PDA

View Full Version : Gunung di P. Jawa yang paling angker



jancapri
06-10-2008, 05:38 PM
Dari sekian banyak gunung2 yang ada di P. Jawa, menurut pengamatan rekan saya yang sudah berkali2 mendaki gunung, ternyata gunung Arjuno di perbatasan Malang/Mojokerto yang paling angker menyusul gunung Raung di Jember/Banyuwangi dan gunung Semeru di Lumajang ....

Standard angker adalah, bagi para pendaki gunung yang baru menjejakkan kaki di gunung tersebut, godaan2an luar biasa berat dan menakutkan, tidak hanya sekedar seram, tapi kalo kita terpancing untuk masuk di, misalnya pasar makhluk halus, maka kita tidak akan pernah kembali ke dunia nyata ...

Ada yang berpendapat lain???

g3xeed
06-10-2008, 06:09 PM
Ada yg pernah mendaki G. Salak? Berdasar pengalaman, waktu malam pertama tinggal di sana kita (1 regu) semua pada ngeliat cewek berambut panjang yg duduk di dahan pohon tinggi, sambil ketawa2, keknya niat bgt nunjukin diri. Pada malam yg sama kita selalu digoda ma wajah yg sama sampe menjelang pagi, ada yg kakinya digelitikin, ada yg diteriakin....

Di Bromo juga aku pernah ketemu ma yg berwajah seram. Padahal itu tempat rame bgt soale dah umum dikunjungi orang.

Gak bisa kasih pendapat pasti mana yg paling angker, semua relatif

pamungkas78
06-18-2008, 04:26 PM
itu mah kurang serem coba kamu ke gunung slamet di purwokerto
cobain aja deh sereman mana

pamungkas78
06-18-2008, 04:28 PM
coba aja cuy ke gunung Slamet di purwokerto
kalo nggak hati-hati pasti nggak slamet cuy sampai di bawah

Vasco Da Gamma
07-23-2008, 03:43 AM
wah,knapa yag daerah2 jawa sana yg bnyak crita2 angkernya...?

Roeper&Ebert
07-23-2008, 03:59 AM
Mas Jancapri benar, emang diantara gunung gunung yg ada di Jawa Timur, Gunung Arjuno dikenal memiliki keunikan sendiri. Ada beberapa pendaki laen juga yg sempat menulis pengalaman menemukan hal hal mistis di gunung ARjuno.

Yg jelas, semua tempat ada, apalagi gunung, cuman sebaiknya bagi yg mendaki agar meluruskan niat dan tujuan sehingga bisa selamat kembali ke rumah.

Berikut preview gunung Arjuno dan Gunung Semeru, indahnya coy, jadi pengen kesana lagi! :guesuka:

http://handaru.light19.com/wp-content/uploads/2008/02/thumb_gunung_arjuna.jpg

Dari desa setempat

http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/terang6_siti.jpg

Dari atas Arjuno

http://www.technologyindonesia.com/uploads/news_984.jpg

Semeru mengeluarkan hujan debu

zahry
07-28-2008, 12:45 PM
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton, semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta. Dari visi folklore, ada kisah mitologi setempat yang menarik dan menyakinkan siapa sebenarnya penguasa gunung Lawu dan mengapa tempat itu begitu berwibawa dan berkesan angker bagi penduduk setempat atau siapa saja yang bermaksud tetirah dan mesanggarah.
Siapapun yang hendak pergi ke puncaknya bekal pengetahuan utama adalah tabu-tabu atau weweler atau peraturan-peraturan yang tertulis yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan, dan bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.
Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M). Alkisah, pada era pasang surut kerajaan Majapahit, bertahta sebagai raja adalah Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Jinbun Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.
Jinbun Fatah setelah dewasa menghayati keyakinan yang berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Jinbun Fatah seorang muslim. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak). Melihat situasi dan kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Akankah jaman Kerta Majapahit dapat dipertahankan?
Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dan wisik pun datang, pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang umbul itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Niat di hati mereka adalah mukti mati bersama Sang Prabu . Syahdan, Sang Prabu bersama tiga orang abdi itupun sampailan di puncak Harga Dalem.
Saat itu Sang Prabu bertitah : Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus surut, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Kepada kamu Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Suasana pun hening dan melihat drama semacam itu, tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bagaimana mungkin ini terjadi Sang Prabu? Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini. Dan dua orang tuan dan abdi itupun berpisah dalam suasana yang mengharukan.
Singkat cerita Sang Prabu Barawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Bagaimana situasi Majapahit sepeninggak Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajan adalah Pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai orang yang sakti dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu lereng Tenggara.
http://upload.indomp3z.us/pics/imz08OytXaw1217209607.jpg (http://upload.indomp3z.us/pics/imz08OytXaw1217209607.jpg)

binasakan
07-30-2008, 12:39 AM
bener bang..

gunung arjuno emang angker... temen gw pernah naik...
gak kuat terus turun lagi...

ceritanya serem 2....

hiiiihhh

aluamu
08-24-2008, 04:35 PM
Sebelum Mendaki Ucapkan salam dan minta izin dulu kepada penghuni setempat dan hindari hal2 yg dilarang ,,,..,.,,
mudah2an selamat sampai kembali lagi,,
ibarat klau kita masuk kerumah orang tanpa permisi pasti dikira pencuri,,,!!!!

segomeong21
08-25-2008, 02:56 PM
Emang gwe sering denger tentang keangkeran Gunung Arjuno, yg katanye emang paling angker se Jawa, banyak godaannya.

Tapi menurut saya, godaan terbesar justru ada di GUNUNG KEMBAR.
SUERRR GWE GA BO'ONG