PDA

View Full Version : == About Kesehatan Wanita, Anak2 dan Bayi ==



Pages : [1] 2

eLH0u
05-08-2007, 12:29 PM
Hi teman2,

Ini thread dikhususkan buat kalian yg mau posting ttg tips dan info seputar kesehatan wanita, anak2 dan bayi ok ? Kalian yg ada pertanyaan juga silakan nanya aja biar temen2 yg ngerti bisa bantu jawabin ok ? Tapi ingat, jangan ngejunk yah ! Kasian temen2 yg serius bacanya malah jadi terganggu ! Semoga thread ini berguna buat kalian ! Thanks !!

Salam, eLH0u :beer:



PS: Please jangan ngejunk, postingan yg bersifat junks akan dihapus dan user yg bersangkutan akan menerima warning. Thank U

die03
05-08-2007, 12:29 PM
Penelitian menyatakan bahwa para wanita muda bisa meningkatkan massa tulang mereka sampai 20% untuk tabungan masa tua, lewat makanan dan olah raga yang tepat. Kalau pada usia puncak seorang wanita mampu memaksimalkan massa tulangnya, maka kemungkinan mengalami osteoporosis lebih kecil dibanding yang sebaliknya. Faktor apa saja yang menyebabkan seseorang terkena osteoporosis?

* Usia
Makin bertambah usia, makin tinggi risiko terkena osteoporosis, karena semakin meningkat usia seseorang, maka tulang-tulang akan berkurang kekuatan dan kepadatannya.
* Jenis kelamin
Wanita lebih berisiko terkena osteoporosis, karena memiliki jaringan tulang lebih sedikit dan lebih cepat kehilangan massa tulang dibanding pria.
* Genetik/Keturunan
Wanita yang dalam sejarah kesehatan keluarga, nenek atau ibunya pernah mengalami patah tulang belakang, lebih berisiko mengalami pengurangan massa tulang.
* Ras
Penelitian menunjukkan, wanita yang tinggal di negara barat memiliki risiko lebih besar terserang osteoporosis daripada wanita Asia. Itu disebabkan karena di Asia lebih banyak mendapatkan sinar matahari.
* Struktur tulang
Wanita yang memiliki bentuk tulang yang kurus serta tubuh yang kurus pula, memiliki risiko lebih besar mengalami osteoporosis daripaad wanita yang bertulang besar dan padat, serta bertubuh subur.
* Menopause
Menopause yang terjadi pada wanita meningkatka risiko terjadinya Osteoporosis.
* Gaya hidup
Merokok, minuman beralkolhol dan kurang melakukan olahraga beban.
* Pengobatan penyakit kronis
Obat-obatan tertentu misalnya untuk menangani kanker, endometriosis, dan lain-lain, dan pengobatan berjangka panjang seperti penggunaan steroid untuk asma, obat anti kejang, dll dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Demikian juga penyakit kronis yang mempengaruhi paru-paru, lambung, usus halus dan yang mengubah kadar hormon, serta rendahnay hormon testosteron pada laki-laki yang tak terseteksi juga merupakan faktor risiko. (dari berbagai sumber)

HarzONE
05-21-2007, 11:09 PM
Kalbefarma - Anak-anak yang mengalami gangguan perut umumnya mudah mengalami dehidrasi, hingga seringkali dibutuhkan pemberian cairan intravena untuk menghindari dehidrasi tersebut, namun saat ini penelitian terbaru mengatakan bahwa satu dosis obat anti muntah ondansetron yang diberikan kepada anak penderita gangguan perut, dapat mengurangi kebutuhan cairan rehidrasi Intravena lebih dari setengahnya.

Anak dengan kondisi muntah berkali-kali harus siap dengan penanganan rehidrasi IV, papar Dr. Stephen Freedman, asisten profesor pediatri dari The Hospital for Sick Children, Toronto.

Kita selalu memberikan terapi rehidrasi oral sebagai tindakan awalnya sebagian dapat teratasi dengan pemberian terapi oral saja. Dengan pemberian ondansetron sebagai terapi tambahan selain pemberian oral rehidrasi ternyata lebih berhasil menekan kebutuhan pemberian cairan rehidrasi secara intravena, Freedman mengatakan.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada 20 April 2006 dalam berita New England Journal of Medicine.

Setiap tahun, lebih dari 1,5 juta anak di US mengalami gastroenteritis, yang lebih populer dengan istilah flu perut. Sekitar 200.000 anak di Amerika membutuhkan perawatan di rumah sakit akibat komplikasi dari gastroenteritis. Ketika pasien anak mengalami muntah berulang, dokter umumnya memilih menggunakan tindakan pencegahan dengan terapi rehidrasi interavena, karena rehidrasi oral bagi anak-anak lebih sulit, para ahli tersebut mengatakan.

Dalam penelitiannya, para ahli meneliti 215 anak yang berkunjung ke UGD Children's Memorial Hospital di Chicago karena Gastroenteritis. Mereka rata-rata berusia 6 bulan hingga 10 tahun.

Anak-anak tersebut secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima ondansetron dalam bentuk tablet oral, dan kelompok kedua menerima tablet plasebo. Jika dalam waktu 15 menit setelah pemberian obat, pasien tersebut kembali muntah, mereka akan diberi tablet kedua.

Anak-anak yang menerima ondansetron secara bermakna terlihat lebih sedikit mengalami muntah (14%) bila dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo (35%).

Hanya 14% dari pasien kelompok 1 yang membutuhkan terapi cairan rehidrasi IV, sedangkan pada keompok 2 terdapat 31% anak yang membutuhkan terapi rehidrasi IV. Kelompok 1 (kelompok yang diterapi) juga ternyata lebih cepat meninggalkan UGD rumah sakit bila dibandingkan dengan pasien kelompok 2 (Plasebo).

Namun rata-rata jumlah anak yang kembali ke UGD dari kelompok 1 dan kelompok 2 tidak berbeda bermakna.

Dr. Paul Harlow, seorang dokter anak dan ahli hematologi/onkologi dari Hackensack University Medical Center, New Jersey, mengatakan bahwa ia tidak yakin ondansetron dapat berpengaruh besar terhadap terapi dehidrasi.

Anak-anak yang diberi ondansetron menurutnya juga tetap membutuhkan cairan, meskipun kebutuhannya hanya setengah dari mereka yang tidak diberi ondansetron. Jika menunjukkan hasil yang bermakna seharusnya jumlah anak yang datang ke rumah sakit dan yang kembali lagi untuk kedua kali harus berbeda bermakna, ia mengatakan.

Dilaporkan Freedman, jumlah anak yang kembali lagi sama-sama kecil, kelompok 1 sebanyak 4% dan kelompok 2 sebanyak 5%, hal tersebut menurutnya tidak memberikan bukti yang cukup bahwa ondansetron berpengaruh besar terhadap penanganan kasus dehidrasi. Kemungkinannya mereka tidak akan muntah saat diberi obat tersebut, namun jika obat tersebut tidak diberikan lagi, mereka kembali akan muntah.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang efektifitas penggunaan Ondansetron bagi pasien anak dengan dehidrasi, menurut Freedman.

gadang_p
06-07-2007, 02:33 PM
Sendawa, “Anti” Perut Kembung

Bersendawa setelah minum susu penting bagi bayi, sebab akan menghindarkannya dari perut kembung.

Ketika bayi Anda menyusu, seringkali udara ikut-ikutan masuk bersama susu. Biasanya, volume udara yang tertelan oleh bayi yang minum ASI lebih sedikit ketimbang bayi yang minum susu botol. Nah, volume udara yang masuk ini akan lebih banyak lagi jika cara menyusunya kurang tepat, si kecil tidak tenang, atau baru saja menangis berkepanjangan akibat marah atau kelaparan. Kok, bisa? Ketika susu masuk ke dalam lambung bayi, udara yang masuk ‘tertahan’ di bagian atas lambung. Akibatnya, perutnya kembung. Bayi pun jadi rewel.

Untuk menghindari perut bayi kembung, segera sendawakan setelah ia menyusu pada masing-masing payudara. Sebenarnya, ada 3 posisi yang umum digunakan untuk menyendawakan bayi. Tapi, setiap bayi biasanya punya posisi favorit yang ‘menurutnya’ paling nyaman. Jadi, pandai-pandailah ‘membaca’ isi hatinya.

Posisi menghadap ke belakang

- Letakkan handuk kecil atau saputangan pada bahu Anda untuk menahan muntahan susu.
- Gendong bayi menghadap ke belakang dengan bertopang pada bahu Anda.
- Tegakkan tubuhnya dan biarkan kepalanya bersandar di bahu Anda.
- Gunakan satu tangan untuk menahan tengkuk dan bokongnya, sementara tangan lainnya mengelus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

Posisi tengkurap di pangkuan

- Telungkupkan si kecil di atas pangkuan.
- Topanglah dadanya dengan tangan agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari tubuhnya.
- Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

Posisi digendong di depan

- Gendonglah bayi dengan cara menyangga tengkuk dan bokong di depan tubuh Anda.
- Usahakanlah agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari dadanya.
- Letakkan handuk kecil atau saputangan di dadanya untuk menampung muntahan.
- Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.

narasumber :
Sri Lestariningsih

rupert
06-08-2007, 02:18 AM
Berenang Bisa Menularkan Penyakit dan Kehamilan

Beberapa penyakit yang bisa ditularkan lewat berenang kebanyakan adalah penyakit kulit. Perlu kmu ketahui, bisanya air di kolam renang di beri klorin untuk menjernihkan air dan mematikan bakteri² dalam air tersebut. Sebaiknya pakailah kacamata renang untuk melindungi matamu dari iritasi, dan sangat disarankan untuk melakukan bilas dan mandi bersih-bersih begitu selesai berenang.

Masalah hamil ketika ada cowok yang masturbasi di kolam renang, ini hanyalah mitos belaka. Sperma memang bisa aktif bergerak sendiri mencari sel telur, tapi jika dikeluarkan di kolam renang, akan cepat sekali mati sehingga tidak akan menyebabkan kehamilan.

guus_gomb
06-09-2007, 05:03 AM
heheheh....... kagak mungkin bro

mrie
07-04-2007, 12:48 PM
Melatih Bayi dan Anak Berbicara


I. Berbicaralah kepada bayi / anak sebanyak mungkin dan sesering mungkin, dengan penuh kasih sayang, walaupun ia belum bisa menjawab

1. Bertanya pada bayi / anak. Contoh : Adik haus, ya ? Anto lapar, ya ?. Elta mau susu, lagi ? Ini gambar apa ? Ini boneka apa ? Ini warnanya apa ? Ini namanya siapa ?
2. Komentar terhadap perasaan bayi / anak . Contoh : Kasihan, adik rewel kepanasan, ya ?. Nah sekarang dikipasin ya ? Ooo, kasihan, adik rewel gatal digigit nyamuk, ya ? Jatuh ya ? Sakit , ya ? Sini di obatin !
3. Menyatakan perasaan ibu / ayah . Contoh : Aduh, mama kangen banget deh sama adik. Tadi mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh , mama sayang deh sama adik.
4. Komentar keadaan bayi / anak.. Contoh : Aduh pipi Ade tembem ! Wow, Rama matanya besar banget ! Wah, kepala Gardi botak ! Ai, ai, Elta buang air besar lagi !
5. Komentar perilaku bayi / anak Contoh : Wah, Rini sudah bisa duduk! Eeee, Tono sudah bisa berdiri ? Ai, ai, Ari sudah bisa duduk ! Wah, adik sudah bisa jalan !
6. Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi / anak : Contoh : Lihat nih. Ini namanya bantal. Warnanya merah muda, ada gambar Winnie the Pooh. Adik tahu nggak Winni the Pooh ? belum tahu ? Winni The Pooh itu beruang yang lucu dan cerdik. Nanti kalau sudah gede pasti tahu deh. Yang ini namanya boneka Teletubies. Warnanya merah. Yang ini warnanya hijau, yang itu ungu. Nih, coba di peluk.
7. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi / anak
Contoh : Adik dimandiin dulu, ya ? Pakai air hangat, pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang, biar kulitnya bagus sepeti bintang film. Sekarang dihandukin biar kering, tidak kedinginan. Sudaaaaah selesai. Sekarang pakai pampers, pakai baju, dibedakin dulu, biar kulitnya halus, wangi.. Nah, selesai. Enak, kan ? Asyik, kan ? Habis ini minum ASI terus tidur, ya ? Mama mau masak, ya ?
8. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan ibu : Contoh : Mama sekarang mau bikin susu buat adik sebentar , ya ? Nih, susunyal 3 takar , ditambah air 90 cc, terus dikocok-kocok. Kepanasan nggak ? Enggak kok. Nah, siap deh.
II. Dengarkan suara bayi / anak, berikan jawaban atau pujian

Ketika bayi / anak bersuara atau berbicara (walaupun tidak jelas), segera kita menoleh dan memandang ke arah bayi dan mendengarkan suara bayi / anak seolah-olah kita mengerti maksudnya.
Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban atau pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban kita. Contoh : Ta-ta-ta-ta ? Ma-ma-ma-ma ? Kenapa, sayang ? Minta susu ? Mau poop ?

III. Bermain sambil berbicara

Ciluk - ba. Ibu mengucapkan ciluuuuuukk (muka ditutup bantal) beberapa detik kemudian bantal ditarik kesamping sambil ibu mengucapkan : baaaaaa !!.
Kapal terbang. Nih ada kapal terbang sedang terbang. Ngngngngngng. Ada musuh, kapal terbangnya menembak musuh ... dor .. dor .. dor. Kapal terbangnya turun ke muka bayi terus keperutnya.
Boneka, dimainkan seolah-olah ia berbicara kepada bayi / anak
Menyebutkan nama mainan, nama makanan, anggota badan (tangan, kaki, jari-jari, mulut, mata, telinga, hidung dll.)

IV. Bernyanyi sambil bermain.

Pok-ambai-ambai, belalang kupu-kupu, tepok biar ramai, pagi-pagi minum .... cucu. Cecak-cecak didinding, diam-diam merayap, datang seekor lalat, .....hap ! lalu ditangkap. Dua mata saya, hidung saya satu, (sambil menunjuk ke mata, hidung dst.)
Putarkan kaset lagu anak-anak, ikut bernyanyi, sambil tepuk tangan, goyang kepala dll.

V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar

Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada dalam cerita (binatang, benda-benda, manusia). Tanyakan kembali apa nama benda tersebut, apa gunanya, siapa nama tokohTunjukkan gambar-gambar di dalam majalah.

VI. Menonton TV bersama anak sambil menyebutkan nama-nama benda, tokoh atau kejadian yang terlihat di TV
Itu mobil, yang itu kapal, itu sepeda. Itu kucing, di sebelahnya ada tikus dan anjing. Kucing melompat, tikus lari, anjing duduk.

VII. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian (ke pertokoan, rumah keluarga dll) t tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil menyebutkan dengan kata-kata berulang-ulang. Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu pohon ada bunganya, itu boneka pakai kacamata dll.

VIII. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya
Ajak bermain dengan anak lain (kakak, tetangga, sepupu) yang sudah lebih jelas berbicaranya, bermain bersama menggunakan boneka, kubus, balok, puzzle, Lego, gambar-gambar, buku bergambar dll.

PERHATIAN
Jangan memaksa anak berbicara.
Kalau bayi / anak bersuara (walaupun tidak jelas) berikan jawaban, seolah-olah kita mengerti ucapannya
Pujilah segera kalau dia berbicara benar.
Jangan menyalahkan anak kalau ia salah mengucapkannya
Kalau anak sudah bosan sebaiknya beralih ke kegiatan lain

mrie
07-04-2007, 12:51 PM
TIPS UNTUK BAYI



1. ASI makanan terbaik untuk bayi sampai berumur 4-6 bulan. ASI adalah makanan alamiah. Prinsip umum adalah aman memberikan sesuatu yang alamiah kecuali Anda betul-betul pasti mengetahui cara yang lebih baik.

2. Perlukah bayi Anda diberikan air putih? Sebetulnya tidak terlalu penting, karena telah ada air di dalam ASI atau susu formula yang diberikan. Bila memberikan air putih pastikan air tersebut dimasak dengan baik.

3. Pemakaian Pampers saat ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

4. Bayi yang mendapat ASI mulanya akan mengalami beberapa kali buang air besar sehari. Pada usia yang lebih besar, bayi yang mendapat ASI masih normal mengalami buang air besar selang sehari sepanjang kotoran yang keluar tetap lunak dan bayi tidak kesakitan mengeluarkannya.

5. Bayi yang mengisap jari/jempol dihubungkan dengan kurang puasnya bayi menetek.

6. Tumbuhnya gigi pada bayi bervariasi. Ada yang tumbuh pada umur 3 bulan, ada pula bayi yang belum tumbuh gigi sampai 1 tahun. Keduanya sehat dan normal. Rata-rata bayi mendapatkan gigi pertama pada umur 7 bulan. Orang tua sering menghubungkan tumbuhnya gigi dengan flu, diare, demam. Padahal keadaan ini disebabkan bakteri/virus. Tetapi mungkin keadaan tumbuh gigi tersebut menurunkan daya tahan badan sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Jika bayi Anda mengalami demam sampai 38o C pada saat tumbuh gigi, bawalah ke dokter untuk diperiksa.

7. Kesiapan anak untuk diajarkan buang air besar di toilet tergantung umur dan kesiapan anak. Umumnya bayi akan secara berangsur-angsur dapat mengontrol buang air besar dan buang air kecilnya dengan bertambahnya umur. Ibu yang bijaksana akan memperhatikan anaknya menunggu saat yang tepat ia siap dan memberikan dukungan positif pada anaknya untuk belajar ke belakang.

8. Menggigit kuku adalah tanda ketegangan. Hal ini lebih sering terjadi pada anak dengan ketegangan tinggi dan pada anak yang pencemas. Mereka mulai menggigit kalau mereka merasakan ketegangan. Misalnya ketika menunggu panggilan untuk ke sekolah, ketika menonton film yang menakutkan.Memarahi apalagi menghukum anak yang menggigit kuku tidak akan menyetop kebiasaan tersebut, karena mereka biasanya jarang menyadari tindakan tersebut. Marah dan hukuman bahkan menambah ketegangan mereka. Memberikan sesuatu yang pahit di kuku jarang menolong. Jalan keluar yang baik adalah mencoba mencari tahu penyebab ketegangan mereka dan berusaha menguranginya.

9. Bayi menjatuhkan dan membuang sesuatu. Sekitar umur 1 tahun bayi belajar menjatuhkan sesuatu (mainan, makanan dll) mereka menangis bila tidak mendapatkannya kembali. Bila Anda meladeninya mengembalikan barang tersebut, ia akan menjatuhkannya kembali. Ia berpikir hal itu adalah permainan yang menarik. Penyelesaiannya : bawa ia duduk di lantai kalau ia berprilaku demikian sehingga ia bebas bermain. Bila ia mulai membuang makanannya, jauhkan makanan tersebut dan ajak ia bermain. Tunggu sampai nafsu makan anak timbul baru beri ia makan kembali. Memarahi anak yang membuang sesuatu tidak akan meyelesaikan masalah.

10. Kapan sebaiknya menghubungi (menelpon) dokter Anda ? Pegangan umum yang dapat dipakai adalah bila bayi/anak Anda terlihat lain dan berperilaku tidak seperti biasanya. Maksudnya adalah seperti pucat yang tidak biasa, rewel yang tidak biasa, tidur terus-menerus, tampak mengantuk yang tidak biasa, dan lain-lain.

mrie
07-04-2007, 12:54 PM
RASA SAKIT MELAHIRKAN


“Menantang maut”, demikian ungkapan untuk menggambarkan perjuangan wanita saat bersalin. Meski bersifat alami, banyak calon ibu takut terhadap nyeri persalinan sehingga mulai mempertimbangakan penggunaan teknologi pereda nyeri secara medis, seperti ILA, anestesi epidural atau operasi caesar. Selain menggunakan teknologi pereda nyeri, rasa sakit persalinan sebenarnya dapat dikurangi ataupun sebaliknya kian menjadi-jadi dipengaruhi oleh faktor –faktor internal dalam diri ibu. Agar mampu mengontrol dirinya saat bersalin, sebaiknya ibu mengetahui faktor-faktor internal yang bisa mempengaruhi rasa nyeri persalinan.
v. Mekanisme nyeri pada persalinan :
· Membukanya mulut rahim.
· Kontraksi rahim dan peregangan rahim.
· Kontraksi mulut rahim.
· Peregangan jalan lahir bagian bawah.
v. Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa nyeri pada persalinan :
· Intensitas dan lamanya kontraksi.
· Besarnya pembukaan mulut rahim.
· Regangan jalan lahir bagian bawah.
· Umur.
· Banyaknya persalinan.
· Besarnya janin.
· Keadaan umum pasien.
· Kelelahan dan kurang tidur.
v. Akan berkurang oleh :
· Ditemani dan didukung oleh orang yang Anda cintai, dan/atau petugas medis yang berpengalaman.
· Cukup istirahat (coba untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan pada bulan kesembilan), coba untuk istirahat dan relaks di antara waktu kontraksi.
· Tetap makan makanan kecil pada saat persalinan dini; terus menghisap serpihan es batu, atau menyedot air, bila diperbolehkan.
· Mengalihkan pikiran pada hal lain dan tidak memusatkan perhatian (kecuali saat mengejan); lebih baik berpikir tentang kontraksi dari segi seberapa jauh yang sudah berhasil Anda lampaui daripada seberapa nyerinya, dan mengingat bahwa bagaimana pun tidak enaknya, kontraksi tidak akan berlangsung lama.
· Menggunakan teknik relaksasi di antara waktu kontraksi; memusatkan perhatian pada pernafasan atau usaha mengejan selama kontraksi.
· Jauh sebelumnya, belajar tentang kelahiran, menghadapi kontraksi satu per satu, dan tidak mengkhawatirkan tentang apa yang akan terjadi.
· Berpikir tentang betapa beruntungnya Anda dan “hadiah” dari persalinan yang akan segera muncul.
v. Nyeri akan meningkat secara Psikologis, apabila :
· Sendirian
· Keletihan
· Haus dan lapar
· Berpikir tentang Nyeri, atau mengharapkan Nyeri
· Stres dan kecemasan, ditambah tegang selama kontraksi
· Takut akan hal-hal yang tidak diketahui
· Mengasihani diri sendiri.

ianmax
07-04-2007, 04:34 PM
bro mao tanya penyakit boleh gak disini nih ???

thnks

Fais Ali
07-10-2007, 02:14 PM
Asosiasi Federal Ahli Paru-Paru Jerman di Heidenheim mengatakan bahwa anak-anak yang menderita asma memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit psikologi.

Opini yang dilemparkan oleh asosiasi itu berdasarkan pada penelitian Amerika Serikat terhadap lebih dari 100 ribu anak-anak dan orang dewasa muda, yang menderita penyakit asma di usia muda.

Penelitian itu mengindikasikan bahwa penderita asma usia muda memiliki resiko tiga hingga empat kali untuk mengalami masalah psikologi, seperti hiperaktif akibat kurang perhatian, depresi, serangan panik atau kesulitan belajar.

Namun, belum diketahui secara tepat mengapa resiko menjadi semakin tinggi dalam kaitannya dengan makin parahnya penyakit asma yang diderita. Orang tua dari anak-anak yang menderita asma harus menyadari jika mengendalikan asma lebih dari sekedar rutin mengonsumsi obat-obatan.

Menurut Asosiasi Paru-Paru, perkembangan psikologi anak, kesehatan mental dan kemampuan intelektual saling berhubungan.

Orang tua dengan anak penderita asma dianjurkan untuk memberikan perhatian lebih pada tanda-tanda depresi atau tingkah laku lain yang di luar kewajaran dan membicarakan setiap masalah yang mungkin dialami anak di sekolah sebagai hasil dari penyakitnya, dengan para pakar.

Fais Ali
07-17-2007, 01:42 PM
Melonjaknya harga susu dan makin langkanya keberadaan susu di pasaran, membuat para ibu kelabakan. Pasalnya susu adalah bahan yang sangat pokok bagi bayi. Melonjaknya harga makanan pokok bagi bayi ini membuat para ibu mulai mencari-cari alternatif lain sebagai pengganti dari susu. Salah satu di antaranya yaitu air tajin yang banyak dipercayai hampir sama dengan susu. Tapi benarkah air tajin sama dengan susu? Dalam arti yang lebih mendalam yaitu dari kandungan nilai gizinya?

Ternyata menurut ahli gizi, air tajin tidak dapat menggantikan kebutuhan susu bagi bayi karena hanya mengandung karbohidrat. Yang diharapkan dari susu adalah kandungan proteinnya sehingga kalau karbohidrat yang dimakan hanya dapat memberikan tenaga.
Tajin merupakan cairan dalam proses penanakan nasi. Sedangkan, bayi sampai balita membutuhkan susu untuk pertumbuhan otak tetapi jika hanya diberi karbohidrat, otaknya tidak akan bisa mengalami pertumbuhan optimal. Oleh karena itu, secara jelas air tajin tidak dapat dijadikan sebagai pengganti susu.

Kebutuhan susu untuk bayi usia 0-6 bulan diharapkan dapat dipenuhi melalui air susu ibu (ASI), sedangkan untuk usia enam bulan ke atas ditambah makanan pendamping ASI, seperti nasi tim atau makanan yang lembek.

Saat bayi memasuki usia tujuh bulan, produksi ASI biasanya mengalami penurunan sehingga perlu ada makanan pendamping.

"Jika kondisinya tidak memungkinkan, makanan pendamping ASI dapat diganti susu kedelai, tetapi yang menjadi masalah tidak mudah mendapatkan susu kedelai ini.

Harga susu kedelai jauh lebih murah daripada susu sapi. Tetapi jika tidak memungkinkan untuk mendapatkannya ada alternatif lain dengan menggunakan protein nabati yang berasal dari tempe dan tahu.

Saat bayi berusia 7 bulan ke atas dapat diperkenalkan dengan tempe dan tahu yang dihaluskan dahulu. Sumber protein nabati dari kacang-kacangan dapat digunakan sebagai alternatif kebutuhan protein yang relatif mudah dan murah dibanding dengan lainnya.

Yang terpenting saat ini adalah penyajian menu seimbang yang memenuhi kebutuhan karbohidrat, kalori, protein, vitamin dan mineral. Susu merupakan bagian dari protein, sehingga tanpa susu pun sebenarnya tidak menjadi masalah, selama menunya seimbang.

Mengkonsumsi susu merupakan cara termudah untuk memenuhi kebutuhan protein karena siap saji, kandungan proteinnya sudah pasti dan mudah diserap. Protein hewani (susu) lebih mudah diserap dibanding protein nabati (tahu dan tempe).
Sebagai gambaran, zat besi dari hewani dapat diserap sekitar 20-30%, sedangkan dari nabati hanya dapat diserap sekitar 2-10%.

Yang dikhawatirkan dampak dari kenaikan harga susu adalah mengurangi takaran susu yang akan dikonsumsi bayi dengan melakukan pengenceran.

Sebagai contoh biasanya 20 gram menjadi lima gram untuk satu gelas, yang penting putih saja. Ini justru yang dikhawatirkan.

Fais Ali
07-17-2007, 02:25 PM
Oleh Kompas Cyber Media
SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan.

Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.

PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.

Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.

"Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Kartini, dalam seminar "Senam Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan atas kerja sama Klub Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS OMC Pulomas, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr Caroline Mulawi, mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan.

"Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi," kata Caroline.

Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan gembira.

Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan mencoba melakukannya sendiri.

SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.

Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.

Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri.

Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak.

Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.

Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.

Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.

Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah. (ARN)

Fais Ali
07-17-2007, 03:07 PM
Banyak yang tidak menyangka kalau anak berusia 0-12 bulan bisa mengalami sariawan. Jadi ketika si kecil rewel berkepanjangan dan enggan makan maupun menyusu, kita tak pernah mengaitkannya dengan kemungkinan penyakit tersebut. Padahal, sariawan bisa menimpa siapa saja. Bahkan sekitar 20 persen populasi berisiko terkena sariawan, termasuk bayi.

Jadi saat si kecil menujukkan rewel yang tidak biasa dan menolak minum/makan, coba periksa bagian mulutnya. Ciri-ciri fisik sariawan pada bayi hampir sama dengan sariawan orang dewasa, yakni adanya bintik putih yang dilingkari lingkaran berwarna merah. Namun jangan keliru, pada bayi sering juga ditemukan tanda putih agak buram di langit-langit mulutnya. Sekilas mirip sariawan, tapi sebenarnya adalah apstain pearl atau mutiara apstain. Ini sifatnya fisiologis dan akan menghilang sendiri.

Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi 6 bulan ke atas. Pada usia ini umumnya bayi baru tumbuh gigi sehingga karena belum terbiasa dengan organ barunya tersebut bisa jadi ada bagian mulutnya yang tergigit sehingga luka lantas memunculkan sariawan.
Toh, bukan berarti bayi di bawah 6 bulan akan terhindar sepenuhnya dari penyakit ini. Hanya saja, kemungkinan kejadiannya lebih jarang karena ia masih memiliki sisa antibodi dari ibu, terutama bayi yang diberi ASI eksklusif.


RAGAM PEMICU SARIAWAN

Makanan/Minuman Panas
Mulut bayi belum sekuat orang dewasa. Jadi hati-hati saat membuatkan makanan/minuman bagi si kecil. Selalu periksa keadaan suhunya; masih kepanasan atau sudah cukup hangat untuk diterima mulut mungilnya. Justru anggapan bahwa susu yang memancar terlalu kencang dari botol bisa memicu terjadinya sariawan ternyata tidak tepat. Kecuali jika susu tersebut bersuhu tinggi. Jadi penyebabnya bukan kekuatan pancarannya tapi, sekali lagi, karena suhu yang panas.

Traumatik
Yang dimaksud adalah mulut anak terluka oleh sesuatu; entah karena gusinya tergigit atau terkena gesekan dot yang terlalu keras. Seperti yang sudah disinggung, kejadian luka pada gusi bayi bisa berkaitan dengan ketidaknyamanan bayi akibat giginya yang baru tumbuh. Antisipasinya, coba berikan ia teether (mainan khusus untuk digigit-gigit) sehingga rasa tidak nyamannya dapat berkurang. Gesekan dot yang berkontur agak kasar dan terbuat dari karet yang keras juga memungkinkan munculnya sariawan. Jadi sebaiknya gunakan dot yang dibuat dari bahan lunak dan lentur seperti dari silikon.

Zat kimia
Pemakaian obat-obatan yang terlalu lama umpamanya pada bayi yang harus mengonsumsi obat untuk menyembuhkan vlek pada paru-parunya bisa memunculkan sariawan. Zat kimia yang dikandung dalam obat bersifat asam. Bila tersisa di mulut bisa memicu sariawan karena proses pengasaman akan mengundang datangnya bakteri. Untuk itu, sedapat mungkin, setelah meminumkan obat, minumkan bayi air putih sehingga sisa-sisa obat tidak menempel di gusi maupun dinding mulut.


AKAN SEMBUH SENDIRI

Yang perlu dicermati, faktor makanan/minuman terlalu panas, traumatik, ataupun zat kimia, merupakan pemicu bukan penyebab. Penyebab utama sariawan adalah virus yang menempel di mulut yang sedang terluka. "Ini sangat mungkin terjadi karena banyak virus bertebaran di udara. Nah ketika masuk ke dalam mulut kemudian menempel di luka akan memunculkan sariawan."

Sebenarnya dalam rentang 10-14 hari biasanya sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada bayi perlu penanganan segera karena sariawan dapat menimbulkan gejala- gejala penyerta (simtomatis) yang membuatnya tidak nyaman. Bila tidak diobati, memang relatif tidak ada bahaya yang mengancam jiwa bayi. Masalahnya, sariawan menimbulan nyeri dan rasa yang tidak nyaman. Kalau tidak ditangani, bayi jadi tidak mau makan. Belum lagi ia akan terus-menerus rewel karena nyeri dan perut kosong. Nah, efek lanjutan inilah yang harus diantisipasi.

Jika si kecil menderita sariawan, bawalah ia ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat untuk menghilangkan gejala-gejala simtomatis.
Misalnya, obat penghilang nyeri yang dirasakan, obat penurun panas untuk
mengurangi demam yang bisa muncul akibat rasa nyeri yang diderita, dan
lainnya. Yang jelas tidak ada obat untuk menyembuhkan sariawannya karena
hingga kini memang belum ada obat untuk itu.

Memang ada yang mengaitkan sariawan dengan kekurangan vitamin C sehingga pengobatan seringkali disertai dengan pemberian vitamin tersebut. Sebenarnya, vitamin C selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga membantu epitelisasi, yakni proses pembentukan sel-sel/jaringan baru, termasuk yang ada di dalam mulut. Diharapkan, dengan pemberian vitamin C proses penyembuhan luka bisa lebih cepat terjadi.


SARIAWAN SEPERTI HFMD

Peyakit dari Singapura yang disebut HFMD (Hand-Foot-Mouth-Disease) yang diindonesiakan menjadi penyakit tangan kaki dan mulut ini memiliki salah satu gejala yang tak berbeda jauh dengan sariawan. Pada mulut penderita akan muncul bintik-bintik putih, mirip sariawan. Bedanya penyakit yang disebabkan virus flu singapura (coxsackievirus) ini bisa memicu demam pada bayi hingga 41 C. Sementara sariawan kalaupun sampai memunculkan demam tidak akan mencapai suhu setinggi itu.


Sariawan pada bayi agak sulit diketahui. Umumnya orang awam mengaitkan
sariawan ini dengan panas dalam. Mungkin karena terasa panas pada
tenggorokan dan biasanya tampak bercak putih di bagian luar seperti bibir.


JENIS SARIAWAN

Kasus sariawan pada anak berbeda satu dengan yang lainnya. Ada anak yang ering terkena dan ada juga yang jarang sekali sariawan. Dikatakan sering bila dalam sebulan terjadi sariawan 2-3 kali. Proses penyembuhannya juga cukup lama, rata-rata 7-9 hari atau bisa sampai 2 minggu. Jadi, kalau sebulan saja dia dua kali terkena sariawan, maka sepanjang bulan itu anak terus menderita sariawan.

Berdasarkan lokasinya, sariawan pada anak, baik itu bayi maupun balita, lebih sering terjadi pada bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Jarang sekali terjadi sariawan di gusi. Munculnya pun hanya satu, paling banyak dua. Tidak pernah berjejer seperti yang terjadi pada orang dewasa.

Ada beberapa jenis sariawan yang kerap terjadi pada anak. Di antaranya stomatitis apthosa, yaitu sariawan karena trauma, misalnya tergigit atau terkena sikat gigi sehingga luka atau lecet. Lalu, sariawan oral thrush/moniliasis, yang disebabkan jamur candida albican. Biasanya sariawan ini banyak dijumpai di lidah. Ada pula stomatitis herpetik yang disebabkan virus herpes simplek. Sariawan jenis ini berlokasi di bagian belakang
tenggorokan.

Umumnya sariawan yang terjadi pada bayi disebabkan oleh jamur. Sedangkan
pada anak balita disebabkan oleh trauma dan juga jamur.

Proses terjadinya sariawan apthosa adalah karena gigitan atau tersodok sikat igi sehingga menimbulkan luka/lecet. Jika kemudian kuman masuk dan daya ahan tubuh anak sedang turun, maka bisa terinfeksi. Timbul peradangan dan mlahirkan rasa sakit atau nyeri.

Sedangkan pada sariawan moniliasis, dalam keadaan normal jamur memang terdapat dalam mulut. Saat daya tahan tubuh anak menurun, ditambah engan
penggunaan obat antibiotika yang berlangsung lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, maka akan memudahkan jamur candida albican tumbuh lebih banyak lagi.

Sementara itu sariawan di tenggorokan biasanya langsung terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan pada saat itu daya tahan tubuh sedang rendah.


MENGENALI GEJALA

Wajar jika para ibu sulit melihat tanda-tanda sariawan pada bayi, karena ia belum bisa bicara sehingga tidak bisa mengungkapkan rasa sakitnya. Umumnya gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat Celcius. Bayi pun banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya. Secara psikis, dia akan rewel. Tak mau makan atau makan dimuntahkan, tak mau susu botol bahkan ASI, dan gelisah terus. Mulut pun berbau. Biasanya karena kuman atau jamurnya.

Sedangkan pada anak balita, lebih mudah terdeteksi karena dia sudah bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Terkadang disertai suhu yang naik, tapi tidak terlalu tinggi. Biasanya juga disertai berkurangnya nafsu makan.

Jika pada bayi dan balita ditemui gejala seperti itu, sebaiknya orang tua memeriksa bagian mulutnya. Dan memang seharusnya dilakukan pemeriksaan mulut secara rutin. Mulut anak dibuka dengan menggunakan alat spatel lidah yang berbentuk besi pipih dan panjang. Tekan lidah dengan alat
ini, agak diturunkan sedikit, sehingga dapat terlihat bagian dalam mulut
yang terkena sariawan.

Bentuk sariawan akan terlihat seperti vesikel atau bulatan kecil. Warnanya putih atau kekuningan. Mula-mula berdiameter 1-3 mm. Kemudian berkembang berbentuk selaput. Jika selaputnya mengikis, maka akan terlihat berbentuk seperti lubang/ulkus. Besarnya sariawan tetap, tidak membesar, melebar, tau
menjalar seperti halnya bisul.

Biasanya pemunculan vesikel ini bersamaan dengan timbulnya panas. Adakalanya vesikel baru muncul 1-2 hari setelah panas. Kadang malah tanpa disertai panas, jika vesikel yang muncul cuma satu. Yang membuat panas umumnya sariawan karena jamur candida atau virus herpes.

Sebetulnya sariawan bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Namun sariawan karena jamur harus diobati dengan obat anti-jamur. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika sariawan tidak diobati akan bisa berkelanjutan. Memang tak sampai menyebar ke seluruh tubuh, paling hanya di sekitar mulut. Tetapi, sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah.


PENANGANAN

Kendati sepele, anak jadi sering sulit makan gara-gara sariawan. Karena itu saat memberi makan sebaiknya suapi dengan sendok secara perlahan-lahan. Usahakan memberi minum lewat gelas, bukan dengan botol. Hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan sariawan agar tidak menimbulkan gesekan dan trauma.

Makanan pun sebaiknya yang lembut atau cair. Prinsipnya, yang mudah ditelan dan suapi setelah makanan agak dingin agar tak menambah luka. Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B dapat mempercepat proses penyembuhan, misalnya buah-buahan dan sayuran hijau. Sedangkan kekurangan vitamin C bisa mempermudah timbulnya kembali sariawan.

Jika setelah diberi obat, biasanya obat kumur, tapi anak tak jua sembuh,
maka harus dicari penyebab lain. Mungkin karena kuman yang bertambah, pemakaian obat dengan dosis yang tidak tepat/kurang, atau cara memberi makanan pada anak sariawan menyebabkan anak trauma lagi di lidah. Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak memang rendah.

Anak yang sering sariawan lebih banyak karena daya tahan tubuhnya rendah, juga karena kebersihan mulut dan gigi tak terjaga.

Jadi, Yang paling penting adalah jangan pernah bosan melatih si kecil untuk menjaga kebersihan mulut
dan giginya.

Fais Ali
07-17-2007, 06:09 PM
Mandi Bagi Bayi

Bagi bayi, mandi ternyata bukan cuma acara membersihkan badan, namun juga permainan yang menyenangkan. Di usia ini 6-12 bulan, beberapa bayi sangat menyukai air, hobi memercik-mercikkan, dan juga menikmati sendau gurau bersama Anda, orangtuanya, saat mandi.Nah, beberapa hal soal mandi pada bayi yang perlu Anda ketahui antara lain:

A. Setelah acara seharian yang melelahkan, mandi dengan air hangat dapat menjadi awal yang nyaman sebelum si kecil berangkat tidur.

B. Sebisa mungkin, mandikan anak di jam yang sama. Ini akan membuat si kecil merasa nyaman dan tahu bahwa waktu mandi bakal tiba.

C. Namun, bagi sebagian lainnya, acara mandi bisa menjadi momok. Hargailah perasaan anak, dan lanjutkan untuk mencoba membuat acara mandi menjadi acara yang menyenangkan dan singkat. Mungkin anak butuh pengalaman lebih sebelum menyukainya.

D. Sebaiknya, siapkan segala perlengkapan mandi sebelum Anda mulai memandikan anak. Anda harus selalu siap di samping anak, sekalipun telepon dan lonceng pagar berbunyi.

E. Gunakan alas mandi dari karet agar anak tidak terpeleset. Letakkan mainan mandi di tempat terbuka, seperti ember, dan segera keringkan begitu anak selesai mandi. Ini akan menghindari mainan dari rusak atau berkarat. Kalau memang sudah berkarat, ganti mainan yang sudah tampak kotor atau pecah di sana-sini.

F. Beberapa ibu menikmati mandi bersama buah hatinya. Tak apa-apaa, selama Anda dan buah hati Anda menikmati acara ini, lakukan saja. Justru kedekatan dengan anak bisa terjalin lewat acara ini.

Simichi_K
07-17-2007, 06:15 PM
Hasil temuan ini sangat baik. Menurut laporan dari University of Califonia Davis, Sacramento, AS, seperti dikutip Reuters, identifikasi lebih dini pada gangguan autis akan memberikan kemungkinan intervensi yang menjanjikan. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine edisi April.

Penelitian tersebut melibatkan 101 anak usia satu tahun dengan saudara sekandung yang lebih tua yang memiliki autis dan dipertimbangkan memiliki risiko tersebut. Mereka lantas dibandingkan dengan 46 bayi berusia sama yang diyakini tidak memiliki risiko tinggi mengalami gangguan.

Para peneliti mengamati anak yang duduk di kursi dengan meja berisi mainan kecil. Kemudian para peneliti berjalan di belakang mereka dan memanggil namanya dengan suara jelas. Bila anak tidak memberi respon dalam waktu tiga detik, nama mereka dipanggil lagi tak lebih dari dua kali. Hasilnya, pada seluruh bayi di kelompok risiko rendah merespon pada panggilan pertama atau kedua.

Dua tahun setelahnya, para peneliti mengikutsertakan 46 bayi dari kelompok risiko dan 25 dari kelompok risiko rendah. Mereka menjumpai bahwa tiga perempat dari bayi yang tidak merespon saat dipanggil namanya di usia 12 bulan mengalami gangguan perkembangan saat berusia dua tahun.

Anak-anak itu lalu didiagnosis mengalami autis. Setengah dari anak itu mengalami kegagalan tes di usia satu tahun. Dan dari mereka yang diidentifikasi memiliki keterlambatan perkembangan apa pun, 39 persennya mengalami kegagalan pada tes pengenalan nama.
Hasil tes ini memang tidak dapat menemukan seluruh anak yang berisiko terhadap masalah perkembangan. Namun, tes ini tergolong mudah dilakukan dan bisa digunakan oleh para dokter dalam check up anak di usia satu tahun.

Dalam artikel terkait pada jurnal yang sama, para peneliti di Abt Associates Inc, Lexington, Massachusetts, dan Harvard School of Public Health, Boston, mengatakan analisis dari literatur dan survei medis menunjukkan, setiap orang dengan autis membebani masyarakat AS sekitar 3,2 juta dolar selama hidupnya. Ini termasuk faktor produktivitas yang hilang bagi anak dan orangtuanya, obat resep dokter, perawatan saat mereka dewasa, pendidikan khusus, dan terapi perilaku

Simichi_K
07-17-2007, 06:19 PM
Siapa yang pernah menjewer, mencubit, atau berkata-kata kasar terhadap anak? tanya DR. Seto Mulyadi. Beberapa orang mengacungkan telunjuknya. Perlakuan tersebut kerap dilakukan atas nama disiplin.

Namun, bila ditilik lagi, jeweran, cubitan, bentakan, sudah dikategorikan sebagai kekerasan. Dalam seminar dan simposium tentang kekerasan yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, dipaparkan banyak tindak kekerasan yang berlangsung di rumah, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat.

Tanpa disadari, orangtua, guru, maupun orang dewasa lain sering melakukan tindak kekerasan pada anak.

Berperilaku Baik
Dalam laporan pakar independen untuk studi mengenai kekerasan terhadap anak, PBB, 2006, disebutkan definisi tentang kekerasan.

Mengutip pasal 19 Konvensi tentang Anak, dijelaskan bahwa kekerasan merupakan segala bentuk kekerasan mental dan fisik, cedera atau penyalahgunaan, penelantaran atau perlakuan yang menjadikan telantar, perlakuan salah atau eksploitasi, termasuk penyalahgunaan seksual. Dan tak ada satu pun tindak kekerasan terhadap anak itu yang dapat dibenarkan. Artinya, setiap anak harus terbebas dari tindak kekerasan.

Nurul Hidayah, SPsi., Psi., dosen di Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta mengatakan, Saya tidak pernah dijewer oleh orangtua. Menurutnya, hal itu terjadi karena orangtua memiliki pandangan atau persepsi positif terhadap anak-anaknya. Dengan demikian, orangtua akan memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang dan bukan dengan kekerasan.

Sebaliknya, bila nilai anak di mata orangtua negatif, sikap orangtua terhadap anak juga akan negatif. Hasilnya, orangtua berpeluang melakukan child abuse atau kekerasan pada anak. Agar kondisi tersebut tidak terjadi, sudut pandang orangtua mesti diubah. Orangtua harus memberikan nilai positif bagi anaknya.

Treesye NRA Prawirosurojo, MA, MFCC, seorang psikolog, menuturkan pengalaman dirinya berkaitan dengan nilai positif tersebut. Saat mendengarkan penjelasan Nurul, ia seperti tersadarkan kembali akan peristiwa 26 tahun lalu. Saat itu anak pertamanya yang baru lahir setiap hari ditimang eyang kakungnya sambil mendendangkan tembang dari Serat Centhini. Itu berlangsung sekitar empat bulan, cerita Treesye.

Saat anak itu dewasa, tumbuh sebagai pribadi dengan budi pekerti yang baik dan perilaku sangat halus, meski ia tidak bisa berbahasa Jawa. Treesye menduga itu karena kebiasaan si anak mendengar tembang eyangnya. Dari situ, terlihat betapa afirmasi nilai positif akan masuk dan terekam dalam otak anak.

Intinya, bila sedari bayi sudah ditanamkan nilai moral positif, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku baik.

Simichi_K
07-21-2007, 08:24 PM
Sebuah penelitian di California, Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Dr. Giske Ursin dari University of Southern California, menemukan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara pada perempuan yang terlambat mempunyai anak. Hasil penelitian ini diumumkan pada pertemuan tahunan American Association of Cancer Research di Los Angeles.

Karena banyak perempuan yang memilih menunda kehamilan sampai usia setelah 25 tahun, penting diketahui bahwa menyusui dapat memberikan perlindungan dari tumor yang positif maupun negatif terhadap reseptor esterogen dan progesteron, kata Dr. Ursin.

Perempuan yang mengalami kanker payudara dengan reseptor hormon negatif memiliki prognosis yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan perempuan yang mengalami kanker payudara jenis lain. Para peneliti menganalisis data perempuan berusia 55 tahun ke atas, termasuk 995 penderita kanker payudara stadium lanjut, dan menemukan bahwa menyusui memberikan efek protektif tanpa melihat di usia berapa mereka pertama kali melahirkan.

Dr. Ursin menambahkan betapa pentingnya informasi tentang efek protektif yang didapat oleh mereka yang punya banyak anak dan melahirkan anak pertama di usia yang lebih muda. Namun, kini berbagai bukti menunjukkan, wanita yang melahirkan anak pertama setelah usia 25 tahun dapat memperkecil risiko kanker payudara bila mereka menyusui.

Menurut sensus data di AS, usia 25 tahun adalah usia rata-rata perempuan melahirkan anak pertama.

Lord_man
07-28-2007, 10:46 PM
http://i207.photobucket.com/albums/bb67/Razorrius/mimisan.jpg
Darah keluar dari hidung atau lebih dikenal dengan mimisan banyak diderita anak-anak dan orang dewasa. Namun, hingga kini masih banyak yang bingung bila mengalaminya.

Mimisan atau dalam istilah kedokteran disebut epistaksis sudah biasa dialami Ari, 9. Saat cuaca panas dan sinar matahari terik menyengat, bisa dipastikan darah akan keluar dari hidungnya. Hal yang sama dialami Hanna, 26, karyawati di salah satu perusahaan swasta.Namun berbeda dengan Ari, Hanna justru mengalami perdarahan saat sedang tidur. Begitu bangun tidur baju saya sudah ternoda darah. Bahkan yang membuat orangtua semakin takut, banyak pula darah lempengan kering dan tebal ikut keluar, paparnya.

Menurut spesialis anak dari RS Ibu dan Anak Hermina dr Truly SpA(K), mimisan atau perdarahan dari hidung biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung. Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah atau pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung.

Akibat infeksi pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit mudah pecah. Salah satu faktor penyebab mimisan adalah keturunan. Namun, bisa juga karena perubahan cuaca. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya,pembuluh darah ini gampang sekali pecah, paparnya.

Dia menambahkan, sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif,juga tidak disertai gejala lain seperti demam, orangtua tak perlu khawatir. Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4 sampai sekitar 10 tahun.Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar.Terjadinya pun spontan, ringan, dan mudah berhenti, katanya.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin usia bertambah, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung semakin kuat, hingga tak mudah berdarah. Meski mayoritas kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering, misalnya tiap 1-2 hari sekali. Ini karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya. Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, talasemia berat, atau hemofilia, bisa juga menunjukkan gejala mimisan.

Hal itu terjadi karena kadar trombosit yang rendah bisa menyebabkan perdarahan di hidung. Anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darahnya rendah sehingga sering mengalami perdarahan. Berbeda dari mimisan normal yang umum bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior).

Tak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan. Spesialis anak dari RS International Bintaro Dr dr H Muljono Wirjodiardjo SpA(K) mengatakan, bahaya atau tidak mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya, itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung misalnya sinusitis dan sebagainya, tidak terlalu berbahaya dan penanganannya pun cukup dengan mengobati infeksinya, ujarnya.

Pada keadaan yang kronis, misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak, dapat terjadi komplikasi yang cukup berat. Misalnya, anemia. Jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan organ ini akan membengkak. Dilihat asal-usulnya, perdarahan dari hidung ini ada beberapa macam. Ada perdarahan yang terjadi di daerah hidung yang disebut pleksus kieselbach, semacam jaringan anyaman pembuluh darah. Pada anak,jaringan ini mudah berdarah. Hidung terasa gatal, dikorek- korek, lalu berdarah.

Menurut Muljono, mimisan terjadi karena ada infeksi, terutama infeksi di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung, tetapi, terkadang darah tidak keluar dari hidung, melainkan tertelan ke tenggorokan. Baru ketika anak muntah, ketahuan kalau ada darah. Ini sering kali disangka muntah darah, lanjutnya. Dia menambahkan, mimisan juga bisa karena alergi, yang biasa terjadi pada anak usia 4 tahun.

Biasanya disertai pilek kental dan lama, terkadang juga disertai batuk berdahak dan napas berbau. Ada juga mimisan yang berkaitan dengan gender meski sangat jarang terjadi. Pada anakanak perempuan yang mulai masuk masa haid, terkadang disertai mimisan. Selain itu, ada pula mimisan akibat benturan atau trauma. Misalnya, karena jatuh, tandasnya.

[Jadul.org]
07-29-2007, 01:06 PM
oot: bagus-bagus nih, sumbernya dari mana aja? mungkin lebih afdol bila sumber disebutkan. apalagi ini tips kesehatan, musti ada pertanggung jawabannya daripada kenapa-napa. BTK TS

Simichi_K
08-03-2007, 08:21 PM
Padahal belajar bisa menjadi sangat menyenangkan, lho, kata DR. Frieda Mangunsong, MEd, Psi. Hal ini dibuktikan Frieda saat mengisi sesi Belajar Itu Menyenangkan dalam acara Forum Anak Nasional di Depok, pekan lalu. Ia mengawali paparannya dengan mengajak 106 anak-anak bermain.

Staf pengajar di Fakultas Psikologi UI ini meminta anak-anak yang berasal dari 31 daerah di sejumlah provinsi di Indonesia itu membuat lingkaran. Lalu, mereka diminta berhitung dan meneriakkan Boom di setiap angka tujuh beserta kelipatannya dan angka yang mengandung unsur tujuh.

Sepintas, hal ini seperti main-main saja. Namun, di balik itu, tanpa disadari anak-anak diajak menghitung dan berkonsentrasi. Saat melakukan permainan itu, anak-anak terlihat gembira. Mereka tertawa-tawa kala ada salah seorang yang lupa mengucapkan Boom.
Tertawa sebelum pelajaran dimulai bukanlah sesuatu yang buruk, ujar psikolog pendidikan ini. Suasana gembira sebelum belajar justru dapat membangkitkan semangat anak.

Mendengarkan topik yang diuraikan Frieda juga merupakan bagian dari pembelajaran. Ia menyampaikan materi belajar melalui bermain dan diskusi aktif.

Makin Terampil
Hingga saat ini masih ada pemikiran keliru bahwa belajar itu dilakukan di sekolah dan bermain di rumah. Padahal, belajar bisa sambil bermain. Belajar sambil bermain inilah yang menyenangkan anak.

Adanya interaksi antara guru dan siswa, akan membuat belajar menyenangkan. Siswa yang aktif akan membuat guru senang, tuturnya lagi. Seperti yang terjadi saat itu, anak-anak turut mengungkapkan pendapatnya saat Frieda melontarkan berbagai pertanyaan.

Dalam kesempatan itu misalnya, Frieda meminta pendapat anak-anak yang berasal dari 31 daerah layanan World Vision Indonesia yang berada di Aceh, Kalimantan Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, NTT, dan Papua tentang belajar dan sekolah. Salah seorang anak dari Sumba Barat mengatakan belajar menjadi tidak menyenangkan bila guru marah. Selain enggan belajar, anak juga enggan sekolah.

Belajar dalam suasana menyenangkan merupakan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif dan dilakukan dalam situasi menyenangkan, sehingga siswa merasa aman dan nyaman, bebas dari tekanan. Situasi ini akan membuat anak lebih aktif belajar.

Belajar aktif akan mengintegrasi fisik, akal, dan emosi. Yang pada akhirnya, akan menambah keterampilan fisik dan akademis, sejalan dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Setiap pelajaran yang makin sulit akan membuat kita makin terampil.

Contohnya, saat TK-SD, anak lebih banyak melakukan permainan saat sekolah maupun belajar. Ketika menginjak bangku SMP-SMA, mereka lebih banyak duduk di dalam kelas. Di masa ini belajar lebih banyak melibatkan tangan dan pikiran seperti percobaan laboratorium.

Metode belajar yang memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk mempelajari sesuatu secara konkret atau nyata akan memperbesar persentase penyerapan. Dan juga memicu mereka untuk berubah secara positif.
Psikolog Vermon&Magnusson ini menyebutkan, seseorang akan belajar sebanyak 10 persen dari yang dibaca, 20 persen dari yang didengar, 30 persen dari yang dilihat, 50 persen dari yang dilihat dan didengar, 70 persen dari yang dikatakan, serta 90 persen dari yang didengar dan dilakukan.

Penelitian Jeannette Vos-Groenendal dalam DePorter, 2002 menjelaskan bahwa belajar yang menyenangkan akan meningkatkan motivasi, nilai belajar, keyakinan dan kehormatan diri, mempertahankan sikap positif terhadap belajar, dan melanjutkan memanfaatkan keterampilan.
Frieda menekankan, sekolah bukan satu-satunya tempat belajar. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja di berbagai lapisan masyarakat. Anak bisa belajar di gereja, mesjid, sanggar, kelompok belajar, museum, perpustakaan, laboratorium, dan banyak tempat lain.

ping2
08-10-2007, 01:59 AM
Sering menggunakan bra ternyata bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Cara mencegahnya, kurangi penggunaan bra dan secara teratur pijat payudara.

Sebuah penelitian yang melibatkan 4700 wanita menemukan penggunaan bra atau alat penyangga payudara terbukti meningkatkan risiko kanker payudara. Dibanding wanita yang tidak pernah menggunakan bra sama sekali, wanita yang sering menggunakan bra memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Dilansir beautytips, Senin (6/8/2007), penyebabnya adalah tekanan bra pada payudara bisa membatasi aliran racun yang akan keluar dari payudara. Selain itu, tekanan yang keras dari bra bisa menyebabkan terhimpitnya pembuluh darah limfe sehingga aliran pembuangan toxin dari payudara bisa terhambat.

Untuk menghindari risiko kanker payudara yang disebabkan oleh bra atau penyangga payudara, disarankan seseorang menggunakan bra tidak lebih dari 12 jam sehari. Selain itu sebisa mungkin memilih bra yang pas dan tidak terlalu menekan keras payudara.

Selain itu terapi pijat payudara juga disarankan untuk memperlancar aliran darah dari dan ke payudara. Pijatan lembut pada payudara dipercaya bisa memberi manfaat positif dan mengurangi risiko terkena kanker payudara. Pijatan dengan tekanan lembut sampai sedang sangat berpengaruh untuk meningkatkan limfe dan aliran darah ke payudara.

Bagaimana caranya:

Pertama-tama harus diketahui kalau tekstur payudara setiap wanita berbeda-beda. Tekanan pijatan juga harus disesuaikan dengan tekstur payudara. Payudara yang bertekstur lunak sebaiknya dipijat secara lembut, sedangkan payudara yang bertekstur lebih keras bisa dipijat dengan tekanan sedang.

Pemijatan payudara ini sebaiknya dilakukan dua kali seminggu. Dapat dilakukan tanpa menggunakan minyak atau dengan memakai minyak sayur sebagai pelumas. Perlu diperhatikan sebaiknya tidak menggunakan minyak berbasis mineral atau minyak aromaterapi.

Langkah-langkahnya:
- Lakukan gerakan pijat yang bergerak dari arah puting keluar. Tekanan jangan lebih keras daripada tekanan yang bisa diterima oleh kelopak mata anda. Tekanan yang keras bisa membuat pembuluh darah limfe tertekan dan menghentikan aliran racun dan cairan lainnya. Pijatan sebaiknya dilakukan secara perlahan agar bisa mencapai hasil yang maksimal. (Gambar 1)
- Pijat payudara dengan kedua tangan, seperti gerakan meremas. (Gambar 2)
- Gunakan dua tangan secara hati-hati dan perlahan dengan gerakan searah jarum jam dan sebaliknya. Perhatikan jangan tekan payudara terlalu keras.
- Lakukan gerakan seperti gambar 4 dengan tekanan sedang. Gerakan ini dipercaya bermanfaat untuk melancarkan peredaran cairan dari payudara.

Catatan penting:
- Jika ketika memijat anda bisa merasakan adanya benjolan sebaiknya segera kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pijat sebaiknya tidak dilakukan lagi pada area yang terdapat benjolan.

Farissadex
08-11-2007, 09:53 PM
http://www.uploadhouse.com/fileuploads/346/346786aa37f72fde0910d680cdbf9a093177da.jpg

FARISSADEX. Rekaman yang diklaim dapat merangsang pertumbuhan otak bayi malah dimungkinkan memperlambat perkembangan kosakata pada bayi, jika semua itu digunakan secara berlebihan, kata beberapa peneliti AS, Rabu (9/8).

Setiap empat jam yang dilewati setiap hari untuk menonton video dan DVD bayi, bayi yang berusia 8 sampai 16 bulan memahami rata-rata enam sampai delapan kata lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang tidak menontonnya, kata Frederick Zimmerman dari University of Washington dan rekannya.

Bayi yang lebih tua tak terpengaruh atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti tersebut dalam Journal of Pediatrics.

"Fakta paling penting yang datang dari studi ini ialah tak ada bukti jelas mengenai manfaat yang berasal dan DVD dan video, dan ada petunjuk mengenai keburukannya," kata Zimmerman dalam suatu pernyataan.

"Intinya ialah makin lama bayi menonton video dan DVD, makin besar dampaknya. Jumlah yang disaksikan tak bermasalah," katanya.

Zimmerman dan rekannya melakukan wawancara telefon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi.

Orang tua yang memiliki bayi yang berusia 8 sampai 16 bulan ditanya tentang seberapa banyak kata seperti 'choo-choo', 'mommy' dan 'nose' dapat dipahami anak mereka. Orang tua bayi juga ditanya berapa kata seperti 'truck', 'cookie' dan 'balloon' yang diketahui anak mereka.

"Hasilnya mengejutkan kami, tapi semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan sadar," kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi itu.

"Jika 'waktu sadar' dilewati di depan DVD dan TV, dan bukan dengan orang yang berbicara 'dengan cara kebapakan atau keibuan', gaya bicaya melodis yang kita gunakan dengan anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama," kata Meltzoff.

"Orang tua dan perawat adalah guru pertama dan terbaik bagi bayi. Mereka secara insting menyesuaikan cara bicara mereka, pandangan mata dan tanda sosial guna mendukung ketepatan bahasa. Menonton TV dan DVD yang menarik perhatian mungkin bukan pengganti yang setara bagi interaksi hangat sosial manusiawi pada usia ini. Anak yang lebih tua mungkin berbeda, tapi bayi yang masih hijau tampaknya belajar bahasa paling baik dari orang," katanya.

Dr. Dimitri Christakis, dokter anak di Seattle Children's Hospital Research Institute yang ikut mengerjakan studi tersebut, mengatakan orang tua seringkali bertanya kepada dia mengenai nilai video semacam itu.

"Bukti bertambah banyak bahwa semua itu tak bernilai dan malah mungkin berbahaya," kata Christakis


sumber: kapanlagi

khairan
08-13-2007, 02:04 AM
Thenkyu Bro atas tipsnya...!:beer:

aychensan
08-14-2007, 05:02 AM
bisa kasih keterangan pusimob ga???

cLoudy
08-20-2007, 01:08 AM
Kimia Farma Luncurkan Suplemen Pelancar ASI

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-36, PT Kimia Farma meluncurkan Asifit, produk baru untuk menunjang kesehatan ibu dan anak, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Direktur Utama PT Kimia Farma, Gunawan Pranoto, Asifit merupakan suplemen makanan berbentuk kaplet yang mengandung ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dan Vitamin B1, B2, B6 dan B12. ''Asifit bermanfaat untuk membantu memperlancar ASI dan menunjang metabolisme tubuh ibu agar tetap bugas selama masa menyusui,'' jelas Gunawan.

Gunawan mengatakan, Kimia Farma mencanangkan tahun 2007 sebagai Tahun Peduli Kesehatan Ibu dan Anak. ''Dan bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia, Kimia Farma juga akan menjalankan program Asifit Educare, yaitu berupa penyuluhan kesehatan dan ASI. Kami akan melakukan road show ke sejumlah kota untuk mengkampanyekan hal ini,'' jelasnya.

Artis Maudy Koesnaedi, yang ditunjuk sebagai ikon Asifit, memberikan kesaksian bahwa ia selalu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Awalnya ia mengaku sempat takut, namun demi pertumbuhan dan perkembangan bayi, ia tetap memberikan ASI eksklusif. ''Dan, jika tidak lancar, saya mengonsumsi suplemen Asifit,'' katanya berpromosi.

Sementara itu, Prof Rulina menegaskan, tidak ada susu formula yang mampu menggantikan ASI. Karena itu, Ia meminta ibu-ibu yang menyusui bayinya untuk senantiasa memberikan ASI eksklusif. ''Jika ASI tidak lancar pada saat usia bayi kurang dari enam bulan, maka si ibu bisa mengonsumsi suplemen tambahan untuk memperlancar ASI,'' jelasnya.

Sumber: http://www.republika.co.id

cLoudy
08-20-2007, 01:11 AM
bisa kasih keterangan pusimob ga???

Nih broo


WAWANCARA MASA DEPAN METODE BILLINGS TERGANTUNG PADA KAUM MUSLIM

JAKARTA (UCAN) -- Pastor Paul Klein SVD, seorang promotor Keluarga Berencana Alamiah (KBA), menganggap Metode Ovulasi Billings (MOB) sebagai pilihan yang paling bisa diandalkan bagi suami-isteri yang ingin mendapatkan anak atau mencegah kehamilan.

Teolog moral yang memimpin Komisi Keluarga Keuskupan Malang itu mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mengakui secara resmi metode yang dikembangkan oleh almarhum Dokter John Billings tahun 1990 itu, dan Gereja Katolik juga menyetujuinya.

Namun, Pastor Klein mengatakan kepada UCA News bahwa MOB akan berkembang di Indonesia hanya jika kaum Muslim ikut mempromosikannya, karena mereka terdiri atas hampir 90 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Di Pusat Informasi Metode Ovulasi Billings (PUSIMOB) Indonesia yang dibentuknya, kaum Muslim, khususnya bidan, terdorong untuk lebih aktif dalam menerapkan metode ini.

MOB akan bekerja secara efektif, tegas misionaris asal Jerman yang berusia 70 tahun itu, hanya jika suami-isteri disiplin dalam menjalani hubungan seksual. Imam yang mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana di Malang itu kini adalah warga negara Indonesia.

Pastor Klein berbicara dengan UCA News pada 8 April, seminggu setelah Dokter John Billings meninggal pada 1 April di tempat kelahirannya di Australia di usia 89 tahun.



Wawancaranya sebagai berikut:





UCA NEWS: Apa kesan Anda tentang Dokter John Billings?



PASTOR PAUL KLEIN SVD: Saya mengenal Dokter John Billings dan isterinya, Dokter Evelyn, sejak Kongres Internasional MOB di Melbourne tahun 1978. Pada waktu itu, saya ikut delegasi Konferensi Waligereja Indonesia yang terdiri atas beberapa dokter dan bidan. Tugas kami ialah mengevaluasi MOB dan memberi jawaban atas pertanyaan para uskup Indonesia apakah metode KBA bisa juga digunakan di Indonesia. Evaluasi delegasi itu positif.

Kemudian saya bertemu beberapa kali dengan Dokter John Billings. Sejak saat pertama, Dokter John Billings menunjukkan minat besar untuk mempromosikan MOB di Indonesia. Kami juga terus berkontak lewat korespondensi dan e-mail, sampai tahun lalu. Saya menganggap Dokter John Billings sebagai sahabat.

Saya kagum terhadap pribadi orang ini, yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk perkembangan dan promosi KBA di seluruh dunia, termasuk Cina. Dia yakin bahwa penemuan MOB merupakan satu sumbangan penting untuk membela martabat hidup manusia serta membawa berkat yang luar biasa untuk para pasutri (pasangan suami-isteri) yang rela menggunakannya.

Dalam ceramah dan wawancaranya, Dokter John Billings selalu berbicara secara ilmiah sebagai otoritas yang sangat profesional dan meyakinkan. Dalam hidup pribadi, dia adalah seorang yang rendah hati, tidak menuntut pelayanan khusus, penuh humor, dan sabar mendengar orang besar maupun kecil. Sumber hidup spiritualnya memang adalah iman Katolik yang dalam dan kerelaan berkorban demi kepentingan semua orang yang membutuhkan bantuannya.



Apa yang Anda lakukan setelah menghadiri kongres internasional itu?



Sesudah kongres, saya menjadi promotor MOB untuk seluruh Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasan mengapa MOB begitu cepat berkembang di NTT adalah karena para uskup di NTT mendukung sepenuhnya, atas dasar ajaran Paus Paulus VI dalam ensiklik "Humanae Vitae" tahun 1968 yang mengajak para pasutri Katolik di seluruh dunia untuk memakai metode KBA.

Namun ketika Dokter John Billings mendengar bahwa di Indonesia, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hanya mempromosikan metode‑metode kontrasepsi, apalagi kebanyakan pasutri Katolik tidak ikut metode KBA, dia memang kecewa. Namun dia terus berusaha untuk memahami situasi di Indonesia, termasuk politik. Dia tidak ragu bahwa di waktu yang akan datang, MOB akan diterima juga oleh masyarakat Indonesia.

Betapa bahagia dia ketika saya memberitahu WOOMB (World Organization Ovulation Method Billings) di Melbourne bahwa MOB sudah secara resmi diakui pemerintah tahun 1983, meskipun waktu itu hanya untuk NTT.

Saya mengundang Dokter John Billings dan isterinya ke Indonesia tahun 1989 pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke-10 Lembaga Kesejahteraan Keluarga Katolik Indonesia (LK3I), yang merupakan motor promosi MOB. Mereka bertemu dengan para pasutri Katolik yang menerima MOB dan menginap di Wisma Nazaret di Nele, yang saya bangun untuk menjalankan berbagai kursus KBA. Pemerintah Indonesia mengakui secara resmi MOB untuk seluruh Indonesia pada 28 Desember 1990.



Bagaimana masyarakat Indonesia menanggapi metode KBA?



Pada awal sejarah KBA, promosi metode‑metode KBA seperti kalender, temperatur, dan lainnya oleh masyarakat tertentu dilihat sebagai "metode Katolik. Tetapi dengan perkembangan MOB, pendapat tentang metode KBA yang paling canggih ini, yang sangat bisa diandalkan bukan saja untuk mencegah kehamilan tetapi juga untuk mendapatkan anak, pelan-pelan berubah. Justru para promotor gerakan ekologi dan emansipasi wanita menganggap MOB sebagai metode yang paling tepat untuk menghindari "pencemaran tubuh wanita."

Promosi MOB di Indonesia secara nyata merupakan satu tantangan baik untuk industri yang memproduksi alat-alat kontrasepsi seperti kondom, spiral, suntikan, dan susuk, maupun untuk dunia medis seperti dokter, bidan, dan perawat yang tetap mendukung metode artifisial walaupun secara nyata metode ini mempunyai efek samping yang merugikan kesehatan fisik dan mental.

Promosi MOB tidak mengenal batas‑batas budaya, agama, dan ras. Para pasutri beragama Islam semakin tertarik dengan MOB, misalnya di Pusat Informasi Metode Ovulasi Billings (PUSIMOB) Indonesia di Malang. Setengah dari staf Pembina KBA beragama Islam. MOB dilihat sebagai metode yang memanfaatkan hukum‑hukum biologis saja, yang ditanamkan oleh Sang Pencipta sendiri ke dalam tubuh suami-isteri demi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.

Program pemerintah yang diperkenalkan BKKBN sejak zaman mantan Presiden Soeharto memang berhasil mengurangi pertumbuhan penduduk secara drastis.

BKKBN mengakui MOB secara resmi tahun 1983 dan 1990, tetapi secara operasional dan finansial belum mendukung MOB dan memandang promosi KBA sebagai tugas dari organisasi-organisasi swasta dan agama.



Bagaimana Gereja Katolik menanggapi MOB?



Gereja Katolik adalah perintis promosi MOB di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Walaupun para uskup se-Indonesia pada tahun 1972 mengeluarkan satu dokumen tentang penjelasan pastoral KB, toh jelas bahwa Gereja Katolik di Indonesia tetap mengutamakan penggunaan metode KBA, khususnya MOB. Hal ini terbukti dengan beberapa fakta, seperti pedoman pastoral 1975 untuk melengkapi dokumen 1972 tersebut.

MOB kini diperkenalkan dalam kursus-kursus persiapan perkawinan. Komisi Keluarga level keuskupan dan Seksi Keluarga level paroki serta karya PUSIMOB Indonesia di Malang menawarkan maupun menyelenggarakan kursus-kursus MOB di seluruh nusantara, baik untuk pasutri Katolik maupun non-Katolik. Namun, boleh dikatakan, di masa depan MOB akan berkembang di Indonesia secara memuaskan jika umat Islam makin lama makin mengambilalih komando untuk mempromosikan KBA-MOB.



Menurut Anda, apakah MOB bisa secara efektif menekan pertumbuhan penduduk?



Dengan jujur harus diakui, dengan melihat perkembangan dan akseptan MOB pada masa ini, sumbangan metode‑metode KBA untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk itu relevan, namun tidak terlalu besar. Alasan-alasan seperti salah paham masih kuat mengakar dalam opini masyarakat. Kalangan staf medis masih menyamakan MOB dengan metode kalender yang sudah lama tidak diusulkan oleh para ahli karena kegagalannya tinggi.

Dalam banyak penelitian di banyak negara, seperti Australia, menunjukkan bahwa MOB bekerja secara efektif seperti pil, yakni 97‑100 persen. Hasil studi World Health Organization (WHO) di beberapa negara seperti di Afrika dan Amerika Latin menunjukkan bahwa MOB 97 persen efektif.

Di Indonesia, BKKBN dan Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) melaporkan bahwa MOB itu 98 persen efektif. Namun penelitian‑penelitian yang dilakukan sendiri oleh Dokter John Billings menunjukkan bahwa MOB itu 100 persen efektif.



Apa peran PUSIMOB dalam mempromosikan MOB?



Saya mendirikan PUSIMOB Indonesia di Malang tahun 1998 pada saat semangat di banyak tempat di Indonesia, seperti poliklinik dan tempat praktek dokter, menurun dan pada saat organisasi-organisasi swasta yang dulu rajin terlibat dalam promosi KBA mulai berhenti bekerja karena kekurangan dana.

Sejak PUSIMOB didirikan, pusat ini memiliki tugas utama untuk mempersiapkan kader‑kader MOB dan untuk mensosialisasikan KBA di Indonesia melalui media massa, seminar, kursus, ceramah, dan konsultasi pribadi. PUSIMOB juga mempublikasikan brosur‑brosur dan booklet‑booklet berisi informasi tentang MOB dan bekerja sama dengan pemerintah, khususnya BKKBN di masing‑masing kabupaten, untuk mempromosikan MOB.

PUSIMOB juga mengundang umat Islam, khususnya para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI), untuk terlibat lebih aktif dalam promosi MOB di Indonesia.

Sumber : www.mirifica.net

cLoudy
08-20-2007, 01:14 AM
NACO IgG-Plus adalah produk kesehatan alami yang merupakan susu bubuk skim dengan kolostrum dari peternakan sapi di New Zealand dan merupakan makanan kesehatan fungsional yang sangat bergizi. Selain memiliki semua keunggulan susu, NACO IgG-Plus juga mengandung berbagai faktor kekebalan (imun) tubuh, faktor pertumbuhan dan zat-zat lain yang bermanfaat untuk kesehatan. Semua Zat ini bekerja secara sinergis untuk membantu mengatur sistem tubuh dan menjaga kesehatan tetap prima.



Kolostrum dalam NACO IgG-Plus merupakan suplemen makanan alami yang aman (tidak-toksik), tidak menimbulkan energi. Tidak ada laporan tentang terjadinya interaksi antara dengan kolostrum dengan suplemen makanan lainnya atau obat-obatan.

New Zaeland terkenal dengan mutu dan konsistensinya dalam produksi dan suplai berbagai produk kolostrum dan susu.


Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Namun karena kolostrum manusia tidak selalu ada, maka kita harus bergantung pada sumber lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolostrum sapi (bovine colostrum) sangat mirip dengan kolostrum manusia dan merupakan suatu alternatif yang aman. Bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa kolostrum sapi empat kali lebih kaya akan faktor imun daripada kolostrum manusia.
Ada lebih dari 90 bahan bioaktif alami dalam kolostrum. Komponen utamanya dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor imun dan faktor pertumbuhan. Kolostrum juga mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan asam amino yang seimbang. Semua unsur ini bekerja secara sinergis dalam memulihkan dan menjaga kesehatan tubuh.

cLoudy
08-20-2007, 01:19 AM
Mata bayi Anda kelihatan kotor dan redup? Tak usah khawatir dulu. Asal tahu caranya, mata mungilnya bisa bersinar lagi!

Mata adalah jendela untuk melihat dunia. Jadi sudah sepatutnya Anda tidak mengabaikan kondisi mata si kecil. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Cari penyebabnya

Penyebab redupnya mata bayi bisa beragam (silakan lihat boks Ini Dia Penyebabnya!). Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan dokter anak Anda. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan benar-benar tepat.

Siap-siap dulu sebelumnya

- Tangan Anda harus bersih. Ini untuk menjaga kuman-kuman yang nakal ikut-ikutan masuk ke mata mungilnya.

- Gunakan kapas bulat yang lembut, sebab serpihan kapas tidak akan menempel di mata dan menimbulkan iritasi.

- Celup kapas bulat dalam air hangat, agar tidak tidak terjadi iritasi.

- Saat membersihkan mata

- Rajin-rajinlah membersihkan matanya, minimal berbarengan saat Anda membersihkan tubuhnya di pagi dan sore hari.

- Ganti kapas setiap kali membersihkan mata bayi, agar kotoran mata yang sudah terambil tidak mengenai matanya lagi. Tindakan ini juga mencegah kontaminasi kuman dari satu mata ke mata lainnya.

Ini Dia Penyebabnya!

- Sebelum berusia 48 jam. Biasanya akibat kontaminasi cairan ketuban atau darah seusai persalinan. Kotoran matanya akan berwarna kecokelatan, tapi tidak berbau.

- Setelah usianya 48 jam. Ini karena infeksi. Umumnya, kotoran mata akan berwarna kuning kehijauan dan berbau. Infeksi bisa juga ditandai radang pada mata, berupa bengkak dan berwarna kemerahan.

- Sumbatan pada saluran air mata . Terjadi karena ada sumbatan di saluran air mata, sehingga air mata menggenang dan debu yang beterbangan di udara lengket di mata.

sumber : ayahbunda-online.com

cLoudy
08-20-2007, 01:21 AM
Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.

Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!

- Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.

- Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.

- Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.

- Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.

sumber : ayahbunda-online.com

cLoudy
08-20-2007, 01:23 AM
Cari tahu kiat-kiatnya, dan ikuti langkah-langkahnya. Maka, kegiatan memperkenalkan makanan padat pertama bisa menjadi saat-saat yang menyenangkan, baik bagi Anda maupun si kecil.

Seringkali, di antara rasa bahagia dan bangga mengikuti proses tumbuh kembang bayinya, terselip rasa cemas dalam hati sang ibu. Mungkin, Anda juga kerap bertanya-tanya, Kapan ya, buah hatiku siap menerima makanan padat pertamanya? Atau, Jenis makanan seperti apa yang sebaiknya diberikan, dan sebaliknya, yang harus dihindari? Bagaimanapun juga, setiap orang tua tentu ingin anaknya senantiasa tumbuh sehat, aktif, ceria dan cerdas.

Cari saat yang tepat

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, d engan manajemen laktasi yang baik, produksi ASI dinyatakan cukup sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan. Selain itu, pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan ini dapat melindungi bayi dari risiko terkena infeksi saluran pencernaan.

Setelah enam bulan, pemberian ASI saja hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Dengan kata lain, selain ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Selain itu, bila MP-ASI tidak segera diberikan, masa kritis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah (6-7 bulan) dikhawatirkan akan terlewati. Bila ini terjadi, di kemudian hari bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, atau akan menolak makan bila diberi makanan padat.

Pada usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyah bayi semakin matang. Selain itu, pada usia ini, kepala serta tubuh bayi juga semakin stabil, sehingga memudahkannya mengembangkan kemampuan makan secara mandiri.

Berikan bertahap

Pemberian makanan padat pertama bayi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Mutu bahan makanan . Bahan makanan yang bermutu tinggi menjamin kualitas zat gizi yang baik.

- Tekstur dan konsistensi (kekentalan) . Mula-mula, beri bayi makanan yang lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur/sari buah (pisang, pepaya, jeruk manis). Secara bertahap, makanan bayi dapat lebih kasar dan padat. Bayi yang telah berusia enam bulan bisa diberi nasi tim saring lengkap gizi. Memasuki usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi mulai bisa diberi makanan yang hanya dicincang.

- Jenis makanan . Untuk permulaan, bayi sebaiknya diperkenalkan satu per satu jenis makanan sampai ia mengenalnya dengan baik. Tunggulah paling tidak empat hari sebelum Anda memperkenalkan jenis makanan yang lain. Selain bayi akan benar-benar mengenal dan dapat menerima jenis makanan yang baru, Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi.

- Jumlah atau porsi makanan . Selama masa perkenalan, jangan pernah memaksa bayi menghabiskan makanannya. Umumnya, pada awalnya bayi mau menerima 1-2 sendok teh makanan. Bila ia telah semakin besar, Anda dapat memberikan porsi yang lebih banyak.

- Urutan pemberian makanan. Urutan pemberian makanan pendamping ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, lalu sayuran. Daging, ikan dan telur umumnya diberikan setelah bayi berumur enam bulan. Bila bayi menujukkan gejala alergi, telur baru diberikan setelah usianya satu tahun.

- Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung. Dengan demikian, saluran cerna bayi lebih siap untuk menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu.

Perhatikan gizi seimbang

Selama minggu-minggu pertama, pemberian makanan padat hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Perlu diingat, makanan utamanya masih ASI atau pengganti ASI. Jadi, ia hanya perlu diberi makanan padat sekali sehari. Selanjutnya, sejak minggu ke enam sampai ke delapan, tingkatkan jumlah dan jenis makanannya, sampai akhirnya ia mendapat makanan tiga kali sehari.

Saat bayi mulai bisa makan makanan yang ditim, baik tim saring maupun tim biasa, Anda sebaiknya mulai menerapkan gizi seimbang. Gizi seimbang ini bisa didapat dengan pemilihan bahan makanan yang beraneka ragam. Penganekaragaman disesuaikan dengan bahan makanan yang biasa dikonsumsi sesuai usia bayi.

Zat-zat gizi yang dibutuhkan bayi adalah karbohidrat, protein, mineral (misalnya zat besi) dan vitamin (terutama vitamin C, B1 dan niasin). Bagaimana dengan lemak? Anda sebaiknya tidak memberinya makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, santan, mentega atau margarin. Karena, lemak yang dikandung oleh bahan-bahan makanan ini akan memperberat kerja sistem pencernaan bayi.

Namun, mengingat beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamin A, membutuhkan lemak agar dapat diserap oleh tubuh, maka nasi tim saring yang diberikan pada bayi sebaiknya ditambahkan sumber-sumber lemak tersebut. Misalnya, pada bayi usia enam bulan, nasi timnya dapat ditambah satu sendok teh minyak/margarin, atau satu sendok makan santan.

Hal lain yang harus Anda ingat, saat makanan padat menyelingi jadwal minum susu bayi adalah, ia perlu minum untuk memuaskan rasa hausnya dan membantu melancarkan kerja pencernaannya. Kebutuhannya ini sebaiknya Anda penuhi dengan memberinya minum air putih matang, sari buah segar atau makanan yang berkuah.

Ciptakan pengalaman yang menyenangkan

Pada dasarnya, cara pemberian makanan jangan terlalu memaksa bayi, yaitu dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Perlu diingat, bayi yang frustrasi cenderung akan bersikap lebih baik melawan daripada makan. Jadi, biarkanlah ia menikmati acara makannya. Bila pengalaman pertama ini menyenangkan, maka untuk selanjutnya segalanya akan menjadi lebih mudah.

cLoudy
08-20-2007, 01:25 AM
Usia 0-6 Bulan

Bagian-bagian utama otak bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini, otaknya akan segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.

Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma).

Dalam perkembangan otak, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak ( brain growth spurt ). Yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat. Pada manusia, periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester ketiga. Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah si keci lahir hingga ia berusia dua tahun. Multiplikasi sel terjadi pada masa janin. Sedangkan sejak lahir hingga usia dua tahun adalah saat neuron (sel saraf) di korteks otak membentuk sinaps (hubungan antara sel saraf) yang sangat banyak. Jadi, di masa multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak harus mendapat prioritas utama dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai bahan-bahan pembentukannya.

Tumbuh kembang otak

Secara keseluruhan, otak si kecil saat lahir sudah terbagi menjadi empat bagian utama, yakni batang otak ( brainstem ), otak kecil ( serebelum ), otak besar ( serebrum) dan diensefalon. Berat otak bayi saat ini sudah mencapai 25% berat otak orang dewasa, atau sekitar 350-400 gram. Ketika usianya enam bulan, berat otak bayi hampir 50% dari berat otak orang dewasa.
Di dalam otak bayi baru lahir sudah terdapat kurang-lebih 100 milyar sel saraf (neuron). Sel saraf ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

- Badan sel saraf yang bentuknya menyerupai bintang. Di dalamnya, antara lain, terdapat inti sel saraf. Ujung-ujung dari badan sel yang menjulur ini merupakan bagian yang menghubungkannya dengan ujung-ujung dari badan sel saraf yang lain, sehingga membentuk suatu jalinan yang sangat kompleks.

- Dendrit merupakan perpanjangan dari ujung-ujung badan sel. Sebuah sel saraf bisa memiliki sekitar 200 dendrit.

- Akson yang bentuknya memanjang, sehingga menyerupai tangkai dari sel saraf. Sebagian besar akson dilindungi oleh semacam selaput dari lemak, yaitu yang dikenal sebagai mielin. Proses pembentukan selaput pelindung pada akson ini disebut sebagai mielinasi.

Saat si kecil baru lahir hingga usianya mencapai enam bulan, sel-sel sarafnya belum seluruhnya mencapai tingkat perkembangan yang matang. Sel saraf dapat dikatakan mencapai tingkat kematangan, antara lain, apabila sudah terbentuk akson pada setiap bagian tubuh. Setiap kali terbentuk akson baru, maka akan terbentuk pula sinaps (simpul saraf, hubungan antara sel saraf) yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara setiap bagian tubuh dengan otak. Itu sebabnya, si kecil masih belum terampil mengontrol gerakan anggota tubuhnya.

Selain sel saraf, di dalam otak dan sistem saraf pusat terrdapat sel glia. Sel ini bertugas melindungi, memberi dukungan dan juga memberi makan kepada sel saraf. Caranya, dengan mengalirkan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Dengan demikian, proses tumbuh kembang sel saraf berjalan dengan baik dan dapat berfungsi menghantarkan pesan (perintah).

Otak, yang setiap menit membutuhkan darah sebanyak 150 ml ini, mencapai tahap perkembangan yang berbeda-beda setiap bagiannya. Misalnya, bagian otak yang mengontrol sistem pendengaran sudah mulai berkembang sejak janin berusia 28 minggu. Sedangkan bagian otak yang mengatur sistem penglihatan baru berkembang setelah bayi lahir.

Laju perkembangan otak si kecil tidak secara langsung ditunjukkan oleh pertambahan volume otak. Namun, pada umumnya perkembangan otak dikaitkan dengan kecerdasan. Dan, kecerdasan itu sendiri seringkali dikaitkan dengan volume otak. Ukuran serta bentuk kepala dianggap dapat menggambarkan besarnya otak yang terdapat di dalamnya. Pada kenyataannya, ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seseorang, selain volume otaknya.

Sphingomyelin dan Proses Mielinasi

Sejumlah akson dari sel saraf dilindungi oleh suatu lapisan lemak yang dikenal sebagai mielin. Komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit sphingolipid lain (seperti cerebroside , sulfatide dan ganglioside ). Mielin yang melindungi sebuah akson bisa terdiri dari 100 lapisan.

Mielin bekerja sebagai insulator untuk impuls saraf. Zat ini juga mengontrol saltatory mode of conduction (penghantaran impuls yang berloncat-loncat) pada kecepatan tinggi melalui Nodes of Ranvier (akson yang tidak terlindungi mielin). Penghantaran impuls semacam ini adalah proses yang cepat. Dan, akson bermielin menghantarkan impuls 50 kali lebih cepat daripada akson tak bermielin yang paling cepat.

Dewasa ini telah dipelajari bahwa sphingomyelin , salah satu jenis fosfolipid yang terkandung dalam makanan dan ASI, memainkan peran penting dalam proses mielinasi sistem saraf pusat. Mielinasi sistem saraf pusat manusia dimulai ketika usia kehamilan 12-14 minggu pada bagian spinal cord, dan berlanjut hingga usia 30 tahun pada bagian cerebral cortex . Namun, perubahan paling cepat dan dramatis terjadi di antara pertengahan kehamilan dan diakhir tahun kedua setelah kelahiran.

Berbeda dengan jenis fosfolipid yang lain, sphingomyelin tidak mengandung gliserol, melainkan ceramide. Karena semua sphingolipid dibuat dari ceramide , maka sphingomyelin dapat diklasifikasikan juga sebagai sphingolipid (Jumpsen & Clandinin, 1995). Ceramide inilah selanjutnya yang akan membentuk cerebroside , yaitu suatu marker universal myelinasi (pembentukan mielin) di dalam otak, dengan bantuan enzim UDP galactosytransferase . Mielin sistem saraf pusat mempunyai kandungan cerebroside yang tinggi dibandingkan dengan jaringan lainnya.

Studi terkini menunjukkan bahwa aktivitas enzim serine palmitoyltransferse (SPT) meningkat secara bertahap dari minggu ketiga sebelum kelahiran ( prenatal ) hingga minggu ketiga setelah kelahiran ( postnatal ) pada sistem saraf pusat tikus. Ketika mielinasi mulai berlangsung pada periode tersebut, diyakini bahwa aktivitas SPT yang bertambah sedikit demi sedikit merupakan faktor utama yang terlibat di dalam mielinasi.

Oshida et.al. dalam tulisannya Effects of dietary sphingomyelin on central nervous system myelination in developing rats. Pediatr. Res 53: 589-593 (2003) memberikan hipotesis bahwa cerebroside di mielin sistem saraf pusat dari tikus yang sedang berkembang otaknya kemungkinan terutama diperoleh dari sphingomyelin yang terkandung di dalam susu, yang dapat diubah menjadi ceramide dan kemudian cerebroside . Selanjutnya, mereka membutktikan bahwa cerebroside di mielin sistem saraf pusat, terutama diperoleh dari sphingomyelin diet (asupan luar) dengan kondisi eksperimental aktivitas SPT yang rendah, sehingga sphingomyelin diet memainkan peran yang penting dalam mielinasi sistem saraf pusat.

Jadi, berbeda dengan AA dan DHA yang berperan dalam pertumbuhan membran sel saraf dan pengaturan neurotransmitter, sphingomyelin berperan dalam proses mielinasi akson untukk membantu kinerja sel saraf dalam transmisi impuls saraf. Menurut Dr. Arthur R. Jensen, ahli saraf dari Fakultas Ilmu Pendidikan Kedokteran di University of California, Amerika Serikat, kecepatan penghantaran pesan oleh sel-sel saraf seseorang merupakan salah satu faktor yang menunjukkan tingkat kecerdasannya.

Kebutuhan gizi

Bila melihat periode pacu tumbuh otak, maka sebagian besar percepatan tumbuh otak justru terjadi setelah si kecil lahir. Mulai saat itu, pemenuhan kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal (ASI eksklusif) sejak hari pertamanya hingga usia enam bulan. Perlu diketahui, komposisi zat gizi di dalam ASI demikian sempurna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai tahapan tumbuh kembang bayi, bahkan untuk bayi yang lahir prematur sekali pun.

Secara alami, ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut antara lain:

- Asam lemak esensial

ASI merupakan sumber asam lemak esensial (asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya dari luar tubuh) , yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat).

Perlu diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk trigeliserida (98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan kolesterol. Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari tahapan laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi. Selain itu, sebagian kecil lipid (lipid minor) berfungsi sebagai mikronutrien yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid sebagai mikronutrien terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.

Fosfolipid ASI merupakan sumber asam lemak tidak jenuh rantai panjang ( long chain polyunsaturated fatty acid , LCPUFA), terutama AA dan DHA. Kandungan fosfolipid ASI bervariasi sekitar 20-38 mg/100 ml, tergantung pada tahapan laktasi. Di dalam ASI, fosfolipid terdiri dari beberapa fraksi, berturut-turut dari yang paling dominan adalah: 1) sphingomyelin, 2) fosfatidylkolin, 3) fosfatidylethanolamin, 4) fosfatidylserin, dan 5) fosfatidylinositol.

Menurut Gopalan dalam tulisannya Essential FA in Maternal and Infant Nutrition In Symposium EFA and Human Nutrition and Health International Conference in Shanghai, Cina (2002), mengatakan LCPUFA merupakan komponen yang esensial selama periode perinatal, karena fetus dan bayi baru lahir tidak dapat mensintesis sejumlah AA dan DHA yang mencukupi dari prekursornya. Padahal, pada saat lahir dan masa awal kehidupan telah dihasilkan kurang lebih 6-10 ribu hubungan sinaps antar sel syaraf. Materi dasar untuk terbentuknya sinaps ini adalah adanya asam lemak esensial di dalam ASI. Oleh karena itu, perkembangan mental dan kecerdasan bergantung pada kecukupan suplai asam lemak esensial dan LCPUFA pada tahap-tahap krusial tersebut.

Apabila tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya, maka proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam otaknya akan berjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak.

Penelitian tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia dengan memakan waktu 21 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara dari penelitian ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of Pediatrics and Child Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizI yang terkandung di dalam ASI membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga terhindar dari serangan penyakit-penyakit infeksi.

Dengan demikian, proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedekatan dan hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang perkembangan kemampuan kognitif bayi. Sedangkan kadar DHA di dalam ASI yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, memungkinkan proses plastisitas (proses pembentukan hubungan baru di antara sel-sel saraf) berjalan dengan optimal. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan kecerdasan berbahasa yang baik serta IQ ( Intelegence Quotient ) yang tinggi.

- Protein

Komponen dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampaipesan ( neurotransmitter ). Di dalam ASI terkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.

- Vitamin B kompleks

Beberapa jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah ,vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak terpenuhi, maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak dan sistem saraf.

- Kholin

Senyawa ini merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut asetilkolin. Kholin juga merupakan bagian dari lesitin, yaitu suatu fosfolipid yang banyak terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.

- Yodium, zat besi, dan zat seng

Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan protein yang membantu proses tumbuh kembang otak). Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan mielin. Zat besi disimpan di dalam berbagai jaringan otak selama 12 bulan pertama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian darai sekitar 300 jenis enzim yang membantu pembelahan sel. Kekurangan zat seng di dalam otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder).

Agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama masa pemberian ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Ibu perlu menkonsumsi makanan-makanan yang kaya protein. Misalnya, ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu skim. Ibu juga perlu makan lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.

Jika selama masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan, persediaan zat-zat gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk memproduksi ASI. Akibatnya, selain kesehatan ibu terganggu, ASI-nya juga tidak akan cukup banyak. Kualitas ASI-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka waktu ibu untuk memproduksi ASI pun menjadi relatif singkat

sumber : ayahbunda-online.com

cLoudy
08-20-2007, 01:27 AM
Cermat Merawat Pusar

Tak perlu takut merawat tali pusar bayi baru lahir. Ikuti saja kiatnya berikut ini.

Apa, sih, istimewanya organ ini sehingga jadi momok ibu baru? Di masa janin, pusar si kecil berupa tali dan fungsinya sebagai saluran suplai bahan makanan dari plasenta, sekaligus menyalurkan sisa metabolisme dan eksresi janin.

Setelah lahir, pemotongan tali pusar bayi yang dilakukan oleh dokter biasanya menyisakan bagian sepanjang beberapa sentimeter, yang nantinya akan lepas dengan sendirinya. Biasanya, tali pusar lepas sekitar 10-21 hari setelah bayi lahir.

Selama tali pusar belum lepas, perlu dilakukan perawatan secara cermat agar tidak terjadi infeksi.

- Jaga kebersihan area pusar dan sekitarnya, serta upayakan selalu dalam keadaan kering.
- Gunakan kapas baru pada setiap basuhan.
- Agar tali pusar lebih cepat lepas, gunakan kain kasa pada bagian pusar yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup.
- Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin.
- Agar praktis, kenakan popok dan atasan dari bahan kaos yang longgar.
- Lakukan acara bersih-bersih ini 12 kali sehari.

Persiapkan Perlengkapan

Sebelum merawat pusar si kecil, siapkan dulu berbagai peralatan yang diperlukan.
- Bola-bola kapas yang lembut dan steril.
- Kain kasa yang bersih dan kering.
- Air matang yang dingin.
- Handuk lembut.
- Popok bersih.

Segera ke dokter!

Kunjungi dokter jika kulit di area sekitar pusar si kecil memerah dan panas seperti terbakar. Bisa jadi ada infeksi yang disebabkan jamur atau hal lain. Kalau penyebabnya memang benar-benar infeksi, biasanya akan diberikan sedikit betadine.

Konsultasi ilmiah: dr. IGAN Partiwi, Sp.A, IDAI Jaya, RS Bunda, Jakarta.

sumber - ayahbunda-online.com

cLoudy
08-20-2007, 01:30 AM
Merah-merah Si Ruam Popok

Diantara sejumlah gangguan kulit pada bayi, ruam popok adalah yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir.

Waspada bila kulit di sekitar bokong bayi meradang, berwarna kemerahan. Itu tandanya bayi terkena ruam popok. Biasanya, ruam kulit ini membuat si kecil merasa gatal.

Kenapa disebut ruam popok ( diaper rash )? Karena, gangguan kulit ini timbul di daerah yang tertutup popok, yaitu sekitar alat kelamin, bokong, serta pangkal paha bagian dalam.

Bila bayi Anda terkena ruam popok, penyembuhan akan terjadi dalam jangka waktu 2 minggu. Tapi, Anda sebaiknya pergi ke dokter bila ruam popok itu tampak semakin bertambah berat atau tidak membaik.

Banyak penyebabnya

Ternyata, penyebab ruam popok cukup banyak.

- Kulit bayi terpapar cukup lama dengan urin atau kotoran yang mengandung bahan amonia.

- Kulitnya terpapar dengan bahan kimia, sabun atau deterjen yang ada dalam diaper. Diaper yang terbuat dari bahan plastik atau karet dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

- Diare.

- Infeksi jamur.

- Susu formula memungkinkan bayi mengalami ruam popok lebih besar ketimbang ASI. Ini karena komposisi bahan kimia yang ada di urin atau kotorannya beda.

- Punya riwayat alergi.

Bisa dicegah

Sebenarnya, mudah saja untuk mencegah agar ruam popok tidak berani muncul. Di antaranya adalah:

- Bila menggunakan popok kain, sebaiknya dari bahan katun yang lembut.

- Jangan terlalu ketat memakakan diaper, agar kulit bayi tidak tergesek.

- Perhatikan daya tampung diaper. Bila sudah menggelembung atau menggantung, segera ganti dengan yang baru.

- Hindari pemakaian diaper yang terlalu sering (bahkan saat bepergian).

- Jangan ada sisa urine/kotoran saat membersihkan bayi, karena kulit yang tidak bersih sangat mudah mengalami ruam popok.

- Jangan menggunakan sabun bila kulit bayi yang tertutup diaper merah dan kasar.

Konsultasi ilmiah: dr. IG Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, RS Bunda, Jakarta.


sumber : ayahbunda-online.com

cLoudy
08-20-2007, 01:35 AM
Si 2 Tahun Tak Mau Berhenti Ngempeng

Empeng memang membantu Anda menenangkan anak. Namun empeng dapat berdampak negatif jika si kecil terlanjur tergantung menggunakannya.

Arsya menyesal membelikan Ario empeng ketika putranya masih bayi. Waktu itu, menurut mertuanya, empeng sangat efektif untuk membendung tangisan bayi. Arsya, yang kala itu termasuk ibu baru, memang cukup panik mendengar tangisan Ario yang bertubi-tubi.

Empeng yang dibelikannya itu kini seakan-akan melekat erat pada mulut anaknya, hingga kini Ario hampir berusia 2 tahun. Keengganan Ario melepas empeng kesayangannya membuat ibu muda ini panik. Bagaimana agar anak semata wayangnya ini mau melupakan empeng nya?

Ada untung ruginya

Dalam buku What to Expect The Toddler Years karangan Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff dan Sandee E. Hathaway, disebutkan mengenai perdebatan untung-rugi penggunaan empeng bagi anak. Beberapa penelitian menyebutkan, penggunaan empeng justru dianjurkan bagi bayi-bayi prematur maupun bayi-bayi yang kerap terserang kolik. Tujuannya, untuk menenangkan mereka.

Di sisi lain, penggunaan empeng dalam jangka panjang dapat merusak struktur mulut dan posisi gigi geligi bayi. Bahkan terkadang penggunaan empeng yang terlalu lama dapat menimbulkan masalah bagi kemampuan berbicara si kecil. Padahal, empeng merupakan alat yang sangat digemari para ibu untuk membantu menenangkan bayi-bayi mereka. Sehingga, tidak sedikit ibu yang membeli benda itu bagi buah hatinya. Apalagi, empeng maupun dot kini bentuknya dibuat sedemikian rupa disesuaikan struktur bentuk mulut anak. Namun, bagaimana sebaiknya?

Atasi jika berkelanjutan

Pada dasarnya pilihan untuk memakaikan empeng pada si kecil yang masih bayi sangat tergantung pada Anda. Bagaimana pandangan Anda terhadap pemakaian empeng ini pada anak, serta bentuk empeng seperti apa yang Anda pilihkan baginya.

Namun mendekati usia anak yang kedua, sebaiknya ia tidak tergantung lagi pada empeng. Jika si kecil terlanjur tergantung pada empeng dan Anda akan segera mengakhirinya, berikut ini beberapa cara yang dapat dicoba:

- Ketergantungan anak pada empeng karena perasaan cemasnya. Karena cemas, ia mencari pelampiasan dengan cara mengempeng. Karenanya, cobalah memberi perhatian dan cinta yang cukup bagi si kecil. Hal ini akan membuatnya merasa nyaman dan aman bersama Anda.

- Cobalah mengalihkan perhatian anak dari empeng. Misalnya, dengan mengajaknya menyanyi, bercerita, bercanda atau pun bermain ketika anak teringat empeng nya.

- Ketika anak merasa lapar atau lelah, ia biasanya mengatasinya dengan cara yang dikenal sebelumnya, yaitu mengempeng. Karenanya, hindari si kecil merasa lapar atau lelah.

- Tegakan disiplin dengan konsisten. Katakan dengan tegas pada anak bahwa ia sudah terlalu besar untuk memakai empeng. Negosiasikan kapan ia mau melepaskan empeng . Kemudian, cobalah konsisten terhadap waktu yang telah ditetapkan anak sendiri bersama Anda untuk tidak lagi mengempeng.

- Anda berkesempatan mendorong si kecil melepas empeng saat empeng nya sobek atau rusak dan sudah waktunya dibuang. Tegaskan bahwa Anda tidak membelikannya yang baru karena ia sudah cukup besar untuk terus menggunakan empeng . Jika cara ini yang dipakai, Anda harus siap menggantinya dengan perhatian Anda yang lebih besar. Atau, memberinya berbagai kegiatan agar si kecil cepat melupakan empeng nya.

cLoudy
08-20-2007, 01:37 AM
Tidak perlu risau bila si kecil harus memakai kacamata. Sebab, alat bantu ini justru akan membantunya beraktivitas. Jadi, pilihkan saja kacamata yang tepat untuknya.

Masa kanak-kanak adalah masa menyerap berbagai informasi. Dan, mata merupakan pintu informasi yang cukup penting peranannya. Terbayang kan apa jadinya bila mata si kecil bermasalah?

Bukan akhir segalanya

Memakai kacamata bukanlah akhir segalanya bagi si kecil. Ini merupakan masalah gangguan pembiasan (refraksi). Gangguan apa sih? Gangguan pembiasan membuat obyek yang ditangkap oleh mata terlihat tidak fokus alias buram. Keadaan inilah yang dikoreksi dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak.

Sebenarnya, ada berbagai jenis gangguan pembiasan. Dan, yang biasa dialami anak adalah kelainan mata minus (gangguan pembiasan rabun jauh) dan kelainan mata plus (gangguan pembiasan rabun dekat). Nggak susah kok untuk menebak gangguan mana yang diderita oleh si kecil. Karena, ada beberapa perilaku khas yang umum jadi pertanda. Apa itu?

Anak memiliki kelainan mata minus kalau menunjukkan perilaku berikut:

* Umumnya, jarak mata normal saat melihat gambar atau membaca buku sekitar 30 cm. Nah, anak yang mengalami gangguan ini biasanya akan mendekatkan matanya ke buku hingga jarak kurang dari 20 cm.

* Ketika nonton televisi, ia akan duduk dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bisa jadi berdiri di dekat layar televisi.

* Begitu melihat obyek yang jauh, ia akan memicingkan matanya sambil memiringkan kepala, seolah-olah berusaha mencari fokus yang jelas.

Sementara itu, hal yang bisa diamati pada anak dengan kelainan mata plus adalah:

* Begitu melihat gambar atau bacaan, anak akan menjauhkan matanya dari buku tersebut.

* Anak cepat mengeluh lelah dan merasa tidak nyaman ketika menggambar, menulis atau membaca.

* Terkadang mata anak mudah berair, merah, bahkan terasa gatal.

Beda-beda pemeriksaannya

Bila Anda mencurigai adanya gangguan pada penglihatannya, apalagi kalau si kecil sampai mengeluh, segera konsultasikan ke dokter. Tentu saja, pemeriksaan yang dilakukan dokter akan disesuaikan dengan usia dan kematangan anak. Berikut pemeriksaan yang umum dilakukan:

Pengukuran subyektif

* Bila anak masih sangat kecil dan belum mampu berbicara, dokter akan memperlihatkan gambar dengan bentuk dan warna yang menarik perhatian. Gambar itu kemudian digerak-gerakkan ke berbagai arah. Dari sini, dokter akan memperhatikan apakah pandangan anak mengikuti gerakan gambar itu atau tidak. Bila tidak, ini berarti ada kemungkinan terjadi gangguan pada penglihatannya.

* Untuk balita, pada awalnya dokter akan memperlihatkan gambar benda yang sudah sangat dikenal anak, seperti binatang, bentuk rumah, angka, atau huruf. Setelah itu, gambar tadi akan diperkecil dan diperkecil terus sampai batas maksimal anak bisa melihatnya dengan jelas. Dengan begitu, dokter akan tahu sejauh mana gangguan pembiasan yang dialaminya.

* Cara lain adalah dengan preferential looking test , yaitu menggunakan benda berbentuk silinder bergaris hitam yang diletakkan dalam posisi tegak dan dalam jarak tertentu. Lalu, secara bergantian benda ini diperlihatkan ke anak. Setiap kali diperlihatkan, jarak antar dua garis hitam diperkecil atau dipersempit. Bila penglihatannya tajam, anak tetap dapat melihat adanya dua garis yang jaraknya semakin berdekatan itu. Bila terjadi gangguan pembiasan, maka semua garis terlihat membaur menjadi satu.

Pengukuran obyektif

* Mata memiliki apa yang disebut sistem optik, yaitu terdiri dari kornea mata dan lensa yang bertugas membiaskan cahaya ke retina. Nah, baik tidaknya fungsi dari sistem optik ini akan diukur dengan autorefractometer (pemeriksaan yang dilakukan dengan alat komputer) .

* Pemeriksaan ini lebih obyektif untuk melihat minus atau plusnya mata si kecil.

Manakah yang terbaik? Kedua jenis pemeriksaan ini perlu dijalani si kecil karena akan saling melengkapi.

cLoudy
08-20-2007, 01:39 AM
Mengatasi Dehidrasi

Ada beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami bayi. Salah satunya, dehidrasi atau kekurangan cairan. Jadi, kenali gejala dan cara tepat mengatasinya.

Umumnya, balita mengalami dehidrasi karena kurang minum atau kurang banyak cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh mungilnya. Bisa jadi, ini akibat si kecil terlalu asyik bermain sehingga lupa untuk minum.

Kenali penyebabnya

Disamping kurang cairan, ada juga penyebab lain terjadinya dehidrasi pada si kecil.

- Flu atau pilek. Dehidrasi bisa terjadi pada saat si kecil sedang sakit flu atau pilek. Walaupun tidak muntah dan tidak sering pipis, dia akan tetap merasa lemas seperti orang kelaparan dan kehausan. Biasanya, hal ini terjadi karena dia menolak untuk makan atau minum.

- Kelelahan, s ekalipun ia tidak terlalu banyak bermain dan cukup tidur. Ini terjadi akibat banyaknya keringat atau energi yang keluar.

- Terinfeksi virus penyebab muntah dan diare. W alaupun si kecil tidak bolak-balik pipis, cukup tidur, dan tidak kelelahan bermain, dia bisa saja mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah dan diare yang dialaminya.

Berikan cairan

Tindakan utama yang harus Anda lakukan untuk mengatasi si kecil yang mengalami dehidrasi adalah sesegera mungkin mengganti cairan tubuhnya yang banyak keluar. Caranya, beri si kecil minum yang sebanyak-banyaknya.

Cairan yang Anda berikan dapat berupa air putih biasa, jus buah, es krim, atau bentuk cairan lainnya. Yang penting, berikan jenis cairan yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuhnya. Misalnya, kalau ia sedang pilek, jangan berikan es krim.

Kapan ia harus dibawa ke dokter? Bila si kecil diare dan muntah-muntah. Jika ia mengalami diare dan tetap memuntahkan cairan yang Anda berikan, maka tubuhnya akan tetap mengalami dehidrasi. Keadaan ini jelas tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Biasanya, dokter akan menggantikan cairan tubuh si kecil via infus.

Kiat menghindari

Mencegah memang selalu lebih baik dari mengobati. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya dehidrasi pada balita Anda.

- Biasakan si kecil untuk minum secara teratur setiap hari, terutama bila dia banyak beraktivitas. Cairan yang dikonsumsi sebaiknya diatur agar bervariasi.

- Anak harus minum air paling tidak 8 gelas sehari. Anda dapat memberinya dalam bentuk kombinasi aneka jenis cairan, seperti jus buah, buah segar, sup, dan lain-lain.

- Berilah minuman sebelum balita Anda mulai beraktivitas, seperti bermain di halaman.

- Tetaplah beri minuman pada si kecil, sekalipun dia tidak begitu haus.

cLoudy
08-20-2007, 01:40 AM
Benarkah fungsi otak untuk menganalisa dan memecahkan masalah baru sempurna saat seseorang menginjak dewasa? Studi terbaru menjawab dugaan para ahli yang selama ini keliru.

Selama ini para ahli yakin bahwa ledakan tumbuh kembang otak terjadi di tahun-tahun pertama usia anak dan menyurut secara terus-menerus jika hubungan antar neuron (sel-sel saraf otak) tidak digunakan. Studi terbaru membuktikan bahwa dugaan tersebut keliru.

Hingga usia dewasa awal (1940 tahun), kematangan otak manusia baru tercapai. Terutama, pada bagian korteks prefrontal, yang berfungsi sebagai pusat perencanaan ( planning ), mencari jalan keluar ( problem solving ), nalar, emosi, gerakan dan sebagian pusat bicara manusia. Itu artinya, masih ada banyak kesempatan yang mendukung tumbuh-kembang otak selama proses maturitas otak masih berjalan.

Berkembang pararel dengan evolusi otak

Studi yang dilakukan oleh peneliti gabungan dari National Health of Mental Health (NIMH) dan University of California, Los Angeles (UCLA) ini dilaporkan secara online dan resmi pada tanggal 17 Mei 2004 lalu. Studi ini dilakukan terhadap 13 anak dan remaja yang sehat, selama 15 tahun. Responden berusia antara 4 sampai 21 tahun.

Setiap anak di- scan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) setiap dua tahun sekali. Kerja korteks (bagian terbesar otak manusia) direkam dalam bentuk film tiga dimensi. Dalam rekaman, jaringan korteks otak yang sedang aktif bekerja berwarna abu-abu sehingga sering disebut sebagai gray matter (bagian abu-abu).

Rekaman kerja otak menunjukkan bahwa bagian abu-abu menjadi matang dan semakin aktif di usia yang tahapan perkembangan ( milestone ) kognitif dan fungsionalnya juga semakin matang. Sebagaimana tumbuh kembang manusia, maka korteks menjadi matang sejalan dengan tahapan perkembangan. Artinya, Urut-urutan maturasi otak umumnya terjadi secara paralel dengan evolusi otak mamalia, jelas Nitin Gogtay dan rekan-rekan dari NIHM dan UCLA.

Matang secara bertahap

Studi yang antara lain melibatkan Judith Rapoport dan Paul Thompson ini menemukan bahwa bagian otak yang pertama kali menjadi matang adalah bagian depan dan belakang, yang antara lain berfungsi memproses sensasi indrawi dan melakukan gerakan. Kemudian, diikuti oleh maturitas bagian otak yang berfungsi mengembangkan orientasi spasial dan bahasa. Sedangkan bagian otak dengan fungsi-fungsi yang lebih lanjut, seperti mengintegrasikan informasi dari berbagai indra, matang paling akhir.

Hasil studi ini sangat berarti bagi para ahli yang menangani gangguan fungsi dan tumbuh kembang otak, seperti autisme dan schizofrenia, yang juga diteliti Rapoport dan rekan.

Selain itu, perspektif baru tumbuh kembang otak ini, menyebabkan ahli perkembangan, pendidikan dan neuroscience memiliki wawasan baru dan perlu membuat pendekatan berbeda dalam memandang perkembangan kecerdasan dan tumbuh kembang manusia.

cLoudy
08-20-2007, 01:41 AM
Bila Tenggorokan Meradang

Penyakit ini kerap menyerang anak-anak. Dan ternyata, virus serta bakteri sama-sama jadi penyebabnya!

Apakah si kecil Anda sudah pernah terkena radang tenggorokan? Asal tahu saja, walau virus dan bakteri menimbulkan penyakit yang sama, gejala yang muncul berbeda, lho!

Antara virus dan bakteri

Sebagai biang keladi radang tenggorokan, ternyata virus dan bakteri punya satu kesamaan. Keduanya sama-sama menyebabkan suhu badan si kecil meningkat, sampai lebih dari 38 C. Meski begitu, gejala-gejala yang menyertainya sangat berbeda (lihat boks Gejala yang Berbeda).

Masalahnya, anak yang terlalu kecil biasanya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jadi, kitalah yang harus memperhatikan apakah ia mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau tidak. Dari sini, gejala-gejala lain umumnya akan ikut menyertai.

Menurut Ram Yogev, MD, dari Childrens Memorial Hospital, Chicago, Amerika Serikat, setiap tahunnya, jutaan anak mengunjungi dokter karena radang tenggorokan. Mayoritas radang tenggorokan terjadi akibat virus, bukan bakteri.

Sebagai catatan , penanganan radang tenggorokan akibat bakteri tetap harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi, yakni gangguan di bagian tubuh lain. Misalnya, di ginjal (nefritis), jantung (penyakit jantung rematik), dan sebagainya.

Asal tahu saja, bakteri yang jadi biang keladi radang tenggorokan, yakni Streptococcus grup A, biasanya tidak menyerang anak di bawah usia 3 tahun. Ini antara lain karena risiko mereka untuk terinfeksi bakteri lebih kecil ketimbang anak yang sudah sekolah.

Harus segera ditangani

Penanganan radang tenggorokan yang disebabkan virus dan bakteri memang agak beda. Kalau biang keladinya bakteri, biasanya si kecil dapat diobati dengan antibiotik jenis penisilin. Namun, bila ia alergi penisilin, dokter akan memberikan obat lain.

Sementara itu, bila penyebabnya adalah virus, si kecil akan sembuh dengan sendirinya. Ini karena daya tahan tubuhnya secara bertahap meningkat lagi. Makanya, anak harus cukup istirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Cuma, kalau ia terlihat agak mual karena terlalu banyak minum air putih, ganti saja dengan jus buah. Juga, kalau si kecil masih sulit menelan, berikan makanan yang agak lembut. Dalam kondisi ini, obat hanya diperlukan jika anak mengalami demam.

Satu hal lagi, bila sakit tenggorokan sudah berlangsung lebih dari 5 hari dan makin memburuk, atau muncul gejala lain (ruam di perut, dada, dan tangan, serta kaki berwarna merah dengan permukaan kasar), segera bawa anak ke dokter. Gejala tersebut menunjukkan anak menderita Scarlets fever. Bakteri Streptococcus memang dapat pula menyebabkan Scarlets fever pada sebagian anak. Walau begitu, gangguan ini tidak umum terjadi pada bayi.

Bisa dicegah

Radang tenggorokan dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Bila Anda sedang radang tenggorokan, misalnya, cegah jangan sampai menulari anggota keluarga lain, termasuk pula si kecil. Caranya, pakailah masker.

Juga, sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum memegang peralatan makan anak. Menjaga kebersihan memang merupakan cara ampuh memotong tali penularan penyakit ini. Selain itu, tingkatkan daya tahan tubuh sehingga baik si kecil maupun kita tidak mudah tertular.

cLoudy
08-20-2007, 01:42 AM
Jangankan mengunyah makanan, untuk minum pun, mulut pedih sekali! Ya, itulah salah satu gejala penyakit mulut, kaki dan tangan (MKT). Repotnya, penyakit ini amat mudah menular.

Karena tak terlalu membahayakan, penyakit ini memang sering terlewatkan begitu saja. Apalagi, gejalanya juga tak terlalu istimewa. Dan, entah mengapa, jumlah penderita penyakit ini biasanya meningkat pada musim pancaroba.

Cirinya: bintil-bintil berair

Umumnya, anak yang kurang sehat akan rewel, mogok makan dan minum, serta tubuh agak sumang (suhu tubuh agak naik). Namun, bila rewelnya berlanjut dengan bertambah sulitnya si kecil makan plus mulutnya sakit sampai keluar air liur (untuk menelan air liur saja perih, apalagi minum), maka Anda perlu ekstra hati-hati. Bisa jadi, si kecil bukan menderita sariawan biasa.

Menurut Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), staf pengajar dari Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Coba lihat, apakah ada bintil-bintil berisi air dalam mulut si kecil dan sebagian di antaranya mungkin sudah pecah. Kalau ada, ini adalah salah satu gejala dari penyakit MKT.

Memang, bintil-bintil berisi cairan merupakan salah satu gejala khas dari penyakit MKT atau hand, foot and mouth disease (HFMD) . Tapi jangan samakan ini dengan penyakit kuku dan mulut pada binatang ternak. Biar namanya mirip, tapi penyakit ini sama sekali berbeda dengan penyakit kuku dan mulut pada sapi misalnya!

Di Indonesia, kebanyakan virus penyebab penyakit MKT termasuk enterovirus yang dikenal sebagai virus coxsackie A16 atau enterovirus 71. Virus coxsackie adalah sejenis enterovirus yang hidup di usus halus. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, biasanya penyakit ini akan sembuh sendiri dalam waktu 57 hari, kata Prof. Sri.

Sekalipun begitu, ini bukan berarti Anda tak harus waspada. Sebab, bisa saja virus yang menyebabkan penyakit ini berbeda serotipe. Menurut National Center of Infectious Disease , Amerika Serikat, virus coxsackie yang masih sekeluarga dengan virus polio ini sangat mudah bermutasi alias berubah bentuk jadi serotipe yang berbeda.

Jangan sampai komplikasi

Sekalipun orang dewasa bisa juga tertular, penyakit MKT ini lebih sering tampak pada anak-anak di bawah usia 10 tahun, termasuk pula bayi.

Masalahnya, jika bintil berair itu ada di mulut si kecil, bisa dibayangkan betapa perihnya mulut yang tampaknya seperti sariawan itu. Untuk mengurangi rasa sakit tersebut, umumnya dokter memberi obat oles mulut, semacam obat untuk sariawan. Antibiotika tidak diperlukan, kecuali ada tambahan infeksi bakteri.

Juga, karena mulutnya perih, orang tua sangat khawatir karena anaknya tidak mau makan dan minum, jelas Prof. Sri Rezeki. Makanya, anak yang dirawat umumnya hanya diberi cairan infus sebagai pengganti makanan yang dibutuhkan tubuh. Uniknya, si kecil biasanya tidak kelihatan seperti anak sakit. Tak heran, kalau selama dalam perawatan, ia bisa mondar-mandir di kamar sambil membawa infus yang menempel di lengan.

Yang pasti, penyakit MKT ini jarang membahayakan penderitanya, kecuali kalau ada komplikasi. Walau begitu, kalau anak masih saja demam, mengantuk, lemas dan tidak bergairah, segeralah bawa ke dokter. Bisa jadi telah terjadi komplikasi. Kalau dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan virus bisa sampai ke jaringan otak dan menyebabkan ensefalitis (radang jaringan otak).

Kalau ini yang terjadi, akibatnya bisa fatal. Inilah yang dialami oleh murid sekolah dasar di Malaysia tahun 1997. Dari ratusan murid sekolah yang harus dirawat di rumah sakit, 26 orang di antaranya meninggal. Waktu itu, sekolah sampai harus diliburkan selama seminggu. Jika penyebab penyakit MKT ringan, sekolah tak perlu diliburkan kok, lanjutnya.

Jaga kebersihan

Yang benar-benar perlu diwaspadai adalah, penyakit ini sangat mudah menular. Proses penularannya bisa dari cairan yang keluar dari bintil-bintil di mulut, kaki dan tangan, bisa juga dari kotoran (tinja) si kecil. Anak yang terkena MKT (dengan bintil-bintil di tangan yang baru pecah) memegang mainan, lalu mainan itu dipegang oleh temannya. Dari sini, jelaslah bahwa si teman anak sudah tertular, ujar Prof. Sri.

Juga, karena menahan rasa sakit di mulut, anak-anak yang masih kecil tak jarang meneteskan air liur. Nah, air liur itu bisa saja menetes pada bajunya. Jika baju yang basah itu kemudian dipegang oleh orang lain, ya ikut-ikutan tertular juga.

Bagaimana penularan via kotoran? Gampang juga. Dari kotoran yang menempel pada diaper yang tak langsung dibuang, atau tangan pengasuh yang kurang bersih dicuci setelah membersihkan kotoran bayi. Tangan yang sudah tertempel virus itu berpotensi menularkan penyakit pada orang lain. Apalagi, bila ia harus pula menyediakan makanan atau memegang makanan, ujarnya lagi. Apa jalan keluarnya?

Jika bayi Anda terkena MKT, sebaiknya diaper yang kotor terkena tinja langsung dibuang dan dimusnahkan. Apalagi, virus yang tersimpan dalam tinja bisa bertahan lama. Juga, si pengasuh harus lebih memperhatikan kebersihan tangannya.

Lalu, jangan dikira jika si kecil yang sudah sembuh serta bintil berisi cairan di mulut dan tangan sudah hilang, tidak mungkin menularkan MKT lagi! Sekalipun sudah lewat 2 minggu, Anda harus tetap waspada. Tinja si kecil masih bisa menularkan virus itu.

cLoudy
08-20-2007, 04:59 PM
Sah-sah saja bila balita Anda menjalani pola makan vegetarian. Tapi tentu saja, ada banyak hal yang perlu diperhatikan.

Sebenarnya, menjalani pola makan vegetarian adalah pilihan hidup seseorang yang tak mau mengonsumsi daging-dagingan, termasuk di antaranya daging merah (sapi, kambing, dan sebagainya), unggas, serta ikan. Sebenarnya, apa saja alasannya?

Bisa jadi karena alasan agama, namun bisa juga karena memang memilih cara hidup yang seperti itu. Bagi orang dewasa yang notabene telah melewati masa pertumbuhan, menjadi vegetarian mungkin tidak terlalu menjadi masalah bagi kesehatannya. Pola makan vegetarian biasanya sangat tinggi kandungan zat besi, tapi rendah kolesterol dan lemak. Apa akibatnya? Dapat mengurangi risiko kegemukan, penyakit jantung, hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) dan diabetes tipe II. Tapi, bagaimana bila balita yang menjalaninya?

Boleh-boleh saja asal...

Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memang membutuhkan nutrisi lengkap agar dapat tumbuh kembang dengan optimal dan sehat. Bisa jadi, pada saat ini, masyarakat masih meragukan kondisi kesehatan si kecil bila ia ikut-ikutan jadi vegetarian. Benarkah pola makan seperti ini tidak aman baginya?

Menurut Dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), staf Sub Bagian Gizi dan Penyakit Metabolik Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Sebenarnya, tidak ada masalah! Karena, sampai usia 6 bulan, boleh dibilang bayi itu vegetarian karena hanya mengonsumsi ASI (Air Susu Ibu), PASI (Pendamping ASI) atau bubur tepung. Dia memang sama sekali belum makan daging-dagingan.

Kalau sudah begini, bolehkah ia tetap jadi vegetarian nantinya? Boleh-boleh saja, asal kombinasi makanannya disusun dengan benar. Yang pasti, makanannya harus mengandung 7 nutrisi lengkap, yaitu kalori, protein, vitamin B12, vitamin D, zat besi, kalsium, serta seng (lihat boks: 7 Jenis Nutrisi Lengkap Balita Vegetarian) . Jangan sampai pola makan vegetarian menyebabkan gangguan kesehatan anak serta defisiensi vitamin dan mineral akibat pola makan yang tidak terencana dan dikombinasikan dengan baik, tutur dr. Damayanti.

Tetap harus konsultasi ke ahlinya

Harus diakui, tidak mudah mengatur makanan anak vegetarian. Jadi, orang tua harus berkonsultasi ke ahli gizi atau dokter yang mendalami pola makan vegetarian ini. Apalagi, beda jenis vegetarian, beda pula susunan makanannya, lanjut dr. Damayanti. Bagaimana persisnya?

Vegetarian itu sendiri terbagi menjadi 5 jenis (lihat boks: Jenis-jenis Vegetarian). Jika si kecil menganut vegetarian jenis lakto ovo dan lakto yang masih boleh mengonsumsi susu dan telur, sebenarnya ini lebih baik, sebab kebutuhan asam amino esensialnyaakan terpenuhi. Asam amino esensial adalah 8 jenis zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan hanya bisa diperoleh dari makanan, yakni isoleusin, leusin, lisin, methionin, femialanin, threonin, triptofan, dan valin. Tubuh tidak bisa membuatnya sendiri, lanjutnya lagi.

Menurut Dokter Spesialis Anak Metabolik dari Wilhemina Childrens Hospital-Utrecht Medical Center , Belanda, ini, khusus vegetarian jenis vegan, ia harus mengonsumsi jenis-jenis makanan yang asam amino esensialnya saling melengkapi. Contohnya, padi-padian yang kaya methionin dengan biji-bijian yang kaya lisin dan triptofan. Rumit? Tidak juga. Misalnya, Anda bisa kombinasikan nasi dengan tahu atau perkedel jagung, dan sebagainya.

Sebenarnya, adakah perbedaan pertumbuhan anak-anak vegetarian dengan yang tidak? Sampai sekarang, di Indonesia, belum ada penelitian tentang anak-anak vegetarian. Namun, banyak penelitian di luar negeri yang menunjukkan, pertumbuhan anak-anak vegetarian baik-baik saja. Tidak ada perbedaan apapun, kecuali menjaga komposisi makanan anak yang vegan. Kenapa begitu? Penelitian-penelitian di luar negeri menunjukkan, anak-anak vegetarian jenis vegan ada yang perawakannya lebih pendek dibandingkan dengan anak yang lakto ovo. Ternyata, ini karena susunan makanannya tidak seimbang. Asam amino esensialnya tidak lengkap! Juga, kalori yang didapat dari lemak tidak mencukupi. Kalau begitu, seberapa banyak harusnya kandungan lemak dari nabati? Untuk ini, Anda harus rajin-rajin berkonsultasi ke ahlinya agar susunan makanannya tepat bagi pertumbuhannya. Jangan sekali-kali dianggap remeh, sambungnya.

cLoudy
08-20-2007, 05:00 PM
Cuaca buruk? Bukan alasan untuk bermalas-malasan. Malahan, ajak si kecil berolah tubuh di dalam rumah. Hati senang, tubuh pun berkeringat....

Sebenarnya, si 3-4 tahun sudah mengerti kalau Anda mengajaknya bercerita. Dan, alam merupakan salah satu obyek yang sangat menarik. Bingung cara memperkenalkan padanya? Bagaimana kalau Anda mencoba sesuatu yang benar-benar lain. Ajak saja ia meniru gerakan binatang dan pohon.

Manfaatnya banyak juga, lho!

1. Kenali dulu kemampuannya

Sebenarnya, melatih kelenturan otot dan koordinasi gerakan sudah dapat Anda lakukan sejak si kecil mulai merangkak. Bukan cuma itu. Dengan membiasakan si kecil untuk bergerak bebas, sangat mudah saja baginya untuk menirukan gerakan apapun.
Tentu saja, sebelumnya, Anda perlu tahu kemampuan si kecil dalam mengkoordinasi otot dan mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Setelah itu, barulah Anda memberi contoh gerakan yang kira-kira bisa dikuasainya.
Biar tidak susah, pilih saja gerakan yang mirip dengan gerak khas binatang atau tumbuhan tertentu. Misalnya, gerakan kucing marah. Cukup dengan merangkak, tarik perut ke dalam, jatuhkan kepala ke bawah, lalu lengkungkan punggung.
Agar si kecil makin senang, namai saja gerakan ciptaan Anda itu dengan nama yang lucu. Contohnya, selucu Tongki Bebek berjalan, tendangan Lala Keledai, dan sebagainya.

2. Pandai-pandailah berimajinasi

Dari gerakan meniru ala binatang dan pohon itu, sebenarnya Anda bisa merangkainya menjadi sebuah cerita. Misalnya, Suatu hari, si Tongki Bebek berjalan-jalan di kebun paman. Ajak si kecil menirukan cara bebek berjalan. Tiba-tiba, datanglah Lala Keledai yang marah-marah sambil menendang-nendang. Ubah posisi tubuh, lalu menendang-nendanglah seolah-olah keledai yang sedang marah. Bisa juga, Anda masukkan pula gerakan yang disukai anak dalam alur cerita itu. Pokoknya, berimajinasilah sebebas-bebasnya. Yang penting, gerakan-gerakan yang dilakukan harus cukup untuk melatih otot-otot si kecil.

Jangan heran kalau nantinya, tiba-tiba saja si kecil menciptakan jurus-jurus baru. Misalnya, ia terinspirasi untuk melompat-lompat seperti kodok setelah melihat binatang tersebut sedang bermain di taman. Atau, bukan tak mungkin, ia malah ingin mengarang cerita sendiri. Ini justru merupakan pertanda baik. Dia mulai tertarik berolah tubuh!

3. Tempat tak jadi soal

Senam bersama anak di rumah sebenarnya seru juga. Ruangan yang dibutuhkan tidak perlu luas-luas amat. Yang penting, cukup untuk Anda dan si kecil bergerak. Entah berguling, menendang, atau gerakan lainnya. Namun, jika rumah Anda agak mungil, gunakan saja ruang tamu atau ruang keluarga. Tentunya, singkirkan dulu perabotan yang mengganggu.
Agar si kecil nyaman, pakai alas, seperti matras atau karpet, boleh-boleh saja. Namun, kalau tidak ada, tidak apa-apa juga. Yang penting, lantai rumah harus cukup bersih.

Jadi, jika hujan turun dan Anda sedang berleha-leha, sementara anak ingin sekali bermain ke luar rumah, mengapa tidak jadikan senam bersama ini sebagai pilihan beraktivitas. Masalahnya adalah, sudah siapkah Anda?

cLoudy
08-20-2007, 05:02 PM
Integrasi Sensorik

Bagi anak-anak yang memiliki masalah dalam perilaku dan perkembangan, seperti autis atau hiperaktif, terapi integrasi sensorik bisa menjadi salah satu alternatif.

Di usia 2,5 tahun, Arsya (5 tahun) belum menunjukkan tanda-tanda berbicara layaknya anak seusianya. Kata ayah dan ibu saja tak kunjung keluar dari mulut mungilnya. Ia hanya bisa ber-u-u-u atau bu-bu-bu saja.

Menjelang usia 4 tahun, kemampuan bicaranya masih belum berubah. Ini berlangsung sampai Arsya akhirnya menjalani terapi sensory integration sesuai dengan rekomendasi seorang ahli.

Dan hasilnya luar biasa. Tak sampai setahun, ia sudah dapat merangkai kalimat. Bukan hanya itu. Kini, di usianya yang ke-5, kemampuan bicaranya berkembang dengan normal.

Apa itu integrasi sensorik?

Dalam bukunya Sensory Integration and the Child ( Western Psychological Services , 1994), dr. Jean Ayres , Ph.D , terapis anak dari Amerika Serikat, mendefinisikan integrasi sensorik atau sensory integration sebagai pengaturan input sensor. Apa artinya?

Untuk gampangnya begini. Setiap saat, si kecil akan menerima beragam input yang disampaikan ke otak melalui kelima pancainderanya. Nah, informasi tersebut bisa tak sengaja diperoleh (seperti suara-suara di sekitarnya) atau sengaja dicari (seperti membaca buku).

Tentu saja, otak tidak akan melahap mentah-mentah semua input yang masuk tadi. Makanya, otak akan memilah-milah dan menseleksi mana yang perlu diperhatikan dan mana yang perlu diabaikan. Kemudian, otak akan memutuskan apakah input tersebut akan direspons dalam sebuah reaksi, ataukah hanya disimpan dalam memori saja. Nah, untuk mengolah semua input yang masuk itu, diperlukan sebuah proses integrasi sensorik.

Terapi Penyembuhan

Bisa saja, proses integrasi sensorik seorang anak tidak bekerja dengan baik. Kalau otak tidak dapat memproses input dengan baik, maka otak juga tidak bisa mengatur perilaku si kecil secara efektif. Padahal, tanpa integrasi sensorik yang baik, proses belajar jadi sulit dan anak juga merasa tidak nyaman akan dirinya sendiri. Akibatnya si anak akan sulit beradaptasi terhadap tekanan-tekanan dan tuntutan-tuntutan dari luar.

Sebaliknya, bila ia mampu mengintegrasikan berbagai input dengan baik, maka otaknya dapat berkembang dengan baik pula. Hasilnya, ia akan menunjukkan tingkat perkembangan motorik, kognitif, emosi, dan sosialisasi sesuai usianya. Nah, terapi integrasi sensorik ini adalah cara ampuh untuk memulihkan kemampuan anak untuk mengintegrasikan sinyal yang ia terima dari dunia luar.

Yang harus dicatat adalah sebelum serta merta menggabungkan anak anda ke kelas terapi ini, Anda perlu konsultasi dulu ke dokter. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan :

- Tes khusus dan observasi terhadap respon anak antara lain terhadap stimulasi sensorik, keseimbangan dan postur tubuh.

- Wawancara dengan orang tua untuk mengetahui perkembangan anak dan perilaku anak sehari-hari.

Pada prinsipnya, dengan terapi ini anak disuruh melakukan serangkaian aktivitas dengan memakai alat-alat tertentu dibawah bimbingan seorang terapis. Semua alat-alat ini secara khusus dirancang untuk memberikan rangsangan pada lokasi-lokasi sensor.

Sekilas, bagi yang pertama kali melihatnya, terapi ini tampak seperti permainan saja. Misalnya, anak disuruh bermain lilin. Sebenarnya, aktivitas ini berfungsi untuk mengirim impuls taktil (perabaan) ke otak.

Setiap anak akan mendapat 1 jam terapi, baik kasus yang ringan maupun berat. Sedangkan durasinya tergantung dari kemampuan anak. Misalnya, jika anak takut bermain trampolin, ia tidak akan dipaksa. Hitungan waktu bukan suatu patokan dalam melakukan terapi, tapi hanya suatu stimulasi agar anak dapat melakukan terapi dengan baik dan bervariasi.

Tapi ingat, terapi ini tidak akan berhasil jika orang tua melepaskan anaknya begitu saja pada terapis. Artinya kerjasama antara orang tua dan terapis sangat diperlukan agar dicapai hasil yang optimal.

cLoudy
08-20-2007, 05:04 PM
Kebanyakan main games di komputer ternyata bisa menyebabkan kelelahan otot mata alias asthenopia. Kalau dibiarkan berlarut-larut, akibatnya bisa cukup serius.

Boleh dibilang, komputer sudah jadi salah satu bagian dari gaya hidup Anda, termasuk juga anak. Lihat saja, belum genap usia sekolah, ia sudah begitu piawai bermain games di komputer.

Nah, tersihirnya si kecil dalam waktu yang cukup lama di depan layar komputer mau tak mau ikut mempengaruhi otot-otot matanya. Bagi anak-anak, keadaan ini bisa menimbulkan berbagai keluhan yang mungkin tak pernah Anda duga sebelumnya, ujar dr. Rosdeni Arifin, Sp.M, Wakil Ketua Komite Medik, Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong.

Benarkah mata bisa lelah?

Sebenarnya, mata bekerja mirip kamera, yakni menangkap bayangan benda. Bayangan atau informasi gambar yang diterima oleh mata akan masuk melalui seperangkat kamera di mata, berupa kornea, pupil dan lensa yang transparan. Nah, organ-organ ini berhubungan erat kerjanya dengan otot-otot mata.

Masalahnya, untuk melihat dalam jarak dekat, seperti melihat layar komputer, perlu kerja ekstra dari lensa dan otot mata. Kerja ekstra apa sih?

- Lensa mata harus mencembung untuk mencari fokus benda yang akan dilihatnya .

- Kedua bola mata harus bekerja sama untuk menyatukan bayangan saat mata melihat obyek dalam jarak dekat. Apalagi, jika obyeknya cukup kecil.

- Menggerakkan bola mata ke arah bayangan yang datang, agar tampak jelas. Misalnya, untuk mengikuti games di komputer, bola mata si kecil harus bolak-balik ke kanan atau ke kiri.

Sebetulnya sejak lahir sampai usia setahun, mata bayi termasuk rabun dekat karena bayangan jatuh di belakang retina. Benda-benda dalam jarak dekat (kurang dari 30 cm) akan terlihat kurang jelas, jika otot matanya dalam keadaan relaks. Untuk melihat benda sedekat itu dengan jelas, mau tidak mau lensa dan otot-otot mata harus berusaha keras agar bayangan jatuh di retina. Kalau begitu, apa bahayanya?

Khusus balita, yang pada dasarnya masih rabun dekat secara fisiologis, mungkin tidak akan terasa apa-apa pada awalnya. Namun, bayangkan saja, jika otot matanya dipaksa untuk bekerja terus menerus selama berjam-jam di depan layar komputer akibat si kecil bermain games yang gerakannya sangat cepat danterus menerus, tutur dr. Rosdeni, Bagian Mata RSUD Cibinong.

Belum lagi, jarak antara mata dengan layar komputer biasanya cukup dekat. Kalau sudah begitu, lengkaplah sudah derita sang mata. Lelahnya makin menjadi-jadi.

Anak tak mampu mengatakan

Ketegangan yang ditimbulkan dalam permainan games di layar komputer, seringkali membuat anak-anak jarang berkedip. Jika permainannya seru, si kecil seolah-olah tersihir dan tenggelam dalam dunianya sendiri. Matanya jadi tak bosan-bosannya memelototi layar komputer.

Padahal nih, kedipan-kedipan mata punya arti tersendiri dalam pemeliharaan kesehatan mata. Bagaimana tidak? Mata kan dilindungi secara anatomis oleh berbagai bagian, seperti kelopak mata, alis serta bulu mata. Proses mengedip pun juga melindungi mata agar tidak mudah kering.

Memang, air mata berguna untuk membersihkan kotoran yang masuk ke mata, melumasi mata, melindungi mata (karena mengandung antibakteri dan antibodi), mengandung nutrisi (glukosa, elektrolit, dan enzim protein), serta sebagai media transportasi oksigen dan udara. Jika pasokan air mata kurang dan pelumasan mata menurun, apalagi dalam jangka lama, maka kesehatan mata pun terganggu. Sesekali sih mungkin masih tak terasa. Namun, lama kelamaan akan menimbulkan keluhan juga.

Nah, mata yang jarang mengedip akibat keasyikan memelototi layar komputer akan mengalami penguapan berlebihan. Lengkap sudah penderitaan mata si kecil kalau ruangan tempatnya mengutak-atik komputer itu ber-AC, penuh kepulan asap rokok, debu, dan sebagainya. Kok bisa begitu? Selain terasa kering, penglihatannya akan buram plus kemampuan melihat pun menurun. Padahal, anak kecil biasanya belum bisa bilang keluhan yang dirasakannya. Jika dibiarkan berlarut-larut, bisa terjadi gangguan penglihatan yang menetap, kata dr. Rosdeni.

Sering dianggap penyakit lain

Kelelahan kerja otot mata dan lensa mata memang bisa muncul dalam berbagai bentuk (untuk jelasnya, simak Inilah Beberapa Gejala Lelahnya Mata). Tak heran kan kalau gejala ini bisa disalahartikan dengan penyakit lainnya.

Memang, begitu si kecil mengeluh pusing, tengkuknya sakit dan mual, biasanya Anda langsung membawanya ke dokter anak. Setelah dirontgen kepalanya, ternyata kondisinya baik-baik saja. Namun, karena ia tetap pusing, mual, bahkan kadang-kadang muntah, barulah dokter menganjurkan agar ia diperiksa matanya. Ternyata, si anak menderita rabun dekat. Dan, rabun dekatnya itu diperparah dengan kebiasaannya bermain game dengan jarak layar yang teramat dekat dengan matanya, tutur dr. Rosdeni.

Adakah pengaruhnya bila menggunakan filter di depan layar komputer? Ternyata, cara ini tidak dapat sepenuhnya mencegah kelelahan otot mata. Penelitian di Amerika Serikat terhadap 25.000 pengguna komputer memang menunjukkan, filter tidak terlalu berpengaruh dalam mencegah kelelahan otot mata.

Jadi, bukan tak mungkin kalau si kecil yang sehari-harinya selalu terpaku di depan komputer bermain game suatu ketika akan mengeluh pusing, penglihatan tak jelas, mual-mual sampai pingsan. Bisa jadi, ia tidak menderita penyakit serius, melainkan terganggu akibat kebiasaannya berlama-lama di depan komputer. Memang sih komputer perlu dikenal anak sejak dini. Namun demi kesehatannya, sebaiknya diatur saja jam-jam bermainnya. Kalau tidak, matanya yang jadi korban. Lagi-lagi, semua ini tergantung Anda!

cLoudy
08-20-2007, 05:05 PM
Gangguan kesehatan ini seringkali timbul tanpa keluhan. Padahal, komplikasinya bisa berakibat fatal. Di sinilah pentingnya deteksi dini.

Hernia terjadi karena melemahnya otot dinding perut. Akibatnya, timbul benjolan atau sebagian isi dari perut keluar. Gangguan ini dapat terjadi pada semua umur. Tapi, faktor penyebabnya berbeda-beda.

Seringkali terabaikan

Pada bayi dan anak, hernia dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya. Meski begitu, yang umum dikeluhkan oleh para orang tua adalah:

* Hernia pada pusar (umbilikus)

Ketika si kecil berada dalam kandungan, ada bagian dinding perut yang terbuka di bawah pusarnya. Seharusnya, lubang tersebut tertutup setelah lahir. Namun, pada beberapa bayi, proses penutupan tidak berlangsung sempurna. Bila terjadi peningkatan tekanan dalam rongga perut, misalnya karena menangis, daerah sekitar pusar tampak membesar atau menonjol.

Catatan: Hernia ini terjadi pada sekitar 20% bayi baru lahir.

* Hernia pada lipatan paha

Hernia jenis ini lebih sering dialami oleh bayi/anak laki-laki. Ini antara lain karena saluran tempat turunnya buah pelir dari rongga perut ke kantung buah pelir pada sekitar 4% bayi laki-laki (dan lebih dari 30% bayi prematur) tetap terbuka saat lahir. Ukuran lubang cukup besar, sehingga sebagian usus bayi bisa turun mengikuti buah pelir membentuk benjolan (kurang-lebih sebesar ibu jari orang dewasa).

Catatan: Hernia lipatan paha sering dikira sebagai hidrokel (cairan di kantung buah pelir). Padahal, itu adalah dua hal yang berbeda. Hanya dokter yang bisa membedakan kedua hal ini.

* Hernia diafragmatik

Pada hernia yang terjadi di sekat rongga dada dan perut ini, sebagian usus (dan dapat disertai isi rongga perut lain) masuk ke dalam rongga dada. Akibatnya, bayi baru lahir sering langsung sesak dan biru. Bila ini yang terjadi, ia perlu penanganan segera oleh dokter.

Adanya benjolan di tempat-tempat tersebut seringkali terabaikan oleh para orang tua. Apalagi, bila si kecil tidak mengeluh atau merasa sakit. Kurangnya perhatian orang tua ini mungkin saja terjadi karena benjolan adakalanya hilang (misalnya ketika berbaring) dan timbul kembali (misalnya jika berdiri atau menangis).

Hati-hati, bisa terjadi komplikasi

Secara garis besar, hernia terdiri dari cincin, kantung dan isi hernia (misalnya usus atau jaringan penyangga usus)

Biasanya, bayi/anak yang mengalami hernia baru merasa sakit atau nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Bila tidak segera ditangani, jiwa si kecil mungkin saja terancam (lihat boks Bisa Berbahaya lho...).

Khusus hernia lipatan paha yang dapat keluar masuk sendiri (hilang-timbul), risiko untuk usus terjepit cincin hernia jadi lebih kecil ketimbang bila usus tersebut keluar saat si kecil batuk atau mengejan. Hernia bisa hilang timbul bila cincin hernianya relatif lebih longgar.

Cuma, bila usus yang terjepit, gejala yang timbul menyerupai gejala usus yang mengalami sumbatan. Misalnya, muntah, perut kembung, serta gangguan buang air besar. Jika tidak segera ditangani, jepitan cincin hernia bisa mengganggu aliran darah ke usus. Akibatnya, bisa terjadi kerusakan jaringan usus.

Makanya, begitu teraba atau terlihat ada benjolan di pusar atau lipatan paha si kecil, sebaiknya segera bawa ia ke dokter. Apalagi, bila benjolan tersebut tiba-tiba membesar, mengeras atau warnanya jadi gelap. Tindakan Anda ini bisa mencegah terjadinya komplikasi.

Benarkah harus operasi?

Saat pemeriksaan, dokter akan meraba isi hernia dengan ujung jarinya. Dengan begitu, ia bisa tahu apakah isi hernia masih bisa dimasukkan kembali ke tempatnya semula tanpa operasi atau tidak.

Pada bayi/anak, proses masuknya kembali isi hernia bisa terjadi secara spontan. Ini karena cincin hernia pada anak masih elastis, terutama bila lubang hernia pusarnya lebih kecil dari 1 cm. Umumnya, cincin hernia pada pusar yang tanpa komplikasi ini akan tertutup sendiri ketika ia berusia 12-18 bulan.

Jadi, si kecil tidak perlu dioperasi. Tutup saja lubang hernia dengan kain kasa yang diberi uang logam di dalamnya, lalu tempelkan di atas pusar. Operasi baru dilakukan bila ukuran lubang hernia si kecil sekitar 1,5 cm atau lebih. Pada kondisi seperti ini, lubang tidak mungkin menutup sendiri. Meski begitu, operasi bisa saja dilakukan secara terencana bila hernia tetap ada sampai anak memasuki usia sekolah.

Untuk hernia pada lipatan paha, operasi adalah terapi terbaik. Karena, pada hernia jenis ini risiko untuk terjadi jepitan jauh lebih besar. Operasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantung hernia. Biasanya, operasi dilakukan bila hernia menetap sampai si kecil berusia 3 bulan.

Usai operasi, orang tua sebaiknya tetap memantau kondisi si kecil. Sebab, hernia dapat kambuh lagi bila terjadi peningkatan tekanan di dalam perut. Misalnya, ia batuk hebat atau sembelit.

cLoudy
08-20-2007, 05:07 PM
Ingin pertumbuhan balita Anda optimal? Gampang saja kok. Dan, olahraga adalah salah satu sarananya. Cuma, pilihan jenis olahraga musti benar-benar pas.

Siapa sih yang akan menyangkal kalau olahraga penting bagi tubuh? Apalagi, dengan latihan yang teratur, kemampuan kerja jantung serta paru akan meningkat. Peredaran darah pun jadi lancar. Cuma ini saja?

Taklah. Olahraga juga bisa membuat sistem kerja organ tubuh bekerja secara optimal. Enggak heran, kalau orang yang rajin berolahraga sejak usia muda punya daya tahan tubuh yang kuat dan tidak mudah terpapar penyakit. Bagaimana dengan balita?

Ada manfaat khususnya

Bagi anak usia di bawah 5 tahun, olahraga memiliki manfaat yang lebih khusus lagi. Apa artinya? Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan dalam olahraga, seperti berlari, melompat, melempar, atau menendang, tidak semata-mata menyehatkan si kecil saja, akan tetapi merangsang pula pertumbuhan tulang-tulang serta otot-ototnya hingga optimal. Yang pasti nih, bukan hanya kekuatan tulang yang meningkat, namun juga kepadatan tulangnya. Semua ini memang sudah harus ditabung sejak masa bayi. Bagaimana dengan otot-ototnya? Kelenturan otot-otot si kecil bertambah juga.

Asal tahu saja, olahraga dapat membuat hormon-hormon dalam tubuh mungilnya bekerja dengan baik. Bahkan, dengan rajin berolahraga, si kecil bisa terhindar dari obesitas (kegemukan) plus penyakit yang biasa menyertainya. Misalnya, gangguan jantung atau diabetes melitus (penyakit gula atau kencing manis).

Ada lagi? Ada. Secara psikis, anak yang rajin berolahraga, apalagi bila dilakukan bersama-sama teman sebaya, mudah bersosialisasi, selalu ceria, bersikap positif, serta tidak mudah murung dan depresi.

Memang masih serba terbatas

Meski latihan olahraga dapat menunjang pertumbuhan si kecil, Anda perlu ekstra hati-hati plus jeli dalam memilihkan jenis olahraga untuknya. Kenapa sih?

Secara umum, kemampuan si kecil masih sangat terbatas, baik fisik (gerak motoriknya), psikis, dan kemampuannya berkomunikasi. Sementara Anda tentu saja tahu, bahwa kebanyakan jenis olahraga menuntut kemampuan gerak fisik dan kesiapan psikis yang mantap. Kalau sudah begini, apa jalan ke luarnya?

Pertama-tama, coba perhatikan dulu gerak-gerik si kecil di rumah. Berikut beberapa keterampilan yang umum dikuasai oleh balita:

* Usia 1-3 tahun

Anak usia ini baru mulai menguasai keterampilan berdiri, berjalan, dan berlari. Awalnya, ia berjalan agak sempoyongan dan tidak kenal arah. Ia belum tahu apa itu belok kiri atau belok kanan. Pokoknya, ia hanya bisa berjalan lurus sampai akhirnya tibalah di pelukan Anda. Secara perlahan, ia akan makin pintar berbelok. Cuma, ancang-ancangnya masih heboh. Untuk berbelok, ia harus membuat lingkaran yang lebar dulu.

Memasuki usia 3 tahun, barulah ia mampu membelokkan tubuhnya secara tiba-tiba ke kiri atau kanan ketika berjalan atau berlari. Ia juga sudah mulai bisa melompat dengan kedua kakinya, dan mendarat sambil sedikit membungkukkan badannya.

Masih ada lagi lho. Batita alias di bawah 3 tahun mulai gemar berlari, melempar dan menangkap, serta menendang. Umumnya, ia akan melempar dan menangkap bola dengan kedua tangannya. Hanya saja, saat menangkap, ia akan mendekapkan tangan serta bola ke dadanya. Ia memang belum piawai melempar dan menangkap dengan satu tangan. Dan, meski ia sering memamerkan kebolehannya dalam menendang, tendangannya belum terarah. Lebih banyak meleset ke sana sini.

* Usia 3 tahun

Si kecil baru mampu menerima dan mencerna instruksi yang sangat sederhana. Bila instruksi Anda terlalu rumit, ia malah tidak mengerti dan juga cepat bosan. Akhirnya, olahraga bukan lagi sesuatu yang fun . Rentang konsentrasinya juga masih pendek. Itu sebabnya, ia masih sulit diarahkan dan lebih suka bergerak semau-maunya.

* Menjelang usia 5 tahun

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan dan kekuatan tubuh serta kemampuan berkomunikasi, si kecil biasanya sudah lebih mampu menguasai dan mengendalikan gerak tubuhnya. Ia juga mulai bisa menerima dan lebih oke dalam mencerna instruksi. Ada tapinya nih. Bentuk instruksi harus tetap sederhana. Lalu, rentang konsentrasinya lumayan meningkat, hingga sekitar 5-10 menit.

Setelah melihat proses perkembangan kemampuan balita, barulah Anda bisa menentukan kira-kira jenis olahraga yang paling cocok untuknya. Tentu saja, ada rambu-rambu yang masih perlu ditaati

Bermain, bermain, dan bermain

Sebenarnya, tujuan berolahraga pada balita adalah merangsang perkembangan fisik dan kemampuan psikisnya secara menyeluruh. Intinya, si kecil bergerak, namun sekaligus jadi senang dan ceria. Jadi, usia ini baru merupakan tahap persiapan bagi si kecil untuk melakukan gerakan-gerakan dasar dari jenis olahraga yang sesungguhnya. Biasanya, anak baru piawai melakukannya dengan benar di usia 6 tahun ke atas.

Makanya, bentuk olahraga yang paling pas untuk balita adalah latihan gerak yang sesuai tahap kemampuannya serta (ini perlu jadi perhatian khusus) dilakukan sambil bermain. Kalau belum apa-apa, si kecil sudah dijejali dengan seabrek peraturan yang kaku atau gerakannya sulit sampai ia frustasi, bisa-bisa aktivitas ini langsung dicoret dari daftar rutinitasnya. Jadi, jangan minta anak untuk memukul bola kasti, misalnya, bila koordinasi antara gerak mata dan anggota tubuh lainnya belum kompak.

Untuk mudahnya, ajak si kecil berolah tubuh melalui tahapan berikut:

* Mulailah dari variasi gerak berjalan, seperti berjalan melingkar mengikuti irama lagu.

* Lanjutkan dengan variasi gerakan melompat. Misalnya, melompat hadap ke kiri, lalu hadap ke kanan.

* Setelah itu, barulah latih keseimbangan tubuh si kecil. Caranya, variasi gerak dari duduk lalu berdiri, berdiri dengan satu kaki dan tangan terentang, berjalan sambil berjinjit, atau telentang di lantai lalu berguling ke kiri dan kanan.

Sebagai catatan nih, bergerak sambil meniru flora atau fauna yang ada di alam sekitar, seperti pohon bergoyang diterpa angin, kepiting berjalan, atau bangau berdiri, biasanya jadi gerakan favorit si 3 tahun. Meski begitu, melompat seolah-olah ingin mengambil awan di langit, merangkak seperti kereta api masuk terowongan, memasukkan bola-bola kecil ke dalam keranjang, atau berlari sambil memindahkan bola juga sangat menarik minatnya.

Pada umur 5 tahun, biasanya si kecil mulai senang bermain lempar dan tangkap bola dengan teman, menendang bola ke arah gawang, serta bermain sepeda. Bahkan, beberapa anak usia ini punya keterampilan motorik serta keseimbangan yang sangat baik. Banyak pula yang jago sepatu roda atau berenang.

Bagaimanapun, proses perkembangan anak sangat bergantung pada faktor genetik plus rangsangan dari lingkungannya. Jadi, tak ada gunanya menetapkan target tertentu, apalagi sampai mengharapkan prestasi gemilang dari balita Anda. Juga, jangan sekali-kali membanding-bandingkan kemampuan si kecil dengan balita lain. Setiap anak itu unik. Biarkan ia terus mengejutkan Anda begitu mahir menguasai keterampilan tertentu

Perhatikan Rambu-rambunya

* Balita bukan miniatur dewasa . Jadi, berikan latihan yang sesuai kemampuan anak. Juga, meski usia sama, belum tentu kemampuan tiap anak sama.

* Tujuan utama berolahraga adalah melatih dan meningkatkan kemampuan motorik dasar , seperti merangkak, berjalan, melompat, berlari, berguling, melempar, dan menendang.

* Latihan dengan teratur . Meski begitu, ini bukan berarti Anda harus memaksa anak untuk berolahraga setiap hari. Harus ada waktu antaranya. Misalnya, seminggu 2 kali.

* Latihan harus terukur . Batasi waktunya. Perhatikan kekuatan balita. Jangan sampai ia terlalu lelah dan lemas setelahnya.

* Pemanasan di awal dan pendinginan di akhir latihan . Berikan gerakan-gerakan ringan untuk melemaskan otot, dari kepala hingga kaki. Dengan begitu, organ tubuh anak tetap terjaga. Biar lebih bersemangat, biarkan ia berolah tubuh sambil diiringi musik.

* Beri semangat dan pujian, ketika si kecil sedang berusaha melakukan suatu gerakan. Ini akan menambah kepercayaan dirinya.

cLoudy
08-20-2007, 05:10 PM
Tak Perlu Panik

Keracunan makanan yang tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal. Apa yang perlu diperhatikan?
Ketika anak keracunan makanan, jangan panik. Kalau Anda panik, kondisi anak malah bisa memburuk. Agar tidak salah bertindak, teliti dulu kondisi si kecil. Simak beberapa hal berikut yang sering jadi pertanyaan orang tua:

Apa saja gejalanya?

* Kram perut
* Demam
* Muntah-muntah
* Sering buang air besar yang bercampur darah, nanah, atau lendir.
* Merasa lemas dan menggigil.
* Kehilangan nafsu makan.

Catatan: Muntah-muntah dan buang air besar bisa jadi masalah serius pada bayi atau balita, karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Berapa lama gejala akan timbul?

Gejala keracunan makanan dapat terlihat sekitar 4-24 jam setelah si kecil terkontaminasi makanan yang beracun. Gejala ini bisa berlangsung sekitar 3-4 hari. Tapi bisa jadi lebih lama lagi, jika anak yang keracunan tak sengaja masih mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Catatan: Gejala akan lebih cepat terlihat pada anak kecil, karena tubuhnya lebih rentan. Misalnya, hanya 2 jam setelah ia mengonsumsi makanan yang terkontaminasi!

Tindakan pertama yang harus dilakukan

* Jika ia muntah-muntah dan sering buang air besar, periksa suhu tubuhnya. Siapa tahu ia juga demam.

* Periksa juga tinjanya. Apakah ada lendir atau darah?

* Baringkan si kecil dan jangan beri makanan yang harus dikunyah dulu. Sebagai gantinya, berikan oralit sedikit demi sedikit. Jika Anda tidak punya oralit, beri saja air yang dicampur dengan garam dan gula.

* Coba telusuri lagi apa yang menyebabkan anak keracunan.

Yang perlu jadi catatan penting

* Jika si kecil menolak minum cairan apa pun, coba berikan melon untuk dihisap-hisap. Atau, berikan saja buah tersebut dalam bentuk es mambo. Dengan begitu, tubuhnya tidak akan kekurangan cairan.

* Pada waktu pemulihan, berikan makanan yang mudah dicerna; seperti sup, yogurt atau jelly .

Catatan: Efek diare akibat keracunan ini biasanya berlangsung sekitar seminggu.

Kapan ke dokter?

* Jika ia muntah dan diare terus, sementara asupan cairan tidak bisa maksimal.

* Jika ia masih bisa dan mau minum, tetapi kondisinya tidak membaik dalam jangka waktu 12 jam. Ia masih saja diare dan demam.

Catatan: Jika dokter Anda tidak bisa segera menanganinya, cepat bawa si kecil ke UGD (Unit Gawat Darurat) rumah sakit terdekat. Bisa jadi, ia perlu diinfus.

Mungkinkah dicegah?

* Biasakan anak memperhatikan kebersihan tangan , sebab keracunan makanan sangat menular. Ia juga harus selalu mencuci bersih tangannya sehabis buang air besar.

* Jika Anda yang mengurus kotoran si kecil , Anda juga harus selalu mencuci tangan sampai bersih sehabis membersihkan tinjanya atau mengganti popoknya.

* Simpan makanan matang ke dalam kulkas . Kalaupun mau dihangatkan, pastikan panasnya merata. Karena, Salmonella (yang jadi biang keladi keracunan makanan) biasanya senang dan tumbuh subur di makanan yang hangat. Tapi, bakteri ini akan mati pada temperatur yang tinggi.

* Masaklah makanan sampai benar-benar matang. Artinya, matangnya harus merata ke dalam bahan makanan.

Adakah kiatnya seputar memilih makanan?

* Ketika membeli makanan dalam kemasan , perhatikan kaleng atau tutupnya. Apakah masih mulus ataukah sudah terbuka? Apakah kalengnya agak menggelembung atau tidak? Jangan sekali-kali memilih makanan yang kemasannya cacat atau kalengnya menggelembung. Bisa jadi, makanan tersebut sudah terkontaminasi bakteri.

* Belilah daging dan makanan hasil laut di tempat yang dapat dipertanggungjawabkan kebersihannya.

* Jangan biarkan si kecil makan daging mentah. Daging yang sama sekali tidak diolah merupakan sasaran empuk bakteri penyebab keracunan makanan.

* Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Dikhawatirkan, madu mengandung bakteri Clostridium botullinum yang dapat menyebabkan si kecil keracunan.

Ini juga Perlu Diperhatikan!

Ketika anak mengalami keracunan makanan:

* Letakkan baskom atau ember di dekat si kecil untuk wadah muntahannya.

* Jika anak demam, kompres dahi atau ketiaknya dengan handuk basah.

* Berikan air matang untuk kumur-kumur, serta air minum hangat untuk membersihkan bekas muntah dari mulutnya.

* Periksa kembali apa yang dimakan oleh si kecil selama 24 jam sebelum gejala keracunan ini muncul. Buang saja makanan, seperti daging, ikan, hasil olahan susu maupun makanan matang lainnya, yang diperkirakan jadi biang keladi keracunan.

cLoudy
08-20-2007, 05:11 PM
Usai berlibur, si kecil malah jatuh sakit? Wah, capeknya jadi berlipat ganda. Tapi, selalu ada cara untuk mencegahnya.

Liburan keluarga yang sudah jauh-jauh hari Anda persiapkan itu bisa jadi berakhir dengan sesuatu yang tak menyenangkan. Sesampai di rumah si kecil sakit misalnya. Kalau ini terjadi, bukan tak mungkin indahnya liburan itu jadi porak poranda.

Liburan memang dimaksudkan untuk refreshing bagi seluruh keluarga. Tapi tak bisa dipungkiri rasa excitement Anda bisa membuat Anda lalai akan hal-hal kecil yang bisa mendatangkan kerepotan bahkan bencana di saat libur atau setelah kembali ke rumah. Untuk menghindari hal itu ada sejumlah hal yang perlu Anda lakukan.

Cermat dalam persiapan

Sebelum pergi sebaiknya Anda sudah mulai ancang-ancang dengan cara memperkokoh daya tahan si kecil. Jangan sampai ia jatuh sakit sebelum berlibur . Anda tak ingin rencana Anda batal bukan? Perhatikanlah hal-hal kecil seperti ini:

- Beri gizi ekstra . Mungkin makanan sehari-hari si kecil sudah cukup bergizi. Tapi ada baiknya sekitar 2 minggu sebelum berangkat, Anda memberinya gizi ekstra. Misalnya tambahkan porsi buah atau jusnya, perbanyak hidangan berprotein tinggi. Beri camilan yang mutu gizinya baik, seperti puding atau roti isi.

- Jika perlu, minum vitamin. Jangan lalai untuk memberinya vitamin secara teratur setiap hari sbelum pergi berlibur. Jika perlu konsultasikan dengan dokter anak Anda vitamin apa yang sebaiknya diberikan untuk kondisi ini.

- Istirahat yang cukup . Perhatikan lagi jadwal istirahatnya. Meski ia tetap perlu aktif, tapi hindari kegiatan yang terlalu menguras tenaga seperti berlari-lari atau main sepeda berlebihan.

Empat momok yang mengintai

Saat libur biasanya anak-anak pergi kesana kemari dan melakukan banyak kegiatan. Apalagi bila Anda berlibur bersama keluarga besar dimana si kecil memiliki banyak saudara sebaya. Belum lagi adanya perbedaan lingkungan dan kebiasaan antara rumah dengan tempat berlibur. Misalnya anak yang jarang melakukan aktivitas outdoor , jadi keasyikan bermain dan mengeksplor lingkungan saat liburan.

Jadi tak mengherankan bila ada beberapa gangguan yang lazim menyertai anak-anak saat pulang berlibur. A da 4 penyakit yang banyak menyerang anak-anak pasca libur yaitu :

- Gangguan saluran pernapasan, seperti batuk-pilek dan asma.

Ini kareana anak terlalu lama terpapar angin dan udara dingin. Bagi yang berbakat asma, udara dingin bisa mencetuskan asma. Di dataran tinggi yang bersuhu dingin atau daerah yang berangin sebaiknya si kecil dipakaikan baju hangat atau jaket.

- Sunburn atau kulit terbakar sinar matahari. Terlalu lama terpapar sinar matahari. Misalnya di pantai atau di kolam renang. Untuk mencegahnya, oleskan tabir surya di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian sebelum melakukan kegiatan outdoor.

- Diare.

Terkontaminasi bakteri akibat mengonsumsi makanan yang tidak atau kurang higienis. Jangan jajan sembarangan dan makanlah secara teratur. Jika ingin jajan, pergilah ke rumah makan yang sanitasinya terjamin.

- Gigitan serangga. Gigitan serangga bisa menimbulkan peradangan di kulit seperti merah-merah dan bentol-bentol. Oleskan cairan penangkal gigitan serangga ( insect repellant ) jika pergi ke daerah panas atau tempat yang rimbun penuh pepohonan.

Memperkecil risiko

Agar daya tahan tubuh si kecil tetap kuat dan pulang tetap sehat wal afiat, perhatikanlah tiga hal ini :

- Makan teratur. Usahakan tetap menerapkan kebiasan makan yang Anda lakukan sehari-hari.

- Perhatikan apakah makanan-makanan yang dikonsumsi Anda sekeluarga terjaga kebersihannya. Bekal siap jadi yang dibawa dari rumah akan sangat membantu

- Biasakan si kecil banyak minum air putih atau jus buah (agar tidak dehidrasi) serta makan makanan berserat (biar tidak sembelit).

- Dalam aneka kegiatan liburan yang mengasyikkan tetaplah upayakan anak untuk beristirahat. Jangan biarkan ia keasyikan bermain dan lupa tidur siang.

- Cuci tangan sebelum makan. Jika tidak ada air bersih, siapkan saja hand sanitizer (gel atau cairan disinfektan pembersih tangan) yang sekarang ini banyak dijual di pasaran.

cLoudy
08-20-2007, 05:13 PM
Umumnya, sunat hanya dikenal di kalangan umat beragama Islam dan Yahudi. Adakah manfaat lain, disamping sekadar sebagai ritual agama?

Dalam agama Islam, sunat (disebut juga khitan atau sirkumsisi) merupakan kebiasaan yang merupakan kelanjutan dari millah atau ajaran Nabi Ibrahim a.s. Kala itu, Nabi Ibrahim a.s. (80 tahun) disunat dengan alat yang disebut qadum . Sebenarnya, kapan usia yang tepat untuk disunat?

Tak dibatasi usia

Sesungguhnya, tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Ketika bersunat, kulup yang menutupi jalan ke luar urin dibuang, sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil. Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.

Memang, sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Jadi, di masa tuanya kelak, ia jadi lebih mudah merawatnya. Dan, yang paling menarik, selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki. Ia akan terhindar dari ejakulasi dini!

Meski ada seabrek manfaat sunat bagi kesehatan, para ahli di American Academy of Pediatric sejak tahun 1975 menyatakan, secara medis, tidak ada keharusan bagi bayi laki-laki yang baru lahir untuk bersunat, kecuali bila ada indikasi khusus. Misalnya, ia menderita fimosis . Begitu juga, jika bayi atau si kecil yang berusia di bawah lima tahun menderita infeksi saluran kemih.

Sebagai catatan, kelainan pada kulup penis, khususnya fimosis, biasanya dialami oleh satu dari 20 bayi laki-laki. Makanya, ia sudah bisa disunat sebelum usia dua bulan. Namun, dalam tradisi agama Islam disebutkan, anak laki-laki yang sehat harus disunat begitu menginjak usia akil balik, yakni setelah mimpi basah. Umumnya, ini terjadi ketika ia berusia lebih dari 10 tahun.

Mau cara apa?

Di dalam dunia kedokteran, inilah langkah yang dilakukan ketika menyunat si kecil, yakni:

* Mengiris kulit di bagian punggung penis (dorsumsisi). Ini dilakukan untuk mengeluarkan ujung bagian dalam penis.

* Mengiris kulit kulup yang mengelilingi penis (sirkumsisi). Dengan begitu, penis jadi terbuka.

* Dokter akan menjahit luka irisan tersebut agar penyembuhannya berlangsung cepat dan tidak timbul komplikasi.

Selain cara klasik di atas, masih ada banyak cara untuk menyunat si kecil. Di antaranya adalah:

* Cara kuno

Cara bersunat tradisional dengan menggunakan sebilah bambu tajam. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut.

Catatan: Cara ini mengandung risiko berupa terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan steril.

* Metode cincin

Dicetuskan oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta , dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001. Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya.

Catatan: Proses sunat itu sendiri cukup singkat, sekitar 3-5 menit.

* Metode mangkuk

Lebih cocok dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulup lebih kecil dari ukuran normal.

Catatan: Bila terjadi perdarahan, luka bekas kulup yang dipotong akan dijahit.

* Metode lonceng

Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat.

Catatan: Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.

* Dengan laser CO2

Ini merupakan metode sunat paling canggih yang berhasil dikembangkan hingga saat ini. (Untuk jelasnya, lihat boks Laser CO2, Teknologi Tercanggih Sunat).

Apapun cara yang Anda pilih, baik atau buruknya hasil ditentukan oleh kemahiran si pelaku dalam menggunakan alat atau metode tersebut. Jadi, banyak-banyaklah mencari info seputar hal ini.

cLoudy
08-20-2007, 05:14 PM
Anak pun bisa mengalami sulit tidur. Keadaan ini perlu ditangani segera agar ia bisa konsentrasi bermain dan belajar.

Si kecil susah sekali diajak tidur? Anda berharap ia tidur malam paling lambat pukul 20.30 dan bangun setelah Anda terjaga. Namun harapan itu seringkali terlalu ideal.

Lihat saja Nadia. Menjelang tengah malam, pukul 23.00, gadis cilik berusia lima tahun itu masih saja asyik bermain. Padahal Vita, sang ibu, sudah lelah dan tak henti menguap karena kantuk menyerang setelah melewati hari kerja yang demikian padat.

Jangan dikira hanya orang dewasa yang punya masalah sulit tidur. Anak-anak pun mengalami. Padahal kekurangan tidur bisa merembet ke berbagai hal yang merugikan si kecil.

Anak dan gangguan tidur

Penelitian menunjukkan hampir 25% anak-anak sejak usia prasekolah mengalami masalah tidur. Di Rhode Island, Amerika Serikat, sepertiga dari jumlah anak TK hingga kelas empat SD mengalami setidaknya satu gangguan tidur.

Keadaan tersebut tentu bisa bikin runyam. Bukankah esok harinya anak-anak itu harus bangun pagi dan bersekolah? Jangan tanya sulitnya membangunkan si kecil dari tidurnya. Bukan itu saja, masalah kurang tidur tak hanya menyebabkan anak terlambat masuk sekolah, tapi bisa mengganggu perkembangannya, baik ketika belajar maupun bermain.

Ada bermacam gangguan tidur pada anak; seperti mimpi buruk, terjaga mendadak di tengah malam dan, tentunya, sulit tidur. Diperkirakan 3040% dari masalah-masalah itu berkait erat dengan keseharian si kecil.

Anak yang tidur pada waktu yang tidak konsisten seringkali mengalaminya. Selain itu, hal-hal seperti anak mengharapkan orang tua tetap menemaninya meski lampu kamar sudah dimatikan atau tidur di mobil bisa mengganggu kenyamanan tidur si kecil.

Sulit menahan kantuk

Kurang tidur berdampak buruk pada anak. Pada pagi dan siang hari si kecil mengalami kesulitan menahan kantuk. Kenyataan ini ditemukan oleh para peneliti gangguan tidur pada anak. Tim yang dipimpin Dr. Judith Owens ini mengungkapkan bahwa kesulitan ini lebih banyak ditemukan pada anak usia 4 - 5 tahun.

Fakta ini didukung penelitian yang dilakukan para psikolog di Universitas Tel Aviv. Anak-anak yang tidur lebih sedikit dari biasanya kurang konsentrasi ketika bermain komputer. Sebaliknya, mereka yang tidur lebih lama, lebih sigap dan lebih mudah mengingat.

Bila si lima tahun sulit tidur, Anda tak perlu terlalu cemas. Ada berbagai cara memperbaiki gangguan tidur si kecil. Upayakan agar anak punya rutinitas yang mengantarnya tidur, seperti membersihkan kaki dan tangan, menggosok gigi, dan dibacakan cerita. Rutinitas sangat penting untuk membantu mengatur jam biologis anak.

cLoudy
08-20-2007, 05:17 PM
Jika si kecil Anda dipuji orang karena gendut dan lucu, jangan bangga dan gembira. Anda justru harus waspada. Mengapa?

Mulai hari ini, buanglah jauh-jauh anggapan anak gemuk itu lucu dan sehat. Persepsi ini salah. Jika ia nampak lucu, mungkin itu benar. Tapi kegemukan adalah masalah kesehatan. Kalaupun jika tidak terjadi sekarang, kemungkinan besar tidak lama lagi gangguan akan menimpa si anak lucu itu. Pendeknya, lebih dari usia satu tahun, bobot anak yang berlebih menyimpan masalah kesehatan di kemudian hari.

Menurut wawancara dengan beberapa dokter yang pernah mengadakan survei di beberapa sekolah dasar di Jakarta, ternyata jumlah obesitas anak di Indonesia tidak lah sedikit. Angkanya berkisar antara 10-30%.

Kenapa bisa kegemukan?

Pada dasarnya, kegemukan (obesitas) terjadi karena ketidakseimbangan antara masuk dan keluarnya energi. Akibatnya, terjadilah kelebihan energi, yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak, demikian penjelasan Dr. dr. Damayanti Sjarif, Sp.A(K) dari Divisi Gizi dan Penyakit Metabolik, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Sembilan puluh persen kegemukan adalah akibat makan belebihan. Ini disebut kegemukan primer. Sepuluh persen sisanya kegemukan karena penyakit atau gangguan hormonal atau gangguan yang diturunkan. Mereka ini masuk kelompok kegemukan sekunder.

Sebenarnya, kegemukan primer dapat dikendalikan. Kuncinya, waspada sejak dini. Apalagi, kegemukan jenis ini biasanya terjadi akibat interaksi berbagai faktor, yang dikelompokkan jadi faktor genetik dan lingkungan.

Faktor genetik, berarti sudah bawaan si anak. Dari penelitian terbukti, jika kedua orang tua menderita kegemukan, sekitar 80% anaknya akan kegemukan. Bila hanya salah satu orang tua yang kegemukan, risikonya jadi 40%. Kalau keduanya tidak kegemukan, risikonya turun lagi tinggal 14%, jelas Dr. Damayanti, yang juga seorang pakar gangguan metabolisme pada anak.

Sementara faktor lingkungan yang ikut berperan besar adalah faktor nutrisi, mulai dari jenis makanan sampai perilaku makan yang berlebihan -- baik porsi maupun frekuensinya. Tentunya, aktivitas fisik yang kurang, akibat obat (steroid), atau faktor gaya hidup juga amat berpengaruh.

Ancaman tak terasa

Memang, anjuran agar dampak kegemukan dievaluasi sejak dini bukannya tanpa dasar. Dari penelitian Angulo A & Lindor KD (2001), 40% anak kegemukan yang diperiksa melalui skrining USG hati ternyata mengalami gangguan penyakit hati (NASH atau Non Alcoholic Steatohepatitis ) yang dapat berlanjut jadi pengerutan jaringan hati, bahkan kanker hati. Penurunan berat badan diduga akan menormalkan kadar enzim hati dan juga ukuran hati.

Tak hanya itu. Penyumbatan atau gangguan saluran pernapasan ketika tidur juga sering dialami si bongsor. Gejalanya mulai dari mengompol sampai mengorok. Ia juga bisa mengalami gangguan saluran pernapasan, akibat adanya penebalan jaringan lemak di tenggorokan, yang seringkali diperberat oleh pembesaran jaringan amandel.

Penyumbatan saluran napas di malam hari yang terus-menerus ini menyebabkan si kecil tidur gelisah serta menurunkan asupan oksigen ke tubuhnya. Akibatnya, ia akan mengantuk dan tampak lelah besoknya. Kalau sudah begini, ia akan merasa tidak nyaman. Dan akan susah bagi si kecil untuk bertingkah lucu atau menggemaskan kalau keadaannya seperti itu, bukan?

Gejala-gejala ini umumnya berkurang seiring dengan penurunan berat badan. Atau, gejala menurun setelah dilakukan operasi amandel serta pemakaian CPAP ( Continuous Positive Airway Pressure ). CPAP adalah alat bantu untuk menguatkan tekanan udara ketika bernapas. Dengan begitu, saluran pernapasan si kecil bisa terbuka.

Jika kegemukan terus berlanjut sampai mereka besar, berbagai risiko yang mengancam makin dekat dengan kenyataan. Ahli obesitas dari Yale University, Kelly D. Brownell, Ph.D, berkomentar, Anak Amerika zaman sekarang bisa diperkirakan akan jadi generasi pertama yang punya usia lebih pendek daripada generasi orang tuanya. Kemungkinan ini terlihat dari berbagai risiko penyakit yang lebih mudah hinggap pada anak-anak yang kegemukan.

Mungkin cuma efek akordeon

Karena kegemukan adalah ancaman tersembunyi, maka pertambahan berat badan si kecil harus benar-benar diperhatikan. Sangat gampang untuk mengetahui apakah si kecil kegemukan atau tidak. Gejalanya juga bisa dilihat secara kasat mata (lihat boks Inilah Anatomi si Gemuk).

Hanya saja, umumnya secara alamiah anak-anak terlihat gemuk pada usia perkembangannya, namun jadi kurus lagi pada usia tertentu. Seperti efek akordeon, begitu Robert Murray, MD, Direktur dari Center for Nutrition and Wellness di Childrens Hospital, Colombus, Ohio, Amerika Serikat, mengistilahkannya.

Jadi, Anda boleh saja senang dengan pipi gembil, lucu dan tubuh gemuk si kecil paling tidak sampai tahun pertama usianya saja. Setelah itu, IMT (Indeks Massa Tubuh) secara bertahap akan menurun sampai ia berusia 5-6 tahun.

Usia sekitar 56 tahun adalah titik balik kegemukan. Setelah itu, secara bertahap si kecil akan agak berisi lagi sampai memasuki masa remaja awal (sekitar 10 tahunan). Lalu, ia cenderung kurus kembali ketika pertambahan tingginya mulai pesat. Yaitu, pada anak perempuan sekitar usia 12-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki kira-kira usia 14-15 tahun.

Sekalipun begitu, beberapa penelitian menunjukkan, semakin dini si kecil mencapai titik balik kegemukan, semakin besar kecenderungannya mengalami kegemukan di kemudian hari. Penyebabnya memang belum diketahui. Namun, ada penelitian lain yang juga mendukung. Bila si kecil cenderung mengalami kegemukan pada usia 5 tahun, maka ia berisiko tinggi untuk kegemukan pada usia 10 tahun kelak.

Segeralah bertindak!

Anda, sebagai orang tua, bisa berperan besar dalam menjaga kesehatan buah hati tercinta. Caranya?

Pertama-tama, atur pola makan si kecil. Ini berarti, pilihan menu makanan si kecil harus sehat dengan zat-zat gizi yang seimbang. Juga, jumlah makanannya mesti pas. Tidak terlalu banyak, namun tidak juga terlalu sedikit porsinya. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk si balita Anda, tetapi juga seluruh keluarga.

Cara lain adalah meluangkan waktu untuk mengajak si kecil lebih banyak beraktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, energi yang keluar diharapkan bisa seimbang dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi.

Sebenarnya, pencegahan kegemukan bisa dimulai dari pemberian ASI secara eksklusif. Sebab, pemberian ASI tidak akan membuat intake susu si kecil berlebihan. Sementara itu, jika balita diberi susu formula, orang tua cenderung memaksanya menghabiskan semua susu yang sudah ada dalam botol.
Jadi, jangan tunggu lama-lama, jika Anda atau suami sudah kegemukan plus banyak yang memuji betapa gemuknya si buah hati Anda. Takut balita Anda keburu kegemukan. Segera bertindak ya!

Jumlah Kasus

Di Indonesia, angka kejadian kegemukan di beberapa SD di Jakarta menunjukkan angka antara 1030%.

Para Dokter sangat menganjurkan pencegahan ataupun penanganan dini. Asal tahu, tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa ditemukan pada sekitar 20-30% anak yang kegemukan. Karena itu segera ukur berat badan anak Anda.

Beberapa Risiko

- Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti pembesaran jantung atau peningkatan tekanan darah.
- Gangguan metabolisme glukosa. Misalnya, intoleransi glukosa.
- Gangguan kedudukan tulang, berupa kaki pengkor atau tergelincirnya bagian sambungan tulang paha (terutama pada anak laki-laki).
- Gangguan kulit, khususnya di daerah lipatan, akibat sering bergesekan.
- Gangguan mata; seperti penglihatan ganda, terlalu sensitif terhadap cahaya, dan batas pandangannya jadi lebih sempit.

Inilah Anatomi Si Gemuk

- Wajah membulat
- Pipi tembem
- Dagu rangkap
- Leher relatif pendek.
- Dada membusung, dengan payudara yang membesar karena mengandung jaringan lemak.
- Perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.
- Kedua tungkai umumnya berbentuk X, dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan. Akibatnya, timbullah lecet.
- Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena tersembunyi dalam jaringan lemak. Makanya, orang tua sering jadi sangat khawatir.

Bentuk Tubuh Anak

- Apple shape body: Jika lemak lebih banyak berada di bagian atas tubuh, yaitu dada dan pinggang. Bentuk tubuh ini berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes dibandingkan pear shape body.
- Pear shape body: Bila lemak lebih banyak di bagian bawah tubuh, yakni pinggul dan paha.
- Intermediate: Bentuk pertengahan antara keduanya .

cLoudy
08-20-2007, 05:20 PM
Anak yang lasak bergerak sering dicap nakal. Padahal, mungkin saja ia bukan sembarang nakal tapi ada gangguan

Memasuki usia 4 tahun, polah Rio benar-benar membuat orang tuanya kewalahan. Ia lasak bergerak. Seolah-olah tidak kenal arti lelah. Juga, teman atau anak sebayanya sering menangis setelah disapa Rio. Ia pun dijauhi dan mendapat cap anak nakal.

Nakal seperti Rio adalah ciri dari anak yang menderita Attention Deficit Hiperactive Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas (GPPH). Dan, hubungan sosial si penderita dengan lingkungannya memang kerap jadi terganggu.

Masalahnya, jumlah penderita ADHD di Indonesia cenderung terus meningkat. Mengapa?

Bisa cuma aktif

Balita Anda kelihatan aktif? Sebenarnya, itu wajar-wajar saja. Karena, inilah usia di mana anak sedang giat-giatnya mengeksplorasi lingkungannya. Dalam rentang usia itu, balita berada dalam fase otonomi atau mencari rasa puas melalui aktivitas geraknya. Tapi, kalau ia terlalu aktif atau malah hiperaktif, tentu saja ini tidak wajar! tegas dr. Dwijo Saputro, psikiater anak dan Pimpinan SmartKid, klinik perkembangan anak dan kesulitan belajar di Jakarta.

Farhan, presenter kondang, langsung menyadari kalau anak sulungnya, Ridzky (5 tahun), kelewat aktif. Kalau lagi senang, ia sering memutar-mutarkan badannya, berteriak-teriak, lari ke sana-sini, serta lari berputar-putar mengelilingi sebuah benda. Kalau dia senang dengan suatu gambar, langsung deh gambar itu dirobek-robek, katanya.

Namun, Kristi Meisenbach Boylan , penulis yang tinggal di Texas, Amerika Serikat, mengaku agak kaget juga ketika dihadapkan pada kenyataan anak keduanya, Brandan , termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Padahal, awalnya ia mengira Brandan hanya agak aktif saja.

Lalu, kapan anak disebut hiperaktif? Terus terang, tidak ada alat ukur yang bersifat obyektif dan tegas untuk menentukannya. Karenanya, para ahli sepakat menentukan sejumlah kriteria yang menjadi ciri khas. Dan, sebelum memastikannya, akan dilakukan diagnosa berdasarkan panduan sejumlah kriteria yang dibuat oleh Perhimpunan Psikiater Anak di Amerika Serikat, yakni Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders ( DSM). Yang terbaru saat ini adalah DSM Seri 4, jelas dr. Dwijo yang mengambil spesialisasi psikiatri dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, tahun 1983.

Untuk gampangnya, ADHD bisa digolongkan menjadi beberapa tipe. Kalau anak memiliki kriteria konsentrasi buruk dan hiperaktif, maka gangguannya disebut ADHD tipe kombinasi. Jika kriterianya sulit berkonsentrasi, anak termasuk penderita ADHD tipe sulit konsentrasi. Lalu, anak yang menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsif saja tergolong sebagai penderita ADHD hiperaktif-impulsif. Kadang-kadang, ada juga anak yang sekilas kriterianya mirip ADHD. Tapi, setelah diperinci satu demi satu, ternyata tidak ada yang cocok. Nah, ini termasuk ADHD tidak tergolongkan, jelas dr. Dwijo.

Usia 3, 5 - 7 tahun yang rawan

Sebenarnya, gangguan ADHD tidak begitu sulit dideteksi. Karena, ciri-cirinya begitu khas; yakni sulit berkonsentrasi dan hiperaktif maupun impulsif pada setiap situasi. Dan, gangguan perilaku itu kerap menyebabkan anak gagal melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-harinya.

Meski begitu, Anda tidak bisa begitu saja mengatakan kalau si kecil Anda pasti menderita ADHD, semata-mata bermodalkan ketiga ciri utama itu. Balita Anda masih harus memiliki enam dari sembilan kriteria yang ditetapkan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (lihat boks Beberapa Kriteria Anak ADHD).

Ketiga ciri utama ADHD sebenarnya sudah bisa diketahui sebelum anak berusia tujuh tahun. Tepatnya, menurut dr. Dwijo, antara usia 3,5 - 7 tahun. Tapi, ada juga anak yang gangguan ADHD-nya sudah terlihat pada umur 1,5 - 2,5 tahun.

Gangguan ini terbukti diwariskan secara genetik. Dan, kebanyakan penderitanya adalah anak laki-laki. Kalau mau dibuat perbandingan, kira-kira 2-6 kali lebih banyak ketimbang anak perempuan, tambah dr. Dwijo.

Ketidakberesan otak

Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh para ahli di berbagai pelosok dunia untuk menyingkap penyebab pasti gangguan ini. Bahkan, para ahli telah menggunakan peralatan paling mutakhir untuk melakukan pencitraan otak. Misalnya, Positron Emission Tomography (PET), Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT), serta Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Akhirnya, barulah diketahui memang ada yang salah pada otak anak ADHD. Kelainan pada otak ini bisa terjadi di bagian depan otak, namun bisa pula terjadi pada senyawa kimia penghantar rangsang atau neurotransmitter. Khususnya, dari jenis dopamin dan norepinefrin, jelas dr. Dwijo. Otak anak penderita ADHD, khususnya otak kanan, memiliki ukuran yang lebih kecil, tambah dr. Dwijo.

Minum obat atau tidak?

Sebenarnya, penanganan penderita ADHD bisa dilakukan dengan beberapa cara. Hanya saja, karena biang keladi dari gangguan ini adalah otak, mau tidak mau penanganannya ya dimulai dari otak.

Menurut, dr. Dwijo, yang juga Koordinator Pelatihan Psikiatri di RS Graha Medika, Jakarta, Khusus penderita ADHD yang masih berusia di bawah lima tahun, biasanya ia diterapi perilaku dulu. Bentuk terapinya bisa berbeda-beda, karena sifatnya benar-benar case by case . Terapi ini bisa juga dilakukan oleh orang tua. Tentunya, setelah orang tua mendapat bimbingan dari psikiater anak. Bila terapi ini tidak membuahkan hasil, barulah obat diberikan.

Ini yang terjadi pada Ridzky, anak Farhan. Sebagai penderita autis dengan spektrum ADHD, ia harus menjalani dua macam terapi. Pertama, ABA ( Applied Behavioral Analysis), yaitu terapi yang meminta dia mengikuti semua aturan yang diberikan. Dalam setiap aturan, ada punishment dan reward. Kedua, SI ( Sensory Integration), yakni terapi untuk merangsang impuls sensorinya, sehingga dia dapat mengkoordinasikan gerakan otot tubuh sesuai perintah dari otak.

Obat, biasanya, diberikan belakangan karena hingga kini terapi obat masih banyak menimbulkan kontroversi di kalangan ahli. Apakah pemberian obat tidak akan menyebabkan ketergantungan nantinya? Memang dosis obat tergantung pada seberapa salah otak si penderita ADHD. Dan, tidak tertutup kemungkinan, ia akan terus minum obat sampai dewasa. Meski begitu, biasanya dokter sudah memperhitungkan secara akurat dosis obat yang sesuai bagi pasiennya, kata dr. Dwijo.

Kekhawatiran terhadap efek samping terapi obat juga sempat dirasakan oleh Kristi, Sebelum Brandan didiagnosa, kami selalu menghindari penggunaan obat-obatan. Sehingga, begitu dokter memberi beberapa jenis obat sebagai terapi, wah benar-benar seperti mimpi buruk!

Kristi, yang menulis seluruh pengalaman hidupnya selama merawat Brandan dalam buku Born to be Wild, Freeing the Spirit of the Hyperactive Child melanjutkan, Setelah Brandan menunjukkan gejala efek samping dari pemakaian obatnya, yakni muntah-muntah, kami memutuskan untuk menghentikan semua terapi obat ketika ia berusia delapan tahun. Sekarang, di usianya yang ke-12, Brandan sudah sepenuhnya bebas dari pengaruh efek samping obat-obatan.

Orang tua musti kompak

Yang pasti, penanganan anak penderita ADHD, baik dalam bentuk terapi perilaku maupun terapi obat, tidak akan memberikan hasil yang optimal bila tidak ditunjang oleh sikap kedua orang tuanya. Kristi, misalnya. Ia dan suaminya ingin Brandan bebas dari segala obat-obatan, sekaligus membiarkan Brandan menjadi dirinya sendiri. Untuk yang terakhir ini, mereka sengaja memindahkan Brandan dari sekolah khusus ke sekolah umum. Di sekolah baru, gurunya tahu benar cara bersikap dan bertindak terhadap anak-anak seperti Brandan. Brandan juga jadi happy , kata Kristi.

Sehubungan dengan ini, dr. Dwijo mengingatkan, ADHD adalah satu-satunya gangguan perilaku yang paling mudah ditangani dan bisa diobati. Makanya, penanganan harus sedini mungkin. Dan, ini dimungkinkan bila Anda dan pasangan cepat tanggap dan menyadari bahwa perilaku si kecil berlebihan. Dari sini, segeralah berkonsultasi pada ahlinya.

7.000 Kasus Baru

Di Amerika Serikat, sekitar 2-10% populasi anak sekolah menderita ADHD. Sementara di Indonesia, dalam populasi anak sekolah, ada 2-4% anak yang menderita ADHD. Namun, di kota-kota besar, seperti Jakarta, persentasenya bisa lebih tinggi lagi. Minimal ada lebih dari 10% anak penderita ADHD. Dan, yang agak memprihatinkan adalah, diperkirakan akan ada sekitar 7.000 kasus baru setiap tahunnya!

Beberapa Kriteria ADHD

Kriteria sulit konsentrasi:

- Sering melakukan kecerobohan atau gagal menyimak hal yang rinci dan sering membuat kesalahan karena tidak cermat.
- Sering sulit memusatkan perhatian secara terus-menerus dalam suatu aktivitas.
- Sering tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara.
- Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas.
- Sering sulit mengatur kegiatan maupun tugas.
- Sering menghindar, tidak menyukai, atau enggan melakukan tugas yang butuh pemikiran yang cukup lama.
- Sering kehilangan barang yang dibutuhkan untuk melakukan tugas.
- Sering mudah beralih perhatian oleh rangsang dari luar.
- Sering lupa dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari.

Kriteria hiperaktif dan impulsif:

- Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk, atau sering menggeliat.
- Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya ia duduk manis.
- Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak selayaknya.
- Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang.
- Selalu bergerak, seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. Juga, tenaganya tidak pernah habis.
- Sering terlalu banyak bicara.
- Sering terlalu cepat memberi jawaban ketika ditanya, padahal pertanyaan belum selesai.
- Sering sulit menunggu giliran.
- Sering memotong atau menyela pembicaraan.

Obat Menyebabkan Ketergantungan?

Masih ada pro dan kontra seputar hal ini. Meski begitu, tidak ada salahnya bila Anda menyimak uraian Robert D. Hunt, dari National Institute of Mental Health , Amerika Serikat.

Dalam artikelnya di Pediatric Annals , edisi Maret 2001, ia menguraikan, prinsip dasar obat-obatan yang diberikan untuk terapi penderita ADHD adalah memanipulasi senyawa-senyawa kimia yang menjadi bahan baku pembentuk neurotransmitter yang terganggu, sehingga mendekati kondisi normal. Nah, bila manipulasi dilakukan sejak usia dini, diharapkan tubuh penderita lama kelamaan akan mampu mengurangi ketergantungannya pada obat.

Tips agar si Kecil Tenang

- Lingkungan rumah tenang.
- Suasana kamar teduh.
- Terapkan aturan dengan tegas.
- Sediakan ruangan untuk santai.
- Biasakan anak mengekspresikan emosinya dalam bentuk tulisan atau gambar.
- Piknik ke tempat yang indah dapat membantu si kecil menanamkan hal-hal positif di dalam pikiran.
- Aturlah pola makan. Hindari konsumsi gula dan bahan makanan berkadar karbohidrat tinggi.
- Ajari anak untuk berlatih menenangkan diri sendiri. Caranya, menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya melalui mulut. Ulangi beberapa kali.

cLoudy
08-20-2007, 05:22 PM
Hearing aids membantu si kecil belajar mengenal dunia. Tersedia beberapa pilihan. Mana yang paling cocok untuknya?

Bagi penyandang gangguan pendengaran, dunia yang ingar bingar ini terasa sunyi dan senyap! Akibatnya, anak tunarungu tak bisa mengucapkan satu kata pun dengan sempurna. Ia kan tidak pernah mendengar dan menirukan suara apa pun sejak kecil.

Maka ia sangat memerlukan alat khusus agar telinganya mampu menangkap berbagai suara.

Mengeraskan dan menyaring suara

Namanya saja alat bantu dengar. Jadi, fungsinya memang memperkeras suara yang biasa diterima oleh telinga normal. Repotnya, jika lingkungan sedang riuh rendah, bisa-bisa seluruh suara yang diterima telinga si kecil sama kerasnya. Atau, bukan tak mungkin suara bising itu malah menutupi suara orang yang mengajaknya berbicara.

Tapi, itu dulu lho! Sekarang, sudah banyak alat bantu dengar yang dapat mengolah suara yang masuk ke telinga, baik secara manual maupun secara otomatis. Nah, dengan teknologi digital pada alat bantu dengar, Anda bisa tetap berkomunikasi dengan si kecil, meski berada di tengah hiruk pikuk keramaian. Misalnya, di mal. Dengan teknologi baru ini, suara Anda akan diperjelas, sementara suara lingkungan yang berisik akan direduksi agar tidak menyakitkan telinganya.

Tak cuma suara keras dan lemah yang diolah. Tetapi, bagaikan dapur pengolah musik, alat bantu dengar yang kecil itu ada channel pengaturnya. Dari 2, 4, sampai 16 channel. Nah, pemilahan dan pengolahan channel-channel ini diatur oleh ahli ketika pendengaran si kecil diperiksa. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kelemahan pendengaran anak pada suara bass, maka bagian tersebut yang akan diperkeras. Dengan cara ini, suara yang masuk bisa lebih jelas diterima.

Ini pilihannya!

Dari cara pemakaiannya, alat bantu dengar dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

- OTE ( Over The Ear ), BTE (Behind The Ear ), atau PA (Post Auricular)

Adalah alat bantu dengar yang amplifiernya (pengeras suaranya) terletak di belakang daun telinga. Alat ini menerima dan mengeraskan suara, kemudian diantarkan melalui tabung kecil yang tercetak di earmold (cetakan lubang telinga yang berfungsi sebagai penyalur suara di telinga) yang terdapat pada telinga.

- Body Aids

Alat bantu dengar ini menggunakan amplifier, berupa kotak kecil yang ditempelkan di badan, lalu dihubungkan dengan kabel yang menghantarkan suara yang sudah diperkeras itu ke earmold. Bisa ke salah satu telinga atau kedua telinga yang membutuhkannya.

- Eyeglass Aids

Alat bantu dengar yang mirip kacamata ini terdiri dari amplifier, mikrofon, dan baterai. Semua piranti ini terletak ditangkai kacamata.

Catatan: Alat ini masih jarang digunakan di Indonesia.

- ITE (In The Ear) dan ITC (In The Canal)

Alat bantu dengar ini jadi sangat populer ketika presiden Amerika Ronald Reagan memakainya. Namun, alat bantu dengar ini bukanlah pilihan yang tepat untuk anak, karena telinganya masih tumbuh dan berubah terus. Kalau harus beli alat baru terus, wah terlalu boros. Harganya kan mahal. Apalagi, alat bantu dengar yang lama tidak mungkin dipakai lagi. Tak cuma longgar, biasanya suaranya juga jadi mendenging serta gampang jatuh.

Sebagai catatan, walau Anda membeli alat bantu dengar yang mahal sekalipun, tapi kalau pembuatan earmold -nya kurang oke, maka suara yang dihantarkan bisa saja mengalami gangguan. Misalnya, mendenging. Si kecil pun terganggu dan tidak mau memakai alat bantu dengarnya lagi.

Mana yang paling cocok?

Sementara ini, alat bantu dengar yang biasa dipakai anak-anak di Indonesia adalah body aids dan OTE. Apa sih bedanya?

Body aids

Kelebihan:

- Harga ekonomis. Bahkan, paling ekonomis dibandingkan model lain.

- Tidak mudah hilang. Alat ini memang agak lebih besar dari model yang lain. Sebab, dipakai seperti radio kecil atau walkman.

- Mikrofon bisa digeser. Jika kurang jelas, alat ini bisa disorongkan ke sumber suara (tak perlu mendekatkan telinga ke sumber suara).

Kekurangan:

- Telinga kanan kiri terpaksa menerima suara yang sama kerasnya. Proses penerimaan dan pengeras suara dari alat bantu ini hanya ada di satu tempat dan dikirimkan pada kedua telinga. Jika telinga kanan dan kiri agak berbeda kemampuan dengarnya, maka telinga yang lebih peka jadi tidak nyaman.

- Tak bisa menentukan lokasi. Penerima dan pengeras suara hanya satu, maka suara yang masuk hanya dari satu arah saja. Akibatnya, si kecil tak bisa menentukan lokasi orang yang mengajaknya bicara.

- Kemungkinan adanya suara feedback atau mendengung, jika pembuatan earmold kurang baik.

OTE

Kelebihan:

- Bisa menentukan lokasi. Penerimaan dan pengolahan suara di masing-masing telinga membuat anak bisa membedakan arah datangnya suara, seperti depan, belakang, kanan atau kiri.

- Dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing telinga. Pemakaian kedua alat di telinga kanan dan kiri membuat kemampuan penerimaan dan pengolahan suaranya dapat dibedakan sesuai dengan kadar gangguan masing-masing telinga. Si kecil jadi lebih nyaman.

Kekurangan:

- Harganya lebih mahal dibandingkan dengan body aids. Semakin canggih peralatan digitalnya, semakin mahal. Bisa didapat mulai dari harga tiga jutaan sampai sekitar 20 juta rupiah untuk satu telinga.

- Pada OTE yang sederhana, pemakai harus mendekatkan telinganya ke sumber suara kalau merasa kurang jelas.

Memang pemilihan alat bantu dengar tergantung pada kebutuhan si kecil dan kemampuan Anda. Jika anak (terutama yang masih kecil) menolak memakai alat ini, jangan terlalu khawatir. Mungkin saja, ia merasa risih dengan alat barunya. Meski begitu, Anda juga perlu ekstra memberi perhatian jika alat tersebut agak mengganggunya. Jadi, bisa dilakukan perbaikan atau pengaturan suara.

Biasanya, begitu bisa menangkap suara yang menyenangkan, si kecil ingin memakai alat bantu dengar setiap harinya. Bahkan, jika sudah terbiasa memakai alat bantu dengar, ia justru akan rewel begitu alat itu dilepaskan.

Gradasi Gangguan

- Gangguan pendengaran ringan. Masih bisa bicara normal. Mulai mengalami gangguan ketika sekolah, karena tak bisa mendengar suara dari jarak jauh.

Catatan: Biasanya, kondisi ini baru terdeteksi ketika si kecil mulai sekolah. Pemakaian alat bantu dengar akan memudahkannya mengikuti pelajaran di kelas.

- Gangguan pendengaran sedang. Bisa mendengar orang bicara, asal jaraknya sangat dekat (sekitar meter). Nah, alat bantu dengar ini membantu memperjelas suara orang, sehingga komunikasi jadi lebih lancar.

- Gangguan pendengaran berat. Biar diajak bicara dalam jarak yang sangat dekat, si kecil tetap saja tak bisa mendengar tanpa alat bantu dengar.

Catatan: Kalau alat bantu dengar tidak diberikan sejak dini, si kecil jadi sulit belajar bicara. Kalau ia cuma membaca bibir saja, hanya 25% bunyi konsonan yang dapat terdeteksi.

- Gangguan pendengaran sangat berat. Alat bantu dengar yang paling kuat sekalipun jadi tidak berarti. Nah, alat bantu dengar yang paling mungkin diberikan adalah cochlear implant . Penanaman alat bantu dengar di bagian telinga tengah (cochlea) ini dilakukan dengan cara operasi. Dengan alat ini, diharapkan si kecil dapat mendengar suara percakapan biasa.

Waspadalah Jika ...

- Tidak terkejut atau menangis begitu ada suara yang keras. Misalnya, bantingan pintu atau suara benda jatuh.

- Tidak menoleh ketika dibunyikan mainan yang bergemerincing.

- Tidak bereaksi saat seseorang berbicara keras-keras di dekatnya atau memanggil namanya.

- Berhenti dari kegiatan berceloteh pada usia setahun.

- Kalaupun pernah tahu namanya, si kecil tidak segera menoleh begitu dipanggil namanya. Mungkin saja, pendengarannya sudah agak menurun.

Jangan Remehkan Keluhan Anak

- Jika ia sering mengeluh atau menolak mengenakan alat bantu dengar, laporkan kepada ahli audiologi yang memeriksanya. Bisa jadi, earmold -nya sudah tidak cocok lagi. Atau, setelan suaranya belum pas sehingga berisik.

- Perhatikan situasi dan suara apa yang membuatnya tak senang atau tak nyaman. Dengan begitu, ahli audiologi bisa mengatur ulang setelan suara alat bantu dengarnya.

- Begitu ada iritasi di bagian belakang telinga, laporkan ke dokter atau ahli audiologi. Mungkin saja, ukuran alat bantu dengar harus diperbaiki, bahannya diganti atau perlu perawatan tertentu. Kalau sampai iritasinya mengganggu, bawa si kecil ke dokter dulu untuk diobati.

Merawat Alat Bantu Dengar

- Periksa setiap hari apakah baterai alat bantu dengar masih berfungsi atau perlu diganti.

- Perhatikan apakah kutub positif dan negatif dari baterai sudah terpasang dengan benar atau tidak.

- Jika menggunakan body aids , periksa kabel-kabelnya. Apakah tidak terlilit atau rusak?

- Jika memakai OTE yang dipasang di belakang telinga, perhatikan tabung kecil pengantar bunyi pada earmold . Pastikan tabung tidak terpelintir atau tertekuk. Jika sudah beberapa kali terpelintir atau tertekuk, mungkin sudah waktunya si kecil mendapat earmold baru

- Perhatikan apakah tabung pengantar bunyi berubah warna jadi kuning atau sudah keras? Ini juga tanda kalau si kecil butuh earmold dan tabung baru.

- Periksa apakah tabung lembab atau tidak. Ingat, setetes air bisa menghambat suara yang masuk. Juga, tetesan keringat bisa menyebabkan gangguan bunyi pada alat tersebut

cLoudy
08-20-2007, 05:24 PM
Kalau Anda peka, naluri Anda bisa cepat mendeteksi gangguan perkembangan bicara si kecil. Apa saja sih gejalanya?

Seringkali, Anda baru buru-buru ke dokter ketika si 18 bulan atau 2 tahun belum juga bicara. Padahal, sebenarnya ini sudah agak terlambat. Menurut d r. I.G. Ayu Partiwi Surjadi, Sp.A, MARS , Direktur Klinik Perkembangan Anak RS Bunda, Jakarta, Pada tiga tahun pertama kehidupan, otak adalah organ yang sangat pesat tumbuh kembangnya. Nah, periode ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan stimulasi, seandainya si kecil mengalami gangguan tumbuh kembang. Makanya, deteksi dini sangatlah penting.

12 bulan pertama yang penting

Bicara adalah tahap perkembangan yang telah dimulai sejak bayi. Dan, tahap bicara mesti diperhatikan sedini mungkin, karena ternyata dapat dijadikan parameter ada tidaknya gangguan perkembangan pada anak. Tentu saja, tanpa mengabaikan tahap-tahap perkembangan lain, seperti motor kasar-halus dan sosialisasi/interaksi, yang punya peran penting juga dalam menentukan optimal tidaknya perkembangan anak, kata dr. Partiwi.

Benarkah gangguan bicara banyak ditemukan? Penelitian yang dilakukan di Klinik Perkembangan Anak, RS Bunda, Jakarta, pada tahun 2003 terhadap sekitar 60 orang anak (hanya sebagian kecil saja anak yang datang pada usia kurang dari 1 tahun) menunjukkan, belum bicara merupakan keluhan sebagian besar orang tua yang pada akhirnya didiagnosis sebagai Gangguan Perkembangan Multisistem ( Multisystem Developmental Disorder s/MSDD). Nah, gangguan ini adalah salah satu bentuk kelainan perkembangan yang muncul dalam bentuk gangguan relasi (berinteraksi) dan komunikasi yang akhir-akhir ini tampaknya terus meningkat.

Meski begitu janganlah terlalu cemas. Kegagalan dalam relasi dan komunikasi pada si 0-3 tahun dianggap sebagai kondisi yang masih dapat berubah dan tumbuh. Hanya saja, sulit memprediksi mana yang bisa normal perkembangannya dan mana yang akan mengalami gangguan. Jadi, harus bagaimana?

Anak-anak yang diteliti tahun 2003 itu ternyata sejak bayi terlalu diam alias tidak mengoceh sesering bayi normal. Makanya, 12 bulan pertama kehidupan anak merupakan masa yang paling penting untuk mendeteksi tumbuh kembang bicaranya. Jadi, bila Anda ke dokter, sebaiknya bukan sekadar untuk imunisasi saja, katanya lagi.

Jangan abaikan insting

Sebenarnya, bicara atau berkomunikasi sudah dimulai sejak masa bayi. Normalnya, bayi akan menangis dan bergerak. Nah, Anda biasanya belajar bereaksi terhadap tangisan dan gerakannya, sehingga terjadilah interaksi. Melalui pengalaman berinteraksi inilah, bayi akan belajar bahwa sikap Anda akan terpengaruh oleh tangisannya. Interaksi serupa akan terjadi, jika ia mengeluarkan suara. Jadi, aktivitas tersebut memang berpengaruh dalam perkembangan bicara dan bahasa balita.

Dengan mengerti tahap bicara si kecil, diharapkan gangguan bicara dapat segera ditemukan. Tidak seperti yang umum terjadi saat ini. Para o rang tua mempertanyakan mengapa anaknya belum juga berbicara. Padahal, sebenarnya yang dimaksud adalah mengapa si kecil belum berbahasa ekspresif.

Sebelumnya, anak sudah melalui tahap bahasa reseptif dan bahasa visual. Kedua bahasa ini sebenarnya mirip. Apa bedanya? Reseptif adalah bagaimana Anda memahami perkataan balita, sedangkan bahasa visual atau bahasa tubuh adalah bagaimana Anda mengerti bahasa si kecil melalui sikap tubuh atau ekspresi mukanya. Sebagai catatan, bahasa visual dan bahasa reseptif merupakan salah satu tahap bicara yang dapat dipakai untuk mendeteksi apakah si kecil terlambat bicara atau tidak, sebelum bahasa ekspresifnya timbul, jelas dr. Partiwi.

Dokter anak kelahiran Singaraja, Bali ini kembali mengingatkan, Yang penting, sebaiknya Anda tidak mengabaikan naluri Anda. Begitu merasa ada sesuatu pada si kecil, segeralah bawa ke dokter. Beberapa penelitian telah membuktikan ketajaman naluri para orang tua, sehingga dokter tidak akan mengabaikannya begitu saja. Mungkin sekali kecurigaan Anda tidak bisa dipastikan kebenarannya hanya dalam satu kali pertemuan saja. Dokter mungkin saja meminta Anda untuk datang 1 atau 3 bulan lagi.

Second opinion boleh , asal ...

Pada prinsipnya, semakin dini keterlambatan bicara anak ditangani, semakin bagus kemungkinan membaiknya. Ini tergantung pada kelainan apa yang jadi dasar gangguan perkembangan si kecil. Partiwi memberi contoh anak dengan kelainan gangguan pendengaran. Begitu diberi alat bantu dengar, maka gangguan perkembangan bicaranya akan segera teratasi. Sebaliknya, anak dengan MSDD atau autis, mungkin akan butuh waktu lebih lama penanganannya.

Lalu, kendala apa yang paling sering terjadi? Kejenuhan Anda, sehingga upaya penanganan anak berhenti di tengah jalan. Padahal, hasilnya pasti kurang baik bila upaya tidak dilakukan secara konsiten. Hal ini biasanya dialami orang tua dari anak dengan kelainan yang butuh waktu lama untuk menanganinya.

Ia melanjutkan, Selain jenuh, kadang Anda juga bingung menghadapi banyaknya metode penyembuhan atau terapi yang ada saat ini . Sebenarnya, boleh-boleh saja Anda mencari second opinion, asal ada yang baik kerja sama antara dokter pertama dan dokter kedua. Anda tak perlu takut berterus terang pada dokter pertama nantinya. Dan lagi, second opinion itu bagus dan merupakan hak Anda sebagai orang tua. Pastikan jalan keluar yang terbaik bagi si buah hati tercinta.

cLoudy
08-20-2007, 05:26 PM
Orang tua seringkali dibuat pusing oleh sikap anak yang sulit diajar untuk menghargai orang lain. Bagaimana cara tepat melakukannya?

Hans Grothe , penulis rubrik khusus pengasuhan anak majalah Eltern di Jerman dan pakar perkembangan anak, mengkritik pola pengasuhan yang selama ini diterapkan orang tua. Pola pengasuhan ini terlalu menekankan pada nilai-nilai seperti kemandirian, rasa percaya diri dan kemampuan untuk berprestasi yang notabene berpusat pada diri sendiri. Oleh sebab itu seringkali nilai altruistic, mementingkan orang lain, terabaikan. Bukankah nilai ini penting pula dalam pembentukan diri anak sebagai pribadi yang utuh?

Jangan jemu mengingatkan

Apakah perilaku yang altruistik seperti fair , sopan, berempati, berbagi dan membantu orang lain harus dipelajari anak dengan mendengar penjelasan orang tua seiring mulainya si kecil mengenal sosialisasi? Bagaimana jika orang tua sudah memberi contoh perilaku yang altruistik itu dalam kesehariannya? Tidakkah ini cukup?

Grothe berpendapat tidak demikian. Menurutnya, model perilaku memang penting dalam pembentukan diri si kecil. Tapi, orang tua masih punya tugas lain, yaitu tidak jemu menerangkan dan menerangkan kembali alasan mengapa nilai seperti sopan santun, sikap fair , dan perhatian pada orang lain perlu dilakukan.

Mengapa demikian? Tanpa menerangkan, orang tua seolah-olah memberikan lampu hijau pada kesalahpahaman yang dialami anak dalam interaksinya sehari-hari. Bukan tidak mungkin si kecil merasa kecewa bila harus, misalnya, berbagi tanpa tahu untuk apa sebenarnya ia melakukan hal itu.

Dasar berkomunikasi

Nilai altruistik perlu diwujudkan dengan kata-kata, seperti ucapan terima kasih atau tolong saat meminta bantuan. Menurut pakar perkembangan ini, kata-kata tersebut lebih dari sekadar ungkapan sopan santun, namun merupakan awal pemahaman tentang komunikasi.

Si kecil perlu tahu bahwa perasaan tak cukup disimpan di dalam hati. Perasaan perlu diungkapkan. Di kemudian hari keterampilan ini akan sangat bermanfaat dalam setiap hubungan yang dijalinnya. Banyak sekali hubungan yang mengalami kegagalan karena orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak mampu mengartikulasikan perasaan yang dialami.
Namun, apakah orang tua perlu memaksa anaknya berperilaku sopan? Kepandaian Anda membaca situasi dan suasana hati si kecil perlu diandalkan. Misalnya, si kecil Alan enggan minta tolong pada temannya dengan mengatakan, Tolong dong ambilkan mobil-mobilan itu, tapi malah terus menunjuk pada mainan yang dikehendaki dengan wajah ketus. Nita, sang ibu, yang merasa yakin Alan tidak akan mengucapkan kata-kata itu, dengan nada humor mengatakan pada temannya, Alan minta tolong diambilkan mainan itu, tapi suaranya kecil sekali sampai enggak kedengaran.

Anda memang tak perlu memaksa buah hati Anda mengungkapkan kata-kata atau perilaku yang menunjukkan kesopansantunan. Yang penting, Anda konsisten dengan nilai yang ingin diterapkan.

cLoudy
08-20-2007, 05:28 PM
Tak semua orang tua memahami keinginan berkompetisi si kecil. Mengapa anakku suka sekali bersaing? Bagaimana sebaiknya ibu dan ayah menghadapi hal demikian?

Di kepala sebagian besar orang tua, bisa jadi, anak-anak terlalu kecil untuk terpapar situasi penuh kompetisi, meskipun untuk hal-hal kecil. Benarkah demikian? Anak-anak sebenarnya memiliki naluri dasar untuk bersaing. Dimulai saat usia 3 atau 3,5 tahun, anak-anak mulai mengukur dirinya, ungkap Dr. Hermann Scheuerer-Englisch , psikolog pada sebuah lembaga konsultasi keluarga, pendidikan dan anak, di Regensburg, Jerman.

Sebagian besar anak suka berkompetisi, namun tak semua orang tua memahami keinginan berkompetisi ini sebagaimana anak-anaknya. Masalahnya, selama ini persaingan yang terjadi kerap kali tak hanya melibatkan si balita. Di TK, misalnya, orang tua dari anak-anak yang mengikuti lomba lari karung atau lomba menggambar, terlalu melibatkan diri. Seharusnya persaingan antarbalita dibiarkan saja menjadi persaingan atau kompetisi diantara mereka.

Menurut Dr. Scheuerer-Englisch, ukuran anak-anak dibandingkan orang dewasa sangat berbeda dalam urusan persaingan. Anak-anak melihatnya lebih sebagai bagian dari kegiatan bermain. Mereka tak sakit hati jika mengalami kekalahan.

Persaingan sehat

Berdasarkan tahapan perkembangan, di usia 3 atau 4 tahun, anak-anak mulai bermain bersama dalam kelompok, berbicara satu sama lain dan memilih teman bermain. Elizabeth B. Hurlock , ahli perkembangan anak, memasukkan persaingan sebagai salah satu pola perilaku situasi sosial pada masa kanak-kanak awal. Ketika Anda melihat si kecil suka berlomba minum susu dengan kakaknya, atau saling membandingkan tinggi badan dengan para sepupu, itu pertanda perkembangan psikogis si kecil Anda sehat.

Pada masa ini orang tua bertugas mengarahkan anak agar persaingan berlangsung sehat. Artinya, persaingan tanpa campur tangan orang dewasa merupakan bagian dari kegiatan bermain, mendorong anak meningkatkan keterampilan atau kemampuan, dan menempa daya juang anak. (Lihat boks: Bersaing? Boleh Saja! ).

Ada empat aspek yang berkaitan dengan dorongan bersaing atau berkompetisi pada balita yaitu pengenalan diri, pengalaman pertama berkelompok atau bersosialisasi, trik orang tua dan tuntutan lingkungan.

1. Pengenalan diri

Dalam pengenalan diri ini anak membangun ego dan mencari identitas diri. Anak-anak usia 3 3, 5 tahun biasanya mulai memahami persaingan. Setiap hari mereka menemukan ukuran-ukuran baru dari diri mereka. Anak-anak usia ini selalu mengukur dirinya terhadap anak-anak lain. Di usia 3 tahun, anak sudah memiliki rencana-rencana, tujuan-tujuan, dan harapan-harapan sendiri. Scheuerer-Englisch menjelaskan, Tentu saja anak ingin agar ia mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya dan kesempatan untuk banyak mencoba. Dengan membuktikan diri bisa menentukan sesuatu sendiri atau bisa lebih baik dari yang lain, si balita seolah menegaskan, Saya bisa, maka keberadaan saya sebagai manusia diakui.

Di usia 4 tahun barulah anak memiliki beberapa pengalaman. Ia pun mulai belajar dari pengalaman tersebut. Beberapa anak jadi lebih percaya diri. Sebagian lagi lebih mawas diri. Meskipun punya beberapa pengalaman, ukuran yang dimiliki si 4 tahun belumlah sedemikian berkembang. Si 4 tahun yang sudah hafal sebuah lagu yang jumlah barisnya lebih banyak dari temannya, misalnya, merasa bangga dan serta merta membandingkan keadaan ini.

Sementara di usia 5 tahun, barulah anak mulai memperhitungkan ukuran dirinya dalam menilai orang lain. Misalnya, ia mulai memperhatikan betapa seorang anak dari daerah lain susah payah belajar menyanyikan lagu berbahasa ibu yang justru dapat dikuasainya dengan mudah.

2. Pengalaman pertama berkelompok atau bersosialisasi

Di Taman Kanak-kanak (TK), anak-anak biasanya memulai pengembangan konsep diri yang realistis, karena di TK anak bertemu sejumlah anak seusianya. Mulailah si kecil membandingkan, setinggi apa menara mainan balok yang dapat dibuatnya dibandingkan dengan teman-temannya? Apakah saya termasuk anak yang rata-rata? Apakah saya bisa melakukan apa yang dilakukan anak-anak lain?

Dorongan untuk terus membandingkan diri dengan teman-teman seusia merupakan pertanda bahwa anak berkembang sesuai anak-anak seusianya. Namun itu tak berarti orang tua atau guru perlu menghentikan perbandingan-perbandingan yang dilakukan balita, ungkap Dr. Scheuerer-Englisch. Ini karena anak-anak belajar menghadapi keberhasilan dan kegagalan. Mereka belajar bahwa setiap anak, dirinya maupun anak lain, dapat melakukan sesuatu.

Konsep diri anak-anak semakin stabil dengan pandangan seperti ini. Bagi anak, keberhasilan dan kegagalan langsung terlihat karena hampir semua perbandingkan berurusan dengan pencapaian yang bersifat fisik. Misalnya, keterampilan melompat, lari, atau memanjat. Dengan penilaian terhadap cepat-lambatnya lari, tinggi-rendahnya lompatan yang dibuat dan ukuran lainnya, balita merasa nyaman, karena penilaian dibuat oleh mereka sendiri. Bukan oleh orang lain, seperti guru yang memberi nilai berupa angka atas tugas-tugas yang mereka lakukan.

3. Salah satu trik orang tua

Dr. Scheuerer-Englisch secara pribadi tak setuju jika tujuan mendidik anak untuk saling bersaing agar anak selalu nomor satu, dan tak memiliki rasa setia kawan dengan teman-temannya. Menurutnya, orang tua berperan penting dalam memperhatikan batasan-batasan yang tak boleh anak langgar. Selain bersaing, dengan saudaranya atau teman sebaya, orang tua sebaiknya juga mengasah keterampilan anak berkegiatan secara kelompok yang diharapkan dapat mengajarkan anak bahwa dalam banyak hal ia harus dapat bekerja sama dan tak saling membandingkan.

Kompetisi kecil tanpa sadar sebenarnya mudah dijumpai dalam kehidupan keluarga sehari-hari, bahkan seringkali merupakan inisiatif orang tua. Siapa yang pertama kali bisa menghabiskan makan, boleh main lebih lama, atau Siapa yang mandi lebih dulu akan dibuatkan susu coklat. Oleh karena si prasekolah secara alami terbawa ke dalam situasi persaingan kecil, maka trik orang tua untuk menggunakan kompetisi sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, akan disambut balita dengan menunjukkan kepandaiannya. Cara mudah ini biasanya berhasil membantu orang tua mencapai tujuannya.

Selama cara ini digunakan hanya sekali-sekali, tidak masalah. Jangan sampai cara ini digunakan terus-menerus. Menurut pengalaman Dr. Scheurer-Englisch, cara ini cenderung membentuk anak haus kompetisi dan ingin menang sendiri, atau jadi anak berpamrih.

4. Tuntutan lingkungan

Semakin hari, persaingan di dalam kehidupan nyata semakin mencekik. Anak-anak pun terpengaruh: Siapa yang sudah bisa mengikat tali sepatu? Siapa yang belajar biola? Siapa yang bisa berbahasa Inggris?

Meskipun sedikit demi sedikit, menurut Dr. Scheuerer-Englisch, anak-anak masa kini harus mulai belajar menghadapi apa yang terjadi di dunia nyata. Belajar menghadapi beberapa tekanan kecil dan sedikit menghadapi kesulitan. Yang penting, bekali anak dengan pengetahuan untuk menghadapi kerasnya persaingan, dan keyakinan diri bahwa ia pasti bisa melakukan apa saja, asalkan mau belajar.

Lalu, apa yang dapat dilakukan orang tua masa kini agar anak-anak mereka tangguh? Tentu dengan latihan di masa balita, dengan membiarkan anak mengukur dan mengenali dirinya, membiarkan anak tertempa oleh situasi nyata, maka ia keluar menjadi pemenang, yang akan survive di dunia nyata, di masa depan.

cLoudy
08-20-2007, 05:30 PM
Mengapa si 2 tahun tiba-tiba suka mencakar, mencubit, menggigit dan bahkan tak jarang menjambak orang lain di sekitarnya? Ia bergurau atau sungguh-sungguh?

Si 2 tahun punya kebiasaan yang kadangkala sudah dijalaninya di masa bayi, yaitu mencakar, mencubit, menggigit dan perilaku menyerang lainnya. Tidak sedikit orang tua yang kemudian bingung menghadapi si penyerang cilik ini.

Empat penyebab

Menurut psikolog perkembangan dari Munich , Jerman, Ulrich Diekmeyer , ada empat situasi tipikal yang berkaitan dengan hobi baru si 2 tahun. Ketika si kecil memperoleh kesan bahwa perilaku mencubit, mencakar, atau memukul orang lain menyenangkan maka orang tua akan sulit meyakinkan anak untuk menghentikannya, jelas Diekmeyer.

Diekmeyer lantas menyarankan agar sejak awal, ketika anak-anak memperlihatkan rasa senang saat melakukan perilaku kasar apalagi agresif, orang tua harus menegaskan bagaimana mereka harus melihat situasi ini. Mencubit, menggigit, atau menjambak menyakitkan orang lain, dan itu tidak dibenarkan, tutur Diekmeyer.

Empat situasi tipikal yang dimaksud Diekmeyer adalah anak-anak yang melakukannya atas dasar kesenangan, anak-anak yang terlalu bertenaga (secara fisik), anak-anak yang merasa frustrasi, dan anak-anak yang bosan. Ketika Anda menemukan anak berperilaku seperti ini, bukalah mata dan telinga Anda, situasi tipikal mana yang tengah menimpa si 2 tahun Anda?

Pahami kondisi anak

Si 2 tahun Anda yang suka bercanda dengan cara-cara yang sedikit kasar, biasanya adalah anak yang manis dan baik. Biasanya ia menyerang korbannya dengan mimik wajah penuh suka cita, tersenyum senang dan tanpa rasa bersalah. Agresivitas yang dilakukannya lebih dikarenakan ia punya pengalaman yang disimpulkan secara keliru, bahwa memukul orang lain membuatnya tertawa.

Si kecil yang selalu bertenaga, lain lagi ceritanya. Ia kerap kali tak sengaja menepuk sang mama terlalu keras, sehingga akhirnya tampak sebagai perilaku memukul. Terkadang ia mengelus rambut temannya dengan tenaga penuh hingga akhirnya temannya merasa dijambak.

Berbeda lagi dengan buah hati Anda yang berusia 2,5 tahun yang menggigit pengasuhnya setiap kali keinginannya tak dituruti. Mungkin bukan karena keinginannya yang berlebihan, tetapi terkadang itu terjadi hanya karena orang lain tak memahami apa yang diinginkannya. Ia melakukan agresi sebagai kompensasi rasa frustrasi.

Si pembosan juga berbeda. Dengan mencakar atau memukul, ia berharap bisa merebut perhatian orang lain. Terkadang ia membuat ulah hanya karena tak tahu lagi kegiatan apa yang dapat dilakukannya.

Untuk keempat sebab agresivitas anak di atas, Diekmeyer menyarankan orang tua untuk mengatasinya sesuai penyebab dan kebutuhan anak. Apabila si pembosan cilik menyerang temannya, cobalah atasi penyebab utamanya, yaitu kebosanannya. Berikan si kecil berbagai ide permainan menarik, ungkap Diekmeyer.

Tetap konsekuen

Sejak dini biasakanlah selalu mendiskusikan dengan anak apa yang sebaiknya dilakukan ketika terjadi pelanggaran. Misalnya saja, Anda telah membuat batasan tentang hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Cobalah Anda diskusikan dengan anak, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika ia melanggar.

Jika kesepakatan telah Anda buat bersama anak, bersikaplah konsekuen, meskipun sekilas tampaknya sikap seperti ini terlalu keras untuk anak seusia ini. Tapi percayalah, justru dari peristiwa atau pengalamannya di masa kecil, kepribadiannya terbentuk.

Cara termudah menghindarkan si kecil berperilaku agresif, menurut Diekmeyer, adalah dengan menumbuhkan keyakinan diri anak yang sehat. Ini dapat diraih dengan mudah apabila orang tua memperlihatkan anak berbagai hal yang mahir dilakukan si kecil. Beri penghargaan bahwa ia mampu melakukan sesuatu dengan baik, Diekmeyer menekankan.

Meskipun konsekuen dan konsisten dalam menghadapi situasi ini, Diekmeyer juga mengingatkan agar orang tua tak lantas kalang kabut. Bersikaplah tenang, tak perlu panik. Seandainya semua cara sudah Anda coba tapi si kecil masih juga suka menyerang, saatnya Anda membutuhkan seorang ahli untuk membantu mengatasi hal ini.

cLoudy
08-20-2007, 05:31 PM
Kemampuan mengendalikan diri merupakan salah satu bentuk kecerdasan moral. Kapan anak dapat mulai dilatih?

Ma, tadi itu sebetulnya aku kepingin ngeberantakin tas Mama. Tapi hatiku bilang begini; Enggak boleh ya, enggak boleh ngeberantakin tas Mama. Terus aku enggak jadi ngeberantakin tas Mama, cerita Sinta yang berusia 4,5 tahun itu pada ibunya yang baru keluar dari kamar mandi.

Anak pintar. Ngeberantakin tas orang lain itu tidak sopan dan tidak baik, puji sang ibu sambil tersenyum dan mengelus kepala si buah hati.

Yang dilakukan Sinta merupakan salah satu contoh perilaku mengendalikan diri. Mengendalikan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan anak dan merupakan inti dari pembentukan watak.

Perlu kerelaan

Cynthia Stifter, Ph.D , peneliti dari Univesitas Pennsylvania , Amerika Serikat, menyebutkan dua ciri pengendalian diri. Pertama, kemampuan anak untuk mengendalikan dorongan-dorongan melakukan sesuatu dan mengendalikan keinginan akan sesuatu. Kedua, kemampuan anak mematuhi norma sosial tanpa pengawasan. Dua hal ini dilakukan karena adanya kerelaan.

Sementara itu, Dr. Michele Borba , konsultan pendidikan dari Amerika dan penulis buku Building Moral Intelligence: The Seven Essential Virtues That Teach Kids to Do the Right Thing , mengatakan bahwa pengendalian diri merupakan salah satu aspek kecerdasan moral, di samping aspek lain seperti menolong orang lain dan berempati.

Dr. Borba sangat prihatin dengan tingginya tingkat kenakalan remaja serta kejahatan yang dilakukan kaum muda di negaranya, Amerika Serikat. Dalam penelitian saya lebih dari duapuluh tahun ini, anak-anak muda yang melakukan kejahatan sangat kurang cerdas dalam hal moralitas, ujar Borba.

Fleksibel dengan berbagai situasi

Stifter mengemukakan dalam penelitiannya bahwa kemampuan mengendalikan diri pada anak, membentuk fleksibilitas dalam beradaptasi dengan berbagai situasi. Pengendalian diri, yang termasuk di dalamnya menunda kepuasan, berkaitan dengan prestasi belajar anak di sekolah dan pergaulan.

Penelitian lain menyebutkan bahwa anak usia 4 tahun yang mampu menunda kepuasannya dalam jangka waktu cukup lama, memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menghadapi sumber stresnya, pandai, dan berprestasi baik.

Perlu latihan dan belajar

Mengendalikan diri dapat dilatih sejak bayi, yaitu melalui rutinitas. Stifter mengatakan, keterampilan mengendalikan diri berkembang melalui tiga fase. Fase pertama, yaitu sampai anak berusia sekitar 18 bulan, disebut fase kontrol. Anak-anak usia ini perilakunya masih dikendalikan dari luar, oleh orang dewasa di sekitarnya. Fase kedua, disebut fase self control , ditandai dengan kesadaran anak melakukan kewajiban tanpa pengawasan. Fase ketiga atau yang terakhir, adalah kemampuan anak menyesuaikan dan mengatur diri dalam berbagai kondisi. Stifter tidak menyebut usia untuk dua fase yang terakhir.

Pengendalian diri dapat dilatihkan pada anak-anak balita, saat mereka, misalnya, suka mengamuk bila keinginannya tak terpenuhi. Pada anak usia 4 tahun, latihan lebih mudah karena anak usia ini lebih dapat memahami isi pembicaraan orang lain. Misalnya, saat ia menginginkan sesuatu, Anda sebagai orang tua tidak harus selalu memenuhinya. Ajaklah anak berpikir, apakah keinginannya itu hanya keinginan sesaat, ataukah kebutuhan jangka panjang.

Latihan fisik juga dapat digunakan untuk belajar mengendalikan diri. Mintalah anak berjalan di atas seutas tali, bertahan agar kaki tidak meleset dari atas tali.

Latihan lain dapat pula Anda lakukan. Hadapkan anak pada Anda dengan memperlihatkan tali dan memintanya tidak menyentuh tali itu sampai Anda mengizinkan anak menyentuh. Bila ia tidak dapat menahan diri sebelum Anda mengizinkan, tundalah memberikan, misalnya, mainan baru yang Anda janjikan pada si kecil sampai keesokan harinya.

cLoudy
08-20-2007, 09:36 PM
Daya tahan tubuh si kecil yang masih lemah membuatnya mudah alergi. Kenali gejalanya, sehingga Anda pun tepat mengatasinya.

Alergi adalah reaksi hipersensitivitas dari tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul kalau si kecil memang punya bakat atau kecenderungan bawaan (genetik) untuk menunjukkan reaksi yang berbeda dengan anak normal. Alergi dapat muncul di setiap organ tubuh dengan bentuk reaksi yang berbeda-beda.

Perhatikan gejalanya

Beberapa jenis alergi si kecil bisa saja cukup mudah dikenali gejalanya. Tapi, ada pula jenis alergi yang tersembunyi gejalanya atau mirip gejala penyakit tertentu. Agar tidak salah bertindak, kenali dulu gejalanya.

- Timbul bentol-bentol pada kulit atau kulit terasa gatal.

- Mata merah dan berair.

- Diare

- Si kecil sering menggaruk, mengusap, atau memegang hidung. Bersin-bersin disertai rasa gatal pada hidung, mata berair, atau berkali-kali menghembuskan udara dari hidung seolah-olah berusaha mengeluarkan sesuatu.

- Pilek yang kambuh berulang kali, dan biasanya berlangsung antara 1-2 minggu. Atau, pilek kambuh secara teratur, pada bulan-bulan tertentu, setiap tahunnya. Seringkali disertai hidung berair dan bersin-bersin.

- Tenggorokan dan mulut terasa gatal seperti ada kotoran yang menempel di dalamnya. Gatal ini kerap disertai pilek, padahal si kecil tidak flu.

- Sesak napas

Beda jenis, beda cara menanganinya

Berikut beberapa jenis alergi plus trik mengatasinya:

- Alergi pada saluran pernapasan. R eaksinya berupa asma dan pilek.

- Bersihkan rumah secara teratur agar debu tidak menumpuk, serta upayakan agar lingkungan rumah bebas dari kutu debu, tungau, dan bulu binatang.

- Hindarkan si kecil berkontak dengan tanaman berbunga, karena serbuk sari seringkali memicu timbulnya reaksi alergi pada saluran pernapasan.

- Jangan pelihara binatang di dalam rumah.

- Alergi berupa diare. Umumnya, dialami oleh si kecil yang menderita celiac disease, yakni sistem pencernaannya hipersensitif terhadap gluten (jenis protein yang terkandung di dalam biji-bijian).

- Jangan beri si kecil makanan yang mengandung biji-bijian.

- Hindari memberi makanan yang mengandung zat-zat yang dapat merangsang kerja organ pencernaan. Misalnya, cabai, merica, cuka, udang, atau makanan laut lainnya.

- Alergi berupa mata merah . Reaksi ini timbul akibat adanya benda asing yang masuk ke dalam mata balita.

- Tanamkan kebiasaan pada si kecil untuk tidak memegang-megang mata dengan tangan.

- Bila mata balita gatal, jangan biarkan ia mengucek-nguceknya, tapi berikan obat mata. Atau, segera pergi ke dokter.

- Alergi berupa kulit merah. Terjadi karena alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau gigitan serangga.

- Periksalah apakah si kecil sebelumnya makan sesuatu yang mengandung alergen (pemicu alergi); seperti antibiotik, udang, atau digigit serangga.

- Bila kulitnya yang memerah terasa gatal, segera beri obat, lotion kalamin, bedak, minyak tawon, kayu putih, atau lainnya. Dengan begitu, gatal bisa berkurang.

- Jika rasa gatal tidak juga mereda atau hilang, cepat bawa si kecil ke dokter.

cLoudy
08-20-2007, 09:37 PM
Serpihan kayu seringkali menusuk kulit balita. Jangan panik dulu, Gampang kok mengatasinya.

Si kecil yang aktif bereksplorasi seringkali belum waspada dan tidak bisa menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kecil. Salah satunya adalah, tertusuk serpihan kayu.

Memang, sepertinya sih sepele. Hanya saja, kalau serpihan itu masuk cukup dalam, dapat menyebabkan luka yang dalam di kulit. Kalau ini yang terjadi, si kecil bisa terkena infeksi tetanus.

Nah, bila balita Anda terkena serpihan kayu, inilah yang dapat Anda lakukan:

- Tanya si kecil dulu

Tanya pada si kecil di bagian tubuh mana yang tertusuk. Dengan begitu, Anda bisa tahu persis serpihan benda yang masuk ke dalam kulitnya, serta tidak akan salah bertindak.

- Segera lakukan pertolongan pertama

- Bila ujung serpihan kayu masih tersisa di luar. Anda bisa mengeluarkan serpihan kayu dengan pinset. Sebelumnya, sterilkan dulu pinset dengan alkohol 70%, atau bisa juga Anda panaskan ujung pinset. Setelah dingin, barulah pinset dapat digunakan untuk mengambil serpihan itu. Lakukan secara perlahan dan hati-hati.

- Kalau serpihan berada di jaringan kulit yang lebih dalam dari jaringan kulit ari. Gunakan jarum jahit untuk mengeluarkan serpihan. Sebelumnya, sterilkan jarum tersebut, lalu tempelkan sepotong kecil es batu pada bagian tubuh yang kemasukan serpihan selama beberapa saat. Ini bermanfaat untuk membuat bagian tubuh tersebut mati rasa (baal). Jadi, ketika Anda menusukkan jarum ke kulitnya, ia tidak akan kesakitan.

- Setelah selesai, bersihkan bagian tubuh yang tertusuk dengan sabun antiseptik dan air bersih. Boleh juga Anda oleskan cairan antiseptik pada lubang bekas serpihan. Ini untuk mencegah terjadinya infeksi.

- Tidak perlu menutup lubang tersebut dengan plester. Kecuali, kalau si kecil yang meminta Anda untuk menutup lukanya.

- Segera ke dokter , bila Anda merasa tidak cukup handal atau tidak bisa mengeluarkan serpihan itu.

cLoudy
08-20-2007, 09:39 PM
Meski sudah ada obatnya, jumlah penderita TB anak di Indonesia ternyata tak kunjung turun. Tak ada salahnya berhati-hati.

Siapa sih yang tak kenal penyakit Tuberkulosis atau TB? Apalagi, penyakit infeksi ini tidak pilih-pilih mangsa. Kaya atau miskin sama saja. Bukan tak mungkin, si kecil juga bisa jadi sasaran empuknya.

Gara-gara orang dewasa

Sebenarnya, balita akan tertular TB, jika ada penderita TB dewasa di sekitarnya. Ini bisa berarti ayah, ibu, kakek, nenek, pengasuh, supir, saudara, atau orang dewasa lain. Ya, penularan TB memang melalui udara. Ketika batuk, maka penderita TB akan menebarkan kuman. Nah, kuman ini terhirup oleh si kecil, lalu melewati saluran napas dan paru-parunya

Menurut dr. Bambang Supriyatno, Sp.AK , Ketua UKK Pulmonologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Berdasarkan teori, kalau ada orang dewasa terbukti TB positif, maka kira-kira 65% orang di sekitarnya akan tertular. Dari 65% orang ini, sekitar 16% di antaranya akan TB aktif. Jadi, bila ada 1 orang dewasa TB positif, maka kira-kira 10% orang di lingkungannya akan TB aktif. Masalahnya, jika 10% dari orang-orang ini adalah orang dewasa, dia berpotensial menularkannya lagi ke anak-anak.

Sebaliknya, kalau ada anak yang positif TB, pastilah ia tertular orang dewasa di lingkungannya. Jadi, orang itu mesti dicari biar lingkungan benar-benar bebas TB, ungkap Kepala Divisi Respirologi IKA FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. Ini berarti, semua orang dewasa dalam rumah si kecil perlu diperiksa, tanpa kecuali.

Gampang dideteksi
Sebenarnya, cara paling ampuh untuk mendiagnosis TB adalah, dengan melakukan pemeriksaan dahak. Sayangnya, pemeriksaan ini susah dilakukan pada anak-anak. Tak mudah kan menyuruh anak kecil berdahak? Apalagi, seringkali dahak malah ditelannya, sehingga masuk pencernaan.

Jadi, pendeteksian TB pada anak biasanya dilakukan dengan cara memeriksa cairan lambungnya. Hanya saja, akurasi pemeriksaan ini jauh lebih rendah ketimbang pemeriksaan dahak.

Lalu, bila anak dicurigai menderita TB, dokter akan melakukan serangkaian tes. Setelah pemeriksaan fisik, juga akan dilakukan pemeriksaan rontgen dan uji tuberkulin (uji Mantoux). Apa itu uji Mantoux? Menyuntikkan ekstrak protein dari kuman TB ke dalam kulit. Jika reaksi kulit si kecil adalah menonjol dengan garis tengah sama atau lebih dari 10 mm, ini dapat berarti ia pernah berkontak dengan orang dewasa penderita TB.

Kuman super bandel

Bila anak berkontak dengan penderita TB, sebenarnya belum tentu ia langsung sakit. Kalau sel darah putih yang notabene berfungsi sebagai pasukan pertahanan tubuhnya kuat, maka kuman-kuman TB akan langsung mati.

Namun, bisa juga kuman yang super bandel itu berhasil masuk ke tubuh. Nah, kuman yang lolos sensor ini dibagi jadi 2. Pertama, kuman yang tenang-tenang saja berada dalam tubuh dan jumlahnya hanya sedikit. Kedua, kuman yang masuknya serombongan serta biasanya aktif. Sebagai catatan, masa inkubasi (masa antara masuknya kuman ke dalam tubuh hingga timbul gejala penyakit) penyakit ini sekitar 2-10 minggu.

Kalau sudah begini, bagaimana cara menangani si kecil? Ia perlu minum obat-obatan. Umumnya, masa pengobatan berlangsung selama 6 bulan. Sayangnya, selesai pengobatan, kuman TB dalam tubuh si kecil tidak akan lenyap 100%. Selalu saja ada kuman yang tertinggal dan terus menghuni tubuhnya. Di mana sih tempat favorit kuman super bandel itu? Di paru-paru kanan atas.

Meski kuman kelihatannya tenang, ini bukan berarti kondisi anak pasti aman. Sekalipun sudah pernah terkena TB dan telah menjalani pengobatan secara tuntas, tetap saja ia jadi incaran kuman yang hobinya ngendon itu. Belum lagi, kalau kondisi si kecil memburuk, seperti menderita campak, mau tidak mau kuman TB jadi aktif. Nah, kondisi seperti ini disebut reaktifasi. Makanya, tubuh anak harus terus dijaga hingga dewasa kelak. Dengan begitu, kuman itu tidak sempat jadi aktif. Sayangnya, kasus yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah jenis yang reaktifasi ini, kata dr. Bambang.

Untung bisa dicegah

Hingga kini, cara terbaik mengurangi risiko terinfeksi TB adalah melakukan imunisasi BCG pada bayi usia 2 bulan. Meski tidak bisa melindungi 100%, imunisasi ini bisa menghindari anak dari risiko akibat memberatnya infeksi TB yang dideritanya. Misalnya, kuman menyebar ke otak dan menyebabkan radang selaput otak.

Apa lagi? Oke, si kecil telah diimunisasi BCG. Namun, kalau selama masa pertumbuhan, ia tidak memperoleh gizi yang baik, tubuhnya tidak pernah sehat dan bugar, bahkan masih ditambah lagi dengan kondisi lingkungannya tidak sehat (kotor dan lembap), ya TB akan terus mengintainya.
Jadi, kalau mau balita Anda terhindar dari TB, segeralah benahi pola hidupnya. Caranya? Selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, cukup istirahat, serta menjaga kebersihan lingkungan.

cLoudy
08-20-2007, 09:40 PM
Jangan lupa, anak usia 1-4 tahun juga perlu dilindungi dengan car seat selama berkendara dengan mobil agar terhindar dari cedera.

Di edisi Ayahbunda no. 1/17-30 Januari 2004, Anda telah membaca kegunaan serta jenis car seat untuk anak usia 0-1 tahun, yakni infant car seat . Lalu, bagaimana dengan anak usia setahun ke atas, khususnya si 1-4 tahun? Ini artinya Anda perlu petunjuk mengenai toddler car seat .

Jangan keliru memilih car seat!

Teliti sebelum membeli. Itu kunci utama dalam membeli toddler car seat untuk balita Anda. Ada 2 hal yang harus menjadi perhatian Anda, yakni:

- Car seat harus mudah dipasang, sehingga si kecil terikat dengan benar.

- Car seat yang baik paling sedikitnya memiliki 3- point safety harness, yakni 2 di bahu dan 1 di selangkangan.

Anda perlu hati-hati ketika memilih toddler car seat . Karena, ada kursi lain yang juga mirip-mirip dengan car seat jenis ini, yakni booster seat . Misalnya saja, berat badan anak Anda sudah 20 kg, namun tingginya masih di bawah 120 cm. Duduk di toddler car seat? Tidak mungkin lagi karena sudah kebesaran. Apa akal? Ia bisa menggunakan booster seat . Car seat jenis ini akan mengganjalnya, sehingga sabuk pengaman mobil bisa pas mengikat dada dan perutnya!

Bagaimana kalau anak Anda dipaksakan duduk manis di jok belakang sambil diikat dengan sabuk pengaman mobil. Wah, bisa-bisa dia tercekik, karena sabuk pengaman mobil belum pas melewati bahu dan perutnya. Sabuk pengaman mobil memang didesain untuk digunakan oleh mereka yang berat badannya di atas 20 kg dan tinggi badannya di atas 120 cm.

cLoudy
08-20-2007, 09:41 PM
Sebentar lagi si kecil berulang tahun. Apa kado mainan paling cocok untuknya?

Bagi anak, kado menjadi bagian paling istimewa dari hari ulang tahunnya. Mainan, biasanya, merupakan hadiah yang disukanya. Ya wajar saja! Si balita kini dalam tahapan bermain.

Mainan apa yang pas dan sesuai untuk anak Anda? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda membeli mainan untuk kado si kecil.

* Sesuai usia anak

Boneka memang bisa dikategorikan mainan yang cocok untuk anak segala usia. Namun Anda perlu memilih jenis boneka yang akan Anda berikan.

* Untuk anak usia satu tahun

Anda bisa memilih boneka yang tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil. Mainan lain seperti balok-balok atau mainan karet juga bermanfaat bagi si satu tahun yang tengah asyik mengeksplorasi dunia sekitar dengan kedua tangannya.

* Untuk anak usia dua tahun

Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motorik dan koordinasi otot besarnya. Anda dapat memilih hadiah berupa mainan yang dapat ditarik dan didorong.

* Untuk anak usia 3 5 tahun

Anda dapat memilih aneka mainan yang lebih bervariasi. Misalnya, mobil-mobilan, masak-masakan, atau sepeda.

* Merangsang perkembangan kognitif

* Untuk usia 3 5 tahun

Anda dapat memilih puzzle yang sesuai dengan usia anak. Di pasaran tersedia puzzle dari yang berbentuk sederhana hingga yang lebih bervariasi.

* Untuk usia 4 5 tahun

Mainan seperti play station sesuai untuk mereka. Tapi hati-hati! Meski mainan ini dapat membantu menstimulasi daya ingat anak yang sedang berkembang, Anda harus mencermati games untuk play station, mengandung unsur kekerasan atau tidak.

* Pastikan keamanan mainan

* Bila si kecil berusia di bawah tiga tahun, jangan belikan ia mainan berukuran kecil. Atau, bila Anda membelikan mainan cukup besar, jangan sampai bagian dari mainan itu bisa dengan mudah dilepas menjadi bentuk kecil-kecil. Karena bisa tertelan si kecil.

* Periksa pula permukaan mainan. Hindari permukaan yang kasar atau berujung tajam, karena bisa melukai anak. Bila mainan berwarna-warni, pastikan cat yang digunakan cukup aman. Anda bisa membaca keterangan pada label mainan.

* Kreasi sendiri

Hadiah untuk si kecil tak selalu harus mahal. Anda dapat mencari dan memilih kado yang sesuai untuk anak namun tak membobol kocek Anda. Buat sendiri mainan untuknya. Misalnya, boneka binatang dari potongan-potongan kain berbagai tekstur. Atau mainan ular-ularan dari karton bekas gulungan tisu toilet yang dihias berbagai warna. Untuk membuatnya Anda hanya memerlukan 5 - 6 buah gulungan karton tisu toilet yang dilapisi berbagai warna, lalu disambung dengan seutas tali yang bisa ia pegang dan tarik ke mana-mana.

* Kemas secara menarik

Setelah Anda mendapatkan mainan yang sesuai untuk si kecil, bungkuslah benda itu menggunakan kertas pembungkus dengan warna dan gambar menarik. Bagi anak, membuka kado merupakan pengalaman seru yang dinanti. Ia tentu berharap-harap cemas, Apa sih isinya? Surprise !

cLoudy
08-20-2007, 09:42 PM
Inilah saat tepat si kecil pindah ke kamarnya sendiri. Perlu taktik jitu agar perpindahan ini lancar.

Sinta berencana mulai membiasakan Lanang tidur di kamarnya sendiri. Berhubung boks Lanang, yang ada di kamarnya, semakin sempit, karena Lanang semakin besar. Sinta merasa sudah waktunya Lanang tidur sendiri.

Sertakan si kecil

Usia dua tahun merupakan saat tepat melatih kemandirian si kecil, dengan tidur sendiri. Kepindahan dari boks ke tempat tidur biasa dapat menjadi alasan si kecil pindah tidur ke kamarnya sendiri. Katakan pada si kecil bahwa ia mulai besar dan boksnya tak cukup lagi baginya, sehingga ia perlu pindah ke tempat tidur yang lebih besar dan lebih nyaman di kamarnya sendiri.

Untuk mempermudah proses perpindahan, ajak si dua tahun memilih tempat tidurnya sendiri. Carilah tempat tidur dengan pagar yang dapat dilepas untuk menghindari anak terjatuh saat tidur. Setelah itu, ajaklah anak mencari seprai yang disenangi dan biarkan ia memilih pernak-pernik tempat tidurnya.

Jika perlu, carilah teman berupa boneka untuk menemaninya tidur. Ajak si dua tahun menyiapkan tempat tidur dan mengaturnya sesuai seleranya.

Perlu pengkondisian

Untuk memindahkan si kecil, Anda perlu melakukan suatu proses pengkondisian yang cukup lama. Selain itu, buatlah peraturan baru yang harus dilakukan dengan konsisten. Misalnya, si kecil hanya boleh tidur bersama orang tuanya satu kali setiap minggu, yaitu di akhir minggu.

Pertama-tama Anda memang perlu menemani si kecil hingga ia tertidur. Tak ada salahnya jika Anda menyiapkan tempat tidur cukup besar untuk Anda tiduri berdua sampai ia tertidur. Sambil menunggu si kecil tidur, Anda dapat mengisahkan cerita-cerita menarik.

Terkadang anak terbangun di tengah malam dan mencari Anda. Jangan menutup pintu kamarnya, sehingga Anda dapat cepat merespons panggilan atau tangisannya. Jika ini terjadi, ajak anak tidur dengan menemaninya kembali.

Lakukan ini berulang kali hingga si kecil merasa cukup nyaman dan aman dengan tempat tidur dan kamarnya yang baru. Anda perlu bersabar melakukan pengkondisian ini. Yang penting, cobalah mengikuti peraturan yang Anda buat bersama dengan konsisten.

cLoudy
08-20-2007, 09:44 PM
Si kecil berteriak itu biasa. Namun jika jadi kebiasaan tentu bikin pusing orang sekeliling.

Mbak, ambilin pensilku dong! pinta Chika (3 tahun) sambil berteriak. Susi, sang ibu yang mendengar, mendadak ikut berteriak, Chika ambil sendiri, jangan teriak-teriak! Teriakan sang ibu memang mampu membungkam Chika sementara waktu. Namun, begitu Susi melangkahkan kakinya ke dalam kamar, mulai terdengar teriakan Chika yang lain. Kali ini si adik sasarannya. Tentu saja Susi jadi pusing tujuh keliling. Apa yang dapat dilakukan?

Perlu trik khusus

Anak seusia Chika memang belum dapat mengontrol volume suaranya. Anak-anak usia ini bahkan seringkali tampak senang jika melihat lingkungannya terganggu dengan perilakunya. Jangan heran jika mereka mengulangi beberapa kali perilakunya di lain kesempatan. Untuk mengatasi hal itu perlu beberapa trik jitu seperti berikut ini:

- Introspeksi

Apakah selama ini ada anggota keluarga dewasa yang berkomunikasi dengan berteriak. Komunikasikan pada anggota keluarga yang punya kebiasaan itu, dan upayakan agar kebiasaan saling teriak dihilangkan. Selain itu, periksalah peralatan audio visual di rumah, apakah selalu disetel dengan volume tinggi? Jika demikian, tak heran si kecil berteriak ketika bicara.

- Hindari keinginan balas berteriak

Mendengar si kecil berteriak bisa mendorong Anda balas berteriak. Ini tentu saja reaksi wajar namun, kurang bijaksana. Berteriak kembali untuk menghentikan teriakan si kecil justru memicu kompetisi dan mengilhaminya meningkatkan volume teriakan. Anak juga membuat tindakan itu sebagai excuse , Jika ayah dan ibu saja bisa berteriak, mengapa aku tidak!

- Bicara halus tapi tegas

Ketika si kecil mulai berteriak, cobalah mengajaknya bicara empat mata. Tataplah matanya dan mulailah berbicara dengan cara yang halus namun tegas. Cara ini membuat anak menghentikan teriakannya dan mulai mendengar apa yang Anda katakan.

- Alihkan potensinya

Kepandaian si kecil bersuara keras bisa saja dialihkan. Ajak ia mengeluarkan suaranya dengan berkaraoke, bernyanyi bersama, atau memainkan alat musik. Siapa tahu cara ini dapat mengalihkan keinginan anak berekspresi dengan cara yang lebih manis.

- Bantu mengatur volume suara

Terkadang anak tidak dapat mengatur volume suaranya karena tidak ada masukan dari orang-orang di sekitarnya. Beri masukan mengenai volume suara yang tidak mengganggu lingkungan. Beri tahu anak sebesar apa suaranya diperbolehkan di dalam ruangan yang berbeda dengan di luar ruangan.

- Permainan mengontrol suara

Ada beberapa permainan yang dapat membantu si kecil mengontrol suaranya, seperti permainan saling bisik. Berikan suatu kata yang harus disampaikan pada temannya dengan cara berbisik agar lawannya tidak mendengar apa yang dikatakannya.

cLoudy
08-20-2007, 09:46 PM
Anda ingin si kecil memiliki antusiasme yang tinggi untuk belajar dan berprestasi kelak? Beberapa cara berikut dapat Anda coba.

Lihatlah di halaman sebuah Taman Kanak-kanak. Sebagian anak tampak senang sekali dengan situasi sekolahnya. Anak-anak ini seakan memiliki otak seperti sebuah spons, menyerap apa saja yang terjadi di lingkungannya dengan antusias. Anak-anak seperti ini biasanya menunjukkan prestasi belajar yang baik nantinya.

Namun sebagian lain dari anak-anak tersebut tampak menunjukkan sikap negatif terhadap sekolah. Mereka tampak enggan melakukan berbagai kegiatan. Jika demikian, bagaimana mengharapkan anak-anak ini berprestasi kelak? Mengapa hal ini terjadi mengingat kedua kelompok anak-anak ini memiliki kemampuan yang kurang lebih sama?

Yang sering terjadi kemudian, orang tua lalu menyalahkan guru dan sekolah karena rendahnya motivasi anak-anak mereka untuk belajar. Padahal, menurut Dr. Sylvia Rimm dalam bukunya Smart Parenting , How to Raise a Happy Achieving Child , orang tua memiliki pengaruh positif yang sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Tidak hanya ketika anak masih kecil, namun juga sepanjang hidupnya.

Berikut ini Dr. Rimm menawarkan beberapa kiat yang dapat diterapkan sejak dini untuk membantu meningkatkan keinginan si kecil belajar dan berprestasi di sekolahnya kelak. Tentu saja tidak dengan cara memaksa maupun menuntut, namun lebih pada berbagai arahan dan dukungan yang membuat anak merasa nyaman berkegiatan.

1. Menciptakan rutinitas

Rutinitas membantu anak mandiri menjalani hari-harinya. Bayangkan jika sejak si kecil bangun pagi hingga malam hari ketika hendak tidur tergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya untuk mengarahkannya dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Anak-anak ini akan memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, dan belajar bahwa orang lain akan selalu mengambil tanggung jawab dirinya. Dengan begitu, jangan heran, jika suatu saat Anda terganggu oleh ketergantungan anak pada Anda dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Karenanya, ciptakan rutinitas sejak dini dengan membiarkan si kecil melakukan sendiri kegiatan rutinnya. Buatlah jadwal rutinitas yang harus dilakukan anak. Misalnya, bangun tidur, diikuti dengan membersihkan tempat tidur, menggosok gigi lalu sarapan bersama-sama Anda. Jika si kecil belum bisa membaca jadwalnya, buatlah gambar aktivitasnya secara berurutan sehingga mudah dipahami dan diikutinya. Tentu saja penjadwalan rutinitas ini dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan usia anak.

2. Pembiasaan belajar

Anak usia prasekolah memang belum memiliki beban akademis yang mengharuskannya belajar pada waktu-waktu tertentu di rumah. Namun tidak ada salahnya Anda membiasakan anak duduk di meja belajar yang disediakan baginya pada saat yang sama setiap harinya, dan untuk jangka waktu yang sama pula.

Pada saat itu ajaklah si kecil melihat-lihat buku ceritanya, atau menggambar kurang lebih selama beberapa menit. Misalnya, setiap sore jam 16.00, selama beberapa menit (lebih kurang 5 menit). Cara ini membuat anak terbiasa mengerjakan pekerjaannya di atas meja yang disediakan untuknya.

Ide untuk membiasakan si kecil duduk di meja belajarnya pada saat yang sama dan jangka waktu yang sama setiap harinya didapat dari seorang ahli ilmu faal bernama Ivan Pavlov . Pavlov menemukan hukum clasical conditioning, di mana jika ada dua stimuli dihubungkan, maka stimuli kedua akan menghasilkan respons yang sama dengan stimuli pertama.

3. Meningkatkan komunikasi

Komunikasi yang baik merupakan prioritas utama dari semua kebiasaan yang dapat meningkatkan keinginan anak berprestasi. Sementara, gaya hidup di perkotaan yang sibuk membuat waktu untuk berkomunikasi dengan anak sangat terbatas. Orang tua perlu menjadwalkan waktu khusus untuk bercakap-cakap dengan anak setiap hari. Misalnya saat minum teh di sore hari, atau makan malam bersama keluarga. Yang terpenting, matikan TV atau singkirkan hal-hal yang mungkin mengganggu komunikasi Anda dengan si kecil.

Mendengar adalah salah satu bagian penting dalam komunikasi. Jika orang tua terbiasa mendengar anaknya berbicara, maka anak juga akan mendengar jika Anda berbicara. Menurut Dr. Rimm, jika orang tua memiliki kebiasaan bercakap-cakap secara teratur setiap harinya, anak akan lebih terbuka kelak ketika memasuki usia remaja. Keadaan ini diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar pada anak kelak, karena keengganan anak untuk berprestasi ( underachievement ), biasanya, merupakan efek lanjutan dari komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak.

4. Bermain dan permainan

Bermain merupakan sarana utama bagi anak untuk belajar berbagai hal. Sedangkan permainan atau games biasanya merupakan latihan yang baik untuk menghadapi kompetisi yang sesungguhnya di dunia luar. Manfaat mainan dan permainan, antara lain, meningkatkan imajinasi dan pelampiasan emosi. Misalnya, dengan permainan boneka dan bermain peran. Selain itu, sambil bermain anak bisa belajar keterampilan spesial atau konsep angka. Misalnya, dengan bermain balok kartu atau puzzle .

Cobalah bersenang-senang bersama dengan menciptakan berbagai permainan dengan anak. Seimbangkan antara permainan di dalam rumah dan di luar rumah yang menghasilkan manfaat berbeda.

5. Menjadi model bagi anak

Anak akan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Mereka menjadikan Anda, orang tuanya, sebagai model yang patut diikuti. Namun, tentu saja si kecil hanya akan meniru perilaku yang terlihat olehnya. Ia tidak mungkin meniru perilaku gila kerja yang mungkin Anda miliki, misalnya, sebab ia tidak melihatnya langsung.

Karenanya, mengapa tidak menerangkan kepadanya apa yang Anda kerjakan di tempat bekerja? Daripada hanya mengeluhkan pekerjaan setiap Anda pulang bekerja, lebih baik Anda mulai menunjukkan pada si kecil bahwa Anda sangat menyukai apa pun yang Anda kerjakan. Karena, jika tidak, si kecil akan meniru perilaku Anda yang gemar mengeluhkan pekerjaan. Bukan tidak mungkin jika nantinya si kecil akan sering mengeluhkan pelajaran maupun guru-guru di sekolahnya jika Anda tidak segera mengubah sikap.

cLoudy
08-20-2007, 09:47 PM
Untuk dapat mengikuti pelajaran di SD dengan baik, anak perlu persiapan tertentu. Bagaimana Anda membantu si 5 tahun memasuki dunia baru ini?

Suasana di TK memang berbeda dengan di SD. Di TK, Adri masih diperbolehkan tidak mengikuti pelajaran ketika ia merasa tidak bisa mengikuti pelajaran di kelas. Dan, sepulang sekolah pun ia masih bisa bermain sepuasnya. Bila sudah duduk di SD, ia tak lagi bisa leluasa melakukan hal tersebut.

Di SD, Adri harus tahan duduk di bangku hingga pelajaran berakhir. Disamping itu, hampir setiap hari ia mendapat Pekerjaan Rumah (PR) yang wajib dikerjakannya, sehingga tak ada lagi waktu untuk bermain.

Untuk siap mengikuti pelajaran di SD, si kecil memang harus melalui proses penyesuaian diri. Jika tak siap, ia akan mengalami kesulitan yang cukup berarti dalam menjalani masa belajarnya. Kematangan seperti apa yang perlu dipunyai si 5 tahun?

Belajar menunggu giliran

Persiapan masuk SD perlu dilakukan agar masa sekolah ini tidak menyiksa anak. Menurut guru sekolah SD dan psikolog sekolah di Jerman, Alexandra Emrich , salah satu yang perlu dimiliki anak adalah ia belajar sabar dalam menunggu hingga gilirannya tiba. Dalam proses belajar, anak seringkali digilir dalam menjawab pertanyaan. Anak yang belum matang akan mengalami kesulitan. Anda perlu mengajari si 5 tahun kemandirian dalam menunggu gilirannya. Anda dapat mengajarkannya, misalnya, saat Anda dan si kecil antre membayar belanjaan di pasar swalayan. Katakan padanya bahwa semua orang harus antre, dan orang yang sudah besar mesti mengikuti aturan ini.

Selain belajar menunggu, anak juga harus menunjukkan kesanggupan berprestasi. Ini bisa dipraktekkannya sehari-hari di rumah, seperti memberi makan kucing, dan menyiapkan meja untuk makan malam. Dalam menyelesaikan tugasnya ini, anak belajar bahwa ia mendapat kepuasan karena telah mengerjakan suatu tugas, walau terkadang tak menyukainya. Si 5 tahun pun perlu termotivasi bahwa setiap tugas adalah tuntutan yang penuh tantangan untuk diselesaikan.

Tak hanya itu, anak pun diharapkan sanggup mengemukakan perasaan dengan cara yang bisa diterima orang lain, tahan duduk diam untuk mengikuti pelajaran dalam jangka waktu lama dan terampil menyelesaikan tugas. Semua ini sangat diperlukan sebagai tanda kemantangan si kecil untuk belajar di SD.

Melatih agar siap

Bagaimana Anda tahu anak siap bersekolah di SD? Anda bisa mendeteksi dengan melihat keterampilannya sehari-hari. Apakah, misalnya, ia bisa mengenakan atau melepas jaket, mengenakan celana dan kaos, atau mengenakan sepatunya sendiri? Bila belum bisa melakukan itu semua, si 5 tahun akan mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran olahraga, misalnya. Untuk itu Anda bisa melatih anak mengenakan dan melepas baju olahraganya dengan sabar, sebelum ia betul-betul harus melakukannya sendiri di kelas

Keterampilan lain, seperti menggunting, melukis dengan tinta yang tipis, atau siap menyeberang jalan perlu pula dikuasainya. Hal ini akan memudahkan si kecil menyesuaikan diri dengan situasi belajar sehari-hari di SD. Bukankah di SD ini Anda atau pengasuhnya tak bisa lagi menemaninya di lingkungan sekolah?

Selain itu, untuk mempermudah si kecil mempersiapkan diri saat akan berangkat sekolah, Anda dapat mendukungnya dengan, misalnya, membelikan sepatu tanpa tali agar tidak menyulitkannya jika mengenakan sepatu sendiri. Bila masa awal belajarnya bisa dilalui dengan baik, si 5 tahun akan merasa percaya diri dalam menempuh pendidikannya di SD.

cLoudy
08-20-2007, 09:48 PM
Banyak kemajuan dicapai si kecil sekarang, dan tampaknya ia cocok masuk kelompok bermain.

Ia sudah pandai berteman, sudah dapat menyanyi, dan dalam beberapa hal ia dapat menolong dirinya sendiri. Mungkin Anda berpikir, sudah bisakah si kecil masuk kelompok bermain. Mungkin juga Anda berharap di kelompok bermain, si kecil belajar banyak hal, dan membuatnya semakin mandiri.

Meski tampaknya ia punya cukup bekal untuk mengikuti program belajar di kelompok bermain, sebenarnya ia masih takut berpisah dengan orang tuanya. Jadi, perhatikanlah beberapa persiapan penting berikut ini:

- Pilih kelompok bermain yang baik

Sama seperti memilih mobil, memilih kelompok bermain perlu dilakukan

dengan teliti. Cari informasi tentang kelompok bermain yang tersedia di wilayah perumahan Anda, misalnya dengan bertanya pada para tetangga tentang pengalaman mereka memasukkan anak ke kelompok bermain terdekat.

Bila informasi sudah Anda peroleh, luangkan waktu bersama si kecil untuk mengunjungi kelompok bermain yang Anda pilih, untuk dilihat lebih dekat. Pilih salah satu yang paling disukai si kecil dan tentu paling sesuai dengan kebutuhan si kecil.

- Sosialisasikan kegiatan baru yang akan diikuti anak

Sebelum si kecil mengkuti program belajar di kelompok bermain,

Beritahukan kepadanya hal-hal menyenangkan yang akan ia lakukan di kelompok bermain, misalnya bersepeda bersama, makan bersama, menyanyi, berbaris dan lain-lain.

- Perkenalkan beberapa kegiatan yang akan dilakukannya

Di kelompok bermain, anak-anak mengikuti program pengembangan.

Misalnya mengayuh sepeda roda tiga, makan sendiri, bermain ayunan, prosotan, menempel kertas warna, dan sebagainya. Bila anak belum pernah melakukan hal ini, Anda dapat mulai memberi kegiatan ini agar kelak di kelompok bermainnya, si kecil tidak merasa asing.

- Latihan bertemu orang lain tanpa orang tua

Di kelompok bermain, si kecil akan bertemu orang-orang baru, seperti guru dan teman-teman. Di kelompok bermain si kecil juga berpisah dengan orang yang paling dekat dengannya, orang tua atau pengasuhnya misalnya. Melatih si kecil bersama orang lain selama beberapa jam dapat dilakukan. Anda dapat menitipkan si kecil pada tetangga, adik atau kakak Anda selama dua jam, dan membiarkan si kecil mengikuti aturan yang mereka miliki. Kira-kira seperti itulah yang akan dialami anak di kelompok bermainnya.

- Akrabkan dengan calon sekolahnya

Menyesuaikan diri dengan tempat dan rutinitas baru, tidak mudah bagi anak.

Orang dewasa pun kadangkala mengalami kesulitan pada awalnya. Sebelum anak masuk kelompok bermain, ajaklah ia mengunjungi sekolahnya saat sedang ada kegiatan. Dengan demikian si kecil dapat melihat situasi yang sesungguhnya tentang sekolahnya. Kenalkan juga si kecil dengan calon gurunya, dan bersama Anda, si kecil belajar mengingat nama-nama gurunya serta ciri khas guru itu. Misalnya bu Santi yang tinggi, kulitnya coklat, bu Tari yang kulitnya putih.

- Jangan tularkan kekhawatiran kepada anak

Ketika anak pertama kali masuk ke kelompok bermain, orang tua kerap merasa khawatir melepas anak. Mungkin Anda terbawa emosi, merasa anak masih kecil tetapi sudah sekolah. Lalu, berbagai pertanyaan muncul; Bisa nggak dia membuka tutup bekalnya? Bagaimana kalau dipukul temannya? Lalu, ketika anak mulai gelisah, Anda berkata dengan ragu-ragu; Sudah ya, nanti kamu berbaris sama teman-teman, ibu tunggu di luar. Padahal, saat Anda merasa tidak yakin melepaskan anak, ia menangkap keraguan Anda.

Sebaliknya, Anda dituntut untuk bersikap tegas, misalnya dengan mengatakan, Kamu menyanyi dan berbaris bersama teman-teman, lalu masuk kelas sama-sama. Ibu nggak boleh masuk kelas, jadi ibu tunggu di bangku ini. Nanti kalau kamu bermain, kamu bisa lihat ibu masih duduk di bangku ini. Konsekuensinya, Anda harus menepati janji hingga jam istirahat tiba, dan si kecil mendapati Anda di bangku yang Anda tunjukkan pada si kecil. Dengan demikian, si kecil merasa yakin bahwa Anda tidak meninggalkannya.

- Bantu menyesuaikan diri

Setelah mengikuti kelompok bermain, mungkin si kecil merasa cemas, menjadi rewel, mimpi buruk, ngompol lagi atau makin sulit berpisah dengan Anda. Tetaplah tenang, jangan membahas kecemasan si kecil. Mintalah padanya untuk bercerita tentang kegiatan yang ia sukai dan tidak ia sukai.

Bila sampai beberapa hari anak masih tampak cemas, cobalah ganti dengan pengasuh si kecil untuk mengantarnya ke kelompok bermain. Bisa saja si kecil akan lebih mudah berpisah dengan pengasuh ketimbang berpisah dengan Anda. Sehingga ia merasa nyaman ketika mengikuti kegiatan di kelompok bermainnya. Beri waktu si kecil untuk menyesuaikan diri.

cLoudy
08-20-2007, 09:49 PM
Anak-anak bisa saja terluka saat bermain. Pastikan si kecil aman ketika ia asyik main di playground.

Bermain adalah dunia anak. Melalui bermain, anak bisa mempelajari berbagai hal baru. Namun, anak-anak butuh bermain di lingkungan yang aman. Keamanan alat bermain di playground (arena bermain) hanyalah sebagian dari keseluruhan keamanan anak ketika bermain. Lalu, hal-hal apa lagi yang perlu diperhatikan agar anak bisa bermain dengan aman?

Pengawasan

Mengawasi anak berarti secara aktif mengamati setiap gerakan yang dilakukan anak-anak lain yang juga berkegiatan di playground . Apalagi playground bukan monopoli anak usia prasekolah. Anak-anak usia sekolah pun masih gemar bermain perosotan, komidi putar, ayunan, atau jungkat-jungkit. Ayunan yang telalu kencang diayun anak usia sekolah yang sedang bermain dapat membahayakan si balita ketika ia ada di dekat benda yang tengah mengayun itu.

Atau, bisa saja saat anak main perosotan ada anak lain yang juga siap meluncur di belakangnya. Padahal, anak-anak itu bisa saling menimpa ketika sampai di bawah. Karena itulah, orang dewasa pendamping anak perlu memperhatikan perilaku anak saat bermain di playground.

Peralatan bermain sesuai usia

Anak usia dua sampai lima tahun belum punya kekuatan otot lengan bagian atas yang memadai untuk menahan putaran komidi putar bila ia ingin menghentikannya. Padahal, anak-anak usia ini merasa dirinya mampu dan tak menyadari ia dapat saja terseret putaran komidi putar. Dampingi anak saat ia ingin bermain mainan ini.

Peralatan bermain yang baik mencantumkan label peringatan bahwa alat permainan itu dirancang untuk anak usia tertentu. Playground yang baik memisahkan area bermain untuk anak usia prasekolah dengan area bermain anak usia sekolah.

Perawatan alat bermain

Pemeriksaan rutin terhadap peralatan bermain diperlukan untuk memastikan kondisinya aman bagi anak. Sekali seminggu, peralatan bermain perlu diperiksa untuk mengetahui apakah ada bagian yang rusak.

Bila Anda mendapati beberapa mainan rusak, misalnya tali ayunan hampir putus atau pegangan pada jungkat-jungkit tak ada lagi, hindari menggunakan mainan itu. Ajak si kecil memilih mainan lain yang kondisinya layak. Tentu Anda perlu melaporkan pada pengelola playground bahwa sebagian alat bermain di arena itu rusak.

cLoudy
08-20-2007, 09:52 PM
Citarasanya asam segar. Penampilannya kaya variasi. Tak heran bila produk fermentasi susu ini disukai banyak orang, termasuk anak-anak.

Yoghurt adalah produk fermentasi susu yang bersifat semi-padat. Begitu populernya, sehingga penggemar produk ini tersebar di berbagai belahan dunia.

Pakai starter khusus

Yoghurt adalah produk yang masih hidup. Kekhasan yoghurt sebagai produk fermentasi memang berasal dari starter khusus yang dipakai, yaitu kultur bakteri asam laktat. Tanpa bakteri ini, yoghurt kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam aksinya, bakteri ini akan mengubah laktosa (gula susu) jadi asam laktat. Begitu mencapai jumlah asam laktat tertentu, susu pun menggumpal. Saat ini, penggumpalan susu banyak dilakukan dengan kombinasi 2 bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bisa juga, ditambahkan dengan bakteri lainnya. Memang, kalau mau menghasilkan flavor yang unik, ya pandai-pandailah memadukannya.

Yoghurt seperti ini benar-benar tanpa tambahan perasa atau pewarna. Makanya, disebut yoghurt dasar (plain yoghurt).

Komposisi gizi tergantung jenis susu

Memang, komposisi zat gizi yoghurt ditentukan oleh bahan baku utamanya, yaitu susu. Umumnya, yoghurt mengandung tidak kurang dari 0,8% asam laktat, 9,5% padatan susu nonlemak, dan 3,0% protein.

Selain susu utuh (whole milk), yoghurt bisa juga dibuat dari susu bubuk, susu skim, atau campuran antara suhu utuh dan susu skim. Dengan begitu, bisa didapat kadar lemak yang diinginkan. Yoghurt bebas lemak tidak boleh mengandung lemak lebih dari 0.5 g/100 g.

Nah, karena terbuat dari susu, mau tidak mau yoghurt (yang tidak ditambah gula) punya komposisi mirip dengan komposisi susu. Itu sebabnya, yoghurt juga sumber protein dan kalsium yang sangat oke. Bahkan, konsumsi yoghurt sebanyak 100 g per hari mampu memberikan sumbangan sekitar 15% dari kebutuhan kalsium dan protein per hari. Makanya, makan yoghurt secara teratur bisa membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Juga, karena sebagian besar laktosa (gula susu) telah difermentasi, yoghurt bisa jadi alternatif makanan bagi penderita yang tidak bisa mencerna laktosa (laktosa intoleransi).

Perlu dicatat, standar internasional menentukan yoghurt yang bermutu baik harus mengandung maksimum 10 koliform per gram dan 100 kapang atau khamir per gram. Selain itu, yoghurt tidak boleh mengandung lebih dari 2,0% senyawa pembentuk tekstur (penstabil, pembentuk gel, pengental atau pengemulsi), asam sitrat, pewarna makanan dan pengawet yang diizinkan (khususnya yoghurt dengan tambahan buah, jus buah, ekstrak buah, atau selai).

Diduga bisa memperpanjang usia

Manfaat yoghurt pertama kali diungkap oleh Elie Metchnikoff , ilmuwan Rusia penerima nobel biologi/fisiologi kedokteran tahun 1908. Menurut Metchnikoff, tingginya usia hidup rata-rata warga suku-suku pegunungan di Bulgaria , yakni 87 tahun, ada hubungannya dengan kebiasaan mereka mengonsumsi yoghurt. Bakteri akan masuk dan tinggal di usus, lalu memberi pengaruh positif terhadap keseimbangan mikroflora usus. Caranya? Menurunkan efek racun dari bakteri yang merugikan di usus.

Jadi, yoghurt hidup (belum dipanaskan) yang mengandung bakteri baik akan berperang dan membunuh bakteri jahat yang suka tebar-tebar racun di usus. Yang termasuk bakteri baik adalah Bifidobacterium, Eubacterium dan Lactobacillus. Sebagai gambaran, diperkirakan ada 100-400 jenis bakteri dalam usus manusia dan membentuk flora usus.

Selain itu, konsumsi yoghurt akan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Diduga, inilah yang membuat kesehatan prima, plus panjang umur. Cuma itu? Tentu saja tidak. Aktivitas bakteri asam laktat selama fermentasi susu jadi yoghurt ternyata bisa meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya, B1, B2, B3, B6, asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Vitamin tersebut berperan penting dalam kesehatan reproduksi dan kekebalan tubuh.

Juga, yoghurt mudah dan cepat dicerna tubuh. Bayangkan saja, lebih dari 90% yoghurt bisa dicerna tubuh dalam waktu 1 jam setelah konsumsi. Bagaimana dengan susu? Dalam waktu yang sama, baru tercerna 30% saja.

*)Penulis adalah Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

cLoudy
08-20-2007, 09:53 PM
Si 3 tahun kini kerap menggigit-gigit kukunya. Apa penyebab ia berperilaku demikian?

Tak hanya menolak bergabung, si 3 tahun malah menggigit kukunya saja saat Anda menyuruhnya bergabung bersama anak seusianya yang tengah bermain di rumah kawan Anda. Anda paham ia malu. Tapi mengapa reaksi malu si 3 tahun kini dengan menggigit kukunya? Bahkan ketika menonton televisi, kebiasaan barunya ini pun kerap dilakukan.
Penyebab kebiasaan

Sejumlah alasan dapat jadi penyebab si 3 tahun kini gemar menggigit kukunya. Berbagai penyebab itu adalah, rasa ingin tahu mengenai tubuhnya, rasa bosan untuk mengurangi stres atau pun sekadar kebiasaan. Menggigit kuku termasuk kebiasaan yang dilakukan karena gelisah ( nervous habits ), serupa dengan kebiasaan suka mengisap jari, mengorek hidung, melintir atau menarik rambut atau pun menggeletukkan gigi.

Menggigit kuku kadang juga merupakan cara si kecil mengurangi ketegangan yang hebat tapi bersifat sementara, pada masa anak-anak. Semua anak-anak mengalami masa kecemasan. Mempelajari sesuatu yang baru di sekolah atau malu saat berada di tempat bermain dapat menjadi pemicunya. Jika ini penyebabnya, Anda tak perlu khawatir.

Anda perlu khawatir jika kebiasaannya menggigit kuku ini sering dilakukannya hingga kulit jarinya terkelupas atau berdarah. Apalagi jika ditambah dengan perilaku mengkhawatirkan lainnya, seperti mencabut rambut atau pola tidur yang berubah. Sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter anak atau psikolog, mengingat kebiasaan menggigit jari ini dapat menjadi tanda adanya kecemasan yang berlebihan.

Jangan paksa berhenti

Meski tak perlu khawatir, perilaku mengigit kuku ini memang bukan pemandangan yang indah untuk dilihat. Anda dapat melakukan beberapa cara agar tak lagi melihat kebiasaan si kecil ini.

Janis Keyser , pendidik dan salah seorang penulis buku Becoming the Parent You Want to Be, menyebutkan bahwa langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu penyebab utamanya. Kepindahan yang tiba-tiba, perceraian orang tua atau sekolah baru dapat menjadi tekanan tersendiri bagi anak, sehingga menyebabkan ia melakukan perilaku menggigit kuku. Anda perlu membicarakannya secara khusus dengan si kecil.

Seperti juga kebiasaan lain yang dilakukan saat ia gelisah, menggigit kuku dilakukan anak secara tidak sadar. Dengan begitu percuma saja Anda menghukumnya. Memaksanya untuk menghentikannya malah akan membuatnya melakukannya lagi, dan lagi.

Selama tidak melukainya, pastikan kuku si kecil pendek dan bersih. Namun Anda tetap perlu mengupayakan si kecil menghentikan kebiasaan ini. Anda dapat mencoba menggunakan plester pada jarinya, sehingga ia tidak dapat menggigit kukunya. Bukan tidak mungkin, lama kelamaan, ia tak menggigit jarinya lagi.

cLoudy
08-20-2007, 09:55 PM
Tayangan misteri yang berbau horror dan supernatural kini sangat populer. Anak balita Anda pun turut menonton dan ia ketakutan.

Debi terkaget-kaget mendengar teriakan Risang (4 tahun) dari dalam kamar tidurnya. Ia dapati putranya menangis tersedu di atas tempat tidurnya. Mama, Risang takut Ma. Risang mimpi dikejar hantu seperti yang tadi di TV, isak Risang sambil memeluk sang ibu. Dalam hati Debi menyesal memperbolehkan si kecil ikut menonton tayangan misteri beberapa hari lalu.

Tidak sesuai perkembangan anak

Tayangan misteri semakin marak tampil hampir di semua stasiun TV di Indonesia. Pada dasarnya manusia memiliki ketertarikan pada hal-hal di luar yang normal, sehingga tayangan semacam ini selalu tumbuh dan berkembang, ucap Ade Armando , staf pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Indonesia .
Masalah timbul ketika di Indonesia , tontonan-tontonan yang menakutkan ini hadir di jam ketika anak-anak bisa ikut menonton. Seharusnya anak-anak kita lindungi perkembangan kejiwaannya agar dapat tumbuh secara sehat. Ini mereka malah tumbuh dengan tontonan-tontonan yang menakutkan! lanjut Ade..

Pendapat ini disetujui Dra. Mayke Tedjasaputra, M.Si , yang menyayangkan hadirnya banyak tayangan bermuatan mistik bagi segmen anak-anak, Ini membuat anak mengkhayalkan yang tidak-tidak, ujarnya. Anak-anak balita belum dapat berpikir abstrak. Mereka berpikir apa yang mereka lihat itulah yang benar-benar terjadi, ucap staf pengajar Jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia ini.

Selain itu, Mayke mengingatkan bahwa tayangan semacam itu juga bertentangan dengan nilai-nilai agama pada umumnya. Anak jadi takut berlebihan pada setan. Juga bisa muncul kepercayaan pada anak bahwa ia bisa meminta segala sesuatu kepada jin, tuyul atau bidadari.

Ria Miryam (32 tahun) , ibu rumah tangga dan ibu dari Putri (9,5 tahun), Rafli (6 tahun) dan Daffa (4 tahun), yang tidak setuju dengan banyaknya film atau pun telenovela untuk anak yang bermuatan misteri, ketat memilihkan tayangan apa saja yang boleh disaksikan anak-anaknya. Sayangnya, walaupun merasa sudah mengawasi tayangan yang ditonton anak, ia merasa kecolongan juga ketika iklan film horor untuk orang dewasa sering melintas diantara tayangan untuk anak-anak.

Akibat yang ditimbulkan

Tayangan misteri memang bisa menakutkan si kecil. Ini ditunjukkan Audi (5 tahun), putri dari Bulan Purnamasari (32 tahun), karyawati BUMN. Bulan, yang merasa pasti bahwa Audi hanya menonton tayangan-tayangan misteri bersamanya, pernah direpotkan karena putri semata wayangnya itu bermimpi dan mengompol setelah menonton tayangan misteri.

Ketakutan yang sangat hingga keluar dalam bentuk mimpi buruk juga dialami Daffa (5 tahun), putra Marini Zumarnis , pemeran ibu bidadari dalam sinetron berjudul Bidadari . (Lihat boks: Saya Mengatasi Rasa Takut Daffa dengan Doa ). [J1]

Dari berbagai penelitian di Amerika yang dipelajari Ade, anak-anak yang menonton tayangan semacam ini akan menunjukkan perilaku yang sama. Mereka tidak berani tidur sendiri dan mengaku bermimpi buruk. Padahal itu terjadi di Amerika, sebuah negara yang lebih rasional. Mereka tidak percaya pada hal-hal yang bersifat supranatural. Bagaimana dengan di Indonesia ? ucap Ade.

Keprihatinan Ade juga disokong pendapat ilmiah. Kalau dari kecil diliputi perasaan takut yang mencekam terhadap hal-hal yang gaib dan irasional, perkembangan kepercayaan diri anak akan terhambat., ungkap Mayke prihatin.

Ade juga mengkhawatirkan dampak lain yang mungkin timbul akibat tayangan-tayangan tersebut. Bayangkan, anak-anak ini akan tumbuh dengan rasa percaya yang sangat tinggi terhadap hal-hal irasional atau mistik. Itu kan tidak sehat! ujar Ade.

Makin buruk jika

Mayke menyatakan ada fase-fase tertentu di usia balita ketika anak mengalami rasa takut terhadap suatu objek tertentu. Misalnya, anak usia 2 tahun biasanya takut gelap yang juga dihubungkan dengan ketakutan terhadap monster atau makhluk-makhluk yang menyeramkan.

Rasa takut anak terhadap objek tertentu ini akan hilang dengan bertambahnya usia. Terutama ketika anak memasuki usia 6 atau 7 tahun, ketika ia mulai dapat menggunakan rasionya. Namun jika ia menonton tayangan-tayangan yang mencekam, dikhawatirkan rasa takutnya tersebut justru akan menetap! ucapnya.

Mayke juga mengingatkan ada beberapa hal yang memperburuk perasaan takut pada anak. Diantaranya, jika orang tua justru memanfaatkan tayangan yang mencekam untuk menakut-nakuti atau mengancam anak agar mau melakukan apa yang diminta orang tua. Anak juga dapat meniru sikap orang tua yang juga terlihat ketakutan setelah melihat tayangan-tayangan semacam itu, sehingga anak bertambah insecure walaupun berada di dekat orang tuanya.

Selain itu, menurut Mayke, biasanya anak-anak yang memiliki attachment, kelekatan, yang baik dengan orang tuanya pada tiga tahun pertama usianya lebih mudah menghilangkan rasa takutnya. Ini karena, pada dasarnya, anak-anak dengan attachment yang baik memiliki perasaan aman (security feeling ) yang lebih besar dari anak yang kelekatan dengan orang tuanya kurang baik.

Boleh, asal

Karena belum ada peraturan yang jelas mengenai tayangan-tayangan semacam ini maka, baik Ade maupun Mayke, menyarankan peran aktif orang tua untuk menyeleksi tayangan-tayangan yang sesuai bagi anak-anak mereka (Lihat boks: Kita Harus Punya Klasifikasi Acara yang Jelas ) . Atau, paling tidak, Mayke menyarankan orang tua untuk selalu mendampingi anak menonton tayangan layar kaca sambil meluruskan persepsi yang terlanjur salah ditangkap anak.
Misalnya untuk mendapatkan sesuatu, anak tetaplah harus berusaha dan berdoa, karena meminta bantuan jin atau tuyul itu tidak mungkin, tegas Mayke.

Mayke mengakui bahwa melindungi anak dari tayangan-tayangan semacam ini seratus persen memang suatu hal yang mustahil. Apalagi hal-hal yang supernatural menjadi bagian dari budaya kita. Anak juga dengan mudah menemukan tayangan-tayangan supernatural bagi anak-anak yang dikemas menarik. Misalnya, film kartun Casper atau Scobydoo. Karenanya, sejak awal orang tua harus menjelaskan sesuai dengan nilai-nilai agama serta kemampuan anak dalam memahami.

Secara logika lambat laun anak juga harus diperkenalkan dengan suatu realita bahwa makhluk halus atau alam gaib memang ada. Namun, tentu saja, tidak dengan menonton tayangan-tayangan misteri yang mencekam atau menakutkan. Lagi pula, saya tetap berpegang pada patokan usia bahwa hal ini baru dapat mulai diperkenalkan pada anak di atas usia 6 atau 7 tahun, ketika si kecil mulai dapat mengolah informasi dengan benar. Jadi, anak balita sebaiknya dihindarkan dari hal-hal semacam ini, jelas Mayke.

Namun Mayke juga mengingatkan kemampuan anak-anak untuk menerima dan mengolah informasi berbeda antara satu anak dengan lainnya. Ada anak yang mudah takut, namun ada juga anak yang kritis. Anak yang kritis ini walau awalnya takut dan mengalami mimpi buruk, setelah sembuh, ia justru makin penasaran.

Hal seperti itu pernah dialami Audi, putri Bulan. Perihal ini Bulan berujar, Yang saya lihat Audi semakin penasaran. Ia justru banyak bertanya mengapa bisa begini-begitu dan sebagainya. Menanggapi hal ini Mayke mengatakan, Memang orang tualah yang paling tahu bagaimana sikap anak terhadap apa yang ditontonnya. Sehingga, hal itu dapat menjadi tolok ukur sikap orang tua dalam memilih tayangan apa yang paling cocok bagi anak-anak mereka.

Jika terlanjur menonton

Bagaimana jika anak terlanjur menonton tayangan-tayangan misteri yang mencekam seperti dialami putra-putri Ria? Tentu orang tua harus berusaha meredakan rasa takut mereka dengan menenangkan, memeluk atau membujuk. Sebisa mungkin hindarkan anak menonton film-film seperti itu kembali. Beritahu juga si kecil, jika merasa takut ia tidak usah menonton film-film semacam itu lagi, jelas Mayke.

Mayke menuturkan, setelah menonton anak biasanya jadi takut tidur sendiri, bermimpi, mengigau, atau bahkan mengompol, seperti dialami Audi. Namun dengan berjalannya waktu dan kemampuan orang tua untuk meyakinkan anak untuk menghilangkan kecemasannya, maka perasaan takut si kecil bisa menghilang dengan sendirinya. Terutama ketika si kecil memasuki usia sekolah, sekitar usia 6 atau 7 tahun, saat rasio anak mulai dapat berjalan dengan baik.

Hal yang sama dilakukan Bulan terhadap putrinya ketika tayangan misteri yang ditontonnya membuat Audi bermimpi buruk. Biasanya Bulan menyarankan agar Audi berdoa dahulu sebelum tidur agar ia tidak diganggu mimpi buruk. Dan selama beberapa hari, Bulan menenangkan mereka dengan menemani tidur. Ria pun merasa perlu memberi penjelasan pada ketiga anaknya bahwa hal-hal yang ditontonnya merupakan cerita yang tidak nyata.

Bahan: Cherry Riadi Lukman, Grahita Purba Santika & ENL

cLoudy
08-20-2007, 09:56 PM
Berita di TV tentang perang dan kekerasan dapat membuat anak merasa tidak aman. Lebih-lebih jika orang-orang yang dekat dengannya menampilkan reaksi cemas.

Ma, nanti kalau rumah kita dibom bagaimana? tanya Riri, si 4 tahun. Rupanya, berita tentang perang di TV, ditambah kedatangan teman Anda yang bercerita tentang sepupunya yang terkena bom Hotel JW Marriot tahun lalu, terserap pikiran si kecil.

Pertanyaan itu belum seberapa dibanding beberapa hari setelahnya, ketika si kecil kembali bertanya, Ma Riri enggak mau mama-papa mati. Nanti Riri sama siapa? tanyanya sambil menangis terisak-isak.

Andil TV dan lingkungan

Program-program TV dan lingkungan memang memberi andil dalam perkembangan si kecil. Berita tentang perang yang dilihatnya di TV berulang kali membekas dalam ingatannya. Apalagi jika ada saudara atau orang yang dekat dengannya terlibat dalam perang tertentu.

Namun, reaksi si 4 tahun terhadap masalah ini berbeda-beda. Umumnya, anak bisa jadi akan biasa-biasa saja bila sekadar melihat atau mendengar pembicaraan orang. Namun, jika orang tua atau pun orang-orang yang dekat dengannya menampilkan reaksi cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Reaksi anak, memang, sangat bergantung pada reaksi orang tua.

Meski dampaknya berbeda pada setiap anak, satu hal yang dapat Anda lakukan adalah mengatur konsumsi berita TV anak-anak Anda. Berita yang berulang-ulang dapat meningkatkan stres si kecil, juga membingungkannya, sehingga ia berpikir perang yang sama terjadi lagi dan lagi.

Bantu anak

Mengingat reaksi anak tak bisa dilepaskan dari reaksi orang tua dan orang lain di sekitarnya yang dekat dengannya, Anda perlu memperhatikan reaksi Anda.

Bey Clayton , pekerja sosial untuk Palang Merah Amerika mengatakan, Anak-anak hampir tidak punya kontrol dalam hidupnya, sehingga dapat menjadi menakutkan bagi mereka jika melihat orang tua mereka tidak memiliki kontrol. Clayton mengingatkan agar orang tua memperhatikan emosi anak-anaknya. Orang tua perlu mengontrol diri sendiri saat merasa sedih.

Cara lain yang dianjurkan Clayton adalah tetap melakukan rutinitas. Sikap Anda yang terlalu khawatir jika ada kiriman barang datang, karena takut berisi bom, dapat ditangkap si kecil. Menghindari pergi ke tempat-tempat umum karena khawatir bom, juga dapat dirasakan buah hati Anda.

Kekhawatiran si 4 tahun ini tak lepas dari perasaan tidak aman. Untuk itu, berilah jawaban yang menenangkan jika ia bertanya. Misalnya, untuk pertanyaan, Apa yang dialami orang yang meninggal? Bila ia bertanya dalam konteks ketakutan setelah melihat dan mendengar berita atau cerita perang, Anda dapat meyakinkannya bahwa ia akan baik-baik saja. Ia tidak perlu terlalu khawatir mengingat banyak orang dewasa, yaitu tentara, yang bertugas untuk menjaga anak-anak dan orang-sipil.

Batasi pula cerita-cerita seram yang dapat didengarnya. Dengan bantuan Anda, ketakutan anak dapat segera hilang. Seperti kata Flemming Graae , Direktur Pelayanan Psikiatri Anak dan Remaja di New York Presbyterian Hospital di White Plains, New York, Dengan dukungan yang baik, umumnya anak akan baik-baik saja.

cLoudy
08-20-2007, 09:57 PM
Ia gampang tersinggung. Bagaimana mencegahnya agar tak menjadi anak yang hipersensitif?

Lena (5 tahun) gampang betul tersinggung. Bukannya berhati-hati dengan perasaan adiknya, si kakak yang duduk di SD justru semakin senang menggoda Lena . Akibatnya Vitri, sang ibu, kerap disibukkan oleh ulah si bungsu yang semakin sering rewel, bahkan tak jarang sedih berurai air mata. Mengapa Lena sangat sensitif dan tampak beda jauh dengan kakaknya?

Kepekaan tinggi

Anak usia 5 8 tahun umumnya punya kepekaan lebih tinggi dibanding ketika berada di rentang umur yang lain. Mereka kerap terkesan terlalu peka terhadap kritikan atau godaan teman-temannya. Mereka menjadi temperamental dan suka bersikap murung. Pandangan anak-anak usia ini pun cenderung negatif, sehingga apa saja bisa terlihat salah di mata mereka.

Si lima tahun biasanya dapat menilai perbedaan dirinya dengan yang lain, sehingga cenderung melihat dirinya tidak sebaik atau sesempurna orang lain, terutama pada bagian-bagian tubuh yang terlihat jelas. Misalnya, lebih gemuk atau kurus.

Selain itu, anak-anak ini biasanya punya harapan yang tidak realistis. Mereka, misalnya, mengharapkan orang lain memperhatikannya terus-menerus. Dengan begitu, jika perhatian orang teralih, mereka kecewa.

Cegah sebelum teranjur

Walau masih wajar, namun kepekaan berlebihan ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, sehingga si kecil tumbuh jadi sosok yang hipersensitif. Untuk mencegahnya, Anda dapat melakukan beberapa hal, antara lain:

- Bangun toleransi anak terhadap godaan atau kritik dengan terbiasa melontarkan godaan ringan di dalam keluarga. Anak yang terbiasa dilindungi dari godaan atau kritik, umumnya tumbuh menjadi anak yang terlalu peka dan mudah tersinggung.

- Ajak si kecil berpikir logis dengan mengajarkan bahwa kritikan seorang terhadap aspek tertentu tidak berarti orang yang dikritik buruk secara keseluruhan dan permanen.

- Perkuat perasaan anak bahwa ia mampu melakukan berbagai hal. Perasaan mampu dapat meningkatkan rasa percaya diri si kecil, sehingga melawan perasaan pekanya ketika mendapat kritik.

- Anda sebagai orang tua harus berperan sebagai model yang baik bagi anak. Jika Anda mudah sekali tersinggung dengan kata-kata orang lain, jangan heran bila si kecil pun jadi anak yang super sensitif seperti Anda!

cLoudy
08-20-2007, 09:58 PM
Bagaimana cara Anda ungkapkan cinta pada anak? Sudah tepatkah cara itu?

Cinta adalah masalah yang kompleks. Bila tidak, kita tidak akan punya sedemikian banyak pujangga atau pengarang lagu.

Dalam konteks keluarga, orang tua pastilah ingin mengekspresikan cintanya kepada anak dengan selalu berupaya membahagiakan buah hatinya. Mereka ingin selalu dapat memberi pujian dan pelukan hangat, melayani kebutuhan anak, dan, mungkin saja, membelikan apa pun yang diminta anak. Semua dilakukan atas nama cinta.

Tapi, sejauh mana ekspresi cinta itu? Di manakah batasnya? Kapan kita tahu bahwa kita telah berlebihan mencintai anak? Ini persoalan gampang-gampang susah. Banyak orang sulit mengatakan tidak pada buah hati. Apalagi bila kita tahu betapa cinta itu sangat diperlukan bagi perkembangan si kecil, termasuk dalam soal kesehatan fisik.

Money Cant Buy Love

Yudiana Ratnasari, Psi. , dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyatakan, ekspresi cinta orang tua pada anak akan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya.

Di lima tahun pertama usianya, anak tengah mencari rasa aman. Ini didapat ketika ia merasakan anggota-anggota keluarga mencintainya. Rasa aman lebih lanjut akan mengembangkan rasa percaya diri dan konsep diri anak kelak. Ekspresi cinta yang terus dirasakannya juga akan mengajarkan anak untuk berempati pada orang lain, dan mendukung proses trust building anak pada individu lain, katanya.

Tapi sekali lagi, sangat mungkin bagi orang tua untuk mencintai dengan cara yang kurang bijaksana. Ini misalnya terjadi bila kita terlalu mengutamakan cara yang bersifat materialistis. Membelikan mainan atau barang bagi si kecil secara nonstop atau selalu mengabulkan rengekannya bukanlah cara yang tepat. Money cant buy love , kita ingat saja lirik lagu Beatles itu.

Masalah terbesar dengan tabiat ini ialah ia dapat menghambat tumbuhnya rasa empati pada anak. Si kecil lama-kelamaan akan menjadi kurang sensitif pada lingkungannya jika ia terlalu mengasosiasikan cinta dengan mainan atau cindera mata, meskipun terlalu banyak sanjungan juga berpotensi untuk berdampak serupa.

Justru bila orang tua terlalu berlebihan mengekspresikan rasa cintanya pada anak, membuat anak terbiasa memusatkan cinta ini pada diri sendiri. Ia akan terus menuntut dan mengharapkan orang lain terus memberinya cinta. Akibatnya, anak tak mampu membina empathic complex, yaitu pertalian emosional dengan orang lain, demikian kata Yudiana lagi.

Yang Wajar, Yang Hangat

Jadi bagaimana menemukan batasan yang tepat? Memang tidak ada ilmu eksaktanya. Cara terbaik ialah dengan sedikit berintrospeksi. Tanyailah diri Anda sendiri, bagaimana cara mengekspresikan keistimewaan si kecil dengan cara yang wajar, hangat dan istimewa. (Rasanya, setiap minggu menggosok kartu kredit di toko mainan bukanlah cara yang hangat dan istimewa. Coba bandingkan dengan meluangkan waktu untuk bermain make-belief bersama.)

Maya Soraya (33 tahun) ibu rumah tangga dan ibu dua anak di Jakarta mengungkapkan, Saya selalu mengatakan I love you pada kedua anak saya, Naura (8 tahun) dan Nibroos (4 tahun) sambil memberi pelukan dan ciuman ketika mereka akan berangkat sekolah, pulang sekolah, dan menjelang tidur.

Rina Paramita (33 tahun), manajer marketing radio swasta di Semarang dan ibu dari Kirana (4,5 tahun) dan Zenna (5 bulan) mengekspresikan rasa cintanya dengan cara yang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menyatakan cinta pada dua anak saya dengan selalu berusaha mengurus mereka di pagi hari sebelum saya berangkat kerja. Saya mandikan. Saya pakaikan baju, dan saya urus perlengkapan mereka. Baru di akhir minggu, saya curahkan perhatian sepenuhnya kepada Kirana dan Zenna dengan menangani sendiri semua kebutuhan mereka, walau terkadang tak luput juga ada bantuan dari pengasuhnya, ungkap Rina terus terang.

Musisi Gilang Ramadhan (41 tahun) punya cara tersendiri untuk menyatakan cintanya kepada Pruistine (2,5 tahun), dan Charlotte (1 tahun). Kadang-kadang saya juga mandi bersama mereka. Saya pikir mumpung mereka masih kecil, jadi masih bisa kami lakukan bersama, cerita drummer, suami Shahnaz Haque, ini dengan gembira.

Terbukalah!

Melihat contoh-contoh ini, mungkin Anda berpikir, dari mana kita bisa mendapat ide untuk mengekspresikan cinta bagi si kecil? Bagaimana caranya yang cerdas, asyik dan orisinal? (Ehm, ternyata tidak jauh rumitnya dengan mengekspresikan cinta ketika masih pacaran).

Ternyata baik Gilang, Maya dan Rina bersikap relatif terbuka. Mereka selalu mencari informasi, melihat hidup dan juga melihat masa kecil mereka sendiri untuk mendapat ide.

Orang tua saya dulu tidak seekspresif saya menyatakan cintanya pada anak. Mereka tidak memberikan pelukan, ciuman, seperti yang saya lakukan sekarang. Saya banyak belajar dari pengalaman hidup, membaca buku, dan mengadopsi nilai-nilai yang baik dari lingkungan sekitar untuk saya terapkan pada keluarga saya, papar Maya.

Pengalaman serupa dialami Gilang. Dulu ketika kecil, ibu saya sekolah lagi ke luar negeri. Saya dan kakak tinggal di rumah nenek. Mungkin dari sini saya melihat dan mencoba mengoreksi kesalahan orang tua saya agar saya dapat lebih maksimal dan komplet memberikan cinta pada anak-anak saya, ungkap Gilang.

Semakin terbukanya kesempatan individu melihat dunia dan kemudahan mengakses sumber informasi, membantu orang tua memperoleh referensi mengenai pengasuhan anak ..

Mencintai itu memang itu keperluan hidup. Lain kali kita tergoda untuk lagi-lagi belanja mainan bagi si kecil, ingat saja apa yang pernah ditulis penulis masyhur Ralph Waldo Emerson, The only gift is a portion of thyself.

Bahan: Eleonora Bergita, CRL

cLoudy
08-20-2007, 10:00 PM
Pemahaman tentang benar dan salah akan membuat si kecil bisa berperilaku etis dan hidup harmonis.

Aduh, kakak jangan tarik rambut Kiki. Sakit niiih!

Nak, ini pensil, rautan dan penggaris punya siapa? Ini bukan punya kamu kan ? Kok dibawa pulang?

Awas Abang, jangan tindih kaki Adik ya. Adik masih bayi.

Tentu ada berbagai perilaku salah dan dilarang yang lain, tapi tetap anak lakukan. Seringkali, anak jelas-jelas tahu, menyakiti atau mengambil barang milik orang lain itu salah, karena sudah ribuan kali Anda mengatakannya.

Tetapi, meski tahu tentang perilaku yang benar, ia tidak berperilaku sesuai pemahamannya akan yang benar itu. Sebab, mengetahui dan berperilaku benar, bagi anak merupakan dua hal yang berbeda.

Dua elemen kesadaran

Michele Borba , penulis buku Building Moral Intelligence; the Seven Essential Virtues that Teach Kids to do the Right Thing, mendefinisikan kesadaran ( conscience ) sebagai pengetahuan tentang yang benar, dan berperilaku berdasarkan pengetahuan akan yang benar itu. Terjadinya tawuran, vandalism, pelanggaran aturan, atau perusakan lingkungan, jika mengacu pada Borba, menunjukkan tidak adanya kesadaran pada seseorang atau sebagian masyarakat.

Ahli lain, Stanley Greenspan, MD , pengajar di Bagian Psikiatri, ilmu-ilmu Perilaku dan dokter anak dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, menyebutkan dua elemen kesadaran.

Pertama, mengenali. Anak mengenali bahwa perilaku tertentu itu salah. Kedua, pengendalian diri. Anak mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal yang salah. Anak harus belajar hal ini sejak kecil, saran Borba, peraih penghargaan untuk pendidikan moral anak. Kapan usia yang tepat? Dan usia berapa?

Usia kenal benar- salah

Menurut Sharon Lamb, Ed. D ., pengajar psikologi di Faith Michael College , Vermont, anak mulai paham benar dan salah pada usia 18 bulan. Anak usia ini dapat melarang diri sendiri saat ingin melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga kerap berpura-pura akan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa tindakannya dilarang. Misalnya, pura-pura akan memukul ibu, atau pura-pura akan melempar barang.

Di usia 2 tahun, anak-anak mulai mengidentifikasi diri dengan orang tuanya. Usahanya melakukan hal yang benar, bertujuan untuk mendapatkan pujian dan senyuman dari orang tua. Hadiah seperti ini memperkuat proses identifikasinya.

Keinginan anak untuk diterima oleh lingkungan, mendorongnya menginternalisasi perilaku yang benar. Mereka memang banyak belajar tentang yang benar dan yang salah, tapi perilaku mereka masih berupa hasil tanggapan orang tuanya. Jadi, meski mereka tahu hal yang benar, belum tentu mereka ingin melakukannya.

Baru pada usia antara 3 sampai 5 tahun, menurut Greenspan, anak mulai mengembangkan suara hati, yang disebut kesadaran.

Tahap perkembangan kesadaran

Ada tiga tahap perkembangan kesadaran si kecil yang dapat dijadikan patokan sesuai usianya:

* Usia 18 - 36 bulan: Perilaku Menyenangkan

Tahap ini ditandai saat anak melakukan apa saja yang menyenangkan dan menghindari hukuman. Anak belum punya dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan hal yang benar. Anak-anak yang tidak mendapat sentuhan dan perlakuan yang tepat dari orang tuanya, akan berhenti pada tahap ini. Mereka tidak akan mempunyai dorongan untuk melakukan yang benar.

Mengembangkan kesadaran pada anak usia ini perlu menggunakan reward and punishment . Hindarkan anak dari hal-hal yang berbahaya. Misalnya, listrik, disepencer air, atau kompor; agar ia tidak merasa terlalu dibatasi. Ini karena anak-anak usia ini belum paham penjelasan. Tindakan nyata lebih dibutuhkan.

* Usia 3 7 tahun: Malu dikritik

Anak usia ini merasa malu bila dikritik atau dihukum. Pada tahap ini, anak tidak memusatkan perhatian pada akibat perilakunya bagi orang lain, tetapi lebih untuk menghindarinya dari rasa malu. Jadi, bila ia meminta maaf, itu hanya untuk menghindari rasa malu, tidak untuk mengubah perilaku.

Untuk mengembangkan kesadaran anak usia ini, komunikasikan harapan Anda dan kebutuhan orang lain. Misalnya, anak dapat dilatih meminta maaf., jika ia berperilaku yang merugikan orang lain. Kembangkan pula sikap empati melalui diskusi tentang kebutuhan emosi orang lain. Misalnya, Kalau kamu dipukul temanmu, kamu sedih enggak ? Jadi, kalau Feli kamu pukul, dia sedih enggak ya?

Anak tak perlu dihukum. Gunakan konsekuensi logis untuk mengoreksi kesalahannya. Misalnya, Kamu tadi dipukul Feli, karena kamu memukul duluan. Sakit kan ? Berikan alasan yang jelas, mengapa perilaku salah tidak boleh dilakukan.

* Usia 7 11 tahun: Menyenangkan diri sendiri dan orang lain

Anak usia ini ingin berperilaku yang dapat menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Ketika anak menyakiti orang lain, ia merasa bersalah dan ingin mengubah perilakunya. Anak usia ini berusaha memenuhi kebutuhannya tanpa menyakiti orang lain. Bila anak hidup dalam lingkungan yang baik, di usia ini ia berada pada tahap dimana ia sudah dapat menerima saat perilakunya dinyatakan salah.

Untuk menumbuhkan kesadaran anak usia ini, orang tua dituntut terampil bernegosiasi. Ungkapkan harapan Anda tentang perilaku apa yang Anda ingin ia lakukan. Anak usia ini sangat senang diajak berdiskusi. Mereka pun dapat memperoleh hadiah dari diri sendiri, yaitu saat mereka melihat orang lain senang.

Mengenali dan memahami dengan tepat tahap perkembangan kesadaran ini, dapat menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mendidik anak berperilaku etis dan hidup harmonis.

Pentingnya Kedekatan Orang Tua - Anak

Menumbuhkembangkan kesadaran anak butuh waktu lama. Kunci utamanya adalah memelihara kedekatan dengan anak. Kedekatan melandasi pemberian disiplin dan pembatasan pada anak. Tanpa kedekatan, orang tua tidak akan dipercaya anak. Si kecil pun akan merasa pembatasan sebagai penolakan terhadap dirinya.

Hati-Hati Perilaku Anda!

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa praktek pengasuhan anak dalam lingkungan yang kondusif dan gaya orang tua sebagai pendidik moral memberi peran penting dalam menumbuhkan perilaku etis. Apa yang orang tua lakukan sehari-hari terhadap tetangga, pembantu rumah tangga, binatang peliharaan, pilihan bacaan, pilihan tayangan televisi, dan tanggapan Anda terhadap masalah moral seperti anak berbohong pada teman, diperhatikan dan dipelajari anak dengan sungguh-sungguh. Jadi, hati-hatilah dalam berperilaku!

cLoudy
08-20-2007, 10:01 PM
Si tiga tahun ingin apa pun lebih banyak dari adik atau teman-temannya. Ia belum juga mau berbagi, padahal Anda telah mengajarkannya sejak usianya lebih muda.

Memasuki usia 4 tahun, Jesi belum juga bisa berbagi. Ia sering minta apa saja lebih banyak; coklat, kue, atau permen. Kalau ibunya mengundang teman-teman Jesi makan bersama, ia minta bagian paling banyak. Padahal, sejak usia lebih muda ibunya melatih Jesi agar berbagi dan tidak pelit. Apakah ia akan tumbuh jadi anak egomaniac ?

Tidak. Anak-anak usia prasekolah memang sedang tumbuh kepeduliannya terhadap diri dan keluarganya, jelas Robert Billingham, Ph.D , pengajar Perkembangan Manusia di Universitas Indiana , Bloomington , Amerika Serikat. Anak usia ini hanya sedang mengembangkan perasaannya terhadap dunia tempatnya bertumbuh.

Ih, kamu ini serakah deh, mungkin begitu Anda berujar. Pernyataan ini tentu bukan cara menanggapi yang tepat. Anak tidak bermaksud serakah bila minta bagian lebih banyak.

Belajar berbagi

Begitu anak berusia tiga tahun, orang tua kerap berharap ia terampil berbagi. Memang ada anak yang sudah dapat berbagi pada usia ini. Namun, ada juga yang belum siap. Ini karena anak usia ini belum paham kebutuhan orang lain.

Dari hasil suatu penelitian disebutkan bahwa berbagi terdiri dari tiga bagian: benda, memberi dan mengembalikan. Tetapi, nyatanya, proses berbagi tidak selalu mengandung unsur mengembalikan. Misalnya, pada makanan. Makanan yang sudah diberikan tidak mungkin diminta kembali atau sekadar dipinjamkan. Inilah sebabnya, anak usia kira-kira 3 tahun ingin mendapatkan banyak. Karena, bila dibagikan, miliknya jadi berkurang.

Anak-anak sejak dini belajar berbagi, yaitu saat orang tua meminjamkan sesuatu kepada anak, memintanya kembali dan anak mengembalikannya. Tetapi keberhasilan anak untuk mengembangkan keterampilan berbagi, atau merelakan sebagian miliknya diberikan kepada orang lain, sangat tergantung pada kesiapannya, jumlah barang yang dimiliki, serta keterlibatan orang dewasa. Bila jumlah barang terbatas, semakin keras usaha anak untuk merelakan miliknya dibagi.

Pentingnya peran orang tua

Agar anak berhasil mengembangkan keterampilannya untuk berbagi, orang tua dituntut menciptakan kondisi bahwa berbagi adalah sesuatu yang semestinya. Membiasakan anak selalu berbagi, memberi kesempatan pada anak untuk selalu memperhatikan kebutuhan orang lain.

Memberikan mainan yang membutuhkan kerja sama, juga dapat dilakukan. Misalnya, puzzle , balok, dan kertas besar untuk melukis bersama. Cerita dalam buku-buku yang Anda bacakan bisa menjadi inspirasi bagi anak untuk belajar berbagi.

Hindari sikap membedakan diantara anak-anak. Anak-anak cepat sekali mendeteksi bila mereka tidak diperlakukan sama. Jangan lupa pula memberi pujian bila anak-anak dapat saling berbagi.

cLoudy
08-20-2007, 10:03 PM
Kegemarannya menggoda adik kian menjadi-jadi. Bisa jadi si kakak cemburu atau sekadar iseng.

De, tahu enggak ? Barbie kamu kalau malam kan bisa jalan-jalan. Dinosaurus yang di atas lemari itu, matanya bergerak-gerak ngeliatin Dede (sebutan Carlo untuk si adik, Lia), ujar Carlo pada Lia, adiknya.

Kakak bohong! Masa boneka bisa jalan? Bunda! Kakak bohong. Katanya Barbie kalau malam jalan-jalan. Terus, dinosaurus itu matanya gerak-gerak. Bohong kan Bunda? ujar Lia hampir menangis karena takut.

Hi takuuuuut. Barbie jalan-jalan, dinosaurusnya ngendus-ngendus kuping Dede. Percaya enggak De? kata Carlo tetap menggoda. Lia, yang usianya setahun lebih muda, terpengaruh kata-kata kakaknya dan takut tidur sendiri karena mulai membayangkan dinosaurus yang menyeringai dengan gigi-gigi tajam itu mengendus-endus tengkuknya.

Belajar aturan sosial

Mendengar anak-anak saling menggoda, bisa jadi Anda hanya tertawa. Memang kedengarannya lucu. Tapi, kadang-kadang Anda pun tergoda untuk berkomentar atau melerai bila kakak semakin senang menggoda karena adiknya mulai merengek.

Saling menggoda seperti ini, sebetulnya memberi kesempatan pada anak untuk belajar aturan sosial. Anak juga dapat melatih sense of humor, jelas Nancy Mullin-Rindler , direktur pada Project on Teasing and Bullying di Wellesley College .

Mengapa menggoda?

Di usia sekitar 5 tahun ini, anak-anak tampak tidak saling menolong, bahkan sebaliknya sering saling ledek. Mereka memberi julukan dengan nama jelek, seperti si ompong, si gendut , atau si cengeng.

Perbedaan usia, karena tahap perkembangan yang berbeda, dapat menjadi penyebab anak yang lebih tua mengganggu adiknya. Adik yang usianya lebih muda, dengan tahap perkembangannya, menjadi objek yang menyenangkan untuk diganggu.

Menghadapi hal demikian, Anda tak perlu gusar. Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan:

Tak usah memberi ceramah tentang baik-buruk

Anda tak perlu ceramah tentang baik-buruknya kakak mengganggu adik. Pusatkan perhatian Anda pada keterampilan sosial anak. Misalnya, Kak, kalau kamu e nggak ganggu adik, adik mau kok meminjamkan dinosaurusnya. Dede itu e nggak pelit.

Jangan paksa minta maaf

Tak perlu memaksa anak yang lebih besar meminta maaf pada adiknya hanya karena ia mengganggu. Kalau adik terganggu oleh ulah kakak, ajak adik pindah ke ruang lain. Atau, ajak ia membantu Anda mengerjakan sesuatu. Misalnya, mengocok telur untuk membuat puding, atau memangkas daun-daun mawar yang rimbun.

Hentikan di saat tepat

Anda berencana mengajak anak jalan-jalan. Tetapi bila kakak terlalu lama

menggoda sehingga adik menangis katakan dengan tegas, Kalau adik masih menangis, acara jalan-jalan beli es krim batal. Cara ini tidak memihak pada salah satu anak. Anak perlu diperkenalkan pada konsekuensi atas apa yang dilakukannya.

Saling menggoda, merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika keluarga. Sikap Anda sebagai orang tua, sangat menentukan bagaimana anak-anak saling belajar mengatasi situasi.

Keluarga ibarat laboratorium mini yang membiarkan setiap orang saling mengembangkan kepribadian. Apakah si adik tumbuh menjadi anak cengeng karena selalu dibela saat diganggu kakak? Apakah si kakak tumbuh sebagai anak pencemburu karena selalu dikalahkan? Semua kembali terpulang pada sikap Anda menghadapi anak-anak dalam keseharian mereka.

cLoudy
08-20-2007, 10:04 PM
Anak tak punya teman bisa karena ia pemalu atau tak punya bekal cukup tentang aturan sosial. Tenang saja. Anda dapat membantu si kecil mendapatkan teman.

Sedih rasanya jika si empat tahun hanya dapat melihat dari kejauhan saat teman-temannya bermain bersama. Ini dialami Rini. Anak Rini, yang berusia 4,5 tahun, tak dapat bergabung bersama teman-temannya. Ia memilih menjauhkan diri dan hanya mengamati. Mengapa ini terjadi?

Anak dapat tidak punya teman karena beberapa hal. Hedwig Emiliana Tulus, S.T., Psi , psikolog dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, mengemukakan dua penyebab. Pertama, anak pada dasarnya pemalu. Kedua, anak tidak punya bekal cukup akan aturan social. Ini membuat dia sulit memulai hubungan dengan orang lain. Ia bahkan bisa berbenturan dengan lingkungan sosialnya.

Bantuan orang tua

Robert Hughes, Jr., Ph.D dari Ohio State University , Amerika Serikat, menyebutkan bahwa apa pun penyebab si kecil Anda tak punya teman, orang tua harus membantunya mengingat bahwa melalui bermain dengan teman-temannya si kecil mempelajari juga berbagai aturan sosial. Memang, selain menyenangkan, teman membantu anak menumbuhkan rasa kasih sayang, mengatasi masalah, mengenal berbagi rasa dan memupuk rasa saling memiliki.

Namun Kimberly Sirl, psikologi anak dari St. Louis Childrens Hospital , Amerika Serikat, menyarankan agar orang tua tidak terlalu memaksa anak untuk berteman. Berilah kesempatan pada anak untuk merasakan pengalaman sosial yang positif. Mulailah dengan mengundang seorang teman yang sepertinya disukai si kecil, ujar Sirl.

Lakukan secara bertahap

Agar si kecil bisa mendapatkan teman, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:

* Undang satu dua anak ke rumah Anda. Sebaiknya mulai dengan anak yang dikenal si kecil dan berusia sebaya. Karena, menurut Dale Walker , profesor perkembangan anak dari University of Kansas , Amerika, anak yang lebih tua kemungkinan punya inisitif lebih besar.

* Usahakan pertemuan itu dilakukan dalam waktu yang singkat, sekitar satu sampai dua jam.

* Agar sukses, lebih baik orang tua merencanakan aktivitas atau permainan yang dapat dilakukan si empat tahun dengan temannya.

Pilihlah aktivitas yang disukai anak agar ia merasa nyaman dan senang.

* Jangan cepat-cepat meninggalkan dan berharap anak langsung lengket dengan temannya. Apalagi, jika teman itu baru dikenalnya. Anda perlu ada di dekatnya jika sewaktu-waktu si empat tahun dan temannya menemui masalah.

* Jadwalkan pertemuan rutin agar anak terbiasa. Jika ia tampak sudah merasa nyaman bergaul, sesekali gantian anak Anda yang pergi ke rumah temannya.

Dalam hubungan pertemanan ini, selain si kecil menerapkan aturan sosial yang Anda ajarkan, ia juga mendapatkan dan mempelajari berbagai aturan sosial lain.

cLoudy
08-20-2007, 10:05 PM
Dalam menggunakan kata-kata sapaan yang sopan, si kecil perlu pembiasaan. Lebih penting lagi orang tua konsisten berperilaku santun karena merupakan role model bagi anak.

Orang tua senang jika buah hatinya berperilaku sopan pada orang yang ditemuinya. Tapi, bagaimana Della bisa bangga bila Tonny, putranya yang berusia 2,5 tahun, tiba-tiba menyapa Oom gendut Oom gendut pada atasan Della ketika mereka hadir dalam family gathering kantor Della.

Orang tua punya tugas pengasuhan agar putra-putrinya berperilaku baik dan sopan. Tapi, apa sih arti bersikap sopan? Sikap sopan seperti apa yang perlu dikuasai si dua tahun?

Melihat orang dewasa

Bergaul dapat mulai diajarkan seiring berkembangnya kemampuan anak berkomunikasi. Menurut Dr. Karin Grossmann , psikolog perkembangan dari Regensburg, Jerman, begitu si kecil bisa berbicara, ia bisa belajar mengucapkan kata-kata sapaan seperti selamat siang atau sampai jumpa. Namun dalam menggunakan kata-kata tersebut, diperlukan pembiasaan. Tentu sulit bagi anak untuk menyapa orang lain, bila dalam keluarga Anda tidak ada kebiasaan tersebut.

Hingga usia tiga tahun, anak akan melihat dan meniru apa yang dilakukan orang-orang dewasa di sekitarnya. Mereka adalah role model bagi si kecil. Maka jangan harap anak Anda bisa sopan kalau Anda sendiri tak tahu bagaimana bersikap sopan pada orang lain.

Sebagian orang dewasa berperilaku sangat paradoks. Pada satu sisi berharap si kecil bersikap ramah, meski ia sendiri tidak berlaku demikian. Misalnya, Anda tak perlu kesal bisa seorang anak (bukan anak Anda) tidak menyapa Anda lebih dulu. Apa salahnya bila Anda yang menyapa lebih dulu?

Beri penjelasan

Pada usia kira-kira dua tahun, anak sudah bisa menangkap penjelasan Anda. Misalnya, mengapa harus makan menggunakan sendok dan garpu. Atau, tidak boleh mencecap lidah karena bisa mengganggu kenyamanan makan orang lain.

Bila ia menyakiti orang lain, misalnya mengambil barang milik orang lain tanpa meminta, Anda perlu mulai menerangkan dari perspektif orang lain. Katakan, bila teman anak bilang ingin meminjam mainan, apakah si kecil lebih senang dibanding jika si teman langsung mengambilnya tanpa meminta?

Anda bisa memanfaatkan acara bermain sebagai bagian anak belajar sopan santun. Misalnya, ketika bermain memberi-menerima. Ketika meminta, ajarkan si kecil mengucapkan Boleh minta? dan ketika menerima mengucapkan Terima kasih.

Agar anak lebih cepat dapat menangkap pelajaran sopan-santun, perlihatkanlah mimik wajah yang jelas. Seperti ketika mengatakan, Halo! Apa kabar? ucapkan dengan mata membesar dan suara yang lantang. Mimik semacam ini perlu dipelajari anak untuk mengungkapkan sopan santun, bukan sebagai riasan belaka, namun muncul dari dalam dirinya.

cLoudy
08-20-2007, 10:07 PM
Anda tak mau si kecil tumbuh jadi si pengadu yang dijauhi teman-temannya. Tindakan apa yang perlu Anda lakukan?

Ma adik enggak mau bagi permennya, tuh, teriak si sulung. Pengaduan seperti ini sering Anda dengar. Bukan cuma tentang si adik, tapi juga mengenai kelakuan teman bermainnya. Meski terbiasa mendengarnya, Anda jengah juga. Apa sih yang membuat si kecil suka mengadu?
Ingin terlihat lebih unggul

Sebenarnya, si kecil mengadu karena alasan yang sama dengan orang dewasa. Ia ingin menggunakan kekuasaannya, memanipulasi, membalas dendam, meningkatkan harga dirinya, atau sekadar mencari perhatian. Biasanya, mengadu memang dilakukan antarsaudara, yang didasari rasa persaingan. Namun, ini juga dapat terjadi pada teman bermain.

Mengadu menjadikan seorang anak merasa lebih unggul atau lebih baik dari anak lain di mata orang tua atau guru, kata Jerry Wyckoff , psikolog anak di Prairie Village , Amerika Serikat.

Walau umumnya terjadi pada anak yang lebih besar, anak batita juga kerap mengadu. Terutama, jika ia berada di sekitar anak-anak yang lebih tua. Susanne Denham , profesor psikologi perkembangan di George Mason University dan penulis Emotional Development in Young Children mencatat hasil penelitian terbaru di Inggris, yaitu anak usia 18 bulan telah memperlihatkan bibit pengadu. Misalnya, dengan mengejek tentang popok boneka beruang saudaranya. Untuk anak usia 18 - 20 bulan, apa yang dilakukan itu sangat pintar. Mereka seakan mengatakan, Saya tahu bagaimana mengalahkan kamu, begitu jelas Denham.

Di sisi lain, mengadu juga berhubungan dengan rasa moral si kecil yang mulai tumbuh. Sesuatu melanggar aturan, yang mungkin baru diketahui anak. Ia kecewa dan ingin aturan itu ditegakkan. Ini menunjukkan, mengadu juga dapat dilihat dari sisi positif, ujar Denham lagi. Artinya, si kecil telah paham aturan-aturan dan tahu apa yang baik dan buruk. Di samping itu, karena anak-anak usia ini belum terampil menyelesaikan masalah, mengadu kerap menjadi pilihannya.

Berbagai cara mengatasi

Kebiasaan mengadu dapat menghambat sosialisasi anak dan membuat si kecil tidak disukai teman-temannya. Selain itu si kecil tidak pernah mahir menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri. Mengapa? Karena ketika menghadapi masalah, ia selalu berharap segera mendapat bala bantuan, dari Anda atau gurunya. Jadi, bagaimana cara tepat menghadapi aduan anak?

* Melihat situasinya

Lihatlah situasi yang dihadapi anak setiap kali ia mengadu. Si kecil memang perlu belajar untuk tidak mengadu. Tapi ia juga perlu yakin bahwa ia selalu dapat meminta bantuan Anda jika perlu. Jadi, saat si kecil datang pada Anda dan aduannya untuk melindungi anak lain, misalnya adiknya bermain benda tajam, hargai dia. Katakan, Terima kasih sudah menjaga adikmu. Cara ini juga menghindari terjadinya persaingan antarsaudara.

* Mengajar untuk mengatasi dengan cara lain

Anak butuh pengarahan Anda untuk mencari solusi lain. Katakan padanya bahwa Anda tidak suka ia mengadu. Tanyakan padanya, Apa yang terjadi? Apa masalahnya? Bagaimana kita dapat menyelesaikan masalahnya? Lalu, bantu ia menemukan solusinya. Misalnya, dapatkah ia berbagi atau bergiliran. Atau, apakah ia ingin bermain sendiri sesaat? Yakinkan bahwa Anda benar-benar ingin membantunya.

* Mengajak kembali berunding

Saat Anda mendengar anak-anak ribut kembali dan saling mengadukan, ajak mereka berunding kembali. Minta mereka memikirkan apa yang dapat mereka pecahkan bersama. Anda dapat saja mengatakan bahwa Anda tengah sibuk, jadi mereka dapat mencari alternatif pemecahannya sendiri.

* Memisahkan anak-anak

Pada anak-anak di atas dua tahun, mengadu merupakan tanda adanya persaingan. Namun, pada anak-anak usia di bawah dua tahun, ini bisa hanya berarti ia kelelahan. Keterampilan sosial mereka belum berkembang baik, terutama jika mereka baru dapat bicara. Jadi, saat mereka frustrasi, mereka menendang, menggigit, memukul, menarik rambut atau mengadu. Pisahkan mereka berdua secara lembut namun tegas. Arahkan kembali perhatian mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih menenangkan yang dapat dijalankannya sendiri-sendiri.

* Hindari memihak

Dengan mengadu si kecil mendapatkan bantuan Anda untuk memperlihatkan kekuasaannya. Jika Anda memihak si pengadu, Anda bermain sesuai yang ia harapkan. Ini akan memperkuat perilaku mengadunya, dan membantunya mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu perhatian dan saudara atau temannya berada dalam masalah. Ini artinya, Anda juga memperlakukan si korban pengaduan secara tidak adil.

cLoudy
08-20-2007, 10:13 PM
Stimulasi Keterampilan Visual

Ajak anak melakukan permainan yang merangsang kemampuan visualnya. Pengalaman ini kelak mendukung proses belajar terstrukturnya.

Seperti indera lain, penglihatan berperan penting dalam kegiatan bermain anak. Kemampuan organ yang sering disebut si jendela hati ini semakin optimal, jika mendapat rangsangan yang sesuai.
Pandangan terlatih

Ketika bermain visual, anak mengandalkan indera penglihatannya. Pandangan si kecil tak langsung berfungsi optimal saat dilahirkan. Sejalan dengan waktu dan kematangan organ, penglihatannya semakin matang.

Pada usia satu tahun, penglihatan anak mulai berkembang penuh. Ini membuat koordinasi mata dengan tangan dan tubuhnya semakin baik. Penglihatannya semakin berkembang baik sejalan dengan seringnya ia melakukan kegiatan meraih, menangkap dan meremas.

Di usia 2 - 5 tahun, si kecil umumnya lebih suka menggambar dan melihat gambar. Cerita yang berhubungan dalam gambar, menggambar dan simbol-simbol seringkali menarik hati anak.

Keterampilan dan persepsi

Bermain visual tak bisa lepas dari keterampilan-keterampilan visual motorik dan persepsi visual. Keterampilan visual motorik adalah kemampuan anak mengopi atau mencontoh bentuk, huruf dan angka. Khusus yang menggunakan penglihatan adalah untuk membantu menuliskan atau mengeluarkan hasilnya. Dasar dari keterampilan visual motorik anak prasekolah adalah menggabungkan garis atau titik-titik menjadi sebuah objek. Semakin terampil si kecil, semakin mirip bentuk yang dibuatnya.

Sementara persepsi visual adalah kemampuan anak menggunakan informasi visual untuk mengartikan sesuatu yang dilihatnya. Saat si kecil mempelajari huruf, ia harus mengenali huruf tersebut, memanggil atau mengingat kembali seperti apa huruf tersebut dan membedakan dua huruf yang tampak serupa seperti b dan p.

Perkembangan yang baik dari dua keterampilan tersebut memudahkan anak saat masuk dunia sekolah, ketika ia belajar mengenal atau membuat bentuk, huruf dan angka.

Alat bermain yang sesuai

Berikut ini alat bermain dan aktivitas yang dapat membantu mengembangkan keterampilan visual anak sesuai usia:

Usia


Alat bermain


Aktivitas

0 - 5 bulan



Boks bayi yang kokoh, rattle besar berwarna cerah dan mainan dari karet yang berbunyi


Peek-a-boo

6 - 8 bulan


Boneka bulu, mainan plastik untuk di bak mandi


Cari-Sembunyi (dengan menggunakan mainan)

9 - 12 bulan



Boks kardus yang kokoh, mainan yang dapat dibongkar pasang, balok, alat bermain yang menuntut keterampilan menyusun


Menyusun balok

1 tahun



Bola berwarna terang, balok, kuda goyang, mainan yang dikendarai/ didorong dengan menggunakan kaki


Melempar bola

2 tahun



Pensil, spidol, krayon, peralatan perkakas pertukangan, mainan yang menutut kemampuan memilih berdasarkan bentuk atau ukuran, puzzle dan balok



Membacakan cerita, bermain di luar rumah tanpa mengenakan alas kaki; menangkap

3 - 6 tahun



Permainan bangun dengan komponen yang lebih besar, puzzle , krayon, finger paint , bola besar, alat bermain yang menuntut kemampuan mencocokkan atau memasangkan, sepeda roda tiga, buku stiker


Memanjat, berlari, keseimbangan dengan balok, peralatan permainan playgroup

cLoudy
08-20-2007, 10:15 PM
Di hari ulang tahun anak, Anda ingin si kecil dan teman-temannya bergembira ria. Apa saja aktivitas asyik yang membuat pesta berlangsung seru?

Pesta ulang tahun yang berkesan, merupakan hadiah indah yang dapat orang tua berikan pada anak. Meski hanya berlangsung beberapa jam, kenangan pesta yang menyenangkan akan membekas dalam memori si kecil.

Dua hal penting perlu diperhatikan sebelum memutuskan membuat pesta jenis tertentu, yaitu usia dan minat anak. Pesta untuk anak usia satu dan dua tahun, tentu berbeda dengan pesta untuk anak usia tiga, empat dan lima tahun. Pada setiap tahapan usia, minat anak-anak memang bisa berbeda.

Untuk mewujudkan pesta ulang tahun yang meriah dan keren, Anda perlu mempersiapkan dan menciptakan berbagai aktivitas menarik pengisi acara pesta. Ayo berpesta.

1. Bermain pasir

Main pasir? Waah senang sekali! Permainan ini bisa dimainkan oleh kurang dari lima anak. Tujuannya untuk mengakrabkan anak sambil menunggu tamu lain tiba. Sediakan pasir yang biasa dimainkan anak dan beberapa wadah seperti gelas plastik warna-warni. Mintalah tamu-tamu si kecil berkumpul dan bermain pasir bersama. Lewat permainan ini, anak-anak lebih mudah saling kenal.

2. Menggambar di giant card

Sediakan kertas karton berukuran 120 cm x 200 cm, serta krayon. Tempelkan kertas karton yang di atasnya tertera ucapan Selamat Ulang Tahun untuk anak Anda di salah satu bagian dinding rumah yang bisa dijangkau anak-anak.

Ketika tamu-tamu si kecil berdatangan, mintalah mereka menggambar apa saja di kertas raksasa itu. Setelah tercipta gambar, mintalah mereka menuliskan nama di dekat gambar yang dibuat. Kemudian, buatlah foto close up gambar tersebut, beri bingkai dan lantas gabungkan dengan foto keluarga Anda.

3. Berebut kursi

Sediakan kursi kecil sebanyak jumlah anak yang ingin ikut permainan ini. Atur kursi dalam bentuk lingkaran. Minta anak-anak berdiri di depan kursi. Lantas, ajak anak-anak berjalan berputar seiring bunyi lagu yang diperdengarkan. Ketika musik berhenti, serukan agar anak-anak duduk di kursi yang tersedia. Ya ayo cepat pilih kursi yang ingin diduduki.

Kurangi satu kursi, kemudian minta anak kembali berjalan berputar di depan kursi. Matikan lagu, perintahkan anak untuk duduk kembali di kursi yang bisa ia duduki.

Bagi anak yang tidak mendapat kursi, minta ia duduk berdua teman yang mendapat kursi. Lakukan ini sampai jumlah kursi tersisa sejumlah tertentu yang membuat anak-anak duduk berdua-dua dalam satu kursi. Dengan permainan ini, anak belajar bersosialisasi sekaligus belajar berhitung, tanpa merasa tereliminasi karena tidak kebagian kursi.

4. Meniru binatang

Kumpulkan anak-anak untuk duduk melingkar di atas tikar atau halaman rumput. Anda berdiri di tengah lingkaran dan memberi contoh gerakan ayam dan bebek. Bila Anda menyebut kata ayam, anak-anak harus meniru gerak dan bunyi ayam jago. Kepak kepak kukuruyuk kukuruyuk! Begitupun ketika Anda mengatakan bebek, anak-anak meniru gerak dan bunyi bebek.

Kumpulkan beberapa anak yang keliru meniru gerak binatang yang disebutkan. Tanpa bermaksud menghukum, mintalah mereka meniru gerak binatang yang mereka sukai. Mintalah anak-anak lain menebak binatang yang mereka peragakan.

5. Tiup-tiup bubble

Bagikan balon sabun untuk ditiupi anak-anak bersama-sama. Pusat perhatian dari kegiatan ini bukan pada besarnya balon yang dapat mereka tiup, tetapi memecahkan balon besar yang mereka buat. Permainan ini mengandalkan koordinasi seluruh tubuh.

6. Ini dia si magic balloon

Menebak bentuk balon merupakan permainan menyenangkan. Kemampuan mengimajinasi bentuk binatang, diperlukan dalam permainan ini. Mintalah anak menebak bentuk balon saat balon mulai ditiupkan. Anak yang dapat menebak dengan tepat berhak mendapatkan hadiah balon yang berhasil ditebaknya. Bagi anak-anak yang tidak berhasil menebak, Anda tetap bisa memberikan hadiah balon di akhir permainan.

7. Finger painting

Menggambar dengan jari menimbulkan sidik jari. Sediakan kertas dan cat warna nontoxic . Permainan ini dapat Anda sediakan sebagai pilihan bila ada tamu si kecil yang tidak ingin bermain bersama teman-teman lainnya.

8. Pinataku Ada Permennya.

Permainan penutup pesta a la Mexico ini sangat seru dan menyenangkan. Sediakan Piata, dan minta anak yang berulang tahun untuk memukulnya hingga pecah. Biasanya tamu-tamu si kecil sangat antusias menunggu turunnya hujan kembang gula, dari tubuh Pinata yang dipecahkan. Upayakan perebutan kembang gula berlangsung aman.

Perlu pula dicermati anak-anak tak terlalu dekat Piata agar tak terkena pukulan nyasar teman ketika Piata dipukul. Permainan ini mengandalkan kekuatan otot lengan dan pergelangan tangan serta koordinasi mata-tangan si kecil.

cLoudy
08-20-2007, 10:17 PM
Coba lihat, meski main-main, si kecil sungguh-sungguh lho ketika ia mengekspresikan suatu peran seperti di kehidupan nyata.

Masih menyimpan baju lama Anda? Jangan dibuang! Dengan sedikit imajinasi si dua tahun bisa memanfaatkannya untuk bermain. Ada banyak permainan bisa dilakukan bersama. Tentu banyak manfaat yang bisa didapatkan. Nah, coba saja! Si kecil pasti gembira menikmatinya!

Merangsang imajinasi

Cindy kini berusia dua tahun. Ia suka sekali memakai kalung mamanya, Alia. Setiap hari ada saja kotak perhiasan yang dibuka-buka. Ada satu kalung warna-warni yang selalu diambil dan dikenakannya.

Awalnya, Alia selalu marah melihat ulah Cindy. Namun lama-kelamaan ia memaklumi. Suatu ketika Alia membuka kembali koleksi baju lamanya. Dengan riang Cindy mengambil baju dan mencobanya. Ternyata ia sangat menikmati. Aku jadi putri raja. Kamu jadi tukang kudanya, kata Cindy pada kakaknya, Cleon.

Meski sepertinya hanya anak perempuan yang menyukai bermain kreatif dengan baju-baju, namun ternyata anak laki-laki pun suka. Kemeja tua ayah, kacamata, topi dan sepatu tua dapat menjadi barang yang menyenangkan untuk dieksplorasi. Entah dikenakan untuk menjadi raja, menjadi turis, atau arsitek seperti papa, merupakan permainan menyenangkan bagi si dua tahun yang gemar mengeksplorasi imajinasinya.

Si dua tahun memang gemar meniru orang lain dan apa saja yang dilihatnya. Ia senang menirukan bagaimana singa mengaum, kambing mengembik, anjing menggonggong, atau kucing mengeong. Maka, jangan heran kalau permainan imajinasi sangat diminatinya.

Melatih kepekaan

Tak hanya soal imajinasi, permainan peran juga penting untuk melatih konsentrasi. Sebuah sekolah swasta di Mnchen memasukkan permainan peran dalam kegiatannya. Menurut guru di sekolah tersebut, kegiatan eksplorasi imajinasi ini dapat mengajarkan anak perlunya tahu ada aturan dalam keseharian.

Penting diketahui, permainan peran adalah dasar perilaku antarteman. Anak punya kesempatan mencoba berbagai peran berbeda dan mengetahui bagaimana reaksi orang lain terhadap dirinya. Misalnya, apa reaksi orang jika anak marah? Jika anak berani? Jika anak takut?

Bermain peran dapat mendorong kreativitas dan rasa percaya diri, karena dalam percakapan anak berlatih bagaimana bernegosiasi dengan orang lain.

Meski hanya main-main, lihat saja si kecil pasti melakukan dengan sungguh-sungguh seolah terjadi dalam kehidupan nyata. Jangan heran, kalau anak lebih percaya diri saat bertemu orang lain, meski ia belum Anda kenalkan kepadanya. Anda pasti bangga punya anak yang PD!

cLoudy
08-20-2007, 10:17 PM
Acara mandi jadi seru kalau dilakukan sambil bermain. Apalagi kalau mainannya oke.

Si kecil tak mau mandi? Pasti dia belum tahu betapa asyiknya mandi sambil bermain. Luangkan waktu dan ajak si kecil mandi sambil sedikit bermain-main. Tak perlu takut basah.
Mandi, bermain dan belajar

Aneka mainan bisa menjadi penarik minat si kecil untuk nyemplung ke dalam air. Ia tak sulit lagi diajak membersihkan diri jika boleh mengajak bebek karet maupun mobil plastiknya berbasah-basah ria.

Bermacan kegiatan bermain sambil belajar bisa Anda lakukan bersama anak di dalam bak mandinya. Anda bisa mengajaknya membaca buku plastik untuk mengenalkan warna dan bentuk. Bunyi pun dapat diperdengarkan melalui mainan bebek karet yang mengeluarkan bunyi. Buah hati Anda pasti kegirangan!.

Jika anak tiba-tiba enggan masuk bak mandinya, Anda bisa memancing menggunakan shower yang ditempeli mainan. Anda ingin mandi bersamanya? Tak jadi soal, siapkan saja kolam plastik berisi air cukup hangat dan temani keasyikan si kecil mandi dan bermain air. Bola-bola plastik kecil bisa ikut bergabung dalam kolam, sehingga anak semakin senang dan tertawa-tawa riang.

Mandi gembira

Selain mainan yang Anda beli di toko, alat-alat mandi seperti botol sampo atau waslap bisa digunakan sebagai mainan. Jadikanlah sabun sebagai sosok yang bercerita pada sampo tentang perlunya mandi agar tubuh bersih, dengan intonasi yang menarik hati anak. Si kecil dijamin akan terpesona melihat pertunjukan sabun dan sampo itu.

Selain itu, wadah air dari karet atau plastik yang bisa dituang atau disemprotkan merupakan pilihan tepat saat Anda mengeramasi rambutnya. Dengan menggunakan mainan ini, Anda bisa menyemprotkan air atau menuangkan air ke rambut si kecil saat akan membersihkan rambutnya dari sampo.

Lain waktu, Anda bisa bermain sebagai hair stylist menggunakan sampo, waslap dan sisir. Biarkan si kecil membuka tutup sampo dan menuangkan ke tangannya, tentu dengan bantuan Anda.

Bawalah tangan mungilnya ke kepala kecilnya yang lantas Anda gosok-gosok hingga berbusa. Dengan bantuan cermin yang Anda pegang, ia bisa melihat kepalanya berbusa karena sampo.

Berganti-ganti permainan membuat si kecil tak bosan dan semakin menikmati acara mandinya. Dengan mencoba-coba bermacam mainan dan permainan saat mandi, jangan takut ia enggan mandi lagi. Namun perlu pula Anda menyiapkan strategi tepat mengangkat si kecil bila ia tampak ingin berlama-lama di bak mandinya.

cLoudy
08-20-2007, 10:19 PM
Sambil bermain anak belajar mengatasi problem yang menghadang. Prosesnya spontan dan bebas!

Bari senang bermain pura-pura. Dia gunakan apa saja untuk bermain. Misalnya, selimut untuk mendirikan tenda atau menunggangi sapu sebagai pengganti kuda. Bermain pura-pura memberi kesempatan pada Bari untuk berlatih memecahkan masalah.

Tanpa takut salah

Melalui bermain, secara spontan anak belajar cara-cara memecahkan masalah. Karena, ketika bermain anak bebas bereksperimen, mengimajinasikan berbagai perilaku alternatif yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan, tanpa takut salah atau dinilai salah oleh orang dewasa. Bermain juga mendorong Anak bebas mengimajinasikan berbagai aksi berbeda berikut konsekuensinya, lalu memilih yang dirasanya tepat melalui simulasi.

Seperti Bari yang tanpa takut salah, ketika menyiapkan alat-alat permainan. Jika gagal? Gampang saja Bari mencoba alternatif lain hingga ia mendapatkan cara paling tepat. Jika ditanya atau dikritik, paling-paling ia berkata dengan ringan dan tanpa beban, " Bari kan sedang main!"

Kemampuan anak mengobservasi lingkungan menjadi nilai tambah si kecil untuk meningkatkan kebisaannya menyelesaikan masalah. Di samping itu, anak pun mengetahui variasi permainan dan kesempatan seluas-luasnya untuk bermain.

Mampu mengatasi masalah

Berikut ini berbagai permainan yang dapat meningkatkan kemampuan si kecil memecahkan masalah:

* Puzzle

Permainan puzzle, yang membutuhkan cara memecahkan masalah secara coba-salah, merupakan salah satu permainan yang terbukti dapat membantu anak meningkatkan kemampuan tersebut.

* Bermain peran

Bemain peran, seperti dilakukan Bari , membantu meningkatkan kreativitas anak dalam memecahkan masalah melalui berbagai cara yang bebas dilakukan dalam permainan tersebut.

* Balok atau lego

Tidak terlalu berbeda dengan puzzle , bermain balok atau lego meningkatkan kreativitas si kecil memecahkan masalah ketika ia berupaya membangun sesuatu menggunakan mainan tersebut.

* Games

Berbagai games seperti bermain kartu, domino atau monopoli merupakan permainan yang mengajarkan anak strategi memecahkan masalah ketika bermain untuk memenangkan permainan. Tentu saja si kecil butuh waktu menguasai permainan jenis ini sebelum ia benar-benar mahir berstrategi.

Tentu ada permainan-permainan lain yang dapat membantu anak meningkatkan kemampuannya memecahkan masalah. Orang tua diharapkan kreatif mengolah permainan yang menarik bagi anak, dan membebaskan si kecil bereksperimen.

cLoudy
08-20-2007, 10:20 PM
Seiring perkembangan kemampuan kognitifnya, si kecil semakin jago berfantasi. Ayo dukung dia melalui berbagai kegiatan pengasah fantasinya.

Bermain fantasi biasanya dimulai saat anak berusia dua tahun. Pada usia ini anak mulai menggunakan daya khayalnya untuk melakukan suatu permainan. Di usia tiga tahunan kini, sejalan dengan semakin berkembangnya kemampuan kognitifnya, kemampuan anak bermain dengan fantasinya meningkat.

Lewat kegiatan mengasyikkan

Dengan berbagai pengalaman dalam dunia imajinernya, si tiga tahun mulai mampu menyusun cerita sederhana. Tentu dengan dua atau tiga karakter dan alur yang singkat. Dukungan Anda dapat mengasah kemampuan bermain fantasinya, sehingga dunia imajinernya pun semakin kaya. Apa yang dapat Anda lakukan?

* Membuatkan kostum . Buat berbagai kostum (misalnya kostum polisi atau dokter). Lengkapi kostum dengan berbagai aksesoris penunjang, seperti topi dan sepatu polisi sesuai ukuran si kecil. Profesi lain juga dapat Anda pilih untuk dibuatkan kostumnya, seperti kostum ratu dan raja, pekerja pemadam kebakaran, pekerja konstruksi atau perawat. Libatkan anak saat menentukan suatu kostum.

* Mengajak bermain boneka jari . Bermain boneka jari merupakan awal yang baik bagi si tiga tahun untuk bermain fantasi. Anda dapat mengajaknya membuat sendiri boneka jari. Gunakan sarung tangan bekas untuk membuat muka orang atau hewan, misalnya. Bersama anak karanglah cerita berdasarkan karakter boneka jari buatan sendiri itu. Dalam mengarang cerita, usahakan membuat alur kisah sesederhana mungkin. Bagi anak usia tiga tahun, cukup dua-tiga karakter.

* Bermain drama . Umumnya anak suka bermain drama, terutama jika menirukan binatang, kendaraan atau sosok keji seperti Tyrannosaurus rex. Dorong anak menciptakan karakter sendiri, seperti menjadi kuda, kelinci, kura-kura, kerbau atau kupu-kupu. Buatlah kebun binatang menggunakan ujung ruangan sebagai kandang gajah, monyet atau ular. Mintalah satu anak menjadi penjaga kebun binatang, memberi makan dan merawat binatang. Sementara anak lain berperan sebagai binatangnya.

* Berpetualang. Dandani si tiga tahun, dan juga teman atau saudara sepupunya menyerupai penampilan seorang bajak laut. Minta anak-anak itu mencari harta karun. Tempatkan beberapa tanda atau jejak di seputar rumah menuju tempat harta karun disembunyikan. Harta karun dapat berupa permen atau mainan kecil.

Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu mengasah fantasi si kecil. Tentu, Anda dapat menciptakan permainan peran lainnya dengan mengambil ide dari kegiatan atau situasi sekeliling Anda dan si kecil.

cLoudy
08-20-2007, 10:21 PM
Bermain sendiri dapat meningkatkan berbagai keterampilan. Cobalah memasukkan aktivitas bermain sendiri ke dalam rutinitas si kecil, misalnya setelah ia mandi atau makan.

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya yang sudah berusia satu tahun dapat bermain sendiri, karena anak-anak usia ini sudah terampil memegang benda-benda dengan baik. Mereka juga sudah belajar bagaimana meletakkan segala sesuatu sendiri.

Sebetulnya, anak tidak dengan sendirinya dapat bermain sendiri dalam waktu lama. Paling lama hanya limabelas menit. Selebihnya, ia akan terus mengekor orang tua atau pengasuhnya. Tetapi, meski hanya mampu bertahan lima belas menit, manfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya dengan memberinya mainan yang membutuhkan usaha.

Perlu pembiasaan

Anak-anak perlu dilatih bermain sendiri, karena bermain sendiri dapat meningkatkan kemandirian, rasa percaya diri, kreativitas dan keterampilan berbahasa. Anak-anak umumnya dapat bermain sendiri di usia 15 bulan. Orang tua perlu mendukung karena saat bermain sendiri, anak cenderung bermain simbolis atau pura-pura. Bermain pura-pura ini menjadi landasan keterampilan anak berbahasa.

Di usia 22 bulan, kemampuan berbahasa dan kognitif anak lebih berkembang, dan keinginan untuk mandiri kian meningkat. Dengan begitu, mudah bagi si satu tahun untuk bermain sendiri. Meski demikian, bermain sendiri perlu pembiasaan.

Cobalah memasukkan aktivitas bermain sendiri ke dalam rutinitas si kecil. Setelah mandi atau setelah makan, merupakan waktu yang tepat karena saat itu anak merasa nyaman. Berikan mainan yang dapat menyibukkan si kecil, tetapi bukan televisi.

Saat Anda meninggalkan si satu tahun sendiri, mungkin ia berteriak sedikit. Anda tak perlu segera bereaksi. Beri kesempatan padanya untuk bermain sendiri.

Ingat, Anda tidak dapat memperoleh hasilnya dalam waktu sekejap. Mungkin sekarang ia dapat bermain sendiri, namun besok belum tentu. Tetapi tetaplah memberi si kecil kesempatan untuk bermain sendiri.

Akan butuh teman

Tahap perkembangan bermain si kecil berkembang ke arah bermain paralel di usia 18 bulan, yaitu anak berada bersama anak lain yang juga sedang bermain, tetapi melakukan hal yang berbeda dan sendiri-sendiri. Mereka merasa nyaman berdampingan atau hanya saling pandang, tanpa interaksi.

Tidak sedikit orang menganggap tahap perkembangan bermain itu bukanlah bermain yang sesungguhnya. Bagi kebanyakan orang tua, bermain berarti bermain bersama teman. Anggapan ini keliru sebab memberi teman bagi anak usia satu tahun, malah butuh pengawasan ketat. Bermain bersama teman di usia ini, akan penuh air mata karena anak saling merebut mainan, mencakar atau menarik rambut anak lain. Baru di usia dua tahun, anak bergerak ke arah bermain bersama, yaitu saat ia butuh belajar dari anak lain bagaimana memainkan suatu permainan.

cLoudy
08-20-2007, 10:23 PM
Meski tak bisa diabaikan, kebiasaan membenturkan kepala tak selalu mengindikasikan suatu masalah.

Maya berteriak meminta Choki (18 bulan) menghentikan kegiatannya membentur-benturkan kepalanya ke kursi. Choki melihat ibunya dengan pandangan tak bersahabat sambil tetap membenturkan kepalanya.

Walau Choki membenturkan kepalanya perlahan-lahan, mirip gerak ritmis berulang, dan pada kursi berbantalan empuk namun, tak urung Maya panik. Ditariknya si kecil lalu dipeluk erat-erat, Choki tidak boleh melakukan itu lagi ya, ujarnya berkali-kali.

Berbagai penyebab

Pada umumnya, anak seusia Choki membenturkan kepala karena tantrum atau sikap negativistik. Anak-anak usia ini biasanya kesulitan menunda keinginannya, sehingga ketika ingin sesuatu, mereka berusaha sekuat tenaga mendapatkannya saat itu juga. Inilah penyebab anak-anak ini mudah frustrasi ketika keinginannya tak terpenuhi. Salah satu cara menunjukkan rasa frustrasinya adalah dengan membenturkan kepalanya berulang kali.

Ahli lain justru mengatakan si satu tahun yang membentur-benturkan kepalanya ke tembok merupakan perbuatan normal. Anak usia ini biasanya senang menggoyang-goyangkan badannya, yang kemudian berlanjut dengan dibenturkannya kepala secara ritmik mengikuti goyangan badannya..Gerakan yang disebut kinestetik ini merupakan suatu pengulangan dari gerak yang biasa dirasakannya ketika berada dalam rahim ibu.

Selain itu, kebiasaan ini juga ditemukan pada anak-anak yang kurang terstimulasi dengan baik; seperti buta, tuli, serta anak-anak yang kesepian dan bosan. Anak-anak ini membentur-benturkan kepala untuk mendapatkan stimulasi.

Kemungkinan lain adalah, anak membentur-benturkan kepalanya untuk melepaskan ketegangan dan bersiap-siap untuk tidur. Ada juga kemungkinan karena rasa sakit akibat infeksi telinga yang dialami si kecil. Selain itu, juga ada berbagai kemungkinan lain, diantaranya anak yang menderita autisme.

Menurut jurnal American Academy of Child Psychiatry diketahui 20% dari keseluruhan anak sehat biasanya punya kebiasaan membentur-benturkan kepala, dimulai di usia enam bulan. Diketahui pula bahwa anak laki-laki memiliki kemungkinan tiga kali lebih banyak melakukan tindakan ini dibanding anak perempuan.

Melihat begitu banyak kemungkinan, orang tua sebaiknya mencari tahu penyebab anak membenturkan kepalanya. Apakah ia sedang kesal, atau siapa tahu telinganya sedang terinfeksi. Kemungkinan lain adalah keinginan anak mendapat perhatian.

Coba saja Anda cermati kesehariannya, apakah ia melakukan kebiasaannya hanya di depan Anda, atau di setiap waktu. Observasi Anda sangat membantu diagnosa ahli, jika suatu saat dibutuhkan.

Bantu menghentikan

Pada umumnya benturan kepala ke dinding atau bidang lain tidak akan menyakiti anak. Rasa sakit akan menahan si kecil membenturkan kepalanya keras-keras. Ia hanya akan membenturkan kepala sebatas kemampuan kepala bisa mentolerir rasa sakitnya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan kemungkinan anak celaka akibat perilakunya.

Jika si satu tahun membenturkan kepalanya karena tantrum atau mencari perhatian, sebaiknya pastikan benturan tidak menyakitinya. Abaikan perbuatannya jika Anda yakin ia akan baik-baik saja. Jika Anda terlihat panik karena perilakunya, dengan senang hati si kecil mengulangi perbuatannya kelak jika ia ingin Anda perhatikan. Anda pun dapat mengajak anak melakukan kegiatan lain yang lebih menarik, untuk membantu ia lupa dengan kegiatannya membenturkan kepala.

Biasanya kebiasaan ini berhenti dengan sendirinya saat anak menginjak usia 18 hingga 30 bulan. Namun, jika anak masih saja membentur-bentur kepalanya, bisa jadi inilah saat Anda lebih serius memperhatikannya. Jika perlu konsultasikan pada dokter anak yang biasa merawat si kecil.

cLoudy
08-20-2007, 10:25 PM
Si kecil batuk? Tidak selalu berarti ia sakit, lho! Tapi, jangan lantas mengabaikan suara uhuk-uhuknya.

Umumnya, batuk adalah gejala adanya gangguan pada saluran pernapasan. Namun, pada bayi dan anak-anak, seringkali uhuk-uhuknya hanyalah suatu bentuk refleks yang dilakukan tubuhnya untuk menjaga kesehatan dan fungsi kerja organ. Batuk membantu membersihkan jalan atau saluran udara di tenggorokan dan dadanya!

Diakui oleh Dr. Jeff Mjaanes , dokter spesialis anak dari Chicagos Rush University Medical Center, Amerika Serikat, memang cukup sulit bagi orang tua untuk menentukan apakah batuk si kecil hanya merupakan refleks tubuh atau benar-benar gejala suatu penyakit.

Itu sebabnya, dr. Mardjanis Said, Sp.AK, Sub Bagian Pulmonologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengatakan, Orang tua sebaiknya tetap waspada terhadap batuk si kecil. Sebab, bayi dan balita biasanya peka terhadap pengaruh lingkungan, misalnya zat-zat atau bahan kimia, serta berbagai jenis kuman. Kalau tubuhnya sangat peka atau hipersensitif, zat atau bahan kimia dapat bersifat alergen, yakni merangsang timbulnya alergi.

Kenali dulu jenisnya

Berdasarkan penyebabnya, dr. Mardjanis membedakan batuk menjadi 2 kelompok, yakni:

* Batuk alergi

Salah satu alergen untuk saluran napas disebut inhalan, karena zat-zat yang beterbangan di lingkungan terhirup oleh tubuh. Inhalan yang paling banyak menimbulkan alergi adalah debu rumah, yang biasanya mengandung tungau (sejenis kutu kecil) debu rumah, partikel dari asap rokok, serpihan kulit binatang, serbuk sari tumbuhan, dan zat-zat kimia yang disemprotkan (obat nyamuk, minyak wangi, dan hairspray ). Namun, alergen juga dapat berupa makanan, misalnya makanan ringan yang mengandung zat pewarna atau zat pengawet.

Jika anak kebetulan alergi dan mengisap inhalan, maka selaput lendir pada saluran pernapasannya akan terangsang untuk menghasilkan lendir lebih banyak dari biasanya. Akibatnya? Terjadi pembengkakan (edema) . Ujung-ujung saraf dalam selaput lendir menjadi terangsang, dan batuklah ia.

Nah, bila pembengkakan terjadi pada saluran pernapasan atas, yaitu di hidung, maka hidung akan tersumbat dan si kecil pun pilek. Biasanya, sih, disertai juga bersin-bersin. Sebaliknya, jika pembengkakan pada saluran pernapasan bawah, yaitu saluran di paru-paru secara menyeluruh, maka terjadi penyempitan saluran pernapasan. Akibatnya, anak uhuk-uhuk, sesak, dan napasnya berbunyi (mengi) alias asma.

* Batuk non-alergi

Batuk jenis ini disebabkan infeksi kuman, terutama jenis virus dan bakteri. Proses pembengkakannya hampir sama dengan batuk alergi. Begitu kuman penyakit masuk, selaput lendir pada saluran pernapasan membengkak dan rusak. Akibatnya, produksi lendir berlebihan, hidung tersumbat, dan muncullah batuk.

Batuk non-alergi biasanya disertai demam dan gejala lainnya. Jenis bakteri yang sering jadi biang keladi infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA) adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Tidak jarang, batuk yang bersifat kronis dikarenakan jenis bakteri penyebab penyakit tuberkulosis (TBC).

Apa selalu perlu obat?

Menurut dr. Mardjanis, Batuk alergi dapat hilang secara spontan, asal alergen penyebabnya tidak ada atau dihilangkan. Namun, anak akan tetap sensitif terhadap alergen itu! Jika suatu saat terpapar atau mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat alergen lagi, bisa saja batuknya kumat.

Dia menambahkan, Selama batuk alergi yang diderita tidak mengganggu aktivitasnya, sebenarnya anak tidak perlu minum obat. Kalau batuknya sudah sangat mengganggu, misalnya menyebabkan sesak napas, barulah ia perlu diberi obat. Konsultasi dengan dokter adalah jalan terbaik, katanya lagi.

Bagaimana dengan batuk non-alergi? Pengobatan harus sesuai penyebabnya. Jika batuknya karena bakteri, obat yang diberikan biasanya antibiotika. Bagaimana kalau batuknya akibat virus? Hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar mempan. Untungnya, jenis-jenis virus yang sering menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas, kebanyakan bukan dari jenis yang bersifat ganas. Anak dapat sembuh dengan sendirinya, sambungnya.

Apa lagi? Demam yang biasa menyertai batuk non-alergi biasanya akan turun setelah 2-3 hari. Begitu pula batuk dan pileknya. Namun, jika kondisinya tidak juga membaik setelah 2-3 hari atau malah makin parah, segera bawa si kecil ke dokter.

Mudah dicegah

Sebenarnya, pencegahan batuk alergi mudah saja. Caranya? Kenali dulu jenis alergennya. Lalu, hindarkan anak terpapar atau melakukan kontak dengan alergen tersebut.

Masalahnya, alergen pemicu batuk anak bisa lebih dari satu macam alias multialergen. Meski begitu, salah satu jenis alergen yang paling sering menjadi biang keladi batuk jenis ini adalah debu rumah. Itu sebabnya, jagalah kebersihan, baik kebersihan tubuh maupun lingkungan. Apa untungnya? Hipersensitivitas kecil dapat berkurang secara bertahap, atau bahkan hilang sama sekali sejalan dengan bertambahnya usia anak.

Cuma itu? Tentu tidak! Kebiasaan berpola hidup bersih dan sehat dalam keluarga secara otomatis akan memperkecil serangan kuman penyakit penyebab batuk non-alergi, dan juga kuman-kuman penyakit lainnya, tutur dr. Mardjanis.

cLoudy
08-20-2007, 10:26 PM
Mengikat tali sepatu bisa sangat rumit bagi si lima tahun. Namun kadangkala, bukannya melatih anak, orang tua malah lebih suka membelikan sepatu dengan Velcro. Praktis!

Mungkin Anda berpikir bila anak tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri, belikan saja sepatu tanpa tali. Masalah selesai bukan? Namun, benarkah ini jalan keluarnya? Sesungguhnya tak cuma itu persoalannya. Keterampilan mengikat tali sepatu juga dapat menjadi tolok ukur perkembangan motorik halus si kecil.

Seringkali sulit dikuasai

Berbagai keterampilan motorik halus selayaknya dikuasai anak. Misalnya, memegang pensil dengan posisi yang tepat, menggambar manusia dengan kepala dan badan yang proporsional, membuka kancing baju, atau mengikat tali sepatu. Namun, sayangnya, tak semua anak usia lima tahun bisa dengan baik melakukan hal itu semua.

Meski tampak mudah, keterampilan mengikat tali sepatu seringkali sulit dikuasai, terutama bagi pemula. Meski ia bisa memegang tali sepatu dengan jari dan mengikatnya hingga kencang, namun ada saja hal yang salah. Dan bukan tidak mungkin, tali sepatunya terlepas, misalnya.

Untuk mengikat tali sepatu dengan benar diperlukan keterampilan motorik halus yang baik. Selain itu, koordinasi mata dan keluwesan gerak pergelangan tangan pun memainkan peran penting. Tanpa kesiapan itu, anak selalu butuh pertolongan orang lain bila tali sepatunya lepas. Tentu hal ini dapat merepotkan dirinya sendiri.

Berlatih dan berlatih

Berlatih, berlatih dan berlatih adalah metode yang amat disarankan Ina Matern, pendidik di TK Wehrheim, Frankfurt , Jerman seperti ditulisnya dalam majalah Eltern edisi September 2003. Anak tak akan langsung bisa sendiri mengikat dengan melihat cara orang mengikat tali sepatu. Anda perlu melatihnya.

Ketika mengajari anak, biarkan ia berdiri di belakang Anda atau duduk di samping Anda. Dengan begitu si kecil bisa melihat dengan benar ketika Anda mencontohkan. Kalau anak berada di depan Anda, ia akan melihat cara yang terbalik, sehingga tak bisa menguasai teknik mengikat dengan baik.

Anda pun perlu sabar mengajarinya karena, umumnya, anak perlu waktu lama untuk bisa menguasai metodenya. Namun, setelah bisa, ia dapat mengembangkan tekniknya sendiri.

Kesalahan, seperti membuat simpul yang terlalu besar, seringkali terjadi ketika anak belum terampil mengikat. Ingatkan anak bahwa simpul demikian justru menyulitkannya. Sebaliknya, jika simpul cukup kecil, tali lebih mudah diikat dan simpul tak mudah lepas.

Yang penting, memang, si kecil perlu latihan rutin agar motorik halusnya siap melakukan tugas rumit seperti mengikat tali sepatunya sendiri.

cLoudy
08-20-2007, 10:29 PM
Anak butuh area kosong, lapang, aman dan nyaman untuk bermain sepanjang hari. Jangan lupa, Anda sesekali harus memantaunya.

Wilayah kosong di dalam rumah merupakan tempat bermain yang ideal, asal memperhatikan beberapa hal . Lebih baik lagi jika w ilayah yang lapang itu dekat dengan pusat Anda atau orang dewasa beraktivitas. Dengan begitu, Anda akan mudah mengontrol apa yang dilakukan si kecil.

Di gelanggang bermain itu bisa digelar karpet tebal yang tidak mudah tergulung atau menyebabkan si kecil jatuh terpeleset. Karpet dapat diganti tikar (lampit) jika anak alergi debu. Boleh juga diletakkan sebuah sofa rendah yang nyaman atau bantal-bantal lebar agar si kecil betah saat ia duduk-duduk sambil membuka-buka buku ceritanya. Anak juga butuh meja kecil untuk alas mewarnai buku gambar atau bermain lego.

Bagus juga kalau ada beberapa boks atau wadah aneka mainan. Letakkan kotak-kotak ini ditempat yang mudah dijangkau si kecil. Anda dapat memberi tanda pada boks mainannya. Misalnya, stiker dengan gambar kotak untuk mainan balok-balok, gambar orang untuk mainan boneka, dan lain sebagainya.

Tentu saja tempat ini haruslah selalu bersih dan rapi. Anda dapat mengajak anak membereskan mainannya sendiri. Ajaklah si kecil membereskan wilayah bermainnya dengan cara menyenangkan. Misalnya, sambil bernyanyi atau bermain sehingga anak tidak merasa terpaksa.

Bermain aman

Faktor keamanan haruslah jadi prioritas utama. Bebaskan gelanggang bermain ini dari benda-benda berbahaya. Tutuplah stop kontak dengan tutup khusus atau isolasi. Hindarkan benda-benda beracun, seperti obat, dari jangkauan si kecil. Jauhkan benda-benda tajam dan yang mudah pecah, benda-benda berat atau yang mudah jatuh, karena semua benda-benda itu dapat mencederai anak. Begitu pula tanaman hias atau bunga-bunga dalam vas, terutama kalau kita tidak mengetahui apakah tanaman tersebut beracun atau tidak.

Hindari memilih tempat bermain anak di dekat tangga, dapur atau kompor. Hindari pula anak bermain di dekat meja kaca atau meja dengan taplak panjang berjuntai. Bisa saja anak memecahkan kaca meja atau menarik taplak panjang, sehingga menjatuhkan benda-benda di atasnya. Jauhkan barang-barang pecah belah. Jika perlu, simpanlah sementara hiasan rumah yang mudah pecah, dan pasangkan kembali ketika anak sudah melalui masa balitanya.

Jika Anda ingin menempatkan rak buku atau rak tempat mainannya, carilah yang kuat dan tidak mudah jatuh atau bergeser. Sebaiknya rak tidak terlalu tinggi, sehingga si kecil lebih mudah menjangkau mainan atau buku yang ingin diambilnya. Bentuk rak sebaiknya sesederhana mungkin, karena rak yang rumit bentuknya justru akan menyulitkan anak menyimpan benda-benda miliknya.

cLoudy
08-20-2007, 10:30 PM
Pertengkaran rutin terjadi antara kakak-adik. Bisa jadi ini akibat persaingan, rasa bosan atau cari perhatian. Tentu ada cara jitu menghadapi situasi ini.

Bagi Anda yang memiliki anak lebih dari satu, pertengkaran antaranak mungkin sering Anda alami. Persaingan antarsaudara (sibling rivalry ) merupakan salah satu alasan terkuat anak-anak bertengkar ( Lihat boks: Penyebab Pertengkaran ). Persaingan ini memang tidak dapat dihindari, mengingat masing-masing anak ingin diperlakukan spesial oleh orang tuanya.

Meski lumrah terjadi, persaingan antarsaudara memang harus ditangani dengan baik. Mengingat, seperti dikatakan sejumlah ahli, saudara adalah teman sebaya (peer) pertama yang anak miliki. Melalui hubungan dengan saudara sekandung, anak belajar bagaimana harus berbagi, bersikap sebagai teman, mencintai, dan bersikap kooperatif.

Jadi, bagaimana sebaiknya orang tua bersikap menghadapi persaingan antarsaudara?

* Mempersiapkan kakak sebelum kehadiran adik

Jauh sebelum anak kedua lahir, Anda bisa melibatkan si calon kakak dengan aktivitas yang berhubungan dengan menyambut kehadiran adik barunya. Seperti, mengajak si kakak ke dokter saat memeriksakan kehamilan Anda. Atau, mulai membiasakan kakak dengan keadaan yang akan dihadapinya nanti, yaitu berbagi perhatian. Upaya ini, paling tidak, bisa memperkecil terjadinya persaingan antarsaudara.

* Memperlakukan setiap anak sebagai individu berbeda

Asas adil merata bukanlah prinsip yang dapat Anda gunakan dalam mendidik anak. Masing-masing anak adalah individu yang unik. Menurut Cathryn Tobin, M.D ., pediatri dan penulis The Parents Problem Solver , ketika orang tua berusaha memberikan jumlah yang persis sama dalam cinta, waktu dan perhatian, anak-anak tidak akan merasa puas. Mereka mungkin malah ragu dan bertanya, Apakah saya benar-benar mendapatkan hadiah sama bagusnya seperti yang kakak saya dapatkan? Atau mungkin ia protes, Adik selalu duduk di depan sama mama. Memperlakukan anak-anak sacara sama hanya akan menciptakan lebih banyak masalah, kata Douglas Gentile, Ph.D , psikolog perkembangan dari University of Minnesota , Amerika.

* Hindari membandingkan

Kompetisi memang kerap dilakukan orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka. Jangan tanyakan padanya, Mengapa kamu tidak dapat membereskan mainan kamu seperti kakak? Atau, Mengapa kamu susah sekali makan, tidak seperti kakakmu? Dengan memuji salah satu anak, anak lainnya dapat merasa cemburu. Meski maksud Anda tidak demikian, si kecil dapat menangkap, Mama lebih sayang pada kakak daripada saya.

* Menumbuhkan keunikan anak

Setiap anak memiliki keunikan. Perhatikan bakat si kecil Anda, dan kembangkan dengan memberikan kursus atau kegiatan khusus. Jika, misalnya, si sulung menyukai musik, dorong ia untuk mempelajari salah satu alat musik. Biarkan ia tumbuh dengan keunikannya. Bakat khusus anak yang terus Anda asah akan membangun harga dirinya.

* Menghabiskan waktu bersama setiap anak sesuai prioritas

Anak-anak akan menghargai saat-saat berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Anda mungkin terpaksa tak dapat datang ke sekolah melihat penampilan si sulung menari karena adiknya sakit. Jelaskan hal ini pada kakak sebaik mungkin. Bila memungkinkan, minta suami menggantikan Anda.

* Membuat batasan yang jelas

Anak-anak perlu menghargai satu sama lain. Ini berarti si sulung tidak boleh mengejek atau mengganggu adiknya terus-menerus, dan si bungsu seharusnya diajarkan untuk tidak berkelahi dengan si sulung. Biarkan mereka mempunyai beberapa barang yang tidak boleh digunakan oleh lainnya. Ini mengajarkan mereka untuk saling menghargai. Misalnya, tas sekolah kakak hanya boleh digunakan adik jika meminta izin kakak dulu.

* Mendengarkan perasaan anak

Mendengarkan perasaan anak penting untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebab pertengkaran. Biarkan si kecil mengungkapkan semua perasaannya. Tapi, bukan berarti semua perilaku dapat diterima. Anda dapat mengatakan, Kakak marah sekali pada adik karena truk kamu dirusak adik ya. Kakak boleh marah, tapi tidak boleh gigit ya.

* Jangan memihak

Pertengkaran antara anak-anak kadang memang membuat Anda frustrasi dan ingin tahu, siapa sebenarnya yang salah. Siapa yang memulai pertengkaran. Namun, biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka. Kecuali, jika mereka tampak membutuhkan Anda memfasilitasi komunikasi keduanya. Anda perlu turun tangan jika pertengkaran terlihat membahayakan salah satu atau kedua anak, baik secara fisik maupun perasaan.

* Menghindari memupuk kebiasaan mengadu

Saat si prasekolah lari pada Anda dan mengatakan adiknya merusak mainannya, katakan padanya bahwa Anda tidak tertarik pada apa yang dilakukan adiknya. Namun, Anda tertarik pada apa yang tengah dilakukannya. Ini perlu Anda lakukan agar kebiasaannya mengadu tidak berkembang. Mengadu memang kerap dilakukan antarsaudara karena persaingan mereka. Jerry Wyckoof , psikolog anak dan penulis buku Discipline Without Shouting or Spanking menyebutkan, Mengadu membuat anak satu tingkat lebih di atas anak lainnya, untuk terlihat lebih baik di mata orang tua atau guru. Ini juga menunjukkan bahwa si kecil Anda telah paham mana sikap yang benar dan tidak.

* Memberi reward untuk perilaku kooperatif

Sylivia Rimm, Ph.D, psikolog pendidikan dari University of Wisconsin -Madison, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa saat anak-anak menunjukkan perilaku kooperatif, orang tua perlu memberi reward. Pemberian reward dilakukan untuk memperkuat perilaku. Ini agar anak mengerti bahwa, perilaku inilah yang diharapkan dari anak. Bila reward berupa hadiah, beri yang sesuai dengan minat mereka.

cLoudy
08-20-2007, 10:32 PM
Orang tua kerap tak tega melihat anaknya kecewa jika keinginannya tak dikabulkan. Padahal, anak perlu merasakan kekecewaan lho.

Anak-anak kecewa dan frustrasi ketika permintaan atau keinginannya tak dipenuhi segera. Reaksi si satu tahun menghadapi kekecewaan biasanya menangis, uring-uringan bahkan mengamuk. Orang tua biasanya pusing melihat si kecil berulah demikian. Daripada membuat heboh sekitar, orang tua muda biasanya memenuhi saja permintaan anak-anaknya.

Memperkaya pengalaman

Anak-anak, bahkan yang berusia sangat muda, dapat mengatasi kekecewaan atau frustrasi. Anak-anak terlahir dengan kemampuan menguasai kepedihan kecil, juga kekecewaan, ungkap Gabriele Haug-Schnabel , ahli dan peneliti perilaku biologi manusia ( Forschungsgruppe Verhaltensbiologie des Menschen ) di Kandern, pinggiran kota Freiburg , Jerman.

Menurut pengamatan dan pengalaman Haug-Schnabel di lapangan, kekecewaan bagi anak, sama dengan pengalaman hidup lainnya, dapat memperkaya pengalaman anak. Semakin kaya pengalaman, anak semakin terampil mengatasi kekecewaannya.

Bagaimanapun, orang tua tak dapat menghindarkan si kecil dari rasa kecewa, frustrasi atau sedih. Sebab, meskipun tak menyenangkan, anak perlu mengalaminya untuk memahami bahwa dalam hidup ada batas-batas, lanjut Haug-Schnabel yang juga ibu muda ini.

Selain itu, dengan kemampuan anak mengatasi kekecewaan yang semakin baik, ia juga belajar melihat kekecewaan bukan sebagai masalah melainkan tantangan. Tantangan demi tantangan yang berhasil dilewati dapat membangun rasa percaya diri si kecil.

Latih berdasarkan usia

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua dalam melatih anak mengatasi dan menghadapi kekecewaan. Pertama, orang tua perlu memperhatikan usia anak. Bagi si satu tahun, membiarkan anak bersabar selama sepuluh menit sampai akhirnya boleh bermain kembali dapat dilakukan. Namun, untuk bayi baru, waktu sekian menit tentu terlalu lama dan berisiko, jelas Haug-Schnabel.

Hal lain yang juga penting bersamaan dengan latihan yang diberikan orang tua adalah, anak selalu diyakinkan bahwa meskipun situasi yang ia hadapi mengecewakan, ayah dan bunda selalu mencurahkan kasih sayang dan perhatian padanya. Kekecewaan (demikian juga latihannya) hanya boleh terjadi pada tataran objektif (material) dan bukan dalam hal kasih sayang dan perhatian, terutama dari orang tua, ungkap Haug-Schnabel.

Sedikit kekecewaan, banyak cinta

Dalam mengajar si satu tahun menghadapi kekecewaan, yang mutlak perlu digunakan adalah kalimat dan nada bicara positif. Tentu saja tak mudah bicara dengan anak usia ini. Namun percayalah, hasil dari cara ini dapat Anda petik ketika ia beranjak usianya, teurama saat keterampilan bicaranya berkembang pesat.

Pada intinya, para ahli perkembangan anak umumnya menekankan, ketika anak mengalami kesedihan dan kekecewaan, sementara orang tua selalu memberi respons positif dan dukungan untuk menghadapinya, anak jadi tegar dan kuat. Sebaliknya, bila anak banyak mengalami kekecewaan namun hanya sedikit respons positif dari orang tua, ia tumbuh menjadi seseorang yang selalu ragu-ragu, tidak percaya pada dirinya sendiri dan juga orang lain. Anak bahkan bisa agresif karena tidak berdaya. Dengan demikian, takaran pas yang perlu Anda ingat adalah, ketika anak mengalami beberapa kekecewaan kecil, ia selayaknya memperoleh segudang curahan cinta dari ayah dan bundanya.

cLoudy
08-20-2007, 10:36 PM
Anak Anda sering takut? Itu adalah tanda bahwa perkembangannya normal. Tapi Anda perlu menghadapinya dengan bijak. Bila kurang tepat cara Anda mengatasinya bukan tak mungkin rasa takut berkembang ke arah yang kurang sehat.

Sosok si badut, suara tawa yang keras, bunyi petasan, gelap, wajah yang tidak dikenal, dan lain-lain, bagi orang dewasa merupakan sesuatu yang biasa. Tapi tidak bagi anak batita atau balita. Bagi anak kecil hal-hal sepele itu bisa menimbulkan rasa takut, bahkan takut yang amat sangat.

Rasa takut merupakan sesuatu yang normal terjadi pada anak, namun bukan berarti Anda boleh mengabaikannya. Bagaimanapun balita Anda perlu dibantu dalam menghadapi asam garam dunia perkembangannya. Tujuannya agar anak bisa lulus dengan nilai baik dalam ujian ini. Misalnya, agar ia tidak tumbuh jadi anak penakut, agar kelak ia mampu menghadapi hal-hal lain yang mungkin lebih tidak menyenanglkan di tahap perkembangan berikutnya dan mampu melihat dunia sekitar secara lebih realistis. Monster itu hanya ada di film, anjing bisa menggigit tapi bisa pula jadi teman baik, dan seterusnya.

Menghadapinya dengan cara yang benar selain bisa membantu anak melewati masa perkembangannya dengan lebih bahagia, juga bisa menghindarkan mereka dari tumbuhnya rasa takut yang tak wajar, yang bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Mengapa anak sering takut?

* Karena tahu, maka ia takut

Tak tahu maka tak takut! Kira kira begitu hubungan rasa takut anak kecil dengan kenyataan yang ada di lingkungannya. Dengan semakin cerdasnya si kecil sesuai tahap perkembangan otaknya, ia jadi tahu bahwa anjing itu bisa menggigit, misalnya. Jadi, rasa takut itu muncul karena anak sudah mampu memperkirakan dan mengerti bahwa sebuah benda atau orang atau binatang itu berbahaya. Bukankah kenyataan ini sebenarnya menggembirakan? Bayangkan kalau manusia tidak memiliki rasa takut sama sekali. Rasa takut, dalam arti yang positif, bisa dianggap sebagai alat pelindung dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

* Berkembangnya daya imajinasi

Mengikuti tahap perkembangan kecerdasan, daya imajinasi anak juga berkembang sejalan dengan bertambahnya usia. Ini menunjukkan bahwa tahap berpikir anak-anak sudah meningkat dari tahap kongkrit ke tahap yang lebih rumit, yaitu abstrak. Dari berbagai macam info yang masuk ke dalam daya ingatnya anak bisa membayangkan dan mengasosiasikan kalau gelap kemungkinan ada si monster, misalnya. Bila pada usia yang lebih kecil ruang gelap tidak membuatnya takut, di usia dua tahun lebih, ia akan ketakutan berada di ruang gelap. Apalagi bila pada usia ini anak sudah mulai terekspos film-film seram!

* Daya ingat yang lebih lama

Bila bayi memiliki rentang daya ingat yang sangat pendek, tidak demikian dengan anak usia dua tahunan. Kalau kemarin ia pernah jatuh dari sepeda roda tiganya, maka hari ini bisa jadi ia takut naik sepeda karena masih teringat akan pengalaman buruk kemarin. Bukan saja pada anak kecil, rasa jera seperti ini sebenarnya amat sering dialami orang dewasa. Jadi sebenarnya sangat bisa dimengerti kan kalau si kecil Anda menunjukkan perilaku jera dan takut seperti itu?

* Terfokus pada diri sendiri

Segala sesuatu yang terjadi pada anak atau orang lain bisa juga terjadi pada aku! Kalau kakak menangis karena disuntik dokter, si dokter pasti akan menyuntik aku juga. Begitulah antara lain cara pikir anak balita. Ini adalah salah satu bentuk dari self-centeredness yang memang khas pada usia ini. Mungkin sekali sebagai orang dewasa Anda geli atau kesal menghadapinya. Tapi itulah kenyataannya, di usia ini si kecil amat sangat terfokus pada dirinya dalam mengolah berbagai realita yang ia lihat di sekitarnya.

Cara mengatasi rasa takut anak

Dalam mengatasi rasa takut si kecil Anda memang harus pandai-pandai mengatur sikap. Jangan terlalu serius, tapi juga jangan anggap remeh. Jangan juga memberi kesan bahwa ketakutan itu sesuatu yang salah. Takut pada hal-hal yang perlu ditakuti adalah wajar. Yang paling penting adalah membekali anak bagaimana mengatasi rasa takutnya itu saat ia mengalaminya atau kelak bila ia mengalaminya tanpa kehadiran orang tua atau orang terdekat lainnya.

* Katakan pada anak bahwa rasa takut memang nyata. Bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun mengalaminya. Tetapi orang dewasa biasanya takut pada hal-hal yang memang menakutkan. Sedang anak-anak sering takut pada hal-hal yang sebetulnya tidak ada atau tidak menakutkan. Pemahaman ini penting bagi anak agar ia tahu bahwa ketakutan itu harus beralasan alias masuk akal.

* Jangan memaksa anak untuk segera bisa mengatasinya. Beri ia cukup waktu untuk beradaptasi pada situasi atau obyek yang membuatnya takut. Bersikaplah santai, jangan terlalu menggebu-gebu. Semangat Anda yang berlebihan justru akan membuat anak sadar bahwa rasa takut itu merupakan hal yang tidak biasa.

* Hindari jadi contoh yang salah bagi si kecil. Teliti diri Anda (atau orang dewasa lain di rumah) apakah sering menunjukkan reaksi takut terhadap sesuatu di depan anak? Bila ini yang terjadi Anda perlu segera menghentikan kebiasaan itu. Ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, rasa takut juga tumbuh karena anak melihat contoh. Sebaliknya, kalau anak melihat bahwa Anda mampu mengatasi rasa takut Anda dengan tenang, anak pun akan berbuat serupa itu.

* Jangan menertawakan reaksi takut anak. Terlalu serius dan bersemangat dalam menangani ketakutan anak tidaklah dianjurkan. Tetapi meremehkannya dan menertawakannya juga sama buruknya. Karena pada dasarnya saat mengalami takut, bagaimanapun juga anak sungguh-sungguh merasa ancaman yang nyata, yang perlu segera diatasi, bukan ditertawakan.

* Kuatkan diri (ego) anak. Jangan melecehkan, mencemooh atau menghina anak saat ia takut. Katakan dengan mantap tetapi menenangkan bahwa, misalnya, ia tidak perlu takut ditinggal sendirian sebentar saja. Ibu atau si Mbak pasti akan kembali, dan seterusnya. Dengan teratasinya rasa takut maka si kecil juga akan beroleh bonus kepercayaan diri.

Menangani rasa takut anak dengan cara yang tepat akan membuat anak lebih ceria dalam menghadapi kesehariannya dan mengenal dunia apa adanya. Menyenangkan bukan?

cLoudy
08-21-2007, 05:28 AM
Pertumbuhan fisik si lima tahun yang semakin matang memberi landasan bagi kemandiriannya. Biarkan ia mencoba segala sesuatu untuk mencapai kemandiriannya ini.

Indikator anak semakin mandiri adalah ketergantungannya terhadap orang dewasa berkurang, dapat menghargai teman dan mampu menolong diri sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Berkurangnya ketergantungan pada orang dewasa pertanda identitas diri anak semakin kuat dan ia merasa aman.

Dengan kemandiriannya, anak usia kira-kira lima tahun dapat melakukan tugas-tugas di luar mengurus diri sendiri, seperti menyiram tanaman dan mengatur meja makan. Meningkatnya kemandirian, juga menyebabkan ia semakin menyukai sekolahnya di TK.

Pengaruh kematangan fisik

Pertumbuhan fisik anak-anak usia ini memang relatif lambat, namun keseimbangan fisiknya amat baik. Ia mampu berlari, meloncat, berguling dan menari. Sifat egosentrisnya memang belum sepenuhnya hilang. Teman bermain yang dipilihnya pun selalu yang sejenis. Meski si lima tahun dapat bermain dalam kelompok, ia juga butuh waktu untuk bermain sendiri.

Anak-anak usia ini butuh kesempatan bertukar pikiran. Mereka juga mudah termotivasi untuk mencoba hal-hal baru dan selalu berusaha melakukan yang terbaik bila pekerjaan itu mudah.

Kemandirian anak usia ini kerap ditampilkan dengan perilaku menentang secara verbal dan menjadi pengacau. Kemandiriannya juga ditampilkan dengan cara berkompetisi atau bersaing. Ia mulai bertanggung jawab atas perilakunya dan paham arti persahabatan. Meski begitu, anak usia ini masih sering minta persetujuan orang tuanya.

Pelihara kemandiriannya

Rasa kemandirian anak terpupuk bila Anda selalu menghargainya. Misalnya saja, anak merasa tubuh adalah miliknya. Berarti, bila Anda menyuruhnya mencium saudara, nenek, kakek, saat tidak ia mood melakukannya, dapat saja membuatnya tidak nyaman. Perasaan tak menyenangkan atau bahkan malu karena disuruh melakukan sesuatu yang tidak disukai, membuat anak merasa tak dihargai. Anak yang terus-menerus merasa tidak dihargai, enggan mengembangkan kemandiriannya.

Anda juga dapat mengembangkan kemandirian anak dengan tidak terlalu cepat mengambil alih persoalan anak. Misalnya, ketika anak lupa menyimpan krayonnya dan ia merasa kehilangan, Anda tak perlu buru-buru mencarikan. Anda dapat mengajak anak mengingat-ingat di mana ia meletakkan krayonnya, kemudian mengajaknya mencari bersama-sama.

Keseimbangan antara merawat, melindungi dan membimbing anak usia ini perlu Anda usahakan. Mungkin Anda lebih senang menggunakan istilah tarik-ulur dalam mengasuh anak usia ini. Berbagai hal dapat Anda lakukan dalam proses tarik-ulur ini.

Jadi, biarkan anak mencoba sesuatu yang baru, sejauh hal itu aman baginya. Misalnya, biarkan si kecil mencoba makanan baru, biarkan ia mencari teman baru atau naik sepeda. Izinkan anak bereksplorasi, mencoba-coba dan menjadi manusia yang unik dan mandiri.

cLoudy
08-21-2007, 05:29 AM
Tadinya riang gembira, tiba-tiba rewel. Ini sangat membingungkan. Kenapa sih dia?

Dana bingung menghadapi Didit (2 tahun). Belum lima menit berlalu ia tertawa-tawa gembira nonton film kartun, tiba-tiba mood -nya berubah 180 derajat. Didit berteriak-teriak sambil menangis hanya karena persoalan sepele, botol susu di hadapannya dipindahkan Peni, pengasuhnya, ke meja makan.

Bingung mengekspresikan diri

Punya anak batita kadang seperti memiliki seorang pasien dengan kepribadian ganda. Sesaat si kecil tampak riang gembira, beberapa menit kemudian berubah jadi monster kecil yang menakutkan. Jangan heran jika penyebab perubahan tersebut hal sepele seperti dilakukan pengasuh Didit. Bagi Didit ulah si pengasuh memindahkan botol susunya merupakan kejahatan besar yang tak terampuni.

Menurut ahli perkembangan, anak-anak usia ini sulit mengungkapkan apa yang mereka rasakan dengan kata-kata yang tersusun baik dan benar. Kekesalan mereka bertambah berat karena kesulitan mengomunikasikan perasaannya. Ditambah lagi, anak-anak usia ini belum mampu mengontrol emosi.

Ini sangat wajar terjadi. Kesempatan si dua tahun bersosialisasi masih terbatas, sehingga ia kurang leluasa melatih kemampuan mengungkapkan perasaan dan mengontrol emosi. Dengan bertambahnya usia, si kecil diharapkan dapat mempelajari cara-cara penguasaan emosi melalui apa yang dilihat di lingkungan sosialnya.

Bantu menenangkan diri

Untuk menenangkan si dua tahun saat emosinya tak jelas, beberapa taktik berikut dapat Anda coba:

* Alihkan perhatian
Cobalah mengalihkan perhatian si kecil pada hal-hal yang sekiranya menarik baginya.

* Jangan pedulikan
Biarkan saja anak mengumbar emosinya, toh ini tak akan bertahan lama. Namun, diam-diam, perhatikan tingkahnya agar jangan sampai ia menyakiti dirinya sendiri.

* Pindah tempat
Pindahkan anak dan ajaklah ia menikmati hal-hal lain di ruang berbeda.

* Tawarkan makanan
Terkadang kekesalan anak disebabkan oleh rasa laparnya. Cobalah menawari si kecil makanan kecil padat gizi dan menarik untuknya.

* Ajak beristirahat
Kekesalan anak dapat berawal dari rasa lelah yang amat sangat. Ajaklah si kecil tidur-tiduran di tempat yang nyaman sambil membacakan buku cerita menarik. Siapa tahu tidak lama setelahnya ia tertidur pulas.

* Beri pelukan sayang
Peluklah anak sambil mengusap-usap punggungnya. Pelukan membuat seseorang lebih tenang dan nyaman.

* Berikan time off
Anak biasanya diam-diam menyerap apa yang dirasakan seorang ibu. Jika ibunya dilanda rasa gundah atau kesal, perasaan ini dapat menularinya. Jika Anda merasa telah menulari si kecil perasaan negatif yang sama, cobalah silam sejenak dari hadapan anak hingga Anda dapat mengendalikan perasaan sendiri.

cLoudy
08-21-2007, 05:30 AM
Si kecil gemar membuat gelembung air atau menjatuhkan benda-benda ke dalam air? Jangan kesal dulu ia tengah mempelajari sesuatu lho!

Membuat gelembung air, menyelam mengambil benda dari dalam air, adalah beberapa eksperimen menarik yang digemari si tiga tahun. Selain berguna mengasah indera, bermain air juga mengembangkan fantasi dan belajar ilmu pengetahuan alam.

Memenuhi rasa ingin tahu

Mulai usia tiga tahun, dorongan untuk menyibak hal-hal baru tumbuh semakin besar, ujar Dr. Heike Schettler , ahli kimia yang juga pendidik asal Jerman. Bermain dengan air menjadi salah satu yang menarik bagi si tiga tahun. Tentu saja ketika kebutuhan untuk memenuhi rasa ingin tahu ini semakin besar, orang tua sebaiknya tak malah marah atau bingung.

Sejalan dengan semakin berkembangnya kemampuan nalar (kognitif) si tiga tahun, yang menjadi salah satu konsekuensi adalah banyaknya pertanyaan yang meluncur dari mulut mungilnya. Ma, mengapa bola ini tidak tenggelam?, Mengapa ikan berenang, semut tidak? Mengapa air tidak bisa dipegang? dan seterusnya. Beragam pertanyaan si kecil biasanya terus berkembang bersamaan dengan perkembangan kognitifnya.

Jawaban dari orang sekeliling terhadap pertanyaan-pertanyaan sepelenya menjadi bahan renungan anak. Oleh karenanya, jangan anggap remeh pertanyaan-pertanyaan itu. Meskipun, terkadang Anda menganggap pertanyaan itu sepele dan terkadang mengganggu, jelas Dr. Schettler.

Sederhana saja

Melakukan kegiatan eksperimen dengan si tiga tahun tak berarti harus berbicara secara gamblang tentang sesuatu yang ilmiah dan serius. Lakukan saja sebagaimana sebuah kegiatan bermain, dan gunakan berbagai alat peraga sederhana yang mudah didapat. Misalnya saja, ajak ia bereksperimen tentang gaya grafitasi dan gaya berat. Ambillah beberapa benda dari dapur, seperti gelas plastik dan sendok dari logam. Biarkan ia melihat fakta bahwa salah satu benda akan tenggelam.

Anak-anak tidak memiliki gambaran yang kongkret tentang percobaan yang mereka lakukan dengan air. Dengan begitu, mereka tak menguasai hal-hal yang mencakup pengetahuan kimiawi. Tetapi si tiga tahun benar-benar dapat mengamati dan menghayati pengalaman mereka saat bereksperimen, ungkap Dr. Schettler.

Meskipun di usia tiga tahunlah si kecil mulai menyadari adanya laboratorium raksasa di alam ini, namun setiap anak berkembang secara berbeda-beda. Beberapa anak usia dua tahun mulai sibuk mengisi mangkuk plastik dengan air dari ember. Beberapa yang lainnya langsung mulai dengan mengamati sifat benda-benda ketika dimasukkan ke dalam wadah berisi air.

Tentu saja orang tua perlu menyediakan waktu menemani si kecil, terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Memang, pada akhirnya, pertanyaan si kecil tak berhenti hingga kegiatan selesai. Bahkan sangat mungkin pertanyaan dan keinginan untuk melakukan eksperimen muncul di hari-hari berikutnya.

cLoudy
08-21-2007, 05:31 AM
Tiba tiba si kecil mengeong menirukan kucing peliharaan di rumah. Nggak apa-apa, ia takkan terus-terusan mengeong, kok.-

Meidy terpana melihat Vika, putri kecilnya yang berusia 1,5 tahun bersuara, Meong meong pus pus., saat melihat kucing peliharaan mereka melintas di teras belakang rumah.

Lho, Vika kok bisa meniru suara kucing? Siapa yang ngajarin ? tanya Meidy dalam hati. Apa yang terjadi dengannya?

Diawali dengan mengamati

Di usia sekitar satu tahun, anak Anda semakin pintar. Ada saja hal-hal baru yang ia pelajari dengan, salah satunya, meniru hal-hal yang menarik perhatiannya. Meniru adalah cara si kecil mempelajari berbagai hal di awal kehidupannya.

Dalam usia yang masih sangat belia, si satu tahun tentu belum punya pengalaman cukup sebagai referensi berperilaku. Karenanya, ia akan mengikuti tingkahlaku orang atau hewan, yang ada di sekitarnya dan menarik hatinya.

Anda akan takjub melihat kepandaian si kecil meniru hal-hal fisik seperti duduk bersandar pada kursi, meniru gaya Anda saat mengatakan tidak sambil menggelengkan kepala. Atau, meniru suara binatang yang sering ia lihat dan ia dengar suaranya.

Rentang waktu tertentu

Walau si satu tahun seringkali bersuara seperti hewan yang menarik perhatiannya. Anda tak perlu buru-buru cemas. Perilaku meniru ini hanya akan berlangsung dalam rentang waktu tertentu.

Anda juga tak perlu menduga-duga si kecil mengalami masalah dalam proses tumbuh-kembangnya. Meniru merupakan perilaku sosial yang umum ditunjukkan anak di awal masa kanak-kanaknya. Selain itu, bagi si satu tahun, kegiatan meniru suara binatang merupakan hal yang menarik perhatian dan mudah ditiru serta dilakukan, ujar Maureen OBrien, Ph.D , psikolog anak di The First Years , Boston , Amerika Serikat.

OBrien menambahkan, memberi kesempatan pada anak untuk memperhatikan dan meniru suara binatang yang ia minati merupakan langkah yang mendukung proses tumbuh-kembangnya.

Bila kemampuan sosial si kecil semakin berkembang, misalnya ia punya banyak teman bermain dan memiliki keyakinan diri bahwa ia diterima dengan baik di lingkungan sosialnya, maka kegiatan meniru ini lambat laun akan menghilang dengan sendirinya.

Beri arahan

Ketika si kecil berada dalam tahapan belajar dengan cara meniru ini, dia benar-benar mengandalkan ayah dan ibunya sebagai penuntun. Inilah saat tepat bagi Anda untuk memberi informasi dan memperkenalkan perilaku tepat padanya.

Saat anak meniru suara meong, katakan bahwa ini suara kucing. Perkenalkan pula suara ayam, kukuruyuk dan anjing, guk guk... guk serta suara binatang lainnya.

Dengan begitu ketika Anda dan si kecil melihat gambar binatang, Anda dapat bertanya padanya, Ini hewan apa namanya? Bagaimana suaranya? Kegiatan ini menambah pengetahuan anak tentang hewan.

Selain itu, Anda pun dapat mengenalkan berbagai hewan dan suaranya melalui film anak-anak bertema binatang. Kegiatan yang menyenangkan ini selain menghibur si satu tahun juga menambah wawasan dan pengetahuannya tentang aneka makhluk hidup.

cLoudy
08-21-2007, 05:32 AM
Usaha untuk berkomunikasi sudah dilakukannya sejak bayi. Tetapi ketika seharusnya si kecil dapat bicara, ia malah diam.

Mbak, gimana Tanta ini ya? Bulan ini umurnya pas setahun. Tapi ia belum ngomong sama sekali. Kakaknya, Salsa, seumur ini sudah bisa ngomong, ma, num. Maksudnya, Mama, minta minum, keluh Ike pada sepupunya.

Ah, baru juga setahun. Anakku Sita baru bisa ngomong umur 2 tahun. Aku malah mengira dia itu bisu. Waktu itu tekadku, kalau sampai umur 2 tahun dia belum ngomong juga, mau aku bawa ke terapis bicara. Eh, tau-tau, pada suatu siang, tiba-tiba dia bicara begini: Bunda, Mbak Sita mau susu sekarang! Satu kalimat lengkap! Kaget enggak sih aku dengernya? ujar si kakak sepupu. Pernyataan ini agak melegakan Ike.

Paling meresahkan

Orang tua pasti resah kalau anaknya terlambat bicara. Sebetulnya, jauh sebelum anak dapat berbicara ekspresif (verbal), ia sudah mengerti pembicaraan orang. Ini disebut berbahasa reseptif.

Misalnya, saat si kecil memandang wajah Anda sambil mengulurkan kedua tanganya minta digendong. Atau, menunjuk gelas minum sambil mengeluarkan bunyi uhuh. Atau saat Anda bertanya, Mana papa? Ia dapat menunjuk ayahnya sambil tersenyum.

Perkembangan berbicara bisa terjadi secara bertahap, atau melompat tiba-tiba seperti kasus Sita. Di usia sekitar 1 tahun, anak umumnya dapat menyebut mama dan papa yang ditujukan pada orang yang tepat. Ia juga dapat menanggapi bila Anda mengatakan, Minta (Anda mengajak anak menyebutkan permintaannya).

Perkembangan bicara yang menakjubkan umumnya baru tampak di usia kira-kira 2 tahun, saat si kecil mampu berkata, Mau bobok sama Mama.

Tak selalu terlambat

Orang tua selalu menjadi orang pertama yang menandai adanya kelainan pada proses perkembangan anak. Termasuk juga, perkembangan bicaranya. Ini karena orang tua selalu membandingkan anak yang satu dengan anak lain, bahkan dengan anak tetangga. Lalu, bila perkembangan anaknya tidak seperti anak lain, ia mulai resah. Belum bisa ngomong nih terlambat enggak ya?

Seorang anak dapat dikatakan mengalami keterlambatan bicara bila di usia 10 sampai 15 bulan ia tidak mampu memahami pembicaraan orang lain. Ia tidak mampu mengucapkan 4 sampai 6 kata di usia 11 sampai 20 bulan. Dan, ia tidak dapat mengerti pembicaraan orang lain di usia sekitar 24 bulan.

Di usia 12 bulan anak Anda belum juga berbicara ekspresif? Jangan dulu khawatir. Coba amati, apakah ia mampu berbicara reseptif? Kalau mampu, berarti ia tidak mengalami keterlambatan. Ia akan mengembangkan secara normal kemampuan berbicaranya. Artinya, ia tidak membutuhkan terapi apa pun. Oleh karena itu, belum bisa bicara tidak selalu berarti terlambat bicara.

Perkembangan bicara berkaitan dengan perkembangan lain. Seorang anak yang mampu berbicara reseptif namun aktif mengembangkan keterampilan motoriknya, untuk sementara tidak akan mengembangkan keterampilan bicara ekspresifnya.

Debbie Reese , psikolog perkembangan dari Amerika Serikat, menyebutkan bahwa jenis kelamin juga menentukan perkembangan bicara ekspresif. Menurut Reese , anak perempuan cenderung lebih cepat mencapai keterampilan berbicara ekspresif ketimbang anak laki-laki.

Latihan bicara ekspresif

Untuk meningkatkan kemampuan bicara ekspresif anak, orang tua tidak boleh berhenti berbicara. Bacakan cerita untuk si 1 tahun. Ceritakan kejadian sehari-hari. Dan, bernyanyilah bersamanya. Juga, perkenalkan kata-kata baru. Misalnya, nama-nama makanan atau buah saat si 1 tahun sedang makan. Ini buah avokad. A-vo-kad. Enak lho, dicampur susu sedikit. Atau, Ini sup buncis. Buncis rasanya manis. Ingat, hindari menghentikan pembicaraan anak. Biarkan ia mencoba berbicara. Bahkan, ketika si kecil berbicara panjang dan terus menerus. Tugas Anda hanya memperjelas setiap kata yang ia ucapkan. Dengan begitu si 1 tahun bisa belajar mengucapkan kata-kata dengan benar.

Beberapa hal bisa menjadi penyebab keterlambatan anak bicara. Misalnya, masalah pada pendengaran karena anak mengalami infeksi telinga. Retardasi mental dan gangguan pada perkembangan, seperti autisme, juga bisa jadi penyebab. Bisa juga anak malas bicara ekspresif karena ada kakak yang banyak bicara. Atau, ia tinggal dalam lingkungan yang menggunakan dua bahasa.

cLoudy
08-21-2007, 05:33 AM
Grace Bintang Hidayanti Sihotang, Depok
Ibu rumah tangga, ibu 1 anak

Mengenal Beragam Orang

Sejak disapih, di usia dua tahun, Jeremias Hasintongan Tjahyo Adyasmoro (3 tahun) sering sekali sakit. Entah itu demam, radang tenggorokan maupun diare. Hal ini tentu mengkhawatirkan kami.

Ketika kami pindah ke Depok, kami sempat khawatir karena perumahan kami berbatasan dengan perkampungan penduduk. Waktu itu kami berpikiran jelek, anak-anak di perkampungan itu jika sakit tidak selalu langsung diobati karena biaya. Saya khawatir Ari, begitu nama kecil anak kami, tertular penyakit jika bermain dengan mereka.

Ternyata, kecemasan kami tak beralasan. Di lingkungan tersebut Ari bisa bermain riang dan kesehatannya tak bermasalah, walau ia ikut bermain tanah, pasir, atau lumpur. Secara umum ia sehat-sehat saja. Tentu setiap habis bermain kotor-kotor, kami bersihkan tubuh Ari dengan seksama.

Dari pengalaman tersebut, kami sadar ternyata anak tak perlu dibatasi geraknya di lingkungan ia berinteraksi. Yang penting, kita selalu menjaganya tetap bersih dan sehat agar tak tertular penyakit.

Kami harus mengizinkan Ari bergaul di semua lingkungan kehidupan agar ia belajar banyak. Dengan begitu, anak dapat mengenal orang dengan latar belakang sosial dan ekonomi beragam. Si kecil pun belajar bahwa hidup manusia itu tidaklah sama, tetapi berbeda-beda.

Novia Kristiani Satyawati , Sukoharjo
Ibu rumah tangga, ibu 1 anak

Bujukan Handphone

Putri pertama kami, Christiella Abinosy Setiawan atau Ella (2,5 tahun) dari hari ke hari semakin pintar dan lucu saja. Sebagai ibu yang tidak bekerja, saya melihat perkembangannya setiap hari. Dia paham jika diajak bicara, dan daya ingatnya pun cukup kuat.

Tetapi, kadangkala, dia keras kepala. Seringkali, jika waktunya makan atau mandi, Ella menolak melakukannya karena keasyikan bermain dan sibuk jalan ke sana kemari. Mau tidur pun sulitnya minta ampun. Saya sampai kehabisan lagu yang saya nyanyikannya untuknya. Bukannya memejamkan mata, Ella tetap saja asyik bermain dengan bonekanya.

Suatu hari, saat Ella mau tidur, HP saya berbunyi. Ternyata dari kakak saya yang menanyakan kabar Ella. Saya jawab, Ooo Ella? Ella mau tidur nih. Tuh, lihat, Ella sedang memeluk gulingnya. Matanya merem. Udah dulu ya, jangan ganggu Ella ya, kata saya. Saya lihat, Ella melakukan seperti yang saya katakan ke kakak saya melalui HP . Ella tidur sambil memeluk gulingnya.

Melihat cara ini berhasil, saya coba lagi menggunakan HP untuk membujuk Ella agar ia mau makan. Saya pura-pura sedang bicara dengan ayahnya lewat HP atau telepon. Cari Ella ya? Siapa nih? O, Papa ya? Lihat tuh, Ella sedang makan. Makannya banyak, pintar kan? Saya berakting seolah-olah papanya sedang menanyakan Ella.

Saya lihat, Ella langsung mau makan. Banyak pula! Lumayan juga, cara ini cukup ampuh untuk membujuk Ella jika ia tidak mau saya bujuk untuk makan atau mandi. Setiap kali dia keras kepala ketika saya minta melakukan sesuatu, saya pura-pura bicara lewat telepon dengan ayah atau tantenya.

cLoudy
08-21-2007, 05:34 AM
Ia tak lagi suka mengekor. Ketakutannya pada orang lain pun lenyap. Tapi, si 3 tahun tampak masih saja enggan berpisah lama dengan orang tuanya.

Takut merupakan bagian normal dari proses perkembangan anak. Setiap orang punya tingkat ketakutan masing-masing, ujar Robin F. Goodman , Ph.D dan Anita Gurian, Ph. D . dari Child Study Center , Universitas New York, di Amerika. Dalam menghadapi suasana baru, orang dewasa pun kerap merasa takut. Namun, orang dewasa tahu kapan sumber ketakutannya akan berlalu, sedangkan anak tidak tahu.

Anak-anak dari usia delapan bulan hingga dua tahun mengalami berbagai ketakutan. Misalnya, takut gelap, takut suara guntur , takut mandi, takut gonggongan anjing, bunyi blender , atau vacuum cleaner. Di usia berikutnya, tiga sampai empat tahun, bertambah hal-hal yang membuat anak takut.

Kapan berkurang?

Anak-anak belajar mengatasi rasa takutnya sejalan dengan berkembangnya kemampuan anak menghadapi perubahan-perubahan dalam hidupnya. Cara-cara anak mengatasi rasa takutnya terus berubah sesuai usia.

Anak mengatasi takut dengan menangis sekeras-kerasnya hingga orang dewasa datang dan menenangkannya serta memastikan bahwa segala sesuatunya aman-aman saja. Anak-anak yang lebih besar berusaha memahami penyebab rasa takutnya dengan cara melihat atau mencari sumber rasa takutnya. Kemudian, ia menggunakan alasan-alasan logisnya untuk mengatasi ketakutannya. Menguasai rasa takut lebih dapat membantu anak menghadapi bahaya ketimbang menghindarinya.

Anak usia tiga tahun umumnya tidak lagi takut pada orang asing. Ketika memasuki kelompok bermain, guru dan teman-teman tidak membuatnya ketakutan. Ketakutan utama pada si tiga tahun adalah berpisah dengan orang tuanya dalam waktu yang cukup lama. Meski demikian, bukan berarti ketakutan-ketakutan lain pun lenyap. Mungkin juga bertambah, namun tergantung pada lingkungannya.

Bantu mengatasi

Meski takut itu hal yang normal dalam proses perkembangan, namun tak boleh dibiarkan menetap. Anak perlu dibantu mengatasi ketakutannya agar lebih terampil menghadapi setiap peristiwa atau perubahan dalam hidupnya.

Hal pertama dan paling penting adalah, orang tua harus berhati-hati mengekspresikan ketakutannya. Karena, tak sedikit ketakutan anak diperoleh melalui proses belajar. Orang dewasa, terutama orang tua, merupakan role model yang paling disukai anak, juga dalam hal membentuk rasa takut anak terhadap sesuatu.

Mengenali sumber ketakutan anak, atau mengenali apa saja yang membuat anak takut merupakan langkah penting untuk membantu anak mengatasi rasa takutnya. Bila anak takut suara keras seperti guntur , ajak anak melihat kilatan petir, yang akan diikuti bunyi guntur . Demikian pun bila anak takut pada bunyi benda-benda, ajak anak melihat benda yang berbunyi itu.

Berpisah lama dengan orang tua merupakan ketakutan yang memakan waktu cukup lama untuk menghilangkannya. Sampai beberapa minggu setelah anak masuk kelompok bermain, misalnya, tergolong wajar bila si kecil masih merasa takut.

Bagaimana mengatasinya? Anda dapat meminta anak memilih siapa yang paling ia sukai untuk mengatarnya ke kelompok bermain. Anak-anak lebih mudah berpisah pada salah satu orang yang dekat dengannya. Misalnya saja, ia merasa lebih aman bila berpisah dengan pengasuhnya, saat pelajaran di kelas mulai.

cLoudy
08-21-2007, 05:36 AM
Jika tak dapat lagi mengendalikan diri karena perilaku si kecil yang tak menyenangkan di depan umum, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Mau diam apa tidak? Mama bilang tidak ya tidak! pekik Anda pada si kecil yang mengamuk siang itu di toko mainan di sebuah mal. Kemarahan Anda mencuat ketika si kecil memaksa minta dibelikan Barbie, dan tak dapat dibujuk. Semua mata memandang ke arah Anda berdua. Bukannya berhenti menangis, si kecil malah menambah amukannya dengan tendangan ke segala penjuru. Tangisnya pun semakin keras.

Berhenti atau Mama tinggal! bentak Anda. Si kecil terdiam, hanya sejenak. Kemudian ia kembali mengamuk.

Saat anak mengamuk

Marah bisa jadi emosi tersulit yang harus diatasi orang tua. Apalagi bila banyak tuntutan pada diri Anda, sehingga Anda rentan terhadap stres. Ada satu saja pemicu, misalnya anak mengamuk, Anda bisa marah besar.

Menurut Warren Umansky, Ph.D , Child Development Specialist di webehave.com , anak lebih sering mengamuk di tempat umum. Si kecil tahu, kalau ia mengamuk di muka umum, keinginannya semakin mudah terkabul. Mengapa? Karena orang tua malu saat menjadi perhatian orang lain.

Temper tantrum (mengamuk) sebenarnya sesuatu yang normal dilakukan anak usia dua-tiga tahun. Demikian pendapat Mark Roberts, Ph.D ., profesor psikologi klinis di Idaho State University , Amerika Serikat. Menurut Roberts, mengamuk identik dengan menangis pada bayi. Ini adalah cara mereka berkomunikasi, karena mereka belum mampu mengungkapkan pikiran dan harapan mereka.

Ketika anak mengamuk di depan umum, ada dua masalah dihadapi orang tua. Pertama, orang tua kesal karena si kecil mengamuk agar kemauannya dituruti. Kedua, orang tua merasa malu, karena menjadi perhatian orang lain karena dianggap tak dapat mengontrol anak. Ini membuat orang tua terkadang tidak dapat mengendalikan diri sehingga marahlah yang muncul.

Umansky mengingatkan, ketika anak mengamuk, orang tua tidak perlu marah. Karena, hal ini dapat memberikan efek negatif pada anak. Si kecil bisa saja merasa malu dan marah, sehingga ia menangis lebih keras lagi.

Konsekuensi disiplin?

Sebenarnya, kemarahan orang tua pantas dilakukan dalam situasi pendisiplinan anak. Namun, Anda tetap perlu mengontrol kemarahan Anda. Karena, saat Anda marah, si kecil tidak mendapatkan alasan secara detail, apa yang membuat orang tuanya marah.

Di usianya kini, anak tengah belajar nilai-nilai dan perilaku yang benar. Sampai perilaku dan nilai ini terinternalisasi, wajar jika anak harus berkali-kali diingatkan. Si kecil pun tak jarang seperti menguji kekuatan Anda dalam menerapkan batasan. Misalnya, ia tetap makan sambil jalan dan berlarian, walaupun Anda telah melarangnya.

Namun, cerita jadi lain jika si kecil menguji kita ketika ada di depan orang lain. Misalnya, saat ia merusak kue ulang tahun temannya di depan anak-anak lain dan teman-teman Anda! Rasa malu, karena berpikir bahwa pasti orang tua lain menganggap Anda tak dapat mendidik dengan baik membuat, Anda tak mampu menahan marah.

Tanpa Anda sadari, reaksi Anda ini bisa membuat si kecil marah dan malu. Anak, yang memang senang bereksplorasi, merasa malu karena eksplorasinya kali ini mendapat tatapan tajam dan teriakan banyak orang (saat mencoba menyentuh kue ulang tahun yang demikian cantiknya). Kemarahan Anda, yang terkadang didasari rasa malu, juga membuat si kecil bingung: Sebenarnya mengapa Mama atau Papa saya marah? Jika saya melakukan hal yang sama tapi di rumah, orang tua saya tidak marah.

Kapan harus marah?

Jika marah bukan reaksi yang tepat untuk menghadapi perilaku salah si kecil, apa Anda harus mendiamkannya? Tidak juga. Tapi sebelum marah, coba periksa diri Anda, Benarkan Anda harus marah? Apakah marah Anda beralasan atau marah Anda terpicu beban pekerjaan Anda yang bertambah? Anda memang harus menginteropeksi diri. Introspeksi penting agar saat bertemu situasi yang sama, Anda tahu apakah perlu marah atau tidak.

Jika Anda termasuk orang yang mudah marah, mungkin Anda perlu mencari cara untuk mengontrolnya. Karena, anak akan meniru reaksi Anda. Selain itu, orang tua yang mudah marah juga membuat anak menciptakan mekanisme pertahanan diri sendiri.

Orang tua yang mudah marah biasanya membuat si kecil lebih pencemas. Anak kemungkinan mengembangkan mekanisme pertahanan diri untuk menghadapi rasa cemas ini, salah satunya dengan berbohong. Anak berbohong karena takut dimarahi orang tua.

Si kecil pun mungkin mengadopsi pertahanan menghindar. Ia berjingkat-jingkat saat berada di sekitar Anda, karena dia tak pernah yakin apa yang dapat membuat Anda marah atau tidak.

Anak-anak yang lain mungkin bereaksi terhadap marah Anda dengan agresi. Mereka mencoba mendebat Anda. Atau, sebaliknya, menunjukkan bahwa kemarahan orang tua mereka tidak berdampak pada mereka. Beberapa anak lain malah hanya tertawa-tawa atau terkekeh. Ini mereka lakukan karena nervous. Juga, untuk menyembunyikan rasa sakit dan malu mereka terima.

Menyiapkan anak

Saat Anda akan mengajak anak bertemu orang-orang lain, pastikan si kecil cukup istirahat, makan dan membawa sejumlah permainan. Tak jarang anak berulah karena lapar, mengantuk, atau bosan. Karenanya, hindari bertamu terlalu lama.

Jika akan membawa anak berbelanja atau berjalan-jalan ke mal, buat perjanjian apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Tetapkan aturan sehingga si kecil tahu apa yang diharapkan darinya.

Anda mungkin mengira, kemarahan dapat menghentikan ulah si kecil. Sayangnya, kemarahan malah membuat anak semakin frustrasi dan marah. Ancaman yang kerap menyertai kemarahan Anda, akan membuatnya takut. Pada akhirnya, anak semakin mengabaikan Anda. Daripada mengatakan, Jika kamu tidak mau bangun, Mama tinggal! Lebih baik katakan, Jangan nangis lagi, ayo bangun!

Jika anak mengamuk, Umansky menyarankan orang tua tidak memberi perhatian pada tingkahnya. Hal ini hanya memperkuat ide bahwa mengamuk adalah cara yang tepat untuk berkomunikasi.

Umansky menambahkan, jika si kecil mengamuk ajak dia ke tempat yang lebih tertutup dan pribadi. Misalnya ke mobil. Bicaralah pada anak atau tunggu beberapa menit hingga ia tenang.

cLoudy
08-21-2007, 05:37 AM
Menghadapi si 13 bulan mengamuk sambil membentur-benturkan kepala, wuih mengerikan!

Kini si kecil mulai menyadari eksistensi diri. Ia mulai sadar, apa yang dilakukannya bisa mempengaruhi orang lain. Bisa dikatakan, temper tantrum tumbuh sejalan dengan perkembangan si kecil saat usianya memasuki tahun kedua dan ketiga. Beberapa anak tak hanya mengamuk dengan menangis dan berteriak, mereka juga membentur-benturkan kepalanya ke dinding atau pintu.

Frustrasi itu normal

Hal pertama yang harus diingat, anak-anak lahir dengan rasa frustrasi. Artinya, sejak lahir berbagai hal ingin dilakukan si kecil. Tapi, apa daya, perkembangan fisik dan keterampilannya masih terbatas. Repotnya, semakin bertambah usia, rasa frustrasi dan kecewa tak berarti berkurang. Justru semakin banyak tantangan yang menggoda untuk ditaklukkan, menuntut si satu tahun belajar dan terus berusaha.

Para ahli kerap mengingatkan orang tua, frustrasi dan kemarahan anak yang diwujudkan dalam bentuk amukan semakin menjadi-jadi saat ia lelah, sakit, lapar dan stres. Dengan begitu, kuncinya adalah menghindarkan anak dari kondisi-kondisi tersebut.

Jika selama ini Anda selalu berhasil menghentikan amukannya dengan pura-pura tak memperhatikan, tentu perilaku membenturkan kepala, justru membuat Anda khawatir dan bereaksi panik. Ya, benar! Membenturkan kepala hanya merupakan upaya si kecil mencuri perhatian Anda.

Normalkah ini? Baik rasa frustrasi maupun perilaku membenturkan kepala, menurut para ahli, adalah sesuatu yang lazim terjadi pada bayi hingga balita. Berdasarkan sebuah penelitian, 20 persen anak sehat membenturkan kepalanya paling tidak satu kali. Namun, anak laki-laki 3 4 kali lebih sering dibandingkan anak perempuan. Secara umum, anak mulai membenturkan kepala dalam keadaan mengamuk di usia satu tahun, dan tiba-tiba tidak melakukannya lagi di usia empat tahun.

Cermati dan bertindak!

Meskipun demikian, tak ada satu ahli pun menyalahkan kekhawatiran orang tua. Selain karena membenturkan kepala dapat mencederai kepala anak, perilaku yang dikenal sebagai head banging, adalah salah satu ciri umum autisme. Ciri lain yang perlu dicermati (berhubungan dengan autisme): anak terus melakukan aktivitas motorik ritmik berulang lain hingga melampui usia batita; seperti mengayun tubuh dan menggulingkan tubuh terus-menerus. Apabila Anda mendapati si kecil berperilaku demikian, bawalah ia ke psikolog dan ahli saraf untuk evaluasi.

Apabila anak membenturkan kepala hanya sesekali saat ia sedang marah, orang tua dapat menghindari si kecil berperilaku demikian dengan:

* Memastikan di sekitar Anda dan si kecil tak ada benda yang berpotensi menimbulkan cedera, terutama saat Anda dan si kecil sedang bernegosiasi atau berdebat akan suatu hal.
* Tak perlu terlalu memberi perhatian pada amukannya. Diamkan saja selama beberapa menit. Jika anak tak juga berhenti membenturkan kepala dan Anda sedang berada di keramaian, ajaklah ia ke suatu sudut lalu mintalah ia memberitahu, mengapa ia marah.
* Apabila penyebab kemarahan karena si kecil merasa Anda terlalu mengendalikan dirinya, cobalah memberikan pilihan dan berdialoglah!
* Usahakan menghentikan perilaku anak membenturkan kepala selembut mungkin, dan perlahan. Tak perlu terburu-buru apalagi kasar. Peluklah dan beri si kecil pengertian bahwa rasa marah tak perlu diekspresikan dengan menyakiti diri sendiri. Cara terbaik adalah membicarakannya dengan Anda.

cLoudy
08-21-2007, 05:38 AM
Di usia yang sedang gemar-gemarnya membangkang ini, si kecil butuh dorongan tepat untuk berperilaku baik.

Susahnya ngomong sama Jojo. Rasanya seperti melempar bola di tembok. Mantul terus, ujar Lia pada teman kantornya. Jojo, anaknya yang berusia 2 tahun itu, gemar sekali membangkang. Saat Jojo disuruh pipis agar tidak ngompol, Jojo menjawab, Mau ngompol aja! Atau saat diingatkan agar tidak bermain kabel, Jojo berkata, Tapi Jojo mau kesetrum.

Mengasuh anak usia ini memang tidak mudah. Begitu ia mulai mandiri, Anda merasa berhadapan dengan tembok. Anda pun terpancing untuk berteriak dan berdebat. Padahal, itu tak ada gunanya.

Salah satu cara efektif membantu si kecil membentuk kebiasaan atau perilaku baik adalah memberinya motivasi berupa hadiah, bukan hukuman, karena hukuman dipahami anak sebagai penolakan terhadap dirinya.

Waktu, kunci utama

Memotivasi bukan berarti melulu memberi benda-benda, seperti mainan atau permen, setiap saat anak berperilaku baik. Memberi motivasi butuh kreativitas, waktu dan konsistensi Anda.

Catatan harian dapat Anda buat dalam bentuk kartu. Beberapa perilaku baik dapat Anda tetapkan. Misalnya, tidak menyiksa kucing, tidak ngompol, tidak membuang air dari dispenser , dan tidak membuang-buang makanan.

Tuliskan perilaku baik yang Anda harapkan. Bila si kecil hari itu dapat melakukan hal bagus, ajak anak menempelkan satu stiker menjelang tidur malam. Di akhir minggu, ajak ia menghitung perolehan stiker pada daftar perilaku baik.

Tetapkan batas maksimal anak berperilaku baik dalam seminggu, misalnya empat hari dalam seminggu. Bila ia berhasil memenuhi batas maksimal, berikan hadiah, misalnya cokelat stick kesukaannya.

Rewards bukan menyuap

Dalam melakukan ini, Anda tak perlu ragu karena merasa menyuap si kecil. Saat Anda mengatakan, Ini hadiah untukmu, tapi janji tidak boleh nakal! itu baru artinya Anda menyuap si kecil. Hal ini bisa menjadi bukti Anda orang tua yang lemah.

Reward sebagai motivator berarti memberi penguat untuk perilaku baik yang sudah dilakukan anak. Sedangkan menyuap berarti Anda memberi hadiah sebelum perilaku baik dilakukan, dan Anda mengharap imbalan perilaku baik dari si kecil. Ini sangat tidak efektif membentuk perilaku baik anak. Yang terjadi, anak kian pandai memanipulasi Anda.

cLoudy
08-21-2007, 05:39 AM
Menciptakan citra diri positif dan mengembangkan pemahaman diri yang baik membuat anak cerdas diri. Bagaimana Anda membantu mengasahnya?

Bunda, boleh enggak kalau aku bilang, Aku benci lebah? tanya Vita dengan wajah serius.
Lho, apa masalahnya?
Soalnya aku takut lebah, jawab Vita.
Boleh takut lebah, tapi enggak usah benci. Asal enggak diganggu, lebah enggak menyengat kok.

Anak-anak kerapkali sulit mengungkapkan perasaannya, apakah ia jengkel, sebal, tidak suka atau benci sesuatu. Tetapi anak dengan kecerdasan intrapersonal (kecerdasan diri) di atas rata-rata, dengan mudah mampu mengatakannya.

Belajar paham diri

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan seseorang untuk memahami perasaannya sendiri, angan-angan dan ide-idenya. Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan untuk mengetahui emosi, kedalaman emosi dan maksud munculnya emosi itu dalam dirinya.

Anak-anak dengan kecerdasan intrapersonal yang baik, sadar betul akan kekurangan dan kelebihannya. Ia pun berperilaku berdasarkan kondisi itu. Anak-anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang menonjol memiliki ciri-ciri:

* Dapat mengekspresikan perasaan suka atau tidak suka terhadap kegiatan tertentu.
* Dapat mengomunikasikan perasaannya secara tepat.
* Sadar kekuatan dan kelemahannya.
* Yakin akan kemampuannya.
* Selalu punya tujuan dalam melakukan aktivitas.
* Memahami diri sendiri dan memusatkan perhatian pada perasaan dan angan-angan.
* Mengikuti intuisi dengan baik.

Perlu dirangsang

Anak yang punya kecerdasan intrapersonal yang tinggi punya potensi besar untuk dapat bekerja sendiri, meski sering dianggap pemalu. Kemampuannya untuk refleksi diri, membuat ia dapat bersikap jujur pada diri sendiri. Ia juga dapat memotivasi diri, tidak butuh motivasi dari luar.

Sebagai orang tua, Anda dapat merangsang kecerdasan ini dengan:

* Mengajak anak menggambar dirinya dari sudut pandangnya sendiri.
* Mengajak anak berimajinasi menjadi sebuah tokoh cerita.
* Mengajaknya membicarakan kelemahan dan kekurangannya sendiri.
* Memberinya kesempatan untuk melakukan kegiatan sendiri.

cLoudy
08-21-2007, 05:39 AM
Rasa takut muncul seiring dengan kesenangan anak mengeksplorasi alam sekitar. Apakah rasa takut menghambat perkembangannya?

Ada suatu yang baru. Si kecil terkadang merasa takut. Wah, bagaimana ini? Tak perlu khawatir. Merasa takut berguna untuk perkembangan emosi, agar ia tumbuh dan berkembang secara sehat. Tetapi penting juga menakar seberapa besar rasa takut itu menghinggapi si tiga tahun.

Selalu ada

Rasa takut dan kesenangan bagi anak usia 3 5 tahun saling bersisian. Di balik kesenangan si kecil mencoba hal baru, misalnya, memanjat atau main seluncur, terselip juga rasa ngeri akan kemungkinan jatuh. Tetapi saat rasa takut terlampaui dengan kenekatan melakukan luncuran pertama, pasti tak ada kata lain selain rasa puas.

Menurut ahli perkembangan, anak perlu memiliki rasa takut. Ini merupakan tantangan yang harus diatasi. Mengatasi ketakutan berarti anak telah mengalahkan dirinya sendiri.

Prof. du Bois , penulis dan psikolog asal Jerman berpendapat, rasa takut pada balita adalah sesuatu yang normal. Namun psikolog ini menambahkan, Kecuali jika sampai membatasi si kecil melakukan interaksi dengan anak-anak lain. Atau, merintanginya mengeksplorasi alam sekitar. Berarti, rasa takut itu sudah menjadi sebuah masalah.

Ada beberapa ketakutan atau kecemasan yang lazim dirasakan balita. Seperti, takut kegelapan, keterpisahan dan hal-hal baru.

Tanpa proteksi berlebih

Tugas orang tua adalah memahami apa yang mengancam rasa aman si kecil, sekaligus mendorong anak berani menghadapi tantangan sendiri. Menurut Prof. du Bois, orang tua perlu mendampingi anak saat ia mulai melakukan hal baru, seperti memanjat atau main ayunan. Tetapi di waktu bersamaan, tugas orang tua juga memberi keyakinan pada anak bahwa ia dapat mengatasi rintangan. Tentu tak lupa mengingatkan agar si kecil belajar mengukur diri, ujarnya.

Sarankan pada si kecil untuk memperkirakan sebelumnya, apakah ia yakin dapat main ayunan, misalnya. Apabila ia ragu, Anda dapat memberi gambaran, apa yang sebenarnya terjadi sehingga ia berayun, dan doronglah ia merasakan keasyikan melawan angin saat berayun dan seterusnya.

Sebagian orang tua menyikapi rasa takut anak dengan mendampinginya saat si kecil merasa tidak aman. Namun, bukankah kebersamaan dengan orang tua yang cenderung overprotective hanya akan jadi bumerang?

Kebersamaan dengan orang tua yang erat memang penting untuk membangun rasa aman, tetapi jangan sampai keberadaan Anda menghalangi anak berkesempatan mengenal anak-anak lain. Dengan kata lain, belajarlah percaya kepada orang lain, jelas Prof. du Bois.

cLoudy
08-21-2007, 05:41 AM
Ekspresi senang si satu tahun berbeda-beda, tergantung intensitasnya. Emosi positif ini memberi kontribusi besar pada kepribadian anak.

Si satu tahun Anda terkekeh-kekeh kegirangan saat mendengar suara Anda menirukan suara omanya. Namun, di lain waktu, ia biasa saja ketika mendengar tantenya melakukan hal yang sama. Apa sebenarnya yang membuat si satu tahun senang?

Emosi positif

Rasa senang, gembira, riang dan bahagia merupakan emosi yang menyenangkan, meski intensitas dan gradasinya berbeda-beda pada setiap anak. Begitupun cara mengekspresika rasa ini, yaitu mulai dari diam, tenang atau langsung tertawa terbahak-bahak.

Apa yang membuat anak senang pun berbeda. Namun pada si satu tahun, melihat atau mendengarkan sesuatu yang mencolok dapat membuatnya gembira. Misalnya, saat melihat Anda pura-pura jadi sapi sambil merangkak dan melenguh, si kecil kegirangan dan tertawa berderai-derai. Ini juga berarti perkembangan kognitifnya telah membuatnya mampu mengenali mana hal yang familiar dan mana yang tidak.

Ia juga dapat merasa senang ketika bertemu Anda setelah seharian berpisah. Atau, bertemu neneknya yang datang berkunjung. Bermain bersama anak seusianya, meski belum benar-benar terlibat dalam permainan bersama, juga dapat membuat si satu tahun senang.

Perbanyak kesenangan

Meski penyebab rasa senang itu berbeda-beda, namun sering merasa senang membuat hidup si satu tahun lebih menyenangkan. Modal pertama untuk merasa senang tentu kesehatannya. Anak yang sakit tidak dapat merasakan senang. Walaupun Anda mengajaknya bercanda, jika tubuhnya tak sehat, ia tidak dapat bereaksi terhadap stimulus yang Anda berikan.

Selain itu, saat si kecil tertawa, tubuh berada pada keadaan relaksasi sepenuhnya. Dengan begitu, ketegangan pun hilang. Hasilnya? Sering tertawa membuat anak lebih sehat.

Beraktivitas bersama Anda atau dengan teman-teman juga dapat membuat senang si kecil. Lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Dan, sodorkan humor-humor yang dapat dimengerti si satu tahun.

Meski mengenal dan mengalami emosi menyenangkan berpengaruh positif pada kepribadiannya, namun emosi negatif bukan berarti harus dihindari. Siapkan anak menghadapi emosi tak menyenangkan ini dengan mengajak si kecil mengatakan apa yang dirasakannya. Biarkan anak mengekspresikan emosi negatif ini sewajarnya.

cLoudy
08-21-2007, 08:36 AM
Bagaimana memuji si satu tahun secara pas? Memang tidak mudah melakukannya. Coba Anda cermati dengan seksama uraian ahli berikut ini.

Memberi pujian adalah salah satu cara efektif untuk memperlihatkan perhatian dan cinta kasih pada si buah hati. Ketika anak masih bayi tentu saja memberi pujian begitu mudah dan sederhana. Berikan saja senyum tulus dan seruan, Wah, kamu hebat sudah bisa duduk! Tapi tidak demikian dengan anak-anak usia 12 bulan, apalagi 15 bulan. Biasanya mereka sudah tahu mana ungkapan yang jujur dan yang tidak.

Bermanfaat, tapi hati-hati

Bagi si satu tahun, orang tua dapat memberikan pujian dengan tujuan tertentu. Misalnya, memuji keterampilannya menendang bola. Melalui pujian ini selain mengekspresikan perhatian, orang tua dapat mendukung si kecil untuk berlatih agar semakin mahir menendang bola. Beri pujian saat Anda melihat si kecil dapat melakukan sesuatu yang baru. Ia pun akan merasa dicintai dan yakin bahwa dirinya pasti dapat mengatasi tantangan berikutnya.

Namun demikian, dalam waktu bersamaan, orang tua juga dituntut memberi pujian secara bijaksana. Artinya, Anda tak perlu menghujani pujian setiap kali anak berhasil menyusun balok warna-warni. Biarkan ia menemukan dunianya secara wajar, menemukan ukuran dan kemampuan barunya. Biarkan ia menemukan berbagai pengalaman unik tanpa komentar dari Anda.

Beri pujian terutama saat si satu tahun dapat mengatasi sesuatu sendiri. Dengan begitu anak dapat mengenali keberhasilan apa tepatnya yang telah dicapainya. Dan, ia pun dapat mengenali dengan jelas, kapan dan bagaimana ia mampu mengatasi masalah. Pujian setiap saat hanya membutakan si kecil dari kegiatan mengenali diri sendiri.

Sebutkan detailnya

Pujian yang berlebihan tak hanya membuat anak besar kepala namun ia pun bahkan dapat mengenali bila orang dewasa bersikap tidak jujur padanya. Si satu tahun biasanya terus menguji orang dewasa untuk melihat reaksinya. Salah-salah, anak bahkan jadi haus pengakuan dengan bermacam ulah.

Cara terbaik memberi pujian, selain di momen dan dengan takaran yang pas, adalah komentar yang jujur dari orang dewasa. Saat memberi pujian, sebutkan apa saja secara mendetail yang membuat Anda bangga dan kagum kepadanya.

Misalnya, si satu tahun sedang berkreasi dengan coretan seni dari krayonnya, cobalah Anda sebutkan betapa beraninya ia bermain warna. Atau Anda dapat mengatakan, Wah, warna talinya menyala sekali, ya! Kamu hebat sekali. Coba kamu gambarkan tali lebih banyak lagi.

Ketika Anda memuji keterampilan baru si satu tahun, sebaiknya Anda juga mengungkapkan dengan seluruh tubuh dan ekspresi yang jujur. Ketika Anda memuji tetapi tubuh Anda mengarah ke tempat berbeda, maka Anda tampak tidak sungguh-sungguh memberi pengakuan padanya.

Cobalah berujar sambil mengamati si kecil dengan bersungguh-sungguh. Kerahkan bahasa tubuh yang sesuai dengan ungkapan lisan Anda. Percayalah, sistem memberi pujian dan dukungan pada apa yang dicapai anak tak hanya menyenangkan namun juga bermanfaat jika dilakukan secara tepat.

cLoudy
08-21-2007, 08:37 AM
Saat menemui hambatan, si empat tahun begitu saja menyerah. Ia seperti tak mau berusaha lebih keras. Akankah ia tumbuh menjadi sosok yang mudah putus semangat?

Ma, buatin , pinta si empat tahun pada Anda untuk meneruskan permainannya menyusun puzzle . Coba dulu, ujar Anda. Enggak bisa, Ma. Enggak bisa! teriaknya putus asa.

Belajar tekun

Sepintas tampaknya biasa saja saat si kecil minta bantuan Anda untuk mengerjakan sesuatu. Namun, kalau sedikit-sedikit dia minta bantuan, dan ia tidak melakukan usaha optimal tentu Anda khawatir jika sikapnya ini terbawa hingga ia sekolah dan besar nanti.

Mau mencoba dan terus berusaha menyelesaikan pekerjaannya memang merupakan perilaku yang perlu dipelajari anak sejak kecil. Ketekunan, yaitu mau tetap pada suatu tugas untuk waktu yang lama, dipelajari anak saat ia sukses melakukan tugas- tugas yang menantang.

Namun perlu diingat, si empat tahun masih terbatas rentang perhatiannya. Ia belum dapat bertahan berjam-jam melakukan suatu kegiatan. Anak yang punya motivasi tinggi tetap mengerjakan tugasnya di saat anak yang tidak punya motivasi tinggi menyerah jika tidak mendapatkan keberhasilan yang instan.

Bantuan Anda

Tekun berarti tidak gampang menyerah saat ada tantangan, namun juga memiliki kemampuan menunggu dan bersabar. Anak yang tekun tetap menyusun balok-balok mainannya hingga membentuk menara, meski pernah roboh. Sementara, anak yang tidak tekun akan meninggalkan baloknya dan mengerjakan aktivitas lainnya.

Jika si kecil Anda mudah frustrasi dan menyerah saat menghadapi hambatan yang merintangi tujuannya, berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melatihnya tekun:

* Temani si empat tahun saat bermain, namun jangan membantunya. Dengan demikian ia tidak merasa sendiri.
* Saat anak frustrasi, katakan padanya, Memang susah ya, tapi coba kalau kamu buatnya dari sebelah sini. Mencoba memberikan alternatif bukan berarti mengambil alih pekerjaannya.
* Pecah tugas menjadi beberapa bagian. Misalnya, menyelesaikan puzzle di bagian bergambar gajah pada pagi hari. Untuk sore atau esok harinya, menyelesaikan bagian hutan.
* Sarankan untuk beristirahat ketika Anda melihat anak tampak capai. Namun dorong ia untuk meneruskan pekerjaannya kembali kemudian.

cLoudy
08-21-2007, 08:38 AM
Perceraian antara Anda dan pasangan pasti memunculkan reaksi pada anak. Bagaimana agar anak tak menyimpan kemarahan terhadap orang tuanya, sehingga ia dapat bahagia menjalankan hidupnya sebagai anak keluarga bercerai?

Kasihan anak-anak, mereka yang jadi korban, demikian kata-kata yang sering kita dengar dan, rasanya kita sepakati, bila mendengar ada pasangan yang bercerai. Proses perceraian selalu menyakitkan bagi anak, ujar Dra. Yudiana R. Sari, Psi., psikolog Klinis dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yang akrab dipanggil Sari . Apa sih dampak perceraian ibu dan ayah pada anak-anaknya? Dan, bagaimana cara meminimalkan dampak negatifnya?

Proses yang panjang

Idealnya, seorang anak tumbuh dalam sebuah keluarga dengan kehadiran ayah-ibu. Saat perceraian terjadi, keadaan memaksa anak tinggal dengan salah satu orang tua, atau bahkan tidak dengan keduanya. Padahal, kehadiran ayah dan ibu penting dalam tumbuh-kembang anak. Tak heran jika perceraian dapat mengakibatkan pincangnya proses tumbuh kembang anak.

Sebenarnya, perceraian hanya gong. Sebelum perceraian ada peristiwa-peristiwa yang mendahului, yang prosesnya lebih panjang, jelas Sari. Peristiwa-peristiwa yang menyesakkan dada seperti orang tua yang bertengkar terus-menerus, serumah tapi tidak teguran, tak lagi pergi bersama-sama, pisah ranjang hingga pisah rumah, mau tak mau turut dirasakan anak.

Alya Rohali, presenter dan MC kondang ini sempat pisah rumah sebelum resmi bercerai dengan suaminya, Erry. Meski berusaha menjelaskan pada putri tunggalnya, Namira Adjani (kini 4,5 tahun) yang dipanggil Jani, tentang perpisahan ibu dan ayahnya, hati Alya kerap sedih saat memandang wajah buah hatinya.

Alya mengaku ada perasaan bersalah saat melihat Jani. Sebelum keputusan bercerai jatuh, saya tanya Jani, apa ia ingin saya pulang ke Praja (tempat tinggal ayah Jani, Red.), tutur Alya yang saat mengatakan pada anaknya tak kuasa menahan tangis. Alya menuturkan bahwa ia semakin sedih saat Jani menghiburnya dengan mengatakan, Enggak Ma. Mama tinggal di Kemanggisan aja (rumah orang tua Alya, tempat tinggal Alya dan Jani saat pisah rumah dengan Erry, Red.). Jani tetap sayang Mama. Saat mengatakan ini Jani mengusap air mata di pipi ibunya.

Menyadari anak mengalami masa-masa yang menyakitkan karena terpisah dari ayah dan ibunya, Yasmin (35 tahun), bukan nama sebenarnya, karyawati perusahaan periklanan dan ibu dari Samy (6 tahun), Angel (5 tahun) dan Lila (4 tahun), bersama suaminya sepakat tetap serumah meski akan bercerai.

Namun Yasmin merasakan anak-anaknya mencium kejanggalan dalam hubungan orang tuanya, sehingga satu bulan sebelum resmi bercerai mereka akhirnya pisah rumah. Tapi kami tidak mengatakan pada anak-anak kalau kami akan bercerai. Saya hanya mengatakan karena pekerjaan saya harus tinggal terpisah dari mereka, cerita Yasmin. Pekerjaan Yasmin memang membuatnya kerap bepergian ke luar negeri. Sejauh ini, menurut perasaan Yasmin, anak-anaknya, dapat menerima penjelasannya.

Dampak pada balita

Selain peristiwa-peristiwa sebelum perceraian, apa yang terjadi setelah orang tua resmi bercerai juga mempengaruhi anak. Meski anak-anak balita belum batul-betul memahami arti perceraian, mereka dapat merasakan bagaimana ayah-ibunya yang bertengkar terus kini tinggal terpisah. Ketidak- hadiran ayah atau ibu, kini dirasakan anak.
Dampaknya memang bervariatif pada balita. Anak usia 5 - 6 tahun dapat mengerti, meski belum sepenuhnya memahami perceraian itu. Anak laki-laki cenderung lebih agresif, sementara anak perempuan tampak minder, jelas Sari. Usia anak merupakan faktor penting bagaimana pemahaman dan perasaan anak menghadapi perceraian orang tua, selain peristiwa-peristiwa yang mendahului dan mengikuti perceraian.

Pada anak-anak balita, umumnya, mereka jadi lebih agresif, nakal, tidak tahu aturan, cepat marah, atau sensitif. Namun, Sari menekankan, semuanya tergantung hubungan orang tua setelah perceraian. Bagaimana keterlibatan dan kesepakatan orang tua dalam membesarkan anak, juga karakteristik anak. Ada balita yang bisa cuek saja saat ayahnya tidak lagi tinggal bersamanya. Tapi, ada pula yang bersikap sebaliknya.

Keragaman dampak ini memang terlihat pada anak-anak Alya, Yasmin dan Sinta, bukan nama sebenarnya , karyawati swasta dan ibu dua anak balita. Alya sempat menandai putrinya jadi lebih rewel, meski kemudian keadaan si kecil kembali seperti sedia kala.

Sedangkan Yasmin hampir tidak melihat perubahan sikap pada dua anaknya yang tertua. Sementara si bungsu, Lila, tampak jadi lebih sensitif. Saat perceraian terjadi, Lila (3 tahun) jadi lebih mudah menangis ketika ditinggal sendiri. Saat di rumah orang tua saya, saya pergi dari sisinya karena akan bersalaman dengan tamu yang datang, Lila langsung menangis. Ia mungkin takut saya tinggalkan, cerita Yasmin yang secara sukarela memberikan hak asuh anak pada mantan suaminya.

Sementara, Sinta melihat dampak negatif akibat perceraian pada kedua anaknya. Sulungnya yang kini berusia 5 tahun sempat mengalami masa marah-marah dan mudah rewel. Ini terlihat juga dari ekspresinya saat menggambar, cerita ibu yang bercerai satu setengah tahun lalu. Sedangkan si bungsu lebih memperlihatkan reaksi fisik. Ia akhir-akhir ini lebih mudah sakit, ungkapnya.
Korban emosional

Apa pun reaksi anak terhadap perceraian orang tuanya, perkembangan emosional merupakan aspek yang paling terganggu. Selain itu, perkembangan konsep diri anak dapat saja terganggu karena menyaksikan orang tua yang kerap bertengkar, jelas Sari.

Meski konsep diri berkembang di masa remaja, bibit dari konsep diri tumbuh pada masa balita. Ditambah buruknya hubungan orang tua setelah perceraian, dapat saja di kemudian hari membuat performance anak di sekolah buruk atau mengembangkan sikap negatif terhadap perkawinan. Namun, Sari menekankan, situasi demikian kasuistik sifatnya.

Anak-anak dari keluarga bercerai tampaknya menanggung beban tertentu. Mereka dituntut lebih bertoleransi karena banyaknya perubahan. Mereka pun jadi lebih cepat matang, jelas Sari. Ia mencontohkan bagaimana anak yang terbiasa dibelikan mainan harus mengerti dan menerima bila mendapat jawaban seperti, Kamu harus mengerti. Mama kan tidak punya uang seperti dulu lagi.

Sisi baiknya, beban berat membuat anak lebih cepat mandiri dan bertanggung jawab. Meski sisi emosionalnya, mungkin saja, dalam hati si anak berteriak merasa tidak rela dengan apa yang dialami.

Namun tak semua anak mesti sengsara karena perceraian ayah-ibunya. Ada juga anak dari keluarga bercerai tapi dapat bahagia dan tidak lagi menyimpan kemarahan pada orang tua. Ini mungkin terjadi jika orang tua cepat menyadari apa yang diperbuat dan tidak mengubah perlakuan mereka terhadap anak-anaknya. Kesalahan mungkin dilakukan ayah dan ibu, tapi anak-anak tetap patut mendapat kehidupan yang layak, tutur Sari.

Sari menekankan pentingnya anak tetap berkesempatan bertemu ayah dan ibunya ( Lihat boks Memenuhi Hak Anak ). Selain itu, menghilangkan dendam diantara orang tua amat perlu dilakukan. Apalagi, tanpa disadari, orang tua tak jarang menjelek-jelekkan pasangannya di depan anak. Atau, mengatakan anak memiliki kualitas negatif yang sama dengan ayah atau ibunya. Jauh lebih baik Anda memfokuskan diri pada perkembangan si kecil.

Penuhi kesejahteraan anak

Jika perceraian menjadi keputusan Anda karena kemelut dalam rumah tangga Anda dan pasangan, apa yang dapat Anda lakukan agar si kecil tetap dapat terpenuhi kesejahteraannya? Sari menekankan pentingnya memberi anak pemahaman situasi yang terjadi disesuaikan dengan usia anak. Seperti dilakukan Sinta, Saya dan ayahnya anak-anak tidak lagi dapat bersama-sama karena lebih suka sendiri-sendiri. Ketika anak bertanya tentang hal ini, saya jelaskan secara sederhana.

Bila memungkinkan, bersama mantan pasangan bersama-sama mendidik anak. Beri kesempatan pada anak tetap bertemu kedua orang tua. Berbesar hatilah bahwa mantan pasangan dibutuhkan secara emosional oleh anak.

Jika ada keinginan membina hubungan dengan orang lain, secara bertahap perkenalkan anak pada calon ibu atau ayah barunya. Namun, jangan paksa anak memanggilnya dengan sebutan yang sama dengan orang tua biologisnya. Anda perlu menghargai keinginan anak.

Orang tua juga dapat melihat apakah anak merasa aman ketika berada di dekat ayah atau ibu barunya. Hal ini mulai dilakukan Yasmin yang kini telah menikah lagi. Ia mengaku memang belum berterus terang pada anak-anaknya tentang perceraian dan pernikahannya yang baru. Saya mengenalkan suami saya yang sekarang sebagai teman, ceritanya.

Bukan tanpa alasan Yasmin menutupi perceraiannya. Saya pernah baca sebuah buku. Disitu dinyatakan kalau anak baru dapat memahami perceraian setelah usia 8 tahun. Mungkin nanti di saat anak-anak saya dapat memahami baru saya ceritakan.

Sari sependapat dengan Yasmin. Anak memang baru dapat memahami konsep perceraian saat usianya 7 - 8 tahun, ketika ia telah dapat berpikir abstrak. Namun, jika si kecil baru mendengar perceraian orang tua setelah usianya 8 tahun, ada kemungkinan anak syok. Lebih baik memberitahukan kini dengan bahasa yang dipahami anak.

Apa pun kondisinya, si kecil dapat melaluinya dengan baik berkat dukungan Anda. Jika kondisi Anda tidak memungkinkan memberi yang terbaik untuk anak karena masalah Anda sendiri, kunjungi ahli untuk meminta bantuan sehingga dapat memberi jalan keluar yang tepat.

Memenuhi Hak Anak

Bertemu dan membina hubungan dengan orang tua adalah salah satu hak anak. Meski secara fisik anak berpisah dengan salah satu orang tuanya, secara emosional sebaiknya tidak demikian. Orang tua perlu bekerja sama untuk memenuhi kesejahteraan anak, baik fisik maupun emosi. Untuk itu, para orang tua selayaknya mengatur jadwal pertemuan dengan anak.

Harnawa Jaueril, SH dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Perempuan dan Keluarga mengatakan, meski secara yurisprudensi anak di bawah 12 tahun umumnya diasuh ibu, namun melalui tuntutan pengadilan, ayah bisa saja mendapatkan hak asuh. Misalnya, karena satu dan lain hal, ibu tak dapat memberi pengasuhan yang baik. Atau, menurut pengadilan ibu berkelakuan kurang baik.

Sebelum memutuskan bercerai, sebaiknya ayah dan ibu mempertimbangkan dan menyepakati pembagian tugas untuk memenuhi hak-hak anak, melalui Bantuan Lembaga Konsultasi Keluarga atau Hukum. Misalnya, untuk urusan waktu kunjungan atau pun tanggung jawab finansial.

cLoudy
08-21-2007, 08:39 AM
Melewatkan liburan bersama merupakan saat yang dinanti. Sayangnya, rencana membina kebersamaan tak selalu mulus. Apa kemungkinan yang dapat terjadi dan bagaimana menghindarinya?

Kesibukan kota besar melebarkan jarak antaranggota keluarga. Mereka sulit untuk saling bertemu dan membina komunikasi yang baik. Aktivitas yang dimulai sejak dini hari dan berakhir larut malam membuat kebersamaan keluarga sulit terbina. Tidak heran jika liburan menjadi saat yang paling ditunggu

Terbebasnya ibu maupun ayah di saat liburan dari berbagai kewajiban yang biasa mewarnai keseharian, memungkinkan upaya pendekatan diri dengan anak. Hal ini dapat tercipta melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama-sama dalam suasana santai dan menyenangkan.

Tak selalu mulus

Tid ak selalu rencana liburan, yang diharapkan mengeratkan kedekatan anggota keluarga berjalan baik. Beberapa di antaranya menimbulkan konflik, bahkan memunculkan suasana tegang. Berikut ini beberapa kemungkinan yang dapat menghancurkan kebersamaan liburan keluarga Anda.

* Terlalu ingin sempurna
Orang tua menginginkan liburan berjalan sesempurna harapan mereka. Perencanaan dibuat sematang mungkin. Sedikit melenceng dari rencana dianggap kegagalan fatal. Padahal, bepergian bersama anak balita harus dilakukan sefleksibel mungkin. Turunkan harapan Anda dan sesuaikan dengan kemampuan si kecil.

* Terlalu padat kegiatan
Mengikuti acara berlibur bersama biro perjalanan atau bepergian mengunjungi suatu tempat terkadang membuat kita tertarik mengikuti semua kegiatan. Padahal, si kecil memiliki keterbatasan fisik. Kegiatan yang menyenangkan bagi orang dewasa belum tentu menarik bagi anak. Inginnya menikmati objek-objek wisata bersama anak, yang terjadi si kecil jatuh sakit atau rewel karena terlalu lelah.

* Memikirkan kebutuhan sendiri
Kesibukan menghalangi terpenuhinya kebutuhan pribadi ayah maupun ibu. Akibatnya, cuti panjang yang seharusnya diisi dengan berkegiatan bersama, masing-masing malah memikirkan kebutuhannya sendiri. Ayah, misalnya, ingin melewatkan liburan dengan beristirahat sebanyak mungkin. Sementara, ibu ingin bersantai membaca novel. Bagaimana menciptakan kebersamaan jika ini yang terjadi? Upayakan mengakomodasikan kebutuhan masing-masing anggota keluarga tanpa mengorbankan kebersamaan. Caranya, kompromi dan atur jadwal libur bersama-sama.

* Kurang mengantisipasi masalah yang mungkin timbul
Jangan sampai masalah yang kurang diperkirakan muncul mengganggu kebersamaan. Berat atau ringannya antisipasi masalah disesuaikan dengan besar atau kecilnya kegiatan dan usia anak. Upayakan merinci permasalahan yang mungkin timbul dan tindakan antisipasi bersama.

Beberapa cara yang dapat dicoba

Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan sebagaimana disebutkan, beberapa cara berikut dapat dilakukan.

* Libatkan si kecil
Tanyakan anak mengenai bentuk kegiatan yang ia inginkan atau senangi. Walau keinginan si kecil tidak selalu dapat digunakan sebagai patokan, paling tidak Anda memperoleh gambaran kegiatan yang ia senangi atau ingin ia lakukan bersama orang tuanya. Si kecil pun akan merasa dihargai.

* Konsentrasi pada anak
Selama liburan, lupakan berbagai persoalan maupun pekerjaan yang masih memberatkan Anda. Sesuaikan berbagai kegiatan dan tempat rekreasi dengan usia anak, sehingga si kecil dapat benar-benar menikmati kebersamaan dengan orang tuanya.

* Jangan lupakan rutinitas si kecil
Sesuaikan jadwal kegiatan dengan rutinitas anak sehari-hari. Misalnya, lupakan melakukan kegiatan di jam-jam si kecil biasa tidur siang, atau tuntaskan kegiatan sekitar satu jam menjelang tidur malamnya. Perubahan rutinitas yang terlalu drastis akan membuat anak tidak menikmati perjalanan.

* Tidak perlu mewah
Berpiknik sekeluarga tidak perlu selalu mewah. Kegiatan yang sederhana pun bisa dinikmatinya, asal Anda terlibat bersamanya.

* Singkat namun padat
Seimbangkan kebutuhan berekreasi dengan beristirahat tanpa melakukan kegiatan apa pun. Bagi balita, bepergian tiga hari berturut-turut adalah waktu maksimal yang dapat dilakukan. Lebih dari itu, si kecil akan sulit menikmati liburannya.

cLoudy
08-21-2007, 08:41 AM
Hari ini ia senang ayah, besok suka ibu. Bagaimana sebaiknya orang tua bersikap?

Jangan dekat-dekat jendela, berbahaya, Nak! tegur Nana pada Tedi, si empat tahun, yang dipangkunya saat berkereta api. Tedi menurut apa kata ibunya. Tetapi, karena rasa ingin tahunya yang besar, kepala Tedi makin dekat ke jendela.

Nana menegur lagi, namun kali ini Tedi merasa terusik, Ah, aku mau sama ayah saja. Aku sebal sama ibu, Tedi pun beralih ke pangkuan ayah. Tak hanya pada kesempatan itu, sepanjang liburan kali ini ia menghindar dari Nana dan terus sibuk dengan ayah. Nana sempat kesal dan cemburu.

Plinplan

Benarkah Tedi sebal dengan ibu selamanya? Apakah selama ini ayah dan ibunya menerapkan pola asuh yang keliru? Tidak! Rasa suka anak usia 2 4 tahun memang tidak menetap. Selalu berpindah-pindah dari ayah ke ibu dan sebaliknya. Selalu berganti-ganti, ujar Dr. Hermann Scheuerer-Englisch , psikolog Jerman, menenangkan. Menurutnya, ayah dan ibu sama-sama disukai si kecil. Namun, ada masa ayah menjadi tokoh favorit, tetapi tak lama kemudian, ibulah pahlawan bagi anak.

Menurut Scheuerer-Englisch, ada tiga alasan yang mendasari kecenderungan anak berubah-ubah. Pertama, anak kini memanfaatkan secara aktif ikatan (bonding) dengan ayah dan ibu yang telah terbangun. Kedua, si empat tahun sedang giat menguji batas-batas, seperti yang dilakukan Tedi terhadap larangan Nana untuk menjauh dari jendela gerbong kereta api. Ketiga, si kecil sedang melatih kemampuan yang membutuhkan keputusan.

Kombinasi ketiga alasan ini membuat si kecil tampak plinplan. Tak jarang ayah cemburu pada ibu akibat ulah si empat tahun ini. Dalam kasus ibu tiri, ia mendapatkan anak tirinya hanya mau ditemani tidur oleh ayah.

Tak perlu subyektif

Si empat tahun memang tengah giat mengenali diri dan mengembangkan ego. Dengan begitu, bersikap plinplan, seperti dilakukan Tedi, merupakan salah satu cara untuk menyatakan ia punya kemauan. Ia ingin tahu bagaimana ia boleh melakukan sesuatu dan sejauh mana tidak boleh, serta mencari tahu yang paling diinginkannya. Jadi, Anda harap maklum!

Scheuerer-Englisch menyarankan orang tua bersikap tepat, proporsional dan tak menilai terlalu subyektif. Ketika malam ini ia lebih suka tidur ditemani pasangan Anda, jangan kecewa, apalagi cemburu. Bisa jadi esok pagi ia hanya ingin ditemani Anda pergi ke TK.

Selain itu, adakalanya, berpindah-pindahnya rasa suka si kecil dapat bermanfaat bagi Anda. Sebab, bisa jadi, saat Anda harus menyelesaikan sebuah tugas, bertepatan dengan keinginan anak untuk lebih dekat dengan pasangan Anda. Saat Anda sedang tidak melakukan sesuatu, bisa saja ia sedang ingin menghabiskan waktu dengan Anda.

Namun, kehebohan bisa saja terjadi. Ketika Anda sedang sibuk, si empat tahun justru minta Anda yang menemani. Di lain waktu, ia mengamuk karena menolak menghabiskan waktu bersama pasangan Anda. Tak perlu panik! Tenang dan beri kesempatan pada pasangan.

Sayang, kamu sama ayah dulu, ya! Ibu selesaikan tugas satu ini. Hari ini giliran ayah menemani tidur. Bersama ayah asyik, lho. Dongengnya seru, diperagakan pula, Anda dapat menghibur demikian. Tetapi ritual sebelum tidur seperti memeluk atau mengecupnya, jangan ditinggalkan.

Selain melakukan pembagian tugas yang adil dengan pasangan, Anda pun perlu membuat pembelaan ketika pasangan ditolak anak. Menjelek-jelekkan pasangan (baca: mendukung penolakan anak) hanya membangun konflik loyalitas anak dengan ayah-ibu dan berakibat buruk pada bonding dan persepsi si kecil. Sebab, pada dasarnya, anak cinta kedua orang tuanya. Apa yang si kecil lakukan, sekadar menguji diri sendiri dan orang tuanya.

cLoudy
08-21-2007, 08:42 AM
Walau masih amat muda, si satu tahun butuh penghargaan. Jika terpenuhi, rasa percaya dirinya akan meningkat.

Setiap Esther membandingkan si kecil Sasi (1,5 tahun) dengan Bintang, sepupunya yang berusia sebaya, Sasi terlihat jengkel. Perilaku tantrumnya menjadi-jadi. Ia seakan minta perhatian ibunya dengan berperilaku tidak seperti Bintang yang manis. Tentu saja perbuatan Sasi semakin membuat Esther kesal. Ia malah semakin membandingkan putrinya dengan sang sepupu.

Membangun kepercayaan diri

Rasanya tidak mungkin jika melihat anak-anak seusia Sasi tak punya kepercayaan diri. Sekilas mereka terlihat seperti anak-anak yang tahu persis apa yang mereka mau. Walaupun, pada kenyataannya, mereka belum memiliki pemahaman jelas terhadap diri sendiri. Di saat-saat inilah anak membutuhkan penghargaan orang-orang di sekelilingnya. Apa yang bisa Anda lakukan?

* Curahkan sebanyak-banyaknya cinta pada si satu tahun, karena manusia tidak merasa nyaman kalau tidak dicintai. Yakinkan bahwa Anda akan selalu mencintainya, apa pun yang terjadi.
* Berikan perhatian sebanyak yang dapat Anda berikan. Setinggi apa pun rasa percaya diri seseorang, ia akan jadi ragu-ragu kalau tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak dari orang-orang yang dicintainya.
* Buatlah si kecil seolah-olah ia orang penting dalam keluarga, yang pendapat dan perasaannya didengar. Hargai apa pun yang dikatakannya. Libatkan pula si kecil dalam kegiatan keluarga.
* Jika ingin anak punya rasa percaya diri yang baik, Anda pun harus demikian. Anak cenderung meniru orang-orang dewasa di sekitarnya.
* B eri anak ruang untuk menjadi dirinya sendiri.
* Orang tua selayaknya menghargai keunikan anak. Membanding-bandingkan bukan tindakan bijak. Setiap individu itu unik.
* Biarkan si kecil sekali-sekali melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya.
* Beri pujian secukupnya terhadap apa pun yang berhasil dicapainya. Pujian memotivasi anak terus mencoba. Namun, jika terlalu banyak, pujian juga akan kurang efektif.
* Upayakan mengajarkan sesuatu pada anak secara perlahan-lahan. Cara ini mempermudah anak mengikuti tanpa membuatnya frustrasi.
* Hindarkan memberi label pada anak. Misalnya, si malas atau si gembul. Label membuat anak meyakini dirinya sesuai apa yang menjadi sebutannya.
* Hindarkan kata-kata selalu atau tidak pernah. Misalnya, Kamu selalu membuat masalah! Kata-kata ini sama jeleknya dengan memberikan label negatif.
* Jika perlu mengkritik, kritiklah perilaku anak bukan pribadinya. Misalnya dengan mengatakan, Ibu tidak suka kamu membanting-banting mainan seperti itu! dan bukan, Kamu memang anak nakal suka membanting-banting mainan!

cLoudy
08-21-2007, 08:43 AM
Si kecil mengelak dipeluk atau menolak dicium saat sedang sibuk? Tak perlu khawatir. Ia hanya butuh ruang pribadi.

Si dua tahun masih butuh banyak bantuan ibu dan ayah. Tapi ia tak selalu merasa nyaman ketika orang tua selalu mengulurkan tangan, atau selalu berada di sisinya. Begitu pula ketika ibu dan ayah menyuruhnya melakukan sesuatu kala ia sedang tidak ingin.

Salah tafsir dan tergesa-gesa

Tak perlu merasa bersalah tatkala Anda sadar sering menerobos batas-batas pribadi si kecil. Walaupun itu Anda lakukan tanpa sadar. Ya, sejak usia dua tahun, anak-anak memiliki pagar yang tak boleh diganggu, apalagi dilanggar, oleh siapa pun, termasuk orang tuanya.

Tindakan melanggar batasan itu sebagai contohnya adalah, tanpa izin membersihkan hidungnya saat ia sedang konsentrasi bermain. Demikian pula jika Anda tiba-tiba memeluknya saat ia sedang tak ingin diganggu.

Gabriele Haug-Schnabel , ahli perkembangan dan perilaku manusia asal Jerman menyatakan, para orang tua tidak menyadari eksistensi pagar atau batasan tersebut. Beberapa sebabnya, antara lain, sebagian besar orang tua sadar anak-anak butuh limpahan kasih sayang. Tetapi mereka sekaligus salah menafsirkan! Wujud kasih sayang tak selalu harus berupa kontak fisik, seperti pelukan atau kecupan lembut. Sama dengan orang dewasa, rasa cinta atau kasih sayang berupa kontak fisik berlebihan, menimbulkan rasa kesal dan terkekang, jelasnya.

Sebab lain adalah, orang tua selalu ingin menjalani keseharian secara terburu-buru. Akibatnya, orang tua cepat memberi bantuan pada anak.

Simpan tangan Anda

Si dua tahun memang bukan bayi. Untuk memahaminya, cobalah Anda refleksi diri. Jika Anda tak suka diperintah untuk melakukan sesuatu saat sedang sibuk, hindari melakukan hal yang sama pada anak. Menurut Haug-Schnabel, si dua tahun memang mengalami perkembangan emosi sangat pesat. Ini yang membedakannya dengan bayi.

Di usia ini pula, anak punya kesadaran bahwa dirinya mampu memutuskan dengan siapa ia merasa nyaman dan sebaliknya. Perkembangan lain, ia sudah punya rasa malu dan kepekaan. Anda dapat melihatnya saat ia menarik diri ketika didekati orang yang tak dikenalnya. Misalnya, saat baru bangun tidur atau belum mandi.

Menyikapi penolakan si dua tahun, orang tua perlu bijak dan peka. Pertama, hormati pagar yang tak terlihat itu. Meski masih batita, anak punya batas-batas pribadi, sama dengan Anda. Setiap hendak melakukan sesuatu berkenaan dengan diri anak, mintalah persetujuan atau izinnya terlebih dulu. Termasuk juga ketika Anda hendak mencurahkan kasih sayang berupa kontak fisik.

Kedua, simpan uluran tangan Anda! Meski dalam banyak hal si dua tahun masih belum mampu menyelesaikan masalah dan melakukan rutinitas tanpa bantuan, beri ia kesempatan mencoba. Beri tahu dan beri contoh saja, misalnya cara membersihkan mulutnya dengan tisu.

Anda tak perlu kecil hati. Semakin meningkat usia, keterampilan, dan kemandiriannya, si dua tahun sadar betapa besar cinta Anda padanya. Ini karena Anda mengakui dan menghargai ruang pribadinya.

cLoudy
08-21-2007, 08:44 AM
Dari tertawa terbahak-bahak hingga bermain seru di luar rumah bersama anak dapat mewarnai hidup si kecil. Tentu banyak kegiatan asyik lainnya yang bisa Anda lakukan bersamanya.

Mengajak si kecil jalan-jalan keliling Indonesia ? Mendaftarkannya kursus bahasa Inggris di usianya yang empat tahun kini? Boleh-boleh saja Anda lakukan. Tapi tahu tidak? Ada kegiatan lain yang lebih mudah dilakukan dan dijamin tak perlu biaya besar, namun amat bermanfaat. Berikut ini sembilan kegiatan mengasyikkan yang bisa Anda lakukan bersama anak.

1. Menjelajah lewat bola dunia
Ajak si kecil membahas suatu tempat melalui bola dunia. Ceritakan tentang kebudayaan, hasil bumi dan orang-orang di tempat tersebut dengan bahasa sederhana. Melalui kegiatan ini anak tahu di dunia ini banyak sekali orang dengan kebudayaan berbeda. Anda dapat memberitahu anak perlunya menghargai kemajemukan. Lebih asyik lagi bila ayah atau ibu sering bepergian dalam menjalankan tugas kantor, dengan menggunakan bola dunia, si kecil bisa diajak pergi juga.

2. Libatkan dalam kegiatan amal
Jangan salah, meski masih amat muda, anak mampu berempati dan paham memberi. Karenanya, libatkan si kecil dalam kegiatan amal yang Anda lakukan. Anak akan sadar bahwa uang tidak hanya untuk membeli sesuatu, tetapi juga bisa untuk membantu orang lain.

3. Membicarakan hal-hal besar
Ajarkan pula anak melalui jawaban dari pertanyaannya mengenai dunia. Mengenai betapa luasnya dunia, dan Tuhan sebagai penciptanya. Suatu saat si kecil niscaya bisa saja berujar, Tuhan itu artis hebat lho. Coba saja lihat, dunia ini kan tempat yang indah.

4. Tertawa untuk gurauan si kecil
Mungkin Anda tidak mendengar ocehan si kecil tentang temannya di TK yang sepanjang hari dia ceritakan. Tapi, meski Anda orang tua yang sangat sibuk, tetap perlu memberikan 30 detik waktu Anda untuk mendengar gurauan-gurauan anak. Tertawalah ketika si kecil melucu. Seseorang selalu senang bila dianggap dirinya lucu.

5. Mengumandangkan lagu
Suara Anda fals ketika menyanyi? Tak masalah. Anda kan tak perlu bernyanyi semerdu Alicia Keys untuk berkomunikasi, menenangkan dan merangsang kreativitas si kecil. Tidak mengingat kata-kata dalam lagu favorit buat hati Anda tidak pula membuat Anda dieksekusi bukan? Mulailah menyanyi untuk si kecil sejak ia bayi. Suara Anda bisa menenangkan anak. Tidak percaya? Coba saja!

6. Menugasi pekerjaan rumah tangga
Anak dapat mengenal tanggung jawab dengan melakukan tugas rumah tangga dan menjadi bagian dari tim keluarga di rumah. Anak sesungguhnya punya kemampuan lebih dari yang Anda kira. Si empat tahun bisa Anda minta menuang cereal di mangkuknya dan mangkuk adik, ayah dan ibu saat makan pagi. Si lima tahun bisa Anda mintai tolong melipat kaos kaki atau handuk yang sudah dicuci. Balita Anda itu akan senang jika merasa dilibatkan.

7. Membaca bersama
Tak perlu lama, cukup 15 20 menit, Anda dan si kecil membaca bersama sebelum tidur. Sambil membahas cerita tertentu, Anda dan si kecil merasakan kebersamaan. Waktu yang tak lama itu cukup bagi anak untuk merasakan kedekatan dengan Anda, sekaligus mengembangkan kecintaan anak pada buku.

8. Ke taman bermain
Pergi ke taman bermain dan bersenang-senanglah dengan anak. Melakukan aktivitas outdoor adalah cara terbaik bagi anak batita dan balita melatih keterampilan motorik kasarnya. Latihan fisik mempengaruhi otak anak. Penelitian terakhir menunjukkan, anak-anak yang aktif secara fisik mempunyai performa lebih baik di sekolah dan punya harga diri lebih tinggi dari anak yang tidak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, latihan fisik memperkecil kemungkinan anak menderita obesitas. Berbagai kegiatan dapat dipilih mulai dari kegiatan berkelompok atau pun individu; seperti bersepeda, berenang atau menari.

9. Mengajak tidur lebih awal
Kegiatan berjalan lebih lancar jika anak-anak tidur lebih awal. Mereka dapat bangun dengan lebih segar, tidak rewel, dan hari-hari dapat dilalui lebih baik. Orang tua juga lebih nyaman, jika anak tidur lebih awal. Anda dapat melakukan aktivitas sebelum tidur seperti membaca buku, membalas e-mail atau menyusun foto-foto dalam album dengan leluasa. Kegiatan-kegiatan ini bisa jadi tidak dapat dilakukan saat si balita masih bangun. Selain itu, kebiasaan tidur anak yang dipelajari sekarang terbawa hingga ia dewasa. Satu masalah adalah, waktu tidur anak dipengaruhi jadwal orang dewasa. Repotnya lagi bila orang tua kerap tidur larut malam, bukan tidak mungkin anak pun mengikuti.

cLoudy
08-21-2007, 08:44 AM
Si empat tahun hobi betul mengumpulkan benda. Asal bermanfaat dan bukan benda berbahaya, tak apa.

Prita tak bosan-bosannya mengurusi mainan-mainannya. Dibawanya ke sana ke mari dalam sebuah troli mainan. Tak lama kemudian dikeluarkan, lantas disusun-susun. Setelah selesai menderet-deretkannya dengan teratur, ia mengumpulkannya kembali ke dalam troli dan kantong mainan. Kesenangannya yang lain adalah, membeli perabot dapur mainan setiap kali berjalan-jalan dan juga mengumpulkan wadah-wadah kecil di dapur ibu.

Mengumpulkan adalah kebutuhan

Di usia balita, anak mengenal dunia di luar dirinya lebih sebagai kumpulan benda-benda yang chaotic (berantakan, tak beraturan). Berbagai peristiwa terjadi tanpa diketahui sebabnya, orang-orang tak dikenal datang dan pergi tanpa dapat dipahami polanya. Dengan mengumpulkan atau mengoleksi benda, si kecil menemukan sebuah kekuasaan dan kendali. Dengan mengumpulkan benda-benda, si empat tahun dapat membuat sebuah miniatur dunia yang membantunya memahami dunia nyata, jelas Prof. Reinhard Fatke , pendidik dari Universitas Zurich, Swiss.

Beragam benda menjadi sasaran untuk dikumpulkan, tergantung minat individual anak. Ada yang mengumpulkan benda berdasarkan warna kesukaan. Ada juga koleksi berdasarkan jenis benda, maupun sesuatu berdasarkan kenangan berkesan. Misalnya, mengumpulkan kemasan cokelat kado istimewa dari Anda. Biasanya kesenangan mengumpulkan benda-benda untuk dikoleksi juga diikuti oleh kesenangan si kecil merawat, membersihkan, menyortir dan menata susunan penyimpanannya.

Dipupuk sekaligus diarahkan

Selain membentuk pemahaman dan mengasah ingatannya, kegiatan ini juga memberinya kesempatan belajar keterampilan baru. Tentu saja membersihkan, menyortir dan menata benda koleksi melibatkan berbagai unsur keterampilan, seperti motorik halus, koordinasi mata dan tangan, juga mengasah perkembangan visual-spasial. Namun akhir-akhir ini, anak-anak juga menjadi sasaran komersialisasi dunia bisnis.

Misalnya saja, ada beberapa produk kartu dengan tokoh kartun Jepang terkenal yang kini sangat digandrungi anak-anak. Anak-anak di seluruh dunia menyenanginya dan giat mengumpulkan berbagai bentuk kartu setiap kali keluar seri terbaru. Akibatnya, orang tua mulai mengeluh karena pengeluaran meningkat, ujar Fatke. Selain karena mainan masa kini yang semakin apik, iklan mainan yang gencar juga berperan besar.

Tugas ayah dan ibu adalah mengarahkan si empat tahun. Dengan gencarnya iklan mainan, tentulah Anda harus bekerja ekstra keras memberi pengertian pada anak. Misalnya, dengan memberi pemahaman bahwa tren mengumpulkan kartu atau benda yang cenderung konsumtif tak akan bertahan lama. Dengan demikian, saat koleksi kartunya sudah lengkap dan banyak uang yang sudah dikeluarkan, kemungkinan koleksi sudah tidak berharga, karena trennya sudah berlalu.

Selain mengarahkan si kecil mengumpulkan benda-benda dengan pertimbangan lama masa eksistensinya dan manfaatnya, sudah saatnya Anda mengajarkan si empat tahun menabung. Dengan uang tabungannya ia dapat melengkapi koleksi benda kesayangan sendiri.

cLoudy
08-21-2007, 08:45 AM
Seiring kemahirannya berbicara, anak mulai mengekspresikan emosinya, baik positif maupun negatif, dengan kata-kata. Anda sampai terheran-heran mendengar komentarnya!

Ma, baju dari oma jelek ah! Aku enggak suka! Buang aja ! ujar Albi dengan tegas, mengemukakan perasaan dan keinginannya. Belakangan ini, Marisa memang kerap mendengar Albi, putra kecilnya yang berusia 2,5 tahun, dengan mantap mengemukakan perasaannya. Ma, aku senang bermain dengan Vanya. Soalnya Vanya enggak nakal. Aku sayang sama Vanya, ujarnya di saat lain.

Mendengar komentar-komentar si kecilnya, Marisa tersenyum geli. Di satu sisi Marisa senang karena Albi dapat dengan jelas mengemukakan perasaannya. Namun, di sisi lain, Marisa takut Albi terlalu berterus terang dalam mengungkapkan perasaannya yang bisa membuat orang lain tidak nyaman.

Kolaborasi beberapa faktor

Di usia dua tahun, anak mulai lebih verbal dan kemampuan berpikirnya pun semakin runtut, ujar Roni Leiderman , psikolog yang mengepalai Pusat Keluarga di Nova Southeastern University di Ft. Louderdale, Florida, Amerika Serikat, dalam sebuah artikel yang dimuat sebuah situs perkembangan anak.

Lebih lanjut Leiderman mengatakan, pada usia ini, anak semakin menunjukkan kemandiriannya. Paduan semua keterampilan itu, kemampuan verbal, berpikir runtut dan keinginan anak untuk mandiri, memudahkannya mengekspresikan perasaan, pemikiran, dan keinginannya terhadap orang lain.

Peran kontrol diri

Ketika situasi ini berlangsung, Anda tak perlu tergesa-gesa mencemaskan si kecil akan menjadi individu yang terlalu ekspresif dan senantiasa berbicara blak-blakan. Secara umum, si kecil akan mengalami kematangan dari segi kontrol diri, seiring proses tumbuh-kembangnya. Hanya saja, di saat ini, anak perlu mendapatkan bimbingan dari Anda mengenai apa dan bagaimana ia dapat mengekspresikan emosinya secara tepat, sehingga tidak menyinggung perasaan orang-orang di sekitarnya.

Misalnya, pada kasus Albi, yang secara blak-blakan mengungkapkan baju pemberian oma itu jelek, dan ia ingin membuangnya. Orang tua tak perlu marah atau memaksanya tetap mengenakan baju pemberian omanya.

Terima dan hadapi komentar dan ekspresi si kecil dengan tenang. Anda pun tak perlu buru-buru memarahinya, karena ia mengatakan sesuatu yang kurang sopan. Anda dapat membimbing si kecil memahami bahwa ia berhak memiliki perasaan dan pendapat sendiri mengenai suatu hal.

Namun, si dua tahun perlu tahu bagaimana cara tepat mengekspresikan emosinya secara verbal, dengan cara yang dapat diterima lingkungan sosialnya. Dengan cara ini, Anda tetap memberikan kesempatan pada anak untuk dapat berekspresi secara verbal, menegaskan sikap mandirinya, dan juga melatihnya menghargai orang lain.

Jangan segan mengingatkan

Tapi, akan sangat sulit bagi si dua tahun menahan dorongan untuk mengekspresikan perasaan, pemikiran dan keinginannya.

Pahami kondisi anak dan beri penjelasan yang dapat ia terima. Leiderman mengatakan bahwa kemampuan anak usia dua tahun untuk mencerna sebuah penjelasan dan peringatan, tergolong baik. Hanya saja, rentang daya ingat anak usia ini masih sangat terbatas untuk mengingat semuanya dengan tepat.

cLoudy
08-21-2007, 08:46 AM
Teror dan ketegangan menyisakan kecemasan pada anak-anak. Mereka butuh bantuan menyikapi peristiwa mencekam itu.

Bunyi dentuman terdengar begitu dahsyat. Gedung bergetar keras, lampu dan kaca-kaca pun hancur berantakan. Kegiatan belajar terhenti. Selanjutnya, ruangan dipenuhi suara hiruk-pikuk orang-orang yang bingung. Semua berlangsung begitu cepat. Meski seluruh murid di sebuah sekolah di dekat lokasi ledakan selamat, proses mengeluarkan anak-anak tersebut dari gedung terasa menegangkan.

Peristiwa peledakan bom pada suatu hari Kamis di depan Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta, telah berlalu. Apa yang membekas dari peristiwa itu, utamanya pada anak-anak TK yang sekolahnya hanya berlokasi sekian puluh meter dari tempat bom meledak?

Identifikasi perasaan

Ketika ledakan bom terjadi, anak-anak TK Morning Star, yang menempati lantai enam Gedung Setiabudi tak jauh dari pusat ledakan bom, sedang asyik belajar. Apa yang dirasakan anak-anak itu saat peristiwa terjadi?

Traumatik atau tidaknya peristiwa itu sangat tergantung cara anak mempersepsi. Bagi satu anak, kejadian itu bisa menjadi traumatik, tetapi bagi anak lain belum tentu, ujar Dra. Tisna Chandra , Direktur sekaligus psikolog PT Spectrum Treatment & Education Centre.

Menurut Tisna, yang juga psikolog dan konsultan di beberapa sekolah, anak-anak usia dua sampai lima tahun punya daya ingat yang sangat bagus. Fungsi emosinya juga sangat berperan. Usia prasekolah merupakan golden age untuk segala hal, yang baik maupun yang berpotensi membuat si kecil trauma.
Bila anak mengalami trauma, itu karena ia merasa tidak aman. Trauma itu diperoleh dengan cara mengimitasi kecemasan orang-orang di sekitarnya. (Lihat boks: Tergantung Orang Dewasa ). Kalau ada orang dewasa yang sangat panik, itu yang ditangkap anak. ( Lihat boks : Annabelle Ikutan Menangis).

Ada murid kami yang mengalami trauma. Hari-hari biasa ia riang, tetapi bila tiba hari Kamis (hari saat terjadi ledakan, Red. ), ia takut sekali berpisah dengan ibunya. Ada juga yang menjadi sangat peka dengan bunyi-bunyian. Mendengar bunyi alarm saja ia menjerit, papar Helen T. Ongko , Penanggung Jawab TK Morning Star .

Itu sebabnya, Helen mengimbau para guru dan orang tua murid agar memperhatikan perubahan yang terjadi pada anak-anak. Kerapkali orang tua tidak dapat mengenali tanda-tanda kecemasan pada balita mereka. Karena, memang, kemampuan anak menceritakan apa yang ia alami dan rasakan masih terbatas.

Di TK yang dikelola Helen, anak-anak diminta mengidentifikasi perasaan mereka, juga menceritakan perasaan mereka. Anak-anak tak perlu menyangkal bila memang takut. Jangan sampai mereka merasa bersalah karena menangis, sementara ada teman yang tidak menangis, ujar Helen.

Helen melanjutkan, Ketika kejadian berlangsung, ada anak yang ketakutan, imajinasinya berkembang. Ia merasa ada tentara yang menodongkan pistol ke arahnya. Saya katakan, itu tidak ada. Tidak benar, tutur Helen.

Tumbuhkan rasa aman

Untuk memudahkan anak mengatasi gangguan emosi, menurut Helen, kita perlu memberinya rasa aman. Memeluk, menepuk bahu anak, memberi kehangatan dan meyakinkan anak bahwa semuanya baik-baik saja, merupakan cara-cara memberi rasa aman bagi anak (Lihat boks: Tenang Tanpa Bertanya ).

Tisna berpendapat rasa aman anak-anak perlu ditumbuhkan agar mereka tidak terus menerus menyimpan kecemasan. Katakan pada anak bahwa everything is OK . Everything will be fine . Jadikan juga kesempatan itu untuk mengajarkan empati dan menanamkan nilai agama, tutur Tisna.

Menghadapkan anak pada kenyataan merupakan cara yang digunakan Helen untuk membantu anak menumbuhkan rasa aman dari dalam diri anak. Itu bukan perkara mudah. Orang tua dan guru kerapkali tidak menyampaikan kenyataan yang ada sesuai porsi anak. Orang tua menganggap suatu hari nanti ingatan akan peristiwa itu akan hilang dengan sendirinya. Padahal belum tentu, ujar Tisna.

Helen memaparkan, Kami tidak bisa menjamin kejadian itu tidak terulang. Kami juga tidak bisa menjamin orang tua mereka setiap saat menunggui mereka di sekolah. Kami katakan pada anak-anak bahwa rasa aman tidak melulu datang dari orang tua, guru atau teman. Kalau tidak ada orang tua, tidak ada guru dan tidak ada teman, anak haruslah yakin bahwa Tuhan melindungi mereka.

cLoudy
08-21-2007, 08:47 AM
Tiada hari terlewat tanpa protesnya yang ceplas-ceplos. Alamak! Bagaimana ya menghadapi si tukang demo cilik ini?

Sebal juga menghadapi si tiga tahun yang berlagak mirip pendemo. Dia protes terus-terusan. Diminta dan ditunggui untuk menggosok giginya, eh dia malah menutup mulutnya rapat-rapat. Diajak cepat-cepat pulang dari mal, dia berjongkok di depan sebuah toko mainan. Pokoknya, perilakunya tiba-tiba berubah menyebalkan. Pusing, deh!

Ingin mandiri

Di usia ini, apa saja yang diinginkan orang tuanya agar ia kerjakan selalu diprotes anak. Caranya macam-macam. Dari mogok makan, mogok bicara hingga berteriak-teriak protes langsung terhadap apa yang tidak disukainya.

Anak usia kira-kira tiga tahun umumnya pemrotes sejati, apalagi jika dilihatnya ayah atau ibu sangat menginginkan ia melakukan sesuatu. Si kecil berperilaku demikian untuk menunjukkan keinginan yang kuat untuk mandiri, sekaligus juga rasa kesal akibat ketidak-berdayaannya, karena keterbatasan kemampuannya.

Bujukan kreatif

Menghadapi protes si kecil, orang tua dituntut kreatif dalam upaya meredam protesnya. Berikut ini beberapa contoh yang dapat dicoba:

* Jika anak menutup mulutnya rapat-rapat ketika akan menggosok gigi, candai saja ia. Ajak si kecil menertawakan sesuatu yang lucu. Dijamin ia seketika lupa misi tutup mulutnya .

* Alihkan perhatian anak dengan nyanyian atau cerita yang menarik. Bujukan dengan cara ini biasanya berhasil. Ia lupa protesnya.

* Ajak si kecil berkompetisi dengan berlomba melakukan sesuatu bersama Anda. Misalnya, dengan dulu-duluan memakai kaos kaki atau sepatu.

* Ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda mogok, cobalah berbisik di telinganya dan berjanji memberitahu sebuah rahasia. Tentu saja Anda harus menyiapkan sesuatu rahasia manis untuknya. Misalnya, Sudah tahu belum kalau sebenarnya Ibu sangat sayang kamu!

* Gelitiki perutnya tiba-tiba sambil mengajaknya bercanda untuk mengalihkan perhatiannya. Cara ini juga dapat dipakai untuk membuat si kecil lupa protesnya.

* Gunakan seluruh imajinasi untuk membuatnya tenang. Misalnya, ketika Anda ingin memandikannya dan ia menolak. Ajaklah anak bermain imajinasi. Misalnya, Wah ini ada

cLoudy
08-21-2007, 08:48 AM
Apa yang terselip di balik kekesalan dan omelan si empat tahun? Ada cara efektif untuk menghadapi dan mengatasinya.

Dasar bego! umpat Dendi pada pengasuhnya saat ia diminta mengganti kaosnya yang kotor karena tanah merah. Maklum, sore setelah hujan itu, diam-diam ia ikut para sepupunya yang lebih besar bermain bola di halaman belakang yang becek. Di waktu lain, ia mengomel pada ibunya yang mengajaknya beranjak dari toko mainan untuk segera pulang.
Dominasi perasaan

Anak-anak punya banyak keinginan. Biasanya si empat tahun berupaya keras mewujudkan keinginannya dengan berbagai cara, antara lain dengan memaksakan kehendak. Jika tak tercapai, ia mengomel. Padahal, sebagian besar keinginannya itu lebih didasarkan pada perasaan dan bukan kebutuhan diri yang sebenarnya, jelas Ulrich Diekmeyer , psikolog perkembangan di Muenchen, Jerman.

Apa yang terjadi pada Dendi, mengomel, karena keasyikannya bermain bola terganggu oleh kegiatan lain yang tidak didasarkan pada keinginannya. Padahal, apa yang dilakukan orang lain untuknya adalah demi kebaikannya. Ini artinya, si empat tahun butuh banyak penjelasan.

Sikap orang tua yang tak cukup memberi penjelasan, melainkan memarahi atau memberi sangsi, tentu saja kurang bermanfaat. Tindakan tersebut bahkan dapat membuat anak frustrasi sebab seolah ada informasi yang terlewatkan.

Diekmeyer mengingatkan para orang tua, Melalui penjelasan, anak harus mengetahui dan menyadari bahwa perilakunya tidak baik. Tetapi jangan sampai menyebabkan anak merasa bersalah.

Meredakan amarah si kecil

Ada banyak situasi dalam keseharian yang menyebabkan anak kesal dan mengomel: mengganti pakaian karena kotor setelah bermain, tidak mau beranjak dari tempat bermain, makan sambil bermain dan sebagainya. Dari sepuluh situasi keseharian, mestinya sembilan situasi di antaranya berjalan baik atau netral. Salah satu situasi memang mungkin saja memunculkan konflik, ungkap Diekmeyer.

Dengan begitu, tak heran, ada saja konflik antara orang tua dan anak yang terjadi setiap hari. Jika lebih banyak situasi yang memicu amarah dibanding sebaliknya, ada baiknya Anda berkonsultasi pada psikolog.

Berikut ini beberapa situasi dan reaksi yang sebaiknya orang tua perlihatkan..Dengan pendekatan tertentu, diharapkan pemahaman si empat tahun berkembang, terutama berkenaan dengan pengendalian diri dan berperilaku.

cLoudy
08-21-2007, 08:48 AM
Bosan? Siapa pun pernah mengalaminya. Tapi, sangat mudah membuat anak ceria dan bersemangat kembali. Bagaimana caranya?

Anak-anak adalah makhluk yang senantiasa ceria dan bersemangat. Mereka antusias menemukan hal-hal baru, mencari tahu rahasia alam. Anak-anak juga gemar melakukan suatu kegiatan berulang-ulang untuk mempelajari proses.

Namun, ada kalanya, mereka dihinggapi rasa bosan. Mereka jadi enggan melakukan eksplorasi dan rasa ingin tahunya seakan padam. Apa yang menyebabkan rasa bosan tiba-tiba menyerang balita? Bagaimana mengatasinya?

Rasa bosan itu penting

Rasa bosan adalah reaksi normal manusia pada umumnya, yang muncul saat melakukan kegiatan secara monoton. Memang tak semua orang mudah merasa bosan. Sebab, ada pula yang dikatakan para ahli memiliki ambang batas kejenuhan dan kebosanan yang cukup tinggi. Tentu inilah yang membedakan cara mengatasi jika bosan datang, terutama bila terjadi pada balita.

Manusia modern mengisi sebagian besar waktunya dengan kesibukan dan kerja. Dengan pola pendidikan masa kini, anak terbiasa disibukkan berbagai stimulasi, baik oleh lingkungan, maupun orang tua atau pengasuh. Padahal, anak tak selalu harus sibuk. Orang tua perlu juga mempertimbangkan agar si kecil beristirahat sejenak dari kegiatannya.

Menurut Hans Grothe , psikolog dan kontributor tetap majalah Eltern di Jerman, rasa bosan penting dalam kesehatan mental. Rasa bosan dapat dianalogikan sebagai sebuah sistem alarm, pemberi tanda bahaya. Fungsinya, untuk memberitahu yang bersangkutan bahwa dirinya butuh break sejenak.

Jika ini berkenaan dengan anak-anak, rasa bosannya bermanfaat bagi orang tua atau pengasuh. Sedikit ketidakaktifan (bersikap pasif) menurut berbagai studi, berguna untuk mengistirahatkan motor penggerak tubuh si kecil, yang sehari-hari tiada henti bereksplorasi. Momen tanpa kegiatan, penting bagi si balita. Namun jangan biarkan si pembosan menikmati diam dengan hanya menonton televisi.

Kenali dulu, baru atasi

Sejak bayi, rasa bosan dapat tiba-tiba datang dan mengganggu keceriaan si kecil. Pada bayi, rasa bosan muncul dalam bentuk kerewelan dan tangisan . Apabila tidak teratasi, rasa bosan dapat berubah menjadi frustrasi.

Bayi bosan terutama karena merasa kurang mampu meraih sesuatu atau tak dapat membuat orang lain memahami apa keinginannya. Sebuah studi di Jerman menunjukkan, hampir semua bayi merasakan kebosanan yang kronis.

Menghadapi rasa bosan bayi, orang tua perlu cermat bereaksi. Jika terlalu responsif menanggapi tangisnya, salah-salah ia menangkap bahwa kesepian, kesendirian dan rasa bosan adalah sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang seharusnya tak menimpa siapa pun. Dengan begitu, bisa jadi, ia terbiasa menyerukan satu teriakan, dan bantuan segera ada di depan matanya.

Grothe menyarankan orang tua untuk melakukan cek dan ricek Tengoklah secara diam-diam ke kamarnya untuk memastikan apakah si kecil baik-baik saja, saran Grothe. Sebab, bisa saja anak berteriak hanya untuk mencari perhatian. Tetapi orang tua tak perlu ragu untuk segera memberi uluran tangan, apabila ia benar-benar membutuhkan.

Pada balita, orang tua dapat melibatkan anak untuk turut mencari jalan keluar. Anda dapat mengajarkan si balita mengenali sinyal yang diberikan oleh sistem alarm tadi. Anak-anak pembosan memiliki sistem alarm yang sangat peka. Oleh karenanya, mereka kerap menerima tanda bahaya setiap ada stimuli yang dapat memicu rasa bosan. Untuk itu, balita perlu diajarkan cara bereaksi, apabila menerima tanda bahaya.

Apabila anak Anda adalah anak yang mudah bosan, Anda perlu mengajarkan bahwa dalam setiap kegiatan terdapat sebuah kesenangan tersendiri . Selain itu, penting bagi orang tua menyadarkan anak bahwa kesenangan akan lebih besar diperolehnya jika kegiatan yang dilakukannya dirancang dan diciptakannya sendiri.

Berlatih mengusir rasa bosan

Menurut Grothe, orang tua masa kini perlu membekali anak-anak mereka dengan keterampilan atau seni memotivasi diri, bermain, serta belajar sendiri, dan juga bekerja mandiri. Bekal semacam ini tak tergantikan oleh mainan atau benda menyenangkan lainnya. Seolah harta berharga, keterampilan ini serupa alat antibosan yang membantu anak-anak ketika dihinggapi rasa jenuh. Jika mereka menguasainya, tak hanya masa kanak-kanaknya menjadi masa penuh kesenangan, bahkan juga di usia dewasanya nanti.

Sejak kapan orang tua perlu mengajarkan anak hal ini? Sejak si kecil bayi. Ajak anak menemukan gagasan sederhana yang bisa dilakukan sendiri atau bersama orang lain, ujar Grothe.

Untuk si 3 tahun, Grothe menyarankan orang tua mengajarkannya membangun menara dengan balok konstruksi atau kardus. Atau, menciptakan permainan baru tanpa merasa bosan. Ajarkan cara yang bervariasi. Kalau si kecil kehilangan minat untuk bermain, berikanlah kesempatan untuk mengatasi kebosanannya dengan membantu Anda. Misalnya, membereskan rumah, memasak, atau membuat kue kering.

Contoh sederhana dapat Anda lakukan saat anak meminta roti untuk sarapan. Sediakan roti tawar dan olesi margarin atau mentega. Selebihnya, biarkan si kecil berkreasi sendiri dengan mesyes , atau selai buah maupun kornet. Beri contoh, bagaimana cara menghias roti dengan selai atau cokelat oles. Sediakan juga variasi teman makan roti itu di meja dan biarkan anak bereksperimen. Apa yang tersedia di atas meja pun habis dilahap. Syaratnya, Anda tak terlalu banyak mengatur ini-itu untuk mencegah meja makan porak-poranda.

Jika si kecil sering Anda ajak ke tempat umum, misalnya apotik atau bank, bawalah selalu mainan atau benda kesayangannya. Biarkan ia berkreasi dengan memanfaatkan imajinasinya di sela kegiatan menunggu atau momen tanpa kegiatan utama.

Coba aktivitas outdoor !

Kegiatan di luar rumah selalu menggairahkan. Anda dapat melakukannya bersama si bayi dan balita. Ketika si kecil seharian tampak murung karena jenuh, tak bergairah bermain dan rewel, ajaklah ia jalan-jalan menghirup udara segar. Jika hari akan hujan, biarkan sedikit tetes hujan menyentuh jarinya. Atau, berkreasi dengan permainan yang bersifat intermeso sebagai selingan.. Misalnya, lomba lari di sekitar rumah, atau memungut dedaunan kering di taman rumah.

Setelah melakukan aktivitas fisik sebagai selingan, anak biasanya merasa lebih segar. Karena lebih rileks, ia biasanya memilih beristirahat tanpa melakukan kegiatan. Sebagai imbalan, Anda dapat menghadiahi anak dengan membacakan buku cerita pengantar istirahat sore.

Pilihan lain, apabila Anda menguasai beberapa teknik meditatif atau relaksasi, Grothe menyarankan mempraktekkan bersama anak. Latihan pernapasan dan relaksasi pikiran sejak dini membantu si kecil merasakan pengalaman berbeda. Untuk itu, sediakan bantal besar atau kasur kecil atau tumpukan selimut lembut sebagai alas berbaring, lalu putarkan musik instrumental yang menenangkan. Biarkan anak menemukan arti dan makna diri, saat ia tak melakukan apa-apa.

Ada 1001 aktivitas menarik yang dapat menjadi obat penawar kebosanan si kecil. Jika Anda berhasil memegang kunci rahasia ini, rasa bosan pada balita tak akan menjadi sumber kecemasan Anda dan si buah hati!

cLoudy
08-21-2007, 08:49 AM
Si satu tahun terbiasa dengan sesuatu yang rutin. Perubahan yang tiba-tiba, terutama pada ibu atau ayahnya, ia tolak mentah-mentah. Bagaimana sebaiknya bersikap?

Tiba-tiba saja si satu tahun menangis melihat Anda tanpa kacamata. Menurut Elizabeth Pantley , penulis buku Gentle Baby Care , perilaku anak ini karena ia khawatir, penampilan baru Anda akan membuat Anda menjadi orang yang berbeda.

Terbiasa yang rutin

Sejalan dengan kemampuan anak mengeksplorasi dunia, si satu tahun setiap hari menghabiskan waktu dengan menemukan hal-hal, tempat-tempat dan orang-orang baru. Ia baru saja mempelajari perubahan. Menghadapi ini semua, sesuatu yang dikenalnya dengan baiklah yang akan menenangkan hatinya.

Bahkan suatu perubahan kecil pun dapat membuat anak kaget atau takut. Si satu tahun mungkin akan mencoba mengembalikan Anda seperti sebelum ada perubahan. Saat Anda pertama menggunakan lensa kontak dan meninggalkan kacamata Anda, ia bersikeras memaksa Anda mengenakan kacamata kembali.

Si satu tahun juga terbiasa dengan sesuatu yang rutin. Perubahan yang tiba-tiba, terutama yang dilakukan oleh ayah atau ibunya, akan mendapat penolakan keras si kecil, kata Kate Keenan, Ph.D, psikolog anak dari Universitas Chicago, Amerika Serikat. Itu sebabnya, si satu tahun juga dapat menjadi demikian rewel ketika Anda memutuskan kembali bekerja penuh waktu.
Menyesuaikan dengan perubahan

Jika ia menolak perubahan fisik Anda, Anda perlu meyakinkannya bahwa Anda tetaplah seperti dulu. Bersamanya, duduklah di muka cermin. Tambahi penampilan Anda dengan topi, wig atau kacamata, lalu biarkan ia melepaskannya. Kemudian, pakaikan benda-benda tersebut pada dirinya. Biarkan ia memandangi dirinya mengenakan benda-benda tersebut.

Jika perubahan itu begitu drastis, seperti Anda mewarnai rambut Anda, ia memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan itu. Anda dapat membantunya mengurangi kekagetannya ini dengan melakukan kegiatan yang biasa Anda lakukan bersamanya. Misalnya, menyanyikan lagu yang biasa Anda lakukan untuknya.

Jika perubahan berkaitan dengan rutinitas, lakukanlah secara perlahan. Dengan begitu ia terbiasa terlebih dulu. Misalnya, saat Anda berniat bekerja penuh kembali, biasakan si kecil sedikit demi sedikit berpisah dengan Anda. Atau, jika ia menolak roti sarapannya berbentuk segitiga, ajak ia menyiapkannya, sehingga ia tahu bahwa roti itu tetaplah sama. Si kecil pun akan lebih fleksibel menghadapi perubahan.

cLoudy
08-21-2007, 08:50 AM
Keinginan yang kuat merupakan karakteristik khas si tiga tahun. Bagaimana melihat sikapnya itu dengan cara positif agar Anda tak kesal, dan membuat si kecil semakin bertingkah?

Mau coklat!, Naik mobil!, Mau ikut! adalah kalimat favorit si tiga tahun. Kesal karena ia sulit sekali menurut jika diberitahu? Cobalah lihat sisi positifnya! Cari tahu apa di balik kekerasan hatinya, dan temukan cara jitu menghadapinya!

Hanya ketika merasa aman

Ketika si tiga tahun mulai menggunakan senjata ampuhnya menuntut orang tua untuk memenuhi keinginannya, tak perlu kesal, apalagi marah. Seandainya saja, Anda tahu bahwa ia hanya berlaku demikian pada orang yang dikenalnya, atau yang dengannya ia merasa aman, Anda tentu menyesal memarahinya. Tak mengherankan, jika ia sering menguji kesabaran orang yang punya hubungan emosi dekat dengannya, seperti Anda.

Asal tahu saja, di balik kekerasan hatinya untuk mengutamakan keinginan diri ketimbang menuruti kata-kata Anda, ia sedang belajar mengembangkan kesadaran diri dan ego. Ketika kenyataan yang dihadapinya berbeda dengan mind setting yang ditatanya dalam benak, maka kekecewaan dan kegetiran mengajarkannya untuk menata emosi. Tentu saja perasaan kecewa dan sedih sama pentingnya dengan rasa puas dan senang dalam mengajarkan si kecil kecerdasan intrapersonal dan emosi.

Cegah dan kendalikan diri Anda

Jika Anda ingin si kecil mengenal dirinya sejak dini dan punya kecerdasan intrapersonal, sebaiknya Anda tak selalu mengatakan Tidak atau menyuruhnya mengikuti instruksi. Biarkan ia mencoba hal-hal yang sebelumnya Anda larang dan biarkan ia menghadapi akibatnya jika ia ngotot mengutamakan keinginannya ketimbang menurut.

Misalnya, jika ia justru mencoba mengenakan sepatu ayah yang kebesaran, padahal Anda melarangnya, biarkan ia merasakan betapa besar kemungkinan ia terjatuh. Ketika ia jatuh pun, biarkan si tiga tahun belajar menerima akibatnya. Secara tak langsung ia belajar bahwa ada alasan mengapa Anda melarangnya.

Cara lain yang juga perlu Anda coba terapkan adalah dengan menghindari terjadinya perdebatan ketika Anda melarangnya memakan coklat yang belum dibayar di supermarket . Tentu saja, Anda bisa memprediksikan hal demikian pasti terjadi jika Anda mengajaknya berbelanja ke supermarket. Untuk menghindarinya, Anda tak perlu membawanya ketika belanja cukup banyak, kecuali Anda memperkirakan dapat mengatasi rengekannya.

Temukan resep yang pas

Masalah lain dalam menangani anak yang sulit menurut dan suka ngotot berkenaan dengan penataan emosi orang tua. Terkadang masalahnya justru ada pada diri orang tua. Biasanya orang tua punya cara tersendiri untuk mengendalikan diri. Resep berikut dapat Anda coba:

* Ketika anak mulai berulah, coba alihkan perhatian Anda darinya, lalu tatalah cara Anda bernapas. Ambil napas dalam-dalam hingga hitungan 20. Ini membuat Anda lebih tenang.

* Dalam kondisi tenang, alihkan perhatian si kecil yang berulah dengan nyanyian suara yang cukup keras. Pilihlah lagu gembira yang disenangi anak! Biasanya suasana hati anak akan berubah.

* Jika konflik terjadi di dalam kamar, ajaklah si kecil berpindah ruangan. Jika Anda berdua di sebuah toko, segera selesaikan pembayaran dan keluarlah. Perpindahan ruangan membuat perhatian anak beralih.

Ini hanya beberapa saran. Anda bisa temukan sendiri cara yang pas untuk Anda dan si kecil. Ulah si pemberontak tak perlu membuat Anda pusing!

cLoudy
08-21-2007, 08:51 AM
Sudah cerdas, bahagia pula. Senang sekali jika anak-anak kita punya keduanya. Asal Anda rela, tak sulit menyeimbangkan antara kegiatan yang mencerdaskan dan yang membahagiakan si kecil

Ma, boleh enggak Kayla hari ini enggak usah les?

Kenapa? Bosan? tanya Tita, ibu Kayla.

Mmm Iya. Kayla hari ini pingin main sepeda sama Dira, jawab Kayla yang les bahasa Inggris sejak usia 5 tahun.

Kamu harus rajin les. Kalau kamu pintar bahasa Inggris, kamu juga yang senang, bujuk Tita.

Kayla diam termangu, membayangkan senangnya bersepeda bersama teman-teman. Sebetulnya Kayla juga sudah lelah dengan kegiatan lain, seperti les menari yang dipelajarinya sejak ia berusia 4 tahun karena, menurut ibunya, Kayla berbakat menari.

Sebagai ibu, Tita merasa bertanggung jawab memberi stimulasi yang tepat bagi anaknya. Kecerdasan di semua bidang haruslah mendapat stimulasi agar Kayla berkembang menjadi manusia cerdas yang kelak mengisi ruang-ruang sekolah yang bagus, perguruan tinggi terbaik dan dunia kerja yang tak mungkin terisi oleh orang yang biasa-biasa saja.

Di era globalisasi, dunia kerja di negeri ini bisa saja diisi orang bule atau orang-orang negeri jiran yang konon lebih hebat dibanding orang kita. Mungkin Tita satu contoh dari sekian banyak orang tua yang gemar menakut-nakuti diri sendiri dengan berbagai isu masa depan. Bisa jadi Anda pun punya kekhawatiran seperti Tita, sehingga kalap dalam menstimulasi si kecil.

Stimulasi memang penting

Secara alami, anak punya potensi menjadi cerdas. Sejak bisa berjalan, ia punya keinginan kuat mempelajari apa saja. Secara alami pula, anak punya potensi bersikap optimis dan bahagia. Kalimat-kalimat menjanjikan itu ditulis Martha Heineman Pieper, Ph.D . dan beberapa rekannya dalam buku Smart Love.

Bagaimana potensi kecerdasan distimulasi? Apa sebenarnya yang dipahami orang tua tentang kecerdasan? Banyak orang tua salah kaprah memahami kecerdasan. Kebanyakan mengira anak yang dapat melakukan banyak hal adalah anak cerdas, ujar Erniza B. Joewono , M.Si , Staf Pengajar di Bagian Perkembangan, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia . Padahal, mengacu pada definisi kecerdasan, anak cerdas adalah anak yang punya kemampuan global untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional dan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara efektif.

Ayah dua anak balita, Panca B. Wibawa (35 tahun), berpendapat bahwa kecerdasan muncul dalam perilaku. Kecerdasan bagi konsultan kesehatan ini merupakan gabungan dari pemahaman teori dan kreativitas. Anak cerdas berarti anak yang bersikap taktis menghadapi lingkungannya.

Sedangkan Rina Pane (37 tahun), ibu dari Fauzan (7 tahun) dan Resi (5 tahun) menyakini adanya multiple intelligence, kecerdasan majemuk, sehingga dalam usahanya mencerdaskan anak, Rina tak menuntut anak jadi juara di sekolah. Ia memperhatikan kekuatan anaknya dan memberi stimulasi pada kekuatan itu.

Untuk menjadi anak cerdas, stimulasi memang penting. Stimulasi apa yang mampu mencerdaskan anak? Untuk anak usia prasekolah, bermain merupakan kegiatan utama. Berbagai kegiatan dan beragam permainan bisa dilakukan orang tua bersama anak untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kirinya, tandas Erniza.

Stimulasi sesuai kebutuhan anak

Sayangnya, banyak juga orang tua tak paham soal itu. Dari pengalaman di ruang konsultasi, Erniza menemui tidak sedikit anak-anak usia sekolah dengan masalah emosi. Orang tua mengeluhkan prestasi belajar anak yang menurun. Setelah diteliti, ternyata anak-anak itu sangat jenuh dengan berbagai aktivitas yang dijalaninya sejak usia prasekolah, yang kadang-kadang bukan kegiatan yang disukai anak, ujar Erniza. Psikolog ini mencontohkan, Ada anak yang dipaksa belajar piano, padahal ia lebih suka menulis puisi.

Mengapa ini bisa terjadi? Orang tua mengidentifikasikan diri mereka pada anak-anaknya. Mereka memberi stimulasi sesuai keinginannya, bukan kebutuhan anak. Orang tua memaksakan minatnya pada anak. Kalau anak berhasil, orang tua juga merasa berhasil. Kebanggaan dirinya duluan yang diutamakan, kata Erniza.

Kecenderungan itu, menurut Erniza, terjadi di perkotaan. Anak disuruh belajar banyak hal, hingga tak ada lagi waktu senggang untuk bermain. Padahal anak butuh bermain. Si kecil pun belajar banyak hal melalui bermain.

Faktor usia menentukan

Para psikolog perkembangan di seluruh dunia sepakat anak belajar melalui bermain. Kathy Hirs - Pasek, Ph.D, penulis Einstein Never Used Flash Cards: How Our Children Really Learn, And Why They Need to Play More and Memorize Less, mengungkapkan bermain sama dengan belajar.

Melakukan permainan sederhana merupakan kunci dari mengasuh anak agar cerdas dan bahagia. Sependapat dengan Pasek, Erniza mengatakan, untuk anak usia prasekolah, usaha mencerdaskan yang tepat adalah melalui permainan. Anak-anak yang dicintai dan diasuh orang tua yang menikmati bermain bersama anak, akan tumbuh cerdas dan bahagia, ungkap Pasek dalam bukunya.

Memang otak anak usia prasekolah, menurut Erniza, bukan untuk diisi dengan kegiatan akademik. Lalu, bolehkah anak usia prasekolah diberi stimulasi yang sifatnya terstruktur? Kapan waktu yang tepat? Boleh saja, sejauh kegiatan itu sifatnya bukan akademis. Sesuatu yang sifatnya mengembangkan kreativitas seperti melukis atau menari, dan tidak menyita waktu istirahat dan waktu bermainnya, tandas Erniza.

Kecerdasan majemuk dan kecerdasan emosi

Rina, yang melihat kekuatan Resi di bidang bahasa, mengikutkan Resi dalam sebuah kursus bahasa Inggris sejak putranya berusia 4 tahun. Bagi Rina, bidang lain pun, seperti olahraga dan musik perlu distimulasi mengingat adanya kecerdasan majemuk tadi. Itu sebabnya Fauzan diikutkan dalam olahraga Tae Kwon Do. Rina pun berencana memasukkan Resi ke kelas piano, bila kelas untuk anak seusianya dibuka. Resi ingin belajar piano, demikian alasan Rina, yang sempat cemas dengan isu globalisasi hingga ia bingung memilih TK.

Sebagai ayah dua putri berusia 3 tahun dan 2 bulan, Panca merasa yakin stimulasi kecerdasan yang sangat penting untuk anak balita hanyalah bermain. Ada saatnya anak bermain bersama orang tuanya, tetapi di usia tertentu, anak juga perlu bermain secara terarah, misalnya di kelompok bermain. Tapi yang paling penting bagi anak agar ia cerdas dan bahagia adalah kebebasan, ujar Panca.

Kebebasan, bagi Panca, merupakan landasan anak menata perilakunya. Dengan kebebasan yang ia berikan kepada Azka, Panca percaya Azka belajar menghargai kebebasan orang lain, bebas mengekspresikan diri serta bebas berbicara dan berkepribadian terbuka. Panca yakin kepribadian macam inilah yang dapat mengantar anak pada keberhasilan hidup.

Dalam istilah lain, yang dimaksud Panca bisa jadi, selain kecerdasan intelektual, anak perlu cerdas secara emosi. Erniza menekankan orang tua perlu terus-menerus disadarkan dan diingatkan pentingnya mengasah kecerdasan emosi anak-anaknya. (Lihat boks: 10 Cara Melatih Anak Cerdas Emosi ).

Anak butuh dukungan

Banyak hal dilakukan orang tua demi kebaikan anak. Dari itu semua yang penting adalah dukungan terhadap aktivitas anak, apalagi bila aktivitas itu pilihan si kecil. Suatu saat kalau Azka ingin belajar melukis, saya akan mencarikan sanggar lukis. Bila usianya sudah cukup untuk belajar bahasa, sejauh itu keinginan Azka, saya mengizinkannya belajar bahasa, ungkap Panca.

Meski dukungan orang tua terhadap kegiatan yang diminati anak itu penting, orang tua juga perlu waspada kebablasan , karena dukungan bisa-bisa berubah jadi tuntutan. Tuntutan sama artinya tidak ada dukungan, ujar Erniza. Anak yang selalu dituntut, tidak punya motivasi. Sementara dukungan yang tepat memotivasi anak mencapai prestasi yang baik (Lihat boks : Tepat Mencerdaskan & Membahagiakan Anak ).

Dukungan yang tepat dapat berupa pujian saat anak mendapat prestasi dari kegiatan yang disukainya. Misalnya, saat anak mendapat hadiah dari sanggar tari karena ia dapat melakukan gerakan tari dengan baik. Sepatutnyalah orang tua memberi pujian. Jangan karena menari bukan kegiatan yang orang tua sarankan, lantas anak tidak dipuji.

Dukungan dan pujian yang tepat merupakan pupuk bagi pertumbuhan harga diri yang sehat. Harga diri sehat merupakan sumber kebahagiaan anak. Sayangnya, ada saja orang tua yang tidak perhatian terhadap kebahagiaan anak. Menurut mereka, kebahagiaan sudah ada pada anak dengan sendirinya, tutur Erniza (Lihat boks: Syarat Anak Bahagia: Punya Self Esteem & Self Confidence ). Lalu, karena kebahagiaan itu sudah ada, orang tua merasa tak perlu lagi memupuknya.

Dengan begitu, yang terjadi, anak-anak di usia dini merasa tidak bahagia. Mereka merasa dituntut, tetapi tak pernah mendapat pujian. Akibatnya, anak-anak itu terusik harga dirinya. Mereka tak punya self esteem , papar Erniza, yang juga ibu dua anak beranjak dewasa. Padahal kebahagiaan itu bersumber pada harga diri. Prioritaskanlah membangun harga diri anak sekarang juga!

cLoudy
08-21-2007, 08:52 AM
Perubahan perilakunya pertanda ia stres. Ia butuh bantuan untuk menata perasaan.

Setiap berada di Taman Bermain tanpa Anda di sebelahnya, si kecil terus-menerus menggigit kuku jari tangannya. Anda tahu ini dari laporan guru kelasnya. Bila bersama Anda, si tiga tahun nampak santai dan ceria. Apa penyebabnya?

Kenali tandanya

Seperti halnya orang dewasa, si tiga tahun bisa mengalami stres. Perubahan suasana dan lingkungan dapat membuatnya tertekan. Misalnya, pindah tempat tinggal (yang berarti beradaptasi dengan rumah, lingkungan, Taman Bermain dan kebiasaan baru), perpisahan kedua orang tuanya, serta kematian orang dekat atau hewan peliharaannya.

Perubahan yang tidak dipersiapkan dengan baik juga dapat membuatnya tertekan. Misalnya, tiba-tiba ia harus berada di Taman Bermain dan terpisah dari Anda. Atau Anda yang kini kembali bekerja, tidak lagi dapat bersamanya 24 jam.

Selain itu, pola asuh dengan kekerasan, tidak konsisten, atau pun overprotective juga dapat membuat anak tertekan. Masalah-masalah di Taman Bermainnya, entah dengan teman atau guru, dapat juga membuatnya stres.

Bedanya dengan orang dewasa, si tiga tahun tak dapat berteriak, Aku stres!, karena ia tidak menyadarinya.

Bantuan Anda

Anda dapat membantunya dengan melihat tanda-tanda stres yang ditunjukkannya. mencari tahu penyebabnya dan lantas mencari jalan keluarnya. Terkadang hal yang tidak terpikir oleh kita dapat menjadi pemicu stres si kecil.

Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

* Pada beberapa anak, tanda-tanda stres terlihat dengan hobi barunya menggigit kuku pada situasi tertentu.
* Anak jadi sulit makan.
* Anak jadi lebih rewel.
* Anak bermasalah dalam tidur.
* Amati kapan gejala itu mulai muncul dan ingat-ingat ada kejadian apa dalam masa itu yang mungkin bermakna bagi anak. Misalnya, si tiga tahun mulai suka memlintir-mlintir rambutnya sejak tiga minggu terakhir.
* Kapan saja kebiasaan tersebut timbul.

Komunikasi

Setelah Anda mengenali tanda-tanda stress yang ditunjukkannya, Anda bisa mulai mencari penyebabnya dan jalan keluarnya.

Jika masalahnya berhubungan dengan kelekatan Anda dan si kecil yang kini harus berpisah karena Anda bekerja, buatlah perpisahan bertahap sehingga si tiga tahun dapat menyesuaikan diri.

Membina komunikasi terbuka dengan si tiga tahun merupakan modal utama dalam membantu mengatasi stresnya. Cara ini membuat Anda mengetahui apa yang dirasakan atau dialaminya. Tak hanya perasaan atau pengalaman negatif, tapi juga positif.

Keberhasilan si tiga tahun mengatasi stresnya kali ini, akan membentuk kemampuannya menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan di masa datang. Namun, jika stres si kecil cukup berat dan Anda tak mampu membantu mengatasinya, bantuan profesional diperlukan.

cLoudy
08-21-2007, 08:53 AM
Si dua tahun terlihat serius betul membaca buku ceritanya. Apa sih yang ia lakukan?

Dinda (2,5 tahun) membuka halaman buku cerita favoritnya, Cinderela. Ia mulai membuka halaman pertama, dan berujar dengan lancar, Pada suatu hari, ada putri cantik bernama Cinderela., sambil matanya terus melihat ke buku. Sekilas Dinda seperti membaca. Benarkah ia sudah bisa membaca?

Berminat pada buku

Di usia dua tahunan, anak mulai mengembangkan aneka ragam minat. Salah satunya minat pada buku. Buku dengan gambar dan warna menarik menjadi salah satu pemicu minat anak untuk bermain-main dengan benda ini. Terlebih bila Anda sering membacakan si kecil buku cerita favoritnya. Ketertarikannya pada buku pun bertambah.

Biasanya si dua tahun senang buku cerita berukuran besar dengan gambar-gambar yang besar pula serta warna-warni yang indah. Cerita yang biasa digemari si kecil berkisar pada kisah-kisah petualangan cilik, putri dan pangeran, juga binatang. Si dua tahun tak akan berminat pada buku miskin gambar.

Membuat anak tertarik pada buku, dapat Anda lakukan seawal mungkin. Mulailah selalu membuka halaman buku cerita yang menarik perhatiannya. Sambil membaca, tunjukkan gambar-gambar yang mengiringi cerita tadi. Cara ini semakin membuat anak tertarik dan berminat pada buku.

Lambat laun, si dua tahun kenal buku. Ia mulai tahu bahwa buku terdiri dari beberapa lembar kertas yang ada gambarnya. Ia juga mulai mengerti di dalam buku itu ada tulisan yang kerap Anda bacakan saat Anda bercerita untuknya.

Memperhatikan lalu meniru

Tanpa Anda sadari, si kecil memperhatikan dan mengingat dengan baik isi cerita yang Anda bacakan. Dari proses mengamati, si dua tahun mencoba meniru apa yang biasa Anda lakukan.

Meniru merupakan bagian dari proses kemandirian anak. Ia mencoba mempraktekkan bagaimana Anda membaca dan mengucapkan kalimat-kalimat dari buku cerita tersebut. Ia ingat persis, sehingga begitu melihat buku cerita favoritnya, ia buka halaman demi halaman dan meniru gaya Anda saat membaca buku itu.

Jadi jangan kaget dan menduga si dua tahun sudah pandai membaca. Sesungguhnya ia meniru apa yang biasa Anda ucapkan saat membuka halaman buku cerita. Dengan begitu, sekilas si dua tahun terlihat asyik membaca bukunya.

Bila ini terjadi, hindari bergegas mengambil alih buku dan membacakan untuk si kecil. Lebih baik puji anak, Wah, Ade semakin pandai ya. Ade sedang membaca buku ya.

Tak ada salahnya Anda mendengarkan si kecil membaca dan bercerita menurut gaya dan versinya. Tak usah repot memperbaiki atau mengoreksi cerita yang ia baca. Yang penting, Anda memberinya perhatian dan mendukung minatnya membaca. Apa yang Anda lakukan ini mendukung proses tumbuh-kembang anak.

cLoudy
08-21-2007, 08:53 AM
Perbendaharaan kata si empat tahun yang melonjak drastis, membuatnya senang betul mengobrol. Anda selayaknya bersikap positif menanggapi obrolannya.

Ayah, tadi di jalanan macet enggak ? Terus ayah ngapain ? Ayah capek? Mau dipijitin kepalanya? Tadi temanku Adelia ngompol di sekolah. Padahal aku mau nganterin dia pipis lho. Tapi dianya enggak mau, kata si kecil Vito. Bagai tak ada henti, Vito terus nyerocos. Sementara ayah yang sudah lelah, tak sanggup menimpali obrolan Vito. Ia hanya mengelus kepala Vito sambil terduduk lemas.

Bagi ayahnya, Vito kian hari kian cerewet. Kebutuhannya untuk ngobrol kian tinggi. Kadang-kadang, Vito menelepon ke ponsel ayah, sementara si ayah sedang rapat. Nak, nanti Ayah telepon. Ini lagi rapat. Nanti ya, begitu biasanya ayah Vito menghentikan pembicaraan.

Mulai gemar ngobrol

Para ahli perkembangan meneliti mengapa anak usia prasekolah sangat suka ngobrol. Menurut mereka, di usia sekitar empat tahun, organ bicara anak cukup matang. Pengucapan kata dan artikulasi semakin baik. Huruf r tidak lagi dilafalkan l , huruf k tidak lagi diucapkan t . Anak usia ini sudah bisa diharapkan mengucapkan bunyi-bunyi yang sulit seperti prajurit dan krupuk.

Selama usia ini, anak berusaha menyelaraskan berbagai bunyi untuk mendapatkan pengucapan yang tepat. Ia tidak hanya dapat mengucapkan kata, tetapi juga tahu artinya. Sampai usia empat tahun, perbendaharaan katanya mencapai 1500 kata. Padahal, di usia sebelumnya, maksimal 500 kata.

Kalimat yang diucapkan si empat tahun semakin rumit, terdiri dari enam sampai delapan kata. Di usia ini, anak paham kata-kata atau kalimat yang diucapkannya dapat mempengaruhi orang lain. Ia tahu bagaimana berbicara untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Ia dapat membujuk ibunya agar diperbolehkan bermain hujan-hujanan, misalnya. Saat bermain pun ia dapat mempengaruhi teman sebayanya agar mau bergabung bersamanya.

Anak usia ini juga sudah bisa belajar aturan sosial dalam berbicara; seperti tutur kata, bahasa tubuh, berbicara agar orang lain paham dan bagaimana mendengar orang lain berbicara. Dengan berbagai kemahiran yang dicapainya, anak-anak usia ini gemar sekali mengobrol.
Butuh teman, jangan abaikan

Sebagai orang tua, Anda berperan penting dalam proses perkembangan bicara anak. Anda adalah model bicara bagi anak dalam memperkenalkan kata-kata baru, bertanya dan menjawab pertanyaan serta menggunakan tata bahasa yang baik. Anda juga menjadi contoh bagi anak dalam hal menyukai bacaan dan menulis atau mengarang.

Bila si empat tahun tidak berhenti mengajak Anda mengobrol, tetaplah bersikap positif padanya. Anda dapat mengarahkannya bercerita tentang apa saja. Tetaplah memusatkan perhatian pada cerita anak.

Selain itu, mengobrol saat di meja makan dapat memenuhi kebutuhan si kecil berbicara. Namun bila saatnya anak harus berhenti bicara, katakan dengan tegas ia sudah harus menggosok gigi dan tidur. Obrolan bisa dilanjutkan besok.

cLoudy
08-21-2007, 08:54 AM
Renyahnya keripik, lembutnya es krim, harumnya bumbu dapur dan sayur-mayur merupakan pengetahuan yang merangsang anak untuk belajar di dapur.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan si lima tahun kini makin terarah menuju kepada suatu pengetahuan tertentu. Lewat mengenal beragam perbedaan rasa, tekstur dan bau, si lima tahun semakin kaya pengetahuan terhadap alam sekitar dan juga perihal dirinya. Ia sadar, indera dan organ yang dimilikinya berguna untuk mencecap, merasakan, dan memroses sesuatu.

Dapur juga oke

Dengan pemahaman yang biasanya sudah berkembang, belajar bersama si lima tahun dapat dilakukan di mana saja. Salah satunya, di dapur dan ruang makan. Dari dua tempat ini si lima tahun tak hanya mengenal perbedaan keras-lembutnya sayur-mayur, tekstur keju dan perbedaan aroma beragam bumbu, ia juga belajar bagaimana menggunakan indera dan organnya untuk memroses bahan makanan hingga bisa diolah.

Para ahli ilmu gizi yakin anak-anak belajar atau mengamati dari bahan makanan yang mudah diidentifikasi atau mudah dikunyah. Dengan cara menggenggam potongan keju atau wortel yang dipotong sebesar mulutnya, si kecil tak segan-segan mencoba dan belajar dari benda tersebut.

Yang dapat dilakukan orang tua adalah mengajak anak terlibat dalam membuat makanan yang disukainya. Misalnya, mengiris sayuran untuk telur dadar, mengiris atau memarut keju, mengaduk adonan dan menghias makanan. Saat melahap hidangan, mata si kecil turut pula makan.
Mengendalikan diri

Manfaat kegiatan di dapur bersama si kecil tak hanya membantu mengatasi sulit makan pada anak. Jika terbiasa mengiris sayuran, tentu dengan peralatan yang aman untuk si lima tahun, maka anak belajar mengatur posisi tangan, tenaga yang dikeluarkan dan cara memperlakukan bahan yang sedang diolah. Misalnya, ia belajar mengiris wortel atau buncis untuk sup butuh kekuatan jari dan keterampilan yang lebih tinggi disbanding keterampilan mengiris pisang untuk membuat Banana Split , misalnya.

Selain melatih dan mengendalikan tenaga, si lima tahun juga belajar kesabaran di dapur. Ia belajar bahwa perlu sikap sabar menunggu hingga sesuatu masak atau dapat segera dimakan. Pengetahuan dari dapur berguna untuk jangka panjang, karena dimulai dengan kegiatan eksplorasi sederhana dalam menyiapkan bahan untuk dimasak. Saat memasuki usia sekolah, ia juga dapat belajar kemandirian melalui kegiatan tersebut.

Anda dapat mendampingi si kecil belajar mengenali manfaat serta risiko dari alat-alat masak; seperti pisau, pemarut, atau api dari kompor dan oven yang panas. Dengan memperkenalkan alat dan fungsi, anak sekaligus belajar mengantisipasi apabila benda-benda tersebut mengundang bahaya, saat akan digunakan. Jelaslah, dapur bukan hanya pusat mengolah bahan makan, melainkan laboratorium praktis yang pasti ada di setiap rumah.

cLoudy
08-21-2007, 08:55 AM
Si empat tahun mulai cerewet berkata-kata. Namun ia masih sering salah mengucapkan kata-kata.

"Aku mau main di lumah aja sama Lina," ujar Sasya pada ibunya. Di usia yang keempat ini, si kecil masih sulit mengucapkan huruf R dengan benar. "Gimana ya menghilangkan cadel Sasya?" ungkap Santi, sang ibu, pada suaminya.

Kemampuan berbahasa

Penguasaan bahasa berkaitan erat dengan kemampuan kognisi anak. Sistematika anak dalam berbicara, menggambarkan sistematika berpikirnya. Bagaimana pun bahasa, dalam hal ini bahasa lisan, tidak dapat dipisahkan dari pola pikir seseorang.

Perkembangan bahasa anak-anak usia ini memang masih jauh dari sempurna. Justru itulah potensi mereka perlu dirangsang melalui latihan dengan cara berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kualitas bahasa yang digunakan ayah, ibu maupun anggota keluarga lain sangat mempengaruhi keterampilan anak berbicara dan berbahasa.

Perhatikan bagaimana anak bicara. Apakah ia mulai lancar atau ada hambatan di sana-sini? Berikan tanggapan responsif terhadap apa yang diucapkan si empat tahun, sekalipun itu tidak tepat.

Bagaimanapun anak perlu umpan balik agar ia dapat belajar dari kesalahan yang dibuatnya, menuju keterampilan berbahasa yang lebih baik. Orang tua perlu memberi perhatian penuh terhadap pencapaian si kecil di bidang ini.

Masalah yang mungkin timbul

Pada usia empat tahunan, anak terkadang terdorong untuk bereksperimen dengan kebolehannya berbicara. Misalnya, ia dengan sengaja mengucapkan kata terbalik-balik, seperti kata koran menjadi "ranko" atau kata "kepala" menjadi "kelapa". Hal ini perlu mendapat perhatian jika anak mengucapkannya berulang-ulang tanpa merasa bersalah.

Anda perlu mengucapkan kata yang sebenarnya perlahan-lahan, tanpa bermaksud menyalahkannya. Misalnya, "Maksud Didi koran ya?" Jika si kecil tetap saja menyebutkan kata dengan terbalik-balik hingga beberapa waktu, sudah saatnya Anda periksakan ia pada ahlinya.

Selain itu, si empat tahun pun kerap salah menyebut beberapa huruf, seperti K menjadi T, atau R menjadi L, seperti terjadi pada Sasya. Jika ini terjadi, cobalah mengoreksi tanpa menyalahkan.

Pancinglah si kecil untuk mau berlatih menyebut huruf yang sulit disebutkannya berulang kali. Misalnya, melalui permainan menyebut kata yang mengandung huruf yang sulit disebut anak dengan cara yang lucu. Contohnya, " Ada burung di atas pagar, begitu Rani datang langsung brrrrrr burung itu terbang!"

Hal lain yang juga kerap salah adalah mendengar sebuah kata. Misalnya, kata turun anak dengar seperti kata yang hampir mirip, seperti nyunyun. Atau kata susu ia dengar cucu.

Cobalah betulkan kata-kata yang diucapkannya. Katakan, misalnya, "Oh maksud Sasya turun ya?" Namun, jika terus berulang, Anda perlu memeriksakan pendengaran si kecil pada ahli yang tepat.

cLoudy
08-21-2007, 08:56 AM
Si kecil bisa belajar bernalar sedini mungkin lewat berbagai kegiatan yang dirancang cermat sesuai tahapan perkembangan kognitifnya.

Apakah Anda seperti Jenny yang selalu kesal jika Adri, putranya, membuka-buka isi tas tangannya dan mengeluarkan semua benda di dalamnya?

Tunggu dulu. Tidakkah Anda ingin tahu mengapa si kecil melakukan itu? Jangan remehkan anak, meski masih kecil, pikirannya berproses.

Upaya si kecil mengasah kemampuan kognitifnya, bisa jadi, membuat Anda kesal karena rumah jadi berantakan atau Anda cemas karena ia mengutak-utik benda berbahaya. Jangan buru-buru melarang. Ia sedang mengasah pikiran yang membuatnya lebih pintar.

Berpikir bersama orang sekitar

Begitu lahir anak melakukan interaksi dengan lingkungannya. Ketika ia menangis, ibu menghampiri untuk melihat apakah popoknya basah, dan kemudian menggantinya. Dari interaksi ini anak mulai paham bahwa ia dapat melakukan sesuatu untuk memperoleh yang diinginkannya.

Meski periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt) anak dimulai sejak berusia 3 bulan dalam rahim ibu, namun setelah lahir, aktivitas berpikir ini merupakan proses sosial. Jadi anak belajar berpikir bersama orang-orang di sekitarnya.

Kemampuan kognitif adalah proses kegiatan akal budi untuk mengetahui sesuatu. Proses berpikir anak terjadi ketika ia gembira, ketika mengenali wajah ibu atau ayahnya, atau ketika ia bisa menuangkan apa yang dilihatnya dalam dunia nyata ke dalam gambar.

Yang jelas, dengan memahami cara manusia bernalar, Anda juga dapat merancang kegiatan apa yang sesuai bagi si kecil sesuai usianya ( Lihat boks: Tahap Perkembangan Logika Balita ).

Daya nalar berkembang

Pernahkah Anda melihat si satu tahun asyik meneliti mainan yang dipegangnya? Selama berapa lama ia seperti tak bisa lepas dari benda itu. Memang, sebuah proses berpikir tengah terjadi di benaknya.

Jean Piaget , [J1] pakar psikologi perkembangan dari Swiss, mengungkap bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya, sebagai berikut.

- Usia 0 4 bulan
Bayi memiliki gerak refleks. Dengan bertambahnya usianya dan perkembangan keterampilan fisik dan emosi-sosialnya, refleks perlahan digantikan gerak yang merupakan hasil dari proses berpikir anak. Gerakan ini semakin kompleks dari hari ke hari. Si kecil tahu ia melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Ketika Anda memberikan puting susu, misalnya, ia membuka mulutnya sesuai ukuran puting.

- Usia 4 8 bulan
Bayi mulai memahami sebab-akibat. Ia, misalnya, akan tertawa-tawa senang ketika Anda menggodanya.

- Usia 8 12 bulan
Bayi mulai suka membuang-buang mainannya karena tahu Anda akan segera mengambilkannya. Ia sedang mengeksplorasi lingkungannya untuk mengetahui bagaimana benda yang dibuangnya bisa kembali kepadanya. Jika tak membahayakan, tak perlu melarang segala tingkahnya.

- Mulai usia 12 bulan
Sejak ulang tahunnya yang pertama, ia mulai bisa mengenali sebuah benda meski benda itu tak lagi ada di hadapannya.. Ia juga mulai mengenali benda yang tidak kongkret. Pada akhir tahap sensor motorik ini, keterampilan berbahasa si kecil mulai tampak. Ia bisa melakukan komunikasi. Dengan mengajaknya bercakap dan mengeksplorasi keterampilan bahasanya, anak semakin terampil menerima, menyimpan dan mengolah informasi yang diterimanya. Keterampilan ini merupakan aspek penting dalam berlogika

Rasa ingin tahu yang besar

Mulai umur dua tahun, perkembangan keterampilan motorik mendorong daya nalarnya berkembang lebih pesat lagi. Rasa ingin tahu akan dunia sekelilingnya meningkat. Dan, ia berusaha keras memenuhinya. Rangsang apa yang bisa Anda berikan?

- Beri anak rumah imajiner, yang terbuat dari dua kursi yang ditutupi selimut. Ia bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain dalam rumahnya itu.

- Mintalah kakak mengajak adik bermain boneka tangan bersama. Selain melatih imajinasi, keterampilan bahasa si kecil pun berkembang. Permainan pura-pura seperti ini membantu si kecil menarik benang merah antara dirinya dengan lingkungan sosial yang lebih luas. Di kemudian hari permainan ini membantu anak berani berpikir dengan perspektif berbeda.

Lewat pengalaman sehari-hari

Dunia sekitar masih menjadi objek eksplorasi yang sangat kaya bagi anak. Apa yang bisa Anda lakukan bersamanya?

- Tumbuhan, batu, binatang, angin atau udara bisa menjadi materi belajar yang mengasyikkan baginya. Ajaklah si kecil ke kebun. Tunjukkan padanya bagaimana tumbuhan bertumbuh, terus berkembang hingga akhirnya berbunga dan berbuah. Mengenal proses hidup tumbuhan merangsang daya nalar anak akan siklus kehidupan dan membuatnya menghargai kehidupannya sendiri.

- Anak juga bisa belajar dari air. Ia dapat mengambil air dengan gelas lalu menuangnya ke gelas lain. Melalui kegiatan ini ia bisa paham bahwa bentuk air akan berubah bila diletakkan di sebuah bentuk yang berbeda. Ajaklah ia berdiskusi tentang hal itu.

- Bermusik juga bisa mengasah daya nalar anak. Lihat bagaimana ia menggerakkan tangan dan kakinya mengikuti irama. Dari sini dapat kita lihat bahwa pesan yang disampaikan telinganya diolah oleh pikirannya untuk kemudian menentukan gerakan mana yang sesuai dengan musik yang sedang terdengar. Ini adalah sebuah proses bernalar yang rumit.

- Kenalkan si kecil pada konsep matematika melalui berhitung. Ia senang bila berhasil membuat kategori. Ajaklah anak membuat pola, misalnya mengelompokkan piring dengan piring, gelas dengan gelas, atau membuat pengelompokan berdasarkan warna.

- Di usia lima tahun, ia bisa menggunakan bahasa bilangan, seperti mengenal konsep angka dengan menghitung jumlah barang yang ada di depannya. Ajaklah si kecil bermain tebakan dengan menggunakan konsep bilangan yang mulai dikuasainya itu. Ajaklah ia menyusun potongan-potongan puzzle menjadi sebuah bentuk sederhana. Kegiatan yang mengasah keterampilan kognitif ini memberinya rasa percaya diri jika ia berhasil menyelesaikannya.

Melihat begitu pesatnya perkembangan berpikir si kecil, Anda patut berbangga. Kebahagiaan Anda menemani si kecil menjalani masa emas periode tumbuh kembangnya mengantar si kecil bak ulat yang menjadi kupu-kupu untuk terbang ke angkasa!

cLoudy
08-21-2007, 08:56 AM
Musik membuat hidup ini serasa indah. Tapi tahukah Anda musik dapat juga mengoptimalkan kecerdasan?

Seorang penulis Inggris abad 19 pernah berujar, Musik itu adalah nyanyian para malaikat. Tidak bisa dibantah, musik memang punya kekuatan luar biasa, yang berdampak besar bagi kejiwaan. Dan hal ini juga berlaku bagi bayi dan anak. Lihat saja ketika si kecil mulai suka ketawa atau, kalau sudah bisa jalan, sedikit bergoyang mengikuti irama yang ia suka.

Musik dan matematika

Banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan reaksi tertentu jika diperdengarkan musik. Ibu hamil merasakan gerakan janin yang semakin cepat atau justru lebih santai. Sementara itu, banyak juga yang berpendapat musik klasik yang diperdengarkan pada ibu hamil, dan juga janinnya, dapat mencetak anak dengan kecerdasan tinggi.

Psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine , Amerika Serikat, pada tahun 1994 melakukan penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dan penguasaaan level matematika yang tinggi dan keterampilan-keterampilan sains.

Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar Amerika ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46 persen dibandingkan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.

Musik dan bermain anak

Getaran musik itu rupanya masuk ke jiwa kita melalui neuron di otak. Ahli saraf dari [J1] Harvard University , Mark Tramo, M.D. mengatakan, Dalam otak kita, jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Rupanya mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi.

Tapi, ini bukan berarti Anda harus buru-buru membobol tabungan untuk beli grand piano buat si kecil. Anda juga tak wajib mendominasi rumah dengan komposisi Rachmaninoff. Yang penting, biasakanlah musik menghiasi ruang di sekitar anak-anak. Putarkan lagu di radio. Bernyanyilah bersama. Kalau perlu ekspresikan bakat Inul terpendam bersama si kecil.

Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat dari musik. Dr. Dee Joy Coulter (1995) pendidik neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement-Based Learning , mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian, yang mengenalkan anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan yang penting.

Tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata anak meningkat melalui permainan yang mengandung musik, namun juga logika dan keterampilan-keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Karena berbagai manfaat yang didapat dari musik, pendidikan prasekolah pun menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan.

Aktif bermusik

Dedengkot musik jazz Louis Armstrong pernah berkata, What we play is life. Dalam konteks mendidik anak, petuah si Satchmo (nama julukan Armstrong) pantas diikuti dengan agak harafiah. Untuk mendapat manfaat optimal dari musik, anak harus aktif bermain dengan musik.

Ia harus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam menyanyi, menari (gerakan kreatif), mendengarkan dan memainkan alat musik. Kombinasi ini dinamakan keterampilan membuat musik secara aktif. Namun, pada awalnya, alat musik tidaklah harus alat musik sesungguhnya.

Seperti dalam belajar berbicara, anak harus mendengar suara orang bicara. Kemampuan berbahasanya tidak akan lengkap jika ia tidak mendapat kesempatan berbicara dengan orang lain. Demikian pula dengan musik. Ia harus punya kesempatan membuat musik secara aktif. Mendengar musik tanpa punya kesempatan memproduksi musik sama saja mendengarkan bahasa tanpa punya kesempatan berkomunikasi dengan orang lain.

Salah satu kegiatan bermusik yang paling mudah dan mungkin pertama kali dilakukan si kecil adalah bernyanyi. Saat ini, karena kesibukan orang tua pada masa kini dan sejalan dengan berkembangannya, industri musik membuat musical play (kegiatan bermain yang melibatkan musik) dan bernyanyi, dilupakan dan digantikan dengan CD yang berisi dentuman energik drum dan lagu-lagu anak yang lucu.

Anak-anak memerlukan model vokal yang pantas. Dr. John Feierabend (1996) menyarankan cara memilih lagu yang menarik minat anak. ia merekomendasikan folk songs , misalnya, karena terdiri dari kata-kata dan musik. Kalau Anda kurang suka dengan musik seperti ini, bisa juga mainkan lagu anak-anak klasik baik yang berbahasa Indonesia atau pun Inggris. Ia juga percaya kalau teks seharusnya berhubungan dengan dunia anak: imajinatif, kreatif dan penuh dengan pengamatan dari kacamata anak yang indah.

Bernyanyi juga menyediakan kesempatan untuk ekspresi diri, membantu mengembangkan kesadaran diri. Musik klasik yang berbeda-beda mempengaruhi perilaku anak. Karya Mozart, Bach, dari Chopin memiliki efek terapeutik pada pendengar. Sementara, karya-karya Wagner dan Pagan memiliki efek energizing . Musik jenis ini mempertinggi hiperaktivitas pada beberapa anak. Rock dan disko dengan irama yang berat dapat menjadi overstimulating pada beberapa anak prasekolah. [J2]

Aktif bermusik juga berarti mendapat kesempatan untuk menghasilkan bunyi. Saat anak mendapatk an kesempatan untuk memainkan instrumen sederhana, ia mendapatkan pengalaman musik yang penting. Menciptakan bunyi dengan cara mengeksplorasi instrumen sederhana membuat si kecil mengekspresikan dirinya secara unik. Improvisasi dan eksperimen dengan drum, sticks berirama, rattle , dan bahkan irama dari perkakas rumah, membuat anak memiliki kesempatan menghubungkan antara suara yang bervariasi dan bagaimana menghasilkan suara tersebut.

Tapi yang paling penting, janganlah terlalu serius. Bermainlah dengan musik. Bila anak sudah agak besar dan memang menunjukkan minat atau bakat, barulah misalnya kita ajak les piano atau alat musik lainnya. Nikmati saja keindahan musik.

cLoudy
08-21-2007, 08:57 AM
Mengajak anak bermain api? Berbahaya kan . Tak perlu khawatir kalau Anda ikuti aturannya. Si kecil pun mendapat berbagai manfaat.

Api merupakan unsur tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Dari api kompor sampai api lilin ulang tahun, kita butuh sumber cahaya dan panas yang satu ini. Ya, api memang teman sejati manusia.

Bagaimana jika kita ajak si kecil main api? Jauh dari bayangan akan membakar rumah, si kecil bisa belajar berbagai hal dari nyala api.

Ada aturan main

Asal tahu caranya, bermain api bisa mengasyikkan dan mengajarkan berbagai hal. Tak percaya? Yuk kita coba!

Eksperimen dengan api sering dilakukan anak-anak di sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA) di Bayern, Jerman. Dari pengalaman mereka, kita bisa belajar. Tanpa Anda duga, si kecil malah bisa sangat berhati-hati ketika memegang korek api yang tengah menyala. Bahkan, tanpa pengawasan ketat pun, anak bisa bertanggung jawab terhadap nyala api.

Sebaliknya, anak yang tak pernah bermain api, justru panik ketika melihat nyala api. Akibatnya, tentu, berbahaya karena ia tak tahu batasan seperti, tindakan apa yang harus dan yang tidak boleh dilakukan.

Cara di TPA itu bisa saja Anda cobakan bersama si kecil di rumah. Kuncinya? Anda dan si kecil perlu berdisiplin. Misalnya, letakkan sebuah tempat semacam papan besi yang berukuran sedang. Lalu, kemukakan aturan main: si kecil dan Anda hanya boleh bermain api di tempat tersebut. Api tak boleh keluar dari papan itu untuk mengurangi risiko bahaya terbakar.

Mulailah dengan hal-hal sehari-hari, seperti menyalakan api dengan korek api atau pemantik gas. Kemudian, anak juga perlu mengenal bagaimana menyalakan lilin. Perkenalkan juga beragam bahan yang mudah terbakar, seperti kertas atau plastik. Setelahnya tunjukkan perbedaannya dengan bahan yang sulit terbakar, seperti batu atau besi.

Belajar konsentrasi

Anda mungkin mengira si kecil akan bermain seenaknya dan tidak berhati-hati ketika berurusan dengan api. Coba lihat, apa yang dilakukan anak malah bisa sebaliknya. Anak-anak bisa sangat berhati-hati dan penuh konsentrasi.

Pengalaman di TPA di Bayern membuktikan, bahkan anak-anak yang hiperaktif pun bisa tenang. Mereka bahkan tidak bertengkar ketika bersama-sama bermain api. Dengan bermain api, si kecil punya pengalaman bagaimana api dapat menyebar dengan cepat dan bahan-bahan apa saja yang dapat dengan mudah dilalap si jago merah ini.

Agar acara bermain api aman, Anda perlu mencermati beberapa hal:
* Tempatkan papan besi di bidang yang kokoh.
* Siapkan kain dan air agar bila terjadi kebakaran, Anda dengan cepat dapat memadamkannya.
* Ikat rambut si kecil yang panjang dengan bahan yang tidak mudah terbakar.

Nah, sekarang Anda dan si kecil siap bereksperimen dengan api. Selamat main api!

cLoudy
08-21-2007, 08:58 AM
Banyaknya pengalaman dan meningkatnya kemampuan mengingat membuat si tiga tahun mampu menyebut namanya secara lengkap, juga usianya kini.

Namanya siapa? tanya teman Anda pada si tiga tahun. Dengan mantap ia menjawab, Sabrina Izazi Azhari. Umurmu berapa? tanya teman Anda lagi. Tiga tahun, jawab si kecil. Wah, Anda pasti bangga sekali mendengarnya.

Pesatnya perkembangan kognitif

Pada usia sekitar tiga tahun ini, perkembangan kognitif anak sedang berkembang pesat. Saat Anda memberitahu namanya, indera pendengar anak merekamnya untuk kemudian menyimpan data tersebut dalam ingatan jangka panjangnya. Dan ketika ditanya seseorang, dengan cepat ia akan membuka file dan menjawab pertanyaan dengan sempurna.

Kemampuan menyebutkan nama secara lengkap berikut usianya ini sangat bergantung pada stimulus yang Anda berikan. Jika ia tidak pernah mendengar nama lengkapnya, mana mungkin ia mampu menyebut namanya, bukan?

Daya ingat dan perhatian

Agar si tiga tahun dapat menyebut nama lengkap serta umurnya dengan percaya diri maka ia perlu diberitahu dan diajak mengingatnya. Tidak sulit bagi Anda mengajarkan hal ini. Karena, saat ini kemampuan anak mengingat sedang dalam puncaknya. Berikut hal-hal yang perlu Anda lakukan:

* Latih anak untuk memusatkan perhatian. Karena, kemampuan mengingat seseorang ditentukan oleh kemampuan saat memusatkan perhatian, yang meningkat di usia 1 3 tahun.

* Bila nama lengkap anak cukup panjang, misalnya terdiri dari empat kata, mulailah dengan menyingkatnya. Misalnya, nama lengkapnya Tamara Fajar Kartika Sari, bisa Anda sebutkan dahulu dua nama terdepannya: Tamara Fajar. Lakukan pengulangan sampai ia hafal. Beberapa waktu kemudian barulah tambahkan dua nama belakangnya.

* Untuk usia, anak cenderung menyebutkan angka yang ia ingat. Dua, misalnya. Jadi, kalau ditanya usianya, si kecil cenderung menyebutkan angka tersebut. Anda tak perlu buru-buru mengoreksinya. Latih terus anak untuk menyebutkan usianya yang tepat.

cLoudy
08-21-2007, 08:59 AM
Semangat eksplorasinya kian hebat dan bersiaplah menjawab kecerewetannya menanyakan ini-itu?

Dari hari ke hari, si satu tahun semakin pandai saja. Kepintaran baru yang ia tunjukkan terkadang mengundang rasa heran Anda. Memang di usianya kini, kemampuan kognitif, sosial, motorik, emosi dan juga bahasanya semakin berkembang.

Anak mulai ingin tahu berbagai hal mengenai apa yang dilihatnya. Kemampuan ini, selain mengasah kognitifnya, juga mendukung proses perkembangannya. Dengan mengetahui berbagai hal baru di lingkungannya, si kecil berusaha semakin memahami diri dan keberadaannya di dunia ini.

Muncul rasa ingin tahu

Perkembangan kognitifnya memacu si kecil untuk mencari tahu tentang segala hal. Lihat saja, dalam berbagai kesempatan, ia seringkali mengajukan pertanyaan, Itu apa sih Ma...? Pertanyaan semacam ini menandakan aktivitas kognitifnya berproses. Si kecil perlu jawaban dan penjelasan yang mudah ia mengerti untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

Menghadapi situasi ini, bukan tidak mungkin, giliran Anda yang kewalahan atau, bisa jadi, bosan menjawab pertanyaannya, baik tentang hal yang baru atau pun yang itu-itu saja.

Bijak menjawab

Anda tentu tak ingin memberikan jawaban asal-asalan meski, mungkin, Anda kerepotan juga menanggapinya. Untuk menjawab secara proporsional, pahami tujuan pertanyaannya.

Referensi si kecil masih sangat terbatas. Bila ia melontarkan pertanyaan, Itu apa? sambil menunjuk seekor cicak yang merayap di dinding, segera beri jawaban, Itu cicak.

Tak perlu kesal mendengar si satu tahun mengulangi pertanyaan yang sama. Terkadang ia, sebenarnya, tak butuh jawaban. Ia hanya ingin mengajukan pertanyaan pada dirinya sendiri. Atau, bisa jadi, ia mengulangi pertanyaannya karena ingin Anda terus memberinya perhatian di saat ia tengah tertarik mengamati sesuatu.

Selalu menjawab pertanyaannya akan mendukung perkembangan kognitif anak. Sebaliknya, beri juga pertanyaan-pertanyaan yang mudah si kecil pahami. Misalnya, Anda bisa kembali bertanya, Ade... itu yang di dinding, apa namanya? sambil jari telunjuk Anda mengarah ke cicak yang merayap di dinding.

Sebisa mungkin kurangi pertanyaan yang hanya memerlukan jawaban ya dan tidak dari si kecil. Pertanyaan semacam itu kurang mendorong kemampuan intelektual anak.

Sebaliknya, pertanyaan terbuka memungkinkan si kecil melakukan refleksi di dalam pikirannya untuk menjawab pertanyaan. Cara ini dapat mendorong aktivitas kognitif dan linguistik si kecil yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kecerdasannya.

cLoudy
08-21-2007, 09:00 AM
Tak cuma cerdas, anak juga perlu tekun agar ia survive. Bagaimana cara memupuk ketekunan?

Ada sebuah kisah. Seorang pria sangat jenius ketika di bangku sekolah, namun ia sering tak punya uang. Berkat jasa seorang teman, pria itu dipercaya mengerjakan sebuah proyek. Karena jenius, pasti proyek itu beres. Betulkah? Si pria menghilang begitu saja! Tentu saja proyek terbengkalai.

Kepandaian memang seringkali tidak berbanding lurus dengan prestasi seseorang. Motivasi untuk berprestasilah yang lebih menentukan. Maka banyak terjadi seorang anak yang tidak terlalu pandai justru dapat menunjukkan prestasi akademis lebih baik dibanding anak yang pandai. Idealnya, memang, anak punya keduanya.

Para orang tua di Cina dan Jepang yakin kesuksesan anak di sekolah sangat tergantung pada ketekunan dibanding kemampuannya. Anda sependapat? Bila ya, Anda perlu mendorong anak-anak Anda lebih termotivasi dan tekun dalam melakukan sesuatu.

Anda memang bisa membantu anak menjadi sosok yang tekun, sehingga bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar buah hati Anda memiliki ketekunan.

Menciptakan lingkungan kondusif

Bayi sangat senang menguasai keterampilan baru. Lihat saja, sekali ia berhasil membalikkan badan, ia ulang-ulang kegiatan itu. Reaksi ini sangat alamiah. Motivasi untuk berprestasi sesungguhnya berakar sejak awal kehidupan anak. Anda bisa membantu si kecil dengan menyediakan mainan dan lingkungan yang mendorongnya mengembangkan diri. Kenali keterampilan anak dan sediakan alat bermain sesuai perkembangan si kecil.

Mengatakan hal-hal positif

Beberapa studi menunjukkan, anak adalah sosok optimis dalam belajar. Bahkan tidak sedikit di antara anak-anak prasekolah yakin betul jika sesuatu dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil. Memang betul, anak terlahir sebagai sosok yang optimis! Sayang sekali, lingkungan seringkali membuat ia frustrasi.

Misalnya, ketika oma tiba-tiba mengatakan, Adi saja bisa menyusun balok itu, masak kamu tidak. Meski maksud omongan oma ingin menumbuhkan motivasi eksternal, tapi bisa saja si kecil frustrasi. Sang cucu kecewa karena dianggap belum memiliki keterampilan motorik halus yang cukup untuk menyusun balok.

Umumnya, anak belum bisa membedakan penyebab mengapa ia berhasil atau gagal melakukan satu tugas. Namun, ia tahu anak yang berusaha keras adalah anak yang cerdas dan ia akan berhasil. Anda bisa berperan mendukungnya dengan sabar dan sungguh-sungguh. Jika sekarang ia belum bisa menggunting kertas dengan baik, misalnya, katakan tak perlu khawatir agar anak yakin pasti ia segera bisa melakukannya, karena ia akan tumbuh lebih kuat dan lebih pandai.

Memberi pujian

Pada akhir usia dua tahun, anak mulai mengenal peran orang lain dalam membentuk motivasinya. Oleh sebab itu, evaluasi Anda atas keberhasilan dan kegagalannya dalam melakukan sesuatu sangat mempengaruhi caranya menguasai keterampilan baru. Tentu Anda berharap si kecil selalu bisa menguasai keterampilan baru. Namun, Anda perlu realistis. Apakah harapan Anda sesuai usia dan tahap perkembangan anak?

Selain itu, yang sangat penting, adalah memberi pujian. Beri anak pujian jika ia berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Sebaliknya, jika ia tidak melakukan dengan baik, Anda tak perlu mengecamnya berlebihan. Hargai upayanya.

Mengajarkan sesuatu secara bertahap

Tugas yang terlalu rumit membuat si kecil cepat frustrasi. Ajaklah anak membagi tugasnya dalam urutan tahap. Misalnya, ketika belajar untuk bertanggung jawab pada mainannya, ajak anak untuk bersama-sama membereskannya setelah ia selesai bermain.

Kemudian, pada hari berbeda, ajarkan bagaimana ia merapikan mainan. Misalnya, berdasarkan jenis, fungsi, atau warna ke dalam kotak tertentu. Anda dapat mengajarkannya sambil bermain, sehingga lebih menyenangkan saat anak melakukannya. Bisa juga Anda membelikan kereta dorong mainan sebagai tempat mainannya, sehingga ia senang merapikan mainannya sendiri.

Bila ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik, jangan lupa memuji. Selain pujian, hadiah kecil bisa Anda berikan. Hadiah tak harus barang. Anda dapat mengajaknya berjalan-jalan ke kebun binatang, misalnya.

Melihat halangan sebagai tantangan

Sebenarnya si kecil bukan sosok yang mudah frustrasi. Jika menghadapi satu halangan, dan ia tidak bisa melewatinya dengan baik, bisa jadi ia marah atau frustrasi.

Tak perlu risau. Umumnya kemarahan atau rasa frustrasi anak mudah reda. Namun hati-hati menghadapi si kecil yang berusia 4 5 tahun. Ia sudah bertemu banyak orang dengan beragam reaksi. Si empat tahun bisa mudah menyerah jika menghadapi tantangan. Misalnya, jika balok yang disusunnya berbentuk rumah roboh, ia enggan menyusunnya kembali.

Dalam sebuah penelitian, anak-anak yang mengalami frustrasi ini diberi boneka. Pada si boneka mereka mengatakan, Dia dihukum soalnya enggak bisa nyusun balok sih.

Ternyata, anak-anak sangat dipengaruhi penilaian orang tentang dirinya. Di sini Anda bisa berperan mengajak si kecil melihat setiap tantangan bukan sebagai halangan. Katakan, Apa yang ingin kamu buat? Mau bikin bangunan kantor? Atau mobil? Atau robot. Kamu pasti bisa! Beri si kecil alternatif cara berpikir yang bisa dilakukannya untuk memecahkan masalah.

Menumbuhkan motivasi internal

Seiring masuknya si kecil ke dunia yang lebih luas, pandangan orang lain sedikit demi sedikit mempengaruhi dirinya. Jangan biarkan anak bergantung pada pendapat orang lain mengenai dirinya. Dunia si kecil adalah dunia yang gembira dan penuh acara bermain. Doronglah minat anak untuk mempelajari sesuatu dengan kegembiraannya bermain.

Misalnya, si kecil enggan mendengarkan cerita tentang binatang yang Anda bacakan, tapi ia malah sibuk dengan mainannya. Pilihlah buku cerita bergambar binatang, dan ajaklah si kecil menggambar binatang. Selagi ia menggambar, Anda bisa menceritakan bagaimana kehidupan binatang yang digambarnya itu.

Dengan metode yang kreatif ini, motivasi internal anak akan tumbuh. Anda dan si kecil dapat menikmati waktu bersama yang menyenangkan.

Memberi contoh

Tak ada cara yang lebih efektif untuk mengajarkan ketekunan pada si buah hati selain memberi contoh. Lihat saja, jika ia melihat Anda asyik membaca buku, si kecil mengambil sebuah buku dan membalik-balik halamannya meski ia belum mengenal satu huruf pun.

Ciptakanlah iklim keluarga yang menyenangkan dan mengembangkan motivasi internal dan harga diri anak yang kuat. Jika Anda dan pasangan saling menghargai dan saling mendorong untuk mengembangkan minat masing-masing, si kecil pun terdorong melakukan segala hal yang menjadi minatnya dengan tekun.

cLoudy
08-21-2007, 09:00 AM
Mengisi liburan dengan berkemah di alam terbuka merupakan pengalaman yang perlu diperkenalkan pada anak. Apa saja manfaatnya?

Bayangkan, melewati liburan bersama anak, dengan mengajaknya berkemah di alam, tentu mengasyikkan. Mengingat anak masih berusia di bawah lima tahun, berkemah pun paling-paling dilakukan di pinggir pantai suatu arena rekreasi atau di halaman rumah, jika kondisi memadai. Waktu berkemah juga terkadang hanya sepanjang siang hingga sore hari.

Walaupun demikian, lingkungan di sekeliling tenda yang Anda dirikan, pastilah merupakan miniatur alam yang menyediakan beragam makhluk hidup. Berikut ini 10 alasan yang menjelaskan mengapa Anda perlu mengajak si kecil berkemah bersama di alam terbuka.

* Memberi kesempatan pada si kecil untuk sering bersetuhan dengan alam dapat merangsang kecerdasan naturalisnya.

* Tidak seperti orang dewasa, anak-anak tidak mengambil jarak dengan lingkungan sekitarnya. Mereka tidak menganggap lingkungan sekitar hanya latar belakang dari setiap peristiwa yang dialaminya. Anak dan alam menyatu, sehingga kembali ke alam sangat menyenangkan baginya.

* Si kecil merasakan lingkungan alam melalui sensorinya. Persepsi ini membuat hal-hal fisik di alam menjadi sangat penting bagi perkembangan kecerdasannya yang lain. Misalnya, saat kupu-kupu mengajak, anak berlari mengejarnya, keterampilan motorik si kecil pun terangsang.

* Si kecil lebih rileks, begitu pula Anda, karena keindahan alam cenderung berdampak demikian. Kelekatan Anda dan si kecil pun saat berada di tengah-tengah alam terjalin lebih tulus dan murni.

* Berbagai flora dan fauna di sekitar tempat Anda dan si kecil berkemah menawarkan sebuah dunia lain yang menarik untuk dieksplorasi. Ketertarikan anak sejak dini pada flora dan fauna yang terus menerus dipupuk, mengasah kepekaan si kecil terhadap lingkungannya.

* Berbagai kegiatan ketika berkemah memaksa anak mengerahkan seluruh inderanya untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru yang bermanfaat. Anak tak hanya melihat serunya kawanan serangga membangun sarang, misalnya, namun juga mendengarkan cicit burung, menyentuh berbagai tekstur kayu, dan mencium wangi bunga.

* Observasi terhadap alam ketika berkemah membawa anak pada satu kesadaran baru bahwa beragam makhluk di alam saling berkaitan dan saling membutuhkan. Perhatikan saja bagaimana kupu-kupu mengisap madu bunga sambil membawa serbuk sarinya, sehingga ia bisa menyebarkannya di tempat lain. Tentu saja pemahaman ini perlu Anda perkenalkan saat berkemah.

* Hukum sebab-akibat karena saling keterkaitan di alam juga membuat si kecil lebih menghargai lingkungannya. Hal ini dilakukannya karena memahami akibat dari ketidakpedulian orang terhadap alam. Misalnya, dengan melihat banyaknya sampah yang merusak pemandangan di tempat berkemah, atau memahami keterkaitan antara bencana alam dengan sikap manusia yang merusak alam dengan perilaku yang tidak bertanggung jawab.

* Alam menyediakan berbagai kejutan. Apa yang ditemui si kecil di pagi hari, di siang hari, sore maupun malam hari berbeda satu dengan lain.

* Anda dapat mengajarkan bahwa kesederhanaan dan kesahajaan juga indah. Kenalkan anak bahwa mengobrol bersama di atas tikar sambil memandang alam tak kalah indah dari nikmatnya dengan duduk di dalam gedung indah.

cLoudy
08-21-2007, 09:01 AM
Jika anak terbiasa menata dan menyimpan benda-benda dengan baik, kecil kemungkinan ia lupa di mana meletakkannya. Kebiasaan ini sangat bermanfaat agar anak mandiri mengatur isi tasnya saat ia bersekolah .

Anak-anak prasekolah kerapkali berperilaku seperti profesor linglung. Pensil berwarna tertinggal di rumah teman. Topi tercecer, bahkan hilang. Kekesalan orang tua memuncak karena benda-benda yang hilang atau tertinggal, bila dikalkulasi, tidak murah harganya. Untuk menghindarinya, ajak si kecil menyusun semua peralatan dan mainannya dengan rapi.

Seperti di kelompok bermain

Donna Goldberg , seorang penata profesional menyarankan agar kamar tidur atau tempat beraktivitas anak dibagi dalam zona atau wilayah seperti di kelompok bermainnya. Biarkan, misalnya, mainan mobil dan buku cerita bergambar berada di sudut berbeda. Dengan begitu si tiga tahun bisa menemukan benda yang ia butuhkan dan menaruhnya kembali ke tempat semula.

Keluarkan mainan dari kotak aslinya lantas masukkan ke wadah transparan yang disusun berdasarkan jenis. Beri label warna-warni dan tentukan warna sesuai wadah penyimpanannya. Akan lebih mudah bagi si tiga tahun untuk membaca gambar yang berbeda-beda ketimbang tulisan. Jadi, beri tanda setiap wadah dengan gambar yang berbeda-beda.

Dengan begitu si tiga tahun belajar mengatur dan menyimpan benda-benda yang digunakannya di tempat yang sesuai sambil melatih ingatannya. Apabila, di suatu waktu, ia hendak mengambil benda yang dibutuhkan; jika anak terbiasa hidup tertata sedemikian rupa, kecil kemungkinan ia lupa di mana ia menyimpannya.

Tak tertinggal atau hilang

Mengajarkan anak menata dan menyimpan benda miliknya dengan rapi amat bermanfaat. Ia akan selalu ingat di mana menaruh dan di mana meninggalkan mainan favorit atau benda yang penting dibawanya ke kelompok bermain.

Kebiasaan ini juga sangat bermanfaat untuk membiasakan anak mandiri mengatur isi tasnya sendiri saat di TK dan SD nanti. Anak-anak yang suka kehilangan benda karena tercecer atau lupa meletakkan, biasanya menemui banyak masalah di masa sekolah.

Margarethe Schindler , psikolog dari Tuebingen, Jerman, menyebutkan bahwa masih terlalu pagi bagi orang tua untuk mengingatkan dan menegur si tiga tahun untuk mengatur sendiri segala keperluannya guna dibawa ke kelompok bermain. Hal ini baru bisa dilakukan ketika anak berusia sekitar lima tahun. Namun, si tiga tahun bisa Anda ajak untuk selalu mengingat benda-benda yang harusnya dibawa. Misalnya, dengan mengatakan, Tempat makan sudah dibawa?

Sebaliknya juga demikian. Misalnya saja Anda menjemput si tiga tahun dari taman bermain, secara rutin tanyakan, Mainanmu sudah dibawa semua? Atau, Kalau kamu lupa, kembalilah ke kelas dan periksa. Ibu akan menunggumu.

Jika sejak dini si kecil terbiasa selalu memeriksa kembali benda-benda sebelum meninggalkan kelas atau berangkat dari rumah, maka besar kemungkinan ia akan menjadi sosok yang teliti dan cermat dengan benda yang dibawa atau disimpannya.

cLoudy
08-21-2007, 09:02 AM
Hati-hati bereaksi terhadap perilaku anak yang dianggap lucu. Ia akan mengulangnya berkali-kali, karena mengira Anda menyetujui perbuatannya.

Sisy merasa serba salah. Suatu ketika ia terbahak melihat Fido melemparkan mainannya dan mengenai si Ciko, anjing kesayangan keluarga. Ekspresi Ciko membuat Sisy dan Mbak Asih, pengasuh Fido, tertawa terbahak-bahak karena geli. Merasa mendapat sambutan hangat, Fido pun meluapkan kegembiraannya dengan mengulangi perbuatannya berkali-kali.

Cegah berulang

Apa yang dilakukan Fido juga dilakukan anak-anak seusianya. Jika mereka tidak sengaja menumpahkan susu dari gelas dan melihat tindakannya membuat orang di sekelilingnya tertawa, si kecil cenderung mengulangi perbuatan itu berkali-kali.

Padahal, sebenarnya, apa yang mereka lakukan selayaknya tak perlu terjadi dan Anda pun cenderung menghentikannya segera. Para ahli mengajukan beberapa cara yang bisa Anda coba:

* Jika perlu, hindarkan si kecil bermain permainan yang sama. Dalam kasus Fido, Anda dapat mencegah Fido dekat-dekat dengan si Ciko untuk beberapa waktu. Paling tidak, hingga Fido lupa perbuatannya.

* Jangan menyalahkan anak jika ini terjadi. Dalam kasus Fido, apa yang dilakukannya itu awalnya tak disengaja. Jelaskan bahwa Ciko pasti merasa sakit jika terus menerus dilempari mainan. Ajak Fido mencoba rasakan apa yang Ciko alami jika hal serupa terjadi pada Fido.

* Alihkan perhatian anak dengan permainan lain yang lebih menantang, sehingga ia lupa dengan kesenangannya mengulang perilaku yang tak nyaman bagi pihak lain atau lingkungan.

* Jika tanpa disadari Anda marah pada anak hingga berteriak, cobalah menjelaskan mengapa Anda marah. Misalnya dengan berkata, Tentu saja Mama marah. Kamu menumpahkan susu tersebut berkali-kali di atas taplak yang baru mama beli. Sambil mengatakan ini Anda perlu menyertai permintaan maaf karena telah membentak si kecil.

* Jika anak melakukan sesuatu yang membuat kotor, ia harus bertanggung jawab terhadap kekotoran yang diciptakannya. Beri si kecil lap untuk membersihkan kotoran tersebut.

cLoudy
08-21-2007, 09:02 AM
Waspada jika anak terlalu asyik bermain electronic games, jangan sampai ia kecanduan. Ini bisa berdampak negatif pada tumbuh-kembangnya.

Sesampai di rumah, Albi (4,5 tahun) segera menuju ruang keluarga untuk bermain playstation . Tak berapa lama ia tenggelam dalam keasyikannya bermain. Seruan ibunya untuk minum susu, makan siang dan beristirahat, seperti tak didengarnya.

Alvin dan Wina, orang tua Albi, tak bisa berbuat banyak terhadap putra semata wayangnya. Kesibukan di luar rumah membuat pasangan muda ini tak bisa total mengawasi Albi di rumah.

Sesungguhnya, kalau mau jujur, Alvin dan Wina paling tidak untuk sesaat, sangat tertolong dengan adanya perangkat permainan elektronik ini. Kalau sudah asyik bermain, Albi tidak rewel dan tak bersikap manja pada kedua orang tuanya. Tapi, tentu ada beberapa dampak negatif yang harus diwaspadai dengan fenomena ini.

Membuat ketagihan

Perangkat electronic games seperti computer games, handheld atau portable game dan playstation , diciptakan untuk menjadi teman bermain anak (dan juga orang dewasa) yang menyenangkan. Efek grafis, animasi dan suara mereka semakin hari semakin luar biasa, dan makin mendekati realitas.

Umumnya game pun sudah semakin interaktif, sehingga para pemain bisa saling berlaga di Internet. Lebih lagi, permainan ini, umumnya selalu memompa rasa penasaran dan kompetitif yang semuanya menggenjot adrenalin sang pemain.

Games yang cenderung popular juga sarat adegan kekerasan, seperti tembak-menembak, pemboman, perkelahian, dan lainnya. Efeknya jelas, orang bisa amat ketagihan, kurang bergerak fisik dan bahkan mungkin jadi agresif, dan kurang sensitif terhadap kekerasan.

Dan dunia ini sudah diwabahi fenomena kecanduan games . Termasuk Indonesia. Tanya saja pada anak-anak apa itu Ragnarok. Dengan merebaknya piranti lunak bajakan dan warnet di berbagai lokasi, mudah bagi anak-anak atau pun ayahnya jadi ketagihan. Perlu dicatat, fenomena ini biasanya lebih menimpa anak laki-laki atau pun pria dewasa.

Ria Myriam (32 tahun) mengalami kesulitan memisahkan putra bungsunya, Daffa (5 tahun), dengan electronic games . Ria awalnya menolak membelikan playstation buat si kecil, karena tidak suka dengan sifat gamenya yang sarat kekerasan.

Ternyata, Daffa dapat segera menemukan alternatif. Ia terkespos dengan games berbasis komputer dan internet dari kakeknya sendiri. Saat melihat kakeknya asyik bermain games di komputer. Ia langsung bertanya-tanya tentang permainan ini pada kakeknya. Di rumah, Daffa bisa menyalakan komputer sendiri, lantas main games dari permainan kartu hingga tembak-tembakan, cerita Ria.

Kalau sudah asyik main games di komputer, Daffa susah disuruh makan atau beristirahat. Sampai-sampai, saat kami sekeluarga bepergian, pasti Daffa kepingin cepet-cepet pulang karena ingin segera main games, ungkap Ria.

Lain dengan Diandra (4 tahun), anak kedua Indra Ilyas (36 tahun) mengenal permainan elektronik ini dari sang kakak, yang juga gemar memainkan perangkat ini. Dari usia sekitar tiga tahunan, Adel (panggilan kesayangan Diandra- Red .) biasa bermain portable game boy . Karena ringan dan mudah dibawa ke mana-mana, Adel jadi leluasa bermain di mana saja, ujar Indra.

Negosiasi

Ada beberapa dampak negatif yang sebernarnya bisa ditebak -- yang kemungkinan besar akan terjadi bila balita Anda ketagihan games . Pertama, ia akan pasif secara fisik dan kedua, social skill -nya pun menjadi kurang terbina. Biar bagaimana pun, anak-anak harus aktif bergerak dan berinteraksi dengan anak lain.

Menurut psikolog pengembangan Dr . Hera Mikarsa dari Universitas Indonesia, kuncinya ada pada orang tua. Anda lah yang pertama kali membelikan mereka perangkat bermain ini, apakah itu konsol playstation atau pun komputer.

Karena itu, seharusnya Anda pulalah yang dari awal menetapkan aturan kapan si kecil bisa bermain, kapan harus berhenti, atau, kalau perlu, juga pilihan jenis game nya. Pendeknya, Andalah yang menentukan proses negosiasi dengan si buyung yang ingin terus bermain di kamar dengan peralatan tersayangnya itu.

Ini misalnya dilakukan Indra. Biasanya saya memilihkan jenis permainan yang bukan fighting games namun adventure games atau racing. Dengan demikian, sambil bermain anak-anak mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan melatih daya ingat. Dalam memilih jenis permainan ini, saya biasanya mencari tahu melalui majalah games lokal, mana permainan yang sesuai untuk anak-anak saya, ujar Indra.

Ria juga berusaha memantau apa yang dilakukan Daffa di komputer kesayangannya. Saya memang tak bisa melarang Daffa berhenti bermain komputer. Tetapi saya berusaha memantau Daffa dan kerap menyarankan dia bermain menggunakan program paint di komputer. Di sini ia bisa menggambar dan tak bermain tembak-tembakan atau bermain kartu melulu, lanjut Ria.

Dan sikap seperti itu dianjurkan Hera, psikolog dari UI itu. Bila orang tua terlalu membebaskan anak bermain electronic games , anak bisa enggan belajar, enggan bersosialisasi, memiliki ambang yang rendah dalam pengendalian diri, serta dikhawatirkan melakukan proses imitasi tokoh games tersebut, ungkap Hera.

Sebaliknya, pengaruh sehat terjadi bila orang tua tetap memantau dan konsisten dalam hal waktu bermain. Anak jadi lebih mahir berkonsentrasi, mengasah daya ingat, dapat melakukan satu hal dengan penuh perhatian dan juga tahu kemajuan teknologi, ujar Hera.

cLoudy
08-21-2007, 09:03 AM
Sekarang ini si prasekolah sudah dituntut untuk belajar bahasa Inggris. Apakah si kecil perlu kursus?

Berbagai studi menemukan, masa keemasan perkembangan bahasa adalah selama usia balita, yaitu sejak tahun pertama hingga usia enam tahun. Pembelajaran bahasa pada balita diketahui berlangsung efektif melalui kegiatan bermain dan mendengarkan secara intens. Artinya, tanpa perlu stimulasi berlebih, balita dapat belajar bahasa ibu secara alami dengan baik.

Karena globalisasi, bahasa kedua terutama bahasa Inggris, ditawarkan melalui kursus-kursus sejak sangat dini. Asumsinya, di usia balita, anak-anak dapat menyerap dan belajar bahasa kedua sama baiknya dengan bahasa ibu.

Saat tepat

Akhir-akhir ini marak prasekolah menawarkan program bilingual. Program yang ditawarkan terbilang beragam, dari program untuk bayi usia enam bulan, sampai program untuk anak TK. Menurut para ahli neurologi, dugaan masa emas perkembangan bahasa anak itu memang ada, yaitu sejak tahun pertama usia anak hingga awal usia sekolah.

Namun hingga usia lima tahun anak belajar bahasa secara berbeda. Hanya hingga usia empat atau lima tahun, anak belajar bahasa (baik bahasa ibu maupun bahasa kedua) tanpa aksen," jelas Prof. Wolf Singer , Direktur Penelitian Otak pada Max-Planck Institut , Jerman.

Beberapa orang tua merasa cemas si lima tahunnya terlambat memulai belajar bahasa asing. Padahal, menurut para pengajar bahasa Inggris untuk anak-anak di Jerman, tidaklah demikian. Berbeda dengan anak usia 3 - 4 tahun, si lima tahun lebih cermat dan teliti mengamati aturan tata bahasa.

Biasanya si lima tahun lebih siap mengikuti pendidikan di luar rumah dan mengikuti aturan-aturan di tempat kursus. Seperti halnya Indonesia , Jerman adalah negara yang bukan berbahasa utama Inggris, sehingga ada kecemasan pada beberapa kalangan bahwa belajar bahasa Inggris terlalu dini membawa dampak buruk pada perkembangan kognitif anak.

"Asalkan orang tua jeli memilih program yang sesuai untuk anak, tidak perlu terlalu khawatir," jelas Karin Jampert , ilmuwan bidang pendidikan pada Deutschen Jugendinstitut (institut penelitian anak dan remaja Jerman), Munchen.

Metode tepat

Ketika Anda hendak mengikutsertakan si lima tahun kursus bahasa Inggris, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:

* Pastikan si lima tahun senang belajar bahasa Inggris dan proses pengajaran berlangsung menyenangkan, penuh permainan, mengundang rasa ingin tahu dan sesuai tahapan perkembangan anak.

* Menurut para ahli, jika Anda ingin anak tak hanya mengenal bahasa Inggris secara dini, melainkan juga mahir menggunakannya, ia perlu sesering mungkin menggunakan atau mendengar bahasa tersebut. Anda dapat menyediakan buku, kaset lagu anak dan VCD/DVD berbahasa Inggris serta aktif menggunakannya.

* Dalam membiasakan anak berbahasa Inggris, tidak disarankan menggunakannya bersamaan dengan bahasa ibu. Ini hanya membingungkan anak. Upayakan menyediakan kesempatan khusus untuk aktif menggunakan bahasa asing itu. Misalnya, sambil membacakan buku cerita atau bernyanyi bersama.

* Jika si lima tahun tidak menikmati kursus bahasa Inggris itu, tak perlu memaksa. "Tak ada gunanya memaksa si lima tahun belajar sesuatu yang tak menimbulkan rasa senangnya. Jika akhirnya si kecil baru belajar bahasa Inggris ketika masuk SD, tidak ada ruginya. Ia bisa sama mahirnya dengan teman-temannya yang kursus sejak masih kecil. Bedanya hanya terletak pada cara si usia sekolah belajar sebuah bahasa Inggris dibanding dengan si balita," jelas Jampert.

cLoudy
08-21-2007, 09:04 AM
Si dua tahun ingin sekali membantu Anda di dapur. Oh tidak. Bisa celaka dia dan kerjaanku berantakan, ujar Anda. Padahal, bisa kok, asal Anda sabar!

Ganang (2,5 tahun) berkali-kali memaksa Mimi, sang ibu, agar diperbolehkan ikut mengerjakan apa yang ibunya lakukan. Jika dilarang, tantrumnya kambuh. Bukannya tidak percaya kemampuannya! Tapi jika diberi kesempatan, semuanya bisa berantakan! ujar Mimi pada Heru, ayah Ganang. Benarkah demikian?

Gemar meniru dan berfantasi

Anak seusia Ganang umumnya gemar meniru. Ia senang sekali meniru apa yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya. Jika ini terjadi, tak perlu khawatir si dua tahun berkembang menjadi anak yang tidak punya inisiatif. Meniru bagi anak usia ini merupakan kendaraannya dalam belajar.

Selain meniru, anak-anak usia ini juga gemar berfantasi. Mereka senang sekali bermain pura-pura. Hari ini berpura-pura jadi polisi, besok dengan mudah berganti peran menjadi seorang suster atau guru. Karenanya, keinginannya yang besar untuk melakukan hal-hal yang dikerjakan orang dewasa di sekelilingnya merupakan perpanjangan dari fantasinya bahwa ia juga dapat berperilaku seperti orang-orang yang ditirunya itu.

Membiarkan si kecil ikut melakukan yang Anda kerjakan merupakan suatu permainan baginya. Jika si dua tahun tertarik, ajaklah ia melakukan sesuatu di seputar rumah. Misalnya, menyiapkan makan. Kegiatan sederhana ini dapat memberi banyak manfaat bagi anak. Tentu, perlu disesuaikan dengan kemampuannya.

Perlu bimbingan Anda

Mengajak si dua tahun membantu menyiapkan makanan memang butuh kesabaran Anda. Bisa-bisa bukannya meringankan tugas Anda, kerap terjadi pekerjaan Anda malah berantakan karena ulahnya. Jangan khawatir! Dengan bimbingan Anda, si kecil lambat laun dapat mengerjakan porsi pekerjaannya dengan benar.

Anak usia ini umumnya sudah memahami sebab-akibat. Dengan begitu Anda dapat menjelaskan jika mau membantu di dapur, ia harus melakukannya dengan ekstra hati-hati. Banyak peralatan di dapur yang dapat mencelakakannya jika ia tidak berhati-hati. Perkenalkan si kecil terbuat dari bahan apa benda-benda di sekitarnya.

Misalnya, gelas yang terbuat dari bahan kaca bisa pecah jika terjatuh. Gelas plastik lebih aman bagi anak. Si kecil juga dapat Anda perkenalkan pada fungsi masing-masing benda dan bahaya dibalik benda-benda tersebut.

Berbagai manfaat

Setelah itu, pikirkan kegiatan yang kira-kira dapat dilakukan dan bermanfaat bagi si dua tahun. Misalnya, memintanya mempersiapkan sarapan dengan mengoleskan mentega dan menaburkan muisjes di atasnya. Kegiatan ini dapat mengasah motorik halusnya. Atau, menggali kreativitas anak melalui menghias roti, kue atau pizza dengan bahan makanan lain.

Anda juga dapat mengajarkan si dua tahun membuat kue sederhana yang tidak memerlukan kompor. Misalnya, membuat kue bola-bola coklat dari biskuit, susu kental dan coklat bubuk yang dibulatkan lantas digulirkan di piring berisi muisjes . Tahapan memasak yang diperkenalkan sejak dini dapat membantu melatih logika berpikir anak sesuai tahapan membuat suatu karya.

Kemampuannya menata meja dengan piring maupun gelas yang tidak mudah pecah juga membuatnya belajar membuat suatu pengelompokan atau klasifikasi. Gelas disatukan dengan gelas, piring dengan piring. Atau, membuat pengelompokan yang terdiri dari piring, gelas, sendok dan garpu dalam satu kelompok dan sebagainya.

Nah tunggu apa lagi? Mulailah meminta si kecil membantu Anda menyiapkan makan bersama!

cLoudy
08-21-2007, 09:04 AM
Membongkar kantong belanjaan mama menjadi hobi baru. Ini tanda perkembangan rasa ingin tahu dan juga motorik halusnya .

Mama beli apa? tanya si tiga tahun ketika Anda pulang berbelanja. Banyak Kak, jawab Anda. Si kecil pun menyambut belanjaan yang Anda letakkan di meja. Satu persatu isi kantong dikeluarkannya dan ia teliti. Apa membuatnya tertarik pada kantong belanjaan Anda?

Ingin tahu dan motorik

Rasa ingin tahu mendorong si kecil senang menyambut Anda pulang belanja, karena sebentar lagi ia boleh membongkar belanjaan ibu. Rasa ingin tahunya ini didukung perkembangan motorik yang semakin matang. Kini ia tak hanya mampu membuka, tapi juga pintar mengeluarkan barang-barang dari kantong belanjaan.

Terlebih lagi saat ini si kecil telah mengenal beberapa barang yang sering dia dan Anda gunakan. Mengenali barang yang Anda bawa dalam kantong belanjaan, memunculkan kebahagiaan tersendiri bagi anak. Misalnya, saat ia mengenali sampo, susu, maupun sabun yang Anda beli untuknya.

Pelajaran penting

Hobi baru ini memang terlihat sepele. Tetapi, sebenarnya, dapat menjadi pelajaran penting bagi si kecil. Anda dapat mengajaknya mengatur barang-barang belanjaan ke dalam lemari. Secara tidak langsug si kecil belajar pentingnya mengorganisasi barang. Namun, pastikan anak tidak mengangkat barang yang berat atau mudah pecah.

Anda juga dapat mengenalkan si kecil berhitung serta mengelompokkan barang sesuai jenisnya secara sederhana. Berapa banyak jumlah yang Anda beli per item, misalnya. Kenalkan pula anak pada barang-barang yang Anda beli. Misalnya, daun bayam yang kalau sudah dimasak menjadi sayur kesukaannya.

Walau ia antusias dan menikmati betul membuka kantong belanjaan untuk mengetahui isinya, pastikan anak hanya membuka kantong belanjaan Anda. Jangan biarkan ia melakukannya terhadap barang-barang orang lain, baik saat di rumah orang lain maupun saat orang lain berada di rumah Anda.

Meski usianya baru tiga tahun, si kecil juga perlu dibiasakan tidak lancang membuka barang milik orang lain. Ia perlu mengenal arti kepemilikan.

cLoudy
08-21-2007, 09:05 AM
Si balita seringkali tak menuruti kata-kata Anda. Dalam hati Anda bertanya, apakah ia memang tak mau menurut atau tidak paham penjelasan yang Anda sampaikan?

Orang tua muda kerapkali tidak paham, mengapa si balita tampak tak paham diajak bicara atau diberi pengertian. Mungkin sekali, seperti yang ditengerai Hans Grothe , ahli perkembangan anak Jerman, cara bicara orang tua yang kelirulah penyebabnya.

Menurut kolumnis majalah Jerman Eltern ini, jika cara bicara yang keliru ini terus diterapkan, maka bisa timbul kesalahpahaman. Si kecil, bisa jadi, mogok bicara. Bahkan, dalam kasus ekstrem, anak terhambat perkembangan bicara dan kecerdasannya.

Beberapa kekeliruan klasik

Cobalah cermati beberapa cara bicara Anda pada anak. Grothe menemukan bahwa dengan mengubah cara bicara, anak lebih mudah diajak berkomunikasi dan diberi pengertian. Inilah cara-cara bicara yang harus Anda ubah:

* Formulasi kalimat terlalu rumit

Pernahkah Anda membuat si kecil bingung dengan ungkapan sebagai berikut? Sudah, Kakak, jangan ganggu adik! Bunda akan lebih senang kalau Kakak berhenti mengganggu adik bayi! Nanti adik menangis kalau diganggu terus Bukan hanya si tiga tahun Anda yang bingung, mungkin ayahnya pun akan bertanya heran kalau ia tak benar-benar menyimak perkataan Anda. Kira-kira dimanakah letak pesan inti dari kalimat panjang-lebar itu?

Anda cukup mengatakan, Kakak, tolong berhenti mengganggu adik, ya! Saat mengatakannya, cobalah Anda menatap mata anak dan mintalah ia memusatkan perhatian pada apa yang Anda katakan.

Anak-anak lebih mudah memahami kalimat sederhana dan to the point . Kalimat yang terlalu bertele-tele dan panjang hanya membuat anak bingung dan tak tertarik menyimak celoteh Anda, jelas Grothe.

* Informasi terlalu padat dan banyak

Kendala utama orang tua yang memiliki anak balita adalah waktu dan kesabaran. Segudang kesibukan dan ulah si kecil yang tak ada habisnya memang dua hal yang menimbulkan dilema bagi orang tua.

Ketika Anda hendak menyampaikan sebuah pesan penting, mungkin, saatnya tidak tepat. Sebagai contoh, Anda sedang bertamu ke rumah seorang kerabat yang suka mengoleksi berbagai wadah kristal. Lalu si balita berulah merebut perhatian orang-orang yang baru dijumpainya. Gregetan adalah reaksi hampir semua orang tua dengan balita seperti ini. Namun, tak mudah memberitahu anak agar berhenti berlari ke sana-sini dalam kalimat-kalimat yang singkat dan padat. Yang keluar dari mulut orang tua biasanya omelan yang tiada mengenal tanda titik atau koma.

Grothe mengakui berbicara pada anak balita tidak mudah. Meskipun demikian, jangan abaikan peristiwa semacam ini. Segeralah beritahu si empat lima tahun sesampai di rumah, tentang pelanggaran yang dilakukannya, lalu diskusikan. Sampaikan padanya bahwa Anda tidak setuju dengan perilakunya disertai alasan yang jelas.

Beri anak kesempatan untuk membela diri, kemudian akhiri dengan kesepakatan. Mas, lain kali kalau sulit diberitahu, Bunda memilih pergi sendiri. Mas, tunggu di rumah saja.

Demikian pula dengan si tiga tahun, Anda harus kritis dan responsif. Seandainya Anda mencium gelagat ia semakin menjadi-jadi saat bertamu, segeralah mengajaknya bicara di sebuah sudut. Hanya berdua, empat mata. Ini penting dan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menyimak dan mematuhi. Cara seperti ini memperlihatkan, Anda menghormati harga dirinya. Dengan demikian, kemungkinan besar Anda juga akan memperoleh imbalan yang sama.

* Berbicara terlalu cepat dan tanpa intonasi

Kesalahan ketiga, orang tua sering berbicara terlalu cepat dan tanpa intonasi. Semua kata diberi intonasi tinggi, atau sebaliknya, sehingga balita bingung, apa pesan utama dari ucapan Anda. Jika pesan yang Anda sampaikan merupakan rangkaian kalimat yang sedikit panjang, cobalah selalu menempatkan sebuah penekan pada kata kunci atau yang Anda anggap penting.

Berbicara efektif pada balita sebaiknya perlahan, tegas dan berintonasi. Sebagai contoh Anda mengajak si balita mandi karena hari sudah sore. Sudah sore, Kak, kita mandi, yuk!. Penekanan pada kata mandi akan membuat balita lebih mudah menangkap pesan Anda. Mandi, yuk! Mandi, demikian biasanya jawaban si kecil terhadap kalimat yang memiliki penekanan pada kata mandi.

Tentu saja, si kecil belum memahami konsep waktu sehingga jika Anda mendesak dengan mengatakan, Ayo sudah sore, nih!, kemungkinan kecil memperoleh respons yang sama seperti pada contoh pertama.

* Terlalu sering mengulang kata dan kalimat perintah

Kesalahan keempat adalah kesalahan umum orang tua. Ketika waktu yang tersedia sangat singkat dan kesabaran habis, kalimat-kalimat perintah atau instruksi sering Anda ulang-ulang. Aduh, Bunda sudah lima kali bilang jangan!. Menurut Grothe, saat orang tua mengatakan demikian, si kecil dapat saja menjahili, Nah, kalau Bunda sudah melarang lima kali, saya juga bisa dong, melanggar enam atau tujuh kali.

Mengulang-ulang sebuah ujaran, apalagi instruksi dan larangan, akan sangat berbahaya, apabila orang tua tidak siap dengan sikap antisipatif menghadapi sikap atau perilaku yang bersifat menguji, saran Grothe.

Cukup katakan satu kali, dengan tegas, singkat dan suara yang lembut, di situasi yang tepat yaitu saat si kecil siap menerima pesan dan Anda siap berargumen. Tak perlu menggelegar dan menimbulkan rasa takut. Jangan harap membuat si kecil paham dan menurut, dengan cara ini ia malah takut dan tak mengerti maksud Anda.

Saran agar memahami

Seandainya Anda ingin membuat si kecil menuruti dan memahami kata-kata Anda, sebaiknya Anda:
* Menyampaikan pesan dalam kalimat yang jelas dan sederhana.
* Menghindari penjelasan yang panjang dan berbelit-belit.
* Melakukan kontak mata saat menjelaskan pada anak. Sedapat mungkin lakukan pula kontak fisik. Misalnya, membelai dan mengusap.
* Menyampaikan pesan di situasi yang tepat, yaitu saat si kecil siap menerima penjelasan, dan Anda juga siap berargumen menyikapi perilaku si kecil yang menguji kesabaran Anda.

Komunikasi dan interaksi verbal merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak sehingga sangat perlu dilakukan. Berbicara, mendukung perkembangan balita, terutama aspek kognitifnya. Namun, orang tua juga perlu belajar melihat situasi dari sudut pandang anak.

Penting pula memperhatikan timing , kesempatan yang tepat, untuk mengatakan sesuatu. Hasilnya, tak hanya pesan yang sampai, Anda bisa hemat energi meski hidup bersama balita. Anak pun sangat suka mendengarkan jika orang tuanya berbicara.

cLoudy
08-21-2007, 09:06 AM
Tulisan si lima tahun Anda masih saja jelek. Repotnya, ia ogah-ogahan berlatih menulis.

Kemampuan menulis memang membutuhkan keterampilan yang kompleks. Ini diawali dengan kemampuan menggenggam krayon dan membuat benang kusut pada usia sekitar dua tahun. Selanjutnya, mulailah perkembangan membuat kurva-kurva dan garis-garis yang merupakan modal awal membuat suatu huruf.

Si kecil tidak akan tiba-tiba mahir menulis jika tidak mendapatkan kesempatan untuk melatih motorik halusnya. Namun, tak perlu khawatir jika tulisan si lima tahun masih saja jelek. Dengan latihan dan semakin matangnya perkembangan otot anak, tulisannya akan semakin baik. Yang lebih penting, gugahlah minatnya untuk mencoba menulis.

Kapan bermasalah?

Beberapa anak memang mengalami masalah dalam keterampilan menulis. Jika khawatir, Anda dapat membicarakannya dengan guru si kecil. Guru melihat anak Anda dalam berbagai situasi di sekolah. Ia dapat membandingkan kemajuan si kecil dengan anak-anak lainnya. Dengan begitu guru dapat melihat jika ada masalah dengan anak Anda, kata Eve Stabinsky-Ackert , ahli pendidikan usia dini di Monroe , Connecticut , Amerika Serikat.

Namun, Pusat Kesulitan Belajar dan para ahli pendidikan usia dini di Amerika memberikan beberapa petunjuk untuk mengenali apakah si kecil Anda mengalami masalah dalam belajar menulis atau tidak. Sebagai berikut:

* Si kecil tampak tidak nyaman dalam menggenggam pensil atau bolpen.
* Bermasalah untuk merencanakan atau memulai menulis. Ia, misalnya, hanya duduk dan menatap kertas saja dalam waktu yang lama.
* Mudah frustrasi begitu disuruh duduk untuk menulis.
* Tidak ada minat untuk mengekspresikan diri di atas kertas.
* Gelisah secara ekstrim dan tidak dapat duduk diam untuk mencoba membuat sesuatu.

Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan jika si kecil mempunyi tanda-tanda seperti di atas. Keterampilan menulis akan tetap dipelajari si kecil hingga ia di Sekolah Dasar kelak. Selain itu, bermasalah dalam menulis bukan berarti ia mengalami kesulitan belajar.

Latih dengan bermain

Dalam melatih si kecil menulis, rancanglah sejumlah permainan yang menyenangkan. Mengingat, melalui cara inilah anak belajar. Carilah cara yang tidak memudarkan kemauan berlatihnya.

John Worobey, Ph.D, psikolog perkembangan dan pendidik anak usia dini dari Rutgers University , Amerika Serikat, menyarankan beberapa cara yang untuk menyokong keterampilan anak menulis.

* Saat Anda menulis daftar belanjaan, misalnya, minta si lima tahun mengikuti. Cara ini membuat anak menyadari pentingnya keterampilan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Tentu, Anda perlu membuat tulisan sejelas dan sebesar mungkin, agar mudah diikuti si kecil.
* Bermain dengan huruf magnet. Ini dilakukan untuk melatihnya menulis dan mengeja. Atau, Anda dapat memberinya majalah atau buku anak-anak yang memuat tugas menulis.
* Buat agar aktivitas ini tidak membosankan anak. Misalnya, menyatukan titik-titik yang berbentuk huruf. Pilih pensil berwarna atau krayon warna merah untuk huruf A, warna biru untuk huruf B, dan lainnya. Cara ini membantunya mematuhi aturan dan mengajarkan ketelitian.

cLoudy
08-21-2007, 09:06 AM
Sebagian besar mainan anak terbuat dari plastik. Tidak semua sesuai untuk anak.

Plastik memang memiliki peran cukup penting sebagai bahan dasar untuk berbagai perlengkapan anak. Coba lihat; dari botol susu, peralatan makan, kursi, hingga mainan anak terbuat dari plastik. Ini karena bahan plastik membuat perlengkapan tersebut lembut dan tidak kaku.

Untuk mainan anak yang terbuat dari plastik, sudah lebih dari 50 tahun para pembuat mainan plastik menggunakan bahan polyvinyl chloride ( PVC ) atau yang lebih dikenal dengan vinyl.

Aman dan tahan lama

Bahan vinyl memang kerap digunakan untuk membuat mainan dari plastik. Mengapa vinyl ? Bahan ini aman dan tahan lama. Selain itu, bahan ini dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

Memang kerap terdengar pertanyaan-pertanyaan seputar keamanan penggunaan bahan ini dalam mainan si kecil. Misalnya, apakah bayi bisa terkontaminasi bahan Diisononyl phthalate ( DINP ) yang ada dalam vinyl? DINP ini memang digunakan dalam pembuatan mainan plastik dengan tujuan membuat mainan jadi lembut dan fleksibel. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh American Council on Science and Health membuktikan, bahan DINP ini aman digunakan dan tidak melukai anak.

Sesuaikan usia anak

Meski mainan yang terbuat dari plastik aman bagi si kecil, namun orang tua perlu memilih mainan plastik yang sesuai dengan usia buah hatinya. Karena, kadangkala, ada mainan plastik yang mudah pecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga cukup berbahaya bagi anak usia prasekolah.

Bila anak Anda berusia antara enam bulan sampai satu tahun, Anda dapat memilihkan mainan plastik yang lembut dan tebal. Misalnya, aneka mainan kunci plastik besar yang dilengkapi dengan pegangan, balok aneka warna, atau mainan yang bila ditekan tombolnya dapat mengeluarkan bunyi-bunyi yang menarik.

Bagi anak usia satu sampai tiga tahun, Anda dapat memberi mainan plastik berupa aneka kotak yang dapat didorong menjadi beberapa ukuran, mangkuk dan sendok plastik, mobil-mobilan, boneka, telepon mainan, atau sepeda roda tiga.

Sementara bagi anak usia empat sampai lima tahun, Anda dapat memilihkan mainan plastik yang bersifat edukatif. Misalnya, lego atau menyusun balok-balok aneka bentuk.

cLoudy
08-21-2007, 09:07 AM
Tak hanya mainan balok, ada berbagai mainan lain terbuat dari kayu dengan manfaat berbeda dan aman bagi anak.

Mainan terbuat dari kayu dengan warna-warna cerah menarik, memang tampak unik karena, saat ini sebagian besar mainan anak terbuat dari bahan plastik. Apa yang perlu Anda perhatikan dalam memilihkan mainan kayu untuk si kecil?

Perhatikan kualitas kayu

Tak sedikit peralatan di sekitar si kecil terbuat dari kayu. Coba lihat peralatan dapur: sendok nasi dari kayu, sumpit dan ulekan kayu dengan piring penguleknya. Anak bisa saja minta memainkannya, karena apa saja memang bisa menjadi alat bermain si kecil. Namun, tentu saja, Anda perlu memperhatikan keamanan dan manfaatnya ketika mengizinkan anak memainkan peralatan rumah tangga terbuat dari kayu meski ringan, tanpa lapisan vernis dan cat.

Demikian pula, saat memilihkan mainan anak dari bahan kayu. Sekarang ini banyak dijual berbagai mainan berbahan dasar kayu dengan warna-warna yang sangat menarik. Namun, Anda perlu mempertimbangkan kualitas kayu. Apakah kayu untuk mainan itu rapuh dan mudah pecah? Mainan dari bahan kayu yang aman untuk anak adalah kayu yang digosok hingga halus dan tidak menyisakan serat, yang bisa menyelusup ke dalam pori-pori kulit si kecil.

Anak usia kurang dari dua tahun mengenali dunia sekitarnya dengan cara memasukkan benda-benda ke dalam mulut. Mainan dari bahan kayu mengalami proses pembuatan yang melibatkan bahan-bahan kimia. Vernis dan cat digunakan untuk melapisi kayu agar tampak mengilap dan menarik. Pikirkan bahayanya bila ini tertelan si kecil saat ia mencicipi mainannya.

Keakuratan dan sambungan

Sebelum Anda memilih dan memutuskan membeli mainan dari bahan kayu, hal penting yang juga perlu Anda perhatikan adalah: usia anak, jenis mainan, dan aspek perkembangan si kecil yang ingin Anda beri rangsangan.

Misalnya saja, permainan susun balok, meski cocok untuk perkembangan motorik halus dan koordinasi, sebaiknya tidak diberikan kepada anak usia kurang dari dua tahun. Rocking horse, kuda-kudaan dari kayu, lebih sesuai untuk meningkatkan keseimbangan anak usia ini.

Bila Anda memberi mainan balok untuk anak di atas usia dua tahun, perhatikan potongan baloknya. Bila tidak akurat, balok-balok sulit disusun. Susunan balok yang berkali-kali roboh dapat membuat anak frustrasi dan tidak ingin memainkannya lagi.

Perlu pula diperhatikan apakah mainan itu memiliki sudut yang runcing. Bila mainan itu tidak terbuat dari sepotong kayu namun memiliki sambungan; bagaimana penyambungan antar bagian? Apakah menggunakan paku atau lem?

Sebaiknya, hindari mainan kayu yang disambung dengan paku. Bila menggunakan lem, pikirkan juga kemungkinan lem itu mengeluarkan aroma yang mengganggu pernapasan si kecil.

Ciptakan Keamanan

* Jauhkan anak balita dari mainan yang memiliki bagian-bagian kecil dan tajam.
* Sediakan tempat menyimpan mainan yang mudah dijangkau agar anak dapat menyimpan sendiri mainannya.

cLoudy
08-21-2007, 09:09 AM
Bermain dan permainan dapat menjadi ajang pembelajaran anak. Permainan apa saja yang dapat mengasah kecerdasannya?

Selain menyenangkan, bermain merupakan cara anak mengenal dunia. Melalui permainan si kecil mempelajari suatu keterampilan atau sesuatu yang baru. Permainan di luar ruang yang aktif membantu meningkatkan koordinasi fisik anak. Permainan huruf mengembangkan kemampuan anak berbahasa. Permainan yang berkaitan dengan fantasi mengembangkan dunia imajiner si kecil yang diperlukan anak untuk menulis cerita saat ia bersekolah.

Berikut ini beberapa permainan (games) yang dapat mengasah berbagai aspek perkembangan si kecil.

1. Memory games

Permainan memori dapat mengasah daya ingat anak. Memiliki daya ingat yang baik mendukung kemudahan anak belajar. Anda dapat mulai mengasah daya ingat anak sedini mungkin.
Mengingat Benda dalam Nampan

(Anak usia 2 tahun ke atas)

Letakkan lima atau lebih benda pada nampan dan ajak anak memperhatikan benda-benda tersebut. Mintalah si kecil menutup matanya, lantas Anda sembunyikan satu benda yang ada di nampan. Minta anak membuka matanya dan tanyakan benda yang tidak ada pada nampan. Anda dapat pula melakukan permainan ini dengan menutup nampan dan memintanya menyebutkan benda-benda pada nampan yang sebelumnya telah dilihat dan diingatnya.

2 . Creative games

Permainan kreatif ini mengasah kemampuan si kecil untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin ditemuinya, sehingga ia tahu solusi untuk memecahkan masalah saat dibutuhkan.

Menyusun Balok

(Anak usia 2 tahun ke atas)

Ajak si kecil membuat rumah seperti rumahnya atau rumah yang diimpikannya menggunakan balok-balok kayu atau plastik. Biarkan imajinasinya berkembang untuk membuat bentuk apa pun.
Melipat, Menggunting dan Menempel

(Anak usia 4 tahun ke atas)

Gunakan kertas berwarna untuk membuat benda-benda. Misalnya, katak, burung atau anjing. Kemampuan melipat, yang merupakan keterampilan motorik halus anak pun terasah karenanya.

Dapat juga Anda mengajak si kecil menggunting kertas berwarna membentuk benda, misalnya jeruk atau mangga. Kemudian, tempelkan guntingan kertas itu pada buku atau selembar kertas.

3. Socialization games

Permainan sosialisasi melibatkan beberapa anak sebaya. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan si kecil bersosialisasi. Lebih baik lagi bila permainan ini menuntut kerja sama.

Tangan Saling Tumpuk

(Anak usia 2 - 5 tahun)

Dapat dimainkan 5 -10 anak. Anak-anak duduk dalam satu lingkaran. Seorang anak mulai meletakkan kepalan tangan kanannya di tengah lingkaran, disusul kepalan tangan kanan anak lain yang diletakkan di atas kepalan tangan anak yang pertama, dan seterusnya.

Setelah semua kepalan tangan kanan tertumpuk, anak pertama meletakkan kepalan tangan kirinya di atas tumpukan kepalan tangan kanan yang terakhir. Penumpukan kepalan tangan kiri ini disusul anak lain hingga semua kepalan tangan kiri bertumpukan.

Setelah itu, kepalan tangan paling bawah berpindah ke atas, disusul tangan berikutnya. Perpindahan tangan dari bawah ke atas semakin lama semakin cepat. Dalam permainan ini tidak ada pihak yang menang atau kalah.
Bermain Kartu

(Anak usia 4 tahun)

Anda dapat menggunakan kartu bergambar khusus untuk anak-anak. Selain mengembangkan keterampilan sosial, karena anak dituntut berinteraksi dengan anak lain, kemampuan si kecil mengingat pun terlatih.

4. Observation games

Permainan observasi mengajar anak mengenali detail. Lihat baik-baik sebuah gambar dan dorong si kecil mengenal rincian gambar. Kemampuan ini dapat menjadi modal penting anak saat belajar mengenal huruf. Misalnya, ia mampu mengenal perbedaan huruf b dan p.
Mencari Perbedaan

(Anak usia 3 tahun ke atas)

Gambarlah dua gambar serupa dengan beberapa bagian berbeda. Minta si kecil melihat gambar tersebut dan cari apa atau bagian mana yang berbeda. Misalnya, gambar anak perempuan dengan pita rambut. Sedangkan gambar satunya tidak mengenakan pita.
Mengenali Objek

(Anak usia 2 tahun ke atas)

Buka satu halaman di buku cerita anak, dan minta anak mendeskripsikan objek di halaman yang dipilih Misalnya, gambar orang. Bantu anak dengan pertanyaan Anda. Misalnya, apa warna rambut orang tersebut, panjang-pendek rambut dan jenis kelaminnya.

5. Imaginative games

Semua anak menyukai permainan imajinatif, seperti bermain pura-pura. Permainan jenis ini memperkaya imajinasi anak dan merangsangnya berpikir kreatif.
Boneka tangan

(Anak usia 2 tahun ke atas)

Berceritalah dengan menggunakan boneka tangan. Mulai dengan cerita yang sudah dikenal anak. Setelah itu, minta anak mengulang cerita atau mengemukakan ceritanya sendiri menggunakan tokoh boneka tangan.
Bermain peran

(Anak usia 3 tahun ke atas)

Permainan yang satu ini bisa jadi sering dilakukan dan menyenangkan anak. Anda dapat terlibat dalam permainan menggunakan berbagai material sungguhan seperti kue kering untuk suguhan saat main tamu-tamuan, selimut untuk atap rumah, atau kursi untuk dinding rumah. Anda dan si kecil juga dapat bermain peran sesuai tokoh dalam film favoritnya.

6. Physical games

Selain menyenangkan, latihan fisik mengembangkan koordinasi anggota tubuh anak, badan si kecil fit dan sehat, membuat tidur si kecil lebih lelap, dan nafsu makannya lebih bagus.

Ayo Melompat

(Anak usia 2 tahun ke atas)

Jalan-jalanlah bersama anak di taman kompleks perumahan Anda. Mintalah anak melangkah beberapa kali, kemudian buat loncatan dua kali. Anda dapat meminta anak berlari dari satu pohon menuju Anda dalam hitungan sekian, tergantung jarak pohon ke tubuh Anda.

7. Alphabet games

Melalui permainan alfabet anak belajar mengenal huruf dan angka. Pengenalan awal ini bisa menjadi bekal pengetahuan dan mempermudah si kecil saat ia belajar huruf dan angka di sekolah.

Membuat Buku Huruf .

(Anak usia 3 tahun ke atas)

Gunakan halaman berbeda untuk setiap huruf dan letakkan gambar objek yang dimulai dengan huruf termaksud. Misalnya, hurup A untuk gambar apel atau huruf H untuk gambar harimau.
Menyambung Titik-Titik

(Anak usia 2,5 tahun ke atas)

Buat huruf dari titik-titik. Minta si kecil menyambungkan tiap titik. Tempelkan gambar objek yang di mulai dengan huruf tersebut. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

8. Singing games

Permainan bernyanyi ini menyenangkan. Kegiatan yang memunculkan irama dan lagu dapat memperkaya bank data kata-kata dan frase si kecil yang dapat digunakannya sewaktu-waktu ia perlukan. Dengan begitu, tanpa terasa, melalui bernyanyi anak belajar berbagai hal.
Menebak Kata

(Anak usia 2, 5 tahun ke atas)

Nyanyikan lagu anak yang dikenalnya, kemudian hilangkan satu-dua kata dalam kalimat lagu dan lantas minta si kecil menebak kata yang hilang. Semakin besar usia anak, semakin banyak kata yang dapat Anda hilangkan.
Memperagakan Tindakan

(Anak usia 2,5 tahun ke atas)

Bernyanyilah untuk si kecil. Gunakan lagu yang dikenalnya. Pada kata kerja yang ada pada lagu, Anda tak perlu menyanyikan melainkan memperagakannya. Minta si kecil menyebutkan apa yang Anda peragakan.

cLoudy
08-21-2007, 09:10 AM
Si Kecil Mengalami Kesulitan Belajar?

Kesulitan belajar berpengaruh besar pada kehidupan seseorang. Studi mengungkapkan penanganan dini dan intensif membantu meringankan masalahnya. Cermati tanda-tandanya
pada anak Anda agar segera tertangani.

Setiap anak tumbuh dan berkembang berbeda-beda. Ada yang cepat menangkap informasi, ada yang lambat. Ketika stimulasi tak mampu membantu anak mengatasi kesulitan belajar atau learning difficulties/disabilities (LD), Anda perlu waspada! Sebab, di negara maju, ditemukan gangguan kesulitan belajar mengintai 5 15 persen anak dari jumlah populasi.

Terkadang tak terdeteksi

Pada awalnya, sebut saja Sendi, tak mengira masalah yang dihadapinya berkenaan dengan disleksia (salah satu gangguan dalam LD , lihat boks : . Beberapa Gangguan dalam Kesulitan Belajar). Sampai suatu saat ia disadarkan oleh teman-teman kerjanya bahwa selalu saja yang ia ungkapkan atau ekspresikan berbeda dibanding informasi (baik tertulis maupun lisan) yang seharusnya ia tangkap.

Sejak kecil Sendi memang sering tidak nyambung dengan pelajaran yang ia peroleh dari guru. Tetapi karena tekun dan diarahkan orang tua, ia bisa mengejar pelajaran. Sampai akhirnya Sendi pun lulus kuliah dengan nilai baik, dan bekerja di sebuah lembaga nirlaba asing dengan perkembangan karir di atas rata-rata. Meski masalah demi masalah berhasil diatasinya, tanda tanya itu tetap belum terjawab, Apa yang salah dengan diri saya?.

Masalah yang dihadapi Sendi memang terbilang tidak terlalu parah. Seperti beberapa pesohor dunia sukses macam Tom Cruise, Whoopy Goldberg, Tommy Hilfiger dan beberapa CEO dunia yang sukses. Mereka mengalami masa-masa sulit dalam beberapa tonggak kehidupan mereka. Namun beruntung mereka tak lantas putus harapan. Namun demikian, tak banyak yang seberuntung mereka.

Berdasarkan studi, sekitar 5 15 persen anak dari jumlah populasi Amerika Serikat menyandang LD. Kurang lebih sama seperti ditemukan di negara-negara Eropa, seperti di Inggris atau Jerman. Tak ada yang tahu persis, berapa jumlah anak-anak yang menyandang kesulitan belajar di Indonesia sampai saat ini. Diperkirakan persentasenya kurang lebih sama. Bedanya, orang tua dan sekolah di negara-negara lain (terutama negara maju), memiliki kebijakan memberikan penanganan khusus untuk mengatasi masalah kesulitan belajar. Akibatnya, tak sedikit yang tak terdeteksi dini bahkan memperoleh salah penanganan.

LD = korslet di otak

Menurut psikolog yang aktif memberi konseling di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI), Indri Savitri, psi , umumnya penyandang LD mengalami penyimpangan, antara informasi yang diterima dan output (keluaran) berbeda, Sepintas anak-anak LD sebagaimana manusia seutuhnya, tak beda dengan anak-anak lain. Tetapi saat menerima informasi dan kemudian mau melakukan tindakan (misalnya, menulis, mengucapkan atau melakukan gerakan) tiba-tiba terjadi korslet. Hasilnya, istilahnya tidak nyambung, jelas konsultan perkumpulan orang tua anak-anak LD dari sejumlah sekolah di Jakarta.

Dr. Dwi Putro, Sp.A (K), Mmed , di Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Ciptomangun Kusumo melihat gangguan kesulitan belajar sebagai sesuatu yang sangat luas. Ada anak yang mengalami gangguan konsentrasi ( ADD/ADHD ) sehingga mengalami LD . Ada juga anak yang mengalami disleksia saja, misalnya, dan gejalanya tidak terlihat karena bersifat ringan, ungkap staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Itu sebabnya, secara medis, pemeriksaan disleksia murni misalnya, sedikit lebih sulit dan harus dilakukan secara cermat dan hati-hati. Sementara bagi anak-anak LD dengan dasar ADHD , ada semacam standar penanganan yang berdiri sendiri. Sebab, ADHD sudah merupakan sebuah gangguan yang spesifik. Itu sebabnya, seringkali ADHD dan LD bersanding erat.

Secara organ, dr. Dwi Putro mengungkapkan bahwa pada anak-anak LD didasari oleh ADHD, terdapat bagian spesifik di otak yang membutuhkan penanganan medis. Sementara pada otak anak-anak yang disleksia murni tidak terlacak adanya gangguan di bagian tertentu. Itu sebabnya, penting melakukan pemeriksaan dini sehingga diperoleh klarifikasi, jenis kesulitan belajar yang disandang anak. Dengan penanganan tepat, deteksi dini dan ketekunan berlatih, gangguan anak-anak penyandang LD dapat diringankan, jelas dr. Dwi Putro.

Serba segera

Memang tak mudah mendeteksi adanya gangguan LD pada anak. Sebab, diantara para ahli juga masih terdapat perdebatan dalam hal definisi. Yang jelas, ketika kecurigaan muncul, orang tua dapat membawa anaknya ke psikolog, psikiater atau neurolog anak, jelas Indri.

Di Indonesia, hubungan antar ahli bersifat saling merujuk. Artinya, ketika orang tua datang ke dokter dan menjalani pemeriksaan, biasanya dokter kemudian merujuk ke psikolog dan terapis (jika diperlukan). Kemudian psikolog akan merujuk ke ahli pendidikan atau guru. Oleh masing-masing ahli, si kecil juga menjalankan sejumlah pemeriksaan dan ini kerap membuat orang tua frustrasi.

Meskipun kerap membuat orang tua frustrasi, kenyataannya memang si kecil harus menjalani serangkaian tes pemeriksaan, termasuk assesment (tes pengukuran) ketika akan bersekolah di sekolah khusus, ujar Indri.

Ciri LD atau tanda yang harus diwaspadai orang tua dapat ditemukan pada si prasekolah (Lihat boks: Ciri-Ciri yang Harus Diwaspadai ). Namun, pada beberapa anak yang cukup pandai, LD bisa saja tak terdeteksi hingga si kecil duduk di kelas 5 atau 6.

Pengetahuan orang tua secara umum tentang LD juga menjadi salah satu kunci agar anak memperoleh penanganan dini dan tepat. Yang dialami Maria Christy Althea (6,5 tahun) dapat dijadikan pelajaran. Pada usia 3,5 tahun, Christy dinilai ibunya, Lily Indah Sujati (41 tahun), sebagai anak yang tidak dapat mengurutkan angka dari 1 sampai 10. Lily berupaya memberikan stimulasi dengan latihan. Beranjak dari TK ke SD, kesulitan Christy mengenal abjad, angka dan membaca tak kunjung membaik. Bahkan di kelas ia kemudian dicap teman-temannya sebagai si bodoh, karena ia selalu tertinggal jauh dibanding teman-temannya dalam mengerjakan tugas.

Awalnya, saya menduga anak saya bodoh dan tidak mampu belajar. Tetapi mengapa tes IQ menunjukkan skor tinggi (Skala Wechsler= 132) dan cukup cerdas? Pada akhirnya seorang psikolog merujuk Christy ke Bimbingan Remedial Terpadu (BRT), dari situ barulah saya tahu ia menyandang LD , jelas Lily.

Sejak itulah cara pandang Lily pada Christy berubah. Namun sayang Christy sudah memandang dirinya bodoh, sebagaimana cap yang dilekatkan oleh lingkungannya sehingga ia butuh terapi emosi agar rasa percaya dirinya bangkit dan konsepnya menjadi positif.

Tak berdiri sendiri

Ada sebuah kerumitan tersendiri ketika kita berusaha memahami gangguan kesulitan belajar. Demikian pula bagi para ahli sebagaimana diungkapkan dr. Dwi Putro di awal tulisan.

Sebagai contoh, Muhammad Fauzan (7 tahun) yang menyandang gangguan keterampilan motorik halus (yang penting untuk menunjang kegiatan menulis dan menyandang gangguan konsentrasi). Fauzan akhirnya harus menjalani terapi sensori integrasi untuk menguatkan otot-otot tangan dan jari, disamping latihan konsentrasi karena ia ternyata juga menyandang ADHD.

Dengan deteksi dini sejak usia batita, ia segera mendapat penanganan ahli, menjalani terapi dan masuk ke sekolah khusus Yayasan Pantara. Hasilnya, Fauzan mencapai kemajuan pesat.

Anak-anak yang menyadang LD , biasanya memiliki IQ sangat tinggi. Mereka cerdas di atas anak rata-rata dan berbakat. Tetapi mereka biasanya mentok dalam urusan akademik, kecuali mendapat pendekatan yang tepat seperti dilakukan oleh sekolah khusus, atau sekolah umum yang peduli dengan anak-anak LD , ungkap Indri.

Di Amerika Serikat, misalnya, ada beberapa lembaga yang berupaya mengatasi masalah kesulitan belajar, seperti The National Center for Learning Disabilities. Di Indonesia, meskipun tidak besar, ada beberapa sekolah umum yang mendirikan perkumpulan orang tua dari anak-anak LD sebagaimana yang bekerja sama dengan LPT- UI selama ini.

Menurut Indri, penyandang LD butuh bimbingan khusus dan ditempatkan di kelas dengan murid terbatas. Misalnya, 9 10 murid dengan 3 orang guru plus seorang psikolog seperti di sekolah Fauzan. Jangan juga terlalu mem- push , jika anak tak berhasil juga mengatasi hambatannya dalam belajar.

Ajaklah anak untuk berusaha bersama, misalnya, Nak, tadi Bu guru bilang kamu harus banyak latihan menulis, yuk, kita lakukan sama-sama. Kunci keberhasilan anak-anak LD adalah dukungan keluarga. Keluarga, terutama orang tua harus peka, memberikan penerimaan yang baik terhadap anak LD dan memilih ahli serta sekolah yang tepat. Ini menentukan konsep diri yang positif, Indri menyarankan.

Tentu saja ini berarti, orang tua dan dunia pendidikan harus mendefinisikan ulang istilah sukses bagi anak-anak LD . Sukses tak berarti berhasil dalam urusan akademis semata. Sukses justru berawal dari keberhasilan membidik dan mengarahkan bakat unik anak.

cLoudy
08-21-2007, 09:11 AM
Komentarnya sering memerahkan telinga. Bijak menanggapi adalah tindakan yang tepat.

Ibu! Ibu! Anak itu putih sekali. Rambutnya bisa kuning begitu. Bule ya? teriak Eri saat makan di sebuah restoran, sambil menunjuk seorang anak berkulit albino. Dika salah tingkah dan berbisik, Sssstttjangan suka ngomentari orang begitu. Eri, yang belum juga ngeh bertanya, Iya, tapi kenapp. Belum selesai ucapannya, Dika membungkam mulut anaknya, Ssssttt.!

Anak-anak kerap kali berkomentar di mana saja dan kapan saja, tanpa memikirkan dampaknya bagi orang yang dikomentari. Anak-anak usia ini tak paham bahwa komentarnya bisa saja tidak dapat diterima orang lain. Mereka tentu tak bisa disalahkan, karena mereka belum matang secara sosial. Mereka juga belum mampu berpikir sebelum bicara. Namun, di sisi lain, anak sebenarnya mulai peka terhadap sesuatu yang tidak lazim.

Tidak bermaksud menghina

Aduh Bunda, orang itu pendek sekali! Atau, Orang itu kenapa hidungnya tidak ada? Orang yang sangat pendek, orang yang tidak punya hidung, merupakan sesuatu yang tidak lazim. Anak mulai sadar ada sesuatu yang tak beres. Kesadaran ini tentu bukan sesuatu yang jelek. Masalahnya adalah, bagaimana melatih si kecil agar tidak berkomentar pada yang tak lazim itu, meski ia tidak berniat menyakiti hati orang lain.

Sebelum melatih anak peka terhadap orang lain, sebelummya Anda perlu introspeksi. Bisa saja anak belajar dari Anda. Namun bila anak nyata-nyata tidak meniru dari Anda, pengaruh lingkungan sekitar atau televisi mungkin biang keladinya.

Namun, apa pun sumber cara anak berkomentar, Anda perlu mengubah perilaku anak agar sesuai tuntutan lingkungannya. Bila cara anak berkomentar terhadap kelainan orang lain tidak pada tempatnya, Anda dapat melatihnya tanpa membuat si kecil merasa dipermalukan. Bila anak berkomentar:

* Jawab komentar anak dengan bijak; Ada banyak macam manusia. Ukurannya juga macam-macam. Ada yang tinggi sekali, ada yang pendek sekali. Tuhan menciptakan manusia bermacam-macam. Warna kulitmu apa? Di kelasmu ada enggak anak yang paling tinggi? Saat Anda mengatakan ini, arahkan pandangan Anda pada wajah anak. Jangan biarkan ia terlalu lama memandangi orang yang dikomentari.
* Jangan membuat anak merasa bersalah karena apa yang dikatakannya itu benar.
* Setelah Anda hanya berdua dengan anak, misalnya di dalam mobil, jelaskan padanya bahwa ia tak boleh berkomentar seperti itu. Apalagi mengomentari orang di tempat umum mengenai keadaan fisik bisa membuat orang itu sedih, marah, atau tersinggung.

cLoudy
08-21-2007, 09:11 AM
Dia makin pintar. Dua instruksi berurutan sudah ia pahami. Dia sudah bisa berpikir logis, runtut dan sistematis.

Farah, nanti piring kotor bekas makan kue tart ditaruh di dapur ya.... Tapi sampahnya buang dulu di keranjang sampah ya sayang..., ujar Erlinda pada putrinya yang berusia 4,5 tahun.

Ya Ma. Sekarang Farah buang sampahnya dulu di keranjang sampah. Udah itu baru ditaruh di dapur. Beres kan Ma? ujar Farah riang sambil mengerjakan instruksi mamanya.

Paham konsep dan urutan

Di usianya kini, si kecil mulai mengembangkan landasan berpikir logis dan sistematis, sebagai modal untuk memahami berbagai disiplin ilmu kelak. Kemampuan ini berkat ia semakin memahami berbagai konsep dengan baik. Ia juga semakin paham segala sesuatu di sekelilingnya dapat terjadi dan dilakukan berdasarkan proses dengan urut-urutan tertentu.

Meski si empat tahun memahami dan dapat melakukan instruksi dua tahap, namun, sesekali ia masih melakukan kekeliruan. Ini karena dalam mengasah kemampuan berpikir logis, sistematis dan runtut, si kecil masih sangat bergantung pada pengalamannya. Dengan kata lain, kemampuan memahami perintah dua tahap ini ia peroleh dari proses belajar melalui eksplorasi coba-salah.

Perlu diasah

Kadangkala orang tua bingung melihat anaknya tak mengerti dua instruksi yang diberikan secara bertahap ini. Bila ini yang terjadi, jangan buru-buru menghakimi si kecil, bahwa ia tak secerdas teman sebayanya atau juga menilai ia masih belum bisa berpikir runtut.

Ada beberapa keterampilan anak yang belum berkembang optimal dari sisi perkembangan kognitif, dan bisa juga dari perkembangan berbahasanya. Bila ini yang terjadi, Anda perlu membantunya mengembangkan keterampilannya. Salah satunya melalui kegiatan bermain.

Ada berbagai permainan yang dapat membantu anak berpikir runtut. Misalnya, bermain balok. Saat melakukan permainan ini, Anda dapat mengatakan pada anak bahwa ia dapat membangun sebuah menara dengan menyusun balok lebih besar menyangga balok kecil secara berurutan. Bisa juga Anda mengajaknya mencari potongan puzzle dan bersama-sama menyusunnya.

Lakukan kegiatan bermain ini sambil tetap mengajaknya berkomunikasi. Katakan langkah-langkah atau instruksi secara bertahap pada anak. Permainan sebaiknya secara santai tanpa harus memaksa si kecil segera memahami instruksi dua tahap yang Anda berikan.

cLoudy
08-21-2007, 09:12 AM
Si kecil asyik berkonsentrasi pada satu hal. Sungguh sulit mengalihkan perhatiannya. Perlu tindakan bijak agar anak tak merasa terganggu.

Vania (2 tahun) terlihat memusatkan perhatiannya pada buku mungilnya yang terbuat dari plastik. Pandangannya tak lepas dari lembar demi lembar buku itu. Panggilan Nia, sang ibu, tak dihiraukannya. Padahal, Nia sudah tidak sabar akan memandikannya. Bijaksanakah Nia membuyarkan konsentrasi putrinya?
Jika tertarik pada sesuatu, perhatian anak usia ini sering terlihat begitu fokus sehingga, terkadang, apa yang ada di sekelilingnya tak digubrisnya. Coba lihat, tangannya mengarah ke sesuatu, mulut terlihat mengerucut lucu, dan tangan mengutak-atik benda tersebut dengan asyiknya. Bisa-bisa, bunyi sesuatu yang keras di dekatnya tak ia gubris.

Begitulah cara anak mempelajari berbagai hal. Jika Anda mengacaukan konsentrasinya dengan, misalnya, mengajaknya mandi atau menyingkirkan benda yang menarik perhatiannya, bersiap-siaplah menghadapi amukannya. Anda sendiri yang repot, bukan?
Atasi dengan bijaksana

Terkadang Anda terpaksa memecah konsentrasinya. Misalnya sudah saatnya ia mandi, atau tidur. Nah, di sinilah Anda mesti menggunakan cara-cara bijak agar si kecil dengan sukarela meninggalkan proyek besarnya. Ada beberapa cara bijak yang dapat Anda coba.

* Beri ancang-ancang untuk menyetop kegiatannya. Misalnya, katakanlah, Lagi asyik, ya? Ya sudah. Tapi kalau ketel air panas sudah bunyi, kamu langsung mandi, ya! Cara ini membuat anak tak merasa kesenangannya dihentikan semena-mena. Jika tiba waktunya, dan ia belum selesai, misalnya sedang menggambar ikan, bersabarlah beberapa menit hingga gambarnya selesai. Dengan demikian, si kecil merasa Anda menghargai pekerjaannya.
* Anda dapat mengombinasikan pekerjaan si kecil dengan kegiatan yang Anda maui. Misalnya, jika anak masih asyik dengan mobil-mobilannya, dan Anda harus segera memandikannya; biarkan dia membawa mobil-mobilannya untuk ikut mandi. Si kecil masih bisa berkonsentrasi pada mobilnya, sementara Anda memandikannya .
* Hargai perasaannya jika anak tiba-tiba harus menghentikan kegiatannya. Misalnya dengan mengatakan, Aduh sayang sekali ya kita harus menutup buku ini, padahal isinya bagus sekali lho. Lain kali kita buka lagi ya!
* Bersabarlah. Toh ia tak hanya sedang bermain, tapi juga sedang belajar mengeksplorasi lingkungannya.

cLoudy
08-21-2007, 09:13 AM
Ia takkan merengek minta mainan atau permen saat diajak berbelanja. Syaratnya, Anda tidak pelit berbicara! Momen ini dapat menjadi sarana belajar anak.

Bagi Anda, supermarket berarti berbelanja kebutuhan mingguan atau bulanan, menyiasati harga yang kian melambung dan mengantisipasi rengekan si kecil yang minta segala macam.

Bagi anak Anda yang berusia dua tahunan, supermarket bisa berarti barang-barang yang mudah dijangkau, bau masakan yang lezat, dan area luas untuk berlari-larian. Menyenangkan sekali!

Terlalu banyak larangan

Tetapi belum tentu anak menikmati berada di supermarket . Sebab, saat berbelanja, Anda melarangnya mengambil barang-barang atau berlari-larian. Dilarang ini-itu, anak pun mulai kesal bahkan bisa mengamuk.

Untuk mengamankannya, Anda memasukkannya ke dalam keranjang dorong, dan membiarkannya duduk diam di situ. Sementara Anda memilih barang-barang yang hendak dibeli, si dua tahun memandangi Anda, tak tahu apa yang dapat dilakukannya. Membosankan sekali!

Coba bayangkan, Anda berada pada posisi anak: duduk diam di dalam keranjang sambil mengamati orang dewasa yang mengambil barang tanpa sekalipun mengajak Anda berbicara atau bercerita apa yang ia beli. Sama seperti si dua tahun, Anda pun lama kelamaan akan kesal dan mulai bertingkah.

Libatkan anak

Acara belanja yang mungkin Anda lakukan dua kali dalam sebulan, merupakan kesempatan menyenangkan untuk membantu anak belajar berbagai hal. Di supermarket, anak dapat mempelajari kata-kata baru dan nama-nama barang yang setiap hari ia jumpai di rumah.

Pengetahuan yang Anda berikan pada anak, tidak menyita waktu Anda saat berbelanja. Melibatkan anak saat berbelanja, tidak menambah waktu Anda untuk berputar-putar di supermarket.

Anda hanya perlu mengatakan, Yuk, kita cari apel merah. Apel merah. Di mana apel merah? Setelah menemukan apel merah, Anda dapat minta bantuan anak mengambil beberapa buah apel dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Beberapa hal dapat dipelajari anak sekaligus saat itu, yaitu mengenal nama, warna, jumlah dan tekstur buah.

Saat Anda memutuskan membeli brokoli, Anda pun hanya perlu berkata, Mama mau beli brokoli. Brokoli warnanya hijau. Setelah Anda mengambilnya, serahkan pada anak agar ia dapat memegangnya. Biarkan ia merasakan teksturnya.

Kuncinya cuma satu! Jangan terlalu pelit bicara pada anak! Anda tak perlu khawatir kelihatan cerewet. Anak-anak senang mendengarkan pembicaraan Anda, karena ia butuh belajar berbagai hal.

Penelitian membuktikan anak usia dua tahun yang diasuh orang tua yang banyak bicara, cenderung lebih cepat bisa bicara dibanding anak yang diasuh orang tua pendiam. Menurut penelitian itu juga, percakapan yang nyata sajalah yang mampu mendorong anak belajar berbicara.

Televisi tidak mampu membantu anak belajar bicara, karena anak sibuk memperhatikan gambar, bukan dialognya. Anak yang sering diajak bicara memiliki banyak perbendaharaan kata yang memudahkannya menyusun percakapan.

cLoudy
08-21-2007, 09:14 AM
Seiring perkembangan kemampuan mengingat dan daya konsentrasinya, si tiga tahun akan mudah mengingat hal-hal yang pernah dialami.

Bu, yuk kita baca buku cerita yang depannya gambar singa itu lho! ujar Tita penuh semangat.
Buku cerita yang mana sih? Ibu enggak ingat, ujar Mirna pada putrinya yang berusia 3,5 tahun ini.
Masa Ibu lupa? Itu lho yang dibeliin ayah waktu itu. Buku cerita itu kan Ibu yang simpan, jawab Tita penuh semangat sambil berupaya mengingatkan sang ibu.
Oh ya? Ibu lupa, sayang. Memang Ibu simpan di mana ya? tanya Mirna sambil terus berupaya mengingat kembali.
Itu lho, Bu, disimpan di atas meja kerja ayah. Yuk kita ambil, Bu! ajak Tita seraya menggandeng tangan sang ibu.

Sambil berjalan bersama, Mirna menatap penuh kagum pada Tita yang mulai memiliki daya ingat yang baik.

Strategi mengingat informasi

Di usia tiga tahun, si kecil memiliki kemampuan strategi mengingat yang lebih baik dibanding sebelumnya. Strategi mengingat merupakan aktivitas mental yang di dalamnya terdapat penyimpanan informasi, kemudian memindahkannya pada ingatan jangka panjang. Awalnya, strategi ini belum berjalan baik. Namun, seiring perkembangannya, strategi ini mengalami penyempurnaan.

Ada tiga strategi penyimpanan informasi. Pertama, strategi mengingat dengan cara mengulang-ulang informasi yang diperoleh, disebut rehearsal . Kedua, kemampuan mengingat dengan cara mengelompokkan, sehingga memudahkan masuknya informasi, atau disebut dengan organisasi. Ketiga, elaborasi yaitu strategi mengingat dengan cara menggabungkan atau membuat hubungan dua atau lebih informasi yang tidak berada dalam kategori yang sama. Strategi ini baru dimiliki anak saat berusia sekitar 11 tahun.

Selain perlu strategi mengingat informasi, seseorang juga perlu punya kemampuan retrieval , yaitu memanggil kembali informasi yang masuk ke dalam ingatan jangka panjangnya. Cara untuk melakukan ini adalah dengan recognition . Umumnya anak usia tiga tahun dapat menggunakan strategi ini dengan cukup akurat. Misalnya, ketika anak usia ini diperlihatkan sepuluh gambar, ia dapat menebak gambar yang diperlihatkan sebelumnya dengan tingkat kebenaran 90 persen.

Latihan mengingat

Di usia tiga tahunan, anak memiliki kemampuan menyimpan informasi dan memanggil kembali informasi yang disimpan. Hal ini menunjukkan ingatan yang dimiliki anak berkembang baik.

Kemampuan mengingat merupakan suatu kemampuan yang penting sekali kontribusinya bagi perkembangan kognitif anak. Terhambatnya perkembangan kemampuan mengingat pada si tiga tahun, akan menghambat pula seluruh proses belajarnya.

Untuk melatih anak mengingat, Anda dapat menanyakan apa saja. Misalnya, di mana ia meletakkan kembali mainannya? Permainan apa saja yang ia lakukan bersama saudara sepupunya? Dengan siapa saja anak bermain?

Selain itu, Anda perlu membantu anak mengorganisasi diri. Misalnya, dengan mengelompokkan benda-benda yang dimilikinya ke dalam kotak-kotak khusus agar memudahkannya menemukan kembali mainannya. Melalui kegiatan mengorganisasi ini Anda memberi rangsangan tepat untuk mengasah strategi pengolahan informasi yang anak peroleh ke dalam ingatan jangka panjangnya.

cLoudy
08-21-2007, 09:14 AM
Ia terus saja bertanya mengapa meski Anda tak selalu dapat menjawab. Kok tidak bosan-bosan, ya?

Anda kerap frustrasi dan kesal dengan pertanyaan mengapa. Emang begitu. Tuhan menciptanya juga sudah begitu. Mungkin itu jawaban Anda atas pertanyaan si empat tahun, Mengapa bintang ada di atas? Mengapa kuku kucing tajam? Mengapa ada angin? dan seterusnya.

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini, Anda frustrasi karena dua hal. Pertama, Anda tidak tahu jawaban sebenarnya. Kedua, Anda bingung menyusun kalimat sederhana yang dapat dimengerti anak.

Akar dari rasa frustrasi ini adalah kesalahpahaman Anda terhadap bahasa anak, dan Anda berpikir ketika anak bertanya mengapa sama seperti orang dewasa bertanya mengapa. Jawaban sebab-akibat yang Anda berikan kepada anak pun jauh dari tujuan, dan si kecil gagal terpuaskan.

Pahami bahasa anak

Saat lahir, satu-satunya cara anak berkomunikasi adalah dengan menangis. Ia menggunakan bunyi yang sama untuk mengatakan saya lapar, saya bosan, popok basah nih, dan Ibu, sini dong.

Keajaiban terjadi saat Anda mulai paham makna tangis bayi, dan menandai setiap tangisannya adalah untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginan berbeda. Ibarat dua penari yang masih canggung pada awalnya, Anda dan bayi kian mahir dalam saling memahami.

Saat anak mulai belajar berkata-kata, kata-kata belum digunakan secara tepat seperti halnya orang dewasa. Ketika anak mengatakan anjing, yang dimaksud adalah semua binatang. Tetapi, dengan berkembangnya keterampilan anak bicara, ia berbicara seperti orang dewasa. Ini terjadi bersamaan dengan berkembangnya rasa ingin tahu si kecil.

Bertanya terus

Anak-anak sangat ingin tahu mengapa segala sesuatu terjadi. Pertanyaan mengapa yang mereka ajukan sebenarnya bagian dari perkembangan perbendaharaan katanya.

Sejak usia tiga tahun, anak menunjukkan kehausannya untuk memahami dunia sekitar. Ia sangat ingin berkomunikasi. Anak usia ini juga sangat termotivasi untuk belajar. Kata mengapa bukan semata untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk berkomunikasi.

Di usia empat tahun, kata mengapa langsung dikaitkan dengan sesuatu seperti, Mengapa anjing menggonggong? Yang ada dalam pikiran anak saat ia bertanya mengapa adalah, Wah, menarik sekali. Ceritain dong, anjing itu apa?

Anak-anak usia ini tidak butuh penjelasan sebab-akibat. Mereka hanya butuh perhatian dan ingin Anda bercerita apa saja tentang sesuatu yang ditanyakan.

Pertanyaan mengapa yang terus-menerus memang melelahkan. Anda kerap berharap mengapa itu segera berakhir. Meski begitu, Anda tetap perlu sabar.

Menjawab pertanyaan atau sekadar bercerita tentang topik yang diajukan anak merupakan makanan bagi rasa ingin tahunya. Jawaban-jawaban Anda juga dapat meningkatkan rasa ingin tahu si kecil dan memberi pemahaman lebih baik tentang arti kata.

cLoudy
08-21-2007, 09:15 AM
Sudah lama ia berusaha melakukannya. Sekaranglah saatnya ia dapat melakukannya. Bagaimana Anda menghadapi peristiwa ini?

Sejak berusia tujuh bulan, si kecil mencoba berdiri. Namun, ia masih berdiri dengan cara mengandalkan kekuatan lengannya. Ia akan meraih tepian boks tempat bermainnya, dan dengan kekuatannya ia akan menarik tubuhnya sampai pada posisi berdiri.

Pemahamannya tentang cara berdiri bertambah di bulan-bulan berikutnya. Kaki dijadikannya alat penumpu badannya, dan dengan kaki ia mendorong tubuh ke atas. Tetapi, masih juga dibantu kekuatan lengannya untuk menarik tubuh sampai pada posisi berdiri.

Di bulan kesebelas, si kecil mengalami kemajuan yang menakjubkan. Ia dapat berdiri dari posisi duduk. Ia tidak lagi mengandalkan kekuatan lengan untuk menarik tubuhnya. Kedua tangan dan kaki menjadi tumpuannya, sambil mengusahakan keseimbangan, yaitu saat si kecil menungging. Setelah beberapa detik, anak mungkin terjatuh. Atau sebelum terjatuh ia sudah lebih dulu berpegangan pada tepian boksnya.

Ada anak yang di usia 1 tahun sudah dapat membungkuk dari posisi berdiri untuk memungut mainannya. Mudah tampaknya, tapi sebetulnya tidak semudah yang kita lihat. Kemajuan si kecil melakukan gerak sesederhana apa pun mengandalkan kematangan otak dan otot..

Beri tempat yang aman

Ketika belajar berdiri, anak kerap terjatuh. Untuk itu ia butuh tempat yang aman, yaitu tempat dengan permukaan empuk dan lembut yang menghindarkan si kecil dari luka atau memar karena benturan langsung dengan lantai.

Pada saat belajar pun, anak tampaknya kerap butuh bantuan. Misalnya, ia ingin kembali duduk setelah lelah berdiri. Tetapi karena tidak tahu caranya, ia akan berteriak-teriak dan menangis minta bantuan. Anda tak perlu buru-buru mengangkat si kecil dan langsung mendudukkannya. Yang ia butuhkan adalah petunjuk cara melakukan gerakan jongkok dari posisi berdiri. Anda dapat membantunya belajar menekuk kakinya, menurunkan tubuhnya hingga ke posisi jongkok, lalu posisi merangkak dan duduk.

Sekali anak dapat berdiri sendiri, ia akan terdorong untuk melakukannya terus menerus untuk melatih otot-ototnya. Ia akan berdiri, menunduk, jongkok dan berdiri lagi. Sekali-sekali si kecil juga melangkah sambil berpegangan pada tepian boksnya. Tapi ini bukan pertanda ia dapat berjalan. Si kecil sedang belajar menyeimbangkan tubuhnya untuk maju pada keterampilan berikutnya, yaitu melangkah.

Bila Anda ingin merangsang anak siap melangkah, Anda dapat menyediakan benda yang cukup kuat dan tidak mudah terguling untuk didorong-dorong oleh si kecil. Misalnya, kursi kayu yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan.

Waspadai keterlambatan

Anak-anak berkembang dengan caranya masing-masing. Ada anak yang lebih cepat berkembang dari anak Anda, ada juga yang lebih lambat. Ada yang baru benar-benar dapat berdiri sendiri di usia 1 tahun. Tapi ada pula anak yang baru dapat melakukannya di usia 14 bulan.

Bila anak Anda di usia 18 bulan masih terus merangkak atau tidak belajar berdiri, Anda boleh waspada. Meski juga perlu diingat bahwa anak yang lahir prematur akan mengalami keterlambatan. Anda dapat menanyakan keadaan buah hati Anda ini pada dokter keluarga Anda.

cLoudy
08-21-2007, 09:15 AM
Si kecil baru saja bisa berjalan. Selang tiga bulan kemudian, ia terdorong ingin melakukan gerakan menendang. Bagaimana mengarahkannya?

Berat badan si kecil sekarang tiga kali berat lahirnya. Berjalan sendiri dapat dilakukannya dengan baik. Ketika dilihatnya sesuatu yang menarik di dekat kakinya, ia pun jongkok dan mengambilnya. Ia kemudian berdiri, dan berjalan sambil membawa benda itu.

Di usia 1 2 tahun ini, anak pun dapat menikmati dongeng yang Anda ceritakan padanya. Penurunan jumlah jam tidur, membuat si 1 tahun punya waktu untuk bermain serta mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Meski saat berada di antara anak sebaya, ia masih bermain paralel. Anak usia ini memang masih egosentris, sehingga ketika berada di antara anak lain ia bisa asyik bermain sendiri.

Gerakan mudah

Menendang, sebenarnya sudah dilakukan manusia sejak bayi, namun belum terarah. Gerakan-gerakan menendang yang lebih mirip mengayuh, terjadi pada bayi ketika ia menangis atau sedang gembira.

Gerakan menendang yang sesungguhnya, dapat dilakukan oleh anak di usia sekitar 15 bulan. Tendangan ini pun sebetulnya belum terarah, karena anak belum mampu mengendalikan tendangannya.

Melatih anak menendang bola sebenarnya tidaklah susah, karena bagi si kecil kegiatan ini sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah menyelaraskan lengan dan kaki pada awal ia akan menendang. Begitu keselarasan tercapai, keseimbangan pun diperoleh. Dan, ia akan dapat menendang serta mengikuti arah bola menggelinding. Karena kegiatan ini mengasyikkan, si 1 tahun tertantang untuk mengejar bola dan ditendangnya lagi bola itu.

Melatih si kecil menendang bola, dapat dilakukan dengan bola yang ringan dan besar. Bagi anak yang kesulitan memperoleh keseimbangan, tanpa bola pun latihan menendang dapat dilakukan di kolam renang. Anak-anak gemar mengayun-ayunkan kaki ketika berada di dalam air. Ayunan kakinya ini dapat memperkuat oto-otot kakinya, yang akan berguna bagi kegiatannya bermain tendang bola.

Mencontohkan

Bagaimana bila si kecil tidak juga mampu menendang bola? Anak-anak belajar dari memperhatikan orang lain, meniru orang itu, mendapat penguatan dan berusaha melakukannya. Untuk melatih anak menendang bola, misalnya, perlihatkan bagaimana cara Anda menendang.

Gelindingkan bola ke dekat kaki Anda, kemudian tendang perlahan ke arah kaki si kecil. Bila anak dapat menendangnya, pujilah dengan mengatakan, Bagus nendangnya Nak!. Pujian membuat anak senang dan ingin mengulanginya lagi.

Anak paham bahwa bola dapat ditendang bila berada di depan kakinya. Si kecil pun belajar bahwa kakinya berhubungan dengan bola, yaitu ketika ia menendang dan bola melambung. Ia pun segera paham, apa itu menendang.

Bagi anak, bola yang besar dan lembut lebih mudah ditendang dan ditangkap. Bila Anda dan si kecil melakukannya di dalam rumah, Anda dapat memberi contoh si kecil bagaimana menendang bola secara lebih terarah, yaitu dengan menendangnya ke arah dinding. Cara ini juga dapat digunakan untuk melatih si kecil menangkap bola. Ketika bola yang dilemparkan ke dinding terpantul, Anda sekaligus dapat melatih anak menangkap bola itu.

Bagi anak yang sama sekali belum dapat menendang, latihan menendang dapat dilakukan dengan menggunakan balon, karena balon lebih lama menggelinding dibanding bola. Latihan menyepak bola ini selain menyenangkan dan memperkuat otot kaki, sekaligus melatih pernapasan si kecil.

cLoudy
08-21-2007, 09:16 AM
Si kecil melakukan semua kegiatan dengan tangan kirinya. Anda berpikir akan lebih baik bila ia juga terampil menggunakan tangan kanannya. Anda bisa melatihnya.

Bill Gates menjadi seorang milyuner dengan tangan kiri. Demikian pula penggubah musik klasik, Mozart. Belum lagi si jenius, Einstein. Bisa dikatakan bertangan kiri bukan halangan untuk sukses. Jadi, mengapa sebagian besar orang tua tetap merasa cemas ketika si kecil kidal?

Tanda si kecil kidal

Sejak bayi si kidal dapat kita kenali. Syaratnya, si kecil harus aktif. Semakin aktif tangannya bereksplorasi, semakin mudah mengenali keadaannya. Di usia sekitar 2 tahun, paling tidak, tanda-tanda kekidalannya tak dapat ditutup-tutupi. Anak kidal melakukan semua kegiatan dengan tangan kiri. Refleks tangan kirinya pun lebih cepat dibanding tangan kanannya.

Sylvia Weber , penulis dan kepala sebuah lembaga konsultasi khusus untuk orang yang kidal di negara bagian Bavaria, Jerman, menyebutkan bahwa kidal adalah fenomena yang muncul secara herediter, diwariskan. Meskipun fenomena ini alami terjadi namun, dalam kultur timur seperti di Indonesia, anak kidal bisa menemui masalah.

Si kecil yang lebih terampil bertangan kiri untuk semua urusan, kerap kali harus berkali-kali mengulang sesuatu. Sebagai contoh, ketika bersalaman atau mengambil kue yang ditawarkan orang yang lebih tua, dengan tangan kirinya. Maka ia harus mengulang dengan tangan kanannya. Akibatnya, tak jarang, selain unik karena kidal, perkembangan rasa percaya diri anak kidal pun bisa terhambat.

Tak jarang anak kidal juga terampil melakukan sesuatu dengan tangan kanannya. Anak yang terampil menggunakan tangan kiri dan sekaligus kanan memang lebih beruntung.

Jangan dipaksa

Anak-anak kidal sering dianggap anak yang tidak sopan karena, misalnya, selalu lupa bersalaman dengan tangan kanan. Padahal, menurut Weber yang juga ahli biologi, dominasi tangan kiri memberi tanda bahwa aktivitas otak sebelah kanan lebih dominan. Demikian juga sebaliknya, dominasi aktivitas otak bagian kiri menandakan tangan kanan si kecil lebih kuat, lebih dominan.

Ini menjelaskan mengapa para ahli tidak menyarankan orang tua untuk sekonyong-konyong mengoreksi, apalagi dengan paksaan, saat mengajarkan si kidal untuk selalu melakukan sesuatu dengan tangan kanan. Kalau si batita, yang kidal, dipaksa selalu menggunakan tangan kanannya atau bahkan dicerca karena kekidalannya, maka aktivitas otak sebelah kanannya akan terhambat. Tak jarang anak kidal yang mengalami hal ini terganggu ingatan dan perkembangan rentang konsentrasinya. Bahkan, mengalami gangguan bicara dan orientasi, jelas Weber.

Aturlah semua di tengah

Kalau batita Anda ternyata kidal, terimalah dengan lapang dada. Pada kenyataannya penggunaan tangan kanan dan tangan kiri pada si kecil dapat dilatih.

Cara termudah melatih keterampilan menggunakan tangan kanan pada si kidal adalah dengan menempatkan benda-benda yang biasanya dipegangnya dengan tangan kiri, ke tengah. Misalnya, letakkan sendok makan di tengah piring. Demikian juga kudapan favorit dan benda kesayangan seperti kukis atau pensil warna. Dengan demikian anak akan terdorong untuk meraih dengan tangan kanan, ungkap Weber, ibu dari dua gadis cilik yang juga kidal seperti dirinya.

Tak perlu ragu memberikan pujian saat si kidal mulai terampil dan sigap mengguankan tangan kanannya. Memang perlu waktu untuk melatih si batita. Namun, asalkan Anda peka dan sigap memberikan penanganan, Anda masih punya banyak waktu untuk melatih keterampilan ini hingga si kecil masuk sekolah. Saat mana ia mulai dituntut aktif menggunakan kedua tangannya dengan terampil.

cLoudy
08-21-2007, 09:16 AM
Tulisan si lima tahun Anda masih saja jelek. Repotnya, ia ogah-ogahan berlatih menulis.

Kemampuan menulis memang membutuhkan keterampilan yang kompleks. Ini diawali dengan kemampuan menggenggam krayon dan membuat benang kusut pada usia sekitar dua tahun. Selanjutnya, mulailah perkembangan membuat kurva-kurva dan garis-garis yang merupakan modal awal membuat suatu huruf.

Si kecil tidak akan tiba-tiba mahir menulis jika tidak mendapatkan kesempatan untuk melatih motorik halusnya. Namun, tak perlu khawatir jika tulisan si lima tahun masih saja jelek. Dengan latihan dan semakin matangnya perkembangan otot anak, tulisannya akan semakin baik. Yang lebih penting, gugahlah minatnya untuk mencoba menulis.

Kapan bermasalah?

Beberapa anak memang mengalami masalah dalam keterampilan menulis. Jika khawatir, Anda dapat membicarakannya dengan guru si kecil. Guru melihat anak Anda dalam berbagai situasi di sekolah. Ia dapat membandingkan kemajuan si kecil dengan anak-anak lainnya. Dengan begitu guru dapat melihat jika ada masalah dengan anak Anda, kata Eve Stabinsky-Ackert , ahli pendidikan usia dini di Monroe , Connecticut , Amerika Serikat.

Namun, Pusat Kesulitan Belajar dan para ahli pendidikan usia dini di Amerika memberikan beberapa petunjuk untuk mengenali apakah si kecil Anda mengalami masalah dalam belajar menulis atau tidak. Sebagai berikut:

* Si kecil tampak tidak nyaman dalam menggenggam pensil atau bolpen.
* Bermasalah untuk merencanakan atau memulai menulis. Ia, misalnya, hanya duduk dan menatap kertas saja dalam waktu yang lama.
* Mudah frustrasi begitu disuruh duduk untuk menulis.
* Tidak ada minat untuk mengekspresikan diri di atas kertas.
* Gelisah secara ekstrim dan tidak dapat duduk diam untuk mencoba membuat sesuatu.

Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan jika si kecil mempunyi tanda-tanda seperti di atas. Keterampilan menulis akan tetap dipelajari si kecil hingga ia di Sekolah Dasar kelak. Selain itu, bermasalah dalam menulis bukan berarti ia mengalami kesulitan belajar.

Latih dengan bermain

Dalam melatih si kecil menulis, rancanglah sejumlah permainan yang menyenangkan. Mengingat, melalui cara inilah anak belajar. Carilah cara yang tidak memudarkan kemauan berlatihnya.

John Worobey, Ph.D, psikolog perkembangan dan pendidik anak usia dini dari Rutgers University , Amerika Serikat, menyarankan beberapa cara yang untuk menyokong keterampilan anak menulis.

* Saat Anda menulis daftar belanjaan, misalnya, minta si lima tahun mengikuti. Cara ini membuat anak menyadari pentingnya keterampilan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Tentu, Anda perlu membuat tulisan sejelas dan sebesar mungkin, agar mudah diikuti si kecil.
* Bermain dengan huruf magnet. Ini dilakukan untuk melatihnya menulis dan mengeja. Atau, Anda dapat memberinya majalah atau buku anak-anak yang memuat tugas menulis.
* Buat agar aktivitas ini tidak membosankan anak. Misalnya, menyatukan titik-titik yang berbentuk huruf. Pilih pensil berwarna atau krayon warna merah untuk huruf A, warna biru untuk huruf B, dan lainnya. Cara ini membantunya mematuhi aturan dan mengajarkan ketelitian.

cLoudy
08-24-2007, 01:09 AM
Sebagian besar mainan anak terbuat dari plastik. Tidak semua sesuai untuk anak.

Plastik memang memiliki peran cukup penting sebagai bahan dasar untuk berbagai perlengkapan anak. Coba lihat; dari botol susu, peralatan makan, kursi, hingga mainan anak terbuat dari plastik. Ini karena bahan plastik membuat perlengkapan tersebut lembut dan tidak kaku.

Untuk mainan anak yang terbuat dari plastik, sudah lebih dari 50 tahun para pembuat mainan plastik menggunakan bahan polyvinyl chloride ( PVC ) atau yang lebih dikenal dengan vinyl.

Aman dan tahan lama

Bahan vinyl memang kerap digunakan untuk membuat mainan dari plastik. Mengapa vinyl ? Bahan ini aman dan tahan lama. Selain itu, bahan ini dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

Memang kerap terdengar pertanyaan-pertanyaan seputar keamanan penggunaan bahan ini dalam mainan si kecil. Misalnya, apakah bayi bisa terkontaminasi bahan Diisononyl phthalate ( DINP ) yang ada dalam vinyl? DINP ini memang digunakan dalam pembuatan mainan plastik dengan tujuan membuat mainan jadi lembut dan fleksibel. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh American Council on Science and Health membuktikan, bahan DINP ini aman digunakan dan tidak melukai anak.

Sesuaikan usia anak

Meski mainan yang terbuat dari plastik aman bagi si kecil, namun orang tua perlu memilih mainan plastik yang sesuai dengan usia buah hatinya. Karena, kadangkala, ada mainan plastik yang mudah pecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga cukup berbahaya bagi anak usia prasekolah.

Bila anak Anda berusia antara enam bulan sampai satu tahun, Anda dapat memilihkan mainan plastik yang lembut dan tebal. Misalnya, aneka mainan kunci plastik besar yang dilengkapi dengan pegangan, balok aneka warna, atau mainan yang bila ditekan tombolnya dapat mengeluarkan bunyi-bunyi yang menarik.

Bagi anak usia satu sampai tiga tahun, Anda dapat memberi mainan plastik berupa aneka kotak yang dapat didorong menjadi beberapa ukuran, mangkuk dan sendok plastik, mobil-mobilan, boneka, telepon mainan, atau sepeda roda tiga.

Sementara bagi anak usia empat sampai lima tahun, Anda dapat memilihkan mainan plastik yang bersifat edukatif. Misalnya, lego atau menyusun balok-balok aneka bentuk.

cLoudy
08-24-2007, 01:10 AM
Lari, lompat, meluncur dan bergulat adalah hobinya. Jangan khawatir, ada banyak cara menjauhkannya dari kecelakaan fatal.

Hampir sebagian besar orang tua bingung dan gusar melihat aktivitas si dua tahunnya yang seakan tak kenal lelah. Beberapa menit berlari, beberapa menit memanjat, tak lama kemudian ia ada di atas matras berguling-guling. Sekadar panggilan alam atau dorongan diri yang tak terkendali?

Dimulai dari otak

Anak mengalami tumbuh-kembang otak paling pesat sejak dalam kandungan hingga tiga tahun pertama kehidupannya. Salah satu organ yang terbentuk sempurna adalah sistem vestibular yang bertugas sebagai organ keseimbangan.

Meski telah terbentuk sempurna namun, dalam hal fungsi, perlu banyak latihan. Menurut para ahli saraf, latihan yang dibutuhkan si dua tahun adalah permainan yang sarat aktivitas motorik yang menurut orang dewasa bersifat liar.

Yang termasuk dalam aktivitas motorik liar adalah kegiatan berlari, melompat, meluncur, bergulat (misalnya dengan ayah), berputar-putar, berayun, berjungkat-jungkit dan beberapa lagi yang lainnya. Mengapa dimulai di usia dua tahun? Di usia ini anak lebih aktif berkehendak, dan melakukan gerakan dengan tujuan tertentu.

Selain itu, tentu saja, secara fisik anak lebih matang dibanding ketika bayi. Artinya, sebagian besar dorongan untuk liar bergerak merupakan naluri alamiah anak.

Bagaimana jika anak cedera? Tenang saja! Kecelakaan membuat si kecil semakin menyadari keterbatasan fisik, sehingga ia lebih pandai mengendalikan gerakan energi yang harus dikeluarkan.

Sediakan fasilitas dan kesempatan

Tentu saja ketika kebutuhan alami anak meningkatkan risiko kecelakaan, orang tua turut andil. Artinya, ketika si kecil cedera terantuk sudut meja ruang tamu, ia tidak dapat disalahkan. Bagaimanapun orang tualah yang harus memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Untuk itu, Anda perlu merancang interior rumah dan ruang geraknya dengan cermat.

Untuk anak Anda yang berusia dua tahun atau lebih, hindari terlalu banyak perabot dalam rumah. Usahakan membeli sofa yang tidak bersudut atau berbahan lembut. Sebaiknya, lantai terbuat dari bahan yang sedikit menyebabkan risiko cedera. Hindari lantai yang terlalu licin atau keras. Berilah alas lembut di wilayah rumah yang kerap dijadikan tempat si dua tahun bereksplorasi.

Selain fasilitas, orang tua perlu memberi kesempatan seluas-luasnya bagi si dua tahun bergerak aktif. Misalnya, dengan menyediakan waktu di akhir pekan untuk bepergian ke tempat luas yang memberi kenyamanan dan aman baginya untuk bergerak bebas. Kehadiran dan keterlibatan Anda tentu diperlukan.

Penting bagi orang tua membiarkan anak aktif bergerak, kecuali apabila gerakannya mengganggu orang lain dan tak terkendali. Menurut Renate Zimmer , pendidik olahraga asal Jerman, kekayaan pengalaman dalam bergerak aktif ini membantu anak saat memasuki usia sekolah, terutama dalam belajar.

Zimmer menjelaskan, Dengan mengenali beragam gerakan dan posisi tubuh, anak akan pandai membedakan cara menghasilkan bunyi huruf b dan d berdasarkan perbedaan, bentuk dan posisi alat-alat artikulasi.

cLoudy
08-24-2007, 01:11 AM
Si kecil belum juga mampu melangkahkan kakinya. Apa yang terjadi padanya?

Di usia 16 bulan, Sasi hanya duduk memperhatikan berbagai hal di sekelilingnya tanpa upaya untuk berdiri, apalagi berjalan. Padahal, anak tetangga sebayanya sudah mulai berlari. Ada apa dengan si kecil Sasi?

Perhatikan tandanya

U mumnya bayi mulai bisa berjalan pada rentang usia 10 - 17 bulan. Yang sering terjadi, ia mulai berjalan di usia 1215 bulan. Namun, anak usia 16-17 bulan yang belum dapat berjalan, belum tentu bermasalah. Sebaliknya jika si kecil sudah berjalan di usia sembilan bulan, bukan berarti ia seorang calon sprinter di masa depan.

Sebuah penelitian di Inggris menemukan, dari 400-an anak yang belum bisa melangkahkan kaki, minimal enam langkah, pada usia 18 bulan, hanya sepertiganya yang benar-benar bermasalah.

Coba Anda cermati si kecil jika seperti sasi. Siapa tahu sebetulnya anak Anda normal, hanya mungkin ia punya pengalaman kurang menyenangkan. Misalnya, jatuh sehingga ia takut mencoba berjalan.

Kemungkinan lain, ia masuk kategori slow developer (lambat berkembang). Mereka ini umumnya terlambat 30 persen dari rata-rata pencapaian tumbuh kembang keterampilan motorik anak-anak seusianya. Anda perlu mewaspadai beberapa tanda yang menyertai keengganan si kecil berjalan. Antara lain, hingga usia 12 bulan anak kesulitan merangkak. Ia hanya berjinjit jika Anda mengangkatnya untuk membimbingnya berdiri.

Selain itu, di usia 15 bulan anak kesulitan untuk berdiri. Ia tampak limbung ketika mencoba tegak dan duduk dengan berat tubuh yang ditumpu ke satu sisi saja.

Periksakan pada ahli

Jika tanda-tanda tersebut Anda temui, cobalah konsultasikan pada ahlinya. Namun sebelum itu Anda bisa mencoba memacunya untuk belajar berjalan. Beri anak kesempatan sebanyak-banyaknya untuk berjalan dengan salah satu atau kedua tangan memegang tangan Anda. Kegiatan ini mungkin melelahkan, tapi jangan bosan melakukannya.

Upayakan anak tidak terlalu sering berada di kursi beroda untuk belajar berjalan. Biarkan ia bermain di lantai atau di playpen (tempat bermain), dan sediakan perabot, seperti kursi, yang dapat menjadi tumpuannya untuk berdiri dan merambat.

Pastikan perabot yang dijadikan pegangan cukup kokoh dan tidak mudah bergeser. Beri anak pujian dan dukungan terhadap usahanya untuk berjalan tanpa dibantu. Sebaliknya, jangan anggap remeh keengganan anak untuk belajar berjalan. Bagaimana pun, setiap anak itu unik.

Beri anak mainan untuk dipegang atau dipeluk yang dapat membantu mengalihkan perhatian saat ia, tanpa sadar, melangkahkan kakinya tanpa dibantu. Cara lain, Anda dapat meletakkan mainan dalam jarak tertentu sehingga ia terdorong untuk meraihnya dengan berjalan menuju mainan yang Anda pegang. Mainan yang dapat didorong dapat menjadi alat bantu si kecil berlatih berjalan.

Jika upaya Anda dirasa maksimal namun anak belum juga dapat berjalan hingga usia 16-17 bulan, apalagi ia sama sekali tidak menunjukkan keinginan mencoba; sudah saatnya berkonsultasi pada ahli guna penanganan lebih lanjut.

cLoudy
08-24-2007, 01:12 AM
Selain menyehatkan tubuh, olahraga dapat meningkatkan harga diri. Tunggu apa lagi? Ayo ajak si lima tahun menyenangi olahraga.

Olahraga, baik olahraga tim maupun individual, punya banyak manfaat. Sejumlah penelitian membuktikan, anak-anak yang melakukan aktivitas atletik, kecil kemungkinan mengalami kegemukan di kemudian hari. Juga disiplin latihan yang tertanam, membuat mereka cenderung berprestasi baik di sekolah.

Repotnya, menyiapkan si kecil untuk siap berolahraga yang terorganisasi seringkali tidak mudah. Sebagian anak prasekolah lebih siap secara fisik maupun emosional untuk berolahraga. Namun sebagian lain sebaiknya menunggu setahun kemudian, kata Rick Woff , penulis Sport Parenting Edge .

Memang menurut para peneliti dari Akademi Pediatrik Amerika, anak baru benar-benar siap bermain dalam tim di usia enam tahun. Walau demikian, sejak sebelum mencapai usia itu, Anda bisa mulai mengajak si kecil senang berolahraga.

Mendorong anak suka olahraga

Beberapa hal berikut dapat Anda upayakan agar olahraga menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak.

Biarkan memutuskan

Biasanya anak menyukai olahraga jika memang ia yang menginginkan atau ia menerima saran Anda. Jika si kecil menolak, hindari terus menerus mendorongnya. Berilah waktu satu atau beberapa tahun lagi.

Melihat pada kelompok nonkompetitif

Fokus terbaik bagi kelompok dengan anak seusia si kecil adalah pada pembentukan keterampilan, hubungan pertemanan dan kesenangan. Boleh saja memberi pujian padanya jika anak berhasil mencetak gol, misalnya. Namun tidak perlu mencatatkan nilainya. Sekali Anda melakukannya, si kecil khawatir jika apa yang dilakukannya tak mendapat nilai baik.

Cari pelatih oke

Punya sikap positif merupakan syarat bagi pelatih olahraga si kecil. Seorang pelatih haruslah sabar menghadapi anak-anak dan perlu mengajari bahwa membuat kesalahan itu bisa ditolerir. Tak perlu memarahi, membentak atau memberi peringatan.

Fleksibel

Lamanya suatu permainan dalam olahraga tim berkisar sekitar 45 menit. Namun, jika si kecil bosan atau capai bahkan tak mau lagi meneruskan, biarkanlah ia berhenti. Anak tak perlu mencapai lama waktu yang ditentukan. Di usianya kini si kecil masih dalam taraf belajar, termasuk dalam menyenangi sesuatu. Jika terlalu memaksa, bukan tak mungkin ia kehilangan minat dalam bermain.

cLoudy
08-24-2007, 01:12 AM
Ia kini tertarik menggunakan sendok. Anda dapat membantunya semakin terampil menggunakan alat bantu makan itu.

Coba Anda ingat-ingat, saat usia 7 - 9 bulan, si kecil sudah memperlihatkan ketertarikannya makan sendiri menggunakan jari-jarinya. Di usia kira-kira satu tahun, ia mulai tertarik menggunakan sendok. Ini ditunjukkan dengan menutup mulutnya saat Anda menyuapinya.

Dengan memberinya sendok, berarti Anda memberi kepercayaan padanya. Transisi makan sendiri dengan sendok adalah perkembangan penting dari bayi menjadi seorang anak. Makan sendiri menggunakan sendok merupakan langkah pertama anak belajar kemandirian dan percaya diri.

Awalnya, hanya sedikit makanan yang benar-benar masuk ke mulutnya karena sendok yang mengarah pada bagian atas atau bawah mulutnya. Namun, ini wajar, mengingat makan menggunakan sendok membutuhkan koordinasi mata dan tangan. Si kecil akan semakin mahir dengan seringnya ia berlatih.
Persiapan Anda

Anda dapat membantu si kecil dengan memberinya sendok untuk digunakannya sambil bermain selama waktu makan. Ini membantunya belajar bagaimana menggenggam sendok. Beri sendok plastik sesuai ukuran mulut si kecil. Biarkan ia bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan sendok ke mulutnya.

Meski menggunakan sendok, jari si satu tahun masih sering ikut mengambil makanan dari piringnya. Untuk itu, Anda perlu mencuci tangannya, sebelum dan sesudah makan.

Proses makan sendiri menggunakan sendok ini berlangsung sukses dengan dukungan kursi tinggi ( high chair ) untuk makan anak. Duduk nyaman dan bisa menopang di atas meja membuat si satu tahun dapat belajar menggunakan sendok dengan mantap.
Kesabaran Anda

Sabarlah melihat si kecil yang masih belum mantap menyendokkan makanannya ke mulut. Anda pun perlu siap-siap untuk membersihkan makanan yang tercecer, karena ia masih goyah menyendokkan makanan ke mulutnya. Alasi pakaiannya dengan tadah liur, siapkan alas untuk meja dan lantai, serta lap di dekatnya.

Makanan dengan tekstur tertentu, seperti pure kentang, dapat membantunya mempelajari keterampilan baru ini. Tekstur seperti ini membuatnya lebih mudah menggunakan sendok dan mendorongnya tetap mencoba, sekaligus mengurangi ceceran makanan yang jatuh dari sendoknya.

Sesekali, bantu si kecil. Suapkan makanan dengan sendok Anda. Tindakan Anda ini dapat meminimalkan rasa frustrasinya, karena makanan tak kunjung habis dari piringnya. Anda juga dapat membantu si satu tahun menyendok makanan dengan sendoknya dari piringnya, dan lantas membiarkannya sendiri mengangkat sendok makannya yang berisi makanan. Cara ini membuat anak tetap dapat makan dan merasa bangga, karena bisa melakukannya sendiri.

cLoudy
08-24-2007, 01:13 AM
Jika si satu tahun asyik bereksplorasi, kegiatan lain seolah tak penting. Sementara Anda mesti mengejar waktu, anak tenang-tenang saja fokus pada objek yang menarik perhatiannya.

Ketika Yani terburu-buru ingin pergi ke supermarket, si kecil Diah (1,5 tahun) justru tengah asyik-asyiknya mengamati semut yang berbaris di dekatnya. Ayo dong Diah, kita pergi yuk.! ujar Yani tidak sabar. Diah hanya tersenyum sambil berkata, Mut cemut ! Ia seakan tidak peduli ibunya harus segera pergi. Yang ada dalam fokus perhatiannya saat itu adalah betapa lucunya semut-semut di depannya berjalan beriringan.

Suatu pekerjaan

Bagi si satu tahun yang tengah asyik-asyiknya mengamati berbagai hal di sekelilingnya, waktu serasa berhenti jika ia menemukan sesuatu yang menarik. Semua indera anak terfokus ke satu titik sambil berusaha mencerna apa yang ada dalam pengamatannya. Terkadang si kecil merasa perlu meraba, mencium atau bahkan mencoba dengan memasukkan benda itu ke dalam mulutnya.

Di saat itu anak tak peduli apa pun yang ada di sekelilingnya. Menurut ahli perkembangan, apa yang dilakukan anak-anak seusia Diah merupakan pekerjaan yang umum mereka lakukan. Pekerjaan itu dilakukannya karena kebutuhan anak mengeksplorasi hal-hal yang menarik perhatiannya dengan lebih rinci dan memasukkan ke dalam memorinya.

Tidaklah heran jika Diah tak peduli ajakan ibunya untuk segera berangkat. Padahal, Diah biasanya antusias jika ibu mengajaknya ke supermarket . Yang selayaknya Yani lakukan adalah menghargai apa yang sedang dilakukan Diah. Ini adalah upaya gadis kecilnya untuk mempelajari lingkungan barunya.

Agar Anda dan si kecil tak frustrasi

Tentu saja perilaku si satu tahun itu tak selamanya menyenangkan, terutama jika dalam keseharian Anda terbiasa bergerak cepat. Bagaimanapun ini merupakan proses belajar anak yang harus dihargai. Karenanya, agar Anda dan si kecil tidak frustrasi menghadapi situasi yang bertolak belakang ini, beberapa cara berikut dapat dilakukan, antara lain:

* Buatlah bergerak sama menariknya dengan berhenti

Ketika anak sudah terlalu lama memperhatikan suatu objek dan Anda juga sangat dikejar waktu, buatlah situasi seolah-olah ajakan Anda untuk segera pergi semenarik dan seantusias mungkin. Misalnya, Anda dapat mengatakan, Waduh asyik lho. Sebentar lagi kita pergi ke supermarket nih. Di sana pasti banyak sekali yang bisa dilihat, ada apel, ada jeruk pokoknya asyik deh!

* Ajak anak bicara seperti orang dewasa

Si kecil biasanya mau mendengarkan kata-kata Anda jika Anda mengomunikasikannya dengan baik. Cobalah mengajak anak bicara dengan menatap matanya, sehingga ia tahu Anda serius mengajaknya berbicara. Ia juga merasa lebih dihargai, sehingga ia menghentikan kegiatannya dan mendengarkan Anda bicara.

* Ajukan pilihan

Jika anak sulit dialihkan perhatiannya, cobalah memberikan pilihan. Misalnya, Hei, enaknya kita pergi naik bajaj atau taksi ya? Dengan cara ini, anak akan merasa senang dan dihargai. Biasanya si kecil langsung menghentikan kegiatannya sesaat setelah ia menentukan pilihan.

Esthi Nimita Lubis

cLoudy
08-24-2007, 01:14 AM
Keterampilan si kecil menggambar kian pesat. Ia kini mampu menggambar wajah manusia.

Menggambar bisa jadi kegiatan favorit anak Anda sejak ia berusia dua tahun. Di usia empat tahun, si kecil mampu membuat gambar wajah orang. Apakah kini ia baru menyadari adanya wajah orang? Atau, baru di usia ini keterampilan motorik halusnya membuat anak mampu menuangkan wajah manusia dalam gambar?

Perkembangan berkesinambungan

Keterampilan menggambar anak sebenarnya dimulai jauh sebelumnya, yaitu sejak ia berusia satu tahun. Saat itu anak mulai dengan kemampuan menggenggam krayon. Meski dicapai dalam usia berbeda-beda, rata-rata di usia 16 bulan anak mampu membuat coretan-coretan berupa benang kusut. Setelah mampu menggenggam krayon, di usia 19 - 25 bulan anak mampu menggenggam pensil dan pensil warna.

Lama kelamaan, sejalan dengan perkembangan motorik halus dan kesempatan untuk berlatih, kemampuan anak meningkat dengan dapat membuat kurva pada gambarnya. Kini, di usia empat tahun, ia dapat menggambar bagaimana wajah. Ia tahu di mana letak telinga, mata dan mulut. Ini semua berkat perkembangan kemampuan spasial dan persepsi kedalaman selain, tentu saja, kematangan koordinasi tangan dan mata.

Selain bisa menggambar wajah, sebelum usianya lima tahun, anak mulai belajar membuat garis horisontal, mencontoh sebuah lingkaran atau segi empat, dan juga menggambar orang. Tentunya gambar orang ia mulai dengan membuat stick figures .

Kesempatan dan latihan

Meski umumnya anak usia empat tahun sudah mampu membuat wajah dalam gambarnya, tetap saja, semua itu karena kesempatan untuk melatihnya. Jika anak tak pernah diberi kesempatan menggunakan krayon, tentu sulit baginya menggambar wajah orang atau benda-benda lainnya, karena tangannya tak luwes menggenggam.

Untuk melatih koordinasi tangan dan matanya, selain kesempatan berlatih menggambar, Anda juga dapat melatih si kecil melalui kegiatan-kegiatan sederhana seperti finger painting atau menulis dengan jari di atas gundukan kacang hijau atau beras.

Untuk melatih persepsi kedalaman, Anda dapat memaparkan berbagai objek yang ada di alam. Misalnya, bagaimana warna air di kolam renang yang dalam berbeda dengan kolam yang tidak dalam, padahal keduanya sama-sama berisi air. Atau, ajak anak mengamati warna tangga di dalam rumah, bagaimana cahaya membuat anak tangga berbeda warnanya. Sejalan dengan kematangan fungsi motorik, kesempatan berlatih dan perkembangan kognitifnya, si kecil akan semakin pandai menggambar.

cLoudy
08-24-2007, 01:15 AM
Ia gemar sekali berputar-putar. Kok tahan ya? Kita yang melihat saja pusing.

Santo (3 tahun) punya hobi baru: berputar-putar tanpa kenal lelah. Setelah beberapa kali berputar, ia berhenti dengan ekspresi wajah gembira karena sensasi putaran tersebut. Walaupun Santo kerap terhuyung-huyung, tetap saja ia mengulangnya lagi dan lagi.

Senang bergerak

Berulang kali mereka melompat, merangkak, melempar, dan menangkap. Kemampuan si 3 tahun menguasai tubuhnya, menambah keinginan mereka mencoba gerakan-gerakan baru. Jangan khawatir jika melihat gerakan anak-anak ini yang, kesannya, seperti tidak terkendali, karena dilakukan berulang kali tanpa mengenal lelah.

Si kecil kini sedang mengalami perkembangan motorik yang pesat dan mengagumkan. Mereka terlihat sangat energik dan bersemangat mengeksplorasi kemampuan fisiknya. Mereka bisa sangat gembira main kejar-kejaran, naik pohon atau balap sepeda.

Tetapi di saat yang sama, si tiga tahun juga senang menyusun balok, memasukkan air ke dalam botol, atau bermain pasir. Kegembiraannya berkait erat dengan aktivitas bermainnya. Bagaimana menurut Anda? Bisa jadi Anda mengatakan, Akhbiasa saja dan sangat sederhana.

Padahal, perkembangan keterampilan motorik anak tidaklah sesederhana yang Anda lihat. Gerakan-gerakan yang dihasilkan oleh tangan, kaki dan seluruh tubuhnya melibatkan aktivitas otot yang sangat rumit. Keterampilan itu mengandalkan kematangan koordinasi. Karenanya, jika Anda melihat kegiatan itu tidak terlalu membahayakannya, biarkan saja anak beraktivitas sesuai apa yang disukainya. Siapa tahu ia sedang melatih suatu keterampilan yang kelak berguna bagi kehidupannya.

Berputar untuk menstimulasi diri

Kegemaran si tiga tahun berputar-putar merupakan upayanya menstimulasi sistem vestibular, yaitu bagian organ di dalam telinga anak yang membantu keseimbangan tubuh. Berputar juga merupakan cara anak mengeksplorasi apa yang dapat dilakukan tubuhnya. Apakah satu putaran cukup membuatnya terhuyung-huyung, ataukah perlu tiga kali putaran lagi untuk mencapai sensasi tersebut?

Di mata orang dewasa, tingkah mereka kadang terasa aneh . Rupanya, si 3 tahun sedang menguji diri. Mereka ingin tahu seberapa cepat mereka mampu berputar, berapa lama dapat berputar dan apakah bisa tetap berdiri tegak ketika tiba-tiba berhenti berputar tanpa merasa pusing. Dengan cara itulah si tiga tahun mengenali kemampuan tubuhnya sendiri.

Anak seusia Santo pada dasarnya dapat memahami kemampuan fisiknya dan mulai mengerti apa yang berbahaya dan tidak. Dengan begitu, biarkan saja ia melatih diri dengan berputar-putar. Jika lelah atau pusing, si kecil akan menghentikan kegiatannya itu.

Perlu diwaspadai agar anak tak tertular kecemasan Anda. Bisa-bisa si kecil tak percaya kemampuannya. Akibatnya, ia enggan melatih keterampilan fisiknya yang, jangan-jangan pula, mengakibatkan perkembangan kemampuan fisiknya terhambat.

cLoudy
08-24-2007, 01:16 AM
Selain melatih kemampuan motorik, kognitif dan emosi, berkegiatan di alam juga mengasah kecerdasan naturalis anak.

Anak balita penuh rasa ingin tahu. Namun, di usia lima tahun kini, sejalan dengan semakin banyak pengalamannya dan pesatnya perkembangan motorik, memungkinkan anak mengikuti berbagai kegiatan orang dewasa.

Berkegiatan di alam, seperti menjelajah hutan kecil di pinggir kota , atau sekadar berkebun di belakang rumah, bisa pula jalan-jalan di pematang sawah atau ikutan ayah memancing, dapat menjadi pilihan. Selain melatih kemampuan motorik anak, kegiatan-kegiatan tersebut menstimulasi kecerdasan naturalis si lima tahun.

Tentu diperlukan kemampuan motorik yang memadai untuk melakukannya. Kemampuan tersebut sedikit banyak dimiliki si lima tahun yang otot-otot tubuhnya semakin kuat.

Dalam hal memancing, misalnya, ayah bisa mengarahkannya memegang alat pancing dan melemparkannya. Apa yang Anda berdua lakukan, tentu, tak semata bertujuan mendapatkan ikan, tapi juga menikmati kegembiraan bersama. Tambahan lagi, ayah-anak berdua di alam yang tenang, menanti ikan mencaplok umpan di kail, bisa lebih mengakrabkan hubungan.

Pentingnya persiapan

Apa saja manfaat melakukan kegiatan di alam bersama si kecil? Dalam hal memancing, selain motorik si kecil terlatih, pembicaraan mengenai hewan air dan alam sekeliling merangsang kecerdasan naturalis anak.

Untuk melakukan kegiatan itu tentu perlu persiapan khusus:

* Siapkan segala keperluan memancing.

Anda bisa menyiapkan alat pancing untuk pemula yang dapat Anda beli di beberapa toko alat olahraga. Kemudian, latih si kecil melempar alat pancingnya.

* Tentukan tempat memancing.

Anda dapat melakukannya di sungai atau di tempat pemancingan umum. Hal ini memberi kesempatan lebih besar pada anak untuk mendapatkan ikan. Saat si ikan terpancing, bantu si kecil melepas kail yang menancap di mulut ikan.

* Ceritakan padanya tentang ikan, sungai atau empang dan tumbuhan di sekeliling.

Misalnya, bagaimana ikan bernapas? Apa makanannya? Bagaimana berkembang biak? Anda berdua dapat membicarakan secara sederhana jenis-jenis ikan yang biasa ditemuinya. Atau, bahasan mengenai hembusan angin semilir, dan awan di langit dengan berbagai bentuk. Dari pembicaraan itu si kecil mengenal perbedaan, belajar menganalisa dan mencari kaitan antara angin, awan dan hujan.

cLoudy
08-24-2007, 01:17 AM
Berbagai kegiatan fisik bisa dipelajari anak untuk melatih dan mengembangkan berbagai keterampilannya. Carilah sarana yang tepat dengan pembimbing yang kompeten.

Anak mana yang tidak suka bermain? Jawabannya: Anak yang tidak sehat atau yang tidak gembira. Melonjak-lonjak, berlari adalah ciri anak yang fit . Memang, bila anak kita terlalu adem ayem, kita layak khawatir. Koordinasi motorik, kemampuan berinteraksi dan kognitif semuanya adalah bekal hidup yang amat penting. Dan cara terbaik membinanya adalah dengan mengajak anak aktif bergerak, bermain dan bergaul.

Caranya? Carilah sarana bermain yang bagus dengan staf yang kompeten. Kidsports di Pondok Indah, Jakarta Selatan, adalah salah satu contoh yang terbaik. Mari kita lihat keriangan anak ketika bermain di sana di bawah pengawasan staf lembaga ini. Alternatifnya, barangkali Anda bisa juga tiru ketika bermain dengan si kecil dan temannya.

Bergelantungan di tangga

- Kegiatan:

Si kecil dapat melakukan aktivitas bergelantungan di tangga yang dipasang horisontal (dengan menggunakan penumpu). Bantulah si kecil memegang batang-batang pada tangga tersebut. Setelah berhasil, peganglah badannya. Minta ia menendang sebanyak dua hingga tiga kali. Perlahan-lahan lepaskanlah pegangan pada tubuhnya. Kemudian, bantu ia untuk turun dengan melompat ke karpet yang telah diberi alas matras.

- Manfaat:

Latihan ini berfungsi untuk melatih koordinasi mata dan kaki, melatih kekuatan otot tangan, melatih keberanian (tidak takut ketinggian) dan menaruh kepercayaan pada orang lain. Dengan bergelantungan pada tangga, si kecil juga melatih perkembangan otak kirinya, yang berguna bagi keterampilan berbahasa.

Mendorong oktagon

- Kegiatan:

Si kecil dapat mendorong sebuah busa besar berbentuk tabung oktagon (segi delapan) dari satu titik yang telah ditentukan ke titik lain. Buatlah tanda yang jelas pada kedua titik tersebut, misalnya dengan menempel kertas berwarna. Mintalah si kecil mendorong dengan kedua tangannya.

- Manfaat:

Latihan ini berfungsi melatih kekuatan otot tangan. Selain itu, si kecil juga belajar mencapai target yang dituju.

Lari , melompat dan berguling-guling

- Kegiatan:

Ajak si kecil berlari menaiki sebuah segitiga yang terbuat dari busa yang padat ( wedge ). Ketika tiba di puncak segitiga tersebut, mintalah ia melompat ke segitiga yang lain. Kemudian, ajak si kecil menuruninya dengan menggulingkan badannya hingga ke bawah.

- Manfaat :

Aktivitas ini melatih keberanian si kecil, mengajarkan keseimbangan tubuh, melatih kepekaan gravitasi (dengan berguling-guling menuruni wedge ) dan mengajarkan di kecil untuk bersosialisasi.

Gerak dan lagu

- Kegiatan :

Ajak si kecil bernyanyi bersama. Perdengarkan lagu-lagu yang dikenalnya, kemudian ajaklah ia bersuara dan bergerak mengikuti lagu tersebut. Minta si kecil mengangkat tangan dan menggerakkannya (melakukan gerakan gunting), mengangkat kaki, telentang, mengayuh, dan melakukan berbagai gerak lainnya agar seluruh tubuh ikut berolahraga.

- Manfaat:

Selain melatih gerak tubuh, melalui kegiatan ini si kecil juga melatih pendengaran dan koordinasi antara pendengaran dan anggota tubuhnya. Juga, meningkatkan kemampuan berbahasanya.

Melompat dan jungkir balik

- Kegiatan:

Untuk permainan ini diperlukan balok busa dan matras. Ajak si kecil melompat ke atas balok busa yang tidak terlalu tinggi, kemudian mintalah ia menuruninya dengan melompat. Setelah itu, minta ia untuk jungkir balik di atas matras. Jangan lupa berikan tepuk tangan setelah ia selesai melakukannya.

- Manfaat:

Latihan ini sangat baik untuk melatih keberanian, penguasaan ruang dan kelenturan tubuh anak.

Bermain parasut

- Kegiatan:

Bukalah sebuah parasut berwarna-warni. Ajak si kecil dan teman-temannya bersama orang tua untuk memegangi ujung parasut tersebut. Kemudian, mintalah semua yang memegang untuk menggerakkannya. Parasut akan bergerak seperti ombak di laut. Setelah itu, mintalah anak-anak untuk merangkak menuju ke bawah parasut.

- Manfaat:

Selain belajar mengenal warna, permainan parasut juga melatih sosialisasi dan kerjasama dengan orang lain. Selain itu, dengan merangkak ke bawah parasut, si kecil belajar melatih keberanian dengan berada di ruang yang sempit dan gelap.

cLoudy
08-24-2007, 01:18 AM
Si lima tahun tampak enggan terlibat dalam permainan bersama teman. Ada apa?

Bermain adalah hidup anak-anak. Tak ada anak yang tidak suka bermain. Jika si lima tahun Anda terlihat tidak tertarik untuk bermain atau terlibat permainan bersama teman-temannya, Anda perlu mencermati.

Mengapa enggan ikut?

Biasanya anak tidak tertarik bergabung dalam suatu permainan karena ia merasa kurang berkenan dengan teman-teman bermain. Memang anak usia sekitar lima tahun yang telah mengenal kehidupan berteman, biasanya dapat menentukan teman dengan siapa ia ingin bermain bersama, dan teman mana yang tidak masuk hitungannya. Jadi, keengganannya bergabung mungkin karena ia merasa kurang klop dengan si teman

Kemungkinan lain adalah, jenis permainan yang dimainkan teman-temannya tak lagi menarik baginya. Hal ini bisa terjadi karena ia terlalu sering memainkan permainan tersebut, sehingga kehilangan tantangan. Bisa jadi pula keterampilan si lima tahun jauh di atas tuntutan permainan tersebut, sehingga ia merasa bosan.

Bantuan Anda

Jika si lima tahun dan teman-teman berada dalam situasi permainan yang kurang tantangan, Anda dapat mengintervensi. Tambahkan detil permainan atau gunakan mainan-mainan berbeda, sehingga menjadi sesuatu yang baru bagi anak. Misalnya, memberikan roti maupun kue kering dan teh sungguhan saat bermain ibu-ibuan dalam imaginative games. Permainan-permainan yang dapat memperkaya imajinasi dan merangsang berpikir kreatif si kecil ini memang amat disukai anak-anak.

Tawarkan alternatif permainan-permainan yang dapat membuat si lima tahun tertarik. Tentu Anda perlu minta persetujuan teman-teman bermainnya. Anda dapat mengajak mereka melakukan creative games seperti menyusun balok dengan tingkat kesulitan lebih dari yang biasa ia lakukan. Misalnya, membangun menara tinggi dengan menempatkan suatu bentuk tertentu di ujungnya. Proses pembuatannya tentu butuh kesabaran dan ketelaten dalam tingkatan tertentu.

Socialization games juga dapat menjadi pilihan menarik. Si lima tahun dan teman-teman sebayanya pasti senang bila bermain Tumpuk Tangan yang seru. Sekitar 5 - 10 anak duduk dalam lingkaran, lantas satu persatu meletakkan kepalan tangan kanan yang diletakkan di atas kepalan tangan teman lain, disusul menumpukkan kepalan tangan kiri. Setelah semua kepalan tangan tertumpuk, kepalan paling bawah berpindah ke atas dan seterusnya dengan gerakan perpindahan yang semakin cepat. Duh seru dan ramainya!

Tak cocok dengan teman

Bila si lima tahun tampak enggan terlibat dalam suatu permainan karena merasa tak cocok dengan temannya, Anda dapat mendorongnya bergabung tanpa memaksa. Pada usia lima tahun, anak memang mulai memilih-milih teman. Jadi, jika ia enggan terlibat dalam suatu permainan, bisa saja karena ia merasa teman-teman yang tengah bermain itu bukan benar-benar teman pilihannya.

Saat bermain ibu-ibuan, misalnya, selain mendorong si kecil bergabung, Anda pun bisa ikut sebagai salah satu pemainnya. Ketengahkan hal-hal yang dapat membangkitkan minat si lima tahun. Juga, arahkan dia untuk berdialog dengan teman. Jika si lima tahun mulai tampak senang dan bisa menikmati permainan, Anda dapat meninggalkannya perlahan.

cLoudy
08-24-2007, 01:20 AM
Gemar memerintah, tak mau mengikuti aturan, dan selalu ingin orang lain mengikuti keinginannya, si tiga tahun tunjukkan pada Anda dan juga teman sebayanya.

Ibu! Kakak masih mau main! Ibu jangan ganggu dong! teriak Alia dengan lantang saat Arleta, sang ibu, memintanya berhenti bermain dan segera mandi.

Ayo Alia, sudah sore nih. Nanti air hangatnya keburu dingin lho, bujuk Arleta dengan nada lembut.

Tapi Alia masih mau main, Bu. Mandinya nanti dulu ya. Alia masih mau main boneka sampai selesai, jawab Alia tak mau kalah.

Arleta hanya mampu terbengong-bengong mendengarkan ucapan putrinya yang berusia 3,5 tahun ini. Hebat, putri kecilku sudah bisa ngatur aku, ujar Arleta dalam hati.

Mengapa terjadi?

Di usia kira-kira tiga tahun, anak mulai menunjukkan ke-aku-annya dan mulai ingin agar orang lain menuruti kemauannya. Tak jarang anak-anak usia ini bersikap seperti seorang bos kecil yang ingin serba dilayani dan dipenuhi setiap keinginannya. Tak heran bila mereka cenderung memerintah dan sulit dikendalikan.

Pada masa ini si tiga tahun sebenarnya sedang berusaha mematangkan keberadaan diri dan kontrol dirinya dalam upaya membentuk hubungan sosial dengan lingkungannya. Dalam menghadapi masa perkembangan ini, anak perlu dibantu agar dapat menempatkan keinginan dan perasaannya dalam perspektif yang tepat. Anda perlu memberikan penjelasan dan batasan pada si kecil mana tingkah laku yang dapat dan tidak dapat ditoleransi.

Dengan demikian, Anda dapat membantu si tiga tahun belajar mengontrol diri. Anak dengan kontrol diri yang baik lebih siap berinteraksi dengan baik pula di lingkungan sosialnya.

Hadapi dengan bijaksana

Tak selalu menyenangkan melihat si tiga tahun jadi sesosok bos kecil yang gemar memerintah dan selalu menginginkan orang lain menuruti segala maunya. Anda perlu membimbing dan menjelaskannya secara bijaksana agar ia dapat bersikap lebih baik.

Misalnya, saat anak bersikeras dengan keinginannya dan menginginkan Anda mengikuti kemauannya, Anda tak perlu buru-buru mengatakan tidak boleh. Lebih baik Anda berkompromi dengannya.

Ajaklah si tiga tahun bicara untuk memperoleh solusi masalah yang menguntungkan masing-masing pihak. Misalnya saja, saat anak masih ingin bermain, sementara Anda ingin ia berhenti bermain dan segera mandi sore; tak ada salahnya Anda dan si kecil berkompromi. Ia masih boleh main selama 10 menit lagi, setelah itu ia harus segera mandi.

Melalui cara berkompromi dan berdiskusi dengan anak ini, selain akan mencapai solusi menguntungkan kedua belah pihak, juga melatih si kecil berani dan mahir berkomunikasi.

Namun Anda perlu membatasi diskusi. Bagaimana pun orang tua adalah pihak yang memegang keputusan final. Oleh karenanya, Andalah yang menetapkan solusi yang diperoleh dari kompromi Anda berdua. Dari situasi ini pun anak semakin paham ia tak bisa memaksakan keinginannya dan ia juga perlu belajar mengontrol diri.

cLoudy
08-24-2007, 01:21 AM
Selalu dilindungi dan dituruti membuat si kecil jadi sosok penuntut. Minimnya waktu orang tua yang diganti dengan memberi materi, semakin memperkuat perilaku buruk anak.

Anto anak bungsu dari lima bersaudara, berusia 7,5 tahun dan duduk di kelas 2 SD. Akhir-akhir ini ia sering mencuri uang orang tuanya, anggota keluarga di rumah, uang milik tamu di rumahnya, juga uang milik teman di sekolah. Ia juga malas dan lebih senang bermain. Apa masalah Anto? Fenny Hartiani, Psi. menganalisa.

Cerita ibu:

Nama saya Ratna. Saya ibunya Anto. Seorang ibu memperkenalkan diri dengan tegang. Setelah duduk dan menenangkan diri, ia mulai bercerita.

Lima bulan lalu saya kehilangan uang Rp. 150.000,- dari dompet saya. Beberapa hari setelah saya kehilangan uang, Anto sering membawa makanan atau mainan mahal, setiap pulang sekolah. Saya tanya orang rumah, apakah ada yang memberinya uang. Mereka bilang tidak.

Ratna mengatakan, saat Anto bermain, ia memeriksa tas sekolah anaknya dan menemukan uang lebih dari Rp. 90.000,- terselip di dalam buku Anto. Waktu saya tanya dari mana ia dapat uang untuk beli jajanan atau mainan, Anto bilang dikasih teman. Meski curiga, saya tidak tega mengusut lebih lanjut, ujar Ratna.

Ratna melanjutkan, Beberapa minggu setelah kejadian itu, ganti kakaknya yang nomor empat, yang sudah kuliah, kehilangan uang Rp. 100.000,-. Sama seperti kejadian sebelumnya, sepulang sekolah Anto membawa makanan dan membeli mainan.

Kali itu Ratna tak bisa menahan diri, dan terus bertanya dari mana Anto mendapat uang. Semula Anto masih berbohong bahwa makanan dan mainan itu pemberian temannya, Andre. Tetapi setelah saya cek ke Andre, ia mengaku tidak memberi apa pun pada anak saya. Malah, menurut Andre, Antolah yang sering mentraktir teman-temannya. Setelah saya desak, Anto mengaku mengambil uang untuk mentraktir teman. Dengan mentraktir, ia disukai teman dan bisa menyuruh-nyuruh teman, kata Ratna.

Pengakuan Anto membuat Ratna sangat kesal. Ia menghukum Anto dengan memukul pantatnya berkali-kali. Saya sedih dengan kenyataan ini. Anak yang selama ini saya penuhi keinginannya masih juga merasa kurang. Memang saya tidak mengizinkan Anto jajan, takut kurang kebersihannya. Dengan saya pukul, saya kira dia jera. Ternyata tidak, kata Ratna sambil terisak.

Setelah dihukum, Anto mengambil kotak tempat menyimpan uang kecil milik ayahnya, tamiya milik teman sekolahnya yang bertetangga dengannya, dan juga uang milik tamu yang sedang menginap di rumah kami. Setiap ketahuan Anto minta maaf, kata Ratna.

Melihat wajahnya yang memelas timbul rasa kasihan dan bersalah atas apa yang kami lakukan padanya. Saya dan ayahnya menyesal sudah menghukumnya secara fisik. Kami tidak bisa tidak menghukumnya. Tapi, biasanya, setelah itu kami beri dia mainan sebagai ganti rasa bersalah kami, lanjut Ratna.

Cerita ayah:

Ayah Anto, yang tidak tergolong muda lagi, datang dan menceritakan tentang anaknya, Anto, anak bungsu kami ini jarak usianya memang cukup jauh dari kakak-kakaknya. Kakaknya nomor empat saja sudah duduk di semester satu perguruan tinggi.

Bagi ayah, anak laki-laki sangatlah penting karena empat anaknya perempuan. Wajar kan Bu bila saya maupun ibunya mengistimewakan dia? Apalagi ia bisa lahir selamat, mengingat waktu mengandung dan melahirkan usia istri saya tidak muda lagi. Kami merasa punya mainan baru. Karena beda usia dengan kakak-kakaknya sangat jauh, mereka memperlakukan Anto seperti anak kecil. Mereka cenderung memanjakannya, ujar ayah.

Sayang, kami memang kurang waktu untuk Anto, karena saya sibuk bekerja. Sedangkan ibunya juga aktif di luar rumah mengurus organisasi kewanitaan. Anto diasuh oleh pengasuh sampai akhir TK B. Kami memberhentikan pengasuh tersebut karena ketahuan mencuri. Anto sangat lekat dengan pengasuhnya dan ia sebetulnya tidak membolehkan kami memecat pengasuh itu, kata ayah.

Sewaktu ditanya bagaimana keluarga menjaga privasi, terutama terhadap barang berharga, ayah mengaku mereka kerap teledor menaruh dompet, uang atau perhiasan. Setelah dipakai, perhiasan ibu juga diletakkan begitu saja di atas meja rias.

Anto tergolong anak yang biasa-biasa saja. Sejak masuk kelas satu, belum ada prestasinya yang menonjol. Bila belajar ia masih selalu harus diingatkan orang tua, tidak betah lama dan cepat bosan. Anto memang tidak rutin mendapat pemantauan dan bimbingan belajar dari kami, karena saya dan istri saya sering kelelahan sesampainya di rumah. Kadang-kadang yang mengawasi Anto belajar adalah anak kami yang nomor empat. Mungkin karena itu, Anto lebih banyak bermain.

Cerita Anto:

Kesan pertama tentang Anto, ia memang anak manja. Anto minta ditemani kedua orang tuanya saat diwawancara. Ia pun mulai merajuk agar keinginannya terpenuhi. Dan, ayah-ibunya menuruti. Dengan alasan kedua orang tua diminta menghubungi petugas, Anto mau ditinggalkan sendiri meski terpaksa.

Pada pertemuan kedua, saat ditanya tentang temannya, Anto mengatakan ia punya sahabat bernama Andre. Andre suka mentraktirnya, karena ia sendiri tidak pernah diberi uang jajan oleh ibunya. Anto pernah meminta uang untuk jajan tetapi tidak diberi, katanya.

Anto juga bosan dengan bekal makanan dari rumah. Ketika disinggung apa yang dilakukan seandainya ia punya uang banyak? Ia mengatakan akan ganti mentraktir teman-temannya. Anto senang punya banyak teman dan mau main apa saja, tambahnya lagi.

Anto juga mengaku sering merasa sepi di rumah. Memang ia sesekali bermain dengan teman yang menjadi tetangganya, namun tidak setiap hari ia lakukan. Anto lebih senang bermain di rumah. Menurutnya, mainan temannya itu tidak sebanyak miliknya.

Ketika ditanya apa yang dikatakan Andre bila seseorang memiliki keinginan. Anto mengatakan, Kata Andre kita boleh mengambil punya orang lain. Tapi si Mbak dipulangin mama itu karena ia suka mencuri. Sedih juga sih enggak punya Mbak.

Analisa dan saran

Berdasarkan pemeriksaan psikologis, Anto sesungguhnya anak yang cerdas. Secara umum daya tangkap dan logika berpikirnya berfungsi dengan baik. Aspek yang kurang berkembang adalah pemahamannya akan aturan dan norma yang berlaku di lingkungan sekitarnya.

Pola asuh orang tua yang selalu melindungi dan menuruti keinginan Anto, membuatnya jadi penuntut. Minimnya waktu untuk anak membuat orang tua merasa bersalah dan menggantinya dengan materi, sehingga penanaman nilai moral pun terabaikan.

Kekhawatiran orang tua yang berlebihan dengan tidak memberikan uang jajan malah membuat anak ingin mencuri uang agar keinginannya untuk jajan terpenuhi. Tak disadari oleh orang tua, saat membelikan mainan, sebagai ganti rasa bersalah setelah menghukum, menjadi penguat perilaku anak mencuri.

Keinginannya untuk menjadi bos seperti di rumah, karena terbiasa dilayani kebutuhannya, terakomodir dengan jalan membeli teman yakni mentraktir jajan teman-temannya. Nilai negatif dari teman sebaya juga diserap anak dan diikuti agar ia tidak ditinggalkan teman. Teman sangat berarti bagi Anto di tahap usianya yang memasuki usia sekolah. Berdasarkan data tersebut kepada orang tua disarankan:

* Mengubah pola asuh. Anak perlu aturan yang jelas dan tegas tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan berikut contoh-contoh perilaku serta alasan yang mendasari. Jelaskan konsekuensi positif bila ia mematuhi dan sanksi (bukan hukuman fisik) bila ia melanggarnya. Konsistensi menerapkan aturan sangat berpengaruh pada hasil yang akan dicapai.
* Melakukan kontrol ketat terhadap penyimpanan barang berharga, dan mengingatkan seluruh anggota keluarga lain untuk juga melakukannya.
* Memberikan uang saku secukupnya kepada Anto agar ia dapat mengikuti tren teman sebaya. Ini penting untuk sosialisasi. Namun penting juga memberi kepercayaan pada Anto untuk menggunakan uangnya secara bertanggung jawab.
* Meluangkan waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak dan membantunya belajar. Orang tua juga diminta lebih sering menyelipkan pesan moral saat bercerita atau bercengkrama. Juga, berusaha memberi contoh tentang ketaatan beragama.
* Melatih kemandirian anak melalui tugas-tugas menolong diri, dan tidak menganggap Anto sebagai anak kecil yang harus selalu dibantu. Ini tidak hanya berlaku bagi orang tua, tetapi juga bagi semua orang dewasa di rumah.

cLoudy
08-24-2007, 01:28 AM
Si satu tahun inginnya bermain dengan anak lebih tua. Sedangkan anak yang lebih tua mana mau! Ada cara membuat keduanya kompak.

Ketika melihat tetangganya yang lebih besar bermain, Ridha (18 bulan) langsung minta turun dari gendongan ibunya untuk ikut bermain. Mas Ado Mas Ado , ujar si kecil Ridha sambil berlari menghampiri Aldo (4 tahun) yang sudah duduk di TK.

Aldo tampak mendengus melihat Ridha. Sedangkan Ridha sepertinya tak merasa kalau Aldo enggan bermain dengannya. Terus saja Ridha mengikuti dan memperhatikan dengan antusias dan gembira apa saja yang dilakukan Aldo.

Si kecil kagum, si besar ogah

Anak-anak usia sekitar satu tahun biasanya kagum dengan anak-anak yang lebih besar. Di mata mereka, kakak-kakak itu terlihat hebat. Sayangnya, si satu tahun masih belum cukup besar untuk diajak bermain bersama seniornya.

Bayangkan saja. Bagi si satu tahun, kakak yang berusia empat tahunan itu sepertinya mampu melakukan apa saja. Kakak jago main sepeda, pintar bersepatu roda, dan memainkan berbagai mainan lainnya.

Sedangkan bagi anak usia 4 5 tahun, si satu tahun sungguh menyebalkan. Bagi mereka, si unyil itu hanyalah pengganggu. Mereka tidak asyik diajak main. Apalagi jika si satu tahun menangis kesal karena sulit mengikuti permainan anak besar. Anak lebih besar tentu saja menilai anak-anak yang lebih kecil itu cengeng dan merepotkan. Tak heran jika anak-anak yang lebih besar enggan melibatkan adik-adik kecil itu dalam permainan mereka.

Kompak bersama

Sebetulnya, si satu tahun bisa digabungkan dengan anak lebih tua dalam satu permainan. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba:

* Memilih aktivitas yang tepat

Rencanakan suatu permainan yang digemari anak-anak yang berbeda usia. Misalnya, mendengarkan lagu dan berdansa bersama, atau mencat pagar kayu dengan cat air, supaya warnanya lebih awet. Hindarkan permainan yang justru memperjelas perbedaan kemampuan mereka, seperti permainan menyusun lego. Apalagi anak-anak usia satu tahun cenderung merusak semua yang telah tersusun rapi.

* Permainan serupa tapi tak sama

Jika si satu tahun ingin main suatu permainan yang belum dikuasainya seperti dilakukan teman yang lebih besar, carilah permainan yang hampir serupa. Misalnya, jika ia melihat kakak-kakak bermain sepeda, ajaklah si satu tahun menaiki mobil-mobilan yang bergerak dengan dikayuh oleh kakinya. Atau, minta anak yang lebih besar membantu mendorong mobil-mobilan si satu tahun. Namun permainan semacam ini tetap memerlukan pengawasan Anda.

* Memuji anak lebih tua

Puji upaya anak yang lebih besar untuk mau bersabar menghadapi ulah si satu tahun. Ini akan menghilangkan keengganan mereka untuk bermain dengan si satu tahun.

cLoudy
08-24-2007, 01:30 AM
Tempat Penitipan Anak (TPA) perlu Anda pertimbangkan jika si kecil tak ada yang mengasuh di rumah.


Di tengah kebingungan, kala tak ada pembantu, pengasuh, anggota keluarga atau orang lain untuk Anda titipi si buah hati, padahal Anda tetap harus beraktivitas di luar rumah, bisa jadi, TPA merupakan solusi. Di beberapa kota besar, TPA tidaklah sulit ditemui. Dari lokasinya yang dekat dengan perkantoran hingga TPA yang terletak di dalam kompleks perumahan. Terserah Anda mau pilih yang mana.


Kenali lebih dekat


Memilih TPA yang cocok bukan hal mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Yang jelas, sebuah TPA haruslah sesuai bagi si kecil agar ia tetap merasa aman, nyaman, dan bahagia. Bukan itu saja, tentu, agar si kecil juga mendapatkan pengasuhan, kesempatan bermain dan belajar dalam situasi yang menyenangkan.


Berikut ini beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan ketika berburu TPA:


* Sebagai langkah awal, kumpulkan informasi mengenai TPA-TPA incaran Anda. Informasi bisa Anda peroleh dari teman-teman di kantor, tetangga, kerabat, atau pun internet.


* Setelah menetapkan beberapa pilihan TPA (tentu melalui pertimbangan Anda dan pasangan, misalnya jarak yang dekat dengan rumah atau kantor Anda berdua, atau juga dari segi biaya), Anda dan pasangan perlu mendatangi TPA-TPA tersebut.


* Kenali TPA-TPA tersebut lebih dekat. Misalnya bagaimana bentuk fisik bangunan, ruangan, arena bermain anak, jumlah pengasuh dan juga perbandingan jumlah pengasuh dengan jumlah anak. Tak lupa Anda juga perlu mencari tahu kredibilitas TPA, misalnya izin beroperasi dan para tenaga ahli yang mendukung (dokter anak, psikolog anak, dan lain-lain).


* Bila Anda dan pasangan memilih satu TPA yang sesuai kriteria Anda dan pasangan, selanjutnya giliran si balita Anda yang menilai. Ajaklah ia ke TPA pilihan Anda. Lihatlah, apakah ia nyaman dengan suasana TPA itu, apakah pengasuh di TPA mampu menarik perhatian dan mengasuhnya serta menjaganya dengan aman dan hangat?


* Bila si kecil Anda berusia 1 tahun ke bawah, Anda dan pasangan harus lebih ekstra dan cermat dalam memilih TPA. Anda perlu mencari tahu tingkat pengalaman dan keterampilan pengasuh yang mengasuh dan menjaga bayi Anda. Bagaimana kondisi dan suasana ruang tidur dan juga bermain bayi? Bagaimana perbandingan jumlah pengasuh dan bayi?

Tak perlu buru-buru


Meski sebuah TPA punya brosur mendetil tentang fasilitas yang tersedia beserta biayanya, namun sebaiknya Anda selektif. Jangan tergesa-gesa percaya begitu saja, atau setuju dengan pendapat atau komentar orang lain tentang TPA itu. Bisa jadi TPA tersebut tak sesuai bagi orang lain, namun sesuai bagi Anda dan si kecil, atau sebaliknya.


Seperti Anda yang perlu waktu untuk mencari dan mengenal lebih dekat TPA yang dituju, si kecil pun demikian. Pada umumnya, bayi hingga berusia 7 bulan cepat beradaptasi dengan pengasuh dan lingkungan barunya. Namun anak usia 8 bulan 5 tahun perlu waktu adaptasi lebih lama dengan suasana baru. Karenanya tak perlu heran melihat balita Anda menangis, tantrum (mengamuk) atau juga menolak berinteraksi dengan pengasuh yang baru dikenalnya. Tak perlu risau, hadapilah dengan tenang dan temani si kecil beradaptasi dengan lingkungan baru itu.


Bila proses adaptasi tak kunjung sukses, bahkan si kecil tak bahagia, Anda perlu mengevaluasi apa kendala bagi si kecil, bagaimana program TPA, dan juga melihat kembali sosok pengasuh anak di TPA itu. Bisa saja hari-hari kurang menyenangkan di TPA terjadi dari waktu ke waktu. Namun bukan berarti hari yang kurang menyenangkan itu identik dengan kurang baiknya TPA tersebut. Untuk itu Anda dan pihak TPA perlu mencari penyelesaian yang tepat yang mendukung sikap positif si kecil yang menunjang aspek perkembangannya; semisal kemampuan sosial, mengembangkan sikap percaya pada orang lain, juga aspek fisik dan mentalnya.

cLoudy
08-24-2007, 01:30 AM
Keterampilan si satu tahun mengekspresikan kasih sayang semakin berkembang. Ia sungguh manis hati.

Anak usia 13 24 bulan semakin pandai mengekpresikan isi hatinya. Terutama rasa kasih sayang dan cinta pada orang lain seperti ayah, ibu, pengasuh, kakak, atau teman dan sepupunya.

Bentuk ekspresi afeksi

Si satu tahun sudah bisa segera memberikan feedback ketika orang lain bersikap atau berperilaku terhadap dirinya. Bentuk reaksinya beragam, dari reaksi verbal, mimik sampai perilaku.

Biasanya untuk memperlihatkan kasih sayang, si satu tahun berbagi benda kesayangan dengan orang yang disayangi. Atau, ia juga percaya orang yang disayanginya mau diajak bermain dan menemaninya di kala sepi.

Bersama teman sepermainan yang ia sayangi, si satu tahun biasanya tak segan memeluk, menggandeng dan selalu mengajaknya berkegiatan bersama. Selain kebersamaan, kasih sayang si kecil pada temannya kerap diekspresikan dalam bentuk berbagi, meski dalam tahapan perkembangannya, si satu tahun masih sibuk mengembangkan egonya.

Mengetahui dan menyadari perkembangan ini sangat berguna, orang tua dapat mendukung perkembangan emosi dan kecerdasan interpersonal anak dengan menstimulasinya. Orang tua dapat memberi contoh, dan memberi kesempatan si kecil leluasa berlatih sejak dini. Ia niscaya tumbuh dengan kepribadian yang positif.

Dukungan menguatkan

Anak-anak pada dasarnya belajar dari reaksi sekeliling. Dengan ekspresi afeksi yang sederhana, orang tua atau orang dewasa di sekitarnya memberi reaksi positif baik secara verbal, sikap dan perilaku mendukung anak untuk terus mengasah keterampilan ekspresi itu.

Sejalan dengan keterampilan bahasanya yang tengah berkembang, Anda juga dapat memberi contoh cara tepat mengungkapkan perhatian dan kasih sayang secara verbal. Jadi, sambil mengajarkan keterampilan berbicara, Anda bisa mengajarkan ekspresi bahasa pada si batita.

Tak hanya itu, semakin terasah kepekaan dan keterampilan si satu tahun mengungkapkan kasih sayang, ada baiknya orang tua juga mengajarkan berbagai cara mengungkapkan afeksi. Misalnya, menyentuh tangan opa yang sedang sakit. Atau, mencium oma yang berulang tahun. Meski si satu tahun belum sempurna melakukannya, ini merupakan momen tepat untuk mulai mengajarkan anak mengembangkan afeksi dan beragam ekspresi mengungkapkannya.

cLoudy
08-26-2007, 03:01 PM
Si kecil ingin selalu menang. Ia ngamuk atau ngambek jika kalah.

Aku benci mainan ini! Aku sebal! Enggak mau main! teriak Juli yang tiba-tiba berdiri dan menendang mainan Ular Tangga.

Mama! Adik curang! Kamu selalu deh, kalau kalah ngambek, ujar si kakak yang jadi lawan main Juli. Sudah beberapa kali Juli marah-marah kalau kalah main Ular Tangga atau Halma.

Perilaku Juli memang sering terjadi pada anak usia prasekolah. Marah-marah bila kalah bermain, atau berbuat curang supaya menang. Sebenarnya apa yang dipahami si empat tahun soal menang dan kalah?

Anak baik harus menang

Anak-anak usia ini sedang mengembangkan harga diri. Bagi mereka, kekalahan berarti malu, dan kemenangan adalah sesuatu yang baik. Jadi, anak yang baik harus menang. Kalau kalah berarti anak nakal.

Lebih jauh lagi, si kecil berpikir anak baik akan lebih disayang. Inilah logika si empat tahun, dan Anda tak dapat mengatakan logikanya keliru. Apa yang dipikirkan merupakan bagian dari proses perkembangannya.

Anak berpikir demikian karena ia memandang dunia secara hitam putih, tidak melihat tempat di antara yang hitam dan yang putih. Bagi anak, hanya ada dua hal, baik dan buruk, dan menang atau kalah.

Oleh karena itu, cara apa pun ditempuh si empat tahun agar ia memenangkan permainan. Aturan main tak dipahami karena terlalu abstrak. Kemenangan itu penting, maka aturan main bisa diubah sewaktu-waktu.

Yang bisa Anda lakukan

Sama seperti proses perkembangan lain, dalam fase ini anak butuh bantuan untuk memahami menang dan kalah. Berikut ini beberapa cara yang dapat orang tua lakukan:

* Bermain dengan aturan

Ajaklah anak melakukan permainan dengan aturan main yang mesti ditaati seperti Ular Tangga atau Halma. Jelaskan pada si kecil aturan mainnya. Beri kesempatan padanya untuk memenangkan permainan. Tunjukkan sikap sportif Anda menghadapi kekalahan. Katakan padanya bahwa menang atau kalah hal biasa. Yang penting anak bermain jujur sesuai aturan main.

* Menekankan kesenangan dalam bermain

Saat bermain, tekankan pada anak tentang kesenangan bermain, bukan persaingan sengit. Bila si kecil ikut pertandingan, katakan padanya bahwa menang itu baik, namun kalah pun bisa saja anak alami dalam suatu pertandingan. Yang penting, ia berusaha sebaik-baiknya dan berani mengikuti pertandingan.

* Menurunkan tuntutan

Hindari menuntut anak sama pintar dengan kakaknya. Si empat tahun, dengan tahap perkembangan yang telah dicapainya, tak dapat dibandingkan dengan anak yang lebih besar. Bila anak selalu disinggung ketidaksepadanannya dengan saudaranya, ia akan mencari kesempatan untuk selalu menang, apa pun caranya.

Dengan pemahaman baru tentang menang-kalah, anak akan mengembangkan kemampuannya berteman. Keterampilan ini membuat si kecil semakin diterima teman-temannya.

cLoudy
08-26-2007, 03:02 PM
Berkenalan dan bersahabat dengan kuda poni, seru dan menyenangkan. Apalagi si poni bisa ditunggangi berkeliling. Asyik betul.

Mungkin si empat tahun Anda sudah mengenal kuda dari gambar-gambar di buku ceritanya, VCD maupun di televisi. Namun, kesempatan melihat kuda dari dekat, bahkan menungganginya, bisa menjadi pengalaman yang sungguh mengesankan!

Jangan tunggu terlalu lama, sekarang juga ajak si kecil mengunjungi sang kuda. Di sana , rasa ingin tahu anak akan terpuaskan. Apalagi jenis kudanya adalah si kuda poni yang lucu dan suka bersahabat dengan anak kecil. Anak-anak pasti terkesan.

Olahraga dan rekreasi

Kuda poni itu apa? Apakah punya poni di kepalanya? Apakah ia suka menggigit? Berbagai pertanyaan bermunculan di benak si empat tahun. Jawab saja dengan penjelasan sederhana yang mudah dimengerti anak. Berbeda dengan kuda biasa, ukuran tubuh kuda poni lebih kecil dan pendek. Tapi meski mungil, ia cukup kuat untuk ditunggangi si kecil.

Anda bisa menceritakan sekilas tentang kehidupan kuda. Misalnya, di zaman dahulu, kuda hanya diambil dagingnya untuk santapan manusia. Kemudian kuda menjadi sahabat manusia yang digunakan untuk penghela barang angkutan, dan selanjutnya ditunggangi manusia.

Seiring perkembangan persahabatan manusia dengan kuda, lambat laun binatang ini digunakan sebagai alat hiburan (rekreasi) dan keperluan olahraga. Kuda poni termasuk kategori kuda sebagai alat rekreasi.

Mengasah sosialisasi dan rasa percaya diri

Di usia 4 5 tahun, anak tengah asyik mengembangkan kemampuan bersosialisasi. Didukung kemampuan motorik dan bahasa yang semakin baik, si empat tahun dapat dengan mudah bersosialisasi. Tak hanya dengan teman sebaya dan orang-orang di lingkungannya, namun juga dengan binatang-binatang yang dijumpainya. Selain itu, si empat tahun juga sudah memiliki kemampuan emosi, empati dan nurturance (kemampuan merawat) yang semakin baik.

Sama seperti ketika berkenalan dengan orang lain, Anda dapat mengajak si kecil berbincang-bincang dan menjalin keakraban dengan si kuda poni. Misalnya, dengan memberinya makan wortel atau mengelus-elus hidungnya. Perbincangan dan situasi akrab penuh kehangatan ini sangat bermanfaat bagi anak. Dengan melakukan interaksi awal, ketegangan si kecil menghadapi binatang yang baru ia jumpai, mencair; berganti dengan suasana hangat, nyaman dan aman.

Kegiatan ini juga mengembangkan rasa percaya diri anak. Lihatlah betapa si kecil tampak begitu percaya diri dan tak malu-malu berinteraksi dengan makhluk hidup lain.

Si kecil pun mendapat berbagai pengetahuan dan wawasan baru yang memperkaya pengalamannya. Didampingi Anda dan pendamping khusus dari tempat berkuda ini, si empat tahun bisa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru. Misalnya, bagaimana cara memberi makan kuda atau membersihkan badan kuda.

Selain itu, anak juga bisa tahu bahwa kuda poni mengenakan sepatu. Pendamping khusus di tempat berkuda menunjukkan pada Anda dan si kecil bagaimana bentuk sepatu si kuda yaitu tapal, serta bagaimana cara mengenakannya. Tentu semua pengetahuan baru ini mengasah kemampuan kognisi anak.

Interaksi ini tak hanya bermanfaat bagi si kecil, tapi juga bagi kuda poni. Interaksi yang hangat dengan si kecil membuat binatang ini merasa nyaman, aman, dan tak berprasangka buruk terhadap orang baru di sekitarnya.

Senangnya menunggang kuda poni

Setelah cukup akrab, inilah saat tepat mengajak si kecil menunggangi sahabat barunya. Dilengkapi helm dan protektor untuk badan anak, dan kuda yang berpelana, serta pendamping khusus dari tempat berkuda, si kecil aman dan nyaman berkuda.

Tapi, bisa jadi si kecil tak mau menunggangi kuda poninya, karena ia takut dan ragu. Bila ini terjadi, tak perlu memaksa apalagi memarahi. Lebih baik Anda tenangkan si kecil. Peluk ia dengan hangat, dan tanyakan apa yang membuatnya tak jadi menaiki kuda poni. Sambil memeluknya, ceritakan dengan santai keasyikan-keasyikan menunggangi kuda poni.

Bila setelah berbagai upaya yang Anda lakukan, anak tetap menolak, kesempatan menunggang kuda poni kali ini tampaknya perlu dilupakan. Mungkin di lain hari si kecil tak akan ragu atau takut lagi.

Menunggang kuda poni di tempat berkuda, selain aman dan nyaman juga mengasyikkan. Pendamping khusus di tempat ini akan membawa si kecil menunggang kuda poni mengitari area melewati keindahan danau, sawah dan kampung-kampung di sekitar tempat berkuda ini.

Anda tak perlu risau dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat Anda cemas. Misalnya, Bagaimana bila kuda poninya tiba-tiba marah atau tiba-tiba jadi liar? Anda memang tetap perlu waspada. Namun perlu diingat, kuda-kuda poni ini terlatih dan terawat baik, serta tergolong binatang jinak dan ramah saat ditunggangi si kecil.

Semakin kaya pengalaman

Tak terasa, keasyikan bermain bersama kuda poni harus diakhiri. Banyak sekali pengalaman yang anak dapat hari ini: pengetahuan tentang kuda poni, melihat sawah, danau, dan juga mengembangkan kemampuan-kemampuan yang ia miliki. Misalnya, semakin berani dan percaya diri serta terampil bersosialisasi. Bukan hanya dengan si kuda poni, namun juga dengan bapak yang mendampinginya menunggang kuda poni.

Saat Anda dan si kecil meninggalkan tempat berkuda, ajaklah ia berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada si kuda poni dan pendampingnya. Dengan demikian, anak memiliki rasa keterikatan dan sikap menghargai terhadap pihak-pihak yang telah membantunya.

Bila Anda melihat minat anak pada kuda meningkat, boleh saja menjadikan kegiatan rekreasi ini sebagai acara rutin. Bila si kecil beranjak besar, Anda dapat mendukungnya dengan mengikutsertakan anak pada kegiatan olahraga ketangkasan berkuda ( equestrian) . Tapi, tentu, sebelum melakukan ini, tanyakan dulu pada anak apakah ia berminat dengan kegiatan ini. Konsultasikan juga hal ini dengan pihak dari lembaga yang menyelenggarakan tempat berkuda.

cLoudy
08-26-2007, 03:03 PM
Si empat tahun melihat benda kepunyaan orang lain sebagai miliknya. Dengan latihan terus-menerus, ia akan keluar dari fase ini dan paham milik orang lain itu bukanlah miliknya.

Ini punya aku!

Bukan Dik, ini punya kakak. Punya Adik yang ini.

Bukan. Ini, ini, ini punyaku!

Berbantahan semacam ini kerap terdengar dari ruang bermain anak-anak. Si adik, yang berusia tiga tahun, mengklaim bahwa seluruh mainan adalah miliknya. Sementara si kakak, yang sudah lebih bijak, memisahkan benda miliknya sendiri dan milik adiknya.

Masih agak sulit memang meminta si tiga tahun bermain bersama tanpa berebut. Meski, sebagai orang tua, Anda sudah berkali-kali melatihnya, dan membelikan mainan yang sama di antara anak-anak.

Egosentris

Konsep kepemilikan anak-anak usia ini masih pada tahap milikku milikku, milikmu milikku juga. Kalau sesuatu itu mirip punyaku, maka itu punyaku juga. Meski sebetulnya mereka sudah punya minat bermain bersama teman sebaya, saya dalam dirinya masih menjadi pusat dunia. Oleh karena itu, segala sesuatu diklaim menjadi miliknya.

Perilaku demikian wajar saja dan orang tua tak perlu gusar saat mendapati anaknya berperilaku demikian. Tetapi bukan pula berarti orang tua boleh membiarkan. Anak perlu dibebaskan dari fase egosentris. Orang tua perlu melatih anak untuk berperilaku sesuai yang dikehendaki lingkungannya.

Namun, memang, tidak mudah melatih anak-anak usia ini untuk membedakan barang milik sendiri dan barang milik orang lain. Makanya, tidaklah mengherankan bila kerapkali sepulang dari bermain di rumah teman, si kecil membawa mainan milik temannya.

Memberi pengertian

Menegur anak usia ini dengan mengatakan ia mencuri, bukan tindakan yang dianjurkan. Anak belum paham konsep kepemilikan, apalagi mencuri. Mengatakan serakah saat si kecil ingin menguasai seluruh mainan juga tidak tepat.

Yang tepat adalah, Anda duduk bersamanya, katakan dengan baik-baik bahwa mainan yang dibawanya itu bukan miliknya. Besok, saat ia bermain bersama temannya, ia harus mengembalikan mainan itu.

Atau, saat si kecil bermain bersama kakaknya, Anda dapat berada di dekatnya. Ketika si tiga tahun mulai merampas semua mainan sambil berkata, Ini punyaku! Jangan Kakak, ini punyaku! Katakan pada anak bahwa Anda membelikan mainan itu untuk ia mainkan bersama kakak atau teman lain. Kalau bersikap demikian terus, ia tidak akan punya teman bermain. Semua orang akan meninggalkannya.

Satu hal penting lain, Anda adalah model paling kuat yang dicontoh anak. Oleh karenanya, beri ia contoh dengan tidak mengambil atau meminjam sesuatu milik pasangan Anda tanpa lebih dulu minta izin.

cLoudy
08-26-2007, 03:04 PM
Acaranya asyik, tamu-tamu cilik senang, tak ada anak yang ngambek berkepanjangan, dan .yang berulang tahun happy betul! Sukses dong pestanya.Tentu ada kiatnya.

Merayakan ulang tahun dengan pesta, sebetulnya bisa memberi berbagai manfaat bagi anak. Dra. Mayke Tedjasaputra, M.Si , play therapist dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta menyatakan, Merayakan ulang tahun dengan pesta, membuat anak merasa senang karena pada hari bersejarah itu ia mendapat banyak perhatian. Ucapan selamat, kado dan berbagai keriaan yang special ditujukan baginya. Anak jadi merasa dirinya penting.

Dengan menjadi pusat perhatian, anak jadi berani tampil. Tanpa direncanakan, anak juga belajar sharing, baik saat ia membiarkan anak lain ikut tiup lilin bersamanya, maupun berbagi kado saat jumlah kado yang seringkali berlebihan jumlahnya, ungkap psikolog perkembangan anak ini.

Beda dari hari biasa

Merayakan ulang tahun, menurut Mayke, mengingatkan anak bahwa di hari tersebut usia bertambah dan merupakan hari ulang tahun kelahirannya. Pesta ultah si kecil tak harus dilakukan besar-besaranPesta ultah juga dapat menjadi ajang pelatihan bagi anak untuk menghargai orang lain, melalui hadiah yang diterimanya. Mungkin anak tidak suka dengan benda yang diterimanya, tetapi orang tua perlu mengajarkan anak dengan memberi pemahaman bagaimana orang tersebut berusaha membelikan kado untuknya, tutur Mayke

Usia berapa ulang tahun anak perlu dirayakan? Tergantung tradisi suatu keluarga. Ada yang menganggap usia satu tahun perlu dirayakan karena pertama kali anak berulang tahun, ungkap Mayke

Pemikiran tersebut mendorong Sarah S. Wijanarko (39 tahun), engineering technical consultant , merasa perlu merayakan pesta ulang tahun putrinya Amanda Ifthina Wijanarko (1 tahun) dengan meriah di Klub Rasuna akhir Agustus 2004 lalu. Selain ini kali pertama Amanda ulang tahun, saya juga ingin berbagi dengan teman-teman saya dan suami yang tahu bagaimana sejarahnya saya menanti Amanda, ujar Sarah. Amanda hadir dalam perkawinan Sarah-Wijanarko setelah penantian 9 tahun. Di ultah pertama Amanda ini Sarah mengundang 100 anak dalam pesta ultah yang ditangani sebuah event organizer .

Fokus perhatian

Saat membuat pesta ultah anak, orang tua kadang-kadang lupa memperhatikan kebutuhan anak. Akibatnya si kecil tidak menikmati pesta seperti diharapkan orang tuanya. Anak menangis karena mengantuk, atau hanya bersembunyi di balik badan ibu atau ayahnya. Bila demikian situasinya, tujuan utama membuat pesta untuk menyenangkan si buah hati, jauh dari harapan.

Mayke menyarankan, dalam membuat pesta ultah untuk anak, orang tua perlu mempertimbangkan beberapa hal.

* Pertama, kenali anak. Apakah anak sulit bersosialisasi atau sebaliknya. Kalau si kecil takut bertemu banyak orang, hindari membuat pesta besar yang mengundang banyak anak.

* Kedua, durasi pesta jangan terlalu panjang. Satu jam cukup!. Ketiga, acara disesuaikan dengan usia dan tempat pesta diadakan..

* Keempat, makanan sebaiknya mengacu pada makanan sehat, asal enak dan praktis. Sebisa mungkin hidnari junkfood.

Lalu mengapa juga menyewa jasa restoran siap saji? Praktis!. Setidaknya ini alasan Angie (27 tahun) ibu dari Raska (3 tahun 10 bulan), yang merayakan ulang tahun kedua putrinya di restoran cepat saji. Pihak restoran yang mengorganisir semua: makanan, dekorasi, acara dan hadiah hiburan untuk tamu-tamu kecil, ungkap Angie. Namun, ketika Raska merayakan ulang tahunnya yang ketiga, Angie merayakannya di rumah. Ternyata, jauh lebih enak, meski agak repot. Makanannya enak dan jauh lebih murah, kata ibu rumah tangga ini.

* Kelima, goody bags sebaiknya berisi benda-benda yang berguna seperti tempat makan atau mainan seperti puzzle . Ini semua tentu, tergantung pula pada budget Anda.

* Keenam, undangan. Semakin muda usia anak, sebaiknya jumlah undangan yang disebar tidak terlalu banyak. Para undangan sebaiknya anak-anak seusia yang berulang tahun. Ini pesta mereka, kan?

Sebagai penyelenggara pesta ultah anak, Rina Gunawan (30 tahun) yang ibu dari Aqshal Syafatullah (4 tahun) dan Karnisa Rahma Syah (10 bulan) melihat dana merupakan hal pertama yang perlu disiapkan orang tua dalam membuat pesta ultah si kecil. Kalau dananya besar bisa membuat di ballroom hotel, catering beraneka ragam, pernak-pernik pesta, suvenir dan dekorasi. Tapi saya sendiri lebih memilih pesta sederhana., ujar Rina.

Lets party!

Setelah pesta dirancang, orang tua perlu menyiapkan anak untuk berpesta. Orang tua dapat mengajak anak ke pesta ultah anak-anak atau saudara-saudaranya, jelas Mayke. Katakan pada anak, Nanti kamu mau nggak dipestakan seperti itu? Akan datang banyak orang lho. Ini perlu orang tua kemukakan terutama bagi anak yang terbatas sosialisasinya. Jangan paksa anak kalau ia kurang siap atau tidak berminat , ujar Mayke.

Anak perlu istirahat agar fresh saat berpesta.

Trik yang dilakukan Sarah mungkin dapat Anda tiru. Ia atur sesuai dengan jadwal tidur anaknya, Amanda, mulai dari satu hari sebelumnya. Saat pesta akan dimulai, Amanda dalam keadaan segar. Bahkan sampai jauh malam ia masih terjaga. Sepertinya Amanda terkesan. Bisa juga karena karakter Pooh, yang menjadi tema ultahnya bertaburan di pesta Amanda, cerita Sarah.

Mayke menyarankan pada anak usia 3 tahun ke atas orang tua sebaiknya menanyakan, baju yang akan ia kenakan. Di sini anak juga dibiasakan memilih. Ini akan menumbuhkan inisiatif pada diri anak, jelas Mayke. Hak pilih anak pun dapat diberikan pada anak-anak usia 4-6 tahun dengan menanyakan mengenai tema atau acara yang diinginkanmya.

cLoudy
08-26-2007, 03:05 PM
Rasa cinta dan kepedulian si balita pada temannya perlu dilatih terus menerus.

Setelah biasa menjadi superstar keluarga, kini si tiga tahun mulai masuk prasekolah. Ia akan mulai mempunyai teman. Dan bersosialisasi itu, sungguh baik buat perkembangan emosi dan kecerdasannya. .Mempunyai teman dan sahabat banyak manfaatnya.

Tetapi, tentu saja, bagi si kecil mantan superstar, keluwesan bergaul itu tidak datang dengan sendirinya. Semuanya juga memerlukan latihan dan pengajaran dari Anda.

Teman yang baik adalah teman yang peduli. Artinya, untuk menjadi seorang sahabat, si kecil harus punya rasa empati. Di sinilah peran penting Anda.

Kenapa Rambut Dia Lurus?

Ketertarikan si prasekolah terhadap teman sebaya, biasanya terungkap melalui beberapa pertanyaan kritis: Mengapa rambutku lurus dan dia keriting? atau Mengapa dia menangis? Lalu ketika rasa empatinya mulai berkembang, Mengapa ia tidak masuk? atau Apakah sakitnya parah? Kapan ia sembuh?

Reaksi lebih lanjut dapat berupa tindakan si kecil membujuk teman ( Lihat boks: Kasih Sayang pada Teman ) yang menangis seperti yang dilakukan Saskia Queira Irawan (5,5 tahun). Atau, mendoakan teman yang sakit seperti yang dilakukan Yesharel Triyono atau Arel (4 tahun).

Sayangnya, tak banyak orang tua tanggap dan menyambut pertanyaan si kecil dengan penjelasan dan contoh-contoh. Padahal, menurut psikolog perkembangan asal Jerman Dr. Herrmann Scheuerer-Englisch , cara efektif mengajarkan hal-hal yang bersifat abstrak, seperti menanamkan kepedulian dan empati, adalah dengan memberikan contoh dan penjelasan.

Latihan menerampilkan

Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak berempati dan sayang kepada teman:

* Penuhi kebutuhan anak akan kasih sayang dan cinta. Maka, anak akan merasa aman kapan pun dan di mana pun ia berada. Limpahan kasih sayang orang tua tak hanya menguatkan rasa percaya diri, melainkan juga dorongan untuk berbagi dengan orang lain.

* Jika ingin si kecil peduli orang lain, Anda pun harus menjadi orang tua yang peduli orang lain. Teladan Anda lebih membekas ketimbang uraian panjang tanpa contoh perilaku.

* Sikapi pertanyaan-pertanyaan si kecil dengan uraian yang jelas dan tuntas. Anda pun dapat memberikan penjelasan ketika melihat peristiwa yang dijumpai dalam keseharian.

* Dorong anak berlatih. Ketika ada anak lain menangis, beri si kecil kesempatan untuk menanyakan, mengapa menangis, dan seterusnya.

* Berikan buku cerita atau film hiburan anak yang berkisah tentang pentingnya mencintai teman dan peduli orang lain.

cLoudy
08-26-2007, 03:05 PM
Perlakuan berbeda dirasa si lima tahun sebagai ketidakadilan. Anda perlu kreatif menyikapinya!

Ma, Jedy kok boleh sih nonton TV sama mamanya, protes si lima tahun pada suatu hari. Tak seperti sebelumnya, ia mulai protes dengan ketidakadilan yang dirasakannya. Apa yang berkecamuk dalam pikirannya?

Mulai tajam menganalisa

Mungkin Anda kini mengalaminya dengan si lima tahun. Misalnya, saat Anda memberi si kecil porsi makan lebih banyak daripada adiknya, dan memintanya menghabiskan. Atau, saat Anda menolak membelikan boneka Barbie karena ia sudah punya satu. Anggi juga udah punya. Tapi mamanya mbeliin juga tuh, protesnya.

Barbara Polland, Ph.D , penulis No Directions on the Package: Questions and Answers for Parents With Children From Birth to Age 12 menyebutkan, saat si kecil mulai bersekolah, dan sejalan dengan perkembangan kognitifnya, ia lebih menyadari orang lain, apa yang ia miliki dan berapa banyak.

Namun, sayangnya, anak belum mampu berpikir abstrak dan memahami perbedaan. Baginya, semua hanyalah salah dan benar, hitam dan putih. Ia belum bisa mengerti mengapa ada perbedaan. Mengapa temannya dapat bermain sepanjang hari, sementara ia harus tidur siang.

Perlu penjelasan tepat

Meski protes-protesnya tampak sepele, bila dibiarkan si lima tahun bisa saja merasa terus-menerus diperlakukan tidak adil. Penjelasan Anda tentang mengapa ia tidak boleh dan mengapa boleh memang diperlukan. Jelaskan pula bahwa akan selalu ada orang yang mendapatkan lebih atau kurang. Semua tak selalu harus sama, ada porsi masing-masing.

Pastikan anak memahami bila ia terkadang mendapat lebih, namun di lain waktu kurang. Untuk memahami konsep ini, memang perlu waktu.

Ikutilah keinginannya jika memungkinkan, agar si kecil merasa diperlakukan adil. Misalnya, ia menuntut mendapat jus buah dalam gelasnya sama banyaknya dengan si kakak. Berilah si lima tahun tambahan jus atau biarkan ia menambah sendiri.

Sesekali, jika si kecil ingin mainan atau hal lain yang dipunyai orang lain, dan Anda menyetujui, beri ia kesempatan memilih sesuai budget Anda.

cLoudy
08-26-2007, 03:06 PM
Kini saatnya si kecil belajar bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya. Ia butuh dukungan penuh Anda .

Bagi anak, bermain bersama teman merupakan sarana mempelajari aturan-aturan sosial seperti memberi dan bergiliran. Selain, tentu saja, bermain itu menyenangkan. Namun bagi si dua tahun, bermain bersama teman tidaklah selalu mudah.

Bermain paralel

Bagi si dua tahun yang selama ini hidup sebagai pusat dunia ( self center ), berteman tidaklah selalu mudah. Saat bersama anak lain, ia tak lagi menjadi pusat perhatian. Berebut mainan atau bahkan terlihat tidak bisa berinteraksi, lebih sering terjadi daripada melihat mereka bermain bersama.

Namun, hal itu normal saja mengingat di usianya kini anak masih dalam taraf bermain paralel, yaitu bermain bersama teman, bersisian, namun belum ada interaksi. Saat inilah kesempatan awal ia belajar bermain dan mulai berinteraksi dengan teman sebayanya.

Bantuan Anda memang dibutuhkan. Langkah pertama tentu tak perlu terlalu mendorongnya. Namun berilah si dua tahun banyak kesempatan untuk dapat bersama temannya, dan membuat suasana bermain menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Bekal dan praktek

Sebelum melatih si kecil berteman, bekal berupa keterampilan sosial perlu Anda berikan. Satu keterampilan penting yang perlu dikenalnya adalah berbagi. Mulailah melatihnya berbagi, baik berupa makanan, perhatian maupun mainan. Anda dapat berperan sebagai temannya bermain, dengan bermain bergiliran, misalnya. Selain itu, ajarkan si kecil konsep minta, maaf, dan tolong, yang diperlukan dan terus dipelajarinya selama masa kanak-kanak.

Mengajak anak seusianya bermain di rumah merupakan praktek berteman yang dapat dilakukan. Undanglah teman-teman sebayanya. Boleh juga bergantian, Anda dan si kecil yang pergi ke rumah si teman.

Batasi waktu bermain. Terlalu lama bermain malah bisa bikin anak-anak bertengkar. Bila pertengkaran terlalu sering terjadi, pengalaman ini tak menyenangkan bagi anak.

Rencanakan kegiatan atau permainan yang dapat dilakukan saat si dua tahun bersama temannya. Ini membantu mengatasi suasana tidak menyenangkan, misalnya jika salah satu anak malu; terutama jika mereka baru bertemu. Anda juga dapat mengajak teman Anda ke rumah bersama anaknya, sehingga si kecil pun dapat melihat bagaimana Anda pun punya teman untuk bermain seperti dirinya.

Mengingat ini pengalaman pertama anak, jangan tinggalkan si kecil berdua saja dan berharap ia segera dapat berteman. Kehadiran Anda membantu menawarkan kegiatan atau permainan lain saat mereka tampak bosan atau perlu beristirahat.

Selain itu, ini penting sekali, jangan berharap terlalu banyak pada anak mengingat kini ia memang berada pada tahap bermain bersisian, ketika ia lebih banyak meniru anak lain bermain daripada bermain bersama-sama.

cLoudy
08-26-2007, 03:07 PM
Si lima tahun diundang menginap di rumah teman atau kerabat. Semua lancar bila anak memang siap.

Seharian ini Angga (5 tahun) ribut sekali. Sepupunya, Putra, yang berusia sebaya mengundang Angga menginap di rumahnya. Anggi, sang ibu, bingung. Bisa tidak ya Angga dilepas tidur sendiri? begitu kekhawatiran membahana di benak Anggi. Padahal, rencana itu sudah disetujui dan disanggupi Rina, ibu dari Putra, yang juga kakak Anggi.

Siapkah anak?

Undangan menginap terkadang membingungkan orang tua, walau si pengundang adalah orang-orang yang kita kenal sangat baik, bahkan saudara sendiri. Undangan semacam ini membuat kita selalu dihantui pertanyaan: Siapkah si kecil? Bisakah ia mengurus dirinya sendiri di rumah orang? Apakah ia tidak akan rewel nanti?

Orang tualah yang paling tahu kemampuan anaknya. Coba perhatikan. Apakah ia cukup mandiri dan mampu mengurus diri sendiri? Apakah ia dapat tidur sendiri tanpa Anda temani, dan dapat mengurusi dirinya sendiri jika perlu ke kamar kecil, misalnya?

Apakah ia tidak mudah terbangun dan tidak selalu mencari Anda diantara tidurnya? Lebih penting lagi, apakah ia tidak ngompol. Tentu saja, jika anak masih mengompol akan menyulitkan tuan rumah.

Jika semua pertanyaan itu jawabnya adalah ya, si lima tahun cukup siap bermalam di rumah teman maupun kerabat. Namun, sebelum memutuskan membolehkannya pergi, Anda harus yakin orang yang mengundang bermalam sangat dekat dengan anak. Dan, Anda pun merasa aman jika melepas si kecil bersamanya.

Yang perlu dipersiapkan

Setelah merasa yakin melepaskan si kecil bermalam, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

* Perhatikan apa yang kerap membuat anak takut. Misalnya, si lima tahun takut gelap, Anda dapat menginformasikan pada tuan rumah agar lampu di kamar anak Anda tidur tidak dimatikan.

* Tanyakan apakah tuan rumah memiliki tempat tidur, bantal atau selimut tambahan atau Anda perlu membawakan si kecil benda-benda tersebut.

* Informasikan kebiasaan anak sebelum tidur. Misalnya, ia terbiasa mencuci kaki, menggosok gigi dan buang air kecil sebelum tidur. Informasi ini memudahkan tuan rumah menerapkan cara yang sama pada anak Anda..

* Ajaklah si lima tahun berkemas. Tak perlu terlalu banyak membawakan barang-barang kebutuhannya, agar tidak membingungkannya ketika ia harus mengemas saat akan pulang.

Jika si lima tahun belum siap bermalam di rumah teman maupun kerabat, cobalah beberapa cara untuk mempersiapkannya. Misalnya, mengajari anak lebih mandiri ketika tidur. Cobalah melatih anak dengan membiarkannya tidur dengan kakek atau nenek atau kerabat lain yang kebetulan menginap di rumah.

cLoudy
08-26-2007, 03:08 PM
Bagi anak, semua benda yang dilihat harus dimilikinya. Apakah mereka tumbuh menjadi anak serakah?

Bingung menghadapi si dua tahun yang ingin semua barang yang dilihatnya? Melihat mainan tetangga yang lucu, dengan enteng si kecil berkata, Punya Dede! Melihat mainan-mainan di sebuah toko, anak langsung saja minta dengan paksa, Mama, mau itu itu! Tentu saja perilaku ini membingungkan para orang tua. Bagaimana menghadapinya?

Tidak harus selalu diikuti

Menginginkan semua benda yang dilihatnya merupakan perilaku yang wajar terjadi pada anak usia ini. Selain belum memahami konsep kepemilikan barang, si dua tahun juga belum dapat mengontrol keinginannya. Bagi anak usia ini, keinginan untuk memiliki semua benda yang dilihatnya, menurut para ahli, juga merupakan satu cara untuk unjuk diri.

Namun, keinginannya ini tidak harus selalu diikuti. Jika selalu diikuti, upayanya ini akan berkembang menjadi keserakahan. Anak pun akan sulit mengontrol keinginannya. Karena, si kecil mengira benda-benda tersebut merupakan syarat mutlak dari sebuah kebahagiaan.

Tegas bertindak

Agar perilaku anak tidak berkembang menjadi negatif, katakan dengan tegas bahwa benda yang dilihatnya itu bukan miliknya. Jangan terbujuk untuk mengabulkan permintaannya sebagai bayaran atas sesuatu. Misalnya, perasaan bersalah meninggalkan si kecil Anda bayar dengan menuruti keinginannya membelikan mainan yang mahal. Sogokan ini sangat tidak bermanfaat bagi anak.

Jangan merasa bersalah atas keputusan Anda tidak memberi anak apa yang dimintanya. Yakinkan diri, apa yang Anda lakukan hanya untuk kebaikan anak. Ajarkan si kecil bagaimana senangnya jika dapat memberi sesuatu pada orang lain. Misalnya, dengan mengumpulkan benda-benda yang sudah tidak dipakai dan masih bagus untuk orang-orang yang membutuhkan.

Jika Anda merasa terlalu sulit menolak keinginannya, batasi pergi berbelanja bersama si dua tahun. Titipkanlah si kecil pada orang yang Anda percaya jika Anda butuh waktu untuk belanja.

Walaupun demikian, sekali-sekali Anda dapat membeli sesuatu yang tidak anak minta untuk kejutan. Dengan cara ini si kecil tetap merasakan perhatian Anda.

cLoudy
08-26-2007, 03:08 PM
Dokumentasi foto saat anak berulang tahun akan sangat bermakna baginya. Tentu kalau Anda bisa membuat foto yang keren! Caranya?

Dokumentasi foto dari setiap tahapan usia akan sangat berarti bagi si kecil. Apalagi dokumentasi satu tahun pertama kehidupan anak, dengan perayaan ulang tahun pertamanya sebagai puncak. Menurut Monty Satiadarma , psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara [J1] , melalui album kenangan yang berisi foto-foto ulang tahunnya, si kecil diajak menelusuri masa lalunya, memahami bahwa keberadaannya saat ini merupakan bagian dari kejadian-kejadian di masa lalu. Kenangan-kenangan unik ini tentu akan selalu anak buka dan menjadi bagian erat pengembangan rasa percaya dirinya.

Masalahnya, tak semua foto yang dijepret sesuai harapan. Jadi, bagaimana sih membuat dokumentasi foto yang unik dan menarik? Kuncinya adalah Apa saja yang perlu diperhatikan?

Tentukan tema

Langkah pertama adalah, tetapkan tema foto. Semua anak suka ulang tahunnya dirayakan. Dan, si kecil memang patut mendapatkan kebahagiaan ini. Upayanya untuk semakin terampil dari hari ke hari patut dihargai, bukan?

Jadi, untuk ulang tahunnya kali ini, siapkan sebuah pesta yang menyenangkan baginya, kehadiran teman-temannya, juga kado berupa mainan kesukaannya. Pada kesempatan ini, jika Anda fokus pada momen pesta, tentu isi foto-foto Anda adalah seputar kue tart, hadiah dan acara pesta.

Jika tema yang ingin Anda hadirkan adalah perkembangan si kecil, foto-foto yang Anda hasilkan pasti segala aktivitas anak berkaitan dengan keterampilan-keterampilan baru yang dicapainya.

Tangkap momen yang oke

Tak hanya soal teknis dan artistik fotografi yang perlu dipelajari, Anda juga perlu sedikit memahami psikologi perkembangan anak. Anda harus selalu siap membidik kamera untuk mengabadikan senyum si kecil, karena hanya dalam hitungan detik, senyum indah itu bisa segera berganti dengan rengekan atau tangisan (Walaupun, tentu, boleh-boleh saja Anda menjepret si kecil yang sedang menangis!).

Jika Anda ingin mengabadikan ekspresi khas anak, usahakan agar ia asyik dengan mainan atau objek tertentu yang dikenalnya. Namun, Anda tetap harus waspada, karena tak saja emosinya yang sangat mudah berubah, perhatian si kecil pun cepat beralih. Jadi jangan harap anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun, tertawa-tawa sepanjang satu menit ketika membuka kado dari neneknya.

Untuk menghasilkan foto yang oke, pemotret tentu harus mengenal subjek foto dengan baik. Jadi, berinteraksilah dengan anak untuk mendapatkan foto yang baik. Hindari memarahi atau menakut-nakuti anak untuk mendapatkan foto yang bagus. Bukannya menurut, si kecil malah bisa ngambek seharian!

Kemas dengan baik

Langkah akhir agar dokumentasi ulang tahun si kecil tampil sempurna, adalah mengemasnya dengan baik. Pilihlah foto dengan kualitas teknis yang baik dan mendukung konsep yang ingin Anda tuangkan. Masukkan juga ke dalam memorabilia tersebut undangan, kartu ucapan dari orang-orang terdekat, atau bahkan cap tangan si kecil yang dicetak dengan body paint .

Ada rasa berbunga-bunga ketika si kecil membuka album kenangan ulang tahunnya. Mulai dari adegan anak meniup lilin ultah dalam gendongan Anda dikelilingi teman, kerabat dan handai taulan hingga ketika ia mulai menapakkan kakinya ke tanah untuk pertama kali. Dukungan dan kegembiraan orang-orang di sekitarnya menjadi kekuatan untuk membangun konsep dirinya yang positif.

Apa Saja yang Patut Diabadikan?

Momen penting perkembangan anak, sayang bila tak terdokumentasi. Kenali agar Anda tak kehilangan kesempatan mengabadikannya!

Anak usia 1 tahun

Di usia ini anak sudah bisa duduk dengan baik, bahkan ada yang sudah mulai belajar berdiri dan berjalan. Ia mulai coba-coba bereksplorasi ke segala arah. Anda harus cepat-cepat memotretnya dan buatlah dia nyaman dengan apa pun yang sedang dilakukannya. Jika ia takut orang lain dan lebih suka digendong, tak masalah kan ia digendong saat difoto?

Anak usia 2 3 tahun

Wah, banyak tantangan Anda hadapi ketika si kecil ada di rentang usia ini. Ia moody sekali! Tapi jangan cemas, karena ia juga sudah menguasai beragam keterampilan fisik. Jadi tak masalah jika Anda ingin mengambil fotonya ketika sedang menaiki kursi, misalnya. Selain itu, si kecil juga sedang mengembangkan rasa humornya. Dengan begitu, tak susah mendapatkan senyumnya, asal Anda sabar dan tahu bagaimana menaklukkannya.

Anak usia di atas 3 tahun

Tak ada duanya jika memotret si kecil di usia ini. Ekspresi total tampak dari wajahnya jika ia, misalnya, sedang menggoda ayah atau ibunya. Anak-anak usia ini sudah bisa memutuskan sendiri gaya yang akan ditampilkannya. Anda bisa memintanya melakukan kegiatan apa pun yang disukainya danklik!

cLoudy
08-26-2007, 03:09 PM
Ia tak juga terampil berteman. Mengapa ini terjadi?

Bebi mungkin bukan anak yang tertutup dibanding teman-temanya yang lain. Ia memang lebih suka main sendiri, sementara anak lain seusianya punya minat besar untuk mengenal anak sebayanya. Mengapa Bebi tampak kurang dapat menempatkan diri dengan baik dalam kelompok anak sebaya ( peers ) di TK? Apakah ini karena ia anak tunggal?

Sindroma anak tunggal?

Kesukaan anak untuk menyendiri seperti Bebi meresahkan orang tua. Mitos menyebutkan, anak tunggal punya banyak masalah dalam menata ego, terutama dalam bersosialisasi.

Hans Grothe , psikolog perkembangan asal Jerman dan kontributor tetap majalah Eltern di Jerman mengakui, Di masa kini, kekhawatiran orang tua melihat kecenderungan si kecil sibuk dengan dunianya sendiri semakin besar. Sebab, semakin banyak keluarga muda hanya punya satu anak.

Menurut Grothe, merupakan suatu prasangka yang tak beralasan apabila kita memandang anak tunggal sebagai sosok yang punya sejumlah masalah seperti: masalah sosialisasi, ego yang terlalu besar atau kurangnya kepekaan terhadap lingkungan. Menurut Grothe, kecenderungan semacam ini bisa saja terjadi pada anak-anak yang memiliki kakak atau adik. Dengan begitu, untuk menghindari berkembangnya kecenderungan seperti dialami Bebi ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Tergantung paparan kontak

Di ruang praktek, Grothe banyak menemukan bahwa orang tua yang mengajak anak tunggalnya sejak usia satu tahun ke kelompok bermain untuk bayi, menyebabkan si kecil tak mengalami masalah ketika bersosialisasi di TK. Meningkatkan kesempatan anak bersosialisasi dengan anak sebaya dapat dilakukan dengan sering mengajak sepupunya menginap, atau mengundang anak teman atau kerabat Anda dalam play date .

Dengan berbagai kesempatan, anak memang tak lantas segera terampil berteman dan menempatkan diri dalam kelompok . Tetapi, paling tidak, anak belajar melakukan kontak yang dekat dan intens dengan anak seusia untuk belajar mengenal perbedaan. Pengalaman memperlihatkan anak lain berbeda dengan si kecil, sangat berharga.

Coba juga pertemukan si kecil dengan anak-anak yang usianya lebih muda dan lebih besar. Tujuannya, agar ia juga belajar menghadapi orang lain yang memiliki perbedaan yang lebih bervariasi. Namun, Grothe mengingatkan, orang tua tidak gegabah mempertemukan si kecil sekaligus dengan banyak anak. Biarkan ia mengenal satu atau dua anak seusia lebih dulu, kemudian tingkatkan secara bertahap.

Demikian pula dengan anak yang usianya berbeda. Menurut Grothe, kondisi yang terlalu ekstrem bagi anak kurang mendukung si kecil mengenal lingkungan sekitarnya lebih jauh.

cLoudy
08-26-2007, 03:10 PM
Kecil-kecil anak sadar lho kalau ia gendut dan merasa kurang nyaman dalam pergaulan. Maka ia pun lantas ingin langsing.

Ma, siang ini Aras makan sedikit aja, ya! ujar Aras yang baru masuk SD.

Kenapa Ras? Kamu kan masih tumbuh, bujuk ibunya.

Kata orang-orang, Aras gendut banget. Aras mau diet aja ah Ma, jawabnya.

Dialog itu mendorong ibu Aras mengimbau sanak famili agar tidak mengatakan pada Aras bahwa ia gendut ketika bertemu putrinya itu. Dia jadi enggak mau makan, ujar ibu Aras .

Lebih dari sekadar dikatai gendut banget , masalah Aras sebenarnya menyangkut harga dirinya. Pipinya kerapkali dicubit ibu-ibu yang menjemput anaknya di sekolah. Teman-teman sekelasnya enggan menerimanya sebagai anggota regu bila sedang berolahraga. Pasalnya, Aras selalu lamban bila balap lari. Akibatnya kelompok mereka kalah melulu.

Orang tua cuek saja?

Aras sangat ingin terbebas dari kegemukannya. Ia tidak ingin berbeda dengan anak lain. Ia ingin diterima sebagai teman.

Namun, kepekaan anak akan bentuk tubuhnya, kerap kali tak disambut antusias oleh orang tua. Karena, orang tua lebih cenderung memandang gemuk sama dengan sehat dan lucu.

Ketika anak mulai sadar bobot tubuhnya menyebabkan ia tidak nyaman, orang tua tak juga peduli dan berdalih, Nanti kalau besar juga kurus sendiri. Orang tua tidak sadar, buah hatinya yang kegemukan terancam berbagai penyakit, tak hanya fisik tetapi juga emosi.

Gambaran diri negatif

Di usia prasekolah dan usia sekolah, teman bagi anak merupakan kebutuhan primer. Melalui teman, anak-anak membangun identitas dan konsep diri mereka. Bagian dari pembentukan identitas dan konsep diri itu adalah mengamati orang-orang yang berperan dalam hidupnya dalam menanggapi dan memperlakukan dirinya.

Apa yang terjadi dengan perkembangan emosi seorang anak yang tubuhnya paling besar di antara teman-temannya? Bagaimana seorang anak perempuan mengatasi perasaannya karena payudaranya sebesar anak remaja, sementara teman sebayanya memiliki dada yang masih rata? Bagaimana seorang anak mengatasi rasa malu saat teman-teman mentertawainya karena tingkahnya selalu dianggap lucu karena canggung?

Tak hanya dianggap lucu, anak-anak yang kegemukan seringkali ditakuti anak lain karena badannya yang besar. Perilaku yang semestinya wajar ditampilkan anak-anak seusianya, kerapkali ditanggapi dengan ketakutan oleh anak lain karena tubuhnya yang besar. Harapan anak lain seusianya adalah dengan tubuh besar itu, seharusnya ia tidak bertingkah demikian.

Kebanyakan anak yang kegemukan menderita bukan soal kelebihan beberapa kilogram berat badan. Anak-anak merasa tidak nyaman karena reaksi orang-orang di sekitarnya. Harga diri dan gambaran diri menjadi pokok pikirannya. Mereka mengembangkan harga diri yang rendah dan gambaran diri yang negatif, dan kelak di usia remaja dengan bentuk tubuh demikian, anak lebih mudah mengalami depresi.

Menurut penelitian di Amerika Serikat, anak-anak obesitas juga tidak terampil secara sosial. Bila ingin mencoba bergaul, mereka tidak diminati, malah dikucilkan dan semakin kesepian. Karena disisihkan, anak yang kegemukan semakin gagal mengembangkan keterampilan sosialnya.

Bantu mengatasi

Anak yang menderita kegemukan butuh bantuan untuk mengurangi berat badannya agar ia merasa nyaman secara fisik dan emosi. Dalam hal ini orang tua dituntut bersikap konsisten. Selain mengatur pola makan yang sehat, beberapa kegiatan berikut dapat dilakukan:

* Beraktivitas fisik bersama

Rencanakan kegiatan yang memungkinkan seluruh anggota keluarga terlibat. Misalnya, jalan kaki bersama di pagi atau sore hari, berenang bersama di hari Sabtu, atau bersepeda bersama setiap hari Minggu pagi. Tanamkan pada anak pentingnya membakar kalori melalui kegiatan ini.

* Menetapkan acara makan sebagai aktivitas

Orang tua sering membolehkan anaknya melakukan apa saja saat makan, yang penting anak mau makan. Akibatnya anak bisa makan apa saja dalam jumlah yang tak terkendali.

Makan adalah peristiwa penting dan perlu dinikmati. Anak-anak yang kegemukan seharusnya makan dengan duduk tenang menikmati makanannya, bukan makan sambil menonton televisi atau mondar-mandir.

Usahakan waktu untuk makan malam bersama dilakukan di rumah agar orang tua dapat mengawasi apa yang anak makan. Libatkan anak dalam memilih menu. Jangan sediakan camilan berupa kue, tapi gantilah dengan buah-buahan.

* Ungkapkan cinta tidak dengan makanan

Hindari memberikan makanan pada anak sebagai hadiah. Misalnya, jangan berikan es krim sebagai hadiah karena nilai ulangannya A. Pilih cara lain untuk menghargai anak selain memberinya makanan. Misalnya, luangkan waktu bersama si kecil untuk menemaninya bersepeda ke tempat yang dipilih anak.

cLoudy
08-26-2007, 03:11 PM
Risih tanpa busana menunjukkan berkembangnya rasa malu pada diri anak. Di samping itu, ia juga perlu keterampilan self help agar mampu bebenah sendiri di toilet.

Mama tutup dong pintunya! ujar Nino pada mamanya suatu saat ketika ia masuk toilet. Ibunya hanya tersenyum sambil berpesan, Jangan lupa cuci tangan dan tekan tombol flush , ya.

Mulai secara individual

Rasa malu atau risih terlihat tanpa busana tidak muncul di usia yang sama pada setiap anak. Namun, secara umum di usia lima tahun, anak menyadari bahwa terlihat tanpa busana di depan orang lain, terutama yang tak dikenal, adalah sesuatu yang memalukan. Terlebih di usia prasekolah ini.

Rasa malu seperti ini berawal dari pengamatan dan proses belajar. Semua tergantung pada nilai yang diajarkan kepada anak dalam setiap keluarga. Ada anak yang tanpa malu berkeliling rumah sehabis mandi dan tak berpakaian hingga usia sekolah. Tetapi, ada juga anak usia tiga tahun yang berani mandi sendiri dengan pintu kamar mandi tertutup.

Aturan atau alasan munculnya rasa malu harus selalu dijelaskan kepada anak. Tujuannya agar si kecil tak menilai atas dasar tabu, papar Ina-Maria Phillips , ahli pendidikan seks asal Ratingen , Jerman. Misalnya, orang tua dapat mengatakan ketika sedang makan Anda terganggu melihat anak mondar-mandir tanpa busana, lanjutnya.

Namun demikian, semua anak belajar dari reaksi orang di sekelilingnya. Awalnya, anak mungkin pernah Anda beritahu untuk menutup pintu kamar mandi atau toilet saat ia di dalamnya. Atau, agar ia tak mengompol di celana. Tetapi reaksi orang lain ketika ia mengompol saat di kelas, misalnya, memberinya pelajaran.

Berani sendiri

Anak tertentu mungkin membuat orang dewasa lain tertawa geli. Misalnya, saat ia tidak minta ditemani ke kamar mandi atau toilet. Phillips menyarankan orang tua dan juga guru untuk menghormati kebutuhan anak akan privasi. Ini artinya, kemandiriannya berkembang baik.

Sebaliknya, jika si kecil masih membutuhkan bantuan Anda setelah selesai buang air, Anda perlu mengajarkan keterampilan self help (membantu diri sendiri) secara perlahan. Pahami saja ini sebagai bagian dari proses perkembangan kepribadian.

Namun, bersamaan dengan berkembangnya rasa malu dan keterampilan anak untuk membantu dirinya sendiri, orang tua dan juga pihak sekolah perlu memastikan bahwa kamar mandi atau toilet yang tersedia aman untuk digunakan anak-anak. Usahakan agar lantai kamar mandi tidak licin. Toilet pun aman dan mudah digunakan anak. Agar yakin aman, awalnya Anda dapat menungguinya di depan pintu toilet atau kamar mandi.

cLoudy
08-26-2007, 03:12 PM
Supaya bisa menikmati dunia barunya di Taman Kanak-kanak, anak butuh kematangan tertentu. Anda dapat membantu kesiapannya.

Bagaimana sekolahnya? Senang?

Iya, Bunda. Tapi tadi di sekolah ada dua teman yang nangis. Ngapain nangis ya Bunda? Sekolah saja kok menangis, jawab Prita.

Hari itu hari pertama Prita masuk Taman Kanak-kanak (TK). Sang Bunda sabar menanti di rumah, karena Prita bersikeras ikut mobil antar jemput seperti kakak-kakak di sekitar rumahnya. Prita tidak ingin diantar Bunda atau pengasuhnya ke sekolah. Bagi Bundanya, hal itu sangat menguntungkan. Artinya, ia tak perlu mengambil cuti terlalu lama untuk menunggui Prita di sekolah.

Sebagian besar orang tua ingin mengalami kemulusan seperti yang dialami Bunda Prita. Anak melewati hari-hari pertama masuk TK dengan sukses: tanpa rengekan dan air mata minta ditunggui. Tapi, memang tak semua anak siap seperti Prita. Ada anak yang butuh waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan dunia barunya ini. Persiapan masuk TK memang dapat dan harus dilakukan. Peran orang tua sangatlah penting dalam hal ini.

Bangunan fisik, perlu dipertimbangkan

Ketika anak masuk TK, artinya ia keluar dari rumah dan masuk ke dunia baru. Agar si kecil bisa memasuki dunia barunya dengan enjoy , ia butuh persiapan psikologis. Bukan malah ia mengalami tekanan psikologis.

Gerda K. Wanei, M.Psi , paedagog dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, mengatakan bahwa bangunan fisik sekolah merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan. Gedung sekolah yang tampak kuno dengan pagar tinggi, satpam bertubuh berwajah galak dengan kumis melintang, tidak membuat anak senang. Anak lebih senang dengan TK yang ada tamannya, gurunya muda-muda dan ceria, peralatannya bagus. Buat anak, dunia baru haruslah dapat mengikatnya, ujar Gerda, yang juga Ketua Jurusan Program Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Atma Jaya.

Alzena Masykouri , M.Si dari Jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sependapat dengan Gerda. Menurut Alzena, Sama seperti orang dewasa yang baru pertama masuk kerja, anak prasekolah pun mengalami berbagai perasaan. Misalnya, senang tapi juga cemas danmerasa tak nyaman.

Sukes bergaul, sukses belajar?

Tidak sedikit orang tua beranggapan bahwa kemampuan anak beradaptasi di TK merupakan penanda sukses tidaknya si kecil menjalani hari-hari belajarnya di TK. Padahal, reaksi awal si kecil saat masuk TK bukanlah ramalan keberhasilannya dalam belajar.

Kalau anak masih menangis sampai beberapa hari, itu hal biasa. Itu hanya masalah kemampuan menyesuaikan diri, bukan soal tidak matang, tegas Alzena. Gerda pun mengatakan bahwa anak yang masih menjaga jarak ketika berada di lingkungan baru, bukan pertanda ia belum matang untuk masuk TK. Setiap anak punya karakter masing-masing, ujar Gerda.

Ketidakmampuan anak langsung berbaur bersama teman, dialami Reti Riseti Sudrajat (38 tahun) . Yuqzan (kini 6 tahun) anak kelima Reti. Ketika masuk TK-A di usia empat tahun Yuqzan menangis terus selama beberapa hari. Sampai akhirnya saya menunda memasukkannya ke TK-A. Saya tunggu sampai Yuqzan berusia lima tahun. Saat itulah ia saya nilai betul-betul siap dan bisa langsung membaur dengan kegiatan di TK, kenang Reti, yang juga seorang guru dan konselor keluarga.

Sejauh mana ketidakmampuan anak bergaul mengganggu proses belajar selanjutnya? Menurut Alzena, ketidakmampuan si kecil bergaul tidak akan mengganggu proses kegiatan selanjutnya. Kecuali bila anak menolak semua kegiatan yang harus dilakukan dan merasa tidak enjoy dalam lingkungan itu, ujar Alzena.

Kapan anak dianggap tidak siap?

Marcello (4 tahun), putra dari Diah Permatasari , artis berusia 33 tahun, sudah masuk kelompok bermain. Tapi ketika pertama kali masuk TK, ternyata dia sedikit rewel. Dua hari pertama Marcello menangis. Tapi setelah itu biasa-biasa saja. Malah dalam waktu satu minggu ia sudah bisa bercerita tentang teman-temannya, cerita Diah, yang memilih TK berbahasa Inggris untuk Marcello. Dengan demikian, apakah dapat dianggap Marcello belum matang untuk masuk TK?

Umumnya anak butuh waktu satu minggu untuk menyesuaikan diri. Setelah itu mereka, biasanya, dapat menjalani sekolah dengan tenang, bermain dan bekerja sama dengan teman-temannya, ujar Alzena, yang juga ibu seorang anak balita.

Anak yang masih belum mampu membaur dan hanya menjadi penonton teman-temannya, tidak bisa bekerja sama setelah lebih dari dua minggu, menjadi pertanda ia belum matang secara sosial-emosional. Meski begitu, masih harus dilihat lagi kondisi anak, apakah ia anak tunggal, anak bungsu atau anak dari orang tua yang overprotective , papar Gerda. Menurut Gerda, bila ada kasus semacam ini, biasanya orang tuanya dipanggil ke sekolah. Melalui orang tualah, penyebab semua itu dapat diketahui.

Persiapan kematangan

Ketika memasuki TK, si kecil memasuki dunia baru yang di dalamnya terdapat berbagai hal: teman baru, orang dewasa lain selain orang tua dan pengasuh anak, yaitu guru, serta sejumlah kegiatan yang mungkin belum pernah dilakukan anak. Untuk menghadapi ini semua, anak butuh kesiapan fisik, kognitif dan sosial-emosional. Jadi, meski kebanyakan TK tidak mensyaratkan kemampuan kognisi tertentu, tetapi tetap ada standar yang ditentukan. Misalnya, anak dapat membilang dari satu sampai sepuluh secara berurutan. dan ini berkembang sesuai usia, ujar Alzena.

Alzena berperdapat, anak juga perlu matang secara sosial-emosional, mengingat di dunia barunya ini anak dituntut memiliki berbagai kemampuan sosial. Misalnya, kemampuan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, memperhatikan guru, mendengarkan orang lain bicara, tidak memotong pembicaraan orang lain, mengekspresikan kemauannya dan bekerja sama.

Di samping itu, menurut Gerda, ada dua hal penting yang perlu dimiliki anak saat hendak masuk TK. Pertama, kemampuan self help yaitu kematangan anak untuk dapat mengkomunikasikan kebutuhannya. Misalnya, anak dapat mengatakan, Bu Guru, saya mau pipis. Jangan sampai anak terus-terusan ngompol karena tidak berani mengatakan kebutuhannya. Kedua, social help yaitu kematangan anak untuk mengerti kebutuhan orang lain. Biasanya anak usia prasekolah masih egosentris, yang dipikirkan diri sendiri terus. Kalau barangnya diambil teman dia teriak-teriak, tantrum dan sebagainya. Kalau dia sudah mengerti kebutuhan orang lain, dia tak akan bersikap seperti ini, jelas Gerda.

Orang tua perlu paham

Namun tak semua orang tua paham soal kematangan yang dibutuhkan oleh anak untuk masuk TK. Ada orang tua yang yakin betul bahwa kematangan kognisi merupakan satu-satunya bekal untuk memasuki prasekolah. Inilah keyakinan Reti ketika memasukkan anak sulungnya, Hani , ke sekolah. Waktu itu Reti menilai Hani cukup cerdas di usia 5 tahun. Ia pun langsung memasukkan Hani ke SD, tanpa lewat TK. Karena emosinya belum matang, Hani jadi mudah meledak, begitu cerita Reti.

Berdasarkan pengalaman itu, Reti menilai pentingnya kematangan sosial-emosional sebagai bekal si kecil masuk sekolah. Ternyata untuk masuk TK, anak juga perlu siap secara sosial-emosional. Itu pun bisa berbeda pada setiap anak. Ada anak saya yang siap masuk TK di usia 3 tahun, ada yang sudah siap di usia 4 tahun, ada pula yang baru benar-benar siap di usia 5 tahun, tutur ibu yang sedang menyiapkan Yusak (4 tahun), anak keenamnya, untuk masuk TK.
Persiapkan dari rumah

Melatih anak terampil berteman, melatih anak terampil menolong diri sendiri dan melatih anak mampu mengucapkan secara verbal kebutuhannya, berlangsung lama. Oleh karenanya, hal itu perlu dilatih sejak dini, agar saat si kecil memasuki TK, ia siap.

Menurut Gerda, mematangkan aspek sosial-emosional tidak sama dengan melakukan induksi atau percepatan pematangan. Melatih anak usia tiga tahun untuk melipat pakaiannya sendiri atau mencuci piring, berarti memberikan percepatan kematangan, ujar Gerda mencontohkan. Menurut Gerda, hal itu justru akan membuat anak lelah dan takut. Sayangnya, tanpa disadari, orang tua kerap melakukan hal ini.

Alzena menyarankan, orang tua sebaiknya membantu anak mematangkan aspek yang dibutuhkannya untuk masuk TK melalui kegiatan sederhana. Misalnya, memberi kesempatan si kecil bermain bersama teman-teman sebaya, bertanggung jawab atas barang-barang milik sendiri, belajar mendengarkan orang lain berbicara, memberi salam, atau memahami instruksi.

Sekarang ini kebanyakan orang tua menggunakan jasa kelompok bermain untuk membantu mematangkan aspek-aspek yang akan diperlukan anak untuk masuk TK, seperti halnya Diah. Marcello yang ikut kelompok bermain di usia dua tahun, mendapat banyak latihan di kelompok bermainnya. Misalnya, buang air kecil tanpa dibantu, dan bekerja sama dengan teman-teman. Diah pun merasa terbantu, karena di rumah, Marcello mampu untuk mandiri.

Namun, sebaiknya, anak dapat dipersiapkan di rumah, bersama orang tuanya. Dari pengalaman, Reti belajar bahwa anak dapat belajar dari anak lain. Anak yang kecil tertarik meniru perilaku anak yang lebih besar. Saya merasa beruntung anak saya banyak. Jadi, anak-anak yang kecil belajar dari kakaknya bagaimana bersikap mandiri dan bagaimana saling berbagi. Apa itu arti belajar, sudah saya sosialisasikan pada anak-anak. Kemudian, bagaimana berangkat ke sekolah, setiap anak belajar dari kakaknya, papar Reti, yang menyebut mempersiapkan anaknya masuk TK sebagai persiapan yang alami dan mengandalkan lingkungannya.

Memberi fasilitas untuk mematangkan aspek lain, juga dilakukan oleh Reti. Misalnya, membiarkan anak memanjat dan naik-turun tangga. Ruang gerak pun diciptakan sedemikian rupa agar anak-anak leluasa melakukan aktivitas fisik. Persiapan yang matang, memang, akan lebih memudahkan si kecil Anda mengawali hari-hari pertamanya di TK.

ping2
08-27-2007, 01:22 PM
Awas Ikan Asin dan Daging Asap Bisa Picu Kanker Payudara


Anda suka makan ikan asin? Nikmat rasanya bila dimakan bersama dengan nasi hangat dan sayur asem. Namun jangan berlebihan mengonsumsi ikan asin, karena bisa memicu kanker payudara.

"Jangan konsumsi terlu banyak makanan yang diasinkan, diasap atau diawetkan," kata dokter RS Dharmais DR dr Noorwati S SpPd KHOM di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Sabtu (25/8/2007).

Noorwati menjelaskan, makanan yang diasinkan ini mengandung nitrit dan tidak bagus bagi kesehatan jika berlebihan.

Dosen FKUI ini juga mengimbau untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung
lemak. Begitupula dengan makanan junk food.

"Lemak jangan terlalu banyak, tapi jangan nggak makan lemak nanti malah wafat
dengan tenang. Hidup itu juga perlu lemak," ujarnya.

Dalam hidup ini, lanjut Noorwati, yang penting makan seimbang agar tubuh sehat.
"Yang bagus makanan rumah. Tanpa pengawet, tapi sekali-kali boleh," imbuh
dia.

Selain itu, perbanyak makan buah dan sayur serta makanan yang mengandung vitamin A dan C. Jika minum suplemen sebaiknya yang natural dan alami.

"Hindari juga kegemukan dan lakukan olahraga yang teratur," pungkas Noorwati.

paciotti
09-06-2007, 02:06 PM
Terima kasih bro.... sangat bermanfaat sekali

vaifanz
10-22-2007, 10:39 PM
Oktober adalah bulan untuk peduli terhadap kanker payudara. The American Cancer Society memperhitungkan sekitar 43.700 orang akan mati karena kanker payudara dalam setahun ini.

Mereka terdiri dari 43.300 wanita dan 400 orang pria. Penyebab juga obat untuk penyakit ini masih belum ditemukan secara pasti namun peneliti mengindikasi pemeriksaan dini bisa membuka peluang lebih besar untuk selamat.

Nah, hal ini yang mendorong pemeriksaan terhadap payudara jadi sangat penting. Cek payudara Anda sendiri dengan cara termudah namun efektif. Ini dia:

1. Berbaringlah dan letakkan bantal di bawah bahu kanan untuk membuat payudara kanan Anda lebih datar.

2. Letakkan tangan kanan Anda di belakang kepala.

3. Letakkan tangan kini Anda di payudara kanan dan tekan dengan bantalan tiga jari Anda.

4. Cek payudara Anda dengan gerakan memutar. Pastikan Anda juga memeriksa bagian ketiak.

5. Letakkan bantal di belakang bahu kini Anda dan lakukan hal yang sama seperti di atas.

6. Periksa payudara Anda lewat kaca. Perhatikan apakah ada perubahan.

7. Hubungi dokter segera jika Anda menemukan benjolan, membengkak, iritasi kulit, berlesung pada payudara juga puting.

Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan ini adalah sekitar seminggu setelah haid bulanan dimulai. Tambahkan bedak, pelembab atau minyak untuk memudahkan jari Anda menelusuri kulit payudara. Jika tak mau memeriksanya sendiri, Anda bisa melakukan tes mammogram di rumah sakit.

Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ini secara regular. Dengan latihan seperti ini Anda bisa tahu bagaimana bentuk normal payudara Anda dan bagaimana jika ia bermasalah. Jangan pernah malas atau malu melakukannya demi kesehatan.

Lord_man
11-03-2007, 06:28 PM
Terlalu banyak menonton televisi tidak hanya menyebabkan badan anak bertambah gemuk, juga memengaruhi kondisi tekanan darah. Mereka menemukan anak obesitas akan melihat tayangan televisi selama empat jam atau lebih dalam tiga kali sehari akan berisiko mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan anak yang melihat tayangan televisi kurang dari dua jam sehari.

"Kondisi ini merupakan hubungan yang signifikan antara melihat tayangan televisi dan penyebab obesitas serta hipertensi pada anak," kata peneliti dari Universitas California San Diego Dr Jeffrey Schwimmer dalam Journal of Preventive Medicine.

Beberapa penelitian menemukan hubungan yang kuat antara melihat televisi dan obesitas. Namun, ini merupakan penelitian pertama yang menunjukkan hubungan antara melihat menonton televisi dengan tekanan darah pada anak obesitas dan remaja.

Seiring meningkat obesitas pada anak, meningkat pula risiko penyakit jantung dan diabetes. Begitu juga sebaliknya, angka anak yang mengalami tekanan darah tinggi akan meningkat pula angka obesitas.

Pada anak, kondisi ini sering tidak terdiagnosis dan tekanan darah tinggi mampu menekan dan merusak organ-organ lain terutama ginjal. Schwimmer menggunakan 546 anak dan remaja berusia empat sampai 17 tahun dalam rentang waktu 2003-2005. Kemudian antara tinggi dan berat badan diukur untuk menentukan body massa index atau BMI dan mencatat tekanan darah.

Dalam penelitian ini, anak dikatakan obesitas mempunyai ukuran BMI 35,5, dan pada dewasa memiliki ukuran BMI lebih dari 30. Anak dan orang tua mengestimasikan berapa banyak waktu yang diluangkan untuk melihat televisi, dan analis dari dokter.

Peneliti menemukan bahwa anak yang melihat tayangan televisi sebanyak dua sampai empat jam sehari akan berisiko 2,5 kali mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan yang melihat tayangan televisi kurang dari dua jam sehari. Adapun, anak yang melihat lebih dari empat jam sehari kemungkinan akan berisiko mengalami hipertensi sebanyak 3,3 kali.

gupafebp
11-29-2007, 04:34 PM
Menjaga Kesehatan vagina dengan Susu

Siapa yang tak mendambakan tubuh yang sehat dan wangi? Pasti tidak ada. Hal ini juga berlaku bagi area intim perempuan.

Area intim yang sehat dan wangi tak hanya membahagiakan pasangan, namun juga dapat mendongkrak rasa berdiri pribadi yang bersangkutan.
Banyak cara dilakukan untuk membuat area intim tetap dalam kondisi prima. Ada yang melakukan ratus, mencuci dengan air sirih atau rajin membasuhnya dengan cairan antiseptik. Benarkah langkah itu?

Tunggu dulu. Teryata pemakaian air rebusan daun sirih atau cairan antiseptik untuk area intim perempuan tidak disarankan. Kenapa? Pasalnya keduanya bersifat bakterisid alias mematikan semua mikroba, tanpa memandang itu bakteri baik (flora normal vagina) atau bakteri patogen (bersifat merugikan). Jika hal ini berlangsung terus-menerus, bukan kondisi sehat yang didapatkan area intim kita, tapi malah sebaliknya, bisa terjadi infeksi. Ih, nggak mau kan?

Menurut Dr. Junita Indarti SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo/FKUI mengungkapkan infeksi vagina terjadi karena terganggunya keseimbangan ekosistem di area tersebut.

Ekosistem vagina sendiri, lanjut dr. Junita, adalah lingkaran kehidupan yang terdapat pada vagina, dipengaruhi oleh dua unsur utama yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus (bakteri baik). "Jika keseimbangan ekosistem ini terganggu, bakteri Lactobacillus akan mati dan bakteri patogen tumbuh. Mekanisme alami yang ada menjadi terganggu sehingga tubuh rentan terhadap infeksi," ujar dr. Junita.

Banyak faktor yang menjadi penyebab ketidakseimbangan ekosistem vagina, yaitu kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus (kencing manis), pemakaian antibiotik, darah haid, cairan mani, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching) dan gangguan hormonal (pubertas, menopause atau kehamilan).

Maka, menjaga keseimbangan ekosistem vagina adalah cara paling alamiah dan efektif dalam merawat kesehatan vagina serta mencegah timbulnya infeksi. Bagaimana caranya? Sebaiknya Anda simak yang ini: Sebuah uji klinis yang dilakukan di poliklinik Sitologi RSCM membuktikan manfaat ekstrak susu bagi kesehatan vagina. Susu? Pernahkah hal itu terlintas di benak Anda?

Ternyata, susu mengandung zat aktif yang diesktrak menjadi asam laktat dan laktoserum yang secara klinis terbukti mengurangi keluhan gatal, rasa terbakar dan keputihan pada vagina. "Penelitian kami terhadap 71 kasus fluor albus (keputihan) dengan keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan menunjukkan pengurangan rasa gatal sebesar 86,1%, pengurangan rasa terbakar 87,5% dan pengurangan keputihan 81,1% setelah pasien dirawat dengan pemberian larutan asam laktat dan laktoserum dua kali sehari selama dua minggu," papar dr. Junita.
Dari hasil uji klinis disimpulkan bahwa asam laktat dan laktoserum bermanfaat mengurangi keluhan karena keputihan dan menghambat pertumbuhan jamur (kandida) dan dermatofit (kapang).

Jadi bagaimana agar mendapatkan ekstrak susu berupa asam laktat dan laktoserum, apakah harus melakukan fermentasi dulu? wah, tak perlu harus seribet itu. Kalau ingin hasil 'jadi' dan tinggal pakai sudah ada Lactacyd yang dijual bebas di pasaran.

Menurut dr. Diana Komara, Medical Advisor Lactacyd, cairan pembersih Lactacyd berbeda dengan pembersih kewanitaan yang selama ini ada, bukan pula antibiotik biasa, sehingga tidak membunuh flora normal vagina, melainkan justru meningkatkan pertumbuhannya karena menyediakan makanan bagi bakteri baik tersebut.

"Selain itu dengan menjaga tingkat keasaman normal pH 3,8-4,2, Lactacyd mencegah pertumbuhan organisme patogen yang dapat menyebabkan keluhan gatal dan bau tak sedap," tandas dr. Diana.

Now you know, girls!

cyn08
11-29-2007, 09:49 PM
ada yang tau resep manjur anak batita yang ga bisa ngeluarin reak yah? obat yang dr dokter ga pernah berhasil, pake kencur jg ga efek nih.

gupafebp
12-01-2007, 12:13 AM
Lakukan sambil bermain kala bayi telentang atau tengkurap.

Stimulasi gerak silang bisa dilakukan pada semua usia, tetapi sebaiknya dimulai di usia bayi. Alasannya, di usia bayi otak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jika stimulasi gerak silang diberikan mulai di usia ini, maka keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih mudah diasah. Begitu pula koordinasi motoriknya.

Untuk bayi usia awal, stimulasi gerak silang diberikan kepada bayi dalam posisi ditelentangkan. Kemudian gerakkan kaki dan tangan si kecil secara bersilangan. Tangan kiri digerakkan bersamaan dengan kaki kanan, tangan kanan digerakkan berbarengan dengan kaki kiri. Inilah gerakan menyilang.

Perhatikan pula tahapan perkembangan yang sudah harus dicapai. Di akhir usia 3 bulan, misalnya, bayi sudah harus bisa membolak-balikkan badannya. Stimulasi gerak silang yang merangsang kekuatan otot tangan dan badan besar (trunk) dapat dimanfaatkan untuk meraih kemampuan itu. Dengan kata lain, stimulasi diberikan untuk mendapat apa yang tengah dibutuhkan si kecil. Jangan lupa, lakukan latihan sambil bermain.

Selain berupa rangsang gerak, latihan gerak silang bayi dapat dilakukan dengan memberi bayi rangsang raba, misalnya kelitiki tubuhnya perlahan. Stimulasi ini akan membuat kaki dan tangan bayi bergerak silang. Prinsipnya, stimulus gerakan tersebut bisa berupa suatu rangsang gerakan atau rangsang raba. Coba perhatikan, kalau salah satu kakinya diraba, saraf-saraf peraba di kakinya akan merespons dengan gerak refleks menghindar.

Setelah berusia 4 bulanan, bayi mulai berusaha mengambil benda yang ada di hadapannya dengan cara mengesot. Untuk menstimulasinya, perlihatkan mainan atau benda aman lainnya di hadapan bayi. Ketika Ia mulai beringsut, jauhkan sedikit demi sedikit benda yang menjadi incarannya. Lalu, biarkan bayi meraih benda itu sebagai reward bagi usahanya.

Secara tak langsung "alam" memang sudah mengondisikan otak kanan dan kiri bayi untuk melatih koordinasi mata dan gerak motoriknya. Fase koordinasi ini terbentuk agar si kecil dapat melakukan gerak silang yang lebih kompleks seperti mengesot tadi dan merangkak di usia 8-9 bulan.

Fase koordinasi awalnya dilakukan lewat perangsangan indra perabaan, pendengaran, dan penglihatan. Semua bentuk rangsang tersebut membentuk dasar-dasar kemampuan sensori. Ketika bayi sudah bisa mengoordinasikan semua hal tadi, barulah muncul kemampuan gerak. Gerak inilah yang akan merangsang kemampuan motorik untuk melakukan persepsi. Dengan cara ini bayi bisa mengartikan apa yang dia lihat, dia dengar, dia raba dan dia gerakkan, sebelum akhirnya masuk pada kemampuan konseptual dimana sel-sel saraf di otak sudah bisa berfungsi optimal.

Nah, stimulasi gerak silang di usia bayi selain bermanfaat dalam mengaktifkan hubungan otak kanan dan kiri, juga membantu koordinasi indra pendengaran, penglihatan, perabaan dan koordinasi motorik gerak bayi. Semakin berkembang otaknya, maka semakin optimal pula kemajuannya. Inilah yang kelak menjadi cikal bakal pembentukan kemampuan memori, konsentrasi, membaca, menulis, menghitung, berbahasa dan kemampuan lainnya di tahapan usia berikut.

PERSILANGAN OTAK

Otak atau pusat persarafan, terbagi menjadi dua bagian yaitu otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berkaitan dengan kreativitas, intuisi dan seni. Dengan kata lain lebih mengarah ke abstraksi, imajinasi, dan konseptual. Sementara otak belahan kiri lebih terkait pada kemampuan menganalisis dan berpikir logis, mengarah pada sesuatu yang dihafal dan yang bersifat rutin. Kemampuan bahasa melibatkan fungsi kedua belahan tersebut. Otak belahan kiri lebih banyak bekerja untuk pembentukan struktur bahasa, sedangkan ide pemahaman akan bahasa dihasilkan oleh belahan otak kanan.

Ada benarnya jika dikatakan belahan otak kanan mengatur anggota tubuh bagian kiri dan otak belahan kiri mengatur anggota tubuh bagian kanan karena memang ada gerak silang seperti itu. Perlu diketahui, daras atau serabut-serabut saraf yang mempersarafi organ tubuh belahan kanan maupun kiri secara garis besar memiliki topografi yang bersilangan di otak. Artinya, serabut saraf yang mempersarafi organ kaki dan tangan sebelah kanan akan berhubungan dengan serabut persarafan di otak sebelah kiri. Begitu pula sebaliknya.

Namun, tak berarti belahan kanan dan kiri terpisah sama sekali. Karena tetap ada serabut-serabut saraf yang senantiasa berhubungan dengan belahan otak yang sama. Konkretnya, serabut saraf organ tubuh kanan tetap ada yang bersambungan dengan otak sebelah kanan. Meski jumlah serabut saraf yang berada di belahan yang sama tidak sebanyak saraf yang bersilangan. Ini sangat masuk akal karena jika serabut saraf yang saling bersilangan terpisah sama sekali dan tidak ada yang menyambung pada belahan yang sama, tentu tidak pernah akan ada titik temunya. Akibatnya, pastilah tak mungkin terjadi koordinasi.

Tersambungnya serabut-serabut saraf organ tubuh dengan belahan otak dari sisi yang sama memungkinkan belahan otak yang satunya lagi masih dapat mengambil alih fungsi untuk mengatur belahan tubuh yang sama saat ada sesuatu yang tak beres pada belahan otak yang bersebelahan.

gupafebp
12-01-2007, 12:43 AM
Seni Berbicara dengan Bayi

Berikut ini panduan seni berbicara dengan bayi untuk
mengembangkan kemampuan berbicaranya:
1. Memperkenalkan Nama Benda

Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh. Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada nama-nama benda di sekitarnya; bola, meja, kursi, kotak. Perkenalkan pula si kecil pada pohon, mobil, kucing, anjing, dan aneka obyek di luar rumah.

2. Menjadi Pendengar
Meski bayi belum mampu mengungkapkan keinginan atau gagasan lewat kata-kata yang jelas, sebaiknya mulailah ''mendengarkan'' setiap ia ''mengungkapkan'' sesuatu. Jadilah pendengar aktif. Usahakan mengira-ngira apa yang ingin bayi ungkapkan. Lalu, berikan respon. Misal, ''Oh, bagus sekali!'' atau ''Apa betul?'' Ajak pula bayi berdialog, meski ia hanya akan merespon dengan gumaman, gerakan, senyum atau bahasa tubuh lainnya.

3. Memperkenalkan Konsep
Segala sesuatu di sekitar bayi merupakan hal baru baginya. Nah, kewajiban kitalah mengenalkannya kepada bayi melalui berbagai konsep, eperti konsep panas-dingin, naik-turun, masuk-keluar, kosong-penuh, berdiri-duduk, basah-kering serta besar-kecil. Pengenalan konsep dasar ini bisa dilakukan sesederhana mungkin. Dan, bisa didapat dari peristiwa sehari-hari di sekitar bayi. Misal, saat menggantikan popok, kita bisa memberitahukan padanya, ''Popokmu basah kena pipis. Nah, sekarang Mama ganti dengan popok yang kering.''

4. Menjelaskan Sebab-Akibat
Konsep sebab-akibat juga perlu diperkenalkan, mengingat bayi sedang giat mempelajari segala sesuatu. Kita bisa mulai dengan menjelaskan berbagai fungsi dan sebab-akibat bekerjanya benda di rumah. Misal, tombol lampu. ''Kalau tombol ini Mama tekan ke atas, lampu akan menyala dan ruangan jadi terang. Tetapi kalau ditekan ke bawah, lampu padam dan ruangan jadi elap.''
Tentu saja tak cuma benda mati. Sebab-akibat pada perasaan orang juga bisa diperkenalkan. Contoh, ''Mama sedih kalau kamu nggak mau makan''. Ini akan mengasah kepekaan bayi.

5. Memperkenalkan Warna
Warna-warni bisa ditunjukkan sambil memperkenalkan benda dan segala sesuatu di sekitar bayi. Misal, ''Itu balon, Nak. Warnanya merah, seperti bajumu.''

6. Mengulangi Kata-Kata
Agar bayi mampu mengingat lebih tajam segala sesuatu yang diperkenalkan padanya, sebaiknya kata-kata yang diperkenalkan selalu diulang-ulang. Misal, ''Pintar, makannya sudah habis. Haaabiiis.''

7. Memperkenalkan Kata yang Benar
Hindari penggunaan kata-kata yang dipermudah atau dicadel-cadelkan, seperti ''mamam'' untuk makan, ''mimik'' untuk minum, atau lainnya. Gunakan kata-kata yang benar. Karena, ini membantu bayi memahami konsep dengan benar.

8. Perkenalkan Kata Ganti
Walau bayi belum bisa menggunakan kata ganti, tak ada salahnya mulai memperkenalkannya. Beritahu pula konsep kepemilikan. Misal, ''Ini kue untuk Adek, untuk kamu,'' atau ''Ini punya Mama, punya saya''.

9. Memacu Respons
Banyak cara memancing bayi agar merespons atau menjawab pertanyaan kita. Misal, memberi berbagai pilihan dan meminta bayi memilih salah satu, ''Mau pakai baju merah atau kuning?'' Atau, bisa juga meminta bayi menunjukkan atau mengambil benda yang kita tanyakan, ''Coba, yang mana boneka Laa Laa?''

10. Hindari Pemaksaan
Jika bayi cuma menjawab dengan ekspresi atau bahasa tubuh, bantulah dengan memberi pilihan. Misal, ''Ari mau pilih bola atau boneka?'' Kalau kata-katanya tetap tak keluar, komentari pilihannya, ''Oh, Ari pilih bola, ya?'' Hindari pemaksaan bila bayi tetap tak mau bicara. Bersabar dan teruslah berlatih.

11. Menyederhanakan
Arahan yang rumit bisa membingungkan bayi. Jadi, sampaikanlah arahan verbal satu per satu. Misal, ''Tolong ambilkan bola.'' Tunggu sampai bayi melakukannya, baru lanjutkan, ''Nah, sekarang berikan pada Mama.'' Beri pujian bila ''tugas'' itu dilakukan dengan baik, agar bayi tahu bahwa yang dilakukannya benar.

12. Hati-hati Memperbaiki
Kekeliruan berbahasa karena keterbatasan artikulasi bayi bisa mulai diperbaiki secara hati-hati. Ungkapan ''..bil!'' untuk ''mobil'', dapat langsung diperbaiki lewat jawaban ''Pintar, itu mobil''. Tak perlu mengulang-ulang kesalahan ucapan bayi. Sebetulnya ia sudah mengetahui ucapan yang seharusnya keluar.

13. Membaca Bersama
Perkenalkan bayi pada buku bacaan bergambar yang memiliki kalimat berirama dan sederhana seperti pantun. Ajaklah ia bersama-sama mengucapkan dan menunjukkan gambar-gambarnya. Misal ''Gajah bermain bola.'' Mintalah bayi menunjukkan mana gajah dan mana bola. Lakukanlah ini sesering mungkin. Lama-lama bayi akan akrab dengan kata-kata di buku tersebut dan tertarik untuk belajar lebih banyak lagi.

14. Mengenalkan Angka
Ini bukan pelajaran berhitung, melainkan sekedar mengenal angka satu dan lainnya sambil bermain. Misal, ''Adik boleh ambil satu kue. Saa-tuu...'' (sambil memperlihatkan jari kita menunjukkan ''satu''). Atau,
''Ambil mainan, yang baaa-nyaak.'' Menghafal angka juga sudah bisa dilakukan. Sambil naik tangga atau memasukkan mainan ke dalam boks, kita membilang, ''Satu, dua, tiga...''

15. Menyanyi
Menyanyi adalah cara mudah ''merekamkan'' beragam kosakata di benak bayi. Kelak, begitu mendengar potongan melodi dan irama lagu tersebut, rekaman itu akan keluar dengan sendirinya dari mulut bayi.

gupafebp
12-01-2007, 12:54 AM
ada yang tau resep manjur anak batita yang ga bisa ngeluarin reak yah? obat yang dr dokter ga pernah berhasil, pake kencur jg ga efek nih.
Mudah-mudahan ini bisa membantu.


Pengalaman hal serupa menimpa anak saya ' Hana " usia 3 bulan. Mungkin
Ibu bisa mencoba dengan memijit titik urat-urat yang yang ada ditelapak
kaki kiri dan kanan terutama bagian yang berdekatan dengan ibu jari atas
dan bawah, kaki sekitar mata kaki dan yang berdekatan dengan dareah jari
kelingking. Pijat pelan-pelan dibantu minyak telon / kayu putih jangan
terlalu lama tapi merata. Hal ini juga bisa dilakukan pada anak / orang
dewasa selain dibantu dengan obat hal ini akan mempercepat lancarnya
peredaran darah yang terganggu yang menyebabkan penyakit tersebut,
pijitan pada titik-titik urat tersebut kalau dirasakan pada orang dewasa
pada saat menderita sakit batuk akan terasa sakit, tetapi kalau dia
dalam keadaan sehat, dipijit kuat pun tidak akan terasa sakit.
semoga dapat membantu.

Atau bisa yang ini....tergantung usia bayi ya....


Kasih minum teh manis hangat saja mbak, setiap pagi bangun tidur juga saat sarapan pagi minumnya teh manis hangat, itu resep dari dokter anakku alhamdulillah dahaknya berkurang. Semoga lekas sembuh [DnP]

Kalau aku biasa membuat 'ramuan' air 1/2 gelas dididihkan dengan 30 biji cengkeh, setelah mendidih diangkat terus dimasukkan kecap manis 3 sendok makan lalu ditutup. Kalau sudah dingin diminumkan seperti obat batuk (1/2 sampai 1 sendok makan 3 kali sehari) Sampai saat ini, 'ramuan' tersebut. Sangat menolong dan katanya itu buat mengencerkan dahak juga. Siapa tahu berguna [Ttn]

Bisa dicoba kalau ada bunga belimbing wuluh (warna ungu/merah tua), dicuci bersih dengan air hangat, lalu rebus sebentar + garam sedikit saja, kemudian diminumkan ke anak, airnya juga sedikit saja ya mbak. Biasanya 2 atau 3 kali minum dahak sudah keluar. Anak diminumkan 3x sehari 1 sendok teh. Rasanya sepet dan bau agak langu mbak, Semoga berguna ya, anak saya sering saya kasih itu, atau kalau mau yang moderen, beli Mucopect syrup untuk anak mbak, anak saya ampuh keluar dahak dengan obat itu [Krtn]

Kalau waktu kecil, sama nenekku, tiap batuk-pilek aku disuruh makan gula pasir yang dipincuk sama daun sirih. Kadang ampas daun sirihnya aku buang, yang dimakan gula sama 'air' daun sirih-nya saja, Kalau diliat dari resep yang mbak Dy kasih, wuih, terbayang rasanya pasti panaaaaaaaas sekali [Dh]

Kalau resep mamaku, kunyit 1 jari, kencur 1 jari diparut halus, beri beberapa tetes air, lalu diperas jadinya kira-kira 1 sendok makan, diminum pagi sore cuma karena rasanya gak enak, getir, bisa ditambahkan madu

Kebetulan kemarin aku simpan dari milis sebelah, aku sendiri belum pernah coba sih :
2 lembar daun sirih
1 sendok makan daun saga
1 potong kecil akar wangi
5 butir cengkeh
7 kapulaga
sedikit adas

semua bahan direbus dengan air segelas hingga tinggal setengah, ditambah madu sesendok makan, diminum hangat-hangat. Bisa diminum 3 kali sehari. Aku sendiri baru mau cari bahan-bahannya (terutama akar wangi, cari dimana ya), tapi kayaknya komposisi diatas buat orang dewasa deh, kebayang sih rasanya pasti pedas, mungkin kalau buat anak-anak dicoba minumnya 3 x 1 sendok makan (jadi yang hasil setengah gelas itu bisa buat sehari). Kalau ibuku waktu anak-anakku masih bayi s/d batita suka buat dari daun saga + daun sirih + madu saja, tidak pakai jeruk nipis takut perutnya tidak kuat katanya, lumayan membantu juga

xc22
01-08-2008, 09:35 PM
Sepertinya masalah yang satu ini, yaitu mengenai kanker dan tulang yang mengalami osteoporosis, semakin banyak sekarang ini.
Yang ingin saya sampaikan disini, GAYA HIDuP SEHAT itu PENTING!!

giriondeadline
01-09-2008, 07:13 AM
Peristiwa itu terpatri kuat di benak Ni Luh Kartini. Kala masih duduk di bangku sekolah dasar pada 1971, Luh Kartini senang pergi ke persawahan di Singaraja, Bali. Usia seperti itu adalah usia bermain. Bahkan ia tak cepat lelah berlari-larian bersama rekan-rekan sekolahnya.

Setelah kecapaian dan haus, ia meneguk air yang ada di pematang sawah. Airnya kala itu terlihat jernih. Namun, yang terjadi, ia pingsan. "Saya beruntung tidak meninggal," ujarnya kepada Wayan Bakori dari Gatra. Setelah tersadar ia tak tahu kenapa bisa pingsan setelah meminum air. Yang jelas, sejak saat itu, ia kapok meneguk air mentah dari pematang.

Ketika beranjak dewasa, Ni Luh Kartini baru paham bahwa air yang dia minum kala itu mengandung pestisida. Dampak meminum air pematang itu pun terasa hingga kini. Itu dia rasakan tatkala memberikan air susu kepada tiga anaknya. Terutama pada anak yang paling bungsu. Anak ketiga yang terlahir November 1995 itu tak normal dibandingkan dengan kedua kakaknya.

Saat bayi, anak nomor tiga itu kerap sesak napas. Ia juga mengalami tumbuh kembang yang berbeda dengan anak-anak sebaya. Selain hiperaktif, juga sulit berkonsentrasi. Setiap kali diterangkan atau diajak bicara, kalau tidak karena kemauannya sendiri, ia tak bisa menangkap pembicaraan orang lain.

Ni Luh Kartini sempat membawa anaknya ke dokter. "Dia masih beruntung, tidak masuk dalam kategori autis," katanya lega. Sejak itu pula ia menjauhkan anak-anaknya dari makanan siap saji dan rentan tercemar pestisida.

Wanita 45 tahun ini yakin penyebabnya adalah pestisida. Sewaktu mengandung anak ketiga, ia sengaja memeriksakan sebagian air susunya untuk dites di laboratorium. Ternyata ada polutan (residu pestisida) di air susunya, meski tidak sampai 20%.

Pengalaman pribadi itu lantas dipresentasikan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Denpasar kala ia sudah menjadi peneliti pada 1998, atau setahun setelah ia meraih gelar doktor pertanian di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Pada saat presentasi, ada seorang wanita warga negara Jerman yang hadir dalam seminar tersebut. Ia minta dites darah dan ASI. Kebetulan ia sedang menyusui. Dari hasil penelitian diketahui adanya kandungan pestisida pada ASI. Wanita itu pun kalut dan memilih kembali ke negaranya segera. Sampai sekarang Luh Kartini belum mendengar kalau wanita tadi kembali ke Bali.

Kerisauan akan bahaya pestisida tehadap ASI dikumandangkan lagi pada saat rembuk publik di Wantilan DPRD Bali, Denpasar. Rembuk itu digelar bersamaan dengan Konferensi PBB Mengenai Perubahan Iklim yang digelar di Nusa Dua, awal hingga pertengahan bulan ini. Ahli mikrobiologi pertanian Universitas Udayana, Denpasar, ini menengarai beberapa ASI di seluruh dunia sudah tercemar pestisida.

Ini karena si ibu mengonsumsi produk pertanian yang tidak ramah lingkungan. Seorang ibu akan memberikan 20% racun kepada anaknya lewat ASI. "Bisa kita bayangkan kalau kondisi itu terus berlanjut," ujar dosen tetap di fakultas pertanian universitas tersebut. Maka ia meminta sistem pertanian yang ramah lingkungan dan bebas pestisida harus diprioritaskan.

Di dunia, laporan adanya pencemaran pestisida di dalam ASI sudah banyak. Pada 1990-an, misalnya, ditemukan 83% sampel ASI tercemar dieldrin. Lalu 61% ASI mengandung pestisida heptochlor epoxide.

Sebenarnya untuk melihat adanya pencemaran polutan relatif gampang. Bisa dilakukan pengetesan terhadap tanah. Tanah yang sudah terkontaminasi pestisida dalam kurun 15 tahun masih menyimpan kandungan pestisida sebanyak 40%. Kalau tanah tersebut lalu ditumbuhi tanaman-tanaman yang dikonsumsi manusia, maka polutan akan terhisap pada tanaman tersebut dan dimakan oleh manusia. "Untuk menetralisir tanah yang telah terkena racun, perlu waktu hampir satu generasi umur manusia," katanya.

Efek negatif pestisida terhadap kesehatan sudah dibuktikan dalam banyak penelitian. Dalam jangka pendek barangkali bisa dilihat dari kasus kematian 27 anak sekolah di Filipina pada 2005. Mereka diduga bermain dengan pestisida yang dikira tepung terigu. Itu efek cepat.

Bahaya lain akan tampak dalam jangka panjang. Ibu yang mengonsumsi makanan yang tercemar pestisida, bila si ibu memberikan ASI kepada anaknya, maka tubuh si anak akan mengandung pestisida. Lalu anaknya itu akan menularkan lagi pestisida lewat makanan atau ASI dan seterusnya. Kandungan pestisida akan berkurang dan hilang. Namun apabila si anak tetap mengonsumsi makanan berbahaya, selamanya pestisida tak akan lenyap secara turun-temurun.

Bahaya pestisida bisa beragam. Misalnya asetat dari golongan insektisida sering ditemui pada cabe besar, seledri, buncis, dan kapas. Bila tertelan, dalam jangka panjang akan menimbulkan mutasi genetik, kanker, dan keracunan pada alat-alat reproduksi manusia. Lalu klorden yang sebagian dijumpai pada kentang bisa menyebabkan kanker, cacat lahir, keracunan alat reproduksi, dan mutasi genetik. Beberapa bahan polutan lain bila masuk ke tubuh ibu yang mengandung dan menyusui akan mempengaruhi perkembangan perilaku pada bayi, gangguan hormonal, dan kanker.

Lalu mengapa zat-zat beracun itu bisa terdapat pada ASI? Itu bisa terjadi karena zat-zat pestisida seperti DDT dan klordan akan tersimpan di lemak tubuh dalam jangka waktu lama. Lemak tubuh yang dapat akan berpindah pada saat menyusui. Pada saat itulah polutan ikut terbawa lemak tubuh mudah larut ke payudara. Ia akan tergerus ke luar saat ASI yang berisi plasma darah diisap oleh bayi. Tapi bisa pula keluar saat ibu mengandung. Lemak tubuh yang gampang terbawa melalui plasenta ke tubuh janin.

Saat masuk ke tubuh janin atau bayi, racun tersebut langsung masuk organ otak. Di otak inilah, zat toksik itu mengganggu perkembangan otak. Pada masa pertumbuhan otak menjadi penting. Tapi karena di otak terdapat zat beracun, pertumbuhan otak beserta organ-organ tubuh lainnya terganggu.

Sebenarnya tak hanya ASI yang tercemar. Pada produk-produk susu lain, seperti susu sapi, pun sudah tampak pencermaran. Pada 1960-an sudah ditemukan 3/4 susu sapi yang dipasarkan ternyata mengandung DDT di Amerika Serikat. Sepuluh tahun kemudian ada kandungan residu dieldrin pada susu sapi dan klordan.

Bambang Tridjaja, dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengakui bahwa ASI kini sudah dipandang sebagai salah satu zat yang dimonitor kandungan zat polutannya. Namun ia menegaskan, masalah ini hendaknya jangan hanya dilihat dari luasnya pencemaran, melainkan juga pada level atau kadar pencemaran zat-zat tersebut. Apakah level tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai level toksik atau tidak. "Ini perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kepanikan pada ibu-ibu yang sedang menyusui," ujarnya.

Sebab, masih kata Bambang, pencemaran tidak hanya terjadi melalui ASI, dapat juga dari makanan yang mengandung toksik dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Zat ini berbahaya, karena tak bisa dicerna secara sempurna oleh tubuh. Sehingga menimbulkan racun.

Tingginya zat toksik dalam tubuh juga dapat menyebabkan kelainan reproduksi. Misalnya, kelainan bentuk alat genital, penurunan tingkat fertilitas, dan mutasi genetis. Penelitian pada hewan menunjukkan kelainan tersebut. Dan kemungkinan besar terjadi juga pada manusia.

Hal kongkret yang terjadi adalah ada kenaikan tingkat angka kasus hipospadia (kelainan pada lubang kencing) di dunia. "Ditengarai akibat meningkatnya zat polutan sewaktu kecil," ujar Bambang.

Simichi_K
02-02-2008, 09:52 PM
Terapi Musik untuk Bangkitkan Konsentrasi Anak Autis

SALAH satu metode untuk menangani anak autis yakni memberikan pelajaran musik untuk menggugah konsentrasi mereka. Koordinator sekolah musik Gita Nada Persada Hani Yulia Adinda menyatakan, ada dua tahapan pembelajaran musik anak autis, yakni tahap dasar dan lanjutan.

Pada tahap dasar, anak autis cukup diberikan pengenalan nada saja, misalnya suara ketukan maupun bunyi-bunyian alat musik seperti drum. Setelah mengenal nada dasar, kemudian siswa masuk tahap lanjutan dengan diberikan musik yang lebih beralur seperti piano. Untuk sampai pada tahap lanjutan, tergantung keseriusan serta daya tangkap masing-masing anak autis. Agar usaha membangkitkan konsentrasi siswa lebih cepat, sekolah musik Gita Nada Persada juga mendatangkan psikolog untuk membantu pola berpikir anak autis. Untuk itu, tiap minggu ada pelayanan konsultasi psikologi yang dilakukan bagi siswa Gita Nada persada.

''Namun, akhir-akhir ini yang minta bantuan psikologi bukan si anak autis, melainkan guru musik yang mengajarnya setiap hari. Maklum, tingkah laku anak autis yang berlebihan membuat pikiran para guru tegang. Jadi, mereka membutuhkan bantuan psikolog," papar Adinda sambari tersenyum.

Selain itu, peranan orangtua juga menjadi faktor penentu keberhasilan anak autis menjalani hidup, baik dari pola kehidupan sehari-hari siswa maupun ritme belajar yang dilakukan kepada anak autis di rumah. "Jam tidur juga harus dijaga. Perhatian orangtua dituntut bisa mengendalikan pola hidup anaknya. Kalau tidak, konsentrasinya bisa bubar," tuturnya.

Dengan belajar musik, anak autis bisa menemukan konsentrasinya. Nada dan ketukan musik yang keluar dari piano dan drum mampu menembus arah pikirannya.

Seperti yang dilakukan Milka Rizki Bramasto (6), salah seorang siswa Gita Nada Persada. Dia begitu tenang saat jemarinya menari di atas tuts piano meski suaranya tidak beraturan. Maklum, Milka hanya bisa memainkan tiga tangga nada piano, yakni do, re, dan mi. Namun, dengan bermain musik, dia sedikit bisa mengatur konsentrasi yang ada di pikirannya. Ketukan nada yang keluar dari piano mampu menggugah daya ingat serta fokus seorang anak yang menderita autis. Sesekali, Milka bertingkah berlebihan dengan memukul badan piano. Reaksi yang berlebihan seperti itu sering dilakukan anak autis. Apa yang mereka inginkan juga harus segera terwujud. Pengajar musik Gita Nada Persada Trie Aprianto menuturkan, mengajarkan musik kepada siswa autis harus memiliki kesabaran tinggi.

Biasanya, para siswa sering bertingkah aneh. Pasalnya, antara tindakan serta pikirannya sering tidak bisa menyambung. "Kalau pertama kali mereka bermain musik, biasanya marah-marah tanpa sebab. Bahkan, ada yang sampai menangis histeris. Semua itu respons dari anak autis melawan kesadaran mereka," ujar Arie ketika ditemui dalam Pentas Musik Gita Persada di Hotel Santika, Surabaya. Untuk memahami musik, biasanya anak autis membutuhkan waktu dua tahun.

Sang anak juga bisa mengontrol dirinya sendiri. Untuk memberikan pelajaran, ada dua guru yang menangani seorang siswa. Satu guru bertugas mengajar cara bermain musik, sedangkan satu guru lainnya memegang tubuh anak autis. Kalau tidak dilakukan dua guru, bisa kerepotan. "Kalau tidak dua guru yang menangani, si anak autis bisa melompat-lompat dan main pukul. Jadi, mereka harus diarahkan dengan tindakan ekstra," pungkasnya.

vaifanz
02-02-2008, 10:08 PM
Payudara merupakan bagian ciri khas dari tubuh wanita. Hampir seluruh Wanita di dunia ini berlomba-lomba mempercantik bagian tubuhnya itu.

Namun belum banyak yang tahu bahwa ukuran payudara sangat berkaitan erat dengan timbulnya penyakit diabetes.

Para peneliti melihat data 92 ribu perempuan di Nurse Health Study II Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Ditemukan wanita berumur 20-an yang ukuran cup payudaranya D lebih memiliki risiko mengidap diabetes dibanding yang ukurannya lebih kecil. Demikian kutip detikhot dari Health24, Jumat (1/2/2008).

Penumpukan lemak adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes. Pada wanita, penumpukkkan lemak bisa terjadi pada payudara, sehingga secara otomatis payudara jadi membesar. Selain itu kegemukan dan penumpukkan lemak di bagian perut juga merupakan faktor lain yang dapat menambah risiko diabetes.

ilalang_0
02-06-2008, 06:57 PM
Terna, semusim, tumbuh tegak, tinggi 30-50 cm, bercabang-cabang. Batang berwarna hijau pucat (P. niruri) atau hijau kemerahan. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun bundar telur sampai bundar memanjang, ujung tumpul, pangkal membulat, permukaan bawah berbintik kelenjang, tepi rata, panjang sekitar 1.5 cm, lebar sekitar 7 mm, berwarna hijau. Dalam 1 tanaman ada bunga betina dan bunga jantan. Bunga jantan keluar di bawah ketiak daun, sedangkan bunga betina keluar di atas ketiak daun. Buahnya buah kotak, bulat pipih, licin, bergaris tengah 2-2,5 mm. Bijinya kecil, keras, berbentuk ginjal, berwarna coklat

Sifat dan KhasiatHerba ini rasanya agak pahit, manis, sifatnya sejuk, astrigen. Berkhasiat membersihkan hati, antiradang, pereda demam (antiperik), peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak, peluruh haid, menerangkan penglihatan dan menambah nafsu makan.

IndikasiHerba digunakan untuk pengobatan: Sembab (bengkak), busung perut (asites) Protein dalam air seni akibat radang ginjal Infeksi dan batu saluran kencing Kencing nanah Menambah nafsu makan pada anak yang berat badannya kurang Diare, radang usus (enteritis) Radang mata merah (konjungtivitas) Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice) radang selaput lendir mulut (sariawan) Digigit anjing gila dan Rabun senjaCara pemakaianUntuk obat yang diminum, rebus 15-30g herba meniran kering atau 30-60g herba segar, lalu peras. Air yang terkumpul lalu diminum. Untuk pemakaian luar, cuci herba segar, lalu giling sampai halur. Bubuhkan bahan tersebut ke tempat yang sakit (seperti borok), kemudian dibalut. Cara lain rebus herba segar dan air rebusannya digunakan untuk mengobati bisul di kelopak mata.

inta
02-15-2008, 12:35 AM
Berenang Bisa Menularkan Penyakit dan Kehamilan

Beberapa penyakit yang bisa ditularkan lewat berenang kebanyakan adalah penyakit kulit. Perlu kmu ketahui, bisanya air di kolam renang di beri klorin untuk menjernihkan air dan mematikan bakteri² dalam air tersebut. Sebaiknya pakailah kacamata renang untuk melindungi matamu dari iritasi, dan sangat disarankan untuk melakukan bilas dan mandi bersih-bersih begitu selesai berenang.

Masalah hamil ketika ada cowok yang masturbasi di kolam renang, ini hanyalah mitos belaka. Sperma memang bisa aktif bergerak sendiri mencari sel telur, tapi jika dikeluarkan di kolam renang, akan cepat sekali mati sehingga tidak akan menyebabkan kehamilan.

wah kira-kira tetangga gua kena niii.

trus gimana nii solusinya???:plak:

vaifanz
03-04-2008, 09:54 PM
Siapa sangka minuman yang kerap jadi kudapan pagi kita berbahaya bagi janin. Ibu hamil harus ekstra waspada terhadap teh juga kopi yang dikonsumi setiap hari.

Dr. De Kun Li, seorang ahli kandungan dari Oakland, California mengungkapkan bahwa kadar kafein berlebihan akan berakibat buruk bagi kandungan. Perempuan yang mengkonsumsi lebih dari 200 miligram kafein setiap harinya akan memiliki risiko keguguran 2 kali lebih besar daripada yang tidak mengkonsumsi.

Sebuah penelitian dilakukan pada perempuan yang menjadi pasien Kaiser Permanente Medical Care Program. Perempuan-perempuan yang mengalami keguguran dikumpulkan dan kemudian diberi beberapa pertanyaan. Hasilnya 60 persen dari mereka mengaku mengkonsumsi lebih dari 200 miligram kafein perhari.

Kebanyakan dari mereka memang bukan peminum kopi, namun mereka tidak sadar bahwa kandungan kafein tidak hanya di minuman mengandung kopi. Kafein juga terdapat pada teh, minuman bersoda, minuman penambah energi dan cokelat. Parahnya, kafein mempunyai efek candu.

Oleh karena itu, Dr. De Kun Li menyarankan untuk para perempuan yang sedang mengandung, lebih baik berhenti sama sekali untuk meminum minuman berkafein sehingga efek candunya hilang.

vaifanz
03-05-2008, 09:38 PM
Membatasi waktu bermain komputer dan menonton televisi kepada anak ternyata juga dinilai manjur untuk mencegah ataupun mengurangi obesitas (kegemukan) pada anak-anak.

Pasalnya, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Maret ini, ketika jatah anak-anak menggunakan dua alat elektronik tersebut diperketat, secara otomatis akan mengurangi aktivitas mengkonsumsi makan dan minum (nyemil) yang biasa mereka lakukan.

Alasan tersebut memang terdengar cukup sederhana, namun dianggap faktor yang menentukan. Karena ketika di depan layar kaca anak-anak bisa jadi seolah tidak sadar dengan apa yang dikonsumsinya.

Studi ini sendiri didasari oleh kekhawatiran yang terjadi pada anak-anak di Amerika Serikat. Dari sebuah survei yang dilakukan peneliti federal, terungkap bahwa sekitar 16 persen anak berusia 6 hingga 19 tahun di Negeri Paman Sam diprediksi mengalami kelebihan berat badan.

Jumlah penderita obesitas tersebut kian lama pun kian meningkat. Bahkan dalam satu dekade, peningkatannya mencapai 45 persen.

"Menonton televisi itu berkolerasi dengan mengkonsumsi makanan cepat saji dan minum soft drink, karena itulah yang diiklankan di televisi," ujar salah satu penulis, yang dikutip detikINET dari Washington Post, Rabu (5/3/2008).

Studi ini sekaligus menegaskan penelitian serupa yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kala itu, sebuah laporan tahunan dari Data Resource Center Child and Adolescent Health mengklaim telah menemukan korelasi positif antara banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain video game dengan penderita obesitas di kalangan anak-anak dan ABG (anak baru gede).

tottx
03-11-2008, 02:24 PM
Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ?

Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan dari ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku.

Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.

Sedot lemak
Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, hal itu dibuktikan oleh kesaksian seorang artis ternama. Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ?

Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi

Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali.

Gastric binding & gastric by-pass
Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat "pengikat lambung" yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan.

Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat jalan penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun.

Akunpuntur
Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan.

Obat dan suplemen pelangsing
Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obat-obatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebar-debar.

Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 6-14 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun.

Diet popular
Diet popular sering disebut sebagai "Fad Diets", memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang.

Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat.

Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus.

Menurunkan berat badan secara sehat
Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun.

Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa.

"Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya", saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini.

Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.

putra
03-25-2008, 12:24 AM
ila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN:

Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.

putra
03-25-2008, 12:25 AM
Dalam masa kehamilan salah satu bagian yang penting dalam membantu perkembangan janin dalam kandungan adalah apa yang anda makan dan cara makan anda selama kehamilan ini. Untuk itu perlunya kita mempelajari tentang prinsip-prinsip makan yang baik selama kehamilan ini.

Beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan:

RUBAHLAH CARA MAKAN ANDA--- MESKIPUN ANDA SUDAH MAKAN DENGAN BAIK.
HINDARI MAKANAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN IBU DAN JANIN
JANGAN DIET SELAMA KEHAMILAN
MAKAN DENGAN PORSI KECIL TAPI SERING
MINUM VITAMIN IBU HAMIL SECARA TERATUR
MINUM AIR YANG CUKUP
MAKANAN BERSERAT, BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN


RUBAHLAH CARA MAKAN ANDA, MESKIPUN ANDA SUDAH MAKAN DENGAN BAIK.
Anda sekarang sedang hamil maka diet makanan anda harus mengikuti diet makan untuk ibu hamil. Pada kehamilan anda membutuhkan lebih banyak konsumsi protein, kalori (untuk energi), vitamin dan mineral seperti asam folat dan zat besi untuk perkembangan bayi anda juga. Ingat anda membutuhkan tambahan 300 kalori perhari.

HINDARI MAKANAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN IBU DAN JANIN
Daging dan telur mentah, keju lunak, susu yang tidak dipasteriusasi, alcohol, juga cafein.

(Baca juga: Makanan Apa Yang Harus Di Hindari Selama Kehamilan? )

JANGAN DIET SELAMA KEHAMILAN
Kehamilan bukan masa yang tepat untuk Diet anda hanya akan membahayakan ibu dan bayi. Diet selama hamil akan menyebabkan kurang vitamin, mineral dan lain-lain yang penting selama kehamilan. Pertambahan berat badan pada kehamilan merupakan salah satu tanda yang baik pada kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang makan dengan baik akan bertambah berat badannya secara bertahap, umumnya akan melahirkan bayi yang sehat.

MAKAN DENGAN PORSI KECIL TAPI SERING
Pada trimester pertama biasanya terdapat keluhan mual muntah(morning sickness), cobalah atasi dengan makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan pedas dan berminyak.
Makan dengan porsi yang kecil tapi dilakukan beberapa kali dianjurkan setiap 4 jam. Ingatlah meskipun anda tidak lapar tetapi bayi anda membutuhkan makanan/nutrisi secara teratur.

MINUM VITAMIN IBU HAMIL SECARA TERATUR
Makanan yang anda makan adalah sumber vitamin yang paling baiktetapi apakah anda yakin diet makanan anda cukup mengandung vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan, yang terutama zat besi dan asam folat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi sehat. Untuk itu anda sebaiknya meminum vitamin anda secara teratur.

MINUM AIR YANG CUKUP
8 gelas sehari. Karena anda butuh cairan yang cukup bagi anda dan juga bayi anda. 33 % pertambahan berat badan pada kehamilan adalah cairan. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah bayi untuk system sirkulasinya, cairan ketuban. Tubuh anda juga perlu air selama kehamilan untuk mengatasi konstipasi dan mengatur suhu tubuh anda.

MAKANAN BERSERAT, BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN
Perbanyaklah makan makanan yang berserat tinggi , buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi anda selama kehamilan.


Dengan melakukan cara makan yang sehat, bukan hanya membuat ibu hamil fit dan sehat, tapi juga membantu perkembangan yang sehat bagi bayi anda

Ingatlah perkembangan bayi anda sangat tergantung dari apa yang anda berikan dan lakukan baginya.

Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk melakukan cara dan diet makan yang lebih baik yang berguna untuk kesehatan ibu juga bayi selama kehamilan.

putra
03-25-2008, 12:27 AM
Morning sickness atau rasa mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan di trimester pertama (0-12minggu).

Penyebab yang pasti masih belum diketahui diduga karena pengaruh perubahan psikologis dan adanya pengaruh perubahan hormonal selama kehamilan.

Hasil laporan menunjukkan bahwa hampir 50-90% dari wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama (3 bulan pertama kehamilannya. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja.

Setiap wanita hamil akan memiliki derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum) Setiap wanita adalah special, dengan karakteristik tersendiri.

Morning sickness walaupun disebut sebagi morning sickness bukan berarti rasa mualnya hanya terjadi di pagi hari saja, rasa mual dapat terjadi setiap saat, bisa malam, siang ataupun setiap waktu..

Apakah Bahaya buat bayi dalam kandungan?

Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda. Yang paling penting anda tetap berusaha makan selagi anda dapat makan (jumlah kecil dan sering), banyak minum dan istirahat yang cukup.

Kapankah mual muntah ini akan hilang? Jangan kuatir karena biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama. Dan anda akan mulai memasuki trimester kehamilan berikutnya dengan perasaan yang lebih baik.

Bagaimanapun morning sickness adalah salah satu bagian dari pengalaman selama kehamilan anda. Ingatkan diri anda bahwa semua ini akan segera berlalu dan anda akan menantikan seorang bayi yang anda dambakan. :)

putra
03-25-2008, 12:28 AM
Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda.

Tanda-tanda persalinan:

Lendir Bercampur Darah

Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.
Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:
Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:
Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

putra
03-25-2008, 12:29 AM
Aduh maklucu gemesin, gemuk ya anak ibu.itu kalimat-kalimat yang sering kali didengar bila melihat seorang anak kecil yang montok, gemuk.membuat anak menjadi pusat perhatian. Sebagai orang tua rasanya bangga juga bila si kecil jadi pusat perhatian di jalan/mall,.tapi sekarang ini banyak factor yang harus dipertimbangkan oleh orang tua akibat dari kegemukan pada anak.

Untuk anak yang masih kecil hal ini tidak akan menjadi masalah, tapi bila semakin dewasa perkataan seperti ndut, kayak bola, badak, kingkong dll, akan mempengaruhi kepercayaan diri seorang anak.

Bila anak anda mengalami KEGEMUKAN atau kelebihan berat badan.Jangan merasa sendirian,. Menurut penelitian terbaru terjadi peningkatan persentasi kegemukan pada anak-anak didunia.

Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan pada anak jaman sekarang disebabkan karena kurangnya aktivitas dalam gaya hidup dan juga cara serta kebiasaan makan.

Kegemukan merupakan factor resiko besar terjadinya masalah jantung, tekanan darah tinggi, gula darah dll. Oleh karenanya orang tua harus berfikir tentang kesehatan anak dimasa datang.


Tidak ada cara yang cepat dan mudah untuk menolong anak anda menurunkan berat badannya. Diperlukan waktu yang panjang untuk merubah cara hidup dan kebiasaan makan yang mungkin tidak sesuai dengan kebiasaan keluarga anda.


Beberapa Tips untuk mencegah atau mengatasi Kegemukan pada anak:

UBAHLAH GAYA HIDUP KITA SENDIRI. Sebagai orang tua kita harus menjadi contoh yang baik dalam penerapan cara hidup dan makan yang sehat.

SEDIAKAN WAKTU UNTUK EXERCISE (aktivitas). Temukan aktivitas yang disukai dan menarik untuk anak anda dan dapat membakar kalori sepeti: berlari, berenang, naik sepeda, berjalan (jogging). Lakukan ini secara rutin.


PILIHLAH MAKANAN YANG SEHAT. Kurangi makanan fastfood or junk food yang hanya mengandung tinggi lemak dan garam. Kurangi konsumsi gula. Berikan anak 3 kali makan dengan porsi kecil dan 3 kali makanan kecil(snack) dengan porsi kecil, sehingga anak tidak merasa lapar. Berikan banyak minum air putih juga juice seperti orange juice yang mengandung vit.c juga serat, juga berikan banyak makan buah dan sayuran. Pilihlah snack yang rendah lemak.

UBAHLAH KEBIASAAN MAKAN KELUARGA. Berikan makan pada anak hanya bila anak anda lapar dan bukan karena sekedar ingin makan sesuatu. Bila anak anda baru saja makan dan ingin untuk makan lagi cobalah untuk mengalihkan aktivitasnya atau memberikan sesuatu yang lain, karena anda tahu anak anda tidak benar-benar lapar. Jangan pernah makan atau ngemil selama nonton TV.


BERIKAN DUKUNGAN ANDA. Sangat penting untuk seluruh keluarga merubah cara hidup untuk menolong anak anda. Jangan menyimpan makanan junk food, minuman soda yang kaya akan gula, makanan tinggi lemak (potato chip dll) dirumah anda. Siapkan menu makanan yang rendah lemak dan sehat untuk seluruh keluarga. Ikuti kegiatan exercise.

BERIKANLAH PUJIAN ATAU PERHATIAN BILA ANAK SUDAH MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK. Hadiah dan pujian dapat memotivasi anak untuk tetap berdiet. Contohnya bila anak anda dalam 1 minggu berinisiatif untuk minum air putih ketimbang soda maka pujilah anak anda, berikan hadiah mainan atau aktivitas kesenangannya, tapi JANGAN berikan makanan sebagai hadiah.


PERIKSAKAN KE DOKTER. Periksakanlah anak anda ke dokter/dokter anak untuk pengawasan diet juga mengecek berat badanya setiap 2-4 minggu sekali. Hindari menimbang berat badan anak setiap waktu dirumah karena dapat menimbulkan stress pada anak anda.

Sebagai orang tua kita harus melakukan peranan kita untuk menolong anak kita, yang hanya tindakan sederhana tapi memberikan perubahan yang tetap terhadap cara hidup, kebiasaan olahraga dan makan pada anak nantinya. Yang semuanya ini sangat bermanfaat bagi kesehatan anak anda di masa datang.

putra
03-25-2008, 12:30 AM
Bayi dan Anak Juga Dapat Mengalami Gangguan Tidur?

Ya, bayi dan anak juga dapat mengalami gangguan tidur. Dan Masalah tidur pada anak-anak lebih mudah untuk dicegah daripada diobati. Tapi bila hal tersebut sudah terjadi pada anak anda, jangan kuatir, penanganan masalah ini adalah dengan kesabaran dan ketekunan.

Apakah anak anda mengalami gangguan tidur?

Mengetahui apakah anak anda mengalami gangguan tidur? Sebelumnya kita perlu mengetahui bahwa lamanya waktu tidur tergantung dari usia bayi atau anak anda. Seorang bayi yang baru lahir sampai kurang lebih usia 3 bulan akan memerlukan waktu untuk tidur hampir seharian (> 20 jam/hari). Anak-anak akan memerlukan waktu untuk tidur selama 8-14 jam tergantung dari usia anak tersebut. Tapi tentu saja hal ini berbeda-beda tergantung juga dari anak yang bersangkutan

Anda sebaiknya mulai melihat bahwa bayi anda mempunyai masalah tidur, bila bayi anda:
Terbangun hampir setiap malam;
Mempunyai jam tidur yang hampir sama dengan anda;
Tidur terus pada siang hari ;
Atau mempunyai temperamen yang buruk karena kurang tidur pada malam harinya.

Jadi apakah bayi atau anak anda mempunyai gejala diatas----jangan berkecil hati selalu ada jalan mengatasi semuanya.

putra
03-25-2008, 12:31 AM
Mengapa bayi selalu menangis? Bayi menangis sebab ini satu-satunya cara mereka berkomunikasi dengan orang tuanya. Sebagai orang tua baru anda akan merasa bahwa semua tangisan terdengar sama dan bertanya apa sebenarnya yang diingikan bayi anda. Tapi dengan berjalannya waktu anda akan belajar pelahan-lahan memahami arti dari setiap tangisan bayi anda, sehingga anda tidak menjadi panic atau putus asa karena tangisannya lagi.

Yakinlah bersamaan dengan waktu anda akan belajar bahwa tangisan bayi mempunyai suara yang berbeda, memang tidak mudah memahaminya, dan memerlukan waktu untuk mengerti arti tangisan bayi anda, serta dibutuhkan kesabaran dari ayah-ibu, tapi disinilah kebahagian menjadi orang tua anda belajar mengerti bayi anda, jangan lupa sikecilpun sedang belajar mengerti anda.

Beberapa alasan mengapa bayi anda menangis:

Lapar. .Tangisan karena lapar biasanya terus menerus, iramanya teratur, lama kelamaan bertambah keras. Check juga kapan terakhir anda memberi makan/susu kepada bayi anda?, Jika bayi belum disusui(ASI) setelah 1-2 jam atau dengan susu formula sekitar 2 jam maka mungkin bayi anda menangis karena lapar.

Minta Ganti Popok. Bayi juga dapat merasa tidak nyaman dengan tubuhnya, baik itu terasa kotor atau basah pada popoknya dan mereka belum dapat menyatakan ketidaknyaman itu pada kita sehingga mereka hanya menangis. Tangisannya mirip seperti tangisan lapar tapi anda dapat mencek kapan terakhir anda memberikan susu. Pada beberapa bayi tidak menangis meskipun basah atau kotor. Perlunya bagi orang tua untuk mengecek popok si kecil secara berkala, umumnya setelah waktu minum.

Kedinginan. Bayi baru lahir merasa senang bila dibungkus dengan kain sehingga menjadi hangat. Karena mereka terbiasa dengan kehangatan dan kenyamanan sewaktu mereka dalam rahim ibunya. Sehingga sewaktu anda membuka baju bayi anda untuk dimandikan atau diganti popok, bayi akan menangis sebagai penyataan kehilangan rasa hangat dan nyaman. Tangisan terdengar seperti rintihan. Tapi setelah anda memberikan baju atau selimut bayi akan berhenti menangis. Juga jangan terlalu membungkus rapat atau memberikan baju yang berlebihan karena bayi juga dapat merasa kepanasan.


Minta digendong dan dipeluk. Bayi sangat senang melihat wajah orang tuanya mendengar suara, detak jantung dan mencium bau tubuh ibu (terutama bau dari air susu ibu). Mereka senang untuk dipeluk setelah selesai disusui, dimandikan atau digantikan popoknya, dan yakinlah bayi anda akan tertidur dalam pelukan/gendongan anda. Jadi bayipun menangis untuk menarik perhatian anda.

Kelelahan. Beberapa bayi yang tidak terbiasa dengan lingkungan baru akan menangis ketika mereka merasa lelah, dan biasanya bayi yang belum tidur sejenak, maka akan lebih mudah rewel, dan akna mulai menangis dengan gangguan kecil saja. Kita dapat menilai kalau bayi kelelahan dengan melihat bayi mengusap-usap matanya atau telinganya. Anda dapat menghindari hal ini dengan selalu memberikan waktu rutin dimana bayi mempunyai waktu untuk istirahat.


Stimulus yang berlebihan. Tidak semua bayi dapat beradaptasi dengan mudah pada lingkungan barunya. Jika bayi berada di tempat baru dengan banyak wajah-wajah baru, yang ingin mengendongnya bergantian, bagi bayi dapat menjadi sangat tidak menyenangkan dan tidak nyaman. Bayi akan menangis karena stimulasi yang berlebihan. Dalam situasi seperti ini tenangkan sikecil, gendong, ajak ketempat yang agak sepi, cobalah untuk membatasi jumlah orang yang akan mengendong bayi anda.

Bosan. Jangan pikir bayi hanya menangis karena lapar dan basah popok. Bayi anda juga dapat merasa bosan dengan rutin yang ada. Cobalah bawa bayi anda berkeliling dengan tempat duduknya bawalah kemana anda pergi, ikutkan dalam aktivitas anda. Bayi senang melihat warna-warni jadi bila bayi sudah cukup kuat untuk tengkurap anda dapat meletakkan mainan atau buku dengan gambar yang menarik.


Tangisan karena sakit. Tangisan karena bayi anda kesakitan berbeda dengan tangisa karena lapar, bayi menangis dengan keras, menahan nafas sebentar karena rasa tak enaknya, dan sekali-kali menangis dengan nada yang tinggi. Percayalah terhadap naluri anda ketika bayi menangis tidak dengan seharusnya. Anda dapat membawa ke dokter untuk memastikanya.


Kolik. Kolik dimana bayi menangis dalam 3 jam sehari atau 3 hari perminggu. Jika bayi menangis dalam kesakitan, mukaya menjadi kemerahan, perutnya tegang, menarik kakinya, dan mengepalkan tangannya, kemungkinan terjadi kolik pada bayi anda. Sekitar 1 dari 5 bayi mengalami kolik tapi biasanya berakhir setelah bayi berusia 3 bulan. Menenangkan bayi yang sedang kolik tidak mudah, karena bayi sedang kesakitan cobalah untuk meringankan kesakitannya dengan memngendong dan mengayunkan perlahan, nyanyikan lagu yang lembut, usaplah punggung atau perutnya. Bila berlanjut bawalah ke dokter secepatnya

Apapun yang anda lakukan ingatlah bahwa bayi anda menangis karena inilah satu-satunya cara komunikasi yang dapat dilakukannya, jadi jangan menjadikan anda putus asa--Bayi anda hanya ingin berbicara pada anda melalui tangisannya.

putra
03-25-2008, 12:31 AM
ASI adalah makanan alamiah untuk bayi anda. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen, dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat.
Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu.

Keuntungan untuk bayi:
ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.

ASI mudah dicerna oleh bayi.

Jarang menyebabkan konstipasi.

Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.

ASI kaya akan antibody(zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya..

ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.

Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi mengandung DHA/AA.

Bayi yang diberikan ASI eksklusif samapi 4 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa.

ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.

Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.


Keuntungan untuk ibu:
Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.

Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.

Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.

Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.

Karena begitu besar manfaat dari ASI maka WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan.

Begitu banyak keuntungan yang diberikan Air Susu Ibu baik untuk ibu maupun bayi. Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi anda sebagai hadiah terindah dalam menyambut kelahirannya.

putra
03-25-2008, 12:33 AM
Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya.

Ada beberapa metode kontrasepsi yang tersedia, dan dalam memilih apa metode yang cocok untuk anda itu tergantung dari beberapa factor seperti berapa usia anda, riwayat kesehatan anda, berapa lama anda akan menunda kehamilan anda ini, bagaimana tanggapan suami anda, dan bagaimana pemikiran dan kepercayaan anda sendiri terhadap kontrasepsi ini.

Tapi dari semua factor diatas yang terpenting adalah apakah anda merasa aman dan nyaman dengan pilihan anda juga pasangan anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda lebih dahulu bila anda masih tidak yakin dengan pilihan anda.

Ada beberapa metode dari kontrasepsi / KB yang tersedia dan tidak setiap wanita mempunyai kecocokan yang sama.

Jadi dalam memilih kontrasepsi apa yang akan cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada, dan berdiskusilah dengan pasangan anda karena yang terpenting adalah anda dan pasangan merasa aman dan nyaman dengan pilihan kontrasepsi anda berdua.

Bila anda masih ragu jangan pernah malu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih jenis metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk anda.

putra
03-25-2008, 12:51 AM
Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya.

Ada beberapa metode kontrasepsi yang tersedia, dan dalam memilih apa metode yang cocok untuk anda itu tergantung dari beberapa factor seperti berapa usia anda, riwayat kesehatan anda, berapa lama anda akan menunda kehamilan anda ini, bagaimana tanggapan suami anda, dan bagaimana pemikiran dan kepercayaan anda sendiri terhadap kontrasepsi ini.

Tapi dari semua factor diatas yang terpenting adalah apakah anda merasa aman dan nyaman dengan pilihan anda juga pasangan anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda lebih dahulu bila anda masih tidak yakin dengan pilihan anda.

Ada beberapa metode dari kontrasepsi / KB yang tersedia dan tidak setiap wanita mempunyai kecocokan yang sama.

Jadi dalam memilih kontrasepsi apa yang akan cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada, dan berdiskusilah dengan pasangan anda karena yang terpenting adalah anda dan pasangan merasa aman dan nyaman dengan pilihan kontrasepsi anda berdua.

Bila anda masih ragu jangan pernah malu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih jenis metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk anda.

putra
03-25-2008, 06:03 PM
SINDROM PRA-HAID !
Oleh: Dr med Ali Baziad SpOG, K-FER

Datangnya haid merupakan saat yang selalu dinantikan oleh kebanyakan kaum wanita.
Bila sampai haid terlambat datang, maka akan timbul kekwatiran, jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada tubuh wanita tersebut.

Kalau hanya sekedar haid terlambat, biasanya bagi kebanyakan dokter tidak begitu sulit untuk mengatasinya. Dengan memberikan obat-obat pemancing haid, masalah dapat diatasi.
Namun ada satu masalah lain lagi bagi sebagian kaum wanita, yaitu saat-saat haid akan muncul, akan selalu disertai dengan rasa ketakutan. Kalau bisa, lebih baik haid tidak usah datang.
Biasanya 7 sampai 10 hari menjelang haid, timbul rasa cemas, cepat marah, mudah tersinggung, rasa takut atau gelisah yang berlebihan, badan lemas, perut kembung, nyeri payudara, susah tidur, nafsu makan berkurang, sulit berkonsentrasi.

Suami yang tidak tahu apa-apa sering dimarahi, sehingga tidak jarang suami yang datang ke dokter, menceritakan tentang kelainan yang di alami istrinya.
Keluhan-keluhan tersebut di atas merupakan suatu kelainan, yang dikenal dengan istilah sindroma pra haid, atau premenstrual dysphoric disorder (PPMD). Kelainan ini sangat banyak ditemukan pada wanita usia reproduksi dan usia menjelang menopause. Yang khas dari kelainan ini adalah, keluhan muncul saat menjelang haid, dan akan hilang
dengan sendirinya begitu haid datang.

Masalah utama yang ditimbulkan oleh PPMD ini ialah gangguan pada diri wanita sendiri dan keluarganya, kerugian dalam bidang industri dan komersial, serta dalam skala yang lebih besar adalah kerugian pada ekonomi nasional. Masalah tersebut dikaitkan dengan penurunan produktivitas kerja akibat peningkatan absensi kehadiran, kegiatan di tempat kerja terganggu selama 7 sampai 10 hari, dan ini sama dengan 84 - 120 hari per tahun, dan merupakan suatu kehilangan personal dan sosial yang bermakna.

Penyebab pasti dari PPMD belum diketahui hingga kini. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya adalah peranan dari hormon estrogen dan progesteron.
Umumnya menjelang haid dijumpai peningkatan hormon progesteron, dan penurunan hormon estrogen. Wanita terlihat lebih tenang, dapat mengerjakan sesuatu dengan mudah, santai, namun malas mengerjakan sesuai pekerjaan yang berlebihan. Begitu haid muncul dan 10 hari setelah haid, di mana kadar hormon estrogen mulai meningkat, wanita terlihat sangat aktif, ingin selalu bekerja, dan tidak pernah diam untuk melakukan sesuatu. Diduga pada kadar estrogen tertentu di dalam darah, terjadi stimulasi aktivitas sel-sel otak, sedangkan hormon progesteron menekan aktivitas sel-sel otak.

Dari keterangan ini, maka diduga pada wanita PPMD dijumpai peningkatan kadar estrogen yang berlebihan menjelang haid. Sepanjang pengalaman kami menangani wanita PPMD, kami temukan peningkatan kadar estrogen darah menjelang haid. Namun demikian ternyata tidak semua wanita dengan PPMD kami ditemukan peningkatan kadar estrogen, sehingga diduga ada faktor lain yang berperan dalam kejadian PPMD.

Kadar estrogen yang tinggi ini, selain memicu aktivitas sel-sel otak berlebihan, juga menyebabkan terjadinya retensi cairan tubuh, seperti di payudara, tungkai, dan juga di otak. Wanita mengeluh payudara sakit, kaki terasa berat, dan sakit kepala yang berlebihan, dan kadang-kadang dapat terjadi kejang. Kejang-kejang menjelang haid kadang didiagnosis sebagai epilepsi, sehingga tidak jarang diberikan obat-obat anti kejang.

Karena penyebabnya disebabkan oleh kadar estrogen yang tinggi, maka pengobatannya adalah dengan pemberian hormon anti estrogen. hormon anti estrogen yang terkenal adalah progesteron.
Biasanya progesteron diberikan dengan dosis 10 mg/hari, dari hari ke 16-ke 25 siklus haid. Untuk mengeluarkan cairan dari jaringan tubuh, dapat diberikan obat diuretika sampai menjelang haid berikutnya. Selanjutnya sangat dianjurkan diet rendah garam.

Perlu disadari, bahwa pengobatan dengan hormon progesteron memerlukan waktu lama, sehingga sangat dituntut kesabaran dari pihak wanita. Efek samping yang ditimbulkan oleh progesteron sangat sedikit. Jenis progesteron yang dianjurkan adalah jenis progesteron alamiah, seperti didrogesteron, atau medroksi progesteron asetat (MPA), karena jenis hormon ini memiliki khasiat antidepresif. Jenis progesteron sintetik justru menyebabkan depresif (ringan).

Pada keadan tidak dijumpai peningkatan hormon estrogen, atau tidak respon dengan pengobatan dengan progesteron, maka dewasa ini, terutama di negara-negara maju, diberikan obat antidepresan. Salah satu antidepresan yang populer pada PPMD adalah fluoxetine hydrochlorid. Bila dengan progesteron maupun antidepresan tetap juga tidak memberikan hasil, maka perlu dicari predisposisi faktor, yang dapat menggangu sistim saraf wanita tersebut, seperti stres, konflik di keluarga, atau di tempat kerja.

Akhir-akhir ini telah dicoba pengobatan dengan menekan cara keseluruhan fungsi dari ovarium, yaitu dengan menggunakan Gn-RH, analog, dan hasilnya jauh lebih baik, bila dibandingkan dengan pemberian progesteron saja. Cuma saja pengobatan cara ini relatif mahal, dan dapat menimbulkan keluhan seperti pada wanita menopause, sehingga selama pemberian Gn-RH-analog harus selalu diberikan tambahan hormon estrogen dan progesteron. Di Inggris telah dicoba pemakaian susuk estrogen, dikombinasikan dengan tablet progesteron, dan dengan pengobatan cara ini, 2/3 wanita dengan PPMD dapat disembuhkan.

Cara sederhana dan murah untuk menangani PPMD adalah dengan pemberian pil kontrasepsi kombinasi, atau pil yang hanya mengandung komponen progesteron saja. Cara ini sangat cocok digunakan di Indonesia, karena pil kontrasepsi relatif mudah diperoleh, dan harganyapun terjangkau.

jupiter
03-26-2008, 02:30 PM
Bayi Besar Dan Minum Es

Bila Anda seorang ibu yang sedang hamil, Takutkah anda jika bayi anda kelak lahir dengan bayi besar yakni bayi lahir dengan berat diatas 4 kilogram. Setiap bayi yang lahir besar berisiko terjadi komplikasi saat melahirkan, risiko yang terjadi bisa berupa sulitnya bayi keluar melalui jalan lahir, perdarahan pasca melahirkan akibat robekan pada jalan lahir atau tersangkutnya bahu anak yang berakibat bayi sulit bernafas, bahkan bila tersangkutnya bahu tak segera tertolong menyebabkan kematian sang anak.

Hal ini adalah satu bentuk komplikasi saat proses persalinan yang terjadi dengan bayi besar. Sebenarnya prediksi anak besar telah dapat diprediksi lebih dini dengan periksa kehamilan yang teratur baik di bidan maupun pada dokter.

Saat periksa hamil di dokter anda selalu di tanya, riwayat siklus haid yang lalu, riwayat masalah kesehatan ibu/bapak sebelum hamil, keluhan-keluhan yang dirasakan selama hamil dan riwayat komsumsi obat-obatan tertentu selama hamil berlangsung. Pertanyaan tersebut akan membawa dokter dalam program pemeriksaan lanjutan demi kesejahteran janin.

Sebagai contoh bila ibu dengan riwayat terjadi keguguran yang berulang, bayi meninggal dalam kandungan dan pernah melahirkan bayi besar, dokter akan mengarahkan untuk memeriksa kadar gula darah ibu dan pemeriksaan darah untuk melihat parasit tertentu seperti toksoplasma.

Dengan pemeriksaan lebih awal ini kelainan tertentu bisa diatasi dengan pemberian obato-batan tertentu.

Kasus bayi besar dengan berat bayi dibawah 5 kilogram masih serin terjadi, akan tetapi, bayi yang lahir dengan berat ekskrim antara 6 kilogram masih sangat jarang terjadi, untuk Aceh pernah lahir bayi dengan 6 kg yang lahir 17 Oktober tahun lalu, dan berat bayi besar yang tercatat di museum rekord Muri, 6,4 kilogram, sedangkan yang terberat di dunia bayi asal Siberia dengan 7,7 kilogram.

Bayi besar atau istilah latin dikenal makrosomia, atau Giant Baby(bayi raksasa), adalah bayi dengan berat badan diatas 4 kilogram. Kejadian sangat bervariasi antara 8 sampai 10 persen total kelahiran, akan tetapi kelahiran dengan berat sangat ekstrim seperti diatas 5,5 kg sangat langka.

Bayi besar akan meningkatkan risiko problema proses persalinan yaitu kemungkinan terjadi bahu bayi tersangkut dan, kalaupun bayi lahir, bayi akan lahir dengan gangguan nafas dan kadang kala bayi lahir dengan trauma tulang leher, bahu dan selubung sarafnya. Semuanya ini terjadi akibat massa bayi yang besar sehingga tidak mungkin atau sangat sulit melewati panggul ibu.

Beruntung pada keadaan tertentu bayi bisa lewat panggul ibu dengan proses lama akan tetapi biasanya bayi tersebut berpotensi tidak sehat, sedangkan ibu yang melahirkan sering mengalami gangguan berjalan pasca melahirkan akibat peregangan maksimal struktur tulang panggul. Keluhan keluhan tersebut bisa sembuh kembali dengan perawatan yang baik.

Faktor penyebab terjadinya bayi besar bisa akibat faktor ibu dan bisa juga akibat faktor bayinya sendiri. Beberapa faktor faktor tersebut diantaranya. Ibu yang menderita sakit gula(diabetes melitus), hal ini terjadi akibat terjadi gangguan penggunaan gula darah ibu hamil yang disebabkan ttak berperannya fungsi hormon insulin, inilah yang membuat bayi menjadi tumbuh besar.

Seorang ibu dengan riwayat sakit gula, bila hamil harus melakukan pemeriksaan laboratorium tentang kadar gula darah untuk mencegah terjadinya komplikasi kematian bayi didalam rahim.

Pemeriksaan kadar gula darah sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan 24-28 minggu, bila kadar gula darah tidak normal, nilai kadar gula harus diturunkan dalam batas aman atau normal dengan menggunakan suntikan hormon insulin, karena penggunaan obat penurun gula darah tablet tidak dibenarkan, sebab bisa membahayakan bayi.

Selama Hamil pertambahan berat badan ibu selalu dicatat pertambahan demi memprediksi tentang kesehatan ibu dan mencegah penambahan yang sangat menyolok. Seeorang ibu hamil gemuk berisiko 4 sampai 12 kali untuk melahirkan bayi besar. Bayi yang lahir besar juga dihubungkan dengan usia kehamilan yang lewat waktu taksirannya.

Selain itu seorang Ibu dengan kehamilan lebih dari 2 juga berpotensi melahirkan bayi besar, karena umumnya berat seorang bayi yang akan lahir berikutnya bertambah sekitar 80 sampai 120 gr . Ibu hamil dengan usia lanjut dan pernah melahirkan bayi besar, berpeluang melahirkan bayi besar. Selain itu pengaruh postur ibu dan bapak yang besar juga mempengaruhi lahir bayi besar, pengaruhnya berhubungan dengan tinggi badan bukan berat badannya.

Pengaruh genetik atau kelainan kongenital (bawaan) juga berpengaruh untuk terjadi bayi besar. Bayi dengan Jenis kelamin laki-laki berpengaruh terjadi bayi besar , biasanya anak lelaki sekitar 150 lebih berat dari jenis perempuan, kejadian pada anak lelaki berkisar 60 sampai 65 persen..

Ibu hamil yang minum es tidak ada hubungan dengan kejadian anak besar, keluhan ini sangat sering ditanyakan seorang ibu hamil saat memeriksakan kehamilan di dokter kandungan.

Dengan periksa hamil teratur dapat ditekan risiko komplikasi bagi ibu yang sering terjadi akibat bayi besar, seperti tingginya angka operasi Caesar, perdarahan pascasalin, dan trauma jalan lahir. Periksa kehamilan di pos bidan desa atau puskesmas baik itu dilakukan oleh bidan maupun dokter umum akan menjadi tempat skrining awal, ada tidaknya masalah kehamilan seorang ibu.

Bila seorang ibu dengan penambahan berat badan diatas 12 kg, rata-rata penambahan berat badan ideal selama hamil (7 sampai 12 kg), atau adanya tinggi fundus rahim diatas 40 cm, atau ibu yang gemuk (berat diatas 80 kg), sebaiknya kasus yang demikian segera dirujuk ke rumah sakit untuk konfirmasi pemeriksaan sonografi karena kelompok ibu dengan ukuran-ukuran tersebut berpotensi terjadi bayi besar.

Masalah yang muncul pada bayi besar dengan ibu riwayat sakit gula adalah perawatan bayi pasca lahir, bayi harus diperiksa kadar gula darahnya untuk mencegah bayi kurang energi disebabkan sianak biasanya fungsi hormon insulinnya normal. Sedangkan pada kelompok bayi besar akibat faktor postur ibu yang besar, perawatannya relatif mudah.

Pencegahan terjadinya bayi besar bertujuan mencegah terjadi komplikasi yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin dengan jalan melakukan diagnosa lebih awal adanya potensi terjadinya bayi besar. Pencegahan dilakukan dengan melakukan penimbangan berat badan ibu secara teratur, pengukuran tinggi fundus uteri dan pola makan yang benar.

Selama ini masih ada anggapan seorang ibu hamil harus makan untuk porsi dua orang karena itu ia membutuhkan energi yang relatif banyak, pendapat tersebut tidak benar karena peningkatan kalori yang dibutuhkan seorang ibu hamil berkisar 10 sampai 15 persen kebutuhan normal.

Untuk mencegah adanya bayi besar ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, 4 kali selama kehamilannya, sekali saat kehamilan trimester pertama dan kedua dan 2 kali saat usia kehamilan trimester ketiga.

Penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sonografi(USG) selama kehamilan, sebaiknya seorang ibu hamil selama masa kehamilannya minimal diperiksa sebanyak 2 kali, yakni saat usia kehamilan 12-15 minggu untuk melihat adanya kelainan bayi, dan saat usia kehamilan 8 bulan untuk menentukan kesejahteraan janin, letak plasenta dan posisi/presentasi bayi sehingga bisa merencanakan tempat persalinan yang optimal.

Pemeriksaan besar bayi dengan USG akan memberikan ketepatan sampai 90 persen, sedangkan dengan pemeriksaan phisik saja misal dengan berat badan ibu dan tinggi fundus uteri memberikan ketepatan sampai 50 persen.

Mengingat banyaknya risiko yang mungkin terjadi dalam masa kehamilan, maka sebaiknya. Setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik dan teratur,dengan menimbang penambahan berat badan setiap bulan, lakukan pemeriksaan USG selama masa hamil minimal pada awal dan akhir usia kehamilan . Jangan malu menceritakan riwayat kehamilan yang buruk jikalau ada saat berkonsultasi dengan dokter.

Dengan tingginya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik kita akan dapat menurunkan risiko kelahiran bayi besar, dan risiko kehamilannya. Selesai.

M.Andalas,dr.SpOG

jupiter
03-26-2008, 02:33 PM
Jadwal rutin sehari-hari dapat dijadikan langkah awal anak untuk berlatih disiplin. Karena pada umumnya sangat sulit mengajak anak balita untuk disiplin, karena mereka memiliki sifat yang cenderung impulsif dan hanya mengikuti kata hatinya.

Mengelola diri merupakan salah satu inti dari disiplin. Anda dapat mulai mengenalkan dan menerapkan rutinitas waktu kapan anak harus sarapan, berangkat ke sekolah, belajar, bermain, tidur, dan sebagainya. Jika anak terbiasa dengan jadwal rutinitas sehari-harinya, berarti ia disiplin dalam masalah waktu. Di sisi lain, Anda dapat menerapkan aturan-aturan yang tidak dapat ditawar atau dilanggar, karena menyangkut kesehatan, keselamatan jiwa, dan nilai-nilai yang dianut dalam keluarga. Contoh : ia tidak boleh keluar dari rumah tanpa ada orang dewasa yang menemani, apalagi menyeberang jalan sendirian.

Setiap anak perlu kebebasan. Anda juga harus fleksibel mengenai peraturan yang Anda terapkan. Seperti masalah yang menyangkut kenyamanan, selera, atau hal-hal subjektif lainnya. Ketika anak berperilaku baik dengan menjalankan aturan dan jadwal rutin sehari-harinya dengan baik, hargailah tindakannya. Memberi pujian dapat membuat anak tetap semangat untuk melakukan hal baik.

Suatu saat, ketika anak membuat ulah, bisa saja Anda lepas kontrol dalam menghadapinya. Ekspresi kemarahan yang Anda tunjukan tidak efektif untuk jangka waktu yang panjang, dapat juga melukai harga diri anak. Sehingga ia juga dapat meniru perilaku Anda. Saat marah, tenangkan diri dengan pergi sebentar ke ruangan lain atau tarik nafas panjang. Setelah Anda lebih tenang, ungkapkan kemarahan Anda dengan proporsional.

Ucapkan kata-kata yang dimengeti anak. Kesalahan yang sering dibuat para orang tua adalah tidak mengucapkan keinginan dengan jelas dan detail kepada anak, sehingga seringkali anak menjadi bingung mana tingkah lakunya yang Anda keluhkan. Setelah menjelaskan tindakan anak yang perlu diperbaiki, beri alternatif untuk menyelesaikannya. Dengan demikian, Anda dapat mendorongnya bertindak sesuai yang Anda harapkan.

Ucapan dan tindakan Anda maupun orang-oang di sekitarnya merupakan contoh kongkret penanaman disiplin bagi anak. Oleh karena itu benahi dulu diri Anda, sehingga anak dapat mengikuti contoh yang baik dari Anda. Hindari mendiktator anak, berikanlah ia pilihan agar ia merasa punya kontrol terhadap dirinya sendiri. Dengan memberinya pilihan, ia dapat melakukan apa yang disukainya tanpa harus merasa tertekan.

Selain semua contoh-contoh di atas, bersikaplah konsisten. Sikap konsisten Anda sangat penting bagi anak. Sikap Anda dapat mempengaruhi ia tumbuh sebagai pribadi yang bagaimana. Tentu Anda tidak ingin ia tumbuh sebagai seorang pribadi yang ragu-ragu, atau tidak peduli terhadap sekitar bukan? Selain itu, jika tanpa konsistensi, anak tidak dapat menghargai Anda.

jupiter
03-26-2008, 02:58 PM
Ny. Lita Marfiandi terkejut melihat anaknya yang berumur delapan tahun melemparkan gelas dan piring. Apalagi tidak ada masalah dalam diri anaknya. Bahkan hal itu dilakukannya sambil tertawa senang. Ketika ditanya, anaknya dengan enteng menjawab, Kayak Joshua di televisi. Yang dimaksud adalah ulah Joshua dalam sinetron Anak Ajaib.

Kasus anak Ny. Lita itu memunculkan kembali silang pendapat, benarkah tayangan televisi berpengaruh terhadap perilaku anak? Dalam lingkup yang lebih kecil, apakah tayangan kekerasan di televisi (juga game kekerasan) bisa memicu kebrutalan anak di kemudian hari? Masih ingat dengan kasus Eric Harris (18) dan Dylan Klebold (17), dua pelajar Columbine High School di Littleton Colorado, Amerika, yang menewaskan 11 rekannya dan seorang guru pada 20 April 1999? Dari keterangan temannya diperoleh, Dylan Klebold bisa berjam-jam main game yang tergolong penuh kekerasan seperti Doom, Quake, dan Redneck Rampage.

Sungguh sulit menjawab pertanyaan itu. Melihat jawaban anak Ny. Lita, jelas tayangan di televisi mempengaruhi perilakunya. Tapi, itu kan hanya meniru? kata Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis, pengajar di Fakultas Psikologi UI sambil menambahkan, fase anak-anak memang fase meniru. Tak heran bila anak-anak sering disebut imitator ulung. Lain persoalannya jika lemparannya ditujukan ke orang.

Ihwal kasus Harris dan Klebold, para peneliti berpendapat, video game menawarkan agresi lebih kuat pada anak-anak dibandingkan tontonan di TV, karena jauh lebih hidup dan bersifat interaktif. Bukan sekadar observasi seperti TV.

Pendapat Fawzia mendukung pernyataan itu, Main game itu intens. Di sana ada target, entah menjatuhkan atau mematikan lawan. Jika (dilakukan) bertahun-tahun, tayangan itu bisa menjadi rangsangan untuk berbuat.

Apalagi analisis lanjutan menemukan, rasa minder Klebold dan Harris terhadap rekan-rekan yang berprestasi di bidang atletik mendorong mereka untuk menunjukkan kejantanan dengan bermain senjata.

Apa yang menarik anak?

Yang menjadi masalah, mengapa kekerasan menjadi menu pilihan yang ditayangkan di TV? Tak bisa dipungkiri, persaingan penyelenggara siaran di layar kaca dalam memperebutkan kue iklan yang makin terbatas sangatlah ketat. Demikian pula dengan pengiklanan suatu mata acara. Dengan durasi terbatas, kail yang dilemparkan ke pemirsa harus bisa menohok langsung ke benak.

Kalau rajin memperhatikan iklan cuplikan tayangan film, tentu unsur seks dan kekerasan itu besar porsinya. Apalagi dalam film laga yang memang menjual seputar kekerasan. Ambil contoh sinetron seri Jacklyn. Kekerasan digunakan dalam berbagai cara dalam promosi sebagai pengait untuk menarik pemirsa agar menonton program itu.

Seorang psikolog sosial mengamati, jenis film-film laga kepahlawanan (hero) selalu menarik perhatian dan disenangi anak-anak, termasuk balita, sehingga mereka tahan berjam-jam duduk di depan layar kaca. Diduga, selain menghibur, yang terutama bikin kecanduan ialah unsur thrill, suasana tegang saat menunggu adegan apa yang bakal terjadi kemudian. Tanpa itu, film cenderung datar dan membosankan.

Kekerasan yang ditayangkan di TV tak hanya muncul dalam film kartun, film lepas, serial, dan sinetron. Adegan kekerasan juga tampak pada hampir semua berita, khususnya berita kriminal. TV swasta di Indonesia terkadang lebih kejam dalam menggambarkan korban kekerasan, misalnya dengan ceceran darah atau meng-close up korban.

Jadi, orang tua jangan terkecoh dengan hanya menyensor adegan seksual, misalnya ciuman. Adegan kekerasan, mulai tembakan, tamparan pipi, jerit dan teriakan, darah, gebuk-gebukan perlu juga disensor.

Jadi agresor dan tak pedulian

Di Indonesia belum ada penelitian mengenai pengaruh tayangan kekerasan terhadap perilaku anak. Ini tentu membuat semakin sulit untuk mengatakan bahwa tayangan televisi berpengaruh terhadap perilaku anak. Sementara, meski masih simpang siur, peneliti di luar sudah menyimpulkan ada korelasi - untuk tidak menyebut penyebab - antara tayangan kekerasan dengan perilaku anak. Sebuah survai pernah dilakukan Christian Science Monitor (CSM) tahun 1996 terhadap 1.209 orang tua yang memiliki anak umur 2 - 17 tahun. Terhadap pertanyaan seberapa jauh kekerasan di TV mempengaruhi anak, 56% responden menjawab amat mempengaruhi. Sisanya, 26% mempengaruhi, 5% cukup mempengaruhi, dan 11% tidak mempengaruhi.

Hasil penelitian Dr. Brandon Centerwall dari Universitas Washington memperkuat survai itu. Ia mencari hubungan statistik antara meningkatnya tingkat kejahatan yang berbentuk kekerasan dengan masuknya TV di tiga negara (Kanada, Amerika, dan Afrika Selatan). Fokus penelitian adalah orang kulit putih. Hasilnya, di Kanada dan Amerika tingkat pembunuhan di antara penduduk kulit putih naik hampir 100%. Dalam kurun waktu yang sama, kepemilikan TV meningkat dengan perbandingan yang sejajar. Di Afrika Selatan, siaran TV baru diizinkan tahun 1975. Penelitian Centerwall dari 1975 - 1983 menunjukkan, tingkat pembunuhan di antara kulit putih meningkat 130%. Padahal antara 1945 - 1974, tingkat pembunuhan justru menurun (Kompas, 20-3-1995).

Centerwall kemudian menjelaskan, TV tidak langsung berdampak pada orang-orang dewasa pelaku pembunuhan, tetapi pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada si pelaku sejak mereka masih anak-anak. Dengan begitu ada tiga tahap kekerasan yang terekam dalam penelitian: awalnya meningkatnya kekerasan di antara anak-anak, beberapa tahun kemudian meningkatnya kekerasan di antara remaja, dan pada tahun-tahun akhir penelitian di mana taraf kejahatan meningkat secara berarti yakni kejahatan pembunuhan oleh orang dewasa.

Penemuan ini sejalan dengan hasil penelitian Lembaga Kesehatan Mental Nasional Amerika yang dilakukan dalam skala besar selama sepuluh tahun. Kekerasan dalam program televisi menimbulkan perilaku agresif pada anak-anak dan remaja yang menonton program tersebut, demikian simpulnya. Sedangkan Ron Solby dari Universitas Harvard secara terinci menjelaskan, ada empat macam dampak kekerasan dalam televisi terhadap perkembangan kepribadian anak. Pertama, dampak agresor di mana sifat jahat dari anak semakin meningkat; kedua, dampak korban di mana anak menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang lain; ketiga, dampak pemerhati, di sini anak menjadi makin kurang peduli terhadap kesulitan orang lain; keempat, dampak nafsu dengan meningkatnya keinginan anak untuk melihat atau melakukan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan.

Nonton untuk pelarian

Tapi, benarkah agresivitas anak-anak terjadi hanya karena tayangan kekerasan di layar kaca? Pada dasarnya setiap manusia itu mempunyai sifat agresif sejak lahir, ungkap Fawzia. Sifat ini berguna dalam bertahan hidup. Tanpa agresivitas, anak tidak akan bereaksi jika mendapat rangsangan yang mengancamnya. Tetapi, tanpa pengarahan yang baik, sifat itu bisa merusak.
Ada yang melihat, proses dari sekadar tontonan sampai menjadi perilaku perlu waktu yang cukup panjang. Namun, yang merepotkan bila tontonan kekerasan jadi suguhan sehari-hari, sehingga menjadi hal yang biasa, apalagi lingkungan sekitar juga mendukung.

Menurut psikolog dari Universitas Stanford, Albert Bandura, respons agresif bukan turunan, tetapi terbentuk dari pengalaman. Ada permainan yang dapat memicu agresi. Orang belajar tidak menyukai dan menyerang tipe individu tertentu melalui pengalaman atau pertemuan langsung yang tidak menyenangkan.

Bayangkan, bila dalam sehari disuguhkan 127 adegan kekerasan, berapa yang akan diterima dalam seminggu, sebulan, atau setahun? Mungkinkah akhirnya si anak merasa, memang tidak apa-apa memukul dan menganiaya orang lain?

Hasil survai berikut bisa memberikan gambaran. Rata-rata orang Amerika menonton TV selama 25 - 30 jam per minggu. Dalam penelitian yang melibatkan 100.000 orang sebagai subjek disimpulkan, ada bukti kuat hubungan antara perilaku agresif dan melihat tayangan TV yang bermuatan kekerasan dalam waktu lama (ekstensif).

Banyak anak begitu betah menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV. Menurut mereka, televisi adalah cara terbaik untuk menyingkirkan perasaan tertekan, atau untuk mencoba lari dari perasaan itu, kata Mark I Singer, guru besar di Mandel School of Applied Social Sciences yang meneliti 2.244 anak sekolah yang berumur 8 - 14 tahun di Northeast Ohio, AS.

Malah menurut majalah TV Guide, sekitar 70% anak yang menonton TV menyatakan, nonton TV hanya sebagai pelarian. Hanya 1 dari 10 pemirsa yang mengatakan TV untuk olah intelektual.

Padahal, penelitian menunjukkan, menonton TV berjam-jam secara pasif justru meningkatkan level trauma kejiwaan. Kegiatan nonton TV berjam-jam tidak menghilangkan rasa tertekan, tapi membuatnya makin parah, tambah Singer.

Rupanya, ada hubungan antara pilihan program dengan tingkat kemarahan atau agresi. Anak laki-laki atau perempuan yang memilih program TV dengan banyak aksi dan perkelahian - atau program kekerasan tinggi, memiliki nilai kemarahan yang tinggi dibandingkan anak lainnya. Mereka juga dilaporkan lebih banyak menyerang anak lain, ujar Singer.

Yang menarik, ada hubungan nyata antara kebiasaan menonton TV dengan tingkatan pengawasan orang tua. Pengawasan itu berupa pengenalan orang tua akan teman-teman sang anak, di mana mereka berada sepanjang hari. Selain itu, apakah orang tua juga menetapkan dan menjalankan peraturan pembatasan waktu bermain di luar rumah atau nonton TV.

Anak yang tidak diawasi dengan ketat akan menonton TV lebih banyak dibandingkan anak-anak yang lain. Kelompok ini lebih banyak menonton program aksi dan perkelahian atau video musik. Sebanyak 58% anak perempuan yang kurang diawasi, lebih memilih program TV berbau kekerasan atau video musik, ungkap Singer.

Singer juga melaporkan, hampir separuh kelompok anak perempuan dengan tingkat kemarahan tinggi punya pikiran untuk bunuh diri. Sedangkan pada kelompok anak laki-laki tipe yang sama merasa takut akan ada orang yang membunuh mereka.

Apalagi menurut Aletha Huston, Ph.D. dari University of Kansas, Anak-anak yang menonton kekerasan di TV lebih mudah dan lebih sering memukul teman-temannya, tak mematuhi aturan kelas, membiarkan tugasnya tidak selesai, dan lebih tidak sabar dibandingkan dengan anak yang tidak menonton kekerasan di TV.

Toh tidak semua pihak setuju dengan pendapat bahwa kekerasan di TV berakibat langsung pada perilaku. Satu kajian oleh para ahli ilmu jiwa Inggris menyebutkan, tak ada kaitan langsung antara kekerasan di TV dengan perilaku anak.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Tak ada yang lebih baik daripada keluarga yang hangat, sekolah yang bermutu, dan masyarakat yang peduli, tutur ahli perilaku Tony Charlton, yang memimpin kajian itu. Kalau tiga aspek itu terpenuhi, tak ada masalah dengan kekerasan yang ditonton.

Film laga harus pula dilihat dari aspek positifnya, yaitu bahwa anak membutuhkan figur pahlawan, jagoan, dan heroisme. Di sinilah peran orang tua untuk mengajaknya menarik garis perbedaan antara dunia nyata dan film. Seperti yang dikatakan Madeline Levine, Ph.D., psikolog di Marin County, Kalifornia, Pada umur sembilan tahun anak baru bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi.

Majalah Time (12-1-1998) juga memaparkan hasil sebaliknya. Selama tiga tahun peneliti Inggris, Tony Charlton, memantau perilaku 859 anak di pulau terpencil Saint Helena, Atlantik. Ia menemukan, tidak ada perubahan perilaku pada mereka yang menonton TV dari berbagai belahan dunia yang diterima melalui satelit. Tapi jangan-jangan, Charlton tidak memperhatikan populasi penduduk yang hanya 5.600 orang dan letaknya yang terpencil itu?

Orang tua contoh model anak

Dari berbagai kemungkinan masalah yang bisa timbul, tentu peran orang tua tidak bisa diabaikan. Sikap orang tua terhadap TV akan mempengaruhi perilaku anak. Maka sebaiknya orang tua lebih dulu membuat batasan pada dirinya sebelum menentukan batasan bagi anak-anaknya. Biasanya, di kala lelah atau bosan dengan kegiatan rumah, orang tua suka menonton TV. Tetapi kalau itu tidak dilakukan dengan rutin, artinya Anda bisa melakukan kegiatan lain kalau sedang jenuh, anak akan tahu ada banyak cara beraktivitas selain menonton TV.

Usahakan TV hanya menjadi bagian kecil dari keseimbangan hidup anak. Yang penting, anak-anak perlu punya cukup waktu untuk bermain bersama teman-teman dan mainannya, untuk membaca cerita dan istirahat, berjalan-jalan dan menikmati makan bersama keluarga. Sebenarnya, umumnya anak-anak senang belajar dengan melakukan berbagai hal, baik sendiri maupun bersama orang tuanya.

Hal penting kedua adalah mengikutsertakan anak dalam membuat batasan. Tetapkan apa, kapan, dan seberapa banyak acara TV yang ditonton. Tujuannya, agar anak menjadikan kegiatan menonton TV hanya sebagai pilihan, bukan kebiasaan. Ia menonton hanya bila perlu. Untuk itu video kaset bisa berguna, rekam acara yang Anda sukai lalu tonton kembali bersama-sama pada saat yang sudah ditentukan. Cara ini akan membatasi, karena anak hanya menyaksikan apa yang ada di rekaman itu.

Masalah jenis program yang ditonton sangat penting dipertimbangkan sebab itu menyangkut masalah kekerasan, adegan seks, dan bahasa kotor yang kerap muncul dalam suatu acara. Kadang ada acara yang bagus karena memberi pesan tertentu, tetapi di dalamnya ada bahasa yang kurang sopan, atau adegan - seperti pacaran, rayuan - yang kurang cocok untuk anak-anak. Maka sebaiknya orang tua tahu isi acara yang akan ditonton anak. Usia anak dan kedewasaan mereka harus jadi pertimbangan. Dalam hal seks, orang tua sebaiknya bisa memberi penjelasan sesuai usia, kalau ketika sedang menonton dengan anak-anak tiba-tiba nyelonong adegan saru.

Masalah bahasa pun perlu diperhatikan agar anak tahu mengapa suatu kata kurang sopan untuk ditiru. Orang tua bisa menjelaskannya sebagai ungkapan untuk keadaan khusus, terutama di TV untuk mencapai efek tertentu.

Dua jam sudah cukup

Kapan dan berapa lama anak boleh menonton TV, semua itu tergantung pada cara sebuah keluarga menghabiskan waktu mereka bersama. Bisa saja di waktu santai sehabis makan malam bersama, atau justru sore hari.

Anak yang sudah bersekolah harus dibatasi, misalnya hanya boleh menonton setelah mengerjakan semua PR. Berapa jam? Menurut Jane Murphy dan Karen Tucker - produser acara TV anak-anak dan penulis - sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari, itu termasuk main komputer dan video game. Untuk anak yang belum bersekolah atau sering ditinggal orang tuanya di rumah, porsinya mungkin bisa sedikit lebih banyak.

Memberikan batasan apa, kapan, dan seberapa banyak menonton acara TV juga akan mengajarkan pada anak bahwa mereka harus memilih (acara yang paling digemari), menghargai waktu dan pilihan, serta menjaga keseimbangan kebutuhan mereka.

Agar sasaran tercapai, disiplin dan pengawasan orang tua mutlak diperlukan. Sayangnya, unsur pengawasan ini yang sering jadi titik lemah orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehari-hari di kantor. Untuk itu, orang tua memang dituntut untuk cerewet. Tidak apa-apa agak cerewet, demi kebaikan anak-anak, ujar Fawzia.

Kekerasan memang sulit dipisahkan dari industri hiburan. Sama sulitnya jika harus mencari siapa yang harus disalahkan terhadap masuknya tayangan kekerasan dalam industri hiburan. Kita akan terjebak dalam lingkaran setan antara produser, pengelola TV, sutradara, pengiklan, maupun penonton sendiri. Sementara menangkap setannya lebih sulit, tindakan yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan pengaruh tersebut, khususnya terhadap anak-anak. Kuncinya, mulai dari lingkungan keluarga.

Yds. Agus Surono/Shinta Teviningrum

jupiter
03-26-2008, 03:13 PM
Atasi Juling Sejak Dini


Anatomi indera penglihatan dikatakan normal jika bayangan sebuah benda yang dilihat oleh kedua mata diterima dengan ketajaman yang sama. Bayangan ini secara serentak lalu dikirim ke susunan saraf pusat untuk diolah menjadi sensasi penglihatan tunggal.

Penglihatan tunggal ini bisa terjadi kalau kedua mata dapat mempertahankan daya koordinasi untuk menjadikan kedua bayangan suatu benda menjadi satu (fusi). Sebaliknya, fusi akan hilang bila daya penglihatan salah satu mata kurang atau tidak ada.

Pada penderita mata juling atau strabismus, mata tidak mempunyai kesatuan titik pandang. Kedudukan sumbu kedua bola mata itu tidak searah. Akibatnya, dua mata akan melihat dua benda atau dua bayangan (diplopia). Untuk menghindari penglihatan rangkap ini, penderita strabismus lalu berusaha menekan (supresi) atau tidak menggunakan matanya yang lemah. Ia hanya melihat dengan matanya yang sehat. Sebab itu, penderita sering mengeluh matanya mudah lelah atau merasa penglihatannya berkurang pada satu mata.

Dalam dunia kedokteran mata, kelainan mata ini akan disebut juling berganti bila mata yang satu digunakan untuk melihat, mata yang lain akan bergulir. Sedangkan kalau hanya satu mata yang digunakan, disebut juling monokuler.

Pada mata normal, bayangan yang diproyeksikan ke otak akan membentuk gambar tiga dimensi. Sementara pada mata juling - karena tidak mempunyai kesatuan titik pandang - bentuk tiga dimensi itu tidak didapat.
Tidak jarang kita menjumpai mata yang terkesan juling. Tetapi kalau itu diperiksa, tidak terdapat tanda-tanda juling. Pakar kedokteran mata menyebut kesan ini sebagai pseudostrabismus. Juling palsu. Kasus ini banyak terjadi pada ras Mongol yang berhidung datar. Hal ini terjadi karena lipatan vertikal kulit pangkal hidung membuat sclera hidung tidak terlihat dengan jelas sehingga mata tampak juling ke atas. Ada lagi kasus lain yang disebut hipertelorisme. Pada kasus ini bola mata terdorong ke luar rongga orbita sehingga menimbulkan gambaran bola mata yang menyebar ke luar. Keadaan ini memberi kesan, mata tinggi sebelah.

Akibat gangguan otot mata

Dr. Raman R. Saman, M.D. Ophth., AMS, MBA, ahli mata dari R.S. Prof. Dr. Isak Salim Aini Jakarta, mengungkapkan, penyebab mata juling itu beragam. Untuk mengetahui penyebab lebih lanjut, Pertama-tama perlu pemeriksaan menyeluruh, mulai dari anatomi mata, faal atau fisiologi, sampai apakah si penderita mengidap suatu penyakit, jelasnya.

Dalam beberapa kasus, otot mata sering menjadi salah satu penyebabnya. Untuk menggerakkan bola mata digunakan enam macam otot mata. Bila semua otot itu tak ngadat alias bekerja normal, kedua mata akan berfungsi secara seimbang. Normal-tidaknya otot mata tergantung pada tebal-tipis, panjang-pendek, dan berfungsi-tidaknya saraf-saraf mata. Maka, jika di antara otot atau saraf ini ada yang tidak normal, keadaan itu bisa menyebabkan seseorang menderita juling.

Tidak sedikit pula kasus mata juling disebabkan oleh gangguan perbedaan ketajaman penglihatan yang sangat besar antara kedua mata. Misalnya, mata kiri -2 (minus dua), mata kanan -9 (minus sembilan) atau lebih. Perbedaan ukuran antara mata kiri dan kanan yang masih bisa ditoleransi tidak boleh lebih dari 3.

Mata juling bisa juga bisa dipicu oleh terjadinya kemunduran daya penglihatan yang dinamakan lazy eyes (mata malas), atau disebut juga ambliopia. Mata malas ini akibat satu mata mempunyai visus(ketajaman mata)rendah yang tidak dapat ditingkatkan lagi karena terlalu lama dibiarkan. Akibatnya, penglihatan didominasi oleh mata yang sehat saja.

Menurut dr. Saman, bila dilihat lebih jauh, ketiga faktor itu tercetus karena beberapa hal. Misalnya, faktor bawaan (kongenital), trauma mata (tertusuk benda tajam atau tumpul), infeksi virus atau bakteri, dan sebagainya. Ada pula kasus juling akibat infeksi toksoplasma yang ditularkan melalui kucing atau daging yang mengandung kuman toksoplasma tidak dimasak dengan baik, katanya.

Penyakit sistemik pun bisa menjadi penyebab kelainan mata jereng ini. Misalnya saja, diabetes mellitus dan hipertiroid, penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke), kelainan darah atau perdarahan, serta gangguan metabolisme antara lain kadar kolesterol yang tinggi. Penyakit sistemik ini ada kalanya menyebabkan juling begitu berhubungan dengan otak.

Mata juling bisa juga terjadi gara-gara munculnya tumor jinak atau pun ganas. Misalnya, akibat tumor otak, retinoblastoma (kanker mata), dan kanker yang sudah menyebar dan menekan saraf di bagian otak. Kondisi itu menyebabkan kelumpuhan otot-otot mata.

Pada kasus mata juling karena bawaan, kelainan otot atau saraf mata pada anak, umumnya sudah terlihat sejak usia enam bulan. Gejalanya antara lain, bila anak melirik, perguliran bola matanya tidak sampai ke ujung. Itu bisa karena terjadinya hambatan pada pergerakan bola mata sehingga mata tidak bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa. Atau pada usia ini juga bisa dilihat apakah salah satu bola matanya terlihat bergulir ke arah hidung, pelipis, alis, atau pipi. Pada usia satu tahun akan tampak lebih jelas karena anak yang menderita jereng sering melihat sesuatu dengan posisi kepalanya miring ke kanan atau kiri, tengadah atau tertunduk. Pada usia tiga tahun anak mulai mengeluh penglihatannya kurang jelas atau ganda.

Anggapan bahwa mata juling bisa timbul akibat bayi diberi mainan gantung di atas kepala dengan posisi kurang tepat, menurut dr. Saman, sama sekali tidak benar.

Kacamata atau bedah

Terapi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi kelainan mata juling adalah memulihkan kembali kesatuan titik pandang. Sembuh atau tidaknya tergantung pada jenis kelainan dan penyebabnya. Kasus juling pada anak umumnya dapat disembuhkan asalkan diobati sejak dini. Kalau masalahnya berhubungan dengan refraksi atau ketajaman penglihatan, bisa ditanggulangi dengan kacamata. Kacamata itu bisa berlensa spheris, silinder, atau prisma tergantung keperluannya. Bisa juga diatasi dengan lensa kontak (terutama bagi yang minusnya tinggi).

Usaha lain ialah dengan melakukan koreksi bedah refraktif untuk mengurangi kelainan rabun dengan menggunakan pisau bedah atau laser excimer. Bila persoalannya menyangkut otot, bisa dilakukan pembedahan sesuai kebutuhan. Misalnya, otot yang kepanjangan dipendekkan (diresek), sebaliknya otot yang kepanjangan dipendekkan dengan menggeser lokasi perlekatan pangkal otot (reses terhadap insersi otot). Sedang bila juling terjadi akibat kecelakaan (trauma) umumnya dikoreksi dengan tindakan pembedahan.

Berlainan dengan anak bermata juling yang mampu melakukan supresi pada matanya yang lemah, penderita dewasa tidaklah demikian. Akibatnya, penderita dewasa akan terus terganggu karena benda yang dilihat tampak bertumpuk. Kalaupun sekali-kali mampu, mata akan terasa pegal atau capek, bahkan pusing atau mual. Sebab itu pada orang dewasa, julingnya akan lebih kelihatan bila sedang capek.

Pada orang dewasa yang tidak lagi mampu mensupresi matanya ini, pengobatan biasanya diusahakan dengan menutup salah satu matanya, sampai ototnya kembali normal. Mata yang ditutup, bisa yang sehat atau yang sakit. Dengan menutup mata yang sakit, diharapkan mendapatkan rangsangan dari mata sehat yang dipakai. Namun, kalau berdasarkan pemeriksaan ia ternyata menderita ambliopia, maka mata yang sehatlah yang ditutup. Tentu saja yang pertama diobati adalah ambliopianya lebih dulu. Bila sembuh tapi juling masih ada, maka dilakukan tindakan pembedahan untuk menghindari kekambuhan ambliopianya.

Mata penderita dewasa yang sudah telanjur rusak karena lama tidak digunakan, akan sulit disembuhkan. Umumnya juling akan kambuh kembali sekalipun sudah dilakukan pembedahan. Karena itu terapi mata juling paling tepat dilakukan sejak dini (sebelum usia 12 tahun) agar hasilnya jauh lebih memuaskan daripada setelah anak tumbuh remaja atau dewasa.

Dr. Saman menganjurkan, kecuali diperiksakan ke dokter mata, hendaknya penderita juga berkonsultasi ke dokter lain seperti ahli THT (telinga, hidung, tenggorokan) atau dokter ahli penyakit dalam. Hal ini untuk mengetahui apakah ada kelainan pada organ lain yang mungkin menjadi penyebab matanya juling.

Pada orang dewasa penderita juling akibat komplikasi penyakit seperti diabetes atau stroke, cara mengatasinya antara lain dengan melatih mata yang tidak sehat. Selain itu tentunya melakukan diet makanan sesuai petunjuk dokter dan pengobatan penyakit utamanya sampai tuntas.

Kita harus waspada apabila juling terjadi secara tiba-tiba, dr. Saman wanti-wanti. Sebab, banyak di antara kasus itu merupakan komplikasi penyakit ganas. Dalam kasus ini, mata juling hampir tidak dapat disembuhkan.

Saman menganjurkan, bila kita curiga terhadap penglihatan anak, lakukan tes mata sebelum anak masuk sekolah. Tes bisa dilakukan oleh orang tua sendiri. Caranya dengan menutup sebelah mata si anak. Amati apakah si anak mampu melihat gambar atau benda dengan sebelah matanya. Kalau misalnya mata kanan mampu melihat jelas, sementara mata kiri kurang jelas atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali, segera berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter mata. Penanggulangan dini jauh lebih cepat penyembuhannya daripada setelah dewasa.

(Nanny Selamihardja)

jupiter
03-26-2008, 05:28 PM
Informasi untuk orang tua seputar obat pilek dan batuk anak


Selama musim dingin, umum bagi anak-anak untuk terserang berbagai kuman respiratorik (pernafasan) yang menyebabkan mereka batuk dan menjadi sakit. Orang tua mungkin akan langsung mengambil obat pilek dan batuk anak untuk mencoba mengatasi hidung tersumbat dan batuk. Namun baru-baru ini muncul keprihatinan terhadap keamanan sekitar obat ini ketika digunakan oleh anak-anak. Orang tua dapat mengambil tindakan sekarang untuk menjaga agar anak mereka tetap aman.

Setiap tahun di Amerika Serikat, sekitar 7.000 anak berusia 11 tahun dan yang lebih muda, masuk ke UGD rumah sakit setelah meminum obat pilek dan batuk, sekitar dua pertiga di antara mereka meminum obat tanpa pengawasan orang tua atau pengasuh di dekatnya, demikian menurut studi terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Anak antara usia 2-5 tahun adalah yang paling sering mengalaminya. Studi terdahulu juga sudah mengungkapkan jumlah kematian anak-anak karena kurang hati-hati diberi terlalu banyak obat.

Keprihatinan terhadap keamanan obat pilek dan batuk bagi anak-anak mendesak Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada awal bulan lalu menganjurkan agar para orang tua mengurungkan niat memberikan obat ini pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Pabrik pembuat obat secara sukarela telah menarik kembali obat yang diperuntukkan bagi anak-anak yang masih terlalu muda, dan seharusnya dapat membantu mengurangi jumlah anak yang mendapat efek negatif karena obat ini. Sementara itu, FDA saat ini sedang menilai apakah obat ini aman untuk digunakan oleh anak berusia lebih dari 2 tahun.

Selama studi terbaru saja, kebanyakan anak yang masuk ke UGD tidak perlu dirawat di rumah sakit. Namun banyak yang perlu pengobatan untuk mencegah penyerapan lebih lanjut obat ke dalam tubuh mereka.

Orang tua dapat membantu mencegah peristiwa seperti ini dan melindungi anak mereka dengan mengikuti saran berikut:

* Jangan meletakkan obat di mana anak anda mungkin dapat meraihnya.
* Jangan beri tahu anak bahwa obat adalah permen.
* Jangan meminum obat untuk orang dewasa di hadapan anak anda.
* Jangan memberikan pada anak berusia kurang dari 2 tahun obat yang diperuntukkan bagi anak yang lebih besar.
* Jauhkan obat pilek dan batuk untuk anak berusia kurang dari 2 tahun.

Perubahan kemasan dan formulasi dari pabrik pembuat obat juga dapat berguna dalam mengurangi kunjungan rumah sakit berkaitan dengan obat pilek dan batuk, terutama untuk yang tidak diawasi penggunaannya. Beberapa strategi untuk membuat obat menjadi lebih sulit digunakan dan lebih tidak menarik bagi anak-anak seperti botol dengan tutup yang dimodifikasi, kemasan dosis tunggal untuk anak, dan tidak menggunakan bahan pewarna yang tidak diperlukan.

medicastore

jupiter
03-26-2008, 05:29 PM
Tips Mengatasi Kebiasaan Mengompol pada Anak


Para ahli menganggap mengompol sebagai masalah hanya jika itu berlanjut melewati usia 5 tahun. Mengompol dialami kira-kira 1 dari 3 anak berusia 4 tahun dengan jumlah anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan. Mengompol bahkan umum di antara anak-anak usia prasekolah yang sudah biasa mengendalikan kantung kemihnya pada siang hari, berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelumnya. Pada usia 6 tahun, 10% anak-anak belum juga lepas dari masalah ini. Diantara anak-anak berusia 10 tahun, lima persennya masih kesulitan untuk konsisten tidak mengompol.

Keturunan barangkali satu-satunya faktor paling penting dalam menentukan siapa yang mengompol. Jika salah satu orang tua biasa mengompol pada masa kecilnya, anak mempunyai 45% kesempatan mengalami masalah yang sama. Jika kedua orangtuanya dahulu biasa mengompol, 75% anak akan mengalami hal yang sama

Dahulu kebiasaan mengompol dianggap sebagai masalah psikologis. Namun sekarang diketahui bahwa faktor biologis memegang peranan lebih besar.

Beberapa faktor yang mungkin jadi penyebab :

1. Kapasitas kandung kemih yang lebih kecil daripada rata-rata, sekalipun kandung kemih itu sendiri berukuran normal. Pada anak-anak seperti ini, sensasi ingin kencing terjadi lebih sering.
2. Anak-anak yang sering mengompol mungkin tidur lebih nyenyak daripada anak yang bukan pengompol
3. Lebih banyak menghasilkan urine daripada rata-rata anak karena produksi hormon antidiuretik (hormon yang mencegah pembentukan air seni) yang tidak memadai.

Hai ini menjadi catatan penting bagi orang tua agar tidak menghukum, memarahi, atau mengolok-olok anak-anak yang sering mengompol. Bahkan hal itu akan memperparah situasi, karena harga diri anak jatuh dan anak akan kehilangan kepercayaan diri akan kemampuannya menghadapai masalah.

Tips untuk mengatasinya :

1. Membatasi minum pada malam hari
2. Menghindarkan anak mengkonsumsi coca-cola, teh, cocoa dan cokelat; karena semuanya mengandung kafein yang bersifat diuretik
3. Jadwalkan pergi ke kamar mandi, sekali 30 menit sebelum waktu tidur, dan berikutnya tepat sebelum anak Anda diselimuti
4. Pada siang hari bisa dilakukan latihan tidak mengompol. Dr. Sheldon menjelaskan : Anak naik ke tempat tidur dan berpura-pura tidur. Setelah semenit, dia berpura-pura merasa ingin kencing, kemudian pura-pura bangun, turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Tujuan pelatihan ini adalah mengakrabkan anak pada rutinitas meninggalkan tempat tidurnya, berjalan ke kamar mandi dan menggunakan toilet.
5. Berikan pujian atau reward ketika anak berhasil tidak mengompol.
6. Libatkan anak untuk membantu anda membersihkan tempat tidurnya, dalam suasana kerjasama yang baik, tanpa kemarahan.
7. Jangan memperlakukan anak seperi bayi dengan memaksa dia mengenakan popokatau celana plastik, atau dengan tidak memperbolehkannya tidur di atas dipan biasa.

jupiter
03-26-2008, 06:30 PM
Mengatasi Sembelit Pada Anak


Salah satu penyakit anak yang banyak dikeluhkan kaum ibu adalah sembelit, yaitu anak mengalami keterlambatan atau kesukaran dalam membuang kotorannya. Pada anak yang masih dalam usia bayi, sembelit memang sering kali membuat orangtua khawatir. Adapun pada anak usia di atas dua tahun, sembelit cenderung dianggap ringan.

Bila bayi dalam dua atau tiga hari tidak membuang kotorannya dan terus menangis, biasanya orangtua bingung sendiri karena bayi memang belum bisa diajak berbicara apa yang dikeluhkannya. Oleh karena itu, kita sering kali merasa kesulitan untuk menentukan adanya keterlambatan proses buang air besar pada anak.

Anak di bawah usia dua tahun biasanya belum menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kontrol dalam proses buang air besar. Terlebih pada anak-anak yang mempunyai perkembangan tubuh terlambat atau mempunyai cacat jasmani akan menghalangi proses pengontrolan ini. Akibatnya, anak akan mengalami keterlambatan dalam menguasai kepandaian membuang kotorannya.

Oleh sebab itu, ketika kesehatan umum anak terganggu, terutama lambatnya pertumbuhan berat badan dan tingginya, kita harus mulai curiga adanya kelainan ini. Apalagi kalau anak sudah sering mengalami sembelit sejak bayi, adanya penyakit organik tertentu yang mendasari kelainan ini harus segera dicurigai.

Faktor penyebab

Mengapa anak mengalami sembelit? Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah adanya penyakit organ tubuh yang diderita anak. Pada umumnya faktor ini sudah terlihat nyata pada bulan pertama kehidupan bayi. Dan keadaan ini dapat ditemukan bila bayi diperiksakan dengan teliti ke dokter.

Pada anak-anak yang lebih besar dengan sembelit yang kronis jarang disertai dengan suatu penyakit organ tubuh. Faktor psikologis dapat merupakan penunjang penting. Namun, dari catatan medis pada sebagian besar kasus, gangguan emosi yang dihubungkan dengan sembelit hanya merupakan sisa dari penyakit atau pengobatan yang diperoleh.

Faktor penyebab lainnya adalah timbulnya sumbatan pada usus besar bagian bawah. Misalnya terkena penyakit hirchprung atau kelumpuhan sebagian usus besar yang merupakan penyakit penting bagi anak. Penyakit ini ditandai dengan tidak adanya serabut saraf di bagian tertentu usus besar sehingga bagian ini tidak dapat berkontraksi dengan semestinya.

Sembelit dapat juga terjadi karena kekurangan cairan dan berat yang kronis dalam tubuh yang bukan diakibatkan diare. Penyakit-penyakit lain seperti kelebihan zat kapur dalam tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, atau kelainan yang disertai pengeluaran air seni yang terus-menerus dan berlebihan, dapat juga mengakibatkan sembelit pada anak.

Faktor lainnya yang menyebabkan anak kesulitan buang air besar adalah terjadinya luka pada dubur sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi cincin otot yang bertugas melepaskan kotoran di bagian dubur. Juga terjadinya kelumpuhan akibat penyakit saraf berat, kanker, atau kegemukan. Bahkan, sembelit pada anak bisa terjadi sebagai satu-satunya gejala penyakit kelenjar gondok atau hipotiroidisme.

Faktor makanan dapat juga menyebabkan sembelit pada anak. Misalnya pola makanan yang kurang mengandung serat, susu kaleng yang tidak cocok, ataupun kekurangan makan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Upaya pengobatan

Anak yang mengalami sembelit perlu segera mendapatkan pengobatan agar penyakitnya tidak berlarut-larut dan menjadi kronis. Upaya pengobatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Kalau suatu penyakit tertentu yang merupakan penyebab sembelit telah ditemukan, pengobatan terhadap sembelit harus ditujukan pada penyebab tersebut.

Bagi anak yang menderita sembelit karena terkena penyakit hirchprung, tindakan operasi adalah cara pengobatan yang terbaik. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi infeksi usus kronis yang akan menambah parah penyakit yang sudah ada. Adapun anak yang mengalami sembelit karena penyakit hipotiroidisme harus mendapatkan pengobatan tertentu.

Pada sebagian besar kasus sembelit, kita tidak dapat menemukan adanya penyakit di dalam organ tubuh. Tentunya anak-anak dengan sembelit fungsional ini juga harus diobati dengan sama baiknya.

Perlu diingat, pengobatan sembelit harus mulai dilakukan sedini mungkin karena masalahnya cenderung untuk tetap ada dan akan menjadi semakin berat kalau dibiarkan lebih lama. Pada tahap awal dengan keluhan kotoran yang keras dan menyebabkan rasa sakit, kita dapat menanggulanginya sendiri untuk menghasilkan kotoran yang lunak, misalnya dengan menambah makanan yang mengandung serat, seperti agar-agar, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Orangtua harus juga memperhatikan posisi anak pada saat buang air besar karena akan menentukan kemudahan melepaskan sisa makanan. Biasanya posisi jongkok akan lebih memudahkan kotoran keluar. Mengapa demikian? Karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran.

Untuk kasus sembelit karena masalah psikologis, orangtua dapat meminta bantuan psikiater, khususnya bila memang telah jelas menunjukkan gangguan kejiwaan. Pada kasus lain telah sedemikian berlanjutnya sehingga pengobatan terhadap gejalanya saja sudah tidak cukup meskipun tidak ada suatu penyakit organiknya yang mendasari.

jupiter
04-16-2008, 06:06 PM
Memahami Tangisan Bayi

Tangisan bayi ternyata mempunyai suara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan setiap keinginannya. Anda akan belajar perlahan-lahan untuk memahami arti dari setiap tangisan bayi anda.

Mengapa bayi selalu menangis? Menurut Suririnah dalam tulisannya menyebutkan bahwa bayi menangis sebab itu satu-satunya cara mereka untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Sebagai orang tua baru anda akan merasa bahwa semua tangisan terdengar sama dan bertanya apa sebenarnya yang diingikan bayi anda. Tapi dengan berjalannya waktu anda akan belajar pelahan-lahan memahami arti dari setiap tangisan bayi anda, sehingga anda tidak menjadi panik atau putus asa karena tangisannya lagi.

Yakinlah bersamaan dengan waktu anda akan belajar bahwa tangisan bayi mempunyai suara yang berbeda, memang tidak mudah memahaminya, dan memerlukan waktu untuk mengerti arti tangisan bayi anda, serta dibutuhkan kesabaran dari ayah-ibu, tapi disinilah kebahagian menjadi orang tua anda belajar mengerti bayi anda, jangan lupa sikecilpun sedang belajar mengerti anda.

Beberapa alasan mengapa bayi anda menangis:
Lapar.
Tangisan karena lapar biasanya terus menerus, iramanya teratur, lama kelamaan bertambah keras. Check juga kapan terakhir anda memberi makan/susu kepada bayi anda?, Jika bayi belum disusui (ASI) setelah 1-2 jam atau dengan susu formula sekitar 2 jam maka mungkin bayi anda menangis karena lapar.

Minta Ganti Popok.
Bayi juga dapat merasa tidak nyaman dengan tubuhnya, baik itu terasa kotor atau basah pada popoknya dan mereka belum dapat menyatakan ketidaknyaman itu pada kita sehingga mereka hanya menangis. Tangisannya mirip seperti tangisan lapar tapi anda dapat mencek kapan terakhir anda memberikan susu. Pada beberapa bayi tidak menangis meskipun basah atau kotor. Perlunya bagi orang tua untuk mengecek popok si kecil secara berkala, umumnya setelah waktu minum.

Kedinginan.
Bayi baru lahir merasa senang bila dibungkus dengan kain sehingga menjadi hangat. Karena mereka terbiasa dengan kehangatan dan kenyamanan sewaktu mereka dalam rahim ibunya. Sehingga sewaktu anda membuka baju bayi anda untuk dimandikan atau diganti popok, bayi akan menangis sebagai penyataan kehilangan rasa hangat dan nyaman. Tangisan terdengar seperti rintihan. Tapi setelah anda memberikan baju atau selimut bayi akan berhenti menangis. Juga jangan terlalu membungkus rapat atau memberikan baju yang berlebihan karena bayi juga dapat merasa kepanasan.

Minta digendong dan dipeluk.
Bayi sangat senang melihat wajah orang tuanya mendengar suara, detak jantung dan mencium bau tubuh ibu (terutama bau dari air susu ibu). Mereka senang untuk dipeluk setelah selesai disusui, dimandikan atau digantikan popoknya, dan yakinlah bayi anda akan tertidur dalam pelukan/gendongan anda. Jadi bayipun menangis untuk menarik perhatian anda.

Kelelahan.
Beberapa bayi yang tidak terbiasa dengan lingkungan baru akan menangis ketika mereka merasa lelah, dan biasanya bayi yang belum tidur sejenak, maka akan lebih mudah rewel, dan akna mulai menangis dengan gangguan kecil saja. Kita dapat menilai kalau bayi kelelahan dengan melihat bayi mengusap-usap matanya atau telinganya. Anda dapat menghindari hal ini dengan selalu memberikan waktu rutin dimana bayi mempunyai waktu untuk istirahat.

Stimulus yang berlebihan.
Tidak semua bayi dapat beradaptasi dengan mudah pada lingkungan barunya. Jika bayi berada di tempat baru dengan banyak wajah-wajah baru, yang ingin mengendongnya bergantian, bagi bayi dapat menjadi sangat tidak menyenangkan dan tidak nyaman. Bayi akan menangis karena stimulasi yang berlebihan. Dalam situasi seperti ini tenangkan sikecil, gendong, ajak ketempat yang agak sepi, cobalah untuk membatasi jumlah orang yang akan mengendong bayi anda.

Bosan.
Jangan pikir bayi hanya menangis karena lapar dan basah popok. Bayi anda juga dapat merasa bosan dengan rutin yang ada. Cobalah bawa bayi anda berkeliling dengan tempat duduknya bawalah kemana anda pergi, ikutkan dalam aktivitas anda. Bayi senang melihat warna-warni jadi bila bayi sudah cukup kuat untuk tengkurap anda dapat meletakkan mainan atau buku dengan gambar yang menarik.

Tangisan karena sakit.
Tangisan karena bayi anda kesakitan berbeda dengan tangisa karena lapar, bayi menangis dengan keras, menahan nafas sebentar karena rasa tak enaknya, dan sekali-kali menangis dengan nada yang tinggi. Percayalah terhadap naluri anda ketika bayi menangis tidak dengan seharusnya. Anda dapat membawa ke dokter untuk memastikanya.

Kolik. Kolik dimana bayi menangis dalam 3 jam sehari atau 3 hari perminggu. Jika bayi menangis dalam kesakitan, mukanya menjadi kemerahan, perutnya tegang, menarik kakinya, dan mengepalkan tangannya, kemungkinan terjadi kolik pada bayi anda. Sekitar 1 dari 5 bayi mengalami kolik tapi biasanya berakhir setelah bayi berusia 3 bulan. Menenangkan bayi yang sedang kolik tidak mudah, karena bayi sedang kesakitan cobalah untuk meringankan kesakitannya dengan menggendong dan mengayunkan perlahan, nyanyikan lagu yang lembut, usaplah punggung atau perutnya. Bila berlanjut bawalah ke dokter secepatnya

Apapun yang anda lakukan ingatlah bahwa bayi anda menangis karena inilah satu-satunya cara komunikasi yang dapat dilakukannya, jadi jangan menjadikan anda putus asa. Bayi anda hanya ingin berbicara pada anda melalui tangisannya.

jupiter
04-21-2008, 03:37 PM
Kenali Jenisnya
Pendarahan, dalam beberapa kasus sering diacuhkan. Flek yang muncul di lapisan dalam under wear sering dianggap sebagai faktor kelelahan secara fisik. Selanjutnya, problem ini menjadi keseharian yang sangat biasa. Ada kalanya wanita perlu mengetahui kelainan-kelainan sepele dalam diri mereka. Jadi jangan anggap enteng flek anda.

Beberapa faktor yang bisa memicu munculnya flek - yang sebetulnya berasal dari darah yang sudah mengering ini sama sepelenya. Namun perlu diwaspadai pendarahan yang terjadi di luar masa menstruasi, karena bisa jadi ini adalah gejala penyakit berbahaya. Meskipun penyebabnya juga sangat ringan, misalnya trauma usai berhubungan intim.

Ada dua macam pendarahan yang biasa dialami wanita, yaitu yang berhubungan dengan haid dan yang tidak berhubungan sama sekali dengan siklus menstruasi. Keduanya bisa mengindikasikan adanya persoalan yang serius dengan tubuh anda, masalahnya seberapa perlukah kita mengetahui bahayanya?

Jika perdarahannya berhubungan dengan haid, maka jumlah darah yang keluar akan lebih banyak dari seharusnya dan siklusnya pun lebih lama dari biasanya. Sementara perdarahan di luar masa haid adalah perdarahan yang terjadi setelah masa haid. Pendarahan yang terjadi di luar masa haid, meskipun darah yang keluar cuma sedikit atau hanya flek, tetap disebut sebagai perdarahan.

Penyebab perdarahan di luar masa haid beragam. Agar penanganannya tepat, harus diketahui penyebab pendarahannya. Kalau penyebabnya karena penggunaan alat kontrasepsi, maka harus dibagi lagi berdasarkan sifatnya. Alat kontrasepsi yang bersifat hormonal (pil, suntik dan susuk) serta yang bersifat non-hormonal (spiral). Setelah dibedakan penyebabnya, maka masih ditelusuri lagi apakah pemakaian alat kontrasepsi tersebut sudah sesuai dengan aturan atau mungkin ada kontradiksi antara pemakai dengan alat kontrasepsi yang digunakannya.

Bisa menyebabkan Kanker
Selain penggunaan alat kontrasepsi, lokasi perdarahan juga harus diketahui. Kebanyakan perdarahan berasal dari mulut rahim atau dari dalam rahim sendiri, malah jarang yang berasal dari vagina, karena vagina jauh lebih kuat daripada rahim. Penyebab pendarahan di vagina biasanya akibat trauma, seperti lecet atau luka karena hubungan intim.

Penyebab perdarahan di mulut rahim bisa disebabkan oleh trauma (adanya robekan usai berhubungan intim), infeksi di mulut rahim atau munculnya polip di mulut rahim. Penyebab lainnya adalah adanya mioma di rahim, yaitu pembesaran otot rahim. Di samping itu perlu diwaspadai pendarahan akibat faktor pembekuan darah bahkan kanker.

Jenis pendarahan yang paling sulit didiagnosis adalah perdarahan yang terjadi di dalam rahim. Kalau pendarahannya hanya terjadi di leher rahim, akan terdeteksi dari hasil pap smear, misalnya terjadi perubahan sel yang mengarah ke kanker. Perdarahan di dalam rahim, sekalipun hasil pap smear tampak normal, namun masih bisa menimbulkan perdarahan. Misalnya usai berhubungan intim dengan pasangan. Jika tidak segera ditangani, bisa berkembang menjadi sel kanker. Untuk mengatasinya bisa dengan pengangkatan rahim. Daripada berkembang menjadi sel kanker lebih baik diangkat semua.

Perdarahan dari dalam rahim ini lebih sulit dipastikan penyebabnya karena secara fisik tidak kasat mata. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan dengan alat bantu USG. Ini untuk melihat ketebalan rahim. Hasilnya pun tidak pasti, karena hanya melihat ketebalan atau proses tidak wajar yang terjadi. Untuk memastikannya dengan tindakan mikro kuret dengan pengambilan sampel, lalu diperiksa di lab untuk melihat kelainan yang terjadi. Hasil yang didapat sebagai acuan untuk terapi selanjutnya.

Semuanya Berbahaya
Segala bentuk pendarahan apalagi dalam jumlah besar dan abnormal akan berdampak bagi penderita. terutama akan mengganggu keadaan umum seperti penurunan HB (hemoglobin) dan tekanan darah, pusing, bahkan denyut nadi meningkat. Karenanya jangan sepelekan pendarahan, segerakan periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Makin cepat terdeteksi, makin cepat penanganan yang diberikan. Masih banyak wanita yang takut memeriksa organ reproduksinya, meski sudah mengalami pendarahan sekalipun . Padahal, kalau ditunda bakal memperbesar masalahnya dan akhirnya malah tidak bisa tertangani.

Teliti penyebab pendarahan, kalau disebabkan pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat, segera hentikan pemakaiannya. Jika penyebabnya mioma, sebaiknya miomanya segera diangkat. Sementara itu jika penyebab perdarahannya adalah faktor pembekuan darah, sebaiknya dicari tahu,apakah faktor ini dari internal si wanita atau karena produksi sumsum tulang dan pembekuan darahnya yang bermasalah. Bisa jadi hanya faktor pembekuan darah saja saat pendarahan tersebut terjadi.

Jadi, penanganannya tidak hanya dengan obat pembeku darah saja, tetapi juga mengobati penyebabnya. Hal ini untuk menghindari keluhan yang sama setiap waktu. Apapun jenis pendarahan yang mungkin Anda alami, segerakan untuk memeriksakannya ke dokter kepercayaan Anda. Karena semakin cepat penyebabnya terdeteksi, maka semakin cepat pula perdarahan Anda tertangani dengan tepat.

Waspadai Perubahan Bau
Meski sulit, pendarahan dapat dibedakan antara darah dan flek. Perbedaan makin sulit kalau pendarahan terjadi bersamaan dengan haid. Namun pendarahan yang terjadi karena trauma vagina amat mudah dideteksi, karena darah akibat trauma lebih terang dan encer sementara darah haid lebih gelap dan berlendir.

Membedakan darah haid atau darah perdarahan pada wanita dengan siklus haid yang tidak teratur juga tidak mudah. Kebanyakan penderita menganggap ini adalah hal yang biasa dan normal. Sementara untuk memastikan penyebab dan jenis kelainan harus dengan pemeriksaan yang intensif dengan mencari lokasi pendarahan dengan keluhan yang diderita. Namun perubahan yang signifikan dapat ditemukan dengan muncul perubahan bau yang biasa diidentifikasikan sebagai munculnya infeksi yang lebih parah. Jika muncul tanda seperti ini, segera ke dokter untuk ditangani lebih serius dan intensif.

Yang Perlu Dilakukan
Beberapa hal yang wajib dilakukan wanita untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya, yaitu:
Lakukan tes pap smear hukumnya wajib bagi wanita yang pernah melakukan hubungan intim. Selain itu, beberapa hal yagn harus diperhatikan berkaitan dengan perdarahan;

Jangan anggap enteng perdarahan vagina, sekecil apa pun. Karena perdarahan merupakan pertanda ada sesuatu yang tidak wajar, terutama bila terjadi pada wanita usia menjelang menopause. Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Lakukan pap smear. Semua wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk melakukan tes ini secara rutin, minimal setahun sekali. Ini dilakukan sebagai pencegahan untuk mendeteksi kelainan rahim lebih dini, sehingga terapinya lebih ringan. Kalau stadiumnya sudah tinggi, pengangkatan rahim akan percuma, karena sel kanker sudah menjalar kemana-mana.

Jika terdeteksi ada masalah, lakukan pap smear lebih rutin. Ini untuk mencegah terjadinya pertumbuhan yang tidak dapat ditolerir.Misalnya kanker leher rahim. Jika belum merusak seluruh lapisan rahim, masih bisa dilakukan pengambilan hanya di daerah yang ada kelainan.Biasanya bisa sembuh dan tidak perlu pengangkatan rahim."

Jika pendarahan sudah terjadi, upayakan mempertahankan kondisi umum dengan konsumsi makanan yang bagus, minum susu, daging, buah dan sayur hijau.

Salah satu cara untuk mengetahui jumlah darah haid yang normal, adalah melihat jumlah pemakaian pembalut. Yang normal biasanya sehari 3 kali ganti pembalut dalam sehari. Kalau mendadak menghabiskan lebih dari 3 pembalut, anda sudah harus waspada. Sebaiknya segera diperiksa, karena akan mengganggu proses kestabilan tubuh.

jupiter
04-21-2008, 05:47 PM
Pemberian ASI pada bayi tentulah sangat besar manfaatnya. Banyak sekali manfaat dari ASI yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah aspek gizi. Kalau dilihat dari aspek gizi, ada empat manfaat Kolostrum pada ASI yang penting diketahui para ibu dan sangat berguna bagi bayi.

Pertama, Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Kedua, jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.

Ketiga, Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran bayi. Keempat, membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Selain itu, para ibu juga harus mengetahui tiga hal pada komposisi ASI. Pertama, ASI itu mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. Kedua, ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.

Ketiga, selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi, ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Tak hanya itu, para ibu juga penting mengetahui komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI. Pertama, Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.

Kedua, Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk atau disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 atau asam linoleat.

jupiter
04-21-2008, 08:05 PM
Kafein dan Kehamilan

Ini peringatan untuk para ibu pecandu kopi dan teh. Jika anda merencanakan hamil, sebaiknya anda mulai menghentikan kebiasaan minum kopi, teh atau makan coklat jauh-jauh hari. Soalnya, menghentikan konsumsi minuman atau makanan yang mempunyai efek ketergantungan meski sangat kecil, akan sulit jika dilakukan mendadak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dengan jumlah sedang tidak mengganggu anda atau bayi anda selama kehamilan. Berapa jumlahnya? Tidak lebih dari 300 mg kafein. Ini setara dengan kira-kira dari 3 cangkir kopi. Yang patut juga diperhatikan, banyak makanan dan minuman juga mengandung kafein. Jadi, hitunglah dengan cermat.

Dampak Kafein
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang akibatnya dapat terjadi stres yang mengganggu perkembangan janin. Kafein dapat juga menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah.

Dampak Kafein Pada Bayi
Kafein berdampak pada janin karena kafein dapat menyeberang plasenta dan dapat masuk ke dalam sirkulasi janin. Dampaknya yaitu keguguran. Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya dua cangkir setiap hari dapat berisiko keguguran dua kali lipat. Sebuah studi oleh McGill Universitas Montreal menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan keguguran.

Berat lahir rendah. Banyak peneliti mengatakan minum kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah studi di Yugoslavia, membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg. Ibu yang mengonsumsi 71-140 mg memberikan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.

Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Menurut laporan dalam arsip penyakit pada anak-anak, ibu hamil yang minum lebih dari empat cangkir kopi setiap hari dapat menyebabkan SIDS (sudden infant death syndrome). Menurut Dr AI Steinschneider, kafein dapat mengganggu sistem pernapasan bayi yang dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Pada bayi baru lahir dapat mengalami sistem pernapasan yang rentan terhadap infeksi dan stress.

Detak jantung (heart rate) meningkat. Kafein juga dihubungkan dengan detak jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir. Pamela Schuetze dan Philip Zeskind menguji hubungan antara konsumsi kafein dengan detak jantung. Mereka menemukan jumlah intake konsumsi kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan rata-rata detak jantung yang juga lebih tinggi.

Alasan Menghindari Kafein.
Kafein Memiliki Efek Diuretik. Kafein dapat mengambil cairan dan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Kafein bukan vitamin atau mineral. Ketika anda mulai minum kopi dan teh, kafein cenderung akan merusak selera makan anda untuk mengkonsumsi makanan lain yang bergizi.

Rangsangan dari kafein dapat menyebabkan ibu tidak bisa istirahat dan tidur yang cukup. Kafein juga turut campur dalam penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebanyak 40 persen, dimana yang mana zat besi ini diperlukan baik ibu maupun bayi. Ujung-ujungnya, kafein dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor, dapat berkembang menjadi penyakit diabetes di kehidupan selanjutnya. Dampak lain ukuran kepala janin lebih kecil dan bayi lahir prematur

jupiter
04-21-2008, 08:06 PM
Makanan yang Pengaruhi ASI

Aroma dan bumbu yang anda makan akan ditransfer ke dalam ASI. Bayi biasanya menikmati aroma ini dan mungkin akan menyusu lebih lama. Beberapa bayi akan mengisap lebih lama ketika aroma baru dikenalkan. Hal ini membantu mengenalkan aroma makanan keluarga pada bayi.

Warna beberapa makanan dikirim ke ASI. Sebagai contoh, asupan tinggi wortek akan membuat ASI menjadi berwarna agak oranye, ubi jalar merak mungkin membuat ASI berwarna merah muda dan bayam atau sayuran berdaun gelap yang lain memberi warna ASI menjadi hijau.

Jika bayi anda menjadi rewel setelah menyusui sebaiknya ingat kembali apa yang sudah anda makan 4 hingga 6 jam sebelumnya. Bila masih rewel juga dalam waktu yang lama maka anda patut curiga dengan makanan yang anda makan mungkin memberikan gas sehingga bayi menjadi sensitif terhadap makanan tersebut.

Umumnya kol, kacang-kacangan, brokoli yang dapat menghasilkan gas. Anda dapat mengeliminasi makanan tersebut dengan memakannya seminggu sekali atau dua minggu sekali. Kalau gejalanya muncul kembali setelah makan makanan tersebut maka cukup memakannya 2 bulan - 3 bulan sekali.

Bagi anda yang menderita alergi maka harus menghindari kacang-kacangan atau makanan beresiko tinggi menyebabkan alergi seperti susu sapi, gandum, telur, ikan, kacang selama kehamilan dan menyusui. Sayuran seperti buncis, jagung, kacang, bayam duri, kacang panjang, dan daun katuk memberi manfaat untuk membantu memperbanyak ASI.

Perbanyak makan sayuran seperti daun katuk dicampur jagung yang diiris dan dimasak bening. Akar jombang (Taraxacum officinale Weber et Winggers) juga bisa memperbanyak ASI. Caranya: cuci 30 gram akar jombangs egar, lalu potong-potong kecil. Rebus dalam 2 gelas air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan minum sehari 2 kali, masing-masing setengah bagian. Selamat mencoba

jupiter
04-21-2008, 08:08 PM
Nutrisi Masa Laktasi

Sebenarnya makanan bagi ibu yang sedang menyusui tidak jauh berbeda dengan makanan anda sehari-hari. Yang terpenting adalah anda harus memenuhi diet gizi seimbang. Masa menyusui banyak menguras stamina anda karena harus memberikan ASI pada malam hari. Karena itu anda harus makan yang cukup agar stamina tetap terjaga. Komisi ahli FAO/WHO merekomendasikan asupan makanan selama menyusui berkisar antara 1800 kalori - 2700 kalori.

Beberapa nutrisi yang perlu anda perhatikan selama menyusui. Kalsium merupakan mineral yang penting untuk tulang anda dan berbagai organ penting tubuh. Sebaiknya anda mengkonsumsi 1.600 mg atau 2-4 gelas susu setiap hari. Sumber kalsium terbaik yaitu produk olahan susu termasuk yoghurt, susu, keju, brokoli, jeruk, almond, ikan sarden, tofu dan sayuran berdaun gelap.

Penelitian menunjukkan bawah selama kehamilan dan menyusui kalsium tersedot dari tulang anda. Tubuh anda akan menggantikannya kembali dalam waktu yang lama dan tulang anda akan menjadi kuat kembali. Jika anda alergi atau tidak bisa mengkonsumsi produk olahan susu sebaiknya konsumsilah sumber kalsium lainnya seperti tofu atau suplemen kalsium dalam diet anda.

Anda juga harus mengkonsumsi suplemen Vitamin D, magnesium dan seng (zinc) karena akan membantu penyerapan kalsium. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup akan membantu mencukupi kebutuhan vitamin anda. Vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi anda dan dapat diperoleh pada makanan seperti ikan, susu, telur dan mentega.

Pemanis buatan seperti aspartam umumnya dianggap aman buat ibu menyusui kecuali penderita phenylketonuria (PKU). Namun sebaiknya hindari makanan dengan pemanis buatan seperti aspartam yang mengandung phenylalanie karena dapat menyebabkan retardasi mental pada bayi.

ASI dibuat dari 87 persen air sehingga tubuh anda memerlukan air tambahan dan jus selama menyusui. Yang anda butuhkan adalah 8 hingga 10 gelas setiap hari. Pada saat menyusui, anda harus minum ketika anda merasa haus. Itu cara terbaik untuk meyakinkan bahwa anda mendapatkan cukup cairan saat menyusui. Anda dapat pula menjadikan warna urin sebagai tanda dan bila berwarna kuning pucat berarti anda minum cukup cairan. Jika anda kurang minum maka urin anda akan berwarna kuning gelap.

Penelitian menunjukkan bahwa minum cairan melebihi yang dibutuhkan tidak akan meningkatkan suplai ASI. Tetapi jika frekuensi menyusui lebih sering dan pengosongan payudara selalu terjadi, produksi ASI anda akan meningkat.

jupiter
04-21-2008, 08:23 PM
Sehatkah Juice Buah untuk Anak?

Meminum juice buah memang sangat baik bagai kesehatan tubuh, apalagi disajikan kepada anak-anak yang memang memerlukan gizi lebih sebagai makanan tambahan. Namun, bukan berarti makanan pengganti seperti juice buah bisa menggantikan posisi ASI atau susu formula.

The American Academy of Peditricians mengungkapkan bahwa bayi yang minum terlalu banyak juice buah-buahan mungkin saja akan menyebabkan kekurangan gizi jika rata-rata minum juice telah menggantikan posisi ASI atau susu formula. Di AS, anak-anak adalah konsumen juice buah-buahan tertinggi, para ahli mengungkapkan bahwa juice yang banyak beredar di pasaran kurang dapat memenuhi nutrisi bagi anak. Juice seperti itu hanyalah mengandung kalori ekstra dari gula yang berperan besar terhadap gejala kegemukan pada anak-anak.

Juice buah-buahan juga tidak mengandung jumlah protein, lemak, mineral atau vitamin yang jelas selain vitamin C, menurut dokter anak. Melainkan mengandung karbohidrat, dalam bentuk gula, yang jika dikonsumsi secara besar-besaran akan mengakibatkan diare, sakit pada bagian perut, kembung dan gas dalam perut.

Meskipun beberapa juice buah di pasaran dilengkapi dengan kalsium untuk meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, banyak diantaranya tidak mengandung, tegas dokter. Kenyataannya, seorang anak yang memegang botol, gelas, atau kotak yang berisi juice dalam mulutnya selama beberapa lama atau di waktu tidur, sebenarnya, akan meningkatkan resiko pembusukan gigi.

Oleh karena itu, para orang tua harus menyadari beberapa minuman buah atau "cocktails" yang beredar di pasaran tidak mengandung 100 % juice buah-buahan, tetapi mengandung pemanis tambahan, rasa buatan dan bahan-bahan lain. Juice yang 100% buah-buahan asli merupakan bagian yang menyehatkan untuk diet pada anak-anak, jika diberikan dalam jumlah yang sesuai.

Selain itu, juice yang berdar di pasaran juga bisa menyebabkan kegemukan karena cairan dalam juice sebagian besar mengandung gula, yang akan menyebabkan tubuh gemuk. Kegemukan pada anak-anak akan mudah terserang penyakit seperti diabetes. Dengan meminum juice seperti itu, tidak akan mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, yang kedua-duanya dapat ditemukan pada susu. Sebaiknya, jika ingin minum juice buah, haruslah juice buah yang asli 100%. Namun, harus dikonsumsi tidak secara berlebihan.

jupiter
04-21-2008, 08:24 PM
Sulit Bernafas di Masa Hamil

Pada masa kehamilan kerap dijumpai beberapa gangguan kesehatan yang dialami oleh ibu-ibu hamil. Biasanya, ibu-ibu hamil kurang memahami apa yang terjadi pada dirinya. Sebagai contoh ketika masa kehamilan, ibu hamil kerap mengalami kesulitan bernafas. Untuk itu, sebaiknya ibu hamil mengenali kesulitan bernafas seperti apa yang dikatakan normal dan tidak.

Yang normal
Kesulitan bernafas seperti ini biasa terjadi, khususnya terjadi pada bulan-bulan usia kehamilan tua, ketika janin menekan rongga dada. Untuk itu, kesulitan bernafas saat itu masih dikatakan wajar karena adanya tekanan janin pada rongga dada si ibu.

Yang tidak normal
Kesulitan bernafas yang diikuti rasa sakit yang menusuk di dada, khususnya jika diikuti rasa sakit pada salah satu tungkai. Ini bisa menjadi tanda ibu mengalami deep vein thrombosis. Jadi berhati-hatilah, bila ibu hamil menjumpai hal seperti itu, segeralah ke dokter anda.

Selain itu, nafas pendek juga bisa menjadi pertanda bahwa ibu hamil mengalami anemia akibat kekurangan hemoglobin, yakni bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen dalam darah. Untuk itu, segeralah menjumpai dan berkonsultasi pada dokter anda.

jupiter
04-21-2008, 08:28 PM
Nutrisi Sehat Ibu Hamil

Nutrisi sehat memang dibutuhkan oleh siapa saja, mulai dari anak sampai dewasa, mulai dari yang sehat sampai yang sedang sakit. Demikian pula dengan masa kehamilan. Masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang tentu harus didukung dengan asupan gizi yang baik.

Asupan gizi yang buruk dapat menimbulkan berbagai dampak baik bagi kesehatan ibu maupun bayi yang dikandungnya. Ibu bisa menderita anemia dan kurang gizi sedangkan pada bayi bisa berupa berat badan lahir rendah, lahir prematur, bahkan mungkin pula tidak jadi dilahirkan karena keguguran. Jangan pernah sekalipun terpikir untuk menjalankan diet ketat dengan maksud untuk mengurangi berat badan. Jangan takut untuk gemuk. Pikirkan kesehatan anak karena buah hati kita adalah hal yang terpenting dari segalanya.

Kalau selama ini anda terbiasa dengan pola makan yang tidak sehat, jangan khawatir. Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubahnya. Bila ragu tentang makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi, berkonsultasilah dengan ahli gizi atau dokter kebidanan anda. Dengan senang hati mereka akan membantu memecahkan persoalan anda.

Pertambahan berat yang ideal
Setiap orang memerlukan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Demikian juga ibu yang sedang hamil. Walaupun demikian, ada beberapa patokan yang dapat kita gunakan. Misalnya, seorang ibu hamil hendaknya bertambah 10-15 kg pada akhir masa kehamilannya. Pertambahan ini memang jauh lebih cepat pada trimester ketiga kehamilan. Walau demikian pertambahan berat yang baik idealnya dimulai sejak trimester pertama kehamilan.

Pertambahan berat badan ibu harus ideal. Pertambahan yang kurang bisa membawa berbagai akibat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tapi pertambahan yang berlebih pun tidak baik akibatnya. Berkonsultasilah ke dokter bila pertambahan berat badan anda jauh di bawah atau di atas rata-rata. Salah satu faktor yang bisa menyebabkan pertambahan berat badan yang berlebihan adalah penyakit kencing manis yang terjadi pada masa kehamilan.

Penuhi kebutuhan gizi
Untuk mencukupi kebutuhan ibu dan anak, asupan kalori per hari pada ibu hamil biasanya lebih besar 300 kalori dibanding kebutuhan pada saat tidak hamil. Selain itu, jangan lupa mencukupi kebutuhan berbagai vitamin dan mineral seperti kalsium, zat besi dan folat. Konsumsi makanan yang bervariasi agar kebutuhan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat dapat terpenuhi. Selain itu, ibu hamil dianjurkan untuk minum susu (yang diformulasikan khusus untuk masa kehamilan), agar asupan nutrisi dapat lebih terjamin.

jupiter
04-24-2008, 01:21 PM
Rawatlah Kulit Bayi Secara Optimal

Mempunyai seorang bayi bagi mereka yang baru berkeluarga merupakan anugerah yang sangat membahagiakan. Selain sebagai penerus keturunan, seorang anak merupakan malaikat yang akan mengubah kebahagiaan sebuah keluarga.

Sayangnya tidak sedikit dari mereka terutama yang baru pertama kali mempunyai bayi kebingungan bagaimana memberikan perawatan yang optimal bagi bayinya. Tanpa perawatan yang bagus tentu bayi tidak akan tumbuh seperti yang diharapkan.

Salah satu perawatan yang penting adalah perawatan terhadap kulit bayi. Walaupun sama bernama kulit, perawatan kulit pada bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kulit bayi yang lembut dan belum tumbuh sempurna memerlukan perawatan ekstra dan khusus.

Beberapa orang tua akan kebingungan begitu mendapatkan kulit bayinya kemerahan, kering, mengelupas, dan berjerawat. Anda tentu tidak ingin mengalami nasib serupa dengan orang tua tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah bayi anda mengalami masalah pada kulitnya yang lembut.

Bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif. Sesuatu yang sebenarnya tidak mempunyai efek yang berarti pada kulit sensitif orang dewasa, pada kulit bayi bisa mempunyai efek yang besar.

Lingkungan tempat bayi berada merupakan salah satu faktor penting dalam perawatan kulit bayi. Handuk, selimut, sprei, pakaian, merupakan bahan bahan yang selalu bersentuhan dengan kulit bayi kesayangan kita. Pastikan anda sudah mencuci semua bahan dan alat tersebut dengan sabun khusus hipoalergi yang dibuat khusus untuk bayi.

Pilihlah pakaian bayi berbahan lembut dan longgar. Untuk menjaga kehangatan bayi, gunakanlah beberapa lapis pakaian dengan bahan yang lembut, jangan menggunakan bahan yang berbulu dan tebal.

Saat mandi, gunakanlah sabun dan shampoo yang dibuat khusus untuk bayi. Sabun dan shampo orang dewasa sangat tidak cocok untuk kulit bayi, meskipun sabun dan shampo tersebut diperuntukan bagi kulit sensitif. Memandikan bayi yang baru lahir tidak dianjurkan terlalu sering. Memandikan terlalu sering menyebabkan bayi rawan terkena hipotermi dan kulit bayi menjadi kering dan mengelupas.

Ingat selalu untuk melindungi kulit bayi anda dari terik sinar matahari saat berjalan jalan di luar rumah. Walaupun sebenarnya mereka memerlukan udara yang segar dan cahaya matahari, ada baiknya anda menghindari cahaya matahari yang menyengat di siang dan sore hari.

Pilihlah sinar matahari pada pagi hari karena terbukti pembentukan vitamin D pada tubuh sangat terbantu dengan adanya cahaya matahari pagi hari. Bila terpaksa mengajak bayi anda keluar rumah pada siang hari, lindungilah kulit mereka dengan pakaian yang memadai. Gunakan lotion pelindung matahari bila diperlukan dan gunakan yang memang aman untuk kulit bayi.

Hubungi segera dokter, bila anda membutuhkan informasi lebih banyak tentang cara cara melindungi kulit bayi. Demikian pula halnya bila terdapat kelainan kelainan kecil pada kulit bayi, jangan menunda untuk membawa bayi anda ke dokter.

jupiter
04-24-2008, 01:27 PM
Produksi ASI Tergantung Isapan Bayi

Konon daun katuk hingga saat ini diyakini sebagai penambah ASI (Air Susu Ibu) bagi ibu-ibu yang tengah menyusui bayinya. Maka tidaklah mengherankan jika di masa kehamilannya kaum ibu mengonsumsi daun katuk atau daun-daun sejenisnya sebanyak mungkin. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika ASI habis sebelum waktunya menyusui.

"Banyak misspersepsi dalam proses pembentukan ASI. Tidak hanya daun katuk saja, badan kurus juga sering dijadikan alasan mengapa ASI tidak banyak. Padahal Allah sudah menciptakan tubuh kita sedemikian hebatnya," kata pakar ASI Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, seperti yang dikutip dari sumber BKKBN.

"Produksi ASI itu telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jadi kalau seharinya bayi butuh sepuluh liter ASI, maka sebanyak itulah payudara ibu akan memproduksinya," tambahnya.

Hal yang penting dilakukan, selalu memenuhi keinginan bayi untuk menyusui, karena setiap kali bayi mengisap ujung saraf di daerah puting susu dan di aerola, maka itu menjadi pertanda produksi ASI.

"Isapan itulah yang menjadi sinyal ke bagian depan kelenjar hipofisa di otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin. Prolaktin inilah yang merangsang sel-sel di pabrik susu untuk memproduksi ASI," kata Utami.

Prolaktin, akan tebentuk jika gudang susu yang terletak di bawah daerah yang berwarna cokelat atau aerola dikosongkan. Jadi agar pembentukan ASI banyak, gudang susu perlu diksosongkan dengan baik.

"Artinya, makin banyak ASI yang diberikan kepada bayi atau dikosongkan dari payudara, maka produksi ASI akan semakin banyak," ujar Utami.

Itulah sebabnya, mengapa produksi ASI pada setiap ibu berbeda-beda, tidak tergantung pada besar atau kecilnya tubuh sang ibu, tetapi tergantung pada seberapa sering bayi menghisap puting ibunya.

"Jadi, jangan ketakutan tidak bisa memberikan ASI yang cukup kepada anak-anak kita. Sekalipun sang ibu melahirkan anak kembar, ketersediaan ASI pasti akan cukup," kata Utami mengingatkan.

jupiter
04-24-2008, 01:28 PM
Makanan Tepat Selama Menyusui Bayi

Disamping perawatan pada bayi, yang juga sangat penting diperhatikan adalah merawat kesehatan bunda. Sebab, kesehatan bayi sedikit banyak juga tergantung pada kondisi ibunya. Demikian pula dengan asupan makanannya, terutama bagi ibu yang menyusui. ASI yang diberikan ibu memang berkualitas dan sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun mutunya tetap harus dijaga.

Santapan yang sebaiknya dikonsumsi para bunda yang sedang menyusui harus mengandung makanan bergizi, namun dalam jumlah yang lebih banyak. Menurut Dr William Sears dalam bukunya The Baby Book, bila anda menyantap makanan yang baik untuk anda, anda akan memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik, seperti pada masa nifas dan saat stres karena menjadi ibu baru. Untuk gizi seimbang, Dr Sears menyarankan kelima kelompok makanan dasar ini:

1. kelompok nasi, serealia, roti gandum, atau pasta
2.kelompok sayuran
3. kelompok buah-buahan
4. kelompok ikan, daging, unggas, kacang kering, telur, dan kacang
5. kelompok susu, yoghurt, dan keju.

Selain itu, konsumsilah makanan dari masing-masing kelompok tersebut sambil memerhatikan tiga kelompok dasar kalori:

Karbohidrat, harus terdapat dalam 50-55 persen dari total kalori harian, dan porsi utama dari sumber energi ini harus dalam bentuk gula sehat, terutama biji-bijian, nasi atau pasta, dan buah.

Lemak yang menyehatkan, yang harus terdapat dalam 30 persen dari total kalori harian.

Protein, harus terdapat dalam 15-20 persen dari total kalori harian.

Yang juga perlu ditambahkan ke dalam menu makanan ibu menyusui adalah:

Kalsium
Anda memerlukan banyak kalsium selama kehamilan dan masa menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa kalsium yang diambil dari tulang ibu selama masa menyusui akan kembali selama dan setelah masa penyapihan, dengan kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan sebelum masa kehamilan.

Bila anda tidak suka minum susu, atau alergi ketika meminumnya, gantikan dengan makanan nonsusu kaya kalsium seperti ikan sarden, kacang kedelai, brokoli, buncis, ikan salmon, tahu, daun-daunan hijau, kangkung, manisan anggur, dan jus wortel. Tambahkan juga keju dan yoghurt bila anda tidak alergi.

Zat besi
Asupan makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah cukup sangat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan. Beberapa makanan kaya zat besi adalah ikan, unggas, dan jus buah prune. Untuk memperbaiki penyerapan zat besi dari makanan, minum atau santaplah makanan yang kaya akan vitamin C bersamaan dengan beberapa kombinasi makanan seperti daging bakso dan saus tomat, sereal kaya zat besi, dan jus jeruk.

Suplemen
Anda tetap dapat mengonsumsi suplemen makanan dan vitamin selama hamil, kecuali bila dokter anda menyarankan suplemen yang lain.

Air putih
Air putih adalah minuman terbaik bagi ibu menyusui. Minumlah segelas air putih (boleh juga diganti dengan jus buah sesekali), sesaat sebelum anda menyusui. Minumlah kapan saja anda merasa haus, minimal delapan gelas sehari. Jangan tunda minum sampai anda selesai menyusui bayi, sebab bisa membuat anda kekurangan cairan.

jupiter
04-24-2008, 01:29 PM
Susu Bukan ASI Tak Jamin Kecerdasan Bayi

Iklan sering menyebutkan bahwa kandungan yang ada pada susu ibu hamil akan membantu menambah kecerdasan anak. Padahal, itu tak sepenuhnya benar. Kandungan gizi yang ada pada susu bisa jadi justru mempengaruhi kerja tubuh.

"Ini karena gizi yang diterima tubuh berlebihan, sehingga justru akan menjadi beban,'' kata Prof Dr dokter Endang Purwaningsih MPH SpGK, di rektorat dalam jumpa pers terkait dengan pengukuhannya sebagai guru besar Universitas Diponegoro (Undip), demikian seperti dilansir BKKBN.

Susu yang beredar di masyarakat banyak mempromosikan kandungan AA dan DHA. Masyarakat golongan menengah ke atas biasanya tidak kekurangan dua zat ini. Mereka yang tergolong menengah ke bawahlah yang biasanya kekurangan.

"Mereka yang kekurangan tidak bisa mengonsumsi, karena harganya mahal,'' imbuhnya. Oleh karena itu, dalam mengonsumsi susu harus diketahui komposisinya. Jangan sampai dengan minum susu justru akan mempengaruhi kerja tubuh.

jupiter
04-24-2008, 01:30 PM
Masalah-Masalah Umum Saat Menyusui

Apa yang dimaksud dengan mastitis? Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada bagian payudaranya.

Pengurutan payudara sebelum laktasi merupakan salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Usahakan untuk selalu menyusui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui dapat menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui cukup membantu menciptakan posisi menyusui yang lebih baik.

Beberapa indikasi yang menunjukkan terjadinya mastitis antara lain sebagai berikut. Tiba-tiba muncul rasa gatal pada puting dan berkembang menjadi adanya rasa nyeri saat bayi menyusui. Timbulnya rasa demam dan kemerahan disekitar area hisapan dapat pula disebabkan mastitis. Sisi yang mengalami sumbatan duktus akan menunjukkan warna kemerahan dibandingkan daerah lainnya. Ibu merasakan gejala menyerupai flu seperti demam, rasa dingin sementara tubuh terasa pegal dan sakit.

Cara mengurangi efek mastitis antara lain sebagai berikut. Untuk memperpendek durasi mastitis, segeralah tidur bila menduga adanya mastitis dan istirahatlah dengan benar. Konsumsi echinacea dan vitamin C untuk meningkatkan sistem imun dan membantu melawan infeksi. Kompres daerah yang mengalami sumbatan duktus dengan air hangat. Bantuan pancuran air hangat (shower hangat) untuk mandi, akan sangat membantu mempercepat menghilangkan sumbatan. Tetap berikan ASI kepada bayi, terutama gunakan payudara yang sakit sesering dan selama mungkin sehingga sumbatan tersebut lama-kelamaan akan menghilang. Melakukan pemijatan ringan saat menyusui juga sangat membantu.

jupiter
04-24-2008, 01:33 PM
Memompa ASI Secara Manual

Memberikan ASI pada si kecil perlu melakukan persiapan juga, walaupun persiapan itu tidak memerlukan waktu yang lama. Dengan melakukan persiapan, ASI akan keluar dengan lancar dan bila ingin disimpan terlebih dahulu sebelum diberikan pada si kecil, apa yang harus dilakukan?

Letakkan ibu jari pada daerah areola atas dan jari-jari lain pada areola bawah (areola = daerah berwarna gelap di sekeliling puting).

Tekan ke dada (jangan mengurut pada kulit/tulang dada), kemudian tekan dan lepas selama beberapa menit untuk merangsang refleks pengeluaran ASI.
Ulangi gerakan sampai ASI mulai keluar.

ASI yang sudah dikeluarkan biasanya ditampung dalam wadah khusus yang steril. ASI yang ditampung pada wadah yang tidak steril dapat terjangkit kuman penyebab sakit perut dan diare.

Karena itu, pastikan anda menyimpan ASI dalam wadah yang steril dan memberikannya dengan botol susu yang sudah disterilkan juga. Jika sekiranya ASI tidak akan diberikan langsung pada bayi, simpanlah dahulu dalam lemari es (pendingin). ASI yang disimpan dalam lemari es dapat bertahan selama 2x24 jam, sementara bila disimpan di suhu ruangan biasa hanya bertahan selama kurang lebih 5 jam. Lebih dari itu, ASI rusak dan tidak boleh diberikan pada bayi.

jupiter
04-24-2008, 01:34 PM
Rahasia Kelembutan Kulit Bayi

Para peneliti telah menemukan rahasia kulit lembut bayi. Substansi yang melindungi kulit bayi pada rahim wanita merupakan pelembab yang alami, penyembuh luka serta antiseptik.

Tim penelitian Amerika Serikat (AS) berharap dapat menandingi pelembab alami yang dihasilkan ibu hamil dengan memproduksi sebuah jenis sintetik yang biasanya digunakan untuk produk-produk popok bayi, kain pembalut serta lotion kulit.

Sebuah cairan berlemak dan berwarna putih yang dikenal dengan vernix yang berkembang sekitar 27 minggu masa perkembangan. Seorang bayi yang lahir lebih awal pada minggu ke 32 sampai minggu ke 33 akan diselimuti dengan vernix tetapi bagi bayi yang lahir sesuai dengan waktunya mungkin sudah tidak diselimuti cairan tersebut.

Membasuh bayi sesaat setelah dilahirkan merupakan hal umum yang banyak dijumpai di beberapa negara, tetapi para peneliti berani menantang kebiasaan tersebut.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Cincinnati Children's Hospital Medical Center, vernix menjaga kulit dari kekeringan, kulit mengelupas, serta pH yang seimbang. Seharusnya vernix harus tetap ada saat bayi dilahirkan," ujar Marty Visscher, direktor Skin Sciences Institute di sebuah rumah sakit.

Kelahiran Prematur
Institut sepakat bekerja sama dengan sebuah perusahaan farmasi yang melibatkan perawatan kulit yang mengembangkan jenis sintetik pada suatu bahan yang membantu bayi yang lahir prematur tanpa vernix.

Kita mengembangkan produksi vernix yang menyerupai sebuah formula sebagi pengganti susu, ujar Dr Visscher. Alam telah menemukan cara untuk memproduksinya. Pada jangka panjang kita berharap untuk memproduksi sebuah zat sintetik yang ekivalen.

Tidak ada satupun di luar sana yang dapat menandingi sustansi yang dibawa bayi saat lahir serta usaha untuk meniru vernix yang tiada akhir. Sebuah studi telah dilakukan pada sejumlah bayi yang separuh vernixnya telah dihapus dan sisanya dibiarkan pada tubuh si bayi.

Bermacam-macam faktor seperti tingkat kekeringan (hydration), tingkat kelelembapan, serta pH kulit yang diukur setiap satu, empat serta dua puluh empat jam setelah lahir.

jupiter
04-24-2008, 01:36 PM
Camilan Tepat untuk Si Kecil

Selain ASI dan susu formula, sebaiknya si kecil mulai diperkenalkan dengan beraneka ragam jenis makanan sejak usia enam bulan. Makanan selingan tidak kalah pentingnya diberikan antara waktu makan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu memberikan asupan nutrisi saat si kecil mengalami kesulitan makan.

Selain ASI dan susu formula, sebaiknya si kecil mulai diperkenalkan dengan beraneka ragam jenis makanan sejak usia enam bulan.

Makanan selingan tidak kalah pentingnya diberikan antara waktu makan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu memberikan asupan nutrisi saat si kecil mengalami kesulitan makan.

Makanan selingan yang baik dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis dibandingkan jika dibeli di luar rumah.

Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi. Berikut ini beberapa contoh camilan yang aman dikonsumsi si kecil:

Biskuit
Pilih biskuit yang memang diproduksi khusus untuk anak, karena kandungannya berbeda dengan biskuit untuk orang dewasa atau remaja. Selain itu, biskuit ini juga bisa dihaluskan dengan air atau sus, sehingga memudahkan si kecil yang belum pintar mengunyah.

Kue dan roti
Pilihlah kue dan roti yang tidak terlalu lengket, sehingga si kecil tidak susah mengunyah dan menelannya.

Buah
Camilan buah cukup banyak variasinya, mulai dari jenis buah yang lembut (seperti pisang, pepaya, semangka, dan aneka jus) sampai jenis buah yang agak keras dan berserat (seperti melon, jeruk, pear, dan apel).

Satu hal yang perlu Bunda ingat, yaitu... "Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat." Hal tersebut dikarenakan anak akan meniru pola makan yang diterapkan keluarga

jupiter
04-24-2008, 01:40 PM
Jika Bayi Mulai Makan Selain ASI

Buah hati ibu memerlukan asupan nutrisi yang memadai agar proses tumbuh kembangnya berlangsung secara optimal. Memasuki usia enam bulan, anak sudah memerlukan makanan tambahan selain ASI/formula guna memenuhi kebutuhannya akan zat-zat gizi. Pada masa penyapihan ini, Ibu harus sudah mulai memperkenalkan makanan padat sebagai pendamping dari ASI maupun susu formula.

Tumbuh Kembang Bayi
Perkembangan yang pesat dari si kecil terjadi pada usia 2-6 bulan. Perkembangan otak dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan si kecil dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan sekelilingnya. Jika sebelumnya si kecil tidur dengan pola yang tidak beraturan, maka sejalan dengan meningkatnya kematangan otak, pola tidurnya menjadi lebih teratur, dan tidur malam pun menjadi lebih panjang. Si kecil juga menjadi lebih waspada dan lebih bergaul dengan orang-orang di sekelilingnya, karena memasuki usia tiga bulan, fungsi penglihatannya sudah menyamai orang dewasa.

Meningkatnya kematangan otak juga akan menyebabkan meningkatnya pengendalian motorik mulut, dimana si kecil tampak mulai bisa mengatur hisapannya dan mulai berlatih mengunyah. Apalagi jika gigi pertamanya sudah mulai tumbuh, si kecil akan semakin senang memasukkan benda-benda yang bisa digenggamnya ke dalam mulut, sehingga kemungkinan masuknya kuman penyebab penyakit menjadi lebih besar.

Untuk mendukung semua proses tumbuh kembang tersebut, maka sebaiknya ibu memberikan makanan pendamping ASI/formula bergizi tinggi, yang mengandung, zat yang penting untuk pertumbuhan otak (misalnya AA dan DHA). Zat gizi yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh (misalnya prebiotik). Zat gizi untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi (kalsium). Berbagai vitamin dan mineral penting lainnya.

jupiter
05-05-2008, 12:42 PM
Pengaturan Nutrisi Penting bagi Anak Autis

Autisme adalah suatu gangguan yang ditandai oleh melemahnya kemampuan bersosialisasi, bertingkah laku dan berbicara. Dari berbagai penelitian klinis hingga saat ini masih belum terungkap dengan pasti penyebab autisme.

Walaupun demikian, beberapa keganjalan yang sering dilakukan oleh penyandang autis dapat dibantu dengan melakukan empat macam terapi.

"Saat ini sudah terdapat beberapa terapi bagi penderita autis, baik itu terapi perilaku ABA, terapi sensori integrasi, terapi okupasi, terapi wicara maupun terapi tambahan seperti terapi musik, AIT, Dolphin Assisted Therapy," kata dr Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K), pakar autis indonesia pada seminar bertajuk "Autisme anak, mengapa bisa terjadi?" yang diselenggarakan oleh Sun Hope, di Kantor Pusat Sun Hope, Jakarta, Minggu (27/4/2008).

Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa Autisme atau Autistic Spectrum Disorder (ASD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh muktifaktorial dengan banyak ditemukan kelainan pada tubuh penderita. Beberapa penelitian juga menunjukkan keluhan autism dipengaruhi dan diperberat oleh banyak hal, salah satunya karena manifestasi alergi.

Autisme diyakini beberapa peneliti sebagai kelainan anatomis pada otak secara genetik. Terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya autisme tersebut, termasuk pengaruh makanan atau alergi makanan (Dr Widodo Judarwanto SpA dalam salah satu seminar, 2005).

Deteksi gejala alergi sejak dini pada anak penyandang autisme penting dilakukan untuk mengetahui tanda dan gejala gangguan alergi. Sehingga pengaruh alergi makanan dapat dicegah atau diminimalkan.

Selain terapi, menurut ahli gizi Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief, AMG, StiP yang juga menjadi pembicara menyampaikan bahwa pemberian nutrisi bagi penyandang autis juga harus diperhatikan. Karena pada beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang mengalami autisme ternyata juga alergi terhadap makanan tertentu.

"Hal yang paling tepat adalah memberikan pengaturan nutrisi yang tepat. Ketika makanan tidak tepat masuk ke dalam tubuh, maka akan masuk ke usus halus dan tidak tercerna dengan baik. Akhirnya makanan tersebut keluar melalui urin, karena material tersebut sifatnya toxic (racun) sehingga terserap ke otak. Hal tersebut menyebabkan anak autis semakin hiperaktif," kata Fatimah Syarief.

Orangtua perlu memperhatikan beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari seperti makanan yang mengandung gluten (tepung terigu), permen, sirip, dan makanan siap saji yang mengandung pengawet, serta bahan tambahan makanan.

Penyandang autis umumnya mengalami masalah pencernaan terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung). Karena kedua jenis protein ini sulit dicerna maka akan menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengkonsumsi kedua jenis protein ini. Sehingga perilaku penderita autis akan menjadi lebih hiperaktif.

Selain pengaturan nutrisi yang tepat, suplemen yang baik diperlukan penderita autis yang biasanya mengalami lactose intolerance (ketidakmampuan pencernaan untuk mencerna laktosa). Sebagai alternatif, salah satu suplemen yang baik diberikan bagi penyandang autis adalah sinbiotik.

Sinbiotik yaitu gabungan probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimakan untuk memperbaiki secara menguntungkan keseimbangan mikroflora usus. Beberapa spesies yang biasa digunakan antara lain: Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, Streptococcus lactis. Sementara itu, Prebiotik adalah substansi makanan yang dapat meningkatkan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan.

Salah satu produk yang mengandung sinbiotik dan dapat menjadi pilihan alternatif bagi anak penyandang Autis adalah omega 3 yang terdapat pada Sun Hope Deep Sea.

jupiter
05-05-2008, 12:43 PM
Berapa Berat Badan Ideal Ibu Hamil?

Berapakah kenaikan berat badan yang seharusnya selama kehamilan? ini tergantung. Hal pertama yang harus diingat adalah pertambahan berat badan selama masa kehamilan adalah penting. Jadi selama kehamilan bukanlah saatnya untuk kuatir untuk terlihat lebih besar dari biasanya.

Mengapa selama kehamilan ibu perlu bertambah berat badan? Karena ibu hamil membawa si calon bayi dalam tubuhnya, dan juga ini penting untuk proses persiapan menyusui nantinya Jadi bagi ibu hamil tidak perlu berfikir tentang kuatir bertambah berat badan dan menjadi besar, dan sebaiknya anda mulai untuk berfikir untuk melakukan apa yang terbaik dan sehat bagi anda dan juga bayi dalam kandungan anda.

Jadi berapakah kenaikan berat badan yang sebaiknya selama kehamilan, ini tergantung dari berapa tinggi badan anda dan berapa berat badan anda sebelum kehamilan terjadi.

Jika anda memiliki berat badan yang kurang sebelum kehamilan terjadi maka dinjurkan kenaikan berat badan anda antara 14-20 kg; Jika berat badan anda berada pada berat badan normal pada sebelum kehamilan, dianjurkan kenaikan berat badan anda antara 12.5-17.5 kg; Dan jika berat badan anda sudah berlebih sebelum kehamilan maka kenaikan berat badan antara 7.5-12.5kg.

Mengapa kenaikan berat badan ini tergantung dari berat sebelum kehamilan?--- Ini penting dari segi kesehatan bagi ibu dan bayi.

Bila anda mempunyai berat badan yang berlebihan sebelum kehamilan maka pertambahan yang dianjurkan harus lebih kecil dari ibu dengan berat badan ideal karena bila ibu hamil dengan berat badan yang terlalu berlebihan akan mempunyai resiko untuk menjadi diabetes gestasional (kenaikan kadar gula darah karena adanya proses kehamilan) atau terjadinya preeklampsia (keracunan kehamilan dimana terjadi peningkatan tekanan darah).

Demikian pula sebaliknya, pada wanita yang berat badannya sebelum hamil kurang, maka ketika hamil ia perlu menambah berat badan lebih banyak dari berat ibu hamil yang sebelum hamil memiliki berat badan normal. Karena bila terjadi asupan gizi yang kurang sudah jelas akan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan seperti BBLR (berat badan lahir rendah) dan gangguan kehamilan lainnya.

Jadi berapa kenaikan berat badan selama masa kehamilan anda, semua tergantung dari berat badan anda saat sebelum kehamilan, oleh karenanya penting bila anda merencanakan untuk hamil, sebaiknya anda mempersiapkan berat badan anda ke berat badan ideal dahulu, hal ini berkaitan dimana anda mempersiapkan tubuh anda untuk menyimpan semua zat gizi yang diperlukan oleh tubuh selama kehamilan secara seimbang, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang seimbang.

Jadi apa yang dapat dilakukan untuk menambah berat badan yang ideal selama kehamilan?--- Bila anda kelebihan berat badan sebelum hamil bukan berarti anda diet makan secara ketat karena akan berbahaya mempengaruhi asupan gizi yang diperlukan bayi anda. Begitu juga bila anda kekurangan berat badan tidak berarti anda makan sebanyaknya.

Dalam hal ini pentingnya pemantauan secara rutin dari dokter atau tenaga medis lainnya. Untuk dapat mengatur pola makan anda dengan cara tepat sehingga mendapatkan asupan zat gizi sesuai yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan bayi dalam kandugan serta asupan gizi yang seimbang selama kehamilan.

Bila anda mempunyai masalah dengan peningkatan berat badan selama kehamilan ini, sebaiknya anda cepat berkonsultasi kepada dokter anda sehingga dokter dapat memberikan saran yang terbaik buat anda dalam menjalani kehamilan anda.

Ingatlah untuk selalu memberikan yang terbaik buat bayi anda, bayi anda tergantung kepada apa dan bagaimana yang anda lakukan.

jupiter
05-05-2008, 12:43 PM
Jagalah Pola Jajan Anak

Anak adalah permata hati buah cinta kasih. Kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga mempunyai kebahagian tersendiri. Untuk membahagiakannya, terkadang apa saja dilakukan orang tua, termasuk memberikan uang jajan yang berlebihan. Akibatnya anak berprilaku konsumtif.

Bagi orangtua yang berekonomi menengah ke atas, tentu tidak masalah jika anaknya hobi jajan. Tapi, bagi mereka yang berpenghasilan pas pasan tentu jadi masalah. Parahnya lagi, kalau si anak sudah berani minta uang buat jajan pada orang lain atau mengambil uang orangtuanya. Kalau hal ini terus dibiarkan dikhawatirkan kebiasaan seperti ini akan terbawa bawa saat ia remaja atau dewasa.

Kebiasaan anak jajan di luar rumah mungkin saja, karena apa yang disajikan di rumah tidak menarik baginya. Kebiasaan mengemil turut juga mendukung anak untuk jajan. Selain itu, anak bisa saja meniru sifat orangtuanya yang "royal" belanja. Apalagi kalau orangtuanya terbiasa memberikan uang yang cukup banyak pada anak dan gampang menuruti keinginan anaknya.

Susahnya, kalau ada campur tangan orang lain. Bisa saja orangtua mengerti tentang bahayanya si tukang jajan. Tapi mungkin keluarga terdekat tidak, misalnya neneknya, tante dan orang lain yang memberinya uang, agar anak merasa senang atau nyaman berdekatan dengan mereka, inilah salah satu kesempatan bagi anak untuk berlaku konsumtif . Karenanya, pihak orangtua tidak perlu sungkan untuk mengingatkan siapapun, termasuk seluruh anggota keluarga untuk mendidik anak agar tidak berlaku konsumtif.

Selain faktor di atas peran iklan cukup besar memberikan pengaruh terhadap jajan si anak. Apalagi untuk saat ini, iklan jajanan anak anak begitu bombastisnya muncul dilayar televisi. Program tersebut dikhawatirkan membuat anak akan berlaku konsumtif. Orangtua juga disarankan agar jangan menjadikan supermarket sebagai tempat hiburan dan pelarian. Kasihan anak sudah melihat tapi tidak membeli.

Lantas, untuk menghindari anak tidak merengek membelikan sesuatu bolehkah orangtua mengatakan tidak punya uang? Sebaliknya jangan mengatakan itu, sebab begitu anak tahu orangtua punya uang, secara tidak langsung telah mendidik anak untuk berbohong. Gunakanlah bahasa yang sederhana, tapi jangan membohongi anak. Jangan pula terlalu mengekang anak, hal ini nantinya dikhawatirkan akan berdampak negatif. Karena orang tuanya tidak memberikan uang, bisa saja si anak mengambil uang milik temannya.

Anak yang kecanduan jajan tidak hanya membahayakan kedua orangtua, tapi juga masa depan si anak. Jajanan di luar tidak selamanya menjamin kesehatan. Perlu dipahami bahwa makanan bergizi lebih baik dari pada makanan menarik. Jangan biasakan anak berlaku boros.

Cara Mengatasi. Pertama, usahakan membuat penganan sendiri yang sederhana setiap hari. Kedua, sering berdialog dengan anak tentang efek buruk sikap konsumtif. Ketiga, dampingi mereka ketika melihat tayangan iklan di televisi tentang beragam makanan. Keempat, kalaupun memberikan uang jajan kepada anak berikanlah sepantasnya. Arahkan untuk tidak membeli makanan yang kurang terjamin kebersihannya maupun gizinya. Kelima, berilah pujian terhadap anak yang disiplin dan tidak membelanjakan uangnya untuk membeli jajanan yang dilarang orang tua.

Keenam, giatkan budaya menabung dalam keluarga dan berilah penghargaan yang pantas bagi anak yang rajin menabung. Ketujuh, tidak ada salahnya memperlihatkan anak-anak yang sakit akibat kekurangan gizi atau mengkonsumsi makanan pabrik secara berlebihan (mungkin lewat bacaan-bacaan atau tontonan).Kedelapan, jangan menjadikan supermarket sebagai tempat hiburan bagi anak.

Jadikanlah perpustakaan atau toko buku sebagai tempat hiburan agar mereka gemar membaca. Sembilan, orang tua jangan ragu mengatakan , "tidak" atau "jangan" kepada anak. Kata-kata itu hendaknya disertai alasan yang masuk akal.

jupiter
05-05-2008, 12:45 PM
Cara Aman dan Nyaman Bermobil dengan Bayi

Agar bisa betul-betul enjoy membawa si kecil jalan-jalan dengan mobil, penuhi prosedur keamanan berkendaraan lebih dulu. Kemudian lengkapi mobil dengan alat bantu yang memberikan kenyamanan.

Mobil, boleh dibilang sebagai alat transportasi yang paling simpel dan praktis. Sayangnya, hingga saat ini survei tetap menunjukkan bahwa mengemudi di jalan raya merupakan aktivitas yang memiliki probabilitas paling tinggi dalam konsekuensi risiko kecelakaan.

Supaya tetap aman dan nyaman dalam perjalanan, keluarga pemilik mobil wajib mengetahui bagaimana menyikapi mobilnya sebaik mungkin. Terutama saat kita harus berpergian bersama bayi, karena si kecil cuma bisa menerima apa yang ada di hadapannya. Ia belum bisa menolak, melakukan antisipasi ataupun penyelamatan diri, apalagi menghindar dari situasi bahaya dan tak nyaman dalam kendaraan.

Menurut Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) dalam sebuah artikel, sebelum mengajak bayi beberkendaraan roda empat, ada 3 hal penting yang harus jadi perhatian orangtua.

Pertama, orangtua harus memikirkan bagaimana caranya untuk membuat si bayi merasa nyaman dan aman selama di perjalanan. Kedua, orangtua harus betul-betul yakin mobil yang akan di pergunakan fit, dalam arti laik jalan. Juga harus yakin seyakin-yakinnya bahwa sistem ventilasi udara dalam mobil tersebut oke. "Jika udara di dalam mobil tidak baik pengaturannya, maka kondisinya bisa jauh lebih buruk daripada kondisi di luar. Belum lagi jika gas beracun dari hasil pembakaran mesin mampir ke dalam kabin."

Oleh karena itu, sebuah mobil yang fit dan siap membawa bayi harus mampu menyediakan udara segar selama dalam perjalanan. "Kita harus benar-benar yakin tak ada kebocoran pada sambungan-sambungan pendingin ruangan." Juga, tak ada celah sekecil apa pun yang bisa menjadi penyebab udara kotor dan beracun mampir ke dalam kabin.

Ciri udara kotor dan beracun masuk ke dalam kabin: mata terasa perih dan berair, hirupan udara/oksigen lewat hidung terasa aneh (seperti banyak pasir, bikin hidung gatal, hingga kita sendiri akan melakukan reaksi penolakan untuk menghirupnya), semakin berat lagi napas kita terasa sesak dan berat.

Nah, itu semua tak bisa dideteksi bayi. Tetapi kita bisa segera mengeluarkan bayi jika hal-hal seperti ini ditemui saat berada di dalam mobil. Malah saat baru merasakan mata kita tidak nyaman, si kecil harus sudah dikeluarkan dari dalam mobil.

Ketiga, ini sangat berkaitan dengan kenyamanan bayi dalam perjalanan, baik jarak dekat, terlebih jarak jauh, Pastikan kebutuhan logistik bayi tersedia dan mudah dijangkau oleh orang tua." Begitu juga dengan perlengkapan busananya, mainannya, popok, dan perlengkapan kosmetiknya.

Agar si bayi aman dan nyaman selama dalam perjalanan, kata Jusri, ketiga alat berikut ini wajib ada di dalam mobil.

Car seat. Alat ini penting sekali, sehingga menjadi syarat utama jika ingin bermobil dengan membawa bayi. Selain untuk kenyamanan dan kesehatan bayi, jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, semisal mobil menghantam atau melakukan pengereman mendadak, maka bayi tetap aman berada di dalam car seat-nya. Dengan hanya menggendong atau memangkunya, kita tak akan mampu menahan gerakan sentripetal saat terjadi benturan atau pengereman mendadak yang bobotnya sama dengan berat badan bayi dikali kecepatan laju kendaraan saat itu.

Lagi pula, tak sulit kok, untuk memilikinya. Kita tinggal menyambangi toko perlengkapan bayi atau aksesoris mobil pasti bisa menemukannya. Yang penting diperhatikan, dari sekian banyak pilihan yang tersedia di pasaran, hanya ada satu car seat yang baik. Ciri-cirinya: Mempunyai sabuk pengaman untuk "mengikat" bayi, minimal 5 poin. Mempunyai tempat untuk mengaitkan atau memasangkan safety belt mobil. Mampu men-support semua tubuh bayi dengan baik. Mampu meredam impact dan guncangan kendaraan ke bayi dengan baik. Sesuai dengan berat tubuh bayi. Car seat yang tersedia di pasaran mempunyai ukuran tertentu yang disesuaikan dengan berat badan bayi.

Selanjutnya, posisikan penempatan car seat di kursi belakang yang menghadap ke depan (kursi belakang adalah tempat paling aman bagi bayi dan anak di bawah umur 12 tahun). Pastikan pemasangan car seat dengan benar sesuai instruksi yang mudah diperoleh dari manual book.

Setelah terpasang, lakukan pemeriksaan kembali dengan menarik-narik webbing dari safety belt. Jika dipandang perlu, letakan handuk halus sebagai bahan penyangga kepala dan area leher si bayi. Jangan gunakan jaket tebal ketika ia berada di dalam car seat untuk mencegah bergesernya webbing yang menyelendangi si bayi. Lebih baik, letakkan selimut di atas car seat untuk pelindung udara dingin AC kendaraan.

Safety belt. Wajib hukumnya semua kendaraan dilengkapi safety belt di semua tempat duduknya.

Wadah atau tempat menyimpan barang. Barang-barang bayi yang sifatnya cair, padat, makanan dan bukan makanan, serta yang bersih dan kotor harus memiliki wadah masing-masing di dalam mobil. Maksudnya agar tidak tercecer ke mana-mana, juga mudah diraih.

Selain itu, dengan adanya wadah ini, tak akan terjadi polusi udara di dalam mobil, khususnya polusi dari bau makanan dan bekas popok yang terkena BAB/BAK si bayi. Memang efek polusi udara karena hal ini tidak sampai menimbulkan mata perih atau sesak napas, akan tetapi tetap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, lo.

Menurut Vijay Raghavalu, operations manager PT Multitrend Indo dalam sebuah artikel, orangtua perlu juga menyediakan perlengkapan pendukung keamanan dan kenyaman bayi selama di dalam mobil. Di antaranya:

Sunshades. Alat ini dipasang dengan cara ditempel pada kaca samping mobil yang dekat dengan bayi. Gunanya untuk meredam panas dan sinar ultraviolet matahari yang berlebihan. Dengan begitu bayi tetap bisa merasa nyaman dan dapat melihat pemandangan di luar kendaraan, dengan tetap mendapatkan dan merasakan hangatnya sinar matahari.

Car sunblinds. Sama seperti sunshades, alat ini ditempelkan pada kaca, tapi yang satu ini lebih pas ditempatkan pada kaca mobil bagian belakang yang ukurannya besar dan lebar. Dengan menggunakan alat ini, kabin mobil benar-benar bisa terhindar dari sengatan panas matahari.

Child view mirror. Cermin tambahan ini diletakkan di depan bayi yang posisinya menghadap belakang. Alat ini sangat berguna, terlebih jika di dalam mobil cuma ada kita dan si kecil. Dengan alat ini memantau keadaan si kecil dari depan bisa dilakukan tanpa mengganggu pandangan ke arah situasi lalu lintas. Sebaliknya, si kecil pun bisa tetap merasa nyaman dan aman meski harus duduk sendiri di kursi belakang, karena dia juga bisa melihat wajah ibunya lewat kaca ini.

Wrist link. Untuk mobil yang menggunakan standar keamanan internasional, alat ini tak diperlukan karena sudah diperhitungkan pas dan bisa mengikat car seat dengan baik juga kokoh. Tetapi jika sebaliknya, terpaksa harus menggunakan safety belt tambahan ini agar posisi car seat dan si kecil bisa berada di tempat yang semestinya.

Safety belt tambahan ini berfungsi juga sebagai sabuk pengaman yang ada dalam car seat, jika sabuk pengaman yang ada tak bisa men-support dengan baik titik aman tubuh bayi. Hal ini mungkin saja terjadi, sekalipun ukuran carseat yang kita pilih sudah sesuai dengan berat badan bayi. Pasalnya, car seat yang dijual di pasaran dibuat dengan ukuran badan bayi bule.

"Lemari" mobil. Maksudnya adalah tas gantung yang berfungsi untuk meletakkan botol susu, termos, makanan, dan peralatan makan bayi yang ditempatkan di belakang kursi depan. Perlengkapan ini tidak saja membuat bayi nyaman karena kabin mobil bisa terasa lebih lega, rapi, dan simpel, tetapi juga membuat leluasa orang tua saat harus menyajikan dan memberi makan-minum bayi dalam perjalanan.

Meja makan. Alat ini berguna hingga si bayi besar nanti. Makan di dalam mobil bukan lagi menjadi sesuatu yang merepotkan karena tersedia meja kecil untuk meletakkan makanan dan minuman bayi.

Bantal menyusui. Tentu alat ini untuk mempermudah ibu-ibu yang memiliki komitmen memberikan ASI pada bayinya. Laju mobil yang sedang bergerak memperbesar risiko si kecil tersedak. Dengan bantal yang bisa menyangga tubuhnya, selain si bayi merasa lebih nyaman, juga ibu tidak akan pegal dan sanggup berlama-lama menyusui anaknya. Tapi ingat, lo, menyusui di mobil hanya boleh dilakukan jika ibu tidak sedang mengemudi.

Hingga saat ini menurut Jusri, tak ada tools yang paling hebat dan canggih untuk membuat bayi nyaman dan aman di dalam mobil, selain tools perilaku dan sikap si pengemudi. "Artinya, selengkap apa pun tools dan peralatan yang kita sediakan dalam sebuah mobil, tidak akan berarti banyak jika perilaku atau sikap si pengemudi reckless (ceroboh)."

Perlu diingat, selama membawa bayi, pertambahan kecepatan harus dilakukan secara bertahap. Memperlambat laju kendaraan pun harus dilakukan secara halus. Jangan lupa untuk selalu memberikan kesempatan bagi para pemakai lalu lintas lainnya. Dengan begitu diharapkan mereka memiliki kesempatan untuk menyesuaikan manuver kita dengan cukup waktu.

jupiter
06-16-2008, 12:48 PM
'Barbeque', Tingkatkan Resiko Kanker Payudara!!!

Perempuan menopause yang menggemari daging bakar (barbeque) dan daging asap berisiko terkena kanker payudara, sehingga disarankan agar juga lebih banyak makan buah dan sayuran, saran suatu penelitian baru.

Dr Susan E Steck dari University of South Carolina, Columbia, dan rekan-rekannya menemukan bahwa perempuan menopause yang selama hidupnya banyak makan daging panggang, daging asap atau daging bakar, punya risiko 47 persen lebih tinggi terkena kanker payudara.

Penelitian itu juga menunjukkan para penyuka daging yang jarang makan buah dan sayuran punya risiko 74 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. Sedangkan perempuan menopause yang belum lama menjadi penyuka daging tidak terdeteksi punya hubungan dengan kanker payudara.

Para peneliti juga tidak menemukan hubungan yang kuat antara lama tidaknya menjadi pemakan daging dengan kanker payudara pada perempuan yang belum mengalami menopause.

Temuan itu mendukung pedoman pencegahan kanker yang saat ini direkomendasikan yaitu makan lebih banyak hasil tanaman dan mengurangi makan daging olahan atau daging merah, kata Steck dalam wawancara dengan Reuters Health.

Di sisi lain, dia memperingatkan, penelitian tersebut telah menemukan adanya hubungan erat, meski tidak secara nyata, yang menunjukkan bahwa daging masak adalah penyebab kanker. Faktor-faktor lainnya mungkin juga menjadi penyebab, misalnya kandungan lemak yang tinggi pada produk-produk daging tersebut.
Polisiklik aromatik hidrokarbon dan heterosiklik amino dikenal sebagai karsinogen yang berasal dari daging yang dimasak pada suhu tinggi, tulis Steck dan timnya dalam laporan mereka.

Polisiklik aromatik hidrokarbon terdapat di daging panggang, daging bakar dan daging asap (juga di banyak makanan lainnya). Teristimewa daging goreng dan daging panggang, mengandung heterosiklik amino berkadar tinggi.

ansaruchank
07-01-2008, 08:53 AM
Ada tiga penyakit yang cenderung tidak tertangani dengan baik oleh perempuan sehingga menjadi parah, yakni keputihan (fluor albus), overactive bladder (OAB) atau sering buang air kecil, dan kanker payudara.

Kebanyakan perempuan Indonesia kurang teredukasi dengan ketiga penyakit ini. Akibatnya, beberapa di antara mereka tidak tahu pencegahannya. Jika sudah terlanjur parah, mereka pun seringkali tidak begitu tahu tindakan apa yang tepat untuk dilakukan.

Inilah yang melatarbelakangi PT Pfizer Indonesia untuk menggelar kampanye kesehatan perempuan yang bertajuk Pfizer Woman Care (PWC), di Jakarta, Senin (23/6).

"Kami tergerak melihat kenyataan bahwa kesadaran perempuan dan keluarga masih rendah dalam menangani ketiga masalah kesehatan ini hingga terlanjur menjadi parah," jelas Andriani Ganeswati, Marketing and Communications Manager PT Pfizer Indonesia.

Sejalan dengan komitmen Pfizer terhadap pengembangan kesehatan perempuan, maka mereka menyerukan pentingnya mewaspadai ketiga penyakit itu melalui PWC.

Dengan demikian, perempuan dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik, beraktivitas dengan nyaman, produktif, dan berperan optimal baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Sebab, ketiga penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Namun apabila sudah terlanjur, maka sebaiknya segera ditangani agar tidak makin parah.

"Jadi jangan malu atau menyerah untuk mendapatkan solusi pengobatan," lanjut perempuan yang biasa dipanggil Anes ini.

Menurut Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), dokter spesialis kandungan dan ginekologi FKUI/RSCM, banyak perempuan merasa malu mengutarakan penyakitnya. Beberapa malah beranggapan keputihan adalah masalah kesehatan yang wajar dan tidak perlu diobati.

Mereka tidak tahu bahwa keputihan bisa menjadi tanda awal penyakit lainnya seperti kanker leher rahim yang sangat mematikan. "Tak hanya pada wanita yang sudah menikah, mereka yang masih gadis juga berpotensi," ujar Dwiana.

Sementara OAB, menurut Dr Siti Setiati, SpPD,K-Ger, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultasi geriatri FKUI/RSCM, seringkali tidak disadari atau dianggap remeh penderitanya. Hingga penyakit ini mengganggu aktivitas sehari-hari mereka dan menyebabkan efek fisik dan psikologis.

"Kualitas hidup pun menurun," sahut Dr Siti yang menyarankan untuk malatih menahan buang air kecil selama 30 menit dan senam Kegel untuk mengencangkan otot-otot sekitar vagina.

Apabila keputihan dan OAB sering tidak dianggap membahayakan dan mematikan, kanker payudara sudah terkanal sebagai pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker serviks. Risiko menderita penyakit ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan pada wanita yang mulai menstruasi kurang dari 12 tahun atau menopause pada usia di atas 55 tahun.

"Mereka yang sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti terbebas dari sel kanker selamanya," Dr dr Noorwati Sutandyo, SpPd, KHOM, spesialis hematologi dan onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais menjelaskan.

PWC rencananya akan dilaksanakan sepanjang 2008 secara konstan. Edukasi yang berkesinambungan mengenai tiga penyakit ini melalui kampanye PWC,

Pfizer berharap perempuan Indonesia dan keluarganya menjadi terberdaya. "Serta tidak tinggal diam dalam mengatasi semua penyakit ini," tandas Anes.

jupiter
09-03-2008, 05:14 PM
Nafas Bayi Sesak Segera Bawa Ke Dokter

Banyak penyebab sesak napas pada bayi. Yang jelas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit karena bisa fatal akibatnya. Kasus sesak napas pada usia bayi banyak terjadi. Bisa saat pertama lahir, maupun beberapa hari atau bulan setelah kelahirannya baru mengalami sesak napas ini.

Dalam istilah kedokteran, kata Muljono Wirjodiardjo, M.D., PhD dalam sebuah artikel, "Yang disebut sesak napas adalah jika frekuensi napasnya betul-betul tinggi, ada suara napas yang berbeda dari biasanya (stridor), seperti suara menggorok atau kucing mendengkur. Fatalnya, jika muka sampai tampak membiru."

Sedangkan menurut pendekatan orang awam, definisi sesak napas lebih mudah lagi yaitu terlihat dari gejalanya. Jadi, kalau anaknya susah napas disebut sesak napas. Begitu juga kalau napasnya berbunyi.

Penyebab sesak napas pada bayi, lanjut spesialis anak dari RS Internasional Bintaro ini, banyak sekali. Bisa karena kelainan bawaan, penyakit infeksi, maupun noninfeksi seperti tersedak. Gejalanya hampir sama. Misalnya untuk derajat ringannya, ada napas yang berbunyi atau batuk berlendir, disertai tak mau makan-minum dan rewel. Sementara kalau derajatnya makin berat, fungsi paru-parunya sudah terganggu sehingga sesak napas dan sampai membiru.

Jadi, derajat sesak napas berbeda-beda. Ada yang mulanya ringan dan makin berat dan ada juga sesak napas yang kejadiannya tiba-tiba atau mendadak. Berikut uraian Muljono mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan sesak napas pada bayi:

Kelainan bawaan/kongenital jantung atau paru-paru, kelainan pada jalan napas/trakea, tersedak air ketuban, pembesaran kelenjar thymus, kelainan pembuluh darah, tersedak makanan, infeksi, adalah beberapa penyebab sesak napas pada bayi.