PDA

View Full Version : Dunia Sepakbola Indonesia..



Lord_man
05-17-2007, 04:22 AM
haloo Pecinta Sepak Bola Tanah Air, Share Segala Hal Mengenai Dunia Persepakbolaan Indonesia Disini Yuuk...mau ngasih info tentang sepak bola tanah air silahkan...mau ngasih saran dan kritik untuk perkembangan Sepak Bola tanah air ya monggo...siapa tahu ada petinggi PSSI yang jadi member disini terus nyalurin aspirasi kita ya gak?? hehehe...

:beer: :beer: :beer: :beer:

Lord_man
05-17-2007, 04:25 AM
JAKARTA - Indonesia mengatasi Oman 2-1 dalam lanjutan Pra Olimpiade 2008 Grup C di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2007). Ini kemenangan pertama Tim Merah Putih U-23 dari lima laga.

Oman yang datang dengan asa masih terbuka asalkan bisa menang lebih dari 5-0 atas Indonesia, langsung bermain menyerang pada babak pertama. Namun, lini pertahanan Indonesia yang umumnya masih segar mampu menahan gempuran Oman.

Sebaliknya, Indonesia hanya sesekali mengandalkan serangan balik melalui dua winger andalannya Atep di kanan dan Boaz Solossa di kiri. Hingga babak pertama usai pertandingan berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Pada babak kedua, Boaz dan kawan-kawan mulai berani keluar menyerang. Hasilnya, Boaz berhasil mencetak gol pertama pada pertandingan ini pada menit ke-61. Dia lolos dari jebakan offside memanfaatkan umpan terobosan Kornelis. Skor 1-0 untuk Indonesia.

Namun tujuh menit kemudian, Oman berhasil memanfaatkan kelelahan yang dialami pemain belakang Indonesia. Mereka mencetak gol lewat pemain bernomor punggung 19 Ahmad melalui sundulan kepala.

Tak lama berselang, Achmad Bastoni mencetak gol aneh di menit ke-71. Umpan jauhnya dari tengah lapangan malah menuju gawang dan masuk setelah penjaga gawang Oman Ali tidak sigap mengantisipasi datangnya bola.

Dengan hasil ini, Indonesia hanya mengumpulkan 3 poin dari lima pertandingan dan tidak berpengaruh terhadap peluang Indonesia yang sudah tertutup. Sedangkan Oman hanya mengoleksi 6 poin, dan berada di posisi 3 di bawah Vietnam dan Lebanon.

welll semoga ini menjadi pertanda baik buat Tim nas U 23 kedepannya...semangat yaa Atep dan kawan kawan...ayooo kamu bisaa:beer: :beer:

Lord_man
05-18-2007, 11:50 PM
Organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, meresmikan dan memperkenalkan para pengurus baru untuk periode 2007-2011 yang cukup "gemuk" karena jumlah total pengurus mencapai 124 orang.

"Memang sepertinya jumlah tersebut cukup banyak namun semua itu untuk menjawab tantangan di masa mendatang dan mewujudkan visi 2020 PSSI," ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid usai mengumumkan susunan kepengurusan baru di Jakarta, Rabu (16/05).

Visi 2020 yang dimaksudkan Nurdin adalah mewujudkan industrialisasi sepak bola nasional dan berprestasi di tingkat internasional dengan lolos ke Piala Dunia.

Selain itu, menurut dia, penambahan jumlah pengurus tersebut juga disebabkan dibentuknya sembilan komite tetap dan bertambahnya jumlah badan di tubuh PSSI --yang tadinya hanya empat buah menjadi sembilan.

Ia menepis kemungkinan terjadinya tumpang tindih program dan wewenang yang biasanya terjadi dalam sebuah organisasi yang terlalu banyak memiliki pengurus.

"Mereka semua orang profesional yang mengerti tugas masing-masing jadi saya sinergi dan dinamika dalam kepengurusan justru akan bertambah bagus," jelasnya.

Dalam susunan kepengurusan baru tersebut masih banyak wajah-wajah lama yang ikut dalam periode sebelumnya.

"Tenaga mereka masih dibutuhkan dan mereka kompeten di bidangnya. Tetapi saya juga memasukkan banyak profesional untuk mewujudkan industrialisasi sepak bola nasional," ujar pria asal Watampone tersebut.

"Sementara untuk anggota Komite Eksekutif memang hanya 30 persen yang baru karena saya juga harus mempertimbangkan suara yang diraih masing-masing kandidat saat pencalonan pada munas yang lalu," tambahnya.

Memang ada nama-nama baru yang tampaknya dirangkul Nurdin untuk mewujudkan industrialisasi sepak bola seperti Erick Thohir, mantan ketua Perbasi dan pemilik klub bola basket Satria Muda BRItama, pengusaha Gita Wirjawan dan direktur Mahaka Sports Hasani Abdulgani. Mereka semua mendapat tugas mengurusi bidang promosi dan pemasaran

Dalam susunan Komite Eksekutif, badan yang bertugas untuk merancang kebijakan PSSI, tidak terjadi kejutan dan nama-nama yang dipilih oleh Nurdin dari 59 kandidat yang ada telah banyak diketahui sebelumnya.

Nirwan Dermawan Bakrie dipilih sebagai wakil ketua dan Hamka Yandhu duduk sebagai bendahara komite tersebut. Sedangkan delapan anggotanya adalah Muhammad Zein, Subardi, Andi Darussalam Tabusalla, Mafirion, Iwan Budianto, Ibnu Munzir, Kaharuddin Syah, dan Gita Wirjawan.

Sementara untuk badan administratif sebagai pelaksana kebijakan PSSI, tetap dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes.

"Badan administratif di bawah Sekjen akan dikontrak oleh PSSI secara profesional," kata Nurdin.

Komisi Disiplin tetap dipimpin Togar Manahan Nero sementara Rusdi Taher masih di Komisi Banding.

Dalam pengumuman tersebut ada dua badan yaitu Badan Hubungan Luar Negeri dan Badan Futsal Indonesia, yang susunan kepengurusannya belum lengkap.

"Untuk Badan Hublu saya masih menunggu rekomendasi dari Departemen Luar Negeri sementara untuk futsal saya masih mencari orang yang tepat," jelasnya.

Pengumuman itu sendiri molor dari waktu dua pekan yang dijanjikan Nurdin usai Munas ke-34 PSSI di Makassar pada 21 April lalu.

"Ternyata saya butuh waktu lebih lama agar kepengurusan baru ini benar-benar bisa mewujudkan visi 2020, bukan sekedar retorika," katanya.

Rangkap Jabatan

Nurdin meminta anggota komite tersebut untuk tidak rangkap jabatan di lingkup sepak bola nasional sehingga Mafirion yang kini menjabat Ketua Pengda PSSI Riau dan Iwan Budianto yang adalah manajer Persik Kediri harus segera mundur dari jabatan lama mereka.

"Sebenarnya tidak ada aturan bahwa mereka tidak boleh rangkap jabatan tetapi tidak etis jika anggota Komite Eksekutif memegang jabatan lain yang membuatnya berada di bawah dan harus berhubungan dengan Sekretaris Jenderal PSSI," jelasnya.

Mafirion diberi waktu enam bulan untuk mundur dari Pengda Riau sementara Iwan meminta waktu satu bulan untuk melepas jabatannya di Persik.

"Saya memang telah memilih untuk jadi Komite Eksekutif dan tahu resikonya. Tetapi saya perlu waktu satu bulan untuk menyelesaikan masalah administrasi di Persik," kata Iwan, yang juga dipilih sebagai Ketua Komite Status dan Alih Status Pemain.

Pengurus baru telah diumumkan dan kini tinggal kita semua tunggu apakah mereka bisa mengangkat persepakbolaan nasional yang prestasinya telah jauh terpuruk ini.
(kapanlagi.com)

Yaaa semoga aja dengan kepengurusan yang baru di PSSI, Persepakbolaan Nasional bisa maju...

speedian
05-19-2007, 04:09 AM
Bos, sori nih gw nggak terlalu ngikutin sepakbola nasional. Maksudnya pemilihan pengurus baru itu artinya Nurdin Halid kepilih lagi ya?
Trus pengurus PSSI (gw lupa namanya) yg musim kemarin lupa ngedaftarin Persipura & Arema ke Liga Champion Asia masih kepilih lagi jd pengurus gak ya?
Salam sepakbola:bye:

cimot_cool
05-19-2007, 11:28 AM
Udah bisa di tebak dah si Napi ehh Nurdin jadi Bos PSSI lagi dgn berbagai macam alasan. pengurus gemuk juga percuma kalau kinerja nya model yg lalu2.cape dahhh :pukul: :brokenheart:

gw mah cuma berharap program buat timnas bisa lebih baik lagi biar ngak malu2in di Piala Asia nanti dan buat ke depan nya :brokenheart:

Jaya selalu Timnas Indonesia tercinta :puff26:

Lord_man
05-19-2007, 01:47 PM
Udah bisa di tebak dah si Napi ehh Nurdin jadi Bos PSSI lagi dgn berbagai macam alasan. pengurus gemuk juga percuma kalau kinerja nya model yg lalu2.cape dahhh :pukul: :brokenheart:

gw mah cuma berharap program buat timnas bisa lebih baik lagi biar ngak malu2in di Piala Asia nanti dan buat ke depan nya :brokenheart:

Jaya selalu Timnas Indonesia tercinta :puff26:

Yoii gue setuju banget tuh bro...yang penting sekarang itu bagaimana menciptakan persepakbolaan indonesia menjadi semakin maju dan berkembang serta penuh dengan prestasi terutama disaat kita menjadi tuan rumah Piala Asia nanti..Tunjukkan bahwa kita bukan hanya sebagai tuan Rumah doang dan menjadi Penonton disaat Tim Tim lain berlaga...:beer:

koil
05-23-2007, 05:17 PM
ooo gitu tha

Lord_man
06-02-2007, 01:57 AM
Timnas Menang, Boaz Patah Tulang

Jakarta - Timnas senior Indonesia berhasil menundukkan Hong Kong dengan skor meyakinkan 3-0 di Stadion Geora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (1/7/2007). Namun kemenangan tersebut dibayar mahal dengan cedera patah tulang yang dialami Boaz Solossa.

Tekel keras salah satu pemain Hong Kong di sisi kanan pertahanan mereka membuat Boaz harus dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Hal ini membuat peluang Indonesia tampil dengan skuad terkuatnya di Piala Asia Juli nanti terancam gagal.

Di luar cedera tersebut, penampilan skuad 'Merah Putih' cukup menjanjikan. Meski telat panas di babak pertama, namun performa tim asuhan Ivan Kolev itu berangsur-angsur membaik.

Sesuai dengan rencana Kolev yang akan bereksperimen di laga ini, pelatih asal Bulgaria itu menurunkan trio B, Boaz (Solossa), Bambang (Pamungkas) dan Budi (Sudarsono) untuk mengisi lini depan.

Sementara Ponaryo Astaman bahu membahu dengan Firman Utina dan Mahyadi Panggabean di lini tengah. Jendri Pitoy dipercaya di bawah mistar gawang dengan dibentengi kuartet Maman Abdurahman, Charis Yulianto, M Ridwan dan Ricardo Salampaesy.

Di menit-menit awal formasi 4-3-3 ini terbukti cukup merepotkan kubu Hong Kong yang dikapteni Cristiano Codeiro. Bahkan tuan rumah sempat mendapat peluang lewat sundulan Bambang dan tendangan Firman di menit 10. Namun kiper Tak Him Tse berhasil mengamankan gawangnya.

Di menit 35, Bambang kembali memperoleh kesempatan mencetak gol lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti. Dan lagi-lagi, bola sepakan striker Persija Jakarta itu berhasil dibendung Tak Him Tse dengan baik. Gawang Hongkong pun masih dalam posisi 'perawan' hingga akhir babak pertama.

Di paruh kedua, Ponaryo cs masih tampil mendominasi. Gol pun tercipta pada menit ke-54 lewat tendangan bebas Bambang Pamungkas.

Adalah momen dilanggarnya Firman Utina yang menjadi awal hadiah tendangan bebas itu. Bambang yang menjadi eksekutor tak memiliki kesulitan menceploskan bola ke sudut kiri gawang Hongkong dengan tendangan kaki kirinya.

Man Pai Tak membuat Indonesia memperbesar keunggulan di laga persahabatan ini. Berawal dari counter attack yang dibangun Mahyadi, gelandang serang PSMS Medan itu langsung mengirim umpan terobosan kepada Boaz yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Hong Kong.

Striker Persipura Jayapura itupun langsung mengirim bola ke kotak penalti di mana Bambang sudah bersiap menyambut bola. Akan tetapi Man Pai Tak lebih dahulu menjangkau bola yang sayangnya niatan menghalau si kulit bundar berubah menjadi petaka. Bola hasil sontekannya malah mengarah ke gawangnya sendiri. Indonesia pun memimpin 2-0 sejak menit ke-63.

Di menit 70, Boaz Solossa mendapat petaka. Ganjalan keras diterimanya membuat ia harus diusung keluar lapangan untuk mendapat perawatan. Informasi terakhir yang didapat Detiksport, Boaz mengalami patah tulang yang membuatnya harus meninggalkan stadion dengan ambulans. Erol FX Iba masuk menggantikan Boaz di menit 72.

Diusungnya Boaz membuat skuad 'Merah Putih' semakin ganas. Gol pun kembali tercipta di menit 79 lewat tendangan penalti Zaenal Arif. Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan keunggulan 3-0 untuk Ponaryo Astaman cs.

myzettoz
06-02-2007, 06:10 PM
wadUh IndonesiA menaNg
akHirnYa 3-0 g main2
smAngat b'jibun POnarYO dkk
patut diaCungi 5 Jempol Ya g?
TAPI
BOAZ cederA LAGI
gawaTttttttttttttttttttttttttt
dasaAR hongKOng
huh
TANYA KENAPA ?

koil
06-02-2007, 08:15 PM
sungguh suatu hal yangsangat di sayangkan..boaz cedera...but

maju terus merah putih

2kangTipoe
06-03-2007, 07:39 AM
Jakarta - Kekhawatiran publik akan cedera Boaz Solossa benar-benar terjadi. Striker timnas 'Merah Putih' dan Persipura Jayapura itu harus absen setidaknya untuk lima bulan.


Seperti diketahui Boaz mendapat cedera saat Indonesia menang 3-0 atas Hongkong di SGBK, Jumat (1/6) kemarin. Tekel keras salah satu pemain Hongkong dari belakang memaksa Boaz terjatuh dan mengerang kesakitan.

Tim medis memang sempat melakukan pertolongan pertama, akan tetapi Boaz akhirnya langsung dibawa ke RS Pertamina untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kekhawatiran pun muncul dan pada akhirnya terbukti. Dr Zaini, dokter timnas Indonesia, mengungkapkan kondisi striker asal Papua itu.

"Boaz harus istirahat panjang agar bisa pulih lagi. Dia mengalami cedera fraktur tulang vibula," ujarnya.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan Ketua Badan Timnas PSSI Rahim Soekasah. Meski sudah menjalani operasi, Boaz diperintahkan beristirahat setidaknya untuk lima bulan kedepan.

"Boaz sudah dioperasi selama tiga jam di RS Omni Pulomas dan dokter yang merawat mengatakan ia tidak bisa bermain setidaknya untuk lima bulan," tutur Rahim.


Alhasil peluang Boaz untuk bisa tampil di putaran final Piala Asia Juli nanti pun pupus. Namun ada kemungkinan pemain berusia 21 tahun itu bisa bermain di ajang SEA Games 2007 yang akan digelar di Thailand pada 6-15 Desember nanti.

"Kalau perawatannya berjalan baik, diperkirakan ia bisa sembuh November, jadi mungkin ia bisa ikut SEA Games. Tapi kami tidak akan memaksanya tampil jika belum sembuh total. Kami tidak ingin karirnya hancur jika dipaksakan bermain," tegas Rahim lagi.

Lord_man
06-03-2007, 01:35 PM
:brokenheart: :brokenheart: waduuh benerkan boaz akhirnya sedera panjang...lagian tu pemain hongkong mainnya kayak laga hidup mati aja..make ngelakuin tekel yang sangat keras sehingga boaz cedra..bek hongkong tu sapa siihh??gue sumpahin deh dia melarat seumur hidup...:sensor: :sensor: :damn: :damn:

speedian
06-03-2007, 02:26 PM
Hong Kong somprett!!!:gun:
Waduh di piala Asia nanti gak ada Boas Solossa deh.
Tambah susah aja peluang Indonesia:(

Lord_man
06-03-2007, 02:36 PM
Hong Kong somprett!!!:gun:
Waduh di piala Asia nanti gak ada Boas Solossa deh.
Tambah susah aja peluang Indonesia:(

hahaha bener bro...gue aja jengkel banget nih ama tim hongkon...mudah mudahan Boaz seperti Wayne Rooney di timnas inggris.. yang mampu sembuh dari cedera padahal divonis cedera panjang, dan mampu bermain di ajang Piala dunia, itu karena semangat dan motivasi dia, rekan rekannya, dan para suporter..ayo kita beri semangat dan Do'a buat boaz agar cepet sembuh dan mampu bermain di piala Asia...Boaz kamu pasti bisaa..!!!

speedian
06-03-2007, 03:19 PM
hahaha bener bro...gue aja jengkel banget nih ama tim hongkon...mudah mudahan Boaz seperti Wayne Rooney di timnas inggris.. yang mampu sembuh dari cedera padahal divonis cedera panjang, dan mampu bermain di ajang Piala dunia, itu karena semangat dan motivasi dia, rekan rekannya, dan para suporter..ayo kita beri semangat dan Do'a buat boaz agar cepet sembuh dan mampu bermain di piala Asia...Boaz kamu pasti bisaa..!!!
Gw doain biar Boas bisa cepet sembuh.
Supaya bisa main di Piala Asia. Amin.
Tapi kalo belum sembuh benar, gw setuju sama apa kata Rahim Soekasah, "kami tidak akan memaksanya tampil jika belum sembuh total. Kami tidak ingin karirnya hancur jika dipaksakan bermain".

Lord_man
06-03-2007, 03:24 PM
Selama ini sulit rasanya menikmati pertandingan sepakbola di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tapi di Piala Asia nanti, aksi-aksi pesepakbola bisa ditonton dengan nyaman.

Meski termasuk stadion terbesar di dunia dengan daya tampung maksimal hingga 100 ribu penonton, Stadion Utama Bung Karno masih jauh dari standar stadion Internasional. Berbagai fasilitas yang ada cuma sekedar syarat karena banyak yang tak berfungsi maksimal.

Mulai dari kursi penonton yang jauh nyaman dan di beberapa tempat terlihat rusak karena amuk penonton, sampai toilet yang kurang manusiawi karena kotor dan jorok. Tambahkan juga bau pesing yang menyengat di sudut-sudut lorong menuju tribun penonton.

Tapi kini Anda sebaiknya membuang jauh-jauh image tersebut. Jelang bergulirnya putaran final Piala Asia 7 Juli mendatang (pertandingan pertama di Jakarta pada 10 Juli), stadion yang dibangun untuk Asian Games 1962 itu kini terlihat jauh lebih baik.

Demi kenyamanan penonton, kursi-kursi yang tersedia kini seluruhnya diberi nomor. Berdasarkan pengamatan detiksport, pada beberapa bagian di sektor 12-13 dan 23-24 kursi-kursi tersebut bahkan masih terbungkus plastik. Sementara di sektor lain, deretan kursi panjang dicat dengan warna cerah.

Tak perlu takut kehilangan momen gol kalau Anda kebetulan sedang meleng, soalnya kini juga tersedia layar raksasa yang akan me-reply insiden yang terjadi di atas lapangan. Papan skor yang dulu cuma berfungsi sebagai penunjuk hasil pertandingan kini juga lebih atraktif dengan menciptakan tampilan animasi saat terjadi gol.

Toilet umum yang disediakan jauh membaik. Meski masih terkunci, fasilitas umum yang sangat penting itu terlihat bersih dengan diberi keramik serta wastafel baru.

"Belum cantik ah. Di dalam sih sudah rapi, keliatan bagus, tapi di luar masih berantakan banget," ujar seorang rekan wartawan mengomentari tampilan baru GBK.

Kondisi lorong-lorong menuju tribun penonton memang masih terkesan berantakan, bintik-bintik bekas cat tampak dilantai, sementara dinding-dinding lorong juga masih tampak kusam. Tapi itu bisa dimaklumi karena saat ini memang masih berlangsung proses finishing.

Bukan hanya penonton yang dimanjakan jelang Piala Asia nanti, fasilitas untuk para pemburu berita juga mendapat perhatian. Meski masih terlalu sempit, namun kondisi press confrence room jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Meja wartawan di tribun penonton terlihat baru. Selain disediakan ruang untuk mengakses internet serta mengirim berita, kabarnya selama Piala Asia akan disediakan hotspot di sekitar "markas" wartawan.

Ini semua tentunya menjadi kabar baik buat penikmat sepakbola di Jakarta. Tapi semoga tak cuma karena ada hajatan Piala Asia saja kondisi stadion kebanggaan Indonesia itu tampak cantik. (detiksport)

hmm jadi gak sabar nih nonton piala asia di Senayan..

speedian
06-03-2007, 09:52 PM
Stadionnya dah bagus, tinggal tingkah polah suporternya aja nanti bagus apa gak ya?
Btw bro, stadion yg bakal dipake utk Piala Asia selain GBK dimana lagi yah?

Lord_man
06-03-2007, 10:22 PM
Stadionnya dah bagus, tinggal tingkah polah suporternya aja nanti bagus apa gak ya?
Btw bro, stadion yg bakal dipake utk Piala Asia selain GBK dimana lagi yah?

Kalo gak salah seeh selain Gelora Bung karno yaitu Stadion Sriwijaya palembang, kandangnya Klub Sriwijaya FC .

Berikut jadwal pertandingan dan stadion yang menggelar pertandingan tsb :
http://i207.photobucket.com/albums/bb67/Razorrius/groupD.gif

speedian
06-03-2007, 10:59 PM
Wuih keren juga!:wahh::hebat!:
Stadion Sriwijaya sampai dipake buat perebutan tempat ketiga, hebat!

You_D
06-04-2007, 01:51 AM
lagi2 indo kalah ama singapore
menyesakkan kalah karn pinalty
mmg tanpa boaz indonesia payah

Lord_man
06-04-2007, 07:58 PM
lagi2 indo kalah ama singapore
menyesakkan kalah karn pinalty
mmg tanpa boaz indonesia payah

hmm kemarin kayaknya ivan kolev terlalu bereksperimen dengan formasi timnas...pemain yang diturunkan 180 derajat beda ama yang diturunkan melawan Hongkong kemaren...

Lord_man
06-05-2007, 01:35 AM
Indonesia bagus dalam menekan lawan tapi sayang masih belum bagus dalam penyelesaian akhir

nah itu dia masalahnya bro..timnas kita baru saja kehilangan sorang penyerang andal yaitu Boaz Salossa...:brokenheart:

Lord_man
06-06-2007, 02:08 PM
Jumlah pemain di timnas senior PSSI semakin ramping. Setelah 36 pemain resmi dipanggil ke Pelatnas akhir April lalu, kini skuad 'Merah Putih' hanya beranggotakan 25 pemain saja.

Lima pemain terakhir yang terdepak antara lain Hamka Hamzah (bek Persija Jakarta), Bayu Sutha (bek Persib Bandung), Aris Budi Prasetyo (bek Persik Kediri), Ahmad Kurniawan (kiper Arema Malang) dan Galih Sudaryono (Persiba Bantul).

Sedangkan satu pemain yang secara otomatis tersingkir adalah Boaz Solossa, yang mengalami cedera parah saat melawan Hongkong beberapa waktu lalu. Dengan demikian skuad Ivan Kolev kini hanya tersisa 25 pemain.

"Banyak pertimbangan dari dilepasnya pemain ini, termasuk karena kebutuhan tim," ungkap asisten pelatih Syamsudin Umar saat dihubungi Detiksport, Senin (4/6/2007).

Menurut rencana, jumlah 25 pemain ini akan kembali dipangkas pada 10 Juni nanti menjadi 23 pemain. Diharapkan skuad ini menjadi yang terbaik untuk berlaga di Piala Asia yang akan dimulai pada Juli nanti.

Menuju Solo

Timnas sendiri akan menuju Solo sore ini untuk melanjutkan program Pelatnas Piala Asia 2007. Beberapa program sudah disiapkan selama berlatih di Solo hingga 16 Juni nanti.

"Kami mulai melakukan seleksi untuk mencari alternatif pemain yang cocok dengan strategi bermain tim ini nanti," ungkap Umar lagi.

Selain itu program lain yang diusahakan untuk lebih ditingkatkan adalah mempertajam kerjasama antara lini sehingga bisa meningkatkan efektifitas penyerangan dan pertahanan. Umar menambahkan bahwa tim juga diharapkan bisa meningkatkan motivasi bermain karena faktor ini dinilai kurang dalam beberapa laga terakhir.

Rencananya timnas senior PSSI akan menginap di Hotel Quality selama mengikuti pelatnas di Solo. Selain latihan timnas juga diagendakan melakukan laga ujicoba melawan tim lokal seperti PSIS Semarang, Persis Solo dan PSS Sleman.

Pelatnas lanjutan di Solo bukan yang pertama kalinya digelar di tahun ini. Awal Januari lalu, Ponaryo Astaman cs juga sempat digodok di stadion Manahan saat masih di bawah kepelatihan Peter Withe.

Lord_man
06-06-2007, 02:11 PM
Kang Nug: PSSI Akan Telusuri

Mencuatnya kasus tuduhan suap di tubuh Komite Disiplin PSSI membuat Sekjen PSSI Nugraha Besoes terkejut. Ditegaskannya, PSSI akan menelusuri tuduhan ini untuk mencari faktanya.

Pria yang biasa dipanggil dengan sapaan Kang Nug tersebut menilai tuduhan ini sudah menjadi konsumsi media dan menyangkut nama baik PSSI. Ia pun memastikan akan ada tindak lanjut yang dilakukan sesuai dengan prosedur.

"Kita tetap akan melakukan penelitian sampai tuntas lewat prosedur yang sudah ada. Masalah ini menyangkut fungsionaris PSSI, sehingga akan dibawa ke ketua umum (Nurdin Halid-red)," tegasnya saat dihubungi detiksport, Senin (4/6/2007) sore.

Kang Nug menambahkan, dirinya belum banyak tahu soal kasus ini. Ia bahkan mengaku terkejut. "Saya baru tahu hari ini dari koran dan banyak teman-teman yang menelepon. Saat ini saya belum bisa kasih tanggapan apa-apa," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, klub asal Medan, Penajam Medan Jaya, menuntut Komdis PSSI mengembalikan uang Rp 100 juta yang mereka klaim pernah disetorkan kepada Ketua Komdis PSSI Togar Manahan Nero Simanjuntak sebelum musim kompetisi divisi satu dimulai. Tujuan penyerahan uang tersebut ialah agar komisi disiplin PSSI tidak membuka kasus walk out yang mereka lakukan musim 2006, yang disertai ancaman degradasi.

Setelah tetap tampil di divisi satu musim ini, Medan Jaya kembali merasakan pengalaman tak mengenakkan. Mereka dinyatakan walk out pada pertandingan di Stadion Teladan, 24 Mei 2007 . Insiden ini otomatis mengulang ancaman degradasi. Tidak puas dan merasa diperas, Medan Jaya membuka kasus suap di tubuh komdis PSSI.


HMMM WADUH WADUH...KORUPSI ADA DIMANA MANA YAAA

wahyu_gsm
06-06-2007, 03:04 PM
Pagi sepak bola, siang sepak bola, malam sepak bola, setiap saat yg di makan orang luar cuman sepak bola, ngga mikirin gaji lagi....apakah sama dgn indonesia ! Yg setau saya gaji pemain d indo bikin hati kecut, saya rasa gaji pemain yg perlu di genjot bukan latihan yg habis2 an di genjot.

Lord_man
06-07-2007, 04:53 PM
Timnas Indonesia U-23 gagal mengukir kisah manis pada pertandingan terakhirnya di pra-kualifikasi Olimpiade 2008. Bertandang ke Vietnam, pasukan Merah Putih tumbang 1-2.

Pertandingan menghadapi Vietnam yang digelar di Stadion My Dihn, Rabu (6/6/2007) malam WIB memang tinggal formalitas saja buat Indonesia karena peluang melangkah ke babak selanjutnya sudah tertutup. Sayang di laga pamungkasnya itu lagi-lagi kekalahan yang diderita Taufik Kasrun cs.

Indonesia pun harus puas mendiami posisi juru kunci grup C dengan hanya meraup tiga poin hasil satu kemenangan dan lima kali kalah. Sementara Vietnam kini mengoleksi 12 poin yang memastikan mereka melangkah ke babak selanjutnya, menemani Lebanon yang bersatatus juara grup.

Mendapat dukungan penuh dari suporter yang memenuhi stadion My Dihn, Vietnam yang butuh tiga poin untuk memastikan langkah ke fase berikutnya tampil menyerang. Gol pertama pun tercipta saat laga baru berjalan enam menit lewat kaki Nguyen Vu Phong menyambar bola mental hasil eksekusi tendangan bebas yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Roni Triprasnanto.

Hampir sepanjang pertandingan Indonesia berada dalam tekanan. Namun dua menit sebelum bubaran, Ahmad Jufriyanto justru membungkam publik tuan rumah saat tendangan voli yang dilepaskanya tak kuasa dihalau kiper Vietnam.

Sayang satu poin yang sudah di depan mata gagal diamankan skuad Bambang Nurdiansyah. Di masa injury time Vu Phong lagi-lagi menjebol gawang Indonesia, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti lolos dari tepisan Roni setelah sempat memantul di tanah dan bersarang di jala Indonesia.

yaah kalah maning kalah maning...

speedian
06-07-2007, 04:59 PM
Suap lagi, suap lagi....:(
Gimana mau bener sepakbola Indonesia kalo modelnya kayak gini:pukul:
Kayaknya kasus suap bukan barang baru di PSSI, dulu sempet kasus mafia wasit part 1 & 2.
Terus pas Nurdin Halid dipenjara tapi tetep jd ketua umum PSSI, gw yakin tuh pasti duit berbicara, gak ada yg berani ungkap aja.
Sekarang di Komdis, duh pusiiiing:brokenheart:

Lord_man
06-14-2007, 08:25 PM
PSIS Semarang dibuat tak berdaya kemasukan tiga gol tanpa balas oleh Timnas PSSI dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Rabu(13/6/2007) malam. Namun Timnas harus membayar kemenangan itu dengan cedera serius yang dialami Firmansyah.

Dua gol Timnas diborong oleh pemain asal Persik Kediri, Budi Sudarsono melalui tendangan bebas pada menit 42 dan permainan individu cukup cantik di menit ke 48. Sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Bambang Pamungkas menit ke 66.

Di babak pertama pertandingan berjalan lamban. Dua menit setelah kick off, Firmansyah harus ditandu ke luar lapangan karena cedera ketika berebut bola dengan seorang pemain PSIS. Dia digantikan pemain PSIS Maman Abdurrahman.

Para pemain Timnas lebih mengandalkan permainan individu dan kurang konsentrasi pada koordinasi bola antarpemain. Beberapa kali bola matang hasil terobosan yang diciptakan oleh sayap kanan Elie Aiboy gagal dimanfaatkan pemain tengah.

Anak-anak PSIS yang lebih mampu menguasai jalannya pertandingan di babak pertama juga selalu gagal pada penyelesaian. Kebuntuan pecah pada menit ke 42. Tendangan bebas yang dilakukan udi Sudarsono tak jauh dari kotak penalti melesak keras ke gawang PSIS tanpa mampu diantisipasi oleh pengaja gawang Agus Murod.

Di babak kedua koordinasi bola Timnas jauh lebih memadai meskipun juga masih berjalan dengan tempo lamban. Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Budi kembali menjebol gawang PSIS yang kali ini dikawal kiper utama I Komang Putra.

Kemenangan Timnas ditambah oleh Bambang Pamungkas di menit 66, berawal dari tendangan bebas Firman Utina disambut sundulan Budi dan diteruskan dengan tendangan Bambang.

Masih Mungkin Berubah

Usai pertandingan, pelatih Ivan Kolev mengatakan hingga saat ini dia belum menentukan pemain yang akan dijadikan tim inti. Dia beralasan masih ada waktu longgar selama satu bulan untuk melakukan pemilihan yang tepat.

Mengenai dua pemain yaitu Rifai dan Firmansyah yang cedera, Ivan enggan mengomentarinya. Rifai mengalami cedera ketika menghadapi PSS Sleman, sedangkan sore ini Firmansyah harus dikirim rumah sakit karena cedera di bagian ligamen lutut kirinya.


hmmm...perubahan yang cukup baik dari pasukan merah putih...

raymundo
06-15-2007, 08:23 PM
IIIYAA MEN YANG MAJU TERUUUUUUUUUUUUUUSS:puff34: :scooter: :cake:

Lord_man
06-28-2007, 12:16 PM
Legenda sepakbola dunia, Zinedine Zidane, akan berkunjung ke Indonesia pada 6-8 Juli mendatang. Zidane datang dalam kapasitasnya sebagai duta Danone untuk anak-anak.

Selain DKI Jakarta, mantan gelandang Real Madrid dan Juventus itu juga akan berkunjung ke Jawa Barat.

Di Jakarta, Zidane akan terlibat dalam peluncuran program Corporate Social Responsibility (CSR) Danone. Pemain terbaik dunia FIFA tiga kali itu juga akan berkunjung ke beberapa pabrik susu di Jawa Barat.

"Zidane akan didampingi oleh Groupe Danone Chairman sekaligus CEO, Franck Riboud, yang juga adalah teman lamanya," sebut Vice President Human Resources PT Tirta Investama Adhianto Sardjono di sebuah restoran di bilangan Jl Sunda, Jakarta, Rabu (27/6/2007).

Namun demikian anak-anak akan menjadi perhatian dalam kunjungan Zidane. "Karena nama besarnya saya pikir program kami, yang adalah untuk memperkenalkan gaya hidup yang sehat, bisa lebih diterima. Apalagi target kami adalah anak-anak, mereka akan menjadi fokus dari kunjungannya," tutur Presiden Direktur Danone Aqua Indonesia Pascal de Petrini.

Selain untuk kepentingan Danone, Zidane juga diagendakan untuk melakukan kegiatan bersama PSSI. Diantaranya adalah olahraga bersama anak-anak pada tanggal 8 Juli. Namun demikian tidak disebutkan Zidane membuka Piala Asia 2007, yang di Jakarta akan berlangsung mulai 10 Juli.

"Untuk sementara kami belum bisa memberitahukan agenda rincinya karena masih harus dibicarakan dengan PSSI," demikian Adhianto.

Lord_man
07-03-2007, 12:32 PM
Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, bakal mendapatkan kesempatan langka pada 8 Juli mendatang. Dia akan bermain sepakbola bersama Zinedine Zidane di jalanan ibukota.

Ya, Zidane dan Bang Yos --panggilan akrab Sutiyoso-- memang tidak akan "berduel" di lapangan sepakbola konvensional. PSSI akan membuatkan 200 petak "lapangan" sepakbola di jalanan untuk dipakai bermain sepakbola oleh masyarakat ibukota.

"Yang namanya Zidane itu akan kita bawa untuk menyaksikan street football yang akan dilaksanakan untuk menyambut Piala Asia dan dalam rangka HUT DKI ke-480. Rutenya dari bunderan Bank Indonesia sampai Patung Pemuda Senayan," tutur Sekretaris Jendral PSSI, Nugraha Besoes, saat dihubungi detiksport, Rabu (27/6/2007).

"Zidane dan Bang Yos akan bermain bola bareng, terus sama ketum PSSI (Nurdin Halid-red) mereka akan menelusuri sepanjang jalan itu," sambungnya.

Street football ala Indonesia itu juga direncanakan untuk memecahkan rekor MURI. "Kalau satu petak yang main 10 orang, bayangin saja berapa banyak orang, tuh, yang akan hadir," sebut Kang Nug.

Namun Zidane tidak akan hadir pada pembukaan Piala Asia di Jakarta pada 10 Juli. "Dia kan balik tanggal 8 Juli jadi nggak akan hadir," tukasnya lagi.

Acara yang digelar pada 8 Juli mulai pukul 07.10 pagi itu akan membuat jalanan yang dipakai untuk acara tersebut ditutup sampai pukul 09.00 pagi. (detiksport.com)

Lord_man
07-06-2007, 11:49 AM
Momen langka bakal terjadi hari ini. Legenda sepakbola dunia Zinedine Zidane akan beradu mengolah bola dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman Istana Kepresidenan.

Ya, Zidane akan berkunjung ke Indonesia dari tanggal 6-8 Juli sebagai Duta Danone untuk program Anal-anak. Dalam kunjungannya itu, mantan pesepakbola asal Prancis itu akan memenuhi undangan Presiden SBY ke Istana.

Menurut jadwal, Zidane akan diterima Presiden SBY dan Ny. Ani Yudhoyono hari ini pukul 10.00 WIB di gazebo halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/7/2007).

Bisa jadi kedatangan Zidane ini menjadi kado spesial bagi Ny. Ani Yudhoyono. Soalnya hadirnya Zidane bertepatan dengan hari ulang tahun first lady Indonesia itu yang ke-55.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menpora Adhyaksa Dault, Ketua KONI Rita Subowo dan jajaran pengurus PSSI. Belasan anggota tim nasional sepak bola usia di bawah 13 tahun juga diundang dan akan memeriahkan suasana.

Selain beramah tamah, rencananya Zidane dan Presiden SBY, bersama para bibit persepakbola andalan Indonesia itu, akan bermain sepakbola. Tentunya bukan dalam pertandingan serius karena laga tersebut akan digelar di halaman yang penuh bunga.

Wah, bagaimana jadinya ya?

Lord_man
07-06-2007, 04:56 PM
Siapa tak girang mendapat kaos dari pesepakbola dunia sekaliber Zinedine Zidane. Jangankan rakyat jelata, Presiden SBY pun tersenyum lebar.

"Selamat datang di Indonesia," sapa SBY saat menerima pemain tim nasional Prancis itu di Gazebo, Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, pukul 11.00 WIB, Jumat (6/7/2007).

"Kapan tiba di Indonesia?" tanya SBY dalam bahasa Inggris. "Hari ini. Dari Paris 13 jam, transit dulu di Singapura," sahut Zidane.

SBY mengungkapkan pihaknya mengharapkan nasihat dari Zidane untuk perkembangan sepakbola di Indonesia. Sebab pria asal Aljazair itu sangat terkenal di Indonesia. Kehebatannya juga dikagumi banyak orang.

SBY pun memperkenalkan pesepakbola remaja U-13 yang ikut Danone Cup di Prancis tahun 2006.

Zidane yang berbicara dalam bahasa Prancis dan diterjemahkan dalam bahas Inggris menyatakan senang dengan sambutan hangat SBY.

"Ini pertama kalinya saya ke Indonesia. Selama ini saya hanya tahu dari orang-orang betapa ramahnya orang Indonesia," ujarnya.

Zidane kemudian menyerahkan kaos tim nasional Prancis warna biru bernomor punggung 10 bertuliskan Zidane. SBY pun tersenyum lebar dengan wajah berseri ketika menerimanya. Kaos itu lalu dipamerkan ke wartawan. Jepret!!! Fotografer pun berebutan mengabadikan momen itu.

Zidane lalu menyerahkan 3 bola sepak kepada 3 perwakilan pesepakbola U-13. Sang pelatih, Ronny Patinasarani, turut hadir.

Selesai acara seremonial, Zidane yang mengenakan batik coklat dan celana jins biru bersama SBY turun ke lapangan untuk merumput. (detiksport.com)

Welcome zidane....ngomong 2 mau gak jadi pelatih timnas indonesia hehehhe:beer:

Lord_man
07-06-2007, 04:59 PM
Bola warna putih digelindingkan Zinedine Zidane ke arah Presiden SBY. SBY pun tampak sigap mengontrol bola, berusaha jugling dan menendangnya. Duuug!

"Ulang Pak....ulang Pak..., difoto nih," teriak wartawan di gazebo Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2007).

SBY pun bersedia mengulang kelihaiannya mengolah si kulit bundar. SBY terlihat lihai memainkan bola dan tidak kalah jago dengan pesepakbola tersohor asal Prancis itu. Tepuk tangan pun membahana. Ploook...ploook...ploook!

Zidane sebelumnya melakukan unjuk kebolehan. Pria plontos ini memperagakan beberapa gaya antara lain Jugling (memantul-mantulkan bola di kaki), menggiring bola sambil memutar badan yang merupakan ciri khas Zinade, dan menyundulkan bola dengan kepala.

"Hiduuup Zidane....horeee....," sorak para hadirin terkagum-kagum. SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan menantunya, Annisa Pohan tampak bertepuk tangan.

Acara pun semakin meriah saat anggota Danone Nation Cup Indonesia U-13 yang awalnya serius menonton gaya Zidane, kemudian diminta mempraktekkannya. (detiksport.com)

Lord_man
07-07-2007, 03:21 PM
Saking antusiasnya bertemu pesepakbola dunia Zinedine Zidane, Presiden SBY yang fasih bercas cis cus pun slip of tongue alias salah ucap.

Saat memperkenalkan ke pemain tim nasional Prancis itu, SBY menyebut menantu perempuannya, Annisa Pohan, dengan kalimat "my son in law", padahal seharusnya "my daughter in law".

"Mr Zidane, my son in law also presenter... in television," ucap SBY di Gazebo, kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (6/7/2007).

Namun tidak ada yang memedulikan salah ucap itu. Konsentrasi semua orang tetap pada sang bintang, Zidane. Pria plontos berbaju batik coklat keemasan dan celana jins biru itu sambil tersenyum menyalami Annisa.

Annisa yang mengenakan blus putih bermotif bunga merah pun dengan tersipu-sipu menyalami Zidane. Annisa menjelaskan dirinya adalah presenter acara sepakbola Highlight La Liga Spanyol di stasiun televisi swasta. Zidane pun mengangguk-anggukan kepala.

Mungkin saking memikatnya pesona Zidane, SBY yang sepanjang pertemuan dengan pria kelahiran Aljazair tersebut terlihat cerah ceria dan terus tersenyum lebar itu tidak sadar sudah salah ucap. (detiksport.com)

Simichi_K
07-09-2007, 06:48 PM
Nasihat Sun Tzu buat Kolev

Dunia mengenal The Art of War sebagai maha karya. Hasil pemikiran filsuf China Sun Tzu itu seakan menjadi ”Kitab Suci” bagi para panglima perang di seluruh dunia.

Bahkan, seperti tidak lekang oleh waktu, pesona seni berperang yang dia ungkapkan menggoda banyak orang untuk menerapkannya dalam kehidupan. Strategi perang Sun Tzu dibagi dalam 13 langkah. Mulai dari perencanaan perang sebagai langkah pertama hingga peranan intelijen sebagai langkah terakhir. Meski pemikirannya tidak sesederhana yang dibayangkan, inti dari seni berperang ini adalah pengenalan diri.

Bagi Sun Tzu,pengenalan diri itu menjadi yang utama dan meliputi tiga hal pokok, yaitu mengenali kekuatan pasukan, mengenali kemampuan musuh, dan menyadari lokasi pertempuran. Jika itu dapat dimiliki, Sun Tzu menjamin, 1 juta peperangan sekali pun pasti dapat dimenangkan. Sebaliknya, jika faktor itu tidak dimiliki, kekalahan tidak terhindarkan lagi.

Atau dalam pepatah China diistilahkan dengan Che Chi Chie Bie,Pai Chan Pai Sen,dan Puk Che Chi Pu Che Bie,Pai Chan Pik Pai. Sun Tzu merasa, perencanaan sebagai sesuatu yang penting karena kemenangan sudah dapat diraih hanya melalui sebuah penyusunan strategi yang matang.

Dia berpesan untuk menghindari kecerobohan dan sikap yang meremehkan pada tahap yang paling fundamental ini. Sebab, pada tahap perencanaan ini, informasi tentang kekuatan lawan dan medan tempur harus didapat sedetail mungkin. Jika itu tercapai, sebuah strategi perang yang efektif dan berdaya ledak tinggi akan tercapai.

Untuk menunjang semua itu, Sun Tzu menganjurkan pemakaian intelijen. Bagi dia, kemenangan tertinggi adalah memenangkan perang tanpa satu pun pertempuran. Artinya, kalau kelemahan musuh sudah diketahui, otomatis kekuatan kita akan berada satu tingkat di atas mereka.Dan,tenaga dapat dihemat karena serangan hanya ditujukan pada titik lemah musuh.

Di Stadion Gelora Bung Karno, mulai pekan ini, timnas Indonesia akan menghadapi perang sesungguhnya. Menghadapi Bahrain,Arab Saudi, dan Korea Selatan, Ivan Venkov Kolev sebagai nakhoda tim sepertinya harus mendengarkan nasihat Sun Tzu. Pengenalan kekuatan pasukan Merah Putih, pasukan lawan, dan medan pertempuran harus menjadi yang utama.

Kolev harus tahu di mana posisi pasukannya dan bagaimana kekuatan para pesaing. Setelah itu,barulah melangkah pada sebuah perencanaan matang. Sebuah strategi jitu yang efektif, efisien, namun memiliki daya ledak mematikan harus dimiliki pasukan Merah Putih.

Tidak boleh menganggap remeh lawan dan menyepelekan kekuatan mereka.Sebab,seperti pesan Sun Tzu,Kolev harus yakin jika sebuah strategi matang dapat membawa kemenangan bagi timnas. Pada proses ini, ”masukan dari intelijen”menjadi penting. Lebih baik lagi jika Kolev sendirilah yang melihat langsung cara bermain lawan.

Sebab, dengan mengetahui lawannya, pelatih asal Bulgaria ini tentu saja harus mencari titik lemah yang dapat dimanfaatkan untuk memukul balik.

Apalagi, mereka bermain di kandang sendiri sehingga tidak terlalu kesulitan mengenali medan. Jika semua nasihat Sun Tzu dapat diterapkan dengan sempurna, sang filsuf menjamin,peluang Ponaryo Astaman dkk membuat jutaan penduduk Indonesia bangga terbuka lebar.

Bahkan, jangankan 1 pertandingan, 1 juta duel di lapangan hijau pun dapat dimenangkan dengan mudah jika The Art of War mereka terapkan.

Simichi_K
07-09-2007, 06:58 PM
Timnas Indonesia Butuh Dukungan Pemain Ke-12

Tergabung di Grup D yang dihuni raksasa Asia, Korea Selatan dan Arab Saudi plus Bahrain menuntut Indonesia siap seratus persen. Tidak cukup teknis, kekuatan nonteknis berupa dukungan suporter sangat diharapkan.

"Merekalah pemain ke-12 yang juga punya andil besar bagi perjalanan sebuah tim sepak bola. Karena itu, kami berharap besar pada dukungan mereka saat kami melakoni pertandingan Piala Asia nanti," ujar Ponaryo Astaman, kapten Timnas Indonesia.

Keinginan yang sangat wajar, mengingat beratnya beban yang dipikul oleh skuad Indonesia di Piala Asia. Betapa tidak, lawan yang bakal dihadapi Ponaryo dkk adalah dua raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan dan Arab Saudi. Selain keduanya, Indonesia juga masih harus bertarung dengan Bahrain yang kualitasnya setingkat lebih baik dari timnas.

Dengan daftar lawan yang di atas kertas sulit untuk ditundukkan, punggawa Indonesia masih diberi target lolos ke babak delapan besar. Sungguh tugas yang tentu sangat tidak mudah untuk diwujudkan. Meskipun, kali ini Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Dengan dalih itulah, Indonesia butuh dukungan lebih para suporter untuk bisa menjawab tantangan berat itu. "Cuma, saat mendukung nanti kami berharap teman-teman suporter bisa bersatu padu dengan menanggalkan segala atribut klubnya. Saya yakin teman-teman suporter bisa melakukannya," pintanya.

Bak gayung bersambut, harapan tersebut pun di respons positif oleh kelompok suporter Indonesia. Mereka pun siap berbondong-bondong ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dengan meninggalkan semua atribut klub kebanggaannya. Yang berseragam biru siap mencopotnya dan berganti Merah Putih.Yang berkostum ungu juga sama. Yang hijau juga tak keberatan melebur menjadi Merah Putih. Pun demikian yang beratribut oranye atau kuning.

"Ini adalah kesempatan yang mungkin tak datang untuk kedua kalinya. Untuk itu, kami sudah berkomitmen untuk menyimpan sementara seragam ungu kami dan hadir ke stadion dengan warna merah," tegas Hendrik Derubi, ketua umum Laskar Benteng Viola kelompok suporter pendukung Persita Tangerang.

"Dari Semarang kami juga akan bertolak ke Jakarta bersama kelompok suporter Jateng lainnya dengan seragam dan atribut merah putih," sahut Edy Abimayu, ketua umum Snex kelompok pendukung PSIS Semarang.

Pernyataan-pernyataan yang tentu menyejukkan. Sebab, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) hanya akan ada satu warna. Warna merah putih, warna bendera Indonesia. Kolaborasi warna yang pasti bakal kontras dengan kenyataan selama ini. Dimana tiap kali penampilan Ponaryo Astaman dkk di Gelora Bung Karno selalu saja diiringi dengan perang atribut dari egoisme masing-masing kelompok suporter.

Entah itu yang masih mengusung seragam dan spanduk Persija Jakarta, Arema Malang, PSMS Medan, Persik Kediri, maupun Persebaya Surabaya. "Inilah saat yang tepat bagi kami semua untuk bersatu tanpa ada egoisme," kata Danang Ismartani, ketua umum The Jakmania, suporter Persija.

Hanya, kata Danang, akan menjadi sangat gersang jika persatuan warna itu tak diimbangi dengan kesatuan suara. "Percuma kalau semuanya hadir ke stadion dengan warna merah, tapi duduk dan terbengong menyaksikan pertandingan. Semua juga harus menyuarakan nyanyian yang sama, yakni nyanyian dukungan untuk Indonesia," kata Danang.

Untuk itu sebagai tuan rumah bagi kelompok suporter lainnya, The Jakmania pun telah menyiapkan nyanyian khusus tentang dukungan kepada Indonesia. Nyanyian yang tentunya bisa dinyanyikan bersama-sama kala mendukung perjuangan Ivan Venkov Kolev dan amunisinya dari pinggir lapangan. "Kami juga telah menyiapkan bendera Merah Putih ukuran raksasa yang siap untuk dibentangkan di stadion," ujar Danang.

Simichi_K
07-09-2007, 07:26 PM
Indonesia Tak Gentar

Pukulan telak memang baru saja diterima Timnas Indonesia. Tim Merah Putih itu harus merelakan salah satu punggawanya, Firmansyah absen dari Piala Asia 2007 setelah dihantam cedera lutut kiri Sabtu kemarin. Tapi, semangat skuad Merah Putih ternyata tidak layu oleh kenyataan pahit tersebut.

Tak ada rasa trauma atau minder yang tergurat di wajah Ponaryo Astaman dkk, meski badai yang menerpa mereka terjadi di detik-detik akhir jelang pertarungan di Piala Asia. Semangat untuk berbuat maksimal di depan publiknya sendiri masih sangat jelas tergambar di skuad Indonesia.

Mereka juga tetap optimistis bertarung di penyisihan Grup D Piala Asia. Lebih-lebih dalam menghadapi laga perdana melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, besok petang.

"Hanya Firmansyah yang mengalami masalah. Dia juga sudah kami ganti. Untuk pemain lainnya, semua dalam kondisi terbaiknya untuk menghadapi pertandingan lawan Bahrain," tutur Ivan Venkov Kolev, arsitek Timnas Indonesia.

"Jadi saat ini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dari kondisi anak-anak," jelas mantan pelatih Persija Jakarta tersebut.

Karena itulah Indonesia tidak merasa gentar bertarung dengan Bahrain yang memiliki kualitas setingkat lebih baik dibanding Indonesia. Apalagi, dalam bentrok dengan tim asal Jazirah Arab tersebut punggawa-punggawa Indonesia bakal mendapat sokongan dari ribuan suporter.

Dengan tetap stabilnya kondisi fisik dan mental para pemain plus dukungan melimpah penonton, Indonesia pun berhasrat mengulang sejarah manis di edisi Piala Asia 2004. Sebuah sejarah yang mencacat sukses Indonesia menorehkan kemenangan perdana di pesta sepak bola antar bangsa-bangsa Asia itu dengan menumbahkan Qatar 2-1.

Dalam pertemuan terakhirnya tiga tahun lalu, Indonesia memang sempat diempaskan Bahrain 1-3. Namun, hutang tersebut bakal dilunasi Kolev dan anak asuhnya dengan meraih hasil maksimal di Gelora Bung Karno besok malam.

"Untuk jelasnya lebih baik dilihat saja besok di lapangan. Yang jelas anak-anak tidak memiliki kendala apapun menyangkut kondisi dan semangat bertandingnya," tegas Kolev.

Simichi_K
07-09-2007, 07:35 PM
Mitologi 4-3-3

Sejak kali pertama datang ke Jakarta,keberadaan Ivan Venkov Kolev telah membawa sedikit perubahan signifikan bagi sepak bola Indonesia. Pasukan Merah Putih kini lebih agresif.

Mengikuti teori evolusi Carles Darwin, formasi usang 3-5-2 dengan sistem libero diubah menjadi 3-4-3 dengan tiga bek sejajar. Sekarang, jelang Piala Asia,evolusi itu mencapai titik kulminasi dengan formasi 4-3-3, sebuah sistem yang sangat agresif.

Menempatkan tiga penyerang, membuat pria asal Bulgaria itu diyakini banyak pihak tengah melakukan perjudian. Dengan materi yang kalah mentereng dibanding para rival –Korea Selatan dan Arab Saudi–, efektivitas sistem itu diragukan. Namun, dengan filosofi ”bola itu bundar”, Kolev maju terus. Apalagi, dengan tiga penyerang, arsitek Qatar Philips Troussier harus kehilangan takhtanya tiga tahun lalu di China.

Kegemaran Kolev kepada tiga penyerang memang dilakukan atas dasar pertimbangan teknis semata. Tetapi, ibarat sebuah perang konvensional, disadari atau tidak, Kolev tampaknya lebih memilih trisula sebagai senjata andalan dibanding pedang, tombak, atau panah. Pilihan yang tidak salah dan sah-sah saja. Trisula, trishula, trishul, atau trident, secara harfiah berarti tiga tombak atau tombak bermata tiga.

Mitologi kuno mengungkapkan jika trisula adalah senjata yang menakutkan. Sebab, senjata ini tidak hanya digunakan para dewata, melainkan juga setan. Dalam kepercayaan Hindu, trisula menjadi senjata Siwa, (Shiva), satu dari tiga dewa utama (trimurti) selain Brahma dan Wisnu.

Sedangkan dalam mitologi Yunani, trisula digunakan Poseidon atau Neptunus, dewa penguasa lautan. Mereka termasuk tokoh-tokoh sakti dengan kemampuan luar biasa.Siwa yang dalam pewayangan Indonesia sering disebut Batara Guru merupakan penjelmaan Tuhan. Siwa tampak sebagai Dewa yang memancarkan kasih sayang bagi ”yang baik” dan menyeramkan bagi ”yang jahat”.

Trisulanya menjadi senjata paling mematikan yang siap membinasakan orang-orang berdosa. Ketika beraksi, trisula tidak pernah meleset karena tiga mata tombaknya berfungsi pula sebagai radar yang mengunci target.Tak heran, baik Siwa maupun Poseidon menjadi sangat perkasa dan ditakuti manusia. Mereka pun mampu mengemban tugas sebagai penjaga alam semesta dengan baik.

Sementara dalam mitologi Kristen kuno maupun Paganisme, trisula diyakini sebagai senjata para setan. Sebuah alat yang sangat efektif membinasakan musuh- musuh mereka. Itu sebabnya, The Red Devil, Die Rode Duivels, Les Diables Rouges, maupun Il Diavolo Rosso selalu digambarkan dengan memanggul trisula.

Kini, kala bersua Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan,Kolev tentu saja mengharapkan kehebatan trisula Siwa,Poseidon,maupun para ”setan” menjelma menjadi trio Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, dan Ellie Aiboy.Tarian Yosim Pancar Ellie, kelicinan Budi, dan kebuasan Bepe akan menjadi tiga mata tombak yang menakutkan.

Dan, setelah trisula Siwa, Poseidon, maupun Setan Merah menggemparkan dunia mitologi, saatnya bagi trisula Merah Putih unjuk gigi. Kesempatan tampil di kandang harus benar-benar dimanfaatkan. Dengan doa jutaan rakyat Indonesia, trisula Merah Putih akan memiliki tenaga berlipat.

Simichi_K
07-09-2007, 07:45 PM
Wasit Puji Stadion GBK

Kerja keras PSSI merenovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak sia-sia. Hingga kemarin belum ada komplain dari AFC atau pihak lain tentang fasilitas stadion termegah di Indonesia tersebut. Terakhir pihak wasit juga memuji kondisi SUGBK.

Kemarin, empat wasit dan enam asisten wasit menginpeksi SUGBK menjelang laga perdana Selasa nanti (10/7). Selain memeriksa kondisi lapangan, pengadil lapangan tersebut juga memeriksa ruang ganti pemain. Tak lupa ruang yang bakal mereka tempati selama memimpin pertandingan.

Kesepuluh wasit tersebut memeriksa setiap rungan dengan teliti. Termasuk kamar kecil di ruang-ruang ganti. "Semuanya sangat bagus. Baik ruangan dan lapangan tak ada masalah," kata wasit AHM Saf Albadwawi dari Uni Emirat Arab (UEA). Mereka berada di SUGBK sekitar satu jam mulai pukul 4 sore.

Hingga saat ini belum ditentukan siapa wasit dan asisten wasit yang bakal diturunkan pada laga perdana Grup D. Penentuan baru dilaksanakan pagi hari menjelang pertandingan. Dari 10 wasit tersebut mereka pun siap melaksanakan tugas dengan baik.

"Kami siap ditunjuk memimpin pertandingan kapan pun. Ini memang tugas kami," ujar asisten wasit dari India Benyamin Silva.

Wasit Grup D

Mark A Shield (Australia)
Yuichi Nishimura (Jepang)
Sun Baojie (Tiongkok)
AHM Saf Albadwawi (Uni Emirat Arab).

Asisten Wasit
1. Md Shahidul Islam (Bangladesh)
2 Benyamin Silva (India)
3. Toru Sagara (Jepang)
4. Abdul Hassan Al Marzouuqi (Uni Emirat Arab)
5. Liu Tiejun (Tiongkok)
6. Ming Fei Poon (Hongkong).

Simichi_K
07-09-2007, 08:17 PM
Timnas Puasa Komentar

Timnas Indonesia memilih diam ketika kembali menginjakkan kaki ke Jakarta, kemarin. Kemungkinan itu sengaja dilakukan dalam persiapan tim Merah Putih di Piala Asia 2007 Grup D.

Pelatih Kepala Ivan Venkov Kolev enggan berkomentar ketika dikonfirmasi mengenai kondisi terakhir pasukannya. Pelatih berpaspor Bulgaria itu bahkan meminta maaf karena sementara waktu puasa komentar. Kolev hanya mengungkapkan saat ini Ponaryo Astaman dkk dalam keadaan terbaik.

Pemantapan terakhir di Jakarta pun akan terus dilakukan sebelum menjalani event empat tahunan tersebut. Mantan pelatih Persija ini memang puasa komentar, namun tak menutup kemungkinan format 4-3-3 masih menjadi andalan tim Merah Putih.Sebab,pola yang mengedepankan strategi menyerang itu bisa dikatakan berhasil ketika menjalani tiga kali uji coba terakhir.

Sebelumnya, formasi 4-3-3 telah berhasil diterapkan Ponaryo dkk dengan baik.Tim Merah Putih telah mengecundangi Hong Kong 3-0,Jamaika 2-1,dan Liberia Selection 2-1. Indonesia hanya takluk dari Singapura U-23 dan Oman dengan skor akhir masingmasing 0-1.Meski kalah,strategi menyerang Indonesia semakin tajam.

”Mereka telah melakukan instruksi dengan baik, terutama menerapkan strategi menyerang. Kini, tinggal melakukan pemantapan stamina yang masih belum maksimal,” kata Kolev, saat Indonesia takluk dari Singapura. Sementara Sekretaris Timnas Chandra Solehan mengatakan, rencananya sesi latihan akan segera digelar hari ini untuk menjaga kondisi seusai menjalani pemusatan latihan selama ini.

Sayang, pria ramah ini enggan berkomentar soal apa yang akan diterapkan dalam latihan, terutama problem apa yang kini dihadapi tim Merah Putih. ”Setiap tim pasti memiliki masalah dan terdiri atas bermacam-macam persoalan. Tapi, kami telah menyikapi itu ke arah positif,” kata Chandra kepada SINDO,kemarin.

Menurutnya, persoalan itu kemungkinan karena persiapan yang semakin mepet. Selain itu, anak-anak bakal menjalani event bergengsi di level Asia.Tapi, hingga kini masalah tersebut telah diatasi tim pelatih dengan baik.

Lord_man
07-17-2007, 09:05 PM
Striker Indonesia Bambang "BP" Pamungkas sudah dua kali bermain di kompetisi asing, yakni di Belanda dan Malaysia. Kalau ada kesempatan bermain di liga Korea apa katanya?

Penampilan Bambang di Piala Asia memang cukup lumayan. Dari tiga gol yang telah dicetak tim Merah Putih, satu di antaranya dicetak pemain Persija Jakarta itu.

Maka, bukan tak mungkin kalau sang Arjuna Indonesia tersebut sudah membuat klub-klub asing meminatinya. Seorang wartawan asing pun langsung menanyakan kepada dia bagaimana jika ada klub Korea yang berniat merekrutnya.

"Saya pernah bermain di luar negeri. Bermain di luar negeri adalah tantangan. Saya masih terikat kontrak setahun tapi kalau ada kesempatan boleh juga, bermain di Korea mungkin-mungkin saja," ujar Bambang dalam konpers di hotel JW Marriot, Selasa (17/7/2007).

Meski begitu, fokus Bambang kini lebih dicurahkan untuk menghadapi Korea, besok. Apalagi ini adalah laga krusial buat kedua tim.

"Besok sangat penting, kita dan Korea harus menang. Lawan punya nama besar tapi kita buktikan juga punya karakter dan kita mampu. Itu tergambar melawan Arab Saudi, dan semoga bisa terulang. Kita bisa menang, ini sepakbola," pungkas dia.
(detiksport.com)

Lord_man
08-03-2007, 11:40 AM
Keberadaan pemain asing di pentas sepak bola di Indonesia sempat mencuat jelang putaran I Liga Indonesia (Ligina) XIII. Sebanyak 12 legiun mancanegara yang siap merumput di Indonesia gagal lolos dari verifikasi yang diterapkan dalam Manual Liga Indonesia (MLI).

Yang isinya antara lain pemain baru yang akan tampil dalam Ligina XIII harus berasal minimal klub divisi II Amerika Latin dan Eropa atau berasal dari klub Divisi I Asia Tenggara dan minimal Divisi II jika klub terakhirnya dari Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Beberapa klub pun sempat kelabakan dengan aturan tersebut.

Tapi, keputusan Nurdin Halid, ketua umum PSSI, ditiadakan dan baru diterapkan musim depan. Akibatnya, para pemain yang sempat masuk daftar cekal, akhirnya bisa kembali unjuk kebolehan, termasuk dua punggawa Persebaya Surabaya, Gustavo Chena dan Adinaldo. Hanya, Chena kini berbaju PSMS Medan.

Nah, kejadian serupa kembali terulang jelang putaran II bergulir. Arkadius Zarczynski alias Eric batal membela PSIS Semarang. Itu disebabkan striker asal Polandia tersebut tidak lolos verifikasi BLI karena klub terakhir yang dibelanya yakni Sabah FC, klub divisi II Malaysia.

Eric gagal lolos tahap pertama mekanisme pengesahan pemain asing (selanjutnya permohonan ITC (international transfer certificate, red). Otomatis pemain jangkung tersebut juga tidak akan bisa melangkah ke proses selanjutnya.

Ini tentu saja cermin kekurang cermatan manajemen PSIS dalam melakukan prekrutan pemain. Karena selain dalam MLI 2007 sudah disebutkan ketentuan umum tentang pemain asing, Eric sejak awal juga mengakui bahwa klub terakhir yang dibelanya adalah Sabah.

Ironisnya, manajemen PSIS menerima surat hasil verifikasi itu pada 25 Juli pagi atau sebelum pertandingan uji coba PSIS versus Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang.

Kondisi ini membuat pra kontrak yang sudah ditandatangani Eric beberapa pekan setelah latihan pertama dengan PSIS tak berlaku. Manajer PSIS Yoyok Sukawi mengatakan bahwa kontrak hanya bisa terjadi kala pemain tersebut sudah disahkan BLI.

"Tapi sepanjang belum disahkan berarti pemain tersebut belum menjadi milik PSIS. Tanda tangan pra kontrak hanya dilakukan untuk menghindari kemungkinan pemain tersebut mengikat perjanjian dengan tim lain. Jadi secara materi belum ada yang dirugikan," ucapnya.

Kalau uang pra-kontrak, tambah Yoyok, Eric memang sudah menerima. Namun jumlahnya hanya sedikit yakni sekitar Rp 5 juta. Eric, menurut Yoyok, sudah mengetahui jika dia tak lolos verifikasi BLI.

Tapi, Eric masih menyimpan harapan bisa menjadi bagian dari skuad Mahesa Jenar, julukan PSIS. "Mungkin musim depan saya bisa bermain di sini, menjadi bagian dari PSIS. Saya berjanji akan terus menjalin hubungan dengan PSIS," ucapnya.

Simichi_K
08-03-2007, 06:46 PM
PSSI Minta Dana Tambahan ke FIFA

Demi pengembangan sepakbola di Indonesia, PSSI akan meminta dana tambahan kepada Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) sebesar Rp. 9,2 miliar atau 1 juta dollar AS.

Hal itu disampaikan langsung Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, usai membuka Kejuaraan Futsal Antar Media, Selasa (30/07), di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebenarnya hal itu sudah disampaikan Nurdin saat Presiden FIFA, Joseph "Sepp" Blater bertemu dengannya, Senin (30/7), namun belum menjelaskan berapa besar bantuan yang akan diminta.

"Kami menginginkan agar bantuan tambahan itu berbentuk uang, bukan yang lain," ujar Nurdin.

Seperti anggota FIFA yang lain, selama ini setiap tahunnya Indonesia akan menerima bantuan sebesar 400.000 dollar AS (sekitar Rp. 3,68 miliar) dari organisasi sepakbola dunia tersebut.

Proposal untuk permohonan dana bantuan itu sendiri belum dibuat, namun PSSI optimis rencana mereka akan dikabulkan FIFA, mengingat mereka sangat terkesan dengan antusiasme penonton dan perkembangan sepakbola di Indonesia saat melihat pagelaran Piala Asia 2007.

"Kami memang belum membuat rancangan program dalam bentuk proposal, namun jumlah dana yang dibutuhkan sekitar 1 juta dollar AS," lanjut Nurdin.

Visi yang diajukan PSSI diantaranya program pembinaan usia dini, pengembangan industri sepakbola dan profesionalisasi kompetisi sepakbola Liga Indonesia dengan digelarnya Liga Super 2008.

Semua visi tersebut sudah sesuai dengan Kongres Nasional 2007 di Makassar beberapa waktu lalu dengan nama "Visi 2020 PSSI".

"Kami sendiri akan diundang FIFA September mendatang untuk mengadakan pertemuan khusus di Zurich, Swiss. Di sana baru proposal itu akan kami ajukan," tambahnya.

Simichi_K
08-03-2007, 06:48 PM
Indonesia Uji Uruguay

Guna persiapan Pra Piala Dunia (PPD), Timnas Indonesia yang tampil di Piala Asia 2007, berkesempatan untuk menjajal kekuatan Timnas Uruguay pada 22 Agustus mendatang.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, usai memimpin rapat Badan Tim Nasional (BTN), Rabu (2/8), di Jakarta.

"Kami menerima tawaran ujicoba melawan Uruguay dan berharap yang datang adalah para pemain yang bermain di Copa America baru-baru ini," ujarnya.

Bila dipastikan Timnas Uruguay A yang hadir, nama-nama seperti Diego Forlan, Fabian Carini, Alvaro Recoba dll, akan menjadi pusat perhatian bagi suporter Indonesia di Jakarta.

PSSI sendiri menganggarkan dana untuk empat timnas yakni Senior, U-23, U-19 dan U-16 sebesar Rp. 20 miliar untuk tahun 2007.

"Di antara keempat timnas itu, U-23 memiliki anggaran terbesar yaitu senilai Rp. 10 miliar," kata Rahim Soekasah selaku Ketua BTN.

Timnas U-23 sendiri dipersiapkan untuk ajang SEA Games Desember mendatang dan akan memulai pelatnas 6 Agustus nanti di bawah manajemen Piala Asia yaitu pelatih Ivan Venkov Kolev dan manajer Andi Darussalam.

Untuk Timnas U-19, PSSI menetapkan Bambang Nurdiansyah (pelatih), Widodo C. Putro (asisten) dan Hermansyah (pelatih kiper) di bawah manajer Iwan Budianto.

Sementara Timnas U-19 belum memiliki pelatih namun telah ditetapkan Ferry Paulus sebagai Manajer tim.

DARYLCOM
08-05-2007, 03:05 AM
Apakah benar Indonesia akan melawan Uruguay dengan tim utamanya?

DARYLCOM
08-05-2007, 03:45 AM
Surat Buat Bapak Presiden Republik Indonesia

Melalui surat ini, saya datang menghadap Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagai seorang kepala negara, tentu Anda menghadapi sejuta persoalan bangsa yang tak mudah diselesaikan. Walau banyak masalah dituntaskan, kesulitan lain selalu datang seolah tiada akhir.

Problem bangsa dari politik, keamanan, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan hingga olahraga terus mengalir. Hingga kapan krisis berakhir, tak satu pun yang dapat memastikan, namun Anda bersama anggota kabinet pasti terus berusaha gigih.

Oh ya, saya sadar bahwa Presiden juga manusia yang memiliki keluh-kesah.

Sebagai anggota masyarakat, Anda pun turut mencari perlindungan hukum karena merasa namanya dicemarkan. Tudingan bersifat pribadi soal pernikahan sungguh memilukan.

Begitu banyak tugas yang mesti diselesaikan secara cepat di tempat berbeda sehingga butuh fisik prima. Mobilitas yang luar biasa tak mungkin diatasi dengan hanya duduk dan merenung.

Sungguh, saya merasa terkejut tatkala Anda hadir menyaksikan pertandingan sepakbola Piala Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dua kali duduk di kursi kehormatan saat Indonesia vs Arab Sudi dan melawan Korea. Sayang, kesebelasan kita dua kali kalah.

Pada pertandingan final Irak vs Arab Saudi kembali Pak Presiden hadir. Ini berita bagus bagi dunia olahraga Indonesia. Bayangkan, dalam tempo dua minggu, orang nomor satu negeri ini tiga kali menonton sepakbola di Senayan.

Ada perhatian yang sangat besar. Terserah kepada opini publik yang beraneka tentang kenapa SBY mau hadir sampai tiga kali di Senayan. Sebelumnya kalangan pengurus PSSI maupun wartawan tak mendapat sinyal bahwa Presiden tertarik menonton sepakbola.

Sudahlah, apa pun itu, yang jelas Anda hadir dan memberi dorongan kepada pemain maupun insan sepakbola negeri ini. Soal prestasi, rupanya baru berupa harapan yang masih jauh dari genggaman.

***


Sebelum federasi sepakbola Asia (AFC) mengesahkan Indonesia menjadi salah satu negara penyelenggara Piala Asia, ada syarat yang diminta: pemerintah harus memberi jaminan dukungan pelaksanaan kepada PSSI.

Gol. Pemerintah mau merogoh kocek merenovasi Stadion GBK, yang sudah renta termakan usia. Walau belum sangat memuaskan, beberapa sudut stadion yang diresmikan tahun 1962 itu lumayanlah.

Kehadiran Presiden di Senayan semoga membuka pemahaman bahwa olahraga itu adalah kekuatan pemersatu bangsa. Saya tak tahu pasti apa SBY pernah berada di antara sekitar 90 ribu orang sebelumnya? Mungkin saat kampanye atau kegiatan lain.

Dalam dunia olahraga, segalanya bisa terjadi. Tidak mustahil berpotensi menimbulkan kericuhan yang destruktif. Tapi, jika arahnya benar, maka massa olahraga adalah kekuatan hebat untuk membangun kebersamaan dan nasionalisme dalam kesetaraan.

Lihatlah bagaimana 90 ribu orang berseragam tim nasional datang ke stadion dengan membeli tiket--bukan hadir karena dimobilisasi. Mereka Berdiri tegak sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya mengiringi berkibarnya Merah Putih.

Hati siapa yang tak bergetar menyaksikan kemeriahan itu untuk memberi dukungan moral kepada atlet? Atraksi menarik tanpa komando oleh seluruh penonton dalam irama mexican wave sungguh membahana.

Tidak ada orasi politik dan pendidikan pemahaman kebangsaan. Dengan kesadaran secara alamiah, dalam setiap relung penonton tumbuh nasionalisme, rasa cinta pada negeri.

Pak Presiden, menurut hemat saya, momen itu adalah gambaran nasionalisme nyata. Yakinlah bahwa setiap individu memiliki cinta yang tulus terhadap Indonesia. Yang kita butuhkan adalah memelihara kemesraan itu agar jangan cepat berlalu.

***


Selama ini, para petinggi negeri ini pasti berpikir keras bagaimana memperbaiki karakter masyarakat. Berbagai penyuluhan dilakukan. Berbagai wejangan dan arahan tanpa henti dilaksanakan dengan biaya yang tak sedikit.

Kalau bisa saya sarankan, mulai saat ini ada baiknya pemerintah berkampanye dengan tema: Menumbuhkan Kebangsaan Melalui Olahraga. Melirik olahraga sebagai fondasi menuju era industri yang menguntungkan ekonomi rakyat.

Pak SBY sejatinya senang menerima tamu Presiden FIFA, Joseph Blatter, dan Presiden AFC, Mohamed Bin Hammam. Setidaknya ini menggambarkan bahwa Indonesia sudah masuk peta sepakbola dunia. Kini kita tinggal mendorong agar atlet mampu masuk pentas kompetisi dunia.

Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tak ada jalan. Kepedulian pemerintah, itulah kuncinya. Tidak ada ruginya menginvestasikan dana kesehatan masyarakat dan promosi negeri ini di mata internasional melalui pembangunan sarana olahraga yang representatif.

Kita bangga memiliki Stadion GBK. Sayang, hanya satu. Menjadi tuan rumah bersama Piala Asia terbukti mampu dilaksanakan. Artinya menjadi tuan rumah tunggal pun sumber daya manusia kita sanggup. Hal yang belum terpenuhi adalah kita belum memiliki stadion setingkat lebih kecil dari GBK.

Jika memang hati Pak Presiden tersentuh saat menonton sepakbola, kenapa tidak mulai membangun sarana olahraga dari sekarang? Jangan biarkan obsesi menjadi tuan rumah Piala Dunia sekadar mimpi.

Pak SBY, kita sudahi dulu sampai di sini. Anda pasti sibuk sekali.

DARYLCOM
08-05-2007, 03:51 AM
SWOT TIMNAS INDONESIA

SWOT dalam ilmu manajemen menjadi alat klasik buat mengukur kinerja perusahaan. Faktor-faktor yang ada dalam analisa SWOT sudah banyak yang tahu, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Namun, walau tradisional tapi masih relevan dipakai untuk mengevaluasi kinerja dibanding tools-tools yang lain. Bagaimana kalau tim nasional sepakbola yang baru saja beraksi di Piala Asia kita SWOT?

Bisa saja. Mulailah dari kekuatan Ponaryo Astaman dkk, ada di mana?

Kita harus melihat bahwa tim nasional bukan hanya yang ada di lapangan, tapi juga di tribun dan sektor-sektor lainnya. Nah, kalau sudah begini maka yang paling gampang mencari kekuatan timnas ada pada orang-orang yang di tribun stadion saat timnas bertanding.

Tidak kurang dari 80.000 penonton selalu hadir dalam tiga pertandingan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Para penonton yang datang dari segala lapisan ini mempunyai arti penting bagi timnas. Di sinilah nilai penting dalam mencari kekuatan timnas di Piala Asia.

Penonton, dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selebriti, tokoh ternama, sampai supporter kelas bawah dari berbagai daerah tumplek blek di stadion. Mereka menjadi pemain ke-12 yang memberikan motivasi bagi timnas. Para pemain terpompa semangatnya untuk mengalahkan lawan. Sayang, memang dari tiga, hanya satu lawan yaitu Bahrain yang bisa ditaklukkan. Arab Saudi dan Korea Selatan, gagal ditumbangkan.

Kekuatan penonton tak ada yang meragukan. Dari pemain, pelatih, hingga lawan mengakui hal itu. Penonton di sini, bisa juga yang tak datang langsung ke stadion, seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang dua kali datang ke tempat latihan tim. Begitu pula dengan wartawan yang menyajikan liputan-liputannya di berbagai media, menjadi kekuatan “penonton” yang lain.

Lalu, masih ada lagikah unsur kekuatan timnas yang lain? Bagaimana dengan teknik permainan? Bisa juga, namun unsur ini bukan datang dari pemain secara langsung. Justru kuncinya terletak pada pelatih.

Kemampuan pelatih Ivan Kolev menjadi kekuatan kedua dari timnas. Ia memiliki taktik yang pas dalam menghadapi lawan-lawan. Permainan bola pendek yang selalu dianjurkan acap kali terlihat merepotkan lawan yang memang unggul dalam bola-bola atas. Kolev tahu keunggulan pemain-pemain Indonesia dalam bola datar yang mengharuskan mempunyai kecepatan.

***


Hanya sayang, di balik strategi jitu Kolev tidak didukung oleh stamina pemain yang pas-pasan. Inilah yang menjadi kelemahan (weakness) utama pemain-pemain Merah Putih. Kompetisi di dalam negeri (Liga dan Copa Indonesia) yang memiliki jadwal amburadul menjadi penyebab utama. Semestinya, kompetisi mendukung stamina, sehingga ketika pemain di timnas unsur itu tidak menjadi hal yang paling kentara minusnya. Atau bisa saja terjadi karena pelatih-pelatih kita kurang menerapkan latihan fisik yang benar di klub.

Unsur fisik menjadi kelemahan yang lain. Postur tubuh pemain kita yang mungil-mungil menjadi mudah kalah jika beradu fisik dengan lawan. Ini menjadi pekerjaan rumah buat kita bersama, karena postur terbentuk prosesnya dimulai sejak lahir. Bisa jadi faktor gizi keluarga-keluarga kita semakin berkurang.

Dulu di era 1960-70-an, walau pemain kita kecil-kecil tapi gempal dan kuat. Lihat saja Iswadi Idris semasa jaya. Atau Abdul Kadir yang dijuluki “Si Kancil”, kecil tapi gempal dan kuat berlari kencang. Jika terjadi benturan dengan lawan pun pemain-pemain kita tidak gampang jatuh.

Apakah membandingkan faktor kekuatan dan kelemahan itu dapat melahirkan peluang (opportunity)? Bisa saja, yang penting adalah menutup kelemahan-kelemahan hingga menjadi kekuatan.

Penonton menjadi kekuatan, tapi apakah bisa hal itu dibawa kalau bertanding di luar negeri? Tentu faktor ini menjadi hilang. Sementara itu, kejelian pelatih Kolev bisa jadi akan berpengaruh jika bertanding di luar negeri. Kalau melawan tim dengan kekuatan yang tidak jauh berbeda, seperti pernah mengalahkan Qatar 2-1 dalam Piala Asia 2004 di Cina, kejelian itu sangat mujarab. Namun, kalau melawan tim yang jauh di atas kita, taktik jitu menjadi kurang berarti tanpa ada kekuatan yang lain dimiliki para pemain.

Maka, untuk menciptakan peluang (opportunity) timnas adalah memperbaiki fisik pemain dan kompetisi di dalam negeri dulu. Untuk waktu singkat, rasanya sulit sekali digapai. Begitu pula untuk SEA Games mendatang di Thailand. Walau pun sudah diturunkan target, dari emas ke perak, pemain-pemain di bawah usia 23 tahun kita kurang memiliki “hilangnya” kelemahan-kelemahan itu.

Yang paling pas adalah memperbaiki kelemahan-kelemahan itu di kemudian hari. Mulai dari sekarang, barangkali bisa dicari pemain-pemain muda bertubuh kekar tinggi maupun sedang yang memiliki stamina prima. Lalu, jadwal kompetisi diatur sedemikian rupa sehingga mampu membentuk stamina pemain yang prima saat dibutuhkan di tim nasional. Mengatur jadwal bukan untuk kepentingan pihak tertentu dan sesaat. Melibatkan pakar fisik dalam hal ini sangat dibutuhkan.

***


Faktor terakhir, yaitu ancaman (threat) akan muncul kalau unsur-unsur kelemahan tidak diperbaiki. Sebab lawan-lawan yang berada di bawah kita, sudah bekerja keras memperbaiki kelemahan. Lihatlah Laos yang mulai menyeruak di kompetisi tingkat junior, walau dengan catatan adanya pemalsuan umur. Begitu pula dengan negara-negara yang gagal ke putaran final Piala Asia lainnya, seperti India, Yaman, dan negeri yang sangat kecil, Maladewa.

Kalau kelemahan tak segera diatasi maka kita terancam sulit menembus deretan elit Asia. Jika kelemahan juga tak bisa diberangus, ancaman dari bawah akan datang dan siap menggusur timnas.

Ancaman lain adalah soal internal PSSI sendiri. Organisasi yang kurang solid, tidak memiliki visi, tidak terbuka, dan tidak cepat tanggap akan membawa dampak buruk buat timnas. Mumpung euforia timnas sedang bagus, mulailah dengan pengelolaan organisasi yang good governance. Sebenarnya mudah sekali melakukannya karena sifat organisasi PSSI adalah organisasi publik berjenis olahraga yang tidak mengedepankan pencarian keuntungan materi.

Repotnya, orang-orang di dalam PSSI justru kurang menujukkan transparansi kinerja keuangan. Seberapa besar kekayaan PSSI sekarang ini, masyarakat banyak yang tidak tahu. Bagaimana pertanggungjawaban keuangan misalnya dana untuk timnas berlatih di Belanda tempo hari, banyak pula yang tidak tahu.

Apakah masyarakat perlu tahu hal-hal seperti itu? Perlu, karena PSSI adalah organisasi publik yang mendapat bantuan pula dari APBN.

Kalau sudah begini, tidak hanya SWOT yang pantas dipakai untuk mengevaluasi kinerja timnas, tapi juga Balanced Scorecard yang salah satu kegunaannya mengukur perspektif kinerja keuangan.

Lord_man
08-07-2007, 12:23 PM
PSSI memanggil 20 pemain buat memperkuat tim nasional U-23 yang akan dikirim ke turnamen Merdeka Games 2007 di Kuala Lumpur. Termasuk pemain yang dipanggil adalah Atep yang baru memperkuat tim nasional senior di Piala Asia 2007.

Tim nasional U-23 Indonesia diharapkan sudah berkumpul hari Rabu (8/8). Untuk memperkuat tim nasional U-23 yang akan dikirim ke turnamen Merdeka Games di Malaysia, 21-30 Agustus nanti di Kuala Lumpur, Malaysia, itu, PSSI telah memanggil 20 pemain.

"Nanti hanya 18 pemain saja yang diberangkatkan ke Merdeka Games. Sisanya jadi pemain cadangan," ujar asisten manajer timnas U-23 Indonesia, Hamka Kadi, Senin (6/8), di Jakarta.

Skuad Indonesia U-23 akan ditangani pelatih tim nasional senior, Ivan Kolev. Diharapkan Kolev sudah tiba di Jakarta hari Selasa (7/8) buat mempersiapkan program latihan tim nasional lapis kedua itu.

Turnamen Merdeka Games 2007 diikuti oleh Indonesia, Myanmark, Bangladesh, Singapura, Maladewa dan tuan rumah Malaysia. Meski hanya mengirimkan timnas U-23, Indonesia memasang target juara di turnamen internasional yang sudah puluhan tahun digelar oleh negeri jiran itu.

Termasuk dalam daftar pemain yang dipanggil masuk timnas U-23 buat Merdeka Games adalah gelandang asal Persija Jakarta, Atep. Ia merupakan satu-satunya anggota skuad tim nasional senior yang tampil di putaran final Piala Asia 2007, bulan lalu.

Lord_man
08-07-2007, 12:27 PM
Indonesia akan menghadapi tim lemah Guam pada putaran pertama kualifikasi Pra Piala Dunia (PPD) 2010 yang dilangsungkan secara home dan away pada 8 dan 28 Oktober 2007 mendatang. Hasil ini didapatkan dari undian yang dilakukan di markas besar Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), AFC House, Senin (6/8/2007) sore, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bukan hanya Indonesia yang akan bertemu dengan tim lemah. Juara Piala Asia 2007 Irak juga akan berhadapan dengan tim semenjana Pakistan. Sementara itu, tim yang pernah dikalahkan Merah Putih di PA, Bahrain akan menjajal Malaysia.

Putaran pertama PPD 2010 akan diikuti 38 tim yang berada di urutan enam hingga 43 Asia. Dari 43 tim, lima unggulan teratas memperoleh bye dan langsung masuk ke putaran III. Kelima tim tersebut adalah Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Iran.

Ada yang menarik dari sistem kompetisi yang diterapkan. Dari 19 laga putaran pertama, tim-tim yang kalah tidak otomatis gugur. Delapan tim dari hasil pertarungan itu masih memperoleh kesempatan kesempatan lolos ke putaran II.

DARYLCOM
08-08-2007, 03:24 AM
Penampilan timnas Indonesia yang mengesankan di Piala Asia 2007 terdengar di seantero jagat. Fenomena ini pun menjadi magnet tersendiri bagi negara lain untuk menjajal kemampuan Ponaryo Astaman cs.

Salah satunya timnas Uruguay, yang Juli lalu lolos ke semifinal Copa America 2007. Tim asuhan Oscar Tabares ini secara resmi melayangkan surat tantangan untuk beruji coba di Jakarta dalam kurun waktu 21-26 Agustus di Jakarta.

"Ini jelas kehormatan besar bagi kita. Namun, kami akan melihat dulu tim mana yang akan diturunkan untuk bertemu timnas," jelas Andi Darussalam Tabusala, manajer timnas. Ia berharap tim utama yang sukses melaju ke semifinal Copa America yang dibawa ke Jakarta. "Kalau bukan tim itu, kami akan tolak," tambah Andi.

Pasalnya kehadiran tim utama Uruguay tentu akan menarik penonton. Selain itu, kemampuannya juga sudah teruji. Hanya, untuk mendatangkan tim tersebut, kans sangat kecil. Maklum, timnas Uruguay A banyak dihuni pemain yang merumput di kompetisi Serie A atau Liga Spanyol, yang akan berputar pada akhir Agustus nanti.

Pada Copa America 2007 di Venezuela lalu, Uruguay menurunkan pemain seperti Fabian Carini (kiper/Inter Milan), Pablo Garcia (tengah/Celta Vigo), Dario Rodriguez (belakang/Schalke 04), Christian Rodriguez (tengah/Paris St. Germain), Alvaro Recoba (depan/Inter Milan), Fabian Estoyanoff (depan/Deportivo La Coruna).

Mungkin hanya pemain seperti Walter Gargano (belakang/Nacional), Juan Cartillo (kiper/Penarol), Sebastian Abreu (depan/Tigres Meksiko), Andres Scotti (belakang/Argentino’s Juniors), Ignacio Gonzalez (tengah/Danubio), Vicante Sanchez (tengah/Tolica) yang tak merumput di liga Eropa serta pemain U-23 mereka yang akan menyertai timnas Uruguay.

Sebenarnya dengan pemain sekaliber mereka, yang merumput di Amerika Selatan, Uruguay memang masih menjanjikan kekuatan sepakbola yang tangguh bagi Indonesia. Namun, dari sisi nama besar yang dijual ke penonton, tentu saja kurang.

Lagi pula waktu yang diminta timnas Uruguay tepat berada di tengah kompetisi sehingga jika memanggil pemain saat kompetisi berjalan ketat klub-klub akan protes. Kalaupun mereka datang dengan timnas U-23, PSSI juga sulit menjadwalkan dengan timnas U-23 Indonesia karena tengah mengikuti Merdeka Games di Kuala Lumpur, 19-30 Agustus.

Sementara itu, rencana untuk mengirimkan timnas U-15 melakukan pelatnas jangka panjang dan berkompetisi di Uruguay tetap jalan terus. “Kami masih terus melakukan seleksi. Tim ini akan dipantau paling tidak untuk lima tahun ke depan,” jelas Rahim Soekasah, Ketua Badan Tim Nasional.

Simichi_K
08-08-2007, 08:24 PM
Peluang Indonesia Terbuka Lebar

Timnas Indonesia boleh sedikit bernapas lega menghadapi turnamen Merdeka Games. Pada ajang yang akan dilangsungkan pada 21-29 Agustus itu, Tim Merah Putih akan bergabung dengan tim-tim yang agak lemah di Grup B.

Tony Sucipto dkk akan bersua lawan segrup seperti Singapura, dan dua wakil Afrika: Zimbabwe, dan Uganda. Turnamen yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Malysia itu akan digelar di dua tempat. Stadion Petaling Jaya, Selangor, dan Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur.

Empat negara perserta lain seperti Myanmar, Lesotho, dan tuan rumah Malaysia akan bertarung di Grup A. Dua tim teratas masing-masing Grup akan lolos ke babak semifinal yang akan dilangsungkan pada 27 Agustus. Babak final tetap pada jadwal semula pada 29 Agustus.

Ajang ini buat tim-tim seperti Indonesia, Malaysia, dan Myanmar bak kawah candradimuka. Ketiganya memanfaatkan turnamen ini untuk mempersiapkan diri mengikuti pentas SEA Games XXIV, Desember mendatang di Bangkok, Thailand.

Kebanyakan peserta menurunkan pemain-pemain Timnas U-23. Tapi, Singapura akan mencampur antara pemain U-23 dan seniornya.

Hal tersebut diakui pelatihnya Radjoko Avramovic. Avramovic ingin mengukur sejauh mana kekompakan para pemainnya di ajang Merdeka Games ini.

Singapura adalah lawan terakhir Indonesia di penyisihan Grup B. Sebelumnya, Tim Singa itu akan berhadapan dengan Zimbabwe pada 21 Agustus, lalu meladeni Uganda pada 23 Agustus.

Sementara itu, Indonesia akan menurunkan 20 pemain. Tapi, menurut keterangan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Rahim Soekasah pihaknya hanya akan memakai 18 pemain saja. (ers)

DAFTAR PEMAIN INDONESIA YANG DISIAPKAN

Kiper: Galih Sudaryono (PSS Sleman), Roni Tri Prasnanto (Persekabpas)

Belakang: Christian Warobai (Sriwijaya FC), Richie Pravita Hari (Arema), M. Robby (Persija), Taufik Kasrun (Persela Lamongan), Achmad Jufiriyanto (Persita), Fandi Mochtar (Persiter Ternate)

Tengah: Atep (Persija), Siswanto (Persmin Minahasa), Immanuel Wanggai (Persipura), Hendra Ridwan (Persmin), Ahmad (Persema), Achmad Taufik (Persita), Tony Sucipto (Sriwijaya FC), Jimmy Suparno (Deltras Sidoarjo)

Depan: Cornelis Wanggai (Persipura), Arief Suyono (Arema), Ronny Tri Sasongko (PSIM), Jajang Mulyana (Pelita Jaya Purwakarta).

Cadangan: Suyono, Mulki A. Hakim (Persija), Imam Rohman (PSS), Ardas Aras

Simichi_K
08-08-2007, 09:07 PM
Ivan Kolev Desak BTN

Pelatih Timnas Indonesia Ivan Venkov Kolev mendesak Badan Tim Nasional (BTN) PSSI segera menentukan timnas mana yang akan ditanganinya dalam waktu dekat.

Pasca-Piala Asia 2007, mantan pelatih Persija Jakarta itu sebelumnya diplot menangani Timnas U-23 sebagai persiapan menuju SEA Games 2007. Namun, majunya jadwal Pra-Piala Dunia (PPD) 2010 membuat Kolev meminta BTN mengambil sikap tim mana yang menjadi prioritas.”Saya harus tahu tim mana yang menjadi prioritas,” ujar Kolev,kemarin. Sayang, menurutnya, dalam pertemuan dengan BTN di Kantor Badan Liga Indonesia (BLI), Kuningan, kemarin, belum ada kepastian. Justru, dia diharapkan bersabar menantikan pertimbangan BTN lebih lanjut.

Namun, Kolev menjelaskan, baik timnas senior maupun U-23 memang memiliki kepentingan tersendiri.Apalagi, PSSI sebelumnya telah memberikan target pencapaian yang harus segera terealisasi bagi keduanya. ”Saya ingin mempersiapkan timnas lebih baik lagi di PPD, sementara saya berharap timnas U-23 bisa mencapai finalis di SEA Games,” tandas pelatih berusia 50 tahun itu. Desakan Kolev bukan tanpa alasan.Sebab,selain ingin langsung terjun menangani tim,dia puningin memperkenalkan partner pelatih baru, Atanaz Georgiev, sebagai asisten.

Pria yang pernah menukangi Persija ini memang diplot menggantikan Alexander Dimitrov Kirilov. Sementara Ketua BTN Rahim Soekasah belum bergeming perihal desakan Kolev. Dia berharap, Kolev bersabar karena keputusan itu masih dalam tahap pembahasan. ”Saya belum bisa menjawab sekarang. Apalagi, saya tengah berada di pesawat saat ini.Namun, kami pasti akan menjawab secepatnya,” tutur Rahim.

Simichi_K
08-08-2007, 09:11 PM
PSSI Panggil 20 Pemain Timnas U-23

PSSI memanggil 20 pemain buat memperkuat tim nasional U-23 yang akan dikirim ke turnamen Merdeka Games 2007 di Kuala Lumpur. Termasuk pemain yang dipanggil adalah Atep yang baru memperkuat tim nasional senior di Piala Asia 2007.

Tim nasional U-23 Indonesia diharapkan sudah berkumpul hari Rabu (8/8). Untuk memperkuat tim nasional U-23 yang akan dikirim ke turnamen Merdeka Games di Malaysia, 21-30 Agustus nanti di Kuala Lumpur, Malaysia, itu, PSSI telah memanggil 20 pemain.

"Nanti hanya 18 pemain saja yang diberangkatkan ke Merdeka Games. Sisanya jadi pemain cadangan," ujar asisten manajer timnas U-23 Indonesia, Hamka Kadi, Senin (6/8), di Jakarta.

Skuad Indonesia U-23 akan ditangani pelatih tim nasional senior, Ivan Kolev. Diharapkan Kolev sudah tiba di Jakarta hari Selasa (7/8) buat mempersiapkan program latihan tim nasional lapis kedua itu.

Turnamen Merdeka Games 2007 diikuti oleh Indonesia, Myanmark, Bangladesh, Singapura, Maladewa dan tuan rumah Malaysia. Meski hanya mengirimkan timnas U-23, Indonesia memasang target juara di turnamen internasional yang sudah puluhan tahun digelar oleh negeri jiran itu.

Termasuk dalam daftar pemain yang dipanggil masuk timnas U-23 buat Merdeka Games adalah gelandang asal Persija Jakarta, Atep. Ia merupakan satu-satunya anggota skuad tim nasional senior yang tampil di putaran final Piala Asia 2007, bulan lalu.

Simichi_K
08-10-2007, 05:59 PM
Indonesia Bisa Jadi Target Berikut "Fly Emirates"

Sebanyak 195 juta dollar AS diinvestasikan Fly Emirates ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) selama delapan tahun, dari tahun 2007-2014. Jumlah tersebut belum termasuk 100 juta poundsterling yang dikucurkan kepada Arsenal selama delapan tahun, juga kepada dua klub besar Eropa lainnya, Paris St Germain (Perancis) dan Hamburg SV (Jerman).

Langkah ini diambil grup Emirates sebagai tindakan konkret mereka dalam menciptakan global brand di dunia internasional, seperti dikatakan Divisional Senior Vice President Corporate Communications Emirates Mike Simon kepada Kompas, Tabloid Bola, Harian Bisnis Indonesia, dan Metro TV di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Alasan utama kami terlibat di olahraga, terutama di sepak bola, karena lewat siaran televisi sebuah pertandingan sepak bola, ratusan juta orang bisa melihat dan mengenal kami. Untuk Liga Inggris saja, satu pertandingan bisa disaksikan oleh sekitar 400 juta orang lewat siaran langsung ke seluruh dunia," kata Simon yang mantan wartawan Eastern Daily Press (Inggris).

"Kami ingin menciptakan global brand lewat olahraga, terutama sepak bola. Kalau sepak bola Indonesia telah maju, mungkin kami bisa menjadi sponsornya," kata Simon yang 15 tahun lalu pernah ke Jakarta.

Apakah Anda serius? Selain sepak bola di Indonesia yang rata-rata ditonton sekitar 30.000 orang di setiap pertandingan, juga ada bulu tangkis yang mendunia. "Ya. Akan tetapi, sampai kini belum ada kalangan sepak bola dari Indonesia yang datang dengan proposalnya kepada kami. Kalau bulu tangkis, kami belum pikirkan, tidak banyak orang yang menyaksikan lewat televisi," katanya.

Simichi_K
08-14-2007, 04:18 PM
Timnas U-23 Masuk Tahap Eliminasi

Timnas U-23 mulai melakukan seleksi mendapatkan 18 pemain yang akan menjalani Merdeka Games, Malaysia, 19–29 Agustus 2007.

Pasukan muda Merah Putih rencananya akan menjalani uji coba kontra PSAU (Angkatan Udara) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sore nanti sebagai ajang seleksi 26 pemain. Sekretaris Timnas Chandra Solehan mengakui,pemain yang baru tergabung sebanyak 20 pemain dan masih menunggu enam pemain yang rencananya akan merapat malam ini (kemarin).

Menurutnya, kedatangan Christian Warobay (Sriwijaya FC), Jimmy Suparno, Purwaka Yudi (Deltras), Dede Gusmawan (PSDS), Cornelis Kaimu, dan Immanuel Wanggai (Persipura) sangat diharapkan bergabung proses seleksi.

”Mereka secepatnya harus bergabung malam ini (kemarin). Jika tidak, mereka akan mendapat sanksi dari PSSI,” ujar Chandra,kemarin.Sayang, dia enggan memberikan sanksi apa yang akan diberikan kepada pemain indisipliner. Sementara itu, Pelatih U-23 Ivan Venkov Kolev mengatakan, seleksi mulai diberlakukan. Sebab, persiapan Indonesia tinggal menunggu waktu.

Namun, dia belum berani membuka siapa pemain yang masuk daftar coret. Mantan pelatih Persija Jakarta ini menjelaskan, pencoretan dilakukan setelah Taufik Kasrun dkk menjalani uji coba kontra PSAU dan Mutiara Hitam, Jumat (17/8). ”Saya saja baru mengetahui 30% peta kekuatan timnas U-23. Jadi, saya membutuhkan waktu mengenal mereka lebih jauh. Yang penting, saya mengharapkan agar pemain segera bergabung secepatnya,” kata pelatih asal Bulgaria tersebut.

Dia pun belum berani memberi garansi saat Taufik dkk berlaga di event tersebut. Sebab, selain buta kekuatan timnas U- 23, persiapan tim yang mepet menjadi kendala utama menghadapi pertandingan nanti.

”Saya berharap, persiapan mereka bisa maksimal sebelum pertandingan, terutama pemain, seperti Ardan Aras (Pelita Jaya), Arif Suyono (Arema) yang mengalami cedera dan sakit,” tandasnya. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah menjelaskan, persiapan Taufik dkk bagus selama ini. Jadi, tak ada masalah dalam proses seleksi hingga keberangkatan Sabtu (18/8).

Lord_man
08-24-2007, 11:50 AM
Kolev Fokus Matangkan Tim Muda
Kemenangan tipis 1-0 atas Bangladesh dinilai wajar pelatih Indonesia Ivan Venko Kolev. Tim yang dibawanya tidak dibebankan target besar, karena rata-rata belum berpengalaman.

Dengan nilai tiga, Indonesia berada di peringkat dua klasemen sementara Grup B, kalah selisih gol dari Singapura yang pada pertandingan Selasa (21/8/2007) kemarin menekuk Zimbabwe 4-2.

Jika berhasil mengatasi Zimbabwe, Kamis (23/8/2007), tim Merah Putih akan lolos ke semifinal. Pertandingan terakhir menghadapi Singapura hanya untuk menentukan posisi juara grup atau runner-up.

Namun demikian Kolev mengingatkan bahwa pemain yang dibawanya mayoritas belum punya pengalaman internasional.

"Beberapa dari mereka baru pertama kali mewakili Indonesia, seperti Muhammad Nasuka, Siswanto dan Cornelius Ma yang mencetak gol kemenangan atas Bangladesh," ujar Kolev seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Rabu (2/8/2007).

Kolev membawa para pemain U-23 ke Selangor, Malaysia. Pemain yang berpengalaman di tim senior hanya satu yakni Atep yang tampil di Piala Asia 2007.

Sementara itu pelatih Zimbabwe S Chidzambga tidak kecil hati meski menelan kekalahan di pertandingan perdananya. Pada pertandingan di stadion Shah Alam besok, kemenangan atas Indonesia jadi targetnya.

"Menjadi pendatang baru di Merdeka Cup tidak akan menghentikan kami untuk meraih kemenangan atas Indonesia juga Bangladesh," tandasnya.

Sementara di Grup A, juara bertahan Myanmar menjadi pimpinan klasemen sementara dengan nilai enam. Pada pertandingan di stadion Petaling Jaya Municipal, Rabu (22/8/2007) Myanmar menundukkan tuan rumah 1-0. Ini meneruskan hasil positif bagi Myanmar, setelah pada pertandingan kemarin juga menang 1-0 atas Lesotho.

Malaysia meski kalah dari Myanmar, menempati peringkat dua klasemen berkat kemenangan 2-0 atas Laos di pertandingan pertamanya. Laga terakhir melawan Lesotho, akan menjadi penentu lolos tidaknya tuan rumah ke semifinal. (detiksport.com)

Lord_man
08-24-2007, 11:51 AM
Zimbabwe Tekuk Indonesia


esempatan Indonesia untuk langsung memastikan tiket semifinal Merdeka Games lepas. Pada pertandingan kedua di stadion Shah Alam, Kamis (23/8/2007), tim asuhan Ivan Venko Kolev ditekuk Zimbabwe 2-1.

Zimbabwe yang merupakan tim undangan dan baru pertama kali tampil di Merdeka Games, bermain lebih baik saat bertemu Indonesia. Gol pertama diraih pada menit ke-26 lewat Musthumaveli Moyo.

Indonesia sempat menyamakan kedudukan melalui Cornelius Map yang menyambut umpan Tony Sucipto. Namun kemenangan menjadi milik Zimbabwe setelah Philip Marufu mencetak gol penentu di menit ke-57.

Dengan hasil ini, Indonesia dan Zimbabwe sama-sama mengoleksi nilai tiga dari dua pertandingan. Pertandingan terakhir babak grup hari Sabtu, (25/8/2007) akan menjadi penentu lolos atau tidaknya tim Merah Putih ke semifinal mewakili Grup B.

Sebelumnya Singapura sudah dipastikan lolos, berkat kemenangan 2-1 atas Bangladesh. Pertandingan melawan Indonesia takkan mempengaruhi kesempatan tim Negeri Singa ke semifinal, karena di pertandingan pertama menang 4-2 atas Zimbabwe. (lom/din)

Lord_man
09-01-2007, 01:30 PM
PSSI boleh tersenyum. Di tengah terus redupnya prestasi Timnas U-23, KONI masih memberi garansi bakal tetap memberangkatkan Tim Merah Putih ke arena SEA Games 2007 di Thailand.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, Timnas U-23 baru saja babak belur dalam turnamen sepak bola Merdeka Games di Malaysia. Dalam tiga kali pertandingan waktu itu, Taufik Kasrun dkk hanya mampu menorehkan sebiji kemenangan atas Bangladesh.

Sedang dua laga lainnya, mereka dipaksa menyerah di tangan Zimbabwe dan salah satu rival di SEA Games yakni Singapura. Prestasi jeblok di Merdeka Games tersebut seakan melengkapi torehan negatif Timnas U-23 di pentas Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

"Kami akan tetap memberangkatkan mereka. Semoga saja, PSSI bisa memberikan komitmennya (PSSI menargetkan masuk final SEA Games, red)," tegas Rita Subowo, ketua umum KONI Pusat, usai melantik pengurus PSSI, kemarin siang.

"Untuk masalah penilaian akan prestasi tim sepak bola, kami menyerahkan ke satgas. Biar mereka yang menilai. Yang jelas, pengiriman tim sepak bola ke SEA Games bukan atas dasar yakin atau tidak yakin," jelasnya.

Dari kacamata Rita, tim sepak bola Indonesia saat ini punya momentum bagus untuk meraih prestasi di arena SEA Games. Momentum tersebut adalah keberhasilan PSSI menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 serta penampilan menawan Timnas Senior. Yang tidak kalah pentingnya, simpati publik Indonesia terhadap kiprah Bambang Pamungkas dkk.

"Momentum itu harus dioptimalkan. Makanya, lupakan hasil jelek sebelumnya, saat ini menjadi waktu untuk memulai perjalanan yang lebih baik. Semoga dengan momentum baik itu, target di SEA Games bisa dipenuhi oleh tim sepak bola," harap Rita.

Sementara itu, dari latihan Timnas U-19 salah seorang pemainnya mengalami cedera yang lumayan serius. Pemain tersebut adalah Sunaji. Pemain yang dipanggil seleksi dari Skuad Persebaya U-23. Sunaji didera cedera pada lengan kirinya yang mengalami pergeseran.

"Semoga cedera ini bisa lekas sembuh dan saya bisa melanjutkan seleksi sekaligus terpilih masuk skuad Timnas U-19," harap Sunaji

Lord_man
09-02-2007, 01:37 PM
Liga Indonesia (Ligina) 2007 merupakan wadah berkompetisi klub. Namun,kompetisi akan hambar jika wacana tanpa degradasi,seperti dilontarkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid,terjadi.

”Soal wacana itu,saya sudah mendengar, tapi belum detail. Jika hal itu terjadi, tentu akan mencederai semangat kompetisi. Kami akui PSIM Yogyakarta sedang terancam degradasi musim ini.Tapi, wacana itu tidak kami manfaatkan. Saya pikir manajemen tim bakal rugi melakukan perombakan pemain saat jeda. Dan, tanpa degradasi, pemain pun bisa tampil tanpa semangat,” tutur Manajer PSIM Nugroho Swasto.

Sesuai ketentuan,kompetisi 2008 akan dilengkapi dengan Liga Super. Pada level ini akan ada 18 klub, yang berasal dari sembilan peringkat terbesar di masing-masing grup. Mereka yang berada di peringkat 10 ke bawah tetap di Divisi Utama.

Yang menjadi persoalan, berapa jumlah kontestan Divisi Utama? Soal ini, ternyata belum sepenuhnya terselesaikan. Sebelum akhirnya muncul pernyataan Nurdin yang mengatakan akan menghapus sistem degradasi di level Divisi Utama. Di sinilah persoalannya.Karena, jika pernyataan Nurdin jadi ketetapan, yang terjadi kompetisi Divisi Utama bisa tanpa gereget.

Karena,36 klub hanya memperebutkan tempat untuk Liga Super 2008 tanpa perlu memikirkan degradasi.”Kami berpegang teguh MLI saja. Semoga PSSI juga demikian,”tambahnya Komentar serupa datang dari Manajer PKT Bontang Arif Budi Santoso. Pria ramah ini mengatakan bahwa komitmen awal berupa MLI 2007 serta hasil Munas PSSI pada Mei lalu tetap menjadi acuan.

”Saya pikir komitmen awal itu yang harus jadi patokan.Sebab,kalau terus berubah tidak sesuai komitmen tentu bakal membingungkan dan bisa memunculkan ketidakpercayaan,” ujar Arif. Sementara itu, Persegi Bali FC menyambut wacana penghapusan degradasi cukup bagus. ”Kami berharap wacana itu benar. Memang, kami melakukan perombakan tim.Tapi, kondisi krisis yang membuat kami berharap semua itu terbukti,” tandas Manajer Persegi Bali FC Made Sumer.

Lord_man
09-05-2007, 06:54 PM
Jakarta - Hilangnya tayangan liga inggris dari TV swasta nasional menuai protes masyarakat. Untuk itu pemerintah mengupayakan agar tayangan itu bisa dinikmati kembali.

"Kita dorong hak eksklusif tidak dinikmati sendirian," kata Menkominfo M. Nuh usai penandatanganan MOU dengan Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (5/9/2007).

Menurut Nuh, saat ini pihaknya tengah menjalani negosiasi dengan pihak Astro TV terkait hak siar Liga Inggris tersebut. Dan dalam 1-2 hari akan kembali berunding dengan pihak TV berbayar tersebut.

"Saya kira hak masyarakat untuk menikmati indahnya sepakbola, kalau bisa hak siarnya dibagi kepada TV terrestrial," jelas Nuh.

Dia berharap pada perundingan berikutnya persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. "Esensinya apa yang biasa dinikmati masyarakat termasuk sepakbola tidak bisa serta merta menjadi siaran hak ekslusif," tegasnya.

Lord_man
10-20-2007, 01:00 PM
Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2007, sukses menahan imbang Estudiantes U-20 2-2. Dalam laga ujicoba itu, pelatih Ivan Kolev terlihat ingin mencoba sebanyak mungkin pemain.

Hasil imbang ini membuat Atep dkk memetik dua hasil seri dan satu kekalahan dalam tiga partai ujicoba di Argentina. Dua pertandingan sebelumnya, Indonesia kalah dari Quilmes U-20 dengan skor 0-1, serta mengimbangi Boca Juniors U-20 1-1.

Pertandingan dua tim beda benua itu dilangsungkan di Stadion Dr. Jose Luis Meiszner, Quilmes, Jumat (19/10/2007). Striker Estudiantes Horacio Martinez memborong dua gol timnya. Gol pertama Martinez yang sekaligus membuka skor lahir akibat terjadinya kemelut di depan gawang Indonesia. Sundulan Martinez memanfaatkan bola yang gagal dibuang sempurna membuat kedudukan jadi 1-0 untuk Estudiantes.

Indonesia menyamakan kedudukan melalui gol dari titik putih. Siswanto yang melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan terpaksa harus dijatuhkan. Tak ayal wasit pun menghadiahi tim "Garuda" dengan tendangan penalti. Tanpa kesulitan, Emmanuel Wanggai yang menjadi eksekutor sukses membuat kedudukan jadi 1-1.

Estudiantes kemudian kembali unggul, masih melalui Martinez. Martinez kembali memanfaatkan kepalanya untuk menanduk bola yang dilepaskan dari sayap kiri. Gol itu membuat kedudukan menjadi 2-1 bagi Estudiantes.

Di penghujung babak pertama, kiper Faisal Mubarok sempat membuat penyelamatan penting. Sebuah bola flick dari rusuk kiri pertahanan Indonesia melayang liar. Tepisan Faisal membuat gawang "Merah Putih" selamat dari kebobolan. Hingga jeda, skor tak berubah, masih 2-1 untuk keunggulan Estudiantes.

Di 30 menit babak kedua, relatif tak ada peluang berarti dari kedua tim. Secara permainan, baik Indonesia maupun Estudiantes silih berganti menguasai keadaan. Tapi memang tak ada satupun keadaan berbahaya yang tercipta.

Pada babak kedua ini, pelatih Kolev terlihat ingin memberikan kesempatan bagi beberapa pemain yang sebelumnya jarang merumput. Dibolehkannya tujuh pergantian dimanfaatkan betul oleh pelatih asal Bulgaria itu.

Dari sedikitnya peluang yang tercipta, Indonesia justru berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2 di menit ke-75. Sebuah tendangan pelan menyusur tanah dilepaskan Kornelius Kaimu. Bola yang sebenarnya tidak berbahaya itu akhirnya menjadi gol akibat berbelok arah karena menyentuh kaki Bahtiar.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda usainya pertandingan, kedudukan tetap tidak berubah. Indonesia U-23 dan Estudiantes U-20 pun harus puas dengan skor 2-2 tersebut.

clembo
10-21-2007, 09:52 PM
iya nih dari road timnas kita kmrn aq liat permainannya uda kaya tim eropa dari segi taktis. biarpun skill individu masi kalah jau tapi ada harapan de kalo itu masih dipertahankan hingga mereka memasuki masa senior.
tapi yang aku heran.... kalo boca u-20 yang kita tahan imbang ko kalo da jadi senior tamabah jago bahkan mendunia lha kita? apa ini efek dari sistim ligina kita yang terlalu banyak pemain asing sehingga bibit muda ini jarang menjadi starter dan tidak bagus lagi?

tanya dong!

Lord_man
10-26-2007, 11:53 AM
Tim nasional Indonesia U-23 gagal meraih satupun kemenangan dalam tujuh ujicoba di Argentina. Terakhir, menghadapi Argentina U-20, Eka Ramdani dkk bermain imbang 1-1.

Di Stadion Dr. Jose Luis Meiszner, Quilmes, Selasa (23/10/2007), timnas U-23 harus menghadapi Argentina U-20 yang reputasinya mendunia. Namun rupanya tim "Merah Putih" tak gentar dan bisa menampilkan permainan yang cukup baik. Aliran bola cukup lancar dalam tempo sedang dikombinasikan dengan umpan-umpan pendek.

Meski bermain cukup rancak, tim asuhan pelatih Ivan Kolev tertinggal lebih dulu. Sebuah tendangan sudut sukses dimanfaatkan striker Gabriel Rodriguez. Tandukan Rodriguez menjebol gawang Indonesia yang dikawal Dian Agus Prasetyo.

Indonesia yang agak kesulitan menembus rapatnya pertahanan Argentina, beberapa kali mencoba melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Tapi hingga turun minum, kedudukan masih 1-0 bagi tim Albiceleste.

Tim merah putih akhirnya sukses menyeimbangkan kedudukan di babak kedua. Gol tim "Garuda" kali ini dicetak oleh penyerang asal Persipura Jayapura, Ian Luis Kabes.

Hasil imbang ini menjadi raihan seri keempat yang diraih timnas U-23 selama tujuh kali berujicoba di Argentina. Tiga pertandingan lain berakhir dengan kekalahan.

Tiga hasil imbang lain yang diraih pasukan yang akan turun di SEA Games Thailand 2007 nanti itu adalah saat ditahan Boca Juniors U-20 (1-1), CEFAR U-23 (2-2) dan Independiente (2-2).

Sedangkan tiga kekalahan yang diderita tim "Garuda" adalah saat ditekuk Quilmes (0-1), CEFAR A (1-5) dan dikalahkan tim divisi dua Argentina, Lujan (3-4).

Lord_man
10-31-2007, 12:02 PM
PSSI belum bisa berkomentar banyak soal hasil sidang Komite Asosiasi FIFA yang meminta agar PSSI menggelar kembali pemilihan ketua umum. Alasannya, berkas seputar instruksi itu belum diterima.

Sebelumnya, hasil sidang Komite Asosiasi pada hari Selasa (30/10/2007) di Zurich, Swis, yang dipublikasikan situs resmi FIFA menggugat status Nurdin Halid sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI.

Dijelaskan, sesuai dengan statuta FIFA, orang yang telah melakukan kejahatan dan saat ini mendekam dipenjara tidak sah mengikuti pemilihan ketua umum. Berdasarkan hal tersebut, hasil pemilihan Ketua Umum PSSI pada Munas 20 April 2007 silam, berjalan tidak sesuai dengan statuta PSSI.

Meski begitu, Anggota Komite Eksekutif (EXCO) yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Media PSSI, Mafirion, mengaku sampai saat ini belum menerima berkas pernyataan dari FIFA yang meminta agar Nurdin dicopot dari posisinya sebagai Ketum PSSI.

"PSSI belum terima, saya baru tahu kemarin dari apa yang di-publish di internet," ujar Mafirion ketika dihubungi detiksport, Rabu (31/10/2007).

Mafirion menambahkan, bahwa dari keputusan yang ada di situs resmi FIFA, sebenarnya yang dipersoalkan adalah soal surat yang dikirimkan ke PSSI pada tanggal 7 Juni lalu. Dalam surat itu disebutkan FIFA tidak mengakui terpilihnya Nurdin Halid karena masih adanya suara pengurus daerah (pengda) dan pengurus cabang (pengcab) sehingga pemilihan harus diulang.

Namun demikian, imbuh Mafirion, masalah tersebut sudah tuntas dan tak lagi jadi masalah. "FIFA minta pengda dan pengcab tidak ikut melakukan pemilihan munas di Makasar. Itu sudah kami jelaskan dan sudah tidak masalah. Artinya, pada tahun 2011 nanti, pengda dan pengcab tak lagi bisa pilih ketum," tandas dia.

Lord_man
11-03-2007, 12:19 AM
Kabar permintaan FIFA agar PSSI melakukan pergantian ketua umum telah sampai ke istana wakil presiden RI. Nurdin Halid diminta Jusuf Kalla mengikuti aturan yang ada dan mundur.

Pernyataan tersebut dilontarkan Kalla ketika seorang wartawan menanyakan pandangan dirinya mengenai kontroversi Nurdin dan PSSI, yang selalu bersikeras tak ingin melakukan perubahan pucuk organisasi, walaupun FIFA sudah memintanya.

"Saya yakin Nurdin Halid berbesar hati mengikuti aturan itu," demikian Kalla dalam sebuah sesi tanya jawab dengan pers di Istana Wapres di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2007).

Kalla yang juga ketua umum Partai Golkar itu -- Nurdin termasuk kader partai berlambang pohon beringin tersebut -- pun meminta PSSI untuk segera menggelar Munaslub guna melakukan pergantian kepemimpinan.

"Saya juga yakin PSSI mau menurut pada aturan itu karena PSSI 'kan anggota FIFA," tukasnya.

Lord_man
11-07-2007, 12:11 PM
Keputusan PSSI untuk mempertahankan Nurdin Halid sebagai ketua umum sampai juga ke telinga Sepp Blatter. PSSI pun diminta tidak menantang keputusan yang sudah dibuat FIFA.

"Jika sebuah asosiasi sepakbola menjadi bagian dari FIFA, maka itu harus mengikuti semua ketentuan yang dibuat FIFA dan bukan menantangnya," ungkap Blatter di FoxSport, Rabu (7/11/2007).

Sesuai suratnya yang ditujukan pada PSSI bulan Juni lalu, FIFA sudah meminta diadakan pemilihan ulang ketua umum. Alasannya PSSI sudah melanggar ketentuan FIFA soal larangan adanya pengurus organisasi yang tersangkut masalah kriminal dan pelanggaran terhadap statuta PSSI sendiri.

"Indonesia tidak dihukum. Kami memberi mereka peta yang harus diikuti dan itu harus dihormati. Situasi yang terjadi di Indonesia tidak menggembirakan," lanjut Blatter yang tengah berkunjung ke Malaysia untuk menyerahkan penghargaan Pemain wanita Terbaik.

Pernyataan langsung dan tegas dari presiden FIFA ini seharusnya menyadarkan PSSI bahwa mereka harus segera menggelar Munaslub untuk mencari pengganti Nurdin, Tanpa harus -- seperti yang selalu diungkapkan PSSI -- menunggu surat resmi dari FIFA yang secara khusus meminta Nurdin diganti.


PSSI Payahhhhhhhhhhhh....!!!!!:sensor: :sensor:

adnnin
11-08-2007, 07:52 PM
kaya anak kecil aja ada mainan bagus ga mau dilepas, biar yang punya mainan udah minta....

Lord_man
11-09-2007, 01:26 AM
Demonstrasi sepertinya benar-benar bakal mewarnai laga tim nasional Indonesia ketika menghadapi Suriah. Aksi itu didorong oleh kepedulian terhadap sepakbola Indonesia.

Diungkapkan Ketua Umum The Jak, kelompok suporter klub Persija Jakarta, Danang Ismartani, pihaknya berencana menggelar sebuah aksi bertepatan dengan laga Indonesia melawan Suriah dalam laga kualifikasi Pra Piala Dunia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (9/11/2007).

"Rencana pastinya belum ada, tapi kami akan adakan pernyataan sikap lewat orasi dan pembagian selebaran yang berjumlah sekitar seribu lembar sebelum pertandingan dimulai di sekitar stadion," ujar Danang ketika dihubungi detiksport, Kamis (8/11/2007).

Menurut Danang, ruang lingkup pertandingan yang skalanya internasional itu adalah momen tepat untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana kondisi persepakbolaan Indonesia. "Intinya kami minta perbaikan di PSSI. Juga agar jangan sampai Indonesia mendapat sanksi dari FIFA seperti Kuwait."

Danang juga berharap aksi tersebut bisa menjadi awal gerakan untuk membawa perubahan dalam PSSI. "Harus sistematis, semoga ini bisa jadi awal gerakan. (Aksi) Ini kan hanya imbauan dari kami, kalau masih tidak mempan mungkin nanti akan lewat klub dan pengurus daerah (pengda). Sekarang kita berharap Nurdin Halid mundur," tandas Danang.

Simichi_K
11-10-2007, 09:54 PM
Menghitung Hari Jatuhnya Vonis FIFA

Pesan badan sepak bola dunia FIFA sangat jelas. Pertama, PSSI harus memilih ulang ketuanya; kedua, Nurdin Halid harus lengser dan tak bisa dijadikan ketua. PSSI membangkang dan melawan FIFA, mirip semut lawan gajah. Sanksi pembekuan itu sudah di depan mata.

Begitu sanksi FIFA turun, tim futsal Kuwait langsung didiskualifikasi dari Asian Indoor Games. Laga Kuwait versus Timor Leste batal digelar, Kuwait dinyatakan kalah 0-3. Seluruh pemain dan ofisial tim futsal Kuwait dipulangkan saat itu juga.

"Yang membuat saya merinding, para wasit dari Kuwait juga dicoret, tak boleh memimpin laga, dan langsung dipulangkan," tutur Puji. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga mencoret seluruh wasit Kuwait dari laga internasional di Asia. Klub-klub Kuwait tak bisa berlaga di Liga Champions Asia, timnas mereka juga diharamkan tampil di kualifikasi Piala Dunia. Sepak bola Kuwait kini terkucil dari keluarga besar sepak bola dunia.

Jangan lupa, sanksi pembekuan itu hasil rekomendasi Komite Asosiasi FIFA—komite yang diremehkan pengurus PSSI—pada Komite Eksekutif FIFA, 28 Oktober lalu. Dengan pembangkangan yang masih diperlihatkan PSSI, sepak bola Indonesia bagai menghitung hari untuk dibekukan seperti Kuwait saat ini.

"Jika sebuah asosiasi sepak bola menjadi anggota FIFA, mereka harus mematuhi aturan-aturan FIFA. Mereka tidak boleh menentangnya," tegas Joseph Sepp Blatter di Kuala Lumpur, Selasa lalu, seperti dikutip AFP.

Segelintir pengurus PSSI kini tengah menantang arus besar dengan mengorbankan kepentingan puluhan juta publik bola se- Tanah Air dan martabat bangsa Indonesia di mata internasional. Sampai Kamis (8/11) kemarin, saat tulisan ini dibuat, mereka tak segera mematuhi FIFA.

Simichi_K
11-10-2007, 09:57 PM
Membongkar "Borok" PSSI

Pada keterangan pers akhir Oktober lalu, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyebutkan, AFC menilai Pedoman Dasar PSSI baru, yang ditetapkan dalam Munaslub di Makassar, April 2007, sebagai produk berkualitas tinggi. "Pedoman dasar PSSI telah diakui, bahkan dinilai 'high quality'," katanya bangga.

Nyatanya, sekitar satu pekan kemudian, FIFA dan AFC mendesak agar Pedoman Dasar (PD) PSSI yang katanya high quality itu harus dirombak. Kali ini, dua badan sepak bola internasional itu akan mengawasi perombakan tersebut secara langsung.

Campur tangan langsung itu, dengan mengirim orang untuk mengawasi, tentu saja bisa diartikan sebagai bentuk ketidakpercayaan FIFA mengenai itikad baik PSSI memperbarui pedoman dasarnya. Ketidakpercayaan badan dunia itu tentu sangat memprihatinkan.

Maka, agak ironis, dalam jumpa pers pada Rabu (7/11), menyambut laga Indonesia lawan Suriah pada pra-Piala Dunia zona Asia, empat anggota Komite Eksekutif, M Zein, Iwan Budianto, Mafirion, dan Ferry Paulus, meminta masyarakat mendukung perjuangan tim Merah Putih menjaga kehormatan bangsa.

Permintaan itu tidak salah karena Ponaryo Astaman dan kawan-kawan memang berjuang demi martabat bangsa. Namun, sebelum bisa berbicara soal kehormatan, para petinggi PSSI itu wajib memberi teladan kepada publik sepak bola bagaimana menjaga martabat di depan komunitas internasional.

Nyatanya, justru para petinggi PSSI yang belum mampu melakukannya. Judul berita AFP, "Blatter Mengecam Indonesia Terkait Ketua Sepak Bolanya yang Memalukan", menjadi bukti sahih.

Demi sepak bola

Sangat boleh jadi, dilakukannya supervisi langsung FIFA lewat AFC adalah karena pada kesempatan sebelumnya PSSI dinilai telah memanipulasi pedoman dasar yang seharusnya mengacu ke standar statuta. Dalam pengantarnya pada draf standar statuta, Presiden FIFA Sepp Blatter secara tegas meminta agar setiap asosiasi menyelaraskan pedoman dasarnya dengan standar statuta demi keuntungan mereka sendiri dan demi kebaikan sepak bola (for the Good of the Game).

Salah satu pasal dalam standar statuta FIFA yang tidak diacu PSSI adalah Pasal 32 Ayat (4). Pasal ini di antaranya mengatur bahwa komite eksekutif, yang salah satu anggotanya adalah presiden asosiasi, harus bersih dari catatan kriminal.

Ketiadaan pasal ini dalam Pedoman Dasar memberi jalan bagi Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Alasan itu pulalah yang sering digunakan petinggi PSSI untuk mengelak desakan melengserkan Nurdin saat yang bersangkutan kembali masuk penjara.

Ternyata tidak hanya satu pasal saja Pedoman Dasar PSSI yang harus dirombak. Disebut-sebut, sebanyak 26 poin yang harus diubah. Poin itu di antaranya soal tata cara pemilihan anggota komite eksekutif serta hak suara anggota.

Saat dikonfirmasi berapa pasal yang harus dirombak, seusai pertemuan dengan pihak KON/KOI Selasa (6/11), Nugraha Besoes mengatakan lupa. "Saya lupa berapa persisnya," katanya.

Merombak pedoman dasar yang manipulatif itu diharapkan ikut pula membongkar "borok" PSSI. Mari berharap juga bahwa hasilnya bisa jadi pijakan kuat untuk memperbaiki persepakbolaan negeri ini.

Simichi_K
11-10-2007, 10:21 PM
Di Manakah Nilai Luhur Itu?

Sepak bola bukanlah persoalan kalah menang semata, seperti bangsa barbar yang hanya mau menyerah setelah benar-benar tewas. Di dalam sepak bola itu ada nilai-nilai lebih luhur dan mulia. Itu sebabnya mengapa slogan sportivitas dan "fair play" lebih dikedepankan dalam setiap pertandingan, daripada hanya persoalan siapa yang kalah dan menang.

Salah satu makna dari pernyataan Messi itu, antara lain, janganlah memakai cara-cara kurang terhormat di sepak bola untuk mencapai tujuan. Pelatih Frank Rijkaard kemudian memperhalus pernyataan Messi dengan mengatakan, setiap tim mempunyai strategi tersendiri untuk menggapai hasil terbaik.

Sebagai tim besar di Skotlandia—hanya tersaingi oleh Glasgow Celtic—Rangers tidak pantas memang menyuguhkan permainan ultra defensif, apalagi itu diperagakan di kandang sendiri. Bayangkan, kalau sampai semua tim yang merasa kalah sebelum bertanding bermain "negative football", apa jadinya dengan Liga Champions sebagai rajanya kompetisi antarklub terbaik di Eropa?

Lebih parah lagi, Glasgow adalah bagian dari klub-klub Inggris Raya, negara yang mengklaim dirinya sebagai "emaknya" sepak bola. Itu sebabnya, mengapa Inggris memakai FA (Football Association) sebagai federasinya.

Ibrox dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan terpisahkan oleh jarak ribuan mil. Akan tetapi, dalam dua pekan terakhir ini, keduanya berdekatan dalam melahirkan sebuah persoalan yang nyaris sama: "Penyangkalan sportivitas dan fair play".

Yang satu menganggap dirinya sebagai pencetus sepak bola, tetapi tidak memperlihatkan permainan semestinya dari sepak bola itu sendiri. Yang satu lagi merasa dirinya tidak bersalah, tetapi dengan sadar, terorganisasi dan terencana, melakukan kesalahan.

Pengurus cacat

Masyarakat sepak bola, termasuk pemerintah lewat Wapres Jusuf Kalla dan Mennegpora Adhyaksa Dault, pengurus klub, dan pelatih serta tokoh olahraga ikut nimbrung memberikan kritik, pendapat, dan saran kepada PSSI ketika "biduk" besar sepak bola Indonesia itu digoyang isu pergantian ketua umum sesegera mungkin, menyusul Nurdin Halid masuk penjara.

Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), lewat presidennya Sepp Blatter yang Selasa (6/11) berada di Kuala Lumpur, Malaysia, akhirnya menegur Indonesia untuk mematuhi peraturan FIFA serta segera mengadakan pemilihan ketua umum PSSI.

Teguran Blatter ini sudah sangat sangat jelas bagi PSSI. "Jika sebuah federasi adalah bagian dari anggota FIFA, maka federasi itu harus mengikuti semua peraturan FIFA dan jangan sekali-kali menentangnya," kata Blatter.

Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, dalam komentarnya di sebuah tabloid olahraga pernah mengatakan, "jangan pernah mencoba melawan FIFA". Namun, apa sikap Nugraha kini?

Dalam komentar terakhirnya di harian ini, Rabu kemarin, Nugraha mengatakan PSSI belum menerima sepucuk surat pun dari FIFA. Sebaliknya, ketika ditanya wartawan soal surat dari AFC (Federasi Sepak Bola Asia) yang menguatkan keabsahan pengurus PSSI saat ini, Nugraha juga tidak bisa membuktikannya.

Seharusnya, kalau PSSI memakai surat dari FIFA untuk mulai bersikap, mereka pun harus bisa membuktikan surat dari AFC yang telah mengakui kepengurusan Nurdin Halid dan Komite Eksekutif. Di satu pihak, PSSI mau berlindung di balik ketiadaan surat FIFA. Di pihak lain, mereka hanya berlindung di balik pernyataan semu dan lisan dari AFC yang belum tentu benar pula.

Rasanya tak ada habisnya dan akan membuang energi kita semua kalau terus-menerus berada di pusaran arus persoalan yang itu lagi yang itu lagi.

Hai PSSI, sadarlah bahwa Anda sudah memulai dengan langkah yang salah. Dan, kesalahan itulah yang harus diperbaiki sekarang.

Mengapa FIFA tidak mengeluarkan surat kepada PSSI untuk meminta Nurdin Halid mundur? Boleh jadi karena FIFA tidak menganggap Nurdin Halid itu ada karena Munaslub di Makassar, April 2007, dengan memilih Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI tidaklah sah.

Kalau FIFA menganggap Nurdin Halid tidak sah dan pengurusnya (Komite Eksekutif) cacat, untuk apa harus ada surat resmi. Sebuah imbauan atau teguran lisan saja sudah cukup karena di sana sudah terkandung pesan moral yang begitu mendalam.

Rekayasa politik

Sebuah rekayasa besar politik telah terjadi di Munaslub tersebut. Bagaimana bisa PSSI memutuskan melakukan pemilihan langsung ketua hanya sehari setelah Munaslub, sementara di Pedoman Dasar PSSI disebutkan bahwa pemilihan ketua umum baru bisa dilakukan minimal 30 hari setelah Munaslub.

Pembohongan lebih besar terjadi lagi ketika di Pedoman Dasar PSSI sengaja dihilangkan sama sekali Kode Etik FIFA yang menegaskan, di Pasal 32 Standard Statuta dan Pasal 7 Kode Etik FIFA, bahwa seorang yang pernah terlibat tindakan kriminal tidak pantas dipilih.

Nurdin Halid, Anda adalah seorang "pendekar sepak bola". Anda pernah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Bidang Timnas PSSI di masa kepengurusan Agum Gumelar karena timnas gagal di Piala Tiger 2000.

Sampai saat ini, bukan saja timnas gagal untuk kesekian kalinya di berbagai kejuaraan yang diikuti, tetapi Anda pun telah gagal karena penyangkalan nilai-nilai luhur di sepak bola.

Sebagai nakhoda, apakah kapal besar PSSI beserta ribuan "penumpangnya" mau diajak tenggelam bersama? Silakan Anda memutuskan.

Simichi_K
11-10-2007, 11:18 PM
Apa yang Kau Cari, PSSI?

Judul tulisan ini terinspirasi film karya seniman kenamaan Asrul Sani, "Apa yang Kau Cari, Palupi?", film terbaik Festival Film Asia 1970. Judul film itu relevan untuk mengetuk hati para pengambil keputusan di PSSI, organisasi sepak bola kita, yang kini diperingatkan Badan Sepak Bola Dunia (FIFA), tetapi anehnya justru melawan. Apa daya, PSSI kini di tepi jurang kehancuran yang digali pengurusnya sendiri. Andai pendiri PSSI Soeratin Sosrosoegondo masih hidup, dia pasti menitikkan air mata.

"Amunisi" pertama adalah surat dari FIFA kepada PSSI pada Juni 2007, hanya kurang dari dua bulan setelah Nurdin terpilih di Munas. Isi surat itu: permintaan pemilihan ulang ketua umum PSSI. FIFA beralasan, PSSI melanggar Pedoman Dasar (PD)-nya sendiri, khususnya Pasal 16 Ayat (1), yang berbunyi: "Keputusan yang diambil Munas diberlakukan kepada anggota, 30 hari setelah Munas berakhir." Faktanya, PD ini langsung berlaku sehari setelah disahkan, dengan digelarnya pemilihan ketua umum yang memilih Nurdin secara aklamasi.

Logika FIFA sangat rasional. Seharusnya, setelah PD disahkan Munas, bergulir dulu sosialisasi PD PSSI ke berbagai penjuru Tanah Air. Termasuk sosialisasi tentang agenda pemilihan ketua umum, yang memungkinkan para kandidat ketua umum bersiap diri.

Surat itu dikirim ketika Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, Juli lalu. Sehingga, publik pencinta bola pun sedang berada dalam eforia Piala Asia. Dan PSSI sendiri, celakanya, tak pernah jujur kepada anggotanya bahwa mereka diminta menggelar pemilihan ulang. Informasi ini pun lenyap ditelan angin.

"Gemerlap" Piala Asia berlalu. FIFA yang suratnya tidak mendapat respons signifikan dari PSSI lalu merilis berita pengiriman surat itu di situs FIFA, akhir Oktober lalu. Gonjang-ganjing terjadi karena PSSI secara terbuka menolak keras pemilihan ulang ketua umum. "Amunisi" terakhir atau bisa disebut pamungkas adalah pernyataan Presiden FIFA Sepp Blatter, yang dikutip kantor berita AFP, Selasa (6/11).

Tanpa basa-basi

Tanpa basa-basi, Blatter menegaskan bahwa PSSI harus segera mengganti Nurdin Halid. Nurdin, seperti kalimat di berita AFP, punya reputasi memalukan karena terlibat kasus pidana korupsi. Dan pribadi yang punya catatan kriminal, tak bisa menduduki kursi pengurus asosiasi sepak bola, apalagi tampil sebagai ketua umum. Ini bunyi artikel ketujuh Kode Etik FIFA, yang sedikitpun tak termaktub di Pedoman Dasar PSSI. Aturan serupa juga tercantum dalam Pasal 32 Standar Statuta FIFA.

Bagaimana, PSSI? Ah, mereka menganggap semua ini bagai angin lalu. Bahkan, saat Komite Olahraga Nasional (KON) mempertanyakan hal ini langsung kepada FIFA, dan mendapat jawaban senada dengan surat FIFA, PSSI tetap abai. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, Ketua Komite Media Mafirion, dan Ketua Komite Tetap Legal PSSI Syarif Bastaman berkilah bahwa sampai sekarang mereka tak menerima sepucuk pun surat dari FIFA. Bahkan, Nurdin, yang kini sedang dibui, punya akses menjelaskan masalah ini kepada Ketua KON Rita Subowo dan beberapa kali diwawancarai jurnalis.

Jika ini terjadi ketika prestasi sepak bola Indonesia "bersinar" di kancah internasional, mungkin publik masih bisa toleran. Tetapi, di tengah paceklik prestasi, kompetisi yang tercoreng oleh tawuran antarsuporter dan skandal pengaturan skor, plus karut-marut keorganisasian yang demikian akut, siapa lagi yang bisa memaafkan?

Apa yang kau cari, PSSI? Ketika surat FIFA sudah dikirimkan dan Presiden FIFA Sepp Blatter melontarkan penegasan, aspek legal apa lagi yang masih diperlukan? Jangan-jangan PSSI kini justru sedang menunggu surat pembekuan keanggotaan. Dan itu berarti, tiada lagi tim dengan logo Burung Garuda di kancah internasional.

PSSI kita ternyata hidup sendirian, menganut kebenaran ala mereka sendiri, jauh dari prinsip kebenaran masyarakat kebanyakan. Tak beda jauh dengan katak di bawah tempurung, PSSI hidup logika yang terpisah dari komunitas di luar tempurung. Ia terasing. Sunyi!

Simichi_K
11-10-2007, 11:22 PM
Nurdin Bersikukuh Pimpin PSSI

Meskipun FIFA meminta diadakan pemilihan ulang, PSSI tidak tergesa-gesa untuk mengganti ketua umum Nurdin Halid, yang saat ini dipenjara karena kasus penyalahgunaan dana distribusi minyak goreng.

Nugraha Besoes, sekretaris umum PSSI, mengatakan kepada Reuters bahwa Indonesia akan bekerja sama dengan FIFA namun ketua umum Nurdin Halid akan terus memegang jabatannya untuk sementara waktu.

"Tidak ada masalah karena kami berencana untuk mengikuti aturan. Tidak ada permintaan mendesak dari FIFA, mereka memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan statuta kami," tukas Nugraha.

"FIFA peduli dengan sepakbola Indonesia, situasi ini tidak merusak," tambahnya.

Nurdin saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama dua tahun karena menyalahgunakan dana sebesar 169 milyar rupiah dari perusahaan logistik yang ia pimpin di tahun 1999.

Setelah PSSI menolak untuk menggantinya, FIFA meminta pemilihan ulang digelar, yang secara efektif melarang Nurdin menjadi kandidat.

Namun Besoes mengatakan tidak ada oposisi terhadap kepemimpinan Nurdin dan ia akan terus memegang jabatan hingga statuta baru selesai dibuat.

"Kami belum menerima permintaan resmi dari anggota federasi kami untuk mengganti Nurdin Halid. Ia masih menjadi ketua umum," ujar Besoes.

Lord_man
11-14-2007, 11:51 AM
Ruwetnya kasus Nurdin Halid dan PSSI memasuki babak baru. PSSI berencana menggelar rapat pleno pada Januari 2008 untuk mengubah statuta PSSI agar sesuai dengan statuta FIFA.

"Amandemen statuta PSSI dilakukan sejalan dengan perintah FIFA agar PSSI menyederhanakan prosedur pemilihan Ketua," ucap Sekretaris Jendral PSSI Nugraha Besoes kepada AFP.

Pada awal bulan ini FIFA memang sudah menegaskan tidak mengakui pemilihan ketua yang diselenggarakan di Makassar pada bulan April. Selain itu, FIFA juga memerintahkan PSSI menyesuaikan statutanya dengan statuta FIFA. Suara lebih keras didengungkan Presiden FIFA Sepp Blatter yang meminta PSSI jangan menantang otoritas sepakbola dunia itu.

Bila mengikuti apa yang digariskan oleh statuta FIFA, maka statuta baru PSSI nantinya akan memuat aturan yang melarang seseorang yang terlibat tindak kriminal memimpin organisasi. Hal inilah yang akan menjegal Nurdin dari kursi ketua umum.

Nugraha lantas membantah bahwa rapat pleno itu adalah hasil dari tekanan FIFA agar PSSI memberhentikan Nurdin. Nugraha menegaskan bahwa rapat tersebut hanya terkait dengan perubahan statuta PSSI.

Berbeda dengan pernyataan PSSI, KON/KOI melalui juru bicaranya Atal Depari mengatakan bahwa rapat pleno itu adalah respons langsung PSSI terhadap desakan FIFA yang meminta Nurdin mundur.

"PSSI telah menunjukkan kemauan kompromi dengan berencana menyelanggarakan rapat ini sebagai upaya untuk memenuhi permintaan FIFA. Rapat akan digelar dalam rangka penggantian Nurdin," tandas Atal.

wedhusbalap
11-16-2007, 02:09 AM
Semoga segera dikeluarkan kartu merah buat pengurus PSSI lah
bosen ngelihat g bener2
:brokenheart:

2kangTipoe
11-19-2007, 06:30 AM
Hasil PPD

Syria 7 - 0 INDONESIA


38' [1 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
43' [2 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
59' [3 - 0] R. Rafe http://www1.livescore.com/img/goal.gif
74' [4 - 0] A. Dyab http://www1.livescore.com/img/goal.gif
79' [5 - 0] J.A. Hussein http://www1.livescore.com/img/goal.gif
86' [6 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
90' [7 - 0] R. Rafe http://www1.livescore.com/img/goal.gif



:brokenheart::brokenheart:

h0UrEX
11-19-2007, 10:04 AM
COCOTTTEEEEEEEEEEEEEEEE


:what::what::what::what::asuasu::asuasu::asuasu::a suasu::argh::argh::argh::argh::capedeh::capedeh::c apedeh::capedeh::marah::marah::marah::marah::mumet ::mumet::mumet::mumet:

Lord_man
11-19-2007, 12:40 PM
Hasil PPD

Syria 7 - 0 INDONESIA


38' [1 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
43' [2 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
59' [3 - 0] R. Rafe http://www1.livescore.com/img/goal.gif
74' [4 - 0] A. Dyab http://www1.livescore.com/img/goal.gif
79' [5 - 0] J.A. Hussein http://www1.livescore.com/img/goal.gif
86' [6 - 0] Z.B. Chaabo http://www1.livescore.com/img/goal.gif
90' [7 - 0] R. Rafe http://www1.livescore.com/img/goal.gif



:brokenheart::brokenheart:

Payahhhhhhhhh..!!!!!! ivan kolev gimana seeh...orang dah jelas yang senior aja di gebuk..eh make yang junior..tambah babak belur...:pukul::pukul: bukannya bikin mental pemain jadi oke..malah tambah down aja...

Lord_man
12-03-2007, 04:36 PM
Meski tampil mengecewakan karena menyia-yiakan sejumlah peluang yang didapat, tim nasional Indonesia berhasil mengawali langkahnya SEA Games 2007 dengan kemenangan 3-1 atas Kamboja di Stadion Utama His Majesty the King`s 80th Birthday Anniversary, Minggu (3/12).

Kemenangan ini menempatkan Indonesia untuk sementara memuncaki klasemen Grup A dengan poin tiga, sedangkan Kamboja berada di juru kunci dengan poin nol. Namun posisi ini masih akan berubah karena Thailand dan Myanmar masih belum turun berlaga.

Walaupun mampu meraih kemenangan namun pelatih Indonesia Ivan Kolev masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah mengingat penampilan pasukannya tidak begitu baik dan membuang sejumlah peluang. Bahkan Kamboja sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Indonesia langsung menerapkan permainan menyerang sejak peluit awal berbunyi dan mampu melahirkan sejumlah peluang emas, namun karena kurang tenang kesempatan tersebut terbuang percuma.

Peluang pertama Indonesia didapat gelandang mungil yang juga kapten Indonesia Eka Ramdhani namun tendangan jarak jauhnya masih dapat ditepis kiper Kamboja Seiha.

Satu peluang lainnya didapat penyerang Airlangga Sucipto saat tendangannya dari jarak dekat dengan baik dapat dipatahkan Seiha.

Kamboja sendiri tampak kesulitan mengembangkan permainannya dan pasukan Scott O'Donnel ini lebih banyak berkonsentrasi di lini pertahanannya.

Kebuntuan Indonesia akhirnya terpecahkan menjelang turun minum ketika aksi individu Ian Luis Kabes di sektor kanan diteruskan dengan umpan matang ke Airlangga yang yang langsung menyundulnya.

Sesaat setelah turun minum, penyerang Cornelius Geddy memiliki dua peluang emas untuk menambah keunggulan akan tetapi masih gagal membuahkan gol. Sementara tendangan keras pemain pengganti Emannuel Wanggai masih membentur tiang.

Pada menit ke-73, Indonesia mendapat hadiah penalti. Sayangnya Eka yang ditunjuk sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya ditepis kiper Seiha.

Justru Kamboja yang sepanjang pertandingan tak pernah membahayakan gawang Dian Agus Prasetyo mampu menyamakan kedudukan di menit ke-81 melalui Patana.

Gol ini rupanya melecut semangat pasukan Kolev sehingga hanya semenit kemudian Indonesia kembali unggul lewat sontekan Wanggai usai meneruskan sundulan Airlangga.

Bahkan tiga menit sebelum peluit panjang dibunyikan, Indonesia menambah keunggulannya setelah tendangan bebas Ardan Aras bersarang ke gawang Seiha.

Lord_man
12-04-2007, 12:35 PM
CEDERA pada bagian paha belakang Imanuel Wanggai sedikit membuat cemas Indonesia. Itu disebabkan Wanggai akan menjadi andalan Indonesia saat menghadapi Myanmar pada laga kedua Grup A hari ini (4/11).

Seusai melawan Kamboja pada Minggu (2/12) lalu, Wanggai harus menjalani terapi untuk segera memulihkan kondisi cederanya tersebut. "Saya harus melakukan pemeriksaan secara detail terlebih dahulu terhadap cederanya," kata dr Zaini K. Saragih, dokter tim Indonesia.

Dia menjelaskan, cedera yang dialami Wanggai sama seperti yang pernah dialami ketika tampil dalam Piala Merdeka di Malaysia lalu. Untuk itu, dia akan melakukan terapi secara menyeluruh. "Dia akan menjalani terapi listrik, massage agar kondisinya segera membaik," jelasnya.

Sementara itu, Manajer Tim Indonesia Andi Darussalam Tabussala berusaha tidak terlalu bergembira secara berlebihan menyikapi kemenangan 3-1 Indonesia atas Kamboja. Merah Putih, terangnya, masih harus menghadapi Myanmar, tim yang lebih kuat pada laga kedua hari ini. "Penyelesaian akhir masih banyak yang hilang. Kita masih harus bekerja keras," tutur Andi.

Dia juga enggan berkomentar banyak mengenai cedera Wanggai. Dia mengatakan bahwa perkembangan kondisi Wanggai akan dilihat hari ini. "Mudah-mudahan cederanya tidak parah. Dia menjadi andalan kita lawan Myanmar," tegas Andi

achilles
12-06-2007, 06:58 PM
Hal yang paling parah itu wasit, masak aturan offside aja sering salah . apalagi aturan pelanggaran

Lord_man
12-07-2007, 01:37 PM
SEA Games 2003 di Vietnam tidak mungkin hilang dari ingatan Timnas Indonesia. Bambang Pamungkas dkk dipaksa pulang dengan muka tertunduk setelah gagal menembus babak semifinal.

Saat itu, Bambang Pamungkas dkk hanya mampu berada di posisi ketiga Grup A, di bawah Vietnam dan Thailand ,yang duduk sebagai juara grup. Yang lebih menyakitkan lagi, Indonesia dibantai dengan enam gol tanpa balas oleh Thailand pada babak penyisihan itu. Enam gol tim Negeri Gajah Putih tersebut disumbangkan Rungroj Sawangsri, Sarayoot Chaikamdee (2 gol), Datsakor Thonglao, Piyawat Thongmaen, dan Pichitphong Choeichiu.

Kekalahan memalukan juga pernah dialami Indonesia pada SEA Games 1985 di Bangkok, Thailand. Indonesia, yang diperkuat mayoritas pemain PSSI Garuda I, keok dengan skor 0-7.

Dua tahun lalu, Thailand juga jadi momok bagi Indonesia. Mereka sukses menghentikan langkah Indonesia pada babak semifinal dengan skor 3-1.

Memang tak bisa dipungkiri, sangat sulit menjinakkan Thailand. Apalagi, mereka kali ini tampil di kandang sendiri.

Pada SEA Games 1997 di Jakarta, Thailand pula yang memupus asa Indonesia meraih emas. Merah Putih takluk lewat adu penalti.

Tapi, Indonesia juga pernah mempermalukan Thailand dalam final SEA Games 1991 di Filipina. Tim yang dilatih Anatoly Polosin itu akhirnya membawa pulang emas berkat kemenangan adu penalti.

"Stamina yang prima jadi kunci kemenangan ketika itu," jelas Yusuf Ekodono, salah seorang pemain yang sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti dalam final SEA Games 1991.

lontod
12-13-2007, 04:15 PM
ya gagal lagi dech timnas indonesia!!!!!!!!!!!

apa salah dan dosa kita udah di training di argentina satu bulan masih gagal juga!!!!!!

aduh nasib2!!!!!!!!!!!:brokenheart::brokenheart::broken heart::brokenheart:

:brokenheart::brokenheart::brokenheart::brokenhear t:

:sensor::sensor::sensor::sensor::sensor:

ghiyats
12-14-2007, 02:29 AM
ya gagal lagi dech timnas indonesia!!!!!!!!!!!

apa salah dan dosa kita udah di training di argentina satu bulan masih gagal juga!!!!!!

aduh nasib2!!!!!!!!!!!:brokenheart::brokenheart::broken heart::brokenheart:

:brokenheart::brokenheart::brokenheart::brokenhear t:

:sensor::sensor::sensor::sensor::sensor:

beneran dosa apa kita timnasnya jeblok terus!!!!!!!!
lokalnya suporter sering bentrok!!!!!!!!:nyerah::nyerah:

Lord_man
12-14-2007, 09:49 PM
Mumet ndas ku mikirin timnas..haduhh haduuh..prestasi jeblok terus kagak ada kemajuan...biaya yang udah dikeluarin dah gak bisa ke itung lagi...prestasi?? jalan di tempat...

Apa siih yang masih kurang wahai timnasku.....???:brokenheart::brokenheart: tell mee...tell mee...

Lord_man
12-20-2007, 02:49 AM
Klub Bundesliga Borussia Dortmund hanya menang tipis 1-0 atas timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Gol tunggal itu pun lahir dari titik penalti.

Adalah Mladen Petric yang menyebabkan tim "Merah Putih" menelan kekalahan. Bintang internasional Kroasia itu menaklukkan kiper Markus Horison lewat eksekusi penaltinya di menit 43.

Pada pertandingan yang diguyur hujan sejak awal sampai akhir itu, Rabu (19/12/2007) petang WIB, Dortmund menurunkan banyak pemain intinya seperti Delroy Buckley, Nelson Valdez, Diego Klimowicz, kiper Roman Weidenfeller, dan kapten veteran yang juga mantan bek timnas Jerman, Christian Worns.

Akan tetapi, di babak pertama tim besutan Thomas Doll itu tampak tidak terlalu ngoyo dalam bermain. Mereka mencoba memainkan permainan efisien, namun tetap dengan mengombinasikan serangan dari sayap maupun lapangan tengah.

Sementara itu timnas Indonesia -- atau lebih tepatnya 'Liga Indonesia Selection' -- berusaha meladeni lawannya yang punya reputasi tinggi itu dengan melakukan pressing. ketat Dalam menyerang, pelatih Benny Dollo tampak tidak menganjurkan anak-anak buahnya melakukan bola-bola lambung ke kotak penalti, karena dipastikan kalah lantaran tubuh para pemain Dortmund jauh lebih tinggi.

Serangan Dortmund tampak mengandalkan trio Valdez, Klimowicz, dan Petric. Di menit ketujuh Valdez melakukan tembakan dari sisi kanan kotak penalti, tapi tendangan striker asal Paraguay itu melenceng jauh.

Hujan yang turun dengan cukup deras agaknya cukup mengganggu permainan karena sedikit menghambat laju bola. Meski demikian pertandingan berjalan cukup "lumayan", walaupun tidak seru-seru amat. Dortmund bagaimanapun tidak terlalu berbahaya dalam menyerang.

Momen cukup menegangkan buat fans Indonesia terjadi di menit 38 ketika Dortmund memperoleh hadiah tendangan bebas dari luar kotak penalti. Petric melakukannya dengan baik, tapi tendangan kerasnya dengan kaki kiri menerpa mistar gawang dan bola memantul ke dalam lapangan.

Semenit kemudian Dortmund mengancam lebih serius. Sentuhan satu-dua Klimowicz dan Valdez membuka ruang di kotak penalti Indonesia. Namun kiper Markus cepat menyergap dan berhasil menggagalkan upaya Klimowicz.

Tiga menit sebelum turun minum Indonesia dihukum penalti setelah Nova Arianto menjatuhkan Klimowicz di kotak terlarang. Petric, yang menjulang namanya sewaktu mencetak gol penentu kemenangan Kroasia yang menyingkirkan Inggris di babak kualifikasi Euro 2008, dengan mudah mengecoh Markus dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Di babak kedua permainan Indonesia lebih berkembang. Firman Utina lebih berani melakukan tusukan dari tengah, dan sesekali mencoba melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Salah satunya dilakukan di menit 53, tapi bola masih bisa diamankan penjaga gawang pengganti Marc Ziegler.

Sementara itu Dortmund justru bermain lebih "serius". Mereka tetap berusaha menekan, tapi serangan mereka selalu kandas, baik oleh barisan belakang Indonesia maupun penyelesaian yang tidak sempurna.

Di menit 56, bekerja sama lagi dengan Valdez, Klimowicz tinggal berhadapan dengan Markus. Namun bola sontekan penyerang asal Argentina itu melambung. Semenit kemudian Markus melakukan penyelamatan terbaiknya. Sambil terbang ia menepis tembakan keras yang dilepaskan Petric dari jarak 23 meter.

Indonesia sempat mendominasi permainan dan memperoleh dua tendangan. Upaya Bambang Pamungkas melalui tendangan jarak jauhnya belum membuahkan hasil karena dapat dihalau kiper lawan. Namun, semangat juang anak-anak "Garuda" patut diacungi jempol karena bertarung tak kenal takut dan minder pada tim lawan yang secara reputasi, teknis, sampai postur tubuh, berada di atas tuan rumah.

Di masa injury time gawang Indonesia nyaris kebobolan lagi. Namun M. Ridwan menjadi pahlawan dengan menyundul bola yang sudah sampai di bawah garis gawang, hasil sundulan seorang pemain Dortmund. Hingga pertandingan usai skor tetap 1-0 untuk tim juara Eropa 1997 itu.


Susunan pemain:
Indonesia: Makus Horison, M. Ridwan, Nova Arianto, Charis Yulianto, Elie Aiboy (Mahyadi Panggaben 65), Kurniawan DJ (Aliyuddin 65), Ponaryo Astaman, Ortizan Solossa, Firman Utina (Suwita Pata 75), Syamsul Bahri, Bambang Pamungkas

Dortmund: Roman Weidenfeller (Marc Ziegler 46), Markus Breznska, Christian Worns (Martin Amedick 46), Nico Hildebrand, Marc Kruska, Delroy Buckley (Sebastian Tyrala 46), Jakub Blaszykowski, Mladen Petric, Diego Klimowicz, Geovani Federico, Nelson Valdez

[detiksport.com]

Lord_man
12-24-2007, 10:15 PM
Belanda heboh pemberitaan penahanan paspor pelatih Henk Wullems oleh kantor imigrasi di Bali. Akibatnya, Wullems tidak bisa merayakan Natal bersama keluarga di Belanda.

Paspor Wullems saat ini disita otoritas imigrasi di Bali. Pasalnya, klub tempat Wullems bekerja, yakni FC Bali, belum membayar izin kerja untuknya. Besarnya biaya surat izin kerja itu cuma US$1.200, demikian seperti dikutip detikcom dari de Telegraaf (23/12/2007).

"Sangat keterlaluan. Istri saya ke sini pada September-Oktober dan saya sudah berjanji untuk merayakan Natal bersama di rumah (Belanda, red). Karena klub saya belum menyelesaikan pembayaran surat izin kerja, maka otoritas Indonesia, dalam hal ini Dinas Imigrasi, menahan paspor saya," ujar Wullems.

Gara-gara penahanan paspor itu tiket Wullems jadi hangus. Selain pembayaran surat izin kerja belum beres, ternyata gaji Wullems selama 6 bulan masih ditunggak oleh klub FC Bali. Pembayaran gaji pemain juga mengalami hal sama.

Henk Wullems adalah pelatih Belanda yang sudah 11 tahun malang melintang di Indonesia. Wullems antara lain pernah tiga kali merebut gelar juara bersama tiga klub berbeda. Dia juga pernah menangani timnas PSSI dengan prestasi sampai babak akhir Piala Asia.

Sebelumnya Wullems melatih Willem II, NAC, Go Ahead Eagles, AZ, Vitesse dan Excelsior. Kelima klub tersebut kini masih bermain di Eredivisie (Divisi Utama) Belanda, kecuali Go Ahead Eagles yang terdegradasi ke Divisi Satu.

[detiksport.com]

Lord_man
12-24-2007, 10:17 PM
Indonesia kembali dipercaya sebagai tuan rumah turnamen sepakbola internasional. Bersama Thailand, Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen Piala AFF.

Indonesia dan Thailand mengungguli tiga kandidat lainnya yakni Malaysia, Myanmar dan Vietnam yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger itu.

Meski demikian, baik Indonesia maupun Thailand, sangat mungkin kehilangan haknya jika kewajiban untuk memenuhi persyaratan yang diajukan AFF tidak dipatuhi. Jika memang demikian, menurut hasil AFF Council Meeting di Kartika Plaza Hotel, Bali, Sabtu (22/12), Vietnam akan menjadi tuan rumah perhelatan tersebut.

Dilansir dari situs resmi AFF, Minggu (23/12/2007), turnamen ini akan dilangsungkan pada 5-28 Desember. Sedangkan drawing grup akan digelar pada pekan pertama Agustus 2008.

AFF juga mengumumkan jumlah hadiah yang akan diterima oleh juara di turnamen ini ini. Tidak ada perubahan dengan dua tahun sebelumnya, sang juara akan mendapat hadiah 100 ribu dolar AS (sekitar Rp 900 juta). Sedangkan untuk runner up mendapat setengahnya, yaitu 50 ribu dolar AS (sekitar Rp 450 juta), sementara untuk dua semifinalis yang gagal ke final mendapat 15 ribu dolar AS (sekitar Rp 135 juta).

Lord_man
12-25-2007, 01:22 PM
Henk Wullems punya segudang cerita dari karirnya di Indonesia, mulai dari titel kompetisi domestik, medali perak SEA Games untuk "Merah Putih", sampai dicekal pihak imigrasi di Bali.

Meneer Wullems tak bisa dipungkiri merupakan salah satu pelatih (asing) terbaik yang pernah berkiprah di tanah air, sampai-sampai ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia di tahun 1996.

Polesan tangan pria Belanda itu membuahkan hasil lumayan. Di SEA Games 1997 di Jakarta, Indonesia keluar sebagai juara dua alias mendapat medali perak setelah dikalahkan Thailand lewat adu penalti di final.

Itulah capaian terbaik Indonesia di SEA Games hingga saat ini, sejak terakhir kali merebut medali emas di tahun 1991 ketika ditangani pelatih asal Uni Soviet, Anatoly Polosin. Pada SEA Games 2007 yang baru lalu anak-anak "Garuda" bahkan gagal lolos dari babak penyisihan grup.

Wullems yang pada 21 Januari mendatang akan berusia 69 tahun pernah melatih beberapa klub Liga Belanda. Terhitung klub-klub seperti NAC Breda, Vitesse Arnhem, Go Ahead Eagles, dan Willem II Tilburg pernah merasakan sentuhan kepelatihannya.

Wullems juga terhitung berhasil ketika menjabat sebagai pelatih di klub-klub Ligina. Belum ada satu pun pelatih lokal yang sukses membawa tim meraih juara dua kali kecuali dia, yakni saat mengantarkan Mastrans Bandung Raya juara LI II (1995/1996) dan PSM pada LI VI (1999/2000).

Pada 28 Maret 2001, Wullems dilengserkan sebagai direktur teknis PSM menyusul kegagalan "Juku Eja" di Liga Champions Asia: kalah 1-3 dari Shandong Luneng (Cina), 1-8 dari Suwon Samsung (Korsel), dan 0-3 dari Jubilo Iwata (Jepang).

Meski demikian ia masih wara-wiri di Indonesia. Ia digaet Persikota di tahun 2002, tapi dipecat pada April 2003. Konon ia "dijual" ke Arema seharga Rp 250 juta, lalu dikontrak setahun sekitar Rp 300 juta, dengan gaji bulanan berkisar Rp 40 juta, plus mobil dan sopirnya serta rumah "dinas" di permukiman elit di kawasan Puncak Dieng.

Karirnya di skuad "Singo Edan" berakhir pada 1 November 2004, ketika ia menjabat direktur teknis dan mengurusi Akademi Arema.

Musim lalu Wullems kembali ke PSM, menggantikan Carlos de Mello mulai putaran kedua liga. PSM dibawanya lolos hingga babak 8 besar, tapi terhenti di babak itu, dan kontraknya tidak diperpanjang.

Pada Juni 2007 Wullems bersedia melatih Persegi Bali FC meski gaji yang ia terima di sana tak sebesar ketika ia membesut PSM, yakni Rp 100 juta sebulan. Dikabarkan Persegi hanya menggajinya sebesar Rp 50 juta sebulan setelah melalui berbagai proses negosiasi.

Namun, hal itulah yang kini menjadi masalah karena pada kenyataannya pihak Persegi menunggak gaji Wullems selama enam bulan. Bahkan klub asal Bali tersebut lalai membayarkan izin kerja Wullems sehingga paspornya sempat ditahan oleh pihak imigrasi, dan sang meneer batal merayakan Natal bersama keluarganya di Belanda.

[detiksport.com]

Lord_man
01-08-2008, 09:44 PM
Tampuk pimpinan tim nasional Indonesia akan segera berubah. Hampir dipastikan skuad "Merah Putih" memiliki pelatih baru setelah era Ivan Venko Kolev berakhir.

Harapan Indonesia terhadap Kolev rupanya masih jauh panggang dari api. Kesempatan kedua yang diberikan kepada pelatih asal Bulgaria itu tidak tecapai dengan maksimal, sebagai upaya pertamanya di tahun 2002-2004.

Menggantikan pelatih asal Inggris Peter Withe, Kolev sempat menuai optimistme saat memimpin Ponaryo Astaman dkk tampil cukup baik di putaran final Piala Asia 2007 di Jakarta bulan Juli lalu.

Hati suporter Indonesia membuncah setelah tim kesayangannya berhasil mengalahkan Bahrain 2-1 di pertandingan pertama. Walaupun di dua laga berikutnya kalah (dari Arab Saudi dan Korea Selatan), namun performa tim dinilai cukup menjanjikan.

Sayangnya, euforia terhadap Kolev dan pasukannya tidak berlanjut. Berturut-turut Kolev gagal meloloskan Indonesia di babak kualifikasi Olimpiade 2008 dan Piala Dunia 2010. Puncaknya, Indonesia bahkan tidak mampu menembus babak empat besar di turnamen regional ASEAN, SEA Games 2007 di Thailand, padahal PSSI menargetkan meraih medali emas.

Buntutnya, Kolev tak dipertahankan dan dipecat pada 22 Desember lalu. Setelah berturut-turut memakai pelatih asing (Withe dan Kolev), kini PSSI akan kembali menggunakan pelatih lokal. Dua kandidat pun sudah disiapkan yaitu Benny Dollo dan Rahmad Darmawan.

Benny Dollo merupakan wajah yang tidak asing lagi di persepakbolaan Indonesia dan pernah pula menangani timnas pada 2000-2001. Prestasi terbaiknya antara lain Arema Malang menjadi juara Copa 2005 dan 2006. Musim ini ia menukangi Persita tangerang, tapi telah mengundurkan diri setelah "Pendekar Cisadane" tak lolos ke babak delapan besar dan tersingkir di perempatfinal Copa Dji Sam Soe.

Sementara Rahmad Darmawan merupakan pelatih muda yang berbakat. Ia sukses membawa Persipura Jayapura sebagai juara Liga Indonesia 2005. Musim ini ia bahkan berpeluang memberi Sriwijaya FC dua gelar juara karena masih bertahan di liga maupun Copa.

Keduanya telah menyampaikan presentasinya kepada Badan Tim Nasional PSSI untuk mendapatkan kursi panas pelatih timnas senior itu. Kemungkinan timnas Indonesia sudah kembali memiliki pelatih baru lagi saat rapat Excecutive Committee PSSI dilakukan pada Selasa (8/1/2007) malam ini.

[detiksport.com]

Lord_man
01-08-2008, 09:47 PM
Kepastian akan terpilihnya sosok dalam negeri sebagai pelatih tim nasional sepakbola Indonesia rasanya patut diapresiasi. Pasalnya, meski lokal, mereka sebetulnya tak kalah kualitas.

Lima tahun sudah Indonesia ditangani pelatih asing. Tahun 2002, nama Ivan Venkov Kolev masuk sebagai arsitek timnas menggantikan Benny Dollo. Namun Kolev hanya bertahan dua tahun sebelum digeser oleh Peter Withe. Kolev kembali terpilih pada awal 2007, sebelum ujungnya dipecat pasca kegagalan di SEA Games 2007.

Setelah mempercayai dua pelatih dari luar negeri, rupanya PSSI sebagai penentu kebijakan agaknya kini lebih memprioritaskan pelatih lokal sebagai penerus Kolev.

Keputusan untuk kembali pelatih produk dalam negeri itu lantas akhirnya mengerucut menjadi dua nama kandidat terkuat. Mereka adalah Benny Dollo, yang di musim ini melatih Persita Tangerang, dan Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.

Benny sempat digadang-gadang sebagai calon tunggal sebelum akhirnya Badan Tim Nasional (BTN) juga mengajukan nama Rahmad ke PSSI.

Dari segi kualitas, pelatih lokal sebenarnya tak kalah kelas dibanding mereka yang berkebangsaan asing. Dua nama di atas pun sudah membuktikan kapasitasnya di level klub dengan membawa klub yang diasuhnya menjadi juara.

Bendol --sapaan Benny Dollo-- misalnya. Selain berpengalaman pernah meracik timnas, ia juga sukses manangani Arema Malang. Dua kali ia mengantar klub asal Malang itu memenangi Copa Indonesia pada tahun 2006 dan 2007 sebelum tahun lalu hijrah ke Persita.

Kiprah terbarunya yang mendapat kredit adalah saat menangani "tim nasional" Indonesia menghadapi klub Jerman Borussia Dortmund. Meski kalah 0-1, pasukan "Garuda" dinilai tampil cukup memuaskan.

Sementara Rahmad memiliki curriculum vitae yang tak kalah memikat. Pelatih asal Lampung itu pernah sukses menahkodai Persipura Jayapura. Tim dari ujung timur Indonesia itu dibawanya menjadi juara Liga Indonesia tahun 2005.

Setelah pindah ke Sriwijaya, tangan emas Rahmad belum juga luntur. Sriwijaya berhasil lolos ke 8 Besar Liga Indonesia dan menembus semifinal Copa Indonesia tahun ini.

Yang menggembirakan, keduanya mengaku siap mengemban tugas sebagai pelatih timnas. Meski masih terikat kontrak dengan klub masing-masing, baik Bendol maupun Rahmad bersedia berkompromi. Soal uang kompensasi kepada klub, biarlah itu menjadi urusan PSSI.

Perkara gaji, BTN sudah memberi sinyal bahwa dia yang terpilih akan memperoleh penghasilan tidak lebih rendah dari apa yang didapat Kolev dahulu. Gaji Kolev sendiri berkisar di angkar US$ 5.000 per bulan, atau sekitar Rp 45 juta.

Siapapun yang terpilih, PSSI sudah menetapkan target untuk membawa tim "Merah Putih" menjadi jawara di Piala AFF yang akan dihelat di Indonesia dan Thailand akhir tahun ini.

Putusan akhir kini ada di PSSI. Kepada siapakah tampuk arsitek tim nasional kebanggaan kita tersebut akan diserahkan?

[detiksport.com]

Simichi_K
01-10-2008, 07:13 PM
Beckamenga Berlabuh ke Nantes

Mantan striker Persib Bandung, Christian Beckamenga akhirnya berlabuh ke klub Divisi satu Liga Prancis, FC Nantes dengan durasi kontrak empat tahun.

Pemain timnas Kamerun U-23 itu mewujudkan impiannya bermain di liga Eropa setelah dirinya kini berstatus bebas transfer.

Nantes sendiri pada musim lalu baru saja terdegradasi dari divisi utama Liga Prancis atau Ligue 1. Kini mereka berada di posisi puncak klasemen sementara divisi satu dengan 11 kali kemenangan dari 19 laga.

"Beckamenga senang di sana. Apalagi Nantes mengontraknya dalam waktu lama,'' ujar Denis Onana Jules, sebagai agen pemain.

Musim ini, penyerang jangkung itu sendiri gagal membantu Persib lolos ke putaran delapan besar Liga Djarum Indonesia 2007

Simichi_K
01-10-2008, 07:17 PM
Dejan Glussevic Tangani Maung Bandung?

Mantan pemain Bandung Raya yang kini melatih Red Star Belgrade Junior, Dejan Glussevic, menyatakan dirinya akan merasa tertarik melatih klub sepak bola di Indonesia termasuk Persib bandung. Jika ada penawaran yang jelas dari klub bersangkutan.

"Sekarang saya melatih tim junior Red Star, saya akan terus mencoba mengembangkan karier kepelatihan saya, sebab saya sangat berpetualang dari satu negara ke negera lain. Jika memang serius ada klub di Indonesia yang tertarik, saya membutuhkan keseriusan dan proposal penawaran yang resmi (tertawa)," ungkap Dejan Glussevic, Minggu (6/1/2008).

Saat disinggung soal kabar yang menyebut dirinya telah dihubungi pengurus Persib Bandung. Dejan membantahnya, ia menegaskan sampai sejauh ini tak ada klub dari Indonesia yang pernah menghubunginya.

"Seperti tadi saya katakan, saya hanya tertarik melatih klub di Indonesia jika memang serius memberikan penawaran dan mengajukan proposal sesuai aturan," kata Dejan.

Meski mengaku tertarik kembali ke Indonesia, namun Dejan yang terpilih menjadi pelatih terbaik di Liga Sepak Bola Profesional Kanada (CPSL) saat menyelematkan North York Astros dari degradasi di musim 2005 menyatakan saat ini ia cukup menikmati pekerjaanya mendidik para pemain junio Red Star yang juga dikenal dengan nama Crvena Zvevda.

"Bagi saya Red Star adalah klub terbaik di dunia dan itu sudah dibuktikan pada tahun 1991 saat Red Star menjadi juara dunia (Piala Interkonental). Sebuah kehormatan menjadi pelatih junior Red Star, sampai sekarang saya cukup menikmatinya," jelas Dejan.

Ditanya apakah dirinya masih ingat dengan Indonesia, Dejan menyatakan sampai sekarang dia selalu mengingat Indonesia.

"Tentu saja saya masih ingat Indonesia dan Bandung, sekarang di Indonesia pagi atau malam? Saya lupa perbedaan waktu Indonesia dan Montenegro (tertawa). Ketika bermain bersama Bandung Raya saya memiliki banyak penggemar. Sampai sekarang, saya sering berkomunikasi dengan beberapa sahabat saya. Terutama Pak Tri Goestoro," kata Dejan.

Seperti sebelumnya, Dejan titip salam kepada belasan ?Dejan' Indonesia. "Tolong sampaikan salam kepada Dejan-Dejan yang dulu saya kenal masih kecil. Mereka sekarang tentu sudah tumbuh besar, semoga hidup mereka diberkati. Terima kasih juga telah menghubungi, saya cukup senang ada yang masih mengingat saya," tandasnya.

Simichi_K
01-10-2008, 07:21 PM
Ditawari Tangani Persib, Fandi Enggan Tinggalkan Pelita

Bursa pelatih Persib Bandung kini mulai berhembus dan mengarah pada sosok pelatih Pelita Jaya Purwakarta asal Singapura, Fandi Ahmad. Namun, Fandi mengatakan sulit baginya meninggalkan pos pelatih kepala Pelita.

Fandi hanya tersenyum, saat didesak seputar kabar yang mengkaitkanya dengan Persib. "Saya memiliki kontrak dan harus menghormatinya, sepertinya sulit bagi saya meninggalkan Pelita karena musim depan pun saya masih memiliki kontrak dengan Pelita," ungkap Fandi.

Mantan pelatih Singapore Armed Forces itu, mengungkapkan sekarang hanya ingin fokus memantapkan langkah Pelita di ajang Piala Indonesia dan tengah menyusun strategi membangun tim. "Sekarang saya lebih merasakan semangat juara Piala Indonesia dalam diri pemain dan seluruh individu didalam tim," ucap Fandi.

'Saya cukup senang dengan perkembangan para pemain muda Pelita saat ini. Musim depan saya sudah siapkan beberapa program dan saya sudah siap merekrut beberapa pemain muda lain yang akan diproyeksikan musim depan," tambah pelatih yang baru saja sukses mengantarkan Pelita lolos ke semi final Piala Indonesia 2007.

Menengok selera Fandi yang sangat memuja sektor pembinaan, bisa jadi memang sulit bagi Fandi berlabuh di Maung Bandung. Pemikiran Fandi soal proses berkesinambungan ibarat dua sisi yang berbeda. Sebab kebiasaan yang ditunjukan Maung Bandung selama ini adalah selalu lebih menitkberatkan pada pencapaian prestasi.

Sementara itu, muncul kabar pengumuman siapa saja anggota skuad Maung Bandung yang dipertahankan dan dibuang akan ditentukan Kamis (10/1/2008) nanti. Menurut sumber di dalam tim, seluruh laporan baik dari tim pelatih maupun manajemen hampir rampung dan tinggal selangkah lagi diserahkan kepada jajaran pengurus harian.

Namun, koordinator tim lima, Jajang Nurjaman menolak kabar tersebut. Dia mengungkapkan sampai kemarin bersama Robby Darwis, Anwar Sanusi, Dino Sefriyanto dan Adeng Hudaya masih menggodok laporan yang sifatnya teknis. "Belum ada kepastian kapan pengumumanya, kabar dari siapa itu?," ucap Jajang.

Jawaban diplomatis kembali meluncur dari Jajang, ketika ditanya berapa persen materi pemain yang dipertahankan untuk musim depan. "Belum beres, mungkin beberapa hari lagi. Maaf, saya tak bisa menyebutkan berapa prosentase yang dipertahankan dan yang tidak," tandas Jajang

Simichi_K
01-10-2008, 07:23 PM
Tak Akan Ada Aksi Wolk-Out

Klub-klub di Indonesia terkenal sering melakukan aksi protes terhadap keputusan wasit dengan cara walk-out (WO). Namun pada pertandingan semifinal Piala Indonesia, para klub yang lolos berjanji tidak akan mengulangi hal itu.

Ya, klub-klub di Indonesia memang terkenal dengan memiliki sikap egois yang tinggi. Salah-satunya dengan mengambil sikap mogok bermain, ketika kecewa dengan keputusan wasit.

Terakhir, aksi pemogokan itu terlihat saat Sriwijaya FC (SFC) melawan PSMS Medan. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu kemarin, SFC menang 3-0 atas PSMS.

Menurut Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad, keputusan wasit itu mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

"Saya rasa keputusan wasit harus dihormati. Sebab, bagaimana mau maju tim nasional Indonesia, jika kebiasaan aksi protes itu tak dihilangkan," tegas pelatih asal Singapura itu di

"Ingat wasit juga manusia," ujar mantan pemain timnas Singapura yang diamini oleh para pelatih klub-klub semifinal lainnya.

Lord_man
01-11-2008, 03:06 AM
Kekalahan 1-3 yang dialami Persija Jakarta dari tamunya Persipura Jayapura, berbuntut panjang. The Jak Mania yang tidak bisa menerima kekalahan tersebut, ngamuk dan melakukan pengrusakan.

Dari semua sektor, baik tribun atas maupun bawah terlihat tidak terkendali. The Jak yangb beringas ini terus melempari aparat keamanan dengan berbagai benda yang didapat di sekitar mereka. Mereka juga memecahi kaca-kaca di stadion, bahkan bangku stadion dicopoti dan dilempar ke petugas keamanan

Suporter Persipura juga menjadi sasaran amukan, dan Persipura Mania langsung mencari perlindungan dengan berlari ke tengah lapanagn stadion. Akhirnya petugas keamanan, menagwal Persipura Mania dari amukan The Jak ini.

Kerusuhan masih berlangsung, polisi masih berupaya menangani dengan tembakan peringatan dan pentungan rotan. Namun massa terus melakukan pengrusakan. Karena jumlahnya cukup banyak, suporter petugas keamanan tampak kewalahan menghadapi amukan massa ini.

[okezone]


yang kayak gini niih..bikin sepakbola kita gak maju maju...belajar doong terima kekalahan...:prex::prex:

speedian
01-11-2008, 11:52 AM
Kekalahan 1-3 yang dialami Persija Jakarta dari tamunya Persipura Jayapura, berbuntut panjang. The Jak Mania yang tidak bisa menerima kekalahan tersebut, ngamuk dan melakukan pengrusakan.

Dari semua sektor, baik tribun atas maupun bawah terlihat tidak terkendali. The Jak yangb beringas ini terus melempari aparat keamanan dengan berbagai benda yang didapat di sekitar mereka. Mereka juga memecahi kaca-kaca di stadion, bahkan bangku stadion dicopoti dan dilempar ke petugas keamanan

Suporter Persipura juga menjadi sasaran amukan, dan Persipura Mania langsung mencari perlindungan dengan berlari ke tengah lapanagn stadion. Akhirnya petugas keamanan, menagwal Persipura Mania dari amukan The Jak ini.

Kerusuhan masih berlangsung, polisi masih berupaya menangani dengan tembakan peringatan dan pentungan rotan. Namun massa terus melakukan pengrusakan. Karena jumlahnya cukup banyak, suporter petugas keamanan tampak kewalahan menghadapi amukan massa ini.

[okezone]


yang kayak gini niih..bikin sepakbola kita gak maju maju...belajar doong terima kekalahan...:prex::prex:

Kalo ngutip kata-kata emasnya Tukul:


NDESO!! KATROK!!

Malu dong sama dunia:pukul::pukul:

Lord_man
01-11-2008, 03:27 PM
Kalo ngutip kata-kata emasnya Tukul:



Malu dong sama dunia:pukul::pukul:

hahahaha bener banget tuh bro..kalo kata si naga bonar : " APA KATA DUNIA..."

B47UL
01-11-2008, 07:24 PM
hahahaha bener banget tuh bro..kalo kata si naga bonar : " APA KATA DUNIA..."

Seperti kata bang Poltak....."PENING AKU":beer:

speedian
01-11-2008, 07:57 PM
Kalo ngutip kata-kata emasnya Tukul:


NDESO!! KATROK!!

Malu dong sama dunia:pukul::pukul:


hahahaha bener banget tuh bro..kalo kata si naga bonar : " APA KATA DUNIA..."


Seperti kata bang Poltak....."PENING AKU":beer:

:buahaha::buahaha::buahaha:

Semuanya cocok buat ngambarin suporter Persija yg baru2 ini bikin rusuh

:haha::haha::haha:

Lord_man
01-14-2008, 12:28 PM
Banyak yang terheran-heran ketika The Jakmania dinobatkan menjadi suporter terbaik, apalagi setelah mereka memicu kerusuhan di semifinal. Lalu, apa sebabnya mereka meraih gelar tersebut?

The Jakmania memang sempat menimbulkan kerusuhan ketika menghadapi Persipura di laga semifinal hari Kamis lalu. Hal tersebut bermula di akhir babak pertama ketika tim "Macan Kemayoran" tertinggal dari "tamunya" itu.

Beberapa oknum The Jakmania yang tidak suka lantas melempari suporter Persipura dengan botol dan plastik yang berisi air seni. Ketika akhirnya kalah di akhir pertandingan, aksi anarkis The Jakmania pun berlanjut hingga keluar Stadion Gelora Bung Karno.

Herannya, dengan kelakuan buruk seperti itu The Jakmania malah digelari "suporter terbaik" dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 50 juta.

Mengomentari hal tersebut, Brand Manager Dji Sam Soe, Veronica Risariyana, menjelaskannya di hadapan wartawan ketika konferensi pers setelah pertandingan final, Minggu (13/1/2008).

"Untuk pemilihan suporter terbaik kami telah mendiskusikannya dengan BLI (Badan Liga Indonesia). Saya melihat mereka (The Jakmania) sudah berusaha yang terbaik untuk semifinal dengan mengerahkan seluruh suporter ke Senayan, bahkan hingga membuat jalanan macet di mana-mana, namun tim mereka malah akhirnya kalah, apalagi ini kandang mereka sendiri," jelasnya.

The Jakmania memang membuat atmosfer meriah di Gelora Bung Karno dengan mendatangkan puluhan ribu penonton dalam laga semifinal. Namun, ketika mereka membuat keributan dan memprovokasi suporter tim lain setelahnya, pantaskah gelar itu mereka sandang?


[detiksport.com]


:prex::prex:

Lord_man
01-14-2008, 12:29 PM
Pelatih Persipura Raja Isa mengakui bahwa pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan pantas untuk menjadi pelatih timnas Indonesia. Namun, pendapat sebaliknya justru dilontarkan Rahmad.

Raja mengakui bahwa keberhasilan Rahmad membawa Sriwijaya menjadi juara Copa Dji Sam Soe 2007, setelah mengalahkan Persipura lewat adu penalti, maka pamornya kini makin terangkat untuk menjadikannya arsitek timnas Indonesia menggantikan Ivan Kolev.

"Saya pikir kemenangan ini merupakan sebuah profil yang bagus untuk Rahmad. Apalagi saat ini ia tengah diincar untuk menjadi pelatih timnas Indonesia, dia merupakan pelatih muda dan dia sangat bagus," tukas Raja di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/1/2008).

Namun, tidak begitu dengan Rahmad. Meskipun rival di finalnya itu telah mendukung dirinya untuk menjadi pelatih timnas, Ia merasa bahwa itu bukan merupakan posisi yang pantas untuk dirinya. Pria asal Lampung itu mengatakan bahwa masih banyak pelatih yang lebih senior dan lebih pantas untuk menduduki jabatan pelatih timnas.

"Di Indonesia masih banyak yang lebih senior saya. Saya pikir mereka lebih pantas," ujar Rahmad singkat.


[detiksport.com]

iendronk
01-14-2008, 12:34 PM
yang pentiiing semangatnya bung......

Lord_man
01-15-2008, 02:03 AM
PSSI akhirnya memilih Benny Dollo, atau yang biasa disapa Bendol, sebagai pelatih timnas mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Ivan Kolev. Bendol menyingkirkan kandidat kuat lainnya, Rahmad Darmawan.

Keputusan menunjuk Bendol sebagai pelatih timas diungkapkan oleh Sekjen Bidang Olahraga PSSI, Hamka B Kady di kantor Badan Liga Indonesia (BLI), Jakarta, Senin (14/1/2008). Bendol dikontrak per tanggal 1 Februari 2008 hingga Februari 2009. Kontrak tersebut sangat mungkin diperpanjang tergantung hasil yang diraih timnas.

Sementara soal nilai deal buat pria berbadan besar itu hingga kini belum diputuskan. Namun seperti diungkapkan Hamka, pelatih yang terakhir membesut Persita Tangerang itu akan mendapat bayaran sekitar Rp 50 juta perbulan.

Dalam setahun ke depan Bendol ditargetkan meloloskan tim "Merah Putih" ke Piala Asia 2011. Sementara untuk Piala AFF bulan Desember dan Merdeka Games pada Agustus 2008 plus sekitar 10 laga ujicoba lainnya hanya akan dijadikan penilaian terhadap performanya.

"Timnas akan melakukan 10 pertandingan ujicoba sepanjang 2008, termasuk Merdeka Games dan Piala AFF. Di situ akan dinilai performa Benny Dollo," ungkap Hamka.

Ini merupakan kali kedua Bendol duduk di kursi pelatih timnas. Dia sebelumnya sempat menduduki jabatan tersebut di tahun 2001.

[detiksport.com]

hmm semoga dengan kembalinya kursi pelatih ke pelatih lokal bisa membawa perubahan yang baik bagi timnas kita..good luck deh buat bung bendol...:beer::beer:

Lord_man
01-15-2008, 03:56 PM
Soal ketegasan, reputasi mentereng di kompetisi domestik hingga masalah komunikasi. Punggawa timnas menyuarakan pendapatnya soal penunjukkan Benny Dollo sebagai pelatih timnas. Apa kata mereka?

Dalam perbincangan dengan detiksport via telepon, kapten "Merah-Putih", Ponaryo Astaman, mengakui bahwa Benny Dollo merupakan salah satu pelatih di Indonesia saat ini. Gelandang Arema Malang itu pun menyambut baik kedatangan Bendol di timnas.

"Saya rasa hal itu (terpilihnya Bendol) adalah sangat wajar, dia merupakan salah satu pelatih terbaik di Indonesia saat ini. Jadi penunjukkannya bukanlah suatu hal yang mengagetkan," ujarnya.

Ponaryo juga menyebut kalau Bendol punya modal yang bagus untuk menduduki kursi yang ditinggalkan Ivan Kolev dengan sikap tegas yang dimilikinya. "Dia memiliki karakter dan kedisiplinan yang sangat baik. Saya pikir itu merupakan modal yang bagus untuk menangani timnas," imbuhnya.

Tidak Ada Lagi Masalah Komunikasi

Senada dengan Ponaryo, bek timnas yang kini merumput bersama Persipura, Ricardo Salampessy, juga menyatakan dirinya setuju dengan penunjukkan Bendol. Kembalinya sosok lokal ke kursi pelatih timnas adalah nilai positif terbesar yang dilihatnya. Bukan apa-apa, menggunakan pelatih asing, pemain disebutnya sering terkendala komunikasi.

"Sesuatu yg bagus kalau sekarang tim nasional ditangani pelatih lokal, karena kendala komunikasi antara pelatih dan pemain seperti yg dulu-dulu sudah tidak ada lagi," jelasnya ketika ditemui detiksport di Solo dalam persiapan berlaga di babak delapan besar.

Ricardo juga menyatakan bahwa Bendol merupakan sosok pelatih yang memiliki reputasi bagus, sehingga ia mendukung keputusan penunjukkan mantan pelatih Persita Tangerang itu menjadi pelatih timnas Indonesia.

"Bendol juga punya reputasi yang bagus, selain itu dia punya trek rekor lumayan di kompetisi lokal," pungkas dia.

[detiksport.com]

alexander
01-16-2008, 08:19 AM
Diantara kedua calon pelatih timnas Indonesia trsebut masing-masing memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk di kategorikan menjadi pelatih timnas Indonesia. Beni Dollo merupakan pelatih yang hebat, begitu juga Rachmad Darmawan dengan pengalamannya membawa Persija menjuarai Ligina. Tergantung dari kebijakan PSSI dalam menyeleksi kedua calon kandidat pelatih tersebut.

Bravo sepakbola Indonesia..... :beer::beer::beer:

Lord_man
01-17-2008, 12:10 PM
Manajer Persiwa Wamena Jhon R Banua dengan tegas mengakui telah melakukan penembakan ke arah udara saat terjadinya kerusuhan Aremania di Stadion Brawijaya. Namun dia enggan disalahkan, karena keputusan membawa senjata api (senpi) merupakan kebiasaannya.

"Senjata api itu barang organik yang tak bisa saya tinggalkan kemanapun saya pergi," kata Jhon R Banua, saat ditemui usai mengikuti rapat antara BLI, Manajer Tim dan Panpel Persik di Ruang Kilisuci Pemkot Kediri, Kamis (17/1/2008) dinihari WIB.

Menurutnya keputusan melakukan penembakan ke arah udara tersebut dilakukan karena tegang menghadapi kerumunan Aremania yang secara tiba-tiba menyerbu masuk ke dalam stadion.

Selain itu, cara tersebut dilakukannya untuk melakukan perlindungan terhadap dirinya dari kemungkinan mendapatkan serangan dari Aremania.

"Semua belum bisa saya katakan karena saya mengantuk sekali. Tapi yang jelas itu saya lakukan untuk melindungi saya dan tim," katanya.

Seperti diketahui disaat terjadi kerusuhan di dalam Stadion Brawijaya akibat ulah Aremania, terdengan suara letusan dari senjata api sampai beberapa kali. Suara letusan tersebut sempat membuat para penonton lari berhamburan untuk menghindari sumber letusan.

[detiksport]

Tapi kalo dah kena orang urusan jadi berabe bos..giggling:

thelo
01-17-2008, 12:27 PM
sepakbola indonesia bakalan maju kalo saja kita dibiasakan sportipitas pemain, wasit maupun suporter bisa jalan seimbang. klo masi saja ruwet, tawuran, ribut ato apalah rasanya kaga bakalan maju.
kali aja klo para pemain dari dulunya udah sarapan roti bukannya sarapan gaplek ,hiihihihi... mungkin bisa menyamai prestasi bule2 ntu :D

Lord_man
01-17-2008, 05:23 PM
Aksi anarkis yang dilakukan oleh Aremania (suporter Arema) sangat disesalkan oleh Menegpora Adhyaksa Dault. Ia minta para pelaku dihukum, termasuk dengan ancaman pidana.

"Saya menyesalkan sekali adanya kerusuhan itu. Saya sudah menelpon PSSI melalui Sekjen Nugraha Besoes, dan saya meminta Komisi Disiplin PSSI bertindak tegas," demikian diungkapkan Adhyaksa dalam wawancaranya dengan detiksport, Kamis (17/1/2008).

"Pak Nugroho sudah menyampaikan kepada saya bahwa Aremania akan dihukum. Saya menambahkan kepada Pak Nug bahwa yang melakukan perusakan sekalian saja dihukum pidana," imbuh Adhyaksa dengan nada geram.

Adhyaksa menginginkan mereka yang terlibat diberi hukuman berat sebagai bentuk pelajaran dan shock therapy. "Penyadaran penonton harus diberikan dengan cara punishment."

Tentang adanya desakan agar Liga Indonesia dihentikan akibat adanya kerusuhan ini, Adhyaksa mengaku tak setuju.

"Ini 'kan baru Grup A yang ditunda. Kalau Liga Indonesia ditiadakan, ini akan membunuh sepakbola nasional," tukas menteri dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga sudah berencana menggelar rapat khusus dengan PSSI mengenai insiden kerusuhan ini.

"PSSI akan dipanggil. Kami akan menanyakan ke depannya mau seperti apa. Evaluasi total dan menyeluruh akan kami lakukan," tandas Adhyaksa.


[detiksport]

Lord_man
01-17-2008, 05:25 PM
Aremania dengan tegas menolak sanksi berat yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI. Permohonan banding akan diajukan, kalau tak juga membuahkan hasil memuaskan demonstrasi jadi pilihan.

"Saya sudah dengar soal hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI. Itu hukuman sepihak, pembelaan kami tidak di dengar lebih dulu," ungkap salah satu pentolan Aremania, H. Slamet Syamsul Harim, saat dihubungi detiksport, Kamis (17/1/2008).

Hingga saat ini Arema belum secara resmi memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terkait jatuhnya sanksi cekal selama tiga tahun. Namun permohonan banding dipastikan bakal jadi jalan yang ditempuh.

"Kami masih akan berkordinasi dengan teman-teman. Secepat itu hukuman dijatuhkan. Bisa juga kita menggelar demo besar-besaran tapi semuanya masih perlu dibicarakan dengan rekan-rekan yang lain," lanjut H. Slamet.

Aremania juga mempertanyakan standar ganda yang diterapkan Komdis PSSI terhadap pelanggar aturan.

"Saya bukannya benci The Jak dan Persija atau Bonek (Persebaya), yang saya tanyakan adalah ketegasan dan keadilan PSSI. Di Senayan mereka membuat kerusuhan malan jadi suporter terbaik, sementara di Surabaya Bonek juga sempat rusuh dan apa hukumannya," lanjut dia setengah bertanya.

Bukan cuma Malang yang dirugikan dengan vonis cekal tiga tahun yang dijatuhkan Komisi Disiplin, lebih luas hukuman tersebut juga menyakiti hati seluruh warga Kota Malang.

"Sanksi ini sama saja dengan sama dengan menghukum orang se-Malang Raya. Saya tak tahu ada apa ini dan kenapa sanksi bila jatuh dengan sangat cepat, palunya sudah diketuk," ungkap pentolan Aremania yang lain, Rumanaji.

[detiksport]


kacau kacau...!!!!:pukul::pukul:

dewantos
01-17-2008, 05:52 PM
yach mo gimana lagi, nasi udah jadi bubur, gak bisa diganti tempe atau tahu...

bikelowride
01-17-2008, 06:30 PM
huuuh...saya sebagai AREMANIA, merasa dirugikan

wasit benar2 g****k...bikin emosi aja

makannya, buat PSSI, klo mua cari pengadil, entah itu wasit utama or hakim garis, cari yg educated dunk, trus disekolahin wasit dulu...

liat tampangnya wasit2 indo kayak uneducated semua gitu

PSSI...PSSI...lelah dey

gimana sepakbola indonesia bisa maju

f4tb0yz
01-18-2008, 12:38 PM
gimana sih liga indonesia.
masa kmaren partai persik lawan persija juga rusuh.
kapan majunya sepakbola indonesia kalo rusuh trus.

B47UL
01-19-2008, 06:53 PM
Emang harus dibutuhkan sikap sportif dari semua pihak:beer:

Lord_man
02-07-2008, 01:34 AM
Seorang pendukung Persija ditemukan tewas di depan pintu 11, Komplek Stadion Gelora Bung Karno, menyusul aksi kekerasan pasca pertandingan Persipura Jayapura kontra PSMS Medan.

Korban diperkirakan berusia 21 tahun dengan tinggi badan 169. Pria malang ini mengenakan kaus hitam bertuliskan "Persija Pahlawanku" berwarna oranye, celana kargo warna krem dengan sepatu kets putih berkaus kaki hitam. Tak ada identitas yang ditemukan dari tubuhnya.

Setelah ditemukan, korban tersebut langsung dilarikan ke UGD RS TNI AL Mintoharjo untuk proses identifikasi awal. Sekitar pukul 20.45 WIB, dibawa menuju ke RSCM untuk proses otopsi.

Menurut pantauan detiksport, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka pukul di tengkuk. Luka itu mengeluarkan darah yg cukup banyak dan membasahi rambut hitam pendeknya. Posisi tangan kanan korban terlihat memegangi kepalanya, sementara tangan kirinya patah.

Selain mengalami aksi kekerasan, kalung korban pun hilang. Hal itu terbukti dengan adanya tanda bekas kalung di lehernya.

Ketika ditemukan aparat kepolisian sekitar pukul 20.15 WIB, Rabu (6/2/2008) malam, tak ada kawan maupun orang yang bersamanya. Juga tak ada yang menemani korban saat dibawa menggunakan ambulans.

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan pendukung Persipura rusuh di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno usai kalah dari PSMS Medan. Mereka kesal usai diejek Jakmania, pendukung Persija Jakarta.


[detiksport]


waduh waduh...gawat ini...hanya dari sekedar sepakbola...nyawa melayang...hukum berat pelakunya/////:pukul::pukul:

B47UL
02-08-2008, 06:00 PM
PSSI harus membuat peraturan bagi suporter yang akan menonton pertandingan sepakbola secara langsung di Stadion. yaitu :
1. Harus mempunyai ilmu kebal atau jimat ilmu kebal.
2. Harus mempunyai ilmu langkah seribu.
3. Harus mempunyai keahlian beladiri.
4. Harus mahir menggunakan senjata apapun bentuknya.
5. Harus mahir dalam melempar batu, botol minuman, maupun yang sejenisnya.
6. Kalo tidak merasa punya salah satu keahlian dari lima poin diatas, maka datanglah dengan membawa kawan, teman, ataupun body guard sebanyak - banyaknya.....Kalo tidak bisa ataupun tidak punya, baca poin ke - 7.
7. Ini yang terpenting, Sebelum datang ke tempat pertandingan harus sudah mandi Junub dulu, Berdo'a dan harus bertobat.

:cial::cial::beer::buahaha::buahaha:

[euphoria99]
02-08-2008, 06:41 PM
sudahlah..
daripada ribut melulu
daripada mengkambing hitamkan wasit melulu
daripada gak bisa diatur
daripada menghabiskan APBD
daripada berakhir anarkis
daripada selalu menyulut kerusuhan
mending...
di bubarkan aja alias tdk bergulir lagi
hidup menpora adyaksa dault :beer:

Lord_man
02-13-2008, 11:46 AM
Mengingat tak banyak perkembangan berarti, FIFA mengirimi PSSI surat yang berisi deadline waktu penyelesaian perubahan statuta dan pemilihan ulang ketua umum PSSI.

Informasi tersebut didapat dari Sekjen PSSI Nugraha Besoes saat ditemui wartawan di kantornya di Senayan, Selasa (12/2/2008).

Isi surat itu merupakan hasil sidang Komite Asosiasi FIFA pada 5 Februari yang dipimpin Wakil Presiden FIFA Geoff Thompson tentang pembahasan beberapa kasus, termasuk di antaranya mengenai statuta PSSI.

"Surat tersebut isinya semacam road map, peta waktu apa yang harus dilakukan PSSI," ungkap Besoes.

Berkaitan dengan hal tersebut, Komite Asosiasi FIFA menetapkan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelesaikan Pedoman Dasar PSSI yang mengacu pada standar statuta FIFA. Mengingat hasil sidang disahkan pada tanggal 5 Februari, maka 5 Juli menjadi batas akhir bagi PSSI, untuk kemudian disahkan oleh FIFA.

Sedangkan untuk pemilihan ketua umum, FIFA juga menetapkan deadline pada 5 Agustus, alias tiga bulan pascapengesahan Pedoman Dasar.

Telatnya informasi tersebut diindikasikan bahwa PSSI sengaja menutup-nutupi adanya surat dari FIFA itu. Namun Besoes dengan tegas membantah hal ini dengan beralasan PSSI lebih berkonsentrasi pada gelaran final Liga Indonesia 2007.

[detiksport]

Lord_man
03-01-2008, 01:25 PM
Langkah nyata mulai diambil FIFA terkait membandelnya PSSI untuk menurunkan Nurdin Halid. Dalam situs resminya, FIFA tak lagi mengakui Nurdin sebagai ketua umum PSSI.

Seperti dimuat pada profile Indonesia di situs resmi FIFA, pada bagian ketua umum otoritas sepakbola internasional itu justru mencantumkan TBD (to be decided/akan segera diputuskan). Padahal untuk jabatan wakil presiden masih tercantum nama Nirwan D Bakrie dan Nugraha Besoes pada posisi sekretaris jendral.

Di halaman situs yang sama tak ada keterangan yang menjelaskan kenapa posisi ketua umum bisa kosong. Namun ini bisa dipastikan sebagai tindakan awal FIFA yang sebelumnya sudah memberi batas waktu untuk mengubah statuta dan melakukan pemilihan ketua umum baru.

"Sesuai ketentuan FIFA, Agustus PSSI harus sudah punya ketua umum baru. Segera mungkin sepakbola nasional harus diselamatkan," ungkap Sekretaris Umum Persija Jakarta Benny Erwin, usai konferensi pers pengumuman pelatih baru Persija di Gedung Dispenda DKI, Jumat (29/2/2008).

Tanggal 5 Februari lalu FIFA berkirim surat pada PSSI, yang juga dikirim ke Menegpora. PSSI diminta menyesuaikan statutanya dengan statuta FIFA dengan tenggat waktu tiga bulan. Setelah itu PSSI kembali diberi deadline tiga bulan untuk melakukan pemilihan ketua umum yang baru.

"Liga Champions Asia kita kembali tidak ikut, ini untuk kali kedua. Ini menandakan adanya kekacauan di PSSI," lanjut Erwin.

Sementara itu pihak PSSI bergeming dengan keputusannya. Saat dikonfirmasi soal pencoretan tersebut Nugraha Besoes hanya mengatakan kalau dirinya belum tahu dan baru akan mengambil langkah selanjutnya jika sudah melihat secara langsung.

[detiksport]

riesz_boy
03-01-2008, 02:16 PM
<center>salam olah raga .......
aq mo ngasih saran nih brow buat para petinggi PSSI....soalnya klo mo ngasih kritik kayanya udah terlalu banyak kritik yang aq kira sudah cukup pedes. klo menurut aq sih, mendingan gelaran sepak bola kita jangan berhenti. Karena klo sepak bola kita sampai berhenti, gimana prestasi sepak bola kita di tingkat Internasional ??

B47UL
03-04-2008, 06:08 PM
Yang penting kritik membangun itu tetap diperlukan.....Dan Liga juga tetap berjalan....:beer:

Lord_man
04-05-2008, 11:49 PM
Berharap Bibit Unggul Muncul
Event Boladiator akan digelar di 43 kabupaten di seluruh Indonesia. Dengan demikian diharapkan ditemukan bakat-bakat baru nan potensial untuk pesepakbolaan nasional.

Selain sebagai wadah bagi para pecinta sepakbola di daerah untuk berkompetisi, ajang Boladiator juga diharapkan akan menjadi tempat "pencarian bakat". Hal ini ditandaskan oleh Brand Manager Extra Joss, Chandra Gunawan, dalam konferensi pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Jumat (4/4/2008).

"Pada tahap awal ini kami akan banyak berdiskusi dengan pemain-pemain liga nasional. Listing mana pemain yang kira-kira potensial."

"Untuk saat ini kami memang belum punya link dengan PSSI, tetapi paling tidak kami punya daftar untuk dijadikan referensi bagi, mungkin, para pemandu bakat klub atau mungkin BLI dan PSSI," imbuhnya.

Hal tersebut juga diamini oleh dua pemain nasional yang didapuk menjadi ambassador event ini, Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman.

"Ya, kalau kita lihat negara kita ini geografisnya luas sekali. Banyak bakat-bakat alami yang belum terekspos. Karena itu dengan event ini diharapkan muncul bibit-bibit muda sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mencapai level nasional," tukas Ponaryo.

"Event ini cukup kompetitif karena hanya menggunakan satu gawang dengan format setengah lapangan. Ya, diharapkan nantinya akan ada bibit-bibit baru muncul," ucap Bambang.

Para peserta Boladiator kali ini tidak dibatasi oleh usia. Tetapi usia minimal yang boleh mengikutinya adalah siswa SMU sedangkan para pemain yang akan dipantau adalah mereka berusia sekitar 18 tahun.

[detiksport]

honey_bear
04-06-2008, 12:05 AM
Berharap Bibit Unggul Muncul
Event Boladiator akan digelar di 43 kabupaten di seluruh Indonesia. Dengan demikian diharapkan ditemukan bakat-bakat baru nan potensial untuk pesepakbolaan nasional.

Selain sebagai wadah bagi para pecinta sepakbola di daerah untuk berkompetisi, ajang Boladiator juga diharapkan akan menjadi tempat "pencarian bakat". Hal ini ditandaskan oleh Brand Manager Extra Joss, Chandra Gunawan, dalam konferensi pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Jumat (4/4/2008).

"Pada tahap awal ini kami akan banyak berdiskusi dengan pemain-pemain liga nasional. Listing mana pemain yang kira-kira potensial."

"Untuk saat ini kami memang belum punya link dengan PSSI, tetapi paling tidak kami punya daftar untuk dijadikan referensi bagi, mungkin, para pemandu bakat klub atau mungkin BLI dan PSSI," imbuhnya.

Hal tersebut juga diamini oleh dua pemain nasional yang didapuk menjadi ambassador event ini, Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman.

"Ya, kalau kita lihat negara kita ini geografisnya luas sekali. Banyak bakat-bakat alami yang belum terekspos. Karena itu dengan event ini diharapkan muncul bibit-bibit muda sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mencapai level nasional," tukas Ponaryo.

"Event ini cukup kompetitif karena hanya menggunakan satu gawang dengan format setengah lapangan. Ya, diharapkan nantinya akan ada bibit-bibit baru muncul," ucap Bambang.

Para peserta Boladiator kali ini tidak dibatasi oleh usia. Tetapi usia minimal yang boleh mengikutinya adalah siswa SMU sedangkan para pemain yang akan dipantau adalah mereka berusia sekitar 18 tahun.

[detiksport]

sebenarnya indonesia tu punya banyak bibit bagus dalam sepakbola
ketika masih kecil/yunior mereka lebih bisa membawa nama indonesia di pentas dunia dari pada team seniornya
tp pertanyaannya kalau bibitnya bagus tp kalau kondisinya lembaga yang mengaturnya aja amburadul buat apa?
terus yunior bagus begitu senir pasti amburadul
bener ndak ya...

Lord_man
04-09-2008, 11:19 PM
Hingga kini pembatasan penggunaan dana dari APBD membuat banyak klub Liga Indonesia cemas tak bisa hidup. Kecemasan tersebut dinilai berlebihan karena sesungguhnya mereka bisa survive.

Hal itu dikemukakan Direktur Umum PT. Persija Jaya, Bambang Sucipto, seraya menegaskan bahwa timnya, yang sudah menjadi Perseroan Terbatas sejak bulan lalu itu, tahun depan akan semakin profesional.

"Tahun 2009 Persija siap mandiri," tegasnya saatmenghadiri jumpa pers acara Nike Manchester United Premiere Cup di Front Row Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2008).

Bambang menambahkan bahwa Permendagri no. 59 tahun 2007 janganlah membuat klub tidak bisa survive. Jadi tidak ada alasan untuk khawatir.

"Saya yakin kok klub bisa mandiri. Dengan animo masyarakat yang sedemikian tinggi, klub bisa dapat pemasukan dari tiket dan sponsor di atribut pakaian. Kalau tiket habis, klub bisa dapat 500 juta lho," bebernya.

Saat disinggung perihal kehadirannya pada acara di atas, Bambang mengungkapkan bahwa ini merupakan wujud dari upaya lobi yang dilakukan timnya guna menambah pemasukan ke kas klub.

"Ya, baru pacaran lah. Mudah-mudahan tahun depan (Nike) bisa jadi sponsor kita," ujarnya sambil tertawa.

Sementara itu Nike mengadakan kompetisi Sepakbola U-15, yang diikuti oleh 32 klub Sekolah Sepakbola (SSB) yang berasal dari Jabodetabek. Satu pemenang nantinya akan bertemu dengan lima tim regional Asia. Juaranya kemudian akan bergabung dengan 200 tim dari seluruh negara yang siap menunggu di Manchester United.

Turnamen tersebut digelar di Lapangan A Senayan, tiap hari Jumat dan Minggu mulai 11 April sampai 4 Mei 2008.

[detiksport]

Lord_man
04-10-2008, 12:14 PM
Keinginan sekira 130 orang Komunitas Suporter Indonesia untuk bertemu dengan pihak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) akhirnya terwujud. Menegpora berjanji akan mempidanakan pengurus, bila PSSI dibekukan oleh FIFA dan AFC.

Dalam demo yang berlangsung di kantor Menegpora, para pendemo memang tidak bisa bertemu dengan Adhyaksa Dault. Mereka hanya ditemui oleh Staf Ahli Prestasi Johan Arifin dan Deputi Bidang Pembinaan Menegpora Sahyana Asmara.

"Saya akan menampung aspirasi kalian. Tapi, kalian tahu bagaimana dengan sikap bapak Adhyaksa. Beliau sangat peduli dengan krisis yang terjadi di tubuh PSSI. Buktinya, beliau menyatakan akan mempidanakan PSSI, kalau sampai mereka dibekukan FIFA dan AFC," tegas Arifin kepada para pendemo.

Setelah melakukan aksi demo di Menegpora, Komunitas Suporter Indonesia itu kemudian bergerak melakukan aksi demo di depan kantor PSSI yang terletak di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Mereka memiliki tujuh agenda yang harus dipenuhi oleh organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu. Tuntutan tersebut yakni:

1. Kami menuntut agar PSSI segera melakukan pergantian Ketua Umum Nurdin Halid
2. Peningkatan kinerja, kualitas dan moral wasit yang ada di kompetisi Indonesia
3. Format kompetisi Liga Indonesia harus terprogram dan konsisten
4. Standarisasi pemain asing, baik kualitas maupun mental mereka
5. Peningkatan kualitas Panitia Pelaksana kompetisi Liga Indonesi.
6. Pembinaan suporter Indonesia agar damai, kreatif, aktratif, tidak anarkis, dan di atas landasan sportifitas
7. Sistem klub yang terencana dan konsisten

Hingga berita ini diturunkan, aksi demo yang dilakukan telah selesai. Para pendemo membubarkan dengan tertib tanpa ada kerusuhan. Meski begitu, sekitar kantor PSSI masih diawasi oleh petugas kepolisian.

[okezone]

Lord_man
04-15-2008, 10:59 PM
Latihan perdana seleksi skuad "Merah Putih" baru saja digelar. Namun tim besutan Benny Dollo itu sudah dihadapkan pada jadwal rangkaian pertandingan FIFA yang kian mendekat. Bagaimana kesiapannya?

Seleksi timnas yang seharusnya dilaksanakan pada 17 Maret lalu, pada kenyataannya harus mengalami kemunduran. Dengan berbagai persiapan yang serba mepet, timnas Indonesia harus menjalani agenda laga pertama mereka pada 25 April.

"Pertandingan persahabatan maju jadi tanggal 25 (April 2008). Perubahan ini terjadi karena jadwal pesawat yang nggak bisa, dan pihak RCTI yang memiliki jadwal penting lain di tanggal 27 (April)," ungkap Ketua Badan Tim Nasional Rahim Soekasah, yang ditemui wartawan dalam sesi latihan perdana timnas di Lapangan ABC Senayan, Senin (14/4/2008).

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Siliwangi Bandung, ketika tim racikan Bendol itu menjajal Yaman. Partai ini merupakan rangkaian pertama dari empat pertandingan persahabatan yang nantinya akan dilakukan timnas.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai majunya tanggal pertandingan yang berarti juga mempercepat proses pembentukan timnas, Bendol menukas, "Kita tidak punya waktu lagi, kerja harus cepat. Mereka harus bisa memahami bagaimana kondisi mereka (timnas)," pungkasnya.

[detiksport]

Lord_man
04-16-2008, 01:11 AM
Kehebatan Bambang Pamungkas sampai juga ke tanah Inggris. Buktinya Derby County mengaku tertarik merekrut bintang Persija Jakarta itu.

Seperti diberitakan eyefootball.com, BP --sapaan akrab Bambang-- masuk dalam rencana pembentukan tim besutan Paul Jewell saat Derby berlaga di divisi Championship musim depan. Jika semuanya lancar, BP nantinya akan diduetkan dengan Emanuel Villa, striker asal Argentina.

Rencana Derby memboyong BP keluar dari Lebak Bulus juga tak main-main. Dana sebesar 300 ribu poundsterling (sekitar Rp 5,4 miliar dengan kurs 1 pounds = Rp 18.081) kabarnya sudah dipersiapkan.

Agen BP di Eropa, Anthony van Dalen, mengungkapkan bahwa performa pemain yang kini menginjak usia 27 tahun itu memang menarik minat banyak klub Eropa, juga klub asal Australia Perth Glory. Bahkan, tambah van Dalen, ada beberapa klub yang berniat memberinya try out.

Namun demikian kepastian mengenai kelanjutan karir BP di musim depan belum terjawab. Namun yang pasti, pemain yang sudah mengoleksi 45 caps dan 23 gol bersama timnas Indonesia itu masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta.


[detiksport]

:guesuka::guesuka:

obet
04-16-2008, 11:00 AM
Kehebatan Bambang Pamungkas sampai juga ke tanah Inggris. Buktinya Derby County mengaku tertarik merekrut bintang Persija Jakarta itu.

Seperti diberitakan eyefootball.com, BP --sapaan akrab Bambang-- masuk dalam rencana pembentukan tim besutan Paul Jewell saat Derby berlaga di divisi Championship musim depan. Jika semuanya lancar, BP nantinya akan diduetkan dengan Emanuel Villa, striker asal Argentina.

Rencana Derby memboyong BP keluar dari Lebak Bulus juga tak main-main. Dana sebesar 300 ribu poundsterling (sekitar Rp 5,4 miliar dengan kurs 1 pounds = Rp 18.081) kabarnya sudah dipersiapkan.

Agen BP di Eropa, Anthony van Dalen, mengungkapkan bahwa performa pemain yang kini menginjak usia 27 tahun itu memang menarik minat banyak klub Eropa, juga klub asal Australia Perth Glory. Bahkan, tambah van Dalen, ada beberapa klub yang berniat memberinya try out.

Namun demikian kepastian mengenai kelanjutan karir BP di musim depan belum terjawab. Namun yang pasti, pemain yang sudah mengoleksi 45 caps dan 23 gol bersama timnas Indonesia itu masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta.


[detiksport]

:guesuka::guesuka:

ini berita bener ga sih?gw seh ga percaya ama web2 indonesia suka cuma rumor2 ga jelas kaya inggris ke euro lagi
org di web euronya masih ada nama spanyol dibilangnya dicoret ganti ama inggris
Tapi ya kalo bambang bener2 ke derby Gw salut!!!!Hidup BP:beer:

Lord_man
04-16-2008, 12:36 PM
Baru 28 Klub Mendaftar

Dari 34 klub yang tercatat akan mengikuti divisi utama Liga Indonesia musim depan, baru ada 28 klub yang mendaftarkan diri. Padahal batas waktu pendaftaran berakhir pada tanggal 15 April 2008.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Djoko Driyono, saat ditemui di kantornya di Rasuna Office Park, Jakarta, Selasa (15/4/2008). Dari total 34 klub yang ada, empat diantaranya belum memberikan kelanjutan putusan sementara dua lainnya malah belum memberikan konfirmasi sama sekali.

“Yang belum ada konfirmasi sama sekali adalah Persma Manado dan Persegi Bali FC. Sedangkan yang janji malam ini ada empat klub yaitu PS Mitra Kukar, Persidago Gorontalo, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro,” bebernya.

Meski demikian, Djoko menegaskan bahwa tidak akan ada sanksi yang dijatuhkan kepada klub-klub yang telat mendaftar. “Di kami bukan sanksi tapi excluded,” tegasnya.

Adapun bagi klub-klub yang sudah mendaftar, mereka akan dibahas dalam sebuah rapat pleno yang akan dilangsungkan minggu depan. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapat tersebut adalah mengenai pembagian grup.

28 Klub yang Sudah Mendaftar:

1. Persiraja Banda Aceh
2. PSSB Bireun
3. PSAP Sigli
4. PSDS Deli Serdang
5. PS Semen Padang
6. PSP Padang
7. PSPS Pekanbaru
8. Persih Tembilahan
9. Persikota Tanggerang
10. Persikad Depok
11. Persikabo Bogor
12. Persikab Bandung
13. Persibat Batang
14. PSIS Semarang
15. Persiku Kudus
16. Persis Solo
17. PSIR Rembang
18. PSS Sleman
19. PSIM Yogyakarta
20. Persiba Bantul
21. Persebaya Surabaya
22. Persekabpas Pasuruan
23. Gresik United FC
24. PS PKT Bontang
25. Persisam Putra
26. Persibom Bolmong
27. Persigo Gorontalo
28. Perseman Manokwari.

[detiksport]

Lord_man
04-16-2008, 12:51 PM
Derby County dikabarkan tertarik ingin menggaet bomber tim nasional Indonesia Bambang 'BP' Pamungkas musim depan. Namun, pihak Persija Jakarta mengaku belum menerima tawaran dari klub asal Inggris tersebut.

Ketertarikan Derby untuk menggaet BP, diberitakan pertama kali oleh situs Eyefootball, Selasa (15/4/2008). Bahkan, situs itu menyebutkan klub asal Inggris tersebut telah menyiapkan kontrak sebesar 300 ribu poundsterling untuk menggaet BP musim depan.

Namun, pihak Persija melalui asisten manajer Fery Indra Syarief mengaku belum tahu soal berita itu. "Hingga saat ini kami belum menerima tawaran dari Derby, mengenai ketertarikan mereka," jelas Fery ketika dihubungi okezone, Selasa (15/4/2008).

Fery mengaku bangga BP dilirik tim asal Inggris itu. Namun, dia belum tahu apakah akan menjual pemain yang pernah merumput di Liga Malaysia itu. "Sebagai orang Indonesia, saya tentu bangga ada pemain lokal yang dilirik tim asal Inggris. Tapi, saya belum tahu apakah kami akan menjualnya atau tidak. Itu tergantung dari mereka," lanjut mantan Ketua The Jak Mania itu.

Saat ini BP telah dikontrak oleh klub berjuluk Macan Kemayoran itu.

[okezone]

Lord_man
04-16-2008, 08:05 PM
Revisi Pedoman Dasar PSSI sudah ditolak oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). PSSI pun menjanjikan pembenahan. Upaya untuk terus berkelit masih saja ditunjukkan PSSI.

Seperti diberitakan sebelumnya, penolakan AFC ini berkaitan dengan sejumlah hal, di antaranya adalah tentang jumlah hak suara yang masih dipertahankan oleh PSSI, yakni sebanyak 627 suara. Sedangkan AFC menginginkan total suara dikurangi menjadi tidak lebih dari 130.

PSSI pun kembali berkelit. Janji pembenahan lagi-lagi diungkapkan oleh jajaran pengurus yang hadir dalam konferensi pers mengenai hasil pertemuan dengan AFC di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/4/2008).

"Kita masih harus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Nggak gampang untuk meminta mereka dari tadinya memiliki hak suara menjadi tidak memiliki hak suara," kilah Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa nantinya hak suara ini berasal dari klub liga super, klub divisi utama dan divisi di bawahnya, klub sepakbola wanita, futsal, serta asosiasi pemain, pelatih dan wasit.

Selain Nirwan, hadir dalam acara tersebut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, anggota Exco Mafirion, dan Ketua Tim Revisi Pedoman Dasar PSSI Dali Taher.

Ketika disinggung mengenai kapan PSSI akan melakukan penyesuaian pedoman dasar ini, Nirwan tidak berani memastikan. "Selasa atau Rabu minggu depan draft penyesuaian ini harus segera dikirim kembali ke AFC," ujarnya.

Selain masalah jumlah hak suara, yang tidak kalah penting dibahas dalam pertemuan tanggal 15 April 2008 di Kuala Lumpur itu adalah isu status kriminal, terutama terkait dengan status terpidanan korupsi yang disandang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. PSSI mengaku masih ada perbedaan persepsi antara pihaknya dengan AFC.

"Hari ini lawyer dari AFC dan komisi legal PSSI melakukan pertemuan untuk menyamakan persepsi tentang istilah kriminal agar bisa dipahami bersama," elak Nirwan

Nirwan menyatakan, PSSI mematok deadline untuk melakukan seluruh perubahan seperti yang diminta oleh AFC ini. "Yang jelas sebelum 4 Mei, kita harus menyesuaikan revisi seluruh pedoman dasar," tegasnya.

[detiksport[

boyscout
04-17-2008, 12:50 AM
buat PSSI harap segera sadar, karena kalau tidak bangsa Indonesia yang aka rugi. Masa seh ganti ketua umum aja ga bisa.... cape deeee

Lord_man
04-19-2008, 12:59 AM
Faktor stamina acap jadi kendala tim nasional sehingga Benny Dollo pun kini lantas menggenjot fisik pemain. Hasilnya? Pemain timnas sekarang tak lagi cepat lelah.

Berbagai upaya yang terus dilakukan Bendol dan stafnya untuk bisa memperbaiki stamina pemain mulai membuahkan hasil. Hal ini diungkapkan dia, usai melatih anak-anak asuhnya di Lapangan ABC Senayan, Kamis (17/4/2008).

"Kemarin baru main 20 menit aja kelihatan capeknya, tapi sekarang sudah main 20-25 menit tapi masih semangat," puas dia.

Namun begitu, Bendol terus menaruh harapan bahwa Ponaryo dkk tak lantas cepat berpuas diri. "Saya berharap Jumat ini kemampuan anak-anak bisa sampai 85-90 persen," tegas pria yang sebelumnya melatih tim Persita Tangerang tersebut.

Sementara itu, berdasarkan hasil tes fisik yang dilakukan selama dua hari, yaitu dari Selasa (15/4/2008) sampai Rabu(16/4/2008), pelatih fisik timnas Oktavianus Matakupat mengaku cukup puas. Dia membutuhkan waktu satu setengah bulan untuk bisa mengembalikan kondisi pemain ke performa terbaik mereka.

"Hasil rata-rata masih di (level) 12-13. Tidak terlalu buruk-lah karena saya sadar mereka baru saja off dari kompetisi," lugas dia.


[detiksport]

Lord_man
04-22-2008, 12:44 AM
Keinginan Persija Jakarta menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai kandang mereka akhirnya kesampaian. "Macan Kemayoran" mengklaim sudah mendapat restu dari Menegpora.

Sejak berakhirnya musim kompetisi lalu Persija memang santer menyuarakan keinginan untuk pindah kandang dari Stadion Lebak Bulus ke Gelora Utama Bung Karno. Terbatasnya kapasitas di Stadion Lebak Bulus jadi alasan "Macan Kemayoran" untuk ganti homebase.

Awalnya niatan tersebut sempat terhalang karena Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault tak memberikan lampu hijau. Alasannya GBK baru saja direnovasi dan menghabiskan dana miliaran rupiah. Aksi kerusuhan antarsuporter yang kerap mewarnai gelaran Liga Indonesia juga memunculkan potensi kerusakan yang cukup tinggi.

Meski beberapa kali ditolak, namun izin untuk menggunakan GBK akhirnya didapat Persija. Untuk menghadapi musim pertama Liga Super, Bambang Pamungkas dkk akan merumput di stadion termegah di tanah air itu.

"Aman, kita boleh pakai Gelora Bung Karno. Kita sudah menghadap Menpora dan mendapat izin," ungkap Direktur PT Persija Jaya, Bambang Sucipto, pada wartawan saat ditemui di Gelora Bung Karno, Senin (21/4/2008).

Persija tak akan selamanya bermarkas di GBK. Klub yang sebelumnya juga pernah bermarkas di Stadion Menteng itu menumpang hingga pembangunan stadion mereka sendiri di wilayah Sunter, Jakarta Utara, selesai dikerjakan.

"Di Jakarta tidak ada lagi stadion yang bisa menampung jumlah The Jakmania yang jumlahnya sampai 30.000. Kita main di sana sampai stadion kami sendiri selesai dibangun," lanjut Bambang.

Soal kemungkinan bentrok antara jadwal liga dengan pertandingan timnas Bambang juga tidak khawatir. "Kalau nanti bentrok ya tinggal diatur sama BLI (Badan Liga Indonesia), yang jelas kita bisa pakai (GBK)," pungkas Bambang yang datang ke GBK untuk menyaksikan laga ujicoba antara timas vs Persija U-21.

BLI sendiri hari ini baru melakukan verifikasi terkait persiapan Persija menghadapi Liga Super. Layak atau tidaknya mereka ikut Liga Super baru diketahui pertengahan Mei nanti saat BLI mengeluarkan pemgumuman resmi.

[detiksport]

Lord_man
04-22-2008, 12:51 PM
Menjelang pertandingan ujicoba melawan Yaman, pelatih timnas Indonesia Benny Dollo menggenjot fisik pasukannya supaya cepat kembali setelah libur panjang pasca kompetisi selesai.

Menghadapi Persija U-21 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2008), Bambang Pamungkas dkk memetik kemenangan telak 5-0. Kelima gol tersebut dicetak Aliyudin (2), Saktiawan Sinaga, Legimin, dan Suwita Pata.

Meski mendominasi permainan, hasil ini tak lantas membuat Bendol -- sapaan Benny Dollo -- senang karena menurutnya anak-anak masih harus banyak berbenah.

"Sekarang ini lebih kita mempertahankan ketahanan fisik karena kita harus mempercepat kondisi mereka," ungkap Bendol seusai pertandingan.

Masih menurutnya, kondisi fisik pemain haruslah meningkat dalam dua sampai tiga hari mendatang untuk bisa maksimal melawan Yaman di Stadion Siliwangi Bandung, Jumat (25/4/2008).

Salah satu sesi latihan fisik yang dilakukan pemain adalah berlari dengan menggunakan parasut kecil yang diikatkan ke tubuh setiap pemain. Hal ini berfungsi untuk bisa mencapai SAQ atau Speed, Agility dan Quickness.

Ketika disinggung siapa yang bakal terpilih saat menjamu Yaman nanti, ia belum mau membocorkan.

"Belum ada koordinasi, walaupun sudah ada kerangka tim tapi belum ada kandidat pemain yang akan mengisi posisi tersebut," ungkapnya.

[detiksport]

mato
04-23-2008, 02:01 AM
Mudah2 an TIMNAS Menang semangat indonesia..sayang gak main di GBK kalo main di GBK enak banget nonton...

Lord_man
04-25-2008, 10:48 PM
Tim nasional Indonesia berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Yaman di Bandung. Gol tunggal tim 'Merah Putih' dihasilkan oleh striker andalannya, Bambang Pamungkas.

Meski tipis, kemenangan ini merupakan kemenangan pertama Indonesia dalam laga 'resmi' di bawah pelatih Benny Dolo. Di partai pertama di tangan Bendol --panggilan Benny--, timnas Indonesia ditekuk Borussia Dortmund 0-1.

Sekitar 20 ribu penonton, yang kebanyakan bobotoh Persib Bandung, terlihat menyemuti Stadion Siliwangi, Jumat (25/4/2008). Selain atribut 'Merah-Putih', beberapa atribut biru juga nampak terpampang.

Di lapangan, Yaman sudah mengancam dari awal pertandingan. Menit ke-9, sebuah sundulan dari Hasan Umar lewat tipis di atas mistar gawang Markus Horisson. Selamatlah gawang Indonesia.

Hanya berselang dua menit, ancaman Yaman nyaris merobek gawang Markus. Sebuah tendangan bebas yang dieksekusi Mohamed Saleh Yousef hanya mengenai mistar gawang. Bola muntah disambut sundulan pemain Yaman namun masih melebar.

Setelah berkutat dalam perebutan bola di lapangan tengah, Indonesia justru menjadi tim pertama yang unggul. Pada menit ke-34, sebuah umpan terobosan dari Firman Utina mencapai Bambang Pamungkas.

Lolos dari jebakan offside, Bambang sedikit menggiring bola masuk kotak penalti Yaman sebelum mencetak gol dengan sebuah tendangan kaki kiri menyusur tanah yang tidak terlalu keras. 1-0 untuk Indonesia.

Lima menit setelah babak kedua dimulai, kembali Yaman yang memperoleh peluang. Sebuah tendangan yang dilepaskan oleh Akram Al Worafi dari luar kotak penalti masih menyamping tipis di kiri gawang Indonesia.

Saleh Yousef kembali menebar ancaman. Namun tendangan kerasnya dengan menyambut umpan lambung dari tendangan sudut masih melambung. Padahal, jarak Yousef dengan gawang hanya sekitar tiga meter.

Penampilan Indonesia jauh menurun di babak kedua. Kesempatan ini dipakai Bendol untuk menyisipkan sejumlah nama-nama pemain yang cukup jarang diberi kesempatan merumput di level timnas.

Menit 88, Indonesia nyaris menambah keunggulan. Bermula dari sepak pojok Syamsul Chaerudin, bola disambut sundulan Nova Arianto dan jatuh ke kaki Arif Suyono. Sayang, sepakan pemain Arema Malang itu masih melambung.

Kedudukan 1-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

[detiksport]

:guesuka::guesuka:

mato
04-26-2008, 08:06 AM
BAgus Indonesia.. terus kan perjuangan mu.. fisik harus di tingkat kan yah... sip dah.. seluruh masyarakat mendukungmu

Lord_man
04-29-2008, 12:48 PM
Usai menggelar serangkaian ujicoba, proses seleksi mulai dilakukan pelatih Benny Dollo. Kali ini dua pemain harus keluar dari pelatnas karena dianggap tak mampu bersaing. Siapa?

Pencoretan dua calon anggota timnas Indonesia diungkapkan oleh Manajer Administrasi dan Keuangan Badan Tim Nasional, Chandra Solechan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2008) Sore WIB. Jumlahnya malah akan bertambah menjadi tiga tergantung keputusan yang baru akan dibuat malam ini.

"Iya, Ade Suhendra dan Muhammand Nasuha, mereka dicoret karena alasan teknik. Sementara nasib Cristian Warobay baru akan diputuskan malam ini," Ujar Chandra saat dikonfirmasi wartawan.

Dengan pencoretan dua nama tersebut berarti skuad timnas sudah berkurang tiga orang setelah sebelumnya Boaz Salossa mengundurkan diri akibat cedera yang dideritanya. Total skuad Bendol yang tersisa saat ini adalah 32 orang.

"Mereka tidak bisa bersaing. Ya gak papa, gak masalah," ungkap Bendol singkat soal pencoretan dua nama terbaru tersebut.

Soal kondisi skuadnya saat ini, mantan pelatih Arema Malang dan Persita Tangerang itu mengaku masih ada kekurangan. Kondisi fisik yang masih terlalu lemah jadi fokus yang akan digenjot dalam beberapa pekan mendatang.

"Fisik dan daya tahan pemain baru 30% . Untuk terus meningkatkannya akan dilakukan latihan berupa 70% aerobik dan 30% non-erobik. Itu akan dilakukan selama 10 hari ke depan. Setelah itu komposisinya akan dibalik (70% nonaerobik dan 30% aerobik). Tak ada gunanya bicara teknik dan strategi kalau fisik tidak mendukung," ungkap Bendol.

[detiksport]

Lord_man
05-07-2008, 03:04 AM
Deadline atau batas waktu yang diberikan AFC kepada PSSI untuk meratifikasi Pedoman Dasar (PD) organisasi sesuai statuta FIFA telah lewat. Lalu, bagaimana kelanjutan masalah yang telah berlarut-larut ini?

Seperti diketahui, pada 6 Maret lalu AFC melalui sekjennya, Dato Paul Mony, melayangkan surat kepada Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang berisi instruksi untuk menyegerakan perubahan PD organisasi selambat-lambatnya 4 Mei, sebelum menggelar pemilihan ulang tiga bulan kemudian.

Tentang deadline yang telah berlalu itu, anggota Executive Committee (Exco) PSSI Mafirion mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi permintaan AFC tersebut. Tapi ia belum tahu apa yang akan terjadi kemudian.

"Batas waktunya 'kan 4 Mei, dan kita sudah mengirimkan (ratifikasi PD) dua minggu lalu. Sampai saat ini belum ada lanjutan apa yang harus kita lakukan dari AFC," tukas Mafirion saat ditemui wartawan di kantor PSSI di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/5/2008).

Ketika untuk kesekian kalinya ditanyakan kemungkinan PSSI dibekukan, ia juga tetap bersikeras bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, tidak ada alasan bagi FIFA membekukan organisasi tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.

"FIFA nggak bisa menentukan. Pedoman Dasar 'kan sudah kita serahkan. Jadi barangnya sudah tidak ada, karena sudah di sana," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu draft perubahan dalam Pedoman Dasar yang dikirimkan PSSI adalah seputar jumlah hak suara anggota dan definisi kriminal, terkait status Ketua Umum Nurdin Halid sebagai terpidana kasus korupsi.

PSSI mengajukan 115 suara yang berasal dari perwakilan Liga Super (18), Divisi Utama (17), Divisi I (16), Divisi II (15), Divisi III (15), Asosiasi Sepakbola (5), dan Pengurus Daerah (33).

"Yang jelas kita sudah menyerahkan draft sebelum 4 Mei. Kalau kalian mau tanya, ya sama AFC saja," pungkas Mafirion.

[detiksport]

adetaris
05-09-2008, 01:43 AM
Peringkat FIFA
Indonesia 131, Argentina Masih Pertama


Zurich - Posisi 20 besar peringkat dunia FIFA di bulan Mei 2008 nyaris tak mengalami perubahan, dengan Argentina tetap jadi nomor satu. Sementara Indonesia naik satu peringkat ke rangking 131 dunia.

Argentina tetap jadi yang terbaik di dunia dengan raihan 1520, dikuntit oleh Brasil yang hanya berselisih dua poin. Secara garis besar, satu-satunya perubahan di 20 besar hanyalah keberadaan Kamerun yang menggeser Meksiko dari posisi 16.

Sementara itu Italia masih jadi yang terbaik di zona Eropa dengan menghuni posisi tiga dunia dengan poin 1396, diikuti Spanyol yang mengantongi 1323 poin.

Ghana yang ada di posisi 14 dengan poin 1010, masih belum bergeming sebagai pemilik rangking tertinggi di benua Afrika. Selain Argentina, Italia dan Ghana, pimpinan di konfederasi lainnya juga tak mengalami perubahan, yakni Meksiko (17), Jepang (37) dan Selandia Baru (78).

Dalam daftar tersebut, Indonesia kehilangan dua poin tapi bisa naik satu posisi ke urutan 131. Di zona Asia, "Tim Merah Putih" menghuni urutan ke-21.

Rangking FIFA Bulan Mei:

1. Argentina
2. Brasil
3. Italia
4. Spanyol
5. Jerman
6. Republik Ceko
7. Prancis
8. Yunani
9. Portugal
10.Belanda

.............

128. Singapura
129. Namibia
130. Liechtenstein
131. Indonesia

sumber : detiksport.com

Lord_man
05-09-2008, 12:25 PM
Saat menggenjot kondisi fisik pemain masih jadi menu utama yang disuguhkan Benny Dollo, beberapa anggota skuad timnas justru sudah harus absen karena mengalami cedera.

Berdasarkan pengamatan detiksport saat menyaksikan latihan rutin timnas di Lapangan ABC Senayan, Kamis (8/5/2008), terlihat Suwitha Patha, Haryono, dan M. Ridwan hanya duduk-duduk di pinggir lapangan saat rekan-rekannya justru tengah digembleng Benny Dollo.

Tiga pemain tersebut kemudian diketahui memang tengah mengalami cedera. Menurut Dokter Timnas, Zaini Khadafi Saragih, ketiga pemain itu sebenarnya baru mengalami tanda-tanda cedera namun sengaja diistirahatkan untuk menghindari cedera yang lebih parah.

"Mereka sudah mengalami gejala cedera. Daripada nanti tambah parah, lebih baik diistirahatkan saja," ungkap Khadafi.

Kalau Suwitha Patha, Haryono, dan M. Ridwan hanya mengalami cedera ringan, lain lagi dengan Usep Munandar karena dia sampai harus dirawat di rumah sakit. Bukan karena cedera, Usep mengalami gejala demam berdarah.

"Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Soreang. Sudah dilakukan pemeriksaan, tapi hasilnya belum bisa dipastikan. Kalau dilihat dari gejalanya sih trombositnya turun. Biasanya kan itu gejala demam berdarah. Tapi kita tunggu saja,” tandasnya.

Sementara soal belum hadirnya Ortizan Solossa, Benny Dollo kembali membantah kalau pemainnya itu sudah dicoret atau mangkir latihan. "Bukan tidak dilibatkan, tapi ini masalah keluarga. Anaknya kan sakit, daripada main di sini pikirannya ga fokus," pungkasnya meninggalkan wartawan.

Timnas akan melakukan tiga laga uji coba dalam kurun waktu satu minggu. Yang terdekat Ponaryo Astaman dkk akan melawan Persatuan Sepakbola Angkatan Laut pada Sabtu (10/5/2008) di Stadion Gelora Bung Karno.

[detiksport]

Lord_man
05-10-2008, 08:07 PM
Desakan beberapa pengurus daerah PSSI agar Munaslub secepatnya digelar, tampaknya akan mendapatkan respon positif dari Pengurus Pusat PSSI. Namun Munaslub akan digelar dengan satu syarat, yaitu tanpa agenda mengganti Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang saat ini masih berada dalam tahanan.

Kabar akan segera digelarnya Munaslub tersebut diungkapkan oleh Anggota Executive Comisioner (EXCO) PSSI, yang juga tercatat sebagai Ketua Bidang Status dan Alih Status Pemain, Iwan Budianto.

"Kami mengerti banyak pengurus daerah yang menginginkan adanya Munaslub dan kami bersedia menggelarnya, asalkan tanpa agenda pemilihan ketua umum baru," kata Iwan, Sabtu (10/5/2008).

Iwan menambahkan banyak pengurus di daerah yang tak mengerti aturan mengenai digelarnya Munaslub. Menurutnya, banyak pengurus daerah yang berpikiran Munaslub adalah untuk mengganti Ketua Umum.

"Okelah mungkin kalau dua per tiga pengurus daerah mengusulkan Munaslub, maka kami akan mengelarnya. Tapi tetap tanpa pergantian ketua umum. Karena Munaslub bukanlah ajang untuk melakukan pergantian ketua umum. Munaslub itu akan membahas AD/ART sesuai dengan rekomendasi FIFA," jelasnya.

Meski demikian, Iwan Budianto ia juga mengakui bahwa tidak tertutup kemungkinan agenda pergantian ketua umum hadir dalam Munaslub. Namun lagi-lagi dikatakannya, agenda tersebut tidak akan ada pada Munaslub yang akan digelardalam waktu dekat tersebut.

"Bisa dilakukan pergantian ketua umum, tapi pada Munaslub berikutnya, sesuai dengan keputusan Munaslub yang akan digelar ini," tandasnya

[detiksport]

Lord_man
05-20-2008, 01:31 PM
Bendol Rahasiakan Taktik

http://www.detiksport.com/images/content/2008/05/20/76/Bendol.JPG
Rabu (21/5/2008), Indonesia akan menjamu Bayern Munich di Stadion Gelora Bung Karno. Namun, arsitek timnas, Benny Dollo, belum mau membeberkan taktik yang akan ia terapkan nanti.

Pertandingan ini akan digelar pukul 17.00 WIB. Walaupun tidak diperkuat bintang-bintang internasional yang mulai mempersiapkan diri bersama timnas masing-masing untuk Euro 2008, tapi masih banyak pemain top yang akan dibawa FC Hollywood. Sebut saja Oliver Kahn, Daniel van Buyten, Christian Lell, Marcell Jansen, Andreas Ottl, Mark van Bommel, Ze Roberto, dan Jan Schlaudraff.

Menghadapi pemain-pemain dengan level Eropa, Bendol mengaku akan menyorot sektor pertahanan. Namun, ia belum mau mengungkapkan secara detil taktik dan strategi yang akan ia gunakan. "Lihat nanti dong. Yang jelas kita harus meredam mereka punya serangan," tandasnya.

Ditambahkan juga olehnya, bahwa kondisi tim "Merah Putih" kini dalam keadaan yang sangat baik, meskipun ada beberapa pemain yang masih tanda tanya. Ia pun percaya nama-nama lama seperti Charis Yulianto dan Maman Abdurrahman akan mampu menggalang pertahanan dengan baik.

"Anak-anak dalam kondisi baik. Kecuali Ardan Aras, Arif Suyono, M. Ridwan, dan Usep Munandar. Ada Charis (Yulianto), M. Robby, Maman (Abdurahman), yang menjaga barisan belakang. Mereka cukup bagus," imbuhnya.

[detiksport]

Lord_man
05-23-2008, 11:57 PM
http://www.detiksport.com/images/content/2008/05/21/76/Hitzfeld.JPG
Bermateri pemain lapis kedua, Bayern Munich dengan mudah melumat timnas Indonesia 5-1. Meski menang mudah mereka mengaku sedikit beruntung sekaligus melayangkan pujian buat "Tim Merah Putih".

Di bawah riuh rendah dukungan penonton Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (21/5/2008), Munich memberikan pelajaran berharga kepada Bambang Pamungkas dkk, berupa kekalahan telak. Namun walau sudah berjaya, Ottmar Hitzfeld yang membesut tim jawara Bundesliga tersebut tetap memuji lawan.

"Timnas Anda bagus, bisa main cepat. Kami kadang kalah cepat. Mereka bisa meliuk-liuk, walau secara postur lebih kecil," puji Hitzfeld dalam konperensi pers usai pertandingan.

Lebih jauh lagi, dia juga menilai kalau kemenangan meyakinkan yang sudah diraih timnya juga dipengaruhi faktor keberuntungan. Pelatih yang akan melepas jabatannya musim panas ini tersebut juga mengaku kalau timnya tak tampil sebagaimana predikatnya sebagai klub prestisius Eropa.

"Pemain Indonesia sangat bagus, kami sedikit beruntung. Gol lebih karena kesalahan mendasar dari pemain Indonesia," imbuh Hitzfeld.

Menyoal penampilan pemain Indonesia secara individual, dia enggan mengeluarkan penilaian. Namun ada satu yang secara khusus mencuri perhatiannya.

"Tidak pada tempatnya untuk mengeluarkan kritik karena ini friendly. Secara umum organisasi permainan Indonesia baik. Kami level Eropa jadi tak bisa berikan penilaian, tapi nomor delapan (Ellie Aiboy) sangat bagus," pungkas pria berusia 59 tahun tersebut.

[detiksport]

Lord_man
05-27-2008, 12:21 AM
Tim nasional Irak tak akan berpartisipasi dalam semua event milik FIFA setelah mereka dijatuhi sanksi larangan bertanding dalam setahun. Bagaimana nasib Indonesia?

Keputusan menjatuhkan sanksi pada Irak diambil Komite Eksekutif FIFA dalam kongres yang digelar Senin (26/5/2008). Jatuhnya sanksi ini didasari pada tindakan pemerintah Irak yang membubarkan Komite Olimpiade Nasional mereka dan semua induk olahraga di negara tersebut.

Sanksi tersebut berlaku segera, yang berarti pertandingan menghadapi Australia di ajang kualifikasi Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung Minggu (1/6/2008), di Brisbane, batal. Komite Eksekutif FIFA rencananya akan merekomendasikan hal tersebut pada Kongres FIFA yang akan berlangsung di Sydney hari Jumat (30/5/2008).

"Komite eksekutif FIFA memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Asosiasi Sepakbola Irak, terhitung mulai hari ini," demikian pernyataan resmi FIFA seperti diberitakan Yahoosport.

Meski demikian, Irak yang merupakan juara Piala Asia 2007 masih mungkin terhindar dari sanksi tersebut jika hingga pukul 21.00 WIB malam ini pemerintah mereka membatalkan keputusan yang telah dbuat. Tindakan yang sepertinya tak akan diambil Irak karena mereka bersikukuh mempertahankan pendiriannya.

Menteri Olahraga Irak, Jasem Mohammed Jaafar, kepada Reuters memastikan kalau Pemerintah Irak tak akan mengubah keputusannya, meski dihadapkan pada ancaman serius tersebut.

Jatuhnya sanksi pada Irak menimbulkan kekhawatiran besar buat publik sepakbola Indonesia. Seperti diketahui Indonesia juga sangat mungkin dijatuhi sanksi oleh organisasi pimpinan Sepp Blatter itu terkait ketidakpatuhannya terhadap permintaan FIFA untuk mengubah statuta dan termasuk di dalamnya menurunkan Nurdin Halid yang terjerat kasus hukum.

Tenggat waktu untuk mengubah statuta tersebut sudah jatuh pada 5 Mei lalu. Meski draft perubahan statuta sudah dikirim, namun AFC menolaknya karena PSSI masih ada membandel terkait pasal jumlah suara dan pasal kriminal yang menjadi syarat utama FIFA dalam statuta baru.

[detiksport]

PSSI kumaha iye teh..!!!!:pukul::pukul:

Lord_man
05-27-2008, 11:59 PM
Pelatih timnas Benny Dollo kembali mencoret sepuluh pemain dalam skuadnya. Bagi Bendol, perampingan tersebut memang harus dilakukan dan adalah hal yang wajar.

Sebelumnya Bendol telah memulangkan dua pemain. Kini sepuluh pemain kembali dicoret dalam skuad Merah Putih dan tinggal menyisahkan ke-23 pemain saja. Menurutnya, perampingan ini memang harus dilakukannya dan bukanlah suatu hal yang aneh.

"Nggak ada alasan apa-apa, ini hanya evaluasi dari persiapan awal yang kita lakukan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (27/05/2008).

Saat ini, hanya tersisa 23 pemain termasuk di dalamnya satu pemain baru, Isnan Ali, yang nantinya akan mengikuti training camp di Surabaya untuk mengikuti pertandingan persahabatan selanjutnya melawan Malaysia dan Vietnam pada 6 dan 11 Juni mendatang.

Ketika disinggung mengapa dirinya melakukan pemanggilan terhadap pemain asal Sriwijaya FC, Isnan Ali, Bendol menjawab santai. "Isnan kita panggil, untuk melengkapi kekurangan dari pemain yang kita pulangkan itu. Itu saja kok,” tandasnya.

[detiksport]

Lord_man
06-05-2008, 12:12 PM
Rencana pertemuan KONI dengan PSSI yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hari ini terpaksa batal setelah PSSI meminta pertemuan tersebut diundur.

Pemanggilan kembali PSSI oleh KONI masih terkait masalah penyelesaian perumusan pedoman dasar. Jika terlaksana ini kan menjadi pertemuan kedua mereka setelah yang pertama pada pertengahan Mei, yang kemudian tak menghasilkan banyak kemajuan lantaran otoritas sepakbola nasional itu mengaku masih menunggu keputusan FIFA terkait refisi statuta.

Itulah salah satu alasan KONI kembali memanggil PSSI hari ini, Rabu (4/6/2008), yakni untuk meminta keterangan terkait hasil kongres FIFA di Sydney akhir bulan lalu.

Selain itu muncul juga kabar kalau pemanggilan tersebut dilakukan terkait rencana PSSI untuk melakukan sosialisasi selama dua bulan mulai pertengahan Juni sebelum akhirnya melakukan ratifikasi pedoman dasar melalui munaslub. Ini bertentangan dengan pernyataan PSSI sebelumnya yang berjanji akan segera melakukan sosialisasi sekembalinya dari Sydney.

"Berkenaan dengan hal tersebut (surat panggilan KONI untuk melakukan rapat koordinasi), maka dengan ini kami sampaikan permohonan maaf karena pada tanggal 4 Juni semua anggota Komite Eksekutif PSSI tidak berada di Jakarta termasuk sekjen (Nugraha Besoes)," demikian kutipan surat PSSI yang dikirimkan ke KONI.

Kapan pertemuan selanjutnya bakal digelar hingga kini belum diketahui. Setidaknya begitu menurut surat balasan yang dikirimkan KONI.

"...Rapat yang sedianya akan dilaksanakan pada 4 Juni 2008 pukul 17.00 sementara ditunda sampai pemberitahuan selanjutnya," demikian surat KONI yang ditandatangani Sekretaris, Rosihan Anwar.

[detiksport]

Lord_man
06-07-2008, 12:10 AM
Polisi mengamankan dua mahasiswa yang mengaku mahasiswa UNAIR yang membawa spanduk ganyang Malasyia. Keduanya saat ini diamankan di Mapolres Surabaya Timur untuk dimintai keterangan. Kedua mahasisswa yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya itu tertangkap saat memasuki pintu stadion kelas Ekonomi saat digeledah petugas.

Menurut Kabad Reskrim Surabaya Timur AKP Agung Marlianto, pengamanan kedua mahasiswa ini ditujukan untuk memberikan pelajaran bagi semua penonton agar tidak memancing permusuhan antanegara.

"Yang jelas perbuatan mereka sangat tidak dibenarkan dalam KUHP karena dapat menimbulkan permusuhan antarnegara," ujar Agung.

Menurut Agung, pihaknya tidak akan menindak secara pidana terhaspa keduanya hanya akan memberikan pengertian supaya tidak mengulanginya lagi saat pertandingan 11 Juni saat timna Indonesia melawan Vietnam.

Sementara itu situasi di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, suporter pendukung Indonesia yang rata-rata memakai kostum Persebaya berwarna hijau sambil membawa bendera Merah-Putih terus memadati dan berdatangan ke gelora 10 November.

Rencananya kick off pertandingan persahabatan antara timnas Indonesia melawan Malaysia akan dimulai pukul 17.00 WIB.

[detiksport]

Lord_man
06-07-2008, 01:25 PM
Indonesia hanya berhasil memetik hasil seri 1-1 dalam laga ujicoba melawan Malaysia di Surabaya, Jumat (6/6/2008). Pelatih timnas Benny Dollo menyebut pemainnya tak patuhi instruksi.

Bambang Pamungkas sempat membawa Indonesia unggul terlebih dahulu dengan mencetak gol melalui titik penalti di menit ke-25. Namun kemenangan melayang saat Malaysia menyamakan skor di menit ke-34.

Seusai laga, Bendol --sapaan Benny Dollo-- mengeluhkan anak-anak asuhannya yang tidak patuh kepada instruksi yang diberikan.

"Itu mungkin penyakit lama pemain indonesia. Selalu hilang saat memegang bola. Kenapa harus memberikan umpan jauh padahal kemampuan untuk mengangkat bola saja tidak ada?" ujar Bendol separuh bertanya kepada para wartawan.

Meski demikian, Bendol tetap merasa yakin pada kemampuan skuadnya saat ini. Apalagi menurutnya, "Merah Putih" sedang berada dalam tahap regenerasi. "Mudah-mudahan pencinta sepakbola Indonesia mengerti kondisi timnas saat ini," imbuh Bendol.

Dalam pertandingan tadi, Bendol banyak melakukan pergantian pemain di babak kedua. Rotasi yangg dilakukannya diakui Bendol sangat efektif untuk mengimbangi para pemain Malaysia yang umumnya lebih muda dibanding Indonesia

Selain itu, Bendol juga menyebutkan bahwa saat ini di Indonesia sangat sulit mencari pesepakbola di seluruh lini yangg umurnya masih sangat potensial.

Dalam laga berikutnya, Indonesia akan menjumpai Vietnam pada 11 Juni. Bendol berharap Indonesia bisa meraih hasil positif serta dapat memenuhi target yang diberikan PSSI.


[detiksport]

Lord_man
06-11-2008, 12:15 PM
Kondisi timnas Indonesia dipastikan semakin pincang setelah gelandang serang Firman Utina mengalami cedera engkel saat latihan. Setelah sebelumnya ditinggal Ellie Eboy untuk memperkuat Selangor FC.

Oleh karena itu, pelatih timnas Benny Dollo merubah formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2 untuk meladeni timnas Vietnam pada Rabu (11/6/2008) besok di stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya.

Bendol sapaan Benny Dollo juga mengungkapkan jika laga persahabatan ini, pihaknya tidak akan memtok target. "Tidak ada target dalam laga besok, dan
hasilnya akan kita buat evaluasi tim," katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Hotel Novotel Surabaya, Jalan Ngagel Surabaya, Selasa (10/6/2008).

Selain itu, Bendol juga mengaku pihaknya sampai saat ini masih belum menentukan pemain yang gantikan posisi yang ditinggalkan Ellie Eboy. Serta dirinya juga menjelaskan akan melihat perkembangan cedera yang dialami oleh Firman Utina.

"Sampai sejauh ini, kondisinya belum bagus, tapi kita lihat perkembangannya. Jika dokter tim menyatakan besok bisa main ya akan kita
mainkan," tandasnya.

[detiksport]

Lord_man
06-12-2008, 11:52 AM
Timnas Indonesia tampil kurang greget saat menjamu Vietnam di Stadion 10 November, Surabaya, Rabu (11/6/2008). Ponaryo Astaman cs hanya bisa menang 1-0.

Diawal pertandingan, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang. Para pemain belakang Vietnam dipaksa bekerja keras menjaga pertahanannya dari serangan tim Merah Putih.

Para suporter Indonesia akhirnya bersorak setelah Bambang Pamungkas membuat timnas unggul di menit ke-12. Gol tersebut lahir dari titik pinalti setelah duet Bambang Pamungkas di tim Persija Aliyudin diganjal keras oleh pemain belakang Vietnam.

Namun, setelah unggul Merah Putih justru harus bekerja keras untuk meladeni permainan pendek cepat yang ditampilkan oleh pemain muda Vietnam.

Alhasil Vietnam berhasil mengurung Indonesia di babak kedua. Permainan di babak kedua Indonesia dipaksa bertahan oleh pemain muda asuhan Henrique Manuel Da Silva Calisto yang terus menguasai jalannya permainan 45 menit kedua. Indonesia hanya sesekali melakukan serangan balik dan selalu kandas di kaki pemain belakang Vietnam.

Bahkan beberapa kali striker Vietnam mengancam gawang yang kali ini dikawal oleh Feri Rotunsulu. Pasalnya dibabak kedua Benny Dollo melakukan rotasi pemain muka lama dengan pemain muka baru.

Hingga akhir pertandingan tetap tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan berakhir 1-0 untuk Indonesia. Namun hasil yang diraih tim asuhan Benny Dollo kurang memuaskan.

[detiksport]

Lord_man
06-27-2008, 02:30 AM
Sudah tiga kali pertemuan antara PSSI dengan KONI menyoal statuta FIFA urung terjadi. Dengan tenggat waktu penuntasan kian mendekat, KONI pun cuma agar minta PSSI tak telat menyelesaikan statuta.

Seperti diberitakan sebelumnya, KONI dan PSSI dijadwalkan bersua usai organisasi sepakbola Indonesia itu bertemu dengan FIFA di Sydney, 29 Mei lalu. Namun, sudah tiga kali pertemuan KONI-PSSI dibatalkan, yakni tanggal 4, 16, dan 19 Juni 2008.

Melalui perbincangannya dengan detiksport, Wakil Ketua Umum KONI Hendardji Supandji mengatakan dirinya hanya bisa memastikan PSSI melakukan tugasnya tepat waktu. Ini dikarenakan sampai saat ini belum ada kata sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan, terkait KONI yang saat ini disibukkan dengan persiapan PON.

"Mereka minta sebelum PON atau setelah PON. Kalau sebelum PON kita nggak bisa karena jadwal sibuk sekali. Sedangkan setelah PON, batas waktu 9 Juli sudah lewat. Lagipula saya nggak bisa melakukan pertemuan sendiri, harus dengan tim. Sedangkan tim sebagian besar sudah berangkat ke Kaltim," ujar Hendardji, Rabu (25/06/2008).

"Sebenarnya sosialisasi yang mereka lakukan itu terlambat, karena di surat FIFA PSSI dikasih waktu dua bulan sejak tanggal 9 Mei yang berarti 9 Juli mereka harus sudah menyelesaikan statuta. Sementara PSSI baru memulai sosialisasinya pada pertengahan Mei," imbuhnya.

Ketika disinggung apakah KONI siap memberikan sanksi jika PSSI terbukti melanggar batas waktu yang diberikan, dirinya belum mau menjelaskan.

"Yang jelas kita minta mereka untuk tidak memolorkan waktu yang sudah diberikan oleh FIFA. Kita nggak mau waktunya itu molor lagi," tandasnya.

[detiksport]

Lord_man
07-04-2008, 08:42 PM
Perjalanan Indonesia untuk bisa lolos ke putaran final Piala Asia 2011 akan menemui jalan terjal. Di kualifikasi, 'Merah Putih' bergabung dengan Australia, Kuwait dan Oman.

Indonesia dan tiga negara lawannya ini bergabung di Grup B. Kepastian ini didapatkan setelah Federasi Sepakbola Asia (AFC) menggelar pengundian di Doha, Uni Emirat Arab, Kamis (3/7/2008).

Lawan-lawan di atas tentu saja merupakan lawan yang sulit. Kekuatan Australia yang bertumpu kepada mayoritas pemain yang merumput di Eropa menjadikan mereka diunggulkan. Sementara Oman dan Kuwait, seperti lazimnya tim dari TImur Tengah, merupakan tim yang alot untuk dikalahkan.

Di pertandingan pertama, Ponaryo Astaman dkk akan melawat ke markas Oman pada tanggal 14 Januari 2009. Setelahnya, tim asuhan Benny Dolo itu akan menjamu Australia di kandang pada 28 Januari.

Hanya dua tim teratas di tiap yang akan lolos ke putaran final di Qatar. Empat tim yang sudah otomatis lolos adalah tuan rumah, juara bertahan Irak, runner-up dan peringkat tiga Piala Asia 2007, yaitu Arab Saudi dan Korea Selatan.

Untuk melengkapi 16 tim kontestan putaran final, dua tim partisipan tersisa akan didapat dari juara Asian Challenge Cup 2008 dan 2010 yang diikuti oleh negara-negara dengan peringkat bawah di Asia.

Undian kualifikasi Piala Asia 2011:
Grup A:
Jepang
Bahrain
Hong Kong
Yaman

Grup B:
Australia
Indonesia
Oman
Kuwait

Grup C:
Uzbekistan
Uni Emirat Arab
Malaysia
India

Grup D:
Vietnam
Cina
Suriah
Lebanon

Grup E:
Iran
Thailand
Yordania
Singapura

[detiksport]

Lord_man
07-11-2008, 09:35 PM
Liga Indonesia kembali bergulir. Semua aspek diperbarui dari format kompetisi, nama, hingga logo. Ironisnya, pembaruan belum juga terjadi dari induk sepakbola Indonesia, PSSI.

Musim lalu kompetisi divisi utama Liga Indonesia tuntas dengan beberapa catatan. Jadwal kompetisi yang terlalu panjang akhirnya mengakibatkan Indonesia tak bisa mengirim wakil ke Liga Champions Asia. Itu baru satu hal, masih ada beberapa hal lainnya.

Salah satu yang paling disorot adalah soal kerusuhan antar penonton. Kerusuhan di Kediri pada babak delapan besar akhirnya terulang kembali di babak semifinal. Parahnya, kerusuhan di semifinal tersebut hingga meminta korban jiwa. Adalah suporter Persija Jakarta, Fathul Mulyadin, yang ketika itu meninggal dunia akibat dikeroyok suporter Persipura Jayapura.

Akibat kejadian itu Mennegpora Adhyaksa Dault memutuskan final Liga Indonesia dipindah ke Bandung. Ia juga sempat menyatakan Stadion Gelora Bung Karno terlarang untuk kompetisi nasional, meski di kemudian hari ia akhirnya memperbolehkan Persija meminjam stadion kebanggan nasional itu sebagai kandang.

Namun, itu semua masa lalu. Badan Liga Indonesia (BLI) selaku badan yang mengatur jalannya roda kompetisi akhirnya mencoba melakukan perubahan. Format kompetisi berubah menjadi satu wilayah dengan jumlah klub yang lebih sedikit, yakni 18 klub. Babak delapan besar pun ditiadakan. Logo baru dimunculkan dengan desain yang lebih modern dan terkesan dinamis.

Nama baru pun akhirnya disandang, 'Indonesia Super League'--atau gampangnya Liga Super Indonesia. Imbasnya, divisi utama Liga Indonesia kini menjadi kompetisi kelas dua di Indonesia ini. Jelas tampak bahwa BLI ingin kompetisi ini menjadi sebuah kompetisi yang eksklusif.

Saking eksklusifnya, verfikasi pun dilakukan terhadap klub-klub yang ingin ikut ke dalam "golongan elit" ini. Bagi klub yang ingin ikut, mereka harus bisa memenuhi 'Manual K' yang di dalamnya tertuang tuntutan agar setiap klub bisa memenuhi lima tuntutan tahap seleksi yakni sporting, infrastruktur, personil dan administrasi, legalisasi, dan yang terakhir finansial.

Kalau sudah begini Liga Super berarti telah diarahkan ke arah liga yang lebih profesional ketimbang musim lalu. Yang namanya profesional, tentunya segala hal yang terlibat di dalamnya juga harus demikian. Salah satu yang bisa disorot adalah kepemimpinan wasit. Ingat, kepemimpinan wasit yang dinilai tidak becus bisa memicu kemarahan suporter. Bisa dijadikan contoh adalah kasus kericuhan di Kediri musim lalu. Saking kesalnya, salah seorang suporter tertangkap kamera TV melayangkan pukulan kepada wasit.

Yang tak ketnggalan juga adalah dituntutnya suporter Indonesia untuk lebih dewasa sehingga tidak gampang terpancing dengan provokasi--yang buntut-buntunya juga bisa menimbulkan kericuhan.

Kalau kompetisinya sudah (berusaha) berbenah, bagaimana dengan PSSI? Hanya Tuhan yang tahu kapan mereka akan melakukan perubahan. Yang jelas hingga saat ini mereka masih mempertahankan Nurdin Halid sebagai ketua umum. Padahal FIFA--induk sepakbola internasional--sudah tak mengakui lagi pria yang divonis penjara dua tahun itu sebagai seorang ketua umum.

Berbagai desakan, kritik, hingga demo yang pernah dilakukan kelompok suporter Indonesia tak membuat PSSI mengubah pendirian. Bahkan mereka beberapa kali menunda melakukan pembicaraan dengan KONI terkait masalah kepengurusan PSSI di bawah Nurdin dan hasil kongres FIFA yang diadakan di Australia.

Namun, daripada lelah menanti sikap dari PSSI, mungkin ada baiknya pencinta sepakbola nasional menikmati dulu gelaran baru kompetisi Liga Indonesia, 'Indonesia Super League', yang akan dimulai Sabtu (12/7/2008) besok. Setidaknya, kompetisi ini sudah berusaha melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Imbasnya, perubahan ini kita harapkan juga bisa menular hingga ke tim nasional Indonesia. Semoga.


[detiksport]

Lord_man
07-13-2008, 02:16 PM
Kabar tidak sedap menyertai kemenangan 2-0 tim sepakbola Jawa Timur atas DKI Jakarta di PON 2008. Keduanya diduga telah memainkan sepakbola gajah alias main mata.

Spekulasi ini beredar lantaran Jatim yang sudah unggul 2-0 menarik striker Dede Hogo keluar lapangan. Terlebih setelah itu, kubu Jatim terkesan bermain tidak serius dengan memainkan bola seperti saat latihan.

Padahal sebelumnya tim yang didukung oleh ratusan bonek ini bermain sangat agresif dan banyak melakukan serangan. Jika mereka terus menampilkan permainan seperti itu, bukan tidak mungkin Jatim bisa mencetak gol lebih banyak lagi.

Kondisi ini kontan saja menimbulkan kabar tidak sedap tentang "main mata" yang dilakukan oleh keduanya. Pasalnya DKI secara otomatis akan tersingkir jika kalah 3-0 dari Jatim.

"Tak ada komitmen apapun dengan DKI tentang pertandingan ini. Kalau memang benar ada kita nggak akan main ngotot dari awal. No elephant football," terang pelatih tim Jatim, Aji Santoso, dalam konferensi pers Sabtu (12/7).

Mantan pemain nasional ini juga mengemukakan alasan ditariknya striker Dede tak lain karena ingin menghemat tenaga untuk laga semifinal selain juga untuk mencegah agar para pemainnya tidak mengalami cedera.

Senada dengan Aji, bantahan juga dilontarkan Miftahudin, asisten pelatih DKI Jakarta. Dirinya dengan tegas menyatakan bahwa politik sepakbola gajah tidak ada.

"Anak-anak main fight, nggak ada itu (main mata)," tukasnya.

Berlansung di Stadion Sempaja, Samarinda, dua gol Jatim dilesakkan oleh Dede Hogo pada injury time babak pertama dan menit ke 57. Dengan hasil ini, kedua tim dipastikan lolos ke semifinal. Jatim menjuarai Grup E dan DKI Jakarta tampil sebagai runner up.


[detiksport]

Lord_man
07-23-2008, 12:55 PM
Menyusul kerusuhan dalam laga Persib Bandung vs Persija Jakarta akhir pekan lalu, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi cekal. Bukan fans Persib yang dilarang masuk stadion, tapi cuma atribut milik Bobotoh dan Viking.

Persib Bandung bukan hanya dibuat malu setelah dikalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-3 dalam lanjutan Indonesia Super League. Hasil mengecewakan tersebut menyulut kemarahan fans Persib yang kemudian berbuat anarki dan sempat membuat jalannya pertandingan terhenti.

Komisi disiplin memang bertindak cepat menanggapi kasus tersebut dan langsung menjatuhkan sanksi. Namun, seperti dikutip dari situs resmi PSSI, hukuman yang dijatuhkan pada Persib hanya berupa larangan bagi bobotohnya menggunakan atribut Persib saat memasuki seluruh stadion di Indonesia dalam kurun satu tahun terhitung mulai hukuman dijatuhkan.

"Komdis melarang semua suporter Persib, baik itu Viking atau Bobotoh atau apapun namanya, untuk masuk ke stadion mengenakan atribut mereka selama satu tahun mulai hari ini," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan

"Pertandingan Persib masih bisa disaksikan langsung oleh penonton di stadion, dengan syarat tidak ada penonton yang menggunakan segala bentuk atribut yang menunjukkan identitas kelompok supporter pendukung Persib dari mulai kaos hingga spanduk,” tegas Hinca kemudian.

Soal tak adanya partai usiran bagi Persib, Hinca beralasan laga tersebut tetap mampu
diselesaikan meskipun sempat terhenti. Larangan atribut kelompok suporter tertentu masuk stadion mengingatkan kita pada sanksi yang juga dijatuhkan Komdis pada Arema Malang saat terjadi kerusuhan di Kediri dalam gelaran Babak Delapan Besar awal tahun ini. Ketika itu Komdis menjatuhkan sanksi berupa larangan bagi Aremania untuk masuk stadion di Indonesia selama tiga tahun.

Namun saat itu Djoko Driyono kemudian menyebut kalau yang dilarang masuk stadion adalah "simbol-simbol dan karakter yang menunjukkan Arema", bukan mengarah pada Aremania.

"Kasus yang Bobotoh ini beda dengan kerusuhan yang dilakukan Aremania di Kediri. Karena pertandingan antara Persib dan Persija masih bisa terlaksana hingga selesai. Sementara di Kediri, kerusuhan yang dilakukan Aremania kala itu menyebabkan pertandingan tidak bisa dilanjutkan sama sekali," tutur Hinca.

"Kami memberikan apresiasi khusus atas usaha panpel dalam menangani kerusuhan tersebut sehingga hukuman yang dijatuhkan kepada panpel tidak terlalu berat," pungkas dia.

Komdis PSSI juga memberikan masa percobaan selama enam bulan kepada Bobotoh untuk tidak melakukan tindakan rasisme. Yakni, menggunakan atribut atau apa pun yang sifatnya menghujat atau hal yang bisa menimbulkan perpecahan.

Pelanggaran atas sanksi ini akan berbuntut pada sanksi berupa denda sebesar Rp 200 juta.

Bukan Persib saja yang kejatuhan sanksi akibat laga tersebut. Ketahuan menginjak pemain asing Persija, Robertino, dengan sengaja saat lawannya terjatuh, Hariono diskor 3 pertandingan. Gelandang bertahan Persib yang juga pemain timnas itu juga dikenai denda Rp 50 juta.

[detiksport]

Lord_man
07-25-2008, 02:02 AM
Timnas sepakbola Indonesia sukses mempertahankan keunggulannya atas timnas Selandia Baru. Pada pertandingan ujicoba di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/7), Indonesia menang 2-1 lewat gol-gol Muhammad Ilham dan Bambang Pamungkas (BP).Semua gol yang tercipta pada pertandingan yang dipimpin wasit Jimmy Napitupulu itu dihasilkan pada babak pertama. Indonesia mengoyak jala tim tamu pada menit ke-15 dan 34, sedangkan satu-satunya gol balasan Selandia Baru yang sedang melakukan persiapan menghadapi Olimpiade Beijing bulan Agustus nanti dihasilkan oleh Jeremy Brockie pada menit ke-44.

Indonesia yang sedang mempersiapkan diri menghadapi turnamen Piala Kemerdekaan bermain agresif sejak peluit kick-off berbunyi. Mengusung skema 4-4-2, tim besutan Benny Dollo tersebut mendominasi jalannya pertandingan.

Alhasil, pada menit ke-15 Ilham telah membuat Indonesia unggul 1-0. Pemain debutan tersebut memanfaatkan peluang yang diperolehnya setelah mendapat umpan dari gelandang Firman Utina.

Keunggulan tersebut membuat pemain Indonesia semakin percaya diri. Ponaryo Astaman dkk berani memainkan bola dari kaki ke kaki sehingga menyulitkan Selandia Baru yang unggul postur tubuh.

Strategi tersebut ternyata sangat manjur. Pada menit ke-34, BP menggandakan keunggulan tim Merah-putih setelah me-rebound bola tembakan Budi Sudarsono yang lebih dulu membentur pemain belakang Selandia Baru.

Gol itu berawal dari penetrasi Budi lewat sektor kiri. Setelah menembus kotak penalti, striker Persik Kediri itu melakukan gerak tipu dan melepaskan tendangan keras dengan kaki kiri. Namun, bola membentur bek Selandia Baru dan memantul ke depan sehingga BP yang berdiri bebas dengan leluasa melepas tendangan keras dan merobek jala lawan.

Unggul 2-0 membuat Indonesia menurunkan tempo permainan. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan Selandia Baru yang mampu mencetak gol balasan pada menit ke-44. Brockie bisa memperdaya Markus Horisan lewat tendangan bebas.

Pada babak kedua, stamina para pemain Indonesia tampak menurun. Imbasnya, permainan cepat dari kaki ke kaki yang diperagakan selama babak pertama tak tampak lagi. Malah Selandia Baru yang dimotori Simon Elliott (pernah merumput di Premier League bersama Fulham) bisa mengembangkan permainannya sehingga berhasil menciptakan beberapa peluang.

Beruntung, penampilan Markus pada laga tersebut sangat bagus. Penjaga gawang Persik Kediri tersebut membuat sebuah penyelamatan gemilang pada menit ke-83 saat menangkap dengan lengket bola sundulan Steven Old. Meskipun sudah mati langkah karena telanjur bergerak ke arah kanan, refleks mantan kiper PSMS Medan itu sangat bagus sehingga dia tangannya bisa menggapai bola yang meluncur ke arah kirinya.

Menjelang pertandingan usai, Indonesia bisa bangkit dan mendapat peluang emas lewat Ben Ben Berlian. Sayang, debutan timnas itu tak bisa memaksimalkan umpan manis Ponaryo karena bola sontekannya bisa dihalau penjaga gawang Selandia Baru. Skor akhir tetap 2-1 untuk tuan rumah.

[zonabola]

:guesuka:

Lord_man
07-25-2008, 02:06 AM
Laskar Sriwijaya atau Sriwijaya Football Club (SFC) terancam bangkrut. Bukan saja DP (panjar) pemain yang belum lunas seratus persen, tapi gaji pemain serta pelatih pun mandek sampai dua bulan. Akibatnya HMC Bariyadi sebagai manajer tim --yang juga pengusaha-- terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk menutupi sebagian besar kebutuhan keuangan ini. Hingga kini mencapai Rp 2 miliar.

Bukan saja untuk urusan gaji pemain dan pelatih, dana operasional tim pun seakan dilimpahkan pengurus Yayasan SFC kepada sang manajer. HMC Bariyadi lalu buka mulut dan bicara gamblang soal seretnya keuangan SFC ini.

“Gaji pemain, biaya operasional mulai dari launching sudah saya yang biayai. Saya, artinya dana dari saya sebagai pribadi, bukan dana manajer. SSB juga sudah jalan dan gaji pelatihnya dari saya. U-21 juga sudah dibentuk dan gaji pemain dan pelatih sudah saya bayar dari dana pribadi,” ungkap Manajer tim SFC, HMC Bariyadi di Sekretariat SFC kawasan PS Mallm, Rabu (23/7).

Pengusaha asal Sleman ini mengemukakan kesulitannya sebagai penanggung jawab dan manajer SFC. Bahkan ia mengatakan pajak tiket serta uang untuk panitia pelaksana pertandingan home SFC pun harus ia talangi yang entah kapan dikembalikan. Akibat krisis keuangan ini juga, dua bulan gaji pemain dan pelatih yakni bulan pertama pertandingan liga tahun ini (April) dan Juni lalu belum dibayar.

“Beberapa pemain juga sudah diberikan kasbon (pinjaman sementara, red) dan itu menggunakan uang saya. Semuanya ini sudah saya laporkan sebagai pengajuan anggaran bulanan kepada yayasan SFC. Namun hingga kini dana tersebut belum keluar,” jelas Bariyadi.

Dengan belum keluarnya dana ini, Bariyadi mengatakan sudah melakukan cara persuasif untuk menyelesaikan masalah ini. Mulai dari bertatap muka dengan menyampaikan langsung ke Ketua Umum Yayasan SFC (Ridwan Mukti), Ketua Harian (Budi Rahardjo) dan Sekretaris Umum (Johan Syafri). Namun tetap saja tidak ada jawaban yang memuaskan dan ujung-ujungnya minta Bariyadi yang menutupi.

Dengan mandegnya pemenuhan hak pemain ini akan memberikan efek yang besar terhadap penampilan SFC. Pemain bisa jadi bermain tidak baik lantaran ada beban pikiran. “Saya sudah telepon dan SMS ke Pak Syahrial Oesman (Gubernur Sumsel) dan jajaran pengurus di bawahnya, seluruhnya rata-rata tidak menjawab dan tidak mengangkat telpon. Mereka juga tidak membalas SMS (pesan singkat). Yang ada, sebelum pertandingan lawan Persiwa ada jawaban sms, Pak Haji tolong sebelum bertanding gaji pemain dibayar dulu. Dananya pinjam dulu,” ujar Bariyadi menirukan isi sms dari pengurus yang ia enggan menyebutkan namanya.

Menurut Bariyadi kesulitan keuangan yang melanda SFC saat ini juga diakibatkan usai musim 2007 lalu tidak ada kejelasan tutup buku keuangan SFC. Hingga tidak ada pertanggungjawaban dari pengurus tentang kemana arah keuangan SFC.

Selain itu kurangnya komitmen dan komunikasi masing-masing pengurus juga menjadi kendala. Ia mengatakan sebagai peraih double winner, mestinya SFC memiliki uang lebih. Ia mencontohkan Sebanyak 70 persen uang hadiah diberikan kepada pemain dan pelatih sedangkan 30 persennya untuk pembinaan.
Namun uang 30 persen ini pun tidak jelas alokasinya. Dana bantuan dari APBD sebesar Rp 7,5 miliar pun hanya bersisa Rp 2,5 miliar. Uang ini digunakan untuk membayar uang DP awal pemain.

“Sebenarnya kalau dari segi keuangan saya masih kuat. Namun dari segi perasaan saya tidak kuat lagi. Coba lihat di struktur yayasan, kan banyak bupati. Harusnya mereka yang menutupi kita, bukan kita yang menutupi mereka,” keluh Bariyadi.

Terancam Kolaps

Diungkapkan Bariyadi, para skuad SFC pun belum menerima gaji bulan pertama, April serta Juni lalu. Sedangkan untuk gaji pemain saat melawan PSMS medan lalu saja menggunakan uang pribadinya. “Sebelum pertandingan melawan Persiwa kemarin, ada pengurus yang sms, untuk meminta saya membayar gaji pemain terlebih dahulu karena mereka sedang tidak punya uang. Saya balas, bisa saja, mana nomer rekeningnya. Namun saya tanya kapan uangnya mau dikembalikan, mereka menjawab nanti akan di prioritaskan kalau ada dana. Yang saya butuhkan adalah kepastian waktu. Kalau mereka memberikan kejelasan waktu akan saya pinjamkan,” katanya.

Sementara itu, dengan keadaan keuangan yang terlihat jelas seret ini, maka Laskar Sriwijaya bukan tidak mungkin akan kolaps dan terhenti di tengah jalan. Jika pengurus terus menerus menggantungkan pendanaan kepada Bariyadi, dapat dipastikan umur klub peraih double winner ini tidak akan lama.
Bariyadi berharap masalah ini bisa segera terselesaikan. Ia juga mengharapkan bantuan masyarakat untuk membantu dengan membeli barang atau tiket saat nonton SFC.

“Inilah keadaan finansial klub. Inilah juga kesulitan kami di tim. Jika tidak ingin SFC ini kolaps atau terhenti di tengah jalan maka SFC ini harus ditolong. Kewajiban pengurus juga untuk menyelamatkan klub ini dan tolong berikan bantuan khususnya dana. Kepada masyarakat juga diharapkan bantuan dengan membeli barang SFC atau tiket pertandingan. Jika tidak ada dana saya yakin hasil pertandingan akan jelek. Juga kita tidak akan bisa main partai tandang,” tegas Bariyadi

[zonabola]

Lord_man
08-13-2008, 12:30 AM
http://www.detiksport.com/images/content/2008/08/12/76/PialaKemerdekaan.jpg

Setelah delapan tahun vakum, Piala Kemerdekaan kembali digelar. Hanya saja tim-tim asing yang akan berlaga di Jakarta pada 21-29 Agustus mendatang tergolong ada di kelas bawah.

Bertajuk Pertamina Independence Cup 2008, turnamen untuk menyambut HUT Republik Indonesia ini diikuti Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Libya. Tuan rumah mengirim dua tim, yakni timnas senior dan U-21.

Mengacu pada kekuatan tim, Brunei -- menggantikan Maladewa yang batal ikut -- jelas hanya anak bawang di Asia Tenggara. Kamboja pun tak jauh berbeda. Hanya Myanmar yang kelasnya relatif seimbang dengan Indonesia.

Bagaimana dengan Libya? Dalam daftar peringkat FIFA bulan ini negara di Afrika utara itu berada di urutan 87. Prestasi terbaik mereka adalah runner up Piala Afrika 1982, itupun saat menjadi tuan rumah. Bahkan dalam sejarah gelaran Piala Afrika mereka lebih sering tidak lolos kualifikasi, termasuk di edisi tahun 2008. Libya pun tak pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.

Meski begitu Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menerima kalau dibilang turnamen Piala Kemerdekaan ini tidak ada gengsinya sedikitpun.

"Biarpun tidak seperti dulu, ini bukan turnamen 'ecek-ecek'," tukasnya dalam jumpa pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

"Kita sudah mencari negara-negara lain, tapi mereka berhalangan karena masih terikat dengan musim kompetisi di masing-masing negara dan juga persiapan berbagai event yang mereka ikuti," tambahnya.

Indonesia pernah dua kali memenangi Piala Kemerdekaan di tahun 1987 dan 2000. Sebelumny turnamen ini pernah diikuti tim-tim yang cukup bagus seperti Chile, Aljazair, dan China.

Piala Kemerdekaan tahun ini digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Tiket akan dijual antara Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu.

Jadwal pertandingan Piala Kemerdekaan 2008

Kamis (21/8):
18.30 WIB: Indonesia B vs Brunei Darussalam (Grup A)
21.15 WIB: Myanmar vs Kamboja (Grup B)


Jumat (22/8):
18.30 WIB: Libya vs Brunei Darussalam (Grup A)
21.15 WIB: Indonesia A vs Kamboja (Grup B)

Senin (25/8):
18.30 WIB: Indonesia B vs Libya (Grup A)
21.15 WIB: Indonesia A vs Myanmar (Grup B)

Rabu (27/8):
18.30 WIB: Juara A vs Runner-up B (semifinal)
21.15 WIB: Juara B vs Runner-up A (semifinal)

Jumat (29/8):
18.30 WIB: Perebutan tempat III
21.15 WIB: Final

[detiksport]

Lord_man
08-13-2008, 12:31 AM
http://www.detiksport.com/images/content/2008/08/12/76/Timnas-pose-lomo.jpg

Badan Tim Nasional resmi mengumumkan daftar pemain yang akan mengikuti pelatnas Piala Kemerdekaan. Sebanyak 24 penghuni lama masih kokoh tak tergantikan.

Bertempat di Kantor PSSI, Selasa (12/08/2008), Wakil Ketua BTN Hamka B Kadi mengumumkan skuad Merah Putih terbaru ini. "Tak akan ada pengurangan, tetap 24," terang Hamka kepada para wartawan.

Beberapa nama seperti Markus Horison, Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman dan Charis Yulianto pun masih dipercaya menjadi punggawa-punggawa Indonesia.
Pemain-pemain ini nantinya akan dikumpulkan di Hotel Aston Rasuna Jakarta untuk mengikuti pelatnas tanggal 17 Agustus mendatang. "Kalau ada pemain yang masih ikut kompetisi liga hingga 18 Agustus, maka mereka diberi kelonggaran hingga 19 Agustus," imbuhnya.

Pemain U-21 dan U-16 Juga Dipanggil

Pelatnas kali ini tak hanya akan diikuti oleh anggota timnas senior saja. Pemanggilan juga bakal dilakukan oleh BTN terhadap pemain-pemain yang berada pada level U-21 dan U-16.

Hanya saja bedanya, 26 pemain U-16 dan U-21 yang berjumlah 32 nama ini masih akan diseleksi untuk mendapatkan skuad terbaik. Bahkan khusus untuk U-21, penunjukkan manajer dan pelatih pun belum dilakukan secara resmi.

"Tidak ada tanda tangan kontrak. Ini hanya buat part time sampai Piala Kemerdekaan untuk seleksi SEA Games 2009. Manajer dan pelatih ditentukkan nanti," tukas Hamka.

[detiksport]

Lord_man
08-21-2008, 12:05 PM
Termurah 25 Ribu, Termahal 100 Ribu

http://www.detiksport.com/images/content/2008/08/20/76/PialaKemerdekaan.jpg

Bagi Anda yang ingin menyaksikan laga Piala Kemerdekaan, 21-29 Agustus 2008, tiket bisa dibeli dengan harga termurah adalah Rp 25.000 dan yang termahal Rp 100 ribu. Namun, tiket-tiket tersebut dicetak terbatas.

Dalam rilis yang diterima detiksport, disebutkan bahwa tiket yang dijual hanya akan ada sebanyak 64.000 saja. Jumlah tersebut jelas jauh lebih sedikit dibandingkan kapasitas Gelora Bung Karno yang berjumlah 88.000 tempat duduk. Nantinya tiket-tiket tersebut akan dijual di loket-loket di sekitar GBK.

Untuk memeriahkan turnamen ini, pihak penyelenggara akan mengadakan acara pendukung seperti bazaar, soccer cage 3 on 3, DJ live performance, freestyle and juggling contest.

Setiap harinya akan ada dua pertandingan yang digelar. Laga pertama akan dimulai pukul 18.30 WIB, sementara pertandingan kedua akan berlangsung pada pukul 21.15. Berikut adalah jadwal lengkapnya.

Grup A
1. Libya
2. Indonesia U-21 (Indonesia B)
3. Brunei Darussalam

Grup B
1. Indonesia A
2. Myanmar
3. Kamboja

21 Agustus 2008
1. Indonesia B vs Brunei (18.30 WIB)
2. Indonesia A vs Kamboja (21.15 WIB)

22 Agustus 2008
1. Kamboja vs Myanmar (18.30 WIB)
2. Indonesia B vs Libya (21.15 WIB)

25 Agustus 2008
1. Brunei vs Libya (18.30 WIB)
2, Indonesia A vs Myanmar (21.15 WIB)

27 Agustus 2008
1. Juara Grup A vs Runner-up Grup B (18.15 WIB)
2. Juara Grup B vsRunner-up Grup A (21.15 WIB)

29 Agustus 2008
1. Perebutan tempat ketiga (18.15 WIB)
2. Final (21.30 WIB)


[detiksport]

Lord_man
09-04-2008, 12:48 PM
Kabar baik muncul untuk Nurdin Halid. Dari hasil pertemuan antara perwakilan PSSI dengan FIFA di Swiss minggu lalu, ada indikasi ia bakal kembali menjabat sebagai ketua umum PSSI.

Seperti diketahui terpilihnya Nurdin sebagai ketua umum PSSI periode 2007-2011 dipertanyakan keabsahannya. Oleh FIFA, terpilihnya Nurdin dinilai tidak sah terkait pedoman dasar PSSI yang dijadikan dasar pemilihan tidak sesuai dengan statuta rekomendasi FIFA.

Usaha untuk memperbaiki pun dilakukan PSSI, meskipun berjalan sangat lambat. Namun, seperti diklaim Sekjen PSSI Nugraha Besoes kemarin (2/9/2008) di Jakarta, perbaikan tersebut sudah diapresiasi oleh FIFA.

"Perubahan pedoman dasar PSSI sudah diterima dengan baik oleh FIFA dan kami diminta menunggu hasil pengesahan pedoman dasar PSSI itu dari FIFA," ungkapnya.

FIFA, menurut Besoes, meminta PSSI untuk menunggu pengesahan pedoman dasar yang dikirim, setidaknya untuk dua atau tiga hari ke depan. Jika memang sudah disahkan oleh FIFA, PSSI baru bergerak untuk menggelar Munaslub untuk memilih ketua umum yang baru.

Di sinilah Nurdin Halid bisa bersyukur karena mendapat kabar gembira. Menurut Besoes, pria yang kini mendekam di Rutan Salemba karena tersandung kasus penyulundupan gula impor ilegal, dan korupsi dana pengadaan minyak goreng juga impor beras Vietnam itu masih mungkin menjabat menjadi ketua umum PSSI karena FIFA diklaimnya tidak mempermasalahkan pasal kriminal.

"Dengan tidak dipermasalahkan pasal kriminal tersebut, berarti siapa saja bisa mengajukan diri menjadi ketua umum PSSI dalam Munaslub mendatang, termasuk Nurdin Halid," ujarnya.

Itu artinya tidak menutup kemungkinan pula Nurdin Halid tak terpilih jika memang ia tidak dikehendaki demikian oleh peserta Munaslub nanti.

"Ya, jika tidak, maka tentulah dia (Nurdin Halid) tidak bisa mencalonkan diri lagi," tandasnya yang tampak sedikit kesal dengan pertanyaan wartawan terkait hal ini.

[detiksport]

Lord_man
09-12-2008, 08:36 PM
PSSI membayar Hotel Kaisar yang terletak di Jalan PLN, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel) dengan cek kosong. Atas tindakan ini, PSSI dilaporkan pihak hotel ke Polres Jaksel dengan tuduhan tindak pidana penipuan.

Peristiwa tersebut bermula ketika PSSI menyewa Hotel Kaisar untuk menginap dari tanggal 2 Juli 2008 hingga 21 Juli 2008 sebanyak 75 kamar dengan total biaya Rp 685.783.260. Sesuai perjanjian sebelumnya, pihak PSSI akan membayarkan 50 persen biaya pada 5 Juli 2008 sebesar 30 persen dan 20 persen pada 18 Juli.

"Acara tersebut untuk tempat akomodasi delegasi AFF (Asean Football Federation) dan match official pada kejuaraan AFF U-16 Youth Championship yang diikuti oleh 5 negara Asean, Australia dan Bahrain," ujar kuasa hukum Hotel Kaisar, Deolipa Yumara, di Polres Jaksel, Jl Wijaya II, Jaksel, Jumat (12/9/2008) usai melaporkan kasus ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, usai menginap pihak PSSI tidak kunjung membayar. Setelah ditagih, PSSI mengeluarkan cek Bank Mega dengan nomor MF 925154 dengan nilai Rp 200 juta yang ternyata setelah dicairkan cek tersebut ditolak oleh Bank Mega karena kosong.

Pihak hotel menagih lagi setiap hari dan meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kemudian PSSI mengeluarkan bilyet giro pada 21 dan 26 Agustus senilai masing-masing Rp 250 juta. Semua cek tersebut dikeluarkan oleh Bank Century yang setelah dicairkan ternyata juga kosong.

"Kemudian pihak manajemen PSSI mengeluarkan guarantee letter tertanggal 7 Juli 2008 yang ditandatangani Sekjen PSSI Nugroho Besoes yang berisi tentang penunjukan Hotel Caesar tentang pembayaran."

"Dalam garansi tersebut Sekjen akan membayar akomodasi pada 9 Juli 2008 sebesar Rp 150 juta dan sisanya tanggal 20 JUli 2008," beber Deolipa.

Karena ditunggu satu bulan lebih tetapi PSSI tetap tidak membayar, maka pihak hotel mengambil langkah hukum dengan melaporkan tindakan tersebut sebagai tindak penipuan dengan nomor laporan 1450/K/IX/2008/RES/Jaksel.

Selain mengambil langkah pidana, pihak hotel juga berencana akan mengambil langkah perdata.


[detiksport]

Walaahhh..ngisini ngisini wae...bilang aja ngutang dulu..:giggling:

Lord_man
09-12-2008, 08:38 PM
PSSI mengklaim bahwa kasus cek kosong yang diberikan ke Hotel Kaisar bukanlah kesalahan mereka, melainkan kesalahan pihak sponsor. Alasannya?

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI dilaporkan ke pihak Polres Jaksel terkait dengan tuduhan tindak pidana penipuan. Mereka dianggap memberikan cek kosong kepada pihak Hotel Kaisar untuk membayar biaya penginapan delegasi AFF (Asean Football Federation) dan match official pada kejuaraan AFF U-16 Youth Championship yang diikuti oleh 5 negara Asean, Australia dan Bahrain.

Ketika dimintai keterangan, PSSI mengklaim bahwa masalah ini sudah diselesaikan. Mereka juga menyebut bahwa kesalahan bukanlah terletak pada mereka, melainkan pada pihak yangmenjadi sponsor AFF U-16 Youth Championship.

"Oh, soal itu sudah selesai. Sebenarnya itu bukan salah PSSI, tapi pihak sponsor," ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada detiksport. "Siapa saja sponsornya ada banyak. Saya nggak bisa sebut, nggak etis," imbuhnya.

Nugraha lantas menceritakan kronologis kejadiannya, "Kalau soal terlambat bayar itu kan biasa. Tapi, ketika itu cek sudah diserahkan oleh pihak sponsor kepada hotel. Tapi, ketika cek dikasih, uang belum ada yang masuk ke rekening. Sponsor kita kan jarang yang bawa uang cash."

Ketika ditanyai mengenai kemungkinan PSSI akan dilaporkan oleh pihak Hotel Kaisar terkait kasus cek kosong ini, Nugraha mengatakan segala urusan sudah selesai. Ia mengungkapkan bahwa sudah membicarakan masalah ini kepada pihak hotel.

"Semuanya sudah selesai. Kita sudah bicara dengan pihak hotel, jadi sudah nggak ada masalah," tutupnya.

[detiksport]

Lord_man
11-05-2008, 09:18 AM
Lama berlalu dan mendapat beberapa kali peringatan, PSSI belum juga menyelesaikan pedoman dasar barunya. FIFA pun memberi tenggat baru hingga akhir Desember 2008. Inikah peringatan terakhir buat PSSI?

Dilansir dari situs resmi AFC, Selasa (4/11/2008), FIFA menjatuhkan tenggat baru pada PSSI untuk menyelesaikan anggaran dasar barunya hingga 24 Desember 2008. PSSI harus menyesuaikan anggaran dasar tersebut dengan statuta milik FIFA.

Ini bukan kali pertama PSSI mendapat ultimatum dari FIFA. Sudah sejak Awal Februari lalu otoritas sepakbola dunia itu memperingatkan PSSI untuk segera mengubah pedoman dasarnya.

Saat itu Komite Asosiasi FIFA menetapkan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelesaikan Pedoman Dasar PSSI yang mengacu pada standar statuta FIFA. Mengingat hasil sidang disahkan pada tanggal 5 Februari, maka 5 Mei menjadi batas akhir bagi PSSI, untuk kemudian disahkan oleh FIFA.

Sedangkan untuk pemilihan ketua umum, FIFA juga menetapkan deadline pada 5 Agustus, alias tiga bulan pascapengesahan Pedoman Dasar.

Dalam prosesnya kemudian, PSSI terkesan selalu mengundur dan menawar titah FIFA tersebut. Munculnya tenggat baru yang jatuh tempo pada 24 Desember ini diyakini sebagai peringatan terakhir.

Dalam situs resminya, AFC juga menyebut kalau setelah statuta disahkan, PSSI harus melakukan pemilihan ketua umum baru sesegera mungkin.

Tenggat terbaru ini sekaligus membantah pernyataan Sekrestaris Jenderal PSSI, Nugraha
Besoes yang beberapa bulan lalu menyebut kalau rancangan statuta PSSI mendapat apresiasi positif dari FIFA.

[detiksport]

Lord_man
01-20-2009, 11:55 AM
http://www.detiksport.com/images/content/2009/01/20/76/Budi-Reuters285.jpg

Indonesia membawa pulang satu poin dari kandang Oman, dalam laga kualifikasi Piala Asia 2011. Bambang Pamungkas cs sukses menahan tim juara Piala Teluk 2009 itu dengan skor 0-0.

Di awal babak pertama, pertandingan yang berlangsung di Sultan Qaboos Sports Complex, Senin (19/1/2009) malam WIB, berjalan dengan tempo lambat.

Indonesia sempat mencoba sesekali mencuri peluang. Kans terbaik didapat oleh Boaz Solossa yang melepas tendangan dari luar kotak penalti, yang kemudian ditepis oleh kiper Oman, Sulaiman Al Mazroui. Bola muntah yang disambar Ponaryo Astaman melayang di atas mistar gawang tuan rumah.

'Tim Garuda' kembali memiliki peluang. Kali ini lewat Bambang Pamungkas, namun tendangan BP masih bisa ditepis kiper lawan.

Setelah itu, permainan praktis dikuasai Oman. Penjaga gawang Indonesia, Markus Horison melakukan penyelamatan penting dengan menghalau sundulan Hani al Dhabit.

Indonesia sungguh beruntung ketika beberapa saat kemudian tendangan Hassan Rabia membentur tiang gawang. Dan Markus pun kembali beraksi untuk menghalau tendangan Imad Al Hosni.

Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Di babak kedua, permainan masih dikuasai Oman. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke arah gawang Markus Horison. Buruknya penyelesaian akhir anak-anak asuh Claude LeRoy membuat gawang Indonesia masih aman.

Indonesia kembali mampu mencuri peluang. Boaz Solossa mampu lolos dari sisi kanan pertahanan Oman. Namun aksinya masih sebatas membahayakan gawang lawan.

Kemudian, tendangan keras yang dilepaskan pemain pengganti Talaohu Abdul Musafri memaksa kiper Oman al Mazroui untuk menepisnya. Bola mutah diambil BP, namun masih bisa kembali ditangkal oleh al Mazroui.

Setelah itu, Oman kembali mengendalikan jalannya laga. Peluang terbaik tuan rumah diperoleh dua belas menit menjelang bubaran. Kemelut di depan gawang Indonesia gagal dimanfaatkan oleh Hasan Rabia. Sundulan Rabia masih melayang di atas gawang Markus.

Menjelang akhir laga, Oman belum mengendurkan serangan. Berkat kedisiplinan barisan pertahanan, 'Tim Merah Putih' mampu menjaga gawang tetap perawan dan memaksakan hasil 0-0 hingga peluit akhir berbunyi.

Di laga selanjutnya, Tim Garuda akan menjamu Australia pada 28 Januari 2009.

[detiksport]

Lord_man
01-20-2009, 11:57 AM
Bermain di bawah tekanan hampir sepanjang laga, Indonesia sukses menahan Oman 0-0 dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2011. Benny Dollo pun menyebut satu poin yang didapatnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

Keberhasilan meraih satu poin tak bisa dilepaskan dari strategi bertahan yang di peragakan Bendol. Sejak menit 19 babak kedua Indonesia bermain dengan lima bek menyusul masuknya Nova Arianto untuk menambah empat defender lainnya seperti Nova Arianto, Ricardo Salampesi, Abdurahman, dan Isnan Ali.

Keputusan tersebut memang berhasil sedikit meredam gempuran tuan rumah, meski di saat bersamaan tak bisa membangun serangan karena fokus bertahan. Meski begitu Bendol mengaku sangat puas atas apa yang dia raih dalam laga yang berlangsung Senin (19/1/2009) malam WIB itu.

"Kami tahu Oman akan sangat kuat. Maka kami mengadaptasi formasi defensif sebagai bagian dari usaha untuk meraih poin dari laga ini," kata Benny Dollo dikutip dari situs asosiasi sepak bola Asia, AFC.

"Poin ini sungguh luar biasa bagi kita karena didapat di kandang lawan. Terlebih, Indonesia bergabung bersama lawan berat di grup ini, dan laga berat lainnya telah menanti," kata eks pelatih Arema Malang itu.

Rapatnya pertahanan Indonesia, ditambah faktor kelelahan, membuat Oman gagal merobek gawang Indonesia. Apalagi Pelatih Claude Le Roy menurunkan pemain yang sama dengan yang berlaga di final Piala Teluk, Sabtu (17/1/2009).

"Kami tampil buruk karena kelalahan melanda pemain pasca berlaga di Piala Teluk. Laga ini sangat penting. Itu sebabnya saya tidak memasukkan terlalu banyak pemain baru karena kami ingin menang," kata Le Roy.

Soal permainan Indonesia? "Indonesia bermain dengan sepuluh orang di pertahanan dan gaya itu sungguh sulit untuk dilawan," ujar pelatih asal Prancis ini.

[detiksport]

Dikandang kudu bisa menang ya bung bendol :guesuka:

Lord_man
01-29-2009, 12:06 PM
http://www.detiksport.com/images/content/2009/01/28/76/Timnas.jpg

Lebih sering memperoleh peluang dibanding lawannya, Indonesia harus puas dengan satu poin. Menjamu Australia di Stadion Gelora Bung Karno, tuan rumah berbagi skor kacamata alias 0-0.

Dengan dukungan sekitar 40 ribu suporter fanatiknya, Rabu (28/1/2009) malam WIB, Indonesia menampilkan permainan yang cukup baik saat menghadapi Australia, yang tampil tidak dengan tim terbaiknya. Setidaknya Ponaryo Astaman dkk mampu menyuguhkan permainan yang ngotot dan memiliki statistik penyerangan yang lebih baik dari lawannya.

Pelatih Benny Dollo membangkucadangkan Bambang Pamungkas dan menjadikan Mushafry sebagai starter penyerang murni, ditopang tiga gelandang bernaluri serang tinggi, Boaz Solossa, Budi Sudarsono, dan Firman Utina.

Di kubu Australia, pelatih Pim Verbeek tidak berada di bench karena menjalani skorsing. Instruksi dari pinggir lapangan dilakukan asistennya, Graham Arnold. Dua pemain paling senior dan terkenal dari Socceroos dimainkan sejak awal, yakni striker Archie Thomson dan bek sekaligus kapten Craig Moore.

Indonesia memulai tekanannya melalui tembakan Firman di menit ketujuh. Namun bola yang meluncur dari luar kotak penalti dapat diredam kiper Eugene Galekovic. Dua menit kemudian serangan berikutnya dirancang dari sayap kanan. Sundulan Mushafry, menyambut crossing Ricardo Salampessy, masih lemah dan tidak membahayakan.

Tuan rumah memainkan bola dari kaki ke kaki yang cukup bagus. Di menit 12, dari proses seperti itu, Budi melakukan tembakan ke arah gawang tapi melambung.

Australia baru melakukan shot pertamanya di menit 15, namun tendangan jauh Tom Poldenjak dapat dipatahkan kiper Markus Horison, walaupun tangkapannya tidak begitu bagus.

Kans terbaik Indonesia terjadi di menit 34. Dari sebuah serangan yang terancang dengan baik, Firman memberi umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Mushafry yang ditempel ketat seorang bek lawan berhasil melepaskan tendangan silang datar ke tiang jauh, tapi masih melebar.

Sebelum turun minum Indonesia membuat tekanan lagi melalui aksi individu Boaz yang melewati dua pemain lawan. Namun saat menendang ia keburu diblok Fernando Vargas.

Australia mencoba lebih agresif setelah jeda 15 menit. Satu menit dari restart mereka memperoleh free kick sekitar lima meter dari luar kotak penalti Indonesia. Markus meninju bola di udara, tapi bola muntah dilanjutkan dengan tendangan langsung ke arah gawang oleh Scott Jamieson. Kali ini Markus menjadi pahlawan dengan menangkap bola tersebut.

Australia selama 10 menit tampak lebih nyaman dalam mengendalikan permainan di lapangan tengah. Namun setelah itu Indonesia berhasil merebut kembali kendali permainan dan mulai intensif menyerang.

Di menit 60 Budi mempertontonkan aksi menawan. Setelah menarik keluar dua bek lawan, ia lalu menyodorkan bola kepada Mushafry di sektor kiri pertahanan Australia. Mushafry lalu mengirim umpan silang yang mengarah pada Budi yang masuk dari belakang. Akan tetapi tandukan Budi di mulut gawant tidak terlalu keras dan bisa diantisipasi kiper Galekovic.

Indonesia melanjutkan momentum tersebut untuk menggempur pertahanan Australia. Di menit 63 Budi kembali kehilangan peluang. Gerakannya terhambat karena sempat menduga offisde, sementara para pemain belakang Australia sudah kehilangan posisinya.

Mushafry yang tampak mulai kelelahan digantikan Elie Aiboy. Tak lama kemudian Australia membuat publik Senayan menahan nafasnya. Akibat Markus tak lengket dalam menangkap sebuah tembakan, bola nyaris bisa diambil Matt Simon saat rebound. Beruntung tangan kanan Markus masih bisa menjangkau bola dan mengamankan keadaan.

Tiga menit berselang Australia memiliki peluang lagi, kali itu melalui tendangan bebas. Matthew McKay mengeksekusinya melewati pagar betis, tapi arah bola menyamping ke kiri gawang Markus.

Di menit 70 Benny Doillo memasukkan Bambang Pamungkas dan menarik Boaz. Namun, hingga akhir pertandingan tidak banyak aksi yang bisa dilakukan Bambang, tidak juga pemain-pemain lain, juga dari kubu Australia. Indonesia pun, walau tampil lebih dominan, harus puas dengan satu poin.

Indonesia mengantongi dua poin dari dua pertandingan di Grup B, setelah pekan lalu menahan tuan rumah Oman juga dengan skor 0-0. Adapun Australia baru memainkan laganya hari ini. Selanjutnya Indonesia bertemu Kuwait di bulan November.

Susunan pemain

Indonesia: Markus Horison; Isnan Ali, Charis Yulianto, Maman Abdurahman, Ricardo Salampessy; Firman Utina, Hariono, Ponaryo Astaman; Boaz Solossa (Bambang Pamungkas 70), Budi Sudarsono (Erol Iba 82), Talaohu Abdulmushafry (Elie Aiboy 63)

Australia: Eugen Galekovic; Rodrigo Fargas, Scott Jamieson, Dean Heffernan (Michael Zullo ’74), Craig Moore, Mathew Mckay, Paul Reid, Tom Pondeljak (Billy Celseki 67), Matt Thompson, Archie Thompson, Danny Allsopp (Matthews Simon 53).

[detiksport]

Lord_man
02-21-2009, 11:04 AM
http://www.detiksport.com/images/content/2009/02/20/76/Hiddink-ndtv.jpg

Indonesia masih belum bisa menghasilkan tim sepakbola berkualitas. Kalau seorang Guus Hiddink bisa menyulapnya, pelatih top asal Belanda itu akan coba diupayakan digaet. Oleh siapa? Jusuf Kalla. Kuat bayar?

Wapres RI itu mengaku sudah memesan pada dubes Indonesia di Moskow untuk mencari tahu apakah dia bisa bertemu dengan Hiddink untuk menjajaki kemungkinan dia melatih tim nasional Indonesia.

"Saya sudah bicara dengan dubes kita di Moskow, coba cek waktunya. Kalau ada waktu, nanti kita coba. Tolong ditanyakan," JK mengawali pernyataannya, saat bertemu wartawan usai salat Jumat di Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/2/2009).

"Nanti kita transfer (Hiddink), dan saya akan bicara dengan manajernya di Moskow. Mereka telah menjanjikan akan bicara dengan dia awal Maret ini," sambung Wapres yang juga ketua umum Partai Golkar itu.

Wartawan lalu mengingatkan JK bahwa saat ini Hiddink juga melatih Chelsea selain menukangi timnas Rusia. Ia menjawab, rencana menggaet mantan pembesut PSV, Valencia, Real Madrid, Korea Selatan, dan Australia itu untuk jangka panjang.

"Ini 'kan masih 13 tahun lagi (terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022--Red). Chelsea hanya setahun kontrak dia. Komisi di Rusia akan atur pembicaraan informal (dengan dia)," tukas JK, yang dalam waktu dekat ini dijadwalkan melakukan kunjungan dinas ke Rusia itu.itu.

Untuk diketahui, Hiddink kabarnya digaji 1,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 24 miliar hanya untuk bekerja selama tiga bulan di Chelsea, di luar bonus dan lain-lain. Artinya, rata-rata per bulan ia dibayar Rp 8 miliar.

[detiksport]

ultramantaro
02-21-2009, 11:17 AM
Wakakakakaka.... keren keren rencana maw boyong hiddink ke indo... tapi apa ntar hiddink sanggup latih timnas kita..:mikir:... :haha:..... mungkin klo masalah bayar membayar indonesia sih pasti mampu percaya aq... ekekekek.... kan negara kaya raya... wakakaka ... klo misal misal ga ada duit buat mbayarnya suruh aja milih satu tambang itu gaji buat dia...:haha:...:mumet:.....JK idemu sip juga....:takmut:

alexdino
02-21-2009, 03:31 PM
bener2 berbau politis....

bener2 pemerintahan kita.... menjelang pemilu 2009, semua berambisi dengan mimpi2 yg aneh2... supaya bisa dpt respek yg positif dr masyarakat....





:gebukan:

jupiter
02-28-2009, 10:18 AM
MAKASSAR, JUMAT - Cedera menghantui pemain PSM Makassar jelang duel lawan tamunya PSIS Semarang di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Minggu (1/3). Striker Claudio Pronetto sudah pasti absen, sementara dua lainnya belum fit.

Pelatih PSM, Hanafing, mengakui beberapa pemainnya saat ini berkutat dengan cedera, sehingga kemungkinan besar absen saat menjamu PSIS Semarang dalam laga lanjutan Indonesia Super League. "Striker asing Claudio Pronetto yang cedera otot saat melawan Persib Bandung dipastikan absen, sementara Ahmad Amiruddin dan Faturahman juga masih sering mengeluhkan sakit sehingga perlu istirahat," ujar pelatih yang menggantikan Raja Isa bin Raja Akram Shah tersebut.

Amirudin kini sudah mulai membaik dan akan menempati posisi Pronetto. Meski demikian, mantan gelandang tim nasional itu kemungkinan tidak tampil penuh.

Hanafing menambahkan, setelah ditinggal Aldo Baretto yang pindah ke Persisam Samarinda, "Ayam Jantan dari Timur" hanya memiliki dua pemain depan, yakni Pronetto dan Julio Lopez. Karena itu, Amiruddin dikembalikan ke posisi semula sebagai striker dan berduet dengan pendatang baru, Alfredo Figuare.

Adapun Faturahman, yang mengalami cedera saat latihan, terpaksa istirahat selama sebulan. Kini kondisinya semakin membaik kemungkinan masih dapat mengisi lini belakang bersama Rahmat Latif dan Hamdy Hamzah.

Untuk memenangi partai kandang melawan PSIS, tim pelatih PSM telah mengatur strategi untuk tampil maksimal. "Partai ini adalah laga cukup menentukan menghadapi pertandingan selanjutnya agar PSM tidak semakin terpuruk dari posisi ke sepuluh saat ini," ujar Hanafing yang didampingi asisten pelatih Ansar Abdullah.

"Meski tetap optimistis mampu meraih angka sempurna pada laga ini, namun kita tetap waspada karena tim tamu PSIS yang kini berada di zona degradasi juga ingin mencuri poin dari PSM," timpal Ansar, yang juga mantan kiper timnas dan PSM Makassar.

[kompas.com]

jupiter
02-28-2009, 10:19 AM
JAKARTA, KAMIS - Persija Jakarta membuka peluang untuk melangkah ke babak delapan besar Copa Dji Sam Soe 2009. Pada leg pertama babak 16 besar di Stadion Lebak Bulus Jakarta, Kamis (26/2), Persija taklukkan Persiba Balikpapan 3-0.

Kemenangan tim "Macan Kemayoran" ini berkat dua gol kapten tim Bambang Pamungkas (BP) di menit ke-44 dan ke-64, serta satu gol oleh Robertino Pugliara di menit ke-81. Alhasil, tiga gol tanpa balas membuat pekerjaan tim ibukota itu agak mudah di leg kedua nanti.

Ketika tandang ke Balikpapan pada 11 Maret mendatang, Persija cukup bermain aman. Artinya, jika kalah pun tim besutan Danurwindo itu tak boleh defisit tiga gol.

Sejak awal babak pertama, Persija langsung bermain agresif. Duet BP dan Aliyudin membuat barisan belakang tim "Beruang Madu" harus berjibaku untuk mengamankan gawangnya.

Namun gempuran Persija tak bisa dibendung sehingga terciptalah gol pada menit ke-44. Bola tandukkan BP tak bisa dibendung penjaga gawang nomor dua Persiba, Denny Marsel, sehingga skor menjadi 1-0 yang bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, Persija kembali menggempur pertahanan Persiba. BP menambah keunggulan Persija dengan menggetarkan gawang Persiba di menit 64, sebelum Robertino memperbesar kemenangan Persija dengan golnya di menit ke-81.

[kompas.com]

Aryo Penangsang
06-04-2009, 12:54 AM
Forza persija juragan!!!!!!

u-kid
06-16-2011, 09:11 PM
kongres ricuh = sanksi FIFA...

saitan
09-30-2011, 02:59 AM
PSSI galau..
walau dah di tukar kepengurusan ny.

qazreen91
10-20-2011, 12:24 AM
sepakbola indonesia is the best

bad_ted
02-11-2012, 07:03 AM
bagaimanapun gw tetep dukung timnas Indonesia ...