panjang besi 50 cm, masing-masing 25 cm ke kiri dan ke kanan dari teromol yang tengah. Untuk memasang seluruh roda, jarak sumbu roda awal harus dibuat molor dulu. Dalam proses ini Andit melakukan dua kali proses pemunduran.

Pertama, di arm seperti undur-undur umumnya. Kedua, pada kerangka depan. "Untuk engine mounting pakai undur-undur 25 cm, sama seperti yang dilakukan orang," papar Andit. Yang agak berbeda adalah pemelaran kerangka depan, persisnya rangka di bawah dek dengan menggunkan pipa berukuran 2 cm. Itu ukuran standar Jerman, kalau di sini sama dengan 2 inci.

"Panjangnya 40 cm, sengaja supaya dek motor bertambah panjang dan bisa buat menempatkan peranti audio," tambah Andit. Berarti, panjang motor bertambah sampai 65 cm. Dengan ubahan pada rangka dan pegangan mesin tadi, sosok motor enggak cuma sekadar pajangan. "Tetap bisa diajak jalan karena ukurannya pas untuk 4 roda," tegas Andit.

Yang juga menarik dari motor 4 roda ini adalah desain sepatbor belakangnya. Ketiga rodanya memakai pelindung. Menurut Andit, desainnya terinspirasi dari Harley-Davidson. Sementara itu, roda depan tanpa sepatbor memang disengaja dengan pertimbangan lantaran cover depan sudah maju. Jadi, tameng ini sudah seperti merangkap menjadi sepatbor.

Selain tameng yang didesain runcing menyerupai sepatbor, yang unik lainnya adalah lampu depan. Posisinya dipindahkan ke atas (setang) berbentuk V. Pembuatannya menggunakan bahan akrilik. Jadi, kalau malam hari tampilannya kian mantap. Lalu, di setang dipasang semacam kamera digital kecil. "Jadi kalau mendadak ada obyek menarik bisa langsung dijepret," tutup Andit.

jupiter
03-13-2009, 12:35 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/09/1220005p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/09/1221204p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/09/1222289p.jpg

Seperti apa sih motor yang ideal untuk diajak touring jarak jauh? Nih, kebetulan Dede Ridwan sedang mempersiapkan Yamaha V-ixion untuk mewujudkan ambisinya melakukan perjalanan panjang. Rutenya tidak kepalang tanggung jauh, start dari Sabang, dan finish di Merauke. Mau tak mau, standar motor berlambang garputala berjenis sport ini harus diubah ke gaya touring.

Motor pun diserahkan ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC). Suspensi standar depan dan belakang masih dipertahankan karena, menurut Topo Goedhel Atmojo dari TC, si pemilik motor enggak pede sama shockbreaker limbah. Namun, lengan ayun harus dirombak agar bisa dipakai ukuran ban lebih lebar dari standarnya yang cuma 110.

Akhirnya, swing-arm standar V-ixion di-custom ulang dan ban ukuran 140 bisa masuk. Lengan ayun baru ini, selain lebih ngangkang, juga tampak kokoh karena dimensi jadi besar.

Untuk mendapatkan kenikmatan selama touring, posisi riding sangat menentukan. Makanya, selain rangka di-custom ulang, desain jok juga dibuat sesuai dengan postur pengendara. Malah, bagian itu dibuat lekuk yang cukup dalam dengan fungsi menahan pantat pengendara.

Memang, ubahan ini bikin motor jadi terkesan menungging dan membuat posisi duduk penumpang menjadi terlalu tinggi. Namun, rencananya, Dede melakukan touring sendirian.

Ubahan lainnya tampak pada setang. Di sini, Topo mengadopsinya dari Kawasaki Ninja. Begitu juga lampu belakang. Bila selama ini pemodifikasi banyak memilih Bajaj Pulsar, TC menjatuhkan pilihannya pada milik Bajaj XCD 125. "Hal ini karena menyesuaikan desain buntut yang nungging," sebut Topo yang mengganti knalpot standar dengan karya desainnya.

-KompasOTO-

jupiter
03-16-2009, 02:03 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/16/0540287p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/16/0543135p.jpg

KOMPAS.com - Vespa diubah menjadi model skubek bisa dibayangkan pengerjaannya. Semua kerangka pasti dipermak. Sokbreker kombinasi jalan raya dan garuk tanah (trail). Sementara Kedua roda diadopsi dari Suzuki Karimun. Nah, lo aneh kan!

Bukan David Lesman kalau tidak menciptakan karya yang aneh. Terlebih dengan Vespa, builder cukup dikenal eksperimennya. Termasuk dengan Vespa Excel 1997 yang terinspirasi dengan MotoGP, terutama Ducati Desmosedici yang ditunggangi Casey Stoner.

Untuk mendapatkan tampilan itu, semua rangka dirombak total. Khususnya swing-arm jadi fokus utama lantaran mesin kendaraan produk Italia itu di kanan. Salah hitung, kata anggota klub Stripe (Scooter Independent) Jakarta, ini motor bisa miring. Karena itu, ia beberapa kali ia melakukan uji coba penyesuian posisi agar pas.

Akhirnya didapat, untuk lengan ayun jatuh pada Suzuki Satria 120. Namun monosok dipakai dari MX. Kemudian, antara arm dan mesin yang di kanan dibuatkan lagi pegangan dari lempengan besi setebal 1,4 cm. "Sekarang bisa sambil lepas tangan karena motor sudah lurus dan stabil," ujar mantan pebalap Vespa itu.

Urusan kaki-kaki, David juga enggak mau ketinggalan ama aanak-anak skubek yang doyan pakai pelek mobil. Pilihannya jatuh pada pelek Suzuku Karimum untuk bagian belakang, sedang depan dicomot dari Yamaha Majesty. Sementara knalpot diambil dari Kawasaki Ninja.

Tameng Vespa dibuang total. Sebagai gantinya, David tertarik dengan Yamaha Jupiter MX. Sedang bagian buritan dibikin ala CBR250. Benar-benar sporty, kan!Lantaran inspirasinya Ducati, maka kelir pun dibikin merah.

David pun bangga bisa mewujudkan obsesinya Vespa disulap jadi skubek. Sebelumnya, pada 2005 pernah mengubah vespa layaknya semok mobil F1. Kita tunggu eksperimen berikutnya.

jupiter
03-16-2009, 02:05 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/13/1152105p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/13/1153492p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/13/1155015p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/13/1203119p.jpg

KOMPAS.com — Pada pameran sepeda motor di JCC, Desember tahun lalu, di stan Astra Honda Motor terpajang Honda Evo 6. Ternyata, motor jenis sport yang masih konsep itu telah merasuki pikiran Ivanggar Pambudi. Sampai-sampai, pria berdomisili di Jakarta ini sulit tidur.

Kebetulan, Ivan punya Honda Mega Pro. Maka, kendaraan tersebut dikirim ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC) untuk diubah menjadi Evo 6. "Pusing gue, kalau mirip banget ama Evo 6 kan ribet dan pasti mahal. Pakai pro-arm segala," ujar Topo Goedhel Atmodjo dari TC yang pantang menolak tantangan.

Hasilnya, dengan mengadopsi komponen dari empat merek motor, Honda Mego Pro telah berubah wujud menjadi Evo 6. Ivan pun kini bisa tidur nyenyak.

Gemuk dan padat
Ciri khas dari Evo 6 terpancar dari tangki dan tutup mesin. Dua sektor ini bisa diakali Topo, terkecuali lengan ayun (swing-arm), desainnya murni karya TC. Untuk tangki bahan bakar, Topo bisa menciptakan mirip konsepnya yang tidak membulat, tetapi ramping.

"Di kanan kirinya ada lekukan sehingga bisa membuat kaki enak menjepit," cerita Ivan. Karya Topo paling nyeleneh di cover mesin bagian atas. Kalau aslinya membentuk pipa knalpot dari mesin enam silinder, Topo menirunya sebagai mesin silinder tunggal. "Pipanya terpotong dan hanya menempel. Sekilas mirip aslinya sih," bangga builder yang kini ikutan balap skubek.

Pemakaian atribut ini mengesankan motor tampak berat di depan. Hal itu pun disadari Topo. Makanya, ia membuat swing-arm yang besar. Selain itu, knalpot didesain untuk mendapatkan efek penyeimbang bodi depan dan belakang. "Meski pendek, tapi gemuk dan padat," bela Topo.

Lantaran tampilan bodi sudah berubah jadi lebih kekar dan adanya pemakaian bahan pelat dalam memodifikasi, tenaga standar di motor pasti keteter. Agar bisa tetap ngacir, solusinya melakukan bore-up.

Pada dapur pacu, Topo memasang piston Yamaha Scorpio yang berdiameter 70 mm. Penggantiannya ini membuat kapasitas mesin terdongkrak menjadi 222,3 cc. Untuk karburator dipakai yang model racing, yakni Keihin PE 28.

Karena motor konsep, tampilan harus terkesan modern, dan Topo ingin kesan itu ada di kreasinya. Makanya, seperti spidometer, dipakai yang berkesan up-to-date. Peranti digital ini tambah keren jika penempatannya pas dan lebih menarik.

Satu hal yang dibanggakan adalah penempatan kunci kontak yang beda dari biasanya. Mengenai velg yang berkelir hitam, untuk bagian belakang, dipakai punya Aprilia. Adapun disc brake dicomot dari Suzuki Satria F-150 dan setang dipilih dari merek Kawasaki Ninja.

jupiter
03-17-2009, 03:10 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/19/190516p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/19/190709p.JPG http://www.kompas.com/data/photo/2008/08/19/190908p.jpg


Kompas.com - Wardoyo dan Suswanto ini, saudara bukan dan tinggalnya pun berjauhan. Satu di kotif Depok dan satunya lagi di Purwokerto, Jateng. Namun keduanya melakukan kontak batin melalui modifikasi pada motor mereka yang sama-sama Honda. Keduanya mengusung rancangan model bungkuk dan material yang dipakai pun ada yang sama pula.

Untuk mengubah Honda Mega Pronya, Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) mencontoh ide dari Honda CBR1000, Sedang Wardoyo dengan Billy Custom terinspirasi Suzuki B-King untuk menyulap Honda Tiger hijaunya.

Selain sama-sama mengkonsep model bungkuk, ternyata Wardoyo dan Wanto punya kesehatian dalam penggunaan bahan material, yakni pelat galvanis sebagai bahan bodi. Menurut Wanto, buayanya lebih murah dibandingkan dengan fiberglass.

Masih ada lagi. Kesamaan mereka tampak pada ubahan monosok yang sama-sama pakai Suzuki Satria 120. Dilanjutkan lagi dengan lampu depan, meski materialnya beda namun desain covernya bagaikan anak kembar. Bila Wardoyo lebih memilih lampu Supra, Wanto menjatuhkan pilihannya pada Vario.

Untuk urusan kaki-kaki, kali ini keduanya beda selera. Wardoyo kepincut dengan Sprint, sementara Wanto jatuh cinta sama Storm.(Andika, Nurfil)

DATA MODIFIKASI
HONDA TIGER 2000 1998
Ban depan : Swallow 110/70-18
Ban belakang : Swallow 130/70-18
Knalpot : Custom
Lampu depan : Honda Supra
Lampu belakang : Suzuki Spin 125
Rem belakang : Suzuki Satrai 120

HONDA MEGA PRO 2002
Ban depan : Blackstone 100/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Lampu depan : Vario
Lampu belakang : Honda Grand
Knalpot : Handmade

jupiter
03-17-2009, 03:12 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/04/052406p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/04/052615p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/04/052748p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/04/052916p.jpg

Di Italia, motor Aprilia FV2 masih berupa konsep. Namun markas Aprilia Style Studio Miguel Galluzzi pasti kaget melihat motor konsep mereka ada di Indonesia. Duplikat itu dari Honda Tiger 2001 milik Heri Saifullah yang dibikin oleh Dave Motor Concept (DMC) Sawangan, Depok. Perfecto kata orang negeri Pizza itu.

Hal positif yang ditiru Wardoyo dari motor konsep ini tidak hanya desain. Lihat saja corong di samping bawah tangki. “Lubang itu berfungsi sebagai jalur udara ke mesin, sehingga dapur pacu nggak bakal panas,” kata builder bertubuh tegap ini.

Lubang ini tentunya juga tidak dibiarkan terbuka begitu saja. Tapi menggunakan lubang kecil seperti kawat nyamuk. “Kawat berfungsi untuk melindungi kotoran masuk, seperti kerikil,” lanjut pria ramah ini.

Bentuk tangki juga masih mengadopsi FV2. Desain seperti ini tidak hanya sekadar enak dilihat, tapi juga nyaman dikendarai. Tentu saja untuk mendapatkan harmonisasi bentuk seperti ini bukanlah perkara mudah, meski mengambil inspirasi dari motor konsep.

Point of interest atau titik pusat perhatian lain di Tiger ini yang layak diacungi jempol ada pada harmonisasi warna. Pilihannya eye catching dengan pembagian warna yang serasi. Misalnya kelir deltabox. “Kalau ngikutin aslinya, deltabox itu berkelir hitam, tapi dirasa nggak cocok di motor ini,” cuap ayah dari Aldi Wirya yang masih berumur 9 bulan ini.

Makanya Deltabox menggunakan kelir silver atau perak. Tampilannya terang bikin lekukkannya lebih terlihat dibanding warna gelap. Tentu saja sebagai seorang ahli ketok pelat, sedikit tonjolan akan semakin memperlihatkan skill yang dimilikinya. “Selain itu juga, kelir rangka ikut menyesuaikan warna swing arm,” tambah pria 28 tahun ini.

Jurus pintar ini memang terkesan masalah kecil padahal pengaruhnya besar lho, dan DMC berhasil membuktikan itu. (kompas.com)

jupiter
03-18-2009, 08:17 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/18/1044456p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/18/1046132p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/18/1047366p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/18/1049028p.jpg

KOMPAS.com — Buat pemilik skubek yang mengagumi aliran low rider, nih ada terobosan baru. Dua builder, Antonius Chandra—juragan Ton's Chrome di Pondok Pinang, Jakarta Selatan—dan Erwin 'Koko' Sidik—Koin Paint Custom, Depok—coba meng-improve tampilan Yamaha Mio low rider dengan setang tinggi bergaya American style. Masing-masing mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri.


Knalpot unik dari Antonius
Yamaha Mio produksi 2009 yang digarap Antonius ini bisa dibilang pelopor. Paling mencolok tampak pada tiga bagian motor yang dimodif aliran low rider ini. Satu di sisi depan dan duanya di belakang. Apa itu?

Tengok model setang bergaya chopper atau seperti gantungan monyet. Di atas masing-masing grip terdapat tabung minyak rem karena sistem penghenti laju yang depan dan belakang memakai disc brake.

Mari pindah ke belakang dan ini yang paling heboh. Antonius mengklaim bahwa dia adalah orang yang pertama kali memakaikan Mio-nya dengan velg selebar 10 inci. "Pokoknya biar jadi tahu kalau gue yang pertama pakai velg lebar," tegas Antonius.

Menariknya, rim yang dipakai masih dimodifikasi lagi, seperti bibir velg masih dari standar mobil, tetapi bagian tengah dibuat dengan pelat baru setebal 3 mm dan lebar 3 cm. Keduanya disatukan dengan las listrik dan jari-jari dibikin model banyak bergaya klasik.

Keunikan lainnya, tangki bensin pindah lokasi ke tempat baru di atas cover CVT. Perpindahan ini efek dari pemakaian ban superlebar. Termasuk juga lubang pengisian oli, bagian itu dibuat baru dan diletakakan di atas. "Kalau mau ganti oli, cukup buka jok dan lubang langsung kelihatan," bilang Ari Winata, pemilik motor.

Sudah itu aja? Belum, masih ada dua lagi. Perhatikan desain knalpot, dibikin melengkung mengikuti velg. Desain ini sekaligus berfungsi melindungi bibir velg walau separuh. Satu lagi, motor ini tanpa shockbreaker belakang. Berarti, suspensi menjadi rigid.

Gaya klasik Erwin
Di sini Erwin mengarahkan Mio 2005 beraliran klasik kuat. Tampak pada lampu depan yang dicomot dari Vespa produksi 1950-an dan ditempatkan di atas tameng. Lalu, masih ada beberapa komponen dari mobil dan sepeda menempel pada motor berlambang garputala ini.

Misalnya pemakaian knalpot milik mobil. "Tabung yang gede bikin gahar, sedangkan leher masih pakai punya Mio," tambah Koko. Sementara itu, footstep atau pijakan yang custom di atas dek dari sepeda. "Selain memang lagi ngetren, pas bersanding dengan setang ape hanger," lanjutnya.

jupiter
03-24-2009, 12:38 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0934364p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0936238p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0938285p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0940247p.jpg

KOMPAS.com — Seandainya tampilan Suzuki Thunder kala dilempar ke pasaran bergaya seperti yang diubah Wardoyo ini, wah pasti laku keras. Di sini, builder yang baru membuka rumah modifikasi Gandul 2Wheels Custom (G2C) di Ambara Cinere, Depok, itu memadukan dua konsep moge, Suzuki GSX1000 dan Yamaha R6, membuat status motor berubah 360 derajat, dari gaya sport touring menjadi model racing.

Sekalipun bentuk berubah total, biaya yang disodorkan Wardoyo relatif murah. Diakuinya, ini merupakan karyanya yang paling sederhana, tetapi tidak tampak murahan. "Saya ingin kasih tahu kepada konsumen, dengan dana minim, motor bisa berubah seperti ini," bangga pemilik G2C.

Dalam memodifikasi, ia tidak melupakan faktor keamanan dan kenyamanan. Sebagai patokan, Wardoyo mengambil contoh langsung tubuh Dimas Puji, pemilik Suzuki Thunder sebagai acuan awal ubahan. "Postur tubuh Puji tidak terlalu tinggi, maka ubahan di sektor kaki-kaki tidak berlebihan alias ambil part limbah," ungkap Wardoyo.

Ia hanya pasang shock depan asli digandeng sama lengan ayun handmade dari pelat setebal 5 mm berikut monoshock Suzuki Satria 2-tak. Begitu dimensi kaki-kaki yang ideal itu ketemu, ia beralih ke fairing. Konsepnya meniru moge GSX1000 yang dibentuk mengikuti ukuran suspensi. Kemudian, deltabox dibikin dari pelat.

Untuk fairing, supaya tidak membosankan, bagian depan dibikin mirip Yamaha R6. Dengan konsep ini, "Yang pasti, kerjanya tidak dua kali lantaran masih sering bongkar-pasang," sebut Wardoyo. Makanya, ia bikin bracket fairing knockdown di komstir dan deltabox.

Karena bodi ditutup fairing, mau tak mau, model tangki pun harus diubah. Bentuknya mengikuti lekukan fairing. Begitu juga bagian buritan. Model knalpot mengikuti konsep Yamaha R6 dengan double silincer undertail, menjadikan tongkrongan Suzuki Thunder begitu berkelas.

jupiter
03-27-2009, 01:28 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/27/0536021p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/27/0548072p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/27/0539495p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/27/0551499p.jpg

KOMPAS.com - Beberapa anggota grup band papan atas ada yang doyan modifikasi. Di antaranya, dua pentolan The Titans, Andika (keyboard) dan Indra (bass) sangat paham akan perkembangan modif sepeda motor. Bisa dibayangkan, dengan kocek yang banyak dari hasil rekaman dan dan manggung, seperti apa motor yang diinginkan mereka?

Indra yang bernama lengkap Hendra Suhendra punya Honda Vario produksi 2007, sedang rekannya Suzuki Skywave 2008. keduanya kepincut dengan aliran modif low rider dan big matic. Dan Indralah yang jadi sumber virus sampai Andika ikutan. "kalau motor enggak dimodif pasti jarang dilirik," alasan Indra.

Hanya, Indra tak ingin modifikasinya sampai yang ekstrem banget. Persyaratan utama low rider, seperti sumbu roda mundur, mutlak. Tapi ia minta hanya 15 cm saja. Trus, konsepnya bolt on dan masih nyaman dikendarai. Sebab, kalau pergi ke studio atau sekadar nongkrong yang lokasinya masih aman, kata Indra, pasti dibawa.

Untuk mengubah tampilan motor mereka, Indra menyerahkan skubeknya ke tangan Yayak dari 909 Matic di Jl. Cihampelas, Bandung, Jawa barat. "Konsepnya manis saja, seperti umumnya lagu mereka. Di sini Yayak hanya menambahkan ducktail yang dibuat dari fiber dan visor minimalis yang bertuliskan nama grup band mereka.

Sementara Andika Naliputra Wiraharja, begitu nama lengkap Andika, sedikit lebih berani mengubah tampilan Skywavenya. Bisa dilihat pada lengan ayun dan sok belakang yang model ganda diubah menjadi tunggal dan posisinya digeser ke tengah.

Bila Indra mengukir nama grup bandnya di visor, beda sama Andika. Ia menempelkannya di knalpot. Sekalipun garapan modifikasinya beda, ada yang sama dari kedua motor itu. Andika dan Indra sama-sama mengusung setang Robocop. Selain enak dilihat, "Juga bisa disetel, jadi posisi tangan saat riding bisa diubah juga," ungkap Indra.

jupiter
03-30-2009, 02:05 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/30/0817538p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/30/0819066p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/30/0820203p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/30/0821465p.jpg

KOMPAS.com- Modifikasi skubek tentu tidak bergeser dari aliran low rider. Ceper, sumbu roda melar puluhan sentimeter dan roda pakai pelek mobil. Sementara Muhammad Sidik justru ke luar dari pakem. Yamaha Mio buatan 2007 miliknya justru diubah bentuknya jadi model klasik.

Perombakan bodi dilakukan dengan memakai bodi Fino. Padahal, trennya sendiri sudah muncul 2007 lalu, namun Sidik tidak peduli dengan teriakan orang. Toh, motornya sendiri ini. Malah ditambah dengan variasi yang mendukung keklasikan motor.

Untuk menyulap bodi Mio diganti Fiono, Sidik harus merogoh kocek sekitar Rp 6 juta. Saat pemasangan, kerangka Mio harus sedikit diubah. Lantaran bodi Fino memberi kesan klasik, berbagai barang berbau lawas pun menempel di bodi.

tengok batang knalpot diambil dari Honda CB100 yang ditemukan Sidik di Kebun Jeruk III. Begitu dipasang, tampilannya oke punya dan tidak mempengaruhi performa mesin yang masih standar.

Karena klasik, pada bagian belakang dan depan dikasih rak. "Kalau yang depan murni desain sendiri. Pakai stainless steel 2mm," bilang Sidik. Sedang rak belakang meniru variasai yang kerap dipakai komunitas Vespa. "Klasik dan cocok sama bodi baru yang rada gendut kayak bodi Vespa," lanjut pengantin baru itu.

Tampilan klasik lainnya, tampak pada model nomor polisi. Bukannya melintang, tapi sejajar dengan sepatbor. Kemudian dipasang Windshield. Uniknya, jika dulu ukrannya besar, di sini Sidik pakai ukuran kecil dan malah terlihat seperti visor. "Ingin tampil beda. Jadi dengan visor seakan klasik tapi sporty," ungkapnya. Ukuran dan desain harus diseuaikan bentuk bodi yang agak membulat itu.

Desain jok pun dibuat bergaya klasik "Harus gaya klasik juga, bikin lebar sebab selain keren, nyaman di pantat," papar Sidik sambil tersenyum.

jupiter
04-13-2009, 12:45 PM
Honda Vario Bisa Joget dari Madiun

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/10/0830448p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/10/0833565p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/10/0837232p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/10/0840412p.jpg

KOMPAS.com — Terobosan modifikasi motor 2009 lahir dari Madiun, Jawa Timur. Adalah Donny Dwi Budianto dari 73 Motor sang penggagas. Honda Vario 2007 miliknya bukan dirombak dengan memelarkan sumbu roda alias low rider dengan memakai velg mobil. Skubek Honda itu bisa berjoget alias bodinya naik-turun layaknya seperti yang banyak dilakukan pada modif mobil.

Depan monoshock
Memang, Donny menerapkan konsep MEFRIK alias Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi pada skubek berlambang sayap mengepaknya. Paling menonjol dan bisa dibilang terobosan modif 2009 yakni pemakaian suspensi udara (air-sus) yang membuat bodi bisa naik-turun seperti yang banyak diadopsi dalam modifikasi mobil di Tanah Air.

"Ini seperti tren big matic yang ada di Jepang," bilang Donny. Untuk bisa mengoperasikan air-sus, ia menggunakan kompresor bertekanan 550 psi. Untuk shockbreaker dipakai hidraulik berdiameter 4 cm yang biasa digunakan pada pintu mobil.

Karena funsgi shock hanya untuk naik-turun bodi, maka Donny menambah shock yang ditempatkan di bawah sadel menjorok ke depan dekat tameng. Fungsinya, selain mengatur compress dan rebound, juga untuk menstabilkan bodi. Untuk mengoperasikan air-sus, menggunakan dua tombol yang diletakkan pada stabilizer tengah.

Terobosan lain dari Donny, perhatikan shock depannya. Ia berani mengadopsi monoshock. "Karya sendiri menggunakan pipa dan modelnya seperti di Vespa," paparnya. Supaya kelihatan custom, bagian itu dibungkus fiber dan diberi krom.

Tak cuma itu. Coba tengok lampu-lampunya. Depan pakai mika lampu Honda Airblade dan punya kelebihan, bagian dalam di-custom pakai model proyektor dari lampu mobil. Sementara itu, lampu senja sudah mengaplikasi LED.

Adapun yang belakang hasil kreasi 73 Motor. Bentuknya runcing mengikuti garis buritan dengan lampu serba-LED. Ada lampu sein dan juga rem.

jupiter
04-13-2009, 05:38 PM
Honda CBR150 Egois dari Ungaran

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/13/0834047p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/13/0837154p.jpg


http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/13/0835586p.jpg

KOMPAS.com — Sebagai pebisnis limbah moge, Handoko tertantang dengan keinginan Awang Alamsjah. Siswa SMU Negeri 2 Ungaran, Jawa Tengah, ini minta Honda CBR150 2008 miliknya dimodifikasi tanpa limbah moge. "Mungkin selera pasar, saya tidak bisa egois tanpa melihat kemauan konsumen," ungkap juragan BJM Motorsport yang punya nama lengkap Raynaldo Handoko Sugiarto.

Akhirnya, Handoko memadukan bahan pelat dan fiber untuk mengubah tampilan Honda CBR itu. Pertimbangan memakai pelat, katanya, karena bahan itu lebih lentur dan ringan. Pengerjaannya lebih cepat sehingga biaya produksi juga kian rendah. Makanya, garis tegas pada bagian buritan dibentuk dari permainan pelat galvanis 1 mm.

Buntut nungging plus jok tunggal (single seater) mengentalkan streetfighter. Walau terkesan sebagai motor egois. "Itu didapat lewat revisi rangka belakang model knockdown," tambah pria bertitel sarjana teknik ini.

Tangki bahan bakar dibikin gambot menggunakan fiber, meski kapasitasnya masih sama dengan standar. Sementara itu, airscoop dibikin dari bahan galvanis untuk menyesuaikan dengan tangki. Termasuk juga dengan sayap di kiri dan kanan tangki yang dibikin melalui langkah customized.

Lampu depan dicomot dari Satria F-150, kemudian dibikin sipit dengan dibungkus pakai fiber di sekeliling mika. "Dibikin serba menyiku supaya seirama dengan bodi, tapi nyala lampu tetap terang," yakin Handoko yang sangat tepat dalam memberi warna motor.

kentoon
04-13-2009, 07:21 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0934364p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0936238p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0938285p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/23/0940247p.jpg

KOMPAS.com — Seandainya tampilan Suzuki Thunder kala dilempar ke pasaran bergaya seperti yang diubah Wardoyo ini, wah pasti laku keras. Di sini, builder yang baru membuka rumah modifikasi Gandul 2Wheels Custom (G2C) di Ambara Cinere, Depok, itu memadukan dua konsep moge, Suzuki GSX1000 dan Yamaha R6, membuat status motor berubah 360 derajat, dari gaya sport touring menjadi model racing.

Sekalipun bentuk berubah total, biaya yang disodorkan Wardoyo relatif murah. Diakuinya, ini merupakan karyanya yang paling sederhana, tetapi tidak tampak murahan. "Saya ingin kasih tahu kepada konsumen, dengan dana minim, motor bisa berubah seperti ini," bangga pemilik G2C.

Dalam memodifikasi, ia tidak melupakan faktor keamanan dan kenyamanan. Sebagai patokan, Wardoyo mengambil contoh langsung tubuh Dimas Puji, pemilik Suzuki Thunder sebagai acuan awal ubahan. "Postur tubuh Puji tidak terlalu tinggi, maka ubahan di sektor kaki-kaki tidak berlebihan alias ambil part limbah," ungkap Wardoyo.

Ia hanya pasang shock depan asli digandeng sama lengan ayun handmade dari pelat setebal 5 mm berikut monoshock Suzuki Satria 2-tak. Begitu dimensi kaki-kaki yang ideal itu ketemu, ia beralih ke fairing. Konsepnya meniru moge GSX1000 yang dibentuk mengikuti ukuran suspensi. Kemudian, deltabox dibikin dari pelat.

Untuk fairing, supaya tidak membosankan, bagian depan dibikin mirip Yamaha R6. Dengan konsep ini, "Yang pasti, kerjanya tidak dua kali lantaran masih sering bongkar-pasang," sebut Wardoyo. Makanya, ia bikin bracket fairing knockdown di komstir dan deltabox.

Karena bodi ditutup fairing, mau tak mau, model tangki pun harus diubah. Bentuknya mengikuti lekukan fairing. Begitu juga bagian buritan. Model knalpot mengikuti konsep Yamaha R6 dengan double silincer undertail, menjadikan tongkrongan Suzuki Thunder begitu berkelas.

tapi sayang CCnya kecil ya...!!!!

jupiter
04-15-2009, 03:48 PM
Edan! Honda Karisma Jadi Bebek Streetfighter

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/15/0758402p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/15/0805589p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/15/0804202p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/15/0800092p.jpg


KOMPAS.com - Setengah tidak percaya, tampilan Honda Karisma berubah total tanpa menyisakan sedikit pun identitas aslinya. Dua kekuatan dari moge ternama asal dua benua telah menjadi kekuatan yang menonjol. Sehingga dari bentuk aslinya yang 'Karisma' (kalem dan lembut) menjelma jadi galak (streetfighter).

Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport (JMS) yang memodifikasi bebek ini menamakan hasil karyanya Shiva (baca: Siwa). Ia mengartikannya god of creation. Patut diacungi jempol buat sang pemodifikator.

Di sini, ciri bebek streetfighter ditonjolkan Budi lewat kekuatan tulang yang kekar. Terutama di back bone yang menggunakan pipa tubular ala Ducati Monster. Dipadu dengan lengan ayun (swing arm) tunggal dari Veltermoto (Italia). Untuk kaki-kaki, "Pelek full set punya NSR 150 SP. Supaya senada, peranti kenyamanan alias sok juga pakai NSR," papar builder yang doyan fitness ini.

Sensasi garapan Budi tak cuma itu saja. Lirik hasil racikan bodywork motor ini. Mulai dari buritan, diambil dari model Yamaha R6 sesuai dengan dimensi Karisma. Termasuk lampu belakang juga dari R6.

Unsur poser masih kentara di motor custom ini. Terutama dalam mendesain tangki di bawah jok dibikin lubang pemantau seperti aquarium. Kata Budi agar bisa melihat isi tangki kotor atau tidak.

Paling unik, pijakan kaki belakang mengadopsi dari Kawasaki trail KX200 atau KX125. kemudian indikator penunjuk kecepatan, temperatur, waktu dan stopwatch model digital dari motor Italia, Aprilia.

Memang, tidak salah kalau Budi menamakan Shiva hasil tangan terampilnya. Fredy Wongkar, sebagai pemilik Honda Karisma, tidak keliru menjatuhkan pilihan pada JMS untuk merombak bebek warisan dari orang tuanya.

jupiter
04-22-2009, 01:45 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/22/0827285p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/22/0829499p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/22/0832042p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/22/0824499p.jpg

Sekalipun sudah kurang produktif, tapi dalam memodifikasi motor, karya Aming Ali Warga masih tetap diperhitungkan dan bikin mata melotop. Lihat saja hasil tangan terampilnya pada Yamaha V-Ixion yang beraroma muscle bike ala streetfighter ini. Sangat tidak mudah memadukan estetika itu.

Di sini Aming perlu meramu dan mempertajam estetika customized yang dimulai dari bodywork model Yamaha TZ125 dipadu moge Yamaha R6, sekalipun minimalis. "Kami perlu merehab sasis di main frame kamuflase ala TZ125," ujar sang builder. Sedang untuk sub frame diarahkan Aming ke R6.

Sebagai penyesuaian, dimensi dan lengan ayun pakai produk Italia. Yang dipilih Aming, Aprilia 250 Diablo. Sementara sistem sok belakang yang udah diubah jadi mono memakai merek Ohlins.

Dari sini bentuk sudah mulai tampak. Untuk mengentalkan streetfighter, agar T bagian atas dan bawah jadi lebar diadopsi dari Suzuki GSX600 lengkap dengan sok upside down.

Konsep yang dimaui Aming sudah dapat dan tinggal bermain detail. "Jangan sampai khas LM (Laksa Motor) hilang, maka masukan dari LM mulai diterapkan," sebut sang builder yang tidak bisa dipisahkan dari rumah modifikasi Laksa Motor.

Lihat batok lampu depan merupakan khas LM untuk menopang lampunya dari FZ1000 orisinal. Pertimbangannya, konsep mendekati streetfighter tadi bakal digembungkan desain batoknya. Apalagi kaki-kaki sudah kekar dengan pelek pakai Honda CBR600 palang enam untuk depan dan belakang.

Desain khas LM lainnya, tampak pada tutup cover mesin dan jok belakang yang mungil model single seater. kesan modern dan futuristik tampak pada spidometer model digital Koso, kemudian knalpot memakai silincer bikinan Akropovis titanium karbon model oval, dipadu pijakan kaki dari Yoshimura. Master rem belakang dicomot dari Nisisin plus kaliper Honda CBR400 Fireblade, sedang depan Nissin dari CBR1000 Fireblade.

Di sini Aming tak ingin menghilangkan total ciri Yamaha V-ixion. Seperti lampu sein standar tetap dipakai. Hasilnya, motor milik Hansye ini pantas disebut Naked Streetfighter.

Data modifikasi
Pelek depan :Palang 6 CBR600
Ban depan :Michelin 120/60-17
Pelek belakang :6-17 inci
Ban belakang :Michelin 160/60-17
Sepatbor depan :Cagiva Multi Strada
Rantai :Tipe 520 gold
Engine cover :Laksa Motor
Cat :Biru Spice Heckere
Lampu dpn/blk :FZ1000 dan Yamaha R6

jupiter
04-27-2009, 02:38 PM
http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/25/1042367p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/25/1052584p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/25/1040041p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/25/1044326p.jpg

Bisa ditebak hasilnya kalau anak berusia 11 tahun punya motor dan minta dimodifikasi. Seperti yang terjadi pada Al Ghazy Nicola Bahsar. Murid kelas V SD ini "merengek" ke bokapnya (orangtua) minta dicarikan modifikator karena ingin mengubah tampilan motornya.

Sang ayah, Agus, memercayakan Tauco Custom (TC) untuk memodifikasi Yamaha Mio 2008 milik anaknya. "Kebetulan dekat dengan rumah kami yang di Cilandak," pertimbangan Agus.

Lantaran yang minta anak kecil, Topo Goedel Atmojo, juragan TC, tak ingin melakukan perubahan ekstrem. Konsepnya, lowrider yang enak dilihat. Maka, langkah pertamanya memundurkan roda belakang 10 cm.

Bodi tak banyak yang disentuh, kecuali lampu depan. Standarnya diganti dengan Yamaha Fino yang bulat dan lucu. Penggantian ini mau tak mau harus membobok cover bodi depan. "Kali ini enggak pakai pelat, hanya solder plastik antara bodi asli Mio dengan bawaan Fino," jelas Topo. Lalu, sambungan ditutupi dengan dempul.

Bagian belakang juga enggak ada yang ekstrem, kecuali knalpot hasil desain TC. Mulai dari leher sampai bagian tengah muffler ditutup cover berbahan pelat galvanis. "Murni karya kami. Sekalian bisa jadi pelindung panas lho," komentar Topo. Cover itu dikasih aksen lubang-lubang kecil untuk memperlihatkan detail sempurna.

Sokbreker belakang standar diapkir dan masuklah punya Honda Grand. Pengganti itu terpilih karena memiliki beberapa keunggulan. Selain bentuknya yang krom, "Batang yang besar cukup menarik. Dari segi harga jauh lebih murah," beber Topo.

Kemudian, pada ujung jok belakang dikasih sissy bar yang desainnya lumayan unik. "Karena enggak mau sissy bar yang tinggi, maka dibuat pendek dengan model mahkota," belanya.

Ghazy pun sangat senang melihat motornya yang udah berubah tampilan. Ya, Yamaha Mio itu hanya sebatas dipandang saja karena usianya masih 11 tahun dan belum punya SIM.

jupiter
05-07-2009, 01:50 PM
Yamaha Nouvo X-Treme Dikira Contek Dodge Tomahawk

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/06/0613092p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/06/0615516p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/06/0617202p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/06/0619108p.jpg


KOMPAS.com — Namanya juga kontes, tentu yang diutamakan adalah kreasi dan ide liar. Ya, persyaratan ini diperlihatkan Antonius Chandra pada motornya, Yamaha Nouvo 2007 ketika mengikuti lomba modifikasi MOTOR PLUS Skubek Contezt di acara Otobursa 2009 di Senayan, Jakarta, 2-3 Mei lalu. Hasilnya, karyanya dinobatkan sebagai jawara kelas ekstrem.

Kalau ditanya kesempurnaannya, kreasi Antonius ini memang belum 100 persen. Ada penonton bule yang mengira motor ini menganut konsep motor 10 silinder, Baby Dogde Tomahawk yang diperkenalkan pada 2003. Namun, Antonius membantah keras dan menegaskan bahwa ini murni coretan tangannya.

Hasilnya, mulai dari kaki-kaki hingga bodi mampu menyihir animo penonton. Termasuk kedua roda yang memakai telapak 10 inci depan dan belakang bisa dianggap yang istimewa. "Bibirnya juga sangat celong dan modelnya murni desain sendiri," sebut Antonius yang juragan Ton's Chrome ini.

Yang menarik lagi, lirik bagian depan, desainnya tergolong unik. Ada lengan ayun yang menggunakan pipa besi dengan ketebalan 10 mm dan diberi lubang-lubang agar tampak sangar. Untuk shock, "Tabungnya pakai punya Yamaha Force 1 dan per custom sendiri," bangga pria asal Palembang, Sumsel, ini. Untuk per menggunakan model spiral 8 mm yang proses penuntasannya dilapis kemilau krom.

Dari kaki-kaki beralih ke bodi. Jika dilihat dari dimensi, jelas posisi mesin pasti mundur. Namun yang menarik, kerangka asli disingkirkan, hanya komstir dan underbone yang dipakai. "Total mundur 30 cm, 10 cm di depan dan 20 cm di belakang mesin," bocor Anton. Lalu, bagian atas rangka dibuat ulang dari pipa berdiameter 25 mm dengan ketebalan 3 mm.

Tampilan bodi yang gambot dikarenakan mengikuti kedua roda. Namun, justru dengan bentuk menggelembung itu, motor bisa terpasangi tangki bensin Harley. Desain lampu model 4 buah memperkuat tampilan ekstrem Yamaha Nouvo karya brilian dari Antonius.

Pantaslah, kalau dia jawaranya.

zendy
05-31-2009, 12:39 AM
ada punya modifan thunder 125 ga????
trus ada ga barang2 buat modifan yang murah2???????

PCoeT
06-03-2009, 05:41 AM
:Di tunggu Broder:

Pinginnya sih model YAMAHA M1 hehehehehe....

jupiter
06-05-2009, 06:32 PM
Jupiter Bajak Laut dari Pontianak

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/03/1307447p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/03/1306044p.jpg

KOMPAS.com — Maaf! Jangan salah persepsi dulu dengan judul di atas. Yamaha Jupiter MX 135 LC ini bukan untuk 'merampok'. Raka Mahardika, sang modifikator dari ColourTranz di Pontianak, ini terinspirasi oleh sosok perompak zaman dulu dengan satu mata tertutup. Jadi, melalui bebek dari Yamaha ini ia coba mewujudkannya dengan desain lampu utama yang beda.

Cuma itu saja kelebihan modifikasinya. Tidaklah. Tapi kita kembali ke soal lampu dulu. Menurut Raka, lampu kiri dipakai dari Yamaha X1R dan yang kanan dari variasi mobil dengan tugas sebagai penerang sedang dan jauh. Untuk jarak dekat diembang yang kiri.

Untuk bodi, juga ada perubahan yang dibuat dari bahan fiber. Seperti sisi samping sampai ke belakang dengan konsep sporty. Makanya, lanjut Raka, rancangannya agak meruncing dan nungging.

Keunikan lain tampak pada bagian jok. Raka menamakannya jok single-double. Dari sudut pandangan mata tampak seperti dua, "Padahal masih satu kesatuan lantaran untuk membuka sama seperti standarnya, keduanya ikut terangkat ketika diangkat."

Langkah customizing juga dilakukan di kaki-kaki. Malah sudah masuk kategori ekstrem. Seperti suspensi depan, sok variasi yang dibeli pemilik kepanjangan lantas disesuaikan. Begitu juga belakang, "Begitu lengan ayun selesai dan dipasang, motor terlalu nungging," kenang Raka.

Karena sudah tidak mungkin mengubah lengan ayun, jadinya monosok standar MX jadi korban dengan dipendekkan dengan memotong sekitar 3 cm. Karena bagian belakang yang runcing, lampu belakangnya diambil dari Honda CS-1, yang juga diambil visornya untuk dipakai pada MX.

jupiter
06-05-2009, 06:34 PM
Honda Tiger dengan Rangka Knock Down

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/01/1300533p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/01/1303527p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/01/1259383p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/01/1302034p.jpg

KOMPAS.com — Enggak ada yang ekstrem dari tampilan Honda Tiger 2003 ini. Namun, builder Irfandi dari bengkel 2XP Pontianak banyak melakukan inovasi, meski karyanya itu terinspirasi dari Suzuki B-King. Hasilnya, sosok motor sport itu jadi lebih gagah.

Terobosan dari Irfandi bisa dilirik mulai dari rangka yang memakai model knock down. "Kalau mau gonta-ganti konsep dapat dilakukan dengan mudah," bilang Irfan, sapaan akrabnya. ia menjelaskan bagian yang bisa dibongkar mulai dari bagian tengah sampai belakang dengan sistem baut ukuran 14 (di bagian atas) dan 12.

Selain itu, coba perhatikan di sekitar tangki bensin. Bagian itu dikasih semacam cover, tapi punya fungsi lain, menjadi dudukan lampu sein yang dicomot dari Honda Supra X 125.

Masih di tangki, perhatikan bagian bawahnya. Ada variasi deltabox yang sering digunakan Suzuki Thunder 125. Aslinya sih, kata Irfan, dari aluminium. Supaya tampilan lebih bagus di-cutom dari fiber.

Kemudian, pindah lirikan Anda ke sepatbor. Area ini dirancang terdiri dari tiga bagian yang disatukan dengan baut cacing. Dibuat begitu lantaran motor ini tak punya standar tengah. Jadi, kalau mengalami pecah ban, gampang dibuka.

Sekarang pindah ke belakang. Perhatikan suspensi, Irfan coba memadukan MX dan Ninja 150. Nah lho, seperti apa jadinya? Untuk MX, yang dipakai hanya batang peredamnya, sementara Ninja yang diambil adalah pernya. Hasilnya, menurut pengakuan yang punya motor, sangat empuk.

Terakhir, coba tengok knalpot. Desain dan finishing-nya boleh diacungi jempol. Tapi, jangan menempel terlalu dekat kalau enggak mau kena semprot.

jupiter
06-05-2009, 06:37 PM
Edan! Motor Lawas Jadi Sangar

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/27/1139304p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/27/1141102p.jpg

KOMPAS.com — Kebayang enggak, seperti apa jadinya bila dua model motor dari Italia, Cagiva V-Raptor 1.000 cc dipadu dengan Aprilia RSV4. Itu, lho besutan pebalap Max Biaggi di arena kejuaraan dunia balap superbike (WSBK). Hasilnya, seperti yang Anda lihat ini.

Abdul Aziz dari Magetan patut diacungi jempol. Bayangkan, Honda GL 100 yang sudah berusia seperempat abad ini hidup kembali dengan wajah baru yang lebih gahar. Builder dari rumah modifikasi A1 Modified ini sangat berani karena hampir semua dari motor lawasnya dirombak habis.

Seperti bentuk depan, Aziz terinspirasi oleh Cagiva V-Raptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari model semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu dan tangki," bilang Aziz. Semua material untuk modif ini memakai pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Sadar penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. Makanya, di sini Aziz cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang cabutan dari Honda Supra-X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran maka akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," paparnya.

Selain depan, untuk meminimalkan bobot, seluruh rangka diganti dengan menggunakan pipa tubular. "Karena ingin mengejar tampilan," sebut Aziz. Seluruh rangka baru menggunakan pipa berdiameter 1 inci.

Bila bagian depan bernuansa sport, belakang lebih dahsyat lagi. Aziz meniru Aprilia RSV4. "Memang sport abis karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah itu. Karena modelnya sport, maka jok pun didesain single seater.

Seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi, tetapi kaki-kaki mulai dari swing-arm hingga upside down pun custom. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain. "Kebetulan, saya sering membuat upside down dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," bangga Aziz.

Dalam membuat suspensi depan, Aziz masih menggunakan beberapa komponen standar. Shock asli dibubut dan dilanjutkan pakai sambungan baru. "Kemudian, saya custom pakai sistem drat. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya. Adapun bagian luar shock dibungkus pakai pelat supaya tampak lebih kekar.

jupiter
06-05-2009, 06:40 PM
Yamaha Jupiter MX 135LC Berubah Kelamin Jadi Laki

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/22/0813223p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/22/0809403p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/22/0812053p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/22/0810483p.jpg

KOMPAS.com — Kala melesat, orang sulit menebak motor apa itu? Kalaupun dapat menangkap logo di tangki bensin, Anda pasti menyebut Yamaha. Betul sekali, tapi Yamaha apa? Terkaan Anda, paling Yamaha V-ixion lantaran tangkinya.

Memang, Irfandi dari bengkel 2XP yang memodifikasi motor ini memakai tangki Yamaha V-ixion. Sesungguhnya, basis motor ini adalah jenis bebek dari Yamaha Jupiter MX 135LC, dan untuk mengubah jenis kelamin motor ini, Irfandi enggak banyak pakai limbah moge atau potong sasis sana-sini.

Kaki-kaki asli
"Rangka enggak ada yang dipotong-potong, aslinya masih dipertahankan," sebut builder dari Pontianak, Kalimantan Barat. Cukup bermain dengan bahan fiber, bagian belakang dibikin menungging, plus bodi tambahan. Jadi, kalau ingin balik ke standar, bisa dengan mudah dilakukan.

Bagian depan dipoles jadi kekar. Seperti sokbreker asli, bagian itu diganti dengan Ohlins Thailand, termasuk piringan cakram diganti yang lebih besar dan model racing. Untuk lampu utama bukan variasi, melainkan diambil punya Suzuki Spin 125.

Sosok motor jadi kekar, selain karena tangki, juga karena adanya penambahan deltabox. "Ini pakai limbah Aprilia, tapi tanpa merusak bodi karena prinsipnya bolt on," bangga pria dari kota Khatulistiwa ini. Pemasangannya pun tidak sulit, hanya mengandalkan dua baut, satu di atas dan satunya di bawah. Posisinya pun masih menggunakan lubang baut asli (untuk yang di kanan) karena yang atas memanfaatkan lubang kunci kontak dan bawahnya dari baut footstep.

Untuk sektor kaki-kaki, Irfandi masih banyak memakai aslinya, kecuali yang depan, pakai Ohlins, sedangkan lengan ayun masih standar. Menurut Irfandi, bagian itu hanya ditambahi pelat terutama buat bagian dudukan bawah shock. Sementara itu, monoshock bawaan standar masih dipertahankan.

Lantaran sudah ganti kelamin, telapak ban mau tak mau pakai yang lebih lebar. Roda depan pakai ukuran 2,15 inci, sedangkan belakang 3,5 inci dengan lingkar 17 inci. Peleknya dipilih variasi dari Tiger bermerek Sprint.

Kejelian Irfandi tampak pada sistem knalpot. Ia mendesainnya dengan model dua muffler dan kedua-duanya berfungsi yang jalurnya dipecah di bagian tengah. Selain berubah kelamin, karya Irfandi ini bisa dibilang begitu sempurna.

jupiter
06-05-2009, 06:43 PM
Dua Aliran dari Banyumas Menjelma pada Yamaha Mio

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/25/1002518p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/25/1005272p.jpg

KOMPAS.com — Kebayang enggak, skubek disulap jadi hot rod fighter! Itulah yang dilakukan Siswo Winoto dari Banyumas, Jawa Tengah. Builder dari Win's Paddock ini coba menumpahkan kreasinya lewat Yamaha Mio 2007 yang memadukan dua gaya.

Wiwin, sapaan akrab Winoto, terinspirasi bikin hot rod lantaran gaya itu lagi mewabah di daerahnya, ditambah pesona streetfighter. Mio milik Indra pun jadi sasaran.

Semula, ia ingin mengubah skubek itu jadi hot rod ala negro. Namun, dia menganggapnya masih kurang radikal dan eksplorasi dengan khas bikinannya. Bisikan pun datang di telinganya, yang mengusulkan streetfighter.

Khas hot rod sangat kentara pada ubahan kaki-kaki. "Cukup Menunjukkan aksen yang cenderung agak gendut mengarah ke bobber," ujar Wiwin yang penyuka musik R&B ini. Untuk mendukung konsepnya, diaplikasikanlah velg model jari-jari karena ingin menonjolkan kesan klasik. Kalau pakai velg mobil atau palang, alasannya, itu akan mengganggu konsepnya.

Berbicara konsep, itu tentu enggak lepas dari MEFRIK (modern, estetika, fungsional, rasional, inovasi, dan kreasi). Konsep yang tidak membenarkan modifikasi hanya enak dilihat, tapi tetap fungsional. Artinya bisa jalan, dan fungsi keamanan yang ada di motor tetap bekerja.

Desain bodi juga dikombinasikan dengan dua selera. Depan cenderung gendut dengan bentuk padat dan lebar khas hot rod. Gaya ini digabung dengan bodi belakang mungil yang lancip khas streetfighter.

Khusus untuk belakang, Wiwin sengaja bikin pola penuh sudut. "Supaya ciri streetfighter dapat, jadi terlihat bodi semakin maju dengan jok single," jelas Wiwin yang membocorkan panjang undur-undur sampai 25 cm.

Ciri ala petarung jalanan yang lainnya ada pada pemakaian rangka tubular di tengah dek depan. "Tidak ada fungsi secara material, cuma sebagian aksen visual semata biar nuansa streetfighter lebih terasa dan lebih dinamis," yakin Wiwin.

Sebagai jago fiber, ia memanfaatkan bahan serat gelas sebagai material bodi. Soal mal, lumayan rapi sehingga proporsinya tetap tampak apik ketika dilirik. Yang juga cukup menunjang ada pada pemilihan kelir. Dengan finishing rapi, cat merah Ferrari racikan Lessonal Plus Polired tampak menambah kesangarannya.

jupiter
06-05-2009, 06:49 PM
Baby Harley-Davidson Suzuki Skywave

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/09/1153536p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/09/1152344p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/09/1155055p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/09/1156125p.jpg

KOMPAS.com — Pengembangan terhadap modifikasi beraliran low rider enggak pernah ada habisnya. Pernik yang menjadi suatu keunikan kerap selalu ada. Entah dari bagian mana, tetapi itu menjadi sosok yang menonjol akhirnya.

Silakan simak Suzuki Skywave 2008 kepunyaan Sulistio yang digarap Ton's Chrome. Ada beberapa bagian yang menonjol dan bisa dibilang agak baru. Misalnya, pelek depan dan belakang model cutom palang yang menurut Antonius Chandra, sang juragan TC, banyak dipakai komunitas low rider Amerika.

Model palangnya lima dengan tapak lebar, depan 5 inci dan belakang 7 inci dengan bibir yang celong. Kemudian, finishing dengan dikrom.

Namun, yang menonjol dari modifikasi ini adalah nuansa Harley-Davidson. Seperti sepatbor depan yang model lebar. Sayang, bagian bawahnya tidak dikasih bibir buat penahan cipratan air. Begitu juga sepatbor belakang yang landai. Kedua bagian ini menggunakan bahan pelat berukuran 8 mm.

Begitu juga knalpot di bagian leher, hanya ada satu pipa dan sampai di tengah dipecah dua hingga ujungnya. Bagian yang dipecah dua diberi pelapis dengan bahan bermotif bolong-bolong. Setelah itu baru dikrom.

Masih ada lagi nuansa HD, yakni setang dibikin model lebar. Namun, Antonius sudah memperhitungkan diameter pipa yang dipakai, yang pas katanya 25 mm. Ketiga sektor, mulai dari pelek, knalpot, hingga setang, diproses full krom.

Dengan penggarapan yang rapi dan detail ini, pantas bila Suzuki Skywave milik Sulistio memenangkan kontes sebagai yang terbaik di ajang Otobursa 2009.

jupiter
06-05-2009, 06:51 PM
Terobosan Baru Antonius pada Honda Vario

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/13/0736048p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/13/0737277p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/13/0738448p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/13/0739505p.jpg

KOMPAS.com — Nih, terobosan baru lagi dari dunia modifikasi motor di Tanah Air. Pelakunya, builder Antonius Chandra dari Jakarta, melalui Honda Vario 2007.

Kalau aliran modifikasinya, ya sudah biasa. Desain knalpot model rangkap seperti Harley, ini sudah ada yang pakai. Begitu juga rumah CVT yang dimelarkan, pun sudah ada yang melakoninya.

Lantas dari sisi mana yang jadi terobosan? Perhatikan pemakaian velg depan dan belakang. Di sini, Antonius ingin kasih unjuk, kalau dengan ukuran yang berbeda jauh, motor masih bisa melaju dengan aman dan enak. Untuk itu, velg depan disematkan ukuran 14 inci, sedangkan belakang 20 inci.

Untuk menjejalkan roda belakang berdiameter sebesar itu tentu butuh banyak rombakan. Di antaranya memundurkan sumbu roda sampai 20 cm dan dianggap Anton—sapaan akrab Antonius—sebagai ukuran minimal dan ban tidak ngesrot.

Memasang velg mobil, ada beberapa trik. Seperti saat pasang teromol asli, punya Vario dikawinkan dengan bagian tengah velg mobil yang diikat dengan 4 baut ukuran 12, tanpa ada pengelasan sama sekali.

Bisa ditebak, roda yang superbesar pasti mentok pada belakang mesin. Solusinya, rumah CVT dipanjangkan. "Caranya, rumah CVT dipotong lantas ditambah daging aluminium 10 cm dan dilas argon. Tebal aluminium 5 mm," ungkap Anton. Dengan begitu, ia juga mengatakan, v-belt harus diganti dengan yang lebih panjang melalui pemakaian timing belt mobil atau dari alat berat.

Untuk pemakaian velg besar, enggak cuma CVT dan sumbu roda yang dimodifikasi. Bagian tertentu di bodi juga ada yang terkena modifikasi. Seperti tangki bensin, Anton harus membuat yang baru, berkapasitas 2,5 liter, terbuat dari pelat besi 2 mm. Posisinya digeser ke atas boks CVT.

Sokbreker belakang sudah lenyap. "Hanya dibuatkan besi penopang bodi dengan pipa diameter 3 mm yang dilas ke rumah CVT," papar Anton.

jupiter
06-05-2009, 06:53 PM
Honda CS-1 Jadi Sport Bike

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/01/1028414p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/01/1030444p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/01/1032127p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/01/1033159p.jpg

KOMPAS.com — Banyak builder menolak Honda CS-1 untuk dimodifikasi ekstrem karena desainnya sangat susah. Tapi, bagi Amos Leonardo Saragih, tawaran dari Cort Ley Antonius yang minta Honda CS-1 dibikin lebih macho tidak ditolak. Justru pemodifikasi dari N-Concept Design ini merasa tertantang dan sekaligus ingin mencobanya.

Konsep yang disodorkan kepada pemilik motor yang asal Kalimantan Timur itu juga baru, yakni sport bike. Tidak mahal, hanya butuh kocek sekitar Rp 8 jutaan. Murah karena banyak komponen standar dipertahankan, seperti sokbreker depan dan belakang.

Sentuhan pun dilakukan pada bodi dengan fairing yang dibikin model Bimota DB7. Sedang buritan dirombak ala Yamaha R6 dengan mengubah bentuk rangka belakang. Di sektor ini, kata Amos, hanya backbone yang dipotong dan diganti rangka baru. Kemudian menambah beberapa penguat dudukan baut jok serta lampu belakang.

Adanya ubahan di buritan ini, bentuk jok dibikin bersusun, mengikuti Yamaha R6. "Perpaduan dari konsep ini lahir tunggangan sport bike," bilang Amos sambil menunjuk motor.

Batuk lampu depan dan sein asli di-custom ulang. Sementara lampu belakang dan rem dipasang dua posisi. Satu di ujung buritan dan satunya lagi di ujung sepatbor. Ketika pedal rem ditekan, kedua lampu menyala bareng.

Bentuk sayap dan cover samping yang minimalis, diperlebar hingga menutup seluruh mesin. Trus, ciri khas Bimota DB7 dipertegas Amos dengan menambah ornamen tangki dari fiberglass tepat di atas deltabox asli.

Ubahan ini membuat kunci kontak harus dipindah ke samping kiri, tepatnya antara sambungan bodi fairing dan tangki. Bahkan batok setang yang asli minus segitiga atas harus dibuat ulang. Untuk dudukan setang bari dibuat dari besi pelat 8 mm.

yousoft
06-05-2009, 07:07 PM
keren abis om,,modifnya..kalo modif jupiter z kayak apa om...? ada ga..?

blewah
06-07-2009, 01:18 AM
Wah kreatip2x juga yah bisa mirip mini GT gitu

jupiter
06-08-2009, 06:24 PM
keren abis om,,modifnya..kalo modif jupiter z kayak apa om...? ada ga..?

coba anda cek di halaman2 sebelumnya ,, :D

jupiter
06-08-2009, 07:06 PM
Yamaha Mio Menentang Arus


http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/08/0839567p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/08/0845132p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/08/0842142p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/08/0843427p.jpg


KOMPAS.com — Keberanian Budi Widanarko dari Sidoarjo patut dihargai. Saat di Jawa Timur lagi demam modifikasi gaya drag look dan low rider, builder dari Venus Customized itu memilih aliran lain, "Konsepnya racing look. Ini murni beda dan baru," tegasnya.

Sekalipun perombakan yang dilakukan Budi pada Yamaha Mio 2007 sebatas fashion, banyak ornamen balap yang melekat. Paling menonjol, kedua ban memakai jenis slick (tanpa kembangan).

Kemudian suspensi depan yang dipermak model upside down sehingga menjadi lebih panjang dan besar. Boleh jadi ini skubek ayam jago pertama dibuat di Sidoarjo. Malah menurut Budi, soknya itu custom sendiri memakai punya variasi Mio. "Bawahnya masih pakai punya Mio, sedang atas dibungkus semacam kondom dengan pipa 2 inci. Untuk finishing-nya dikrom," lanjut Budi.

Supaya mendekati tampilan motor balap, di atas dek bagian tengah dibuat stabilizer rangka. Hanya sebatas untuk tampilan, enggak berfungsi layaknya di balap, terang Budi.

Bagian belakang juga ikut dirombak. Seperti monosok, punya MX ditempelkan di Mio. Jok di-custom agar bisa menyimpan aki sehingga orang mengira enggak ada akinya.

Agar membuat tampilan motor sesuai dengan konsepnya, cover CVT dibikin model berlubang (ditambahkan lagi) biar kelihatan heboh. Langkah berani Budi ini mengandung risiko besar bila dipakai untuk harian. Karena CVT harus bebas debu, oli, dan air.

Tapi, sekali lagi, Budi ingin menampilkan Mio hasil karyanya yang bersih. Makanya, banyak bagian yang dikrom.

eric_200205
06-16-2009, 02:19 PM
http://upload.indomp3z.us/pics/imz08NxrPom1245122315.jpg

dhemumi
06-16-2009, 02:41 PM
http://upload.indomp3z.us/pics/imz08NxrPom1245122315.jpg

:buahaha: asik bgt rik...terinspirasi bgt tuh ma VW..hahahaha

jupiter
06-16-2009, 05:58 PM
Baby Honda Gold Wing dari Medan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/10/0814446p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/10/0818225p.jpg

Umur baru menginjak 13 tahun, tapi siapa sangka "rengeannya" melahirkan suatu terobosan bagi dunia modifikasi di Indonesia, Medan (Sumut) khususnya. Tidak kepalang tanggung, Riandanu - begitu nama sang anak - melibatkan tiga pemodifikator untuk mewujudkan keinginannya itu.

Ketika dibelikan Honda Vario oleh ayahnya, Rian - sapaan karib si anak - langsung terinspirasi dengan Honda Gold Wing dan Harley Davidson. Wuih, dari mana dia lihat dua moge itu. Tak lain kepunyaan ayahnya.

"Mimpi ingin punya skubek yang bergaya low rider seperti tren sekarang, tapi mengarah ke gaya turing," cerita Rian. Lantaran di Tanah Karo (Medan) belum ada pemodifikator yang bisa memenuhi ambisinya, pengerjaan diserahkan kepada Antonius Chandra dari Ton's Chrome di Ciputat Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Anton sendiri sempat bingung diminta bikin low rider tapi buat turing. Ciri khaas roda belakang mundur tetap dilakoni dengan menggeser sekitar 20 cm, namun bodi tetap seperti standar. Hanya sokbreker belakang diganti dengan Yamaha Jupiter MX 135.

Paling mencolok, pemakaian ban. Depan dan belakang sama, yakni 5x14 inci dan model peleknya mendekati moge. Prinsipnya, kata Anton, model monoblok tapi di bagian tengah diberi lubang. Meski diakuinya sedikit susah karena banyak yang dicustom, bukan seperti pelek lebar biasa di skubek.

Untuk mengentalkan gaya turing, dipasang boks, windshield dan mesin. Semua unsur itu dikerjakan oleh Topo Goedhel Atmojo dari tauco Custom (TC) yang dianggapnya rada unik juga.

Sementara pengecetan diserahkan kepada Harry Kodok dari MJM yang menggunakan Spies Hecker. Hasilnya, seperti yang Anda lihat mirip Baby Gold Wing.

jupiter
06-23-2009, 07:20 PM
ZX600 dan Ninja 250R Menyatu Dalam Bodi Honda Tiger

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/22/1027393p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/22/1016145p.jpg

Seperti apa jadinya jika Honda Tiger dimodifikasi perpaduan Kawasaki ZX600 dengan Ninja 250R? Ya, seperti yang terlihat ini. Hasil karya sempurna dari Atang 'Bodong' Setiawan, selain mengawinkan dua model berbeda, juga sukses menyesuaikan dimensi bodi.

Bolt-on
Sebagai pemilik rumah produksi bodi fiberglass di Karawang, Jawa Barat, sudah bisa ditebak, bahan apa yang digunakan dalam perubahan sekujur badan Tiger 2004 itu. Jadi, enggak perlu dipertegas soal material, kecuali konsepnya.

"Konsepnya bolt-on karena nantinya bodi ini tetap bisa dipakai orang lain kalau ada yang pesan," ungkap Bodong. Ini termasuk penggunaan uni-track dan lengan ayun. Kedua komponen itu enggak diambil dari limbah, tetapi produk variasi. Dengan begitu, kata Bodong, ketika mau balik ke standar jadi gampang.

Sesuai pengalaman, Bodong tidak mau memaksakan ubahan bodi model zaman dulu, yaitu fairing full set dengan kondom tangki yang dicetak sesuai ukuran moge sehingga ketika dipasang ke Tiger hasilnya jadi kedodoran.

Di sini, karya Bodong kompak sekali. Tak ada tekukan bodi berlebihan. Garis desain fairing dan buntut sangat sesuai dengan sasis standarnya yang memang sport kecil. Meski sebagai pendatang baru di soal pembuatan bodi dengan fiberglass, namun ini merupakan inovasi.

Kalau ada yang berminat mengubah tampilan Honda Tiger seperti di gambar ini, gampang sekali pemasangannya. Sebab, untuk fairing dan buntut baru, itu masih memanfaatkan braket lama. Nah, soal harga, tinggal merogoh kocek sekitar Rp 2,5 juta, sudah bisa mendapat ubahan bodi berikut braketnya. (

jupiter
06-23-2009, 07:21 PM
Yamaha Scorpio dengan Lengan Ayun dan Shock Unik

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/17/0954571p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/17/0955565p.jpg

Coba kamu perhatikan betul-betul Yamaha Scorpio dari Pontianak ini. Kalau tampilan, jelas berubah total, plus dipadu dengan motif kelir bunga api. Namun, justru bukan itu yang menjadi kelebihan dari produk Jepang produksi 2004 ini.

Ada beberapa keistimewaan dari modifikasi yang dilakukan oleh Agus Salim. Bahkan, dua di antaranya tercatat sebagai 'terobosan' dari keberanian sang builder. Apa itu?

Sokbreker unik
Lirik deh, lengan ayunnya. Agus sengaja menyematkan limbah Honda VFR800, pertimbangannya agar tampilan menjadi ekstrem. "Apalagi velg VFR sangat lebar," katanya, dan pro-arm tunggal ini tercatat berdimensi terbesar hingga saat ini.

Untuk penyesuaian, mau tak mau velg belakang dipasang yang ukuran 6 inci, sedangkan depan 3,5 inci. Dengan begitu, tampilannya terlihat sangat menyolok, apalagi pada velg palang di belakang diberi kelir merah. "Biar orang makin ngeh dengan adanya barang langka ini," bangga Agus.

Meski Agus mengakui, saat pemasangan tidak semudah membalik telapak tangan, karena lebar arm yang 29 cm sudah melebihi ruang standar, solusinya, bagian rangka dibuat lebih ngangkang.

Lantas, apa keunikan keduanya? Pindah tatapan Anda dari pro-arm ke sokbreker. Dengan konsep monosok, umumnya bagian itu ditempatkan di depan roda belakang. Persisnya, di atas bagian belakang mesin dengan posisi, kalau tidak berdiri, ya vertikal.

Namun, di sini Agus memperlihatkan keberaniannya melakukan terobosan. Posisi sokbreker 'tidur' dan berada di bawah mesin. Nongol lagi dari pipa knalpot. Agus menggunakan punya Yamaha R1. "Hanya sekadar eksperimen. Yang pasti bikin penasaran orang," ujar Agus yang semula ingin memakai milik Honda VFR untuk peredam kejutnya.

Sukseskah? Ternyata, ketika dibawa jalan, pegangan bagian depan (atas) patah lantaran beban kerja terlalu berat. "Untuk menahan kerjanya, breket depan harus menggunakan pipa padat," sebut Agus. Sebelumnya pakai pipa kosong dan dengan pipa padat ukuran 3/4 inci jadi kuat.

Urusan kaki-kaki, untuk depan—komplet berikut segitiga dan setang—dicabut dari Suzuki Hayabusa 1.300 cc. Bentuk setang sangat sporty, yang menjadi pertimbangan Agus.

Pada mesin, tidak ada ubahan radikal. Pemasangan oilcooler dari Yamaha XJR karena tuntuan fashion. Begitu juga pemilihan karburator PWK38 dari KTM400, "Buat tampilan saja," tutup Agus.

jupiter
06-24-2009, 08:56 PM
Wuih! Honda Tiger dengan Monoshock di Samping

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/24/0927515p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/24/0929252p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/24/0931032p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/24/0926455p.jpg

Nih, satu lagi terobosan modifikasi. Masih di soal sokbreker. Bila dari Pontianak seperti yang ditampilkan pertengahan Juni lalu, peranti itu ditempatkan di bawah mesin, yang satu ini monoshock dengan posisi di samping. Builder-nya adalah Abdul Aziz dari A1 Modified yang bermarkas di Magetan, Jawa Timur.

Dalam memodifikasi Honda Tiger Revo 2008, Abdul mengaku terinspirasi Aprilia Shiver 750. Makanya, hasilnya diupayakan semirip mungkin, termasuk penempatan suspensi monoshock ke samping. "Harus diperhatikan kekuatannya, baik shock maupun rangkanya," papar Abdul yang takut kreasinya patah dua bagian.

Makanya, untuk pegangan shock yang bawah ke swing-arm diperkuat dengan pelat tebal lebih dari 1 mm. Bentuknya, pelat kotak. Adapun, kata Abdul, yang di atas ke rangka. Kalau mengandalkan rangka standar bisa-bisa bengkok. Karena itu, lanjutnya, bagian itu harus ada penguat. "Ada semacam pipa tubular dari tengah sampai depan. Itu bukan hanya buat tampilan, tapi benar-benar berfungsi," beber Abdul yang memakai pipa berdiamater 1 inci.

Untuk shock-nya diambil dari limbah moge Suzuki GSX750, sementara yang depan, model upside-down murni karya A1 Modified. Hanya as bawah yang pakai punya Tiger. Selebihnya, tabung, batang, hingga segitiga buatan tangan. Akan lebih rapi jika jalur selang tertata rapi.

Selain shock depan yang bikinan sendiri, seluruh bodi boleh dibilang full custom dengan mengandalkan bahan pelat 0,9 mm. Boleh percaya boleh tidak, pelat yang digunakan Abdul dari limbah kaleng tiner cat.

Menjadi sempurna hasil tangan terampil Abdul seandainya selang di depan ditata lebih rapi. Bagaimanapun, keberanian Abdul bermain di suspensi menjadi teroboson tersendiri.

Bramdoriccii
07-06-2009, 01:30 AM
ada yg len g boz.yg lebih futuristik

jupiter
07-06-2009, 07:04 PM
Honda Tiger Gundala Putra Petir

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/06/0831312p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/06/0834056p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/06/0835416p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/06/0837483p.jpg

Ada tiga hal yang menarik dari modifikasi pada Honda Tiger milik Kristiawan asal Cilacap, Jateng. Pertama, tampilan bergaya streetfighter yang kekar. Kedua, bagian tertentu di bodi dipenuhi halilintar bagai petanda hendak hujan. Dan ketiga, jika hujan justru pengendaranya enggak berani jalan.

Ripto dari Ripto's Modification ketika mengubah bentuk motor 'lawas' (1997) menjadi streetfighter kental dengan gaya West Jateng Style (WJS). WJS begitu mononjol dengan desain yang mengembang di sekitar bagian tengah dan bawah. Macam ciri Bulldog yang berbadan besar di depan dengan buntut kecil.

Kristiawan suka sama model WJS lantaran desain runcing dan lancip punya kesan detail dan tegas. Nyambung keinginan pemilik, Ripto coba berkreasi dengan memberi sudut kontras, seperti tangki dibikin tegas. Supaya selaras sama shroud tangki yang rada panjang, maka Ripto mengikuti gaya Benelli yang punya dada besar.

Sesuai dengan model WJS, gaya Bulldog seperti ini akan menambah beban center gravity lebih kuat di depan. Sehingga handling lebih enak saat digeber.Titik berat yang lebih ke depan juga bikin handling kian mantap kala bermanuver hebat.

Desain jok tunggal yang terpisah dengan sepatbor semakin menguatkan kesan streetfighter. Hanya, jadi repot kala disiram hujan. Desain sepatbor yang secuil menutupi ban akan menyiprati bagian belakang pengendara.

Kreasi lain, bisa dilirik bentuk knalpot. Pendek dan nongol di kolong, sangat kompak dengan bentuk dan kehalusan bodi. Meski, secara fungsi tidak diketahui.

Yang menarik, dalam mewarnai motif di bodi. Kristiawan terinspirasi dengan komik Gundala Putra Petir yang sangat kuat rona hitam kombinasi silver plus motif halilintar.

Untuk kaki-kaki, Wawan—sapaan karib Krisstiawan—pilih X-K Bike Design, Purwokerto. Rumah produksi ini mahir soal konstruksi kaki, terutama bergaya streetfighter. "Kaki depan dijelali sokbreker Honda CBX lawas tipe teleskopik," papar Agus DJ.

Agar sesuai pemilihan kaki-kaki, untuk lengan ayun (swing arm) dipasang dari limbah Suzuki GSX750 yang punya tongkrongan besar dan kokoh. "Supaya sinergis dengan bentuk depan, di samping itu bagian belakang jadi tampak mantap," lanjut Agus DJ.

KompasOTO

jupiter
07-06-2009, 07:10 PM
Yamaha Mio Bordes, Pijakan Kaki Tak Boleh Diinjak


http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/03/0227562p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/03/0223023p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/03/0225265p.jpg


Virus low rider umumnya telah merasuk ke tubuh para modifikator, untuk kemudian dipraktikkan pada skutik, ditambah pemakaian ban superlebar atau kerangka tambahan yang menjulur di atas dek sebagai terobosan.

Namun, Siswo Winoto coba memainkan jurus baru dalam memodifikasi Yamaha Mio 2008 ini. Selain itu, karyanya ini juga dipersiapkan untuk ikut kontes yang digelar Motor Plus kerja bareng Yamaha di beberapa kota, mulai pertengahan Juli mendatang.

Dari gerai Win's Paddock yang bermarkas di Purwokerto, Jawa Tengah, itu tampilan standar Yamaha Mio berubah jadi ramping. Paling menonjol, perhatikan tatakan kaki atau dek (bordes). Dirancang miring dan sejajar sama buritan.

Uniknya, dek di sini berubah fungsi. Bukan lagi sebagai penyangga kaki yang oleh Siswo sudah dibikinkan pijakan khusus. Fungsinya sebagai airscoop yang dibuat dari bahan fiberglass. "Bagian ini enggak boleh diinjak, makanya dikasih dudukan kaki yang modelnya rada unik khas balap," ujar lajang kelahiran 1985 ini.

Anto, sang pemilik motor, mengaku puas dengan tampilan skutik beraliran streetbike yang nyentrik ini. Kesan sangar tecermin dari kekuatan frame dan tampilan dinamis. Ciri racing look juga ditonjolkan lantaran si pemilik doyan ngebut.

Sudah begitu, tameng dipangkas tinggal separuh menjadikan tampilannya lebih sporty dan simpel. Lampu depan dibikin lebih sipit dengan sambungan fiberglass. Tak cuma itu, bodi dipotong biar terondol.

Sedikit pusing kala harus memindahkan tangki karena desain belakang lancip ala MotoGP. Solusinya, kata Wiwin, tangki dipindahkan ke bagasi depan yang dibikin dari fiberglass yang bisa menampung 4 liter.

jupiter
07-06-2009, 07:12 PM
Honda Monster dari Magetan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0742556p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0744091p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0745357p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/01/0746447p.jpg

Kalau saja logo sayap mengepak di tangki dan tulisan Honda enggak ada, Anda pasti menebaknya Ducati karena ciri kental dari motor Italia ini terletak pada "tulang" yang membentang dari bawah tangki sampai jok berwarna oranye tua. Tidak salah.

Abdul Aziz, sang modifikator dari A1 Modified dari Magetan, Jawa Tengah, mengaku mencontoh Ducati Monster 696. Itu tergambar dari tangki dan kerangka tubular. Meski menggunakan pipa teralis berdiameter 1 inci dan lagi pula tidak berfungsi sebagaimana aslinya di Ducati. Namun, Abdul membuatnya semirip mungkin.

Kecuali pipa dari bagian tengah ke belakang bukan sekadar pemanis, tetapi punya tugas sebagai penguat bodi, sedangkan kerangka depan masih bawaan standar.

Inspirasi Monster terus menjalar ke buritan yang menutupi ujung jok sehingga membuat tampilan menjadi single seater. Sayangnya, finishing-nya sedikit kurang rapi karena masih ada celah antara jok dan buritan yang terbuat dari bahan fiber itu.

Begitu juga dengan cover mesin yang terpaksa harus ditutup karena dapur pacunya sangat kecil. Rancangannya yang kaku, timbul kesan berat di bawah. Kendati begitu, ada terobosan dari Abdul Aziz untuk sistem saluran buang.

Perhatikan desain knalpotnya. Kaki pengendara bisa tersengat panas, justru sudah dieliminasi dengan bahan aluminium yang berasal dari komponen mesin foto kopi. "Di dalam mesin itu kan ada tabung roll dari aluminium dan ternyata bagus dijadikan knalpot lantaran tahan panas," bangga Abdul.

Hebatnya, sekalipun sudah menempuh perjalanan jauh, knlapot masih bisa dipegang, meski diakuinya agak hangat. Terus, pada bagian depan dikasih radiator-radiatoran.

Untuk model lampu depan, Abdul terinspirasi sama Yamaha MT. Lampu diambil dari Honda Revo.

Oh, ya! Ada yang kelupaan. Setelah cerita panjang lebar, apa basis motor ini?
Jawabannya, Honda GL Pro 1995.

jupiter
07-06-2009, 07:14 PM
Yamaha V-ixion Berbodi "Break Dance"


http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/26/0946217p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/26/0937073p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/26/0938456p.jpg

Tidak terintegrasi. Begitulah tampilan dari Yamaha V-ixion 2007 milik Iswantoro Adi di Jakarta ini. Kesan rancangan bodi yang "patah-patah" bak tarian break dance pada era 1980-an diperkuat dengan pemakaian warna merah pada bagian tertentu saja. Bisa begitu lantaran Topo Goedhel Atmojo, sang builder telah melakukan beberapa inovasi.

Apa saja sih? Coba lirik deh tangkinya. Menurut Topo, bagian itu dibuat dengan tingkat kesulitan cukup tinggi karena di kedua sisi ada semacam airscoop dan menjadi satu kesatuan dengan tangki. Kesulitan lainnya adalah ketika menyeimbangkan bagian kiri dan kanan.

Kalau sistemnya lepasan, aku Topo, mungkin akan lebih gampang. Lagi pula, bahannya menggunakan pelat galvanis 0,8 mm. Untuk memperlihatkan keseriusan dalam menggarap, sisi detail ditonjolkan lewat cat gradasi. Konsekuensinya ya itu tadi, terkesan jadi tidak rapi.

Inovasi lainnya, pindahkan lirikan Anda ke buritan. Selama ini, knalpot yang hanya sebagai tambahan atau lepas dari bodi, oleh Topo dibuat menjadi bagian dari bodi. Makanya, katanya, knalpot dibuat sebelum pembuatan bodi total.

Karena itu, sistem saluran pembuangan diberi cover yang desainnya mengikuti bodi. Jadi, antara knalpot, cover, dan behel mempunyai harmonisasi dalam segi desain," ungkap Topo. Menariknya, meski ada bagian yang "patah", seperti terlihat di bawah sadel, namun konsepnya terinspirasi dari Aprilia Shiver 750.

Padahal, dari segi tampilan tak kalah sama Aprilia. "Hanya beda di mesin dan deltabox dari Shiver," bela Adi sambil tersenyum puas. Ia jadi pede menunggangi Yamaha V-ixion, bahkan pergi ke cafe sekalipun.

jupiter
07-10-2009, 05:14 PM
Aprilia RS250 Lahir dari Jepang

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/10/1052134p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/10/1054169p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/10/1055234p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/10/1057513p.jpg

Dari sisi tampilan, Anda pasti menyebutnya Aprilia RS250. Karena ciri kental motor asal Italia itu, seperti model kerangka dan lampu depan ada di kendaraan tersebut. Tapi, coba lirik sokbreker depannya, baru 'ngeh' kalau basisnya dari motor lain.

Kesempurnaan yang layak diterima Rusdi karena ketelitian dan kesabarannya. Warga Depok itu enggak mau buru-buru memodifikasi motornya. Dirinya rela menunggu lebih dari satu tahun lantaran mengumpulkan bahan-bahannya. "Enggak mau setengah-setengah, biar hasilnya maksimal dan memuaskan," ujarnya.

Pengumpulan bahan dimulai dari bodi orisinal. Pertama dapat fairing lengkap dengan lampu dan cover tangki yang diburunya selama tiga bulan. Katanya, kurang puas jika dibikin dari pelat atau fiber.

Setelah itu, bagian kaki-kaki. Justru kompartemen ini diraih tanpa susah payah. Semula, sok depan ingin pakai model upside down dan lengan ayun dari motor sejenis. "Eh, malah datang tawaran satu set rangka Aprilia 250," bangganya. Rencana pakai kerangka asli bawaan motor jadi pupus dan sasis Aprilia RS250 ditempeli mesin. Keuntungannya, mengurangi bobot kendaraan karena terbuat dari aliminium.

Hampit tidak ada rangka asli yang terpakai. Kecuali down tube terletak di bawah sasis utama sebagai pengikat mesin bagian depan masih dipakai. Namun bahan besi tak bisa disambung dengnan aluminium (kerangka), maka down tube dibaut ke bagian bawah bawah rangka komstir Aprilia.

Untuk urusan sok, Rusdi enggak ingin pakai limbah Aprilia. Gantinya, kaki-kaki limbah moge 400 cc seperti Suzuki GSX400. Sedang lengan ayun diadposi dari Honda Fire Blade. Pengubahan dari Honda MegaPro menjadi Aprilia RS250 ini oleh Rusdi dipercayakan pada Dave Motor Concept.

Anda pasti bingung, apa asli motor ini? Jawabnya, Honda Megpro 2001.

*KompasOTO*

hulubalang77
07-10-2009, 06:59 PM
keren modifikasinya, tapi gw sih masih pake DEFAULT dari sejak beli.
Yang penting ada bensin dan motor bisa dipake :D

li4rz
07-10-2009, 07:49 PM
sayang ya aku gak punya sepeda motor adanya cuma sepeda ontel jadi gak bisa ikutan modifikasi :pet:

zudi91
07-12-2009, 02:22 AM
http://i643.photobucket.com/albums/uu160/zudi2626/DSC_0108.jpg

salam dr jauh...

sony afriansyah
07-15-2009, 12:32 PM
jangan salah sangka dulu bro,...:p
wah manatb juga tuk kayak'ny,....

jupiter
07-15-2009, 12:45 PM
Low Rider dari Sumedang Tanpa Undur-undur

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/15/0450054p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/15/0453452p.jpg


http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/15/0451381p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/15/0452407p.jpg


Umumnya pemodifikasi motor, ketika merombak motor skutik menjadi aliran low rider, menggunakan undur-undur sebagai pengganti dudukan mesin. Namun, Deden Darmawan dari JK Cutom, Sumedang, Jawa Barat, membuat terobosan pada Honda Vario 2008. Saat sumbu roda dimundurkan, itu dilakukan tanpa mengubah struktur kerangka asli.

Karena sudah mundur, untuk pegangan roda dibikinkan besi penopang tambahan seperti lengan ayun. Dudukannya memanfaatkan breket yang ada di areal mesin. Lengan ayun sengaja dibikin single, kata Deden, biar tampak lebih sip. Sokbreker pun monoshock dengan menumpang dudukan di lengan ayun tadi.

Untuk transfer tenaga dari as roda belakang dipasangi gear yang dihubungkan dengan rantai ke gear pada roda belakang baru. Rantainya sengaja dibuat dengan dua buah gear yang posisinya sejajar.

Untuk sistem penghenti laju alias rem, Deden telah mengubahnya menjadi cakram. Posisinya menempel dengan gear depan agar simpel sekaligus memanfaatkan ruang yang kosong.

Kedua roda dipasangi velg custom yang lingkarnya dari roda mobil dengan ukuran berbeda. Depan 4 inci dan belakang 5,5 inci, menggunakan ban mobil. Bagian tengah velg dirancang sendiri model palang lima menggunakan bahan pelat tebal.

Sementara itu, tampilan bodi hampir dari seluruh standar Vario lenyap dan diganti dengan model membulat yang minim lekukan. "Kecuali dek saja yang masih asli," kata Deden. Untuk setang, bagian itu dibuat telanjang membentuk U-bar.

x_mantan
07-20-2009, 02:03 PM
keren keren oey :inlove:

jupiter
07-21-2009, 03:51 PM
Gagah Juga Honda GL Pro Diubah jadi Trail

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/20/1124136p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/20/1126068p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/20/1128223p.jpg


Susah memang kalau sudah jadi trail-mania. Makanya, kala bengkel modifikasi Gandul 2Wheel Custom (G2WC) menyodorkan desain Aprilia SMV 750, Helmy Hermansyah kontan setuju Honda GL Pro Neo Tech miliknya diubah seperti itu. Sebelumnya, warga yang tinggal di komplek Marinir Rangkapan Jaya Baru, Depok sudah punya Suzuki TS125 yang dirombak jadi trail RM125.

Wardoyo dari G2WC mengaku diberi kebebasan merombak motor jadi supermoto dan pilihan yang pas SMV 750. Meski konsep yang diaplikasi tidak mirip sekali, tapi diupayakan mendekati kesamaan. Seperti tampak pada bagian rangka tengah yang dibentuk dari pipa seamless ukuran 1/2 inci yang dibuat menyilang.

"Sasis tengah mengapit tangki sekaligus bodi tengah yang dibuat dari pelat," terang Wardoyo. Menurutnya, rangka pipa ini juga dibuat untuk menopang bodi belakang (terbuat dari pelat yang menyatu sama sepatbor).

Untuk suspensi, tentu mengikuti tren global dengan menggunakan sistem monosok. Hanya, Wardoyo tidak mengikuti model SMV 750 yang ada di bagian kanan rangka. Di sini, ia menempatkannya persis di tengah biar nyaman lantaran dipakai harian.

Mengenai kaki-kaki, Wardoyo sedikit harus kerja keras lantaran pemilik masih ingin pakai sok bawaan standar untuk yang depan. Solusinya, ditambah adaptor besi agar tampilan tambah tinggi. Trus, bagian tengahnya dikasih karet sok Suzuki TS agar lebih berisi.

Begitu lengan ayun, minimal lebih tebal dari aslinya. Caranya, yang asli diberi kondom yang menggunakan pelat. Pada bagian tengah diberi lekukan agar mirip dengan arm Aprilia. Hasilnya, meski tanpa komponen limbah, tampilannya boleh juga.

viruz2_09
07-27-2009, 03:31 AM
:hello:
klo vario modif ato satria fu modif ada g bos??
:bubye:

jupiter
08-07-2009, 03:29 PM
:hello:
klo vario modif ato satria fu modif ada g bos??
:bubye:

cek di halaman2 sebelumnya ya :)

jupiter
08-07-2009, 03:30 PM
Kombinasi Warna Bikin Garang Yamaha Vega



http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/05/0932123p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/05/0937265p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/05/0935197p.jpg

KOMPAS.com — Modifikasi sederhana (fashion) pun bisa menghasilkan tampilan yang bagus. Kuncinya, keserasian. Antara tampilan, modifikasi, dan warna harus padu. Contohnya, Yamaha Vega-R dari Jakarta hasil garapan Custom World (CW).

Johny Lipurnomo, pemilik CW, kembali menyodorkan karyanya setelah sebelum ini juga menggarap Yamaha yang dibentuk model jetski. Nah, dengan Yamaha Vega ini, ia coba mengambil aliran fashion dengan gaya racing look.

Dari sisi modifikasi tak ada yang ekstrem. Sesuai dengan yang diutarakannya, konsep modifikasinya simpel, "Gaya fashion, tapi ada unsur balapnya," ucap Johny yang bermarkas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Seperti disebutkan di atas, soal keserasian, tarik garis vertikal dari depan sampai belakang mengenai sudut-sudut bagian punya irama garis yang sama. Terus, lengan ayun yang menggunakan pipa bulat, seperti pada Ducati Monster, boleh jadi terinspirasi dari motor Italia, dan belum pernah digarap pemodifikasi pada bebek.

Rancang bangun seperti ini sangat menghemat kantong, ketimbang harus pasang swing arm variasi atau limbah. "Modalnya memang pipa, tapi ukuran dan las-lasannya mesti presisi," beber Johny.

Tak cuma itu, tampilan secara keseluruhan jadi begitu hidup yang didukung kuat permainan warna, kombinasi hitam dop dikombinasi merah yang dominan di bagian lengan ayun plus bagian tertentu.

Pantaslah bila Johny meraih juara pertama kelas fashion di ajang Yamaha Mofest Modification Contest, Region 2, Bandung, baru-baru ini.

:rockon:

jupiter
08-11-2009, 01:42 PM
Suzuki Satria Berwajah Italia

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/10/1404507p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/10/1405587p.jpg


KOMPAS.com — Sangar! itulah kata yang tepat diberikan pada Suzuki Satria F-150 ini. Bayangkan, Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom (TC) begitu berani mengubah bentuk dari bebek menjadi model sport dengan pemakaian body part yang minim. "Dengan body part yang sedikit pun bisa memperlihatkan kemampuan bermain detail," ujar Topo.

Seperti pemakaian rangka tubular dari pipa besi, misalnya. Biasanya, pada bagian tengah dibiarkan kosong, tetapi oleh Topo ditutup pakai pelat segitiga. Ini bukan pekerjaan mudah lantaran penutupannya harus presisi mengingat setiap bidang mempunyai kontur. Ternyata, Topo melakukannya dengan sempurna.

Kemudian, coba perhatikan ke cover lampu utama. Di sini, Topo terinspirasi dari Aprilia Mana. "Hanya bentuk lampu dipilih tirus. Beda sama Mana yang bulat," papar sang builder.

Beberapa komponen Aprilia juga menempel pada Suzuki, seperti lengan ayun (swing arm) dan garpu depan model upside down, diambil dari Aprilia Diablo, sampai velg pun dari motor Italia itu.

Ide liar Topo diperlihatkan pada desain knalpot. Bentuk di luar kelaziman, yakni persegi enam dan ujungnya supertrap. Tampilannya jadi menarik karena dipasangi semacam cover di bagian luarnya.

"Cover itu menguatkan kalau TC sekarang lebih memerhatikan detail di setiap motor konsumennya," sebut Topo.

jupiter
08-19-2009, 12:42 PM
Honda Vario Khusus Memperingati Kemerdekaan RI

http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/16/0858389p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/16/0900236p.jpg


KOMPAS.com - Pasang bendera dan umbul-umbul di rumah untuk menyambut Kemerdekaan RI ke-64 tak cukup bagi Tosse. Saking semangatnya, disc Jockey (DJ) ini rela memodifikasi Honda Vario 2009 yang dipunyai menjadi keren dan stylish, tapi tetap menonjolkan idealisnya dengan kelir merah-putih.

Pria berdomisili di Kemayoran, Jakarta Pusat, ini menyerahkan rangkaian proses modifikasi ke Budi 'Big' Rahmanto. Builder berbadan bongsor sangat dikenal dalam memadu-padankan warna yang serasi.

Tak cuma di soal warna, untuk bodi disandingkan sama varian terbau Honda, Vario CBS Techno. Aplikasi bodi Techno ke Vario bukan tanpa masalah. Diakui oleh Budi, seperti dudukan baut agak berbeda, sehingga perlu sentuhan modifikasi lagi dengan dibikin baru. Umumnya dudukan baut Techno lebih rendah.

Begitu juga lekukan bodi Techno beda dengan Vario. Dimensi lebih lebar dan sudut-sudut lebih tajam. "Jadi, ada beberapa penambahan fitur seperti boks depan," ungkap modifikator dari Pisangan Lama III, Gg H. Mugeni, Jakarta Timur ini.

Bodi yang lebih besar dibanding varian standar, memaksa sasis Vario lama dipotong beberapa cm. Trus, tangki bensin Vario lama yang besar terpaksa disunat dan ditutup dengan pelat bikinan.

Tosse puas dengan garapan Budi, terutama detail dan finishing yang dinilai telaten. Termasuk permintaan pemakaian setang telanjang agar mirip chopper. Ia jadi hati-hati dengan motornya. "Kalau perlu dipajang saja," tutupnya.

jupiter
09-07-2009, 01:08 PM
Honda BeAT "Low Rider Chopper" dari Bali

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/04/1045016p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/04/1047473p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/04/1049268p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/04/1050374p.jpg


KOMPAS.com — Urusan pahat-memahat patung, Bali jangan dilawan deh. Tapi, untuk modifikasi motor, Bali juga tidak boleh dipandang remeh. Tengok Honda BeAt 2008 karya Kadek Denny Irawan ini. Konsep yang dianut low rider, walaupun memang bukan hal yang baru.

Namun, itu bukan berarti tak ada terobosan. Kekuatan seni yang dimiliki masyarakat Pulau Dewata tecermin pada skutik ini.

Contohnya, pemelaran sumbu roda. Bila kebanyakan modifikator menonjolkan tulang kekar, Denny justru membungkusnya. "Saya bikin begini karena basis dari Honda BeAT yang memiliki wheelbase pendek. Jadi, kalau tulang tambahan dibiarkan telanjang, bikin perbandingan bodi atas dan bawah jadi tidak berimbang," alasan Denny. Dengan begitu, lanjutnya, tampilan tidak proporsional dan terlihat kopong.

Terlebih, pada Honda BeAT itu, ia memanjangkan sumbu roda. Belakang sampai 40 cm dan ke depan 20 cm. Agar tidak kelihatan kosong, tulang-tulang panjang itu dibuatkan baju full fiber.

Di sini kreativitas Denny muncul. Lantaran konsep low rider sudah banyak, maka ia menambah aroma chopper. "Sekalian dibuat baju sampai menutupi roda. Maka terciptalah ide full sepatbor," ujar pemilik usaha pusat kebugaran itu.

Pembuatan bodi tidak sembarangan. Denny harus menyelaraskan lekukan-lekukan pada bodi asli BeAT dengan bodi bikinannya. Garis melengkung 45 derajat pada bodi bawah, misalnya, tak lain mengikuti bodi asli. "Jadi, tak ada tarikan lekukan atau garis yang bertentangan," papar ayah yang mempunyai tiga anak ini.

Sekalipun tubuh BeAT sudah dibalut baju bak jubah, Denny masih bisa menumpahkan kreativitasnya agar bisa dipandang. Salah satunya, desain knalpot model dua pipa yang menjulur bak belali gajah. "Menyambung konsep low rider chopper, knlapot model begini kan jadi ciri chopper," kilah Denny.

Masih ada lagi. Ia menyusupkan teknologi lumayan canggih, semisal lampu indikator mesin "on/off" di panel setang merangkap indikator sein. Kemudian, lampu stop yang bisa berkedip-kedip (kala hujan), mirip kinerja di mobil balap F1 saat hujan.

"Semua pengoperasian cukup dengan menekan satu tombol yang bawaan BeAT. Saya buatkan juga tombol pembuka jok secara otomatis dengan memanfaatkan mekanisme hidrolis. Ini ide baru yang coba saya tawarkan," bangga bos Retro Motor ini.

Terobosan lain, sokbreker depan diganti model rigid. Peredaman menggunakan sistem lengan ayun, makanya sokbreker di tengah bodi jadi berfungsi. "Kalau ada gerak akibat jalanan tidak rata, setang akan turun sedikit, sedangkan bodi dekat pijakan kaki agak membuka. Gerakan setang dan bukaan bodi hanya 2 cm," papar Denny.

jupiter
09-15-2009, 05:12 PM
Yamaha Scorpio Kekar Hanya Bermodal Pelat dan Pipa

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/09/1008502p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/09/1010466p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/09/1011574p.jpg
http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/09/1012537p.jpg


KOMPAS.com — Bukan tanpa alasan, Henry Wijaya berkeras menggunakan pelat dalam memodifikasi bodi motor. Menurutnya, bahan itu lebih kuat ketimbang fiberglass, dan itu sudah dibuktikannya pada Honda CB175. Saat mengalami kecelakaan menabrak mobil, motor tetap aman, meski dirinya mengalami patah tiga di rahang bawahnya.

Dari pengalaman itu, maka ketika mempermak Yamaha Scorpio-Z 2009, pemodifikasi dari rumah modifikasi Tunas Jaya (TJ) Garage, Tuban, Jawa Timur, ini mengandalkan lempengan logam. Kebetulan, modifikasinya tidak begitu rumit lantaran mencontoh model Ducati Streetfighter.

Konsekuensi dari pemakaian pelat sangat jelas, butuh waktu lama untuk pengerjaannya. Contohnya, ya pada Scorpio-Z ini. Untuk mengerjakan tangki dan bagian buritan, diperlukan waktu 2 bulan.

Tangki diambil dari Honda Tiger Revo. "Totalnya sih hanya butuh sepertiga lembar pelat yang ukuran 1 meter persegi," ungkap Henry. Agar bentuknya berotot, mulai bagian tengah sampai belakang dipangkas habis. Sisanya disambung dengan pelat yang sudah dibentuk.

Untuk buritan motor, prosesnya manual tanpa cetakan sehingga bisa menghasilkan desain yang kompak. Bahkan, tarikan garis dan lengkungannya sangat sempurna. "Beberapa kali saya gagal bikin bentuk yang sempurna. Lebih dari satu lembar pelat (untuk) sampai ke bentuk yang sesuai," kenang Henry yang menggunakan pelat 0,8 mm.

Bila bodi memerlukan waktu dua bulan, sebaliknya, untuk merancang ulang rangka justru lebih cepat. Henry mengaku butuh waktu dua minggu untuk rombak ulang. Dasar sasis dibikin dari pelat bulat yang terdiri dari dua jenis diameter yang berbeda. Untuk rangka utama, pakai yang berdiameter 4,2 inci, sedangkan sasis samping, seperti teralis, pakai diameter 3,2 inci.

jupiter
09-15-2009, 05:14 PM
Honda Vario Gold Platting Bisa Naik-Turun


http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/14/1006195p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/14/1007599p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/14/1009102p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/14/1010497p.jpg


KOMPAS.com — Ada yang menarik dari penampilan Honda Vario dari Bandung, Jawa Barat, ini. Bukan karena warna bodi yang blink-blink (kinclong) yang digandrungi penganut low rider di Amerika, atau roda belakang sampai mundur 20 cm lantas pakai ban besar serta knalpot gambot. Justru bukan itu keistimewaannya.

Skutik buatan 2006 ini bisa naik turun seperti yang kebanyakan dilakukan pemodifikasi mobil. Skutik bisa begitu lantaran sang modifikator menginstalasikan sistem suspensi udara pada sokbreker depan dan belakang.

"Ini hasil riset kami sejak 2004," ungkap Geri Turga dari bengkel MotorPop di Jalan Pasirkumeli, Cimahi, Jawa Barat. Rumah modifikasi ini memang melakukan pengembangan berbagai model sistem suspensi udara.

Seperti Anda simak pada shock belakang, yang asli Vario hanya satu, tetapi jadi terpasang dua. Menurut Geri, peredam kejut ini buatan sendiri, menggunakan pelat setebal 3 mm. Bagian dalam dipasang as dan sil hasil karya mereka. "Untuk as shock menggunakan besi diameter 12 mm, sedangkan sil memakai ukuran diameter luarnya 56 mm," papar Geri yang menyebutkan bahwa jarak main shock belakang bisa sampai 15 cm.

Untuk shock depan, lanjut Geri, bagian as dibubut ulang dan ketebalan sil ditambah jadi 1,5 cm. Soal desain bagian dalam, Geri tampak sedikit merahasiakannya lantaran mereka memasarkan sistem ini. Konon, satu setnya dilego Rp 8,5 juta.

Sama seperti mobil, menaik-turunkan shock dibutuhkan udara yang dipasok lewat kompresor. Di sini, Geri mengandalkan kompresor DC Volcano berkemampuan 8 bar. "Jika kurang dari 8 bar, naik-turun lambat dan tidak bisa sampai setinggi 15 cm," paparnya. Untuk mengaktifkan kompresor, mesin motor harus hidup lantaran dari sanalah sumber listriknya.

Selain suspensi udara, ada satu lagi yang membuatnya menarik. Hanya perlu ketelitian untuk mengetahuinya. Apa itu? Sejumlah baut mengalami gold platting atau pelapisan emas. "Kami pakai emas yang 17 karat," bangga Geri.

jupiter
10-01-2009, 10:06 AM
Honda Vario Bermandikan Batu Permata

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/30/1042122p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/30/1043151p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/30/1044295p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/30/1046272p.jpg


KOMPAS.com — Soal seni, Bali jangan dilawan, deh. Dalam memodifikasi motor, seperti dilakukan Bayu Santoso pada Honda Vario 2006, mereka tak cuma menonjolkan aliran low rider semata. Warna yang melaburi bodi mempunyai arti tersendiri. Kemudian, sekujur bodi dipenuhi ratusan batu permata.

Bayu memilih kelir ungu bukan lantaran ingin tampil mentereng. Warna tersebut punya filosofi. Kalau dalam bahasa Sanskerta, pria asal Bali ini menjelaskan, ungu mempunyai makna keberuntungan, kesempurnaan, dan keramahan pemiliknya.

Tak heran, modifikasi perpaduan elegan dan sporty yang dihasilkan Bayu begitu sempurna. Mulai dari depan sampai ke belakang (hampir 80 persen), motor ini menggunakan bahan fiber, seperti menyatu, dengan detail yang rapi. Termasuk lekukan-lekukan pada bodi, bagian itu dibuat futuristik dan dirancang ulang. Dengan begitu, bagian dari bodi standar sudah tidak tersisa.

Lampu depan, meski masih standar, rumahnya dibuat lebih meruncing dengan tameng yang sudah terpisah dari bodi. Adapun bagian belakang, agar kesan sporty kuat, maka dirancang ulang mirip MotoGP. Akibatnya, model jok pun berubah jadi single seater.

Berbagai komponen variasi untuk mendukung tampilan sporty pun dipasang. Ada suspensi depan model racing bikinan SRX Racing, yang dipadu rem cakram. Untuk handle, dipilih bikinan Yoshimura. Lalu, panel instrumen juga bernuansa sport.

Sementara itu, kesan elegan ditonjolkan Bayu pada bagian dek. "Dek bagian bawah dibuat tambahan sampai menutupi leher knalpot," ujar sang modifikator yang sehari-hari menggunakan Honda Vario ini ke kantor. Untuk mencegah fiber bagian bawah tidak pecah akibat benturan benda keras, maka bagian itu dilapisi pelat.

Selain kelir, yang mengundang perhatian pada tampilan Vario ini adalah taburan batu permata di sekujur bodi. Jumlahnya tidak kepalang tanggung, yakni 450 butir. Jumlah ini wajar karena jarak antar-batu permata 10 cm. Sampai setang dan sadel pun ditempeli batu permata.

jupiter
10-14-2009, 09:25 PM
Honda Tiger Kecebong Kelahiran Pontianak


http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/12/1630563p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/12/1631498p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/12/1632493p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/12/1634092p.jpg


KOMPAS.com - Streetfighter, hot rod, drag look atau racing look merupakan aliran modifikasi yang dianut para builders saat merombak motor jenis sport atau bebek. Tapi Eriko, punggawa Kiko Custom dari Pontianak, Kalimantan Barat malah enggak bisa menyebutkan arah karyanya pada Honda Tiger 2006.

Katanya, bentuknya masih belum jelas. Malah ia menegaskan rupanya mirip kecebong. Kategorinya bisa masuk sebagai ubahan ekstrem karena potong rangka dan mengubah bodi secara total. Malah ada penambahan rangka baru di bagian samping yang menggunakan pipa bulat berdiameter 1 inci.

Fungsi kerangka tambahan di samping itu, menurut Kiko - sapaan karib Eriko - sebagai dudukan tangki custom. Selain itu, sangat pas untuk menimbulkan kesan kokoh. Pemasangannya menggunakan baut yang diletakkan ke kerangka asli dan lengan ayun (swing arm).

Untuk bodi, bagian tengah dibikin ramping. Beda sama bagian depan atau buritan yang terkesan membengkak. Khususnya belakang, bentuknya unik dan aplikasi dari Yamaha Mio. Alhasil, banyak yang bertanya kenapa modelnya seperti itu.

Agar belakang menungging, rangka belakang dipotong dan redesain. Cukup unik juga model jok dengan bagian tengah ada bulatan cukup besar. Meski sosok tampilan cukup aneh, tapi Kiko berani menjamin motor ini layak jalan.

jupiter
10-14-2009, 09:27 PM
Bodi "Si Kalajengking" yang Sporty

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/08/1440085p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/08/1447135p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/08/1448105p.jpg


KOMPAS.com — Tampilan motor ala moge ber-fairing masih menggelayuti pikiran para modifikator roda dua. Misalnya, Wardoyo, dari Gandul 2Wheel Custom (G2C). Dia sukses mengoperasi bodi Yamaha Scorpio menjadi lebih macho. Meski demikian, ia mengaku mengambil inspirasi dari arena balap.

Makanya, tampilan "Si Kalajengking" ini mirip motor balap. Kendati begitu, fungsi sebagai motor harian tetap ditonjolkan lewat sadel ganda. Dengan begitu, yang mau dibonceng bisa ikut jalan-jalan.

Untuk bodi, bagian itu secara full menggunakan pelat galvanis 0,8 mm plus variasi pendukung. Misalnya, lampu utama standar diganti punya Mio dengan pertimbangan kesan lebar dan besar, sesuai dengan konsep awalnya. Penggantian ini mau tak mau membutuhkan batok lampu custom. Menariknya, antara batok dan fairing bagian atas berada dalam satu kesatuan.

Untuk memperkuat kesan sporty dan juga motor balap, di samping lampu dibikin lubang angin. Kemudian, tangki didesain ulang menjadi lebih besar. Begitu juga bagian buritan.

Contohnya, jok penumpang menjadi lebih besar karena ada perubahan rangka. "Khusus bagian belakang dipotong dan lebih ditekuk supaya lebih tinggi," papar Wardoyo. Trus, kesan membengkak juga tampak pada knalpot yang memakai desain undertail dengan model dua silencer. Agar rapi, kata Wardoyo, bagian samping dan ujung diselimuti aluminium.

Masih ada yang kurang pas dari hasil modifikasi ini. Perhatikan kaki bagian depan. Kendati sudah memakai produk variasi Thailand, ukurannya belum seimbang dengan bodi. Bagian itu akan lebih pas bila menggunakan upside down dengan ukuran as 40 mm atau lebih.

Wardoyo menyadari adanya koreksi pada kaki bagian depan, dan sepertinya ia akan segera menindaklanjutinya. Bagian itu sangat pas bila memakai punya Aprilia RS125.

jupiter
10-22-2009, 08:25 PM
Yamaha V-Ixion Pakai Kamera CCTV

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/22/0445447p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/22/0447518p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/22/0447015p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/22/0448516p.jpg


KOMPAS.com — Mau tampilan Yamaha V-ixionnya seperti ini? Enggak perlu sampai harus merombak bodi. Namun, jangan lantas menuding tampilan motor ini "negatif" lantaran tak menggunakan spion. Hebatnya, meski tanpa cermin, keadaan belakang bisa dimonitor tanpa harus memutar kepala.

Itu bisa dilakukan karena motor sport berlambang garpu tala ini dilengkapi kamera CCTV. "Kameranya kami tanam di belakang dekat pelat nomor," ungkap Yulius Triwibowo, sang modifikator. Kemudian, kabel ditarik dari belakang hingga ke depan, dan layar monitor dipasang di atas tangki bensin.

Ukuran monitor sangat kecil. Kata Bowo—begitu Yulius biasa disapa—ukurannya hanya 10 x 8 cm. Kendati kecil, pemilik rumah modifikasi BW ini yakin kalau alat itu sangat membantu pengendara. Hanya, badan harus membungkuk untuk memerhatikan layar monitor.

Selain pemasangan kamera, Bowo juga membuat tampilan motor jadi gagah. Bagian-bagian yang kosong dibikin padat. Misalnya, bodi diberi penutup, di antaranya di bawah tangki bensin dan mesin (engine guard).

Pada bagian depan, sokbreker menggunakan upside down variasi buatan Taiwan. Lampu depan diganti dengan kepunyaan Suzuki Satria FU-150, dan hasilnya sangat cocok. Spidometer juga diambil dari motor 4-tak itu.

Masih di bagian depan, tongkrongan kian macho setelah dipasangi cakram ganda. Setelah tampak lebih padat, tampilan jadi kian jantan setelah kedua roda dipasangi ban lebar.

Keren, kan!

jupiter
11-02-2009, 01:32 PM
Yamaha Mio Kombinasi "Low Rider" dan "Chopper"

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/26/1425552p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/26/1425004p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/10/26/1426502p.jpg

Otomotif.KOMPAS.com — Junaidi Saputra asal Medan, Sumatera Utara, coba mengembangkan lagi modifikasi aliran low rider. Memang, kalau dilihat dari tampilan Yamaha Mio Sporty karyanya, terkesan kuat bahwa modifikator hanya memanjangkan sumbu roda yang menjadi ciri khas low rider. Tapi, jika dicermati betul, ada eksperimen yang tampak pada skutik berlogo garputala itu.

"Seperti tampak pada roda depan dan belakang, ikutan panjang," ungkap Junaidi, builder Admair Thula (AT) yang bermarkas di Medan. Total panjang motor jadi 3,5 meter. Artinya, dimensi Mio molor sekitar 1 meter.

Panjang undur-undur, kata Junaidi, sampai 32 cm. Ini belum termasuk ujung ban bagian luar. Namun, ada yang unik pada bagian undur-undur tersebut. Bila lazimnya konstruksi berbentuk hurup "H", di sini ia membuat model "J".

"Supaya kuat akibat beban pelek dan mesin, bahan diambil dari galvanis," paparnya. Usaha ini pun boleh diacungi jempol. Bayangkan, dengan roda belakang yang super-lebar, perangkat itu tetap berada di tengah. Jika dilihat dari aplikasi ban dan pelek, maka pastinya Mio ini masuk ke gaya bobber.

Untuk menyesuaikan bagian belakang yang sudah kelewat molor, rumah CVT dirombak ulang. Caranya, bagian itu dipotong dan ditambahi pelat 8 cm untuk menyesuaikan dengan bagian belakang, meski posisinya kurang pas lantaran sudah terlalu keluar dari tempatnya.

Roda depan yang model chopper—seperti di Harley—ternyata sulit untuk bermanuver. Radius putar sangat kecil mirip motor chopper ala H-D. Ubahan dilakukan dengan menggeser keluar komstir dan mengganti segitiga yang bentuknya enggak lagi lurus, tetapi menyerupai "V".

Ketika disuruh jalan dengan berziga-zag di antara jajaran cone, motor tampak kesusahan. Bahkan, si pengendara harus turun kaki berkali-kali. Kendati begitu, Junaidi berani menguji karyanya untuk dibawa jalan lebih dari 5 km.

cakoeng
11-06-2009, 12:53 AM
motor cakep gini, malah takut gan bawa'nya...takut ilang klo dicolong :D

jupiter
11-12-2009, 04:06 PM
"Supermoto" dari China

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/04/1308335p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/04/1310013p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/04/1311358p.jpg


Anda pasti menduga, basis motor ini buatan Jepang. Keliru besar. Justru, aslinya produksi China, dari merek Dayang. Bahkan, model aslinya adalah bebek.

Motor ini milik Aditya Wisnu Wardana asal Banyumas, Jawa Tengah. Ia pengin motornya dirombak jadi supermoto. Untuk penggarapan, hal itu dipercayakan kepada Suswanto dari rumah modifikasi Billy Custom (BC).

Sebagai penyebar virus WJS, Suswanto tetap memberi sentuhan streetfighter pada motor buatan 2006 ini. Niatnya, motor ini pengin dibikin full streetfighter. Namun, Adit ingin gaya supermoto karena motornya sering dipakai wara-wiri Purbalingga-Purwokerto. Jadi, ia butuh motor multifungsi untuk mobilitas tinggi dan gaya," terang Wanto, panggilan gaul Suswanto.

Dari bebek jadi model supermoto jelas dibutuhkan banyak perubahan, termasuk rancang bangun kerangka. Secara material, kerangka asli perlu diganti. Bahkan, bagian atas underbone pada kerangka utama ditambahi material yang lebih kuat. Titik utamanya di belakang komstir, lantas ditarik ke belakang hingga bagian bawah jok.

Tulang baru itu multifungsi. Selain sebagai dudukan tangki dan jok, tulang baru itu sekaligus jadi rangka utama yang baru. Dengan begitu, motor tampak lebih kokoh. Agar tampilan tambah sangar, Wanto menambah deltabox variasi dari bahan pipa 2 inci, membuat bagian tengah tampak padat.

Perubahan Bodi saja, tanpa diimbangi ubahan pada kaki-kaki, tentu tidak mendapatkan hasil sempurna. Untuk kaki-kaki depan, bagian itu dikanibal dari Honda GL-Pro dengan pertimbangan lebih kuat dan lebih jangkung. Bentuk ini cocok untuk membangun bentuk supermoto.

-- KOMPAS.com --

jupiter
11-12-2009, 04:09 PM
Honda BeAT dengan Sistem Motorized

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/09/1531418p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/09/1535045p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/09/1533323p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/09/1535045p.jpg


Jangan pernah bosan menyaksikan modifikasi hasil seniman Bali. Karya mereka sanngat inovatif dan punya nilai seni yang tinggi. Kalau kurang percaya, nih tengok Honda BeAT 2008 garapan Kadek Deny Irawan.

Paling menonjol, desain ujung knalpot yang terpisah mengikuti lingkaran pelek. Sebagian tertutup oleh cover, sehingga seperti tidak mempunyai knalpot. Trus, sepatbor belakang model H-D yang menutupi ban hampir mendekati permukaan jalan. Termasuk juga desain setangnya.

Lalu, yang tidak kelihatan, suspensi depan dan belakang. Apa keistimewaannya? Bisa naik-turun dan Denny menerapkan sistem motorized. Jadi, tinggi-rendahnya diatur dengan menekan tombol yang ditempatkan pada - semacam- dasbor yang diletakkan di atas dek depan. Di situ juga terdapat tombol untuk pengatur audio.

Bedanya dengan air suspension yang menggunakan kantung udara dari tabung kompresor (seperti kebanyakan dipakai pada mobil), kalau motorized mengandalkan aliran listrik. "Karena itu, aki standar yang 12 volt menjadi 25 volt," ungkap Deny.

Terobosan lain, skubek dengan sasis dirancang ulang menggunakan besi model kotak dengan ketebalan 1 cm, itu dilengkapi bluetooth. Sambil berkendara pun bisa menerima telepon. Jadi, kalau ada panggilan, lanjut Deny tinggal langsung ngomong saja.

Kesempurnaan detail dengan garis tarikan yang simetris, pantas kalau Deny menggondol hadiah satu unit motor Kawasaki KLX 150S dalam kontes modifikasi di Bali, Oktober lalu. Karyanya dinobatkan sebagai best of the best.

-kompas.com-

ajurduitndog
11-13-2009, 05:53 AM
wah jadi ngiler lht modif motor kayak gitu.. cmn cupet di dananya :((

jupiter
11-20-2009, 01:11 PM
Yamaha V-ixion Buat Bertubuh Jangkung

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/15/0728076p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/15/0732036p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/15/0729253p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/15/0730306p.jpg


-OTOMOTIF.KOMPAS.com- Maaf, gambar yang ditayangkan ini bukan termasuk salah satu dari 7 motor baru Yamaha yang bakal diperkenalkan 2010. Tapi, Yamaha V-ixion 2009 khusus untuk orang yang mempunyai tinggi badan di atas 180 sentimeter.

Ya, seperti postur tubuh Daniel Marshall yang tingginya sampai 1,90 meter membuat warga Depok itu sulit menunggang V-ixion. Makanya, motor jenis sport dari garputala itu diserahkan kepada pemodifikator Gandul 2Wheel Custom (G2C), Wardoyo yang dikenal spesialis bikin bodi dari pelat besi.

Untuk meninggikan bodi, tentu yang dibenahi kaki-kaki dulu. Langkah yang dilakukan Wardoyo dengan memundurkan sumbu roda 7 cm. caranya, dengan memasang lengan ayun baru bikinan G2C dengan model seperti moge.

"Bedanya kalau arm copotan limbah moge, rangka bawah V-ixion pasti juga ikut dilebarin," jelas Wardoyo. Terlebih sokbreker depan model upside down copotan dari Cagiva. Begitu dipasang pada komstir, langsung sok Mito lebih selonjor.

Tujuan lain memundurkan sumbu roda, untuk mengimbangi bodi yang bakal membengkak. Seperti bodi belakang menggunakan pelat Galvanis 0,8 mm dibentuk lebih meruncing. Dimensinya, kata Wardoyo sama dengan Kawasaki Ninja 250 biar enggak kebesaran.

Untuk fairing, Wardoyo sampai dua kali ganti model. Pertama, mengambil motif Yamaha R6, ternyata Daniel kurang suka. Akhirnya disepakati model Aprilia RS125 yang baru.

Daniel pun senang dan tidak repot lagi menunggang Yamaha V-ixionnya.

jupiter
11-20-2009, 01:13 PM
Gagal Jap's Style, Low Rider pun Tanggung

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/18/0814402p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/18/0815343p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/18/0816552p.jpg

Suzuki Skywave 2008 Jakarta



-otomotif.KOMPAS.com- Aliran modifikasi low rider umumnya didominasi dua merek, Yamaha Mio dan Honda Vario dan BeAT. Tapi, nih ada Suzuki Skywave 2008 dari Jakarta yang sudah dirombak mengikuti gaya ceper.

Fajar, sang pemilik skutik, tadinya menginginkan motornya dibuat model Jap's style. Aliran minimalis dari sepatbor hingga bodi, kecuali setang agak tinggi meski ramping. Namun pikirannya berubah begitu melihat sosok Skywave bongsor dan ia setuju motornya dibikin low rider setelah mendapat saran dari pemodifikatornya.

Eksa Saputra alias Medi dari Medi Speed mengerjakannya dengan membuat sendiri segitiga sok depan. Sengaja dibikin dari pelat 2 cm karena kalau pakai produk variasi kerap bermasalah. Terutama pipa tubular as suka berputar sendiri seperti tidak kuat diikat.

Segitiga yang lebar tadi disambung las argon ke as komstir asli. Dengan begitu pemasangan as dan leher komstir jadi enggak repot. Bahkan penerapan adaptor setang variasi ke as komstir pun tak ada kendala.

Sedang untuk kaki-kaki belakang, agar skutik makin rebah maka roda belakang dimundurkan dengan pasang undur-undur 15 cm. Roda belakang dipasang ukuran 140/70-14 dan agar center sama roda depan 110/70-14, medi mengakali dengan pasang adaptor berupa bos 4 mm di as roda belakang.

Untuk mendapatkan handling dan kestabilan, peredam kejut di rumah CVT yang standarnya satu, ditambah satu lagi. Medi memilih punya Honda Grand (untuk kedua sok) karena pas dan dibuatkan dudukan baru.

Lalu, sepatbor belakang dibuat lebar untuk menguatkan aliran low rider. Konsep ini jelas berbanding terbalik dengan Jap's style. Dipadu bodi yang diairbrush triball, plus rumah CVT di krom tampilan Suzuki Skywave jadih gagah.

jupiter
11-27-2009, 12:43 PM
Yamaha V-Ixion Bercahaya di Kegelapan

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/25/1431074p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/25/1434217p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/25/1432543p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/25/1435196p.jpg


Baju glow in the dark sudah umum. Namun, kalau itu adalah motor, maka hasilnya istimewa, terutama di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini seperti yang diperbuat oleh Hendry dari rumah modifikasi Dr X pada Yamaha V-ixion 2009 dengan bodi yang sudah dimodifikasi. Ketika melintas di kegelapan, bodi motor jenis sport berlambang garpu tala itu menimbulkan sinar.

"Mungkin motor pertama di Pontianak yang menggunakan cat fosfor," ujar Hendry dengan bangga. Untuk membuat efek cahaya, menurutnya hal itu tidak terlalu merepotkan. Hanya mencampurkan bubuk fosfor ke dalam cat.

Prosesnya dimulai dengan cat dasar putih, kemudian diberi lapisan berikutnya yang merupakan cat putih yang sebelumnya sudah dicampur fosfor. "Setelah itu, baru di-airbrush. Untuk tahap akhir, baru kemudian diberi lapisan pernis," beber Si Abah, panggilan akrab Hendry. Ia mengaku memakai cat fosfor karena hasilnya tidak perlu perawatan khusus dan lebih gaya tanpa merepotkan.

Modal cat bersinar saja kurang sip tanpa diikuti ubahan pada bodi. Secara model dan desain, motor ini terlihat pas dan harmonis. Bisa dikatakan, ini menjadi detail yang memiliki pengaruh paling kuat dari keseluruhan motor. "Dibuat dari bahan fiber, sedangkan tangki hanya mengondom dari aslinya".

Karena kepincut model sporty (balap), maka bagian buritan dibikin runcing. Begitu juga bagian jok, yang dirancang ulang bergaya balap. "Jadi, yang mau bonceng sori aja, ya, enggak bisa," senyum Hendry.

Bahkan, di permukaan jok tergambar logo independen, yang juga jadi lambang bengkelnya. Enggak cuma di situ. Lambang itu juga terdapat di segitiga atas suspensi depan dan bagian dalam sepatbor belakang. Tampilan menjadi lebih hidup karena velg dan mesin dikeliri cat warna biru.

chamon
12-04-2009, 07:33 PM
:guesuka: .

jupiter
12-07-2009, 02:52 PM
Sadis! Yamaha Mio Dirombak Jadi Dragster

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/06/0955338p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/06/0957173p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/06/0958429p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/06/1000012p.jpg


-KOMPAS.com- Hendry Abah tergolong berani an nekad hanya karena ingin memenuhi ide liarnya. Bayangkan, warga asal Pontianak, Kalimantan Barat ini ingin Yamaha Mio 2006 dibikin jadi motor bergaya drag. Padahal, gen skutik garputala itu skutik, berarti hanya mesin berikut CVT-nya yang terpakai.

"Kami memang sudah niat bikin ubahan yang ekstrem. Makanya, sekalian cari bentuk yang memang belum ada, khususnya di Pontianak," ungkap Abah. Boleh jadi, idenya itu sebagai terobosan.

Dr X bengkel yang memodifikasi, terpaksa harus membuat sasis baru. Secara desai pun Abah masih meraba-raba. Yang diutamakan, katanya, terlihat kokoh dan aman.

Untuk sasis menggunakan dua ukuran pipa besin. Untuk ukuran terbesar berdiameter 5 cm dipakai pada bagian belakang. Sebab, fungsinya selain sebagai tempat duduk, juga pegangan mesin.

Pipa satu lagi, berdiameter 3 cm dengan tebal 3 mm untuk depan karena fungsi dan beban tidak seberat belakang. Pertimbangan dua ukuran tersebut agar tetap enak dipandang dan tidak terlalu berat.

Karena tanpa cover bodi, agar mengurangi pipa yang telanjang, maka pada bagian tengah dibikin tangki bensin berdaya muat 3 liter. Suspensi juga ikut dirombak, untuk belakang yang sudah mundur 20 cm, sok belakang ikut dipindahkan."Posisinya kami tempatkan di tengah an sedikit agar tidur. Konstruksi ini diyakini cocok untuk bodi seperti sekarang," papar Abah.

Begitu juga untuk depan. Mengandalkan upside down dengan posisi sedikit miring. Dengan begitu, tambah Abah posisi pengendara jadi pas. Gaya drag banget. Enggak salah, Bah.

jupiter
12-07-2009, 02:54 PM
Lebih Gahar Kalau Knalpot Asli Diganti


http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/07/0926243p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/07/0924244p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/07/0927332p.jpg


- KOMPAS.com - Jangan sampai keliru menebak. Kawasaki satu ini bukan tipe Ninja 250R, 650R atau ZX-6R. Justru aslinya Ninja 150 yang masih mengusung teknologi 2-Tak. Bodi dan tampilan bisa melar lantaran Didik kepincut sama Ninja 250R. Sayang, knalpot asli enggak diganti sehingga standar motor tersebut jadi ketahuan.

Untuk mengubahnya, bikers Tangerang tersebut diserahkan kepada Indra Leksa Wijaya di Purwokerto, Jawa Tengah. Modifikator dari WP Motor Purwokerto ini lantas menggarapnya tanpa menemui kesulitan. Karena mencari gaya sport gede full fairing tidak sulit dan banyak acuannya.

Supaya bentuk tidak timpang, Indra coba bangun sesuaikan konsktruksi bodi bawaan, namun sasis bawaan tetap jadi acuan. Aspek diperhitungkan dengan matang secara komposisi. Contohnya, desai tangki yang dicustom sendiri dengan material fiberglass. Bentuk sengnbaja dibikin rada tinggi.

Kebetulan yang punya motor pengin desain lebih tinggi. Termasuk jok dibuatkan rada tinggi, sebab Didik memang jangkung. Sedang bodi belakang dibikin ala Ninja 250R.

Upaya mempermanis penampilan juga dilakukan pada kengan ayun belakang yang dicustom sendiri. "Ini lengnan ayun asli, cuma saya kasih stabilizer palsu dari fiber biar terlihat besar," papar Indra.

Pijakan kaki dipakai yang footstep adjustable, biar mudah menyesuaikan buat pengendaranya dan dapat disetel sesuai posisi yang menurutnya paling aman.

jupiter
12-07-2009, 02:56 PM
Minimalis tapi Manis dari Honda Vario CBS


http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/30/1110066p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/30/1111381p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/30/1112569p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/30/1114042p.jpg


- KOMPAS. com - Honda Vario CBS Techno memang belum banyak dimodifikasi ekstrem seperti saudaranya Honda vario atau BeAT. Maklum, baru diluncurkan pertengahan tahun ini. Nih, kebetulan ada dua Bambang, dari asal yang berbeda telah memoles bentuk standar bebek mereka menjadi begitu elegan dan berkelas.

Berkelas
Mari kita tengok punya Bambang, warga Bakauheni, Lampung yang kini tinggal sementara di Depok. Awalnya, ia ingin mengubah tampilan Honda Vario CBS Techno 2009 bergaya retro (klasik). Lantaran bodi standar CBS Techno yang sangat modern, untuk diubah ke retro sangatlah susah.

Akhirnya, Farid Emen dari Em-Tech di Cinere, Depok memolesnya jadi gaya minimalis. "Kalau retro, sudah waktunya pendek, cari partnya lama dan enggak bisa sembarangan," alasan Emen yang diminta Bambang 2 bulan untuk menggarap motornya.

Ubahan sederhana dilakukan Emen tampak pada kaki-kaki dan setang, plus diperkuat komponen variasi yang lebih dulu di krom. Setang, ungkap Emen pakai punya Kawasaki Ninja yang dipasang braket setang variasi. Pemakaian setang yang kian melintang memaksa segitiga sokbreker bawah bengkak hampir 4 cm.

Tak beda sama kaki depan, belakang juga disesuaikan. Untuk sumbu roda, Emen hanya memundurkannya 3,5 cm. "Sengaja dibikin pendek karena sesuai dengan temanya fashion minimalis.

Elegan
Bambang satunya lagi, justru yang menggarap alias pemodifikator. Builder dari Custom World (CW) Purwokerto ini sengaja memilih ubahannya bergaya elegan dan berkelas. Kebetulan, katanya bentuk bodi standarnya sudah mendukung.

Di sini, Sonny - sapaan akrab Bambang - memainkan warna cukup lihai. Menurutnya, menciptakan kesan elegan memang sederhana, tapi tidak gampang juga. Karena, "Vario CBS memiliki lekuk bodi tajam yang memang harus pas pada detail permainan warna," komentarnya.

Bagian dek yang dikasih warna keemasan untuk mendukung harmonisasi.Maksudnya, agar menyambung sampai cover cover penutup mesin depan, sehingga terlihat manis dan kontras.

Guratan cat sengnaj dibiarkan kasar agar warna semakin menonjol. Kombinasi visual dipadu jok handmade yang sengaja dibikin sesuai konsep dan warna yang sudah ada di motor.

jupiter
12-10-2009, 06:06 PM
Nih, "Bumblebee" dari Malang

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/10/0848558p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/10/0850455p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/10/0852155p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/10/0853187p.jpg


Modifikasi Suzuki Skywave dari Malang, Jawa Timur ini simpel, tapi kalau dari depan seperti Bumblebee yang di film Transformer dan terkesan sangar. Namun secara keseluruhan enak dilihat, sesuai dengan keinginan sang empunya motor M.Subhan Sahroni. "Prinsip saya, meski banyak dirombak tetap terlihat wajar, enggak aneh," tegas Roni, panggilan sehari-hari Sahroni.

Roda belakang sudah dimundurkan 15 cm dengan pelek full custom 8 inci supaya tampak harmonis di semua sisi. Sementara yang depan dipilih lebarnya 3,5 inci. Kalau terlalu lebar repot di handlingnya, kata Roni.

Khusus desain pelek mengacu yang banyak diaplikasi komunitas H-D beraliran chopper. Jadi, Roni enggak mau hanya sekedar pakai pelek mobil. Ia juga harus memikirkan desain palangnya dan pelek seperti ini termasuk one piece. Artinya, terangnya, antara palang dan bibir rim menjadi satu kesatuan.

Untuk mengimbangi roda besar tadi, bagian bodi perlu ada penambahan agar tampak gambot. Enggak harus rombak total, cukup dengan penambahan body kit di beberapa bagian. Missalnya cover depan atau tepatnya atas lampu utama.

Penambahan lainnya, tampak pada sisi samping cover depan. "Dengan penambahan bodi depan, kami tanam semacam lampu sein," komentarnya. Begitu juga dengan penambahan di bagian bawah dek atau side skirt. Semuanya menggunakan fiberglass.

jupiter
12-16-2009, 09:01 PM
Wuih, Suzuki Raider Ekstrem "Abis"

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/16/1155522p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/16/1157008p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/16/1157576p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/16/1158488p.jpg



KOMPAS.com — Tak ada lagi ciri kuat dari Suzuki Raider 2003. Mulai dari depan sampai belakang, motor ini sudah berubah total. Hasilnya malah jadi ekstrem, dengan beberapa ubahan mengandung unsur teknologi. Seperti kondom tangki yang bisa dibuka tutup pakai tombol, yang satu itu merupakan suatu teroboson. Paling tidak, terobosan modifikasi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Irfandi dari rumah modifikasi 2XP Pontianak di "Kota Khatulistiwa" membuat langkah berani. Coba perhatikan jok yang menempel di atas rumah knalpot asli dari Ducati 969. Sementara itu, bagian bawahnya—jarak dengan roda—masih kosong. "Memang, bagian itu belum dapat desain pas," ungkap Irfandi.

Ditambah bagian arm (lengan ayun) yang besar dan kokoh, sementara rangka atas dan jok tipis, sisi harmonisasi pun sedikit terganggu. "Pada bagian arm, saya gunakan pro arm dari Honda NSR SP dan dikasih kondom supaya lebih besar," papar Irfandi.

Untuk bagian atas, modifikator menggunakan subframe yang bersifat knock down karena ingin membuat buntut yang panjang. Jika bosan, maka tambahan itu bisa dibongkar-pasang. Untuk menyatukan rangka tambahan, ia menggunakan baut L ukuran 8 mm sebanyak 6 buah. "Selain untuk penguat jok, itu juga menjadi semacam braket untuk knalpot," papar modifikator senior ini.

Sadar ada rongga yang lebar, ia menguranginya dengan menambahkan knalpot Ducati 969. Lain hal bila posisi sokbreker punya minimoto di Australia itu tidak terlalu rebah. Untuk per, ia memakai punya Honda CBR150 karena lebih empuk dibanding aslinya.

Juga menarik, tangki yang dikasih kondom bisa dibuka-tutup dengan menekan tombol. Menurut Irfandi, ia menggunakan power window mobil yang dipasangi shock kecil. Dengan menekan sekali, kondom itu bisa membuka hingga 45 derajat.

jupiter
12-28-2009, 01:06 PM
Honda Vario Berbaju Perang Zaman Romawi

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/21/1709504p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/21/1711305p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/21/1712436p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/21/1714235p.jpg


Baju perang zaman Romawi atau baju zirah yang dipakai panglima Inggris telah mengilhami Deto Ardiansyah. Honda Vario yang dipunyainya jadi korban. Bisa terinspirasi lantaran modifikasi dari kompetitor lebih dahsyat, maka pria asal Malang, Jawa Timur, ini mengubah ekstrem skutiknya.

Karena konsep modifnya baju perang, berarti harus bisa dibongkar pasang. "Artinya, meski ekstrem, bodi asli masih ada," ungkap pengusaha muda ini.

Kalau Anda lihat setiap sisi membentuk runcing, melambangkan senjata sang jagoan. Seperti bagian depan yang menutupi lampu orisinal. Bagian paling sensasional, tentu belakang. Modelnya bagaikan spiral. "Saya paling suka bagian buritan ini dan mampu mengundang perhatian orang. Sesuatu yang benar-benar beda," bangga ayah satu anak ini.

Hebatnya, sudah banyak lekukan, dibuatnya dari bahan fiber. Untuk menonjolkan sudut yang meruncing dan lekukan, dipilih satu warna silver ditambah titik-titik hitam.

Tak hanya bodi yang mengesankan senjata perang. Sepatbor depan dibikin meruncing, termasuk desain pelek custom dengan palang yang serba runcing. Bahkan ukuran peleknya pun terbilang berani, belakang 8 inci dan depan 5 inci. Karena lebar, sumbu roda dimundurkan sampai 20 cm.

Uniknya, suspensi belakang bisa naik turun sampai 5 cm karena sudah dilengkapi air suspension. Diakui Deto, aplikasi ini ditiru dari komunitas mobil. Tabung untuk menyimpan udara diletakkan di atas dek dan pengisian udaranya berlangsung saat motor dalam keadaan menyala karena tenaganya juga bersumber dari aki.

Namun, untuk membuat skutik ini bisa beraksi tetap butuh kerja manual. Artinya, untuk mengalirkan angin ke suspensi belakang menggunakan semacam keran sebagai pengatur.

Sayang, skutik ini kurang nyaman buat diajak jalan jauh. Deto tak pusing, karena Honda Vario ini dibangun buat lomba.

jupiter
12-28-2009, 01:08 PM
Karya Prestisius dari Probolinggo


http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/24/1127345p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/24/1129243p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/24/1130296p.jpghttp://www.kompas.com/data/photo/2009/12/24/1131487p.jpg



Menutup 2009, Adhi Wicaksono Danukusuma menyodorkan karya modifikasi yang bisa dibilang sebagai gebrakan. Basis yang dipilih pemodifikasi dari Lent Automodified Probolinggo, Jawa Timur, ini adalah Honda Blade 2009. "Ini pasti karya yang fenomenal, jadi saya support habis," ungkap Budiono, pemilik motor yang juga juragan dealer Honda Merpati 2 di Probolinggo.

Karena Honda Blade, Adhi memilih konsep modifikasi mengacu pada Honda CBR600. Jadi, genre sport yang menjadi ciri kental CBR600 dipindahkan ke Blade. Namun, ia tidak menjiplak total konsep dan acuannya saja karena dia menegaskan bahwa total modifikasi ini murni hasil improvisasi dan pemikirannya.

Siwe—penggilan sehari-hari Adhi—tidak asal cuap. Buktinya, bodi Blade yang ceking berubah layaknya moge, berisi dan kokoh. Bahkan harmonisasi dan detail terjaga baik.

Dengan baju baru, tentu efek pada kaki-kaki jadi kurang seimbang jika masih mempertahankan peranti-peranti orisinal. Solusinya, satu set kaki-kaki dari Honda NSR-SP dipasang. Lalu, sistem pro-arm yang diapakai sangat sepadan jika disanding dengan bodywork.

Dominasi warna kuning dengan motif grafis ala CBR600 membuat besutan Budi terlihat garang. Hal itu diperkuat dengan model lampu utama dari Honda Airblade yang cocok. Meski bentuknya tidak sama persis, paling tidak, motor ini mendekati miriplah. Pada bagian atas lampu dipasang semacam visor berwarna gelap.

"Ini merupakan variasi yang sering diaplikasi komunitas Ninja 250," komentar Adhi. Bagian belakang dibuat tipis dan meruncing panjang untuk menyeimbangi depan yang tampak seperti maju.

Selain harmonisasi, detailnya pun terjaga.

jupiter
12-31-2009, 12:38 PM
Wuih, Obsesi Si Kakek Memodifikasi Motor Boleh Juga

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/28/1619209p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/28/1622275p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/28/1617354p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/28/1620346p.jpg



- Otomotif.KOMPAS.com - Anda pasti tak menyangka kalau motor yang sudah dimodifikasi ini milik seorang kakek berusia 55 tahun. Namanya Suryana dan aliran modif hasil rombakan tersebut sesuai keinginannya. Berarti, warga Jakarta ini mengikuti betul perkembangan dan tren modifikasi.

Sudah begitu, basis motor yang jadi korban obsesi Suryana adalah jenis bebek dari Suzuki Satria F-150. Untuk ganti "kelamin" dari bebek menjadi "model laki", ia menyerahkan bebeknya kepada Tauco Custom (TC) di Kebagusan, Jakarta Selatan, yang terkenal membuat ubahan seperti itu.

Topo Goedhel Atmodjo, juragan TC, merombak motor mengikuti postur sang kakek. Oleh karena itu, motor pun dibuat tidak terlalu tinggi sehingga monoshock standar masih tetap dipakai, termasuk lengan ayun asli yang hanya di-custom sedikit.

Sementara itu, suspensi depan model upside down yang ia buat tinggal disesuaikan. Tangki bensin juga dibikin hingga memuat 6 liter. Tampilan motor jadi tampak kokoh karena ada semacam deltabox dari pipa 1/2 inci.

Menurut pengakuan Suryana, handling motor tetap nyaman. Makanya, ia yakin dan pede membesut Satria F-150 sebagai kendaraan harian untuk bekerja di bidang penulisan.

Hasil tersebut dia dapat berkat mempertahankan wheel base, pemilihan model setang, dan posisi pengendara dengan jok. Maka dari itu, pantas kalau Suryana puas.

jupiter
12-31-2009, 12:40 PM
Honda Supra "Naked" Karya Si Kembar

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/30/1424451p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/30/1428077p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/30/1426053p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2009/12/30/1426542p.jpg


Diam-diam Blitar mampu menggetarkan pentas modifikasi motor di Tanah Air. Dengan Honda Supra 2006 sebagai media ide liarnya, karya si kembar Ardi Birmansyah dan Arno Suranca banyak memperlihatkan inovasi. Tampilannya kekar dengan konsep bebek yang telanjang.

"Ini murni kreasi TPF (Twin Fiber Planet) dan kami tak ingin mengubah jadi motor sport. Itulah tantangannya," komentar Arno. Biasanya, tema telanjang identik dengan motor sport.

Untuk memenuhi obsesinya, bagian rangka tidak ada yang dipotong dan diubah. Termasuk posisi tangki di bawah jok, bagian itu tetap dipertahankan.

Perubahan radikal tampak pada lengan ayun. Rancangannya baru dengan model teralis seperti yang sering dilakukan di deltabox motor sport. Ini memang salah satu ciri motor sport beraliran naked. Karena fungsinya yang vital, pipa besi cukup besar berdiameter 2 inci dipasangkan di sana.

Karena lengan ayun telanjang, maka lebih pas kalau suspensi belakang tunggal (monoshock) memanfaatkan punya Suzuki Satria 120R. Terus, bodi yang full custom, menurut Arno, dirancang sendiri dengan model single seater.

Agar kesan motor kencang, maka bagian buritan dibikin meruncing. Bagian tengah dibuatkan semacam sasis tambahan bergaya deltabox menggunakan bahan serat kaca.

Perhatikan kedua velg yang lebar. Ini justru bikinan sendiri dan Arno menjamin bahwa kondisinya kuat. Suspensi depan model upside down juga hasil karya sendiri. Menariknya lagi, ujung knalpot yang ganda adalah variasi mobil.

jupiter
01-08-2010, 06:04 PM
Perpaduan "Transformers" dan "Racing Look" Bakal Tren


http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/06/1029449p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/06/1032492p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/06/1030441p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/06/1034208p.jpg


- KOMPAS.com — Boleh dibilang, Suzuki Smash punya Yongki Kristanto ini sudah dirombak total. Secara keseluruhan, tampilan motor milik siswa SMU Bentara Wacana Magelang, Jawa Tengah, itu bagaikan robot Transformers. Maklum, ia menjadi penggemar berat film kartun E-Robo.

Makanya, begitu dapat gambar robot yang pas, gambar berikut motor plus contoh motor modifikasi diserahkan ke Agung Ismanto dari rumah modifikasi Endok Ceplok Modified (ECM) Muntilan.

Ubahan paling mencolok tampak pada penerapan rumah lampu Yamaha X1-R dari Thailand. Supaya mirip robot Transformers, bagian depan tebeng berikut rumah lampu diberi sentuhan custom. Terutama di atas batok lampu, sayap kanan-kiri hingga cover bawah terlihat melindungi separuh mesin. Selain itu, terdapat pada bentuk jok, cover samping hingga buritan plus sepatbor sengaja dibikin beda.

Menurut Agung, memakaikan cover bodi X1-R di Smash lumayan rumit. Soalnya, ada beberapa komponen yang mesti dipangkas, ditambah, dan dipindah. Selain itu, ia harus mengatur ulang dudukan baut pegangan cover, dari depan hingga belakang.

Trus, sokbreker standar model ganda diubah menjadi monoshock. Penggantian ini membuat lengan ayun standar diubah menjadi produk handmade dari aftermarket. Agung pun tidak sembarangan mengerjakan bagian itu, termasuk juga bagian lain, lantaran barang yang dipakai mahal dan diberi sedikit sentuhan custom.

Khusus knalpot, Agung menjamin bagian ini bagus lantaran suaranya sedikit lebih ngebas dan mampu mendongkrak tenaga. Selain enak didengar, menurut Agung, knalpot itu pas untuk ubahan seperti ini. Ia memprediksi, konsep racing look dipadu warna mencolok bakal jadi tren.

blackt!Ger
01-31-2010, 06:45 AM
keren bro...:guesuka:.......
habis dana brapa bikin yg kayak gituan bro....?

jupiter
02-03-2010, 03:10 PM
keren bro...:guesuka:.......
habis dana brapa bikin yg kayak gituan bro....?

berapa ya ? :mikir:
ya tergantung apa yg dimodifikasi untuk motor tersebut..
bahkan klo modifikasi extrem,, biayanya bisa untuk beli motor 1 lagi :giggling:

jupiter
02-24-2010, 03:11 PM
Via Telepon, Tampilan Jupiter MX Jadi Keren


http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/25/1428396p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/25/1429444p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/25/1431015p.jpg

KOMPAS.com — Ino Menenk dan Rizal boleh dibilang nekat dan sangat berani. Bayangkan, dua bersaudara asal Abepura, Papua, ini mengirimkan uang kepada pemodifikasi untuk dibelikan motor. Terus, via telepon, pemodifikasi diminta untuk memodifikasi bebek berlambang garpu tala itu. Padahal, keduanya belum kenal dekat dengan Dana Prasetya dari GDZH Custom di Jombang, Jawa Timur. "Hanya melihat eksistensi sebagai seorang modifikator, saya positif thinking saja," ungkap Ino yang diamini Rizal.

Setelah berkali-kali ngobrol melalui telepon, akhirnya disepakati bahwa aliran modifikasi motor tersebut mengacu pada moge jenis sport. Berbekal berbagai referensi tentang moge, Dana akhirnya mengaplikasikannya pada Yamaha Jupiter MX 135LC—sesuai keinginan Ino dan Rizal—yang notabene bebek.

Ketika merombak, modifikator tak ingin menghilangkan kodrat Yamaha Jupiter MX 135LC sebagai motor bebek, apalagi mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009, yang sudah berubah bentuk bisa kena tilang. Makanya, genre bebek tetap dipertahankan, termasuk dek tengah.

Sementara itu, seluruh cover bodi sudah dipikirkan untuk diganti bahan fiber yang dicetak tipis. Pertimbangannya, agar bobot tidak menjadi berat. "Lembaran tadi kemudian digunting kecil lantas ditempelkan sedikit demi sedikit hingga membentuk pola," papar Dana. Setelah pola terbentuk, barulah proses pencetakan sesungguhnya dilakukan.

Makanya, jika diperhatikan secara detail, bagian depan sudah berubah menjadi moge. Lampu utama sudah berpindah tempat ke dada depan. Lampu dicomot dari Suzuki GSX600 karena jarang yang mengadopsinya.

Hal menarik lainnya, desain knalpot double muffler menambah kekar tampilan belakang dengan model single arm. Siapa sangka, modifikasi via telepon bisa tampil keren. Sesuai dengan ambisi Ino dan Rizal, modifikasi ini bakal bikin heboh di daerahnya.

jupiter
03-01-2010, 03:43 PM
Suzuki Satria F-150 dengan Dua Kekuatan di Belakang

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/04/1732046p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/04/1733329p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/04/1735517p.jpg


KOMPAS.com - Ada dua kekuatan yang menjadi daya tarik dari modifikasi yang dilakukan Agus Ficdiyanto terhadap Suzuki Satria F-150 2007 milik Benny asal Sidoarjo. Yang jelas, bukan tampilan yang super-ceper ala low rider atau roda belakang pakai pelek mobil Honda Jazz yang sering dipakai pada modifikasi motor.

Kekuatan dari modifikasi ini tampak di bagian belakang. Pertama, lengan ayun tunggal (swing arm). Desain yang dibikin builders dari Alphasierra itu model tunggal. Konsep ini bukan suatu terobosan, yang menjadi kelebihannya adalah ukurannya 4x6 cm.

"Biar kuat saya memang cari pipa yang memiliki ketebalan 3 mm," Agus yang mempunyai bengkel modifikasi di Jl. Rangkut Asri Barat X/39, Surabaya. Desainnya, menurut Agus dibuat mirip pro arm Honda NSR SP, tapi tidak sama persis. Hanya dimensi lebih besar karena akan menahan pelek mobil ukuran 5 inci.

Keunikan lain yang juga menjadi kekuatan adalah sistem pengereman roda belakang. Umumnya motor yang sudah pakai cakram, posisinya bersebrangan dengan gir rantai. Nah, garapan Agus ini justru bersanding sama gir dan berada di sebelah luar.

Ide ini menjadi tantangan karena harus dibuatkan dudukan yang langsung menghubungkan ke gir. Tak cuma itu, kaliper juga harus mendapat posisi yang bagus dan kuat. Caranya, menancapkan pada ujung arm. "Selain posisinya bisa kuat menahan laju cakram, secara tampilan, penempatan kaliper ini jadi keren dan garang," komentar Agus.

Sementara ubahan pada bodi, bagian tengah dijejali seperangkat audio. Memang jadi lebih padat, tapi justru mengnurangi tampang sangar Satria F-150.

jupiter
03-01-2010, 03:45 PM
Yamaha Nouvo yang Panjang dan Blink-blink

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/1736045p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/1739547p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/1738489p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/22/1737298p.jpg


KOMPAS.com — Yamaha Nouvo 2002 ini sekilas sulit untuk bisa melesat cepat, terlebih saat menghadapi jalan keriting. Andaikata melewati polisi tidur, motor ini bahkan sepertinya harus mengibarkan bendera putih. Namun, anggapan itu keliru besar. Skutik berlambang sayap mengepak tersebut justru tak takut dengan polisi tidur atau poldur.

Pasalnya, Geri Turgardyana selaku pemilik sudah memodifikasinya dengan sistem suspensi udara, baik di depan maupun belakang, sehingga bisa naik-turun 15 cm. Peredam kejutnya harus dibuat ulang, "Karena udara tidak mempunyai viskositas seperti oli. Maka dari itu, di dalam tabung shock harus dibuat seal-seal yang benar-benar sempurna," papar Geri. Jika sedikit terjadi kebocoran yang bisa dilewati udara, lanjutnya, maka proses naik-turun itu tidak akan sempurna.

Mengenai suplai udara ke peredam kejut, sumbernya dari kompresor tabung yang diletakkan di bawah jok. Ketika mesin dinyalakan, kompresor itu secara otomatis akan mengisi udara. Keberadaan kompresor membuat ruang bagasi lenyap.

Selain ceper, Nouvo ini juga menarik karena punya bodi yang melar. Ini memang menjadi obsesi Geri. Langkah yang dilakukannya tak cukup dengan menggunakan undur-undur. Ia juga menggarap rangka, terutama bagian depan, persisnya di bagian dek. "Kami menggunakan pelat setebal 5 mm dengan ketinggian 5 cm," sebut juragan Motor Pop di Cimahi, Bandung, Jawa Barat ini. Pada bagian ini, ia sangat memperhitungkan kekuatan karena rangka sangat berpengaruh pada keselamatan dan handling.

Setelah rangka depan dibuat melar, sistem suspensi belakang pun digarap. Pastinya, mesin, CVT, dan sumbu roda yang mundur sampai 30 cm menggunakan pipa kotak dengan ketebalan 20 mm. Kekuatannya pun dijamin.

Sistem rem teromol pada roda belakang tetap dipertahankan. Hanya desainnya yang diubah. Jadi, teromolnya tidak lagi di dalam velg, tetapi menempel dengan CVT sehingga terlihat semacam spacer. Dengan ubahan ini, roda depan dan belakang masih lurus.

Kelar urusan kaki-kaki, Geri dipusingkan masalah bodi. Ia masih ingin mempertahankan bodi standar, sementara rangka sudah banyak diubah. Untuk ubahan bodi, ia pun memanfaatkan bahan serat kaca.

jupiter
03-01-2010, 03:46 PM
Baby Majesty dari Denpasar


http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/12/1536442p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/12/1540306p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/12/1538305p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/12/1539398p.jpg


KOMPAS.com - Made Ambara Suarjaya dari Denpasar, Bali sampai termimpi-mimpi ingin mempunyai Yamaha Majesty. Itu, lo, skuter gedenya Yamaha dan bagi Made bukan tidak mampu membelinya. Namun ia merasa tertantang mewujudkannya lewat modifikasi, apalagi profesinya sebagai modifikator.

Kebetulan ada Yamaha Mio Soul miliknya, tak ayal jadi sasaran untuk mewujudkan mimpinya tadi. Dimulai dari bagian depan, "Karena itu yang menjadi ciri khas Majesty," bilang Made. Perombakannya tidak terlalu repot karena untuk lampu bisa mengandalkan copotan dari Yamaha Nouvo-Z.

Penyesuaian lainnya, pembuatan visor di atas lampu dan semuanya menggunakan bahan fiber. Uniknya, di bagian itu ditempel LED yang ketika menyala akan terbaca M1, nama bengkel Made.

masih di bagian visor, ada sedikit improvisasi pada bagian spion. Kalau ciri Majesty, spion berada di setang, pada Mio ini diposisikan di cover bodi. "Ini terinspirasi dari sejumlah moge, ternyata oke juga," bangga pemilik bengkel M1 di Jl. Gunung Muliawan Timur, Denpasar, Bali.

Untuk urusan bodi belakang dibiarkan standar. Ada penambahan body kit di bagian dek. Trus, roda belakang sedikit dimundurkan, dan Made mengaku pakai undur-undur 15 cm.

Kalau diperhatikan detailnya, terkesan Made melakukan krom plastik pada seluruh bodi Soul berkat trik dan pemilihan cat serta pernis yang memang pas. "Sebenarnyaq untuk belakang memang krom. Tapi di bagian depan enggak. Kami tetap pakai cat," ungkap Made.

Hebatnya, efek mengilapnya nyaris menyerupai krom plastik. Bisa begitu karena pemakaian clear yang bagus sebagai finishing. Untuk pelapisan akhir, Made memilih merek DuPont.

jupiter
03-01-2010, 03:50 PM
Ducati 848 Baru dari Yogyakarta

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/27/0725567p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/27/0726561p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/27/0728037p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/02/27/0729001p.jpg

KOMPAS.com — Kedua builder, Fery Saifuloh dan Wardoyo, dari bengkel G2C di Cinere, Depok, menunjukkan karya pada Honda Mega Pro 2006. Mereka merombak total tanpa memakai limbah moge, hanya mengandalkan barang lokal. Terpenting, kata mereka, motor harus tetap terlihat ciamik.

Konsep ubahan mereka pada motor milik Riandaru asal Yogyakarta ini mengacu pada Ducati 848 baru. "Kebetulan pemilik motor koorporatif, jadi selama proses pengerjaan, berjalan sesuai konsep," komentar Wardoyo.

Nah, agar komponen lokal bisa menemplok, disiasati dengan mengubah rangka dan bodi yang dibuat slim. Maksudnya, dimensi motor masih dipertahankan. Contohnya, jarak sumbu roda, meski sudah dibekali lengan ayun (swing arm) custom, masih sama dengan standarnya.

Supaya terlihat ekstrem, rangka tengah ditambah sasis tubular. Tulang baru ini menempel di antara komsttir dan sasis tengah. "Model dibuat mirip seperti Ducati 848, tapi dimensi enggak kebesaran," lanjut Wardoyo.

Adanya rangka tambahan memengaruhi desain tangki. Sengaja dibuat tidak besar agar tidak kedodoran dengan pilihan kaki-kaki. Seperti sokbreker depan dicomot dari Yamaha V-ixion yang ukurannya lebih besar dari standarnya. Menurut Hery, cocok buat konsep ubahan sport dengan fairing 3/4.

Selain kerangka tengah, buritan juga mengacu pada Ducati 848. Termasuk juga desain knalpot yang dibuat undertail, berupa dua corong silincer seolah mengapit bodi belakang. (Belo)

jupiter
03-01-2010, 03:53 PM
Honda Tiger "Robofighter Style" dari Dumai

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1005492p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1007192p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1008329p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1009383p.jpg

-KOMPAS.com — Modifikasi gaya streetfighter kini mulai menggejala ke berbagai daerah. Seperti Honda Tiger 2002 milik Irwandi Nurullah asal Dumai, Riau, Sumatera ini, sosoknya sudah berubah menjadi "Robofighter Style". Modifikasi dikerjakan Suswanto dari Billy Custom, yang memang dikenal sebagai penganut West Jateng Style atau WJS.

Tak ada ubahan ekstrem pada bodi, kecuali tangki bahan bakar karena mengikuti tarikan garis dari belakang yang meruncing kecil. Uniknya, spidometer menemplok di ujung tangki (dekat setang).

Wanto—panggilan akrab Suwanto—penganut kuat streetfighter dan tergolong rajin bereksperimen. Selain memadukan gaya murni Eropa, terkadang modifikasi dibumbui ide sendiri. Seperti pada Tiger ini, dia mengaku mengikuti desain streetfighter Ducati yang diambil pada bentuk dasarnya aja.

Dari karyanya itu, lekukan dan komposisi siku tegas sekali pada hampir seluruh bodi, sementara gaya WJS dengan membuat bagian tengah lebih padat dan mekar dipertahankan. Seperti bagian tangki, di bagian bawahnya ditambahi sayap sehingga terkesan gambot, tetapi dengan bagian belakang yang mengecil. Seluruh ubahan pada bodi menggunakan bahan pelat galvanis.

Supaya komposisi lebih pas, sasis belakang dibuat ulang pakai pipa 22,5 mm sebagai rangka baru. Kerangka asli yang masih dipakai, menurut Wanto, hanya bagian center backbone. Kesan kekar ditunjang aplikasi deltabox, plus lengan ayun yang dikondomkan, termasuk juga peredam kejut depan. Untuk belakang, dia memakaikan peredam kejut Suzuki Satria.

jupiter
03-11-2010, 02:24 PM
Yamaha Mio "Jedag-Jedug" dari Bali

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/10/1526384p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/10/1527586p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/10/1525185p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/10/1529225p.jpg


KOMPAS.com — Bali punya gaya dalam memodifikasi motor. Selain berseni tinggi, kini para builders di Pulau Dewata mulai menyisipkan perangkat audio. Seperti yang dilakukan I Ketut Suarjana pada Yamaha Mio lansiran 2004, dek tengahnya penuh sesak dengan audio, mulai dari head unit plus monitor Liliput, hingga kapasitor power bank sampai subwoofer 8 inci. Suarjana punya prinsip bahwa yang penting motor ini bisa dibawa jalan, meski kaki sedikit terganggu.

Agar tidak dinilai bahwa komunitas sktuik Bali hanya bisa main audio, Suarjana coba memberi nuansa lain. Misalnya tampilan warna-warni nan kinclong. Menurutnya, bagian bodi menjadi meriah seiring banyaknya komponen yang ada di sektor audio tadi.

Seperti tampak pada roda, dia menyapukan pernikel pada velg. Sementara itu, bodi bagian bawah diberi cat berkelir perak. Setengah bodi ke atas pun tak luput dengan pemberian motif grafis berbagai corak warna. Semuanya menggunakan cat Spies Hecker dan diberi tambahan efek glitter. "Jadi, betul-betul mengilap. Kalau warnanya kalem, tak seimbang dengan audionya," bilang Suarjana.

Bodi sekilas tak ada penggantian berarti. Namun, coba perhatikan bagian buntut dan lampu utama. Peranti itu sudah diganti dengan milik Jupiter. Pertimbangannya, bentuk lampu Jupiter lebih ramping dan sporty. "Dengan begitu, meski bagian depan terkesan berat karena ada peralatan audio, kami ingin membuat tampilan tetap lincah. Itu kodratnya Mio," ungkap Suarjana.

Hal lain yang diadopsi dan ikut bercampur dengan nuansa audio adalah tampilan low rider. Menurut Suarjana, sekarang model itu sudah jamak. Rasanya, ketinggalan kalau dia enggak ikutan memakai velg lebar dan jarak sumbu roda yang dimundurkan.

jupiter
03-30-2010, 08:35 PM
Yamaha Scorpio "Hypermotard"

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/18/1125372p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/18/1126385p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/18/1127429p.jpg


- KOMPAS.com - Sejatinya, Yamaha Scorpio terlahir sebagai motor bergenre sport. Namun, siapa sangka tampangnya bisa menjadi hypermotard setelah dioperasi. Hasilnya ternyata keren juga. Ubahan itu memang permintaan pemilik motor, Helmy Hetmansyah, dari kompleks Marinir Rangkapan Jaya Pura, Maruyung, Depok.

Helmy bukan baru sekali ini memodifikasi motornya. Sebelumnya, modifikasi sudah dilakukan terhadap Honda GL-Pro yang meniru gaya Aprilia SMW750.

Selain untuk bergaya, model hypermotard ini pun harus bisa dinikmati oleh keluarga, baik istri maupun anaknya. Makanya, sektor kenyamanan masih menjadi perhatian khusus. "Rangka asli hampir enggak ada yang diubah. Malah tangki standar Scorpio tetap dipakai," terang Wardoyo, modifikator dari bengkel Gandul 2Wheel Custom di Cinere, Depok.

Wardoyo mengaku tidak menemui kesulitan saat menanggapi permintaan Helmy agar motornya diubah menjadi bergaya hypermotard. Kebetulan, rangka standar Scorpio sangat mendukung. "Tinggal andalkan kaki-kaki lebar agar tampilan akhir yang diinginkan terwujud," akunya.

Untuk memperkuat kaki-kaki, model upside down milik trail secara khusus dipasangkan pada bagian depan. Di sini, Helmy memakai suku cadang aftermarket buatan Thailand. Tampilan depan pun menjadi jadi kunci dari ubahan. Desain cangkang lampu depan diambil dari Aprilia Dorsoduro. "Modelnya menyatu dengan sepatbor yang berukuran lebih kecil. Ini yang jadi ciri khas hypermotard," yakin Wardoyo.

Ubahan lain tampak pada lengan ayun yang bentuknya menjadi lebih gambot setelah dikasih kondom berbahan pelat. Ubahan juga tampak pada disc brake depan yang tampilannya kini jadi lebih besar.

jupiter
03-30-2010, 08:37 PM
BMW S1000RR Sentuhan AC Schnitzer

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1040475p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1042527p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1044084p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/23/1045382p.jpg

- JERMAN, KOMPAS.com — AC Schnitzer merupakan rumah modifikasi khusus untuk mobil-mobil BMW seperti halnya Mugen untuk Honda dan AMG untuk Mercedes. Kali ini, keahlian dan keterampilan tangan mereka dituntut untuk membuat tampilan motor BMW S1000RR jadi lebih macho.

Hasilnya memang tidak seperti yang kita harapkan bahwa moge BMW bisa berubah jadi ekstrem. Maklum, selain merupakan proyek pertama, yang mereka sebut "Avoid Silence", Schnitzer menggunakan kit aftermarket dengan menyentuh bagian tertentu saja dalam mengubah tampilan BMW superbike itu. Demikian dilaporkan Autoevolution.com, Senin (22/3/2010).

Perubahan tampak pada setang dengan pilihan warna hitam. Uniknya, desain itu tidak mencerminkan moge sport yang umumnya beraliran model jepit. Tampilannya justru bergaya lebar atau baplang. Kemudian, tabung minyak rem disesuaikan dengan kelir setang.

Lainnya, tuas rem dan kopling menggunakan bahan titanium. Pada bagian ini, pengendara yang mempunyai tangan kecil tidak akan menemui halangan. Pasalnya, lebar setang bisa disetel sesuai tangan pengendara.

Ujung knalpot diubah menggunakan bahan serat karbon yang jika dipandang secara keseluruhan akan memberikan kesan sangar. Bobot motor ini pun sedikit lebih berat, plus polesan pada tampilan air filter.

Bagaimana dengan tenaga motor? tidak dijelaskan adanya sentuhan pada sektor itu. Namun, Schnitzer menegaskan kalau pihaknya sedang mengembangkan komponen-komponen yang berkaitan dengan pendongkrakan performa dapur pacu. Mereka menjanjikan bahwa komponen tersebut sudah bisa digunakan dalam waktu dekat.

jupiter
03-30-2010, 08:38 PM
Yamaha Scorpio Terinspirasi Robot

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/26/1433151p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/26/1435164p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/03/26/1434185p.jpg

- KOMPAS.com — Tampilan robot tak selamanya kaku. Buktinya, ketika diejawantahkan ke Yamaha Scorpio punya Eko Kabutho, tampilannya justru jadi lebih sangar dan kekar. "Konsepnya memang mengambil dari robot. Maklum, si pemilik tergila-gila dengan dunia seperti itu," ujar Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom yang dipercaya untuk memodifikasinya.

Bagi Topo, tentu bukan hal yang susah mengubah tampilan Yamaha sport menjadi seperti itu. Menurutnya, secara bentuk, modifikasi terhadap motor ini enggak menimbulkan banyak kesulitan, apalagi si pemilik mau pakai fairing.

Roh atau aura dari motor ini mengacu pada streetfighter. "Apalagi ini proyek modif yang kedua, maka sempat kepikiran untuk melanjutkan aliran streetfighter-nya. Tapi untuk memenuhi mimpi Eko tadi, saya buat (motor ini) jadi benar-benar model baru," ucap Topo dengan bangga.

Karya yang dibikin Topo ini bisa dikatakan lari dari konsep motor sport pada umumnya. Hal itu bisa dilihat dari perpaduan tampilan depan, tangki, sampai model buritan. Misalnya, sebagai muka si robot, tampak depan benar-benar diperhatikan.

Headlamp yang diibartakan mata dipasangi lampu model belo. Supaya terlihat tambah lebih besar, maka di atasnya ditambahi semacam visor. Tadinya, lampu standar tak pas saat dipasangkan sehingga akhirnya produk dari Thailand pun dipilih sebagai pengganti.

Jika bodi belakang diperhatikan, maka bagian itu menjadi berubah. Bagian buritan terkesan meramping. "Sengaja, bahkan untuk stop lamp pakai punya Bajaj XCD yang imut-imut," beber Topo.

Agar bisa menjadi perhatian, terutama bagian buritan, knalpot didesain menjadi model baru.

wishper_girl
04-01-2010, 10:44 PM
:wahh: pingin milikin satu aja
bagus banget..pingin ''Baby Majesty dari Denpasar''
merah pula :wahh: pingin :(

zhenz
04-04-2010, 03:19 PM
Honda Tiger "Robofighter Style" dari Dumai

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1005492p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1007192p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1008329p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/31/1009383p.jpg

-KOMPAS.com — Modifikasi gaya streetfighter kini mulai menggejala ke berbagai daerah. Seperti Honda Tiger 2002 milik Irwandi Nurullah asal Dumai, Riau, Sumatera ini, sosoknya sudah berubah menjadi "Robofighter Style". Modifikasi dikerjakan Suswanto dari Billy Custom, yang memang dikenal sebagai penganut West Jateng Style atau WJS.

Tak ada ubahan ekstrem pada bodi, kecuali tangki bahan bakar karena mengikuti tarikan garis dari belakang yang meruncing kecil. Uniknya, spidometer menemplok di ujung tangki (dekat setang).

Wanto—panggilan akrab Suwanto—penganut kuat streetfighter dan tergolong rajin bereksperimen. Selain memadukan gaya murni Eropa, terkadang modifikasi dibumbui ide sendiri. Seperti pada Tiger ini, dia mengaku mengikuti desain streetfighter Ducati yang diambil pada bentuk dasarnya aja.

Dari karyanya itu, lekukan dan komposisi siku tegas sekali pada hampir seluruh bodi, sementara gaya WJS dengan membuat bagian tengah lebih padat dan mekar dipertahankan. Seperti bagian tangki, di bagian bawahnya ditambahi sayap sehingga terkesan gambot, tetapi dengan bagian belakang yang mengecil. Seluruh ubahan pada bodi menggunakan bahan pelat galvanis.

Supaya komposisi lebih pas, sasis belakang dibuat ulang pakai pipa 22,5 mm sebagai rangka baru. Kerangka asli yang masih dipakai, menurut Wanto, hanya bagian center backbone. Kesan kekar ditunjang aplikasi deltabox, plus lengan ayun yang dikondomkan, termasuk juga peredam kejut depan. Untuk belakang, dia memakaikan peredam kejut Suzuki Satria.

gilee shock belakangnya ekstrim banget posisinya..

jupiter
04-22-2010, 05:37 PM
Robot Jupiter MX 135LC dari Purwokerto

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/14/1638434p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/14/1640432p.jpg

http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/14/1641583p.jpg http://www.kompas.com/data/photo/2010/04/14/1643107p.jpg

Robot identik dengan bentuk yang kaku. Itu seperti tampak pada karya Siswo Winoto dari Win's Paddock (WP) Purwokerto, Jawa Tengah, yang diterapkan pada Yamaha Jupiter MX 135LC ini. Meski order dari pemilik motor Hansen Kurniawan adalah membuat tampilan motor ini tetap bernuansa racing look, kesan robofighter sangat kuat karena gayanya disisipi gaya robot modern.

Sesuai konsepnya, yang robot, desain bodi jadi prioritas. Aksen visual guratan bodi ala streetfighter merupakan ciri dari garapan WP. Ciri lekuk ala WJS yang berbuntut irit diperagakan dengan sempurna.

Untuk mendukung tampilan racing look, setang dibikin model jepit walaupun motor ini masih memakai segitiga dan komstir asli. Namun, jangan kecewa begitu melihat kaki depan model up side down. Itu hanya kondom peredam kejut kreasi WP yang sengaja dibikin bergaya ala moge dari pipa 2,5 inci yang dibalut pada sok asli.

Agar tampilan kaki juga gede, velg yang diaplikasikan diambil dari Suzuki Hayabusa. Lebar tapaknya lumayan bikin pening, terutama saat pemasangan velg belakang. Solusinya, Wiwin bikin lengan ayun dari material pelat 4 mm agar kaki belakang terlihat makin padat.

Wiwin sangat jeli menerapkan komponen pendukung dalam ubahan ini. Contohnya, aplikasi LED pada lampu depan dan belakang. "Lampu belakang pakai punya Bajaj Pulsar, sedang depan variasi, tapi dimodifikasi lagi pakai LED. Selain lebih terang, ini juga modern," ungkap Wiwin.

Selain lampu, pemilihan gaya knalpot yang terbungkus rapi memberikan kesan bahwa perangkat tersebut menyatu dengan bodi. Selain bagus dari sisi estetika, hasil ubahan ini juga memberi kesan rapi.

-kompas.com-

jupiter
05-25-2010, 08:40 PM
Bebek 'Macho' Jupiter MX 135LC

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/30/1447381620X310.jpg

Karakter Jupiter MX 135LC agak beda dari bebek biasa. Bentuk mesin tegak dan bodi standarnya sudah keren sehingga, dengan sedikit sentuhan, tampilan bebek Yamaha ini jadi ciamik. Di tangan builder Topo Goedhel Atmojo dari Tauco Custom (TC), bodi MX jadi tambah kekar dan berotot.

Topo sengaja mengubah tongkrongan MX jadi sangat spesial lantaran pemiliknya datang jauh-jauh dari Bandung. "Jadi, harus dibikinkan sesuatu yang spesial," ungkap modifikator, juragan TC di Kebagusan, Jaksel.

Di sini, posisi tangki dipindahkan ke depan dan dibuat terpisah dengan jok. Desainnya pun cukup unik. Supaya sektor tangki terkesan kekar, dibuatkan pipa tralis yang diaplikasi dari Ducati. Kerangka tambahan itu, menurut Topo, bukan sekadar hiasan. Fungsinya sebagai dudukan tangki.

Model mesin yang tegak memberikan keleluasaan saat mendesain cover-nya. Seluruh bagian bisa dikatakan sudah baru dan hasil customizing dengan menggunakan bahan pelat galvanis 0,8 mm.

Coba lirik lengan ayun (swing arm). Ini buatan sendiri karena secara dimensi dan model harus mengikuti bentuk bodi. Kalau bentuknya unik seperti ini, susah mencocokkannya dengan lengan ayun variasi.

Kejelian dalam pemilihan lampu depan dan belakang pantas mendapat acungan jempol. "Aura sport sangat sesuai dengan lampu Suzuki Arashi 125 yang memang punya model ala moge," ungkap Topo. (kompas.com)

jupiter
06-07-2010, 07:00 PM
Yamaha Nouvo Tampang "Lowdrag"

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/01/1421006620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/01/1422192620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/01/1427118620X310.jpg

Modifikasi yang dilakukan Johanes Hanafie pada Yamaha Nouvo miliknya terkesan biasa-biasa saja. Bisa dimaklumi, karena konsepnya mengarah ke drag. Jadi, menurut bos rumah modifikasi X-16 Motor ini ada unsur kombinasi dengan low rider (Lowdrag).

Aura drag memang sangat kuat di sektor bodi. Desainnya memperhatikan style atau gaya balap. "Misalnya pada bagian samping dibuat semacam ada sirip yang pasti kental dengan aura balapnya," jelas Johanes.

Begitu juga untuk model behel dan posisi knalpot. Seluruh bodi itu dibuat ulang menggunakan pelat. Sekalian dikrom supaya terlihat futuristik dan modern. Menariknya, model lampu sein LED di kiri dan kanan.

Untuk knalpot, desainnya spesial bergaya undertail dengan dua moncong yang mengilap. Menurut Johanes, sengaja dikrom. Uniknya, posisinya berdampingan sama lampu sein.

Masih ada hal baru lainnya yang dilakukan Johanes pada Nouvo ini. Seperti custom pelek dengan model langsing. Tapi, itu memang ciri dari gaya drag. "Sebenarnya ini pelek variasi dengan 14 palang. Karena ingin mendapatkan efek kurus, disunat tinggal 8 palang. Palang sedikit itu punya ukuran yang tipis sehingga memperkuat efek langsingnya," papar Johanes.

Yang nyeleneh lainnya, memindahkan posisi sokbreker belakang. Tetap dobel, katanya, cuma menggunakan punya Suzuki Satria F-150. Dan posisinya sudah disamping dan diyakininya tetap berfungsi dengan sempurna," tegasnya.

jupiter
06-30-2010, 01:09 PM
Edan! "Streetfighter" Berlengan Ayun dan Garpu Tunggal

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/28/1921203620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/28/1922585620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/28/1924116620X310.jpg



- Otomotif.KOMPAS.com - Modifikasi motor dengan lengan ayun tunggal, bukan sesuatu yang istimewa. Tapi, karya tangan terampil Handoko terbilang unik dan - boleh jadi - agak langka. Honda Tiger 2008 diubah jadi kombinasi taste Eropa yang banyak dibumbui gaya futuristik moge Amerika.

Yang sangat menonjol, lengan ayun dan garpu, sama-sama tunggal. Di sini sang builder dari rumah modifikasi BJM, Semarang, Jawa Tengah ingin mengumbar kreasi desain sendiri.

"Memang, ada yang diilhami beberapa karya Amrik. Tapi, saya coba terapkan dan bikin sendiri desainnya, untuk diaplikasi ke Tiger ini," papar Han Han, panggilan karib Handoko.

Seperti kaki-kaki, dipilih pelek 5 inci yang dikreasi sendiri. Karena pakai ban gandot, jadi alasan dirinya merancang lengan ayun tunggal depan dan belakang. Untuk sok depan diakali model tunggal. "Kalau pakai dobel sok perlu segitiga yang ukurannya besar," urai Han Han.

Gaya futuristik bodi dibangun dari pelat galvanis setebal 0,8 mm. yang menjadi daya tarik kalau dilihat dari samping. Lampu depan kecil yang menjulur dengan setang menyudut ke dalam, mirip tanduk kerbau.

Sementara desain tanduknya justru ada di bawah mesin. Mesin dilindungi dengan rangka tambahan yang menjadi ciri khas streetfighter. Throttle gas dibikin inner throttle. "Selain rapi juga menghadirkan kesan beda,"bangga Handoko.

jupiter
06-30-2010, 01:13 PM
Macan Berjurus Ninja Italia

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1012565620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1015206620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1016578620X310.jpg


- Otomotif.KOMPAS.com — Jika Anda punya Honda Tiger produksi 1994 dan bosan dengan tampilan, bisa dicontek karya modifikasi Erfan Nurdianto dari K-Cau Modification (K-CM) Magelang, Jateng, ini. Asli dari jenis sport motor berlambang sayap mengepak itu hilang, setelah diramu jadi ala street fighter dengan daya tarik di bagian tertentu.

Seperti sektor buritan, yang dibentuk menyerupai Ninja 250 karena banyak diomongin orang. Untuk mengubahnya, tentu ada rombakannya. Menurut Erfan, tulang belakang dibuang sekitar 15 cm sehingga buntut bisa dibuat lebih nungging.

Pengerjaan seluruh bodi menggunakan bahan fiber, mulai dari depan sampai belakang. "Hanya tangki digarap sistem kondom, jadi aslinya masih ada di dalam," ungkap sang pemilik motor.

Jika belakang terinspirasi dari Ninja 250, untuk depan Erfan memasukkan model Ducati. Supaya tampilan motor jadi lebih besar, dibuatkanlah deltabox variasi dari bahan aluminium. Pertimbangannya, "Selain mudah dibentuk, biar lebih mengilap."

Trus, motor apa lagi yang disematkan pada Tiger ini? Tengok lampu depan, diambilnya dari Kawasaki Athlete 125 karena belum banyak yang mengaplikasikan.

Hasilnya, tampilan motor dengan sok depan custom dan sistem rem belakang yang sudah cakram, jadi lebih segar dan fresh.

jupiter
06-30-2010, 01:15 PM
Yamaha Mio Berkaki Ekstrem

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/09/1406565620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/09/1408121620X310.jpg

- Otomotif.KOMPAS.com — Modifikasi skutik pakai ban gede sudah biasa. Namun, ukuran velg yang menempel pada Yamaha Mio ini adalah 20 inci dengan lebar 8,5 inci itu mungkin menjadikannya sedikit istimewa. Karet hitam dengan profil tipis merek Nankang 225/30 membalut velg tadi. Nah, sebagai perbandingan, velg dan ban ini biasa dipasang pada SUV Nissan X-Trail atau Honda CR-V.

Keistimewaan lain dari matik milik Nicky Andiono, pemilik bisnis ban dan velg Niki Solo (NS), ini bisa ditengok pada kaki depan. Desain lengan ayun tunggal diaplikasikan agar velg Exe Pegasus model jari-jari bisa masuk dengan penambahan adaptor setebal 10 cm.

Adapun bahan lengan ayun dari pipa tubular berdiameter 4 cm. Pipa ini terhubung dengan komstir sehingga sekilas mirip dengan Vespa, tapi beda pada bagian per. Di situ terpasang peredam kejut variasi berlabel Bigbike dengan tabung.

Untuk kaki-kaki belakang, bagian ini dipasangi undur-undur 25 cm. Terus, sistem suspensi diset di tengah. Prosesnya sampai membobok dek barang di bawah jok.

Dengan ban segede itu dan hanya dipegang sebatang pipa, bagaimana daya tahannya? Bagaimana juga soal handling? Wadow, jangan singgung soal itu. Sudah pasti merepotkan dan berat. Silakan jalankan motor ini di keramaian lalu lintas. Sudah pasti tengan pegal-pegal.

Nicky mengaku, Mio yang sudah dirombak ini hanya untuk dipajang di gerai NS yang di Solo (NS juga ada di Semarang). Kalau begini, klop-lah dengan barang dagangannya.

jupiter
06-30-2010, 01:17 PM
Honda Blade Berkaki Hayabusa

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/17/1622366620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/17/1625188620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/17/1623512620X310.jpg

- MotorPlus.com- Bebek pakai ban gede seperti pada Honda Blade ini boleh dibilang hal yang tak lazim. Johanes Hanafi memang ingin tampil ekstrem. Jika ban besar, lantas velg-nya pakai apa? Menurutnya, bagian itu comoton dari moge Suzuki Hayabusa.

Jika melirik ke bodi, maka bagian ini memang tak banyak ubahan. Maklum, Johanes ingin ekstrem di seputar kaki-kaki saja. "Biar orang pada tercengang," ungkapnya.

Lantas bagaimana velg Hayabusa yang 2,5 x 17 inci (depan) dan 6 x 17 inci (depan) bisa masuk? Langkah awal, menurut Johanes, adalah mencari lengan ayun yang bisa untuk velg 6 inci. Di sini ia tak mau memakai lengan dari Hayabusa karena, selain terlihat sangat besar, hasilnya malah jadi kedodoran.

Pilihan pun jatuh pada lengan variasi Ninja 250R. "Ukurannya masih cocok dengan bodi bebek," kata pemilik workshop X-16 di Pasar Mobil, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, lengan ayun itu tak bisa langsung pasang karena dimensinya terlalu panjang sehingga, jika mempertahankan posisi dudukan standar, maka hasilnya akan terlihat aneh. Sangat tidak mungkin pula jika ia memotongnya.

Solusinya adalah dengan menggeser dudukan lengan ayun bagian depan. "Dibuatlah dudukan baru dari besi padat sehingga bagian depan saat ini menempel dengan mesin," urai Johanes.

Seusai belakang, perubahan pun pindah ke depan. Karena ganti ban besar, segitiga baru pun harus dibuat. Segitiga tersebut menggunakan besi setebal 15 mm yang dibikin lebar supaya velg bisa masuk.

Setelah semua itu, boleh juga kita lirik knalpotnya. Meski custom, desainnya mendukung kekekaran bagian belakang.

kentoon
12-02-2010, 05:38 PM
Macan Berjurus Ninja Italia

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1012565620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1015206620X310.jpg

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/06/1016578620X310.jpg


- Otomotif.KOMPAS.com — Jika Anda punya Honda Tiger produksi 1994 dan bosan dengan tampilan, bisa dicontek karya modifikasi Erfan Nurdianto dari K-Cau Modification (K-CM) Magelang, Jateng, ini. Asli dari jenis sport motor berlambang sayap mengepak itu hilang, setelah diramu jadi ala street fighter dengan daya tarik di bagian tertentu.

Seperti sektor buritan, yang dibentuk menyerupai Ninja 250 karena banyak diomongin orang. Untuk mengubahnya, tentu ada rombakannya. Menurut Erfan, tulang belakang dibuang sekitar 15 cm sehingga buntut bisa dibuat lebih nungging.

Pengerjaan seluruh bodi menggunakan bahan fiber, mulai dari depan sampai belakang. "Hanya tangki digarap sistem kondom, jadi aslinya masih ada di dalam," ungkap sang pemilik motor.

Jika belakang terinspirasi dari Ninja 250, untuk depan Erfan memasukkan model Ducati. Supaya tampilan motor jadi lebih besar, dibuatkanlah deltabox variasi dari bahan aluminium. Pertimbangannya, "Selain mudah dibentuk, biar lebih mengilap."

Trus, motor apa lagi yang disematkan pada Tiger ini? Tengok lampu depan, diambilnya dari Kawasaki Athlete 125 karena belum banyak yang mengaplikasikan.

Hasilnya, tampilan motor dengan sok depan custom dan sistem rem belakang yang sudah cakram, jadi lebih segar dan fresh.

neh cocok banget bro bagi gw :wah: :guesuka: simpel banget dach....!!!!

kentoon
12-02-2010, 05:40 PM
http://upload.indomp3z.us/pics/2010v2/1291272079/wbq0YV81wG.jpg

Sepeda motor listrik selama ini kurang disukai karena memiliki model yang sangat sederhana dan kurang bergaya.

Tapi hal itu nampaknya akan berubah, karena seorang perancang sepeda motor asal Italia, telah berhasil menunjukkan sesuatu yang berbeda dengan proyek motor listriknya yang bernama Kobra.

Seperti dilansir dari Autoevolution, Sabtu (27/11), konsep sepeda motor listrik yang dirancang oleh Cristiano Giuggioli dari MotoCzysz, ini bukan hanya sebuah sepeda motor tanpa emisi biasa, tetapi juga diklaim mampu memenuhi kebutuhan setiap pengendara.

Kobra Electric ini dilengkapi fitur ergonomic form. Fitur ini berfungsi untuk menyesuaikan peranti suspensi dengan postur tubuh pengendaranya, baik berat maupun tinggi badan.

Hal ini yang menjadikan Kobra sebagai sepeda motor listrik serbaguna yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pengendara sepeda motor yaitu turing, sport, dan untuk pendukung kegiatan para komuter dengan kenyamanan yang diberikan.

Motor ini dikalim tidak hanya menawarkan kenyamanan berkendara saja, tetapi juga keamanan. Karena Kobra telah menggunakan menggunakan ESA II pada suspensinya, yang bekerja secara elektrik dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan

Sumber tenaga motor ini berasal dari mesin listrik dengan teknologi robotik Kinetic Energy Regenerative System (KERS).

Teknologi ini mirip dengan teknologi KERS pada mobil F1. Ketika motor direm energi listrik yang telah digunakan oleh motor akan didaur ulang dan diisikan ke baterai. Energi daur ulang itu digunakan lagi ketika pengendara tancap gas.

Hal itulah yang menjadikan Kobra menjadi motor yang memiliki energi yang tak akan habis.

Kendaraan listrik multiguna roda dua ini secara khusus telah dirancang oleh Guggioli awal tahun untuk MotoCzysz. Sebelumnya perusahaan tersebut terkenal dengan produknya yang bernama E1pc. (uky)

Source: http://autos.okezone.com/read/2010/11/27/53/397672/inilah-sepeda-motor-listrik-asal-italia

u-kid
06-02-2011, 01:58 PM
kok banyak yang gak ada gambarnya sih bos?

kentoon
10-04-2011, 10:19 AM
kok banyak yang gak ada gambarnya sih bos?

ada bro mungkin waktu itu masih ngeload jhadi belom muncul semua gambarnya

kim_poy18
01-20-2012, 01:50 PM
mantep-mantep modifnya :guesuka: